jurnal JATAN-KUAT GESER LAPISAN BETON ASPAL-Forqon Afandi

Document Sample
jurnal JATAN-KUAT GESER LAPISAN BETON ASPAL-Forqon Afandi Powered By Docstoc
					         KUAT GESER LAPISAN BETON ASPAL
       DAN PADA PELAT BAJA UNTUK JEMBATAN

                                 Furqon Affandi
            Puslitbang Jalan dan Jembatan, Jl. A.H. Nasution 264 Bandung




RINGKASAN
        Kuat geser antar lapisan permukaan beraspal dengan lapisan
dibawahnya pada suatu konstruksi perkerasan mempunyai arti yang sangat
penting. Kuat geser yang tidak memadai akan menimbulkan kerusakan pada
lapis permukaan seperti jembul, retak dan lepas sebagian dari lapis
permukaan tersebut.
        Begitu juga lapis campuran beraspal diatas dek pelat baja dari
suatu jembatan, harus mempunyai kuat geser yang memadai.
Untuk mengetahui kuat geser antar campuran beraspal diatas pelat baja,
dilakukan pengujian kuat geser langsung di laboratorium, dimana pelat
bajanya terlebih dahulu diberi bahan lapisan sebagai pelindung korosi
dengan jenis yang bermacam macam.
        Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat geser yang dihasilkan
antar satu bahan pelapis dengan bahan pelapis lainnya tidak terlalu jauh
berbeda.
        Dari hasil pengujian laboratorium dan analisanya, didapat bahwa
kuat geser antara lapisan campuran beraspal diatas pelat baja, lebih kecil
dari kuat geser antara lapisan permukaan (wearing – course) dan lapisan
antara (binder course) dari suatu campuran beraspal. Karena itu
pelaksanaan pemasangan campuran beraspal diatas pelat baja suatu
jembatan memerlukan ke hati – hatian yang lebih besar.

Kata kunci: Kuat geser, pelat baja, campuran beraspal, bahan pelapis,
            geser langsung.
SUMMARY
        Shear strength between asphalt wearing course and layer beneath in
pavement structure has an important role. Wearing course distress will
occur due to unsatisfactory shear strength such as shoving, craks and
REMOVAL of some wearing course. Moreover, adequate shear strength of
asphalt mix layer on steel plate deck bridge is required as well. Laboratory
direct shear test was performed to find out the shear strength between
asphalt mixes and various coated steel plates to protect against corrosion.
        Test result using direct shear principles showed that shear strength
resulted from different coating on steel plates was not significant. Test
result and its analysis indicated that shear strength between wearing course
of asphalt mix layers and steel plates is less than shear strength between
wearing course and binder course os asphalt mixes. Therefore, a great
careful application (spreading and placement) of asphalt mix on steel plate
deck bridge must be taken into account.

Key words : Shear strength, steel plate, asphalt mixes, coated material,
            direct shear


