bayi lahir

					                               PERAWATAN BAYI BARU LAHIR
Merawat bayi gampang-gampang susah. Bukan cuma butuh kesabaran, tapi perlu pengetahuan tentang
perawatan yang benar.

Berapa lama tali pusat akan lepas? Apa yang harus dilakukan sebelum lepas?

Ada tali pusat yang lepas dalam waktu 5 hari, 7 hari, bahkan dua minggu. Perawatannya sangat sederhana.
Mandikan bayi, gosok tali pusat dengan sabun. Keringkan dan bersihkan dengan alkohol 70 persen. Biarkan
dalam keadaan terbuka, tak usah dibungkus-bungkus, kecuali infeksi. Jadi, jangan dipakaikan bedak, abu gosok
atau dikunyahin sirih dan sebagainya. Nanti malah jadi tetanus dan sarang kuman.

Penggunaan antiseptik pun tak lagi dianjurkan, karena ada kandungan yodium. Kalau pemberiannya berlebihan
menyebabkan gangguan terhadap pertumbuhan gondoknya. Pemakaian alkohol pun hanya digunakan sesudah
mandi pagi dan sore.

Betulkah minyak kayu putih tak boleh diberikan sebelum anak usia 3 tahun?

Pemberian minyak kayu putih pada usia berapa saja tak masalah. Hanya ada dua faktor; seberapa besar
konsentrasinya dan seberapa iritatif serta sensitif kulit si bayi. Tentunya konsentrasi minyak kayu putih yang asli,
misal, dari Ambon, akan berbeda dengan yang sudah campuran. Yang asli akan terasa makin pedas. Faktor iritasi
yang ditimbulkan pun berbeda. Semakin asli semakin beruntusan kulitnya.

Jadi, tak ada larangan orang tua memakaikan minyak kayu putih pada bayinya, tergantung seberapa iritatif dan
sensitif kulitnya. Apalagi pori-pori kulit bayi lebih kecil dibanding pori-pori orang dewasa. Pori-pori ini
digunakan untuk pernapasan kulit. Jika pori-pori tertutup dengan minyak, tak terjadi pernapasan kulit.
Akibatnya, kulit jadi kemerahan. Solusinya, tak usah diberi obat macam-macam. Mandikan saja dan dikeringkan.

Bagaimana dengan pemberian bedak pada bayi?

Sebetulnya di Indonesia tak perlu penggunaan bedak, baby oil, baby lotion, dan segala macam. Sebab, tingkat
kelembabannya tinggi, hingga permukaan kulit tak pernah kering.

Praktek lain yang salah tentang bedak yaitu digunakan untuk membersihkan bekas kencing atau daerah-daerah
yang basah karena keringat. Padahal, campuran bedak dan keringat adalah media yang baik untuk tumbuh
kuman. Sementara permukaan kulit sendiri sudah penuh kuman. Itu sebab, bila tak mandi, terjadi pembusukan
oleh bakteri yang ada di permukaan kulit. Apalagi di lipatan-lipatan seperti leher, selangkangan, yang lebih cepat
terjadi pembusukan.

Memang tak menyebabkan kematian, tapi banyak beruntusan, dan kadang ada nanah-nanah kecil di lipatan
seperti leher. Solusinya, bayi dimandikan. Jangan pakai air panas, kecuali di daerah yang dingin sekali. Pakailah
sabun bayi atau sabun khusus, selain untuk membersihkan juga menghambat tumbuhnya kolonisasi kuman.

Bolehkah pemberian minyak kelapa pada biang keringat?




                                                  1
Tidak, karena akan menutup pori-porinya.

Berapa kali bayi buang air besar dalam sehari?

Bila bayi minum ASI, BAB-nya bisa 12-15 kali dalam sehari. Bahkan, kadang sambil menyusu pun ia BAB,
karena enzim pencernaannya belum bekerja baik, gerakan peristaltik ususnya bekerja terus dan lebih hebat, hingga
waktu menyusu dia langsung BAB otomatis saja. Semakin berjalannya waktu, enzimnya semakin sempurna, ASI-
nya makin bisa ditahan untuk diserap dulu dan sisanya baru dibuang. Jadi, bayi sering BAB bukan mencret, mau
pintar atau ngenteng-ngentengin badan.

Bagaimana kalau bayi diare?

Kalau mencret pasti ada lendir dan darah, jadi ada luka. Di bawah usia sebulan, mencret pada bayi adalah tanda
infeksi. Ibu harus hati-hati. Sebelumnya bayi kelihatan tak mau minum, rewel dan menangis. Anak yang diare
harus minum obat. Selama bayinya tak muntah, pemberian ASI bisa menolong.

Bolehkah bayi tidur di ruang ber-AC?

Tak apa-apa, misal, dengan suhu 24-23 derajat Celcius atau bahkan 16 derajat Celcius, tak masalah. Kalau ibu
merasa mungkin bayinya kedinginan, bisa diselimuti. Pemakaian kipas angin pun boleh.

Benarkah bayi menangis berarti melatih paru-parunya?

Bayi menangis karena ada sesuatu seperti kaget, kolik. Jadi, tak ada hubungannya dengan latihan paru-paru.
Malah kalau terlalu banyak menangis akan buang energi dan si bayi jadi lemas.



Bagaimana mengatasi bayi kembung? Perlukah pemakaian minyak telon?

Bayi ditelungkupkan/ditengkurapkan. Kalau banyak angin di perutnya, akan keluar kentut. Sebab, dengan
ditelungkupkan, gas di perut akan mencari tempat yang lebih tinggi untuk kemudian keluar.

Pemakaian minyak telon jika berdasarkan keyakinan ibu tak apa-apa, maka silakan. Asal tahu, minyak telon bisa
menyebabkan kulit bayi merah-merah, meski tak membahayakan. Tapi memang itu sifatnya iritasi.

Bagaimana membersihkan alat kelaminnya?

Bersihkan dengan cebok dan pakai sabun. Saat mandi, bayi laki-laki bagian kulupnya ditarik dan dibersihkan
pakai sabun, karena banyak sisa-sisa kencing. Apalagi bila pakai pampers. Bisa juga membersihkannya sehabis
pipis, bayi dipegangi di wastafel, bersihkan bekas pipisnya dengan air keran yang mengalir, pakaikan sabun,
keringkan dan pakaikan celana pendek.

Bolehkah bayi diurut?

Tidak, karena tak ada gunanya. Kalau bayinya jatuh, tampak kesakitan dan tak bisa diam atau nangis-nangis,



                                                 2
maka rontgen saja, tak usah diurut-urut.

Berat badan saya naiknya banyak, bolehkah setelah melahirkan saya diet?

Selama hamil, kenaikan berat badan memang harus diatur agar jangan jadi darah tinggi. Tapi, kalau selama
menyusui sebaiknya tidak diet karena nanti ASI-nya jadi tak banyak. Kalau sudah selesai masa menyusui,
silakan.




                                            Seputar Menyusui

     Inilah jawaban Eric atas pertanyaan seputar menyusui di acara yang sama.

     Berapa lama ASI tahan disimpan di freezer?

     Sebaiknya ASI tak ditaruh di freezer, karena waktu dihangatkan ada beberapa
     kandungannya yang menurun kualitasnya. Taruhlah di chiller (tempat antara freezer
     dan bagian bawahnya, yang biasa untuk menyimpan keju, mentega dan sebagainya).

     Penyimpanan ASI bisa tahan 2-3 minggu. Bahkan, sampai sebulan ASI tak akan busuk.
     Yang membuat pembusukan adalah bakteri hingga terjadi fermentasi asam dan
     sebagainya. Kalau bakteri tak tumbuh, tak terjadi pembusukan. Bakteri tak tumbuh
     kalau suhunya tak sesuai. Bakteri bisa tumbuh dengan kondisi suhu udara 37 derajat
     Celcius.

     Untuk diberikan pada bayi, ASI dihangatkan dulu pakai steamer atau air hangat dalam
     baskom dan botolnya direndam didalamnya.

     Jika ASI dimasukkan dalam botol dan ditaruh di suhu luar, berapa lama tahannya?

     Tergantung seberapa bersih botolnya. Makin bersih botolnya, makin lama tahannya, bisa
     4-6 jam. Tentunya untuk mengetahui terjadi tidaknya pembusukan, sebelum diberikan
     pada bayi harus dirasakan dulu oleh ibunya.

     Apakah benar ASI yang seperti santan lebih bagus?

     Soal warna dan kejernihan, jangan harapkan ASI sama putih dan bagusnya seperti susu
     kaleng. Bila ASI encer, keruh dan kuning, bukan berarti kualitasnya jelek. Rasa ASI
     juga sepet-sepet dan bayi tetap saja mengisapnya karena refleks, dia belum mengerti soal
     taste.



                                                3
ASI tergantung pula dari apa yang dimakan ibu. Jika ibu banyak makan protein,
memang warnanya agak sedikit keruh. Tapi, tak apa-apa. Dalam hal makanan, bagi ibu
tak ada pantangan. Misal, tak ada kepercayaan kalau ibu banyak makan cabe nanti
bayinya mencret. Yang mencret bukan bayinya tapi ibunya. Jadi, ibu boleh makan apa
saja; yang manis, asin, asam, silakan. Begitu pun minuman, boleh soft drink, kopi, teh,
susu, dan lainnya, asalkan jangan minum alkohol.

Pada etnis Tionghoa ada tradisi makan ayam arak. Nah, seringkali ini membuat bayinya
jadi kuning, begitu pula dengan jamu. Memang sebagian besar ingridient jamu masuk ke
dalam ASI dan dikonsumsi pula oleh si bayi hingga menyebabkan bayi jadi kuning. Tak
berbahaya tapi membuat tak nyaman bagi orang tua karena bayinya kuning.

Setelah melahirkan, kapan ASI akan keluar?

Dalam waktu seminggu. Keluarnya pun sedikit demi sedikit. Kecuali bila sudah anak
ketiga, hari kedua saja sudah banyak ASI keluar. Karena biasanya kalau baru anak
pertama, ibu penuh dengan kecemasan, bagaimana anaknya dan sebagainya, hingga ada
ketaknyamanan. Makin nyaman ibu, makin cepat ASI keluar.

Agar ASI keluar harus diisapkan pada bayinya meskipun belum keluar dan masih
kosong. Supaya banyak produksi ASI-nya, ibu harus banyak minum, sekitar 2 liter atau
lebih dan makan yang sehat. Mengkonsumsi sayur katuk sebetulnya yang berpengaruh
pada produksi ASI-nya adalah air katuknya. Sayurnya sendiri sebagai pengisi mineral
dan zat besi yang bagus.

Bagaimana cara memenuhi kebutuhan makan bayi selama ASI belum lancar keluar?

Tak perlu dipenuh-penuhi. Biarkan saja natural. Bayi selama 3 hari tak diberi makan
tak akan membuatnya mati. Karena bayi lahir cukup bulan ini punya cadangan yang
cukup. Jika si bayi menangis, susui saja atau lihat apakah ada yang basah. Tentu saja
keyakinan ini sangat sulit diperoleh ibu, bahwa tak perlu diberikan susu formula.
Umumnya orang tua menganggap bayinya menangis pasti kelaparan karena ASI-nya tak
keluar. Nah, makin cemaslah orang tua dan makin beralih ke susu formula.

Apa penyebab ASI tak mau keluar?

Secara alamiah semua ASI akan keluar. Tuhan tak membedakan satu ibu dengan
lainnya. Hanya saja tergantung dari keyakinan diri ibu sendiri. Jadi, harus dari awal
diniatkan dan disiapkan. Misal, waktu antenatal, payudaranya diurut, putingnya kalau
ke dalam ditarik. Ini bisa dilakukan sejak trimester ketiga kehamilan. Dan mulai lagi



                                     4
setelah hari ketiga melahirkan.

Jika ASI tak keluar sama sekali, harus didiskusikan dengan ahli kebidanannya. Bisa
karena minumnya kurang banyak atau makannya, atau ibunya kurang confident karena
faktor psikologi juga berpengaruh. Makin cemas, makin tak keluar ASI-nya. Itu sebab,
dalam memberikan ASI harus di ruangan yang tenang, tak banyak ngobrol, boleh sambil
mendengarkan musik klasik, relaks. Tentu posisi menyusui harus betul: perut bayi
bertemu dengan perut ibu. Tidak asal taruh bayinya karena bisa lecet-lecet puting
ibunya.

Manakah yang lebih dianjurkan, memerah ASI dengan tangan/manual ataukah dengan
mesin? Bolehkah bila bayi kelaparan diberikan air putih?

Memerah dengan mesin hanya soal waktu saja yang lebih cepat dibanding manual.
Pemerahan yang benar dilakukan setelah pemberian ASI secara langsung pada bayi,
sampai terasa payudaranya tak lagi keras dan sudah terasa kosong, tak ada lagi yang
keluar. Jadi, kalau, misal, kosongnya 200 cc, maka produksinya pun akan sebanyak itu
pula.

Anak bayi itu mirip dengan anak usia setahun, perutnya kosong setelah 4-6 jam. Jadi
kalau bayinya tidur tak perlu dibangunkan untuk diberikan ASI. Pemberian ASI secara
langsung tak bisa diukur jumlahnya. Ukurannya cukup bila BB-nya bertambah sesuai
yang diharapkan.

Pemberian air putih hanya untuk membilas sehabis menyusu, sebanyak 2-3 sendok atau
sekitar 15 cc. Air putih tak bisa mengenyangkan bayi, tapi bikin kembung. Kenyang
diperoleh dari kalori.

Berapa lama waktu menyusui?

Yang terbaik, kanan dan kiri masing-masing 10 menit.

Apakah ibu yang sakit berpengaruh pada kualitas ASI-nya?

Pengaruhnya itu kalau, misal, ibunya minum obat seperti obat kanker, obat diabetes,
tiroid, antibiotik. Kalau obat pilek, flu, pusing, yang masuk ke ASI itu kecil sekali,
hingga bisa diabaikan. Sementara kalau minum jamu, takarannya enggak jelas tapi yang
masuk ke ASI terkadang banyak.

Mengapa tiap kali habis diberi susu kaleng, bayi muntah? Bagaimana kita tahu bahwa



                                     5
     dia berkecukupan makannya?

     Bayi muntah paling sering terjadi karena terlalu banyak pemberian susunya. Atau kalau
     sendawa ada sebagian susu yang sudah masuk keluar lagi. Cara memberikan susu juga
     berpengaruh. Jangan memberikan susu satu botol secara terus menerus sampai habis.
     Istirahatlah setiap 20-30 cc sampai bayinya sendawa, lalu teruskan lagi. Kalau bayinya
     sudah berhenti mengisap, jangan diteruskan. Yang penting jumlahnya, bukan pemberian
     satu kali itu saja.

     Untuk mengetahui apakah kebutuhan susunya sudah cukup, ada dua hal. Pertama, bila
     ibu menyusui akan terasa ASI-nya banyak keluar. Lalu kalau dari susu botol akan
     tampak jumlahnya berkurang. Kedua, anaknya tidur nyenyak, misal, 3-4 jam adalah
     tidur yang baik buatnya. Kalau bayinya bangun dan menangis, maka mulutnya akan
     mencari lagi puting ibunya karena lapar. Kalau bayi tidurnya hanya sebentar-sebentar,
     misal, 1 jam lalu bangun, berarti pemberian susu sebelumnya tak membuatnya kenyang.
     Paling objektif melihat kecukupan itu dari kenaikan berat badannya kira-kira 20-15
     gram per hari. Kalau seminggu rata-rata 150-200 gram dan sebulan sekitar 700-800
     gram. Jadi, kalau anaknya ada pertambahan tak perlu khawatir. Timbanglah 3 kali
     sehari atau seminggu sekali. Kalau kenaikannya 300 gram per minggu maka terlalu
     banyak.

     Dedeh
                                                    Parameter Bayi Sehat

     Sebenarnya, tutur Eric, jika bayi sudah boleh dibawa pulang, berarti ia sudah dalam keadaan normal. Tentunya bayinya
     lahir cukup bulan, aktif, dan mengisapnya dengan baik. Penampilannya kemerahan dan posisinya fleksi seperti di
     kandungan. "Ini salah satu parameternya bayi sehat."




                              Bayi 11 Bulan Belum Merangkak
   Ada sebuah kasus dimana bayi berumur 11 bulan masih belum bisa merangkak.
Paling-paling si bayi cuma merayap di atas perut dan dadanya.Tapi anehnya, apabila
dia ditatah dengan kedua tangannya dipegang, dia bisa melangkah dengan cepat,
bahkan langkahnya pun besar-besar..! Si bayi juga bisa berdiri dengan tegap apabila dia
berpegangan ke meja atau kursi. Apakah perkembangan seperti ini masih normal-normal
saja?Yap! Si bayi ternyata sudah melewati tahapan merangkaknya dan dia sudah bisa
berjalan dengan ditatah atau dituntun pada kedua tangannya. Jadi, permasalahan si



                                                        6
bayi berumur 11 bulan tersebut yang belum bisa merangkak kayaknya bukanlah suatu
hal yang patut dikhawatirkan...

            Kecerdasan Bayi Anda - Kapan Mulai Terbentuknya?
  Tahukah Anda, bayi berusia 3 bulan otaknya telah membentuk koneksi yang
jumlahnya kurang lebih 2 kali yang dimiliki oleh orang dewasa? Berapa jumlahnya?
Yaaah...sekitar 1000 triliun koneksi lah... Wow!
OK, sebelum saya melanjutkan, mungkin Anda ingin tahu dulu apa sih sebenarnya
yang dinamakan koneksi otak itu? Secara sederhana, koneksi otak adalah hubungan
antara sel-sel otak dengan sel-sel lainnya dalam tubuh manusia.Nah, berkaitan dengan
bayi, sebuah koneksi akan semakin kuat terbentuk dalam otak bayi apabila kejadian
atau pengalaman yang memicu terbentuknya koneksi tersebut semakin sering terjadi.
Coba Anda baca sekali lagi pernyataan di atas!

Sudah? OK, terus apa artinya? Agar lebih mudah dimengerti, mari kita lihat beberapa
contoh berikut...Seorang bayi yang sering diajak berbicara oleh orang-orang di
sekelilingnya, nantinya akan memiliki kemampuan berbahasa lebih baik dibandingkan
dengan orang yang ketika masih bayi jarang diajak bicara. Bisa dibayangkan, apa
jadinya kalau seorang bayi tidak pernah diajak berbicara sama sekali!
   Seorang bayi yang sering berinteraksi dengan banyak orang di lingkungannya, insya
Allah akan mudah bersosialisasi nantinya ketika dia dewasa. Begitu pula, kasih sayang
dan kehangatan yang Anda berikan kepada bayi Anda akan membentuk kepribadian
yang positif ketika dia beranjak dewasa.Ketika Anda mengajak bayi Anda berbicara,
sesungguhnya Anda sedang memicu terbentuknya sebuah koneksi dalam otaknya.
Semakin sering aktivitas ini Anda lakukan, semakin kuat koneksi yang tercipta.
Selanjutnya, bayi Anda akan memiliki kepandaian berbahasa kelak ketika ia dewasa.
   Ratusan kejadian atau pengalaman yang dialami oleh bayi Anda akan memicu
terbentuknya ratusan koneksi dalam otaknya. Ingat, sekali lagi, semakin sering si bayi
mengalami suatu kejadian, semakin kuat koneksi tersebut terbentuk dalam
otaknya.Inilah penjelasan ilmiahnya mengapa bayi dan anak-anak kecil selalu
diibaratkan sebagai kertas putih...terserah si orang tua ingin menulis apa di atas kertas
itu. Keburukankah atau kebaikan?Makanya, hati-hati dalam berinteraksi dengan bayi
Anda dan jangan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga ini untuk membentuk
kepribadian dan kecerdasan bayi Anda sejak dini, bahkan semenjak masih dalam
kandungan!
  Tahukah Anda, dengan tersenyum kepada bayi Anda ketika dia menangis, berarti
Anda telah memicu terbentuknya suatu koneksi otak yang akan berdampak positif
pada emosi si bayi?



                                            7
           Perkembangan Kepandaian Bayi Hingga Usia 1 Tahun
   Kayaknya ini artikel terakhir berkaitan dengan tema di atas, soalnya si bayi udah
sampai umur 1 tahun nih. Yuk kita lihat apa aja sih kepandaian normal si bayi dari
umur 10 bulan hingga 1 tahun...
Umur 10 Bulan
Si bayi normalnya bisa mengangkat pantatnya dan berayun pada tangan dan lutut
mungilnya. Dia juga mulai belajar berdiri sambil berpegangan. Coba Anda berikan
biskuit kepada bayi Anda...wow, si kecil sudah bisa menjepitnya dengan kedua jari
tangan!
Umur 11 Bulan
Wah, pasti Anda sudah kewalahan ngejagain si bayi...abis, si kecil sudah mulai
merangkak! Ditambah lagi, dia mulai belajar berjalan ke samping dengan merambat di
tembok. Coba Anda tuntun si bayi berjalan...biasanya dia juga udah bisa tuh!
Umur 1 Tahun
Akhirnya...si bayi kayaknya udah bukan bayi lagi ya? Abis dia udah bisa berjalan
sendiri sih! Alhamdulillah, dia juga mulai bermain kejar-kejaran dan dapat mengerjakan
tugas-tugas sederhana!OK, begitulah gambaran kemampuan kepandaian bayi dari sejak
lahir hingga berumur 1 tahun. Nah, kalau ternyata bayi Anda perkembangannya agak
lambat, jangan keburu kecewa dan jangan juga terus memaksa si bayi untuk bisa
melakukan kepandaian tertentu. Terkadang si bayi memiliki kelebihan di sebagian hal
dan memiliki kekurangan dalam hal lain. Titip cium ya buat bayi Anda dari saya!


           Perkembangan Kepandaian Bayi Hingga Usia 9 Bulan
Kapan ya si bayi bisa mulai duduk dan merayap? Nggak sabar nih...

Umur 7 Bulan
Bayi bisa membalikan badan serta bermain dengan tangan dan kakinya. Perkembangan
paling menarik pada umur segini adalah si bayi sudah mulai mengoceh. "Ba ba ba...",
"Ma ma ma..."
Umur 8 Bulan
Akhirnya...dia bisa duduk dengan tegap! Coba lihat...si bayi juga mulai memperhatikan
gerak-gerik Anda dan setiap orang di sekelilingnya. Hadapkan dia ke cermin...pasti dia
tertarik pada bayangannya sendiri dalam cermin!
Umur 9 Bulan
Si bayi mulai bisa merayap dan berdirinya semakin tegap bila Anda pegang. Pada tahap


                                          8
ini, dia juga sangat suka lho main ciluk-ba, makanya jangan malas-malas ngajakin dia
main ciluk-ba...Terus, kapan nih bayi Anda bisa mulai berjalan?


           Tidur Telentang Pada Bayi Beresiko Alami Rata Kepala
Bayi yang tidur dengan posisi sama setiap malam atau menghabiskan banyak waktu
di kereta dorong beresiko mengalami perataan kepala. Tetapi menurut para spesialis
kesehatan anak kondisi ini dapat mudah dicegah dan disembuhkan apabila diketahui
sejak dini.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) jumlah anak yang mengalami
perataan kepala meningkat sejak awal tahun 1990-an dimana orang tua mengatakan
menidurkan bayi dengan posisi telentang dilakukan untuk meminimalisasi sindrom
kematian bayi mendadak (SIDS).

Bayi sebaiknya tidur dengan posisi telentang tetapi posisi kepala mereka sebaiknya
berubah. Berikut beberapa saran dari AAP untuk mengurangi resiko rata kepala:

       Secara periodik rubah orientasi bayi dalam tempat tidur bayi sehingga
        perhatiannya tidak selalu terfokus pada arah yang sama. Jika bayi selalu
        menghadap pintu misalnya, rubah posisinya sehingga ia harus membalikan
        kepalanya dengan cara berbeda untuk dapat melihat pintu.
       Tempatkan bayi pada perutnya untuk periode tertentu selagi terjaga dan
        terawasi. Ini dapat membantu memperkuat bahu.
       Kurangi menghabiskan waktu dalam kereta dorong dimana akan memberikan
        tekanan pada bagian yang sama yaitu kepala ketika tengah tidur dengan posisi
        telentang.



Pengaruh Musik pada Anak
Oleh Staff IQEQ
Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi
perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak
yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan
emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan
musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan
nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat kedisiplinan anak yang
sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang
mendengarkan musik.


                                          9
Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik
secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam
perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia".

Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi
antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai
usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 %
dengan musik.

"Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting
yaitu beat, ritme, dan harmony", demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu
ceramah musik. "Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan
harmony mempengaruhi roh". Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi
tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun
pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang
dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan "head
banger", suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang
kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang
susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang
teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah
sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para
pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia.
Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu
terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri.
Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh
manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar
harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. "Musik yang baik bagi kehidupan
manusia adalah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony", ujar Ev.
Andreas Christanday.

Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi
kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan
pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker)
yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain
diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan
berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok.
Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati,
sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan
berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk



                                         10
hidup.

Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut,
deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan
sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia.

Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, "Jikalau Anda merasakan hari ini begitu
berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum
mendengarkan musik dan bernyanyi".



Mencetak Anak Cerdas ? ...GAMPANG !



    Anak cerdas tentu dambaan setiap orang, sebab kecerdasan merupakan modal
    tak ternilai bagi si anak untuk mengarungi kehidupan di hadapannya.
    Beruntung kecerdasan yang baik ternyata bukan harga mati, melainkan dapat
    diupayakan...

Anak cerdas tentu dambaan setiap orang, sebab kecerdasan merupakan modal tak
ternilai bagi si anak untuk mengarungi kehidupan di hadapannya. Beruntung
kecerdasan yang baik ternyata bukan harga mati, melainkan dapat diupayakan.

Dr. Bernard Devlin dari Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburg, AS,
memperkirakan faktor genetik cuma memiliki peranan sebesar 48% dalam membentuk
IQ anak. Sisanya adalah faktor lingkungan, termasuk ketika si anak masih dalam
kandungan.

Untuk menjelaskan peran genetika dalam pembentukan IQ anak, seorang pakar lain di
bidang genetika dan psikologi dari Universitas Minnesota, juga di AS, bernama Matt
McGue, mencontohkan, pada keluarga kerajaan yang memiliki gen elit, keturunannya
belum tentu akan memiliki gen elit. ''Keluarga bangsawan yang memiliki IQ tinggi
umumnya hanya sampai generasi kedua atau ketiga. Generasi berikutnya belum
diketahui secara pasti, karena mungkin saja hilang, meski dapat muncul kembali pada
generasi kedelapan atau berikutnya'', ungkap McGue. ''Orang tua yang memiliki IQ
tinggi pun bukan jaminan dapat menghasilkan anak ber-IQ tinggi pula.'' Ini
menunjukkan genetika bukan satu-satunya faktor penentu tingkat kecerdasan anak.




