Docstoc

IMPLEMENTASI STRATEGI DAN PEMBUA

Document Sample
IMPLEMENTASI STRATEGI DAN PEMBUA Powered By Docstoc
					                                                                                     MODUL
                                                                                       6



                     IMPLEMENTASI STRATEGI
                   DAN PEMBUATAN KEPUTUSAN


       Perumusan Strategi menjadi dasar untuk melihat alternatif strategi utama untuk
mengarahkan manajer dan staff perencana dalam proses perencanaan strategi organisasi.
Strategi organisasi yang berhasil ditetapkan sebagai langkah untuk menghadapi perubahan
lingkungan tidak akan mencapai sukses tanpa implementasi yang melibatkan seluruh sumber
daya organisasi.
       Manajer merupakan orang yang akan selalu terlibat dalam pembuatan keputusan. Apakah
keputusan-keputusan besar atau kecil, sementara atau rutin, merupakan tanggung jawab manajer
yang harus dibuat sebagai pilihan untuk menyelesaikan masalah organisasi. Suatu keputusan
merupakan sebuah pilihan diantara alternatif cara bertindak berkaitan dengan sebuah
permasalahan.


1.1 PERUMUSAN STRATEGI
       Tidak ada strategi maka tidak ada permasalahan yang dapat dirumuskan dengan baik.
Perumusan strategi dalam organisasi pada tingkat korporasi dilakukan dengan pendekatan
perencanaan portofolio (portofolio planning), perencanaan yang didisain untuk membantu
manajer menginvestasikan sumber daya organisasi dalam persaingan bisnis, termasuk membuat
bauran lini-lini produk dan unit-unit bisnis. Tujuan strategi portofolio (portofolio strategy) adalah
menentukan bauran investasi yang terbaik untuk mencapai sasaran organisasi. Strategi tingkat
perusahaan dalam multi bisnis atau multi produk yang membantu memutuskan untuk
menerapkan strategi pertumbuhan, strategi pengurangan atau strategi stabilitas.
       Pendekatan portofolio yang terkenal adalah Boston Consulting Group (BCG).
Pendekatan yang merumuskan strategi dengan analisis kesempatan bisnis berdasarkan tingkat
pertumbuhan pasar dan pangsa pasar. Pendekatan dengan hasil perbandingan sebagai berikut :
      Bintang (Start) = pangsa pasar tinggi, pertumbuhan bisnis rendah.
      Sapi kas (Cash Cow) = pangsa pasar tinggi, pertumbuhan bisnis rendah.
      Tanda Tanya (Question Mark) = pangsa pasar rendah, pertumbuhan bisnis tinggi.
      Anjing (Dog) = pangsa pasar rendah, pertumbuhan bisnis rendah.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                             Tafiprios SE. MM
                                                                         PENGANTAR MANAJEMEN
       Unit bisnis organisasi yang berada dalam posisi bintang menunjukkan produk yang
menghasilkan laba tinggi melalui penetrasi pasar (pemimpin pasar) dan ekspansi pasar. Strategi
yang dapat dilakukan adalah pertumbuhan dengan menambah sumber daya dan membangun
bisnis selanjutnya berdasarkan proyeksi pasar. Unit bisnis dalam posisi tanda Tanya
menunjukkan produk tidak banyak menghasilkan laba tetapi dapat bersaing cepat dalam
pertumbuhan pasarnya. Terdapat harapan pertumbuhan tetapi resiko kelangsungan hidup
terhadap investasi selanjutnya tidak akan meningkatkan pangsa pasar. Strategi yang sebaiknya
dilakukan adalah target pertumbuhan untuk beberapa unit bisnis dan pengurangan untuk lainnya
dengan menggunakan sumber daya untuk mencapai perubahan positif dan menariknya bila
kelihatan kurang baik.