PENDAHULUAN                             (delaminasi), retak-retak yang
                                        kesemuanya ini akan menurunkan
         Daya lekat antara lapisan      masa dan tingkat pelayanan
beraspal dengan lapisan lainnya         terhadap lalu lintas.
pada suatu konstruksi perkerasan                 Pada perencanaan perkerasan
beraspal merupakan hal yang             lentur, para perencana mengganggap
penting. Daya lekat yang kuat           bahwa daya lekat yang terjadi
akan memberikan sifat kerjasama         antara lapis beraspal sangat kuat
dalam memikul beban, sementara          (full bonding), padahal pada
itu bila daya lekatnya kurang atau      konstruksi yang sebenarnya kondisi
tidak baik akan menyebabkan lapis       daya lekat ini bisa terjadi antara
perkerasan beraspal akan bekerja        daya lekat penuh (full bonding)
secara sendiri-sendiri. Selanjutnya     sampai tidak ada daya lekat sama
lapisan beraspal tersebut akan          sekali, tergantung pada sifat bahan
segera mengalami kerusakan-             dan kualitas pelaksanaannya. Brown
kerusakan seperti jembul (shoving),     dan Burton (1984) sebagaimana
lepas bagian lapis permukaan            yang dilaporkan oleh Hariyadi
(2007) menyimpulkan bahwa daya          dipandang mempunyai keuntungan
lekat sebagian pada interface akan      dari segi ekonomisnya, terutama
mengurangi       usia     perkerasan    bagi jembatan dengan bentang
secara berarti.                         panjang, karena akan menghilangkan
        Penelitian Hakim, et al         penggunaan dek dari beton yang
(2000) sebagaimana dituliskan           cukup berat. Keuntungan lain dari
oleh Hariyadi (2007) menyimpulkan       tipe      jembatan      ini   ialah
bahwa usia perkerasan akan              kekakuannya akan meningkat baik
menurun sekitar 20% pada nilai          dalam arah memanjang maupun
shear reaction modulus mendekati        arah melintang secara bersamaan,
nilai 10,000 MN/m3, bahkan              melalui sistim rib yang diletakan
menurun sampai 50% ketika tidak         dan dilas kepada pelat itu.
ada daya lekat sama sekali antara               Jembatan     dengan    dek
lapis perkerasan tersebut.              pelat baja, umumnya diberi lapis
        Kuat geser ini, belum           permukaan guna meningkatkan
diperhatikan sebagaimana mestinya,      daya cengkram terhadap roda
baik dalam perencanaan maupun           kendaraan serta melindungi pelat
pada pelaksanaan yang mengakibatkan     bajanya sendiri dari pengaruh
terjadinya     kerusakan-kerusakan      cuaca dan kendaraan.
seperti yang disebutkan sebelumnya.             Salah satu persyaratan
Daya lekat atau kuat geser lapisan      agar     lapis   permukaan     bisa
beraspal dengan lapis dibawahnya        berfungsi dengan baik, maka
pada struktur perkerasan jalan          beberapa persyaratan harus bisa
masih lebih banyak diperhatikan         dipenuhi yaitu tahan terhadap
dibandingkan dengan daya lekat lapis    deformasi permanen, mempunyai
permukaan campuran beraspal             kekesatan      yang    baik   serta
dengan        lantai       konstruksi   mempunyai ikatan yang baik
jembatan.     Hal     ini   mungkin     dengan lapis dibawahnya.
disebabkan oleh total panjang                   Pada umumnya faktor kuat
jalan yang jauh lebih besar             geser ini, kurang diperhatikan
dibandingkan       dengan       total   sebagai mana mestinya, baik dalam
panjang jembatan.                       perencanaan       maupun     dalam
        Salah satu tipe jembatan        pelaksanaan,     sehingga    sering
yang ada ialah jembatan dengan          timbul kerusakan pada lapisan
dek pelat baja, yang dikenal            permukaan perkerasan jalan yang
dengan Jembatan dengan dek              disebabkan oleh ketidak sempurnaan
pelat baja (Orthotropic steel plate
                                        kuat geser ini.
deck bridges). Jembatan tipe ini
KAJIAN PUSTAKA                        dimana bahan ini tidak mudah
                                      mengalami sungkur (shoving) atau
        Lapis permukaan beraspal      deformasi yang diakibatkan oleh
yang terletak diatas pelat baja       roda kendaraan baik saat mulai
suatau jembatan, mempunyai            akan       maju     ataupun      saat
beberapa persyaratan yang lebih       mengerem. Kestabilan bahan ini
banyak dibandingkan persyaratan       harus bisa bertahan terhadap
lapis permukaan suatu perkerasan      temperatur      yang    diperkirakan
jalan tentur pada umumnya.            terjadi selama umur lapisan
        Hal ini disebabkan oleh       permukaan       tersebut.    Lapisan
sifat dari jembatannya itu sendiri,   permukaan       ini   harus    tahan
yang menuntut persyaratan tambahan    terhadap kerusakan permukaan
antara lain seperti beban yang        seperti lubang dan pelepasan butir
ringan agar mengurangi beban          dan tidak terpengaruh oleh
mati jembatan, bisa bersifat          tumpahan oli, minyak atau bahan
melindungi lapisan pelat dari         kimia lainnya.
faktor cuaca dan beban lalu lintas.            Ketentuan lainnya ialah
                                      ketebalan yang cukup. Ketebalan
Ketentuan umum lapis permukaan        yang cukup diperlukan untuk
diatas dek jembatan baja              mendapatkan permukaan yang
        Secara umum beberapa          rata, sesuai dengan kelandaian
prinsip dari lapisan permukaan        yang ditentukan. Permukaan dek
untuk dek jembatan baja harus         jembatan pelat baja secara
memenuhi       ketentuan-ketentuan    geometrik tidak mungkin sempurna,
sebagai berikut, seperti bersifat     walaupun dibuat secara fabrikasi
ringan, agar didapat beban mati       dan dipasang dengan penuh
yang seminimal mungkin dengan         kehati-hatian.       Karena       itu
memasang konstruksi perkerasan        ketebalan minimum dari lapis
yang relatif tipis. Kekesatan yang    permukaan        harus     dijadikan
baik pada saat musim kemarau          pertimbangan untuk mengakomodasi
ataupun saat musim hujan, yang        penyimpangan ketinggian dari
ditandai dengan tekstur permukaan     pelat baja yang tidak bisa dihindari
yang kasar, sebagaimana halnya
                                      akibat dari pengaruh distorsi pada
permukaan perkerasan untuk jalan
                                      saat pengelasan dek, kesalahan
raya pada umumnya. Kestabilan
                                      dari kemiringan melintang dan
dan keawetan lapis permukaan
juga merupakan suatu tuntutan,        lain-lain.
        Hal lain yang agak berbeda       harus cukup kuat dalam rangka
dengan pelapisan pada perkerasan         mengantisipasi kekuatan yang
jalan     biasa,     ialah     adanya    timbul pada saat kendaraan akan
peningkatan       ketebalan      lapis   maju      atau     saat   kendaraan
permukaan yang dibutuhkan pada           melakukan pengereman. Kuat
lantai jembatan akibat adanya            geser yang ada antara dek
baut dan rivet yang dipasang pada        jembatan        baja    dan    lapis
dek jembatan.                            permukaan harus tahan terhadap
        Perbedaan lainnya dengan         vibrasi yang terjadi pada jembatan
lapisan permukaan pada perkerasan        itu sendiri.
jalan lentur yang umum, ialah                     Hal lain yang tidak kalah
bahan ini harus mempunyai                pentingnya,      ialah   kemudahan
perlindungan yang baik dan awet          dalam pemeliharaan dan perbaikan
terhadap korosi. Lapisan permukaan       terjadi     kerusakan,    hendaknya
harus mempunyai perlindungan             mudah        dan     cepat    dalam
yang baik terhadap dek jembatan          perbaikannya serta tidak mahal.
baja, karena bila terjadi retak          Hal selanjutnya yang harus
pada lapis permukaan atau ikatan         dipertimbangkan ialah memungkinkan
yang tidak cukup baik dengan dek         penggantian bagian bagian lapisan
jembatan baja, akan menimbulkan          permukaan yang mengalami kerusakan
“kantong-kantong air”.                   dengan tanpa mengganggu kelancaran
        Jika hal ini terjadi, maka       lalu lintas dalam waktu yang lama.
korosi pada dek jembatan akan                     Terlihat bahwa persyaratan
terjadi, dan hal ini bisa menyebar       lapisa permukaan pada dek
dibagian lain dari pelat baja yang       jembatan baja, lebih komplek dari
terletak dibawah dari lapisan            persyaratan lapis permukaan pada
permukaan        dan     tidak    bisa   jembatan beton. Karena itu
terdeteksi dari atas.                    dibutuhkan pemilihan tipe lapis
        Karena itu, lapis permukaan      apermukaan dengan hati- hati .
hendaknya kedap air, tahan
terhadap retak agar air tak bisa         Lapisan   Permukaan            dari
masuk sampai ke lantai baja              Campuran Beton Aspal
jembatan         tersebut,       serta
mempunyai ikatan yang baik                      Lapisan permukaan beton
antara lapisa permukaan dengan           aspal, merupakan pilihan yang
dek jembatan baja pada berbagai          paling umum untuk dek jembatan
keadaan. Ikatan antara lapis             pelat baja. Beton aspal merupakan
permukaan dengan lantai baja             campuran antara agregat ber
gradasi tertentu dengan aspal               Keterangan :
dalam perbandingan tertentu pula.           1. Lapis antara dan lapis permukaan,
                                               west – end, Cologne – Muelheim
         Umumnya untuk perkerasan              Bridge.
jalan aspal yang dipergunakan               2. Lapis antara, east – end , Cologne –
mempunyai penetrasi antara 60                  Muelheim Bridge.
sampai 150 dmm tergantung                   3. Lapis permukaan, east – end, Cologne
                                               – Muelheim Bridge.
kondisi masing masing negara,               4. Tentative German specification for
sedangkan yang umum dipergunakan               asphalt concrete mixes on steel deck
di Indonesia ialah aspal keras              5. Aspal beton gradasi tipe Va (gradasi
dengan kelas penetrasi 60. Tipikal             halus) untuk lapis permukaan. Aspal
dari gradasi campuran aspal beton              Institute
                                            6. Aspal beton gradasi tipe IVa (gradasi
yang dipergunakan sebagai lapis                rapat) untuk lapis permukaan. Aspal
permukaan adalah sebagai mana                  Institute
terlihat pada Gambar 1.                     7. Lapis permukaan (AC-WC); spesifikasi
Terlihat spesifikasi gradasi aspal             umum bidang jalan dan jembatan Dep.
                                               PU, 2005
beton di Indonesia (AC-WC) yang
sesuai spesifikasi umum bidang
                                                    Secara umum perencanaan
jalan dan jembatan Departemen
                                            campuran lapis permukaan beraspal
Pekerjaan Umum (PU) 2005,
                                            untuk lapisan pada dek jembatan
terlihat identik dan cukup dekat
                                            baja, lebih mengutamakan kestabilan
dengan gradasi no. 5 dan 6 yang
                                            dari pada durabilitas. Alur yang
dipergunakan di Negara-negara
                                            terjadi pada lapisan permukaan
lain
                                            beraspal pada dek jembatan,
                                            sangat sulit dihilangkan ketika hal
                                            itu timbul, dan mungkin harus
                                            dilakukan      penggantian     lapis
                                            permukaan secara menyeluruh.
                                                    Bila retak terjadi pada
                    5           7           lapisan permukaan beraspal diatas
                                            dek jembatan baja, maka hal ini
                                            tidak mempunyai konsekwensi
                                            yang tinggi dan bisa diatasi pada
                                            waktu pemeliharaan rutin dengan
   Gambar 1. Tipikal gradasi lapis
                                            cara diberi lapisan sealing. Hal
permukaan aspal beton; sumber Design
 manual for “orthotropic Steel Plate Deck   lainnya yang perlu diingat ialah,
  Bridges” American Insstitute of Steel     dengan       diberikannya    bahan
              Construction
pelindung pada dek jembatan,          terletak diatas dek baja jembatan,
maka retak yang terjadi pada          cukup membahayakan sebab pelat
lapisan beraspal tidak akan           baja tidak bisa menyerap panas
                                      dan menghilangkannya sebagaimana
langsung menyebabkan korosi
                                      halnya pada lapisan perkerasan
pada dek jembatan tersebut.           yang biasa atau pada perkerasan
       Penyebab      retak    pada    beton. Hubungan antara temperatur
lapisan beraspal, utamanya bukan      udara, lapis permukaan beraspal,
disebabkan oleh faktor yang erat      dan pelat baja pada musim panas
kaitanya dengan lendutan, tetapi      yang diamati pada Save River
oleh seperti jenis dan kelas aspal,   Bridge di Belgrade diperlihatkan
temperatur, aging dan sebagainya.     pada Gambar 2.
       Pengalaman selama ini                   Terlihat bahwa perbedaan
dengan    jembatan      dek    baja   temperatur antara aspal dan pelat
menunjukkan tidak adanya korelasi     baja tidak terlalu besar.     Pada
langsung antara tebal pelat           temperatur yang rendah aspal
dengan retak lapis permukaan          semakin getas dan modulus
beraspal. Hal ini ditunjukkan dari    elastisitasnya akan cepat naik.
kenyataan bahwa pada beberapa         Dikarenakan koefisien susut /
jembatan dek baja dengan tebal        muai thermal dari aspal lebih
pelat baja 10 mm tidak terjadi        besar     daripada    baja,   maka
retak, sementara itu retak lapis      perubahan dingin yang sering dan
permukaan beraspal terjadi pada       cepat dari lapisan permukaan
jembatan serupa dengan tebal          beraspal,      bersamaan    dengan
pelat yang lebih besar serta jarak    tegangan lentur akan menyebabkan
pemasangan rib sama.                  terjadinya retak.
       Pemanasan yang tinggi
pada campuran beraspal yang
 Gambar 2. Variasi temperatur pada permukaan lapis beraspal diatas dek pelat
  baja di Save River Bridge; sumber Design manual for “orthotropic Steel Plate Deck
                  Bridges” American Insstitute of Steel Construction

