Docstoc

JURNA PUSJATAN-PENELITIAN PEMANFAATAN ASBUTON BUTIR DI KOLAKA SULAWESI TENGGARA-NYOMAN

Document Sample
JURNA PUSJATAN-PENELITIAN PEMANFAATAN ASBUTON BUTIR DI KOLAKA SULAWESI TENGGARA-NYOMAN Powered By Docstoc
					     PENELITIAN PEMANFAATAN ASBUTON BUTIR
         DI KOLAKA SULAWESI TENGGARA
                                     Nyoman Suaryana
                             Pusat Litbang Jalan dan Jembatan
                           Jl. A.H. Nasution 264 Bandung 40294
                                nyomansuaryana@yahoo.com
                  *) Diterima : 10 September 2008;  Disetujui : 19 Nopember 2008           



RINGKASAN
Kebutuhan aspal nasional Indonesia sekitar 1,2 juta ton pertahun. Dari kebutuhan
ini, baru 0,6 juta ton saja yang dapat dipenuhi oleh PT. Pertamina sedangkan
sisanya dipenuhi melalui impor. Sementara ketersedian aspal minyak semakin
terbatas dan harga yang cenderung naik terus seiring dengan harga pasar minyak
mentah dunia. Untuk menjawab kendala di atas, maka salah satu alternatf yang
menjanjikan adalah penggunaan aspal buton yaitu asbuton sebagai bahan
subsitusi aspal minyak. Pada saat ini teknologi Asbuton telah berkembang pesat
meliputi asbuton butir, asbuton pra-campur dan asbuton ekstraksi. Hasil kajian
terhadap uji skala penuh di Kolaka Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa
asbuton mempunyai kemampuan dapat mensubsitusi aspal minyak serta dapat
memperbaiki kinerja campuran berasapal.

Kata kunci : asbuton, kinerja perkerasan, uji coba skala penuh.


SUMMARY
Nationally, Indonesia needs the asphalt materials was approximately 1.2 million
tons each year and only 0.6 million tons can be provided by PT. Pertamina and the
rest should be imported from another country. Meanwhile asphalt deposits are
decreasing and the prices rise up following prices of world crude oil. A promising
alternative to solve that problem is to use asbuton (asphalt buton) as a substitution
of petroleum asphalt. In recent years, technology of asbuton have been rapidly
developed, including buton granular asphalt, asbuton pre-blending and asbuton
extraction. The result of full scale experiment in Kolaka, South East Sulawesi
indicates that the asbuton material has the capability to substitute petroleum
asphalt as well as to improve the pavement performance.

