sehinggga akan tetapi sholawat nabi muhammad saw doa istigfar nurun nubuwah by terdiarsdiki

VIEWS: 1,432 PAGES: 23

More Info
									Shalawat kepada Nabi; antara yang Masyru’ dan Bid’ah



Oleh Prince of Jihad pada Sabtu 22 Maret 2008, 08:30 AM

Print Recommend (117) Comment (4) Share

‫ت ه م وسهم عه ه صه آمّن نر أيه ي ّنبّي عه يصه ّن ومه ئكته هه إّن‬
َ ِ َ َ‫َسِْي ًا َ َِ ُىا ََيْ ِ َُىا َ َ ُىا اَ ِينَ َُ َا َا ان َ ِ ِ ََى ُ َُى َ َ ََا ِ َ َ ُ ان‬



“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang
beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab:
56)



Allah telah mengutus nabi Muhammad dan telah memberinya kekhususan dan kemuliaan untuk
menyampaikan risalah. Ia telah menjadikannya rahmat bagi seluruh alam dan pemimpin bagi orang-
orang yang bertaqwa serta menjadikannya orang yang dapat memberi petunjuk ke jalan yang lurus.
Maka seorang hamba harus taat kepadanya, menghormati dan melaksanakan hak-haknya.



Dengan segala jasa beliau kepada umat manusia, lalu Allah menyebutkan tindakan yang pantas untuk
dilakukan kepada belliau, yakni mengucapkan shalawat. Allah swt berfirman:



“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk nabi. Hai orang-orang yang
beriman, bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab:
56)



Banyak pendapat tentang pengertian Sholawat untuk nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam, dan yang benar
adalah seperti apa yang dikatakan oleh Abul Aliyah: “Sesungguhnya Sholawat dari Allah itu adalah
berupa pujian bagi orang yang bersholawat untuk beliau di sisi malaikat-malaikat yang dekat” -Imam
Bukhari meriwayatkannya dalam Shohihnya dengan komentar yang kuat- Dan ini adalah mengkhususkan
dari rahmat-Nya yang bersifat umum. Pendapat ini diperkuat oleh syekh Muhammad bin ‘Utsaimin.
Salam: Artinya keselamatan dari segala kekurangan dan bahaya, karena dengan merangkaikan salam itu
dengan sholawat maka kitapun mendapatkan apa yang kita inginkan dan terhapuslah apa yang kita
takutkan. Jadi dengan salam maka apa yang kita takutkan menjadi hilang dan bersih dari kekurangan
dan dengan sholawat maka apa yang kita inginkan menjadi terpenuhi dan lebih sempurna.
Hukum BershalawatKepada Nabi saw



Kaidah ushul menyebutkan, asal perintah adalah untuk menunjukkan kewajiban. Dengan adanya kaidah
ini, perintah Allah untuk bershalawat di dalam surat al-Ahzab bisa difahami sebagai sebuah kewajiban.
Namun di sini para ulama’ berbeda pendapat tentang kapan pelaksanaan kewajiban ini. Ada di antara
mereka mengatakan kewajibannya adalah sekali dalam seumur hidup. Tetapi ada juga yang mengatakan
bahwa shalawat di dalam tasyahhud adalah wajib. Sebagaimana dikatakan oleh Al-Qodhi Abu Bakar bin
Bakir berkata: “Allah swt telah mewajibkan makhluk-Nya untuk bersholawat dan salam untuk nabi-Nya,
dan tidak menjadikan itu dalam waktu tertentu saja. Jadi yang wajib adalah hendaklah seseorang
memperbanyak sholawat dan salam untuk beliau dan tidak melalaikannya.” Dan ada pula yang
mengatakan bahwa perintah di dalam ayat di atas dimaknai dengan sunnah saja.
Saat-Saat Yang Disunnahkan Membaca Sholawat Untuk Nabi saw



