MANUSIA-MANUSIA AJAIB by popamuh

VIEWS: 989 PAGES: 6

									                   MANUSIA-MANUSIA AJAIB

Jika bumi tidak memiliki gaya tarik, kita semua terbang melayang di udara. Tapi, bila medan
magnet bumi membuat tubuh kita menyala atau semua benda tiba-tiba menempel di tubuh mirip
pintu kulkas yang penuh dengan hiasan bermagnet, tentunya kita jadi ngeri. Ternyata magnet
masih menyimpan segudang misteri.


Liew Thow Lim jadi tontonan gara-gara benda yang menempel di tubuhnya. (Foto: The Sun)


Magnet berasal dari kata Yunani magnes lithos, yakni batu dari Magnesia, sebuah kota kuno di
Asia Kecil. Awam mengenal magnet sebagai besi atau baja dengan berbagai bentuk yang
mempunyai daya tarik-menarik. Tarik-menarik itu terjadi karena magnet memiliki dua kutub,
yakni kutub utara dan kutub selatan magnet.


Bila sebatang magnet digergaji menjadi dua, akan terbentuk dua kutub baru. Jadi, magnet
berkutub tunggal (utara atau selatan saja) tidaklah dikenal. Sifat ini dan sifat-sifat magnet lainnya
disebut kemagnetan (magnetisme).


Pedoman migrasi
Bumi kita ini pun merupakan sebuah magnet super-raksasa, meskipun kadar daya tariknya tidak
begitu kuat atau stabil. Kutubnya ada di dua ujung, Kutub Utara dan Kutub Selatan. Daerah di
antara kedua kutub itu merupakan medan magnet yang kekuatannya bervariasi.
Kemagnetan bumi ternyata amat dirasakan manfaatnya oleh binatang. Migrasi burung bisa
terjadi karena adanya pengaruh medan magnet itu. Mereka tak pernah salah menuju lokasi yang
dituju meskipun terbang di malam hari atau di saat cuaca berawan.
Jika burung robin ditaruh di kandang persis sebelum ia akan berangkat bermigrasi, ia akan
bertengger dalam posisi menghadap tujuan yang diinginkan. Normalnya, mereka memperoleh
isyarat dari langit. Namun, para ilmuwan menemukan kenyataan bahwa di lingkungan yang
minim tanda-tanda, ternyata burung robin mampu menunjukkan arah tujuan mereka dengan
tepat. Itu semua berkat adanya medan magnet. Maka, seandainya medan magnet di sekitarnya
kacau, mereka pasti kehilangan orientasi.


Selain burung robin, burung merpati pos ternyata dapat menempuh jarak 1.000 km dalam sehari.
Burung yang berpengalaman bisa pulang di saat cuaca berawan atau bahkan dengan mata
tertutup sekalipun.


Dari penelitian yang diadakan tahun 1976 diketahui bahwa kunci kemampuan merpati pos
terletak pada jaringan kecil yang berada di antara matanya. Dari analisis didapat bukti bahwa
jaringan itu berisi mineral yang konon sama seperti yang ada dalam kompas sederhana milik para
marinir. Lebih dari sejuta lempengan mini berisi mineral besi yang disebut magnetite terkumpul
dalam sebuah jaringan kecil yang membuat burung itu dapat mendeteksi variasi kekuatan dalam
medan magnet bumi.


Namun, bahwa burung dara benar-benar memakai magnetite itu sebagai kompas memang masih
sulit dibuktikan. Tak ada yang tahu bagaimana detektornya bekerja. Satu hal yang pasti, dengan
sepotong magnet yang kuat terikat di punggungnya, ternyata si burung dara tidak bisa pulang ke
tempat semula. Padahal, tanpa lempengan magnet di punggungnya ia bisa selamat pulang tanpa
gangguan. Hubungan alamiah yang tepat antara si burung dengan magnetite di antara kedua
matanya itu masih tetap merupakan misteri.
Menyala tiba-tiba
Masih berhubungan dengan misteri magnet, beberapa kasus misterius yang mengerikan masih
menjadi tanda tanya sampai saat ini, yakni tentang kasus terbakarnya seseorang akibat tubuhnya
tiba-tiba mengeluarkan api seperti yang menimpa Phyllis Newcombe dan Madge Knight.


Tengah malam pada 27 Agustus 1938, Phyllis dan pria tunangannya baru saja meninggalkan
lantai dansa Chelmsford, ketika ia tiba-tiba berteriak. Gaun crinoline-nya penuh nyala api.
Dengan susah payah gaun dansa itu dicoba ditanggalkan. Sayang terlambat. Phyllis pun
meninggal di rumah sakit beberapa jam kemudian.




"Wanita magnet", Erika Zur Stirnberg, mendemonstrasikan kekuatannya. (Foto: The X-Files)


Kesimpulan yang diambil kemudian, gaun itu terbakar gara-gara puntung rokok. Tapi dalam
pengujian, gaun dari bahan sama ternyata tidak terbakar saat dilempari puntung rokok yang
menyala. Yang lebih membingungkan ahli forensik, seharusnya nyala api tidak akan sebesar itu
kecuali ada sejumlah besar bensin dan oksigen disiramkan dalam waktu lama. Tubuh Phyllis
seharusnya juga tidak terbakar sampai dalam. Namun, kenyataannya daging wanita itu gosong
sampai ke dalam-dalam.


