bab-iii-program-kesehatan-kabupaten

Shared by: NiceTime
-
Stats
views:
391
posted:
4/13/2010
language:
Indonesian
pages:
7
Document Sample
scope of work template
							                                      BAB III
                         PROGRAM KESEHATAN KABUPATEN


       Sejalan dengan pengertian Indonesia Sehat, Kabupaten Sehat adalah Kabupaten
yang penduduknya hidup dalam lingkungan yang sehat, mempraktekkan perilaku hidup
bersih dan sehat, mampu menyediakan, memilih, mendapatkan dan memanfaatkan
pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, sehingga memiliki derajat
kesehatan yang tinggi.
       Pelaksanaan Indonesia Sehat yang ditetapkan tahun 2010 juga dicanangkan di
Kabupaten Klungkung yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kabupaten
lainnya di Propinsi Bali.


A. VISI dan MISI
1. VISI.
“Terwujudnya Klungkung Sehat dengan Semangat Kebersamaan “.
2. MISI.
       Untuk dapat mewujudkan Visi Klungkung dengan Semangat Kebersamaan
ditetapkan 2 (dua) Misi dalam Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Klungkung yaitu :
a. Penggerakkan dan Pembinaan pembangunan Kabupaten Klungkung yang berwawasan
   kesehatan.
   Setiap pembangunan yang dilaksanakan di Kabupaten Klungkung sedapat mungkin
   diupayakan mempertimbangkan dampak positif maupun negatif tehadap kesehatan
   masyarakat, baik secara langsung maupun dalam jangka panjang. Untuk itu diperlukan
   peningkatan koordinasi dan kerjasama dengan sektor yang terkait dalam pembangunan
   di Kabupaten Klungkung.
   Kesehatan     adalah tanggung jawab bersama     dari setiap individu, masyarakat,
   pemerintah maupun swasta. Karena apapun yang dilaksanakan oleh pemerintah tanpa
   adanya kemandirian masyarakat untuk menjaga dan memelihara kesehatan mereka,
   program yang dilaksanakan tidak akan berhasil sesuai dengan harapan. Dengan
   demikian tetap diupayakan untuk dapat membina, menumbuhkan dan terus
   meningkatkan kemandirian masyarakat dalam pembangunan kesehatan terutama untuk
   tetap berperilaku hidup sehat.
b. Pemeliharaan dan Peningkatan Pelayanan Kesehatan yang Bermutu, Merata dan
   Terjangkau.
   Pelayanan kesehatan terus ditingkatkan sehingga menjangkau sampai masyarakat di
   pedesaan (merata) pada seluruh tatanan masyarakat dengan kwalitas/mutu layanan



                                         10
  yang lebih baik dengan melibatkan sebesar-besarnya peran serta aktif masyarakat dan
  potensi swasta yang ada di Kabupaten Klungkung.
  Memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat di Kabupaten Klungkung baik
  secara individu , keluarga, kelompok atau masyarakat mulai dari tahap promotif dan
  preventif maupun sampai pada kuratif dan rehabilitatif dengan selalu berupaya
  menciptakan lingkungan sehat.


B. TUJUAN
1. Terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
2. Meningkatnya perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat yang didukung oleh
   lingkungan yang sehat.
3. Terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau dengan
   dukungan partisipasi masyarakat dan pengembangan manajemen kesehatan modern.


C. SASARAN
1. Menurunnya AKB, AKI serta angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular
   tertentu.
2. Meningkatnya prosentase tatanan rumah tangga sehat dan tatanan tempat-tempat umum
   sehat.
3. Meningkatnya pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan pemerintah.
4. Tersedianya tenaga, sarana dan peralatan yang sesuai standar pada setiap jenjang
   pelayanan.


D. STRATEJI (Cara mencapai Tujuan dan Sasaran)
1. Peningkatan Perilaku dan Pemberdayaan Masyarakat.
       Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sejak usia dini perlu ditingkatkan melalui berbagai
  kegiatan penyuluhan, pendidikan/pembinaan kesehatan agar menjadi bagian dari norma
  hidup dan budaya masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kemandirian
  masyarakat untuk hidup sehat. dan meliputi berbagai bidang kehidupan terutama dengan
  mengambil titik sentral keluarga. Dengan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat
  dan pemberdayaan masyarakat akan tercipta keberdayaan individu, keluarga dan
  masyarakat dalam bidang kesehatan yang ditandai oleh peningkatan perilaku dan peran
  aktif dalam memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan diri sendiri dan
  lingkungan sesuai dengan kondisi setempat, khususnya pada masa kehamilan, masa
  bayi dan kanak-kanak, remaja, perempuan usia produktif dan kelompok-kelompok lain
  dengan kebutuhan kesehatan khusus seperti lanjut usia, keluarga miskin.



