Docstoc

RELEVANSI PERBANDINGAN PENDIDKAN, SEJARAH PENDIDIKAN, PENDIDIKAN NASIONAL, DAN PENDIDIKAN INTERNASIONAL

Document Sample
RELEVANSI PERBANDINGAN PENDIDKAN, SEJARAH PENDIDIKAN, PENDIDIKAN NASIONAL, DAN PENDIDIKAN INTERNASIONAL Powered By Docstoc
					RELEVANSI PERBANDINGAN PENDIDKAN, SEJARAH
     PENDIDIKAN, PENDIDIKAN NASIONAL, DAN
            PENDIDIKAN INTERNASIONAL
 DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS PERBANDINGAN
                  PENDIDIKAN




                 DISUSUN OLEH

           M. Amrullah : (2008120020105)


        FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA ARAB
  SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM ALI BIN ABI THOLIB
        SURABAYA JL. SIDOTOPO KIDUL NO. 51
            TAHUN AKADEMIK 2009-2010
                                 KATA PENGANTAR
         Segala puji kepada Allah, Rabb pencipta alam semesta, pengatur segala
urusan makhluknya, raja segala raja, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada tuhan
yang diibadahi dengan benar kecuali Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Dialah Rabb Yang menghiasi bumi ini dengan kelemah lembutan dan
menjadikan kelemah lembutan itu sebagai sebab mendapat kelemah lembutan-
Nya.
         Shalawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad
shallallohu ‗alaihi wasallam, keluarga, para shahabatnya, dan orang-orang yang
mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

         Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu kami dalam proses penulisan makalah ini sehingga kami dapat
menyelesaikannya dengan izin Alloh Azza wajalla. Dan kami berharap semoga
bantuan-bantuan tersebut termasuk amal sholeh serta dapat bermanfaat bagi para
pembaca dan khalayak umum.

         Kami      menyadari       penyusunan        makalah      ―Relevansi           Perbandingan
Pendidikan,      Sejarah     Pendidikan,       Pendidikan       Nasional,        dan     Pendidikan
Internasional‖ ini tidak lepas dari kekurangan, oleh karena itu kami mengharap
dengan sangat saran dan kritik yang membangun demi perbaikan makalah ini
dikemudian hari.




                                                      Surabaya, 20 Desember 2009

                                                                  Penyusun


Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan                    3
Pendidikan Internasional
                                             DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………………..3

Daftar Isi………………………………………………………………………….4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang…………………………………………………………...5

1.2      Rumusan Masalah………………………………………………………..6

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Perbandingan Pendidikan…………………………………………………...7

2.2 Sejarah Pendidikan………………………………………………………….9

2.3 Pendidikan Nasional………………………………………………………..14

2.4 Pendidikan Internasional…………………………………………………..15

BAB III.

KESIMPULAN……………………………………………………………........17

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..18




Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan   4
Pendidikan Internasional
                                             BAB I

                                    PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
         Pendidikan merupakan suatu proses kegiatan yang bersifat umum bagi
setiap manusia dimuka bumi ini. Dalam kondisi apapun manusia tidak dapat
menolak efek dari penerapan pendidikan. Proses ini dimulai dengan penetapan
visi, misi dan tujuan pendidikan, pendefenisian strategis dan kebijakan guna
mencapai dan mengembangkan rencana secara rinci untuk memastikan bahwa
strategis telah diimplementasikan untuk mencapai suatu hasil akhir.

         Dalam perjalanan peradaban manusia selanjutnya, mereka senantiasa
manjaga dan melanjutkan tradisi pendidikan melalui berbagai bentuk dan institusi
pendidikan mulai dari pendidikan nasional hingga pendidikan internasional.
Melalui sejarah pendidikan dapat kita mengetahui berbagai usaha yang telah
dilakukan      manusia      untuk     melakukan         pendidikan     tersebut      lambat   laun
memunculkan berbagai model dan institusi pendidikan yang tercatat dalam sejarah
pendidikan, sebagian besar bentuk dan institusi tersebut telah punah, namun
beberapa masih tetap bertahan.

         Dengan melalui perbandingan pendidikan kita dapat mengetahui bahwa
dari   jaman      ke    jaman     manusia       telah    berupaya      mengkonsepsikan        dan
mengimplementasikan pendidikan secara variatif. Namun kendati demikian,
secara esensi dan misinya menunjukkan adanya relevansi pendidikan yang sama
yakni bahwa pendidikan pada dasarnya merupakan upaya untuk mempersiapkan
manusia guna mengahadapi berbagai tantangan perubahan yang terjadi sesuai
dengan     tuntutan      jaman,     sekaligus      merupakan       upaya         untuk   menjamin
kelangsungan eksistensi kehidupan manusia itu sendiri.




Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan                  5
Pendidikan Internasional
         Pada makalah ini, akan dikaji hal-hal yang berhubungan dengan Relevansi
Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan
Pendidikan Internasional. Adapun mengenai Sejarah Pendidikan kami hanya
membahas Sejarah Pendidikan Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah
         Untuk mempermudah pemahaman dalam pembahasan tersebut maka kami
 menyusun rumusan masalah sebagai berikut:

           1. Bagaimana Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan,
               Pendidikan Nasional, Pendidikan Internasional ?

           2. Apakah tujuan mempelajari Perbandingan Pendidikan, Sejarah
               Pendidikan, Pendidikan Nasional, Pendidikan Internasional bagi
               bangsa Indonesia ?




Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan   6
Pendidikan Internasional
                                            BAB II

                                     PEMBAHASAN

2.1 Perbandingan Pendidikan1

          Istilah perbandingan pendidikan jika diterjemahkan ke dalam Bahasa
Inggris berarti comparative education. Kata comparative diartikan sebagai
bersamaan atau sama, sedangkan kata education diartikan sebagai pendidikan.
Dengan demikian, berdasarkan pengertian etimologis tersebut maka istilah
comparative education memiliki makna terhadap adanya kecenderungan yang
sama dalam kegiatan pendidikan.

          Dari pengertian etimologis tersebut maka pengertian perbandingan
pendidikan secara terminologis berkaitan erat dengan aspek praktis, yakni :
membandingkan sesuatu dengan (compare with), atau menemukan perbandingan
sesuatu (finding comparison). Sehingga dari kedua pengertian ini memunculkan
pemahaman terhadap istilah comparative yang apabila dihubungkan dengan kata
education berarti suatu upaya untuk membandingkan suatu kegiatan pendidikan
yang dilaksanakan atau menemukan perbandingan yang terdapat dalam kegiatan
pendidikan.

          Mengenai perbandingan pendidikan ini, pada awal mula kemunculannya
disebut sebagai pendidikan internasional. Setelah disiplin ilmu ini berkembang
kemudian barulah disebut sebagai comparative education. Kemunculan disiplin
ilmu ini dalam bidang pendidikan memunculkan dua versi penyebutan, ada yang
menyebutnya dengan istilah pendidikan perbandingan dan ada pula yang
menyebutkannya dengan istilah perbandingan pendidikan.




1
    http://bacabukublog.blogspot.com/2008/11/tor-perbandingan-pendidikan.html

Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan   7
Pendidikan Internasional
         Menurut Carter V. Good tentang pengertian perbandingan pendidikan
adalah : ―Perbandingan pendidikan adalah studi yang bertugas mengadakan
perbandingan teori dan praktik kependidikan yang ada di dalam beberapa negara
dengan maksud untuk memperluas pandangan dan pengetahuan di luar batas
negerinya sendiri‖. Sedangkan I. L. Kandel berpendapat : ―Perbandingan
pendidikan adalah studi tentang teori dan praktik pendidikan masa sekarang
sebagaimana yang dipengaruhi oleh berbagai macam latar belakang yang
merupakan kelanjutan sejarah pendidikan‖.

         Berdasarkan pengertian di atas sebagaimana dikemukakan oleh dua orang
pakar tersebut, perbandingan pendidikan dapat disimpulkan sebagai suatu bidang
pengetahuan yang mengkaji berbagai teori dan praktek dalam bidang pendidikan
di berbagai negara serta memperbandingkannya, sehingga melalui proses
pembandingan terhadap berbagai penerapan kegiatan pendidikan di berbagai
negara tersebut akan diperoleh pandangan dan pengetahuan yang luas tentang
penerapan kegiatan pendidikan oleh suatu negara, termasuk sejarah pendidikan
negara itu dari masa ke masa.

         Di sisi lain Abdul Rachman Assegaf mengemukakan salah satu pandangan
Carter V. Good yang menyertakan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi
pendidikan, yakni bahwa perbandingan pendidikan adalah studi tentang kekuatan-
kekuatan pendidikan, sosial, politik, dan ekonomi dalam hubungan internasional
dengan tekanan pada potensi dan bentuk pendidikan, sedangkan tujuannya adalah
untuk meningkatkan saling pengertian dengan jalan tukar-menukar sarana
pendidikan, teknik dan metode, mahasiswa, guru, dosen, teknisi dan lain-lain.