Daya Lekat dan             Proteksi           sebelum beton aspal dihampar
terhadap Korosi                               dan dipadatkan diatasnya.
                                              Bahan pelapis (coating) pada pelat
         Hilangnya ikatan antara
                                              baja, mempunyai fungsi sebagai
lapis permukaan aspal beton dan
                                              berikut:
dek     jembatan    mengakibatkan
                                              1. Memberikan proteksi pada dek
terpisahnya dua lapisan tersebut
                                                 baja jembatan terhadap korosi,
yang bisa menjadikan permukaan
                                                 bilamana     terjadi    ketidak
dek mudah terkena korosi akibat
                                                 sempurnaan      pada    lapisan
masuknya air melalui retak yang
                                                 permukaan beton aspal.
terjadi pada lapis permukaan
                                              2. Memberikan ikatan yang cukup
beraspal. Hilangnya ikatan antara
                                                 baik antara lapis permukaan
lapisan beton aspal dengan dek
                                                 beton aspal dengan dek pelat
jembatan akan mengakibatkan
                                                 baja jembatan.
terjadinya tegangan yang terjadi
                                              Dengan demikian, bahan yang
lapisan beton aspal akibat beban
                                              layak untuk digunakan dibawah
roda kendaraan menjadi lebih
                                              lapis permukaan aspal beton
besar, dan selanjutnya menjadikan
                                              diatas dek pelat baja jembatan,
kerusakan yang lebih cepat.
                                              haruslah:
         Karena itu bahan pelapis
                                              1. Mempunyai adhesi yang baik
(coating) yang memadai harus
                                                   pada pelat baja, untuk
digunakan pada dek baja jembatan,
     mencegah masuknya kelembaban        dicampur bahan pelarut yang
     air pada pelat baja tersebut        mudah         menguap      (solvent).
     disamping harus mempunyai           Pengecatan dilakukan sekali atau
     ikatan yang baik dengan lapis       dua      kali    segera     sesudah
     permukaan dari aspal beton          pembersihan pada dek baja
2. Kedap         air    serta   tahan    jembatan dilakukan. Pengamatan
     terhadap minyak, dan bahan          yang telah dilakukan oleh Road
     kimia lainnya yang bisa             Research Laboratory di Inggris
     masuk          lewat     lapisan    pada jembatan dengan dek pelat
     permukaan beton aspal .             baja selama 4,5 tahun menunjukkan
3. Tidak mudah berubah akibat            bahwa korosi telah terjadi pada
     temperatur (low temperature         dek baja sampai ke rib nya,
     susceptibility), untuk mencegah     dimana lapis wearing course nya
     agar bahan tersebut tidak           yang setebal 2,54 cm telah
     mudah regas (brittle) sewaktu       mengalami        keretakan.     Pada
     temperatur rendah serta juga        lapisan permukaan beton aspal
     tidak mudah berubah akibat          dengan ketebalan 3,75 cm dan 5
     temperatur        tinggi     saat   cm yang diletakan diatas dek baja
     penghamparan dan pemadatan          jembatan, tidak ditemukan korosi
     aspal beton.                        pada dek jembatan tersebut,
Ketahanan dari campuran beraspal         walaupun telah terjadi keretakan
terhadap jembul (shoving) juga           pada lapisan beraspalnya yang
tergantung pada ikatan yang baik         tidak sampai ke lapisan dek
antara lapis permukaan beraspal          jembatan.
dengan lapis pelindung serta gaya                Hal ini menunjukkan bahwa
geser yang baik dan stabilitas dari      ketebalan lapisan beton aspal juga
lapis pelindung itu sendiri.             mempengaruhi ketahanan jembatan
                                         tersebut. Pada pengujian tersebut,
Bahan        Pelapis      (coating)
Sebagai Pelindung pada Pelat             didapat pula bahwa ikatan antara
Baja                                     lapis permukaan beraspal dengan
         Jenis bahan pelindung yang      dek jembatan tidak begitu baik di
umum dipergunakan diantaranya ialah      beberapa tempat, yang mengakibatkan
bituminous paint dan lapis ikat          telah terjadinya korosi walaupun
(tack coat), mastic asphalt metal        dek jembatan tersebut telah diberi
foil seperti aluminium atau cooper       bituminous paint. Keadaan diatas
foil. Bituminous paint terbuat dari
                                         menunjukkan bahwa bituminous
aspal dengan penetrasi tinggi
paint sendiri tidak cukup baik                 Pemasangan Angker
untuk melindungi terhadap korosi,                      Untuk meningkatkan kerjasama
dan tidak memberikan ikatan yang               antara lapis permukaan beraspal
cukup baik .                                   dengan dek pelat baja, angker
        Pengalaman di Jerman,                  telah dipergunakan pada beberapa
menunjukkan bahwa ikatan antara                jembatan dengan dek pelat baja
lapisan permukaan aspal beton                  ini.
dengan dek baja jembatan turun                         Untuk     kestabilan     dari
dengan sangat berarti akibat                   lapisan beraspal, angker pelat
                                               datar dengan ketebalan sekitar 20
pengaruh temperatur, dimana
                                               mm dilas setemapt secara selang
kekuatannya turun dengan sangat                seling (zig zag) pada dek jembatan
drastis ketika temperatur berkisar             dengan jarak dari sumbu ke
antara 0 sampai – 9°C . Tetapi                 sumbu antara 7,5 sampai 15 cm.
hasil yang baik juga dicapai                   Bentuk dari angker yang telah
dengan      menggunakan    bahan               dipasang di Duesseldorf, Jerman
bituminous paint compounds.                    diperlihatkan pada Gambar 3.




