Docstoc

Strategi Mancing Ikan Mas

Document Sample
Strategi Mancing Ikan Mas Powered By Docstoc
					                             MANCING IKAN MAS
                                            PRAKATA

 Kegiatan memancing adalah salah satu yang sangat digemari dewasa ini baik sebagai tempat mencari
nafkah, sarana hiburan, olahraga maupun pelepas kejenuhan. Banyak cara yang dilakukan orang demi
memenuhi keinginannya untuk memancing. Dari yang mengeluarkan biaya sangat mahal untuk
peralatannya (fishing gear) hingga yang tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun. Bahkan kalangan
pemancing pun sangat beraneka ragam, dari rakyat jelata hingga presiden, yang muda hingga yang tua, pria
maupun wanita. Memancing menjadi alternatif yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang. Di luar
nelayan atau petani ikan, memancing adalah suatu hobi yang menyatukan kegiatan olahraga, olahrasa dan
rekreasi.
Di Indonesia kegiatan ini dapat dilakukan di manapun sepanjang area tersebut terdapat air dan memenuhi
syarat yang menjamin kelangsungan hidup ikan. Utamanya di laut, di danau dan tempat-tempat lain di
daratan seperti empang, situ, balong, sungai dan sebagainya. Namun manfaatkan hanya waktu luang anda
di akhir pekan atau waktu-waktu liburan agar hobi kita yang satu ini tidak mengganggu pekerjaan.
Sebagai awal, ruang ini sengaja disediakan bagi para penggemar mancing di manapun juga sebagai sarana
menggali informasi, pengetahuan ataupun bertukar pengalaman. Sengaja halaman ini hanya mengungkap
tentang mancing pada spesis ikan tertentu yaitu Ikan Mas (Cyprinus Carpio, latin)(Common Carp, english)
agar dapat memberi inspirasi sesama pemancing lainnya untuk membuat situs serupa dengan tema mancing
lainnya. Banyak di media internet ini yang menyediakan referensinya tentang memancing namun sedikit
sekali yang berbahasa Indonesia. Semoga dengan adanya halaman ini dapat menjalin ikatan erat sesama
penggemar mancing khususnya di Indonesia. Salam untuk para pemancing Indonesia !!

                                            BIOLOGI
              | SPESIS | HABITAT | PERKEMBANGBIAKAN | KEBIASAAN MAKAN |
                                    | TENTANG IKAN MAS |




                                               SPESIS

Nama umum Ikan Mas, nama latin Cyprinus Carpio, nama asing Common Carp. Secara garis besar bentuk
    dari pada ikan mas yakni badan agak panjang dan pipih dengan warna tubuh keemasan, warna varian
  lainnya putih, kuning, merah, hitam dan corak kombinasi warna-warna tadi. Mulutnya dapat dilebarkan
  dengan struktur bibir lunak. Terdapat dua sungut (semacam kumis) yang membedakannya dengan ikan
maskoki; Crucian Carp (Carassius Carassius); Gold Fish (Carassius Auratus). Bagian kepala tanpa sisik,
seluruh tubuh dipenuhi sisik agak besar kecuali pada varian ikan mas kaca; Mirror Carp dan Leather Carp
     yang sebagian bahkan nyaris seluruh tubuhnya tidak bersisik. Badannya yang gemuk tersebut dapat
      mencapai 36 kg dengan panjang 1.5 m (keterangan berat dan panjang disarikan dari The Dorling
 Kindersley ~ The Encyclopedia Of Fishing - Section Species, Freshwater Fish, Carp, page 135). Tentang
   berat ini pernah disaksikan ikan mas di Indonesia yang mencapai berat 30 kg panjang 1 m lebih milik
 seorang petani ikan di Jawa Barat. Untuk ikan mas dengan berat di atas 10 kg yang berhasil dipancing di
    lokasi alam, foto-fotonya dapat dilihat di Carp Net. Pada varian Wild Carp yang bentuk badannya
memanjang ukurannya lebih kecil dari Common Carp. Di Indonesia sendiri Ikan Mas ini mempunyai nama
khas sendiri berdasar bentuk, warna dan wilayah penyebarannya seperti Lauk Mas, Mas Majalaya, Punten,
                       Nyonya, Kaca, Kancra Domas, Kumpay dan lain sebagainya.




                                              HABITAT

 Ikan mas berasal dari daratan Asia dan telah lama dibudidayakan sebagai ikan konsumsi oleh bangsa Cina
     sejak 400 tahun SM. Penyebarannya merata di daratan Asia juga Eropa sebagian Amerika Utara dan
    Australia. Pembudidayaan ikan mas di Indonesia banyak ditemui di Jawa dan Sumatra dalam bentuk
empang, balong maupun keramba terapung yang di letakan di danau atau waduk besar. Budidaya modern di
              Jawa Barat menggunakan sistem air deras untuk mempercepat pertumbuhannnya.
   Habitat aslinya yang di alam meliputi sungai berarus tenang sampai sedang dan di area dangkal danau.
   Perairan yang disukai tentunya yang banyak menyediakan pakan alaminya. Ceruk atau area kecil yang
 terdalam pada suatu dasar perairan adalah tempat yang sangat ideal untuknya. Bagian-bagian sungai yang
  terlindungi rindangmya pepohonan dan tepi sungai dimana terdapat runtuhan pohon yang tumbang dapat
 menjadi tempat favoritnya. Di Indonesia sendiri untuk mencari tempat memancing ikan mas bukanlah hal
 yang sulit. Karena selain telah dibudidayakan banyak empang yang sengaja dibuat demi memanjakan para
                                      penggemar mancing ikan mas.

                                    PERKEMBANGBIAKAN

    Ikan Mas berkembang biak dengan bertelur, masa kawinnya pada daerah tropis pada saat awal musim
  hujan. Ikan Mas betina biasanya bertelur di dekat tumbuhan di dalam air di perairan dangkal yang tembus
sinar matahari, telur-telur tersebut kemudian menempel pada dedaunan. Pada suhu yang hangat dan kondisi
    yang ideal telurnya akan menetas dalam 5 sampai 8 hari. Karena malasnya sang induk betina maupun
 jantan maka hasil yang menetas sangat sedikit dibanding telurnya. Para petani yang membudidayakan ikan
ini biasanya memindahkan telur-telur yang telah menempel pada medianya ke kolam lain agar didapat hasil
   yang maksimal. Beberapa bulan kemudian ikan mas sudah layak dikonsumsi beratnya lebih kurang 250
      gram. Untuk pancingan biasanya adalah ikan mas yang telah mencapai berat 500 gram ke atas.

                                      KEBIASAAN MAKAN

Kebiasaan makan (Feeding Habit) ikan mutlak diketahui seorang pemancing walau dirinya bukan seorang
biolog, karena pengetahuan ini memberikan petunjuk buat pemancing tentang umpan, selera makan, waktu
makan dan sebagainya. Ikan Mas dapat dikatagorikan sangat rakus. Memakan segala pakan yang terdapat
  di dasar air, pertengahan air dan permukaan air. Pakan alaminya meliputi tumbuhan air, lumut, cacing,
  keong, udang, kerang, larva serangga dan organisma lainnya yang ada di perairan. Dia akan membuka
 mulutnya lebar-lebar dan kemudian menyedot makanannya seperti alat penghisap. Terkadang mengaduk-
 aduk dasar air dengan mulut dan badannya sehingga menimbulkan bayang kecoklatan pada perairan.
                                           PERALATAN
  Pada dasarnya untuk mancing ikan mas tidak dibutuhkan peralatan khusus. Sebatang bambu yang diraut
   dengan kenur yang telah diberi mata kail di ujungnya sudah cukup memadai. Namun di era modern ini
 dimana banyak pabrik penghasil peralatan mancing yang membuat alat pancing yang lebih spesifik maka
 tak ada salahnya untuk kita memilih peralatan mancing yang sesuai untuk ikan mas. Hal ini dimaksudkan
untuk kepraktisan, kecepatan, kepekaaan maupun kemudahan penggunaannya. Hal terpenting adalah kelas
  yang digunakan, di Indonesia ikan mas yang disebut super, bobotnya berkisar 4 kg ~ 15kg. Dengan rasio
2:1 saja maka kelas 4kg~6kg (8lbs~14lbs) cukup aman digunakan. Sebagai contoh, jika anda menggunakan
    joran kelas 6 kg gunakan pula ukuran itu pada kenur, penggulung juga mata kail. Kondisi ini disebut
                                peralatan yang seimbang (balance tackle).

                     | JORAN | PENGGULUNG | KENUR | PELAMPUNG | KAIL |
                        | SESER | KORANG | PERLENGKAPAN TAMBAHAN |

                                                 JORAN

Joran (tackle) untuk mancing ikan mas dapat dipilih dari beberapa merek yang beredar di pasaran. Kwalitas
  joran dipilih yang kekuatannya baik dan juga mempunyai daya lentur yang sesuai penggunaannya. Perlu
   diingat bahwa lenturan joran juga mempengaruhi dalam menguras tenaga ikan yang terpancing (fight).
  Untuk kepraktisan semata dapat anda pilih joran tipe antena (telescopic), yang terdiri dari beberapa ruas
batang, dapat dipanjangkan atau dipendekkan. Namun bila anda hampir setiap minggu pergi berlomba, ada
 baiknya memilih tipe joran yang tanpa sambungan (one piece) atau yang disambung, biasanya dua batang
 (two pieces) atau tiga batang (three pieces). Joran tipe ini mempunyai kekuatan dan kelenturan yang lebih
                                            baik dari tipe antena.