         Sedangkan pandangan Robert F. Arnove, sebagaimana dikemukakan
Abdul Rachman Assegaf, menyatakan tentang tujuan kajian perbandingan
pendidikan sebagai berikut : ―Perbandingan pendidikan mengkaji bagaimana
negara-negara berencana memperluas, meningkatkan, dan melakukan upaya
demokratisasi terhadap sistem pendidikan mereka‖.
Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan   8
Pendidikan Internasional
Kesimpulan terhadap pengertian perbandingan pendidikan ini menurut Arifin ,
antara lain :

      1. Ilmu perbandingan pendidikan adalah studi tentang sistem pendidikan dan
           pengajaran beserta problematika-problematikanya dalam negara-negara
           yang berbeda. Masing-masing sistem dan problematika tersebut diusut
           sampai kepada sebab-sebab sebenarnya yang berada di balik sistem dan
           problematikanya tersebut.

      2. Ilmu perbandingan pendidikan dapat juga diartikan sebagai studi tentang
           pendidikan dan pengajaran di negara yang berbeda-beda, serta faktor-
           faktor yang mempengaruhinya.

      3. Ilmu perbandingan pendidikan juga diartikan sebagai studi tentang teori-
           teori kependidikan dan pengajaran serta bagaimana pengamalan atau itu
           dengan memperbandingkan antara teori-teori tersebut sehingga diketahui
           persamaan dan perbedaannya serta mengembalikan kepada latar belakang
           sumber yang mempengaruhinya.

2.2 Sejarah Pendidikan2

           Informasi mengenai bagaimana model pendidikan di masa prasejarah
masih belum dapat terekonstruksi dengan sempurna. Namun bisa diasumsikan
‖media pembelajaran‖ yang ada pada masa itu berkaitan dengan konteks sosial
yang sederhana. Terutama berkaitan dengan adaptasi terhadap lingkungan di
kelompok sosialnya.




2
    http://tinulad.wordpress.com/sedikit-uraian-sejarah-pendidikan/




Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan   9
Pendidikan Internasional
a. Pendidikan Masa Hindu-Buddha

         Sistem pendidikan pada masa lalu baru dapat terekam dengan baik pada
masa Hindu-Buddha. Menurut Agus Aris Munandar dalam tesisnya yang berjudul
Kegiatan Keagamaan di Pawitra Gunung Suci di Jawa Timur Abad 14—15(1990).
Sistem pendidikan Hindu-Buddha dikenal dengan istilah karsyan. Karsyan adalah
tempat yang diperuntukan bagi petapa dan untuk orang-orang yang mengundurkan
diri dari keramaian dunia dengan tujuan mendekatkan diri dengan dewa tertinggi.
Karsyan dibagi menjadi dua bentuk yaitu patapan dan mandala.

         Patapan memiliki arti tempat bertapa, tempat dimana seseorang
mengasingkan diri untuk sementara waktu hingga ia berhasil dalam menemukan
petunjuk atau sesuatu yang ia cita-citakan. Ciri khasnya adalah tidak
diperlukannya sebuah bangunan, seperti rumah atau pondokan. Bentuk patapan
dapat sederhana, seperti gua atau ceruk, batu-batu besar, ataupun pada bangunan
yang bersifat artificial. Hal ini dikarenakan jumlah Resi/Rsi yang bertapa lebih
sedikit atau terbatas. Tapa berarti menahan diri dari segala bentuk hawa nafsu,
orang yang bertapa biasanya mendapat bimbingan khusus dari sang guru, dengan
demikian bentuk patapan biasanya hanya cukup digunakan oleh seorang saja.

         Istilah kedua adalah mandala, atau disebut juga kedewaguruan. Berbeda
dengan patapan, mandala merupakan tempat suci yang menjadi pusat segala
kegiatan keagamaan, sebuah kawasan atau kompleks yang diperuntukan untuk
para wiku/pendeta, murid, dan mungkin juga pengikutnya. Mereka hidup
berkelompok dan membaktikan seluruh hidupnya untuk kepentingan agama dan
nagara. Mandala tersebut dipimpin oleh dewaguru.