       Unit bisnis-unit bisnis yang berada pada posisi sapi kas berarti juga sapi perah dengan
produk menghasilkan laba besar dan arus kas yang banyak, namun kesempatan pertumbuhan
pasar kecil maka strategi yang tepat stabilitas atau pertumbuhan yang sedang. Sapi perah
menghasilkan kas yang dapat digunakan untuk mendukung investasi pada unit bisnis posisi tanda
Tanya dan bintang. Unit bisnis pada posisi anjing memiliki laba yang rendah dan menunjukkan
perkembangan yang kecil di masa mendatang. Strategi yang tepat dilakukan pengurangan,
pelepasan, menjual, melikuidasi untuk mengeliminir kurangnya sumber daya.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                        Tafiprios SE. MM
                                                                    PENGANTAR MANAJEMEN
       Ada beberapa strategi tingkat unit bisnis yang terkenal, namun yang akan dibahas disini
adalah pendekatan strategi porter yang dikenal dengan sebutan model strategi bersaing
(competitive strategies model) , strategi yang memberi perhatian khusus terhadap organisasi dan
lingkungan persaingan potensial. Pendekatan Porter dimulai dengan analisis lingkungan
organisasi dalam proses perencanaan strategis (menggunakan analisis SWOT-Streight,
Weeknesses, Opportunities, Treath) analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman
lingkungan organisasi. Menilai seberapa besar SWOT yang dihadapi organisasi dengan melihat
lebih kepada tekanan yang dihadapi perusahaan dalam persaingan. Tekanan dalam bentuk
ancaman terhadap masuknya pesaing baru, kekuatan bargaining supplier, kekuatan bargaining
pelanggan, produk substitusi dan persaingan antar perusahaan dalam pasar. Dengan analisa
SWOT ( Streingth, Weeknesses, Opportunuties, Threath) dengan menyusun kekuatan dan
kelemahan yang dimiliki perusahaan serta menganalisa faktor-faktor peluang dan ancaman yang
dihadapi diperoleh referensi tentang kekuatan dan kelemahan dan peluang serta ancaman
organisasi dibandingkan pesaingnya.


Tiga strategi generik organisasi yang disarankan Porter adalah sebagai berikut :
          Differensiasi (Differentiation): membedakan produk perusahaan dari para pesaingnya,
           berusaha mendapatkan keuntungan kompetitif dengan keunikannya. Mengembangkan
           produk yang jelas berbeda dari pesaingnya. Strategi ini membutuhkan kekuatan
           pemasaran perusahaan, penelitian dan pengembangan, kepemimpinan teknologi dan
           kreativitas. Sasarannya adalah pelanggan yang loyal dan kehilangan rasa tertarik
           pada produk pesaing. Kesuksesan strategi ini tergantung pada persepsi konsumen
           tentang kualitas dan keunikan produk.
          Kepemimpinan Biaya (Cost Leadership): meminimumkan biaya operasi supaya lebih
           efisien dibanding para pesaing, strategi yang berusaha mengembangkan efisiensi
           produksi, distribusi dan system organisasi lainnya secara terus menerus. Sasarannya
           menurunkan biaya dibanding pesaing untuk mendapatkan laba yang tinggi.
           Kesuksesan penghematan dan pengendalian manajerial dengan tidak mengabaikan
           kualitas.
          Fokus (Focus): mengkonsentrasikan untuk melayani pasar khusus atau kelompok
           pelanggan tertentu dengan sasaran untuk melayani kebutuhan pelanggan lebih baik
           disbanding pesaing. Dalam strategi focus dibutuhkan keinginan untuk berkonsentrasi
           dan kemampuan untuk menggunakan sumber daya untuk suatu keuntungan khusus
           dengan fokus pada kelompok pelanggan yang jelas, wilayah geografis atau lini produk




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                         Tafiprios SE. MM
                                                                     PENGANTAR MANAJEMEN
1.2 IMPLEMENTASI STRATEGI
   Strategi yang telah dirumuskan akan berhasil dengan impelemntasi. Implementasi strategi
   efektif tergantung pada komitmen penuh dari seluruh manajer untuk mendukung dan
   mengarahkan inisiatif strategi pada bidang tanggung jawab masing-masing. Keberhasilan
   implementasi strategi perlu dukungan semua sumber daya yang diperlukan strategi tersebut.
   Ini semua meliputi proses manajemen secara lengkap yakni perencanaan, pengorganisasian,
   pengarahan dan pengendalian penggunaan seluruh sumber daya organisasi untuk mencapai
   tujuan.