                                        11
Faktor lingkungan, dalam banyak hal, justru memberi andil besar dalam kecerdasan
seorang anak. Yang dimaksud tak lain adalah upaya memberi ''iklim'' tumbuh kembang
sebaik mungkin sejak si anak masih dalam kandungan agar kecerdasannya dapat
berkembang optimal. Dengan gizi dan perawatan yang baik misalnya, si Polan bisa
cerdas. Atau dengan menjaga kesehatan secara baik dan menghindari racun tubuh selagi
ibunya mengandung dia, si Putri dapat memiliki intelegensia baik. Begitu pula dengan
memberikan kondisi psikologis yang mendukung, angka IQ si Tole lebih tinggi dari
teman sebayanya. Gizi, perawatan, dan lingkungan psikologis itulah faktor lingkungan
penentu kecerdasan anak.

Kisah Helen dan Gladys, sepasang bayi kembar, bisa menjadi salah satu buktinya. Pada
usia 18 bulan mereka dirawat secara terpisah. Helen hidup dan dibesarkan dalam satu
keluarga bahagia dengan lingkungan yang hidup dan dinamis. Sedangkan Gladys
dibesarkan di daerah gersang dalam lingkungan ''miskin'' rangsangan intelektual.
Ternyata saat dilakukan pengukuran, Helen memiliki angka IQ 116 dan berhasil meraih
gelar sarjana dalam bidang Bahasa Inggris. Sebaliknya Gladys terpaksa putus sekolah
lantaran sakit-sakitan dan IQ-nya 7 angka di bawah saudara kembarnya.

Gizi dan Perilaku Ibu

Dr. Devlin menemukan bukti bahwa keadaan dalam kandungan juga sangat
berpengaruh pada pembentukan kecerdasan. ''Ada otak substansial yang tumbuh dalam
kandungan'', jelasnya. ''IQ sangat tergantung pada bobot lahir bayi. Anak kembar, rata-
rata memiliki IQ 4 - 7 angka di bawah anak lahir tunggal karena umumnya bayi
kembar memiliki bobot badan lebih kecil'', tambahnya.

Lebih dari 20 tahun terakhir berbagai penelitian juga mengungkapkan korelasi positif
antara gizi, terutama pada masa pertumbuhan pesat, dengan perkembangan fungsi
otak. Ini berlaku sejak anak masih berbentuk janin dalam rahim ibu. Pada janin terjadi
pertumbuhan otak secara proliferatif (jumlah sel bertambah), artinya terjadi pembelahan
sel yang sangat pesat. Kalau pada masa itu asupan gizi pada ibunya kurang, asupan
gizi pada janin juga kurang. Akibatnya jumlah sel otak menurun, terutama cerebrum
dan cerebellum, diikuti dengan penurunan jumlah protein, glikosida, lipid, dan enzim.
Fungsi neurotransmiternya pun menjadi tidak normal.

Dengan bertambahnya usia janin atau bayi, bertambah pula bobot otak. Ukuran
lingkar kepala juga bertambah. Karena itu, untuk mengetahui perkembangan otak janin
dan bayi berusia kurang dari setahun dapat dilakukan secara tidak langsung, yakni
dengan mengukur lingkar kepala janin.



                                          12
Begitu lahir pun, faktor gizi masih tetap berpengaruh terhadap otak bayi. Jika
kekurangan gizi terjadi sebelum usia 8 bulan, tidak cuma jumlah sel yang berkurang,
ukuran sel juga mengecil. Saat itu sebenarnya terjadi pertumbuhan hipertropik, yakni
pertambahan besar ukuran sel. Penelitian menunjukkan, bayi yang menderita
kekurangan kalori protein (KKP) berat memiliki bobot otak 15 - 20% lebih ringan
dibandingkan dengan bayi normal. Defisitnya bahkan bisa mencapai 40% bila KKP
berlangsung sejak berwujud janin. Karena itu, anak-anak penderita KKP umumnya
memiliki nilai IQ rendah. Kemampuan abstraktif, verbal, dan mengingat mereka lebih
rendah daripada anak yang mendapatkan gizi baik.

Asupan zat besi (Fe) juga diduga erat kaitannya dengan kemampuan intelektual.
Untuk membuktikannya, Politt melakukan penelitian terhadap 46 anak berusia 3 - 5
tahun. Hasilnya menunjukkan, anak dengan defisiensi zat besi ternyata memiliki
kemampuan mengingat dan memusatkan perhatian lebih rendah. Penelitian Sulzer dkk.
juga menunjukkan anak menderita anemia (kurang darah akibat defisiensi zat besi)
mempunyai nilai lebih rendah dalam uji IQ dan kemampuan belajar.
Maka atas dasar hasil penelitian tadi, kita bisa mengatur makanan anak sejak janin.
Ketika anak masih dalam kandungan, si ibu mesti makan untuk kebutuhan berdua
dengan gizi yang baik. Perilakunya juga mesti dijaga agar tidak memberi pengaruh
buruk terhadap janin. Pasalnya, perilaku ''buruk''ibu hamil, merokok misalnya, ternyata
juga menjadikan IQ anak rendah.

Penelitian David L. Olds et. al. (1994) dari Departement of Pediatrics, University of
Colorado di Denver, AS, menunjukkan bayi-bayi yang lahir dari ibu perokok memiliki
faktor potensial ber-IQ rendah, seperti bobot lahir rendah, lingkar kepala lebih kecil,
lahir prematur, dan perawatan saat di ICU lebih lama dibandingkan dengan bayi dari
ibu tidak merokok selama hamil. Anak dari ibu perokok selama hamil pada usia 12 - 24
bulan memiliki nilai IQ 2,59 angka lebih rendah, pada 36 - 48 bulan memiliki nilai IQ
4,35 angka lebih rendah ketimbang IQ anak dari ibu tidak merokok saat hamil.

Menurut David, asap rokok diduga akan mengurangi pasokan oksigen yang sangat
diperlukan dalam proses pertumbuhan sistem syaraf janin. Nikotin rokok akan
membuat saluran utero-plasental menyempit. Akibatnya, sel-sel otak bayi akan
menderita hypoxia atau kekurangan oksigen. Asap rokok juga akan memicu terjadinya
proses carboxy hemoglobin, yaitu sel-sel darah yang semestinya mengikat oksigen malah
mengikat CO dari asap rokok. Selain itu, asap rokok juga mengandung sekitar 2.000 -
4.000 senyawa kimia beracun yang secara langsung mengganggu dan merusak berbagai
proses tumbuh kembang sel-sel dan
sistem syaraf.



                                           13
Merokok selama hamil juga berpengaruh pada kekurangan zat gizi yang diperlukan
dalam proses tumbuh kembang sel otak. Misalnya, kebutuhan zat besi akan meningkat
karena harus memenuhi keperluan pembentukan sel-sel darah yang banyak mengalami
kerusakan. Hal ini akan mengurangi kemampuan dan persediaan zat gizi lainnya,
seperti vit. B-12 dan C, asam folat, seng (Zn), dan asam amino. Zat-zat gizi tsb.
dilaporkan sangat diperlukan dalam proses tumbuh kembang sel-sel otak janin. Jika
terjadi kekurangan zat-zat gizi esensial, proses tumbuh kembang otak tidak optimal,
sehingga nilai IQ pun menjadi lebih rendah.

Setelah lahir, asupan gizi bagi bayi juga harus dijaga tetap baik. Idealnya, anak
mendapatkan ASI secara eksklusif sampai usia 4 - 6 bulan. Jenis makanan, selain ASI,
untuk bayi dan anak balita sebaiknya dibuat dari bahan makanan pokok (nasi, roti,
kentang, dll.), lauk pauk, bebuahan, air minum, dan susu sebagai sumber protein dan
energi. Jangan lupa, bahan makanan harus diolah sesuai tahap perkembangan dari
lumat, lembek, selanjutnya padat. Secara keseluruhan asupan makanan sehari harus
mengandung 10 - 15% kalori dari protein, 20 - 35 % dari lemak, dan 40 - 60% dari
karbohidrat.

Menu seimbang diberikan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Sejak awal balita,
jika memungkinkan, anak diberi susu sebanyak 500 ml. Namun, jika ASI cukup, susu
pengganti tidak perlu diberikan hingga usia dua tahun.

Perhatian juga mesti diberikan terhadap jadwal pemberian makanan. Makan besar tiga
kali (sarapan, makan siang, dan malam), makan selingan (makan kecil) dua kali yang
diberikan di antara dua waktu makan besar, air minum diberikan setelah makan dan
ketika anak merasa haus, serta susu diberikan dua kali, yakni pagi dan menjelang tidur
malam.

Untuk mengetahui kecukupan gizi pada anak ada dua cara yang bisa digunakan.
Pertama cara subjektif, yakni mengamati respon anak terhadap pemberian makanan.
Makanan dinilai cukup jika anak tampak puas, tidur nyenyak, aktifitas baik, lincah,
dan gembira. Anak cukup gizi biasanya tidak pucat, tidak lembek, dan tidak ada
tanda-tanda gangguan kesehatan.

Cara kedua adalah dengan pemantauan pertumbuhan secara berkala. Cara ini
dilakukan dengan mengukur bobot dan tinggi anak, dilengkapi dengan mengukur
lingkar kepala pada anak sampai usia 3 tahun. Hasil pengukuran dibandingkan dengan
data baku untuk anak sebaya. Jika ditemukan tanda-tanda kurang sehat, seperti pucat
atau rambut tipis dan kemerahan, anak perlu diperiksa secara medis. Ada baiknya juga
dilakukan pemeriksaan psikologis, terutama bila ada kemunduran prestasi belajar.


                                          14
Tempat Tinggal dan Cerita

Selain faktor gizi dan perawatan, apa yang dilihat, didengar, dan dipelajari anak, sejak
dalam kandungan sampai usia lima tahun, sangat menentukan intelegensia dasar untuk
masa dewasanya kelak. Setelah usianya melewati lima tahun, secara potensial IQ-nya
telah tetap. Dengan begitu, masa itulah merupakan kesempatan emas bagi kita untuk
memacu tingkat kecerdasan anak.

Menurut Jean Piaget, psikolog dari Swis, semakin banyak hal baru yang dilihat dan
didengar, si anak akan semakin ingin melihat dan mendengar segala sesuatu yang ada
dan terjadi di lingkungannya. Karenanya disarankan agar orang tua memperkaya
lingkungan tempat tinggal (kamar tidur atau kamar bermain) bayi dengan warna dan
bunyi-bunyian yang merangsang. Umpamanya, gambar-gambar binatang atau bunga,
musik, kicauan burung, dsb. Semuanya mesti tidak menimbulkan ketakutan dan
kegaduhan pada anak.

Para pakar juga yakin lingkungan verbal bagi anak juga tak kalah pentingnya. Bahasa
yang didengarkan anak bisa meningkatkan atau menghambat kemampuan dasar
berpikirnya. Penelitian hal ini dilakukan psikolog Rusia. Ia membayar para ibu
keluarga miskin untuk membacakan cerita dengan suara keras untuk bayi mereka
masing-masing selama 15 - 20 menit setiap hari. Menjelang berusia 1,5 tahun, bayi
menjalani pengukuran. Hasilnya, bayi-bayi itu memiliki kemampuan berbahasa yang
lebih baik ketimbang bayi-bayi seusianya di daerah yang sama.

Penelitian lain dilakukan di sebuah sekolah perawat di New York, AS, terhadap dua
kelompok anak usia tiga tahun. Masing-masing anak diperlakukan secara berbeda.
Kelompok pertama diberi pelajaran berbahasa selama 15 menit setiap hari. Kelompok
kedua diberi perhatian khusus juga selama 15 menit tanpa pelajaran bahasa. Setelah 4
bulan ternyata kelompok pertama mendapatkan kenaikan intelegensia rata-rata sebesar
14 angka. Sedangkan kelompok kedua kenaikan rata-ratanya cuma 2 angka.

Nah, untuk mendapatkan anak cerdas ternyata gampang. Cuma dengan memberi
makanan sehat, perawatan baik, dan lingkungan psikologis yang mendukung sejak
dalam kandung hingga usia lima tahun, besar kemungkinan harapan kita akan tercapai.



MENGOCEH PERTANDA CERDAS (1)
Oleh info


                                          15
                                                                    3398
Rabu, 30-Maret-2005, 10:56:25
                                                                    klik


    Mengoceh bagi bayi merupakan aktivitas yang cukup rumit.
    Diperlukan rangsangan yang tepat agar ocehannya makin bicara.
    Mengoceh secara tidak langsung akan merangsang kecerdasan-
    kecerdasan lainnya, termasuk kecerdasan emosional,
    komunikasi, dan logika matematika. Loh..kok sampai ke
    logika matematika segala?


Mengoceh bagi bayi merupakan aktivitas yang cukup rumit.
Diperlukan rangsangan yang tepat agar ocehannya makin ''bicara''.

Kalau bayi mulai mengoceh, ia tidak sedang iseng belaka.
Ia justru sedang menunjukkan kemampuannya. Pendapat ini
antara lain didasari beberapa penelitian yang dilakukan
di Amerika. Patricia Kuhl, Direktur Departemen Speech
and Hearing University of Washington, mengungkapkan
dengan mengoceh berarti bayi berlatih membangun fondasi
berbahasa.

Mengoceh juga menunjukkan kecerdasan si kecil.
Kenapa? Karena bayi harus mentransformasikan suara atau
kata-kata yang didengarnya untuk diselaraskan dengan
kemampuan bicaranya. Senada dengan Kuhl, seorang
spesialis percakapan dari University of Kansas,
Mabel Rice, mengatakan bayi yang mengoceh berarti
sedang belajar berbahasa.

Hasil penelitian pakar perkembangan otak dari Amerika
tahun 1999, Huttenlocher, Jusyck, dan Kuhl juga menyebutkan,
pada umur 6-12 bulan bayi dapat mengenali pola bicara
orang di sekelilingnya. Bayi mampu mengenali kata-kata
yang sering diucapkan ayah/ibunya. Makin sering orang
tua berbicara kepada si kecil maka semakin kaya
perbendaharaan kata yang diperolehnya. Alhasil, dia
akan lebih terampil berbicara pada umur 5-6 tahun.

Jadi, ternyata bayi tak cuma mengingat perkataan orang


                                         16
di sekelilingnya tapi juga menganalisanya. Bahkan, ia
memiliki kemampuan mengingat struktur percakapan orang
yang sedang berbicara di sekitarnya.

MENSTIMULASI KECERDASAN

Memang, tidak bijaksana jika kita hanya menganggap
mengoceh sebagai satu-satunya tolak ukur kecerdasan bayi.

Seperti diungkapkan dr.Soedjatmiko,Sp.A(K),M.Si.,
kecerdasan merupakan suatu hal yang kompleks. Antara
lain membutuhkan proses melihat, mendengar,
membandingkan, menyamakan, mengelompokkan, menggabungkan,
menyimpan, merepresentasikan atau mengeskpresikan melalui
berbagai cara, baik verbal maupun gerakan. Nah, agar
mengoceh dapat memberi kontribusi besar kepada
kecerdasannya, orang tua perlu menanggapi ocehan tersebut
dengan penuh kasih sayang. ''Dengan begitu bayi jadi
merasa aman dan nyaman. Hal ini sangat penting untuk
pembentukan attachment serta basic trust pada bayi'', papar
Ketua Subbagian Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Bagian Ilmu
Kesehatan Anak FKUI ini.

Mengoceh secara tidak langsung akan merangsang kecerdasan-
kecerdasan lainnya, termasuk kecerdasan emosional,
komunikasi, dan logika matematika. Loh..kok sampai ke
logika matematika segala?

''Ya, kalau kita ingin bayi terbiasa dengan matematika,
ajaklah ia berbicara mengenai konsep besar-kecil atau
hitungan seperti penjumlahan dengan menggunakan alat
peraga mainan. Secara otomatis hal itu menstimulasi
kecerdasan matematikanya. Tentunya dengan syarat,
lakukan dalam suasana bermain yang menarik dan
menyenangkan '',kata Soedjatmiko.

TAHAPAN KEMAMPUAN BICARA

Kemampuan berbicara pada bayi terdiri atas beberapa
tahapan. Berikut tahapannya menurut Soedjatmiko:


                                         17
Usia 0- 3 bulan
Bayi mulai menunjukkan reaksi terhadap bunyi-bunyian
yang didengarnya. Dia akan mencari sumber suara tersebut.
Si kecil juga perhatian terhadap suara musik atau nyanyian.
Usia 3-6 bulan
Si kecil memandang orang yang berbicara padanya. Dia
juga dapat tertawa dan mengeluarkan suara menandakan
suasana hati gembira atau sebaliknya. Bayi akan terdiam
memperhatikan/mendengar suara yang dikenalnya.
Usia 6 -8 bulan
Bayi mulai bisa mengucapkan satu suku kata. Misalnya,
''Ma, pa, ta...da.'' Si kecil juga akan menjerit atau
mengoceh minta diperhatikan. Di usia ini bayi menanggapi pembicaraan.
Usia 8-10 bulan
Bayi mulai bisa bersuara bersambung. Misalnya,
''Ma-ma-ma-ma, pa-pa-pa-pa, da-da-da-da, ta-ta-ta-ta.''
Ocehannya mulai mirip dengan bicara.
Usia 10-13 bulan
Si kecil mulai bisa memanggil. Misalnya, ''Mama, Papa!''
Ia mulai bisa mengucapkan satu kata sederhana.

MENGOCEH PERTANDA CERDAS (2)
                  Jangan lupa dengan melatih bayi berbicara, kita
               sekaligus akan merangsang perkembangan emosi, sosial
                  dan kecerdasannya. Dengan latihan secara rutin
              diharapkan lama-kelamaan bayi dapat menjawab ucapan
                  orang tuanya dengan kata-kata bahkan kalimat.
                    Nah, supaya si kecil tidak terlambat berbicara,
                   lakukan metode praktis melatih bayi berikut ini
                                    setiap hari...



MELATIH BAYI MENGOCEH

Jangan lupa dengan melatih bayi berbicara, kita
sekaligus akan merangsang perkembangan emosi, sosial
dan kecerdasannya. Dengan latihan secara rutin
diharapkan lama-kelamaan bayi dapat menjawab ucapan
orang tuanya dengan kata-kata bahkan kalimat.


                                        18
Nah, supaya si kecil tidak terlambat berbicara,
lakukan metode praktis melatih bayi berikut ini
setiap hari:

I. Berbicaralah kepada bayi sebanyak dan sesering mungkin.

1. Bertanya pada bayi
Contohnya, ''Kamu haus, ya? Mau susu lagi?;
Ini gambar apa?; Ini boneka apa?;
Ini warnanya apa?; Ini namanya siapa?''

2. Berkomentar terhadap perasaan bayi
Contohnya, ''Kasihan, adik rewel. Kepanasan, ya?
Nah, sekarang dikipasin ya?; Ooo, kasihan, adik rewel
gatal digigit nyamuk, ya?; Jatuh ya? Sakit? Sini diobatin!''

3. Menyatakan perasaan ibu/ayah
Contohnya, ''Aduh, Mama kangen banget sama adik.
Tadi Mama di kantor ingat terus sama adik. Mmmh, Mama
sayang deh, sama adik.''

4. Berkomentar tentang keadaan bayi
Contoh, ''Tuh, mulutmu mungil, ya!;
Wah, rambutmu masih botak!''

5. Berkomentar mengenai kemampuan atau perilaku bayi
Contohnya, ''Wah, Rini sudah bisa duduk!;
Eeee, Tono sudah bisa berdiri?;
Horee, anakku sudah bisa jalan!''

6. Bercerita tentang benda-benda di sekitar bayi
Contoh, ''Ini namanya bantal. Warnanya merah muda.
Ada gambar Winnie the Pooh-nya.; Yang ini
namanya boneka Teletubbies. Ini yang warna merah.
Ini yang warnanya hijau. Yang itu ungu. Nih, coba peluk.''

7. Bercerita tentang kegiatan yang sedang dilakukan pada bayi
Contoh, ''Adik mandi dulu, ya? Pakai air hangat,
pakai sabun, biar bersih, biar kumannya hilang,


                                           19
biar kulitnya bagus. Sekarang dihandukin biar kering,
tidak kedinginan. Wah, Adik wangi. Sekarang pakai
baju dan celana. Nah, selesai. Enak, kan? Habis ini minum ASI terus tidur, ya?''

8. Bercerita tentang kegiatan yang sedang dilakukan orang tua
Contohnya, ''Mama sekarang mau bikin susu buat adik!
Ini susunya 3 takar ditambah air 90 ml, terus dikocok-kocok.
Terlalu panas enggak? Oh, enggak. Nah, siap deh!''

II. Dengarkan suara bayi, berikan jawaban atau pujian
Ketika bayi bersuara atau berbicara walaupun tidak jelas,
segeralah ayah/ibu menoleh dan memandang ke arah bayi dan
mendengarkan suaranya seolah-olah mengerti maksudnya.
Pandang matanya, tirukan suaranya, berikan jawaban atau
pujian, seolah-olah bayi mengerti jawaban ayah/ibu.

Contoh: Ta-ta-ta-ta? Ma-ma-ma-ma? Kenapa, sayang?
Minta susu? Mau pup?

III. Bermain sambil berbicara
- Cilukba
Ayah/ibu mengucapkan, ''Ciluuuuuuk!'' sambil
menutup muka dengan bantal beberapa detik kemudian
bantal disingkirkan sambil ayah/ibu mengucapkan, ''Baaaaaa!''

- Kapal terbang
''Nih ada kapal sedang terbang. Ngengngngngng...''
Lalu arahkan kapal terbang mendekati wajah si kecil
terus mendarat di atas perutnya.

- Boneka
Seolah-olah ayah/ibu berbicara kepada bayi, ''Halo, kamu bayi
yang lucu, ya?''

- Menyebutkan anggota badan
Misalnya, ''Ini tangan. Ini kaki. Tiiiik...kitik...kitik., ini jari-jari.''

IV. Bernyanyi sambil bermain
Putarkan kaset lagu anak-anak, ikutlah bernyanyi,
sambil bertepuk tangan dan goyang kepala.


                                                20
Misalnya, ''Pok-ame-ame, belalang kupu-kupu, tepok
biar ramai, pagi-pagi minum .... susu.'';
''Cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap, datang
seekor nyamuk, .....hap! Lalu ditangkap.'';
''Dua mata saya, hidung saya satu...,'' sambil
menunjuk ke mata, hidung dan seterusnya.

V. Membacakan cerita sambil menunjukkan gambar-gambar
Bacakan cerita singkat dari buku cerita anak yang
bergambar. Tunjukkan gambar tokoh-tokoh yang ada
dalam cerita seperti binatang, benda-benda, dan manusia.


VI. Banyak berbicara sepanjang jalan ketika bepergian
Tunjuklah benda-benda atau kejadian sambil
menyebutkan dengan kata-kata secara berulang-ulang.
Itu layang-layang sedang terbang, itu kakak sedang
menyeberang jalan, itu burung sedang terbang, itu
pohon ada bunganya, dan lainnya.

VI. Bermain dengan anak lain yang lebih jelas dan lancar berbicaranya
Ajak bayi bermain dengan anak lain seperti kakak,
tetangga, atau sepupu yang sudah lebih jelas
berbicaranya. Kemudian, bermain bersama menggunakan
boneka, kubus, balok, lego, buku bergambar dan lainnya.

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
Menurut Soedjatmiko ada beberapa hal yang mesti
diperhatikan orang tua ketika mengajarkan berbicara
pada bayi adalah :

*Jangan memaksa si kecil berbicara.
* Kalau bayi bersuara walaupun tidak jelas, tetap
berikan jawaban seolah-olah ibu/ayah mengerti ucapannya.
* Pujilah segera kalau dia seolah berbicara benar.
* Jangan menyalahkan kalau ucapannya tidak benar.
* Kalau bayi sudah bosan sebaiknya beralihlah ke
kegiatan lain yang menarik dan menyenangkan.
*Jangan memotong ocehan bayi.
Inilah alasannya:


                                         21
(1) Saat mengoceh, bayi sebenarnya sedang berusaha
menyampaikan pendapat atau ide-idenya. Kalau orang
tua sampai memotong ocehan bayi, berarti juga
memotong ide yang ingin disampaikan bayi.
Perlu diketahui, mengoceh merupakan bagian dari
latihan mengembangkan pendapat maupun ide.

(2) Kalau orang tua sering memotong ocehan bayi,
dikhawatirkan si kecil kelak tak memiliki
kepercayaan diri yang kuat. Ia akan selalu takut
untuk berbicara.

(3) Bayi ingin ocehannya diperhatikan dan dihargai.
Memotong ocehannya akan membuat si bayi merasa tak
dihargai. Jadi, jangan sekali-sekali memotong ocehannya.




     TANDA-TANDA BAYI CAPEK, KEGERAHAN DAN KEDINGINAN

   Untuk melihat ketiga hal di atas memang tidak mudah, tapi jika kita sudah tahu
                              cirinya, jadi mudah, kok.

Menghadapi seorang bayi, orang tua memang kerap dibuat bingung dan serbasalah.
Pasalnya si bayi belum bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan atau apa yang dia
inginkan dengan bahasa yang kita pahami. Mereka hanya bisa menangis atau bersikap
rewel

Alhasil, kalau si kecil menangis dan popoknya tidak basah, maka kita menduga ia lapar
atau sekadar manja. Padahal belum tentu, lo. Bisa saja dia menangis karena
kedinginan, kegerahan, atau kecapekan.

Seperti diakui dr. Anna Tjandrajani, Sp.A. dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, memang
tak banyak orang tahu ciri bayi kedinginan, kegerahan, atau kecapekan. "Akan tetapi,
kalau kita tahu ciri-cirinya, maka mudah saja, lo, mendeteksinya." Untuk itu, ia pun
bersedia membeberkan "rahasianya" kepada kita.

BAYI KEGERAHAN

Kita juga sering salah mendeteksi suhu badan anak yang meningkat. Disangka sakit,


                                         22
tak tahunya cuma kegerahan. Adapun penyebab anak kegerahan, menurut Anna, lebih
banyak dipengaruhi faktor lingkungan, seperti kurang ventilasi, cuaca di luar sedang
terik, ruangan sempit, atau cahaya yang masuk ke ruangan berlebihan.

* Ciri-cirinya: 1. Anak mulai gelisah.
              2. Kulit anak mulai memerah atau melegam dari sebelumnya.
              3. Berkeringat, baik di dahi, kepala, dan ketiak. Bajunya juga basah.
              4. Kulit di bagian lain tubuhnya jadi kering.
              5. Bibirnya juga kering.

* Penanganan:

Kalau tidak cepat ditangani, anak bisa mengalami dehidrasi. Inilah langkah-langkah
penanggulangannya:

1. Jauhkan anak dari sumber panas, dan dinginkan udara ruangan. Kalau sedang
berada di bawah terik matahari, segeralah berteduh. Jika sedang berada di dalam
ruangan tertutup yang kurang ventilasi, misalnya di dalam mobil yang tak
berpendingin udara, ajak anak keluar dari kendaraan.

2. Lepaskan selimut anak. Juga sebaiknya bayi tidak dibedong. "Takutnya, karena
terbiasa dibedong, maka ketika segala sesuatu yang menutupi tubuhnya dilepas, anak
malah menggigil." Jika hal itu benar terjadi, waspadalah. Mungkin, suhu yang
meningkat itu merupakan demam.

