PENYAKIT ALLAH MENURLTNKAN SEKALIANOBATT{YA
,lt;*l,-o v I |fr r\ 4'ri e.:,54 S' Jli',yt roirr
lz
ckj al
5L7. "Maha suci Altah! Pernahkah Dia menurunkan satu o"n o*, o, rnuha bumi hecuati telah menjadikan pula penyembuhnya'" Hadis irri di-takhri.1 oleh Ahmad (37115): Ishaq ibn Yusuf menuturkan kepada kami, sufyan menuturkan kepada kami, dari Manshur, dari Hilal ibn Yasaf, dari Dzakwan, dari seorang sahabat Anshar, yang menuturkan, "Rasulullah s.a.w. pernah menjenguk seseorang yang terluka. Kata Rasulullah, 'Panggilkan untuknya seorang tabib dari Bani Fulan.'Dan mereka pun memanggilnya. Tak lama kemudian tabib yang dimaksud datang seraya berujar, 'wahai Rasulullah, bisakah obat itu menyembuhkan suatu penyakit?' Rasulullah s.a.w. bersabda, '(Lalu mengutip hadis di atas)''"
Menurut penulis, hadis ini ber-sonod sahih. semua perawinya tsiqah dan dikenal sebagai perawinya Muslim, kecuali seorang sahabat Anshar yang disebutkan di atas, yang adalah seorang sahabat. Tidak dikenalnya (majhfr.I) dengan jelas perawi pada tingkatan sahabat bukan masalah. Apalagi inti dari hadis tersebut sudah banyak diketahui berasal dari Nabi s.a.w., dan sejumlah sahabat juga meriwayatkan dari beliau, antara lain Anas ibn Malik, Abu said al-Khudri, Abu Hurairah,
SilsilahHadis Sahih | 4t
Jabir, Usamah ibn Syuraik, Abdullah ibn Mas'ud, dan Shafwan ibn Assal. Penulis pernah mentahhrtj hadis-hadis yang mereka riwayatkan dan menjelaskan sanad-sanadnya-yang rata-rata sahih-dalam Takhrtj AhAdftsi al-Haldl wa al-HarI.rn (hadis no: 290). Adapun maksud penulis menjelaskannya di sini adalah kenyataan tentang fungsi yang unik tentang penjelasan asal-muasal ditakhr?,jnya hadis. Dan segala puji bagi Allah atas limpahan taufik dan perlolongan-Nya.
aJ ;slie gh.b ,bJ tl. ettu
" '.t" i -i | ' ' ' v ..
t
,7
, -
6
jl-o r A t h'J v ut
9t
/
o
2.
o
6
r$t F'uiy qEAt oqu
SLS,"Sesungguhnya, setiap Allah menurunkan penyakit maha Dia juga menurunhan penawar yang menyenxbuhhannya, hecuali masa tua. Kalian harus mengkon,sumsi susu sapi, karena susu itu merupakan sari dari senrua pohon." Hadis ini di-takhrfj oleh ath-Thayalisi (hadis no: 868): Al-Mas,udi menuturkan kepada kami dari Qais ibn Muslim, dari rhariq ibn syihab, dari Abdullah, dari Nabi s.a.w." Melalui sanad yang sama Abu Nu'aim juga men/okhrtjnya (dalam ath-Thibb [2/L26]), juga Hakim (L97/1,).Perawi-perawinya tsiqah, selain al-Mas'udi yang, konon, menjelang kematiannya hafalannya kacau. Al-Mas'udi ini sebenarnya bernama Abdurrahman ibn Abdullah ibn utbah ibn Mas'ud al-Kufi. walaupun demikian, hadisnya selaru dijadikan hadis penguat (mutdbi'), yang oleh Thabrani ditakhrij (dalam al-Mu'jam al-Kabtr lL/ g/Bl) dari jalur Zafr ibn al-Hudzail, dari Abu Hanifah, dari Qais ibn Muslim. Rangkaian sanad ini berstatus mutdbi' yang ld, ba'sa bihi. Namun baik rangkaian sanad maupun hadisnya tidak diterima oleh Yazid ibn Abu Khalid, yang kemudian menjelaskan takhrtj (rangkaian sanad)nya: Dari Qais ibn Muslim, dari Thariq ibn syihab bahwa Nabi s.a.w. bersabda, (Lalu mengutip redaksi hadis di atas). Dalam sanad ini tidak disebut nama Abdullah yang tidak lain adalah Ibn Mas'ud dimaksud. Hadis ini juga di-takhrtj Ahmad (4/Bt5): Abdurrahman ibn Mahdi menuturkan kepada kami, sufyan menuturkan kepada kami dari yazid ibn Abu Ktralid. Dengan takhrij yang sama, Nasa'i meriwayatkan pula 42 | Silsilah Hadissahih
