LAPORAN Akhir PHK A2 2007-2009 JTI Unmer Malang by g3org3

VIEWS: 224 PAGES: 42

									Ringkasan Eksekutif
       Ragam aktivitas dalam rangka implementasi Program Hibah Kompetisi (PHK) A2 Jurusan
Teknik Industri Universitas Merdeka Malang sepanjang tahun 2007-2009 telah melahirkan
banyak program dan hasil-hasil yang dicapai sampai Desember 2009. Diawali dari penyusunan
Proposal, Rencana Implementasi Program (RIP) hingga rangkaian pelaksanaan program dan
pelaporannya tiap tahun, setidaknya telah memberikan best practices khususnya kepada
pengelola dalam upaya meningkatkan efisiensi internal jurusan menuju academic excellence
atmosphere guna membentuk kompetensi lulusan sesuai dengan topik program yang telah
dipilih.
      Memasuki tahun ke-3 implementasi PHK A2 yang merupakan tahun terakhir adalah
merupakan terminal perjalanan yang dapat menyimpulkan capaian-capaian program baik secara
kuantitatif maupun kualitatif selama 3 (tiga) tahun. Hasil utama dari pelaksanaan program adalah
semakin meningkatnya kinerja jurusan, yaitu atmosfir akademik yang semakin kondusif dan
meningkat, peningkatan jumlah proposal penelitian staf akademik maupun karya tulis
mahasiswa, peningkatan kualitas proses dan sarana pembelajaran dan serta peningkatan
relevansi kompetensi lulusan.
      Meskipun terdapat beberapa indikator kinerja yang pada awal tahun dipergunakan dan
pada tahun berikutnya dihilangkan, namun beberapa indikator kinerja tambahan yang baru telah
dimasukkan berdasarkan hasil diskusi dan sharing bersama reviewer pada saat pembahasan RIP
dan Laporan PHK. Di samping itu, beberapa sub aktivitas yang pada 2 (dua) tahun sebelumnya
diselenggarakan, pada tahun berikutnya tidak lagi didanai lagi oleh PHK seperti Hibah
Penelitian dan Pengajaran. Perubahan spesifikasi peralatan dan pengadaan barang dan jasa juga
ikut mewarnai perjalanan implementasi PHK 2007-2009.
       Pencapaian indikator kinerja sampai dengan bulan Desember tahun 2009 menunjukkan
hasil yang sangat memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari capaian sebagian besar indikator kinerja
baik indikator kinerja utama maupun indikator kinerja per aktivitas memberikan hasil yang
sudah lebih baik daripada target akhir tahun, meskipun masih terdapat satu indikator kinerja
masih yang kurang memuaskan namun tingkat capaiannya sebenarnya tidak terlalu jauh dari
target akhir tahun. Sembilan indikator kinerja utama mencapai target bahkan ada yang melebihi,
satu indikator kinerja utama belum mencapai atau kurang dari target.
       Program-program yang telah direncanakan melalui aktivitas-aktivitas yang meliputi
peningkatan atmosfir akademik, peningkatan efisiensi internal dan peningkatan relevansi lulusan
telah dapat berjalan, baik yang berhubungan dengan aktivitas atau kegiatan maupun pengadaan
barang. Meskipun pada perjalanannya dalam bulan per bulan terdapat perbedaan capaian antara
aktivitas fisik dan kemajuan keuangan namun secara keseluruhan hingga akhir tahun ke-3 ini
semuanya dapat direalisasikan sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang telah direncanakan dan
ditargetkan.
      Beberapa kegiatan yang pada saat Laporan Interim bulan Oktober 2009 belum dapat
dilaksanakan karena memiliki keterkaitan dengan kegiatan lain pada akhirnya telah terealisasi,
seperti factory visit, outbound training dan penyusunan standar operasional dan prosedur
laboratorium. Kemajuan fisik pelaksanaan komponen program secara keseluruhan sampai bulan
Desember 2009 telah mencapai 100%. Demikian pula kemajuan keuangan pelaksanaan program
secara keseluruhan sudah mencapai 100% dengan telah dicairkannya dana PHK termin kedua
sebesar 30% sehingga telah mencapai 100%.




