Docstoc

Nomor Nomor AJ

Document Sample
Nomor Nomor AJ Powered By Docstoc
					Nomor    :   AJ.201/POSKO/20/IX/2009                               Jakarta, 24 September 2009
Lampiran :   1 (satu) berkas
Perihal  :   Laporan Harian Pelaksanaan                           Kepada
             Posko Angkutan Lebaran                          Yth. Bapak Menteri Perhubungan
             23 September 2009 pkl. 20.00 WIB                     di -
             s.d 24 September 2009 pkl. 08.00 WIB
             (Shift II)                                                JAKARTA


             1.   Dengan hormat kami laporkan hasil pemantauan Angkutan Lebaran pada Shift
                  II pukul 20.00 WIB tanggal 23 September 2009 sampai dengan pukul 08.00
                  WIB tanggal 24 September 2009 sebagai berikut:

                  a.     Transportasi Darat
                         Survai perhitungan lalu lintas di 5 (lima) titik lokasi pemantauan
                         yaitu (Merak, Cikopo, Sadang, Cianjur dan Ciamis).
                         Kondisi arus lalu lintas jalan pada hari Selasa tanggal 22 September 2009
                         (H+1) malam pukul 20.00 WIB sampai dengan Rabu tanggal 23
                         September 2009 (H+2) pagi pukul 08.00 WIB, secara umum terjadi
                         penurunan arus lalu lintas pada ruas-ruas jalan, baik pada jalan tol
                         maupun jalan umum, dapat dilaporkan bahwa volume lalu lintas terjadi
                         penurunan sebesar -33.91% dibandingkan dengan H+2 tahun 2008.
                         Perbandingan volume lalu lintas dari H-7 sampai dengan H+2, dapat
                         disajikan sebagai berikut :

                         Perbandingan Volume Lalu Lintas Sepeda Motor 2 Arah Tahun 2008
                                   (1429 H) dan Tahun 2009 (1430 H)
                             PERIODE      CIAMIS   CIANJUR   MERAK        SADANG     CIKOPO     TOTAL
                                                              (CILE      (PURWAK   (KARAWANG)
                                                              GON)         ARTA)

                                  2008    29.759   26.529    42.908      19.965      48.717     167.878
                                (1429H)

                       H+2        2009    29.310   28.204    11.409      15.167      40.599     124.689
                                (1430H)

                                   %      -1.51     6.31      -73.41      -24.03     -16.66     -25.73
   Perbandingan Volume Lalu Lintas Tanpa Sepeda Motor (2 Arah) Tahun
             2008 (1429 H) dan Tahun 2009 (1430 H)

          Periode            Ciamis        Cianjur        Merak            Sadang          Cikopo      Total
                                                         (cilegon)      (purwakarta)     (karawang
                                                                                              )

                2008         29.375        22.052          43.483          14.740          51.730    161.380
   H+2        (1429H)
                2009         25.073        20.470          14.133          12.034          38.891    110.601
              (1430H)
                 %           -14.65         -7.17          -67.50          -18.36          -24.82     -31.47


   Perbandingan Volume Lalu Lintas Mobil Pribadi 2 Arah Tahun 2008 (1429 H) dan
              Tahun 2009 (1430 H)

    Periode         Ciamis       Cianjur        Merak                  Sadang            Cikopo       Total
                                               (cilegon)            (purwakarta)       (karawang)
          2008      24.297       18.216         30.430                11.383            40.671       124.997
 H+2    (1429H)
          2009      19.922       17.310         10.692                 9.320            29.112       86.356
        (1430H)
           %        -18.01        -4.97         -64.86                -18.12             -28.42      -30.91



Perbandingan Volume Lalu Lintas Semua Jenis Kendaraan Tahun 2008 (1429 H) dan
                                  Tahun 2009 (1430 H)
       Periode          Ciamis      Cianjur          Merak             Sadang            Cikopo       Total
                                                    (cilegon)       (purwakarta)       (karawang)