3. Pakaikan baju bayi yang sesuai untuk iklim tropis, seperti katun atau bahan-bahan
yang menyerap keringat. Gantilah secepat mungkin baju bayi yang basah oleh keringat.

4. Setelah itu, ukur suhu anak dengan termometer. Jika hasilnya menunjukkan angka
36-37,5 derajat Celcius, berarti ia masih normal. Jika lebih dari 37,5 derajat Celcius,
kemungkinan anak demam. Jika sampai 39 derajat Celcius berarti dia sudah demam
tinggi, apalagi jika sampai 40 derajat Celsius lebih, bisa jadi dia mengalami
hipertermia..

5. Untuk membedakan gerah dengan sakit, cara praktisnya adalah dengan meraba
badan anak, apakah suhu tubuhnya sama atau lebih tinggi dari tubuh kita. "Tapi cara
ini tetap tidak menjamin. Paling tepat, ukur dengan termometer," anjur Anna.

BAYI KECAPEKAN

Kita pun perlu mengetahui ciri bayi yang mengalami kelelahan. Biasanya ini terjadi
bila kualitas tidurnya kurang, terlalu sering digendong, atau terlalu lama bermain.

                                           23
Menurut Anna, umumnya anak yang mengalami kecapekan pasti akan tidur dengan
sendirinya. Namun demikian, hal itu bisa dilihat secara lebih menyeluruh.

* Ciri-cirinya:

1. Bayi rewel. Bila setelah diajak berjalan-jalan dan diteteki tetap rewel, bisa jadi anak
itu kecapekan. Tenangkan dia dengan cara membuatnya nyaman, supaya dia bisa
tertidur dengan pulas. Mungkin juga dia mencari tempat tidur.

2. Tatapan matanya sayu, tidak bergairah, atau layu. Namun, menurut Anna, ciri ini
tidak selalu menjamin bahwa si bayi memang kecapekan. Bisa jadi ia sedang sakit.
Karena itulah pahami betul anak kita secara baik. Periksa selalu kondisi fisik dan suhu
tubuhnya, termasuk fesesnya. Jika kita curiga, cepatlah bawa ke dokter. Harus diingat,
terlalu sering kecapekan akan menurunkan daya tahan tubuh dan kemudian
mengundang penyakit.

BAYI KEDINGINAN

* Ciri-cirinya pada bayi baru lahir/neonatus

1. Anak menggigil, walau biasanya ciri ini tak mudah terlihat pada bayi kecil.

2. Kulit anak terlihat belang-belang, merah campur putih atau timbul bercak-bercak.

3. Anak terlihat apatis atau diam saja.

4. Lebih parah lagi, anak menjadi biru yang bisa dilihat pada bibir dan ujung jari-
jarinya.

5. Jika hal tersebut tetap saja dibiarkan, anak bisa berhenti bernapas.

6. Puncaknya, anak bisa terkena hipotermia dan meninggal.

Namun, orang tua tak perlu terlalu khawatir. Biasanya, indikasi pertama sudah bisa
terlihat oleh perawat maupun dokter yang kemudian menanganinya dengan mengambil
tindakan penghangatan atau heatradian (disinar oleh cahaya lampu biasa dan
diselimuti). Kalau perlu dengan menggunakan kasur penghangat.

"Sekalipun begitu, untuk memastikan, sebaiknya bayi langsung diukur suhu badannya
dengan termometer. Kalau angkanya di bawah 35 derajat Celcius, berarti anak terkena
hipotermia, sebab suhu normal manusia adalah 36-37,5 derajat Celcius," ujar Anna.



                                            24
* Untuk bayi di atas 1 bulan

Sekalipun kini bayi sudah lebih kuat dibandingkan sebelumnya, jika suhu lingkungan
begitu rendah dan tidak membuatnya nyaman, kemungkinan besar si anak juga
kedinginan. Ciri-cirinya, menurut Anna, ada yang bisa dideteksi secara kasat mata, ada
juga yang mesti dengan perabaan.

1. Yang bisa dideteksi secara kasat mata:

Kondisi bayi tak jauh berbeda dari bayi neonatus yang kedinginan. Cirinya: 1. Ia
cenderung diam saja.
2. Kulit anak terlihat belang-belang, merah campur putih atau berbercak-bercak.
3. Anak menjadi biru dengan ciri, bibir dan ujung jari-jarinya membiru. Jika dibiarkan,
anak bisa berhenti bernapas. Puncaknya, anak bisa mengalami hipotermia. Jika tidak
segera ditangani, bisa terjadi kematian. "Hanya saja kalau bayi neonatus akan lebih
cepat birunya. Sementara pada bayi yang lebih besar akan agak lama perubahannya,"
ujar Anna.

2. Yang bisa dideteksi dengan perabaan 1. Tangan dan telapak tangannya terasa
dingin, begitu juga telapak kakinya.
2. Tubuhnya lebih dingin dari tubuh kita. Untuk memastikannya, periksalah dengan
termometer yang dipasang di anus.

Atasi kedinginan ini dengan memberinya selimut. Hangatkan pula suhu lingkungan
atau ruangan dimana bayi berada. Bisa dengan mematikan AC atau menghangatkan
tubuh anak dengan lampu 60 watt yang ditempatkan di atas tempat tidurnya.
Jaraknya kurang lebih 1,5 meter dari tubuh anak.

Peluklah anak dengan kasih sayang, "Malah inilah cara yang terbaik," kata dokter yang
berpraktek juga di Klinik Anakku Cinere. Hanya saja, saat tidur lebih baik anak
dihangatkan dengan lampu. Jauh lebih baik lagi jika kasur anak pun menggunakan
penghangat. Jika suhu tubuhnya tak kunjung normal, segeralah bawa si kecil ke dokter
terdekat.


Seni Berbicara dengan Bayi
    Berikut ini panduan seni berbicara dengan bayi untuk
    mengembangkan kemampuan berbicaranya:


1. Memperkenalkan Nama Benda


                                            25
Perkenalkan segala sesuatu di sekitar kita kepada bayi. Ini bisa dimulai dengan yang
sederhana, seperti wajah kita. Yuk, ajak tangan bayi menjelajahi wajah kita. Sambil
menyentuh setiap bagiannya, sebutkan mana mata, hidung, mulut, telinga, dan lain-
lain. Lalu, lanjutkan dengan anggota tubuh. Lebih jauh lagi, perkenalkan bayi pada
nama-nama benda di sekitarnya; bola, meja, kursi, kotak. Perkenalkan pula si kecil
pada pohon, mobil, kucing, anjing, dan aneka obyek di luar rumah.

2. Menjadi Pendengar
Meski bayi belum mampu mengungkapkan keinginan atau gagasan lewat kata-kata
yang jelas, sebaiknya mulailah ''mendengarkan'' setiap ia ''mengungkapkan'' sesuatu.
Jadilah pendengar aktif. Usahakan mengira-ngira apa yang ingin bayi ungkapkan.
Lalu, berikan respon. Misal, ''Oh, bagus sekali!'' atau ''Apa betul?'' Ajak pula bayi
berdialog, meski ia hanya akan merespon dengan gumaman, gerakan, senyum atau
bahasa tubuh lainnya.

3. Memperkenalkan Konsep
Segala sesuatu di sekitar bayi merupakan hal baru baginya. Nah, kewajiban kitalah
mengenalkannya kepada bayi melalui berbagai konsep, eperti konsep panas-dingin,
naik-turun, masuk-keluar, kosong-penuh, berdiri-duduk, basah-kering serta besar-kecil.
Pengenalan konsep dasar ini bisa dilakukan sesederhana mungkin. Dan, bisa didapat
dari peristiwa sehari-hari di sekitar bayi. Misal, saat menggantikan popok, kita bisa
memberitahukan padanya, ''Popokmu basah kena pipis. Nah, sekarang Mama ganti
dengan popok yang kering.''

4. Menjelaskan Sebab-Akibat
Konsep sebab-akibat juga perlu diperkenalkan, mengingat bayi sedang giat mempelajari
segala sesuatu. Kita bisa mulai dengan menjelaskan berbagai fungsi dan sebab-akibat
bekerjanya benda di rumah. Misal, tombol lampu. ''Kalau tombol ini Mama tekan ke
atas, lampu akan menyala dan ruangan jadi terang. Tetapi kalau ditekan ke bawah,
lampu padam dan ruangan jadi elap.''
Tentu saja tak cuma benda mati. Sebab-akibat pada perasaan orang juga bisa
diperkenalkan. Contoh, ''Mama sedih kalau kamu nggak mau makan''. Ini akan
mengasah kepekaan bayi.

5. Memperkenalkan Warna
Warna-warni bisa ditunjukkan sambil memperkenalkan benda dan segala sesuatu di
sekitar bayi. Misal, ''Itu balon, Nak. Warnanya merah, seperti bajumu.''

6. Mengulangi Kata-Kata
Agar bayi mampu mengingat lebih tajam segala sesuatu yang diperkenalkan padanya,


                                           26
sebaiknya kata-kata yang diperkenalkan selalu diulang-ulang. Misal, ''Pintar,
makannya sudah habis. Haaabiiis.''

7. Memperkenalkan Kata yang Benar
Hindari penggunaan kata-kata yang dipermudah atau dicadel-cadelkan, seperti
''mamam'' untuk makan, ''mimik'' untuk minum, atau lainnya. Gunakan kata-kata yang
benar. Karena, ini membantu bayi memahami konsep dengan benar.

8. Perkenalkan Kata Ganti
Walau bayi belum bisa menggunakan kata ganti, tak ada salahnya mulai
memperkenalkannya. Beritahu pula konsep kepemilikan. Misal, ''Ini kue untuk Adek,
untuk kamu,'' atau ''Ini punya Mama, punya saya''.

9. Memacu Respons
Banyak cara memancing bayi agar merespons atau menjawab pertanyaan kita. Misal,
memberi berbagai pilihan dan meminta bayi memilih salah satu, ''Mau pakai baju merah
atau kuning?'' Atau, bisa juga meminta bayi menunjukkan atau mengambil benda yang
kita tanyakan, ''Coba, yang mana boneka Laa Laa?''

10. Hindari Pemaksaan
Jika bayi cuma menjawab dengan ekspresi atau bahasa tubuh, bantulah dengan
memberi pilihan. Misal, ''Ari mau pilih bola atau boneka?'' Kalau kata-katanya tetap
tak keluar, komentari pilihannya, ''Oh, Ari pilih bola, ya?'' Hindari pemaksaan bila bayi
tetap tak mau bicara. Bersabar dan teruslah berlatih.

11. Menyederhanakan
Arahan yang rumit bisa membingungkan bayi. Jadi, sampaikanlah arahan verbal satu
per satu. Misal, ''Tolong ambilkan bola.'' Tunggu sampai bayi melakukannya, baru
lanjutkan, ''Nah, sekarang berikan pada Mama.'' Beri pujian bila ''tugas'' itu dilakukan
dengan baik, agar bayi tahu bahwa yang dilakukannya benar.

12. Hati-hati Memperbaiki
Kekeliruan berbahasa karena keterbatasan artikulasi bayi bisa mulai diperbaiki secara
hati-hati. Ungkapan ''..bil!'' untuk ''mobil'', dapat langsung diperbaiki lewat jawaban
''Pintar, itu mobil''. Tak perlu mengulang-ulang kesalahan ucapan bayi. Sebetulnya ia
sudah mengetahui ucapan yang seharusnya keluar.

13. Membaca Bersama
Perkenalkan bayi pada buku bacaan bergambar yang memiliki kalimat berirama dan
sederhana seperti pantun. Ajaklah ia bersama-sama mengucapkan dan menunjukkan


                                           27
gambar-gambarnya. Misal ''Gajah bermain bola.'' Mintalah bayi menunjukkan mana
gajah dan mana bola. Lakukanlah ini sesering mungkin. Lama-lama bayi akan akrab
dengan kata-kata di buku tersebut dan tertarik untuk belajar lebih banyak lagi.

14. Mengenalkan Angka
Ini bukan pelajaran berhitung, melainkan sekedar mengenal angka satu dan lainnya
sambil bermain. Misal, ''Adik boleh ambil satu kue. Saa-tuu...'' (sambil memperlihatkan
jari kita menunjukkan ''satu''). Atau,
''Ambil mainan, yang baaa-nyaak.'' Menghafal angka juga sudah bisa dilakukan.
Sambil naik tangga atau memasukkan mainan ke dalam boks, kita membilang, ''Satu,
dua, tiga...''

15. Menyanyi
Menyanyi adalah cara mudah ''merekamkan'' beragam kosakata di benak bayi. Kelak,
begitu mendengar potongan melodi dan irama lagu tersebut, rekaman itu akan keluar
dengan sendirinya dari mulut bayi.




               SEBELUM ORGAN BAYI TUMBUH SEMPURNA
    Kenali kelainan-kelainan bayi baru lahir dengan mengetahui bagaimana organ
                               tubuhnya berkembang.

Kita mungkin pernah mendengar bahwa bayi A menderita kelainan sejak lahir. Perlu
diketahui, sebenarnya sebelum dan sesudah lahir, banyak sekali organ tubuh bayi yang
belum berfungsi secara sempurna. Namun, seiring dengan waktu, organ-organ tersebut
akan berfungsi normal. Hanya saja, jika organ tersebut tak berfungsi normal sesuai
waktunya biasanya akan timbul masalah. Simak penjelasan dr. Rulina Suradi,
Sp.A.(K), dari Subbagian Neonatologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSUPN
Cipto Mangunkusumo, Jakarta berikut ini :

                      Jantung, Peredaran Darah, Dan Paru-Paru

  Jantung, imbuh Rulina, merupakan organ tubuh yang besarnya hanya sekepalan
tangan. Terletak di rongga dada (toraks) sebelah kiri. Benda ini terdiri atas otot-otot
kuat yang saling bersambung, sehingga membentuk jaringan. Jantung memiliki empat
ruangan dua di sebelah kiri dan dua di kanan dengan fungsi berbeda. Fungsi intinya
adalah mengalirkan darah ke seluruh tubuh, dan setelah darah mencapai ujung, secara
otomatis akan kembali ke sumber semula. Dua ruangan di kiri, sebelah atas disebut
atrium (serambi) kiri, sedang bagian bawah dinamai ventricle (bilik) kiri. Di ruangan


                                           28
kanan juga sama, yaitu atrium dan ventricle kanan. Kondisi jantung bayi saat masih
dalam kandungan berbeda dengan saat lahir. Ketika masih dalam kandungan, jantung
bayi belum sepenuhnya berfungsi secara normal. Peredaran darah dari jantung kiri bisa
langsung melewati jantung kanan. Begitu juga sebaliknya. Tidak ada sekat yang
memisahkannya. Akibatnya, darah bersih dapat bercampur dengan darah kotor. Namun
secara medis, kondisi ini tak jadi masalah, karena kala dalam kandungan, janin
menerima pasokan darah dan oksigen dari sang ibu lewat plasenta. Barulah setelah
beberapa jam bayi dilahirkan, saluran tersebut secara otomatis langsung menutup.
"Lamanya, kurang lebih 4-8 jam," ungkap Rulina. "Saat lahir, paru-paru bayi juga mulai
berfungsi, sehingga menimbulkan tekanan udara yang kuat di sekitarnya. Tekanan
tersebut mengakibatkan saluran yang menghubungkan bilik kiri dan kanan jantung
menutup."

   Namun, ia mengingatkan, jika saluran peredaran darah tersebut tidak menutup lebih
dari 24 jam, maka orang tua harus mewaspadainya karena hal itu menandakan jantung
si bayi mengalami kebocoran. Kelainan ini disebabkan posisi sekat pemisah bilik atau
serambi jantung kiri dan kanan belum atau tidak tertutup sempurna. Akibatnya,
jantung tidak berfungsi dengan baik. Padahal, jantunglah yang memompa darah ke
seluruh tubuh. Dari bilik kiri jantung, darah bersih berwarna merah segar yang
mengandung 96% zat asam dialirkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah nadi.
Saat kembali ke bilik kanan, darah tidak lagi bersih dan warnanya berubah menjadi
lebih tua. Pada saat itu kadar zat asamnya tinggal sekitar 60%. Selanjutnya, darah
kotor ini dipompa dari bilik kanan ke paru-paru untuk mengambil zat asam sehingga
menjadi bersih kembali. Begitulah aliran darah pada tubuh berlangsung tanpa henti
sepanjang hidup kita. Nah, bila sekat pemisah tidak tertutup sempurna, tentu saja
darah kotor akan bercampur dengan darah bersih. Akibatnya kerja jantung akan
terganggu. Hal ini ditandai dengan sering keluarnya tanda-tanda biru, khususnya pada
kuku jari tangan dan bibir bayi. Selain itu, badannya kurus, pucat, dan tidak
bersemangat. Aktivitas pun terbatas, bayi akan mudah capai dan sering menderita
demam.

Cara mengatasinya bermacam-macam, tergantung faktor penyebabnya. Ada yang
dengan obat-obatan saja sudah cukup, tapi ada juga yang harus ditangani lewat
tindakan operasi. "Penting diperhatikan, tidak semua gangguan jantung ini harus
ditangani langsung dengan cara menutup saluran yang bocor." Masalahnya, dalam
situasi dan kondisi tertentu, penutupan saluran tersebut malah bisa berdampak fatal,
yaitu meninggal dunia. Pada mereka, biasanya diberikan obat-obatan terlebih dahulu,
setelah itu barulah dilakukan operasi.

Jadi, kapan tindakan operasi dilakukan, sepenuhnya harus dengan pertimbangan
dokter. Semakin besar usia sang bayi, semakin besar ukuran jantungnya. Dengan begitu


                                         29
operasi pun lebih mudah dilakukan.

Tingkat kesulitan pembedahan penyakit jantung bawaan sangat tergantung pada letak
dan parah tidaknya kelainan itu. Ada yang cukup dilakukan satu kali koreksi, ada
yang sampai beberapa kali. Selama dilakukan pembedahan jantung terbuka diperlukan
mesin jantung-paru yang menggantikan fungsi jantung dan paru-paru untuk
sementara.

                                     Ubun-Ubun

Ubun-ubun atau yang dalam istilah kedokterannya fontanela merupakan bagian kecil
dari kepala bayi. Bentuknya sangat lunak. Itu sebab, orang tua kerap tidak tega
menyentuh atau merawatnya. Padahal, ubun-ubun sebenarnya tak selunak yang kita
bayangkan karena ia dilapisi membran (selaput tipis jaringan) yang cukup kuat. Perlu
diketahui, kepala bayi dibentuk oleh beberapa lempeng tulang, yaitu 1 buah tulang di
bagian belakang (tulang oksipital), 2 buah tulang di kanan dan kiri (tulang parietal),
dan 2 buah tulang di depan (tulang frontal). Di antara tulang-tulang yang belum
bersambung itu terdapat celah yang disebut sutura. Sutura-sutura ini ada yang
membujur dan ada pula yang melintang. Nah, titik silang celah-celah itulah yang
membentuk ubun-ubun depan (besar) dan ubun-ubun belakang (kecil). Sebenarnya,
hingga usia beberapa bulan setelah dilahirkan, tulang-tulang kepala bayi belum
menyambung satu sama lain. Namun, letaknya telah tersusun berdampingan secara
rapi. Ubun-ubun yang tak segera menutup inilah yang kerap mengkhawatirkan para
orang tua. Padahal, dengan begitu otak bayi justru bisa berkembang normal.

Ubun-ubun dan sutura-sutura ini normalnya menutup antara usia 6-20 bulan. Secara
kasat mata, akibat proses penutupan tulang tengkorak yang kelewat dini ini bisa
dilihat melalui bentuk kepala yang tak normal. Ini terjadi karena pertumbuhan kepala
cenderung mengarah ke tulang yang suturanya menutup belakangan. Contohnya, kalau
sutura bagian depan sudah menutup lebih dulu, pertumbuhan kepala akan lebih
mengarah ke belakang, dan akibatnya kepala jadi panjul. Penyebab ubun-ubun cepat
menutup biasanya adalah kelainan bawaan, adanya infeksi selama kehamilan, atau
adanya gangguan perkembangan jaringan otak dan kelainan tulang seperti
osteopetrosis (pertumbuhan dan kepadatan tulang yang berlebihan).

Sudah pasti, ubun-ubun yang menutup terlalu cepat akan menghambat perkembangan
otak bayi dan menimbulkan gangguan. Dengan kata lain, sel-sel otak yang seharusnya
berkembang malah tertahan oleh tulang tengkoraknya sendiri. Biasanya, gangguan
yang muncul berupa cerebral palsy atau kelumpuhan yang sifatnya kaku. Terlebih bila
proses penutupan tulang tengkorak ini berlangsung sejak ia baru lahir atau berada di
kandungan, proses keterhambatan perkembangan otaknya tentu lebih lama sehingga


                                          30
gangguan yang timbul akan lebih banyak dan berat. Artinya, manifestasi gangguan
tumbuh kembang pada bayi yang bersangkutan bisa berbeda-beda, tergantung bagian
otak sebelah mana yang perkembangannya terhambat, dan kapan terjadinya proses
penghambatan atau penutupan itu.

Cara mengatasinya adalah dengan operasi melepas sambungan yang menutup terlalu
cepat. Dengan begitu, diharapkan otaknya bisa terus tumbuh dan berkembang.

                                     Usus Besar

Bayi baru lahir umumnya sudah bisa BAB (Buang Air Besar) dalam waktu 24 jam
setelah persalinan. Feses di hari pertama dan kedua disebut mekonium yang berwarna
gelap atau hitam. Tak heran bila ada yang menyebutnya tahi gagak. Pada hari ketiga,
feses atau tinjanya mungkin sudah bercampur dengan susu atau kotoran peralihan
(campuran tahi gagak dan susu). Perlu diketahui, bayi yang diberi ASI, biasanya pada
hari-hari pertama atau minggu-minggu pertama akan lebih sering buang air besar, bisa
sampai 6 kali lebih.

Kalau dalam waktu lebih dari 48 jam mekoniumnya tidak keluar-keluar, biasanya bayi
diduga menderita hirschprung. Kelainan hirschsprung terjadi pada persarafan usus
besar paling bawah, mulai anus hingga ke bagian usus di atasnya, termasuk ganglion
parasimpatis yang membuat usus bisa bergerak melebar dan menyempit. "Nah, pada
bayi yang punya kelainan hirschsprung, persarafan ini tak ada sama sekali atau
kalaupun ada, jumlahnya sedikit sekali. Ada-tidaknya persarafan inilah yang
menentukan derajat ringan-beratnya kelainan hirschsprung," urai Rulina.

Akibat selanjutnya, kotoran akan menumpuk dan menyumbat usus di bagian bawah,
hingga bayi tak bisa BAB. Penumpukan kotoran di usus besar ini akan diteruskan
dengan pembusukan. Jika terjadinya sampai berminggu-minggu atau berbulan-bulan
tanpa ketahuan, di dalam usus besar akan berkembang banyak kuman. Pada akhirnya
timbullah radang usus.

Bisa juga, proses pembusukan ini kemudian menghasilkan cairan yang akan merembes
keluar tanpa bisa ditahan oleh anus karena tak ada persarafan tadi. "Mungkin saja
orang tua ataupun dokter tak menyadari adanya kelainan ini, dianggapnya si bayi
mengalami mencret atau diare biasa."

Untuk mengatasinya, pada bayi akan dilakukan pemeriksaan barium enema lewat
anus. Dengan begitu, bisa kelihatan seberapa sempit ususnya dan seberapa panjang
kerusakan yang terjadi. Bagian usus yang tidak memiliki persarafan akan dibuang
lewat operasi pertama. Berikutnya, operasi dilakukan lagi; kalau ususnya bisa ditarik


                                          31
ke bawah, ia akan langsung disambung ke anus. Kalau ternyata ususnya belum bisa
ditarik, maka dibuatlah lubang di dinding perut (kolostomi) untuk saluran BAB.

Nanti, kalau ususnya sudah cukup panjang, operasi bisa dilakukan lagi untuk menarik
dan menyambung ususnya langsung ke anus. Menunggunya bisa sampai 3 bulan,
tergantung kondisi anak yang bersangkutan. Selama itu pun, kondisinya tetap harus
dikontrol, dua minggu sekali atau sebulan sekali.

Menurut Rulina, setelah dibuang dan diperbaiki kelainannya, BAB anak biasanya
akan normal kembali. Kecuali jika kelainannya parah sampai usus besarnya harus
dibuang semua. Masalah tidak akan berhenti sampai di situ.

                             Bilirubin/Kuning Pada Bayi

Timbunan bilirubin (zat/komponen yang berasal dari pemecahan hemoglobin dalam sel
darah merah) di bawah kulit akan membuat kulit bayi terlihat kuning. Perlu diketahui,
pada saat masih dalam kandungan, janin membutuhkan sel darah merah yang sangat
banyak karena paru-parunya belum berfungsi. Sel darah merah inilah yang bertugas
mengangkut oksigen dan nutrien dari ibu ke janin melalui plasenta. Nah, sesudah ia
lahir, paru-parunya berfungsi, sehingga sel darah merah ini tidak dibutuhkan lagi dan
dihancurkan.

Bilirubin alias pecahan hemoglobin ini bermacam-macam sifatnya, ada yang indirect,
direct, dan bebas. Yang indirect atau belum diolah adalah bilirubin yang terikat
albumin sebagai zat pengangkutnya. Ia akan dibawa ke hati untuk diproses menjadi
bilirubin direct. Bilirubin direct ini lalu disimpan di kantong empedu. Namun demikian,
kadang tidak semua hasil pemecahan hemoglobin bisa diikat oleh albumin dan dibawa
ke hati. Bagian yang tidak terangkut inilah yang disebut bilirubin bebas.

Bilirubin bebas bisa menyebar ke mana-mana ke seluruh tubuh. Jenis inilah yang dapat
menimbulkan bahaya, terutama kalau sampai masuk ke otak, karena tak bisa dilepas
lagi. Akibatnya, akan muncul gangguan yang disebut kern ikterus atau timbunan
bilirubin di dasar otak.

Namun, kalau bayi sampai kuning, kita tidak perlu keburu khawatir. Kasus ini
sebenarnya terbagi atas kuning faali (fisiologis) dan kuning patologis (penyakit). Yang
bersifat patologis dapat mengganggu tumbuh kembang bayi di kemudian hari.
Sementara yang faali adalah sesuatu yang normal. Umumnya terjadi di hari kedua atau
ketiga setelah kelahiran hingga 7 atau 14 hari. Walaupun bersifat faali, keberadaannya
tetap perlu diwaspadai, karena mungkin saja dilatarbelakangi masalah patologis.



                                          32
Selain itu, bayi yang minum ASI dapat juga terlihat kuning pada minggu pertama dan
kedua, yang nantinya berangsur-angsur hilang sendiri. Di dalam ASI memang ada
komponen yang mempengaruhi timbulnya kuning pada bayi. Jadi, kuning ini hanyalah
gejala biasa.

Kendati demikian, orang tua harus tetap waspada. Terutama kalau si bayi sedang
dalam keadaan sakit yang berkaitan dengan acidosis (penyakit yang berhubungan
dengan menurunnya kadar pH darah). Misalnya, sesak napas atau mencret berat.
Sebab, saat itu kadar bilirubin bebas bisa meningkat.

Inilah sejumlah hal mencurigakan yang harus diwaspadai.