  Untuk bahannya pilihlah minimal yang terbuat dari serat kaca ( fibreglass) yang berongga di tengahnya
    bukan yang padat. Dewasa ini bahkan telah banyak joran yang berbahan Carbon, Grafit, Boron atau
Kevlar. Panjang joran yang ideal antara 120 cm hingga 180 cm. Ukuran yang umum digunakan berkisar 5'
6"~6' (5 feet 6 inch s/d 6 feet) sekitar 168~180 cm, ukuran tertera jelas pada badan joran. Jumlah marit atau
 jalur benang minimal yang berjumlah 5 agar pembagian beban pada batang joran merata. Kelenturan atau
   aksi joran sesuaikan dengan keperluan, semakin lentur akan semakin betambah kepekaannya terhadap
 gigitan ikan, ukuran kelenturan biasanya disebut Taper misalnya Fast Taper, Medium Taper, Slow Taper
    dan beberapa kombinasi di antaranya. Untuk Fast Taper kelenturan joran sepertiga bagian hingga ke
 ujungnya (Tip Action), joran tipe ini hanya melengkung di bagian ujungnya sedang pangkalnya tetap lurus
     tanpa beraksi. Penggunanaannya dimaksudkan untuk kecepatan cocok dipakai pada saat lomba atau
 mancing sistem galatama. Medium Taper adalah kelenturan joran dari bagian tengah sampai ke ujungnya
   (Middle To Tip Action) yang akan melengkung dari bagian tengah ke ujungnya. Slow Taper (Through
     Action) yang akan melengkung dari pangkal hingga ke ujung joran. Medium Taper dan Slow Taper
    biasanya digunakan untuk mancing harian atau perlombaan mancing yang santai. Bila banyak variasi
  mancing dan lomba yang anda laksanakan pilihlah yang Medium Taper jika memang anda tidak terlalu
       memikirkan soal spesifikasi tadi. Yang perlu diingat adalah aksi joran yang melengkung itu akan
 menimbulkan reaksi pada gerakan meluruskan kembali pada joran tersebut, reaksi inilah yang membantu
    anda menguras tenaga ikan. Padukan tingkat kelenturan tadi dengan kekuatan atau kelas kenur yang
  digunakan. Kenur terlalu kecil akan mudah putus bila dipadu dengan Fast Taper, sebaliknya joran Slow
     Taper beresiko patah jika dipadu kenur berkekuatan besar pada saat menghentakkan joran atau saat
  menaklukan. Merek joran yang baik dapat anda temukan dengan mudah di toko-toko pancing terkemuka
  beberapa diantaranya yaitu Shimano, Daiwa, Fenwyck, Berkley dan masih banyak lagi. Kembali ke soal
  marit atau jalur benang, telah banyak produsen joran yang mengeluarkan produk joran tanpa marit. Jadi
      kenur langsung melewati rongga batang joran. Tentu saja keuntungannya, joran akan melengkung
   sempurna sehingga menambah kekuatan joran. Contohnya seri interline dari Daiwa dan innerline dari
                                               Shimano.




                                           PENGGULUNG

Penggulung atau ril (reel) merupakan piranti yang penting di dunia mancing dewasa ini. Memang beberapa
 pemancing tradisional di negara kita terkadang tidak memerlukannya. Namun untuk mereka yang serius di
      arena mancing, penggulung menjadi suatu keharusan. Mancing ikan mas akan sangat nyaman bila
 penggulung yang digunakan adalah spinning reel, dicirikan dengan penggulungnya yang ada di depan dan
pemasangannya di bawah joran. Dalam memilih penggulung yang baik tentu saja utamakan adalah kwalitas
    dari spining ril itu sendiri. Ril yang baik badannya terbuat dari Grafit yang ringan bukan plastik atau
    alumunium. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih spining ril seperti rem spul (Drag),
             bantalan roda (Ball Bearing), rasio gigi (Gear Ratio), kapasitas kenur dan kelas ril.
 Drag atau mekanisme yang menahan lajunya spul saat kenur dilarikan ikan adalah alat yang vital pada ril.
 Tanpa drag kemungkinan gagalnya menaklukkan ikan jadi besar terutama saat menghadapi ikan mas yang
  berukuran super. Ril yang baik mempunyai beberapa lempengan elemen drag di dalamnya, dapat dilihat
  pada dus atau buku pentunjuknya. Letaknya ada yang di depan disebut Front Drag (bagian atas spul) ada
 juga yang di bagian belakang ril disebut Rear Drag. Beda keduanya hanya pada letak, namun berdasarkan
     pengalaman, Front Drag lebih tangguh, dapat menahan lajunya ikan dengan mulus tanpa tersendat.
   Ball Bearing atau bantalan roda berfungsi meminimalkan gesekan pada setiap mekanismenya sehingga
     perputaran yang dihasilkan menjadi lancar karena kurangnya beban yang dinetralisir bantalan. Pada
   prakteknya semakin banyak Ball Bearing adalah semakin baik, tapi konsekwensinya harga ril menjadi
  mahal. Jumlah bantalan sebaiknya dilihat dari diagram ril pada buku petunjuknya. Tiga (3) Ball Bearing
 pada ril sudah memadai. biasanya terletak pada Pinion Gear, Drive Gear sebelah kiri dan Line Roller-nya.
  Gear Ratio atau rasio gigi, dihasilkan dari perbandingan putaran gagang (handle) dengan putaran Rotor.
Gear Ratio 4:1 sudah memadai untuk digunakan mancing ikan mas, rasio ini akan menghasilkan 4 putaran
rotor pada 1 kali putaran gagangnya. Ril modern gear rationya antara 3:1~6,3:1. Bedakan dengan Trolling
 Gear yang mempunyai dua posisi gear ratio, rasio yang rendahnya untuk mengatasi perlawanan ikan yang
  sangat besar. Maka pada pemancingan ikan mas gear ratio yang tinggi akan semakin baik, terutama saat
                                  lomba atau mancing ikan mas sistim galatama.
  Kapasitas kenur dan kelas ril yang digunakan berukuran 4kg~8kg pada kelasnya yang menampung kenur
 8lbs~14lbs sebanyak 60m hingga 200m sudah cukup memadai digunakan pada perlombaan mancing ikan
  mas. Penggolongan kelas ril biasanya ditunjukkan oleh tipenya yang bernomor 100, 200, 1000, 2000 dan
     seterusnya. Tipe yang digunakan untuk mancing ikan emas adalah 2000 ke bawah. Beberapa merek
  terkenal yang terbukti cukup handal dalam pemakaian dan keawetannya seperti Daiwa SS-700, Shimano
                     tipe Stella, Biomaster, Ultegra juga Wonder Zeus dan lain sebagainya.




                                                KENUR
 Banyak pemula yang menanyakan berapa ukuran kenur yang sebaiknya digunakan untuk memancing ikan
 mas ? Sesungguhnya jawaban itu akan sangat relatif, karena tiap kondisi mancing akan mendapat jawaban
    berbeda. Pada dasarnya diameter kenur semakin kecil adalah baik, akan tetapi kendala muncul karena
  empang yang digunakan bukan milik sendiri kecuali di danau yang luas tentunya, dimana kita dapat tarik
  ulur dengan ikan mas besar bermenit-menit tanpa mengganggu lapak sebelah. Idealnya untuk mancing di
    empang pemancingan ikan mas, carilah kenur yang berdiameter kecil namun memiliki kekuatan yang
 besar. Sudah banyak di pasaran kenur-kenur impor yang berkarakteristik seperti itu. Namun bagi pengejar
   rekor harap dicari kenur berlabel IGFA Class agar rekor anda diakui. Pada pemancingan lomba ukuran
 diameter kenur sebaiknya 0,20~0,26mm atau kekuatannya berkisar 6~12lbs. Pada lomba sistem galatama
   dapat dipakai dari ukuran 0,24~0,28mm karena rangkaian pancingnya tidak pakai pelampung (pancing
   glosor). Pancing berpelampung menggunakan kenur diameter lebih dari 0,26mm sangat riskan dikenali
     ikan mas yang cenderung penakut dan suka menghindar terutama pada bayangan manusia dan juga
 bayangan kenur yang tebal. Untuk merek pilihlah yang sudah terkenal seperti Berkley, Fenwyck, Maxima,
  Platypus, Siglon dan lain-lain. Warna kenur pilih yang tersamar dengan warna air, boleh juga warna neon
(flourecent) yang sangat cocok untuk mancing malam hari atau menggunakan rangkaian pancing glosor.

                                            PELAMPUNG

  Pelampung merupakan alat pendeteksi yang memberitahukan bahwa ikan mas tengah memakan umpan
 kita. Pelampung atau kambangan ini dibuat dari bahan yang sangat ringan agar dapat mengambang di air.
  Bahannya dapat terbuat dari kayu balsa, plastik atau bulu ayam merak. Bentuknya beraneka ragam dari
  yang berbentuk bola hingga batang dengan warna-warni yang terang. Pada saat mancing harian atau di
 daerah seperti Bogor, Sukabumi dan daerah Jawa Barat lainnya pelampung yang digunakan sangat kecil,
seperti gambar yang ada di bawah ini sangat berguna untuk mendeteksi gigitan ikan mas yang sangat halus.




Namun untuk pemancing Jakarta dan Bandung yang biasa mengikuti lomba akbar, pelampung yan dipakai
berbentuk batang yang terbuat dari bulu ayam merak. Pelampung ini sangat baik mendeteksi gigitan ikan
  dan dapat terlihat pada jarak yang jauh. Untuk ikan mas jangan gunakan pelampung yang terlalu besar
 karena dapat menahan gerak umpan yang tersedot mulut ikan mas sehingga ikan tersebut mengurungkan
  niatnya. Sebenarnya masih banyak alat pendeteksi lainnya seperti monkey climber, alarm dan lainnya
                                 namun tidak umum digunakan di sini.

