JURNAL PUSJATAN-PENINGKATAN KINERJA CAMPURAN BERASPAL DENGAN KARET ALAM DAN KARET SINTETIS-TJITJIK WS by hhadisi1

VIEWS: 1,332 PAGES: 12

									     PENINGKATAN KINERJA CAMPURAN BERASPAL
                     DENGAN
          KARET ALAM DAN KARET SINTETIS.

                                 Tjitjik Wasiah Suroso
                Puslitbang Jalan dan Jembatan, Jl. A.H. Nasution 264 Bandung




RINGKASAN
         Salah satu upaya untuk meningkatnya mutu aspal agar perkerasan dapat tahan
terhadap terjadinya deformasi adalah dengan menambahkan                 karet kedalam
aspal.Terdapat dua macam karet yaitu karet alam dan karet sintetis. Karet alam banyak
terdapat diperkebunan- perkebunan Indonesia, dengan demikian penggunaanya baik
karet alam maupun karet sintetis dapat tepat guna dan sesuai sasaran dalam mengurangi
dampak akibat beban lalu lintas yang berat yang saat ini sering ditemui di perkerasan-
perkerasan jalan yang ada didaerah-daerah tertentu di Indonesia.
         Penggunaan karet alam telah banyak digunakan, namun karet alam adalah
bahan organic yang mudah teroksidasi dan terpolimerisasi oleh sinar ultra violet,
sehingga mengurangi sifat elastis dari karet alam. Sedangkan karet sintetis adalah karet
buatan yang mengurangi sifat negatif dari karet alam, yaitu ketahanannya terhadap
oksidasi dan pengaruh cuaca karet sintetis lebih baik dari karet alam.
         Makalah ini merupakan hasil penelitian pengaruh penambahan karet alam dan
karet sintetis terhadap mutu aspal dan kinerja campuran beraspal dengan pengujian
Marshall, Modulus Resilien dengan alat UMATTA dan Stabilitas Dinamis serta
kecepatan Deformasi dengan alat Wheel Tracking Machine. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penambahan karet sintetis pada aspal memberikan sifat-sifat yang
lebih baik dibandingkan penambahan karet alam terhadap aspal, khususnya ketahanan
terhadap pelapukan, titik lembek, Stabilitas Dinamis dan kecepatan deformasi.
Sedangkan pada sifat Modulus resilien campuran beraspal, dengan penambahan karet
sintetis mempunyai ketahanan terhadap temperatur yang lebih rendah
         Dengan demikian aspal plus karet sintetis lebih cocok/ sesuai digunakan pada
lalu lintas padat dan berat dibandingkan dengan aspal yang ditambah karet alam
ditinjau dari ketahanan terhadap deformasi permanen.

Kata Kunci,: Aspal, karet alam, Karet sintetis, Stabilitas Dinamis, Kecepatan deformasi,
             Modulus resilien
SUMMARY
        One of the efforts in improving asphalt quality is intended to prevent deformation
on pavement by adding rubber to asphalt. There are two types of rubber i.e. natural and
synthetic rubbers. Natural rubber mostly can be found in rubber plantation in Indonesia.
Therefore, the effective use of either natural or synthetic rubber can reduce the impact of
heavy traffic load on road pavements which is currently occurred in some parts of
Indonesia.
        Natural rubber has commonly been used, however, it is an organic substance that
easily oxidized and polymerized by ultraviolet resulting in the reduction of its elasticity.
On the other hand, synthetic rubber is less susceptible against oxidation and temperature.
        This paper describes a research result regarding the influence of addition a
natural and synthetic rubber on asphalt quality and the performance of asphalt mix using
Marshall test, Modulus resilient using UMATTA, dynamic stability and rate of
deformation using Wheel Tracking Machine.
        The result showed that the addition of synthetic rubber to asphalt resulted in a
better properties compared to the addition of natural asphalt especially in its resistance
to aging, softening point, dynamic stability and rate of deformation.