                                                                                              1
Bab 1. Pendahuluan

       Mengacu kepada Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi (Higher Education
Long Term Strategy, HELTS, 2003-2010), visi dan misi Universitas Merdeka Malang
sebagai salah satu penyelenggara pendidikan tinggi di Indonesia dalam melaksanakan Tri
Dharma Perguruan Tinggi, serta Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas
Merdeka Malang (JTI) sebagai bagian dari Unmer Malang yang merumuskan visi dan
misinya sebagai berikut :

VISI JTI :
Menjadi Lembaga Pembelajaran dan Pengembangan IPTEK Berbasis Riset yang Dikenal
Unggul di Tingkat Nasional dengan Kompetensi pada Rekayasa Produk (Product
Engineering), Rekayasa Operasi (Operation Engineering) dan Rekayasa Kualitas
(Quality Engineering) yang Memperhatikan Perubahan Lingkungan dan Perkembangan
Teknologi.

MISI JTI :
(1) Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi Berkualitas dalam Bidang Keilmuan Teknik
    Industri yang Berbasis Riset dalam Suasana Akademik yang Kondusif,
(2) Menghasilkan Sarjana Teknik Industri yang Menguasai IPTEK, Memiliki
    Kemampuan Logika dan Analitik, Mampu Bekerja Secara Mandiri Maupun Dalam
    Tim, Serta Mampu Berkomunikasi Secara Tulis dan Lisan Sesuai Bidang
    Kompetensinya,
(3) Menjalin Kerja Sama dengan Industri, Pemerintah dan Institusi Lain melalui Riset
    dan Pengembangan, Pelatihan dan Konsultasi, serta Pertukaran Tenaga Ahli dalam
    Bidang Perancangan, Rekayasa, Penilaian dan Perbaikan Sistem,
(4) Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Pengabdian Kepada Masyarakat dalam
    Membina Kemandirian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
TUJUAN :
Mengacu pada visi dan misi dapat dirumuskan tujuan pendidikan Jurusan Teknik Industri
sebagai berikut :
(1) Menghasilkan lulusan Sarjana Teknik Industri yang berkualitas.
    Kualitas lulusan dicerminkan dari :
       menguasai dasar-dasar ilmiah dan ketrampilan dalam bidang teknik industri
       sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan, dan merumuskan cara
       penyelesaian masalah keteknik-industrian;
       mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan keteknik-industrian
       dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan
       perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama melalui aktivitas
       perancangan (design), rekayasa (engineering), penilaian (assessment &
       evaluation) dan perbaikan (improvement) terhadap suatu sistem;
       mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri saat membangun
       kreativitas, menyampaikan ide dan berkarya di bidang keahlian teknik industri
       maupun dalam berkehidupan bersama di masyarakat;



                                                                                    2
         mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang
         teknik industri
(2) Menghasilkan penelitian dan pengembangan di bidang keilmuan Teknik Industri yang
     dapat memberikan konstribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
(3) Mengoptimalkan potensi sumberdaya institusi (SDM fisik, intellectual property,
    laboratorium, pusat studi, networking) secara aktual dalam dunia industri dan
    masyarakat secara umum melalui penelitian, pengabdian, pelatihan dan konsultasi.
         Setelah visi, misi dan tujuan JTI ditetapkan, selanjutnya perlu disusun strategi
 sebagai pedoman operasional bagi institusi dalam rentang waktu tertentu. Dalam jangka
 panjang selama 10 (sepuluh) tahun ke depan, JTI merumuskan strategi pengembangan
 beserta indikator kinerja institusional dalam rentang waktu 2006-2015 berikut :

          Tabel 1.1 Rencana Pengembangan Jangka Panjang JTI 2006-2015
    Waktu
                            Strategi                            Indikator kinerja
 Pelaksanaan
                                                  - Peningkatan jumlah dosen bergelar Master &
                Meningkatkan kompetensi             Doktor
                akademik dosen                    - Keikutsertaan dosen dalam seminar/pelatihan/
                                                    lokakarya
                Meningkatkan proses               - Tiap kelas memiliki fasilitas multimedia
                pembelajaran                      - Penggunaan fasilitas multimedia oleh dosen
                Meningkatkan intensitas Kuliah    - Terjadwal dan terselenggaranya Kuliah Tamu/
                Tamu/ seminar/ pelatihan / loka     seminar/ pelatihan / lokakarya
                karya
                Meningkatkan penelitian dan       - Jumlah penelitian dan pengabdian dosen
  2006 – 2010   pengabdian dosen
                                                  - Pembaruan Fasilitas & Peralatan laboratorium
                Memberdayakan laboratorium        - Bertambahnya modul praktikum
                                                  - Bertambahnya penelitian berbasis laboratorium
                Meningkatkan atmosfir akademis    - Penyelenggaraan diskusi dari klub diskusi
                di kampus                         - Kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa
                                                  - Jenis & jumlah koleksi buku perpustakaan
                Meningkatkan efektivitas            jurusan
                perpustakaan
                                                  - Kunjungan dosen dan mahasiswa
                                                  - Kurikulum mampu merespon kebutuhan dunia
                Mengembangkan kurikulum
                                                    kerja