       Tidak semua strategi dirumuskan dengan jelas dan diimplementasikan tahap demi tahap.
   Strategi mempunyai bentuk, perubahan dan pengembangan sepanjang waktu. Quin
   menyebut proses peningkatan logika ketika manajer perlu melakukan penyesuai strategi
   berdasarkan proses belajar dari pengalaman. Dalam hal ini manajer efektif harus mempunyai
   kapasitas untuk tetap focus pada sasaran jangka panjang dan tetap fleksibel menghadapi
   masalah-masalah jangka pendek dan kesempatan-kesempatan yang terjadi. Menurut
   Mintzberg disebut strategi darurat yaitu strategi yang berkembang secara progresif dalam
   urutan keputusan yang dibuat manajer saat belajar dan merespon situasi kerja.

   Kegagalan pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan mungkin terjadi. Hal yang dapat
   menghambat implementasi strategi yakni kegagalan pokok seperti analisa lingkungan yang
   buruk dan kegagalan proses seperti kurangnya partisipasi anggota organisasi yang
   berkepentingan dalam proses perencanaan.



1.3. BAGAIMANA MANAJER MENGHADAPI MASALAH
           Sebuah masalah merupakan perbedaan antara keadaan yang terjadi dengan yang
diinginkan. Sebuah masalah membutuhkan penyelesaian masalah melalui suatu keputusan,
keputusan merupakan sebuah pilihan diantara alternatif cara bertindak untuk berhubungan
dengan sebuag permasalahan. Suatu masalah terjadi bila terdapat perbedaan antara apa yang
ada dalam situasi kerja dan apa yang seharusnya terjadi.
           Ada tiga gaya manajer menghadapi masalah-masalah di tempat kerja. Ketiga gaya
tersebut berguna untuk manajemen sehari-hari.
            Gaya penghindar masalah, mengabaikan informasi yang mungkin memberi tanda
             adanya masalah. Beberapa manajer bertindak pasif dan tidak ingin menghadapi
             masalah.
            Gaya pemecah masalah, mencoba memecahkan masalah setelah masalah itu timbul.
             Beberapa manajer bereaksi dalam menghadapi permasalahan yang terjadi.


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                         Tafiprios SE. MM
                                                                     PENGANTAR MANAJEMEN
         Gaya pencari masalah,          dengan aktif mencari masalah untuk dipecahkan atau
          kesempatan-kesempatan          untuk   dimasuki.   Beberapa   manajer     proaktif   dalam
          mengantisipasi masalah sebelum masalah timbul.
   Pemecahan masalah dalam organisasi membutuhkan dua bentuk pemikiran yakni pemikiran
   sistematis dan pemikiran intuitif, untuk salingmembandingkan agar diperoleh keputusan yang
   efektif. Pemikiran sistematik bersifat rasional dan analistik serta secara bertahap,
   memecahkan masalah yang kompleks menjadi unsur-unsur yang lebih kecil dan menentukan
   masalah dengan cara logis dan terintegrasi, mencari informasi untuk mempermudah pecehan
   masalah. Pendekatan ini baik bila informasi sudah tersedia bersamaan dengan waktu yang
   dibutuhkan untuk mengumpulkan dan menganalisannya secara cermat.

   Pemikiran intuitif bersifat lebih spontan dan flesibel dan mungkin juga lebih kreatif. Pemikiran
   ini mendorong manajer untuk merespon secara imajinatif pada masalah berdasarkan pada
   pemikiran yang lebih cepat dan luas terhadap situasi dan cara-cara alternatif yang mungkin
   untuk bertindak. Menyelesaikan beberapa aspek dari masalah pada waktu bersamaan
   melompat dengan cepat dari satu hal ke hal lain dan mempertimbangkan firasat berdasar
   pada pengalaman atau ide-ide spontan. Pendekatan ini baik dalam situasi tingkat
   ketidakpastian tinggi dan fakta2 terbatas.