Keywords : Asphalt, Natural and synthetic rubber, Dynamic stability,               Rate of
           deformation, Resilient modulus


PENDAHULUAN                                      jalan tersebut. Oleh karena itu aspal
                                                 perlu ditingkatkan mutunya.
Latar belakang                                   Untuk meningkatkan mutu aspal,
                                                 saat ini ada bermacam-macam bahan
        Pertambahan penduduk di
                                                 modifikasi aspal. Salah satu bahan
Indonesia yang secara otomatis
                                                 modifikasi adalah karet alam dan
diikuti meningkatnya perkembangan
                                                 atau karet sintetis (karet buatan).
ekonomi       sehingga      berdampak
                                                 Pada penelitian ini kedua macam
bertambah nya lalu lintas baik
                                                 bahan karet tersebut digunakan
jumlah, beban dan kecepatannya.
                                                 untuk melihat peningkatan mutu
Untuk itu      diperlukan perkerasan
                                                 aspal        dan    mutu     campuran
jalan yang dapat memenuhi kriteria
                                                 beraspalnya.
tersebut, yaitu perkerasan yang
dapat menahan beban kendaraan
sehingga perkerasan tahan terhadap               DASAR TEORI
terjadinya deformasi antara lain alur,
gelombang dan lainnya.                                  Aspal minyak adalah residu
Banyak faktor penyebab kerusakan                 pengilangan minyak bumi, oleh
jalan    tersebut,    salah    satunya           karena itu mutu sangat tergantung
diperkirakan, mutu aspal yang kurang             pada lokasi dan kondisi geologi
sesuai untuk penggunaan perkerasan               dimana minyak bumi diproses. Saat
ini aspal yang dihasilkan banyak yang        2. Meningkatkan ketahanan terhadap
kurang sesuai dengan tuntutan                   retak.
engineer, yaitu aspal dengan titik           3. Meningkatkan kelekatan aspal
lembek tinggi agar menghasilkan                 terhadap aggregat.
stiffness yang tinggi, sehingga tahan
                                             Karet alam
terhadap terjadinya deformasi. Selain
aspal harus mempunyai stiffness                      Karet alam yang umum
yang tinggi diperlukan aspal yang            disebut dengan latek adalah bahan
mempunyai        ketahanan       terhadap    hasil dari perkebunan karet yang
retak, ketahanan terhadap oksidasi           disadap diambil getahnya. Umumnya
sehingga perkerasan dapat tahan              karet alam mengandung air dan
lama. Indonesia terletak di negara           bahan         membusuk          akibat
tropis serta pada ruas jalan tertentu        terkontaminasi dengan organisme
lalu    lintas    cukup     tinggi    dan    lain. Karet alam yang umum dijual
bebannyapun        melebihi     kapasitas    pengawet lainnya agar karet tidak
jalan      sehingga     faktor      cuaca,   cepat     dan     memenuhi      syarat
temperatur, kerusakan dini berupa            mengandung kadar karet padat 60 %
terjadinya        alur,       gelombang,     yang disebut dengan karet KK 60.
deformasi menjadi alasan mengapa             Karet alam ini yang selanjutnya
aspal perlu dimodifikasi agar dapat          diproses untuk berbagai keperluan
mengurangi faktor-faktor tersebut            industri. Karet alam terdiri dari
diatas.      Banyak      faktor      yang    susunan      Hidro    karbon      yang
menentukan keawetan konstruksi               mempunyai rantai panjang dengan
jalan salah satunya adalah aspal             ikatan    rangkap     yang     disebut
sebagai bahan pengikat ,dan pengisi.         neoprene. Adanya ikatan rangkap ini
Sebagai bahan pengikat sifat adhesi          menyebabkan satu ikatan terlepas
harus baik, sedangkan sebagai bahan          pada saat pemanasan sehingga
pengisi maka jumlah (kadar aspal             ikatan menjadi jenuh. Pada saat
dalam campuran beraspal) harus               pencampuran antara aspal dan karet
cukup serta mutu nya harus baik              alam, karet alam akan menyerap
agar diperoleh umur pelayanan yang           minyak yang ada dalam aspal
maksimal.                                    (malten) sehingga karet menjadi
Modifikasi aspal dengan karet                kenyal. Hal ini karena karet alam
adalah merupakan sistim dua                  adalah     bahan    padat    sehingga
campuran      yang mengandung                berfungsi seperti aspalten dalam
