Fraktur Femur by Ayu_Uthe

VIEWS: 18,449 PAGES: 17

									                               I. FRAKTUR FEMUR
    II. DEFENISI
     Rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat disebabkan oleh trauma
     langsung, kelelahan otot, kondisi-kondisi tertentu seperti degenerasi tulang /
     osteoporosis.
    III.
IV.       FISIOLOGI / ANATOMI
    Persendian panggul merupakan bola dan mangkok sendi dengan acetabulum bagian
    dari femur, terdiri dari : kepala, leher, bagian terbesar dan kecil, trokhanter dan batang,
    bagian terjauh dari femur berakhir pada kedua kondilas. Kepala femur masuk
    acetabulum. Sendi panggul dikelilingi oleh kapsula fibrosa, ligamen dan otot. Suplai
    darah ke kepala femoral merupakan hal yang penting pada faktur hip. Suplai darah ke
    femur bervariasi menurut usia. Sumber utamanya arteri retikuler posterior, nutrisi dari
    pembuluh darah dari batang femur meluas menuju daerah tronkhanter dan bagian
    bawah dari leher femur.
    V.
    VI. KLASIFIKASI
    Ada 2 type dari fraktur femur, yaitu :
    1. Fraktur Intrakapsuler; femur yang terjadi di dalam tulang sendi, panggul dan
         kapsula.
     Melalui kepala femur (capital fraktur)
     Hanya di bawah kepala femur
     Melalui leher dari femur

    2. Fraktur Ekstrakapsuler;
        Terjadi di luar sendi dan kapsul, melalui trokhanter femur yang lebih
          besar/yang lebih kecil /pada daerah intertrokhanter.
        Terjadi di bagian distal menuju leher femur tetapi tidak lebih dari 2 inci di
          bawah trokhanter kecil.


    VII. PATOFISIOLOGI
    A. PENYEBAB FRAKTUR ADALAH TRAUMA
    Fraktur patologis; fraktur yang diakibatkan oleh trauma minimal atau tanpa trauma
    berupa
    yang disebabkan oleh suatu proses., yaitu :
      Osteoporosis Imperfekta
      Osteoporosis



                                                 1
   Penyakit metabolik



     1. TRAUMA
Dibagi menjadi dua, yaitu :
Trauma langsung, yaitu benturan pada tulang. Biasanya penderita terjatuh dengan
posisi miring dimana daerah trokhanter mayor langsung terbentur dengan benda
keras (jalanan).
Trauma tak langsung, yaitu titik tumpuan benturan dan fraktur berjauhan, misalnya
jatuh terpeleset di kamar mandi pada orangtua.

TANDA DAN GEJALA
 Nyeri hebat di tempat fraktur
 Tak mampu menggerakkan ekstremitas bawah
 Rotasi luar dari kaki lebih pendek
 Diikuti tanda gejala fraktur secara umum, seperti : fungsi berubah, bengkak,
  kripitasi, sepsis pada fraktur terbuka, deformitas.

PENATALAKSANAAN MEDIK
 X.Ray
 Bone scans, Tomogram, atau MRI Scans
 Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler.
 CCT kalau banyak kerusakan otot.


TRAKSI
Penyembuhan fraktur bertujuan mengembalikan fungsi tulang yang patah dalam
jangka waktu sesingkat mungkin
Metode Pemasangan traksi:
Traksi Manual
Tujuan : Perbaikan dislokasi, Mengurangi fraktur, Pada keadaan Emergency.
Dilakukan dengan menarik bagian tubuh.

Traksi Mekanik
Ada dua macam, yaitu :
Traksi Kulit
Dipasang pada dasar sistem skeletal untuk struktur yang lain, misalnya: otot. Traksi
kulit terbatas
untuk 4 minggu dan beban < 5 kg.


                                         2
Untuk anak-anak waktu beban tersebut mencukupi untuk dipakai sebagai fraksi
definitif, bila tidak diteruskan dengan pemasangan gips.


Traksi Skeletal
Merupakan traksi definitif pada orang dewasa yang merupakan balanced traction.
Dilakukan untuk menyempurnakan luka operasi dengan kawat metal atau penjepit
melalui tulang/jaringan metal.