Key words : asbuton, pavement performace, full scale experimental.
PENDAHULUAN                            Asbuton murni yang karakteristiknya
                                       sudah standar seperti aspal
    Kebutuhan      aspal    nasional   minyak, adalah sebagai substitusi
Indonesia sekitar 1,2 juta ton         aspal minyak sampai 100%.
pertahun. Dari kebutuhan ini, baru
0,6 juta ton saja yang dapat
dipenuhi oleh PT. Pertamina            STUDI PUSTAKA
sedangkan       sisanya     dipenuhi
melalui      import.      Sementara    Asbuton
ketersedian aspal minyak semakin           Pulau Buton terletak di ujung
terbatas      dan     harga     yang   tenggara pulau Sulawesi dan
cenderung naik terus seiring           merupakan salah satu Kabupaten
dengan harga pasar minyak              di Propinsi Sulawesi Tenggara,
mentah dunia. Untuk menjawab           yaitu Kabupaten Buton dengan Ibu
kendala di atas, maka salah satu       Kotanya Bau-bau. Endapan aspal
alternatif yang menjanjikan adalah     alam di Pulau Buton bagian
penggunaan          aspal      buton   selatan terletak pada satu jalur
(asbuton). Asbuton atau Aspal          yang     membujur       dari     teluk
Buton merupakan aspal alam yang        Sampolawa di sebelah selatan
terdapat di Pulau Buton Sulawesi       sampai teluk Lawele di sebelah
Tenggara. Cadangan aspal alam di       utara.    Di    daerah       tersebut
Pulau Buton diperkirakan sekitar       ditemukan 19 daerah singkapan
                                       aspal (out crop).
677 juta ton.
                                           Kadar bitumen dalam asbuton
    Pada saat ini pengembangan
                                       bervariasi dari 10% sampai 40%.
teknologi Asbuton telah mencapai
                                       Pada beberapa lokasi ada pula
tahap yang cukup jauh termasuk
                                       asbuton dengan kadar bitumen
pengembangan asbuton butir dan
                                       sampai 90%. Bitumen asbuton
asbuton semi ekstraksi (pra-
                                       memiliki      kekerasan          yang
campur).
                                       bervariasi. Asbuton dari Kabungka
    Teknologi yang saat ini sedang
                                       umumnya        memiliki      bitumen
dikembangkan adalah teknologi
                                       dengan nilai penetrasi di bawah 10
asbuton ekstraksi. Bitumen murni       dmm sedangkan Asbuton dari
diperoleh dari hasil ekstraksi         Lawele umumnya memiliki bitumen
asbuton dengan metilen-klorida         dengan nilai penetrasi di atas 130
sebagai pelarut atau minyak tanah      dmm dan mengandung minyak
atau pelarut lainnya. Penggunaan       ringan sampai 7%. Apabila minyak
ringan pada asbuton Lawele             cukup baik namun terjadi bleeding
diuapkan, nilai penetrasi bitumen      setelah masa pelayanan tertentu.
turun hingga di bawah 40 dmm.          Hal ini dapat disebabkan oleh
     Asbuton terdiri dari mineral      mineral Asbuton, yang pada
dan bitumen. Mineral Asbuton           awalnya berupa butiran besar/
didominasi     oleh    “Globigerines   kasar dan poros, menyerap bahan
limestone” yaitu batu kapur yang       peremaja tetapi kemudian setelah
sangat halus yang terbentuk dari       masa pelayanan tersebut berubah
jasad    renik    binatang    purba    menjadi       butiran-butiran   halus
foraminifera       mikro       yang    dengan melepas bahan peremaja
mempunyai sifat sangat halus,          yang diserapnya dan campuran
relatif keras, berkadar kalsium        menjadi lebih padat sehingga
karbonat tinggi dan baik sebagai       aspal terdesak keluar.
filler pada beton aspal. Namun              Dilihat dari komposisi kimianya,
dalam Asbuton, mineral dapat           bitumen         Asbuton       memiliki
dianggap     sebagai     gumpalan-     senyawa Nitrogen base yang
gumpalan filler yang membentuk         tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa
butiran besar dan poros yang tidak     bitumen         Asbuton       memiliki
mudah dihaluskan menjadi filler        pelekatan yang baik dan. Namun
tetapi juga tidak cukup keras          dilihat dari karakteristik lainnya,
untuk dianggap sebagai butiran         bitumen Asbuton memiliki nilai
agregat. Kendala yang dapat            penetrasi yang rendah dan getas.
ditimbulkan oleh keadaan seperti       Agar Asbuton dapat dimanfaatkan
ini, sebagaimana yang terjadi          di bidang perkerasan jalan maka
pada campuran Asbuton yang             pada prinsipnya bitumen harus
digunakan di era tahun 80-an           diusahakan        sedemikian     rupa
yang dikenal dengan campuran           sehingga memiliki karakteristik
Lasbutag, yaitu mineral Asbuton        mendekati       karakteristik   aspal
yang pada awal pencampuran             minyak (aspal keras) untuk
berupa butiran besar berubah           perkerasan jalan. Untuk maksud
menjadi kantong-kantong butiran        tersebut maka diperlukan bahan
yang lebih halus (filler) setelah      peremaja yang dapat membuat
mengalami masa pelayanan. Atau         bitumen         Asbuton       memiliki
kasus lain, di lapangan sering kali    karakteristik       seperti     yang
ditemui campuran lasbutag yang         disyaratkan untuk aspal minyak
pada awal penghamparan tampak          secara permanen.
                                        Tabel 1.
                       Tipikal Sifat-Sifat Fisik Bitumen Asbuton
       Lokasi               Penetrasi           Titik Lembek          Viskositas
                          (dmm, 25oC)                (oC)          (135 oC, poises)
 1. Lawele – I2                 75                   48                    4,0
 2. Lawele – G7                150                   42                    2,8
 3. Lawele – E-13              120                   45                    4,1
 4. Lawele – G17               160                   40                    3,1
 5. Kabungka                    22                   63                    5,1
(Sumber : Alberta Research Council, 1989)