                                                                                                    3
                Meningkatkan sebaran promosi      - Distribusi asal maba semakin meluas dan
                penjaringan mahasiswa baru          meningkat secara kuantitatif
                Meningkatkan budaya menulis       - Jumlah Buku ajar
                buku ajar & modul perkuliahan     - Jumlah modul perkuliahan
                Meningkatkan penulisan jurnal     - Jumlah penulisan Jurnal
                Meningkatkan keikutsertaan        - Keikutsertaan dosen dalam seminar/pelatihan/
  2011-2015     Kuliah Tamu / seminar /             lokakarya
                lokakarya / workshop /            - Jumlah penelitian dalam proceeding
                shortcourse nasional dan
                internasional
                                                  - Jumlah pemagangan dosen dan mahasiswa
                Meningkatkan kerjasama industri
                                                  - Penelitian improvement industri
                Membina industri kecil menengah   - Jumlah usaha kecil menengah yang dibina


       Rencana pengembangan yang telah ditetapkan oleh JTI Unmer Malang memiliki
relevansi dengan isu-isu strategis yang diketengahkan melalui Program Hibah Kompetisi
A2 yang difasilitasi oleh Ditjen Dikti. Proposal yang diajukan oleh JTI memfokuskan
pada pemilihan isu strategis atmosfir akademik, efisiensi dan produktivitas serta
relevansi. Program pengembangan yang didanai PHK A2 sesuai yang termuat dalam
proposal maupun RIP 2007-2009 PHK A2 JTI Unmer Malang meliputi :
1. Program      Peningkatan Atmosfir Akademik, dilaksanakan melalui aktivitas
   Peningkatan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah. : Mekanisme pelaksanaan
   kegiatannya dijabarkan melalui penyelenggaraan Lokakarya Riset, Kompetisi Hibah
   Penelitian dan Lokakarya Penulisan Artikel Ilmiah. Lokakarya ini diperuntukkan bagi
   staf akademik dan mahasiswa. Target yang ingin dicapai adalah peningkatan jumlah
   proposal penelitian, hasil penelitian, artikel dan publikasi hasil penelitian yang sudah
   pernah dilaksanakan, baik itu penelitian hibah DP2M, PHK A2, PKM dan
   sebagainya.
2. Program Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas, dilaksanakan melalui aktivitas (1)
   Peningkatan kualitas proses pembelajaran; (2) Peningkatan kualitas sarana
   pembelajaran; (3) Peningkatan kegiatan Praktikum; Ketiga aktivitas ini bertujuan
   untuk meningkatkan kualitas layanan Laboratorium terhadap aktivitas akademik
   mahasiswa JTI Unmer Malang yang menunjang efektivitas proses pembelajaran;
   mengukur kinerja pembelajaran yang dilaksanakan di JTI Unmer Malang sehingga
   proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan lebih efektif; dan meningkatkan
   kualitas sarana pembelajaran dilakukan melalui peningkatan kualitas fasilitas pustaka
   (digitally library) serta manajemen perpustakaan bagi staf akademik dan mahasiswa.
   Sarana pembelajaran berupa digilib berhubungan dengan kegiatan pengadaan
   hardware, software dan koleksi pustaka.
3. Program Peningkatan Relevansi dilaksanakan melalui 2 aktivitas yaitu (1)
   peningkatan kemampuan analisa, komunikasi dan manajemen, (2) peningkatan
   kompetensi profesi keteknikindustrian. Mekanisme pelaksanaan kedua aktivitas ini
   dijabarkan ke dalam sub aktivitas (1) studio manajemen yang terdiri atas JTI Fair dan



                                                                                                   4
   Outbound Training yang diperuntukkan bagi siswa SMA, (2) Pelatihan
   keteknikindustrian, dan (3) pembentukan forum komunikasi industri. Untuk sub
   aktivitas studio manajemen dan pelatihan keteknikindustrian akan dibiayai oleh
   institusi melalui dana pendamping. Pelatihan keteknikindustrian selain bertujuan
   meningkatkan hard skill, juga bertujuan untuk peningkatan soft skill mahasiswa dan
   lulusan. Sedangkan pembentukan forum komunikasi industri diarahkan untuk
   mengembangkan laboratorium berbasis industri dan standarisasi peralatan
   laboratorium sehingga lulusan JTI akan memiliki kompetensi profesi sesuai standar
   industri.

