Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Sifat Unsur Transisi Periode Keempat by novikadyahpratiwi04

VIEWS: 44,442 PAGES: 26

									Sifat unsur transisi berkaitan dengan
elektron valensi, yaitu electron yang
mengisi kulit terakhir. Pada unsur transisi,
elektron valensinya mengisi subkulit d,
sedangkan pada unsur transisi dalam
elektron valensinya mengisi subkulit f.
         Konfigurasi Elektron Unsur Transisi Periode
                           Keempat

   Kecuali unsur Cr
    dan Cu, semua
    unsur transisi
    periode keempat
    mempunyai
    elektron pada kulit
    terluar 4s2,
    sedangkan pada Cr
    dan Cu adalah 4s1.
       Sifat Fisik Unsur Transisi Periode Keempat

a. Sifat Logam
Dari tabel tersebut, dapat kita simpulkan...


 Jari-jari atom berkurang dari Sc ke Zn
 Energi ionisasi cenderung bertambah
  dari Sc ke Zn
   Semua unsur transisi mempunyai sifat logam,
    sehingga berbeda dengan unsur-unsur utama
    yang data bersifat logam maupun non logam.
    Hal ini terjadi karena unsur transisi memiliki
    lebih banyak elektron tidak berpasangan.
    Elektron ini bebas bergerak pada sisi
    kristalnya sehingga dapat membentuk ikatan
    logam yang lebih kuat dibandingkan dengan
    unsur utama
Ikatan Kovalen logam
   Ikatan kovalen logam adalah ikatan
    yang terjadi pada atom logam yang
    memiliki elektron tunggal atau elektron
    yang tidak berpasangan pada orbitalnya.
Jumlah elektron tidak berpasangan dari

   skandium = 1,
    titanium = 2,
    vanadium = 3,
    kromium = 6,
    mangan = 5,
    besi = 4,
    kobalt = 3,
    nikel = 2,
    tembaga = 1,
    dan seng = 0.
Kromium memiliki elektron tidak berpasangan paling
banyak sehingga memiliki titik lebur paling tinggi.
Sebaliknya seng tidak memiliki elektron tidak
berpasangan sama sekali sehingga memiliki titik lebur
terendah.


    Sebaliknya seng tidak memiliki elektron tidak
     berpasangan sama sekali sehingga memiliki titik
     lebur terendah.
Sehingga, dapat disimpulkan :
 Logam transisi periode keempat dengan
  titik lebur yang relatif tinggi memiliki
  ikatan ganda, yaitu ikatan logam dan ikatan
  kovalen logam.
 Menyebabkan unsur-unsur tersebut
  memiliki daya hantar listrik dan daya
  hantar panas yang baik.
        b.Sifat Kemagnetan
    Berdasarkan sifat kemagnetannya, unsur-unsur transisi
    mempunyai sifat sebagai berikut :
 Diamagnetik
 Paramagnetik


    Kebanyakan dari unsur-unsur dan senyawa logam
    transisi bersifat paramagnetik (tertarik oleh medan
    magnet) dan bukan bersifat diamagnetik (tidak
    tertarik oleh medan magnet).
c.        Ion Berwarna

    Sebagian besar ion-ion logam transisi berwarna. Warna-warna khas
     dari ion logam dapat dilihat dalam tabel berikut.
d.Bilangan Oksidasi

   Senyawa-senyawa unsur transisi di alam
    ternyata mempunyai bilangan oksidasi lebih
    dari satu. Adanya bilangan oksidasi lebih dari
    satu ini disebabkan mudahnya melepaskan
    elektron valensi. Dengan demikian, energi
    ionisasi pertama, kedua dan seterusnya
    memiliki harga yang relatif lebih kecil
    dibanding unsur golongan utama.
 Sifat Kimia Unsur Periode Keempat

a. Tingkat Oksidasi
b. Ion Kompleks
 Ion kompleks adalah ion yang terbentuk dari
 suatu kation ( biasanya ion logam transisi)
 yang mengikat beberapa anion atau molekul
 netral. Selanjutnya, kation itu disebut ion pusat
 dan anion atau molekul netral yang terikat
 pada ion pusat disebut ligan.
Pengolahan dan Penggunaan Unsur
Transisi Periode Keempat