Asbuton Campuran Panas                        menunjukkan          kadar     bitumen
    Asbuton     campuran     panas            asbuton.
adalah campuran beraspal panas,
                                              Ketahanan terhadap                 beban
dimana aspal keras sebagian
                                              berulang (fatigue)
diganti dengan bitumen asbuton,
sementara      mineral     asbuton                Ketahanan asbuton campuran
berfungsi menjadi agregat halus               panas terhadap beban berulang
dan menambah prosentase filler.               (fatigue) sangat dipengaruhi oleh
Asbuton yang digunakan sebagai                kadar asbuton dan tipe asbuton
subsitusi tersebut adalah asbuton             yang digunakan. Dalam Gambar 1
butir    dengan     ukuran    butir           di bawah terlihat penggunaan
maksimum 2,36 mm (lolos ayakan                asbuton tipe 15/25 memberikan
                                              ketahanan terhadap fatigue lebih
no. 8). Pada saat ini asbuton butir
                                              baik dibandingkan dengan AC-Pen
dikelompokkan beberapa tipe,
                                              60, sementara asbuton tipe 5/20-2
seperti T 5/20 dan T 15/20, dimana
                                              memberikan hasil yang kurang
angka     pertama     menunjukkan             baik dibandingkan dengan AC-
penetrasi dan angka kedua                     Pen-60.
                                1000



  Regangan Awal (microstrain)

                                                                                            Asb T 15/25
                                                                                            AC Pen 60
                                                                                            Asb T 5/20 - 1
                                                                                            Asb T 5/20 - 2
                                100




                                 10
                                   100                1000                          10000                    100000
                                                       Umur Kelelahan/Repetisi beban (Nf)




                                 Gambar 1. Tipikal Ketahanan Berbagai Tipe Asbuton Terhadap Fatique


Dari Gambar 1 tersebut dapat                                               beban berulang (fatigue), maka
dipelajari, bahwa perlu hati-hati                                          ketahanan terhadap deformasi
menentukan proporsi tipe asbuton                                           permanen juga sangat dipengaruhi
butir yang digunakan. Proporsi                                             oleh kadar asbuton dan tipe
yang     berlebih   dengan     nilai                                       asbuton yang digunakan. Dalam
penetrasi yang rendah dapat                                                Gambar 2 di bawah terlihat
menyebabkan campuran beraspal                                              asbuton tipe T 5/20 – 2
relatif mudah retak (fatigue).                                             memberikan ketahanan terhadap
                                                                           deformasi permanen yang paling
Ketahanan terhadap                                                         baik. Namun jika melihat hasil
deformasi permanen                                                         sebelumnya asbuton tipe ini
                                                                           sebaliknya memberikan ketahanan
   Seperti  halnya   ketahanan
                                                                           terhadap fatigue yang relatif buruk
asbuton campuran panas terhadap
                                       .
                         6


                         5
                                                                                           Stabilitas Dinamis (lint/mm)
                                                          conditioning       measuring     AC Pen 60           1750




         DEFORMASI, mm
                         4
                                       Asb T T 15/25                                       Asb T 15/25         2625
                                       Asb T 5/20 -1                                       Asb T 5/20-1        2863
                         3
                                                                                           Asb T 5/20-2        4500
                                              AC Pen 60
                         2

