Jurnal JATAN-KELEBIHAN SERTA KEKURANGAN PERKERASAN-M.Sjahdanulirwan

Document Sample
Jurnal JATAN-KELEBIHAN SERTA KEKURANGAN PERKERASAN-M.Sjahdanulirwan Powered By Docstoc
					   KELEBIHAN SERTA KEKURANGAN PERKERASAN
             BERASPAL DAN BETON
                                M.Sjahdanulirwan
              Puslitbang Jalan dan Jembatan, Jl.A.H.Nasution 264 Bandung



RINGKASAN
        Untuk melayani lalu lintas kendaraan, maka permukaan tanah dasar jalan
perlu diberi perkerasan, sehingga beban yang diterima bisa didistribusikan hingga
besaran yang mampu dipikul oleh tanah dasar tersebut. Dari segi effisiensi,
perkerasan yang dibuat di atas tanah dasar biasanya dari bawah ke atas disebut
lapis pondasi bawah (sub-base), lapis pondasi (base), dan lapis permukaan
(surfacing), dengan kekuatan yang makin ke atas makin besar. Ada kalanya, sesuai
perhitungan perencanaan, di bawah lapis permukaan hanya ada lapis pondasi
atau lapis pondasi bawah (lantai kerja) saja, kemudian langsung tanah dasar.
Bahan untuk perkerasan jalan juga bermacam-macam, umumnya mulai dari
agregat, bahan beraspal, atau beton semen. Makalah ini meninjau kelebihan serta
kekurangan lapis permukaan jalan yang terbuat dari aspal dan beton, dengan
perhatian utama pada faktor biaya, waktu, keawetan dan kekuatan, kenyamanan
dan keselamatan, aspek konstruksi dan peralatan, serta dampak lingkungan.
Selanjutnya makalah ini menguraikan sintesis dan inovasi yang tersedia untuk
mengurangi kelemahan dari masing-masing jenis perkerasan tersebut.

Kata Kunci : perkerasan beraspal, perkerasan beton, sintesis dan inovasi


SUMMARY
        For servicing the passage of vehicles, on the top of sub-grade are consist
of pavement, so that the receiving load can be distributed to the value that can be
borne of that sub-grade. From efficiency point of view, pavement which are build
on the top of subgrade, usually from the bottom to up are namely sub-base, base,
and surfacing, with strength are higher to the top. Sometimes, according to design
calculation, below the surfacing, there is only base or sub-base (plat form) only,
then direct to sub-grade. Material for road pavement also varied, commonly from
aggregate, bituminous, or cement concrete. This paper review the advantages and
disadvantages the surfacing made from bituminous and concrete, with particular
attention to cost, time, durability and strength, comfort and safety, construction
and equipment aspects, and environment impact. Then, the paper describes
sinthesis and innovative which are available to reduce the disadvantages of each
type of pavement.
Keywords: bituminous pavement, concrete pavement, synthesis and innovative

PERKERASAN BERASPAL                        Faktor Waktu
                                                   Umumnya selesai konstruksi,
Faktor Biaya
                                           perkerasan beraspal tidak perlu
       Perkerasan beraspal umumnya         menunggu waktu yang lama, atau
membutuhkan         biaya     awal         bisa langsung melayani kendaraan.
konstruksi yang lebih rendah dari          Bila satu dan lain hal perkerasan
perkerasan beton, terlebih sebelum         perlu dibongkar atau direcycling,
kenaikan harga minyak dunia yang           maka waktu yang diperlukan juga
berimbas pada kenaikan harga               tidak lama, dengan kemampuan
aspal. Namun untuk daya dukung             alat yang tidak terlalu besar.
tanah dasar dan umur rencana
yang sama seperti perkerasan               Keawetan dan Kekuatan
beton, maka keperluan agregat
                                                    Perkerasan beraspal bila
perkerasan beraspal akan lebih
                                           dipelihara dengan baik bisa
banyak, sehingga perlu pembukaan
                                           bertahan      sampai 10 tahun,
sumber material baru.