                                                 KAIL

Penggunaan rangkaian mata kail yang sudah jadi dapat anda beli di tempat yang menjual peralatan mancing
   atau dirangkai sendiri, yang terdiri dari 2 atau 3 mata kail dapat langsung dipakai. Sedang ukuran kail
  sesuaikan dengan ukuran ikan yang ditebarkan di empang pemancingan, dengan nomor 9~5 (biasanya
nomor yang besar ukuran kailnya lebih kecil tergantung dari mereknya), untuk lomba galatama dan lomba
 akbar di hari Minggu sediakan mata pancing rangkai 3 ukuran 5 atau 6. Sedangkan untuk mancing harian
 yang penebaran ikannya sedikit gunakan mata kail lebih kecil dengan rangkaian tunggal. Rangkaian kail
 tunggal dengan pelampung kecil lebih efektif digunakan di empang yang ukurannya kecil dan penebaran
    ikannya sedikit. Bentuk mata kail untuk memancing ikan mas adalah yang berbatang pendek dengan
    lengkung setengah lingkaran dengan ujung pengikat yang gepeng (spade end) bahannya terbuat dari
     Carbon dan stainless steel. Beberapa merek yang sudah terkenal dan banyak dipakai yakni Owner,
 Gamakatsu, Mustad, Daiichi. Biasakan untuk selalu mengganti mata kail yang telah berkarat atau tumpul.
  Karena kesempatan mendapat ikan besar terkadang pupus karena kail yang patah atau tidak menancap
                                             dengan sempurna.

                                                SESER
 Seser atau serokan berfungsi menyerok ikan yang berhasil kita taklukkan untuk kemudian kita angkat ke
 darat. Pada perlombaan tentunya seser ini mutlak kita bawa kecuali lomba mancing sistim galatama yang
serokannya telah disediakan. Penggunaan seser yang benar adalah setelah dirasa tenaga ikan telah terkuras
 kemudian kepala ikan telah berada di atas air (mendongak) selamkan seser dan raih ikan dari arah bawah.
     Hindarkan menyeburkan seser pada saat ikan belum terlihat walau ikan tersebut sudah ada dekat
pemancing karena saat itu tenaga ikan masih besar dan turunnya serokan akan menyebabkan ikan terkejut
  dan berontak dengan sekuat tenaganya. Gunakanlah seser yang berbatang besi stainless berongga yang
       ringan dengan diameter lingkaran kira-kira 50 cm dan jaringnya dari tali plastik yang kuat.

                                              KORANG

  Setelah ikan terangkat maka kita membutuhkan korang yang berguna menyimpan ikan sementara kita
memancing. Pakailah korang yang besar berbentuk seperti karung dengan leher korang yang agak panjang.
  Biasakan memeriksa korang yang kita simpan sebelum berangkat mancing siapa tahu terdapat lubang
              karena gigitan tikus, hingga ikan yang kita taruh di korang itu lolos keluar.

                               PERLENGKAPAN TAMBAHAN

        Di bawah ini beberapa peralatan yang mungkin dibutuhkan saat akan berangkat mancing:
             · Kotak pancing yang berguna menyimpan peralatan mancing yang kecil-kecil.
                · Tas joran untuk membawa dan melindungi beberapa joran dan peralatan.
                    · Baskom minimal 3 buah untuk mengaduk dan menyimpan umpan
                         · Topi dan payung akan sangat berguna saat terik dan hujan.
                       · 2 batang besi yang berfungsi sebagai tatakan joran (rod rest).
                                     · Kursi khusus mancing yang nyaman.
                          · Parutan, pembuka kaleng, lap serbet dan kantong plastik.



                                      CARA MANCING
     Cara yang biasa dipakai di Indonesia untuk memancing ikan mas terdapat dua cara yaitu dengan
 menggunakan rangkaian berpelampung atau rangkaian langsung yang diberi pemberat (disebut glosor).
  Pada mancing sistim galatama rangkaian glosor yang dipakai karena pelampung tidak diperbolehkan.
    Sedang pada lomba mancing yang biasa, baik kedua rangkaian tadi boleh digunakan. Penggunaan
 rangkaian mana yang cocok atau lebih efektif tergantung dari kebiasaan pemancing itu sendiri, kondisi
 cuaca dan empang tempat memancing juga turut mempengaruhi. Beberapa rangkaian tambahan lainnya
  yang diurai di sini didapat dari literatur asing, di mana kondisi mancing mereka berbeda dengan kita.
      Mereka tidak mengenal empang sewa yang khusus untuk mancing seperti di Indonesia, tetapi
memancingnya langsung dari alam yang terpelihara. Sehingga pada sungai atau perairan yang di tuju masih
 mudah dicari ikan masnya, selain itu sistim tangkap dan lepas (Catch And Release) juga sistim batasan
 yang boleh diangkat (Bag Limit) sangat dipatuhi para pemancing asing, tentu saja hal ini dapat menjaga
                           kelestarian ekosistem ikan mas pada habitat aslinya.
 Beberapa link-link dari situs asing mengenai mancing dan hal yang berhubungan dapat anda temui pada
                                           halaman Link Mancing.

      | RANGKAIAN BERPELAMPUNG | RANGKAIAN GLOSOR | RANGKAIAN LAINNYA |
                             | MERANGKAI KAIL |

                               RANGKAIAN BERPELAMPUNG

  Rangkaian berpelampung merupakan rangkaian umum yang banyak dipakai pemancing, karena isyarat
deteksi mudah dibaca. Pemasangan pelampung cukup mudah bila digunakan peniti khusus pelampung dan
 karet pembatas khusus (stopper) yang membuat rangkaian tadi menjadi praktis di joran anda. Mula-mula
loloskan kenur pada jalur kenur di joran, masukkan secara berurut karet pembatas, peniti pelampung, karet
      pembatas, timah sebesar biji lada terakhir ikatkan peniti (link swivel) di ujung kenur. Rangkaian
 berpelampung ini sangat cocok diterapkan pada air yang tenang atau berangin sedang dengan kedalaman
  maksimal 2 meter. Ukuran kedalaman air harus tepat agar jarak pelampung dengan umpan tidak terlalu
 panjang yang dapat membuat ikan luput dikenai saat joran digentak, jangan pula terlalu pendek sehingga
   pelampung tenggelam atau umpan mengambang. Lontarkan umpan ke tengah perairan, gulung kenur
 sedikit , celupkan ujung joran ke air kepretkan joran sampai kenur menjadi tenggelam karena kenur yang
 mengambang akan terbawa arus atau tertiup angin. Pilihlah daerah terdalam di tempat jatuhnya lemparan
 dengan menggeser sedikit demi sedikit hingga pelampung agak tenggelam. Perhatikan pelampung dengan
  seksama, bedakan gerakan pelampung karena tertiup angin, terbawa arus atau tersenggol ikan. Gerakan
    pelampung batang yang umpannya sedang dimakan adalah ke arah bawah, waspadalah untuk segera
   menggentak joran tatkala pelampung tenggelam seluruhnya. Hentakan joran ke arah belakang dengan
        keras. Mulailah permainan anda selanjutnya yakni menakalukkan ikan yang terpancing itu.




                                      RANGKAIAN GLOSOR

 Telah diurai di atas bahwa rangkaian berpelampung lebih nyaman dan mudah diperhatikan karena deteksi
gigitan ikan mas dapat dilihat melalui pelampung. Namun rangkaian tersebut tidak selamanya dapat dipakai
seperti pada saat angin yang kencang, perairan yang terlalu dalam (2 m lebih) atau arus air yang deras. Juga
  pada mancing sistim galatama yang tidak memperbolehkan penggunaan pelampung. Untuk itulah dapat
   anda pakai rangkaian pancing tanpa pelampung yang biasa disebut glosor. Metoda ini sebenarnya juga
 sangat efektif mendeteksi gigitan ikan mas pada umpan karena menyalurkan getaran langsung pada kenur.
 Keuntungan lainnya dari rangkaian ini antara lain yaitu dapat dilontarkan lebih jauh lagi ke tengah, mudah
   mendeteksi umpan yang disambar ikan mas sebelum umpan tersebut mencapai dasar, jarang membuat
  kenur anda dengan kenur pemancing lain saling mengikat (kusut) dan anda tak perlu memicingkan mata
   karena melihat pelampung yang jauh namun cukup melihat tempat masuknya kenur ke dalam air atau
  merasakan umpan yang termakan dengan sentuhan jari anda bahkan terkadang mata kail akan tertancap
    sendiri tanpa perlu anda menggentak lagi. Kenur anda di penggulung cukup diikatkan pada ujungnya
 sebuah peniti khusus mancing. Agar lebih praktis, gunakan kenur pengikat kail berwarna hitam sepanjang
   20 cm, ikatkan peniti pancing di ujungnya, masukkan timah pemberat minimal sebesar biji jagung lalu
 ujung kenur yang lain ikatkan kili-kili (swivel), ingat ! timah pemberat jangan sampai tertahan jadi artinya
  kenur harus dapat meluncur mulus melalui lubang pada timah pemberatnya (alat seperti ini biasa disebut
 bemper). Hati-hati bila timah pemberat yang dipakai ukurannya agak besar, apabila sedang mengajar ikan
  mas tiba-tiba ikan berontak dan ikan dapat meloloskan diri maka jepretan timah pemberat dan rangkaian
   pancing akan meluncur deras ke arah anda. Kekurangan pada rangkaian pancing glosor adalah kurang
             pekanya pendeteksian pada gigitan ikan mas yang terkadang sangat halus sekali.