           2008         59.134        48.581         86.391            34.705           100.447      329.258
         (1429H)
 H+2       2009         54.383        48.674         25.542            27.201            79.490      235.290
         (1430H)
            %            -8.03         0.19          -70.43             -21.62           -20.86       -28.54


       Arus Lalu Lintas pada Jalan Tol
       Berdasarkan data yang diperoleh dari pemantauan Pos Jasa Marga
       (perhitungan lalu lintas keluar masuk tol utama yaitu : Tol Jagorawi, Tol
       Jakarta - Tangerang, Tol Tangerang - Merak, Tol Jakarta - Cikampek, Tol
       JORR, Tol Purbaleunyi, Tol Palikanci ), total kendaraan roda 4 dua arah
       pada H+2 tahun 2009 sebanyak 259.140 kendaraan. Data yang dapat
       ditampilkan adalah pada hari Selasa tanggal 22 September 2009 (H+1)
       secara keseluruhan, sedangkan data pada hari Rabu tanggal 23 September
       2009 (H+2) baru masuk pada hari Kamis tanggal 24 September 2009
       (H+3) pukul 08.00 WIB.
Volume Lalu Lintas Total Kendaraan 2 Arah Perbandingan Tahun 2008 & Tahun 2009 pada Pos Jasa Marga
  Lokasi                     Tol          Tol          Tol                                                TOTAL
                  Tol                                            Tol        Tol          Tol
                           Jakarta-    Tangerang-    Jakarta-                                      2008
 Periode       Jagorawi                                         JORR     Purbalenyi   Palikanci              2009
                          Tangerang      Merak      Cikampek                                        *)
    H-4         48.829     132.842        83.764     298.782    39.267     170.437    113.589       n.a     887.550
    H-3         48.739     124.837        75.853     249.442    31.677     179.236     113.382      n.a     823.166
    H-2         42.105      77.911        45.653     166.337    21.973     117.542     100.841      n.a     572.362
    H-1
    H1          25.848      38.317        26.686      90.301    16.548     73.205      25.734       n.a     296.639
    H2          59.388      87.669        57.008     194.151    35.033     170.280     66.808       n.a     670.337
   H+1          45.870      70.516        40.141     133.453    12.663     118.511     24.798       n.a     445.952
   H+2          47.120      56.547        45.494     139.666    33.408     133.855     59.498       n.a     515.588
Perbandingan
H+1 dgn H+2      1,03        0,80           1,13       1,05      2,64       1,13           2,40     n.a      1,16
    (%)


                             Aktivitas Kendaraan dan Penumpang di Terminal
                             Aktivitas Kendaraan dan penumpang pada 41 (empat puluh satu) terminal
                             angkutan umum di 10 (sepuluh) Provinsi yaitu di Provinsi Sumatera
                             Utara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI
                             Yogyakarta, Jawa Timur, Bali serta Sulawesi Selatan telah terjadi
                             penurunan jumlah penumpang. Untuk data hari Kamis tanggal 24
                             September 2009 (H+3), jumlah keberangkatan bus dan penumpang belum
                             dapat diketahui, sehingga yang ditampilkan hanyalah data sampai dengan
                             tanggal 22 September 2009 (H+1). Dari analisis data diperoleh
                             keterangan bahwa untuk periode yang sama terjadi penurunan jumlah
                             penumpang pada tahun 2009 sebesar 24,78 % dibandingkan dengan tahun
                             2008, sedangkan untuk keberangkatan bus terjadi penurunan pada tahun
                             2009 sebesar 10,69 % dibandingkan dengan tahun 2008 dengan rincian
                             sebagaimana tabel berikut:

                           Jumlah Penumpang Bus di 10 (sepuluh) Provinsi Perbandingan Tahun 2008
                                                      & Tahun 2009
                                                         JUMLAH PENUMPANG                         PROSENTASE
                                     Periode
                                                        Tahun 2008   Tahun 2009                    (2009/2008)
                                      H2                 402.029      333.561*                        -17,03
                                      H+1                436.689      328.487*                        -24,78
                                      H+2                   …            …                              …
                             Catatan : Untuk tahun 2009 ada penambahan 2 (dua) provinsi.
                                 * Belum termasuk termasuk data Terminal Dayah Propinsi
                                    Sulawesi Selatan.
                                    (untuk data H+2 baru masuk pada H+3 Pkl.13.00 WIB)
Jumlah Keberangkatan Bus di 10 (sepuluh) Provinsi Perbandingan Tahun 2008
                             & Tahun 2009
                                 JUMLAH BUS                PROSENTASE
        Periode
                         Tahun 2008        Tahun 2009        (2009/2008)
           H1                     17.039          12.309*              -27.76
           H2                     11.476          15.869*               38,28
           H+1                    17.039          15.217*              -10,69
Catatan : Untuk tahun 2009 ada penambahan 2 (dua) provinsi.
          * Belum termasuk termasuk data Terminal Dayah Propinsi Sulawesi Selatan.
             (untuk data H+2 baru masuk pada H+3 Pkl.13.00 WIB)


Aktivitas Tiba dan Berangkat Kapal dan Penumpang pada
Pelabuhan ASDP
Selama pemantauan arus lalu lintas dan penumpang pada hari Rabu
tanggal 23 September 2009 (H+2) malam pukul 20.00 WIB s/d 24
September 2009 (H+3) pagi pukul 08.00 WIB di 7 (tujuh) lintas
penyeberangan utama yaitu Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk,
Ujung-Kamal, Padang Bay-Lembar, Kayangan-Pototano, Palembang-
Muntok, Bajoe-Kolaka sampai saat ini dalam keadaan lancar dan
terkendali.

Pada beberapa pelabuhan penyeberangan seperti pelabuhan Merak,
Bakauheni dan Ketapang sempat terjadi peningkatan dan antrian jumlah
penumpang dan kendaran pada sekitar pukul 22.00 s/d 01.00 WIB,
namun demikian keadaan tersebut masih dalam batas normal dan
berangsur – angsur pulih, sehingga tidak terjadi kemacetan yang
berkepanjangan dan mengganggu lalu lintas jalan dan penyeberangan.

     Jumlah Keberangkatan Kapal, Kendaran R2/R4 dan Penumpang di 14
      Pelabuhan Penyebarangan Perbandingan Tahun 2008 & Tahun 2009
                            Trip Kapal          Kendaraan
   Periode       Tahun                                              Penumpang
                           Roro Cepat           R2     R4
                  2009     647      -         17.679 12.630            116.050
      H2          2008     848     24         31.035 16.558            165.328
                   %        -24   -100         -43     -24               -30
                  2009     722     15         17.809 13.008            126.770
     H+1          2008     897     34         30.915 19.545            195.892
                   %        -20       -56         -42     -33            -35
                  2009      598       19      21.444     16.857        173.493
     H+2          2008      929       32      34.138     24.945        230.999
                   %        -36       -41      -37        -32            -25

Kejadian Kecelakaan
Berdasarkan data dan informasi yang kami diterima, dilaporkan telah
terjadi kecelakaan yaitu :
     Berdasarkan data dari monitoring RAPI terjadi:
     1) Kecelakaan tunggal di jatikulwaru arah barat ke timur dan tidak ada
        korban jiwa.
     2) Kecelakaan beruntun sebanyak 5 kendaraan di pintu Tol Kerawang
        Timur 2 yang melibatkan Mobil Kijang B 2353 XX, Toyota Camry B
        1516 RFS, Avanza B 1879 BFS dan B 1831 UW, serta Toyota Innova
        B 1244 DT.