                                           sebelum       dilakukan    pekerjaan
       Selain    itu    perkerasan
                                           peningkatan atau overlay. Karena
beraspal    membutuhkan      biaya         sifatnya yang viscous elastis, maka
pemeliharaan yang lebih tinggi             pekerasan beraspal lebih awet bila
selama umur rencana. Untuk                 melayani lalu lintas dengan
mengurangi pemeliharaan yang               kecepatan sedang atau tinggi.
tinggi ini, maka perkerasan                Pada kecepatan rendah atau statis
beraspal lebih sesuai untuk lokasi         (seperti     pemberhentian     bus),
yang tidak memiliki masalah                perkerasan        beraspal     harus
dengan drainase, dan lalu lintas           didesain khusus untuk lebih tahan
yang lewat tidak terlalu padat.            terhadap alur, yaitu dengan
Selain itu biaya pemeliharaan              gradasi tertentu dan aspalnya
dapat dikurangi, bila kerusakan            lebih tahan terhadap beban berat
yang terjadi (seperti: lubang,             (titik lembek tinggi atau penetrasi
amblas) segera ditangani sedini            rendah). Kekuatan perkerasan
mungkin.                                   akan turun bila temperatur naik
(pada siang hari). Oleh karena itu,     Aspek Konstruksi dan Peralatan
terlebih untuk kendaraan berat,
                                                Secara historis perkerasan
bila kendaraan berjalan di malam
                                        beraspal sudah lebih dikenal dan
hari akan membantu keawetan
                                        lebih    awal      dibangun      dari
perkerasan beraspal. Perkerasan
                                        perkerasan beton. Peralatan yang
beraspal ini juga sangat sesuai
                                        digunakan juga beragam, dari
untuk konstruksi badan jalan yang
                                        yang sederhana untuk konstruksi
belum stabil (masih turun), atau
                                        pelaburan atau makadam, hingga
sering terjadi bongkar pasang
                                        yang lebih lengkap (asphalt mixing
jaringan utilitas bawah tanah
                                        plant) untuk konstruksi campuran
(listrik, gas, telpon, air).
                                        panas. Pengalaman kontraktor di
                                        bidang    konstruksi     perkerasan
Kenyamanan dan Keselamatan
                                        beraspal juga sudah lebih lama
        Umumnya          perkerasan     dan meluas. Workmanship yang
beraspal sangat nyaman untuk            tinggi mulai dirasa perlu untuk
dilalui, terlebih pada konstruksi       pekerjaan      dengan     peralatan
                                        canggih, seperti recycling, atau
campuran       panas,    di    mana
                                        persyaratan kuantitas bahan yang
kekasarannya cukup rendah, yang         tepat, seperti surface dressing.
juga     mengurangi      kebisingan.
Warnanya yang hitam atau gelap          Dampak Lingkungan
tidak memberikan efek silau pada
                                                Kecuali pada tipe aspal
siang hari. Khusus untuk melayani       emulsi,    perkerasan    beraspal
kecepatan tinggi (jalan tol), bila      umumnya memerlukan energi
konstruksi dibuat agak porous, air      yang tinggi, baik pada waktu
yang tergenang saat hujan akan          pencampuran,      penghamparan,
lebih    cepat    terserap,    selain   maupun pemadatan. Hal ini
mengalir ke tepi. Jarak pengereman      ditentukan oleh nilai viskositas
                                        yang dibutuhkan oleh aspal agar
kendaraan di atas perkerasan
                                        bisa menyelimuti agregat dengan
beraspal cukup baik, karena nilai
                                        baik, dan masih mudah dalam
kekesatan       permukaan       (skid   pelaksanaan (workability). Energi
resistance) hanya turun sedikit         yang tinggi ini digunakan untuk
(proses      polishing    diimbangi     memanaskan campuran beraspal
ageing), atau hampir konstan            (umumnya di atas 150oC), dan itu
sepanjang umur rencana.                 tentu menguras sumber-sumber
                                        energi (baik renewable maupun
non-renewable) yang ada di alam.      pemeliharaan bisa tetap rendah,
Pada konstruksi beraspal sederhana,   kalau selama masa pembangunan
seperti   penetrasi      macadam,     beton dirawat dengan baik,
umumnya digunakan kayu sebagai
                                      khususnya pembasahan permukaan
sumber energi, yang tentunya
berpengaruh terhadap kelestarian      (mengurangi     pengaruh    panas
hutan. Selain kebutuhan energi,       matahari terhadap penguapan),
dampak lain terhadap lingkungan       dan dihindari dari beban kendaraan
adalah emisi hasil pembakaran.        sebelum saatnya dibuka.