 Pada umumnya unsur-unsur transisi
 periode keempat di alam terdapat dalam
 bentuk senyawa oksida dan sulfide. Hanya
 unsur-unsur ertentu yang dapat diperoleh
 dalam keadaan bebas dan dalam bentuk
 senyawa.
1. Skandium
   Limpahan skandium di kulit bumi sekitar 0,0025%.
   Secara ilmiah skandium terdapat sebagai mineral
    thortveitite (Sc2Si2O).
   Salah satu manfaatnya digunakan pada lampu
    intensitas tinggi.
    2. Titanium
   Kelimpahan titanium menempati urutan ke-9
    terbanyak di kulit bumi, yaitu 0,6%.
   Titanium banyak digunakan di industri pesawat
    terbang dan industri kimia.
   Digunakan sebagai katalis pada industri plastik
   Titanium dioksida (TiO2) bersifat inert, putih cerah,
    tidak tembus cahaya, dan tidak berbau (nontoksik).
3.Vanadium
 Vanadium terdapat di alam sebagai vanadit 3Pb3(VO4)2.
 PbCl2 sebagai vanadium (V2O5).Vanadium dipakai sebagai
 logam campur, misalnya alisai besi vanadium
 (ferovanadium) yang keras, kuat, dan tahan karat. Baja
 vanadium antara lain digunakan untuk membuat per
 mobil.Vanadium pentoksida (V2O5) digunakan sebagai
 katalis pada pembuatan asam sulfat menurut proses
 kontak (lihat pembuatan belerang).
4. Kromium
  Walaupun kelimpahannya di kulit bumi hanya 0,0122%,
  namun kromium merupakan salah satu komponen paling
  penting dalam industri logam. Sumber kromium adalah
  tambang kromite [Fe(CrO2)2], yang dapat direduksi
  menghasilkan alloy Fe dan Cr yang disebut ferrokrom.
  Logam kromium sangat keras, memiliki warna
  cemerlang, dan tahan terhadap korosi. Oleh karena sifat-
  sifat ini, kromium banyak digunakan sebagai plating
  logam-logam lainnya.
5. Mangan
  Di alam mangan terdapat dalam bentuk senyawa, seperti
  batu kawi atau pirolusi (MnO2), spat mangan (MnO3),
  dan manganit (Mn2O3.H2O).
  Mangan ternyata banyak digunakan pada produksi baja
  dan umumnya sebagai alloy mangan-besi atau
  ferromanganese. Mangan meningkatkan kekerasan baja
  yang dihasilkan. Baja yang mengandung kadar mangan
  tinggi bersifat sangat keras, kuat serta tahan gesekan.
  Baja jenis ini digunakan pada kontruksi rel kereta api,
  bulldozers, dan alat pengeras jalan.
6. Besi
  Di alam besi terdapat dalam bentuk senyawa, antara lain
  sebagai hematit (Fe2O3), magnetik (Fe3O4), pirit (FeS2),
  dan siderit (FeCO3).Unsur ini merupakan bagian unsur
  keempat terbanyak dibumi.
7. Kobalt
  Di alam, Kobalt terdapat dalam bentuk senyawa seperti
  kobalt glans (CoAsS), lemacitte (Co2S4), dan smaltit
  (CoAs2).Sepertu nikel, kobalt digunakan untuk membuat
  aliasi (paduan) logam. Besi yang dicampur dengan kobalt
  mempunyai sifat tahan karat.
8. Nikel
  Di alam nikel terdapat dalam bentuk senyawa, misalnya
  pentlandite (FeS.NiS). Deposit nikel banyak terdapat di
  Kanada. Nikel merupakan logam putih mengkilat seperti
  perak dan dapat dijadikan sebagai penghantar panas dan
  listrik yang baik.
9. Tembaga
  Tembaga merupakan penghantar panas dan listrik yang
  sangat baik. Oleh karena itu, tembaga banyak digunakan
  untuk alat-alat elektronik. Tembaga terdapat di alam
  dalam keadaan bebas dan juga dalam bentuk senyawa.

								
To top