   1.4. PROSES PEMECAHAN MASALAH

    Menemukan dan menentukan masalah.
    Mengumpulkan informasi, proses informasi dan pertimbangan yang mendalam terhadap
    adanya gejala masalah yang menandakan kurangnya kinerja atau kesempatan. Manajer
    melakukan penilain situasi dengan tepat untuk melihat masalah sesungguhnya dari gejala
    masalah yang timbul.

    Membuat dan mengevaluasi alternatif solusi.
    Setelah masalah dirumuskan dibuat beberapa alternatif pemecahan masalah yang
    potensial. Usaha untuk mengalokasikan, menjelaskan dan mengevaluasi alternatif solusi
    merupakan kritik untuk menyelesaikan masalah dengan sukses.

    Memilih alternatif pemecahan terbaik dan melakukan cek ulang terhadap “etik”
    Sebuah keputusan dibuat untuk menentukan cara bertindak terhadap masalah yang
    dihadapi. Keputusan yang diambil setelah dengan pertimbangan standar moral.

    Implementasi alternatif terpilih.
    Tindakan yang diambil sebagai keputusan diimplementasikan atau diterapkan. Keberhasilan
    pembuatan keputusan sebagai pemecahkan masalah tergantung pada informasi dan


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                            Tafiprios SE. MM
                                                                        PENGANTAR MANAJEMEN
     kemauan anggota organisasi melakukan kegiatan yang diperlukan atau menciptakan
     komitmen untuk mengimplementaskan beberapa pilihan tindakan.

    Mengevaluasi hasil-hasil.
       Proses pemecahan masalah efektif sampai hasil-hasil dievaluasi untuk memastikan hasil
yang diinginkan tercapai. Jika perlu dilakukan tindakan koreksi untuk menjamin mencapaian hasil
yang diinginkan.


1.4. MASALAH DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
a. Masalah
       Masalah timbul apabila adanya kesenjangan antara keinginan yang ditetapkan (yang
diinginkan manajer) dengan keadaan yang sesungguhnya (yang dihadapi manajer). Proses
pencarian masalah dimulai dari beberapa situasi:
   1. Penyimpangan dari pengalaman masa lalu: jika penjualan tahun ini lebih rendah dari
       penjualan masa lalu, maka ada masalah dalam penjualan produk.
   2. Penyimpangan dari rencana: apabila hasil yang dipreoleh lebih rendah dari yang
       direncanakan, maka ada masalah.
   3. Orang lain: konsumen biasanya menjadi sumber informasi masalah yang cukup berharga.
   4. Lingkungan: jika pesaing sukses meluncurkan produk baru yang menjadi pesaing produk
       organisasi, maka timbul masalah.


b. Pengambilan Keputusan
       Adalah : Proses memilih pemecahan masalah dari beberapa alternatif yang tersedia.
Alternatif yang paling baik merupakan alternatif yang memberikan kontribusi paling besar untuk
pencapaian tujuan organisasi.
       Pendekatan manajer terhadap pengambilan keputusan tidak selalu sama melainkan
tergantung pada situasi dan kondisi. Situasi tertentu memerlukan keputusan terprogram dan
situasi lain memerlukan keputusan yang tidak terporgram.
       Jenis pengambilan keputusan :
1. Keputusan Terprogram adalah keputusan yang diambil berdasarkan kebiasaan, peraturan
   atau prosedur. Keputusan terprogram biasanya digunakan untuk menghadapi masalah-
   masalah rutin atau masalah berstruktur, yaitu masalah baik sederhana maupun kompleks
   yang umumnya dihadapi organisasi sehari-hari atau yang sudah dapat ditentukan, diramalkan
   dan dianalisis.