                                             aspal. Salah satu faktor yang harus
karet dan aspal yang digunakan
                                             diperhatikan pada penggunaan karet
untuk meningkatkan kinerja aspal             alam adalah temperatur. Apabila
antara lain :                                temperatur terlalu panas maka akan
1. Mengurangi        deformasi      pada     menyebabkan degradasi mutu karet
   perkerasan.                               alam     sehingga    fungsi     utama
modifikasi aspal dengan karet alam       ≤ 0,033 mm/menit dan stabilitas
akan berkurang.                          Dinamis minimal 2500 lintasan / mm
                                         (Buku Spesifikasi Umum Bidang Jalan
Karet sintesis                           dan Jembatan, 2007).
                                         Pengujian ini dimaksudkan untuk
         Karet sintetis atau karet
                                         mengukur kemampuan campuran
buatan yang umum disebut dengan
                                         beraspal menahan repetisi     beban
sintetic      Rubber,       merupakan
                                         lalu  lintas.   Kenaikan   kekuatan
polimerisasi          Styrine    yang
                                         menunjukkan bahwa campuran tahan
dikombinasikan dengan Butadiena
                                         terhadap deformasi permanen
menghasilkan     Styrine     Butadiena
Rubber atau Styrine Butadiena
                                         Stabilitas dinamis = 42 x (T60 - T45)
Styrine (SBS), yang mempunyai sifat
                                                                 D 60 - D45
menyerupai      karet     alam     dan
mempunyai kelebihan memperbaiki
                                         Kecepatan Deformasi = ( D60 - D 45 )
sifat yang kurang pada karet alam,
                                                                 60 - 45
antara lain ketahanan terhadap
temperatur dan oksidasi.
                                         Dimana :
Deformasi Permanen dengan alat           T 60   = lamanya pengujian 60 menit
Wheel Tracking Machine                   T45    = lama pengujian 45 menit
                                         D60    = Deformasi pada waktu
        Kekuatan suatu campuran
                                                  pengukuran 60 menit
agar tahan terhadap deformasi
                                         D45    = Deformasi pada waktu
permanen sangat tergantung banyak
                                                  pengukuran 45 menit
faktor atara lain mutu campuran,
temperatur udara, beban lalu lintas,
                                         Rutting Rate Potential (RRP)
kelembaban dan oksidasi aspal.
Untuk mengetahui ketahanan suatu                Didifinisikan          sebagai
campuran        terhadap    deformasi    kecenderungan kecepatan terjadinya
permanen,      digunakan alat Wheel
                                         alur pada campuran beraspal, yang
Tracking Machine di laboratorium.
Secara     garis    besar   pengujian    dapat diperoleh dari perbandingan
dilakukan pada contoh campuran           antara       deformasi     permanen
beraspal berukuran 30 cm x 30 cm x       campuran          beraspal      yang
5 cm , dilalui roda yang mempunyai       menggunakan aspal modifikasi (Dp)
diameter 20 cm dengan lebar tapak
                                         dengan aspal asli (Da) dikalikan 100
roda 5 cm ± 0,1 cm dan dibebani 520
N ± 5 N. Suatu campuran untuk lalu       %.
lintas berat dikatakan tahan terhadap           RRP =    D.p    x 100 %
deformasi permanen apabila hasil                                Da
deformasi permanen suatu campuran
Indek pengerasan (Hardening) P0/ P         Peralatan
        Perbandingan antara penetrasi              Peralatan yang digunakan
aspal mula-mula Po dan penetrasi           pada penelitian ini adalah
aspal setelah mengalami pemanasan          a. 1 set alat pengujian aspal
P     (P0/P)   menyatakan    tingkat
                                           b. 1 set alat Marshall
pengerasan aspal yang terjadi akibat
pemanasan. Hasil P0/P yang makin           c. 1 set alat Wheel Tracking Machine
besar     menunjukkan aspal makin          d. 1 set alat UMATTA.
mudah mengalami pengerasan akibat
banyaknya fraksi cair dalam aspal
yang menguap. Hal ini menunjukkan          HASIL DAN PEMBAHASAN
aspal mudah mengalami pengerasan                 Pengaruh penambahan karet
sehingga aspal akan cepat rapuh            alam dan karet buatan terhadap
(lapuk).                                   mutu aspal dan campuran beraspal.