     Gambar 3. Penampang melintang lapisan beraspal dengan angker baja
pada lapis permukaan beraspal; sumber Design manual for “orthotropic Steel Plate Deck
                   Bridges” American Insstitute of Steel Construction
        Percobaan      yang     telah    lapisan permukaan sampai ke dek
dilakukan pada lapisan permukaan         jembatannya. Ketebalan lapisan
beraspal diatas pelat baja yang          yang umum dipergunakannya
diberi wire mesh dan pemasangan          ialah antara 3,25 sampai 6,25 cm.
angker baja setempat, tidak selalu               Bilamana ada tonjolan-
menguntungkan bahkan mempunyai           tonjolan baud dan rivet pada dek
kecenderungan menimbulkan retakan        jembatan tersebut, maka tonjolan-
pada lapisan beraspal tersebut.          tonjolan tersebut harus tertutup
Hal lain yang telah ditemukan,           dengan lapis permukaan beraspal
ialah bahwa bidang kontak antara         sedemikian rupa sehingga ketebalan
lapis permukaan beraspal dengan          penutup diatas tonjolan-tonjolan
dek pelat baja cenderung tidak           tersebut tidak kurang dari 2,5 cm.
sempurna, dimana menghasilkan
rongga-rongga udara.                     Kuat Geser Lapis Permukaan
        Beberapa ahli mengatakan         Beraspal dengan Dek Baja
bahwa      pengelasan      setempat              Dalam penggunaan lapis
antara angker pelat datar dengan         pengikat     (tack coat), harus
dek baja akan menyebabkan                diperhatikan waktu curing yang
naiknya tegangan setempat, yang          memadai, karena ini sangat
kemudian melemahkan ketahanan            berpengaruh terhadap daya lekat
terhadap kelelahan (fatigue) dan         atau kuat geser yang akan timbul.
korosi dari dek pelat tersebut.          Kekuatan daya lekat setelah curing
        Kerugian yang nyata dari         24 jam akan jauh lebih besar
pemasangan angker pelat datar            dibanding dengan daya lekat
tersebut, ialah besarnya tenaga          dengan masa curing satu jam.
buruh yang terlibat serta pada           Selain itu jenis bahan ikat (tack
akhirnya menaikkan biaya dari            coat) dan jumlah pengunaanya
jembatan tersebut.                       akan sangat menentukan kekuatan
        Pengalaman di Inggris            daya lekat yang dihasilkan.
menunjukkan,        bahwa        lapis           Pengujian daya lekat atau
permukaan mastic aspal dengan            kuat     geser    di   laboratorium
ketebalan lebih dari 3,75 cm yang        dilakukan dengan menggunakan
dipasang diatas dek pelat baja           alat Direct Shear Test (Uzan et al.,
                                         1978; Kruntcheva et al., 2006;
jembatan lebih disukai untuk
                                         Mohamad et al., 2005), dimana
mencegah terjadinya retak dari           pada dasarnya benda uji diberi
tekanan normal yang tetap dan          METODOLOGI
selanjutnya diberi gaya geser yang
terus dinaikan besarannya sampai               Metodologi yang dilakukan
terjadi keruntuhan geser pada          pada pengkajian ini dasarnya ialah
benda uji tersebut.                    berupa pendekatan laboratorium
        Pada pengujian ini, diukur     melalui      percobaan-percobaan
perpindahan horizontal serta gaya      serta menganalisa hasil pengujian
yang dibutuhkan untuk mencapai         dan membandingkannya dengan
keruntuhan, yang selanjutnya           hasil pengujian yang sudah ada
dapat     diketahui    nilai  kuat     dari susunan perkerasan lentur
gesernya.                              yang umum.
        Pemisahan antara permukaan
dek jembatan dengan lapisan            KEGIATAN PENELITIAN
beraspal menggunakan lapisan
                                       Sesuai dengan metodologi diatas,
kertas     untuk      memudahkan
                                       maka urutan kegiatan penelitian
penggantian     lapis   permukaan
                                       ini ialah sebagai berikut:
beraspal di kemudian hari, sangat
                                       1. Studi pustaka.
tidak disarankan.
                                       2. Penyiapan dan pengujian
                                             bahan agregat dan aspal.
                                       3. Pembuatan rencana campuran
MAKSUD     DAN            TUJUAN
                                             beraspal    dengan   metoda
PENELITIAN
                                             Marshall.
                                       4. Pembuatan pelat baja untuk
        Maksud dari penelitian ini
                                             benda uji, dengan bermacam-
ialah untuk mengetahui kuat geser
                                             macam jenis lapis pelindung
antara lapis permukaan beraspal
                                             (coating).
(wearing course) yang dipergunakan
                                       5. Pengujian kuat geser antara
di Indonesia dengan pelat baja
                                             campuran beraspal dengan
pada     berbagai     jenis    lapis
                                             pelat baja.
pelindung (coating) dan cara
                                       6. Analisa data.
pemadatan beton aspal yang
berbeda.
                                       Persiapan Benda Uji Campuran
        Tujuan dari pengkajian ini
                                       Beraspal
ialah mendapatkan prilaku daya
                                       Persiapan benda uji campuran
lekat antara lapis permukaan
                                       beraspal,   dilakukan    dengan
beraspal (asphalt concrete – wearing
                                       terlebih dahulu menguji bahan
course) dengan dek baja pada
                                       agregat,   aspal    yang   akan
pada jembatan pelat baja.
dipergunakan guna menjamin                         pertimbangan untuk meningkatkan
bahwa bahan-bahan tersebut telah                   ketahanan terhadap deformasi
memenuhi persyaratan kualitas                      permanen dari campuran beraspal
bahan untuk suatu campuran
                                                   tersebut, dimana hasil pengujian
beraspal panas.
         Bahan     agregat    yang                 aspal diperlihatkan pada Tabel 2.
dipergunakan, ialah bahan ex Kali                  Selain    aspal    polimer    untuk
Comal – Pekalongan, dimana                         campuran,        juga     dilakukan
pengujian bahan agregat kasar,                     pengujian terhadap aspal emulsi
sedang      dan    halus   meliputi                yang akan dipergunakan untuk
pengujian kualitas dan gradasi.                    bahan lapis pengikat (tack coat)
Hasil pengujian tersebut seperti                   antara lapis campuran beraspal
terlihat pada Tabel 1.
                                                   dengan lapisan pelat baja.
         Bahan      aspal    yang
                                                   Hasil pengujian aspal emulsi,
dipergunakan ialah bahan aspal                     diperlihatkan pada Tabel 3.
polimer      elastomer,    dengan
                                          Tabel 1.
                                  Hasil Pengujian Agregat