Di dalam kitab Jila’ul Afham, Ibnul Qayyim al-Jauziyyah menyebutkan 40 tempat yang disunnahkan
untuk mengucapkan shalawat. Di antaranya adalah sebagai berikut;
1- Sebelum berdoa, sebagaimana disebutkan oleh Fadhalah bin ‘Abid: “Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa
sallam mendengar seorang laki-laki berdoa dalam sholatnya, tetapi tidak bersholawat untuk nabi
sollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: “Orang ini tergesa-gesa” Lalu beliau memanggil orang
tersebut dan bersabda kepadanya dan kepada yang lainnya: “Bila salah seorang di antara kalian sholat
(berdoa) maka hendaklah ia memulainya dengan pujian dan sanjungan kepada Allah lalu bersholawat
untuk nabi, kemudian berdoa setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan.” *H.R. Abu Daud, Tirmidzi,
Ahmad dan Hakim]



2- Ketika menyebut, mendengar dan menulis nama beliau, berdasarkan kepada sabda Rasulullah saw:
“Celakalah seseorang yang namaku disebutkan di sisinya lalu   ia tidak
bersholawat untukku.” *H.R. Tirmidzi dan Hakim+
3- Dianjurkan memperbanyak shalawat Nabi pada hari Jum’at, sebagaimana hadis yang diriwayatkan
dari ‘Aus bin ‘Aus: “Rasulullah saw bersabda:



“Sesungguhnya di antara hari-hari yang paling afdhal adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah sholawat
untukku pada hari itu, karena sholawat kalian akan sampai kepadaku……” *R. Abu Daud, Ahmad dan
Hakim]



4- Ketika masuk dan keluar masjid, sebagaimana disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan dari
Fatimah ra, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Bila anda masuk mesjid, maka ucapkanlah: ”Dengan
nama Allah, salam untuk Rasulullah, ya Allah sholawatlah untuk Muhammad dan keluarga Muhammad,
ampunilah kami dan mudahkanlah bagi kami pintu-pintu rahmat-Mu.” “Dan bila keluar dari mesjid maka
ucapkanlah itu, tapi (pada penggalan akhir) diganti dengan: “Dan permudahlah bagi kami pintu-pintu
karunia-Mu.” *H.R. Ibnu Majah dan Tirmidzi+
5. Ketika Shalat jenazah



Disyari’atkan bershalawat pada shalat jenazah setelah takbir yang kedua didasarkan atas hadis yang
diriwayatkan oleh Abu Umamah ra, bahwa beliau diberitahu oleh seorang shahabat nabi; Bahwa sunnah
di dalam shalat bagi mayat adalah imam bertakbir, kemudian membaca Fatihatul Kitab (surat al-Fatihah)
setelah takbir pertama, kemudian bershalawat kepada Nabi saw (Hadis Shahih, diriwayatkan oleh an-
Nasa’i dan yang lainnya)



Cara Bershalawat kepada Rasulullah



Di dalam firman Allah di atas, Allah memerintahkan agar dalam bershalawat diikuti dengan salam,
“Bersholawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab: 56)
Berdasarkan ayat tersebut yang utama adalah dengan menggandengkan shalawat dan salam, seperti
shallallahu ‘alaihi wasallam. Inilah bentuk shalawat dan salam untuk beliau saw secara umum. Maka
tidak benar kalau mengucapkan salam kepada Rasulullah saw tanpa diikuti dengan shalawat, atau
shalawat tanpa salam, seperti ‘alaihis salam atau allahumma shalli ‘alaih saja.



Selain dalam makna umum, shalawat harus terdiri dari shalawat dan salam, Rasulullah teleh
memberikan contoh bacaan shalawat secara khusus, di dalam hadis disebutkan, dari Abi Hamid As-Sa’id
-Radhiyallahu ‘Anhu- berkata: “Mereka bertanya: “Ya Rasulullah bagaimana kami bersholawat untukmu?
Beliau menjawab: “Katakanlah :



َ ُ َ‫َ ِي ٌ َِكَ ِبْ َا ِي َ آ ِ ََى َا َكْتَ َ َا َ ُ َِ ِ ِ ََشْ َا ِهِ ُ َ َدٍ ََى َ َا ِكْ ِبْ َا ِي َ آ ِ ََى ََيْ َ َ َا َ ُ َِ ِ ِ ََشْ َا ِهِ ُ َ َدٍ ََى َ ِ ان‬
‫حم د إّن إ س ه ّم ل عه ب ز كم وذزيته وأ و ج محم عه وب ز إ س ه ّم ل عه صه ت كم وذزيته وأ و ج محم عه صم ههّم‬
‫مج د‬
ٌ ‫َ ِي‬



“Ya Allah! Berilah sholawat untuk Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau
memberi sholawat untuk Ibrahim. Berkatilah Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana
Engkau memberkati Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.” *Muttafaqun




‘Alaihi+



Selain bacaan shalawat tersebut, masih ada beberapa riwayat lain yang menyebutkan bacaan shalawat
sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah saw.
Celaan Bagi Yang Tidak Bersholawat Untuk Nabi.