HIPOTESIS                                  Mutu aspal
        Aspal yang ditambah dengan                Hasil   pengujian  terhadap
bahan tambah (karet alam atau karet        aspal pen 60 yang ditambah 3 %
sintetis akan mempunyai mutu yang          karet alam dan 5 % karet buatan,
lebih baik dari aspal konvensional.        ditunjukkan pada Tabel 1.

METODOLOGI                                 Analisis Pengaruh penambahan
       Penelitian ini dilakukan secara     karet alam dan karet buatan
empiris di laboratorium dengan             terhadap sifat reologi aspal
mengambil kadar aspal optimum              1) Penetrasi dan titik lembek
pada penelitian sebelumnya yaitu
aspal plus karet alam sebesar                     Dengan penambahan karet
3 %* 1,2,3 dan aspal plus karet sintetis   alam     maupun     karet      buatan
sebesar 5 % .                              menurunkan nilai penetrasi aspal
                                           yang      hampir   sama.      Namun
Bahan                                      mempunyai perbedaan titik lembek
         Bahan yang digunakan dalam        yang cukup besar dimana aspal plus
penelitian ini adalah : Aspal pen 60       karet alam menghasilkan titik lembek
produksi dalam negeri, karet alam          52,2ºC sedangkan aspal plus karet
dari PT.Perkebunan Karet dan karet         sintetis menghasilkan titik lembek
sintetis produksi Jepang.                  61,8 ºC.
2) Penurunan               berat      karena            antara penetrasi aspal sebelum
   pemanasan                                            pemanasan dan penetrasi aspal
        Penurunan       berat   karena                  setelah pemanasan. Nilai indek
pemanasan aspal plus karet sintetis                     pengerasan aspal plus karet sintetis
lebih kecil dari pada penurunan berat                   lebih kecil dari aspal plus karet alam,
aspal plus karet alam hal ini                           hal ini menunjukkan ketahanan aspal
disebabkan      dalam     karet   alam                  plus karet sintetis terhadap panas
mengandung air sehingga pada
                                                        lebih baik dari aspal plus karet alam,
pemanasan airnya akan menguap.
Oleh karena itu aspal plus karet                        sedangkan terhadap aspal asli lebih
sintetis lebih stabil, lebih tahan                      besar hal ini disebabkan pengaruh
terhadap pelapukan dibandingkan                         adanya air dalam karet alam maupun
dengan aspal plus karet alam                            karet sintetis.
sehingga        diperkirakan     umur
pelayanannya (life time) lebih lama                     Pengujian    campuran            beraspal
dari aspal plus karet alam.                             dengan alat Marshall
3) Indek pengerasan P0/ P                                      Pengujian ini dilakukan untuk
                                                        mengetahui karakteristik campuran
       Indek pengerasan aspal yang                      beraspal. Hasil pengujian seperti
dinyatakan sebagai    perbandingan                      pada Tabel 2.
                                             Tabel 1 .
                                    Hasil pengujian mutu aspal
  No              Jenis pengujian                                       Hasil
                                             Aspal Pen     Aspal pen 60 + KA1   Aspal pen 60 + KS2
                                                60
  1    Penetrasi, 25 ºC,100 gr,(0,1 mm)         61                56                  56,2
  2    Titik lembek (ºC)                        50               52,2                 61,8
  3    Duktilitas, 25 ºC, 5 cm/menit,(cm)      >140              >140                 >140
  4    Titik nyala, ºC                          306               318                  332
  5    LOH, %                                  0,07              0,167                0,149
  6    Pen residu, % semula                    91,8              83,8                 84,3
  7    Titik lembek residu ((ºC))              51,6              55,3                 66,3
  8    Indek penetrasi                         - 0,25            + 0,1                + 1,5
  9    Indek pengerasan P0/ P                  1,09              1,19                 1,17

Catatan :
KA1      = 3% karet alam
KS2      = 5% karet sintetis
Aspal pen 60 yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi persyaratan, sehingga aspal pen 60
dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.
                                                70

                                                60




                                   bek ( C )
                                                50
                                                40




                          Titik lem
                                                30

                                                20

                                                10

                                                0
                                                         AC60                  AC60+KA           AC60+KS



  Gambar 1 . Pengaruh penambahan karet alam dan karet buatan terhadap titik lembek aspal