                                      Faktor Waktu
PERKERASAN BETON
                                              Karena kekuatan beton
                                      selesai dicor masih rendah, maka
Faktor Biaya
                                      perlu menunggu waktu lama (~28
       Biaya    awal     konstruksi   hari) untuk bisa dilewati lalu lintas.
perkerasan beton walau masih di       Karena itu untuk peningkatan
atas perkerasan beraspal, namun       jalan lama, harus disediakan jalan
                                      sementara, atau menutup sebagian
karena pemeliharaannya sedikit
                                      lebar jalan bagi lalu lintas.
dan umur rencananya lebih
                                      Memang ada additive untuk
panjang, maka biaya totalnya (life    mempercepat kekuatan beton
cycle cost) akan lebih rendah dari    sampai umur ~14 hari, namun ini
perkerasan     beraspal.     Untuk    tentu menambah biaya, dan
kondisi tanah dasar dan umur          perawatannya juga harus lebih
rencana yang sama dengan              ketat. Karena konstruksi beton itu
perkerasan beraspal, keperluan        kemudian cukup keras, maka bila
                                      dibongkar      atau      direcycling
agregatnya lebih rendah (sangat
                                      dibutuhkan waktu yang lama,
cocok untuk daerah dengan             serta alat yang kuat (powerful).
ketersedian agregat terbatas).
Walaupun demikian bila terjadi        Keawetan dan Kekuatan
kerusakan pada pelat/slab beton
                                              Umumnya        perkerasan
perlu perbaikan pada satu atau        beton bila pada awal pengecoran
dua    segmen      dengan    biaya    dirawat   dengan     baik,  umur
pembongkaran dan perbaikan            pelayanannya bisa mencapai lebih
yang cukup tinggi, sehingga akan      dari 20 tahun. Karena kekuatannya
menambah biaya total. Biaya           yang cukup tinggi, perkerasan
beton ini cocok untuk segala jenis    lintas dan tumpahan oli, namun
pembebanan lalu lintas yang berat     sering secara estetika tidak
atau statis sekalipun. Syarat kedua   seragam dan cenderung masih
untuk mencapai umur rencana           tetap putih atau abu-abu pada
yang panjang, adalah pondasinya       bagian di luar jejak roda. Karena
yang mantap (tidak turun, apalagi     konstruksi beton umumnya tidak
secara parsial). Syarat ketiga        porous, maka pada waktu hujan,
adalah perhatian dan pemeliharaan     air     yang     tergenang     bisa
sambungan antar segmen (joint         menimbulkan slip (hydroplanning),
sealent) terhadap masuknya air        terlebih untuk perkerasan beton
hujan. Berbeda dengan perkerasan      yang sudah licin. Jarak pengereman
beraspal, maka perkerasan beton       untuk konstruksi yang baru sangat
ini kurang sesuai untuk konstruksi    baik     (walaupun    menimbulkan
jalan/bahu yang masih sering          keausan pada ban kendaraan),
terjadi bongkar pasang jaringan       namun mulai paruh umur rencana,
utilitas.                             kekesatan bisa menurun cepat
                                      (polishing lebih dominan dari
Kenyamanan dan Keselamatan            ageing), sehingga perlu regroving
        Perkerasan beton memang       bila kekesatan lebih rendah dari
tidak senyaman aspal (nilai           persyaratan.