1. Kuning muncul cepat sekali. Misal, pagi lahir, sore sudah kuning.

2. Peningkatan kadar kuning berlangsung sangat cepat.

3. Kuning berlangsung lama atau proses menghilangnya sangat lambat, misalnya
sesudah 2 minggu kuningnya masih ada.

"Jika salah satu atau semua hal itu terjadi pada si kecil, segera bawa ia dokter!" pesan
Rulina. "Mendeteksi bayi kuning atau tidak, sebetulnya tak terlampau sulit. Lihat di
bagian putih matanya. Kalau memang kuning, warna itu akan terlihat jelas di sana."


                  9 RASA TAKUT DAN CARA MENGATASINYA


 Wajar jika batita memiliki rasa takut. Bentuknya juga macam-macam. Yang jelas, bila
ia tak dibantu mengatasi ketakutannya, bisa mengalami fobia.

Ketakutan, kata dr. Ika Widyawati, SpKJ dari Bagian Psikiatri FKUI- RSUPN
Cipto Mangunkusumo, Jakarta, merupakan suatu keadaan alamiah yang membantu
individu melindungi dirinya dari suatu bahaya sekaligus memberi pengalaman baru.
Pada sejumlah batita, rasa takutnya masih sebatas pada hal-hal spesifik seperti takut
pada anjing, gelap, atau bertemu orang asing.

Yang kerap terjadi, jelas psikiater ini, ketakutan anak justru muncul karena
"ditularkan" orang tuanya. Karena takut pada sesuatu atau kondisi tertentu, "Tanpa
sadar orang tua akan melarang anak dengan cara menakut-nakutinya." Misanya,
"Awas ada kucing, nanti kamu dicakar!" Akibatnya, anak merasa terancam alias tidak
aman setiap kali melihat kucing. Padahal, umumnya kucing hanya akan marah dan


                                           33
mencakar jika diganggu.

Bentuk ekspresi ketakutan itu sendiri bisa macam-macam. Biasanya lewat tangisan,
jeritan, bersembunyi atau tak mau lepas dari orang tuanya. Untungnya, seperti
dijelaskan Ika, rasa takut ini akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya
waktu. "Saat anak merasa aman dengan dirinya sendiri maupun lingkungannya,
hilanglah rasa takut tadi. Tentu saja perlu dukungan orang tua."

Yang jadi masalah adalah bila rasa takut mengendap dan tak teratasi sehingga
berpengaruh pada aktivitas sehari-hari anak. "Bahkan bisa mengarah jadi ketakutan
yang bersifat patologis. Malah bisa fobia alias ketakutan berlebih karena pernah
mengalami kejadian tertentu." Misalnya, gara-gara takut tikus, tiap kali melihat hewan
itu, ia akan menjerit ketakutan. "Tapi umumnya jarang muncul pada anak batita, kok,"
jelas Ika.

Berikut 9 jenis rasa takut yang kerap dialami batita dan tips mengatasi yang diberikan
Ika.

1. TAKUT BERPISAH (SEPARATION ANXIETY)
Anak cemas harus berpisah dengan orang terdekatnya. Terutama ibunya, yang selama 3
tahun pertama menjadi figur paling dekat. Figur ibu, tak selalu harus berarti ibu
kandung, melainkan pengasuh, kakek-nenek, ayah, atau siapa saja yang memang dekat
dengan anak.

Kelekatan anak dengan sosok ibu yang semula terasa amat kental, biasanya akan
berkurang di tahun-tahun berikutnya. Bahkan di usia 2 tahunan, kala sudah
bereksplorasi, anak akan melepaskan diri dari keterikatan dengan ibunya. Justru akan
jadi masalah bila si ibu kelewat melindungi/overprotektif atau hobi mengatur segala
hal, hingga tak bisa mempercayakan anaknya pada orang lain.

Perlakuan semacam itu justru akan membuat kelekatan ibu-anak terus bertahan dan
akhirnya menimbulkan kelekatan patologis sampai si anak besar. Akibatnya, anak tak
mau sekolah, gampang nangis, dan sulit dibujuk saat ditinggal ibunya.Bahkan si ibu
beranjak ke dapur atau ke kamar mandi pun, diikuti si anak terus. Repot, kan? Belum
lagi ia jadi susah makan dan sulit tidur jika bukan dengan ibunya.

Cara Mengatasi:
Jelaskan pada si kecil, mengapa ibu harus pergi/bekerja. Begitu juga penjelasan tentang
waktu meski anak usia ini belum sepenuhnya mengerti alias belum tahu persis kapan
pagi, siang, sore, dan malam serta pengertian mengenai berapa lama masing-masing
tenggang waktu tersebut. Akan sangat memudahkan bila orang tua menggunakan


                                          34
bahasa yang mudah dimengerti. Semisal, "Nanti, waktu kamu makan sore, Ibu sudah
pulang." Jika tak bisa pulang sesuai waktu yang dijanjikan, beri tahu anak lewat
telepon. Sebab, anak akan terus menunggu dan ini justru bisa menambah rasa takut
anak. Ia akan terus cemas bertanya-tanya, kenapa sang ibu belum datang

2. TAKUT MASUK "SEKOLAH"
Bukan soal mudah melepas anak usia batita masuk playgroup. Sebab, ia harus
beradaptasi dengan lingkungan barunya. Padahal, tak semua anak bisa gampang
beradaptasi. Dari pihak orang tua, tidak sedikit pula yang justru tak rela melepas
anaknya "sekolah" karena khawatir anaknya terjatuh kala bermain atau didorong
temannya.

Cara Mengatasi:
Orang tua tetap perlu mengantar anak ke "sekolah" karena ini menyangkut soal
pembiasaan. Kalaupun di hari-hari berikutnya ada sekolah-sekolah yang bersikap tegas
hanya membolehkan orang tua menunggu di luar, sampaikan informasi ini pada anak.
Guru pun harus bisa menarik perhatian anak agar tidak terfokus pada ketiadaan
pendampingan orang tuanya dengan bermain. Di saat asyik bermain dengan teman-
temannya niscaya ia akan lupa.

3. TAKUT PADA ORANG ASING
Di usia-usia awal, anak memang mau digendong/dekat dengan siapa saja. Namun di
usia 8-9 bulan biasanya mulai muncul ketakutan atau sikap menjaga jarak pada orang
yang belum begitu dikenalnya. Ini normal karena anak sudah mengerti/mengenali
orang. Ia mulai sadar, mana orang tuanya dan mana orang lain yang jarang dilihatnya.

Cara Mengatasi
Di usia batita seharusnya rasa takut pada orang asing sudah mulai berangsur hilang
karena, toh, ia sudah bereksplorasi. Semestinya anak sudah memperoleh cukup
pengetahuan untuk menyadari bahwa tak semua orang asing/yang belum begitu
dikenalnya merupakan ancaman baginya.

Biasanya, justru karena orang tua kerap menakut-nakuti, sehingga anak bersikap
seperti itu. "Awas, jangan deket-deket sama orang yang belum kamu kenal. Nanti
diculik, lo!" Memang boleh-boleh saja orang tua menasehati anak untuk berhati-
hati/bersikap waspada pada orang asing, tapi sewajarnya saja dan bukan dengan cara
menakut-nakutinya.

4. TAKUT PADA DOKTER
Mungkin pernah mengalami hal tak mengenakkan seperti disuntik, anak jadi takut
pada sosok tertentu. Belum lagi kalau orang tua rajin "mengancam" setiap kali anak


                                          35
dianggap nakal. "Nanti disuntik Bu Dokter, lo, kalau makannya enggak habis!" atau
"Nanti Mama bilangin Pak Satpam, ya!

Cara Mengatasi:
Izinkan anak membawa benda atau mainan kesayangannya saat datang ke dokter
sehingga ia merasa aman dan nyaman. Di rumah, orang tua bisa membantunya dengan
menyediakan mainan berupa perangkat dokter-dokteran. Biarkan anak menjalani peran
dokter dengan boneka sebagai pasiennya. Secara berkala ajak anak ke dokter gigi untuk
menjaga kesehatan giginya. Tak ada salahnya juga mengajak dia saat orang tua atau
kakak/adiknya berobat gigi. Dengan begitu anak memperoleh infomasi bagaimana dan
ke mana ia harus pergi untuk menjaga kesehatan giginya. Lambat laun ketakutannya
pada sosok dokter justru berganti menjadi kekaguman.

5. TAKUT HANTU
"Hi, di situ ada hantunya. Ayo, jangan main di situ!" Gara-gara sering diancam dan
ditakuti seperti itu, batita yang sebetulnya belum mengerti sama sekali tentang hantu,
jadi tahu dan takut. Bisa juga karena ia menonton film horor di televisi.

Cara Mengatasi:
Jauhkan anak dari tontonan tentang hantu. Orang tua pun seyogyanya jangan pernah
menakut-nakuti anak hanya demi kepentingannya. Bisa pula dengan membelikan buku-
buku cerita atau tontonan anak mengenai karakter hantu atau penyihir yang baik hati.

6. TAKUT GELAP
Biasanya juga gara-gara orang tua. "Mama takut, ah. Lihat, deh, gelap, kan?" Takut
pada gelap bisa juga karena anak pernah dihukum dengan dikurung di ruang gelap.
Bila pengalaman pahit itu begitu membekas, bukan tidak mungkin rasa takutnya akan
menetap sampai usia dewasa. Semisal keluar keringat dingin atau malah jadi sesak
napas setiap kali berada di ruang gelap atau menjerit-jerit kala listrik mendadak
padam.

Cara Mengatasi:
Saat tidur malam, jangan biarkan kamarnya dalam keadaan gelap gulita. Paling tidak,
biarkan lampu tidur yang redup tetap menyala. Cara lain, biarkan boneka atau benda
kesayangannya tetap menemaninya, seolah bertindak sebagai penjaganya hingga anak
tak perlu takut.

7. TAKUT BERENANG
Sangat jarang anak usia batita takut air. Kecuali kalau dia pernah mengalami hal tak
mengenakkan semisal tersedak atau malah nyaris tenggelam saat berenang hingga



                                          36
hidungnya banyak kemasukan air.

Cara Mengatasi:
Lakukan pembiasaan secara bertahap. Semisal, awalnya biarkan anak sekadar
merendam kakinya atau menciprat-cipratkan air di kolam mainan sambil tetap
mengenakan pakaian renang. Bisa juga dengan memasukkan anak ke klub renang yang
ditangani ahlinya. Atau dengan sering mengajaknya berenang bersama dengan
saudara/teman-teman seusianya. Tentu saja sambil terus didampingi dan dibangun
keyakinan dirinya bahwa berenang sungguh menyenangkan, hingga tak perlu takut.
Kalaupun anak tetap takut, jangan pernah memaksa apalagi memarahi atau
melecehkan rasa takutnya. Semisal, "Payah, ah! Berenang, kok, takut!"

8. TAKUT SERANGGA
Tak sedikit anak yang takut pada jangkrik, kecoa atau serangga terbang lainnya.
Sebetulnya ini wajar, hingga orang tua jangan tambah menakut-nakutinya, "Awas,
nanti ada kecoa, lo." Hendaknya justru bisa memahami karena anak usia ini mungkin
saja menemukan banyak hal yang dapat membuatnya takut.

Cara Mengatasi:
Boleh saja orang tua memberi pengenalan tentang alam binatang pada anak. Tak perlu
kelewat detail seperti halnya profesor memberi kuliah. Tugas orang tua sebatas
memahami ketakutan anak sekaligus membantunya merasa aman. Boleh saja katakan,
"Ayah tahu kamu takut jangkrik." Cukup segitu dan jangan paksa anak berada terus-
menerus dalam pembicaraan mengenai rasa takutnya. Jangan pula memaksa anak
bersikap sok berani menghadapi ketakutannya. "Belum saatnya mencobakan anak
melihat atau malah menyentuhkan serangga yang ditakutinya. Ini hanya akan
membuat anak semakin takut." Bila dipaksakan terus, anak malah bisa fobia pada
serangga. Biarkan anak tertarik dengan sendirinya dan biasanya ini terjadi setelah
anak berusia 2 tahunan. Jika anak memang takut kala ada serangga yang terbang di
dekatnya, bantulah untuk mengusirnya bersama

9. TAKUT ANJING
Wajar anak batita takut anjing mengingat penampilan binatang ini memang terkesan
galak dengan gonggongan dan tampang yang garang. Belum lagi kebiasaannya suka
melompat, menjilat atau malah mengejar. Tugas orang tualah untuk memahami
sekaligus membantu anak mengatasi ketakutannya.

Cara Mengatasi:
Tak harus memaksa anak memelihara anjing atau mendorong anak menghadapi rasa
takutnya dengan terus-menerus memberi 'ceramah', semisal "Ngapain, sih, takut sama
anjing. Anjingnya, kan, baik." Menihilkan ketakutan anak justru akan membuat anak


                                        37
semakin takut dan bukan tidak mungkin akhirnya malah berkembang jadi fobia yang
sulit diatasi.

Bila anak memang takut dan ketika berjalan bertemu anjing, pegangi tangannya untuk
meyakinkannya ia bisa aman melewati binatang yang ditakutinya bersama orang
tuanya. Jangan lupa untuk tetap menjaga jarak aman dari temperamen binatang yang
relatif sulit diduga. Bisa juga dengan menunjukkan keakraban antara anjing sebagai
hewan peliharaan dengan majikannya lewat cerita/dongeng. Atau kenalkan pada
anjing tetangga dan tak ada salahnya meminta si pemilik memperlihatkan bagaimana
menjalin keakraban dengan anjingnya tanpa harus merasa takut.


Mengenal Kondisi Bayi Baru Lahir
Kenapa si Upik mengeluarkan darah seperti sedang haid? Kenapa warna tinjanya
berbeda dari biasa? Nah, agar tak bingung lagi, kenali apa saja yang biasa dialami bayi.

Masalah-masalah seperti disebut di atas, wajar ditemui pada bayi baru lahir.
Penyebabnya, bisa karena faktor hormon sang ibu, pengeluaran hasil sel atau kelenjar
(sekresi) yang aktif, atau faktor eksresi yaitu pembuangan sisa-sisa kotoran/racun
dalam tubuh. Tapi bisa juga karena ada sesuatu yang tak harmonis dalam tubuh si
kecil. Kendati wajar dan lumrah, tetap saja harus diwaspadai, apakah cairan yang
dikeluarkan bayi masih dalam batasan normal atau tidak. Nah, berikut hal-hal yang
kerap dicemaskan orang tua disertai penjelasannya:

Darah dan keputihan dari vagina

Pada beberapa bayi perempuan yang baru lahir, kadang ditemui bercak darah keluar
dari vaginanya seperti wanita tengah haid. Bahkan selain darah, kadang si kecil
mengalami keputihan.

Penyebabnya tak lain pengaruh hormon estrogen ibu saat bayi masih di kandungan,
terutama pada trimester ketiga kehamilan. Hal itu bisa terjadi karena kendati masih
bayi, ia sudah memiliki rahim dan kelenjarnya sudah bekerja. Karena penyebabnya
adalah pengaruh hormonal sang ibu, maka tak perlu diobati. Diamkan saja sampai
pengaruh hormon si ibu hilang atau habis dengan sendirinya.Kapan hilangnya,
tergantung kadar hormon si ibu. Biasanya tak sampai 2 bulan.

Pengaruh hormonal dari ibu ini sebenarnya tak jadi masalah, hingga tak perlu kelewat
cemas. Pada bayi lelaki, pengaruh hormonal dari ibu akan terlihat pada payudaranya
yang agak besar seakan membengkak. Tak perlu dipijat-pijat, nanti bengkaknya juga
akan hilang dengan sendirinya.


                                          38
Lendir
Akibat ada lendir, napas si kecil jadi terdengar berisik. Suara grok, grok, grok, yang
dikeluarkannya membuat ibu khawatir. Bunyi itu, berasal dari cairan yang berada di
paru-paru, karena organ ini memproduksi lendir juga. Bunyi yang dikeluarkan bayi,
pertanda sekresinya berlebihan. Pada bayi yang berbakat alergi, semisal ibunya makan
seafood hingga bayinya alergi, maka produksi lendir pun akan meningkat. Karena itu,
ibu harus memperhatikan benar, apa saja yang bisa jadi pencetus alergi anak hingga
napas keras karena lendir yang berlebihan tadi bisa dihindari. Selain alergi,
peningkatan lendir juga bisa terjadi karena ada infeksi semisal tertular flu dari
lingkungan sekitarnya.

Sekresi lendir yang berlebih juga dapat mengganggu makan dan minum bayi. Kondisi
saluran napas dan saluran makan anak usia 3-6 bulan masih dalam keadaan terbuka
hingga ia pun akan muntah karena makanan atau minuman yang ditelannya tak bisa
masuk dengan baik. Beda dengan bayi usia 6 bulan ke atas di mana kedua saluran tadi
tak terbuka kedua-duanya. Saat si bayi minum atau makan, maka saluran napasnya
akan menutup.

Nah, bunyi napas yang kasar tadi, sejauh tak mengganggu makan-minum, tak ada
demam atau infeksi, tak mengganggu aktivitas bayi, tak perlu dikhawatirkan. Sebab
pada prinsipnya tubuh bayi memproduksi banyak lendir, hanya saja dia tak bisa
mengeluarkannya seperti dengan batuk karena refleksnya belum baik.

Sebenarnya, banyak cara untuk mengeluarkan lendir bayi.Letakkan bayi dalam posisi
tengkurap lalu tepuk-tepuk punggungnya. Kalau lendirnya banyak, dengan cara ini dia
akan muntah. Lakukan cara ini sebelum bayi minum apa pun. Posisi tidur tengkurap
juga bagus, karena posisi saluran napas jadi lebih rendah hingga lendir pun akan turun
ke arah mulut.

Tinja
Begitu tinja si kecil berwarna hijau tua dan agak kehitaman, orang tua umumnya
langsung cemas. Padahal, itu normal-normal saja. Ini bisa terjadi karena bayi minum
cairan ketuban dan disekresikan tubuh untuk kemudian dikeluarkan kembali ke dalam
air ketuban dalam plasenta ibu. Begitu lahir, bila si bayi buang air besar maka kotoran
awal yang keluar akan berupa kotoran kala dia masih di kandungan, yang disebut
meconium. Jadi, tak perlu cemas dan panik. Biasanya meconium akan berlangsung
selama 2-3 hari. Setelah itu, kotorannya akan berwarna hijau, walaupun sudah tak ada
lagi kaitannya dengan air ketuban. Warna hijau ini diberikan pada makanan oleh
empedu yang terdapat di usus dua belas jari. Adanya warna empedu pada tinja yang
keluar sebenarnya pertanda bagus. Berarti empedu itu bekerja mencerna lemak

                                          39
makanan yang ada dalam usus.

Kecuali, jika warna tinja putih seperti dempul. Ini patut dicurigai karena mungkin ada
yang tak normal atau mungkin terjadi sumbatan pada empedunya. Begitu juga bila
terdapat darah pada tinja, harus diwaspadai sebagai indikasi ada infeksi. Segera bawa
anak ke dokter.

Normalnya, pada bayi baru lahir karena ia mendapatkan ASI, maka frekuensi BAB-
nya dalam sehari bisa 6-8 kali dalam bentuk cair dan ada ampasnya. Hal ini normal.
Kecuali hanya cairan atau berlendir saja, maka harus segera dibawa ke dokter karena
kemungkinan terjadi infeksi. Biasanya setelah mendapat makanan padat, pola buang
air besarnya bisa berubah, misal, 3 kali sehari.

Urin
Umumnya, urin bayi baru lahir tak putih bening warnanya, melainkan kuning agak
pekat. Bisa juga kemerahan seperti darah. Ini dipengaruhi minuman si bayi. Ada
beberapa produk susu formula yang mengandung suatu zat tertentu yang sebetulnya
memang baik untuk tubuh, tapi bisa menyebabkan warna urin berubah karena mungkin
kadarnya terlalu tinggi. Jadi, tak usah buru-buru cemas. Kalau karena pengaruh susu
formula, sebetulnya tak berbahaya karena hanya suatu reaksi tubuh. Walaupun
demikian, ada baiknya untuk penggunaan susu tersebut selanjutnya dikonsultasikan
pada dokter.

Lain hal kalau warna urin merah bukan dikarenakan konsumsi yang diminum si bayi,
maka ibu harus waspada. Misal, bayi tak minum susu formula. Bisa jadi darah yang
ada di urinnya karena ada perdarahan, entah akibat infeksi ataupun kekurangan
vitamin K.

Keringat
Banyak orang tua mengeluh, mengapa keringat si kecil begitu banyak. Padahal,
memang begitulah yang terjadi pada bayi baru lahir. Pada beberapa bagian tubuh,
seperti kepala, tangan, dan kaki, keringatnya banyak sekali. Penyebabnya, di daerah
tersebut memang banyak kelenjar keringatnya. Malah kalau ia banyak berkeringat, itu
pertanda kelenjar keringatnya berfungsi dengan baik. Sebab, pengeluaran keringat,
termasuk proses eksresi, yaitu membuang sisa-sisa garam, juga racun dalam tubuh.
Selain itu, untuk mengeluarkan panas dalam badan dan membuat suhu permukaan
kulit jadi turun. Umumnya, makin meningkat usia bayi, keringatnya akan berkurang.

Penyebab lain dari keringat berlebihan adalah konsumsi susu sapi. Protein susu sapi
dalam badan akan diubah oleh tubuh menjadi protein. Nah, saat pengubahan itu,
banyak menimbulkan panas yang akan dibuang dalam bentuk keringat.

                                          40
Air mata
Orang tua juga kadang khawatir bila mata bayinya selalu tampak belekan atau berair
terus. Produksi air mata pada bayi sebetulnya sudah ada. Kalau pada orang dewasa,
bila ia menangis akan terasa ada air mata yang masuk ke dalam saluran hidung, seperti
orang yang pilek. Nah, pada beberapa bayi, kalau produksi air matanya berlebihan,
sementara saluran yang ada ke hidung belum sempurna dan belum dapat dipakai
dengan baik, maka bayi akan mengeluarkan air mata hanya dari matanya. Saluran
hidung ini umumnya akan membaik bila bayi menginjak usia 1 bulan. Lain hal jika ia
mengalami radang di hidung hingga salurannya tetap tersumbat dan akibatnya air
matanya menjadi meningkat.

Muntah
jika hanya gumoh, tak perlu dirisaukan. Gumoh terjadi karena ada udara di dalam
lambung yang terdorong keluar kala makanan masuk ke dalam lambung bayi. Yang
harus dikhawatirkan adalah muntah, yaitu cairan yang keluar lebih banyak dari
gumoh. Muntah bukan sekresi ataupun eksresi, tapi memang ada sesuatu yang tak
normal. Harusnya makanan dan minuman masuk dari mulut ke lambung, lalu ke usus
dua belas jari. Nah, jika muntah, berarti ada sesuatu yang menganggu. Umumnya
karena ada masalah pada pintu masuk lambung, misal, sudutnya tak tepat, sementara
tekanan dari lambung tinggi. Akibatnya, dia akan balik lagi yang disebut reflaks. Bisa
juga ada masalah pada pintu keluar lambung hingga menyebabkan lambung terganggu
kala akan mengeluarkan isinya ke usus dua belas jari. Penyebab lain adalah infeksi,
semisal radang tenggorokan yang bisa menimbulkan reaksi muntah. Namun demikian,
muntah pada bayi baru lahir jarang sekali terjadi.

                    Sikap Ayah Pengaruhi Perkembangan EQ Bayi

 Sikap ayah dari hari ke hari dan dari bulan ke bulan ternyata bisa mempengaruhi EQ
  bayi. Jika si Ayah suka nempilkan wajal sebal, si bayi konon mengamati dan ikut-
   ikutan menampilkan wajah sebal juga. Jika si Ayah suka cemburu, eh si bayi juga
                                  konon begitu juga.

                                   Usia 0 - 3 Bulan

 Hubungan emosional bayi dengan ibunya sudah ada sejak dalam kandungan, demikian
kata sebagian pakar. Bayi bisa tahu bila ibunya dalam keadaan stres atau tenang. Jika
ibu stres, biasanya bayi ikut rewel, cengeng, dsb.). Jika ibunya tenang, bayi pun tenang.
Jika saat ini ibu stres akibat kecemburuan ayah terhadap bayi (yang ditunjukkan lewat
  perbuatan atau kata-kata yang negatif), otomatis, bayi pun bisa merasakannya dan
                                     ikut-ikutan stres.

                                           41
  Sebagian pakar lain mengatakan bahwa hubungan bayi dengan orangtuanya mulai
     terjalin saat ayah ibunya memberinya minum, menggendong, mendekap, dan
  menenteramkannya. Kualitas hubungan bayi dengan ayah ibunya di masa ini akan
 mempengaruhi proses perkembangan keterampilan sosialnya nanti. Jika kecemburuan
 ayah sampai memperburuk kualitas hubungannya dengan bayi, dikhawatirkan buruk
            pula proses perkembangan keterampilan sosial si kecil nantinya.

    Saat berusia 3 bulan, bayi mulai berminat berinteraksi sosial lewat tatap muka,
terutama wajah kedua orangtuanya. Ia akan belajar banyak hal lewat pengamatan dan
peniruan bagaimana 'membaca' dan mengungkap emosi. Inilah tahap untuk secara aktif
 mulai melatih emosi bayi. Apa jadinya bila ayah sering menampilkan wajah sebal atau
 malah membuang muka setiap kali bayi menatapnya? Maka bayi akan mengamatinya,
            membacanya, dan ikut-ikutan sering menampilkan wajah sebal.

                                  Usia 6 - 8 Bulan


Di usia ini bayi mulai menemukan cara baru untuk mengungkapkan perasaan hatinya,
  semisal sedih, gembira, takut, marah, dsb. kepada sekelilingnya. Jika sebelumnya ia
hanya mampu memikirkan benda atau manusia yang ditatapnya saat itu, sekarang ia
sudah bisa memindahkan perhatiannya sambil tetap mengingat objek/manusia tanpa
 harus menatapnya lagi. Kalau ia senang dengan bola merahnya, ia akan memandang
 orang tuanya atau orang lain sambil menyampaikan rasa senangnya (lewat senyum,
  ocehan, atau gelak tawa). Inilah dasar kemampuan untuk bermain dan berinteraksi
 secara emosional nantinya. Jika bayi lebih banyak merasa sedih/takut pada ayahnya
yang galak atau ketus dibakar cemburu, ia akan selalu menatap sekelilingnya dengan
                        ekspresi begitu pula. Mengenaskan, ya!

                                 Usia 9 - 12 Bulan

Di rentang usia ini, bayi mulai memahami bahwa manusia dapat membagi gagasan dan
  emosi mereka satu sama lain. Bila ayah atau ibu bertanya kepada bayi, "Dedek lagi
  kesal, ya?", bayi dapat memahami bahwa orangtuanya ternyata bisa membaca atau
 mengetahui suasana hatinya. Dengan kata lain bayi mulai memahami bahwa dengan
         menunjukkan ekspresi tertentu, ia atau orang lain dapat berbagi emosi.