                                      RANGKAIAN LAINNYA
  Rangkaian-rangkaian lain yang akan diurai di sini adalah dasar, pengembangan atau perpaduan dari pada
   dua rangkaian sebelumnya. Penggunaannya kurang umum dilakukan pemancing karena memang hanya
untuk menghadapi situasi tertentu dan seperti telah diulas di atas beberapa diantaranya berasal dari literatur
    asing dengan kondisi berbeda. Tetapi tidak ada salahnya untuk diketahui, karena dapat menjadi bahan
                                                 perbandingan.
   Rangkaian Langsung (Free Lining), rangkaian ini sangat sederhana karena hanya dengan mengikatkan
    sebuah kail tunggal pada ujung kenur. Cara ini sebenarnya tergolong sangat tradisional, namun sangat
  efektif mendeteksi gigitan ikan mas yang halus sekalipun dan berguna untuk menghadapi ikan mas yang
 malas atau penakut sekali cara makannya. Sebab melalui rangkaian kenur bebas ini ikan mas yang sedang
 mencoba-coba umpan tak akan merasa takut melahap umpan karena tak ada beban yang menghalanginya.
     Kunci keberhasilannya terletak pada berat dan besar umpan yang digunakan, sehingga hanya dengan
    penggunaan yang tepat, umpan dapat dilontarkan secara akurat menuju sasaran tanpa mengurangi rasa
                                                 ketakutan ikan.
 Rangkaian langsung berpemberat besar, adalah pengembangan dari kenur bebas yang ditambahkan sebuah
   pemberat berlubang yang agak besar (kira-kira sebesar ujung jari telunjuk), cara merangkainya hampir
      sama dengan rangkaian glosor hanya saja tanpa menggunakan bemper, jadi masukkan dulu sebuah
   pembatas lalu timah pemberat dan terakhir ikatkan sebuah kail tunggal saja, kenur tentunya harus dapat
     bergerak bebas. Maksud dari rangkaian ini adalah saat ikan mas berusaha melahap umpan maka ikan
tersebut tak ragu-ragu lagi melahap atau menyambarnya karena belum ada beban yang menahannya, namun
 saat kail berumpan yang dimakannya tertahan pada batas timah ikan akan terkejut sehingga menyebabkan
          kail akan menancap dengan sendirinya akibat beban timah pemberat yang cukup besar itu.
   Rangkaian pancing glosor berpelampung merupakan perpaduan antara rangkaian glosor dan rangkaian
       berpelampung namun pelampung yang dimaksud bukan berada di air tetapi berada tepat di antara
     penggulung dan jalur kenur (marit) yang pertama. Fungsi pelampung adalah pengalih perhatian anda
terhadap getaran akibat umpan yang termakan ikan, gerakan pelampung naik turun kemudian jatuh terlepas
  akibat kenur ditarik ikan. Untuk menggunakannya harus pula disediakan tatakan joran (rod rest) seperti
  ilustrasi di bawah ini. Alat deteksi dapat dibuat sendiri dari gabus dan jepitan rambut (di asalnya disebut
      Bobbin Indicator) atau dapat juga memakai alat deteksi yang disebut monkey climber karena dapat
                                             bergerak turun naik.




                                                UMPAN
      Mancing apapun jenisnya sangat bergantung pada umpan, karena menentukan sekali dalam hasil
tangkapan. Pada umumnya umpan untuk mancing itu terbagi atas : Umpan Alami/Hidup (Natural Bait) dan
Umpan Buatan (Artificial Bait). Kriteria umpan yang akan digunakan tergantung pada jenis ikan yang akan
 dipancing. Umpan untuk ikan laut (Saltwater Fish) tentu akan berbeda sekali dengan umpan untuk ikan air
   tawar (Freshwater Fish). Bahkan pada ikan laut maupun ikan air tawar tadi umpan akan berlainan pula
  terhadap jenis ikannya. Sebagai contoh, umpan tiruan berbentuk katak tak akan disambar oleh ikan mas.
           Oleh sebab itu pengetahuan akan umpan menjadi dasar kemampuan anda memancing.
             | UMPAN HIDUP | UMPAN UMUM | UMPAN SPESIAL | UMPAN PENEBAR |
                                           UMPAN HIDUP

  Umpan hidup atau alami yang khusus untuk ikan mas adalah makanan alaminya di habitat aslinya bukan
   pada saat pembudidayaan. Kegemarannya mengaduk lumpur pada dasar air adalah untuk mencari biota
hidup yang jadi makanannya. Umpan hidup yang baik untuk dipakai adalah yang masih hidup sedang untuk
umpan alami berasal dari umpan hidup atau makanan alami lainnya yang digunakan pada saat masih hidup
     ataupun mati namun hanya murni umpan alami itu saja, misalnya udang yang telah dikupas kulitnya.
  Umpan alami ikan mas meliputi hewan dan tumbuhan. Diantaranya yang disukai contohnya adalah jenis
   lumut (algae), beberapa jenis cacing, udang kecil, ikan-ikan kecil sebangsa cere, keong yang menempel
      pada tumbuhan air, sejenis kerang air tawar, larva serangga maupun serangga itu sendiri. Beberapa
    serangga terbang dan melata yang terkadang jatuh pula ke air yakni ulat bambu, uter, ulat daun pisang,
   lebah, larva lebah dan larva semut (semut rangrang) di sebut kroto. Penyajian umpan hidup diusahakan
  mengikuti bentuk umpan namun dikaitkan pada mata kail secara benar agar umpan tersebut dapat hidup
  lama di dalam air. Penempatannya bisa di permukaan, di tengah dan di dasar air. Beberapa umpan hidup
  yang efektif untuk memancing ikan mas adalah cacing merah,cacing sawah (lur) dan kroto. Pemasangan
 cacing pada mata kail sangatlah mudah, pegang cacing dengan jari kiri lalu dengan tangan kanan tusukkan
    cacing pada badannya dekat kepala (anggap cacing mempunyai kepala dan ekor) ikuti bentuk kail dan
    keluarkan ujung mata kail pada badan dekat ekornya sehingga tampak seekor cacing menjuntai di kail
    anda. Bila terlalu panjang cacing dapat dipotong terlebih dahulu. Untuk kroto, carilah larva putih yang
sudah berbentuk semut (yang berbentuk beras dicampurkan ke umpan buatan) untuk satu kail bisa 2 atau 3
    ekor sekaligus. Tancapkan kail sampai tembus pada bagian dadanya. Kroto atau larva semut ini jangan
   dipegang terlalu keras karena jika terpencet cairannya akan keluar sehingga bentuk semut akan kempes
                            seperti potongan plastik dan jadi tidak berguna lagi.




                                           UMPAN UMUM

     Umpan umum yang dimaksud di sini adalah umpan buatan yang dapat dicerna ikan, merupakan hasil
    pabrikan yang kemudian diramu sendiri oleh pemancing sehingga menjadi umpan siap saji. Pemberian
  umpan buatan awalnya semasa pembudidayaan karena selain mudah dibuat dan praktis, umpan buatan ini
   dapat mempercepat tumbuhnya ikan lewat protein dan gizi yang dicampurkan di dalamnya. Bahan dasar
    umpan terbuat dari tepung ikan dan bahan lainnya dicampur kemudian dipadatkan di sebut pelet. Dari
bahan pelet inilah umpan yang umum dipakai oleh para pemancing, sedang tambahan ramuannya biasanya
dimiliki sendiri oleh masing-masing pemancing . Bahan dasar untuk ramuan umpan atau umpan yang sudah
 jadipun kini ada banyak terdapat di toko pancing. Beberapa di antaranya malah diimpor langsung dari luar
    negeri seperti pelet Marukyu dari Jepang, aroma perangsang produksi Berkley dan sebagainya. Namun
   secara umum umpan ramuan dibuat sebagai berikut: 1 kantong pelet halus, ikan sardin 1 kaleng, 1 butir
 telur bebek. Bersihkan sardin dari sausnya lalu hancurkan , telur bebek ambil bagian kuningnya saja, aduk
    rata pada baskom lalu campurkan pelet halus tadi sedikit demi sedikit dan aduk hingga merata dengan
     menambahkan sedikit air. Untuk mengaduk dapat digunakan sendok nasi yang besar (centong), aduk
 hingga liat sampai umpan siap digunakan. Umpan yang sudah jadi dapat ditambahkan kroto. Tutup umpan
 dengan serbet basah agar tidak diganggu lalat dan tidak kering terkena sinar matahari. Penggunaan umpan
 cukup dipulung-pulung kira-kira sebesar kelereng lalu disatukan ke kail dengan bentuk seperti tetesan air.
      Besar umpan sesuaikan dengan besarnya mata kail. Umpan umum ini hanya disajikan di dasar air.
 Pengalaman akan mengajarkan anda pada ramuan dan takaran yang sesuai sehingga saatnya nanti umpan
                               anda menjadi yang terhebat di lomba.