KEGUNAAN PEMASANGAN TRAKSI
Traksi yang dipasang pada leher, di tungkai, lengan atau panggul, kegunaannya :
 Mengurangi nyeri akibat spasme otot
 Memperbaiki dan mencegah deformitas
 Immobilisasi
 Difraksi penyakit (dengan penekanan untuk nyeri tulang sendi).
 Mengencangkan pada perlekatannya.


MACAM - MACAM TRAKSI
Traksi Panggul
Disempurnakan dengan pemasangan sebuah ikat pinggang di atas untuk mengikat
puncak iliaka.

Traksi Ekstension (Buck’s Extention)
Lebih sederhana dari traksi kulit dengan menekan lurus satu kaki ke dua kaki.
Digunakan untuk immibilisasi tungkai lengan untuk waktu yang singkat atau untuk
mengurangi spasme otot.

Traksi Cervikal
Digunakan untuk menahan kepala extensi pada keseleo, kejang dan spasme. Traksi ini
biasa dipasang dengan halter kepala.

Traksi Russell’s
Traksi ini digunakan untuk frakstur batang femur. Kadang-kadang juga digunakan
untuk terapi nyeri punggung bagian bawah. Traksi kulit untuk skeletal yang biasa
digunakan.
Traksi ini dibuat sebuah bagian depan dan atas untuk menekan kaki dengan
pemasangan vertikal pada lutut secara horisontal pada tibia atau fibula.

Traksi khusus untuk anak-anak



                                         3
Penderita tidur terlentang 1-2 jam, di bawah tuberositas tibia dibor dengan steinman
pen, dipasang staples pada steiman pen. Paha ditopang dengan thomas splint, sedang
tungkai bawah ditopang atau Pearson attachment. Tarikan dipertahankan sampai 2
minggu atau lebih, sampai tulangnya membentuk callus yang cukup. Sementara itu
otot-otot paha dapat dilatih secara aktif.


DAFTAR KEPUSTAKAAN
Doenges M.E. (1989) Nursing Care Plan, Guidlines for Planning Patient Care (2 nd ed
). Philadelpia, F.A. Davis Company.

Long; BC and Phipps WJ (1985) Essential of Medical Surgical Nursing : A Nursing
Process Approach St. Louis. Cv. Mosby Company.




KASUS
Saudara adalah seorang perawat di ruang bedah yang diberi tanggung jawab untuk
memberikan asuhan keperawatan kepada Tn. Muria, usia 40 tahun dengan fraktur



                                         4
femur kanan 1/3 distal comunited. Saat ini pasien masih menggunakan Back slab
sambil menunggu jadwal operasi untuk tandur (cangkok) tulang dan pemasangan
eksterna traksi.
Dari balutan yang ada pada Back slab merembes darah cukup banyak, pasien
mengeluh nyeri berat. Pasien semenjak kecelakaan 24 jam yang lalu tidak bisa tidur
karena menahan nyeri. Ibu jari dan jari-jari kaki kanan terasa baal.

SOAL : Buatlah rencana asuhan keperawatan disertai rasionalisasinya !

JAWAB:
RENCANA KEPERAWATAN

Prioritas Masalah
 Mengatasi perdarahan
 Mengatasi nyeri
 Mencegah komplikasi
 Memberi informasi tentang kondisi, prognosis, dan pengobatan

     NO    DIAGNOSA KEPERAWATAN                            INTERVENSI                              RASIONALISASI

1.        Potensial terjadinya    syok    s/d   INDENPENDEN:
          perdarahan yg banyak                  a) Observasi tanda-tanda vital.            a) Untuk mengetahui tanda-tanda
                                                                                              syok se- dini mungkin
                                                b) Mengkaji sumber, lokasi, dan            b) Untuk menentukan tindak an
                                                   banyak- nya per darahan

                                                c) Memberikan posisi supinasi              c) Untuk mengurangi per darahan
                                                                                              dan men- cegah kekurangan darah
                                                                                              ke otak.
                                                d) Memberikan       banyak        cairan   d) Untuk mencegah ke- kurangan
                                                   (minum)                                    cairan
                                                                                           (mengganti cairan yang hilang)

                                                KOLABORASI:                                e) Pemberian cairan per-infus.
                                                e) Pemberian cairan per infus


                                                                                           f) Membantu proses pem-bekuan
                                                f) Pemberian obat koa-gulan sia               darah dan untuk menghentikan
                                                   (vit.K, Adona) dan peng- hentian           perda-rahan.
                                                   perdarahan dgn fiksasi.

