Docstoc

AUDIO CONSOLE

Document Sample
AUDIO CONSOLE Powered By Docstoc
					AUDIO CONSOLE
    AUDIO MIXER
    OPERASIONAL

    AUDIOMAN ( JOBDES & SOP )
AUDIO MIXING
AUDIO MIXING
   Alat elektronik yang satu ini memiliki
    sebutan lain seperti Audio Mixing Board,
    Audio Mixing Desk, Audio Mixer, atau
    terkadang oleh para profesional hanya
    disebut sebagai “desk” atau “board” saja.
   Untuk proses perekaman audio dilokasi
    pembuatan program jurnalistik atau film
    biasanya alat inimemiliki dimensi yang relatif
    kecil dan mempunyai jumlah input yang
    juga relatif sedikit
FUNGSI

   Secara umum untuk menerima sumber
    suara yang relatif banyak kemudian
    dilakukan pecampuran (mixed) supaya
    hasilnya mempuyai keluaran yang relatif
    lebih sedikit.
   Misalnya 4 orang penyanyi yang akan
    menggunakan 4 mic di mix menjadi stereo
    out put yang akan berbunyi di speaker kiri
    dan kanan.
BAGIAN

    Secara umum alat ini dapat di bagi
     menjadi dua :
1.   Channel Input
2.   Channel Output
JENIS CHANEL INPUT
 Jenis-jenis chanel input dapat kita bagi lagi
  menjadi tiga bagian berdasarkan 3 katagori
  yang berbeda:
1.Berdasarkan besarnya level input dari
  sumber suaranya (mic in atau line in)
2. Berdasarkan jenis koneksinya (balance atau
  unbalance
3. Berdasarkan jenis sumber suaranya (mono
  atau stereo)
CHANNEL INPUT
Level input
   Microphone input (mic in) berguna untuk
    menerima signal audio yang berasal dari
    microphone Dinamic atau Condensor
   Line in berguna untuk menerima signal
    audio yang mempunyai level standart
    (sekitar 1 volt) biasanya signal audio yang
    bermuatan line level ini berasal dari digital
    keyboard, CD player, DVD player, MP3
    Player, Ampli gitar, bas, tape dan
    lainsebagainya.
HEADROOM
   Pada mixer kelas menengah ke bawah biasanya
    hanya bagian mic in saja yang mempuyai fasilitas
    “gain” atau “trim” atau “sens” berasal dari kata
    sesitivity
   Gain ini berfungsi untuk menyelaraskan impedansi
    microphone pada mixer. Proses ini dalam bahasa
    sehari-hari yang digunakan oleh para soudmen
    sidebut pencarian “head room”
   Jika pencarian headroom ini salah maka akan
    terjadi distorsikarena terlalu besar signal yang
    masuk atau terjadi noise
HEADROOM

   Salah satu cara untuk dapat mengetahui
    signal kita sudah berada di head room atau
    belom caranya dengan menggunakan
    fasilitas lampu “led” yang ada di setiap
    channel.
   Biasanya mempunyai 3 warna yang berbeda
    : Hijau, Kuning, dan Merah
   Ini tergantung dari fasilitas kalibrasi
    indikator mixer bersangkutan
HEADROOM

   Biasanya daerah head room berada di
    daerah lampu kuning
   Artinya jika signal terlalu kecil (daerah
    lampu hijau) maka kita harus memutar
    “gen” hingga lampu indikator menjadi
    kuning
   Lampu indikator berwarna merah
    menunjukkan headroom terlalu tinggi, yang
    mengakibatkan terjadinya distorsi
HEADROOM


           HEADROOM
VU METER




 VU Meter (Volume Unit Meter) digunakan sebagai alat
 ukur berapa desible (db) signal audio pada hasil
 penerimaan maupun keluaran mixer audio
KONEKSI
(Balance – Unbalance )
   Pada alat profesional audio biasanya seluruh
    koneksi adalah balance
   Jenis koneksi balance ini digunakan agar
    noise yang dihasilkan oleh signal analog
    yang di hantarkan oleh kabel dapat
    diminimumkan
   Jika koneksinya unbalance maka kita harus
    merubahnya menjadi balance dengan
    menggunakan alat “ Direct Injection Box”
    (DI BOX)
DI BOX
JENIS SUMBER SUARA
stereo - mono
   Khusus untuk sumber –sumber suara stereo
    seperti CD player, effect procesor, Digital
    keyboard, Tape dst biasanya tersedia
    channel stereo input, stereo channel atau
    stereo aux return. Jenis stereo input dapat
    mengontrol stereo output dari equipment
    yang bersangkutan
   Sedangkan untuk sumber suara mono
    tinggal tinggal dikoneksikan pada
    line/channnel mixer sesuai kebutuhan.
PERHATIAN !
   Munculnya background sound yang tidak di
    inginkan (noise, distorsi) anda tidak bisa
    memisahkan suara orang dengan noisy
    background seperti halnya menghapus
    background foto. Jika ini dibiarkan maka
    background musik akan terganggu
   Solusinya anda harus menyingkirkan
    sumber suara yang berpotensi menjadi
    background sound noisy seperti AC,
    handphone, dll dari lokasi shooting
PERHATIAN !

   Artikulasi talent buruk akibat refleksi
    suara yang terlalu tinggi
   Solusinya dekatkan mic ke sumber
    suara
   Gunakan selalu headphone untuk
    mengevaluasi hasil perekaman yang
    anda lakukan
PERHATIAN !

