Silsilah_Hadits_Shahih_515-516

Reviews
Stats
views:
127
rating:
not rated
reviews:
0
posted:
1/5/2009
language:
Indonesian
pages:
0
RIDHAORANGTUA JrJ reuS ..., )$l y t c ,uil:"t-iti ,9t|.ttOiii ;,;-o t o '^itabiilrt,s.6 SLS."Barangsiapa bertemu hedua atau salah satu orang tuanya, setelah itu ia masuk nerakd., maha Allah ahan menjauhhan dan menjauhhannye,." Hadis ini di-tahhrtj oleh Ahmad (344/4 dan 29/5), dari Syu'bah, dari Qatadah: Aku mendengar Zurarah ibn Aufa menuturkan dari llbay ibn Malik, dari Nabi s.a.w., bahwa beliau pernah bersabda: (Lalu mengutip hadis di atas). Ath-Thayalisi (hadis no: 1321) jugamen-takhrtj dari jalur Syu'bah di atas; sedangkan Baihaqi mentakhrtjnya (dalam asy-Syu'ab [196/6]): Syu'bah menuturkan hadis tersebut tanpa menyebut, o... wa ashaqahu". Menurut penulis, hadis ini sahih sanad-nya. Semua perawinya tsiqah dan dipakai asy-Syaikhani kecuali Ubay ibn Malik, seorang sahabat dan penduduk Basrah. Mengenai namanya masih diperselisihkan. Al-Hafizh menguatkan nama Ubay ini dalam periwayatan Qatadah di atas, namun ditentang oleh Ibnu Jad'an. Menurut takhr?.j ath-Thayalisy (hadis no: t322): Syu'bah menuturkan kepada kami dari Ali ibn Zaid bahwa Zirarah menuturkan dari seseorang dari kaumnya, yang dikenal Malik atau Abu Malik atau Ibnu Malik, dari Nabi. Namun hadis yang dikutipnya dengan tambahan yang berbeda dengan tambahan di atas. I 38 I Silsilah Hadis Sahih Hadis tersebut juga diriwayatkan oleh Hammad ibn Salamah: "Ali ibn Zaid menuturkan kepada kami dari Zfuarah. Hanya saja dia mengatakart, "... dari Malik ibn Amer al-Qusyairi." Ia yakin dengan nama itu, tidak ragu. Sedangkan Ibnu Jad'an dha'tf, sehingga tidak bisa dijadikan argumen hadis yang diriwayatkannya, apalagi riwayat hadisnya berbeda dengan Qatadah yang dalam ash-Shah?.hain dijadikan landasan argumenju ga tsiqah. Jatt J -a',lthr,4.tJtrlt ,io: € "a'l s"'J-o \ 1 t. . j, 1., 5L6. "Ridha Tuhan ada pada keridhaan kedua orang tuanya, dan hernurhaan Tuhan ada pada kemurhaan hedua orang tttrd'nya-" Hadis irri di-takhrtj ole}, Bukhari (dalam al'Adab al-Mufrad), Tirmidzi (346/1),Ibnu Hibban (hadis no: 2026), dan al-Hasan ibn sufyan (dalam al-Arba'in l2l69D dari jalur Khalid ibn al-Harits: syu'bah telah menuturkan kepada kami dari Ya'la ibn 'Atha', dari ayahnya, dari Abdullah ibn Amr, dari Nabi s.a.w. selanjutnya hadis tersebut ditahhrf.j oleh Tirmidzi dari jalur Muhammad ibn Ja'far, dan Bukhari (dalam aLAdab al-Mufrad [hadis no: 2]) dari jalur Syu'bah secara mauqfif dari Ibnu Amr, dan tidak memarffi'kannya. Menurut Tirmidzi, pendapat yang seperti ini adalah yang paling sahih. Demikian juga yang diriwayatkan oleh para sahabat Syu'bah dari Syu'bah, dari Ya'la ibn 'Atha, dari ayahnya, dari Abdullah ibn Amr secara mauqtt'f. Yang kami tahu, hanya Khalid ibn al-Harits yang meriwayatkannya secara marffi.'dari syu'bah. Khalid ibn al-Harits sendiri adalah seorang perawi tsiqah dan rna'rntr.n. Menurut penulis, asy-Syaikhani