                                                g) Pemeriksaan laborato- rium (Hb,         g) Untuk mengetahui ka-dar Hb, Ht
                                                   Ht)                                        apakah perlu transfusi atau tidak.


2.        Gangguan rasa nyaman:                 INDEPENDEN:
          Nyeri s/d perubahan fragmen tulang,   a) Mengkaji karakteris- tik nyeri :        a)   Untuk mengetahui tingkat rasa
          luka    pada     jaringan    lunak,       lokasi, durasi, intensitas nyeri            nyeri sehingga dapat me-
          pemasangan back slab, stress, dan         dengan meng- gunakan skala                  nentukan jenis tindak annya.
          cemas                                     nyeri (0-10)




                                                            5
                                        b)   Mempertahankan             im-    b)   Mencegah pergeser- an tulang
                                             mobilisasi (back slab)                 dan pe- nekanan pada jaring-
                                                                                    an yang luka.
                                        c)   Berikan sokongan (support)        c)   Peningkatan     vena     return,
                                             pada ektremitas yang luka.             menurunkan edem, dan me-
                                                                                    ngurangi nyeri.
                                        d)   Menjelaskan seluruh prosedur      d)   Untuk mempersiap- kan mental
                                             di atas                                serta agar pasien berpartisipasi
                                                                                    pada setiap tindakan yang akan
                                                                                    dilakukan.



                                        KOLABORASI:                            e)   Mengurangi rasa nyeri
                                        e) Pemberian             obat-obatan
                                           analgesik


3.   Potensial infeksi se-   hubungan   INDEPENDEN:
     dengan luka terbuka.               a) Kaji keadaan luka (kontinuitas      a)   Untuk mengetahui tanda-tanda
                                            dari kulit) terhadap ada- nya:          infeksi.
                                            edema, rubor, kalor, dolor,
                                            fungsi laesa.
                                        b) Anjurkan pasien untuk tidak
                                            memegang bagian yang luka.
                                        c) Merawat         luka    dengan      b)   Meminimalkan          terjadinya
                                            menggunakan tehnik aseptik              kontaminasi.

                                        d)   Mewaspadai adanya keluhan         c)   Mencegah kontami- nasi dan
                                             nyeri men- dadak, keterbatasan         kemungkin- an infeksi silang.
                                             gerak, edema lokal, eritema
                                             pada daerah luka.                 d)   Merupakan indikasi      adanya
                                                                                    osteomilitis.
                                        KOLABORASI:
                                        e) Pemeriksaan darah : leokosit


                                        f)    Pemberian obat-obatan :
                                        antibiotika dan TT (Toksoid
                                              Tetanus)                         e)   Lekosit yang me- ningkat
                                        g) Persiapan untuk operasi sesuai           artinya sudah terjadi proses
                                              indikasi                              infeksi

                                                                               f)   Untuk mencegah ke- lanjutan
                                                                                    terjadinya     infeksi.    dan
                                                                                    pencegah an tetanus.
                                                                               g)   Mempercepat             proses
                                                                                    penyembuhan luka dan dan
                                                                                    penyegahan         peningkatan
                                                                                    infeksi.



4.   Gangguan aktivitas sehubungan      INDEPENDEN:
     dengan kerusakan neuromuskuler     a) Kaji tingkat im- mobilisasi         a)   Pasien akan mem- batasi gerak
     skeletal, nyeri, immobilisasi.         yang disebabkan oleh edema              karena salah persepsi (persepsi
                                            dan persepsi pasien tentang             tidak pro- posional)
                                            immobilisasi ter- sebut.
                                        b) Mendorong parti- sipasi dalam
                                            aktivitas rekreasi (menonton       b)   Memberikan      ke-   sempatan




