Docstoc
EXCLUSIVE OFFER FOR DOCSTOC USERS
Try the all-new QuickBooks Online for FREE.  No credit card required.

teori keperawatan OREM

Document Sample
teori keperawatan OREM Powered By Docstoc
					                        Tugas Makalah
           TEORI ILMU KEPERAWATAN
                                Menurut
                  DEROTHEA E. OREM




                        Disusun Oleh :

 Arik Mufidah    (200901014)              Novie Dinar K   (200901076)
 Devi Arista F   (200901029)              Retin           (200901089)
 Hilda Amalia A (200901055)               Rini Dwi S      (200901091)
 Khalaida F.N    (200901060)              Wahyu W.S       (200901107)
 Lukman T        (200901063)              Wandra P        (200901108)
 Lutfhi Tri H    (200901064)              Yuliana P       (200901117)




 PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
       STIKES KARYA HUSADA
           PARE – KEDIRI
              2009/2010
                              KATA PENGANTAR




          Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat-Nya sehingga penyusun
dapat menyelesaikan makalah asuhan keperawatan yang berjudul ”Teori Ilmu
Keperawatan menurut pandangan Dorothea E. Orem.” Makalah ini disusun guna
memenuhi tugas Fundation of Nursing.
          Penyusun menyadari, makalah ini dapat terselesaikan bukan hanya karena
kemampuan dan usaha penyusun sendiri tetapi juga bantuan dan bimbingan berbagai
pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, penulis menyampaikan terima kasih
yang sebesar – besarnya kepada :
1.   Ns.M.Mafthuhul Huda,M.Kep,Sp.Kom.selaku dosen pembimbing dan pengajar
     dalam mata kuliah Respirasi.
2.   Teman-teman yang telah memberikan dukungan dan bekerja sama dalam
     pembuatan makalah ini.
3.   Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan secara mora, material dan
     spiritual.
4.   Semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembentukan makalah ini.
          Penyusun juga menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat
kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan. Oleh karena itu, saran
dan masukan dari berbagai pihak sangat penulis harapkan.
          Akhirnya, harapan penyusun semoga makalah ini dapat bermanfaat.




                                                           Pare, April 2010




                                                               Penyusun
                                        BAB I
                              PENDAHULUAN




A. Riwayat Hidup Dorothea E. Orem
       Dorothea Orem lahir di Baltimore, anak terakhir dari dua bersaudara,
   keduanya adalah perempuan. Ia terdaftar sebagai siswa Providance Hospital
   School of Nursing di Washington, D.C, dimana ia terpengaruh dengan Daughters
   of Charity of St. Vincent de Paul dan kecendekiawanan bibinya. Setelah lulus
   awal tahun 1930-an, ia melanjutkan sekolahnya meraih gelar BSc (Bachelor of
   Science) di bidang pendidikan keperawatan tahun 1945 dari Universitas Katolik
   Amerika. Selama kurun waktu tersebut, ia mengerjakan tugas pribadi, staf
   keperawatan, mengajar dan menjadi asisten Direktur Providence Division of the
   School of Nursing, Universitas Katolik Amerika. Setelah mendapatkan gelar
   masternya, menjabat sebagai Direktur Providence Division of the School of
   Nursing dan Direktur Nursing Service Rumah Sakit Detroit, dari tahun 1945
   sampai 1948.
       Dari tahun 1949 sampai 1957,Orem menjadi konsultan perawat pada Devision
   of Health and Institutional Service di Departemen Kesehatan negara bagian
   Indiana. Selama kurun waktu ini, Orem memulai membangun kembali definisi-
   definisinya mengenai keperawatan (nursing) dan praktek keperawatan (nursing
   practice).
       Orem meninggalkan Indiana tahun 1957 untuk menjalani sebagai konsultan
   pengajaran (kurikulum)di Kantor Pendidikan, dan Kesejahteraan (HEW) Amerika
   Serikat di Washington, D.C.
       Dorothea E. Orem meninggal pada 22 Juni 2007 di kediamannya di Savannah,
   USA. Orem meninggal pada umur 93 tahun. Dunia keperawatan telah kahilangan
   seorang ahli dan dianggap sebagai orang terpenting serta memiliki wawasan yang
   sangat luas di bidang keperawatan.