 Jika ayah yang cemburu keapda bayi selalu menunjukkan ekspresi negatif (acuh tak
    acuh, sebal, kesal, dsb.), bayi pun mengetahui suasana hati ayahnya sedang tak
bersahabat. Dan jika bayi selalu menjumpai ayahnya dalam keadaan seperti ini, ia pun
  cenderung menghindar dari sang ayah. Dengan begini, bayi akan kekurangan kasih

                                         42
sayang ayah. Padahal, menurut Robin Skynner, pendiri dan pengajar pada Institute of
Family Therapy, Inggris, kehadiran seorang ayah yang penuh kasih sayang di samping
 bayi kelak akan membantu si bayi menghadapi berbagai masalah dan kelompok yang
               lebih dari dua orang.• Un/dari berbagai sumber/FAD


Mempelajari Tangisan Bayi




    Setiap kali seorang bayi menangis, pasti si ibu akan
    menyorongkan payudaranya atau membopongnya.
    Tapi, ketika dua hal itu sudah dilakukan, dan si mungil
    masih saja menangis, barulah si ibu bingung. Nah, coba saja si ibu tahu arti
    tangisan itu, kan tak perlu bingung ? Tapi, bagaimana tahu arti tangisan
    bayi?



Setiap kali seorang bayi menangis, pasti si ibu akan
menyorongkan payudaranya atau membopongnya.
Tapi, ketika dua hal itu sudah dilakukan, dan si mungil
masih saja menangis, barulah si ibu bingung.

Nah, coba saja si ibu tahu arti tangisan itu, kan tak
perlu bingung?

Tapi, bagaimana tahu arti tangisan bayi?

Tangisan merupakan alat komunikasi pertama yang
dikuasai bayi. Lewat tangisan, bayi mengutarakan
keinginan dan kebutuhannya secara efektif. Tak heran,
bayi menghabiskan banyak waktu untuk aktivitas ini.

Dalam buku Your Child's Body Language, Dr. Richard
Woolfson menjelaskan bahwa tangisan bayi mempunyai
arti berbeda-beda. Setiap jenis tangisan mengkomunikasikan


                                           43
pesan tersendiri untuk ayah ibunya.

Di bawah ini beberapa contoh tangisan bayi dan cara
mengatasinya.

Tangisan Aku Ingin Menyusu:
Bayi Anda akan mulai menangis jika lapar. Tangisannya
biasanya berulang-ulang. Pertama, ia menangis lalu berhenti sejenak untuk mengambil
napas, menangis lagi, berhenti sejenak untuk mengambil nafas, demikians seterusnya.
Mengatasinya, susui dia hingga kenyang.
Atau, jangan-jangan sudah waktunya makan?

Tangisan Popokku Kotor:
Bayi lebih suka popoknya bersih dan kering. Jika popoknya basah ia akan menangis
karena merasa tidak dari rasa tidak nyaman. Tangisan pengumumam popokku kotor
biasanya perlahan, kemudian makin keras dan makin keras. Anda juga bisa
memperhatikan bahwa ia bergeliut-geliut di tempat tidurnya.
Mengatasinya, segera periksa popoknya. Ia barangkali
memerlukan popok yang baru.

Tangisan Badanku Sakiiit:
Semua bayi menangis jika ia merasa sakit. Tangisan jenis ini adalah tangisan bernada
tinggi, hampir seperti jeritan, kemudian ia terengah-engah pada saat menarik nafas,
lalu menjerit lagi.
Jalan keluar, cobalah temukan apa yang membuatnya
kesakitan. Pegang perutnya, jangan-jangan kejang.
Goyang-goyang tangan, kaki atau leher dan kepalanya.
Jika ia menjerit lebih keras ketika menggoyang bagian
tertentu, mungkin ada yang sakit karena terjatuh tanpa
sepengetahuan Anda. Kompreslah bagian yang sakit dengan air hangat.

Tangisan Aku Bosan:
Bayi selalu memerlukan stimulasi dan akan timbul bosan
jika ia tidak memperolehnya, atau bahkan bosan dengan
satu aktivitas saja. Tangisan jenis ini dirancang untuk
mendapat perhatian Anda. Makanya, tangisan ini lebih mirip teriakan ketimbang
tangisan. Dan, ia akan tetap menagis seperti ini selama ia merasa bosan.
Mengatasinya, ganti aktivitasnya. Misal, temani dia bermain, menyenandungkan
nyanyian, membacakan cerita atau bisa juga ajak jalan-jalan.




                                          44
Tangisan minta gendong:
Bayi Anda akan menjadi cengeng jika lelah, walaupun ia
mungkin tidak ingin tidur. Ia akan merengek dengan menjengkelkan. Kepalanya
mungkin terangguk-angguk untuk beberapa detik, dan mungkin Anda melihat bahwa
ia menggosok-gosokkan tangannya pada mata serta
wajahnya.
Mengatasinya, ayunlah ia perlahan-lahan
sampai akhirnya ia jatuh tertidur.
Tangisan kesepian:
Bayi Anda senang bergaul. Ia ingin Anda selalu berada
di sisinya. Jika merasa kesepian, tangisannya akan
terdengar menyedihkan. Seakan ia tengah sedih atau marah.
Mengatasinya, luangkan waktu bersamanya paling tidak
sampai ia tenang. Jika Anda perlu menyelesaikan sesuatu, gendonglah ia sampai
tenang, kemudian lanjutkan pekerjaan anda bersamanya di sisi Anda.


                  PEMBERIAN ASI : MENYEHATKAN IBU

Sekian lama masyarakat hanya tahu manfaat pemberian ASI untuk bayi. Padahal, ibu
                         pun banyak mendapat manfaat.

Ya, besarnya manfaat ASI bahkan telah dikampanyekan oleh UNICEF (United
Nations Children's Fund) melalui Pekan Menyusui Sedunia atau World Breastfeeding
Week yang diselenggarakan setiap tanggal 1-7 Agustus. Kampanye itu antara lain
mengajak masyarakat di seluruh dunia, terutama kaum ibu, untuk memberikan
manfaat ASI kepada bayi serta mengenal manfaat pemberian ASI bagi dirinya sendiri.
Barangkali, sebagian besar dari kita sudah menyadari bahwa secara garis besar, bayi
akan mendapat empat manfaat terpenting dari ASI, yaitu memberi nutrisi terbaik,
meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kecerdasan, dan tentu saja sangat
berguna dalam meningkatkan jalinan kasih sayang. Namun sebaliknya, pengetahuan
tentang manfaat menyusui bagi ibu belum banyak yang tahu. Padahal, keyakinan ibu
yang mantap akan manfaat ASI bagi bayi dan dirinya sendiri akan menciptakan
motivasi yang kuat. Dengan motivasi itu, diharapkan ibu mau ngebela-belain menyusui
anaknya.

SYARAT MENDAPATKAN MANFAAT

Ibu yang menginginkan manfaat optimal dari pemberian ASI, pertama-tama harus
paham bahwa untuk itu diperlukan dua syarat utama. Seperti dijelaskan dr.Utami
Roesli, Sp.A, MBA, IBCLC, yang juga Ketua Lembaga Peningkatan Penggunaan Air


                                        45
Susu Ibu RS. Sint. Carolus, Jakarta, syarat pertamanya adalah pemberian ASI harus
dilakukan dengan baik sehingga terjadi keberhasilan menyusui. Kedua, pemberian ASI
harus dilakukan secara eksklusif paling sedikit selama 4 bulan dan lebih baik lagi jika
sampai 6 bulan. Pemegang gelar konsultan laktasi, International Board Certified
Lactation Consultant (IBCLC) ini lantas menerangkan bahwa pemberian ASI yang
baik adalah yang sesuai kebutuhan bayi. Istilahnya on demand. "Kalau ASI diberikan
pada saat anak sudah menangis, sebenarnya itu sudah terlambat, karena sudah
kelamaan," katanya.

Jadi, keberhasilan menyusui harus diawali dengan kepekaan terhadap waktu tepat saat
pemberian ASI. Kalau diperhatikan dengan baik, sebelum sampai menangis, bayi sudah
bisa memberikan tanda-tanda kebutuhannya akan ASI. Antara lain, berupa gerakan-
gerakan memainkan mulut dan lidah atau memainkan tangan di mulut.

Namun demikian, ketepatan waktu saja tidak cukup. Buktinya, tak jarang kegagalan
dalam menyusui masih terjadi. Jika hal itu terjadi, ibu jangan lekas putus asa. Harus
dipahami, kegagalan biasanya disebabkan teknik dan posisi menyusui yang kurang
tepat, bukan karena produksi ASI-nya yang sedikit. "ASI sendiri sebenarnya tak pernah
kurang, karena produksinya akan disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Bahkan, ada ibu
yang produksi ASI-nya bisa sampai 2 liter per hari."

Kegagalan teknis menyusui bisa terjadi, misalnya karena bayi yang bersangkutan penah
menggunakan dot. Bagaimanapun, cara minum ASI secara langsung dengan
menggunakan dot berbeda sekali. "Dengan dot, susu sudah akan keluar walau hanya
ujungnya saja yang diisap. Sementara kalau menyusu pada ibunya, bayi harus
membuka mulut lebar-lebar. Nah, menyusui pada ibu dengan cara seperti mengisap dot
tak akan bisa mengeluarkan ASI dengan baik," ungkap Utami.

Di luar itu, keadaan psikologis ibu juga harus menunjang karena pengaruhnya terhadap
keberhasilan atau kegagalan menyusui sangat besar. "Sering, kan, dijumpai keadaan ibu
yang terlalu khawatir bahwa dirinya tidak akan bisa menyusui?" Padahal, sebenarnya
dia tidak bermasalah. "Justru karena ia terlalu khawatir, proses menyusui itu tidak
berhasil. Padahal kalau ia yakin dirinya dapat menyusui, tak akan ada masalah."

Tak jarang juga ibu merasa gagal karena bayinya hanya minum sedikit. Dalam hal itu
Utami mengingatkan, "Sebenarnya harus dilihat dulu, bagaimana keadaan si bayi.
Sebab pada keadaan tertentu ia memang tidak terlalu lapar, hanya haus sedikit. Nah,
pada saat ini tentunya ia tidak membutuhkan banyak susu."

MENGHENTIKAN PERDARAHAN



                                          46
Jika ibu dilanda kecemasan seperti itu, contoh akibatnya yang jelas antara lain hormon
oksitosin ibu tidak akan keluar. Padahal hormon ini merupakan salah satu hormon
yang berperan dalam proses produksi ASI. "Sebaliknya kalau ibu merasa tenang,
hatinya senang, hormon oksitosin bisa keluar dan bekerja dengan baik."

Oksitosin berpengaruh dalam proses pengeluaran ASI dari kelenjar susu. Adanya
hormon ini akan membuat otot saluran ASI berkontraksi, sehingga ASI dalam kelenjar
susu bisa keluar ke ujung salurannya untuk kemudian diisap bayi dengan mudah.
Sebaliknya, selama ASI digunakan, produksi oksitosin pun akan berlangsung terus.

Bagi ibu, manfaat oksitosin ini juga nyata. Selain mengerutkan otot-otot saluran untuk
pengeluaran ASI, hormon ini juga mengakibatkan otot-otot polos rahim berikut
pembuluh darahnya mengkerut. Efek ini akan bekerja maksimal jika setelah
melahirkan, ibu langsung mulai menyusui bayinya.

Dengan begitu, penyempitan pembuluh darah yang terbuka saat melahirkan bisa
dipercepat. "Hal ini jelas berdampak positif, karena perdarahan di rahim bekas proses
persalinan akan cepat terhenti. Kalau otot-otot di rahim mengkerut, otomatis pembuluh
darah yang terbuka itu akan terjepit sehingga perdarahan akan segera berhenti," urai
Utami.

Khusus di Indonesia, angka kematian ibu saat melahirkan sangat tinggi dan salah satu
penyebabnya adalah perdarahan setelah melahirkan. Padahal, sebenarnya kalau ibu
melakukan pemberian ASI dengan baik, kejadian perdarahan bisa dikurangi dan risiko
kematian bisa diperkecil. Pun, jika perdarahan setelah melahirkan semakin cepat
berhenti, risiko kekurangan darah yang menyebabkan anemia pada ibu akan berkurang.

MENCEGAH KANKER DAN KEHAMILAN

Jika manfaat sebelumnya, yaitu peningkatan hormon oksitosin didasari oleh
keberhasilan menyusui, maka manfaat berikutnya, yaitu penurunan risiko kanker pada
ibu yang memberikan ASI secara eksklusif. "Bagaimana mekanisme pemberian ASI ini
bisa sampai mengurangi risiko kanker memang belum bisa dipahami secara pasti," aku
Utami, "Tetapi dari penelitian yang dilakukan, didapat kenyataan yang jelas bahwa
ibu yang memberikan ASI secara eksklusif memiliki risiko terkena kanker payudara dan
kanker ovarium 25% lebih kecil dibanding daripada yang tidak menyusui secara
eksklusif."

Ada lagi manfaat pemberian ASI eksklusif, yaitu sebagai alat kontrasepsi alamiah.
Bahkan, seperti ditegaskan Utami, kemungkinannya untuk mencegah kehamilan bisa
mencapai 99 persen. Namun, untuk itu ibu harus betul-betul memberikan ASI-nya
secara eksklusif. Maksudnya, ASI diberikan kepada bayi secara murni, tidak dicampur-

                                          47
campur atau bayi tidak diberi tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu,
air teh, air putih, maupun makanan lain seperti pisang, bubur susu, biskuit, dan
lainnya. ASI eksklusif ini diberikan setidaknya selama 4 bulan, dan lebih baik sampai 6
bulan kalau memungkinkan. Pun, fungsi kontrasepsi ini baru efektif bila selama
memberikan ASI eksklusif ibu juga belum mengalami menstruasi. Bila memang ibu
sudah mengalaminya setelah melahirkan, ya, acara menyusui ini tak lagi efektif
mencegah kehamilan berikut.

Sebetulnya, jika kedua persyaratan itu terpenuhi akan berlangsung mekanisme di mana
terjadi perubahan hormon reproduksi pada ibu yang mengakibatkan terhentinya proses
ovulasi atau pelepasan sel telur ke arah rahim. Jika tak ada sel telur yang dilepaskan,
tentunya proses pembuahan oleh sel sperma dari pasangan tak akan bisa terjadi.

IBU LEBIH CEPAT PULIH

Begitu pula, ibu yang menyusui secara eksklusif ternyata lebih mudah dan lebih cepat
kembali ke berat badan semula seperti sebelum hamil. "Pada saat hamil, badan
bertambah berat, selain karena ada janin, juga karena penimbunan lemak pada tubuh,"
papar Utami.

Cadangan lemak ini sebetulnya memang disiapkan sebagai sumber tenaga dalam proses
produksi ASI. Nah, dengan menyusui, tubuh akan menghasilkan ASI lebih banyak lagi
sehingga timbunan lemak yang berfungsi sebagai cadangan tenaga akan terpakai.
Logikanya, jika timbunan lemak menyusut, berat badan ibu akan cepat kembali ke
keadaan seperti sebelum hamil.

Jadi, banyak sekali, kan, manfaat menyusui yang bisa dipetik ibu selain bayinya?
Belum lagi, seperti dibilang Utami, dengan menyusui rahim akan lebih cepat kembali ke
posisi semula. Tentu saja hal ini menandakan pemulihan fisik ibu yang nyata. So, mau
tahu, apa yang bisa dilakukan jika fisik ibu sudah pulih? Salah satunya, tentu saja
hubungan seksual suami istri bisa cepat kembali seperti sebelum hamil. Nah,
menyenangkan, bukan?

Depresi Ibu Berefek Buruk pada Anak




    Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan selama 20 tahun oleh Tiffani
    Field, Ph. D dari Universitas of Miami Medical School, anak yang dilahirkan


                                          48
    oleh ibu yang mengalami depresi berat selama kehamilan akan memiliki kadar
    hormon stres tinggi, aktivitas otak yang peka terhadap depresi, menunjukkan
    sedikit ekspresi, dan mengalami gejala depresi lain, seperti sulit makan dan
    tidur.


Depresi pada ibu yang sedang mengandung disebabkan banyak hal.

Pertama, adanya perubahan hormon yang menpengaruhi mood ibu secara keseluruhan
sehingga si ibu sering merasa kesal, jenuh, atau sedih.

Penyebab lainnya adalah, keadaan fisik yang berubah saat hamil. Menjelang usia
kehamilan tertentu, ibu mengalami sulit tidur. Ini tentu menyebabkan si ibu keesokan
harinya akan merasa amat letih, ada lingkaran hitan di mata, dan kulit muka menjadi
kusam.

Adanya masalah-masalah pada kandungan seperti kandungan lemah, sering muntah
pada awal kandungan, dan masalah-masalah lain juga bisa menyebabkan depresi. Ibu
akan terus-menerus mengkhawatirkan keadaan anak dan ini akan membuat dia merasa
tertekan.

Depresi dapat juga dialami stelah sang ibu melahirkan bayinya. Di Amerika Serikat,
sekitar 30 persen dari ibu yang baru saja melahirkan diduga mengalami depresi
pascamelahirkan.

Anak Menjadi Agresif
Mengapa amat penting menjaga sampai si ibu yang sedang mengandung mengalami
depresi? Tiffani Field, Ph. D dari Universitas of Miami Medical School menjawab
pertanyaan ini berdasarkan penelitian yang sudah ia lakukan selama 20 tahun. Ia
menemukan anak yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami depresi berat selama
kehamilan akan memiliki kadar hormon stres tinggi, aktivitas otak yang peka terhadap
depresi, menunjukkan sedikit ekspresi, dan mengalami gejala depresi lain, seperti sulit
makan dan tidur.

Yang berbahaya bila gejala depresi pada bayi baru lahir tidak segera ditangani, anak
berkembang menjadi anak yang tidak bahagia. Mereka sulit belajar berjalan, berta
badan kurang, dan tidak responsif terhadap orang lain. Bila keadaan ini tetap tidak
tertanggulangi, anak akan tumbuh menjadi balita yang depresi. Saat mulai sekolah
mereka mengalami masalah tingkah laku, seperti agresif dan mudah stres.




                                          49
Tindakan Pertolongan
Ibu dan anak mengalami depresi harus mendapatkan pertolongan para profesional.
Berkonsultasilah dengan dokter anak dan psikolog anak. Makin cepat pertolongan
diberikan makin besar kemungkinan anak akan tumbuh normal. Terapi lainnya, seperti
pijat, juga terbukti baik untuk mengatasi depresi, baik bagi anak maupun ibu. Tapi, ini
pun harus dengan pengawasan dari dokter.

Yang penting, upaya penyembuhan ini harus dilakukan pada ibu dan bayi. Jangan
hanya bayi yang diterapi, sementara ibu dibiarkan makin terpuruk dalam depresi atau
sebaliknya. Ibu dan bayi harus bekerja sama untuk mengatasi depresinya. Ayah juga
harus berperan aktif dalam membantu penyembuhan orang-orang terdekat ini.

Itulah sebabnya, saat ini, peran suami terhadap ibu yang sedang mengandung dan
setelah melahirkan amat besar. Ibu hamil harus mendapatkan dukungan yang sebesar-
besarnya dari suami. Dukungan suami ini bisa ditunjukkan dengan berbagai cara,
seperti memberi ketenangan kepada istri, membantu sebagian pekerjaan istri atau
bahkan sekadar memberi pijatan ringan bila istri merasa pegal. Diharapkan, dengan
dukungan total dari suami, istri dapat melewati masa keamilannya dengan perasaan
senang dan jauh dari depresi.

Pada saat bayi yang ditunggu sudah lahir, peran suami yang sekarang telah menjadi
seorang ayah tentu diharapkan menjadi semakin aktif. Ayah dan ibu harus berbagi
tugas dalam mengasuh dan merawat si kecil. Jangan sampai semua perawatan bayi
diserahkan ke ibu. Ini bisa membuat ibu depresi karena fisiknya belum pulih setelah
melahirkan ditambah kelelahan baru merawat bayi.


BAYI YANG DILAHIRKAN PREMATUR / PRAMATANG

Tempoh kandungan sepenuhnya adalah 40 minggu. Kelahiran bayi pada peringkat 28
minggu dianggap sebagai sangat prematur (extreme prematurity). Kelahiran bayi pada
minggu 36 dan 37 dianggap kelahiran prematur yang sederhana (borderline
prematurity). Perkara ini penting difikirkan kerana ia bersabit dengan kemampuan
seseorang bayi itu untuk menyesuaikan dirinya dengan persekitaran di luar rahim
ibunya. Semakin prematur bayi itu, semakin sukar untuk dia menyesuaikan dirinya
kerana fungsi sistem-sistem dan organ-organ masih belum matang lagi.

Bayi yang dilahirkan pada minggu ketiga puluh enam ke atas mempunyai peluang yang
lebih baik untuk menyesuaikan dirinya dengan persekitaran barunya kalau
dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan pada minggu yang kedua puluh lapan. Ini
tidaklah menghairankan kerana sistem bayi pada peringkat itu seperti sistem

                                          50
pernafasan, fungsi hati, perkembangan fizikal dan urat saraf, sistem uro-jenital dan
kulitnya semuanya masih berkurangan. Dari itu kelahiran pada peringkat minggu yang
kedua puluh lapan akan membawa beberapa kesulitan bagi bayi.

Kelahiran pada peringkat kedua puluh lapan minggu lazimnya membawa maut pada
bayi pada masa dahulu. Tetapi sejak 20 tahun yang lampau sehinggalah sekarang,
teknologi dan pengetahuan tentang jagaan bayi-bayi yang sangat prematur telah
meningkat dengan pesatnya. Kalau dahulunya kebanyakkan bayi yang dilahirkan
pada peringkat kedua puluh lapan minggu biasa mati, sekarang kebanyakan daripada
mereka itu dapat diselamatkan dengan teknologi moden. Bahkan ada pusat-pusat
rawatan bayi khas di dunia yang telah berjaya menyelamatkan bayi-bayi yang
dilahirkan walaupun hanya pada peringkat kedua puluh tiga minggu. Tetapi, perlulah
diingatkan yang semakin prematur bayi itu dilahirkan, semakin sukar baginya untuk
menyesuaikan diri dengan persekitaran yang baru. Tanpa rawatan khas, risiko
kematian akan menjadi lebih tinggi. Semakin tinggi perkhidmatan perinatal dalam
sesuatu kawasan, semakin tinggi kadar kematian bayi-bayi. Negara-negara
membangun sudah tentulah akan mencatatkan kadar kematian perinatal yang lebih
tinggi kalau dibandingkan dengan negara-negara yang sudah maju.

Sekiranya kelahiran bayi prematur dapat dicegah atau dikurangkan sama ada dengan
ubat-ubatan merawat punca-punca yang dikenalpasti sebelum berlakunya kelahiran,
ini tentu akan menurunkan kadar kematian perinatal dalam sesebuah negara itu.
Malangnya tidak semua kelahiran prematur dapat diketahui punca-puncanya
menyebabkan langkah-langkah intervensi sukar dirancangkan. Tetapi sebahagian besar
kelahiran prematur kini telah boleh diberhentikan dengan menggunakan ubat-ubat
yang tertentu jika proses kelahiran baru sahaja bermula.

Sebab-sebab Kelahiran Prematur Berlaku

Perpecahan pada lapisan amonion jika berlaku dengan lebih awal (premature rupture of
membrane) dan kontraksi otot rahim (uterine contraction) boleh membawa pada
kelahiran bayi prematur. Ada juga wanita-wanita yang kerap-kali melahirkan janin
pada trimester kedua kerana bahagian cervix tidak teguh (cervical incompetence) . Ini
boleh dirawat dengan suatu pembedahan untuk meneguhkan bahagian cervix .

Ibu mengandung yang mengalami darah tinggi (pre-eclamptic toxaemia ) atau
mempunyai uri yang tidak sesuai tempatnya ( placenta praevia ) selalu melahirkan bayi
yang prematur .

Uri mungkin terkoyak dari dinding rahim ( abruptio-placenta ) menyebabkan
pendarahan . Jika ia berlaku terlalu awal bayi mungkin dilahirkan prematur .


                                         51
Kadang-kala bayi sendiri terpaksa dilahirkan dengan awal kerana sesuatu keadaan
seperti 'Rhesus-isoimmunisation' di mana sel-sel darah merah janin berpecah dengan
cepatnya akibat antibodi ibunya yang masuk ke dalam sirkulasi darah janin . Nyawa
janin mungkin terancam jika dia tidak dilahirkan dengan lebih awal. Keadaan ini lebih
kerap terdapat di negara -negara barat .

Ciri -ciri bayi prematur

Dari ciri -ciri fizikal dan urat saraf bayi -bayi yang dilahirkan secara prematur ,
seseorang doktor itu dapat menentukan usia gestasi bayi . Tubuh badan bayi sangat
prematur sangat lembut dan tidak banyak bergerak. Kulit di badannya nampak
berkilat , tidak seperti bayi -bayi dismatur yang kelihatan kering , nipis dan berkupas -
kupas . Telinganya mudah dilipat -lipatkan . Bagi bayi lelaki , kedua-dua telurnya
selalu tidak dapat dikesan di dalam pundi skrotum .

Bayi prematur cepat kesejukan dan jika langkah-langkah tidak diambil untuk menjaga
suhu badannya , ini akan membawa maut .

 Kerana urat sarafnya masih belum matang lagi , bayi-bayi prematur selalu sukar
menghisap susu dan memerlukan cara menyusu yang lain seperti melalui tiub nasogastik
. Seperti bayi dismatur juga , bayi prematur mudah mendapat kekurangan glukos di
dalam darah selalu menggelentar atau mendapat sawan . Ini adalah serius kerana boleh
mengakibatkan kerosakan otak sehingga membawa kepada kecacatan fizikal dan
mental pada masa hadapan

Bayi prematur mudah kekuningan ( jaundice ) . Ini disebabkan oleh bahan kimia
bilirubin yang tidak dapat dibuang dari sistem hati dengan secepatnya kerana fungsi
sistem ini masih belum matang lagi . Bayi prematur tidak tahan kekuningan . Bahan
kimia bilirubin senang menembusi sekatan yang dinamakan ' blood brain barrier ' untuk
melekat pada bahagian otak yang disebut ' basal ganglia ' . Akibatnya bayi prematur
akan mengalami ' cerebral palsy ' serta kehilangan keupayaan mendengar yang akan
membawa kepada masalah pertuturan pada masa hadapan ( kernicterus ) .

Bayi prematur mudah mendapat kesesakan pernafasan atau 'respiratory distress
syndrome ' . Keadaan ini berpunca dari kekurangan bahan yang dinamakan ' surfactant
' yang biasanya dibentuk oleh paru -paru bayi itu sendiri sehingga usia gestasinya 34
minggu . Jika ' surfactant ' kekurangan kerana kelahiran terlalu prematur , pernafasan
bayi akan terganggu oleh sebab oksigen dari udara tidak dapat diserapkan ke dalam
darahnya melalui sistem paru -parunya .

Kebiruan atau ' cycnosis' jika dibiarkan berterusan akan merosakkan otak bayi .


                                           52
Bayi prematur mudah mendapat infeksi seperti bayi -bayi dismatur . Doktor dan
jururawat yang menjaganya perlu berhati-hati untuk mengesan dengan awal tanda-
tanda infeksi supaya rawatan segera boleh diaturkan .