         Berdasarkan keterangan yang terdapat pada kropak 632 yang menyebutkan
bahwa ‖ masih berharga nilai kulit musang di tempat sampah daripada rajaputra
(penguasa nagara) yang tidak mampu mempertahankan kabuyutan atau mandala
hingga jatuh ke tangan orang lain‖ (Atja & Saleh Danasasmita, 1981: 29, 39,

Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan   10
Pendidikan Internasional
Ekadjati, 1995: 67), dapat diketahui bahwa nagara atau ibu kota atau juga pusat
pemerintahan, biasanya dikelilingi oleh mandala. Dalam hal ini, antara mandala
dan nagara tentunya mempunyai sifat saling ketergantungan. Nagara memerlukan
mandala untuk dukungan yang bersifat moral dan spiritual, mandala dianggap
sebagai pusat kesaktian, dan pusat kekuatan gaib.

          Dengan demikian masyarakat yang tinggal di mandala mengemban tugas
untuk melakukan tapa. Kemakmuran suatu negara, keamanan masyarakat serta
kejayaan raja sangat tergantung dengan sikap raja terhadap kehidupan keagamaan.
Oleh karena itu, nagara perlu memberi perlindungan dan keamanan, serta sebagai
pemasok keperluan yang bersifat materiil (fasilitas dan makanan), agar para
pendeta/wiku dan murid dapat dengan tenang mendekatkan diri dengan dewata.

b. Pendidikan Masa Islam

          Sistem pendidikan yang ada pada masa Hindu-Buddha kemudian berlanjut
pada masa Islam. Bisa dikatakan sistem pendidikan pada masa Islam merupakan
bentuk akulturasi antara sistem pendidikan patapan Hindu-Buddha dengan sistem
pendidikan Islam yang telah mengenal istilah uzlah (menyendiri). Akulturasi
tersebut tampak pada sistem pendidikan yang mengikuti kaum agamawan Hindu-
Buddha, saat guru dan murid berada dalam satu lingkungan permukiman3. Pada
masa Islam sistem pendidikan itu disebut dengan pesantren atau disebut juga
pondok        pesantren.     Berasal      dari     kata      funduq      (funduq=Arab   atau
pandokheyon=Yunani yang berarti tempat menginap).

          Bentuk lainnya adalah, tentang pemilihan lokasi pesantren yang jauh dari
keramaian dunia, keberadaannya jauh dari permukiman penduduk, jauh dari ibu
kota kerajaan maupun kota-kota besar. Beberapa pesantren dibangun di atas bukit
atau lereng gunung Muria, Jawa Tengah. Pesantern Giri yang terletak di atas


3
    (Schrieke, 1957: 237; Pigeaud, 1962, IV: 484—5; Munandar 1990: 310—311)

Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan           11
Pendidikan Internasional
sebuah bukit yang bernama Giri, dekat Gersik Jawa Timur (Tjandrasasmita,
1984—187). Pemilihan lokasi tersebut telah mencontoh ‖gunung keramat‖
sebagai tempat didirikannya karsyan dan mandala yang telah ada pada masa
sebelumnya (De Graaf & Pigeaud, 1985: 187).

         Seperti halnya mandala, pada masa Islam istilah tersebut lebih dikenal
dengan sebutan ‖depok‖, istilah tersebut menjadi nama sebuah kawasan yang khas
di kota-kota Islam, seperti Yogyakarta, Cirebon dan Banten. Istilah depok itu
sendiri berasal dari kata padepokan yang berasal dari kata patapan yang merujuk
pada arti yang sama, yaitu ―tempat pendidikan. Dengan demikian padepokan atau
pesantren adalah sebuah sistem pendidikan yang merupakan kelanjutan sistem
pendidikan sebelumnya.

c. Pendidikan Masa Kolonial

         Pada masa ini, wajah pendidikan Indonesia lebih terlihat sebagai sosok
yang memperjuangkan hak pendidikan. Hal ini dikarenakan pada saat itu, sistem
pendidikan yang diberlakukan oleh pemerintah kolonial adalah sistem pendidikan
yang bersifat diskriminatif. Artinya hanya orang Belanda dan keturunannya saja
yang boleh bersekolah, adapun pribumi yang dapat bersekolah merupakan
pribumi yang berasal dari golongan priyayi. Adapun prakteknya sistem
pendidikan pada masa kolonial lebih mengadopsi pendidikan ala Eropa.

         Namun kemudian mulai timbul kesadaran dalam perjuangan untuk
menyediakan pendidikan untuk semua kalangan, termasuk pribumi. Maka
hadirlah berbagai institusi pendidikan yang lebih memihak rakyat, seperti
misalnya Taman Siswa dan Muhammadiyah.