                                          UMPAN SPESIAL

Disebut umpan spesial atau khusus, adalah karena memang menggunakan ramuan yang spesial dan sengaja
 dibuat biasanya pada saat lomba memancing. Resep tercanggih untuk umpan ramuan spesial ini memang
 belum ada yang pasti. Sebab lain pemancing lain pula resepnya, lain empang lain lagi ramuannya. Namun
     beberapa pemancing membenarkan bahwa kemahiran membuat umpan yang khusus dapat membawa
    seorang pemancing menjadi pemenang dalam suatu lomba. Walau belum ada penelitian secara khusus
  terhadap selera makan ikan mas terutama yang berukuran super namun berdasarkan pengalaman rasanya
dapat dibuktikan umpan ramuan yang jitu dapat merajai suatu lomba mancing. Jadi jangan heran jika dalam
suatu lomba banyak ditemui umpan dengan ramuan dan aroma yang beraneka ragam. Beberapa pemancing
 bahkan menyiapkam bahan-bahan umpannya jauh hari sebelum pertandingan karena sulitnya dicari bahan
  tersebut. Boleh dibilang umpan spesial ini bila sudah jadi aromanya sangat wangi karena memang bahan
 pembuatnya terdiri dari bahan-bahan yang berprotein tinggi. Ikan mas memang menyukai makanan alami
     yang berprotein tinggi di alam aslinya, mungkin hal inilah yang mendorong pemancing menciptakan
ramuan umpan seperti itu yang berprotein tinggi sehingga menghasilkan aroma yang mungkin disukai ikan
mas. Ada banyak sekali ramuan umpan spesial di sini yang berhasil dikumpulkan berdasarkan pengalaman
  dan sumbangan dari para pemancing dan beberapa diantaranya merupakan hasil rangkuman dari majalah
      Media Mancing dan majalah Mancing dua diantara majalah mancing Indonesia yang pernah terbit.
   Pemuatannya sengaja dibuat pada halaman khusus berikut ini. KLIK DI SINI menuju halaman Resep-
                                   Resep Umpan Ramuan Khusus Ikan Mas.



                                         UMPAN PENEBAR

 Umpan penebar adalah umpan yang sengaja ditebarkan pada tempat tertentu (chumming) yang berpotensi
 agar ikan-ikan segera berkumpul, biasanya disebut umpan bom. Istilah pengeboman dari pemancingan ini
memang sederhananya seperti orang yang mengebom tapi dengan umpan pelet, umpan yang telah jadi atau
dari sisa kupasan kulit ubi dan kentang yang isinya tentu telah dipakai membuat umpan. Jangan ragu untuk
 melempar umpan penebar jika diperbolehkan dalam suatu lomba karena hal ini sangat efektif sekali. Ikan
    mas yang menemukan serakan umpan bom akan berkumpul sehingga dimakannya umpan anda yang
  sebenarnya hanyalah tinggal soal waktu. Artinya ikan mas yang telah menemukan contoh makanan yang
   disukainya itu akan segera melahap umpan ramuan spesial yang sebenarnya karena tentunya lebih lezat
menurutnya. Perlu diperhatikan penempatan umpan penebar harus diingat tempatnya atau titiknya karena di
 sanalah nantinya umpan sebenarnya anda tempatkan. Untuk itu saat lomba dimulai hal pertama yang anda
dan pembantu anda (disebut kenek atau kedi) lakukan adalah melempar bom atau umpan penebar tersebut.
    Bila boleh dilakukan dengan tangan gunakan pengeboman dengan tangan jika tidak maka dapat anda
  tempelkan pada rangkaian pancing anda kemudian dilontarkan dengan joran. Buatlah paling tidak 3 titik
 pada tempat yang menurut anda sangat berpotensi misalnya dekat pancuran, daerah tengah antara pinggir
  lapak dan pancuran (disebut blower, berguna sebagai aerasi kolam dan batas lapak yang berseberangan)
   dan daerah 2~3 meter di depan anda. Jangan terlalu terpengaruh dengan lapak tetangga yang lebih dulu
   melempar pancing dan mendapatkan ikan, binalah dulu titik potensial anda ini. Jangan melempar pada
  daerah tetangga atau perairan dangkal. Walau tidak saat itu anda rasakan manfaatnya kemungkinan ikan
akan berkumpul di siang harinya atau di hari menjelang sore, jadi jangan sekali-sekali dilupakan titik-titik
                                      potensial yang anda bangun tadi.
  Bila peraturan lomba tidak memperbolehkan penggunaan umpan penebar, anda tetap dapat mengebom
dengan cara lain yaitu: siapkan rangkaian pancing yang banyak isikan dengan umpan yang ukurannya lebih
   besar dari umpan yang akan digunakan, untuk lomba pasti anda menggunakan peniti pada rangkaian
pancing yang memudahkan penggantian umpan. Lempar umpan dengan joran anda pada satu titik bila telah
 mencapai dasar gentak joran sehingga umpan-umpannya terlepas. Gulung dan lemparkan kembali di titik
          tadi lalu ulangi hingga dirasakan telah cukup. Saat itulah anda baru mulai memancing.




                                     LOKASI MANCING
   Lokasi untuk memancing ikan mas dibedakan menjadi dua yaitu lokasi alam dan buatan. Lokasi alam
meliputi daerah perairan seperti sungai, rawa, situ, telaga, danau dan waduk-waduk besar pengairan. Lokasi
    buatan meliputi empang, kolam pancing, balong, dan lainnya yang sengaja dibuat untuk memenuhi
 kebutuhan para pemancing ikan mas ini. Untuk memanjakan pemancing, kolam pancing diisikan terlebih
dahulu ikan masnya atau sesuai perjanjian yang tentunya tak tertulis. Ada beberapa sistim yang diterapkan
pada empang yaitu harian, kiloan, borongan, lomba dan galatama. Untuk lokasi buatan, banyak ditemukan
 di pulau Jawa dan Sumatra. Namun untuk lokasi alam, mungkin agak sulit mencarinya di Jawa ini karena
 alamnya yang mulai terkontaminasi limbah industri dan terusik tangan manusia. Bila ingin mencari lokasi
 alam yang menarik dan masih menjanjikan khususnya untuk ikan mas, mungkin harus mencarinya di luar
Jawa. Atau bila ada pemancing lain yang dapat membantu dapat menghubungi saya lewat email atau forum
                            hingga bisa ditampilkan informasi anda di situs ini.

                    | LOKASI ALAM | EMPANG HARIAN | EMPANG KILOAN |
               | EMPANG BORONGAN | EMPANG LOMBA | EMPANG GALATAMA |

                                          LOKASI ALAM

 Bagi yang gemar berpetualang tentunya mancing ikan akan lebih mengasyikkan bila memancingnya pada
lokasi alam habitat ikan. Sayangnya di Indonesia, sedikit sekali atau hampir tidak ada pemancing petualang
 yang mengkhususkan diri hanya pada spesies ikan mas. Rata-rata mereka beranggapan tangkapan apapun
yang diperoleh, itulah yang mereka pancing. Sedang yang mengkhususkan diri mungkin hanya pada spesies
  ikan air tawar predator seperti Gabus, Belida, Sius dan lain-lain. Itupun sudah sangat bagus, siapa tahu
  nanti ada spesies ikan air tawar yang alami (bukan hasil budidaya) yang menjadi primadona Indonesia,
                         seperti ikan Bass, Salmon, Trout, Pike di dunia barat sana.
 Bagi yang penasaran anda dapat mencoba lokasi pada waduk pengairan besar seperti Cirata, Jatiluhur dan
Saguling di Jawa Barat, keberadaan ikan mas sangat potensial karena sebagian berasal dari pembibitan dan
    budidaya jala terapung yang banyak di sekitarnya yang berhasil lolos menuju alam lepas. Lokasi alam
lainnya dapat anda kenali dari kondisi perairannya. Carilah lokasi yang disukai ikan mas dan ikan air tawar
umumnya. Kondisi perairan yang terpelihara alam dengan baik, dapat menjadi tempat ideal sebagai habitat
  alam ikan. Karakteristik perairan alam terbuka yang mungkin layak dipertimbangkan sebagai lokasi alam
                                               seperti berikut :
 - Suhu air suatu perairan sangat mempengaruhi keberadaan ikan. Suhu yang disukai ikan berkisar 20º~26º
                                            C atau bersuhu hangat.
                                     - Kedalaman air berkisar 1~4 meter.
     - Kondisi perairannya agak keruh, hal ini malah disukai ikan ketimbang perairan yang sangat jernih.
                 Namun ingat kekeruhan bukan disebabkan oleh polusi limbah, atau sampah.
   - Perairan tersebut walau pada sungai berarus (Stream River) maupun genangan air (Still water) seperti
  danau harus memiliki arus yang kecil hingga sedang atau permukaannya luas yang menjamin tersedianya
                             pasokan oksigen dan makanan yang dibutuhkan ikan.
     - Perairan yang tampak diam (Still Water) berwarna kehijauan karena lumut (Algae) yang menutupi
                                        permukaan sangat disukai ikan.
  - Kondisi khusus perairan lainnya yang berpotensial dihuni ikan seperti: tempat terdalam dari permukaan
     dasar perairan yang luas misalnya lubuk dan bekas penggalian. Bagian dari perairan yang ditumbuhi
 pepohonan disisinya yang membuat permukaan air terlindungi panas matahari. Pepohonan yang rebah dan
       sebagian batangnya tenggelam di perairan menjadi petunjuk yang kuat sebagai tempat yang baik.
       Tumbuhan rumput atau alang-alang dan teratai bahkan menjadi tempat kesukaan ikan-ikan besar.
- Indikasi permukaan air yang dapat dicermati diantaranya air yang tiba-tiba keruh akibat ikan yang sedang
 mengaduk atau kaget akan kehadiran anda, adanya gelembung udara (disebut rembesan) yang mempunyai
   arah gerak menandakan keberadaan ikan, perhatikan daerah tenang saat angin datang karena garis angin
pada permukaan menandakan adanya tempat yang disukai ikan pada dasar air seperti bebatuan, kayu pohon
   yang tenggelam dan lainnya. Bila memungkinkan carilah lokasi yang bukan menjadi tempat eksploitasi
                           ikan yang besar-besaran atau jarang terusik manusia.