Rawatan bagi bayi -bayi prematur

Ramai juga di antara bayi-bayi prematur yang mempunyai ciri -ciri bayi dismatur .
Rawatan untuk seseorang bayi yang dilahirkan kurang berat mestilah diaturkan secara
individu berdasarkan masalah-masalah yang terdapat kepada seseorang bayi itu .
Seperti bayi dismatur , bayi prematur juga memerlukan rawatan giat yang seelok-
eloknya diberi di hospital -hospital yang mempunyai tenaga pakar dan alat-alat yang
diperlukan . Ini adalah kerana kedua-dua kumpulan bayi yang dilahirkan kurang berat
ini mempunyai risiko kematian yang lebih tinggi dari bayi-bayi yang dilahirkan cukup
bulan mempunyai timbang berat yang sederhana . Pusat-pusat rawatan bayi khas di
negara-negara maju seperti Eropah , Amerika Syarikat dan Jepun telah dapat
mencatatkan kejayaan untuk menyelamatkan bayi prematur yang dilahirkan seawal-
awal dua puluh tiga minggu atau mempunyai timbang berat dalam 500 gm (1 paun) .
Ini hanya boleh dicapai dengan menggunakan teknologi moden dan jagaan yang
bermutu tinggi .

Bayi-bayi prematur yang dilahirkan di luar hospital apabila sampai ke hospital akan
berada dalam keadaan kesejukkan . Kesejukkan akan memburukkan keadaan bayi
dengan cepat dan menyulitkan lagi rawatan untuk menyelamatkannya . Bayi prematur
yang dilahirkan dalam hospital akan dirawat di dalam inkubator supaya suhu
badannya terpelihara .

Bayi yang mengalami ' Respiratory Distress Syndrome ' memerlukan oksigen dengan
mencukupi - tahap oksigen di dalam darah mesti tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu
rendah kerana kedua-dua keadaan ini adalah merbahaya kepada bayi . Alat-alat yang
merekodkan maklumat seperti rentak jantung , kadar pernafasan , tekanan darah dan
suhu badan boleh dipasang kepada dada bayi . Darah bayi perlu diperiksa dari masa ke
semasa untuk menentukan bahan-bahan seperti elektrolik , glukos dan oksigen tidak
berada pada paras yang boleh menggugat nyawanya .

Jika kekuningan dikesan , fototerapi mesti dimulakan dengan awal supaya keadaan
tidak melarat sehingga merosakkan otak bayi . Paras kekuningan yang merbahaya perlu
dirawat dengan pertukaran darah ( exchange transfusion ) untuk mengelakkan keadaan
yang dipanggil kernicterus .

 Kebanyakkan bayi-bayi prematur boleh diselamatkan dengan jagaan yang optimum
pada waktu neo-natal tanpa apa-apa gangguan pada urat sarafnya .


                                         53
Kesimpulan

Ibu-ibu mengandung digalakkan supaya mendapat pemeriksaan antenatal dari masa ke
semasa supaya sesuatu keadaan yang memerlukan rawatan dapat dikesan . Darah
tinggi (pre-eclamptic toxaemia ) , janin kembar serta placenta-praevia adalah di antara
keadaan-keadaan yang perlu diberi perhatian . Bagi ibu mengandung yang selalu
mendapat kelahiran prematur , mereka dinasihatkan supaya tidak membuat kerja yang
berat . Jika tanda-tanda kelahiran prematur baru bermula , rawatan suntikan segera
dengan ubat -ubat tertentu mungkin boleh memberhentikan kelahiran . Seseorang ibu
mengandung yang berasa sakit atau mendapati darah keluar mestilah segera
mendapatkan rawatan doktor .




Senam OTAK untuk Merangsang Kecerdasan Bayi
Oleh Kompas Cyber Media
SELAIN faktor genetik, kecerdasan seorang bayi atau anak juga tergantung pada
faktor lingkungan. Di antaranya, nutrisi yang baik, imunisasi, dan stimulasi atau
rangsangan.

Bayi yang mendapat rangsangan secara tepat dan berkesinambungan tentu akan
mempengaruhi perkembangan otaknya. Dengan begitu diharapkan perkembangan fisik,
mental, dan intelektualnya akan melampaui kemampuan dasar atau potensi genetiknya.

PENELITIAN membuktikan bahwa pengalaman dan rangsangan yang diterima pada
tahun pertama kehidupan akan berpengaruh pada perkembangan dan fungsi otaknya di
kemudian hari.

Kartini Sapardjiman, Ketua Senam Otak Indonesia, mengatakan, kecerdasan bayi juga
bisa dioptimalkan dengan senam otak. Senam otak adalah latihan yang terangkai atas
gerakan-gerakan tubuh yang dinamis dan menyilang. Senam ini mendorong
keseimbangan aktivitas kedua belahan otak secara bersamaan. Diharapkan, potensi
kedua belahan otak akan seimbang sehingga kecerdasan anak pun menjadi maksimal.

"Selama ini banyak orang hanya menggunakan otak kirinya saja sehingga potensi otak
kanannya tidak dimanfaatkan secara maksimal," kata Kartini, dalam seminar "Senam
Otak Ibu Hamil dan Bayi Merangsang Potensi Otak Sejak Dini" yang diselenggarakan
atas kerja sama Klub Brain Gym Omni Medical Center (OMC) Kelapa Gading dan RS



                                          54
OMC Pulomas, Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, ahli anak RS Omni Medical Center, dr Caroline Mulawi,
mengatakan, stimulasi pada bayi bisa dilakukan sejak bayi dalam kandungan, yaitu
sejak usia kehamilan tiga bulan.

"Stimulasi bisa berupa suara dan taktil (rabaan). Dari beberapa penelitian
menunjukkan, bayi yang mendapat stimulasi ketika dalam kandungan memiliki tingkat
inteligensia lebih tinggi 14 poin daripada yang tidak mendapatkan stimulasi," kata
Caroline.

Stimulasi harus dilakukan tiap hari pada setiap kesempatan berinteraksi dengan bayi,
misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan,
menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, bahkan menjelang
tidur. Stimulasi harus dilakukan dalam suasana aman, nyaman, menyenangkan, penuh
kasih sayang, dan gembira.

Pada prinsipnya, semua ucapan, sikap, dan perbuatan ibu atau pengasuh yang
berulang-ulang akan terekam dalam otak bayi sehingga akan berisiko ditiru oleh bayi.
Apa yang bayi lihat, dengar, atau rasakan akan menjadi pengalaman baru bagi bayi
sehingga dia akan mencoba melakukannya sendiri.

SEJAK tahun 2001 sudah ditemukan senam otak yang bisa mengoptimalkan
perkembangan dan potensi otak. Otak terbagi menjadi dua, otak belahan kanan dan
otak belahan kiri. Otak kanan berfungsi untuk intuitif, merasakan, bermusik, menari,
kreatif, melihat keseluruhan, dan ekspresi badan. Sedangkan otak belahan kiri bertugas
untuk berpikir logis dan rasional, menganalisa, bicara, berorientasi pada waktu, dan
hal-hal rinci.

Senam otak dengan metode latihan Edu-K atau pelatihan dan kinesis (gerakan) akan
menggunakan seluruh otak melalui pembaruan pola gerakan tertentu untuk membuka
bagian-bagian otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat.

Senam otak ini bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk bayi. Senam otak pada bayi
sebenarnya sangat sederhana. Contohnya, menggerakkan anggota badan secara
menyilang dengan perantara mainan. Bisa berbentuk robot, boneka, bola, balon, atau
apa saja yang sesuai dengan usia anak. Hal yang penting, gerakan yang dilakukan
anak melewati garis tengah antara tubuh bagian kanan dan tubuh bagian kiri.

Kemampuan belajar paling tinggi tercapai jika dua belah otak, dua mata, dan dua
telinga aktif serta bisa bekerja sama dengan baik. Selain itu, gerak badan juga


                                          55
terkoordinasi dan seimbang. Pertemuan gerakan yang menyilang ini merupakan pusat
dari senam otak.

Senam otak dilakukan melalui tiga dimensi, yakni lateralitas komunikasi, pemfokusan
pemahaman, dan pemusatan pengaturan. Lateralitas komunikasi (dimensi kiri-kanan)
bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan belajar. Gerakannya menyangkut
mendengar, melihat, menulis, bergerak, dan sikap positif. Gerakan-gerakan itu
menyerap kemampuan komunikasi yang lebih cepat.

Misalnya, bola digerakkan ke kiri ke kanan di depan bayi, atau bayi memegang mainan
lalu digerakkan ke kiri ke kanan. Bisa juga mainan yang berbunyi digerakkan ke kiri ke
kanan secara menyilang. Bertepuk-tepuk tangan juga melatih pendengaran bayi. Bayi
memegang jari kita lalu digerakkan ke kiri ke kanan, atau membentuk angka delapan
tidur. Apa pun gerakannya asal berdimensi ke kiri ke kanan.

Pemfokusan pemahaman (dimensi muka-belakang) bermanfaat membantu kesiapan dan
konsentrasi untuk menerima hal-hal baru dan mengekspresikan apa yang sudah
diketahui. Gerakan berupa latihan meregangkan otot menyangkut konsentrasi,
pengertian, dan pemahaman. Misalnya dengan melipat lutut dan sikut bayi berulang
kali atau mengangkat tangan ke atas lalu digerakkan ke muka ke belakang.

Pemusatan pengaturan (dimensi atas-bawah) membantu meningkatkan energi yang
menyangkut berjalan, mengorganisasi, tes atau ujian. Hal ini bermanfaat untuk
membantu seluruh potensi dan keterampilan yang dimiliki serta mengontrol emosi,
seperti menggerakkan kepala ke atas ke bawah, mengangkat beban ringan atau benda
lainnya, kemudian digerakkan ke atas ke bawah. (ARN)


Makna di Balik Ocehan Bayi
======================
Bayi yang mengoceh tak karuan bukan berarti tanpa makna. Sebaliknya, itu
pertanda kecerdasan dan proses belajar berbahasa."Wo fe we. Li na li. De ko de. Ga ti."
Inilah pola ocehan yang sering keluar
dari mulut bayi usia lima-tujuh bulan. Kedengarannya ocehan itu tak
bermakna. Padahal, bayi sebetulnya sedang membuktikan kecerdasannya. Selain
bisa mengingat struktur sederhana percakapan orang dewasa, bayi juga
mengoceh untuk membantunya agar mudah belajar bahasa saat bertambah usia.

Dalam bahasa Mabel Rice, seorang spesialis percakapan di University of
Kansas, "Ocehan bayi memainkan peranan penting dalam membantu kanak-kanak
belajar bahasa."


                                          56
Ocehan bayi, ini diperkuat Patricia Kuhl, Direktur Departemen Speech and
Hearing University of Washington, Seattle, sama dengan pelatihan membangun
fondasi berbahasa. Mengoceh juga menunjukkan kecerdasan. Karena, bayi harus
mentransformasikan suara untuk diselaraskan dengan kemampuan vokal mereka.
Jadi, bayi tak cuma mengingat apa yang didengar dari orang tua, "Mereka
harus mengubah suara orang dewasa menjadi frekuensi yang bisa digunakan,"
papar Kuhl. "Tepatnya, bayi melakukan analisis percakapan."

Sebuah penelitian terbaru juga menolak anggapan yang meremehkan kemampuan
dan kecerdasan bayi. Penelitian itu membuktikan, betapa bayi usia tujuh
bulan sudah mampu mengenali aturan mirip bahasa abstrak dalam suku kata
sederhana.

Mengenali Perbedaan. Kesimpulan ini dituangkan oleh seorang psikolog New
York University, Gary Marcus, penulis utama artikel yang mewartakan penemuan
itu pada jurnal Science, edisi akhir Desember. "Bayi memiliki alat-alat
belajar yang hebat," kata Marcus. "Kalau tidak, mereka tak akan mampu
mempelajari hal-hal yang diketahui orang dewasa."

Penelitian terakhir Marcus setidaknya telah memperkaya debat tentang
bagaiman bayi belajar bahasa. Apakah ada bagian khusus pada otak bayi yang
bertugas menguraikan bahasa, seperti diyakini linguis dari MIT
(Massachusetts Institute of Technology), Noam Chomsky? Atau apakah bayi
belajar dengan mendengarkan kata-kata di sekelilingnya? Apakah belajar
bahasa pada dasarnya tak ada bedanya dengan belajar mengikat tali sepatu?

Marcus percaya, belajar lebih dari sekadar pengalaman biasa. Salah satu
tujuan eksperimen Marcus, terutama adalah ingin menunjukkan bahwa kemampuan
belajar dan penggunaan aturan tertentu tak tergantung pada sekolah atau
instruksi eksplisit.

Dalam eksperimen Marcus, kepada 45 bayi diperdengarkan rangkaian sejumlah
kalimat. Isinya tiga jenis suara komputer yang mengandung satu suku kata.
Pada awal suara sepanjang dua menit, semua kalimat tanpa makna punya pola
serupa, seperti "li ti li, wo fe wo, ga ni ga". Polanya, kata ketiga selalu
mengulangi kata yang pertama, atau disebut juga pola A-B-A.

Bayi-bayi yang lain diperdengarkan pola A-B-B, "li ti ti, wo fe fe, ga ni
ni", atau pola A-A-B, "li li ni, wo wo fe, ga ga ni".



                                           57
Lalu, eksperimen dilanjutkan dengan potongan suara kedua. Separo dari
bayi-bayi itu mendengarkan suara dengan pola yang sama seperti pola pertama.
Yang lain, mendengarkan satu dari dua pola yang lain.

Kecerdasan bayi diukur dari berapa lama mereka memberi perhatian—khususnya
cara mendengar dan melihat.

Di depan speaker yang memainkan suara dipasang cahaya merah berkedip-kedip.
Idenya, bayi-bayi akan melihat kedipan cahaya bila suara yang mereka dengar
menarik, kata Marcus. Bila suaranya ternyata sudah pernah mereka dengar
sebelumnya, perhatian bayi-bayi itu ternyata beralih. Bila potongan suara
kedua menggunakan pola baru, mereka akan memberi perhatian lebih dan
mendengarkan lebih lama.

Bernalar Abstrak. Setiap bayi mengalami percobaan selama belasan kali.
Kesimpulannya, rata-rata selama enam detik bayi hanya mendengarkan potongan
kedua, yang menggunakan pola lama dan serupa. Sedangkan pada pola berbeda,
mereka mendengarkan selama sembilan detik.

"Itu artinya, kemampuan mempelajari aturan merupakan alat fundamental dalam
pikiran bayi," ujar Marcus.

Berdasarkan temuan Marcus, bayi juga bisa mengenali struktur-struktur
kalimat, sebuah alat penting untuk belajar menggunakan bahasa.

Hal lain yang diperhatikan Marcus adalah tentang kemungkinan masa depan
bayi-bayi itu setelah beranjak besar. Masih perlu diketahui kelanjutannya,
apakah bayi yang tes eksperimennya buruk, di kemudian hari nanti punya
masalah saat berbicara atau memahami percakapan. Bila benar begitu,
eksperimen Marcus bisa dijadikan alat diagnostik sederhana untuk melihat
kanak-kanak mana yang butuh pelatihan bahasa ekstra.

Juga, jangan dilupakan peran para orang tua. Suara-suara percakapan bernada
cinta dan kasih sayang, yang dilontarkan saat bermain bersama bayi, jelas
berdampak positif. Karena, bagi bayi, saat kebersamaan itu secara tidak
langsung mengajarkannya untuk berbicara.



                       GANGGUAN TIDUR PADA ANAK


                                        58
Bayi dan Anak Juga Dapat Mengalami Gangguan Tidur?

Ya, bayi dan anak juga dapat mengalami gangguan tidur. Dan Masalah tidur pada
anak-anak lebih mudah untuk dicegah daripada diobati. Tapi bila hal tersebut sudah
terjadi pada anak anda, jangan kuatir, penanganan masalah ini adalah dengan
kesabaran dan ketekunan.

Apakah anak anda mengalami gangguan tidur?

Mengetahui apakah anak anda mengalami gangguan tidur? Sebelumnya kita perlu
mengetahui bahwa lamanya waktu tidur tergantung dari usia bayi atau anak anda.
Seorang bayi yang baru lahir sampai kurang lebih usia 3 bulan akan memerlukan waktu
untuk tidur hampir seharian (> 20 jam/hari). Anak-anak akan memerlukan waktu
untuk tidur selama 8-14 jam tergantung dari usia anak tersebut. Tapi tentu saja hal ini
berbeda-beda tergantung juga dari anak yang bersangkutan

Anda sebaiknya mulai melihat bahwa bayi anda mempunyai masalah tidur, bila bayi
anda:
–Terbangun hampir setiap malam;
–Mempunyai jam tidur yang hampir sama dengan anda;
–Tidur terus pada siang hari ;
–Atau mempunyai temperamen yang buruk karena kurang tidur pada malam harinya.

Jadi apakah bayi atau anak anda mempunyai gejala diatas----jangan berkecil hati
selalu ada jalan mengatasi semuanya.



Apa yang dapat dilakukan, bila bayi anda mempunyai masalah gangguan tidur?
    Apa yang dapat dilakukan, bila bayi anda mempunyai masalah gangguan
    tidur?Ini memerlukan usaha dari orang tua juga kesabaran dalam menangani
    semua ini.

Apa yang dapat dilakukan, bila bayi anda mempunyai masalah gangguan tidur?

Yang pertama adalah periksakan bayi anda ke dokter untuk memastikan tidak adanya
kelainan medis yang membuat bayi anda tidak dapat tidur. Setelah kita sudah
menyingkirkan bahwa tidak ada kelainan secara medis pada bayi anda, maka hal
terpenting yang anda harus lakukan adalah menciptakan waktu rutin tidur yang baik


                                          59
yang dimulai sejak bayi kecil. Dan ini memerlukan kesabaran dan ketekunan anda.
Dibawah ini terdapat beberapa petunjuk untuk menciptakan waktu tidur yang baik
bagi bayi anda;
*Berusahalah menidurkan bayi anda pada jam yang kurang lebih sama setiap malam,
hal ini akan menciptakan kebiasaan waktu rutin tidur yang baik buat bayi anda,
mulailah sejak bayi kecil.
*Jangan membangunkan bayi anda hanya untuk ditimang-timang dan dikagumi
orang.
* Bedakan antara tidur dan tidak tidur, sehingga bayi akan belajar bahwa tidak
tidur berarti makan, bermain, dan ditemani; dan tidur berarti tidur. Jadi pastikan
bahwa ia tidak tidur selagi makan. Dan buatlah aturan jam makan yang teratur untuk
bayi.
*Tidurkan bayi pada ruangan yang cukup hangat dan tenang, jangan membiasakan
bayi anda tertidur setiap malam, diruangan tamu, dengan televisi dan ditemani;
diayun-ayun atau selalu tertidur dipangkuan anda, sebab sewaktu ia terbangun
ditengah malam dan tidak mendapati rutin tidur yang ia kenal, ia akan sulit untuk
tidur kembali.

Sesudah menidurkan bayi anda, bukalah pintu kamar sedikit sehingga bayi dapat
mendengar bunyi-bunyi dirumah dan tidak merasa sendirian dan terasing.

 Jika bayi anda menangis,pergilah kepadanya cepat-cepat, tetapi ingat jangan
langsung mengendongnya kecuali kalau ada yang tidak beres atau memang sudah
waktu untuk makan. Karena jika anda membiarkan bayi anda menangis, ia menjadi
ketakutan bahwa anda tidak berada disisinya dan menjadi lebih tertekan, tetapi jika
anda langsung mengendongnya maka ia akan belajar bahwa menangis berarti
digendong.
Berikan sesuatu untuk digunakan pada waktu tidur dan menjadi sesuatu untuk
diasosiasikan dengan tidur, berikan barang yang dapat diganti karena kalau tidak, bila
ia kehilangan barang itu, ia tidak dapat tidur. Misalnya selimut, kaos atau popokyang
tipis dsb.
Jadi ciptakanlah waktu tidur yang rutin dan meletakan bayi anda ditempat tidur
sewaktu ia belum tidur, dengan mainan kesayangan jika ada, sehingga ia akan
mengasosiasikan tidur dengan tempat tidur, dalam ruangan tersebut, dengan mainan
tsb, dan belajar untuk tidur sendiri. Jadi apabila ia terbangun pada tengah malam,
segala yang ia asosiasikan dengan tidur ada disana, dan ia akan tidur kembali.
Bayi datang ke dunia ini tanpa gambaran seperti apakah dunia ini, oleh karenanya
lebih mudah bagi bayi untuk menyesuaikan diri dengan cara anda daripada anda
menyesuaikan diri dengannya.


                                          60
Alergi pada Bayi
Sumber: ibu ibu DI dan Klinik Anakku

Tanya
Moms yang baik, Temenku punya bayi umur 7 bulan dan sepertinya alergi terhadap
sesuatu sehingga batuk pilek berkelanjutan. Bayinya udah dibawa ke dua dokter, dan
pendapat dari dua dokter ini agak beda, jadi temenku bingung, Dokter pertama
menyarankan semua susu dan makanannya diganti, seperti susu harus jadi susu soya,
makannya nggak boleh yang instant dll, sedangkan dokter kedua tidak menyarankan
untuk ganti susu dan makanannya karena belum jelas penyebab alerginya. Sekarang ini
anaknya tidak bisa menyusui kalau malam (ASI), mungkin karena hidungnya mampet.
Temenku jadi bingung. Gimana sebaiknya, apakah mengikuti saran dokter yang
pertama atau yang kedua? Mungkin ada moms yang punya pengalaman sama, atau tau
dokter anak yang spesialisasinya adalah alergi, mohon infonya Many thanks moms. (Si)

Jawab
Mbak, Prof. Karnen di RSPI itu spesialis alergi. aku juga dulu gitu dan memang justru
karena bayi itu belum jelas penyebab alerginya apa jadi sebaiknya memang dihindari
makanan yg rentan menyebabkan alergi. sehingga dulu anakku juga susunya diganti
soya, menghindari makanan yg mengandung susu spt keju dan teman temannya,
seafood, telur, aku juga yg menyususi "puasa" makan² ini. alhamdulillah setelah sekitar
7 bulan mengkonsumsi obat Ryzen drops dr Karnen ini, Anakku sedikit² aku cobain
makanan pantangannya dan sekarang udah sembuh (Nd)

Aku bilang sebaiknya ikutin yg. pertama. Sebab memang meskipun belum tau apa
alerginya, mendingan ekstra waspada kan ? Kalo emang daftar alergen yg. Mungkin
udah dikurangi, ya moga² makin sempit 'pilihan' alergennya apa saja. Kalo anakku dulu
katanya nggak boleh juga : tomat, jeruk, kacang tanah (peanut butter juga, tapi bayi
memang nggak makan ini) Tapi yg sering adalah alergi tungau debu, susah
menanganinya, sebab sebersih²nya rumah pasti ada. Cara memberantasnya cuma bikin
rumah ekstra bersih, seprei sering diganti, kamar jangan ada apa² selain tempat tidur
(kalo bisa). Jangan ada tumpukan buku / koran bekas, baju di gantungan, gorden
mungkin udah perlu dicuci, filter AC lebih sering dicuci, Ac jangan terlalu dingin
dllnya. (Rn)

Ada baiknya mengikuti saran dari dokter yang pertama yaitu dengan mengganti susu
yang dikonsumsi dg susu soya. Selain itu perlu juga diperhatikan faktor lingkungan
yang dapat juga menyebabkan si bayi alergi. Krn alergi itu sebetulnya adalah bawaan,
menurutku nggak mudah kita mengetahui alergan penyebabnya krn masing-masing


                                          61
individu berbeda² penyebabnya. Di bawah ini aku copy-kan sedikit tanya jawab dari
milis klinik anakku mengenai subject di atas.

Tanya:

Anak saya umur 17 bulan dan sekarang beratnya 10,5 kg. Apakah berat badannya
kurang untuk seumur dia ?. Waktu umur 6 bulan anak saya batuk, pilek. Setelah
dibawa ke dokter Anak, diberi obat Mukopek dan Triaminik. Tapi setelah obat habis
batuknya tidak hilang juga. Saat balik ke DSA, diperkirakan anak saya ada alergi-nya.
Lalu oleh DSAnya disarankan agar susunya diganti dengan susu Kedelai dan kembali
diberi obat. Setelah diganti susunya, memang Batuk dan Pileknya agak lumayan cuma
masih ada batuk kalau malam hari sekitar jam 02:00 sampai menjelang pagi. Dan saat
kembali menurut DSA memang alergi protein susu sapi. Penyakit alergi dengan
manifestasi batuk -batuk memang cenderung membuat anak kehilangan nafsu makan
atau mual-muntah sehingga dapat mengganggu pertambahan berat badannya. (Sn)

Jawab :

Anakku dulu seperti itu, saat itu usianya 1 bulan,sampai bernafas saja sulit karena
tenggorokannya penuh lendir. Dua DSA berpendapat pilek,sampai menyarankan
lendirnya untuk disedot,sesudahnya anakku kelihatan bisa bernafas tapi anehnya ga
lama (1 jam)anakku seperti kesulitan bernafas lagi. akhirnya cari 3rd opinion ke DSA
lain,dokter bilang anakku punya alergi debu,asap dsb yang memicu produksi lendir jadi
anaknya terlihat seperti batuk atau pilek, dokter memberi obat u/ mengurangi lendirnya
juga menyarankan menjauhkan anak dari sumber pemicu alerginya. Ada baiknya ikuti
saran dokter yang pertama sampai diketahui penyebab alerginya. (Ad)

Anakku yang pertama juga alergi dan dari bayi sering banget batuk pilek dan
pananganannya seperti itu, tapi nanti semakin besar akan berkurang kok. tempat tidur
harus selalu bersih, apalagi bayinya tidur dgn orangtuanya, kalau pulang dari
bepergian sebaiknya orang tuanya jangan langsung tiduran tanpa ganti baju dan cuci
tangan dan kaki dulu. Kalau masih minum ASI makanan ibunya juga dijaga, mungkin
makanan yang dimakan ibunya membuat si anak alergi. Kalau dokter anak yang bagus
nanganin alergi pada anak kata temenku dr. Noenoeng yg di jl. mendawai (temenku
anaknya setelah ditangani dokter ini alerginya lumayan jarang kambuh) cuman
pasiennya katanya buanyak Semoga membantu ya. (Nt)

Ke dr. Bambang S. (pulmonolog anak) di Hermina Jatinegara juga lumayan. Anakku
aku bawa ke dia. Kayaknya waktu itu aku nggak ngantri kok, tapi jam prakteknya
siang, pas jam kantornya kita, harus berkorban 'bolos' deh (Rn)



                                         62
Dr Bambang Suprianto praktek di Hermina Jatinegara hari Jum'at sore dan Sabtu
pagi. Kalo mau ke blio daftar by phone sehari sebelumnya. Trus minta nomer yg kira-
kira kita mau dateng jam berapa gitu. Jadi, pas dateng ke Hermina enggak perlu antri
lama². Anakku dulu juga dihandle sama Dr. Bambang ini pada saat pengobatan flek
paru-nya. Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 6 bln (batas minimum pengobatan),
Anakku sudah bisa bersih dari flek paru-nya. Menurut saya Dr. Bambang itu 'tangan
dingin', jadi anak² saya cocok sama dia. Blio juga praktek di Tumbuh Kembang RSCM
(Senin - Jum'at pagi) dan Klinik AnakKu Cinere (Sabtu sore). Katanya blio juga mau
nerima pasien di rumahnya kalo pas blio ada. (Rm)

dr. Bambang S praktek di RS. Hermina Jatinegara tiap hari Selasa & Jum'at jam 15.00
-17.00 dan hari Sabtu jam 8.00 - 12.00. Beliau juga praktek di RSCM (kantornya
memang disini), jadi mungkin hampir setiap hari ada, di Klinik Anakku Cinere (tapi
aku nggak tahu jadwalnya) dan praktek juga dirumah setiap malam. (Eq)

Mencekal Alergi
Bila ternyata ada sejarah alergi dalam keluarga Anda, resiko si Kecil terkena alergi
tentu semakin besar. Untuk mengurangi kemungkinan tersebut, langkah-langkah
pencegahan sebaiknya dilakukan. Langkah-langkah yang diambil kadang tak selalu
efektif. Namun demikian, langkah-langkah ini akan mengurangi kemungkinan si Kecil
menderita alergi. Simaklah beberapa diantaranya.

a. Usahakan untuk memberikan ASI selama 4 bulan hingga 6 bulan lebih lama.
Langkah ini akan menambah kekebalan bayi terhadap zat yang menimbulkan alergi.

b. Hindari makanan tambahan sebelum si Kecil mencapai usia 4 bulan. Hal ini tentu
berkaitan dengan pemberian ASI eksklusif untuk meningkatkan daya tahan tubuh si
Kecil.

c. Jangan merokok atau membiarkan orang lain merokok di sekitar si Kecil Anda. Anda
sendiri akan sangat terganggu karenanya, apalagi si Kecil.

d. Jangan biarkan binatang peliharaan seperti anjing, kucing atau burung berada di
dalam rumah sebelum anak menginjak usia 1 tahun. Lebih baik mencegah bukan?

e. Hindari penggunaan pewangi ruangan dan pembersih ruangan yang harus
disemprotkan ke seputar ruangan. Zat kimia yang dikandung siapa tahu akan memicu
alergi pada si Kecil.

f. Bersihkan rumah secara teratur untuk mengurangi debu dalam rumah. Beri perhatian
khusus pada karpet, bantal dan mainan yang lembut seperti boneka si Kecil.