B. Latar Belakang Teori
       Asuhan keperawatan dilakukan dengan keyakinan bahwa setiap orang
   mempunyai kemampuan untuk merawat diri sendiri sehingga membantu individu
   memenuhi kebutuhan hidup, memelihara kesehatan dan kesejahteraannya. Oleh
   karena itu teori ini dikenal sebagai Self Care atau Self Care Defisit Teori.
      Ada 3 prinsip dalam keperawatan diri sendiri atau perawatan mandiri.
   Pertama, perawatan mandiri yang dilakukan bersifat holistic meliputi kebutuhan
   oksigen, air makanan, eliminasi, aktifitas dan istirahat, mencegah trauma serta
   kebutuhan hidup lainnya. Kedua, perawatan mandiri yang dilakukan harus sesuai
   dengan tumbuh kembang manusia. Ketiga, perawatan mandiri dilakukan karena
   adanya masalah kesehatan atau penyakit untuk pencegahan dan peningkatan
   kesehatan.
      Perawat dibutuhkan ketika seseorang membutuhkan asuhan keperawatan
   karena ketidakmampuan untuk merawat diri sendiri. Menurutnya, area kerja
   perawat adalah membina dan mempertahankan hubungan terapeutik antara
   perawat dan pasien, menentukan kapan seseorang membutuhkan bantuan atau
   pertolongan, memperhatikan respon pasien, memberi pertolongan langsung
   kepada individu dan keluarga serta bekerjasama dengan tenaga kesehatan lain
      Asuhan keperawatan mandiri dilakukan dengan memperhatikan tingkat
   ketergantungan atau kebutuhan dna kemampuan pasien. Oleh karena itu terdapat 3
   angkatan dalam asuhan keperawatan mandiri. Pertama, perawat memberi
   perawatan total ketika pertama kali asuhan keperawatan dilakukan karena tingkat
   ketergantungan pasien yang tinggi. Kedua, perawat dan pasien saling
   berkolaborasi dalam melakukan tindakan keperawatan. Ketiga, pasien merawat
   diri sendiri dengan bimbingan perawat.


C. Sumber-sumber Teori
      Meskipun Orem menyebutkan Eugenia K. Spaulding sebagai teman terhebat
   dan gurunya, namun ia tidak menunjukkan telah dipengaruhi secara langsung oleh
   pemimpin-pemimpin dalam ilmu keperawatan dalam karyanya. Ia meyakini
   kerjasama dengan banyak perawat selama bertahun-tahun memberikan banyak
   sekali pengalaman belajar. Ia memandang kerjasamanya dengan mahasiswa-
   mahasiswa serta kerjasama dengan kolea-koleganya sebaai usaha yang berharga.
   Disaat tidak ada yan dipercaya sebagai yang berpengaruh besar baginya, Orem
   menyebutkan beberapa nama perawat-perawat lain yang memberikan sumbangan-
   sumbangan bagi ilmu keperawatan diantaranya, Abdellah, Henderson, Johnson,
   King, Levine, Nightingale, Orlando. Peplau, Riehl, Rogers, Roy, Travelbee, dan
   Wiedenbach. Ia juga menyebutkan sejumlah penulis dari disiplin ilmu lain, seperti
   diantaranya, Gordon, Allport, Chester Barnard, Rene, Dubos, Erich Fromm,
   Gartly Jaco, Robert Katz, Kurt Lewin, Ernest Nagel, Talcott Parsons, Hans Selye,
   dan Ludwig von Bertalanffy.


D. Penggunaan Bukti-bukti Empiris
      Di tahun 1958, Orem memiliki pandangan spontan menenai mengapa
   individu-individu yang memerlukan dan dapat dibantu melalui perawatan yang
   memudahkannya merumuskan dan menekspresikan konsep keperawatannya.
   Pengetahuannya mengenai sifat-sifat situasi-situasi praktik keperawatan dieroleh
   bertahun-tahun.


E. Konsep-konsep Utama dan Definisi
      Orem memberi label bagi teorinya (self care deficit theoryof nursing) sebagai
   teori umum. Teori umum ini disusun atas tiga teori yang berhubungan:
   1) Teori self-care (menggambarkan dan menjelaskan perawatan sendiri)
   2) Teori self-care deficit (menggambarkan dan menjelaskan menapa menusia
      dapat ditolong melalui ilmu keperawatan); dan
   3) Teori sistem-sistem keperawatan (menggambarkan dan menjelaskan hubungan
      yang harus dibawa dan dipertahankan bagi hasil keperawatan).