                                              Asb T 5/20 -2
                         1


                         0
                             0   200    400         600       800          1000     1200   1400     1600     1800         2000
                                                                         LINTASAN


             Gambar 2. Tipikal Ketahanan Terhadap Deformasi Permanen

Penilaian Kinerja Perkerasan                                                      lapangan, banyak metoda untuk
                                                                                  melakukan    perhitungan   balik,
    Secara umum penilaian kinerja                                                 diantaranya    adalah    metoda
perkerasan jalan dapat dipisahkan                                                 AASHTO 1993 (flexible pavement)
menjadi dua, yaitu yang bersifat                                                  serta metoda Bina Marga Pd T-05-
fungsional      dan       struktural.                                             2005-B.
menghitung balik. Kinerja perkerasan
jalan lentur berdasarkan fungsional
dapat didefinisikan sebagai nilai                                                 METODOLOGI
Persentase     Indeks     Pelayanan
(Percentage Serviceability Index,                                                     Dalam studi ini, terlebih dahulu
PSI) yang merupakan fungsi dari
                                                                                  dikumpulkan data aktual mengenai
kerataan (roughness).         Dalam
perkembangan lebih lanjut kinerja                                                 kondisi perkerasan pada ruas jalan
fungsional dinyatakan dalam IRI                                                   Kp. Baru - Pomalaa, Kendari
(International Roughness Index)                                                   Sulawesi Tenggara dan volume
dan hasil survei kondisi. Nilai IRI                                               lalu-lintas yang menggunakan ruas
di     bawah     6     menunjukkan                                                jalan tersebut. Kondisi struktural
perkerasan masih dapat berfungsi                                                  jalan disurvei dengan menggunakan
dengan baik.
                                                                                  alat BB (Benkelmen Beam).
    Untuk menilai kinerja jalan
                                                                                  Selanjutnya data aktual digunakan
berdasarkan struktural dilakukan
cara menghitung balik berdasarkan                                                 untuk      menghitung     kebutuhan
hasil    pengujian    lendutan     di                                             tebal perkerasan.
    Asbuton campuran beraspal                                                                 HASIL KAJIAN
panas     yang    sesuai    dengan
karakteristik bahan yang ada                                                                  Data Lalu-lintas                     dan      Data
kemudian dirancang.      Uji gelar                                                            lendutan BB
skala penuh dilaksanakan dan                                                                      Dari hasil survei yang telah
pada umur perkerasan 1 tahun                                                                  dilakukan, berikut ini diperlihatkan
dilakukan    pengamatan      untuk                                                            data lalu-lintas dan data yang
melihat kinerja perkerasan.                                                                   lendutan awal      yang diperoleh.


                                                                 Tabel 2.
                                             Data Lalu-lintas Ruas Kp. Baru –Pomalaa (Sultra)
                                                                           ARAH (Hari Ke-1) ARAH (Hari Ke-2) ARAH (Hari Ke-3)
 No.                              Jenis Lalu-lintas                                                                                         LHR
                                                                           Kp. Baru Pomalaa Kp. Baru Pomalaa Kp. Baru Pomalaa

 1                Sepeda Motor                                               4,488    3,854      4,634     3,445           3,587    4,353   8,120
 2                Sedan, Jeep, Station Wagon                                   394      434        474       448             424      351     842
 3                Oplet, Pick up, Combi, Mini Bus                              439      413        437       440             416      430     858
 4                Pick up, Mikro Truk, Mob. Hantaran                           267      334        358       329             325      306     640
 5                Bus Kecil                                                     16       11         14         7              10       15      24
 6                Bus Besar                                                      3        2          4         3               3        3       6
 7                Truk Berat 2 Sumbu                                           120      115        124       108             109      116     231