kekasaran     rata-rata   di   atas
4m/km), terutama pada kecepatan       Aspek Konstruksi dan Peralatan
tinggi, di mana selain kekasaran,
                                              Perkerasan beton mulai
pengaruh sambungan juga terasa,
                                      dikenal luas di Indonesia sejak
dan ini meningkatkan kebisingan.
                                      pertengahan tahun 1980-an, di
Menambah        panjang     segmen
                                      mana saat itu pabrik-pabrik semen
memang salah satu solusi, namun
                                      masih memiliki kapasitas produksi
konstruksi sambungan membutuhkan
                                      berlebih untuk kebutuhan domestik
desain yang lebih seksama, karena
                                      dan ekspor. Walaupun demikian di
nilai muai dan susutnya tentu akan
                                      awal perkembangannya tidaklah
lebih besar. Warna beton yang
                                      terlalu intensif, mengingat belum
cenderung putih, kurang kontras
                                      banyaknya jalur lintas kendaraan
dengan marka jalan yang juga
                                      berat     (peti   kemas),    harga
putih atau kuning, serta bisa
                                      perkerasan beton yang tinggi,
melelahkan     pandangan      mata.
                                      masih rendahnya jam terbang
Memang seiring perjalanan waktu,
                                      kontraktor, dan investasi peralatan
warna beton itu akan menjadi
                                      yang cukup besar di tengah
agak gelap karena lintasan lalu
permintaan   pasar   yang   belum     Cement     Treated         Asphalt
jelas.                                Mixing (CTAM)
                                               Konstruksi ini terbuat dari
Dampak Lingkungan                     perkerasan berapal yang sangat
       Dari segi bahan baku,          porous, kemudian disirami dengan
energi yang dibutuhkan untuk          pasta (mortar) semen. Keunggulannya
memproduksi semen atau aspal          adalah kekuatannya yang jauh di
per satuan volume mungkin tidak       atas       perkerasan       beraspal,
jauh berbeda. Namun karena            mendekati kekuatan perkerasan
kebutuhan aspal dalam campuran        beton. Konstruksi ini tentu saja
hanya sekitar 5-6%, sedangkan         cocok untuk menahan beban yang
semen bisa lima kali lipatnya,        lebih     berat    dari   perkerasan
maka energi yang dibutuhkan           beraspal, atau lokasi dengan
untuk menghasilkan bahan baku         kecepatan rendah atau statis
semen akan lebih besar dari aspal     (perempatan jalan, pemberhentian
untuk volume perkerasan jalan         bus). Tentu saja dibutuhkan
yang sama. Walaupun demikian,         peralatan      penyemprot      cairan
secara total karena pencampuran       semen sehingga bisa masuk
semen,      air,  dan     agregat
                                      sampai lapis terbawah dari CTAM
merupakan proses kimia, tanpa
                                      ini. Bila diinginkan penetrasi pasta
memerlukan pemanasan, maka
                                      semen        berlangsung      normal
energi yang dibutuhkan untuk
membentuk perkerasan beton            (gravitasi) tanpa tekanan, maka
jauh lebih rendah dari perkerasan     campuran pasta semen harus
beraspal.                             didesain memiliki viskositas rendah
                                      menyerupai air, dengan atau
SINTESIS DAN INOVASI                  tanpa bantuan additive, serta
                                      dengan       gradasi    yang    tepat
        Menilik   kelebihan    dari
                                      [Yamin, 2004]. Perkerasan CTAM
masing-masing jenis perkerasan
                                      ini sudah mulai bisa digunakan
tersebut di atas, secara teoritis
                                      untuk lalu lintas hanya beberapa
tentu bisa dibuat perkerasan baru
yang bisa meminimalisir kekurangan-   jam setelah selesai dibangun.