      Konsep utama dari teori-teori ini diindentifikasi dan didiskusikan lebih
   lengkap oleh Orem berjudul: Nursing Concepts of Practice


      SELF-CARE (Perawatan Sendiri) adalah suatu kontribusi berkelanjutan orang
   dewasa bagi eksistensinya, kesehatannya, dan kesejahteraannya.


      “Perawatan sendiri adalah latihan aktivitas yang individu-individunya
   memulai dan menampilkan kepentingan mereka dalam mempertahankan hidup,
   kesehatan dan kesejahteraan.”


      Self-care      requistes   (Syarat-syarat   Perawatan   Sendiri).   Syarat-syarat
   perawatan sendiri adalah “Tujuan-tujuan yang harus dicapai melalui macam-
   macam usaha perawatan.”
   Universal Self-care requisites (Syarat-syarat perawatan sendiri universal).
Universal self-care requisites merupakan hal umum bagi seluruh umat manusia
dan termasuk pemeliharaan udara, air, makanan, kebersihan, aktifitas dan istirahat,
menyendiri dan interaksi sosial, pencegahan dari bahaya, dan pengenalan fungsi
makhluk hidup.
   Developmental Self-care Requisites (Syarat-syarat pengembangan perawatan
sendiri). Developmental self-care requisites terpisah dari universal self-care
requisites pada buku edisi nursing : Concepts of Practice. Mereka mengenalkan
proses-proses kehidupan, pendewasaan dan pecegahan terhadap kondisi-kondisi
yang merusak kedewasaan atau dapat mengurangi efek-efek tersebut.
   Health deviation self-care requisites (Syarat-syarat Deviasi Kesehatan
Perawatan Sendiri). Orem mendefinisikan health deviation self-care requisites ini
dengan: “Penyakit atau luka yang tidak hanya berpengaruh pada mekanisme-
mekanisme struktur spesifik secara fisiologi atau psikologi, tapi juga bersatu
dengan fungsi kemanusiaan”.


Therapeutic Self-care Demand (Permintaan Perawatan Sendiri Therapis).
Therapeuutic Self-care Demand adalah “totalitas upaya-upaya perawatan sendiri
yan ditampilkan untuk beberapa waktu aar menemukan syarat-syarat perawatan
mandiri dengan cara menggunakan metode-metode yang valid dan berhubungan
dengan perangkat-perangkat operasi atau penanganan”.


Self-care Agency (Agen Perawatan Sendiri).
Self-care Agency adalah “kekuatan individu yang berhubungan dengan perkiraan
dan esensial operasi-operasi produksi untuk perawatan mandiri”. Ada tiga
tambahan term (penamaan), yaitu:
   Agen adalah “oran yang mengambil tindakan”.
   Self-care Agent (agen yang merawat secara sendiri). Self-care Agent adalah
   “penyedia perawatan mandiri”.
   Dependent-care Agent (Agen Perawatan dependen)
   Dependent-care agent adalah “ penyelenggara perawatan bayi, perawatan
   anak, atau perawatan orang dewasa yang tidak mandiri”.
   Self-care Deficit (Perawatan Mandiri defisit)
Self-care deficit adalah “ hubungan antara self-care agency dengan self-care
therapeutic demand yang didalamnya self-care agency tidak cukup mampu
menggunakan self-care therapeutic demand. Ini menentukan kapan dan kenapa
ilmu keperawatan dibutuhkan.
Nursing Agency (Agen Keperawatan)
Nursing Agency adalah karakteristik orang yang mampu memenuhi status
perawat dalam kelompok-kelompok sosial. “ Tersedianya perawatan bagi
individu laki-laki, wanita dan anak atau kumpulan manusia seperti keluarga-
keluarga memerlukan agar perawat memiliki kemampuan khusus yang
memungkinkan mereka memberikan perawatan yang akan menggantikan
kerugian atau bantuan dalam mengatasi turunan kesehatan atau hubungan
perawatan mandiri/kesehatan atau perawatan dependent defisit bagi orang
lain.” Kemampuan khusus merupakan agen keperawatan.


Sistem-sistem Keparawatan
“Sistem-sistem keperawatan dibentuk ketika para perawat menggunakan
kemampuan-kemampuan mereka untuk menulis (menetapkan), meranacang,
dan memberikan perawatan kepada pasien (sebagai individu atau kelompok)
dengan menjalanka aksi-aksi terpisah atau sistem-sistem aksi.
Aksi-aksi ini atau sistem-sistem mengatur nilai kemampuan atau latihan
kemampuan individual dihubungkan dengan self-care dan mempertemukan
syarat-syarat perawatan sendiri bagi individu dengan cara terapi.