                                                   6
                                                TV, membaca kora, dll ).                untuk me- ngeluarkan energi,
                                                                                        memusatkan       per-    hatian,
                                                                                        meningkatkan           perasaan
                                                                                        mengontrol diri pasien dan
                                                                                        membantu dalam mengurangi
                                                                                        isolasi sosial.
                                           c)   Menganjurkan pasien untuk          c)   Meningkatkan aliran darah ke
                                                melakukan latihan pasif dan             otot dan tulang untuk me-
                                                aktif pada yang cedera maupun           ningkatkan       tonus     otot,
                                                yang tidak.                             mempertahankan         mobilitas
                                                                                        sendi, men- cegah kontraktur /
                                                                                        atropi dan reapsorbsi Ca yang
                                                                                        tidak digunakan.
                                                                                   d)   Meningkatkan ke- kuatan dan
                                                                                        sirkulasi otot, meningkatkan
                                           d)   Membantu       pasien      dalam        pasien dalam me- ngontrol
                                                perawatan diri                          situasi,     me-     ningkatkan
                                                                                        kemauan pasien untuk sembuh.

                                                                                   e)   Bedrest,             penggunaan
                                                                                        analgetika dan pe- rubahan diit
                                                                                        dapat menyebabkan penurunan
                                                                                        peristaltik usus dan konstipasi.
                                           e)   Auskultasi bising usus, monitor    f)   Mempercepat               proses
                                                kebiasa an eliminasi dan                penyembuhan,           mencegah
                                                menganjurkan      agar   b.a.b.         penurunan BB, karena pada
                                                teratur.                                immobilisasi biasanya terjadi
                                                                                        penurunan BB (20 - 30 lb).
                                           f)   Memberikan diit tinggi protein     Catatan : Untuk sudah dilakukan
                                                , vitamin , dan mi- neral.              traksi.

                                                                                   g)   Untuk menentukan program
                                                                                        latihan.



                                           KOLABORASI :

                                           g)   Konsul dengan       bagi-     an
                                                fisioterapi


5.   Kurangnya pengetahuan tentang         INDEPENDEN:
     kondisi, prognosa, dan pengo- batan   a) Menjelaskan tentang kelainan         a)   Pasien mengetahui kondisi saat
     sehubungan dengan kesalahan dalam         yang muncul prognosa, dan                ini dan hari depan sehingga
     pe- nafsiran, tidak familier dengan       harap- an yang akan datang.              pasien dapat menentu kan
     sumber in- formasi.                                                                pilihan.
                                           b)   Memberikan dukung an cara-         b)   Sebagian       besar     fraktur
                                                cara mobili- sasi dan ambulasi          memerlukan penopang dan
                                                sebagaimana yang dianjurkan             fiksasi selama proses pe-
                                                oleh bagi- an fisioterapi.              nyembuhan             sehingga
                                                                                        keterlambatan pe- nyembuhan
                                                                                        disebab- kan oleh penggunaan
                                                                                        alat bantu yang kurang tepat.
                                                                                   c)   Mengorganisasikan kegiatan
                                           c)   Memilah-milah aktif- itas yang          yang diperlu kan dan siapa
                                                bisa mandiri dan yang harus             yang perlu        menolongnya.
                                                dibantu.                                (apakah fisioterapi, perawat
                                                                                        atau ke- luarga).
                                                                                   d)   Membantu meng- fasilitaskan




                                                      7
                                                                           perawa- tan mandiri memberi
                               d)   Mengidentifikasi pe-   layanan         support untuk man- diri.
                                    umum yang tersedia      seperti   e)   Penyembuhan fraktur tulang
                                    team rehabilitasi,     perawat         kemungkinan lama (kurang
                                    keluarga (home care)                   lebih 1 tahun) sehingga perlu
                               e)   Mendiskusikan          tentang         disiapkan untuk perencanaan
                                    perawatan lanjutan.                    perawatan lanjutan dan pasien
                                                                           koopratif.




                      VIII. FRAKTUR FEMUR
IX. DEFINISI
Rusaknya kontinuitas tulang pangkal paha yang dapat disebabkan oleh trauma
langsung, kelelahan otot, kondisi-kondisi tertentu seperti degenerasi tulang /
osteoporosis.
X.