    Pada umumnya selama tiga tahun pelaksanaan PHK A2 yang menitikberatkan pada
implementasi 3 (tiga) program tersebut dapat berjalan sesuai yang telah direncanakan
pada RIP. Namun terdapat beberapa sub aktivitas yang pada tahun ke-3 tidak dapat
dilanjutkan untuk didanai, yakni Kompetisi Hibah Penelitian, Hibah Pengajaran dan
magang staf akademik.. Selain itu, terdapat perubahan-perubahan sub aktivitas dalam
Pengembangan Program yang juga mempengaruhi nominal dana yang didanai PHK. Pada
tahun 2007 dan 2008, pengadaan software pendukung keteknikindustrian tidak dapat
direalisasikan sehingga ada pengembalian dana ke kas negara. Demikian pula pada tahun
2009, sesuai hasil kesepakatan dengan reviewer terjadi perubahan spesifikasi pengadaan
jasa untuk Tenaga Ahli lokakarya yang diganti menjadi Narasumber sehingga ada
pengembalian sisa dana sebesar 40 juta. Kemajuan secara fisik dan keuangan
sebagaimana yang telah dilaporan setiap akhir tahun mencapai 100%, dengan beberapa
catatan sesuai dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada RIP dan telah dilaporkan
sebagaimana adanya berdasarkan perubahan tersebut.
    Berdasarkan pengalaman pelaksanaan program dari tahun ke tahun, rekaman
ketidakberhasilan implementasi program yang telah ditetapkan sebelumnya memberikan
umpan balik yang sangat berharga dalam hal memperhitungkan kemungkinan-
kemungkinan, fisibilitas dan kontinuitas program serta keterjangkauan sumberdaya yang
ada. Meskipun dari tahun ke-1 hingga ke-3 mengalami penurunan jumlah dana PHK,
namun secara kualitatif telah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pemahaman
yang lebih mendalam dan konstruktif terhadap pelaksanaan suatu program sehingga ke
depan dapat diusulkan beberapa perbaikan dan pendalaman terutama yang menyangkut
pemilihan aktivitas dan sub aktivitas, penentuan nominal dana yang diajukan, penetapan
indikator kinerja dan metode pengukurannya.




                                                                                    5
   Bab 2. Pengelolaan Program
          Organisasi Pelaksana Program Hibah Kompetisi (PHK) A-2 JTI UNMER Malang
   adalah seperti Gambar 2.1 yang dibentuk berdasarkan Surat Tugas Dekan Fakultas
   Teknik Universitas Merdeka Malang No. ST-50.1/FT/UM/VIII/2009, dibawah koordinasi
   Dekan FT sebagai Penanggung Jawab pada Tingkat Fakultas. Organisasi Pelaksana
   berkoordinasi dengan Ketua Jurusan dan Dekan Fakultas Teknik serta bertanggung
   jawab pada Rektor Universitas Merdeka Malang. Dalam melaksanakan tugas Ketua
   Pelaksana dibantu oleh seorang Wakil Ketua dan tiga orang Penanggung Jawab Aktivitas
   (PiC).

                                       Penanggung Jawab Tingkat Universitas
                                            Rektor Universitas Merdeka
                                             Dr. Kridawati Sadhana, MS.


                                        Penanggung Jawab Tingkat Fakultas
                                               Dekan Fakultas Teknik
                                            Ir. Nursubyakto, M.Sc., Ph.D.


                                        Penanggung Jawab Tingkat Jurusan
                                          Ketua Jurusan Teknik Industri
                                                Sugianto, ST, MT



                                                      Ketua
                                         Aang Fajar Passa Putra, SE., M.MI.


                                                                                       Wakil Ketua
                                                                                    Ken Erliana, ST., MT.




Penanggung Jawab Aktivitas A1:            Penanggung Jawab Aktivitas E1:            Penanggung Jawab Aktivitas R1:
  Peningkatan Kuantitas Penelitian &       Peningkatan citra jurusan dan kualitas      Perbaikan kurikulum dan kerjasama
       Publikasi Staf Akademik                    proses pembelajaran               industri dalam meningkatkaan Kompetensi
Samsudin Hariyanto, S.Si., MT.              Dani Yuniawan, ST, MMT                            dan Relevansi Lulusan
                                                                                        Ir. Hertri Samirono, MSc.