                                        EMPANG HARIAN

   Empang harian adalah tempat khusus yang disediakan buat pemancingan. Pada empang ini biasanya
  pemancing membayar harga lapak (sewa lapak berikut ikannya) baru kemudian memancing. Mancing
          harian dapat dilakukan setiap hari bahkan ada pemancingan yang bukanya 24 jam.

                                         EMPANG KILOAN

    Dinamakan empang kiloan karena sistim yang dipakai saat mancing di empang ini yakni dengan
menimbang hasil tangkapan yang diperoleh, kemudian pemancing membayar harga berdasar perolehannya.

                                      EMPANG BORONGAN

 Pemancing atau kelompok pemancing menyewa empang yang waktu memancingnya, jumlah ikan yang
 diisikan di empang berdasarkan kesepakatan keduabelah pihak. Atau dapat juga sekelompok pemancing
      menawar isi empang yang dipunyai petani budidaya, baru kemudian memancingnya setelah ada
                                        kesepakatan harga.

                                         EMPANG LOMBA

Di sinilah para pemancing mencoba ketangguhannya dengan menerapkan pengetahuan dan pengalamannya
       terhadap pemancing yang lain tanpa mengurangi keakraban sesamanya. Pada lomba biasanya
 penyelenggara telah mengisikan sejumlah ikan terlebih dahulu dan menyediakan sejumlah hadiah-hadiah
  bagi pemenangnya. Kriteria pemenang ditentukan berdasarkan perolehan terberat perekor yang didapat
peserta lomba mancing. Lomba biasanya diadakan mulai pagi hingga sore pada hari Minggu atau hari libur
                                             lainnya.
                                      EMPANG GALATAMA

Mancing pada empang sistim galatama adalah mereka yang benar-benar hendak mengasah ketrampilannya
 memancing, karena hasil ikan tidak dibawa pulang seperti pada sistim mancing yang telah disebut di atas
  tadi. Ikan yang ditebar di empang ini sangat banyak jumlahnya, penyelenggaraannya bisa setiap hari dan
    bersifat lomba karena ada hadiahnya. Untuk hadiah biasanya berupa uang, banyaknya tergantung dari
    jumlah peserta setelah uang yang terkumpul dikurangi oleh bagian yang menjadi hak panitia. Kriteria
  pemenang sesuai kesepakatan bersama, biasanya seperti juara ikan terberat, juara ikan merah, juara total
   berat perolehan ikan dan juara total perolehan jumlah satuan ikan. Dalam setiap harinya lomba terbagi
 dalam beberapa babak atau ronde, yang lamanya antara 2~2,5 jam perbabak. Dalam tiap babak didapatkan
hasil penentuan juara. Ikan yang diperoleh dilepaskan kembali saat itu juga setelah dilakukan penimbangan.
Beberapa peraturan galatama agak berbeda dengan lomba seperti peserta tidak diperbolehkan menggunakan
rangkaian berpelampung, menggunakan umpan hidup seperti cacing dan kroto dan beberapa aturan lainnya
     yang berbeda pada setiap empang yang menyelenggarakan mancing galatama. Pada beberapa daerah
               menyebutnya sebagai gaplean yang sistimnya hampir mirip dengan galatama.




                                      TEKNIK MANCING
     Memancing ikan sepertinya mudah saja, lemparkan umpan, ikan makan umpan, gulung lalu angkat.
  Ternyata tidak seperti itu, karena diperlukan sedikit keahlian khusus. Teknik ini akan sangat diperlukan
  apalagi jika anda sedang memasuki lomba. Berlatihlah dan pengalaman akan mengajarkan anda kepada
   tekink yang benar dan efektif. Silahkan ikuti teknik berikut dan jika anda mempunyai trik-trik khusus,
                            jangan segan untuk mengirimkannya ke halaman ini.

 | MELONTAR UMPAN | ISYARAT PELAMPUNG | ISYARAT KENUR | MENGGENTAK JORAN |
            | MENAKLUKKAN IKAN | MENYEROK IKAN | MELEPAS KAIL |

                                        MELONTAR UMPAN

   Kunci sukses acara mancing juga ditentukan oleh teknik lontaran. Lontaran harus jatuh pada titik yang
    sama dengan titik yang telah diberi umpan pengebom. Lontaran ke arah yang sembarangan itu seperti
 mengoper bola ke arah yang tiada seorang temanpun yang menyambut. Berlatihlah dulu cara melontar di
  kolam harian sebelum anda beralih ke pertandingan. Memang tak ada larangan untuk langsung terjun ke
   lomba. Namun tentunya kita tak ingin mendapat malu bila lontaran kita selalu jatuh di lapak tetangga.
    Mula-mula atur pengangan tangan tepat pada gagang joran di mana ril duduk. Buka kawat pengaman
 ril (Bail Arm) dan tahan kenur dengan jari telunjuk. Pegang joran tegak lurus searah badan, arahkan mata
   ke titik tempat jatuhnya umpan. Gerakkan joran dengan gerakan siku ke arah depan hingga kenur tegak
 lurus dengan air, ayunkan umpan ke arah belakang. Bila saat itu anda masih ragu , gerakan joran kembali
   kedepan. Kembali ayunkan umpan ke belakang dengan menggerakkan joran lurus dengan kepala. Saat
     umpan terayun ke belakang, lontarkan umpan bersamaan dengan arah balik ayunan umpan ke depan
 dengan gaya seperti menyabet dengan joran, jangan lupa melepas kenur yang tadi anda tahan dengan jari.
  Bila gerakan dilakukan secara benar maka anda tak akan kecewa dengan hasil lontaran, berlatihlah terus
hingga dirasa telah cukup. Untuk lemparan yang dekat anda cukup mengayunkan umpan saja tanpa sabetan
                           joran, kemudian arahkan umpan ke tempat yang di tuju.
Tempat-tempat yang cocok dijadikan titik potensial (hotspot) seperti; tempat terdalam pada bagian empang
yang rata, sisir dengan pelampung tempat tersebut jika ada satu bagian terdalam maka jadikan sebagai titik
  potensial. Daerah kolam pada pertengahan yang terdapat pancuran air, daerah kolam pada tempat masuk
 atau keluarnya air juga daerah di mana terdapat patok bambu penyangga pipa pancuran air. Pinggir kolam
yang dasarnya menjorok ke daratan (bentuk gua) atau yang banyak tanaman rambat yang menjuntai ke air.
                 Dan masih banyak lagi ciri-ciri tempat yang baik untuk dijadikan hotspot.
                                     ISYARAT PELAMPUNG

Inilah saat terpenting yang harus anda perhatikan dengan seksama. Tiap ikan mas tidak ada yang sama cara
 makannya. Perbedaan ini menghasilkan gerakan pelampung yang berbeda pula. Ikan berukuran sampai 1
kg (disebut ikan rame) biasanya makan dengan cara yang kasar. Pelampung akan langsung tenggelam saat
 umpan disambar, segera gentakkan joran. Untuk ikan mas yang besar atau yang makannya terlalu penakut
  gerakan pelampung mungkin hanya sekali saja, bila saat itu lengah maka anda hanya akan mendapatkan
                                          umpan habis termakan.




          Ikan mas besar biasanya lebih waspada, ia akan makan umpan yang ada di depannya
             tetapi bila dirasa sesuatu menghalangi seperti mata kail, kenur dan lainnya, ikan
              tersebut akan menyemburkan kembali umpan tadi. Sehingga gerakan ini akan
           menghasilkan satu gerak saja pada pelampung. Diasumsikan pelampung yang anda
          pakai terbuat dari bulu ayam merak. Bila pelampung dengan umpan di dasar air tegak
           lurus (pengukuran kedalamannya tepat), maka pelampung anda akan naik satu ruas
           dari batas air (A). Dan bila jarak pelampung dengan umpannya miring (pengukuran
  (A)        kedalamannya dilebihkan), maka pelampung akan tenggelam satu ruas(B). Dua              (B)
                        kondisi tadi menandai anda untuk segera menggentak joran .

   Isyarat pelampung berikut ini jelas-jelas menandakan umpan sedang dimakan, dan anda harus segera
                           menggentak joran, diilustrasikan sebagai berikut :




             Pelampung bergerak turun naik dengan cepat seperti
                           gerakan mesin jahit.




                                                                      Pelampung bergerak naik lalu tiba-
 Pelampung bergerak turun naik dengan cepat, kemudian
                                                                       tiba rebah kemudian terseret atau
                     menghilang.
                                                                                  menghilang.




                                        ISYARAT KENUR

    Pada rangkaian glosor atau kenur bebas (free lining) lainnya, gerakan umpan yang dimakan ikan,
getarannya langsung disalurkan ke kenur. Setelah umpan dilontarkan, gulung kenur sedikit, taruhlah joran
   pada cagak joran (rod rest) atur kenur agar menegang namun janganlah terlalu kencang, agak kendor
 sedikit. Perhatikan kenur yang memasuki air karena di sini getarannya dapat terlihat jelas. Ada 2 kondisi
                               dimana kita harus segera menggentak joran :

                     Tanpa isyarat awal, tiba-tiba saja kenur terangkat dan bergerak menjauh.
                                Kenur yang tegang tadi tiba-tiba menjadi kendor.
Keadaan lain yang dapat dideteksi seperti kenur yang bergerak-gerak mengencang dan mengendur, gerakan
 yang amat halus dapat anda rasakan dengan memposisikan jari telunjuk pada kenur, pada keadaan yang
 ekstrim joran dapat turut tercebur ke air makanya disarankan mengikatkan tali pengaman pada joran bila
          memancing menggunakan rangkaian ini di danau atau perairan yang dalam lainnya.