                                                                  Tabel 2.
                                               Hasil pengujian karakteristik campuran beraspal

  No                    Jenis uji                                                        Hasil pengujian
                                                                Aspal pen 60       Aspal pen 60 + KA        Aspal pen 60 +KS
                                                                                    ( 3 % Karet Alam)      ( 5 % karet sintetis)
  1    Kadar aspal optimum                                          6,0                   6,0                      6,0
  2    Kepadatan                                                   2,415                 2,285                    2,428
  3    Stabilitas, kg                                             885,75                 1000                      968
  4    Kelelehan, mm                                                3,5                   4,7                      3,8
  5    Hasil bagi Stab/kelelehan                                    253                   220                      255
  6    Rongga dalam campuran (VIM) ,%                               3,11                  4,8                      3.01
  7    Rongga diantara agregat VMA,%                                16,3                  16,5                     16,4
  8    VFB,%                                                        71,3                  72,1                    73,35




Pembahasan Pengaruh penambahan                                                  dan VFB yang lebih tinggi dari aspal
karet alam dan karet sintetis                                                   konvensional (Gambar. 3).
terhadap karakteristik Marshall                                                        VMA relatif sama namum VIM
         Hasil pengujian campuran                                               aspal plus karet sintetis lebih kecil
beraspal dengan karet sintetis                                                  dari pada aspal plus karet alam (4,8
                                                                                %) sehingga diperkirakan akan lebih
relatif     sama dengan campuran
                                                                                tahan terhadap oksidasi karena
beraspal dengan karet alam, namun                                               campuran dengan VIM lebih kecil,
stabilitas lebih rendah dibandingkan                                            sinar matahari akan lebih susah
dengan aspal plus karet alam (1000                                              menembus dibandingkan dengan
kg) tetapi mempunyai karakteristik                                              campuran yang mempunyai VIM lebih
lebih baik ditinjau dari VIM (Gambar. 2)                                        besar sehingga perkerasan akan lebih
tahan terhadap oksidasi, dengan                                              Stabilitas dinamis dan Kecepatan
demikian umur pelayanan perkerasan                                           deformasi.
jalan akan lebih lama.                                                              Hasil   pengujian  Stabilitas
Pengaruh terhadap rongga dalam                                               Dinamis dan kecepatan deformasi
campuran ( VIM)                                                              dengan alat Wheel Tracking Machine
                                                                             ditunjukkan pada Tabel 3.
                                       6


                                                                             Pembahasan              pengaruh
                                       5


                                                                             penambahan karet alam dan
                                       4
      VIM ( % )




                                                                             karet sintetis terhadap Stabilitas
                                       3

                                       2

                                       1
                                                                             Dinamis         dan    kecepatan
                                       0
                                                                             deformasi
                                                AC60    AC60+KA    AC60+KS
                                                                                      Dari hasil pada Tabel 3
  Gambar 2. Pengaruh penambahan                                              tersebut terlihat bahwa campuran
 karet alam dan karet sintetis terhadap
                                                                             beraspal      plus     karet    sintetis
        rongga dalam campuran.
                                                                             mempunyai kinerja lebih baik dari
Pengaruh terhadap rongga terisi                                              aspal plus karet alam, dengan
aspal ( VFB)
                                                                             demikian perkerasan jalan akan lebih
                                       74
                                                                             tahan terhadap terjadinya alur dan
                                       73
                                                                             kecepatan      deformasi.     Hal    ini
                                       72
                                                                             ditunjukkan        hasil     pengujian
      VFB ( % )




                                       71

                                       70
                                                                             kecepatan deformasi yang lebih kecil
                                       69                                    ( 0,009 mm/menit) dari aspal plus
                                       68                                    karet alam ( 0,02 mm/menit ) , nilai
                                                AC60    AC60+KA    AC60+KS
                                                                             stabilitas dinamis yang 2,5 kali
 Gambar 3. Pengaruh penambahan                                               dibandingkan dengan aspal plus karet
 karet alam dan karet sintetis terhadap                                      alam. Namun kenaikan stabilitas
           rongga terisi aspal
                                       6000
                                                                             dinamis yang cukup drastis perlu
                                                                             ditunjang dengan pengujian modulus
 Stabilitas dinamis ( lint / menit )