Tipe-tipe Sistem Perawatan
Ada tiga sistem perawatan yang dapat dikenali. Apakah sistem keperawatan
penyeimbang menyeluruh, sebagian, atau mndukung-mendidik tergantung
pada “siapa yang dapat atau harus menjalankan aksi-aksi self-care tersebut.”
Sistem Penyeimbang Keperawatan Menyeluruh
Sistem Penyeimbang Keperawatan Menyeluruh (Wholly compensatory
nursing system) dibutuhkan ketika “perawat harus menjadi paringan bagi
ketidakmampuan total seorang pasien dalam hubungan kegiatan merawat yang
membutuhkan gerakan-gerakan penyembuhan dan manipulasi.”
Sistem Penyeimbang Sebagian
      Sistem penyeimbang sebagian (partly compensatory nursing system) ada
      ketika “baik perawata dan pasien menjalankan ukuran-ukuran perawatan atau
      tindakan-tindakan lain yang melibatkan tugas-tugas manipulatif atau
      penyambuhan.”
      Sistem Mendukung-mendidik
      Sistem pendukung pendidik adalah untuk “situasi dimana pasien dapat
      menampilkan atau dapatda harus belajar untuk menjalankan ukuran-ukuran
      yang dibutuhkan secara eksternal atau internal yang ditujukan oleh therapeutik
      self-care, namun tidak dapat melakukan hal tersebut tanpa bantuan.


      Metode-metode Bantuan
      Metode-metode batuan termasuk:
           1) Tindakan atau melakukan apa;
           2) Panduan;
           3) Pelajaran;
           4) Dukungan; dan
           5) Memberikan linkungan yang membangun.”




F. Asumsi-Asumsi Utama
      Dasar asumsi untuk teori umum telah dibentuk sekitar awal 1970-an dan telah
   dipresentasikan di sekolah Perawat “Marquette University” 1973. Orem mendata
   lima asumsi yang mendasar sebagai teori umum ilmu keperawatan, yaitu:
   1. Manusia memerlukan masukan masukan berkelanjutan secara sengaja bagi
       diri mereka dan lingkungannya agar bisa hidup dan berfungsi sesuai dengan
       sumbangan manusia secara alami.
   2. Agen manusia, kekuatan untuk berbuat secara sengaja, dilatih untuk
       membentuk perawatan bai dirinya dan juga yan lain dalam upaya menenali
       kebutuhan-kebutuhan dan bagaimana membuat masukan-masukan yan
       dibutuhkan.
   3. Privasi pengalaman manusia dewasa dalam mebentuk batasan-batasan bagi
       tindakan perawatan diri dan orang lainyang mlibatkan pembuatan topangan
       hidup dan pengaturan fungsi masukan-masukan.
4. Agen manusia dilatih untuk menemukan, mengembangkan, dan meneruskan
   ke jalan-jalan lain dan alat-alat lain untuk mengidentifikasi kebutuhan-
   kebutuhan dan input-input untuk dirinya dan oran lain.
5. Berbagai kelompok manusia dengan kumpulan bagian-bagian terstruktur yang
   berhubungan dan menyediakan pertanggungjawaban untuk menjaga anggota-
   anggota kelompok yang kekurangan pengalaman untuk membuat inpit yan
   sengaja diharuskan untuk diri dan orang lain.


G. Penegasan-Penegasan Teoritis
   Self-Care ( Perawatan Sendiri )
   Self-care dan perawatan anggota-anggota keluarga yan dependen diajarkan
   perilaku-perilaku yang ditujukan untuk mengatur integritas struktur manusia,
   funsionalisasi dan perkembangan manusia. Teori self-care menunjukkan
   hubungan antara tindakan self-care yan disengaja untuk dewasa dan tindakan
   pendewasaan anggota kelompok sosial dan penembanan serta funsi
   sebagaiman hubungan perawatan yang terus menerus dari anggot-anggota yan
   dependen untuk fungsi mereka dan pengembangan.