Mengingat benyaknya jasa Rasul kepada kita, tentu layak kalau kita mendo’akan beliau. Terlebih lagi
karena do’a itu bukan untuk beliau sendiri, tetapi untuk kita sendiri. Sebab ketika kita
mengucapshalawat, banyak keutamaan yang diberikan kepada kita. Maka orang yang tidak mau
mengucap shalawat kepada Nabi saw adalah sebuah tindkan kurang ajar, sekaligus sombong. Setidaknya
kekurangajaran itu digambarkan di dalam riwayat dari Ali bin Abi Thalib, dari Rasulullah saw bersabda:
“Orang yang paling bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut ia tidak bersholawat untukku.”
*H.R. Nasa’i, Tirmidzi dan Thabaraniy+



Kesalahan yang Berkait dengan Shalawat



Dalam melaksanakan perintah Allah untuk bershalawat kepada nabi Muhammad saw ini, ada beberapa
kekeliruan yang biasa dilakukan oleh umat Islam. Di antara kekeliruannya adalah mengkhususkan waktu
yang tidak ditentukan oleh Rasulullah untuk bershalawat. Dan ada juga yang membuat bacaan shalawat
yang bertentangan dengan kaidah umum dalam Agama Islam. Di antara kekeliruan itu antara lain;



1. Mengkhususkan shalawat pada bular Rabi’ul Awwal. Di bulan Rabi’ul Awwal ini sebagian kaum
muslimin mengadakan peringatan atas kelahiran Nabi Muhammad saw. Di antara bentuk peringatan
yang dilakukan adalah dengan memperbanyak membaca shalawat dan berzanji. Tindakan ini termasuk
ke dalam bid’ah, meskipun pada dasarnya membaca shalawat itu ada perintah dari Allah dan juga
sunnah Rasulullah saw. Sebab Alah dan RasulNya tidak pernah menentukan bulan Rabi’ul Awwal sebagai
bulan shalawat, sebagaimana yang mereka lakukan. Berbeda halnya dengan hari Jum’at, memang kita
diperintahkan untuk meperbanyak bacaan shalawat kepada Rasulullah saw.



2. Membaca shalawat-shalawat bid’ah, bahkan syirik, seperti shalawat Badar dan Shalawat Nariyah.



Shalawat sudah sangat masyhur, bahkan banyak didendangkan di dalam nasyid, yaitu shalatullah
salamullah, ‘ala thaha Rasulillah… Kekeliruan shalwat ini adalah bertawasul dengan nabi, bahkan para
pahlawan perang Badr. Perhatikanlah bagian dari shalawat itu, “tawassalna bibismillah, wabil hadi
Rasulillah, wakulli mujahidilillah biahlil badri yaa Allah” (kami bertawasul dengan Nama Allah, dan juga
dengan pembawa hidayah, Rasulullah, dan juga bertawassul dengan seluruh mujahid Allah, dengan para
pahlawan badar, Ya Allah..”



Sedangkan shalawat Nariyah, adalah “Allahumma shalli shalatan kamilah….” Kekeliruannya, di dalam
shalawat ini disebutkan bahwa Nabi Muhamad adalah pelepas segala problem kehidupan, sebagaimana
disebutkan di dalam baitnya, “tanhallu bihil uqad, wa tuqdlo bihil hawa’ij..” (dengannya (Nabi
Muhammad saw) segala ikatan akan lepas, dan segala kebutuhan akan dipenuhi)



Shalawat semacam ini bermasalah, tetapi cukup poluler di hamper semua lapisan kaum muslimin di
Indonesia hari ini. Ketika ada upaya untuk mengingatkan mereka, maka tiba-tiba mereka marah. Dalam
keadaan marah itu lah lalu mereka menuduh orang yang mengingatkan kekeliruan dalam bershalawat
sebagai kelompok anti shalawat. Ini adalah sebuah tuduhan yang kelewat batas. Sebab yang ditolak
bukan shalawat yang benar, tetapi yang ditolak adalah shalawat yang tidak benar.