                                           11
       Peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan melalui penerapan konsep
  Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa tetap didorong dan dikembangkan untuk
  menjamin terpenuhinya kebutuhan kesehatan serta kesinambungan upaya kesehatan.
       Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) dikembangkan sebagai
  upaya bersama antara masyarakat, swasta dan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan
  pelayanan kesehatan yang semakin meningkat.
2. Peningkatan Kesehatan Lingkungan dan kualitas air
       Kesehatan lingkungan pemukiman, tempat kerja, dan tempat-tempat umum serta
  tempat-tempet pariwisata ditingkatkan melalui penyedian dan pengawasan mutu air
  yang memenuhi       persyaratan,   penertiban    tempat-tempat   pembuangan     sampah,
  penyediaan sarana pembuangan limbah          serta berbagai sarana sanitasi   lingkungan
  lainnya sehingga penduduk dapat hidup sehat dan produktif           serta terhindar dari
  penyakit yang ditularkan melalui atau disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat.
       Pengendalian atas penyebab (agent), pembawa (vektor) serta sumber (resevoir)
  penyakit perlu dilakukan     untuk terciptanya lingkungan yang sehat bagi setiap
  penduduk.
3. Peningkatan Upaya Kesehatan.
       Dalam rangka mempertahankan status kesehatan masyarakat           terutama sebagai
  dampak dari krisis ekonomi yang berkepanjangan, diutamakan peningkatan pelayanan
  kepada kelompok beresiko dari keluarga miskin dengan keterlibatan lintas sektor
  termasuk swasta tanpa meninggalkan program pembangunan kesehatan lainnya.
       Untuk pelayanan kesehatan dasar dilaksanakan melalui Puskesmas, Puskesmas
  pembantu Puskesmas Keliling dan Bidan di desa yang secara kuantitas sudah merata
  pada semua desa, dengan mengutamakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif.
4. Peningkatan Sumber Daya Kesehatan.
       Peningkatan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui berbagai pendidikan dan
  pelatihan untuk menciptakan tenaga kesehatan yang ahli dan terampil sesuai dengan
  perkembangan Iptek, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan
  menjunjung tinggi rasa pengabdian dan etika profesi.
       Pengembangan karier tenaga kesehatan masyarakat dan pemerintah ditingkatkan
  dengan terarah dan seksama serta bertahap.
       Peningkatan sumber daya kesehatan juga termasuk peningkatan kualitas dan
  kuantitas sarana, prasarana dan peralatan medis, non-medis sehingga dapat menunjang
  peningkatan mutu dan cakupan pelayanan kesehatan.
5. Pemantapan Manajemen dan Sistem Informasi Kesehatan.
       Kebijakan dan manajemen kesehatan yang terdiri dari perencanaan, penggerakan,
  pelaksanaan, pengendalian dan penilaian diselenggarakan secara sistematik untuk

                                           12
  menjamin upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh yang didukung dengan sistem
  informasi yang handal guna menghasilkan pengambilan keputusan yang benar dan
  cara kerja yang efisien.
      Struktur organisasi dan tata kerja Dinas Kesehatan beserta jajarannya secara
  bertahap disempurnakan sesuai dengan kebutuhan di Kabupaten Klungkung.
      Efiisiensi penggunaan anggaran serta pencarian alternatif untuk peningkatan
  kemampuan anggaran dalam pembangunanan kesehatan baik yang bersumber dari
  Pemerintah Daerah, swasta dan bantuan dari sumber - sumber lain.
      Sistem informasi kesehatan dkembangkan dalam kerangka desentralisasi dan
  diarahkan untuk meningkatkan dan memantapkan kemampuan menyediakan data dan
  informasi yang diperlukan dalam mencapai Visi Pembangunan Kesehatan Kabupaten,
  Pusat jaringan SIK adalah Dinas Kesehatan sedangkan anggota jaringannya adalah:
  Puskesmas, RSUD, Pusat Perbekalan Kesehatan dan Lintas Sektor terkait dan lain-lain.
      Sistem informasi kesehatan juga akan mendukung peningkatan kerjasama lintas
  sektor, sosialisasi terhadap masalah-masalah kesehatan kepada sektor lain perlu dan
  terus dilaksanakan secara intensif dan berkala. Kerjasama lintas sektor terus di galang
  dan dimantapkan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian/evaluasi.