     Informasi yang diperoleh dari pihak Kepolisian pada H+3 terjadi 126
     kejadian dengan korban luka ringan 170 orang, luka berat 74 orang,
     meninggal dunia 59 orang, dan kerugian materi sebesar Rp.782.499.000,-.
     Sementara untuk data kecelakaan pada Polda prioritas masih menunggu
     konfirmasi dari pihak kepolisian dan akan dilaporkan pada shift
     berikutnya.

              Rekapitulasi Data Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas Se- Indonesia
                                        Pada H+3

                              JUMLAH        JUMLAH KORBAN          RUGI
       NO          Hari       KEJADIAN                                        Ket
                                               LR       LB   MD MAT (000)
                               LAKA
          1        H+3          126           170       74   59   782.499
                      Total                   170       74   59   782.499
     Sumber : Dit.lantas POLRI, tanggal 23 September 2009

     Kejadian Menonjol
     Kondisi arus lalu lintas jalan dan kondisi pergerakan penumpang pada
     hari Rabu tanggal 23 September 2009 (H+2) malam pukul 20:00 WIB
     sampai dengan pukul 08:00 WIB pagi tidak terdapat kejadian menonjol,
     hanya pada pukul 00:40 WIB di Nagrek dilaporkan kondisi lalu lintas
     padat merayap.

b.   Moda Kereta Api
     Situasi angkutan kereta api pada pelaksanaan angkutan lebaran hari
     Selasa, 22 September 2009 pukul 08.00 WIB s.d 20.00 WIB, berjalan
     normal dan lancar.
     1)       Daop I Jakarta
              Jumlah penumpang yang terangkut pada H2+1 tahun 2009 pagi
              sebanyak 37.093 atau mengalami penurunan 1% dibanding H2+1
              pada tahun 2008.
     2)       Daop II Bandung
              Jumlah penumpang yang terangkut pada H2+1 tahun 2009 sebanyak
              12.458 atau mengalami kenaikan 6% dibanding H2+1 pada tahun
              2008.
     3)       Daop III Cirebon
              Jumlah penumpang yang terangkut pada H2+1 tahun 2009 sebanyak
              7.231 atau mengalami penurunan 16% dibanding H2+1 pada tahun
              2008.
     4)       Daop IV Semarang
              Jumlah penumpang yang terangkut pada H2+1 tahun 2009 sebanyak
              7.143 atau mengalami penurunan 16% dibanding H2+1 pada tahun
              2008.
     5)       Daop V Purwokerto
              Jumlah penumpang yang terangkut pada H2+1 tahun 2009 sebanyak
              14.226 atau mengalami penurunan 16% dibanding H2+1 pada tahun
              2008. KA tambahan Lebaran yang telah diberangkat adalah Senja
              Utama.
     6)       Daop VI Yogyakarta
              Jumlah penumpang yang terangkut pada H2+1 tahun 2009 sebanyak
              12,602 atau mengalami penurunan 8% dibanding H+2 pada tahun 2008.
     7)       Daop VII Madiun
              Jumlah penumpang yang terangkut pada H2+1 tahun 2009 sebanyak
              16.239 atau mengalami penurunan 13% dibanding H2+1 pada tahun
              2008.
     8)       Daop VIII Surabaya
              Jumlah penumpang yang terangkut pada H2+1 tahun 2009 sebanyak
              34.872 atau mengalami penurunan 8% dibanding H2+1 pada tahun
              2008.
     9)       Daop IX Jember
              Jumlah penumpang yang terangkut pada H2+1 tahun 2009 sebanyak
              5.605 atau mengalami penurunan 12% dibanding H2+1 pada tahun
              2008.
     Kejadian Menonjol
     Kejadian yang menonjol selama periode pemantauan pada hari Rabu -
     Kamis, tanggal 23 - 24 September 2009 dari pukul 20.00 WIB sampai
     dengan pukul 08.00 WIB yaitu :
     1) Peristiwa anjlokan KA BBM (KA 3516) di emplasemen stasiun
        Lawang KM 31+ 0/1 pada pukul 13.05 WIB telah diselesaikan Rinja (
        rintang jalan) pada pukul 20.25 WIB dan di pasang semboyan 2C
        sehingga dapat dilalui KA sebagai berikut :
          -     KA barang (KA 3519) tujuan Bangil – Malang jam 20.26.
          -     KA penumpang (KA 972) tujuan Malang – Surabaya jam 20.31
     2) Masih terjadinya keterlambatan untuk keberangkatan maupun
        kedatangan kereta api. Dari hasil monitoring rata-rata keterlambatan
        + 30 sampai dengan 60 menit.