                                       5000


                                       4000                                  resilien pada berbagai temperature
                                       3000
                                                                             serta     pengujian      mutu     aspal
                                       2000


                                       1000
                                                                             modifikasi sehingga kinerja campuran
                                            0
                                                 AC60    AC60+KA   AC60+KS
                                                                             beraspal     dengan      menggunakan
                                                                             bahan tambah karet sintetis maupun
  Gambar 4 . Pengaruh penambahan
 karet alam dan karet sintetis terhadap                                      karet alam akan dapat dinilai dari
 stabilitas dinamis campuran beraspal .                                      segala segi.
                                                                                  Tabel 3.
                                                       Hasil pengujian Stabilitas dinamis dan kecepatan deformasi.

             No                                                      Jenis Uji                                                              Hasil pengujian
                                                                                                                            Pen 60    Pen60+3% KA               Pen 60+5%KS
             1                             Stabilitas dinamis, lin/mm                                                        1466            1909                      4846
             2                             Kecepatan deformasi, mm/m                                                        0,029            0,020                    0,009
             3                             Ketidak tahanan terhadap terjadinya alur ( RRP), %                                100               69                       31



                                   0.035                                                        Pengaruh penambahan karet alam
  Kecepatan deformasi( mm/menit)




                                    0.03                                                        atau karet sintetis terhadap modulus
                                   0.025
                                                                                                resilien vs temperatur ditunjukkan
                                                                                                pada Gambar 6.
                                    0.02

                                   0.015

                                    0.01
                                                                                                                            3500




                                                                                                 Modulus Resilien ( MPa )
                                   0.005                                                                                    3000

                                      0                                                                                     2500

                                                AC60           AC60+KA           AC60+KS                                    2000
                                                                                                                            1500

Gambar 5. Pengaruh penambahan karet                                                                                         1000
                                                                                                                             500
 alam dan karet sintetis terhadap kecepatan                                                                                    0

     deformasi campuran beraspal                                                                                                     25 C             35 C                    50 C

                                                                                                                                                             Temperatur uji

                                                                                                                                            Pen 60   Pen60+KA        Pen60+KS

Pengaruh                                               terhadap                  Modulus
Resilien.                                                                                                              Gambar 6. Pengaruh temperature
                                                                                                                          terhadap Modulus Resilien
         Pengujian modulus resilien
dilakukan dengan alat UMATTA pada                                                               Pembahasan pengaruh terhadap
berbagai        temperatur   untuk                                                              Modulus resilien
mengetahui pengaruh perubahan
                                                                                                        Dari hasil pengujian Modulus
temperatur       terhadap  Modulus
                                                                                                Resilien    menunjukkan       Modulus
campuran beraspal. Hasil pengujian
                                                                                                Resilien campuran beraspal dengan
diperlihatkan pada Tabel 4 dan
                                                                                                karet sintetis pada temperatur 50ºC
Gambar 6.
                                                                                                (=260,6 Mpa) lebih kecil dari Modulus
                                                                                                Resilien      aspal    plus     karet
                                               Tabel 4.
                                    Hasil pengujian Modulus Resilien                            alam(=342,2Mpa), pada temperatur
                                                                                                25 ºC dan 35 ºC lebih tinggi dari
                                                                                                aspal plus karet alam, sehingga aspal
 No                                           Jenis contoh            Modulus Resilien (MPa)
                                                                        pada temperature        plus karet sintetis lebih kuat bila
                                                                     25EC    35EC       50EC    dibandingkan dengan        aspal plus
 1                                  Aspal pen 60                     1475     535       226,6
 2                                  Aspal pen 60 + 3% Karet alam     1508   848,9       260,6   karet alam, namun mempunyai
 3                                  Aspal pen60+ 5% karet sintetis   3256   804,7       342,2
                                                                                                nilai      persentasi      penurunan
Modulus         Resilien     terhadap    Pengaruh       kedalaman       alur
temperatur yang cukup tinggi. Hal ini    penambahan karet alam kedalam
ditunjukkan     penurunan     Modulus    aspal terhadap waktu ditunjukkan
resilien aspal plus karet alam dari
                                         pada Gambar 7.
temperature 25°C ke 35°C = 73,93
% dan dari 25°C ke 50°C 91,99 %                 Pengaruh           lendutan
sedangkan aspal plus karet sintetis      penambahan karet alam kedalam
mempunyai       penurunan     Modulus    aspal terhadap waktu ditunjukkan
Resilien terhadap temperatur lebih       pada Gambar 8
kecil yaitu 46, 64 % dari temperature    Pengaruh penambahan karet alam
25°C ke 35°C dan 77,31% dari 25° C       kedalam aspal    terhadap panjang
ke 50°C. Sehingga Aspal plus karet       retak versus    waktu ditunjukkan
sintetris   lebih     tahan  terhadap
                                         pada Gambar 9.
perubahan temperatur dibandingkan
aspal plus karet alam.
                                                                                                   Asret         Asmin
Percobaan lapangan penggunaan                                             0.04
karet alam                                                               0.035