(http://abahzacky.wordpress.com)




Tulisan Lainnya Tentang



  * q-a

  * aqidah



Komentar (4)



Zahra Syahida on 28/03/08 03:28 AM said:



subhanalloh. pas sekali, minggu depan ana mau acara mauludan (as common event) dan ana sempat
adu pendapat soal sholawatan yg khusus ditampilkan pas mauludan, secara slh satu teman ana mau
menampilkan. rencananya, ini mau dijadiin referensi ke beliau. supaya beliau tdk menilai saya adl
penganut paham aneh. seperti kata iklan2, jgn benarkan yg biasa tp biasakan yg benar.. berhubung
pengetahuan ana masih minim dan ana masih harus banyak baca& kaji ilmu, bagaimana menurut antum
kalau ada yg bilang bid’ah sholawatan diatas adl bid’ah baik? afwan jiddan. anyway, thanks for the
article.

jazaakumulloh.



abah zacky on 04/04/08 03:07 PM said:



soal bid’ah, tunggu di abahzacky.wordpress.com Insya Allah akan segera diposting…. tapi sabar



dirga on 21/08/08 11:35 PM said:



Ada hal penting yang tertinggal dalam bahasan di atas, yaitu bagaimana bacaan shalawat yang tidak
berkurang dan tidak kelebihan.

Dalam shalat, wajib membaca shalawat seperti ini: “Allahumma Shalli alaa Muhammad wa Aali
Muhammad” atau sejenisnya…asal jangan dikurangi tuh Aali Muhammadnya. Kalau dikurangi, pasti
semua mazhab akan menghukumi batal shalatnya. Lantas…apa rahasia dibalik bahwa Allah mewajibkan
bershalawat pada Aali Muhammad juga? Apakah Allah hanya Iseng? tentu Allah jauh dari sifat iseng
seperti itu. Semoga lain kali sang penulis membahasnya dalam kesempatan lain.



al basyid on 14/08/09 05:57 AM said:



Tolong dibahas juga tentang solawat Ibrahimiyah (spt solawat waktu tahiyat akhir), sukron.

Anda harus login untuk memberikan komentar



Doa Nurun Nubuwwah (Cahaya Kenabian) – (1)



December 19, 2007 by alivewire
Artikel kontroversi : Syubhat Doa Nurun Nubuwwah;



Syubhat Doa Nurun Nubuwwah



http://al-ahkam.net/home/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=22239



Di riwayatkan bahawa doa ini di sampaikan kepada Nabi oleh Malaikat Jibril pada suatu pagi ketika Nabi
sedang duduk bersama para sahabat selepas solat subuh.




Jibril berkata kepada Nabi: “Aku di utus oleh Allah membawa Doa Nurun Nubuwah untuk di serahkan
kepadamu ya Rasulullah.”




Selain boleh menghapuskan segala dosa (kecuali dosa syirik), banyak lagi fadhilat doa ini, antaranya:



1. Doa ini boleh di pergunakan untuk memohon kekayaan. Kepada orang yang berhajatkan kekayaan,
doa ini hendaklah di baca 100 kali pada malam Jumaat. Tanamkan kunyit dalam tanah di suatu tempat
sunyi. Banyaknya kunyit terpulang pada orang yang memohon kekayaan itu. Jika di kabulkan Allah,
orang yang mengamalkan doa ini akan mendapat alamat apabila kunyit yang di tanam sudah bertukar
menjadi emas.



2. Jika di baca pada setiap lepas sembahyang lima waktu, apa yang kita hajati insya- Allah akan berhasil.



3. Jika ada raja yang ingin menjadi pendeta, maka dengan berkat doa ini insya-Allah akan tercapai.
4. Demikian juga jika ada pendita yang ingin menjadi wali Allah, dengan membaca doa ini insya-Allah
mendapatnya. Dan jika ada jin yang ingin menjadi manusia, dengan berkat doa ini insya-Allah jadilah dia
manusia.