                                         8
XI.        FISIOLOGI / ANATOMI
      Persendian panggul merupakan bola dan mangkok sendi dengan acetabulum bagian
      dari femur, terdiri dari : kepala, leher, bagian terbesar dan kecil, trokhanter dan batang,
      bagian terjauh dari femur berakhir pada kedua kondilas. Kepala femur masuk
      acetabulum. Sendi panggul dikelilingi oleh kapsula fibrosa, ligamen dan otot. Suplai
      darah ke kepala femoral merupakan hal yang penting pada faktur hip. Suplai darah ke
      femur bervariasi menurut usia. Sumber utamanya arteri retikuler posterior, nutrisi dari
      pembuluh darah dari batang femur meluas menuju daerah tronkhanter dan bagian
      bawah dari leher femur.
      XII.
      XIII. KLASIFIKASI
      Ada 2 type dari fraktur femur, yaitu :
      1. Fraktur Intrakapsuler; femur yang terjadi di dalam tulang sendi, panggul dan
          kapsula.
       Melalui kepala femur (capital fraktur)
       Hanya di bawah kepala femur
       Melalui leher dari femur

      2. Fraktur Ekstrakapsuler;
          Terjadi di luar sendi dan kapsul, melalui trokhanter femur yang lebih
            besar/yang lebih kecil/pada daerah intertrokhanter.
          Terjadi di bagian distal menuju leher femur tetapi tidak lebih dari 2 inci di
            bawah trokhanter kecil.

      XIV. PATOFISIOLOGI
      B. PENYEBAB FRAKTUR ADALAH TRAUMA
      Fraktur patologis; fraktur yang diakibatkan oleh trauma minimal atau tanpa trauma
      yang disebabkan oleh suatu proses, yaitu :
        Osteoporosis Imperfekta
        Osteoporosis
        Penyakit metabolik

           2. TRAUMA
      Dibagi menjadi dua, yaitu :
      Trauma langsung, yaitu benturan pada tulang. Biasanya penderita terjatuh dengan
      posisi miring dimana daerah trokhanter mayor langsung terbentur dengan benda
      keras (jalanan).
      Trauma tak langsung, yaitu titik tumpuan benturan dan fraktur berjauhan, misalnya
      jatuh terpeleset di kamar mandi pada orangtua.




                                                   9
TANDA DAN GEJALA
 Nyeri hebat di tempat fraktur
 Tak mampu menggerakkan ekstremitas bawah
 Rotasi luar dari kaki lebih pendek
 Diikuti tanda gejala fraktur secara umum, seperti : fungsi berubah, bengkak,
  kripitasi, sepsis pada fraktur terbuka, deformitas.

PENATALAKSANAAN MEDIK
 X.Ray
 Bone scans, Tomogram, atau MRI Scans
 Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan vaskuler.
 CCT kalau banyak kerusakan otot.

TRAKSI
Penyembuhan fraktur bertujuan mengembalikan fungsi tulang yang patah dalam
jangka waktu sesingkat mungkin
Metode Pemasangan traksi:
Traksi Manual
Tujuan : Perbaikan dislokasi, Mengurangi fraktur, Pada keadaan Emergency.
Dilakukan dengan menarik bagian tubuh.

Traksi Mekanik
Ada dua macam, yaitu :
Traksi Kulit
Dipasang pada dasar sistem skeletal untuk struktur yang lain, misalnya: otot. Traksi
kulit terbatas
untuk 4 minggu dan beban < 5 kg.
Untuk anak-anak waktu beban tersebut mencukupi untuk dipakai sebagai fraksi
definitif, bila tidak diteruskan dengan pemasangan gips.
Traksi Skeletal
Merupakan traksi definitif pada orang dewasa yang merupakan balanced traction.
Dilakukan untuk menyempurnakan luka operasi dengan kawat metal atau penjepit
melalui tulang/jaringan metal.

KEGUNAAN PEMASANGAN TRAKSI
Traksi yang dipasang pada leher, di tungkai, lengan atau panggul, kegunaannya :
 Mengurangi nyeri akibat spasme otot
 Memperbaiki dan mencegah deformitas
 Immobilisasi



                                         10
   Difraksi penyakit (dengan penekanan untuk nyeri tulang sendi).
   Mengencangkan pada perlekatannya.

MACAM - MACAM TRAKSI
Traksi Panggul
Disempurnakan dengan pemasangan sebuah ikat pinggang di atas untuk mengikat
puncak iliaka.
Traksi Ekstension (Buck’s Extention)
Lebih sederhana dari traksi kulit dengan menekan lurus satu kaki ke dua kaki.
Digunakan untuk immibilisasi tungkai lengan untuk waktu yang singkat atau untuk
mengurangi spasme otot.
Traksi Cervikal
Digunakan untuk menahan kepala extensi pada keseleo, kejang dan spasme. Traksi ini
biasa dipasang dengan halter kepala.