                               Gambar 2.1. Organisasi Pelaksana PHK A-2
                           Jurusan Teknik Industri Universitas Merdeka Malang


          Dalam rangka mendorong terbangunnya mekanisme penjaminan mutu yang lebih
   luas bagi penyelenggaraan pendidikan di UNMER Malang dan menata manajemen
   pengelolaan dan pelaksanaan program-program hibah dari pihak luar, maka Rektor
   UNMER Malang telah membentuk unit yang disebut Tim Seleksi Internal (TSI) dan Unit


                                                                                                                        6
Koordinasi Pelaksana Hibah (UKPH) melalui Surat Keputusan Rektor No.
Kep.157/UM/VIII/2006 dan diperbarui dengan Surat Keputusan Rektor No.
Kep.271/UM/XI/2006. TSI memiliki tugas dan fungsi sebagai Tim Seleksi Internal
Usulan Program Hibah Kompetisi atau yang sejenisnya. Sedangkan UKPH memiliki
tugas dan fungsi untuk melaksanakan koordinasi, monitoring dan evaluasi internal dan
memfasilitasi koordinasi pelaksanaan program hibah kompetisi atau yang sejenisnya di
lingkungan UNMER Malang. Anggota TSI dan UKPH terdiri dari staf akademik yang
sudah mempunyai pengalaman dalam persiapan maupun pelaksanaan penyusunan
proposal Program Hibah Kompetisi.

                                     Penanggung Jawab
                                     Tingkat Universitas
                                        REKTOR
             Unit Koordinasi
             Pengelola Hibah
                (UKPH)               Penanggung Jawab
                                      Tingkat Fakultas
                                         DEKAN


                                     Penanggung Jawab
                                      Tingkat Jurusan
                                    KETUA JURUSAN


                                    Ketua Tim Pengelola PHK
                                         Tingkat Jurusan
                                   (= Ketua Pelaksana PHK A-2)
                                        (dan Wakil Ketua)


            Ketua Pengelola           Ketua Pengelola            Ketua Pengelola
            Program (=PiC)            Program (=PiC)             Program (=PiC)


        Gambar 2.2. Struktur Organisasi UKPH dan Hubungannya dengan
          Unit Kerja Lain di Lingkungan Universitas Merdeka Malang

       Mekanisme kegiatan Monitoring dan Evaluasi Internal dilaksanakan secara
periodik dan non periodik. Monev Internal periodik dilakukan secara formal oleh seluruh
anggota UKPH, yaitu pada saat sebelum pembuatan Laporan Interim dan sebelum
pembuatan Laporan Akhir Tahun Pelaksanaan PHK A-2. Sedangkan kegiatan Monev non
periodik dilakukan berupa koordinasi informal tim pelaksana PHK A-2 dengan Jurusan,
Dekanat, dan UKPH di tingkat Universitas.
       Sistem dan prosedur pengelolaan program khususnya menyangkut pengelolaan
keuangan melibatkan pihak Universitas, Fakultas dan Jurusan yang dalam hal ini
ditangani langsung oleh Tim Task Force PHK. Dana PHK dari Ditjen Dikti ditransfer ke
rekening Rektor sebagai penanggungjawab kegiatan, selanjutnya ditransfer ke rekening


                                                                                     7
Dekan Fakultas Teknik untuk kemudian dicairkan melalui Task Force berdasarkan
pengajuan dan kegiatan yang dilaksanakan. Sedangkan yang menyangkut pengadaan,
ditangani oleh Tim Pengadaan tersendiri dimana salah seorang anggota Task Force
merupakan anggota Tim Pengadaan. Tahapan-tahapan dalam pengadaan barang dan jasa
ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mempertimbangkan pencairan dana
dari Dikti yang terbagi dalam 2 (dua) termin, yakni termin ke-1 sebesar 70% dan termin
ke-2 sebesar 30%.
        Selama pelaksanaan kegiatan PHK, persoalan yang kerap muncul adalah
koordinasi pihak-pihak terkait baik secara struktural, formal dan personal. Di tengah
aktivitas sebagai staf akademik, pejabat struktural maupun aktivitas lainnya kadangkala
menimbulkan conflict of interest pada saat yang bersamaan menghadapi suatu pilihan-
pilihan kegiatan. Pergantian formasi tim Task Force juga sedikit banyak ikut
mempengaruhi kinerja dan spirit kerja. Persoalan kultural juga masih terasa, berkaitan
dengan etos kerja dan budaya deadline untuk menyelesaikan pekerjaan. Namun dalam
kurun waktu 3 (tiga) tahun ini, beberapa best practices juga dapat diperoleh, diantaranya
adalah bagaimana sebaiknya menyusun proposal yang menarik, menentukan indikator
kinerja dan metode pengukurannya, memperkirakan alokasi dana dan fisibiltas suatu
kegiatan serta tentu saja bagaimana mempersiapkan diri menghadapi monitoring dan
evaluasi terhadap implementasi program yang sedang berjalan.