E. Program dan Kegiatan
  1. Program
      a. Pembinaan Kesehatan Masyarakat
      b. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
      c. Penyehatan dan Pengawasan Lingkungan dan Kualitas Air.
      d. Pelayanan Kesehatan Masyarakat


  2. Kegiatan
      a. Upaya peningkatan kesehatan ibu, anak dan lansia.
      b. Pembinaan Peran Serta Masyarakat (PSM) dan JPKM.
      c. Upaya perbaikan gizi masyarakat.
      d. Pengamatan dan pencegahan penyakit menular.
      e. Pemberantasan penyakit menular
      f. Penyehatan dan Pengawasan Lingkungan dan Kualitas Air.
      g. Pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan.
      h. Pengelolaan angka kredit jabatan fungsional.
      i. Penyuluhan makanan/minuman dan perijinan.
      j. Bina upaya pelayanan medik dasar
      k. Bina upaya pelayanan medik rujukan.

                                          13
       l. Bina upaya pelayanan kesehatan khusus.
       m. Pembangunan/perbaikan dan pemeliharaan sarana dan prasarana kesehatan, dan
            pengadaan alat-alat kantor.
       n. Penyusunan informasi, rencana dan evaluasi serta pelaporan program kesehatan
       o. Upaya peningkatan pelayanan kesehatan Puskesmas.


F. Target
       Dari Program Kerja yang telah disusun, dengan mengacu kepada uraian tugas
masing-masing dan Standar Pelayanan Minimal, maka target kegiatan tahun 2006 adalah
sebagai berikut:
 NO                       JENIS PELAYANAN & INDIKATOR                           TARGET

  1   Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi
         a. Cakupan kunjungan ibu hamil (K4)                                      95%
         b. Cakupan pertolongan persalinan oleh bidan atau tenaga kesehatan
                                                                                  90%
            yang memliki kompetensi kebidanan
         c. Ibu hamil risiko tinggi yang dirujuk                                  100%
         d. Cakupan kunjungan neonatus                                             85%
         e. Cakupan kunjungan bayi                                                 90%
         f. Cakupan bayi berat lahir rendah /BBLR yang ditangani                  100%

  2   Pelayanan Kesehatan Anak Pra Sekolah dan Usia Sekolah
         a. Cakupan deteksi dini tumbuh kembang anak balita dan pra sekolah       80%
         b. Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa SD dan setingkat oleh
            tenaga kesehatan atau tenaga terlatih/guru UKS/dokter kecil           100%
         c. Cakupan pelayanan kesehatan remaja                                     70%

  3   Pelayanan Keluarga Berencana
         a. Cakupan peserta aktif KB                                              70%

  4   Pelayanan Imunisasi
         a. Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI)                     100%

  5   Pelayanan Pengobatan/Perawatan
         a. Cakupan rawat jalan                                                   15%
         b. Cakupan rawat inap                                                   1,10%

  6   Pelayanan Kesehatan Jiwa
         a. Pelayanan gangguan jiwa di sarana pelayanan kesehatan umum            10%

  7   Pemantauan pertumbuhan balita
        a. Balita yang naik berat badannya                                        80%
        b. Balita Bawah Garis Merah                                               <15%

  8   Pelayanan Gizi
         a. Cakupan balita mendapat kapsul vitamin A 2 kali per tahun             100%
         b. Cakupan ibu hamil mendapat 90 tablet Fe                               95%
         c. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi Bawah
            Garis Merah dari keluarga miskin                                      100%
         d. Balita gizi buruk mendapat perawatan                                  100%

  9   Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Dasar dan Komprehensif
         a. Akses terhadap ketersediaan darah dan komponen yang aman untuk        80%
            menangani rujukan ibu hamil dan neonatus


                                             14
       b.   Ibu hamil risiko tinggi/komplikasi yang ditangani                        80%
       c.   Neonatal risiko tinggi/komplikasi yang ditangani                         80%