                                                                RESUME PERHITUNGAN TEBAL OVERLAY
                                                                      (METODA Pd T-05-2005-B)
                                                                    RUAS : KP. BARU - POMALAA
                  4
                          RESUME :
                          1. D w akil = 0,84;   Ho = 3,6 cm; Ht = 3,0 cm
  LENDUTAN (MM)




                  3       2. D w akil = 1,10;   Ho = 8,1 cm; Ht = 6,9 cm
                          3. D w akil = 0,84;   Ho = 3,6 cm; Ht = 3,0 cm
                          4. D w akil = 1,10;   Ho = 8,1 cm; Ht = 6,9 cm
                  2


                  1


                  0
                  0.000              1.000              2.000              3.000      4.000        5.000           6.000           7.000    8.000

                                                                                     STATION

                  Gambar 3. Data Lendutan BB Sebelum Overlay dan rencana Tebal Overlay
    Berdasarkan hasil perhitungan        disajikan pada Tabel 3, Tabel 4
tebal kebutuhan pelapisan ulang,         dan Tabel 5.
mempertimbangkan persyaratan             AC-WC dengan asbuton T 15/25
tebal minimum masing-masing              digunakan pada Sta. 0+00 –
lapisan, dan ketersediaan dana           1+000.       Sementara perkerasan
maka     tebal  yang     dipasang        lainnya menggunakan asbuton T
menjadi:                                 5/20.
                                         Dari hasil rancangan campuran
• Sta 0+000 – 1+000 : Digunakan          tersebut terlihat nilai-nilai yang
  AC-WC tebal 4 cm                       diperoleh telah memenuhi syarat.
• Sta 1+000 – 5+600 : digunakan              Apabila dibandingkan dengan
  AC-WC : 4 Cm dan AC-BC : 5             campuran beraspal konvensional
  cm.                                    yang banyak dilaksanakan di
• Sta 5+600 – 6+500 : digunakan          sekitar lokasi uji coba, maka kadar
  AC-WC : 4 cm.                          aspal optimum yang diperoleh
                                         relatif lebih tinggi sekitar 0,3 %.
Data  Karaktristik       Asbuton         Nilai ini dapat diterima mengingat
Campuran Panas                           kadar bitumen asbuton dalam
                                         perhitungan diasumsikan termobilisir
   Karakteristik asbuton campuran        seluruhnya. Dalam kenyataanya
panas yang digunakan untuk               kadar bitumen asbuton tersebut
melaksanakan pelapisan ulang             tidak termobilisir semuanya keluar.

                                  Tabel 3.
          Karakteristik AC-BC (Asbuton T 5/20 dengan proporsi 5 %)
                                                  Syarat
 No      Parameter              Hasil                                Satuan
                                               Min     Max

 1    Kadar Aspal Optimu       5.50%             -          -          %
 2    Kepadatan                2.521             -          -        Ton/m3
 3    VMA                      18.02          14.00         -          %
 4    VFB                      73.48          63.00         -          %
 5    VIM Marshall              4.79          3.50        5.50         %
 6    VIM Prd                   3.29          2.50          -          %
 7    Stabilitas              1548.57        1000.00        -          Kg
 8    Pelelehan                 3.23           3.00         -         Mm
 9    MQ                      483.00         300.00         -        Kg/mm
 10   Stabilitas Sisa          97.00          75.00         -          %
                                   Tabel 4.
           Karakteristik AC-WC (Asbuton T 5/20 dengan proporsi 5 %)
                                                   Syarat
 No       Parameter              Hasil                                Satuan
                                                Min     Max

 1    Kadar Aspal Optimu        6.25%             -          -          %
 2    Kepadatan                 2.467             -          -        Ton/m3
 3    VMA                       20.29          15.00         -          %
 4    VFB                       80.42          65.00         -          %
 5    VIM Marshall               5.20          3.50        5.50         %
 6    VIM Prd                    2.66          2.50          -          %
 7    Stabilitas               1194.53        1000.00        -          Kg
 8    Pelelehan                  3.36           3.00         -         Mm
 9    MQ                       360.21         300.00         -        Kg/mm
 10   Stabilitas Sisa           97.54          75.00         -          %