                                          K ed alam an tekstu r ,(cm )
                                                                          0.03
         Untuk         membandingkan                                     0.025

Kinerja aspal karet pada aplikasi                                         0.02
                                                                         0.015
dilapangan dengan aspal pen 60                                            0.01

yang dilakukan oleh Iriansyah dkk,                                       0.005
                                                                            0
(1995) pada jalan dengan temperatur                                              3       8                 13            18        23
cukup tinggi dan lalu lintas cukup                                                                 Umur(bulan)

padat        menunjukkan         bahwa
penggunaan karet alam sebagai            Gambar 7. Umur Vs Kedalaman tekstur
bahan modifikasi aspal (asret) baik       perkerasan dengan asret (karet alam)
                                                 dan aspal konvensional
kedalaman       tekstur         maupun
pengukuran terhadap lendutan pada
perkerasan yang menggunakan aspal                                                                  Asret         Asmin

                                                                         0.75
konvensional hampir sama dengan
                                                                          0.7
aspal plus karet alam, yang menonjol
                                         Lendutan(mm)




pada penggunaan asret (karet alam)                                       0.65


adalah ketahanan perkerasan jalan                                         0.6


terhadap retak. Oleh karena itu untuk                                    0.55

perkerasan jalan dengan lalu lintas                                       0.5
                                                                                 3   5   7     9       11      13        15   17   19
berat disarankan menggunakan karet                                                           Umur perkerasan (bulan)

sintetis     atau     polimer     yang       Gambar 8. Umur Vs Lendutan
mempunyai stiffness yang lebih tinggi    perkerasan jalan dengan asret dan aspal
dari asret (aspal plus karet alam).                   konvensional.
                                     Asret          Asmin             lintas dengan tempertur tinggi dan
                    5                                                 lalu lintas padat.
                    4                                                 Aspal plus karet alam menunjukkan
 Panjang retak (m                                                     ketahanan terhadap retak baik sekali.
                    3

                    2
                    1

                    0                                                 KESIMPULAN
                        0   5                10             15   20