   Self-care Deficit ( Perawatan Mandiri Defisit )
   Pengalaman individual self-care deficit ketika mereka tidak dapat memelihara
   diri mereka sendiri.
   Orang-orang dapat mengambil keuntungan dari keperawatan karena mereka
   merupakan subjek pembatasan hubungan kesehatan atau turunan kesehatan
   yang menbuat mereka tidak mampu membuat perawatan mandiri secara terus
   menerus.


   Nursing Systems ( Sistem-sistem Keperawatan )
   Sistem-sistem keperawatan dibentuk ketika para perawat menggunakan
   kemampuan mereka untuk menulis (menetapkan), merancang dan memberikan
   perawatan bagi berbagai individu atau kelompok dengan mengerjakan upaya-
   upaya khusus dan sistem-sistem penupayaan. Upaya-upaya ini atau sistem
   yang   mengatur        nilai   kemepuan   individu-individu   berlatih   dengan
hubungannya untuk merawat mandiri dan memenuhi syarat-syarat perawatan
mandiri bagi individu secara terapeutik.
H. Bentuk Logika
      Pandangan spontan Orem membawanya untuk memformalkan dan kemudian
   mengekspresikan suatu konsep umum ilmu keperawtan. Generalisasi hal itu
   memungkinkan membuat cara berpikir deduktif mengenai keperawatan.
      Susan dan Thomas Taylor dari Universitas Missouri di Columbia telah
   meneliti konsep umum nursing karya Orem dengan menggunakan pendekatan
   logika matematika untuk melihat struktur sintaksis atau logika internalnya atau
   sebagai langkah untuk mengidentifikasi aturan-aturan dan mode-mode diskusi.


I.Penerimaan Oleh Komunitas Ilmu Perawatan
      Teori perawatan mandiri Orem telah mendapatkan tingkat penerimaan yang
   luar biasa dari komunitas keperawatan dibanding hasil-hasil yang dibuat oleh
   mayoritas teoritikus lain.


   Praktek
   Banyak sekali dokumen artikel-artikel mengenai penunaan teori self-care
   digunakan sebagai dasar untuk praktek klinik. Di tahun 1971 Lucille Kinlein
   mendirikan sekolah praktek self-care. Meskipun konsep-konsep Kinlein berbeda
   dengan Orem, prakteknya tetap dipengaruhi oleh teori self-carenya Orem. Di
   tahun 1977 Kinlein menerbitkan Independent Nursing Practice With Clients yang
   dialamnya ia mendokumentasikan pengalaman-pengalaman dalam membuat
   pelatihan dan fungsi teori self-carenya.
   Di Johns Hopkins Hospital di Baltimore teori self-care telah dipergunakan oleh
   beberapa klinik jalan. Para spesialis perawat mwngatur tiga unit-unit tersebut, dua
   klinik jantung dan satu klinik diabetes. Klinik-klinik ini telah diatur secara
   terpisah dengan klinik-klinik yabg diatur berstandar medis. Meskipun ada
   mekanisme penyerahan kepada dokter medis, para spesialis perawat mengontrol
   klinik-klinik dan menggunakan teori perawatan mandiri Orem dalam praktek
   sehari-hari.
   Sejumlah mahasiswa dari jurusan ilmu keperawatan Unversitas Texas,
   menerapkan teori Orem dalam ilmu keperawatan rumeh bagi pasien-pasien
   khusus. Kesimpulan mereka adalah “bahwa melalui pekerjaan yang menggunakan
   teori self-care, para perawat dapat mengembangkan rasa hormat kepada pasien.
Pasien menyadari haknya dalam memilih sebagai konsuman kesehatan dan
partisipasi dalam perawatan mencapai kembali kecukupannya.”
Artikel yang menulis Virginia Mullin menyebutkan bahwa penerapan teori self-
care menghadapi berbagai hambatan dalam seting perawatan akut. Mullin menulis
bahwa “Hambatan-hambata ini dapat berhubungan dengan keefektifan dalam
perawatan oleh setiap individu yang menghayati keyakinan-keyakinan perawatan
mandiri dan menerjemahkan ke dalam praktek.”
Konsep self-careOrem telah digunakan dalan menangani remaja korban
penyalahgunaan alkohol, pekerja-pekerja penderita rheumatoid arthritis, keluarga
dan anak penderita cystic fibrosis, pasien-pasien penderita penyakit jantung,
rehabilitasi bagi pasien-pasien jantung, pasien-pasien diabetes, pasien-pasin yang
menerima terapi enterostomal, penerima transplantasi renal, dan pasien-pasien
yang menerima peritonial dialysis. Hal ini dikaitkan dengan pusat-pusat bersalin,
rumah sakit anak, dan perawatan di rumah sakitgawat darurat. Teori self-care
deficit Orem telah digunakan dalam kontek proses perawatan untuk mengajari
pasien untuk memperbaiki kemampuan self-care, mengevaluasi praktek
perawatan, dan untuk membedakan perawatan dari praktek medis.