                                   Tabel 5.
          Karakteristik AC-WC (Asbuton T 15/25 dengan proporsi 5 %)
                                                   Syarat
 No       Parameter              Hasil                                Satuan
                                                Min     Max

 1    Kadar Aspal Optimu        6.35%             -          -          %
 2    Kepadatan                 2.472             -          -        Ton/m3
 3    VMA                       19.80          15.00         -          %
 4    VFB                       74.32          65.00         -          %
 5    VIM Marshall               5.08          3.50        5.50         %
 6    VIM PRD                    2.61          2.50          -          %
 7    Stabilitas               1300.06        1000.00        -          Kg
 8    Pelelehan                  3.20           3.00         -         Mm
 9    MQ                       406.80         300.00         -        Kg/mm
 10   Stabilitas Sisa           96.89          75.00         -          %



    Gradasi     untuk       asbuton      kemungkinan disebabkan tidak
campuran panas AC-BC berada di           digunakannya pasir alam (pasir
atas kurva fuller dan selanjutnya        alam      yang     ada     banyak
memotong kurva pada saringan             mengandung kwarsa).          Nilai
antara no. 8 (2,36 mm) dan no. 4         stabilitas yang diperoleh relatif
(4,75 mm).      Sementara gradasi        lebih tinggi dibandingkan dengan
AC-WC berada di atas kurva fuller        campuran tanpa asbuton, hal ini
dan    memotong       kurva    pada      mengindikasikan        pemakaian
saringan sekitar no. 8 (2,36). Nilai     asbuton sebanyak 5 % telah
VMA (Void in Mix Agregate)               meningkatkan nilai stablitas atau
cenderung         tinggi       yang      ketahanan terhadap deformasi
permanen.      Meskipun demikian         kepadatan pada umur 4 bulan
nilai MQ (Marshall Quetion, hasil        rata-rata sebesar 98 % dan pada
bagi stabilitas dengan flow) yang        umur 1 tahun rata-rata sebesar 99
mengindikasikan          kekakuan        %. Hal ini menunjukkan adanya
(sttifness)    masih    memenuhi         peningkatan derajat kepadatan.
spesifikasi.                                 Nilai     IRI      (International
                                         Roghness Index) untuk perkerasan
Kinerja     Asbuton      Campuran        umur 4 bulan dan 1 tahun nilainya
Panas                                    relatif sama, yaitu antara 3 – 4
    Penilaian kinerja perkerasan         m/km.         Nilai IRI tersebut
dilaksanakan        dalam      bentuk    menunjukkan kondisi ruas jalan
penilaian kinerja secara fungsional      secara fungsional masih dalam
dan       struktural.    Pemantauan      kondisi baik.
kinerja dilakukan pada umur                  Penilaian      kinerja    secara
perkerasan 4 bulan dan 1 tahun.          struktural dilaksanakan dengan
    Pada umur perkerasan 4               pengujian lendutan, dengan hasil
bulan, dilaksanakan kembali survei       seperti diperlihatkan pada Gambar
lalu-lintas dengan hasil LHR             4, dan rata-rata sebagai berikut :
sebesar 2.078 kendaraan/hari/2 arah.
Dari jumlah tersebut diperoleh           a. Umur 4 bulan