c.   Transportasi Laut
     Laporan Yang Masuk Dari Kantor Adpel / Kanpel
     Untuk pemantauan pada hari Rabu tanggal 23 September 2009 pukul
     20.00 WIB sampai dengan hari Kamis tanggal 24 September 2009 pukul
     08.00 WIB, dari 52 pelabuhan yang dipantau selama masa lebaran,
     sebanyak 3 (tiga) pelabuhan yang mengirimkan laporannya sesuai dengan
     format yang ditetapkan melalui SK Dirjen Hubla No. UK.11/18/5/djpl-09
     tanggal 16 Juli 2009 dan Mapel Dirjen Hubla Nomor AT.556/78/3/DA-09
     tanggal 27 Agustus 2009, yaitu :
     1)    Kantor Adpel Siwa
     2)    Kantor Adpel Pekan Baru
     3)    Kantor Adpel Dumai
     Pelayanan Penumpang di Pelabuhan
     Berdasarkan hasil laporan yang diterima oleh petugas POSKO angkutan
     lebaran pada H+3 (23 September 2009) belum terjadi lonjakan
     penumpang dan masih dapat teratasi di setiap pelabuhan yang dipantau.

d.   Transportasi Udara
     1) Angkutan Udara Dalam Negeri
          Dari 24 bandara yang dipantau, posisi H+2 sampai dengan pukul 08:00
          WIB tanggal 24 September 2009, 21 (dua puluh) bandara telah
          menyerahkan laporan, yaitu Soekarno - Hatta – Cengkareng, Polonia
          – Medan, Sultan Iskandar Muda II – Banda Aceh, Hang Nadim –
          Batam, Minangkabau – Padang, Sultan Syarif Kasim II – Pekanbaru,
          Depati Amir – Pangkal Pinang, Sultan Thaha – Jambi, Sultan
          Mahmud Baddarudin II – Palembang, Supadio – Pontianak,
          Syamsuddin Noor – Banjarmasin, Sepinggan – Balikpapan,
          Adisutjipto – Yogyakarta, Sultan Hasanuddin – Makassar, Sam
          Ratulangi – Manado, Adi Sumarmo – Solo, Juwata – Tarakan,
          Juanda – Surabaya, Ahmad Yani – Semarang, Selaparang – Mataram
          dan Eltari – Kupang sedangkan bandara yang belum melaporkan
          kepada petugas posko sebanyak 3 (tiga) bandara yaitu : Mutiara –
          Palu, Ngurah Rai – Denpasar dan Sultan Babullah – Ternate.
          Adapun data – data yang masuk, posisi terakhir data angkutan udara
          sementara adalah sebagai berikut :

                     PENUMPANG BERANGKAT
           POSISI        DALAM NEGERI                   KETERANGAN
                    TAHUN 2008       TAHUN 2009
                                                    -11.84% (turun). Data ini
                                                     berasal dari 21 bandara
            H+2       95.317           84.031
                                                      dari 24 bandara yang
                                                             dipantau