                                                                                       8
Bab 3. Hasil Yang Dicapai
3.1. Kinerja Pelaksanaan Program Secara Keseluruhan
      Keberhasilan program pengembangan yang dilaksanakan diukur dengan
menggunakan indikator kinerja program, yaitu indikator kinerja utama dan indikator
kinerja per aktivitas. Indikator kinerja utama terdiri dari 5 (lima) parameter yang
ditentukan berdasarkan pada Panduan Laporan Tahunan A2-A3. Sedangkan indikator
kinerja per aktivitas terdiri atas parameter yang ditentukan berdasarkan atas identifikasi
fenomena/gejala permasalahan dan hasil analisa evaluasi diri terhadap realitas akar
permasalahan. Besaran baseline dari indikator kinerja akan ditingkatkan melalui aktivitas
yang terdapat dalam program pengembangan yang telah dirancang.
      Hasil kegiatan yang dapat diukur baik secara kuantitatif maupun kualitatif melalui
indikator-indikator kinerja yang telah ditetapkan secara umum menunjukkan hasil yang
memuaskan. Peningkatan atmosfir akademik yang diawali dari stimuli-stimuli aktivitas
pada tahun pertama hingga akhir proyek PHK tahun 2009 ini nampak dari beberapa
indikator kinerja utama dan tambahan yang semakin membaik/meningkat. Demikian pula
terjadi peningkatan efisiensi dan produktivitas internal yang dicerminkan dari
peningkatan kualitas proses pembelajaran setelah didukung sarana dan peralatan
pembelajaran yang lebih baik dan perbaikan-perbaikan pada metode pembelajaran
maupun meningkatnya kompetensi staf akademik. Indikator kinerja utama dan tambahan
menunjukkan adanya peningkatan yang progresif hingga akhir program. Selain itu
peningkatan relevansi kompetensi lulusan yang merupakan program peningkatan
relevansi menunjukkan indikator yang juga positif dan terdapat perbaikan-perbaikan.
    Secara keseluruhan, kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan memberikan
dampak terhadap peningkatan kinerja jurusan, yakni :
1. Peningkatan Atmosfir Akademik, berupa peningkatan jumlah proposal penelitian staf
   akademik maupun artikel ilmiah mahasiswa, hasil penelitian, dan artikel yang siap
   untuk dipublikasikan ke jurnal terakreditasi maupun proceeding seminar nasional.
   Terdapat spirit yang signifikan terutama pada staf akademik dan mahasiswa untuk
   dapat menghasilkan proposal maupun karya tulis yang dapat diikutkan dalam
   program seperti PKM. Selain itu intensitas kegiatan klub diskusi yang melibatkan staf
   akademik dan mahasiswa semakin meningkat dengan bertambahnya klub-klub
   diskusi dan peminat diskusi yang terlibat aktif di dalamnya.
2. Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas secara internal, berupa peningkatan kualitas
   proses pembelajaran, yang melibatkan terutama staf akademik dan mahasiswa dapat
   diukur dari beberapa indikator kinerja. Terjadi penurunan persentase masa studi
   mahasiswa > 4,5 tahun, lebih cepatnya rerata waktu pengerjaan Tugas Akhir
   Mahasiswa (semester), menurunnya persentase mahasiswa tidak lulus kuliah dan
   peningkatan IP Dosen mengajar. Perbaikan atau peningkatan kinerja ini antara lain
   didukung oleh tersedianya sarana dan peralatan dalam proses pembelajaran yang
   semakin memadai, baik peralatan dan sarana pembelajaran di kelas, di laboratorium
   maupun dari sisi peningkatan kompetensi staf akademik sendiri.
3. Peningkatan Relevansi, berupa peningkatan relevansi kompetensi lulusan, melibatkan
   pihak eksternal terutama industri yang berkepentingan dengan dunia pendidikan


                                                                                        9
      tinggi. Jalinan komunikasi dibangun melalui forum komunikasi industri dan
      kunjungan perusahaan (factory visit) yang pada akhirnya bermuara pada standarisasi
      peralatan laboratorium berbasis industri. Selama proses tiga tahun berjalan, beberapa
      indikator telah menunjukkan hasil yang positif yang dapat dilihat dari adanya
      percepatan waktu pengerjaan Tugas Akhir Mahasiswa dan naiknya nilai rata-rata
      PKN mahasiswa.