                                       MENGGENTAK JORAN

 Agar ikan dapat terkait saat umpan termakan, setelah adanya deteksi gigitan yang diurai di atas tadi. Anda
perlu menggentak joran (strike) terutama bila rangkaian yang digunakan berpelampung. Gerak menggentak
   joran dapat digolongkan sebagai gerakan yang refleks. Untuk itu latihlah gerak refleks anda, sehingga
  tangan terlatih untuk segera meraih joran. Raih joran dengan memegangnya pada pangkal joran tepat di
       dudukan ril penggulung, posisi jari telunjuk ada didepan gagang penggulung jari lain berada di
 belakangnya. Gerakkan joran jauh ke arah belakang kepala secara cepat, usahakan jangan mengendurkan
kenur dan baca gerak ikan dan mulailah mengajarnya. Gerak menggentak yang benar adalah melawan arah
 kenur. Pada lokasi alam, lontaran dapat saja jauh di arah kanan atau kiri dari posisi kita. Bila lontaran arah
  ke kiri, gentakan adalah ke belakang kanan. Bila lontaran arah ke kanan, gentakannya ke belakang kiri.
 Pada empang pemancingan lontaran umpan hanya ke arah depan saja, karena sebelah kanan kiri ditempati
                                                  orang.

                                       MENAKLUKKAN IKAN

    Menaklukkan ikan adalah saat yang paling kritis, gerakan ikan yang berontak melebihi kekuatan putus
kenur (breaking strength) dapat menyebabkan kenur putus. Setel drag pada posisi setengah dari posisi mati
   (terkunci penuh) atau sesuai perkiraan anda sendiri, jangan biarkan drag dalam keadaan terkunci penuh.
 Biarkan ikan yang terpancing melarikan kenur. Arahkan joran berlawanan dengan arah lari ikan. Bila ikan
 merubah arah, segera gulung ril anda, coba menambah tekanan drag. Namun bila tenaga ikan masih besar,
kurangi posisi drag dan biarkan ikan kembali melarikan kenur. Ubah segera posisi joran bila ikan berusaha
    lari ke arah lain. Posisi joran harus selalu berlawanan dengan arah ikan. Jangan panik, lakukan gerakan
  tarik ulur ini secara sabar terutama untuk ikan yang berukuran besar. Akibat daya lentur joran dan setelah
beberapa kali tarik ulur ikan akan menjadi lemah, segera gulung kenur dengan gerakan memompa. Artinya
   gulung kenur dengan cepat dibarengi dengan menurunkan posisi joran ke arah air hingga sejajar. Angkat
  joran dengan gerakan siku anda, gulung kembali ril dengan cepat seperti tadi dengan teknik pemompaan.
     Bila ikan telah dekat, anda harus ekstra hati-hati terhadap gerakan tiba-tiba ikan yang berontak, yang
  penting posisi drag ril anda jangan sampai terkunci penuh supaya kenur dapat dilarikan ikan bila ternyata
 masih mempunyai sisa tenaga yang besar. Bila yang anda kenai ternyata ikan yang berukuran super, maka
 sebenarnya perlawanan adalah saat ikan sudah begitu dekat dengan anda. Karateristik ikan mas yang besar
   biasanya dari tengah kolam anda dapat menariknya dengan mudah hanya saja terasa berat. Gulung kenur
secara hati-hati gunakan perasaan anda menghadapi perlawanannya. jangan berusaha melawannya bila ikan
   masih berontak , mainkan saja dengan hati-hati untuk mengurangi tenaganya yang besar, bila ikan telah
   mendongak jangan gulung kenur anda karena akan menyebabkan ikan kembali tenggelam dan melawan.
    Tetapi tetaplah pertahankan posisi ikan yang telah mendongak tadi, dan untuk mendekatkannya ke tepi
                kolam, melangkahlah mundur hingga posisi ikan dapat dengan mudah diserok.

                                          MENYEROK IKAN
Bila ukuran ikan cukup besar jangan mengangkat langsung dengan kenur atau joran, karena bibir ikan mas
mudah robek, kenur bisa putus atau joran anda bisa patah. Gunakan seser untuk mengangkatnya, ikan yang
   menyerah biasanya badannya akan terguling atau bagian kepala telah mendongak keluar dari air dan
gerakannya sudah tidak liar lagi, benamkan seser hingga benar-benar tenggelam, arahkan ikan ke seser lalu
                                     serok dari bawah ikan tersebut.

                                          MELEPAS KAIL

Melepas kail yang menancap pada mulut ikan memang tugas pembantu (kedi) anda. Namun terkadang ada
   saatnya dimana kita sendiri selaku pemancing yang harus melakukan hal tersebut. Berhati-hatilah saat
 melepaskan kail, kalau menancap pada tangan anda akan sulit untuk melepaskannya. Gunakan lap untuk
 memegang badan ikan yang licin, biarkan ikan menggelepar pada serokan, bila ikan terdiam pegang ikan
  dengan tangan kiri, tekan agak keras bagian perut dengan jempol kiri anda. Ambil tang atau alat khusus
pelepas kail (Disgorger) apabila tak ada pegang kail yang menancap dengan jari telunjuk dan jempol kanan
     lalu tarik kail mengikuti arah lengkungannya, bila agak sulit dorong kail terlebih sebelum mencoba
 membukanya lagi. Bila kail tertelan terlalu dalam dan anda tak membawa alat pelepas kail, carilah ranting
pohon yang kira-kira masuk ke mulut ikan, ikutilah arah kenur pancing lalu dorong kailnya hingga terlepas
  dan keluarkan kail berbarengan dengan ujung ranting yang yang masuk ke mulut ikan. Bila teman anda
atau anda mengalami kecelakaan tertancap kail, tetaplah tenang jangan panik. Mintalah pertolongan medis
 yang benar di klinik pengobatan. Namun apabila pertolongan medis tidak ada, perhatikan sampai di mana
    kail menancap, apabila kail belum menembus maka anda dapat menariknya seperti biasa, namun bila
  kailnya tembus arah tarikan untuk mengeluarkan adalah ke arah pangkal kail. Untuk itu lepaskan kenur
  yang mengikat kail, posisikan tubuh agar anda mudah menariknya, teorinya adalah kail itu tidak ditarik
     keluar melainkan diloloskan hingga pangkalnya mengikuti arah luka tembus. Bila ada tang potong,
patahkan dahulu bagian pangkal tempat pengikat yang biasanya lebih besar dari batang. Kalau tak ada, apa
   boleh buat karena anda harus segera mencabutnya. Alihkan perhatian teman yang tertancap kail, bisa
 dengan bantuan teman yang lain, saat perhatianya teralih dengan gerakan yang cepat loloskan kail dengan
     menarik bagian lengkung hingga kail tercabut. Anda harus yakin, jangan sampai gagal pada tarikan
 pertama ini, sebab jika gagal teman anda itu akan lebih keras menjeritnya. Gunakan alkohol atau betadine
                                      untuk membersihkan bagian luka.
                                            STRATEGI
Siapkah anda untuk jadi juara ? Banyak para pemancing yang masih beranggapan bahwa menjuarai suatu
   lomba mancing tergantung dari rejekinya (hoki). Tepiskan jauh-jauh hal tersebut, dan mulai saat ini
 camkanlah bahwa keberuntungan hanya faktor pembantu saja. Mulailah terapkan persiapan, teknik dan
strategi yang benar dalam menghadapi lomba. Berikut dapat diikuti strategi, kiat-kiat, tips dan trik dalam
    menghadapi lomba mancing. Jika anda mempunyai tips dan trik yang menarik, jangan segan untuk
                                  membaginya pada pemancing lain.

                                 | PERSIAPAN | STRATEGI LOMBA |

                                            PERSIAPAN

   Arti persiapan bagi pemancing punya arti yang luas. Dengan persiapan yang matang, pemancing-
 pemancing handal mempersiapkan dirinya menghadapi lomba. Hal-hal yang harus disiapkan tergantung
                       jenis lomba dan pemancingnya sendiri diantaranya yaitu :

                                          PERSIAPAN ALAT

 Pemancing yang baik mempersiapkan alat-alat pancingnya bukan disaat waktu akan menghadapi lomba
  esok hari. Tetapi setelah pulang dari acara mancing. Biasakan mulai kini untuk membersihkan alat-alat
   pancing seperti joran, penggulung dan lain-lainnya, periksa kenur, rangkaian pancing, pelampung dan
aksesorinya, cuci bersih korang dan seser kemudian gantung sewaktu menjemurnya. Semua itu dikerjakan
     sewaktu tiba di rumah setelah pergi memancing. Simpan kembali peralatan pancing pada tempat
    menyimpannya. Kita tidak perlu repot lagi jika sewaktu-waktu akan berangkat mancing. Inilah yang
                              sebenarnya disebut persiapan peralatan mancing.