kekurangan yang ada. Beberapa di
antaranya masih dalam taraf           Beton elastis
penelitian dan pengembangan,                 Perkerasan ini ditujukan
dan sebagian lagi sebenarnya          untuk memperbaiki sifat beton
sudah bisa diaplikasikan.             sehingga    bisa  lebih  adaptif
terhadap badan jalan yang belum        ketat    dan    seragam,      tanpa
stabil. Modifikasi yang dilakukan      gangguan lalu lintas. Diperlukan
adalah dengan menambahkan              truk kontainer dan crane untuk
karet atau fiber ke dalam              angkutan dan operasi/pemasangan
campuran      beton.     Perkerasan    beton precast ini. Selain itu, perlu
beton elastis ini memiliki kekuatan    perhatian terhadap hubungan
yang lebih rendah dari beton           antar segmen, yang biasanya tidak
biasa. Dengan kelenturan tersebut      sebaik beton yang dicor setempat.
diharapkan perkerasan ini tidak
mudah       patah     atau    retak.   Overlay tipis aspal, dan jenis
Penelitian awal dengan beton           semen perkerasan beton
karet [Roestaman dan Siegfried,               Tujuan utama melakukan
2007],      menunjukkan      bahwa     overlay non-struktural ini adalah
diperlukan penurunan faktor air        untuk memperbaiki kenyamanan
semen menjadi sekitar 0,3 - 0,4        (warna, kekasaran, kebisingan) dan
serta     bahan     tambah     jenis   keamanan (kekesatan) perkerasan
plasticizer, untuk bisa mencapai       beton.     Bagian    krusial   dari
hasil yang optimal.                    pelapisan tipis ini adalah tack
                                       coating yang bisa mempengaruhi
Beton precast                          ketahanan terhadap pengelupasan.
                                       Alternatif lain untuk menambah
        Dari namanya sudah bisa
                                       kenyamanan dari segi warna
diduga bahwa tujuannya untuk
                                       perkerasan       beton,      adalah
mengurangi waktu tunggu bagi
                                       penggunaan jenis semen dengan
lalu lintas, dari 28 hari menjadi
                                       warna yang lebih gelap.
secara drastis hanya beberapa
jam. Konstruksi ini sudah pernah
                                       Aspal Buton (Asbuton)
dicoba di beberapa tempat, seperti
perbaikan lajur busway Jakarta,                Bila pada aspal minyak
yang dilaksanakan pada malam           biasa titik lembeknya 49oC, maka
hari, dan esok paginya sudah bisa      pada aspal alam ini bisa mencapai
dilewati kendaraan. Pembuatan          55oC, sehingga sangat sesuai
beton     precast    tidak    harus    untuk      iklim  tropis    seperti
dilakukan di pabrik yang jauh dari     Indonesia. Dengan penetrasi aspal
lokasi proyek, tapi bisa di tempat     yang rendah, maka perkerasan
sehingga      mengurangi      biaya    Asbuton ini lebih tahan terhadap
angkut. Kelebihan lainnya adalah       alur. Pada kondisi aslinya Asbuton
mutu beton yang bisa dijaga lebih      ini mengandung mineral bervariasi
dari 50% hingga 90%, sehingga          Gambar 1. Selain penggunaan
penggunaannya pada campuran            aspal emulsi, ada juga teknologi
panas agak terbatas (dari sisi         pengkabutan aspal yang disebut
perbandingan       jumlah     filler   foamed bitumen. Riset di luar
terhadap aspal), yaitu guna            negeri sudah berhasil menemukan
menghindari kerusakan crack.           aspal yang hanya membutuhkan
Penggunaan Asbuton bisa dicapai        temperatur    sekitar   110-130oC
lebih   banyak      bila  aspalnya     untuk bisa menyelimuti agregat
diekstraksi dari mineral (baik         dengan baik, serta masih mudah
secara penuh maupun sebagian).         dalam pelaksanaan [Nynas, 2007].