                                                 Hasil Pengujian
 No.          Jenis Pengujian            Agregat      Agregat    Agregat   Spesifikasi *)
                                          Kasar       Sedang      Halus
  1.    Abrasi, %                               20,93                         Min. 40
  2.    Impact, %                               15,03                         Max. 25
  3.    Kepipihan dan Kelonjongan, %             4,22                         Max. 10
  4.    Berat Jenis
        Bulk                               2,679        2,619    2,68         Min. 2,5
        Ssd                                2,735        2,684    2,735
        Apparent                           2,839        2,779    2,837
        Abdorpsi, %                        2,109        2,457    2,062        Max. 3
  5.    Setara Pasir                                             93,59        Min. 1.0
  6.    Angularitas Agregat Halus                                46,83        Min. 45
  7.    Analisa Saringan, % Lolos
                       ¾”                  100,0
                       ½”                   42,2        100,0
                      3/8”                  10,8         98,7
                      No. 4                  1,5         50,3    100,0
                      No. 8                              15,3    72,4
                     No. 16                              10,7    50,5
                     No. 30                               6,3    35,7
                     No. 50                               5,5    26,6
                     No. 200                              3,0    11,9
*) Spesifikasi umum Bidang Jalan dan Jembatan Dep. PU, 2005
                                         Tabel 2.
                  Hasil pengujian aspal polimer untuk campuran beraspal

 No.                            Jenis Pengujian                              Hasil        Spesifikasi *)
                                                                           Pengujian
   1.    Penetrasi pada 25oC, 100 gr, 5 detik, 0,1 mm                           56           50 - 80
   2.    Titik Lembek, oC                                                     54,9          Min. 54
   3.    Titik Nyala (COC), oC                                                 320          Min. 225
   4.    Daktilitas pada 25oC, 5 cm/menit, Cm                                 >140          Min. 50
   5.    Berat Jenis                                                         1,035          Min. 1,0
   6.    Kekentalan pada 135 oC, Cst                                           665         300 - 2000
   7.    Kelarutan dalam C2HCL3, %                                           99,842         Min. 99
   8.    Kehilangan berat (TFOT), %                                           0,039         Max. 1,0
   9.    Penurunan Penetrasi setelah TFOT, % asli                             27,23         Max. 40
  10.    Kenaikan Titik Lembek setelah TFOT, % asli                           4,74          Max. 6,5
  11.    Elastic recovery pada 25 oC, %                                         45          Max. 30
  12.    Perbedaan titik lembek setelah stabilitas 48 jam, 163 oC, oC          0,2           Max. 2
  13.    Suhu Pencampuran, oC                                                  176              -
  14.    Suhu Pemadatan, oC                                                    165              -
*) Spesifikasi umum Bidang Jalan dan Jembatan Dep. PU, 2005


                                            Tabel 3.
                                   Hasil pengujian aspal emulsi

            No.                  Jenis Pengujian                        Hasil Pengujian
             1.    Viscositas SF pada 50oC, detik                             20
             2.    Pengendapan 1H, %                                          0,4
             3.    Jenis Muatan Listrik                                        +
                   Destilasi
             4.    Tetes Pertama, oC                                           85
             5.    Kadar Air, %                                               28,5
             6.    Kadar Minyak, %                                              0
             7.    Kadar Residu, %                                           611,5
             8.    Penetrasi Residu, %                                         93
             9.    Daktilitas Residu, %                                      >140
            10.    Kelarutan Residu, %                                       99,56



Pengujian Campuran Beraspal                              rupa sehingga sifat sifat campuran
                                                         tersebut memenuhi persyaratan
        Pengujian campuran beraspal
                                                         sifat campuran yang diinginkan.
dimaksudkan untuk mendapatkan
rumusan perbandingan       agregat                               Campuran beraspal yang
(kasar,    sedang    dan    halus)                       dipergunakan pada percobaan ini
terhadap berat aspal, sedemikian                         ialah AC–WC (Asphalt Concrete –
Wearing Course) sesuai dengan                                               17% : 43% : 40%, sebagaimana
spesifikasi Umum Bidang Jalan,                                              ditunjukkan pada Gambar 4.
Departemen P.U. 2005, dimana                                                        Sifat sifat teknis dari
metoda yang dipergunakan untuk                                              campuran beraspal yang didapat
mendapatkan rumusan campuran                                                dari hasil pengujian laboratorium,
beraspal ini ialah metoda Marshall.                                         ditunjukkan pada Tabel 4. Hasil
        Gradasi agregat campuran,                                           campuran optimum yang didapat
merupakan       gabungan    antara                                          dari percobaan Marshall ini,
agregat kasar, sedang dan halus                                             dijadikan     pegangan       untuk
sesuai dengan hasil pengujian                                               pembuatan-pembuatan benda uji
sebelumnya mempunyai perbandingan                                           selanjutnya guna pengujian kuat
                                                                            gesernya.