     2) Angkutan Udara Luar Negeri
          Dari 4 bandara internasional yang dipantau (posisi H+2) 3 bandara
          yang telah menyampaikan laporannya yaitu bandara Soekarno-Hatta
          – Cengkareng, Polonia – Medan, Juanda – Surabaya sedangkan 1
          bandara yaitu, Ngurah Rai – Denpasar belum menyampaikan laporan
          angkutan udaranya.
        Adapun posisi laporan pada bandara – bandara yang telah
        melaporkan data angkutan udara tersebut sementara adalah sebagai
        berikut :
                   PENUMPANG BERANGKAT LUAR
          POSISI            NEGERI                        KETERANGAN

                   TAHUN 2008     TAHUN 2009

                                                     -51.19% (turun). Data ini
           H+2       15.322          7.478         berasal dari 3 bandara dari
                                                    4 bandara yang dipantau

        Adapun pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan angkutan udara di
        bandar udara yang dimonitor pada umumnya dalam kondisi normal,
        terpantau dan terkendali.

e.   Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
     Angin di atas wilayah Indonesia umumnya bertiup dari arah Tenggara –
     Barat Daya kecuali di wilayah Sumatera bagian Utara dari Barat Daya –
     Barat dan Papua bagian Timur bertiup dari arah Timur – Tenggara
     dengan kecepatan 3 - 40 km/jam.
     Kondisi cuaca untuk wilayah Sumatra bagian utara bervariasi berawan
     hingga hujan intensitas ringan – lebat sedangkan wilayah Sumatra yang
     lain cenderung cerah – berawan hingga hujan ringan.
     Papua, Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara cerah berawan hingga
     hujan ringan.
     Sulawesi Utara berawan hingga hujan ringan – sedang, sedangkan
     wilayah lain di Sulawesi cerah – berawan.
     Tinggi gelombang laut di perairan wilayah Indonesia bervariasi mulai
     dari 0.5 meter hingga diatas 3 meter. Meski di Selat Sunda bagian utara
     gelombang hanya mencapai ketinggian 0.75meter, namun demikian di
     wilayah selat Sunda bagian selatan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
     Peringatan dini di Wilayah yang berpotensi hujan lebat adalah Sumatra
     Utara.
     Bahaya banjir perlu diwaspadai di daerah bagian timurdan barat Sumatra
     Utara. Bahaya longsor perlu diwaspadai di sepanjang jalur barat dan
     daerah pegunungan Sumatra Utara.
     Waspada kabut asap di wilayah Riau yang dapat mengganggu
     penglihatan pada dini hari.
     Jarak pandang mendatar di sebagian kota di wilayah Kalimantan Tengah
     dan Selatan hanya berkisar 500 hingga 2.500 meter dikarenakan adanya
     asap.
                       Badan SAR Nasional
                       Kejadian musibah pelayaran dari Loangboat yang tenggelam di perairan
                       Buli Halmahera Timur untuk melanjutkan operasi pencairan korban dan
                       yang menonjol hingga laporan ini dibuat N I H I L.

              3.   Demikian kami laporkan hasil pemantauan Posko Lebaran Terpadu Tahun
                   2009 (Shift II tanggal 24 September 2009) dan atas perkenan serta arahan
                   lebih lanjut dari Bapak Menteri Perhubungan diucapkan terima kasih.


                                                            POSKO PUSAT
                                                      ANGKUTAN LEBARAN TERPADU
                                                          TAHUN 2009 (1430 H)
                                                          Ketua Harian Shift II,




                                                                TRI S. SUNOKO
                                                           Pembina Utama Muda (IV/c)
                                                           NIP. 19520328 198503 1 001
Tembusan Yth. :
1.  Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan;
2.  Direktur Jenderal Perhubungan Darat;
3.  Direktur Jenderal Perhubungan Laut;
4.  Direktur Jenderal Perhubungan Udara;
5.  Direktur Jenderal Perkeretaapian;
6.  Kepala Badan LITBANG Perhubungan;
7.  Kepala Badan SAR Nasional;
8.  Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika;
9.  Kepala Pusat Data dan Informasi.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:193
posted:4/18/2010
language:Indonesian
pages:9