5. Jika ada binatang yang cacat, dengan dibacakan padanya, insya-Allah binatang itu akan menjadi
sempurna sifatnya.



6. Jika sesiapa membaca sekali ketika matahari hampir terbenam, Allah akan mengampuni segala
dosanya.



7. Jika anda ada musuh, bacakan doa ini, insya-Allah musuh akan menjadi sayang pada anda.



8. Jika tidak boleh membaca atau menghafalnya, tuliskan doa ini dan simpan dalam rumah, insya-Allah
terselamat daripada sihir, ilmu hitam dan penyakit.



9. Apabila di letakkan pada tanaman, insya-Allah tanaman itu selamat daripada segala musuh.



10. Apabila diletakkan pada tempat yang didiami syaitan, iblis, jin, hantu dan segala macam makhluk
halus yang jahat, insya-Allah mereka semua akan pergi dari situ.



11. Jika ingin melihat sesuatu yang indah, bacakan 100 kali pada malam sabtu, insya- Allah anda akan
diperlihatkan keajaiban.



12. Jika anda berperahu di laut dan membacakan doa ini, kemudian tiupkan ke laut, insya-Allah air laut
akan menjadi tawar.



13. Jika dibaca pada malam minggu, insya-Allah anda akan awet muda.
14. Jika dibaca pada malam Isnin, Allah akan memberikan keselamatan.



15. Jika dibaca pada malam Selasa, anda akan menjadi kuat.



16. Jika dibaca pada malam Rabu, gigi menjadi teguh.



17. Jika dibaca pada malam Khamis akan memperelokkan wajah.



18. Jika dibaca pada binatang buas, insya-Allah ia akan tunduk.



19. Jika dibaca pada malam hari, seluruh malaikat akan turun dari langit memohonkan ampun untuk
orang yang membacanya.



20. Jika dibaca pada hari raya, maka apa yang dihajat akan segera berhasil.



21. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan para nabi, bacakan 100 kali
doa ini, kemudian tidur, insya-Allah akan bermimpi berjumpa dengan para nabi dan sesiapa
memandangnya akan berasa kasih sayang.”



22. Untuk menyembuhkan orang sakit, baca doa ini pada minyak. Sapukan minyak itu pada tempat yang
sakit, insya-Allah akan sembuh.



23. Demikian juga, jika ada orang yang diganggu hantu, syaitan, jin, kerasukan, pengsan atau gila,
bacakan pada minyak dan sapukan pada orang berkenaan.



24. Andainya anda ingin mendekati raja, orang berkedudukan tinggi atau orang ramai, baca doa ini
setiap hari, insya-Allah semua akan kasihkan anda.
25. Jika ingin kuat berjalan, bacakan pada sirih bertemu urat, kemudian usapkan daun itu dari kepala
sampai ke dua hujung kaki, insya-Allah anda akan kuat berjalan.



26. Jika anda dalam perjalanan dan ada tanda akan hujan, bacakan doa ini, insya- Allah tidak jadi hujan.



27. Jika terjadi permusuhan, bacakan berulang kali, insya-Allah akan berhenti.



28. Jika akan berangkat ke medan perang, bacakan doa ini, insya-Allah tidak di kejar musuh, sebaliknya
musuh akan bercerai-berai sesama sendiri.



29. Jika ada wanita yang sukar bersalin, bacakan doa ini pada air dalam mangkuk putih, minumkan air
itu, insya-Allah bayinya akan cepat lahir.



30. Jika ada orang sakit mata, bacakan doa ini dan hembuskan pada matanya, insya- Allah lekas sembuh.



31. Apabila ada orang digigit ular, kena bisa, racun atau penyakit lain, bacakan doa ini pada tempat yang
luka atau tempat yang sakit, insya-Allah lekas sembuh.



32. Jika anda ingin bertemu raja jin, sucikan diri anda daripada najis dan hadas, bacakan doa ini 100 kali
pada malam Jumaat di tempat yang suci dan sunyi.



33. Rasulullah bersabda:”Jika kamu ingin di muliakan orang lain, bacalah doa ini.”



34. Jika anda hendak melamar seseorang wanita, berpuasalah sehari dan jangan tidur pada malamnya.
Bacakan doa ini terus-menerus di tempat sunyi. Insya-Allah lamaran anda diterima.



Inilah doanya:
ae2cc143.jpg

Username

								
To top