Asbuton yang diekstraksi penuh         Teknologinya berupa penambahan
(full extraction) akan bersaing        sejenis bahan lilin atau plastik ke
"apple to apple" dengan aspal          dalam aspal. Semuanya ini tentu
minyak. Problem utama saat ini         bisa menghemat energi. Di
untuk Asbuton ekstraksi penuh          Puslitbang Jalan dan Jembatan
adalah persyaratan LOH (loss on        (Departemen PU), riset berupa
heating) yang sulit tercapai.          penambahan bahan plastik ke
Tantangan di laboratorium adalah       dalam aspal memang telah lama
mencari senyawa yang bisa              dilakukan, namun fokusnya lebih
memenuhi syarat LOH tersebut.          kearah perbaikan sifat kinerja
Secara teoritis senyawa ini mirip      deformasi (rutting performance)
dengan minyak ringan yang              campuran beraspal.
menguap         dalam       proses
pembuatan        aspal     minyak
(blowing).

Aspal Temperatur Rendah
       Aspal       yang      hanya
memerlukan temperatur rendah
untuk mencapai viskositas yang
dibutuhkan bagi penyelimutan
agregat, disebut juga sebagai aspal
dengan kepekaan temperatur tinggi
(high temperature susceptibility)
atau sering dikategorikan sebagai
aspal     yang      memiliki    PI     Gambar 1. Viskositas vs temperatur.
                                           [Sjahdanulirwan, 2003]
(penetration index) rendah. Lihat
Perencanaan       Dengan     Dana      mengurangi panjang jalan yang
Terbatas                               ditangani dari pada membagi rata,
                                       sedangkan bagian yang belum
        Pertanyaan utama dalam
                                       ditangani cukup dipelihara asal
ulasan ini adalah apakah dengan
                                       berfungsi saja, yakni bisa dilalui
dana terbatas kita harus membagi
                                       kendaraan. Pemborosan dengan
rata terhadap panjang jalan yang
                                       cara bagi rata ini bisa mencapai
ditangani ? Katakanlah dana yang
                                       134% [Sjahdanulirwan dan Nono,
ada hanya cukup untuk overlay 3
                                       2005].
cm aspal, sedangkan perencanaan
yang ideal adalah overlay 20 cm
                                       Pengaturan Serta Insentif
untuk mencapai umur rencana
yang diinginkan. Untuk lalu lintas             Untuk      mempertahankan
ringan, membagi rata dana              keawetan perkerasan, khususnya
tidaklah begitu bermasalah. Untuk      perkerasan        beraspal,    maka
lalu lintas berat, membagi rata
                                       beberapa aturan atau pemberian
dana sangatlah tidak effektif,
ibarat "memberi garam ke laut".        insentif bisa dilakukan, misalnya:
Overlay aspal tipis 3cm hanya          a. Meningkatkan        moda     lain,
bertahan beberapa bulan, dan              seperti     kereta    api    atau
akan hancur dilalui kendaraan             angkutan laut, khususnya untuk
berat setelah musim hujan datang.         mengurangi beban terhadap
Untuk        perkerasan       beton,      jalan akibat muatan berlebih.
pengurangan dari tebal minimal 30      b. Pemberian pajak yang lebih
cm (pada mutu tinggi minimal 27
                                          ringan terhadap truck dengan
cm) bisa berakibat fatal, karena
pelayanannya akan sangat turun            jumlah gandar (sumbu) yang
tajam di bawah batas tebal                lebih banyak.
minimal. Demikian pula misalnya        c. Pemberian diskon tarif tol
bila lantai kerja (beton B0) dengan       secara otomatis untuk kendaraan
minimal tebal 10cm dikurangi              berat yang lewat pada malam
menjadi katakanlah 7cm, akan              hari, dan penyesuaian tarif tol
terjadi akibat-akibat yang tidak
                                          yang       lebih     proporsional
diinginkan,      seperti   pumping
                                          terhadap daya rusak setiap jenis
material halus di bawahnya.