(dalam Thibb al-Kubrd 11/4321). Nama Yazid di sini adalah lbnu Abdirrahman Abu l(halid ad-Dalani. Menurut salah satu pakar hadis, "Dia seorang perawi yang shadfiq, namun banyak melakukan kesalahan. Dan pernah memudallaskan hadis." pendapat senada juga dikemukakan oleh adz-Dzahabi (dalam adh-Dhu'afd,,). Menurut penulis, hadis itu sepertinya tidak bertentangan dengan dua riwayat al-Mas'udi dan Abu Hanifah. Dan kedua riwayat terakhir ini lebih kuat. Selain itu, juga dikuatkan dengan tahhrtj Hakim (41196) dari jalur Abu Qilabah Abdul Malik ibn Muhammad ar-Raqasyi: Abu Zaid said ibn ar-Rabi'menuturkan kepada kami, syubah menuturkan kepada kami dari ar-Ruka'i ibn ar-Rabi', dari eais ibn Muslim, dari rhariq ibn Syihab, dari Abdullah secara rnaffi'dengan redaksi: "Setiap Allah menurunkan satu penyakit, maka Dia juga menurunkan penawar yang menyembuhkannya. Dan dalam susu sapi terdapat obat bagi setiap penyakit." Hakim menegaskan, "Hadis ini sahih berdasarkan kriteria Muslim.', Dan disepakati oleh adz-Dzahabi. Namun pendapat mereka itu masih diperdebatkan. Karena di antara perawi-perawinya ada yang tidak sesuai dengan kriteria Muslinn, yakni ar-Raqasyi, yang lemah hafalannya. Menurut salah al-Asqalani, "Dia seorang perawi yang shadfi.q, namun menurun kualitas hafalannya." Menurut penulis, hadis ini sepertinya boleh dijadikan landasan argumen selama dikuatkan hadis lain. Namun jika hadis lain itu bertentangan atau diriwayatkan secara menyendir r (mutafarrid.), maka tidak bisa dijadikan landasan argumen. Dan hadis ini, diriwayatkan secara menyendiri dengan tambahan kalimat ,,... syifd,'un min hulli dA,'in" (penawar yang menyembuhkan setiap penyakit), yang diriwayatkan oleh ar-Rabi' ibn ar-Rukain dari Ibrahim ibn Muhajir, dari Qais ibn Muslim, dengan redaksi: "Berobatlah dengan susu sapi. Aku berharap Allah menjadikan kandungannya sebagai obat, karena sapi itu mengkonsumsi tumbuhtumbuhan." Hadis ini di-tahhrij oleh Thabrani (U49/g) dan Abu Nu,aim (dalam ath-Thibb tL/L271).
Silsitah Hadis Sahih | 43
Nama lengkap dari ar-Rabi'ibn ar-Rukain ini adalah ar-Rabi'ibn Sahal ibn ar-Rukain ibn ar-Rabi' ibn Umailah al-Fazzari, seorang perawi yang sudah disepakati ke-dha'i.f-annya. Dia ini adalah cucu ar-Rukain ibn ar-Rabi'yang merupakan salah satu perawi dalam sanad Hakim. Dia memang dha'tf, sehingga redaksi yang diriwayatkannya lebih dekat dengan pesan redaksi yang diriwayatkan al-Mas'udi daripada penguatnya, ad-Dalani, dalam riwayat ar-Raqasyi. Kesimpulannya, yang benar adalah bahwa sanad hadis tersebut berasal d,ari Musnod Ibnu Mas'ud, yang disepakati berbeda dengan yang diriwayatkan oleh Abu Khalid ad-Dalani. Dalam matan-nya terdapat redaksinya al-Mas'udi yang berfungsi sebagai penguat riwayat al-Mas'udi sendiri, yang berbeda dengan riwayat ar-Raqasyi-yang tidak mengecualikan kata al-haram (masa tua) Wallahu a'lam. Kemudian saya mendapatkan hadis mutd,bi' Iain yang menguatkan riwayat al-Mas'udi. Kata al-Baghawi (dalam Hadtts'AIi ibn al-Ja'd Il/971), "Abu Rabi' az-Zahrani menuturkan kepada kami, Abu Waki'al-Jarrah ibn Mulaih menuturkan kepada kami, dari Qais ibn Muslim, secara utuh sanad maupun rnatannya." Sanad (hadis) ini bagus (jayyid). Para perawinya tsiqah, termasuk para perawi Muslim. Dalam sosok Abu Waki' terdapat sedikit kekurangan dalam hafalan. Menurut al-Asqalani, "Dia seorang perawi yang shadfig, namun membuat kesalahan riwayat." Al-Baghawi juga men-takhrij dari jalur Qais, dari Qais ibn Muslim secara mursal, dengan tanpa menyebutkan nama Abdullah ibn Mas'ud, dengan tambahan redaksi, "... ho,rena ia adalah obat da,ri senlua penyakit." Qais di sini adalah Ibnu ar-Rabi' al-Asadi, seorang perawi yang dha'tf karena tidak baik hafalannya. Kemudian al-Baghawi dan Nasa'i (dalam al-Walimah t]-./2Lgl) men-takhrtj-nya dari jalur Hajjaj ibn Nushair: Syu'bah menuturkan kepada kami dari ar-Rabi'ibn ar-Rukain ibn ar-Rabi', dari Qais ibn Muslim seperti yang diriwayatkan ar-Raqasyi, baik sanad maupun matannya. Hajjaj ibn Nushair ini perawi yang dha'tf. Kemudian penulis mendapatkan sebuah hadis penguat yang cukup signifikan dari Abu ad-Dalani, yang diriwayatkan Nasa'i dengan 44 | Silsilah HadisSahih
sanadnya yang sahih dari Ayub ath-Thai, dari Qais, dari Thariq secara mursal dengan redaksi hadis yang sama. Dengan demikian hadis ini sahih secara matan maupun rnusnadnya. Walld.hu a'lam.
**x**
.l
SilsilahHadisSahih |
+S