         Pada masa ini sistem Eropa dan tradisional (pesantren) sama-sama
berkembang. Bahkan bisa dikatakan, sistem ini mengadopsi sistem pendidikan
seperti yang kita kenal sekarang: Mengandalkan sistem pendidikan pada institusi
formal macam sekolah dan pesantren.
Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan   12
Pendidikan Internasional
d. Pendidikan Masa Kini

         Pendidikan abad 21 diwarnai dengan pengaruh globalisasi. Berbagai
sistem pendidikan berlomba-lomba diadopsi, dikembangkan dan disesuaikan.
Institusi-institusi pendidikan mulai menjamur. Namun muncul kritik dari beberapa
orang seperti Ivan Illich, yang menganggap sistem pendidikan hanya berorientasi
untuk menghasilkan tenaga kerja untuk kepentingan industri semata. Pendidikan
kehilangan maknanya sebagai sarana pembelajaran.

         Kemudian muncul sebuah ide Home Schooling, yaitu pendidikan yang
tidak mengandalkan institusi formal, tapi tetap bisa dilakukan di rumah sesuai
kurikulum. Home Schooling adalah pola pendidikan yang dilatarbelakangi adanya
ketidakpercayaan terhadap fenomena negatif yang umum terdapat pada institusi
formal: adanya bullying, serta metode yang didaktis dan seragam.

         Namun bukan berarti institusi pendidikan formal tidak menyesuaikan diri.
Kini, timbul kesadaran bahwa prestasi bukanlah angka-angka yang didapat di
ujian, atau merah-birunya rapor. Melainkan adanya kesadaran akan pentingnya
sebuah kurikulum berdasarkan kompetensi.

         Jadi sejarah merupakan bagian dari ilmu sosial yang berperan penting bagi
manusia untuk kemajuan peradabannya. Hal itu berlaku pula bagi perkembangan
pendidikan suatu bangsa. Dengan mengetahui sejarah pendidikan bangsa dan
tokoh-tokoh yang berperan di dalamnya seseorang akan mengetahui dan
menemukan garis – garis besar yang menunjukkan bagaimana leluhur suatu
bangsa melaksanakan tugas mendidiknya, dasar – dasar pendidikan dan teori
pendidikannya sehingga kita dapat menentukan teori yang tepat untuk masa kini.

         Selain itu sejarah itu merupakan guru bagi raja-raja dan bangsa-bangsa,
kalau ini benar maka perkembangan dan sejarah pendidikan merupakan guru dari

Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan   13
Pendidikan Internasional
para pendidik dan pemimpin sekolah. Dengan kata lain cara memecahkan problem
pendidikan         pada zaman dahulu merupakan sumbangan yang berarti untuk
memecahkan masalah pada zaman sekarang. Siapa pun yang ingin menggeluti
dunia pendidikan harus mengenal dan menelaah peristiwa dan pengalaman yang
terjadi pada masa lampau.4

2.3 Pendidikan Nasional

a. Pengertian Pendidikan Nasional

Pendidikan Nasional Indonesia adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan
bangsa Indonesia dan berdasar kepada pencapaian tujuan pembangunan nasional
Indonesia. Kebudayaan tersebut sarat dengan nilai-nilai yang tumbuh dan
berkembang melalui sejarah sehingga mewarnai seluruh gerak hidup suatu
bangsa5.

b. Visi dan Misi Pendidikan Nasional6

VISI

Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa
untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi
manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan
zaman yang selalu berubah.




4
    Barnadib, Sutari Imam.1983.Sejarah pendidikan. Andii Offset : Yogyakarta
5
    Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo.2005. Pengantar Pendidikan.Rineka Cipta : Jakarta
6
    www.depdiknas.go.id



Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan               14
Pendidikan Internasional
Sejalan dengan Visi Pendidikan Nasional tersebut, Depdiknas berhasrat untuk
pada tahun 2025 menghasilkan: INSAN INDONESIA CERDAS DAN KOMPETITIF
(Insan Kamil/Insan Paripu)


MISI

        Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh
         pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;

        Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara
         utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan
         masyarakat belajar;



        Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk
         mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral;

        Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan
         sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman,
         sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global;

        Memberdayakan          peran     serta    masyarakat        dalam       penyelenggaraan
         pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan
         RI.




Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan               15
Pendidikan Internasional
2.4 Pendidikan Internasional7

           Definisi UNESCO tentang pendidikan internasional menekankan kepada
pendidikan bagi perdamaian, hak azasi dan demokrasi (UNESCO 1974). Definisi
inii dipertegas dengan adanya deklarasi pada konferensi internasional dalam hal
pendidikan (ICE), Geneva, 1994 dan disokong oleh konferensi umum UNESCO
di Paris tahun berikutnya. ICE dikelola oleh Biro Pendidikan Internasional
(UNESCO) dan mengajak serta Menteri Pendidikan dari seluruh Negara. Tujuan
dari pendidikan internasional ini diperkenalkan dengan deklarasi ini (UNESCO,
1996, p. 90) untuk mengembangkan :

       Nilai yang universal bagi adanya budaya perdamaian,

       Kemampuan           untuk    menghargai        kebebasan       dan       tanggung   jawab
           warganegara yang ada didalamnya,

       Pemahaman antar budaya yang mendorong pemersatuan ide dan solusi
           untuk memperkuat perdamaian.

       Kemampuan untuk memecahkan konflik tanpa kekerasan,

       Kemampuan untuk membuat pilihan-pilihan,

       Menghargai warisan budaya dan pemeliharaan lingkungan,

       Rasa solidaritas dan keadilan pada tingkat nasional dan internasional.

           Apa yang ingin dicapai oleh pendidikan internasional ternyata sejalan
dengan pemikiran bangsa Indonesia. Pada Alinea pertama Pembukaan UUD 1945


7
    http://chjourney.blogspot.com/2008/09/apa-itu-pendidikan-internasional.html




Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan                 16
Pendidikan Internasional
terungkap pandangan bangsa Indonesia tentang kemerdekaan, perikemanusiaan,
dan perikeadilan bagi semua bangsa. Demikian pula pada GBHN Ketetapan MPR
No. IV/MPR/1978 tercermin kembali usaha bangsa Indonesia untuk ikut
melaksanaan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi, kemerdekaan
dan keadilan sosial.8




8
    Mangun Pranoto, Sarino dkk.1983.Pendidikan Ditinjau Kembali.Nur Cahaya :

Yogyakarta




Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan   17
Pendidikan Internasional
                                             BAB III

                                      KESIMPULAN

          1. Adanya        kaitan yang sangat erat antara perbandingan pendidikan,
              sejarah      pendidikan,       pendidikan        nasional,         dan   pendidikan
              Internasional. Dengan menggunakan ilmu perbandingan pendidikan
              sebagai alat untuk mempelajari ketiga variabel di atas, dapat
              disimpulkan bahwasanya pendidikan nasional lahir dari sejarah
              pendidikan di masa lampau, dan perkembangan pendidikan masa kini
              yang dintaranya            dipengaruhi oleh perkembangan pendidikan
              internasional dimana nilai-nilai yang ada didalamnya sesuai dengan
              pemikiran bangsa Indonesia.

          2. Tujuan       dari    mempelajari        Perbandingan        Pendidikan,      Sejarah
              Pendidikan, Pendidikan Nasional, Pendidikan Internasional bagi
              bangsa Indonesia adalah untuk mengembangkan kualitas SDM sedini
              mungkin, terarah, terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya.
              Dari tujuan tersebut diharapkan pelaksanaan pendidikan di Indonesia
              menghasilkan peserta didik yang memiliki kualitas SDM yang
              mantap.




Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan                18
Pendidikan Internasional
                                      DAFTAR PUSTAKA


    1.    Barnadib,      Sutari    Imam.1983.Sejarah          pendidikan.        Andi   Offset    :
          Yogyakarta

    2.    Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo.2005. Pengantar Pendidikan.Rineka
          Cipta : Jakarta

    3.    Mangun Pranoto, Sarino dkk.1983.Pendidikan Ditinjau Kembali.Nur
          Cahaya : Yogyakarta

    4.    www.depdiknas.go.id

    5.    http://bacabukublog.blogspot.com/2008/11/perbandingan-pendidikan-
          catatan-kuliah.html

    6.    http://tinulad.wordpress.com/sedikit-uraian-sejarah-pendidikan/

    7.    http://chjourney.blogspot.com/2008/09/apa-itu-pendidikan-
          internasional.html




Relevansi Perbandingan Pendidikan, Sejarah Pendidikan, Pendidikan Nasional dan                   19
Pendidikan Internasional

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:10727
posted:4/17/2010
language:Indonesian
pages:18