                           100

                           90

                           80
   Persen berat lolos, %




                           70

                           60

                           50

                           40

                           30

                           20

                           10

                            0



                                                              Ukuran Saringan, mm
                                          Titik Kontrol   Daerah Larangan       Grad. Gabungan   Fuller




                                 Gambar 4. Gradasi agregat gabungan untuk campuran beraspal
                                                 dan batas batas kontrolnya
                                      Tabel 4.
         Sifat – sifat teknis campuran beraspal untuk percobaan kuat geser

  No                     Jenis Pengujian                Hasil Pengujian   Spesifikasi *)

        Pengujian Marshall
  1     Kadar Aspal Optimum, %                                 6,25             -
  2     Kepadatan, Tom/m3                                      2,349            -
  3     VMA, %                                                 16,96         Min. 15
  4     VFB, %                                                 71,12         Min. 65
  5     VIM Marshall, %                                        4,87         3,5 – 4,5
  6     VIM PRD, %                                             3,47           Min. 5
  7     Stabilitas, Kg                                        1362,38       Min. 1000
  8     Pelelehan, mm                                          3,44           Min. 3
  9     Mg, %                                                 396,13         Min. 300
  10    Stabilitas Sisa, %                                     90,58         Min. 80
*) Spesifikasi umum Bidang Jalan dan Jembatan Dep. PU, 2005


       Setelah didapat rumusan                      aspal       polimer    mempunyai
campuran beraspal yang optimum                      ketahanan terhadap alur yang
seperti terlihat pada Tabel 4,                      lebih baik, dibanding campuran
selanjutnya dibuat benda uji                        yang sama tetapi menggunakan
dengan campuran yang sama                           aspal keras pen 60. Modulus
untuk     pengujian     ketahanan                   Elastisitas     campuran     yang
terhadap alur dengan alat Wheel                     menggunakan aspal elastomer
Tracking Machine dan juga untuk                     lebih kecil dari campuran yang
pengujian Modulus Stiffness yang                    sama tetapi dengan menggunakan
diuji dengan alat UMATTA, pada                      aspal pen 60, hal ini menunjukkan
temperatur      pengujian    yang                   bahwa campuran dengan aspal
berbeda, seperti terlihat pada                      polimer elastomer lebih elastis
Tabel 5.                                            dibanding campuran dengan aspal
       Dari Tabel 5, terlihat                       pen 60.
campuran yang menggunakan
                                   Tabel 5.
            Ketahanan terhadap alur dan stiffness campuran beraspal

 No.   Sifat Ketahanan Alur dan Stiffness Campuran       Hasil Pengujian   Batas
  1.   Pengujian Kedalaman Alur (WTM)
       Aspal Penetrasi 60
       Deformasi Awal, mm                                     2,12
       Stabilitas Dimensi, lintasan/mm                       2333,3
       Kecepatan Deformasi, mm/menit                         0,018
       Aspal Polimer Elastomer
       Deformasi Awal, mm                                     1,50
       Stabilitas Dimensi, lintasan/mm                       3937,5        Min. 2500
       Kecepatan Deformasi, mm/menit                         0,0107

  2.   Pengujian Stiffness
       Aspal Penetrasi 60
       Suhu 25oC, Mpa                                        4515,5
       Suhu 45oC, Mpa                                        433,05
       Aspal Polimer Elastomer
       Suhu 25oC, Mpa                                         3407
       Suhu 45oC, Mpa                                         388,7


Penyiapan Alas Pelat Baja                     masing–masing pelat untuk benda
       Untuk          menghasilkan            uji, diperlihatkan pada Tabel 6.
pengujian    kuat     geser     yang                  Pelat baja yang disiapkan
mendekati keadaan sebenarnya, di              untuk percobaan ini, dibuat
laboratorium dibuat pelat baja                berbentuk bujur sangkar dengan
dengan bentuk dan ukuran yang                 ukuran 30 cm. Hal ini disesuaikan
sesuai untuk pengujian, yang                  dengan alat yang akan digunakan
diberi lapisan pelapis terlebih               pada     pembuatan      benda    uji
dahulu. Lapisan pelapis ini,                  campuran beraspal. Campuran
dimaksudkan      sebagai     lapisan          beraspal yang diletakkan diatas
untuk melindungi lapisan pelat                pelat Bujur Sangkar, dipadatkan
baja yang berfungsi sebagai dek               dengan alat pemadat Wheel
jembatan terhadap korosi yang                 Tracking       Machine        (WTM).
bisa terjadi, sekaligus melihat
                                              Perbedaan lainnya ialah pelat yang
pengaruh lapis pelindung ini
                                              berbentuk bujur sangkar, akan
terhadap daya lekat yang dihasilkan.
                                              diuji dengan menggunakan alat
       Jenis serta tebal lapis
                                              geser yang besar.
pelapis yang dipasang pada
                                     Tabel 6.
              Jenis bahan pelapis yang dipergunakan untuk percobaan

  No
 benda                           Bahan Lapisan                            Ketebalan lapisan ( micron)
  uji
              Primer                Sekunder              Terluar        Primer    Sekunder    Terluar
   1     Epoxy polyamid        Polyamine coal tar   Polyamine coal tar     75        100        100
                               epoxy                epoxy
   2     Epoxy polyamid        Polyamine coal tar   Polyamine coal tar    75         100         100
                               epoxy                epoxy + mortar
   3     Silikat Seng          Polyamid Epoxi       Polyamine coal tar    75         100         100
                                                    epoxy
   4     Silikat Seng          Polyamid Epoxi       Polyamine coal tar    75         100         100
                                                    epoxy + mortar
   5     Tar epoxy hitam       Tar   epoxy coklat   Tar epoxy + mortar    100        100         100
   6     Tar epoxy hitam       Tar   epoxy coklat   Tar epoxy hitam       100        100         100
   7     Epoxy polyamid        Tar   epoxy          Tar epoxy + mortar     75        100         100
   8     Epoxy polyamid        Tar   epoxy coklat   Tar epoxy hitam        75        100         100
   9     Surface    tolerant   Tar   epoxy coklat   Tar epoxy hitam +     100        100         100
         polyamine-epoksi                           morta
         modifikasi
  10     Surface    tolerant   Tar epoxy coklat     Tar epoxy hitam       100        100         100
         polyamine-epoksi
         modifikasi