Traksi Russell’s
Traksi ini digunakan untuk frakstur batang femur. Kadang-kadang juga digunakan
untuk terapi nyeri punggung bagian bawah. Traksi kulit untuk skeletal yang biasa
digunakan.
Traksi ini dibuat sebuah bagian depan dan atas untuk menekan kaki dengan
pemasangan vertikal pada lutut secara horisontal pada tibia atau fibula.
Traksi khusus untuk anak-anak
Penderita tidur terlentang 1-2 jam, di bawah tuberositas tibia dibor dengan steinman
pen, dipasang staples pada steiman pen. Paha ditopang dengan thomas splint, sedang
tungkai bawah ditopang atau Pearson attachment. Tarikan dipertahankan sampai 2
minggu atau lebih, sampai tulangnya membentuk callus yang cukup. Sementara itu
otot-otot paha dapat dilatih secara aktif.

PENGKAJIAN
1. Riwayat keperawatan
   a. Riwayat Perjalanan penyakit
      - Keluhan utama klien datang ke RS atau pelayanan kesehatan
      - Apa penyebabnya, kapan terjadinya kecelakaan atau trauma
      - Bagaimana dirasakan, adanya nyeri, panas, bengkak dll
      - Perubahan bentuk, terbatasnya gerakan
      - Kehilangan fungsi
      - Apakah klien mempunyai riwayat penyakit osteoporosis
   b. Riwayat pengobatan sebelumnya
      - Apakan klien pernah mendapatkan pengobatan jenis kortikosteroid dalam



                                         11
         jangka waktu lama
       - Apakah klien pernah menggunakan obat-obat hormonal, terutama pada
         wanita
      - Berapa lama klien mendapatkan pengobatan tersebut
      - Kapan klien mendapatkan pengobatan terakhir
   c. Proses pertolongan pertama yang dilakukan
      - Pemasangan bidai sebelum memindahkan dan pertahankan gerakan
         diatas/di bawah tulang yang fraktur sebelum dipindahkan
      - Tinggikan ekstremitas untuk mengurangi edema

2. Pemeriksaan fisik
   a. Mengidentifikasi tipe fraktur
   b. Inspeksi daerah mana yang terkena
      - Deformitas yang nampak jelas
      - Edema, ekimosis sekitar lokasi cedera
      - Laserasi
      - Perubahan warna kulit
      - Kehilangan fungsi daerah yang cidera
   c. Palpasi
      - Bengkak, adanya nyeri dan penyebaran
      - Krepitasi
      - Nadi, dingin
      - Observasi spasme otot sekitar daerah fraktur




KASUS
Saudara adalah seorang perawat di ruang bedah yang diberi tanggung jawab untuk
memberikan asuhan keperawatan kepada Tn. Muria, usia 40 tahun dengan fraktur
femur kanan 1/3 distal comunited. Saat ini pasien masih menggunakan Back slab
sambil menunggu jadwal operasi untuk tandur (cangkok) tulang dan pemasangan
eksterna traksi.
Dari balutan yang ada pada Back slab merembes darah cukup banyak, pasien
mengeluh nyeri berat. Pasien semenjak kecelakaan 24 jam yang lalu tidak bisa tidur
karena menahan nyeri. Ibu jari dan jari-jari kaki kanan terasa baal.

SOAL : Buatlah rencana asuhan keperawatan disertai rasionalisasinya !



                                        12
JAWAB:
RENCANA KEPERAWATAN

Prioritas Masalah
 Mengatasi perdarahan
 Mengatasi nyeri
 Mencegah komplikasi
 Memberi informasi tentang kondisi, prognosis, dan pengobatan