menjadikan Khalid sebagai acuan argumen. Bahkan al-Harits (dalam at-Taqrtb) mengatakan, "Ia tsiqah tsabat." Penulis juga mendapatkan dua hadis mutd.bi' yang mernarffi.'kannya. Pertama, Abdurrahman: Syu'bah menuturkan kepada kami secara marfil'; Hakim (L52-L5U4) men-tahhrij-nya dari dua jalur yang sama-sama dari Abdurrahman, dan kemudian menambahkan bahwa "hadis ini sahih berdasarkan kriteria Muslim." Dan penilaian ini disepakati oleh adz-Dzahabi. Abdurrahman di sini I SilsifahHadis Sahih I n adalah Ibnu Mahdi, yakni perawi yang sud.ah diakui ke-tsiqah-an, kekuatan hafalan, dan akurasinya. Jalur yang satunya lagi, menurut Hakim, adalah dari riwayat Abdullah ibn Ahmad, d.ari ayahnya, darinya. Namun penulis tidak pernah menemukannya daram Musnad Ahmad. Wallahu a'lam. Kedua, Abu Ishaq al-Fazzazi, dari Syu,bah. Abu Syaikh men_ takhrtj-nva (dalam al-Fawd'id. lzl8rD;juga Ibnu Asakir (daram Tdrtkh Dimasyqa IL/76/41). Abu Ishaq di sini adalah Ibrahim ibn Muhammad ibn al-Harits, seorang tokoh hadis, tsiqah, hafizh dan selalu dijadikan acuan argumen dalam ash-Shahthain. Menurut penulis, ketiga nama (Ibrahim, Muhammad, dan al-Harits) ini termasuk perawi yang tsiqah tsabat menyepakati periwayatan hadis dari syu'bah secararnarft.',dan itu menguatkan status hadis yang sedang dibahas ini. Adapun tentang pendapat Tirmidzi bahwa *pilihan menjadikannya sebagai hadis mauqaf bbih sahih" merupakan pendapat dari rirmidzi yang hanya tahu bahwa hanya Khalid ibn al-Harits lah satu-satu orang yang o.emaffikannya. Kalau saja ada orang lain yang jaga memarffikannya niscaya pilihan untuk memarffi.kannya adalah pilihan yang paling sahih. semua ini kemudian menjadi pembenaran adagium "betapa banyak yang ditinggalkan generasi terdahulu untuk generasi selanjutnya(berupa ilmu)" Hadis ini, menurut Abu Nu,aim (dalam al-Hityah [2L5/6]), jusa punya jalur periwayatan lain dari ya'la ibn Atha'. Namun saya tidak tahu apakah telah terjadi penyimpangan dalam sanad-nya atau tidak. **x** I 40 I SilsilahHadis Sahih

About
kunjungi Markaz Abu Fathan di : www.desasalafy.co.cc, www.desasalaf.co.cc, www.markazsunnah.co.cc
Other docs by Abu Fathan As ...
Al Baqoroh Ayat 210-233
Views: 2  |  Downloads: 0
Ibanah Bagian 4
Views: 22  |  Downloads: 2
Al Baqoroh Ayat 178-209
Views: 65  |  Downloads: 3
Ibanah Bagian 3
Views: 62  |  Downloads: 2
Ibanah Bagian 2
Views: 107  |  Downloads: 7
Al Baqoroh Ayat 142-177
Views: 109  |  Downloads: 3
Al Baqoroh Ayat 97-141
Views: 114  |  Downloads: 3
Ibanah Bagian 1
Views: 110  |  Downloads: 2
Menyingkap Mitos Wahhabi
Views: 176  |  Downloads: 20
Al Baqoroh Ayat 53-96
Views: 114  |  Downloads: 2
Majmu Fatawa War Rasaail Jilid 20
Views: 56  |  Downloads: 1
Majmu Fatawa War Rasaail Jilid 19
Views: 44  |  Downloads: 1
Majmu Fatawa War Rasaail Jilid 18
Views: 40  |  Downloads: 1
Majmu Fatawa War Rasaail Jilid 17
Views: 56  |  Downloads: 2
Majmu Fatawa War Rasaail Jilid 16
Views: 90  |  Downloads: 1