Penyiapan benda uji, untuk                               diberi campuran beraspal, tack
pengujian kuat geser                                     coat   tersebut terlebih dahulu
                                                         harus     sudah    curing,    yang
        Dalam penyiapan benda uji
                                                         ditunjukkan dengan perubahan
untuk pengujian kuat geser, perlu
                                                         warna dari coklat ke hitam.
dipertimbangkan cara pembuatanya
sehingga daya lekat antara                               Pada pelat yang berbentuk bujur
campuran beraspal dengan pelat                           sangkar, diatas tack coat yang
dibawahnya mendekati keadaan                             sudah curing, diberi campuran
sebenarnya dilapangan. Untuk                             beraspal sesuai dengan rencana
tujuan tersebut, maka pelat baja                         campuran yang telah dicari
yang telah diberi bahan pelapis,                         sebelumnya, dan kemudian dipadatkan
dilapisi lagi dengan aspal emulsi                        pada temperatur 160 °C dengan
sebanyak 0,4 l/ m2. Hal ini
                                                         menggunakan alat pemadat Wheel
mengambarkan pemberian ikat
(tack coat) pada keadaan sebenarnya                      Tracking Machine (WTM) dimana
di lapangan. Diatas tack coat ini                        prinsip kerja pemadatan alat ini
diberi campuran beraspal yang                            serupa dengan pemadatan alat
akan diuji sesuai dengan spesifikasi                     berat di lapangan.
yang diinginkan, dimana sebelum
         Pemadatan        campuran     lapisan baja, yang terus meningkat
beraspal diatas pelat baja yang        besarnya      dengan     kecepatan
telah diberi pelindung dan tack        pergeseran tertentu yang sampai
coat dengan cara Marshall tidak        terjadi keruntuhan geser dari
dilakukan, karena dikhawatirkan daya   kedua lapisan bahan tersebut.
lekatnya akan terganggu akibat         Sebelum dilakukan pemberian
pengaruh tumbukan yang terjadi.        gaya horizontal, benda uji tersebut
Berikut ini diperlihatkan pemadatan    diberi gaya normal yang besarnya
pada pelat bujur sangkar dengan        konstan sebesar 500 kPa.
wheel tracking machine, sebagaimana    Interval pembacaan pergeseran
terlihat pada Gambar 5.                benda uji dilakukan sebagai mana
                                       terlihat pada Tabel 7.
                                                     Tabel 7.
                                          Interval pembacaan pergeseran
                                        No      Rentang          Interval
                                               Pembacaan       pembacaan
                                               pergerseran     Pergeseran
                                                  (mm)            (mm)

                                         1      0,0 – 0,5         0,02

                                         2      0,5 – 1,0         0,05
 Gambar 5. Pemadatan dengan alat         3      1,0 – 2,0         0,10
    Wheel Tracking Machine
                                         4     2,0 - selesai      0,25

Pengujian Kuat Geser
                                       Pengujian Kuat Geser pada
       Pengujian kuat geser di         Contoh    Berbentuk  Bujur
laboratorium, dimaksudkan untuk        Sangkar
mengetahui kuat geser antara
lapisan beraspal dengan lapisan                 Pada contoh ini dilakukan
baja yang telah diberi berbagi         pengujian kuat geser dua benda
lapis   pelindung,   sebagaimana       uji secara bersamaan, dimana dua
ditunjukkan pada Tabel 6.              benda      uji   disusun     secara
       Prinsip dari pengujian ini,     berhadapan      sedemikian     rupa
ialah memberikan gaya horizontal,
                                       sehingga masing masing pelat
pada lapisan campuran beraspal
                                       baja ada di bagian paling atas dan
yang sejajar dengan permukaan
bidang     kontak   antara   lapis     bagian paling bawah, seperti
permukaan      beraspal    dengan      terlihat pada Gambar 6.
                                    untuk menghasilkan pergeseran
                                    tersebut, sesuai dengan Tabel 7
                                    diatas. Kuat geser dari benda uji
                                    ini dihitung dengan cara membagi
                                    gaya horizontal yang diberikan
                                    dengan dua kali luas bidang
                                    kontak antara campuran beraspal
                                    dengan pelat baja bujur sangkar.
                                    Selanjutnya    dibuat    hubungan
  Gambar 6. Pengujian kuat geser
                                    antara tegangan geser dengan
   pelat berbentuk Bujur Sangkar
                                    pergeseran yang terjadi selama
       Contoh tersebut diberi       pengujian tersebut, dimana hasil
beban      yang     menghasilkan    untuk masing masing benda uji
tegangan sebesar 500 kPa, dan       dengan lapis pelindung yang
selanjutnya   contoh    campuran    berbeda     dapat   dilihat  pada
beraspal di dorong horizontal dan   Gambar 7.
dicatat pergeseran horizontalnya
bersama gaya yang diperlukan
Gambar 7. Grafik kuat geser contoh dengan pelat bujur sangkar
PEMBAHASAN DAN ANALISA                dicapai oleh contoh no 6 sebesar
                                      0.45 MPa yang menggunakan
         Pemberian bahan pelapis      bahan pelapis terluar “epoxy
yang        bermacam        macam     hitam“       dan yang paling kecil
dimaksudkan untuk mendapatkan         sebesar 0,35 MPa pada contoh no
pengaruh dari lapisan tersebut        1; 2 dan 8.
terhadap kuat geser yang timbul.               Dilihat dari besarnya kuat
Sedangkan pemilihan penggunaan        geser yang terjadi, maka susunan
tack coat emulsi sebagai perekat      kekuatan dari yang paling kuat
antara lapis campuran beraspal        sampai yang paling rendah pada
dengan pelat baja dipandang lebih     benda uji dengan pelat Bujur
praktis dan mudah, karena tidak       Sangkar (BS), adalah seperti
perlu      dilakukan    pemanasan     terlihat pada Tabel 8.
sewaktu penggunaanya. Jumlah                   Nilai kuat geser rata-rata
penggunaan tack coat sebesar 0,4      dari benda uji dengan bentuk
kg/m2 didasarkan pada hasil-hasil     Bujur Sangkar (BS), ialah sebesar
sebelumnya yang diperoleh dari        0,393 MPa dengan standard
literatur       bahwa       jumlah    deviasinya sebesar 0,044 MPa.
penggunaan aspal sebesar itu          Dari Gambar 8, terlihat bahwa
akan memberikan kuat geser yang       hasil    pengujian     kuat   geser
maksimum.                             tersebut, antara satu jenis lapis
         Dari hasil pengujian kuat    pelapis dengan jenis pelapis
geser dengan benda uji yang           lainnya       tidak    menunjukkan
menggunakan pelat bujur sangkar,      perbedaan yang terlalu jauh.
didapat      bahwa    kuat    geser
maksimum yang paling besar
                                            Tabel 8.
              Urutan kekuatan kuat geser dari benda uji berbentuk Bujur Sangkar (BS)