                                         PERSIAPAN UMPAN

Jika kita hendak mengikuti lomba pada hari Minggu, maka sebaiknya persiapkan bahan-bahan umpan yang
   tahan lama seperti ikan kalengan, pelet dan sebagainya pada hari Jum'at. Sedangkan bahan umpan yang
harus segar olahannya misalkan ikan segar, belut atau kroto dapat disediakan hari Sabtu menjelang malam.
  Karena kroto baru akan digunakan esok hari maka untuk sementara dapat disimpan di kulkas pendingin.
 Pertama kali pisahkan kroto dari kotoran lain dan semut-semut dewasanya. Tempatkan kroto pada besek ,
 tutup sebentar dengan kain atau kertas yang berwarna putih. Buang semut dewasa yang menempel di kain
putih tadi lalu ulangi hingga bersih. Taruh kroto ke dalam pendingin secara terbuka, jangan sampai terkena
    tetesan air. Supaya tidak repot, kita dapat saja membeli kroto sewaktu dalam perjalanan atau di lokasi
mancing. Namun hal ini sangat riskan karena dapat saja kehabisan dan harganya agak mahal. Ada baiknya
  pesan kroto tersebut pada langganan anda jauh hari sebelumnya. Kembali pada persiapan umpan, setelah
 semua bahan-bahan terkumpul barulah umpan dikerjakan. Pengerjaannya dapat dilakukan menjelang jam
  tidur. Kukus lebih dahulu bahan-bahan seperti ubi, kentang, ikan atau belut. Sambil menunggu, pisahkan
      telur dari putihnya. Parut jagung dan keju. Jadikan adonan bahan-bahannya, masukkan adonan ke
loyangnya. Pengukusan sebaiknya menggunakan api kecil dan air di dalamnya telah mendidih agar adonan
  rata matangnya. Bila telah matang, diamkan umpan jangan diaduk-aduk. Simpan pada tempat aman atau
                                       dimasukkan ke mesin penghangat.

                                          PERSIAPAN DANA

   Dana yang harus disediakan adalah harga tiket, upah kedi, ongkos perjalanan, biaya pembelian bahan-
bahan umpan dan alat pancing yang kurang dan jangan lupa dana untuk membeli makanan dan air mineral
jika anda tidak membawa bekal dari rumah. Sebaiknya dana yang disediakan jangan pas-pasan, siapa tahu
                        ada pengeluaran lainnya yang tak sempat diperhitungkan.
                                       STRATEGI LOMBA

 Hal yang belum dibahas pada halaman sebelumnya adalah strategi menghadapi lomba. Strategi ini pada
  dasarnya adalah gabungan pengetahuan mengenai teknik, umpan, karakteristik empang dan ikannya
                            ditambah kiat-kiat khusus yang anda pahami.

                                   STRATEGI SEBELUM LOMBA

 Sebelum lomba terapkan strategi berikut; jika empang lomba yang bakal jadi arenanya belum pernah anda
datangi. Carilah keterangan sebanyak-banyaknya tentang karakteristik empang, tempat-tempat terbaik yang
  dapat dibuat titik (hotspot) pelemparan umpan, kedalaman air, warna air, umpan yang biasa dipakai dan
   hal-hal lainnya yang perlu diketahui. Tanyakan pada teman atau pemancing lain yang pernah berlaga di
  sana, pada kedi atau kenek pancing yang mangkal di empang tersebut atau sekalian saja datangi (survey)
    lokasi mancing sebelum hari lomba. Bila semuanya telah jelas, jadikanlah keterangan-keterangan tadi
 sebagai modal dasar pengetahuan agar tidak canggung lagi sewaktu lomba. Sebagai tambahan, persiapan-
                  persiapan yang diurai diatas tadi juga merupakan strategi sebelum lomba.

                                      STRATEGI SAAT LOMBA

                          Pada saat lomba, yang menjadi strategi penting yaitu:

                                     Datanglah satu jam sebelum lomba dimulai.
                                   Lengkapi alat atau umpan yang belum dipunyai.
                Jika belum punya langganan kenek, tanyakan panitia lomba kenek mana yang baik.
                  Siapkan peralatan pancing, periksa kembali kenur, ikatan, mata kail sekali lagi.
                     Buat umpan yang akan digunakan dan telah siap 15 menit sebelum lomba.
                             Setelah pengundian lapak, segera bawa semuanya ke sana.
                             Lempar pancing tanpa kail untuk mengukur kedalaman air.
                  Bila diijinkan melempar bom, lemparlah umpan bom ke tempat yang potensial.
                 Saat tanda lomba dimulai teruskan menebar umpan bom pada titik potensial lain.
                           Lontarkan pancing, ke tempat yang telah diberi umpan tebaran.
                      Jangan ragu menarik pancing dan melemparnya lagi ke tempat tersebut.
                   Jangan tergganggu oleh lapak tetangga yang telah lebih dulu manarik umpan.
            Bila di salah satu titik, ikan mas telah makan maka teruslah untuk memancingnya di situ.
                       Ikan rame cenderung liar, usahakan jangan melewati lapak orang lain.
              Kusut atau saling terkait kenur adalah sesuatu yang wajar, mintalah maaf jika terjadi.
         Pada titik potensial (hotspot) yang sudah jadi, ikan akan terus berkumpul selama umpan di dasar
                                                         ada.
              Titik potensial (hotspot) yang sudah jadi ditandai oleh gelembung atau coklatnya air.
              Teruskan mancing di titik tersebut hingga ikan-ikannya tidak lagi menyambar umpan.
                           Mulailah mencari tiitk lain yang tadi pagi sudah ditabur umpan.
                      Bila di semua titik jarang anda sambaran, coba perkecil bentuk umpan.
                                      Atau coba gunakan rangkaian kail tunggal.
              Bila tidak juga ada sambaran, biarkan saja dan bersantailah atau makan siang dahulu.
                               Buang umpan pagi hari dan aduklah umpan yang baru.
                        Lewat tengah hari kembali lontar umpan ke titik potensial pagi tadi.
                                Biasanya ikan akan kembali galak memakan umpan.
                     Jangan dilupakan titik potensial yang lain, cobalah melemparnya ke sana.
                         Bila mendapat ikan besar, cobalah untuk tenang menghadapinya.
                      Jangan gugup, mintalah maaf bila ikan melarikan diri ke lapak sebelah.
                           Timbang segera ikan bila dirasakan dapat masuk nominasi.
                   Jangan putus asa, berusahalah terus dan jangan segan mencoba trik-trik lain.
                         Bila lomba usai, kemasi peralatan dan jangan sampai tertinggal.
                      Bila belum berhasil jangan kecewa dengan apa yang dicapai hari ini.
                        Pelajari apa yang jadi penyebabnya untuk kesuksesan di lain hari.

                                    STRATEGI SETELAH LOMBA

Mungkin ini juga merupakan strategi penting yang dilupakan. Mulai sekarang cobalah untuk mengingat apa
saja kendala yang dihadapi saat lomba tadi. Diskusikan dengan teman-teman sesama pemancing atau buka
  lagi buku pintar dan pelajari apa yang jadi penyebab kurang berhasilnya strategi yang tadi diterapkan.
               Beberapa penyebab yang ada mungkin seperti yang diungkap di bawah ini :

            Pemancing lain menggunakan umpan yang lebih cocok untuk karakteristik ikan dan telah
                           mengenal dengan baik karakteristik empang lomba tersebut.
              Banyak lumpur atau lumut yang mengurangi kwalitas air, sehingga ikan malas makan.
          Tingkat oksigen juga mempengaruhi ikan perhatikan apakah empang mempunyai sistim aerasi
                                                   yang baik.
                                     Ikan yang ditebar banyak yang sakit.
                                         Teliti darimana ikan berasal.
                    Penebaran ikan yang tidak merata disebabkan perbedaan kedalaman air.

 Untuk mengatasinya, cobalah membuat umpan seperti yang dipakai pemancing lain. Walau umpan hanya
terbuat dari pelet saja (murni pelet tanpa tambahan apapun), karena kemungkinan memang umpan tersebut
                                               yang disukai ikan.
  Empang yang telah banyak lumpur, lumut dan endapan sisa umpan, membuat ikan malas makan. Hal ini
   pasti dirasakan oleh semua yang memancing di situ. Salah satu caranya adalah pengelola empang untuk
 mengangkat endapan dan mengeringkan empangnya lebih dulu. Jika tidak, cobalah cari kombinasi umpan
      yang lain, gunakan umpan hidup, umpan wangi, umpan amis dan lihatlah umpan mana yang jalan.
 Bila diketahui ikan banyak yang sakit, ikannya selalu berkeliaran, cobalah perhatikan jalur perjalanannya
dan cegatlah dengan umpan ditempat yang dilewatinya. Bila kedalaman air pada jarak terdekat anda cukup
                                 memadai, dapat dilemparkan umpan di situ.
  Untuk mengetahui asal ikan dapat dilihat dari bentuk badan ikan yang berhasil ditangkap. Bila memiliki
   tubuh yang langsing agak panjang, kemungkinan ikan berasal dari kolam air deras yang lebih menyukai
       umpan dengan bahan dasar pelet. Bila ikan bertubuh gemuk dan jarak tubuh yang pendek, maka
    kemungkinan ikan berasal dari kolam air tenang atau keramba apung yang menyukai umpan berbahan
                                                    dasar ubi.
Kedalaman empang yang berbeda dapat menyebabkan penyebaran ikan tidak merata. Untuk itu camkanlah
 bahwa kemungkinan dilain waktu akan mendapatkan hasil undian lapak yang bagus yang banyak ikannya.
    Terapkan target penangkapan, sebab ikan besar cenderung menyendiri, jadi jika mendapat tempat yang
    banyak ikannya maka carilah ikan sebanyak anda dapat. Namun jika anda mendapat lapak yang kurang
  ikannya, bersabarlah dan konsentrasikan target penangkapan hanya pada ikan besar saja. Tentunya suatu
kepuasan bila seharian hanya mendapat satu ekor saja namun berhasil masuk nominasi. Syukur kalau kedua
                                             target tadi didapatkan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:31098
posted:4/11/2010
language:Indonesian
pages:19