Pendidikan
Teori self-care deficit Orem telah digunakan sebagai dasar bagi fokus kurikulum
pandidikan keperawatan diberbagai sekolah perawatan. Di Georgetowen
University School of Nursing, teori self-care dificit Orem telah diperkenalkan
pada awal masa tahun pertama. Ini memantapkan teori tersebut secara cepat dalam
proses pendidikan yang membolehkan para muridnya untuk memiliki perspektif
yang lebih luas dalam ilmu keperawatan.
Program RNBSN Southwest Missouri State School of Nursing menggunakan teori
self-care secara luas. Mahasiswa dididik memasukkan teori dalam rencana
perawatan, mendidik pasien, dan praktek ilmu keperawatan setiap hari. Goodwin
mengusulkan penggunaan model proses keperawatan untuk fakultas agar
mahasiswa mengaplikasikan model-model teori-teori untuk praktek klinik.
Konsep self-care Orem memberikan kerangka berfikir konseptual bagi Dickerson
dan penelitian Lee Villasenor, Gallant dan hasil kriteria McLane. Denyes
membangun kuisioner Likert skala untuk taksiran praktek klinik dan belajar
   dengan para anak dan Crockert menggambarkan laporan diri mengenai
   perkembangan keyakinan dan praktek psikoloi dewasa dan psikologi subjek.


   Peneliti
   Beberapa hasil penelitian telah memasukkan teori self-care. Kearney dan Fleischer
   mengembangkan instrumen untuk mengukur latihan self-care agency seseorang
   dan diatur untuk siswa keperawatan di asosiasi program kesarjanaan dan siswa di
   dua kursus psikologi. Penemuan-penemuan menyimpulkan bahwa orang-orang
   yang berlatih dengan derajat tinggi menggambarkan dirinya sebagai pengantar
   diri, dapat diandalkan, penolong, dan dapat menyesuaikan. Kearney dan Fleischer
   menegaskan bahwa skala dapat diukur untuk populasi lain yang lebih lanjut hasil-
   hasil belajar yang valid.
   Barbara J. Horn, Mary Ann Swain, dan perkumpulan mereka telah membuat
   kriteria pengukuran perawatan menggunakan the universal self-care requisites dan
   health-deviation self-care requisites bersama instrumen-instrumen dan prosedur-
   prosedur untuk mengukur kualitas pelaksanaan perawatan.
   Dalam sebuah studi yang dilakukan di Universitas Michigan, penulis yang tengah
   membantupenelitian di the Horn and Swain Study, mengembangkan delapan
   ketegori hasil-hasil pasien yang berhubungan          dengan tindakan-tindakan
   perawatan mandiri deviasi kesehatan. Studi terseut belum disimpulkan ketika
   artikel ini tengah diterbitkan karena metode pengumpulan data masih belum
   ditentukan. Tujuan akhir studi tersebut adalah membuat instrumen yang dapat
   digunakan mengukur status kesehatan pasien yang dirawat selama berwaktu-
   waktu dihubungkan engan persyaratan-persyaratan keuniversalan dan perawatan
   mandiri deviasi kesehatan.