N         DIAGNOSA                     INTERVENSI                    RASIONALISASI
O       KEPERAWATAN

1.   Potensial terjadinya syok INDENPENDEN:
     s/d perdarahan yg banyak a)Observasi tanda-tanda vital.   a)Untuk mengetahui tanda-tanda
                                                                syok se- dini mungkin
                                b)Mengkaji sumber, lokasi, b)Untuk menentukan tindak an
                                  dan banyak- nya per darahan
                                c)Memberikan posisi supinasi   c)Untuk mengurangi per darahan
                                                                dan men- cegah kekurangan
                                                                darah ke otak.
                                d)Memberikan banyak cairan d)Untuk mencegah ke- kurangan
                                  (minum)                       cairan
                                                               (mengganti cairan yang hilang)
                                KOLABORASI:
                                e)Pemberian cairan per infus
                                f)Pemberian obat koa-gulan sia e)Pemberian cairan per-infus.
                                  (vit.K, Adona) dan peng- f)Membantu proses pem-bekuan
                                  hentian   perdarahan     dgn  darah dan untuk menghentikan
                                  fiksasi.                      perda-rahan.
                                g)Pemeriksaan laborato- rium
                                  (Hb, Ht)                     g)Untuk mengetahui ka-dar Hb,
                                                                Ht apakah perlu transfusi atau
                                                                tidak.

2.   Gangguan rasa nyaman:     INDEPENDEN:
     Nyeri     s/d perubahan a) Mengkaji karakteris- tik a) Untuk mengetahui tingkat
     fragmen tulang, luka pada    nyeri : lokasi, durasi,   rasa nyeri sehingga dapat
     jaringan           lunak,    intensitas nyeri dengan   me- nentukan jenis tindak
     pemasangan back slab,        meng- gunakan skala nyeri annya.



                                       13
     stress, dan cemas              (0-10)
                                 b) Mempertahankan           im- b) Mencegah      pergeser-   an
                                    mobilisasi (back slab)          tulang dan pe- nekanan pada
                                                                    jaring- an yang luka.
                                 c) Berikan            sokongan c) Peningkatan vena return,
                                    (support) pada ektremitas       menurunkan edem, dan me-
                                    yang luka.                      ngurangi nyeri.
                                                                 d) Untuk mempersiap- kan
                                 d) Menjelaskan          seluruh    mental serta agar pasien
                                    prosedur di atas                berpartisipasi pada setiap
                                                                    tindakan      yang      akan
                                                                    dilakukan.
                                 KOLABORASI:
                                 e) Pemberian        obat-obatan e) Mengurangi rasa nyeri
                                    analgesik


3.   Potensial   infeksi     se- INDEPENDEN:
     hubungan    dengan    luka a) Kaji        keadaan     luka   a) Untuk mengetahui      tanda-
     terbuka.                       (kontinuitas dari kulit)         tanda infeksi.
                                    terhadap ada- nya: edema,
                                    rubor, kalor, dolor, fungsi
                                    laesa.                        b) Meminimalkan     terjadinya
                                 b) Anjurkan pasien untuk            kontaminasi.
                                    tidak memegang bagian         c) Mencegah kontami- nasi dan
                                    yang luka.                       kemungkin-    an     infeksi
                                 c) Merawat luka dengan              silang.
                                    menggunakan          tehnik   d) Merupakan indikasi adanya
                                    aseptik                          osteomilitis.
                                 d) Mewaspadai          adanya
                                    keluhan nyeri men- dadak,
                                    keterbatasan gerak, edema
                                    lokal, eritema pada daerah
                                    luka.                       e) Lekosit yang me- ningkat
                                                                   artinya sudah terjadi proses
                                 KOLABORASI:                       infeksi
                                 e) Pemeriksaan     darah     : f) Untuk mencegah ke- lanjutan
                                    leokosit                       terjadinya   infeksi.    dan
                                                                   pencegah an tetanus.
                                 f) Pemberian obat-obatan :     g) Mempercepat           proses



                                        14
                                antibiotika dan TT (Toksoid        penyembuhan luka dan dan
                                    Tetanus)                       penyegahan    peningkatan
                                g) Persiapan untuk operasi         infeksi.
                                    sesuai indikasi