Kasus lain terjadi pada Madge Knight. Pada tanggal 19 November 1943, pukul 03.30, wanita ini
pergi tidur sendiri di kamar tamu di rumahnya di Aldingbourne, Sussex. Ia terbangun tiba-tiba
karena merasa terbakar. Teriakannya membangunkan seluruh penghuni rumah.


Madge akhirnya meninggal pada 6 Desember 1943 di rumah sakit. Para penyelidik masih
bertanya-tanya soal bahan yang mengakibatkan wanita malang itu terbakar. Dalam kasusnya tak
ditemukan sisa-sisa bahan yang terbakar. Bahkan bau pun tidak. Sehingga, luka bakar hebat di
punggungnya itu malah diduga akibat cairan kimia yang keras.


Mungkin kunci dari semua itu tercantum pada artikel yang ditulis Livingstone Gearhart di
Majalah Pursuit pada tahun 1975. Pria ini menemukan kesamaan dari serangkaian kematian
akibat kebakaran spontan yang menimpa beberapa orang tanpa sebab yang jelas. Katanya,
kebanyakan dari kebakaran tersebut terjadi menjelang atau pada titik puncak kekuatan magnetik.


Gaya medan magnet bumi memang selalu naik turun secara dramatis akibat pengaruh aktivitas
matahari. Angka rata-rata kekuatan medan magnet di seluruh dunia tiap hari dicatat untuk
kepentingan para astronom dan ahli geofisika. Nah, dari catatan ini terlihat hubungan yang jelas
antara peristiwa kebakaran dan kekuatan geomagnetik yang tinggi. Hal tersebut merupakan
indikasi bahwa kebakaran mendadak itu merupakan akibat rentetan peristiwa rumit, yakni
adanya interaksi antara kondisi astronomi tertentu dengan keadaan tubuh seseorang.


Seterika menempel di badan
Rupanya, misteri magnet tidak hanya menyelimuti peristiwa kebakaran tanpa sebab itu.
Beberapa orang juga dibuat repot dengan daya tarik-menarik magnet yang "salah tempat". Salah
seorang yang terkenal dan paling ekstrem tercatat adalah Frank McKinstry dari Joplin, Missouri,
AS. Pria ini paling repot di pagi hari, karena "serangan" selalu datang di waktu-waktu seperti itu.
Pria malang ini harus terus mondar-mandir ke sana-sini pada pagi hari. Ia tak boleh berhenti
bergerak, biarpun hanya sedetik karena ia bisa "terpaku" di tempat. Untuk bisa melepaskan
kakinya yang lengket, ia harus dibantu orang untuk merenggutkan kakinya dari lantai!
             Terbakar tiba-tiba. (Foto: The Unexplained)
"Rekannya" yang lain, meskipun kadarnya lebih ringan karena tidak rutin terjadi, tercatat
bernama Erika Zur Stirnberg, ibu rumah tangga asal Bochum, Jerman. Pada tahun 1994, begitu
selesai menyaksikan acara TV yang menyajikan film dokumenter tentang wanita magnet dari
Rusia, sambil main-main ia menempelkan sendok di dadanya. Ternyata sendok melekat di situ.
Ia pun menempelkan barang-barang lain sampai seluruh isi laci dapurnya pindah ke tubuhnya.


"Manusia magnet", begitu mereka diistilahkan, rupanya bukan barang aneh. Pada tahun 1991
Sofia Press Agency dari Bulgaria mencatat ada lebih dari 300 orang yang ikut dalam kontes adu
lama barang logam menempel di tubuh.


Namun, hal yang masih menjadi tanda tanya besar, ada manusia magnet yang tidak hanya bisa
menarik barang logam saja. Majalah Science melaporkan serangkaian eksperimen yang diadakan
Dr. W. Simon pada tahun 1889 terhadap seorang pemuda asal Baltimore, Louis Hamburger.


Ternyata ujung jari Hamburger - asal sudah dibersihkan dan dikeringkan - tetap menarik logam,
batu, karet, kayu, gelas, dan bahan-bahan lainnya. Ia dapat mengangkat barang yang dia inginkan
hanya dengan menyentuhnya. Ia juga dapat mengangkat muk besi seberat 2,5 kg seolah-olah
seperti mengangkat batang bambu.
Bagan yang menunjukkan hubungan erat antara intensitas medan magnet dengan kebakaran
spontan. (Foto:The Unexplained)


Liew Thow Lim dari Perak juga tidak mengerti bagaimana ia bisa "menarik" piring, garpu,
sendok, seterika, sampai ... batu bata menempel di tubuhnya. Pria berusia 68 tahun ini tak pelak
jadi tontonan orang.


"Manusia magnet" macam itu merupakan bagian dari manusia yang memiliki kemampuan
elektrik. Dalam buku Phenomena yang ditulis oleh Joni Michell dan Robert J.M. Rickard tercatat
nama lain: Jennie Morgan dari Sedalia, Missouri. Percikan bunga api memancar dari tubuhnya
ke barang-barang di sekitarnya. Jabatan tangan dengan remaja di akhir abad XIX ini dilaporkan
bisa membuat seseorang jatuh pingsan.


Sang penulis juga mencatat gadis lain, Caroline Clare asal Kanada, yang dilaporkan oleh Ontario
Medical Association. Pisau dan garpu melesat ke tubuh gadis ini!


Barangkali repot juga mempunyai kemampuan ajaib seperti itu. Tapi, siapa yang bisa tahu kalau
seseorang memang diberi kelebihan demikian. Semua itu toh datang tanpa rekayasa!

								
To top