Hasilnya adalah slab di atasnya           kendaraan pada perkerasan (selain
harus dibongkar. Dengan demikian          okupasi waktu dan ruang).
bila dana terbatas, lebih baik
KESIMPULAN                                 dan perbaikan konstruksi yang
                                           cukup tinggi, butuh waktu
1. Perkerasan beraspal memiliki            sampai cukup kuat untuk
   kelebihan dari pada perkerasan          dilewati, tidak sesuai bagi
   beton dalam hal: biaya awal             konstruksi badan jalan yang
   konstruksi     yang    rendah,          labil   atau    masih      terjadi
   langsung bisa berfungsi, sesuai         bongkar      pasang       utilitas,
   untuk konstruksi badan jalan            kurang nyaman (kekasaran,
   yang belum stabil, nyaman               sambungan), dan silau akibat
   dan aman untuk dilalui, serta           warna      perkerasan        yang
   tidak begitu sulit dalam                cenderung putih.
   pelaksanaan pembangunannya.          5. Sintetis dan inovasi untuk
2. Kekurangan perkerasan beraspal          meminimalisir        kekurangan
   dibandingkan perkerasan beton           masing-masing         perkerasan
   adalah biaya pemeliharaan               serta untuk tujuan spesifik,
   yang tinggi, kurang tahan               sudah      tersedia,     seperti:
   beban    berat   atau    pada           cement treated asphalt mixing
   kecepatan rendah/statis, dan            (mendekati kekuatan beton,
   kebutuhan energi yang tinggi            namun langsung bisa berfungsi),
   khususnya untuk campuran                beton elastis (untuk badan
   aspal panas.                            jalan yang belum stabil), beton
3. Perkerasan beton memiliki               precast      (langsung     bisa
   kelebihan        dari        pada       berfungsi), overlay tipis dan
   perkerasan beraspal dalam               jenis semen perkerasan beton
   hal: biaya total (life cycle cost)      (memperbaiki kenyamanan dan
   konstruksi yang rendah karena           keamanan), asbuton (lebih
   pemeliharaan yang minim,                tahan lalu lintas berat), aspal
   lebih awet dan kuat, serta              temperatur rendah (hemat
   lebih      rendah         dampak        energi), perencanaan yang
   lingkungannya.                          lebih effektif dengan dana
4. Kekurangan perkerasan beton             terbatas, serta pengaturan dan
   dibandingkan           perkerasan       pemberian      insentif  (untuk
   beraspal adalah : biaya awal            mempertahankan keawetan).
DAFTAR PUSTAKA                       Sjahdanulirwan, M, dan Nono;
                                          2005, “Strategi Perencanaan
Nynas; 2007, “Asphalt: A Cooler           Peningkatan      Perkerasan
     Customer”, World Highways,
                                          Jalan Lentur”, Jurnal Jalan-
     page 49-50, July/August.
Roestaman dan Siegfried; 2007,            Jembatan, Vol.22, No.3, hal
     “Beton    Karet   (Flexible          1-13, Nopember.
     Concrete) Untuk Perkerasan      Yamin, R.Anwar; 2004, "Model
     Kaku (Rigid Pavement)”,              Mekanistik Cement Treated
     Proceeding, Kolokium Jalan           Asphalt     Mixture     dan
     dan Jembatan, Departemen             Kinerjanya pada Iklim Tropis
     PU, Nopember.                        Indonesia", Disertasi PhD,
Sjahdanulirwan,    M;     2003,
                                          Institut Teknologi Bandung.
     “Karakteristik Aspal yang
     Diperlukan Sebagai Bahan
     Jalan”, Jurnal Litbang Jalan,
     Vol.20, No.4,     hal    1-4,
     Desember.