Urutan kuat geser BS                             No                                  Bahan Lapisan
                                                benda
Urutan                      Kuat geser                           Primer              Sekunder               Terluar
                                                  uji
                              (MPa)
   I                           0,47              6          Tar epoxy hitam       Tar epoxy coklat    Tar epoxy hitam
  II                           0,45              5          Tar epoxy hitam       Tar epoxy coklat    Tar epoxy + mortar
 III                           0,43              9          Surface tolerant      Tar epoxy coklat    Tar epoxy hitam +
                                                            polyamine–                                mortar
                                                            epoksi modifikasi
 IV                             0,40             7          Epoxy polyamid        Tar epoxy           Tar epoxy + mortar
 Va                             0,38             3          Silikat Seng          Polyamid Epoxi      Polyamine coal tar
                                                                                                      epoxy
 Vb                             0,38              4         Silikat Seng          Polyamid Epoxi      Polyamine coal tar
                                                                                                      epoxy + mortar
  VI                            0,37             10         Surface tolerant      Tar epoxy coklat    Tar epoxy hitam
                                                            polyamine         –
                                                            epoksi modifikasi
VII a                           0,35              1         Epoxy polyamid        Polyamine coal      Polyamine coal    tar
                                                                                  tar epoxy           epoxy
VII b                           0,35             2          Epoxy polyamid        Polyamine coal      Polyamine coal    tar
                                                                                  tar epoxy           epoxy + mortar
VII c                           0,35             8          Epoxy polyamid        Tar epoxy coklat    Tar epoxy hitam



                                                Perbandingan kuat geser

                      1,4
                      1,2
  Kuat geser ( MPa)




                                                                                                     aspal dan baja
                                       daerah min dan mak
                        1
                                       kuat geser campuran beraspal                                   Kuat geser
                      0,8                                                                             minimum antar
                      0,6                                                                            Linear (kuat geser
                                                                                                      lapisan beraspal
                                                                                                      (AC antar lapisan
                                                                                                     min WC & AC BC)
                      0,4
                                                                                                     beraspal)
                      0,2                                                                            Kuat geser
                                                                                                     Linear (Kuat geser
                                                                                                      maksimum antar
                        0
                                                                                                     maksimum antar
                                                                                                      lapisan beraspal
                            0    1      2   3     4     5    6     7    8     9 10 11                 (AC WC & AC BC)
                                                                                                     lapisan beraspal)
                                                      No benda uji
                                                         contoh

                       Gambar 8. Kuat geser pada pelat Bujur Sangkar diatas pelat baja
        Hal lain yang dapat dilihat   beraspalnya dilakukan dengan
dari hasil pengujian ini ialah,       menggunakan alat pemadat Wheel
bahwa pemasangan mortar yang          Tracking Machine dan juga contoh
berupa butiran serbuk kasar yang      yang diambil dari perkerasan jalan
semula diharapkan untuk menaikkan     lama dengan cara coring, dengan
kuat gesernya, ternyata tidak         metoda pengujian yang serupa
bekerja      sebagaimana      yang    dengan pengujian pada contoh
diharapkan, yaitu ditandai dengan     LBA,
nilai kuat geser dari lapisan yang    Pada contoh fresh yang dibuat di
diberi mortar tidak selalu lebih      laboratorium, kuat geser bervariasi
besar dari kuat geser dari benda      terletak dalam rentang 0,74 MPa
uji yang tidak dipasang mortar.       sampai 1,27 MPa dengan nilai
Begitu juga jenis lapisan terluar     rata-rata 1 MPa dengan standard
tidak memberikan hasil yang           deviasi sebesar 0,26 MPa. Pada
konsisten, dimana terlihat jenis      perkerasan lama yang contohnya
lapisan terluar dari bahan “ tar      diambil dengan cara coring,
epoxy hitam” menghasilkan kuat        memberikan rentang kuat geser
geser yang tidak selalu paling        antara 1,06 MPa sampai 1,69 MPa
besar.                                dengan nilai rata-ratanya sebesar
                                      1,37    MPa    dengan     standard
Perbandingan    Kuat    Geser         deviasinya 0,31 MPa.
antara Lapis Beraspal Pelat           Terlihat bahwa kuat geser rata-
Baja dari Kuat Geser antara           rata lapisan diatas pelat baja
Dua Lapisan Campuran Beraspal         hanya sekitar 41% dari kuat geser
        Untuk lebih mendapatkan       lapisan beraspal wearing diatas
gambaran yang nyata, maka hasil       lapisan beraspal binder dari
pengujian kuat geser antara lapis     contoh dalam keadaan fresh. Kuat
beton aspal dengan pelat baja di      geser pada contoh yang diambil
laboratorium, dibandingkan dengan     dari perkerasan jalan yang sudah
kuat geser antar lapisan beraspal     lama memberikan hasil yang lebih
pada konstruksi jalan raya yang       besar, mungkin karena sifat aspal
juga diuji di laboratorium.           tack coat-nya sudah mengalami
Hariyadi       (2007)     melakukan   perubahan,     disebabkan      oleh
penelitian kuat geser antar lapisan   pengaruh waktu dan lingkungan.
beraspal,      dimana     percobaan   Karena itu, perbandingan kuat
tersebut dilakukan pada contoh        geser antara contoh pelat baja
yang fresh dibuat dilaboratorium,     bujur sangkar dan contoh yang
dimana Pemadatan campuran             diambil dari perkerasan jalan lama
tidak akan menggambarkan keadaan          terutama antara campuran
yang seimbang.                            beraspal dan pelat baja.

                                       DAFTAR PUSTAKA
KESIMPULAN DAN SARAN
                                       American    Institute  of  Steel
Dari percobaan dan bahasan                  Construction., 1963, Design
tersebut diatas, dapat ditarik              Manual for Orthotropic Steel
beberapa      kesimpulan    sebagai
                                            Plate Deck Bridges
berikut,
1. Kuat geser antara campuran          Asphalt Institute Manual Series No
   beraspal dengan pelat baja               2, 1993, Mix Design Method
   mempunyai       nilai   rata-rata        for Asphaltic Concrete and
   sebesar 0,40 MPa, yaitu lebih            Other Hot – Mix Types.
   kecil dibandingkan kuat geser       Asphalt    Institute,     Superpave
   antara dua lapisan campuran              Series     No       1,   1977,
   beraspal, yang mempunyai kuat            Performance graded asphalt
   geser rata-rata 1 MPa.
                                            binder   specification and
2. Penambahan mortar pada lapis
   pelindung paling luar, tidak             testing.
   selalu memberikan kenaikan          Departemen        Pekerjaan    Umum,
   kuat geser.                             2005,     Spesifikasi  umum
3. Bahan lapis pelindung pelat              bidang jalan dan jembatan.
   baja yang digunakan diatas,         Hariyadi,   Eri    Susanto.,    2007,
   tidak menunjukkan pengaruh               Pengembangan pendekatan
   yang nyata antar satu jenis              simulasi dan laboratorium
   dengan jenis lainnya terhadap
                                            terhadaap kondisi bonding
   nilai kuat geser yang dihasilkan.
4. Perlu ke hati-hatian dalam
                                            antar lapis perkerasan beraspal,
   pelaksanaan pemadatan dilapangan,        Disertasi program S3.
   supaya dihindari terjadinya         O’Flaherty,       CA.,      Highway
   rongga-rongga pada bidang                Engineering, volume 2, Third
   kontak antara dua lapisan,               Edition.