3.2 Status dan Capaian Indikator Kinerja
    Status dan capaian indikator kinerja dapat dijelaskan melalui indikator kinerja utama
dan tambahan. Adapun status indikator kinerjanya mengacu kepada Panduan Penyusunan
Laporan Akhir PHK 2007-2009. Indikator kinerja selama tiga tahun dapat dinilai
berdasarkan target dan capaian yang diukur per tahun. Berikut status indikator kinerja,
penjelasan metodologi pengukuran indikator serta perubahan-perubahan indikator yang
terjadi :

                Tabel 3.1 Status dan Capaian Indikator Kinerja 2007-2009
                                                Target   Capaian   Target     Capaian    Target     Capaian
 No                  Keterangan                 Tahun     Tahun    Tahun       Tahun     Tahun       Tahun
                                                 2007      2007     2008        2008      2009        2009
  1                       2                       4         5         6          7          8          9

  1.     Indikator Kinerja Utama
 1.1     Proposal Penelitian (unit/thn)           4        7          8          9          9          21
         Penelitian yang didanai diluar PHK
 1.2                                              1        0          2          4          4          9
         A2 (unit/thn)
 1.3     Publikasi (unit/thn)                    4         7         8           2         4           4
 1.4     Rerata lama studi (thn)                4,75      4,73      4,70       4,69       4,65       4,595
         Persentase masa studi > 4,5 tahun
 1.5                                             40       43,24      39        37,0        38        38,10
         (%)
 1.6     Rerata waktu pengerjaan TA (smt)       1,25      1,73      1,2        1,18       1,15       1,08
 1.7     Persentase lulusan IPK < 2,75 (%)       30       18,60     27,5        30         25        13,64
         Persentase tidak lulus mata kuliah
 1.8                                             35       36,84     32,5        25         30        16,02
         (%)
         Persentase mahasiswa mengulang
 1.9                                             25       20,12      20         25         15        14,07
         matakuliah (%)
 1.10    Rerata gaji pertama (Rp./bln)          900rb    831rb     1.000 rb   1.080 rb   1.080 rb   2.466 rb
  2.     Indikator Kinerja Tambahan
         Penelitian berbasis laboratorium
 2.1                                              1        4          5          5          6          5
         (unit/tahun)
 2.2     Penelitian berbasis industri
                                                  0        0          2          4          5          4
         (unit/tahun)
 2.3     Mahasiswa terlibat di penelitian
                                                  7        10        13         22         27         20
         (mhs/tahun)
 2.4     Rerata IPK lulusan                     3,05      3,06      3,1        3,22       3,15       3,13
 2.5     IP Dosen                               3,47      3,47      3,57       3,88       3,67       3,74
 2.6     Persentase kehadiran mahasiswa          70        70        75         80         80        91,64
 2.7     Staf Akademik pendidikan S2             10        10        10         10         11         11
 2.8     Jumlah SOP Laboratorium                 0         0         0          0          1           1
 2.9     Persentase kerja posisi manajemen
                                                 2,0       3,0       3,5         5          5          5
         (%)
 2.10    Jumlah kerjasama industri (MoU)          5        5          6          5          6          6
 2.11    Jumlah staf akademik magang
                                                  4        4          7          7          8          8
         (dosen)
 2.12    Penelitian staf akademik di industri
                                                  1        0          2          4          5          4
         (unit/tahun)



                                                                                                             10
 2.13   Nilai PKN rata-rata per semester      *   *          *         *        80        90
 2.14   Penilaian dari peserta pelatihan      *   *          *         *        4         4
 2.15   Jumlah Modul Praktikum Berbasis
                                              *   *          *         *         1         6
        Industri


Penjelasan status indikator kinerja utama :

Metode Pengukuran Indikator Kinerja Utama dapat dijelaskan berikut :
1. Indikator Proposal Penelitian diukur berdasarkan jumlah proposal penelitian yang dapat
    dihasilkan oleh seluruh staf akademik selama satu tahun.
2. Indikator Penelitian di Luar PHK merupakan jumlah laporan penelitian yang dapat dihasilkan
    oleh seluruh staf akademik selama satu tahun yang didanai selain dari PHK A2, diantaranya
    melalui sumber dana DP2M Ditjen Dikti
3. Indikator Publikasi adalah jumlah publikasi ilmiah staf akademik dalam jurnal nasional
    terakreditasi selama satu tahun
4. Indikator Rerata lama studi diukur berdasarkan waktu yang ditempuh oleh semua lulusan
    dalam menyelesaikan studinya di JTI
5. Indikator persentase Masa Studi > 4,5 tahun diukur berdasarkan rasio antara jumlah lulusan
    yang menyelesaikan studinya selama lebih dari 4,5 tahun dan jumlah lulusan yang dinyatakan
    lulus yudisium fakulta dan dinyatakan dalam persentase.
6. Indikator Rerata waktu pengerjaan TA adalah masa dimana mahasiswa mulai mendaftarkan
    diri sebagai peserta TA hingga mahasiswa dinyatakan lulus ujian komprehensif (ujian akhir
    TA) dalam satuan semester yang sedang berjalan
7. Indikator presentase lulusan IPK kurang dari 2,75 diukur dari presentase jumlah lulusan yang
    memiliki IPK kurang dari 2,75, semakin kecil semakin baik
8. Indikator Persentase tidak lulus mata kuliah diukur dari jumlah presentase mahasiswa yang
    terbesar dalam sebuah matakuliah, semakin kecil semakin baik
9. Indikator Persentase mahasiswa mengulang matakuliah diukur dari jumlah presentase yang
    terbesar dalam sebuah matakuliah, semakin kecil semakin baik
10. Rerata gaji pertama diukur berdasarkan rerata gaji pertama seluruh lulusan hasil tracer study