jumlah       truk    sebanyak     330       Sta. 0+000 - 0+800
kendaraan, atau sebesar 15,9 %.              - Minimum       : 0,28    mm
Pengamatan          visual     kondisi       - Maximum       : 0,69    mm
permukaan perkerasan dilakukan               - rata-rata     : 0,45    mm
setiap 10 meter, dengan hasil               Sta. 0+800 - 6+600
sebagai berikut :                            - Minimum       : 0,18    mm
a. Umur 4 bulan                              - Maximum       : 1,50    mm
    - retak              : 0,000 %           - rata-rata     : 0,58    mm
    - pelepasan butir : 0,003 %          b. Umur 1 tahun
    - kedalaman alur : 1,42 mm              Sta. 0+000 - 0+800
b. Umur 1 tahun                              - Minimum       : 0,20    mm
    - retak              : 0,002 %           - Maximum       : 0,65    mm
    - pelepasan butir : 0,003 %              - rata-rata     : 0,34    mm
    - kedalaman alur : 2,32 mm              Sta. 0+800 - 6+600
         Pemantauan         kepadatan        - Minimum       : 0,20    mm
lapis perkerasan dilaksanakan                - Maximum       : 0,93    mm
pada 10 titik, dengan hasil                  - rata-rata     : 0,40    mm
    Dari hasil pengujian lendutan                            PEMBAHASAN
pada saat umur perkerasan 4
bulan dapat diketahui umur sisa                                  Secara       prinsip    prosedur
dalam     bentuk     CESA     adalah                         perencanaan campuran beraspal
21.500.000 ESA. Sementara ruas                               dengan asbuton sama dengan
jalan     tersebut     direncanakan                          perencanaan campuran dengan
berumur 10 tahun dan dapat                                   aspal     keras     tanpa   asbuton.
menampung lalu-lintas sebanyak                               Namun perlu diperhatikan batasan
3.204.643 ESA dengan rata-rata                               maksimum penggunaan asbuton.
lendutan adalah 0,809 mm.                                    Penggunaan          asbuton     yang
    Pada saat perkerasan berumur
                                                             berlebih dapat mengakibatkan
1     tahun    terjadi    penurunan
                                                             campuran kurang tahan terhadap
lendutan dibandingkan pada saat
                                                             fatigue (beban berulang). Secara
umur 4 bulan. Hal ini diperkirakan
karena adanya proses pemantapan                              umum, hal tersebut dapat dilihat
perkerasan yang perlu dikaji lebih                           dari nilai stabilitas atau hasil bagi
lanjut. Data - data tersebut                                 Marshall (Marshall Quetion). Nilai
menunjukkan kinerja perkerasan                               stabilitas yang lebih dari 1500 kg
baik secara fungsional maupun                                dapat dianggap terlalu tinggi dan
struktural masih baik, bahkan                                campuran cenderung tidak tahan
untuk kinerja secara struktural                              terhadap fatigue, sehingga kadar
hasil yang diperoleh jauh melebihi                           asbuton butir perlu diturunkan.
target yang direncanakan.