                                         63
g. Bila memungkinkan, ganti karpet yang Anda di rumah Anda dengan yang terbuat
dari plastik. Karpet biasanya menyimpan debu dan kotoran yang sulit dibersihkan
tanpa menggunakan air.

h. Mainan anak seperti boneka atau bantal sebaiknya dicuci secara teratur, atau. taruh
mainan-mainan tersebut didalam plastik agar debu dan kotoran tidak segera menempel
di sana. Semoga bermanfaat

                            Tanda tanda ketika bayi lahir

Apakah tanda-tanda bayi lahir sehat ?        . b.Warna kulit merah muda,Berat badan
a. Segera menangis, Pernafasan               2,5 kg atau lebih.
teratur,Banyak bergerak

Bagaimana perawatan bayi dalam 4             d. Cucilah tangan bersih-bersih sebelum ibu
minggu sesudah kelahiran ?                   merawat bayi, jagalah tempat tidur bayi
a.Berilah ASI pada 30 menit pertama bayi     dan popok tetap bersih, jangan biarkan
lahir. Karena pada saat bayi lahir,          orang lain memegang bayi bila tidak perlu.
pemberian makanan melalui ari-ari            Bila bayi anda menderita demam, diare,
terputus sehingga harus segera diganti       susah bernafas, kejang-kejang segera bawa
dengan ASI.                                  ke dokter.
b. Jagalah suhu kamarnya agar bayi tidak     e. Bila berat lahir bayi kurang dari 1,5 kg
kedinginan, karena dalam kandungan ibu,      atau terdapat kelainan, segera ke
bayi mendapatkan kehangatan sesuai           Puskesmas atau dokter. Berat lahir bayi
dengan suhu tubuh ibu.                       akan menurun 10% dan dalam 2 minggu
c. Atur pertukaran udara dengan baik,        akan kembali ke berat badan semula.
karena bayi baru lahir belum dapat
mengatur suhu tubuhnya dengan baik.
Apa yang harus dilakukan apabila kulit       . Hal ini akan mempercepat hilangnya
bayi menjadi kuning ?                        warna kuning pada bayi. Bila kuning
Bayi cukup bulan kadang-kadang kuning        timbul dalam 24 jam setelah lahir atau
kulitnya dalam hari ke 2-3, hal ini tidak    berlangsung lebih dari 1 minggu, segera
berbahaya karena biasanya akan               bawa ke Puskesmas atau dokter
menghilang dalam waktu 1 minggu              ! Pada bayi berat lahir rendah (BBLR)
BJemurlah bayi pada pagi hari sebelum jam    tetaplah berikan ASI karena beratnya
10.00 pagi selama 15-30 menit                cepat bertambah dan menjadi normal
Apa tanda-tanda penyakit/kelainan pada
bayi baru lahir yang harus segera mendapat   c. Kejang-kejang.
pertolongan ?                                d. Nafas cepat dan sesak.


                                          64
a.Tidak mau minum.
b. Mulut mencucur seperti mulut ikan        e. Diare yang terus menerus

Keadaan atau penyakit apa yang sering       b. Tetanus pada bayi baru lahir (Tetanus
menyebabkan kematian pada bayi baru         Neonatorum).
lahir ?                                     c. Penyakit Diare.
a. Bayi dengan berat lahir rendah (BBLR).   d. Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan
Berat lahir kurang dari 2,5 kg.             Akut.
Bagaimana mencegah timbulnya kejadian       - 3 bulan kedua kehamilan : minimal 1 kali
bayi dengan berat lahir rendah ?            - 3 bulan ketiga kehamilan : minimal 2
a. Menjaga agar ibu hamil makan lebih       kali. Bila berat badan ibu naik di bawah 1
banyak atau 1 kali lebih sering daripada    kg perbulan, perlu segera ke Puskesmas
sebelum hamil.                              atau dokter.
b. Memeriksakan kehamilan secara teratur,   c. Menghindari kerja berat yang
minimal 4 kali selama kehamilan, yaitu :    melelahkan dan mendapat istirahat yang
- 3 bulan pertama kehamilan : minimal 1     cukup selama kehamilan
kali.
Bagaimana upaya pencegahan diare pada       a. Segera berikan ASI pada bayi baru lahir
bayi baru lahir ?                           dan jangan berikan makanan tambahan
b. Gunakan air bersih untuk merawat bayi    lain, karena ASI terjamin kebersihannnya
c. Buanglah kotoran bayi pada tempatnya     sehingga dengan pemberian ASI dapat
                                            mencegah diare dan dapat meningkatkan
                                            daya tahan tubuh bayi.
Mengapa bayi kadang-kadang muntah ?         Muntah/ gumoh ialah keluarnya kembali
                                            sebagain besar atau seluruh makanan yang
                                            baru dimakan. Muntah dalam jumlah
                                            sedikit tidak membahayakan terutama
                                            pada bayi di bawah 6 bulan.
Bagaimana cara mencegah terjadinya          a. Perbaiki cara menyusui sehingga tidak
muntah (gumoh) ?                            terlalu banyak udara yang tertelan. Pada
c. Perlakukan bayi secara halus, karena     waktu menyusui perlu diperhatikan bibir
muntah dapat disebabkan karena              bayi harus mencakup rapat puting dan
gangguan psikologik misalnya apabaila       seba b. Untuk mengeluarkan udara yang
bayi diperlakukan secara kasar.             tertelan, bayi ditegakkan dan ditepuk-
                                            tepuk punggungnya atau sambil
                                            ditelungkupkan pada pangkun ibunya atau
                                            ditidurkan miring ke sebelah kanan.gain
                                            areola payudara ibu.
Apa kolik itu dan apa tanda-tandanya ?


                                          65
Kolik adalah suatu keadaan dimana bayi
tampak kesakitan dan menangis terus             - Perut bayi tegang dan kembung
menerus, biasanya terjadi pada bayi berusia     - Bayi menangis terus menerus
3 bulan. Penyebabnya bermacam-macam                 kadang-kadang sampai berjam-jam
seperti terlalu lapar, gangguan emosi dan       - Wajah bayi kemerahan atau pucat
lain sebagainya. Tanda-tanda bayi kolik             kebiruan dan Kaki dingin dan
ialah :                                             tangan mengepal
Bagaimana cara menanggulangi kolik ?        Cara menanggulanginya, gosoklah perut
                                            bayi dengan sedikit minyak kayu putih
                                            atau minyak telon atau yang sejenisnya.
                                            Bila tidak ada perbaikan, bawalah ke
                                            Puskesmas atau dokter.
Mengapa lidah bayi kadang-kadang putih Lidah bayi berwarna putih karena adanya
?                                           sisa ASI di mulut bayi, yang semakin lama
                                            semakin tebal. Kalau hal ini dibiarkan,
                                            dapat menyebabkan bayi sulit makan.
Bagaimana mencegah agar lidah bayi tidak Untuk mencegahnya berilah bayi minum
putih ?                                     air putih dengan sendok teh setiap habis
                                            menyusu.



Bayi Berat Lahir Rendah                    Bayi baru lahir ditimbang segera setelah
                                           badannya dikeringkan dari air ketuban
Kapan bayi baru lahir ditimbang ?          atau paling lambat sampai bayi berumur 1
                                           hari.
Apa artinya bayi berat lahir rendah        Bayi yang pada waktu lahir beratnya :
(BBLR) ?                                   kurang dari 2500 gram.
Bagaimana mengetahui BBLR ?                Bayi berat lahir rendah diketahui dengan
                                           menimbang bayi segera setelah lahir.
Bila penimbangan bayi tidak mungkin        a. Lingkar lengan atas bayi (diukur pada
dilakukan, bagaimana mengenal BBLR ?       pertengahan lengan atas)kurang dari 9,5
                                           cm.
                                           b. Tubuh kurang berisi, ototnya lembek dan
                                           kulitnya mungkin keriput atau tipis.
                                           c. Bayi lebih kecil dari bayi normal.
Mengapa terjadi BBLR ?                     BBLR terjadi akibat :
                                           a. Bayi lahir sebelum waktunya atau umur

                                         66
                                             kelahiran belum mencapai 9 bulan.
                                             b. Bayi lahir cukup bulan tetapi
                                             pertumbuhan ketika dalam kandungan
                                             tidak baik oleh karena ibu kurang gizi,
                                             kurang darah, sering sakit, banyak
                                             merokok atau bekerja berat.
Mengapa penting mengenal BBLR ?              Mengenal BBLR sangat penting karena
                                             tubuhnya mudah terganggu, misalnya :
e. Membungkus bayi dengan kain yang          a. Lemah dan mudah kedinginan karena
bersih, kering dan cukup tebal agar ia tidak lapisan lemak bawah kulitnya sangat tipis.
kedinginan. Setiap kali ia                   b. Cepat lelah, sering tersedak pada waktu
kencing/pakaiannya basah, pakaian harus menyusu dan malas mengisap. BBLR harus
segera diganti.                              minum ASI lebih sering supaya beratnya
d. Mudah terkena gangguan pernafasan menjadi normal.
e. Mudah meninggal bila terkena penyakit
Apa yang perlu dilakukan segera setelah a. Membersihkan jalan nafas (mulut dan
BBLR dilahirkan ?                            hidung) dari lendir, darah dan air ketuban
                                             dengan kasa pembersih.
f. Meletakkan penghangat yang cukup          b. Membersihkan dan mengeringkan tubuh
aman di dekat bayi dibaringkan, misalnya, bayi dengan kain lunak yang bersih dan
botol berisi air panas yang telah ditutup kering, tanpa memandikannya.
rapat dan dibungkus dengan kain.             c. Meletakkan bayi di atas perut atau dada
g. Memberikan bayi kepada ibunya untuk ibu.
disusui. Jika bayi tidak bisa mengisap, ASI d. Memotong dan merawat tali pusat
diperas dan kemudian diberikan kepadanya dengan bersih dan benar
dengan menggunakan sendok.                   e. Membungkus bayi dengan kain yang
                                             bersih, kering dan cukup tebal agar ia tidak
                                             kedinginan. Setiap kali ia
                                             kencing/pakaiannya basah, pakaian harus
                                             segera diganti.

Bagaimana cara membersihkan BBLR ?          a. Segera setelah lahir tubuh bayi
                                            dikeringkan dengan kain lunak yang bersih
b. Setiap hari bayi dibersihkan dengan kain dan kering, bayi tidak boleh dimandikan.
bersih dan tubuhnya diolesi minyak kelapa Setelah tali pusat dipotong ia harus segera
bersih yang sudah dihangatkan.              dibungkus dengan kain yang bersih dan
c. Setelah 3-7 hari atau bila bayi sudah    kering. Agar tetap hangat, perlu diberi
tampak lebih kuat (salah satu tandanya : penutup/topi.
bayi mengisap ASI lebih kuat/lebih baik),


                                           67
bayi bisa dibersihkan dengan menggunakan
air hangat.
Apa yang perlu diperhatikan dalam
merawat BBLR ?
a. Menjaga agar tubuh bayi tetap hangat c. Membersihkan luka tali pusat dengan
sampai ia menjadi lebih kuat dan beratnya bersih dan teratur memakai betadin atau
menjadi normal. Hal ini penting karena     povidin yodium. Luka tali pusat yang
BBLR mudah meninggal atau terkena          sudah dibersihkan tidak boleh dibubuhi
penyakit bila tubuhnya dingin.             ramuan. Tali pusat dibungkus dengan kasa
b. Memberikan air susu ibu (ASI)           steril yang dibasahi betadin atau povidin
secepatnya setelah lahir. ASI diberikan    d. Menjauhkan bayi dari orang sakit.
sebanyak mungkin dalam porsi sedikit-      Misal bila ibu batuk pilek, ibu memakai
sedikit dan sering setiap bayi             kain penutup pada hidung dan mulut pada
menginginkan dan sesuai kemampuan bayi. waktu menyusui bayi.
Perlu dijaga agar bayi jangan sampai
tersedak. Pemberian ASI atau susu sedini
mungkin penting sekali bagi BBLR agar
beratnya cepat bertambah dan menjadi
normal
Bagaimana menjaga BBLR agar tetap
hangat ?
a. Bayi tidak boleh diletakkan di tempat Karena itu, pakaian bayi harus sering
yang banyak angin ( seperti di depan pintu diperiksa secara teratur dan teliti. Sering
atau jendela yang terbuka) dan di ruangan kain pembungkus luarnya tidak basah,
yang banyak orang.                         tetapi di bagian dalamnya basah.
b. Tubuhnya dibungkus dengan kain bersih e. Bayi harus sering dipeluk di dada ibu
yang lembut dan kepalanya ditutup dengan untuk mendapatkan kehangatan. Namun
topi atau tutup kepala yang bersih         bila bayi terlalu kecil, diupayakan agar
c. Setiap hari, secara teratur tubuh bayi  bayi tidak terlalu sering diangkat.
diolesi dengan minyak kelapa yang sudah f. Menjaga kehangatan
dihangatkan.                               ruangan/lingkungan sekitar bayi, misalnya
d. Pakaian dan kain pembungkus diganti memasang lampu, membatasi masuknya
bila basah. Bayi berat lahir rendah tidak udara dingin, menempatkan botol berisi air
seperti bayi normal. Ia lebih banyak tidur panas di dekat bayi, dan lain-lain.
dan sering tidak menangis walaupun
popoknya basah.
Apa tanda-tanda BBLR yang terkena          a. Mula-mula kaki bayi teraba lebih dingin
serangan dingin ?                          daripada tubuhnya.
                                           b. Bila bayi tidak cepat dihangatkan,


                                          68
                                            wajah dan ujung-ujung jarinya akan pucat
                                            kebiruan.
Apa akibat serangan dingin pada BBLR ?
a. Tubuh bayi sulit dihangatkan kembali     c. Bayi mungkin meninggal bila suhu
b. Bayi mudah terkena penyakit yang         tubuhnya semakin turun.
mengancam hidupnya.
Apa yang perlu diperhatikan bila menyusui   1. Sebelum menyusui, tangan ibu dicuci
BBLR ?                                      dengan air dan sabun.
                                            2. Payudara ibu diurut kearah puting susu
                                            agar ASI dapat keluar dengan lancar.
                                            3. Kedua puting susu dibersihkan dengan
                                            kapas atau kain bersih yang sudah
                                            dibasahi dengan air matang hangat.
                                            4. Bayi dipangku pada posisi tegak. Puting
                                            susu dimasukkan ke dalam mulut bayi
                                            sampai bagian berwarna cokelat di sekitar
                                            puting tertutup oleh mulut bayi.
                                            5. Bila bayi tidak dapat menghisap dengan
                                            kuat, ibu dapat membantu
                                            memegangi/menyangga dagu bayi.
                                            6. Bila bayi tertidur pada waktu menyusu,
                                            bayi dibangunkan dengan menepuk-nepuk
                                            pipinya. Hal ini penting karena bayi
                                            dengan berat lahir rendah lemah, malas
                                            mengisap dan cepat tidur, padahal ia harus
                                            banyak minum ASI.
Bagaimana cara memberikan ASI pada          a. Bayi disusui segera setelah lahir. Susu
BBLR ?                                      jolong (kolostrum) yang berwarna
                                            kekuningan dan keluar pertama kali dari
                                            payudara ibu langsung disusukan kepada
                                            bayi (jangan dibuang).
                                            b. Bayi disusui sesering mungkin,
                                            sedikitnya 2-3 kali pada pagi hari, 2-3 kali
                                            pada siang hari, 2-3 kali pada sore hari dan
                                            2-3 kali pada malam hari (kalau perlu ibu
                                            bangun pada malam hari untuk menyusui
                                            bayinya).
                                            c. Setiap selesai menyusu, bayi dipangku


                                        69
                                        dan ditegakkan sambil ditepuk-tepuk
                                        punggungnya agar udara dalam perut
                                        dapat keluar.
                                        d. Sisa-sisa ASI di mulut dibersihkan
                                        dengan kapas atau kain bersih yang
                                        dibasahi air hangat.
                                        e. Bayi diawasi sampai kira-kira 15-30
                                        menit sesudah disusukan.
Apa yang perlu diperhatikan ketika BBLR a. Apakah bayi menjadi biru ?
disusui ?
                                        b. Apakah bayi menjadi sesak nafas, yang
                                        ditandai dengan adanya cekungan di
                                        bagian tengah pangkal leher atau ulu hati.
                                        c. Apakah keluar susu dari hidung.
                                        d. Apakah perut bayi menjadi kembung.
Apa yang perlu dilakukan bila tanda-    Yang perlu dilakukan meskipun hanya satu
tanda bahaya pada BBLR terjadi ?        dari tanda-tanda bahaya terjadi adalah :
                                        a. Menyusui dihentikan sementara.
                                        b. Memeriksa apakah :
                                        - ASI masuk saluran pernafasan, yang
                                        ditandai dengan bayi terbatuk-batuk,
                                        menjadi biru atau susu keluar dari hidung.
                                        - Mulut bayi tidak sepenuhnya rapat
                                        menghisap puting ibu, sehingga perut
                                        kembung.
                                        c. Bila ASI masuk saluran pernafasan,
                                        bayi ditelungkupkan, dengan posisi kepala
                                        lebih rendah dari tubuhnya, kemudian
                                        punggung bayi ditepuk-tepuk agar ASI
                                        keluar. Kalau bayi tetap biru, segera
                                        dibawa ke dokter, Rumah Sakit atau
                                        Puskesmas.
                                        d. Bila puting ibu tidak sepenuhnya masuk
                                        ke dalam mulut bayi, maka payudara harus
                                        dimasukkan lebih dalam ke mulut bayi
                                        sampai puting dan kulit berwarna cokelat
                                        tertutup oleh mulut bayi.


                                       70
Apa tanda BBLR yang telah cukup      a. Bayi tertidur pulas setelah kenyang
menyusu ?                            menyusu.
                                     b. Bayi akan buang air beberapa kali dalam
                                     sehari.
                                     c. Bayi akan buang air besar agak padat 1-
                                     5 kali setiap hari secara teratur.
                                     d. Berat badan akan semakin bertambah.
Kapan BBLR diperiksakan ke           BBLR harus diperiksakan ke dokter/
dokter/Rumah Sakit/Puskesmas ?       Rumah Sakit/Puskesmas bila :
                                     a. Bayi menjadi lebih lemah dan kurang
                                     dapat menghisap puting ibu walaupun
                                     sudah dibantu.
                                     b. Bayi tiba-tiba kurang mau minum, tidak
                                     seperti biasanya.
                                     c. Bayi kejang-kejang dengan atau tanpa
                                     mulut mencucu.
                                     d. Tali pusat bayi berdarah, kemerahan,
                                     berbau atau bernanah.
                                     e. Bayi demam.
                                     f. Tubuh, tangan dan kaki bayi tetap
                                     dingin, walaupun ia sudah dibungkus
                                     dengan kain hangat, kepalanya diberi topi
                                     dan didekap.
                                     g. Bayi bernafas dengan cepat atau sulit
                                     bernafas.
                                     h. Bayi sulit dibangunkan, yang mungkin
                                     disebabkan kesadaran yang menurun.
                                     i. Bayi tampak kuning, terlihat lebih jelas
                                     pada hidung, pipi dan bagian muka
                                     lainnya.
                                     j. Bayi mencret atau muntah-muntah.
                                     l. Bayi mulai merintih, tidak menangis
                                     seperti biasanya.
Bagaimana mencegah BBLR pada masa    a. Ibu hamil makan lebih banyak atau 1
hamil ?                              kali lebih sering daripada sebelum hamil.
                                     b. Ibu hamil memeriksakan kehamilannya


                                    71
                                        secara teratur minimal 4 kali. Bila
                                        kenaikan berat badannya kurang dari 1 kg
                                        per bulan, ia perlu segera meminta
                                        pertolongan ke Puskesmas.
                                        c. Ibu hamil minum tablet besi secara
                                        teratur setiap hari 1 tablet, minimal 90
                                        tablet. Tablet besi dapat diperoleh di
                                        Posyandu, Pondok bersalin di desa dan
                                        Puskesmas.
                                        d. Ibu hamil mengurangi kerja yang
                                        melelahkan, mendapat istirahat yang
                                        cukup dan tidur lebih awal.
                                        e. Menjaga jarak antar kehamilan paling
                                        sedikit 2 tahun.
Apa yang perlu diberitahukan kepada ibu a. Cara merawat BBLR.
BBLR ?
                                        b. Cara menyusui.
                                        c. Tanda-tanda BBLR perlu mendapat
                                        perhatian khusus.
                                        d. Kapan perlu segera memeriksakan
                                        BBLR.
                                        e. Cara mencegah terjadinya BBLR pada
                                        masa kehamilan



Tetanus Neonatorum                      - Penyakit pada bayi baru lahir.

Apakah Tetanus Neonatorum?
                                        - Disebabkan karena masuknya kuman
                                        Tetanus melalui tali pusat.
                                        - Akibat pemotongan dan perawatan tali
                                        pusat uang tidak bersih atau dibubuhi
                                        ramuan-ramuan.
                                        - Biasanya pada bayi usia kurang 1 bulan.
                                        ! Tetanus Neonatorum bukan akibat hantu
                                        !


                                       72
Mengapa terjadi Tetanus Neonatorum?
a. Pemotongan tali pusat pada waktu lahir    c. Ibu bayi pada waktu hamil tidak
tidak bersih                                 mendapat TT lengkap, sehingga baik ibu
 b. Perawatan tali pusat setelah lahir       maupun bayi yang dikandungnya tidak
sampai saat puput tidak bersih atau diberi   kebal terhadap kuman tetanus
macam-macam ramuan.

                                             b. Perawatan tali pusat setelah lahir
                                             sampai saat puput tidak bersih atau diberi
                                             macam-macam ramuan.
                                             c. Ibu bayi pada waktu hamil tidak
                                             mendapat TT lengkap, sehingga baik ibu
                                             maupun bayi yang dikandungnya tidak
                                             kebal terhadap kuman tetanus.
                                             d. Wajahnya mungkin kebiruan.
Apakah tanda-tanda Tetanus                   a. Tiba-tiba bayi tidak bisa menetek.
Neonatorum?
                                             b. Mulut mencucut seperti mulut ikan
                                             (mulut tidak bisa dibuka)
                                             c. Kejang-kejang bila disentuh, bila kena
                                             sinar, bila mendengar suara keras.
                                             d. Kadang-kadang ada demam.
                                             e. Tali pusat merah, basah, kotor mungkin
                                             ada nanah.
Kapan tanda-tanda tetanus Neonatorum         3-14 hari sesudah lahir.
mulai timbul?
Apa akibat Tetanus Neonatorum pada           Sebagian besar bayi akan meninggal dalam
bayi?                                        beberapa hari.
Apa yang harus dilakukan bila menemukan      Bawa bayi segera ke Puskesmas/Rumah
bayi dengan Tetanus Neonatorum?              Sakit.
Apa yang harus dilakukan supaya bayi         a. Pada waktu hamil ibu harus diimunisasi
tidak kena Tetanus Neonatorum?               Tetanus Toxoid selang 1 bulan.
                                             b. Bila ibu melahirkan harus diperhatikan
                                             3 bersih.
                                             c. Rawatlah tali pusat dengan bersih
                                             sampai puput dengan membubuhkan
                                             alkohol/Bethadin.


                                         73
Kepada siapa dan dimana imunisasi TT     Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) diberikan
(Tetanus Toxoid) diberikan?              kepada:
                                         - anak perempuan SD kelas VI.
                                         - calon pengantin wanita.
                                         - ibu hamil.
                                         Imunisasi dapat diberikan di:
                                         - Posyandu.
                                         - Pondok Bersalin.
                                         - Puskesmas.
                                         - Rumah Sakit.
                                         - Praktek dokter/Bidan Swasta.
Bagaimana pertolongan persalinan yang    1. Bersih tangan penolong persalinan.
bersih untuk mencegah Tetanus
Neonatorum (3 bersih)?
                                        - tangan dan jari-jari dibersihkan, dicuci
                                        dengan sabun dan disikat.
                                        2. Bersih tempat persalinan.
                                        - alas tempat bersalin harus bersih.
                                        3. Bersih alat pemotong tali pusat.
                                        - alat pemotong harus bersih.
                                        - tajam dan tak berkarat.
                                        - telah direbus dalam air mendidih selam 15
                                        menit.
Bagaimana merawat tali pusat yang baik? 1. Tali pusat dibersihkan tiap hari dengan
                                        alkohol 70%.
                                        2. Tutup dengan kain kasa yang bersih
                                        dibasahi alkohol 70%.
                                        3. Gantilah kain kasa yang dibasahi
                                        alkohol paling sedikit 2 kali setiap hari
                                        sampai tali pusat puput.
                                        Jangan membubuhkan ramuan apapun
                                        pada tali pusat.
Nasihat apa yang harus diberikan kepada Menganjurkan pemeriksaan ke Pos Yandu,
ibu hamil?                              Puskesmas/Puskesmas Pembantu untuk:
                                        1. Ditimbang berat badannya.