   Suara desis atau getaran pada signal
    suara
   Solusinya jika menggunakan monitor
    lepaskan kabel kamera gunakan
    batrey
   Lepaskan kabel S video, lakukan
    pengecekan terhadap kualitas kabel
OPERASIONAL PADA
SISTEM PENYIARAN
    Pada sistem operasional penyiaran televisi
     biasanya kita mengenal dua bagian mixing
     concole yang masing-masing melakukan
     proses sesuai dengan kebutuhan dan
     berlangsung secara simultan dalam sebuah
     produksi program acara
    Dalam sistem opresional penyiaran terbagi
     menjadi :
1.   Mixer untuk FoH (floor of House)
2.   Mixer Broadcast
BROADCAST - FOH
Floor of House
  Audio mixer yang digunakan untuk
  melakukan mixing guna memenuhi
  kebutuhan floor (studio, lapangan) audience
  atau penonton yang berada di tempat
  dimana pertunjukan berlangsung
Audio Broadcast
  Audio mixer yang digunakan untuk
  melakukan mixing guna memenuhi
  kebutuhan Broadcast Penyiaran
      BROADCAST - FOH

      PERTUNJUKAN/SHOW




out          in      in




                                    Rumah
                              out


       FOH        BROADCAST
FoH AUDIO MIXER
AUDIOMAN
AUDIOMAN / PENATA SUARA :
 Seseorang yang menguasai system audio dan bertanggung jawab
  terhadap kualitas audio, mengoprasikan mixer audio secara
  professional sesuai dengan sesuai denga kebutuhan produksi
  program.

TUGAS dan TANGGUNG JAWAB
 Bertanggung jawab terhadap kualitas audio baik secara teknis
  maupun non teknis
 memahami instalasi jaringan distribusi audio secara teknis dan dapat
  mengatasi apabila terjadi gangguan.
 megetahui karakter mic dan peralatan audio yang lainnya dan
  mempersiapkan peralatan audio sesuai yang dibutuhkan.
 Berkordinasi dengan Program Director/ Producer dan rekan kerja
  yang lain selama proses produksi program televisi berlangsung.
 Mengoprasikan Mixer Audio dengan baik dan Profesional.
AUDIOMAN
PRODUK YANG DIHASILKAN
  Menyajikan kualitas audio yang baik dan prima sesuai standart yang ditetapkan baik
   secara teknis maupun non teknis ( estetis )

TOLAK UKUR KEBERHASILAN
  Tidak melakukan kesalahn pada saat menjalankan operasional produksi program
  Program berjalan lancar, tidak ada kendala teknis audio.
  Berkordinasi dengan baik dengan Program Director, Producer dan crew pendukung yang
   lain

HUBUNGAN KERJA
  Jabatan Audioman berhubungan langsung dengan Program Director dan secara tidak
   langsung dengan Technical Deirector dan Producer.
  Secara structural dibawah kordinasi Supervisor Audioman.

KUALIFIKASI
  Pendidikan          : D 3 / SMA dengan catatan pengalaman dan menguasai teknik
  Pengalaman          : mengetahui Instalasi audio lebih diutamakan
  Pengatehuan         : Produksi program audio visual atau audio saja
SOP AUDIOMAN
Persiapan Produksi :

   Melaksanakan set up peralatan sistem audio untuk tugas luar / OB
   Cek kondisi peralatan audio ( audio mixer, microphon, assecoris dll )
   Melakukan alignment sistem audio bersama TD ( dengan test pattern ).
   Melakukan check sound dan mixing audio pada saat latihan .
   Berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan system tata
    suara.
   Mengikuti general rehearsel / run true program
   Terima dan baca rundown / scenario acara
   Mengikuti breafing
   Untuk acara rekaman semua crew tiba di tempat tugas 1 (satu) jam sebelum
    jam booking.
   Untuk acara LIVE semua crew tiba di tempat tugas 3 (tiga) jam sebelum jam
    booking.
   Terima dan baca schedule Audioman per minggu.
SOP AUDIOMAN
Pelaksanaan Produksi
  Memastikan seluruh crew berada dan siap di post masing-masing ( selambat-
   lambat 1 jam sebelum acara dimulai).
  Melakukan test jaringan intercom / komunikasi
  Melakukan final check seluruh sistem peralatan audio yang di pakai
  Membaca rudown/ scenario program acara
  Melakukan mixing / mengoprasikan mixer audio dengan professional sesuai
   dengan kebutuhan produksi program acara.
  Bila diperlukan memberi masukan, berdiskusi dengan PD atau produser
   mengenai tata suara program acara.
  Berkordinasi dengan TD mengenai segala hal yang berhubungan dengan
   Teknis peralatan.
  Bekerja sama dengan segenap tim produksi lainnya.
  Dapat mengambil keputusan apa bila ada masalah teknis dan segera
   melaporkan kerusakan pada maintenance jika tidak dapat diatasi sendiri.
  Selalu siap ditempat pada saat acara berlangsung.
SOP AUDIOMAN
Selesai Produksi

   Melaksanakan dismantle peralatan audio ( kabel dan
    accessories untuk tugas luar / OB )
   Mematikan semua peralatan yang perlu dimatikan sesuai
    prosedur dan melakukan perawatan peralatan.
   Mengembalikan semua peralatan pada tempat penyimpanan
    semula dan melakukan pemeriksaan ulang.
   Memberi laporan kepada petugas pengisian operation sheet (
    TD )
   Menyerahkan kembali kunci storage kepada petugas jaga
    setelah setelah acara selesai ( untuk studio 2 )
   Sebelum pulang jangan lupa absen.
TERIMA KASIH

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:891
posted:4/13/2010
language:Indonesian
pages:29