                                Umur perkerasan (bulan)
                                                                      1) Penambahan aspal plus karet
Gambar 9. Umur perkerasan Vs Panjang                                     sintetis menaikkan titik lembek
  retak asret dan aspal konvensional.                                    lebih tinggi (61°C) dari aspal plus
                                                                         karet alam. (52,2°C), sehingga
       Dari Gambar 9 terlihat bahwa                                      aspal plus karet sintetis akan
ketahanan terhadap retak aspal plus                                      lebih tahan terhadap terjadinya
karet alam lebih baik dari aspal                                         alur dan gelombang. Hal ini
konvensional (asmin) retak mengecil                                      sejalan dengan hasil pengujian
dan     konstan    sampai      umur                                      stabilitas dinamis dan kecepatan
pengamatan 20 bulan.                                                     deformasi di laboratorium, aspal
                                                                         karet sintetis lebih baik dari aspal
Pembahasan :                                                             plus karet alam.
         Dari pembahsan / ulasan                                      2) Aspal plus karet alam mampu
tersebut diatas penambahan karet                                         memperbaiki retak yang terjadi
alam      maupun       karet    sintetis                                 dan      sampai     dengan      umur
menunjukkan peningkatan mutu baik                                        pengamatan 20 bulan masih
sifat rheologi aspal maupun kinerja                                      berfungsi dengan baik.
campuran.       Keunggulan terhadap                                   3) Indeks pengerasan.
oksidasi dimiliki oleh aspal plus karet                                  Indeks pengerasan aspal yang
sintetis. Sehingga untuk perkerasan                                      dinyatakan dengan perbandingan
jalan dengan temperatur tinggi                                           antara penetrasi aspal sebelum
sebaiknya      menggunakan        karet                                  pemanasan dan penetrasi aspal
sintetis sebagai bahan modifikasi.                                       setelah pemanasan, aspal plus
Sebagai       saran             apabila                                  karet sintetis lebih kecil dari aspal
menggunakan karet alam sebagai                                           plus     karet    alam,     hal    ini
bahan modifikasi perlu penambahan                                        menunjukkan ketahanan aspal
bahan anti oksidan dan atau                                              plus karet sintetis         terhadap
dikombinasikan dengan penggunaan                                         panas lebih baik dari aspal plus
polimer, sehingga titik lembek aspal                                     karet alam.
dapat lebih besar apabila hanya                                       4) Ketahanan terhadap terjadinya
menggunakan karet alam. Dengan                                           alur (31%) aspal plus karet
demikian aspal plus karet alam                                           sintetis lebih tahan dibandingkan
modifikasi dapat digunakan untuk lalu                                    dengan aspal plus karet alam (69 %).
5) Kedalaman tekstur Aspal plus          Iriansyah, 1995,   Pengaruh bahan
   karet alam pada umur 18 bulan            tambah karet alam terhadap sifat
   lebih     besar     dari     aspal       dan kinerja perkerasan beraspal:
   konvensional,     demikian    juga
                                             Laporan penelitian Juli 1995
   penurunan      besarnya lendutan
   campuran beraspal lebih besar         ------------ 1997, Pengembangan
   dari aspal konvensional. Dengan          aspal karet dalam meningkatkan
   demikian lalu lintas padat dan           mutu campuran beraspal :
   berat penggunaan karet alam               Laporan penelitian September
   sebagai bahan tambah tidaklah             1997.
   begitu      menaikkan      kinerja    ------------- 1998, Kendala mutu dan
   perkerasan jalan. Namun yang             pelaksanaan    lapangan     aspal
   menonjol penggunaan karet alam
                                            karet: Laporan Penelitian 1998.
   adalah dalam menanggulangi
   terjadinya retak.                     Kurniadji, 2000, Aspal karet dan
                                            Polimer daalam meningkatkan
Atas dasar kesimpulan tersebut
                                            mutu campuran perkerasan jalan:
diatas penggunaan bahan tambah
                                            Puslitbang Jalan, Bandung.
tersebut mempunyai kelebihan dan
kekurangan.     Oleh    karena     itu   Leksminingsih, 1987, Peningkatan
disarankan     penggunaan      bahan          mutu aspal minyak dengan karet
tambah aspal harus mengetahui sifat           alam : Jurnal Litbang Jalan 1987
atau karakteristik apa yang harus        Tjitjik WS. 1995, Hasil Penelitian
ditingkatkan dalam hal ini karet alam         pengaruh penambahan Syntetic
hanya untuk menanggulangi retak               Rubber terhadap ketahanan aspal
dan aspal plus karet sintetis dapat
                                              pen 60 dan pen 80 suhu dan
untuk lalu lintas berat namun tidak
dengan      perbedaan      temperatur         terhadap pelapukan,       aspal :
antara panas dan dingin yang cukup           Laporan    Penelitian       Jurnal
besar.                                       Puslibang Jalan , Oktober 1995.
                                         -------------    2003,      Pengaruh
DAFTAR PUSTAKA                              penambahan latek terhadap aspal
                                            polimer:
Direktorat Jenderal Bina Marga,
    2007, Spesifikasi Umum Bidang
    Jalan dan Jembatan, Jakarta
Hiroyuki Tada (1984):       Modified
   Asphalt In Japan and Research
   into The Development of New
   Rubberised Asphalt: The Ministri
   of Construction Public      Works
   Research Institut Japan.

								
To top