2. Keputusan Tidak Terprogram adalah keputusan untuk menghadapi masalah yamng unik
   atau khusus. Keputusan tidak terprogram biasanya digunakan untuk masalah-masalah yang
   unik atau khusus atau tidak berstruktur, yaitu masalah yang tidak sering terjadi untuk


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                         Tafiprios SE. MM
                                                                     PENGANTAR MANAJEMEN
   mencakup suatu kebijakan atau sedemikian pentingnya sehingga memerlukan perlakukan
   khusus.



   I.5. KEPASTIAN, RESIKO DAN KETIDAKPASTIAN

   1. Kepastian: situasi yang memungkinkan manajer mampu membuat keputusan yang tepat
      karena seluruh hasil alternatif sudah diketahui.

   2. Resiko: kondisi-kondisi yang membuat pengambil keputusan mampu memperkirakan
      kemungkinan hasil tertentu dari keputusan tersebut.

   3. Ketidakpastian: situasi dimana pengambil keputusan tak memiliki perkiraan probabilitas
      yang pasti atau masuk akal.

          Jika informasi yang diperoleh manajemen cukup akuran dan dapat dipercaya (reliable)
   dan konsekuensi keputusan dapat diperkirakan dengan jelas, maka manajer menghadapi
   kondisi kepastian. Konsep probabilitas sering digunakan untuk menjelaskan konsep risiko.



   1.6 PENDEKATAN RASIONAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

   Proses Pengambilan Keputusan adalah rangkaian delapan langkah yang mencakup
   identifikasi masalah, memilih alternatif hingga mengevaluasi efektivitas keputusan. Tahap-
   tahap dalam proses pengambilan keputusan :

   1. Identifikasi Masalah

      Mengidentifikasi kesenjangan antara keadaan nyata dengan keadaan yang dikehendaki.

      Contoh: Perusahaan XYZ memerlukan kendaraan operasional baru.

   2. Identifikasi kriteria keputusan

      Kriteria yang mendefinisikan apa yang relevan dalam keputusan.

      Contoh : Harga, interior comfort, durability, repair record, performance, handling.

   3. Alokasi bobot ke kriteria

      Karena tidak semua kriteria sama penting, maka manajer harus memberi bobot. Bobot 10
      artinya kriteria tersebut merupakan kriteria terpenting.

      0




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                           Tafiprios SE. MM
                                                                       PENGANTAR MANAJEMEN
         CRITERION WEIGHT
         Price 10
         Interior comfort 8
         Durability    5
         Repair record    5
         Performance 3
         Handling      1


   4. Penyusunan alternatif

      Membuat daftar sejumlah alternatif yang dapat menyelesaikan masalah. Contoh:

       Jeep Cherokee          Mazda Tribute            BMW 325
        Ford Taurus           Dodge Durango             Audi A6
       Mercedes C230            Volvo S40            Toyota Camry
        Pontiac GTO            Isuzu Axiom            VW Passat



   5. Analisis Alternatif

      Kekuatan    dan   kelemahan    masing-masing    alternatif   dievaluasi   dengan   cara
      membandingkan dengan kriteria pada langkah 2 dan 3. Contoh:




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                        Tafiprios SE. MM
                                                                    PENGANTAR MANAJEMEN
   6. Pemilihan alternatif

      Alternatif yang terbaik yang menghasilkan angka tertinggi dalam langkah ke-5 harus
      dipilih. Contoh :




      7. Implementasi alternative

          Penyampaian keputusan kepada orang-orang yang terpengaruh dan mendapatkan
          komitmen mereka atas keputusan itu.

          Contoh: Perusahaan XYZ memilih mobil jenis Ford Taurus



      8. Evaluasi Efektivitas keputusan

          Menilai apakah hasil keputusan dapat menyelesaikan masalah atau tidak.