                                        74
                                        2. Diperksa Tekanan Darahnya.
                                        3. Diukur tinggi rahim (diperksa
                                        kehamilannya).
                                        4. Mendapatkan (tambahan darah) tablet
                                        zat besi 90 tablet untuk 90 hari.
                                        5. Imunisasi Tetanus Toxoid 2 kali sedini
                                        mungkin dengan jarak 4-6 minggu, untuk
                                        mencegah penyakit Tetanus Neonatorum.


Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi      Untuk proses pertumbuhan dan
                                       perkembangan anak diperlukan beberapa
Kebutuhan dasar apakah yang harus      kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yaitu
dipenuhi, agar pertumbuhan dan         kebutuhan akan kasih sayang dari orang
perkembangan bayi berjalan baik ?      tua/keluarga (asih), kebutuhan akan
                                       kesehatan dan makanan bergizi (asuh),
                                       serta kebutuhan akan
                                       perangsangan/stimulasi (asah), agar dapat
                                       menjamin terciptanya proses tumbuh
                                       kembang anak secara baik.
Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan ? Pertumbuhan adalah perubahan ukuran
                                       tubuh manusia sejak pembuahan dalam
                                       kandungan sampai akhir masa remaja.
                                       Untuk melihat pertumbuhan, dapat
                                       dilakukan dengan penimbangan berat
                                       badan atau pengukuran panjang/tinggi
                                       badan. Anak yang sehat, dengan
                                       bertambah umurnya akan bertambah pula
                                       berat badannya atau panjang/tinggi
                                       badannya.
Faktor-faktor apa yang dapat           Faktor-faktor yang menentukan
mempengaruhi pertumbuhan ?             pertumbuhan anak antara lain dipengaruhi
                                       oleh sifat bawaan (keturunan), pola/menu
                                       makanan yang bergizi serta kesehatan
                                       jasmani, rohani dan kondisi lingkungan
                                       sosialnya.
Bagaimana proses pertumbuhan janin     Pertumbuhan janin dalam kandungan bila
sewaktu dalam kandungan ?              keadaan normal, panjang janin berawal


                                      75
                                       dari 0,014 cm, pada saat lahir menjadi
                                       kurang lebih 43-55 cm. Sedang beratnya
                                       dari 0,000004 gr, pada saat lahir menjadi
                                       2500-4000 gr.
                                       Keadaan gizi ibu hamil sangat
                                       mempengaruhi pertumbuhan janin yang
                                       dikandungnya, dalam arti bahwa semakin
                                       baik keadaan gizi ibu sewaktu hamil akan
                                       semakin baik pula pertumbuhan janinnya.
Bagaimana dengan pertumbuhan bayi ?    Panjang bayi pada keadaan normal dari
                                       43-55 cm, pada umur 12 bulan (1 tahun)
                                       menjadi kurang lebih 68-81 cm. Sedangkan
                                       berat badannya dari 2500-4000 gr, pada
                                       umur 12 bulan (1 tahun) bertambah
                                       menjadi 10-12 kg.
                                       Pertumbuhan bayi dapat dilihat dengan
                                       pengukuran berat badan (BB) dan tinggi
                                       badan (TB) secara berkala dan teratur
                                       setiap 1 bulan. Berat badan dicatat dalam
                                       Kartu Menuju Sehat (KMS) yang
                                       dilakukan setiap bulan di Posyandu.

                                      Salah satu faktor terpenting dalam
                                      pertumbuhan bayi adalah Air Susu Ibu
                                      dan Pola Makanan Pendamping ASI.
Apa yang dimaksud dengan perkembangan Meningkatnya kemampuan manusia dari
?                                     segi fungsi gerakan otot, kecerdasan,
                                      perasaan dan pergaulan sejak dari janin
                                      dalam kandungan sampai ia mati.

                                       Perkembangan bayi adalah meningkatnya
                                       kemampuan bayi dari segi fungsi gerakan
                                       otot, kecerdasan, perasaan dan pergaulan
                                       sejak lahir sampai usia 12 bulan.
Bagaimana cara melihat perkembangan    Terdapat 4 bidang kemampuan bayi yang
bayi ?                                 perlu dipantau tingkat perkembangannya
                                       meliputi :
                                       a. Perkembangan gerak kasar, yaitu


                                      76
                                            kemampuan gerakan yang melibatkan
                                            sebagian besar bagian tubuh dan biasanya
                                            memerlukan tenaga karena dilakukan otot-
                                            otot besar misalnya : tengkurap, duduk
                                            dan sebagainya.
                                            b. Perkembangan gerak halus, yaitu
                                            kemampuan gerakan yang melibatkan
                                            bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan
                                            oleh otot-otot kecil. Kemampuan gerakan
                                            halus memerlukan kecermatan anak,
                                            misalnya : mengedipkan mata, memberikan
                                            reaksi ke arah sumber cahaya dan
                                            sebagainya.
                                            c. Perkembangan bicara, bahasa dan
                                            kecerdasan, yaitu kemampuan
                                            mengungkapkan perasaan, keinginan dan
                                            pendapat melalui pengucapan kata-kata,
                                            kemampuan mengerti dan memahami
                                            perkataan orang lain serta kemampuan
                                            berfikir, misalnya : mengoceh, menangis
                                            dan sebagainya
                                            d. Perkembangan bergaul dan kemandirian,
                                            yaitu kemampuan dalam pergaulan,
                                            berkawan, disiplin, mengenal sopan santun
                                            dan kemampuan yang mandiri, misalnya :
                                            membalas senyuman, berani atau takut
                                            dengan orang lain dan sebagainya.
Bagaimana cara kita dalam membantu
perkembangan bayi ?
Perkembangan bayi dapat dibantu dengan      Stimulasi dapat dilakukan oleh setiap
cara stimulasi. Yang dimaksud dengan        orang yang sudah mengerti dasar-dasar
stimulasi yaitu serangkaian kegiatan yang   stimulasi khususnya ibu, ayah, pengasuh
bertujuan untuk membantu anak mencapai      dan orang-orang terdekat dengan bayi.
tingkat perkembangan secara baik.           Stimulasi dapat dilakukan di segala
Stimulasi yang diberikan sejak masa bayi    tempat terutama di rumah dalam
membawa manfaat untuk mengarahkan           lingkungan keluarga. Stimulasi tidak
perkembangannya, mencegah terjadinya        selalu membutuhkan waktu khusus,
kelambatan pertumbuhan dan                  sehingga dapat dikaitkan sekaligus dengan
perkembangan anak serta sekaligus           kegiatan lainnya dan dilakukan setiap


                                        77
mencerdaskannya.                           hari, misalnya : dikaitkan dengan kegiatan
                                           ibu ketika mengerjakan pekerjaan rumah
                                           tangga atau diberikan sewaktu bepergian,
                                           memandikan bayi, menyusukan bayi,
                                           menidurkan bayi dan sebagainya.
Hal-hal apa yang harus diperhatikan        Dalam melakukan stimulasi harus
dalam melakukan stimulasi ?                berdasarkan hal-hal sebagai berikut :
a. Dilakukan dengan rasa cinta dan kasih . e. Tanpa memaksa, marah atau
sayang, sambil bermain dengan anak dan menghukumnya apabila ia kurang mampu
menikmati kebahagiaan bersama.             melakukan stimulasi.
b. Dilakukan secara berjenjang dan         f. Selalu diberikan pujian atas
berkesinambungan, mengikuti tahapan        keberhasilannya. Ciptakan suasana yang
perkembangan anak, serta mencakup empat segar, menyenangkan dan bervariasi untuk
bidang kemampuan.                          menghilangkan kebosanan.Ciptakan
c. Dimulai dari tahapan perkembangan       suasana yang segar, menyenangkan dan
yang telah dicapai bayi.                   bervariasi untuk menghilangkan
d. Bila diperlukan alat pada waktu         kebosanan.
melakukan stimulasi, digunakan alat        h. Meminta nasehat petugas
sederhana, mudah didapat, sesuai dengan Puskesmas/dokter apabila ditemukan
keadaan setempat dan murah.                kesulitan dalam mencapai tahapan
                                           perkembangan yang sesuai dengan
                                           umumnya.
Hal-hal apakah yang dapat mendukung        Hal-hal yang mendukung pertumbuhan
perkembangan bayi ?                        dan perkembangan bayi adalah dengan
                                           cara membesarkannya dalam lingkungan
                                           keluarga yang sehat. Untuk itu perlu
                                           diperhatikan beberapa hal :
a. Orang tua memiliki pengetahuan          . e. Keluarga mampu mencari nafkah dan
sederhana mengenai kesehatan terutama dapat mengatur keuangan keluarga.
kesehatan ibu dan anak.                    . Orang tua mengikuti program keluarga
b. Orang tua tidak mempunyai masalah       berencana.
kejiwaan.                                  . Keluarga mempunyai kegiatan sehari-hari
c. Keluarga tidak menelantarkan anak.      yang teratur.
d. Perawatan dan pemeliharaan rumah        h. Hubungan antara anggota dalam
sebagai tempat tinggal yang rapih, bersih, keluarga, keluarga dengan tetangga,
nyaman dan sehat.                          keluarga dengan masyarakat dalam
                                           keadaan harmonis, bersahabat, gotong-
                                           royong, saling menghormati dan
                                           sebagainya.


                                         78
Bagaimana tingkat perkembangan bayi          Kemampuan perkembangan yang harus
pada umur 0-3 bulan ?                        dicapai bayi usia 0-3 bulan adalah :
. Mampu menggerakkan kedua tungkai           c. Mengeluarkan suara (mengoceh),
dan lengan sama mudahnya ketika              perhatikan apakah bayi mengeluarkan
telentang. Diliihat dengan cara meletakkan   suara-suara lain (mengoceh) di samping
bayi pada posisi telentang, perhatikan       menangis.
gerakan kedua tungkai dan lengannya.         d. Membalas senyuman ketika diajak
 b. Memberikan reaksi dengan melihat ke      bicara dan tersenyumLove,.
arah sumber cahaya. Dilihat dengan
menyalakan lampu senter yang digerakkan
ke kiri dan ke kanan, perhatikan
perubahan mimik muka bayi gerakan
matanya.
Bagaimana tingkat perkembangan bayi       Kemampuan perkembangan yang harus
umur 3-6 bulan ?                          dicapai anak sesaat sebelum berumur 6
                                          bulan adalah :
A. Mengangkat kepalanya dengan tegak c. Mencari sumber suara yang nyaring,
ketika tengkurap. Dilihat dengan cara     misalkan dengan cara memukulkan sendok
meletakkan bayi pada posisi tengkurap,    ke gelas, perhatikan apakah bayi
perhatikan apakah bayi dapat mengangkat memalingkan kepalanya mencari sumber
kepalanya sampai tegak.                   suara tersebut.
b. Menggenggam benda yang disentuhkan d. Membalas senyuman ketika diajak
pada punggung atau ujung tangannya        bicara dan tersenyum
dengan kuat, misalnya ujung jari ibu atau
pinsil, perhatikan apakah digenggam
dengan kuat beberapa saat
Bagaimana tingkat perkembangan bayi       Kemampuan perkembangan yang harus
umur 6-9 bulan ?                          dicapai anak sesaat sebelum berumur 9
                                          bulan adalah :
a. Mempertahankan posisi duduk dengan c. Tertawa/berteriak bila benda
kepala tegak ketika didudukkan, caranya menarik/senang hatinya dengan cara
dengan mendudukkan bayi di atas meja,     menunjukkan/memperlihatkan benda yang
perhatikan apakah bayi dapat              menarik, lalu perhatikan apakah bayi
mempertahankan kepalanya dengan tegak tertawa/berteriak ketika melihat
dalam sikap duduk.                        benda/mainan tersebut
b.Meraih benda yang terletak dalam        d. Mengenal dan dapat membedakan
jangkauannya, dilakukan dengan            antara orang yang sudah dikenal dengan
meletakkan benda yang menarik di dekat yang belum dikenal, dengan cara minta
bayi pada tempat yang terjangkau olehnya, bantuan tetangga untuk menggendongnya,


                                         79
apakah bayi berusaha meraihnya             perhatikan apakah bayi menangis atau
                                           kelihatan takut kepada orang yang tidak
                                           dikenal.
Bagaimana tingkat perkembangan bayi        Kemampuan perkembangan yang harus
umur 9-12 bulan ?                          dicapai anak sesaat sebelum berumur 12
                                           bulan adalah :
a. Berdiri dengan berpegangan. Caranya     . c. Dapat mengatakan 2 suku kata yang
dengan cara mendudukkan bayi pada          sama, misalnya : pa-pa, ma-ma, da-da dan
permukaan yang datar seperti lantai yang lain-lain.
dekat dengan dinding dan usahakan agar . Dapat mengikuti permainan ―cilukba‖.
bayi mau berdiri dengan cara memberikan Caranya dilakukan oleh ibu/pengasuh
mainan yang menarik, perhatikan apakah bersama-sama dengan anak untuk bermain
bayi dapat berdiri sendiri dengan          cilukba dan perhatikan apakah bayi dapat
berpegangan pada dinding tersebut.         mengikuti permainan ini
b. Mengambil benda-benda kecil sebesar
biji jagung dengan meraup. Caranya
dengan meletakkan benda kecil sebesar biji
jagung di dekat bayi, perhatikanlah
apakah bayi dapat mengambil benda
tersebut dengan cara meraupnya.



Pentingnya Deteksi Dini Keterlambatan Bicara Pada Bayi dan Anak
Oleh : dr. I G. Ayu Partiwi Surjadi, SpA, MARS
      Seringkali orangtua baru datang menanyakan pada professional yang menangani
      masalah perkembangan pada saat anaknya belum bicara saat berusia 18 bulan
atau 2 tahun. Sementara 3 tahun pertama otak merupakan organ yang sangat pesat
pertumbuhan dan perkembangannya. Periode perkembangan pesat ini dimanfaatkan
untuk melakukan terapi, seandainya anak mengalami gangguan pertumbuhan dan
perkembangan. Karena itu deteksi dini merupakan hal yang sangat penting agar
intervensi atau penatalaksanaan stimulasi dapat segera dilakukan.

Dua belas bulan pertama yang penting
   Bicara merupakan suatu tahap perkembangan yang sebenarnya telah dimulai sejak
masa bayi. Tahap bicara ini justru mesti diperhatikan sedini mungkin, Karena pada
tahap ini dapat dijadikan parameter ada atau tidak gangguan perkembangan pada
seorang anak. Tahap-tahap perkembangan lain seperti motor kasar-halus,
sosialisasi/interaksi tentu saja mempunyai peranan penting dalam menentukan optimal
atau tidaknya perkembangan anak.

                                        80
   Penelitian yang dilakukan di Klinik Perkembangan Anak RS Bunda Jakarta pada
tahun 2003 terhadap sekitar 60 orang anak, menunjukkan belum bicara merupakan
keluhan sebagian orang tua, yang pada akhirnya didiagnosis sebagai Gangguan
Perkembangan Multisistem (Multisystem Development Disordes/MSDD) , salah satu
bentuk kelainan perkembangan yang bermanifestasi sebagai gangguan relasi dan
komunikasi yang tampaknya meningkat ditemukan akhir-akhir ini. Dari 60 kasus
tersebut hanya sebagian sebagian kecil saja yang datang pada usia kurang dari 1 tahun.
Kegagalan dalam relasi dan komunikasi pada periode usia 0-3 tahun ini tidak
dipandang sebagai suatu defisit yang permanent tetapi dianggap suatu kondisi yang
masih sangat berubah dan berkembang.
   Memang hal ini tidak mudah, namun kalau orangtua atau ibu jeli, dia segera akan
tahu ada sesuatu pada anaknya. Apalagi, bila seseorang ibu sudah mempunyai
pengalaman merawat seorang anak. Ke 60 anak yang datang ke Klinik Perkembangan
Anak RS Bunda Jakarta dengan terlambatnya bicara pada tahun 2003 tersebut, bila
ditelusuri ke belakang ternyata sejak bayi mereka memang telalu diam atau tidak
mengoceh sesering bayi-bayi lain yang normal. Jadi 12 bulan pertama kehidupan
seseorang anak adalah masa yang sangat penting untuk mendeteksi pertumbuhan dan
perkembangannya.

Otak dan Perkembangan Bicara
   Otak terdiri dari otak besar, otak kecil dan batang otak. Otak besar terdiri dari 2
belahan yaitu belahan otak kiri dan otak kanan. Fungsi otak kiri adalah terutama
berperan dalam perkembangan bahasa dan bicara karena mengatur kemampuan
berbicara, pengucapan kata dan kalimat, pengertian pembicaraan orang, mengulang
kata dan kalimat di samping kemampuan berhitung, membaca dan menulis. Fungsi
otak kanan adalah berperan dalam bahasa non verbal seperti penekanan dan irama
kata, fungsi pengenalan situasi dan kondisi, pengendalian emosi, kesenian dan
kreativitas, dan pola berpikir secara holistik. Kedua belahan otak berhubungan melalui
suatu jalinan serabut saraf dan kerjasama terjadinya melalui suatu bagian yang disebut
korpus kalosum, walau untuk suatu aktifitas tertentu salah satu bagian otak yang
akan berpengaruh.
   Dalam perkembangannya kedua belahan otak akan mengalami spesialisasi atau
"laterisasi". Pada 2 tahun pertama belahan otak kanan lebih berkembang selanjutnya
baru otak kiri. Karena itu pada periode ini sering kali seorang memakai tangan kirinya
sebagai reaksi untuk melambaikan tangan , memberi atau meminta. Seringkali orangtua
pada periode ini mengarahkan anak untuk memakai tangan kanan untuk melakukan
berbagai aktifitas (sehubungan dengan budaya timur dimana tangan kanan
dihubungkan dengan kesopanan misalnya dalam hal memberi, meminta atau
melambaikan tangan). Hal ini mungkin akan menimbulkan masalah pada anak yang
memang nantinya akan ―kidal‖. Anak yang punya kecenderungan ―kidal‖, belahan otak
yang mengatur bicara dan bahasa mungkin terletak di belahan otak sebelah kanan.

                                         81
Mengarahkan anak ―kidal‖ untuk memakai tangan kanannya dapat mengganggu
perkembangan bahasa dan bicara anak. Pemantapan otak yang tejadi pada usia 6-7
tahun, sehingga otak kiri selanjutnya dikenal sebagai otak yang dominan yang dalam
keadaan sehari-hari tercermin dari kecenderungan anak memakai tangan kanannya.

Bahasa yang dipergunakan
   Bahasa mengandung symbol untuk bertukar informasi. Kemampuan berbahasa lebih
pada kemampuan yang dapat dinilai/dilihat. Perkembangan bahasa dan bicara
biasanya digambarkan sebagai berikut :
Bahasa reseptif yang sudah ada pada masa preverbal adalah masa mulai tangisan
pertama sampai keluar kata pertama anak. Bayi memproduksi bahasa prelinguistik
yang biasanya sesuai dengan pengasuhnya. Bahasa yang semula dikeluarkan adalah
cooing atau suara seperti ―vokal‖ tertentu (seperti ―au‖ atau ―u‖). Tahap prelinguistik
ini biasanya terdengar pada saat bayi berusia 4-6 minggu.
Bahasa ekspresif atau masa verbal adalah kemampuan seorang anak untuk bicara
dengan mengeluarkan kata-kata yang berarti (biasanya terjad pada usia 12-18 bulan),
kata ―mama‖ atau ―papa‖.
   Selain kedua jenis bahasa tersebut dikenal pula ―bahasa visual‖. Tahap bahasa yang
berhubungan dengan emosi ini, muncul dalam beberapa minggu setelah kelahiran bayi.
Bahasa visual yang dapat dilihat pada seorang bayi atau anak antara lain :

      Senyum sosial yang terjadi pada saat bayi berusia 4-6 minggu
      Bayi usia 2-3 bulan akan mulai memperhatikan orang dewasa yang sedang
       bicara dan ketika orang dewasa tersebut berhenti bicara, bayi akan
       mengeluarkan suara lagi. Interaksi seperti ini merupakan dasar adanya interaksi
       pada seorang anak, yang merupkaan awal dari tahapan bicara.
      Pada usia 4-5 bulan harus terlhat mencari sumber suara
      Pada usia 6-7 bulan bayi akan menikmati permainan seperti ―ciluk ba‖
      Usia 9 bulan bayi mulai menggunakan tangannya untuk melakukan kegiatan
       sederhana seperti ―melambaikan tangan‖ sebagai ekspresi interaksi sosial
      Pada usia 9-12 bulan bayi memperlihatkan keinginannya pada suatu obvek
       dengan meraih , atau menangis bila tidak mendapatkannya
      Pada usia 10-12 bulan bayi mulai menggunakan jarinya untuk menunjuk
       sesuatu yang menarik sambil berbagi pada orang lain.

Instinct orang tua ―jitu‖
  Telah disebutkan tadi bahwa bicara atau komunikasi itu sebenarnya dimulai sejak
masa bayi. Bayi normal menangis dan membuat aktifitas gerak dan orang tua belajar
bereaksi terhadap tangisan dan gerakan bayi sehingga terjadi interaksi. Melalui
pengalaman interaksi bayi belajar bahwa dengan menangis sikap orang tua akan
berpengaruh. Interaksi juga terjadi pada saat bayi mengeluarkna suara dibalas oleh


                                          82
orangtuanya. Aktivitas-kativitas tersebut berpengaruh dalam perkembangan bicara
dan bahasa bayi (lihat tabel perkembangan bicara pada bayi dan anak).

Dengan mengerti tahap-tahap bicara pada bayi/anak diharapkan penemuan kasus
gangguan bicara dapat segera ditemukan. Tidak seperti yang saat ini terjadi, yaitu bila
orang tua mempertanyakan mengapa anaknya belum bicara itu sebenarnya bahasa yang
dimaksud adalah bahasa ekspresif. Padahal sebelumnya anak melalui tahap bahasa
represif dan bahasa visual. Bahasa visual atau disebut juga ―bahasa tubuh‖ merupakan
bahasa bayi atau anak. Bahasa ini seperti telah dikemukakan sebelumnya tampak
sebagai perubahan ekspresi muka atau sikap, yang mencerminkan apakah seorang bayi
atau anak dalam keadaan gembira, marah, tidak mau diganggu atau keadaan yang
berhubungan dengan emosi lainnya. Bahasa visual ini kurang berkembang pada anak-
anak yang termasuk golongan spectrum autisme. Bahasa visual ini merupakan salah
satu tahapan bicara pada seorang bayi/anak yang dapat dipakai untuk mendeteksi
apakah seorang anak terlambat bicara sebelum bahasa ekspresifnya timbul.
   Ada sekitar 9 tanda yang dipakai bayi untuk mengekspresikan perasaan bayi
sebelum bayi bisa bicara yaitu :

      Tertarik akan sesuatu,tampak bayi memperhatikan dengan melihat dan
       mendengar sesuatu (biasanya alis matanya akan sedikit tertarik ke bawah atau
       ke atas)
      Menikmati, bayi tersenyum sambil membuka bibir
      Surprise, wajah disertai alis terangkat, mata lebih lebar dengan mulut
       membentuk huruf ―o‖
      Distrese, bayi tampak menangis, alis berkerut, dengan sudut mulut ke bawah
      Marah, muka bayi tampak lebih merah, mata mengecil
      Takut, kulit bayi tampak lebih pucat, dingin, bergetar atau bulu berdiri
      Malu, diperlihatkan dengan bulumata yang lebih tertarik ke bawah, tonus otot
       di wajah dan leher berkurang yang menyebabkan kepala bayi tertarik ke bawah
      Jijik, diperlihatkan dengan mulut dan lidah berkerut
      Tak suka bau tertentu,mulut dan hidung bayi terangkat dengan kepala sedikit
       manjauh

Ekspresi bayi diatas biasanya dengan mudah diketahui orangtua. Beberapa orangtua
memiliki instinct cukup tajam sangat membantu penemuan kasus dengan gangguan
perkembangan. Orangtua sebaiknya tidak mengabaikan ―instinct‖nya bila merasa ada
sesuatu pada anaknya maka orangtua harus waspada dan segera membawa anaknya ke
dokter. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwea ketajaman instinct orangtua
tersebut, sehingga dokter biasanya tidak mengabaikannya. Mungkin kecurigaan
orangtua tidak bisa dipastikan kebenarannya dalam satu kali pertemuan. Itu sebabnya,
dokter mungkin akan meminta mereka untuk datang kembali 1 atau 3 bulan lagi. Ada


                                          83
beberapa tahap bicara yang sebaiknya diperhatikan orangtua, dijabarkan sebagai
berikut :

Usia             Kemampuan
0-1 bulan        Respons bayi saat mendengar suara dengan melebarkan mata atau
                 perubahan irama pernafasan atau kecepatan menghisap susu
2-3 bulan        Respons bayi dengan memperhatikan dan mendengar orang yang
                 sedang bicara
4 bulan          Menoleh atau mencari suara orang yang namanya dipanggil
6-9 bulan        Babbling, mengerti bila namanya disebut
9 bulan          Mengerti arti kata ―jangan‖
10-12 bulan      Imitasi suara, mengucapkan mama/papa dari tidak berarti sampai
                 berarti kadang meniru 2-3 kata Mengerti perintah sederhana seperti
                 ―Ayo berikan pada saya‖
13-15 bulan      Perbendaharaan 4-7 kata, 20% bicara mulai dimengerti orang lain
16-18 bulan      Perbendaharan 10 kata, beberapa ekolalia (meniru kata yang
                 diucapkan orang lain), 25% dapat dimengerti orang lain
22-24 bulan      Perbendaharan 50 kata, kalimat 2 kata, 75% dapat dimengerti orang
                 lain
2-2,5 tahun      Perbendaharan > 400 kata, termasuk nama, kalimat 2-3 kata,
                 mengerti 2 perintah sederhana sekaligus
3-4 tahun        Kalimat dengan 3-6 kata ; bertanya, bercerita, berhubungan dengan
                 pengalaman, hamper semua dimengerti orang lain
4-5 tahun        Kalimat degan 6-8 kata, menyebut 4 warna, menghitung sampai 10

Untuk memudahkan orangtua ada beberapa tahap bicara yang dapat dijadikan
parameter. Seperti telah dijelaskan bahwa semakin dini diketahui adanya gangguan
perkembangan, semakin cepat dapat dilakukan intervensi berupa stimulasi. Orangtua
harus mulai waspada bila :

      Pada usia 6 bulan, bayi tidak melirik atau menoleh pada sumber suara yang
       datang dari belakang atau sampingnya
      Pada usia 10 bulan, bayi tidak merespons bila dipanggil namanya
      Pada usia 15 bulan, anak tidak mengerti atau merespons terhadap kata ―tidak‖
       atau ―jangan‖


                                         84
   Pada usia 21 bulan, anak tidak merespons terhadap perintah : duduk. Kesini,
    atau berdiri
   Pada usia 24 bulan, anak tidak dapat menunjuk dan menyebutkan bagian
    tubuh seperti mulut, hidung, mata atau kuping




                                      85

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:20637
posted:4/21/2010
language:Indonesian
pages:85