J. Pengembangan Lebih Lanjut
      Pekerjaan Orem telah lama digunakan untuk menengani anak-anak yang sakit.
   Namun, Orem mendefinisikan aen perawat dependen sebagai pemberi perawatan
   bagi bayi atau anak kecil, dan diidentifikasi sedini mungkin dalam tahap
   pengembangan sebagai satu dari tiga tipe syarat-syarat perawatan mandiri. Ia
   menambahkan bagian “age-specific factors in nursin children” di edisi tahun
   1980-an dalam bukunya Nursing: Concepts of Practice dan bagian unit-unit
   multiperson di edisi 1985.
K. Tinjauan Kritis
      Kesederhanaan (Simplicity)
       Orem mengidentifikasi enam konsep utama dalam teori ilmu keperawatan
       self-care deficit, yakni, self-care, therapeutic self-care demand, self-care
       agency, self-care deficit, nursing agency, dan nursing system. Ia mengunakan
       keenam konsep ini untuk mengekspresikan tiga dasar teorinya sebagai teori
       umum keperawatan. Kerangka berpikir secara konsep terlihat sederhana. Sub-
       sub konsepnya diidentifikasi mengungkapkan struktur isi teori enam elemen
       konsep yang rumit.
      Keumuman (Generality)
       Teori ilmu keperawatan perawatan mandiri defisit sebagaiman yang
       diungkapkan sangatlah universal. Teori ini merupakan teori ilmu perawatan
       sebagai ilmu keperawatan tanpa mempertimbangkan waktu, atau tempat. Teori
       ini berguna sebaai pembimbing praktek, dan sekaran secara umum
       diaplikasikan dalam merawat remaja yang sakit. Dari sejak awal, teori ini
       dipraktekkan kepada perawatan anak yanag sehat dan sakit. Keuniversalitasan
       teori ini haruslah dibedakan dari penerapannya dengan melihat waktu, tempat,
       dan individu-individunya.
      Kesesuaian Empiris (Empirical Precision)
       Teori ini mengidentifikasikan konsep-konsep, memberikan definis-definisi,
       menggambarkan hubungan, dan menyatakan asumsi-asumsi. Dapat dan pernah
       diunakan dalam penelitian.
      Konsekuensi-konsekuensi yang bisa diambil ( Derivable Consequences)
       Teori ilmu keperawatan Orem mengenai self-care deficit theory memberikan
       kerangka berpikir yan umum untuk mengarahkan tindakan perawatan. Orem
       memandang dalam kerangka berpikir teori yang berhubungan dengan
       therapeutic self-care demand pasien, self-care agency dan hubungan-hubungan
       diantara teori tersebut. Ia melihat tiga tipe sistem keperawatan : melakukan
       self-care untuk individu ( sebagai pengganti keseluruhan ), membantu individu
       dengan self-care ( pengganti secara sebagian ), mendidik dan mendukung
       individu untuk membantu pelaksanaan self-care mereka yang lebih baik.
       Orem percaya teori self-care-nya dijalankan untuk kelompok-
kelompok lain sebagai tambahan bagi perawat. Asumsi-asumsi yang
digunakan dalam teori ini terdenar logis dan diterima oleh komunitas
keperawatan. Konsep-konsep tersebut relevan bagi perawatan. Hubungan-
hubungan yang dijelaskan dan berimplikasi sangat berguna dalam menjelaskan
hubungan kepasienan dan hubungan antara perawat dan pasien.
       Teori Orem benar-benar memberi arah praktik perawatan, tujuan yang
dinyatakan. Sistem perawatannya memberikan kerangka kerja untuk praktik
perawatan, didasarkan pada jumlah dan jenis agen perawatan yang
dibutuhkan. Dalam bukunya Orem juga mengupas bahwa kebutuhan-
kebutuhan pendidikan bagi perawat agar dapat dipraktekkan sebagaimana
penggunaan beraam tingkat praktik perawatan. Penelitian tambahan sangat
diharapkan.
                                    BAB II
                               KESIMPULAN



        Dengan mempelajari model kosep atau teori keperawatan sebagaimana
disampaikan dimuka maka dapat disimpulkan bahwa perawat harus memahami apa
yang harus dilakukan secara tepat dan akurat sehingga klien dapat memperoleh
haknya secara tepat dan benar.Asuhan keperawatan dengan pemilihan model konsep
atau teori keperawatan yang sesuai dengan karakteristik klien dapat memberikan
asuhan keperawatan yang relevan .
        Model konsep atau teori keperawatan self care mempunyai makna bahwa
semua manusia mempunyai kebutuhan - kebutuhan self care dan mereka mempunyai
hak untuk memperolehya sendiri kecuali jika tidak mampu. Dengan demikian perawat
mengakui potensi pasien untuk berpartisipasi merawat dirinya sendiri pada tingkat
kemampuannya dan perawatan dapat menentukan tingkat bantuan yang akan
diberikan.
        Untuk dapat menerapkan model konsep atau teori keperawatan ini diperlukan
suatu pengetahuan dan ketrampilan yang mendalam terhadap teori keperawatan
sehingga diperoleh kemampuan tehnikal dan sikap yang therapeutik.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:17699
posted:4/23/2010
language:Indonesian
pages:16