   1.6. ALTERNATIF PENDEKATAN RASIONAL

      a. Asumsi Rasionalitas

              Manajer yang membuat keputusan dengan menggunakan dasar rasionalitas
      secara konsisten akan menghasilkan pemilihan alternatif         yang memaksimalkan
      kemngkinan pencapaian sasaran tersebut.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                       Tafiprios SE. MM
                                                                   PENGANTAR MANAJEMEN
      b. Alternatif Pendekatan rasional

      1.      Model Administratif

              Herbert Simon mencpba menjelaskan pengambilan keputusan dari sisi perilaku
              (behavior) pengambilan keputusan.

              Menurutnya manajer dalam mengambil keplutusan mengadapi tiga hal:

              1.     informasi tidak sempurna dan tidak lengkap

              2.     rasionalitas yaang terbatas (bounded rationality), dan

              3.     cepat puas (satisfice).



      2.      Heuristic

              Penelitian oleh Amos Tversky dan Daniel Kahneman mengembangkan ide dari
              Herbert Simon mengenai rasionalitas yang terbatas. Mereka berpendapat orang
              cenderung    menggunakan         model   heuristic   atau   rule   of   thumb   untuk
              menyederhanakan pengambilan keputusan.

              Ada tiga macam bentuk heuristic:

              1.     Ketersediaan (availability): kejadian-kejadian yang dialami oleh manusia
                     akan disimpan di memori otak manusia. Kejadian-kejadian tersebut
                     seringkali dijadikan referensi untuk pengambilan keputusan. Memori
                     kejadian akan tergantung pada lamanya waktu kejadian dan kuatnya
                     kejadian.

              2.     Perwakilan atau (stereotype): contoh, manusian sering menganggap bahwa
                     ras tertentu lebih rajin atau lebih pandai, meskipun sebenarnya akan
                     tergantung pada orangnya.

              3.     Penyesuaian dan Anchoring: manusia biasanya menilai sesuatu dengan
                     membandingkan apa yang ada dalam otaknya. Contoh, untuk menilai
                     tinggi-rendahnya penjualan, manajer akan langsung membandingkan
                     dengan angka tertentu seperti penjualan masa lalu.

           Pendekatan heuristic dapat mengakibatkan bias dalam pengambilan keputusan,
      karena:

           a. Mengambil contoh sesuatu yang mudah diingat, yang belum tentu sebagai contoh
              yang baik



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                              Tafiprios SE. MM
                                                                          PENGANTAR MANAJEMEN
           b. Penyesuaian yang kurang, contoh penyesuaian gaji berdasar standar gaji masa
              lalu yang belum tentu layak dengan konsisi sekarang

           c. Pencarian yang mudah, contoh bila manajer ingin mencari informasi tentang
              sistem informasi, dan mencari di departemen sistem informasi manajemen dan
              tidak menemukan maka langsung berhenti, padahal bisa diperoleh di departemen
              lain.



           Dapat      disimpulkan   pendekataan     heuristic   sebagai   pendekatan     yang
           menyederhanakan keputusan, tetapi mempunyai risiko yang mengarah pada bias
           yang membuat keputusan tidak optimal.



      3.      Intuisi dan Eskalasi Komitmen

              Intuisi

              Proses pengambilan keputusan bawah sadar berdasarkan pengalaman dan
              pertimbangan yang sudah terkumpul.

                        Intuisi manajer tentunya sudah terbentuk berdasarkan pengalaman yang
              lama dalam pengambilan keputusan. Penggunaan intuisi mempunyai risiko besar,
              terutama bagi manajer yang belum punya banyak pengalaman dalam bidangnya.

              Eskalasi Komitmen

                        Peningkatan komitmen terhadap keputusan sebelumnya walaupun ada
              bukti bahwa keputusan itu mungkin keliru.

                        Dalam eskalasi komitmen, manajer seringkali menaruh komitmen yang
              terlalu besar pada keputusan yang telah dibuat. Keputusan yang telah dibuat akan
              sangat sulit untuk ditarik kembali.

              .