                 2,0
 LENDUTAN (MM)




                 1,5



                 1,0



                 0,5



                 0,0
                   0,000       1,000    2,000       3,000      4,000        5,000         6,000    7,000

                                                         STATION
                                       Sebelum Overlay             Setelah Overlay, Umur 1 tahun

                       Gambar 4. Lendutan Sebelum dan Sesudah Overlay (Umur 1 Tahun)
     Pelaksanaan asbuton campuran            waktu antara penghamparan
panas secara umum hampir sama                dan     sebelum     dipadatkan
dengan campuran beraspal panas               dengan roda besi (pemadatan
biasa yang menggunakan filler                awal).    Pada selang waktu
seperti semen.         Asbuton butir         tersebut teramati penurunan
dalam hal ini diperlakukan seperti           temperatur sekitar 10 oC dalam
filler. Beberapa kendala khusus              waktu 15 menit, tentunya
yang dihadapi selama melaksanakan            penurunan     temperatur     ini
kajian ini antara lain adalah :              sangat     bergantung     pada
- Homogenitas asbuton butir                  karakter     campuran      dan
     yang diterima masih perlu               lingkungan.
     ditingkatkan. Kadar air dan
                                              Kinerja perkerasan asbuton
     ukuran butir asbuton perlu
                                          campuran panas secara fungsional
     dijaga sesuai dengan persyaratan.
                                          baik, hal ini dapat dilihat dari
- Pemasukan           asbuton     butir
                                          kinerja perkerasan pada umur 1
     secara manual di elevator filler
                                          tahun yang belum mengindikasikan
     akan meningkatkan resiko
                                          terjadinya retak dan deformasi.
     terjadinya kesalahan manusia
                                          Secara     struktural  penurunan
     karena kelelahan.
                                          lendutan yang diperoleh akibat
- Asbuton             butir       yang
                                          pelapisan ulang (overlay) sangat
     menggumpal         tidak    dapat
                                          baik, dan jauh di atas rencana.
     dihindarkan selama proses
                                          Direncanakan umur pelayanan
     pengangkutan, untuk itu perlu
                                          adalah 3,2 juta ESA (10 tahun)
     diperhatikan      dengan      baik
                                          dan ternyata setelah pelapisan
     fungsi dari ulir (screw) pada
                                          ulang pada umur perkerasan 4
     pemasok filler dan bila perlu
                                          bulan diperoleh umur sisa 21,5
     dapat ditambahkan saringan
                                          juta ESA. Pada umur perkerasan
     pada        corong        tempat
                                          1 tahun lendutan mengalami
     pemasukan asbuton butir.
                                          penurunan, yang berarti umur sisa
- Temperatur asbuton campuran
                                          yang diperoleh akan lebih besar
     panas relatif lebih cepat turun
                                          lagi.
     dibandingkan dengan campuran
     beraspal biasa. Untuk itu perlu
     dipertimbangkan jarak angkut
                                          KESIMPULAN DAN SARAN
     dan jumlah pemadat yang
     harus tersedia di lapangan.
                                          1. Dalam perencanaan campuran,
     Penurunan temperatur paling
                                             kadar pemakaian asbuton
     banyak terjadi pada selang
     diusulkan      untuk     dibatasi   DAFTAR PUSTAKA
     jumlahnya sesuai dengan tipe
     asbuton yang dipakai.               Alberta Research Council, 1989,
2.   Temperatur asbuton campuran            “Final report Vo. 3 : Physical
     panas relatif lebih cepat turun        and Chemical Characterization
     dibanding campuran beraspal            of Asbuton”, Bina Marga Dep.
     panas biasa, sehingga perlu            PU.
     dilakukan        langkah-langkah    Kurniadji, 2007, “Laporan Akhir
     antisipasi di lapangan.                Kajian dan Monitoring Hasil Uji
3.   Hasil pemantauan pada umur             Coba Asbuton Di Gorontalo,
     4 bulan        dan 1 tahun             Muna, Kendari, Palangkaraya,
                                            Pasuruan”, Puslitbang Jalan
     menunjukkan kinerja perkerasan
                                            dan Jembatan Balitbang Dep.
     secara       fungsional      dan
                                            PU.
     struktural adalah baik. Bahkan
                                         Nyoman Suaryana, 2006, “Laporan
     secara struktural jauh melebihi        Akhir Uji Coba Skala Penuh
     target rencana.                        Asbuton di Sulawesi Tenggara,
4.   Dari hasil uji coba, dibuktikan        2006”, Puslitbang Jalan dan
     bahwa asbuton butir dapat              Jembatan Balitbang Dep. PU,
     digunakan       sebagai    bahan       Bandung.
     subsitusi aspal keras dan           Nyoman Suaryana, 2007, “Laporan
     dapat meningkatkan kinerja             Akhir Pendampingan Teknis
     perkerasan.                            Penerapan        Asbuton”,
5.   Disarankan untuk melakukan             Puslitbang Jalan dan Jembatan
     pemantauan lebih lanjut pada           Balitbang Dep. PU, Bandung.
     umur     perkerasan      minimal    Puslitbang Jalan dan Jembatan,
     sampai dengan 2 tahun.                 2007,    “Spesifikasi  Khusus
                                            Campuran Beraspal       Panas
                                            Dengan   Asbuton        Butir”,
                                            Balitbang Dep. PU, Bandung.