4.   Gangguan       aktivitas INDEPENDEN:
     sehubungan      dengan a) Kaji tingkat im- mobilisasi a) Pasien akan mem- batasi
     kerusakan neuromuskuler     yang disebabkan oleh            gerak karena salah persepsi
     skeletal,         nyeri,    edema dan persepsi pasien       (persepsi tidak pro- posional)
     immobilisasi.               tentang immobilisasi ter-
                                 sebut.                       b) Memberikan ke- sempatan
                              b) Mendorong parti- sipasi         untuk me- ngeluarkan energi,
                                 dalam aktivitas rekreasi        memusatkan per- hatian,
                                 (menonton TV, membaca           meningkatkan          perasaan
                                 kora, dll ).                    mengontrol diri pasien dan
                                                                 membantu                dalam
                                                                 mengurangi isolasi sosial.
                                                              c) Meningkatkan aliran darah
                              c) Menganjurkan          pasien    ke otot dan tulang untuk me-
                                 untuk melakukan latihan         ningkatkan      tonus     otot,
                                 pasif dan aktif pada yang       mempertahankan mobilitas
                                 cedera maupun yang tidak.       sendi, men- cegah kontraktur
                                                                 / atropi dan reapsorbsi Ca
                                                                 yang tidak digunakan.
                              d) Membantu pasien dalam d) Meningkatkan ke- kuatan
                                 perawatan diri                  dan        sirkulasi      otot,
                                                                 meningkatkan pasien dalam
                                                                 me- ngontrol situasi, me-
                                                                 ningkatkan kemauan pasien
                              e) Auskultasi bising usus,         untuk sembuh.
                                 monitor       kebiasa     an e) Bedrest,           penggunaan
                                 eliminasi               dan     analgetika dan pe- rubahan
                                 menganjurkan agar b.a.b.        diit dapat menyebabkan
                                 teratur.                        penurunan peristaltik usus
                                                                 dan konstipasi.
                              f) Memberikan diit tinggi f) Mempercepat                   proses
                                 protein , vitamin , dan mi-     penyembuhan,         mencegah
                                 neral.                          penurunan BB, karena pada



                                       15
                                                                      immobilisasi biasanya terjadi
                                                                      penurunan BB (20 - 30 lb).
                                                                   Catatan : Untuk sudah dilakukan
                                                                      traksi.


                                 KOLABORASI :
                                                           g) Untuk menentukan program
                                 g) Konsul dengan bagi- an    latihan.
                                    fisioterapi


5.   Kurangnya pengetahuan INDEPENDEN:
     tentang kondisi, prognosa, a) Menjelaskan           tentang a) Pasien mengetahui kondisi
     dan      pengo-      batan    kelainan yang muncul              saat ini dan hari depan
     sehubungan         dengan     prognosa, dan harap- an           sehingga      pasien      dapat
     kesalahan    dalam     pe-    yang akan datang.                 menentu kan pilihan.
     nafsiran, tidak familier b) Memberikan dukung an b) Sebagian                  besar     fraktur
     dengan     sumber      in-    cara-cara mobili- sasi dan        memerlukan penopang dan
     formasi.                      ambulasi         sebagaimana      fiksasi selama proses pe-
                                   yang dianjurkan oleh bagi-        nyembuhan             sehingga
                                   an fisioterapi.                   keterlambatan               pe-
                                                                     nyembuhan disebab- kan
                                                                     oleh penggunaan alat bantu
                                c) Memilah-milah aktif- itas         yang kurang tepat.
                                   yang bisa mandiri dan yang c) Mengorganisasikan kegiatan
                                   harus dibantu.                    yang diperlu kan dan siapa
                                                                     yang perlu menolongnya.
                                d) Mengidentifikasi           pe-    (apakah fisioterapi, perawat
                                   layanan       umum       yang     atau ke- luarga).
                                   tersedia      seperti    team d) Membantu                  meng-
                                   rehabilitasi,         perawat     fasilitaskan perawa- tan
                                   keluarga (home care)              mandiri memberi support
                                e) Mendiskusikan         tentang     untuk man- diri.
                                   perawatan lanjutan.
                                                                  e) Penyembuhan fraktur tulang
                                                                     kemungkinan lama (kurang
                                                                     lebih 1 tahun) sehingga perlu
                                                                     disiapkan untuk perencanaan
                                                                     perawatan      lanjutan    dan



                                        16
                                                                     pasien koopratif.




DAFTAR KEPUSTAKAAN
Doenges M.E. (1989) Nursing Care Plan, Guidlines for Planning Patient Care (2 nd ed
). Philadelpia, F.A. Davis Company.

Long; BC and Phipps WJ (1985) Essential of Medical Surgical Nursing : A Nursing
Process Approach St. Louis. Cv. Mosby Company.




                                        17

								
To top