      4.      Pengaruh Politik dan Etika.

                        Politik dalam hal ini merupakan pengertian yang lebih luas. Contoh,
              perusahaan pemerintah yang mendapat tekanan yang kuat dari birokrasi
              pemerintah.

                        Etika dapat mempengaruhi keputusan manajer. Contoh, jika keputusan
              rasional adalah memberhentikan sejumlah karyawan, bagaimana dengan nasib
              karyawan yang sudah bekerja lama untuk perusahaan? diperlukan kompromi.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                        Tafiprios SE. MM
                                                                    PENGANTAR MANAJEMEN
               Disamping menggunakan proses pengambilan keputusan secara rasional seperti
   di atas, ada tiga hal yang perlu diperhatikan manajer untuk mengelola pengambil keputusan
   yang efektif, sebagai berikut :

   1. Kualitas keputusan
   2. Pelaksanaan keputusan tersebut atau siap yang melaksanakan keputusan tersebut.




   Pada Tingkat Individual
        Faktor-faktor yang menghalangi pengambilan keputusan efektif menurut Irving L. Janis an
   Leon Mann:
   1. Relaxed avoidence: manajer cenderung tidak bersedia bertindak, setelah tahu
        konsesuensi tidak bertindak tidak terlalu besar
   2. Relaxed change: manajer baru bertindak setelah memahami bahwa konsekuensi tidak
        bertindak cukup serius. Manajer cenderung memilih alternatif yang pertama kali
        ditemukan, tidak mau mencari alternatif yang optimal.
   3.    Defensive avoidance: berdasarkan pengalaman masa lalu manajer tidak dapat
        menemukan pemecahan yang baik, manajer memutuskan untuk membiarkan orang lain
        mengerjakan keputusan dan menanggung konsekuensi dari keputusan tersebut.
   4. Panik: karena stress yang cukup besar dan karena keterbatasan waktu, manajer tidak lagi
        menjadi rasional.


   Dalam keempat situasi tersebut, manajer akan cenderung memilih motode penyesuaian
   bertahap (incremental adjusment), yang menghasilkan perubahan kecil dari kebijakan yang
   sudah ada.


   Cara untuk menghindari halangan-halangan dalam pengambilan keputusan :
   1. Menetapkan prioritas: memungkinkan manajer menentukan mana yang lebih penting dan
        mengalokasikan waktu dan tenaga sesuai dengan urutan prioritas.
   2. Mencari informasi yang relevan: digunakan untuk menganalisis problem yang ada, untuk
        menghasilkan alternatif keputusan yang kreatif, mempertimbangkan konsekuensi-
        konsekuensi dari setiap alternatif, kejadian-kejadian di masa mendatang yang mungkin
        akan mempengaruhi keputusan tersebut.
   3. Hati-hati terhadap pendekatan heuristic dan bias-bias yang ada: diharapkan keputusan
        manajer menjadi lebih efektif.



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                         Tafiprios SE. MM
                                                                     PENGANTAR MANAJEMEN
   Tingkat Kelompok
            Manajer harus memperhatikan keuntungan dan kerugian kelompok tersebut.
      Penyesuaian penyesuaian dapat dilakukan untuk menekan kerugian dari pengambilan
      keputusan secara kelompok.


      Beberapa contoh kelompok:
      -     Interacting group (kelompok interaksi): adalah mengumpulkan beberapa orang
            dengan latar belakang yagn berbeda dalam satu kelompok. Kemudian kelompok
            tersebut ditugasi untuk memcahkan problem tertentu
      -     Delphi group: dikembangkan oleh Rand Corp, di Amerika Serikat. Metode ini
            menggunakan konsensus dari para ahli (pakar) yang memberikan kontribusi
            secara individual.
      -     Nominal group (kelompok nominal): dalam kelompok nominal nama tidak
            disamarkan. Kelompok nominal membatasi interaksi antar anggota kelompok.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                                     Tafiprios SE. MM
                                                                 PENGANTAR MANAJEMEN

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:3460
posted:4/18/2010
language:Romanian
pages:13