10   Pelayanan Gawat Darurat
        a. Sarana kesehatan dengan kemampuan pelayanan gawat darurat
           yang dapat diakses masyarakat                                             80%

11   Penyelenggaraan Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan
     Gizi Buruk
        a. Desa/kelurahan mengalami KLB yang ditangani < 24 jam                      100%
        b. Kecamatan bebas rawan gizi                                                 80%

12   Pencegahan dan pemberantasan penyakit polio
       a. Acute Flacid Paralysis (AFP) rate per 100,000 penduduk < 15 tahun           ≥2

13   Pencegahan dan pemberantasan penyakit TB paru
       a. Kesembuhan penderita TBC BTA positif                                       85%

14   Pencegahan dan pemebrantasan penyakit ISPA
       a. Cakupan balita dengan Pneumonia yang ditangani                             75%

15   Pencegahan dan pemberantasan penyakit HIV-AIDS
       a. Klien yang mendapatkan penanganan HIV-AIDS                                100%
       b. Infeksi menular seksual yang diobati                                      100%

16   Pencegahan dan pemberantasan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
       a. Penderita DBD yang ditangani                                              100%

17   Pencegahan dan pemberantasan penyakit Diare
       a. Balita dengan diare yang ditangani                                        100%

18   Pelayanan kesehatan lingkungan
        a. Institusi yang dibina                                                     80%

19   Pelayanan pengendalian vektor
        a. Rumah/bangunan bebas jentik nyamuk Aedes                                  95%

20   Pelayanan hygiene sanitasi di tempat umum
        a. Tempat umum yang memnuhi syarat                                           55%

21   Penyuluhan perilaku sehat
       a. Rumah tangga sehat                                                         70%
       b. Bayi yang mendapat ASI-Eksklusif                                           60%
       c. Desa dengan garam beryodium baik                                           75%
       d. Posyandu Purnama                                                           30%

22   Penyuluhan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika, Psikotropika dan zat
     adiktif (P3 NAPZA) berbasis masyarakat
        a. Upaya penyuluhan P3 NAPZA oleh petugas kesehatan                         10%

23   Pelayanan penyediaan obat perbekalan kesehatan
        a. Ketersediaan obat sesuai kebutuhan                                        90%
        b. Pengadaan obat esensial                                                  100%
        c. Pengadaan obat generik                                                   100%

24   Pelayanan penggunaan obat generik
        a. Penulisan resep obat generik                                              90%



                                              15
25   Penyelengaraan pembiayaan untuk pelayanan kesehatan perorangan
       a. Cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan pra bayar                    40%


26   Penyelenggaraan pembiayaan untuk keluarga miskin dan masyarakat rentan
           Cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan keluarga miskin dan
       a. masyarakat rentan                                                   100%

27   Pelayanan kesehatan kerja
        a. Cakupan pelayanan kesehatan kerja pada pekerja formal              60%

28   Pelayanan kesehatan usia lanjut
        a. Cakupan pelayanan kesehatan pra usia lanjut dan usia lanjut        30%

29   Pelayanan gizi
        a Cakupan wanita usia subur yang mendapatkan kapsul yodium            80%

30   Pencegahan dan pemberantasan penyakit HIV-AIDS
       a. Darah donor diskrining terhadap HIV-AIDS                            100%

31   Pencegahan dan pemberantasan penyakit malaria
       a Penderita malaria yang diobati                                       100%

32   Pencegahan dan pemberantasan penyakit kusta
       a Penderita kusta yang selesai berobat (RFT rate)                      100%

33   Pencegahan dan pemebrantasan penyakit Filariasis
       a Kasus filariasis yang ditangani                                      ≥90%




                                            16

						
Other docs by NiceTime
Finding Balance and Relaxation In Arizona
Views: 1  |  Downloads: 0
Health_And_Beauty_-_Celebrities_And_Perfumes
Views: 5  |  Downloads: 0
Making a Great Teacher Website
Views: 20  |  Downloads: 0
Security07 Communityof Character Bulletin
Views: 3  |  Downloads: 0
consentdecrees
Views: 3  |  Downloads: 0
iprcr 0909
Views: 14  |  Downloads: 0
THU TUC MIEN THUE XNK
Views: 23  |  Downloads: 0
legal-notice- ROD
Views: 2  |  Downloads: 0
titles
Views: 7  |  Downloads: 0