    Terdapat indikator yang sebelumnya dicantumkan namun kemudian dihilangkan. Indikator
rerata waktu tunggu kerja dan persentase masa tunggu > 6 bulan yang digunakan pada tahun
pertama selanjutnya tidak dipakai lagi berhubung faktor kesulitan untuk melakukan tracer study
terhadap lulusan dan keterbatasan data dan informasi yang bersifat timbal balik dari para alumni
sendiri kepada pihak Jurusan. Hal ini dimaksudkan agar dalam status dan capaian indikator tidak
tercantum lagi simbol “n.a” karena ketidaksediaan data di lapangan.


Penjelasan status indikator kinerja tambahan :
Metode Pengukuran Indikator Kinerja Tambahan dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Indikator Penelitian Berbasis Laboratorium didasarkan jumlah laporan penelitian yang dapat
   dihasilkan oleh seluruh staf akademik selama satu tahun.
2. Indikator Penelitian Berbasis Industri adalah jumlah laporan penelitian yang dilakukan di
   industri selama satu tahun




                                                                                               11
3. Indikator Mahasiswa Terlibat di Penelitian adalah jumlah mahasiswa yang terlibat dalam
    penelitian staf akademik selama satu tahun
4. Rerata IPK lulusan diukur dari nilai total IPK (indeks prestasi kumulatif) seluruh lulusan
    mahasiswa JTI dibagi jumlah mahasiswa yang dihitung, semakin besar semakin baik
5. IP Dosen diperoleh dari kuisioner evaluasi dosen mengajar oleh mahasiswa yang diberikan
    tiap akhir semester dalam skala 5, dimana, nilai tertinggi adalah 5,00 dan nilai terendah
    adalah 1,00
6. Presentase kehadiran mahasiswa, diukur dari rata rata mahasiswa yang tidakhadir dibagi
    dengan mahasiswa yang hadir dikali 100% dari tiap pertemuan selama satu semester, semakin
    besar semakin baik
7. Jumlah staf akademik yang mempunyai pendidikan pascasarjana, semakin besar semakin baik
8. jumlah SOP yang dihasilkan selama satu tahun, semakin besar semakin baik
9. Persentase kerja posisi manajemen merupakan persentase lulusan menjabat posisi manajemen
    (minimal supervisor) pada pekerjaan pertama dibandingkan seluruh lulusan hasil tracer study
10. Jumlah kerjasama industri diukur berdasarkan akumulasi kerjasama JTI dengan industri
11. Jumlah Staf Akademik Magang diukur berdasarkan akumulasi dosen magang di industri
12. Penelitian staf akademik di Industri diukur berdasarkan akumulasi penelitian dosen yang
    diangkat dari permasalahan di industri.
13. Total nilai PKN satu semester dibagi dengan jumlah mahasiswa yang telah menyelesaikan
    PKN
14. Penilaian dari peserta pelatihan diukur melalui penyebaran angket pada setiap kegiatan yang
    dilakukan dan diukur dengan skala 5, penilaian diambil secara rata-rata
15. Jumlah akumulasi dari modul yang telah dihasilkan.

   Indikator kinerja tambahan 2.13, 2.14 dan 2.15 merupakan indikator kinerja yang
baru dimunculkan pada pelaksanaan tahun 2009. Ketiga indikator kinerja tambahan
tersebut berhubungan dengan peningkatan kompetensi profesi keteknikindustrian dan
kompetensi lulusan yang mengarah kepada program peningkatan relevansi lulusan.

      Sumber data untuk keperluan analisa dalam menentukan besaran (nilai) indikator
kinerja program berasal dari dua sumber, yaitu sumber data primer dan data sekunder.
1) Data primer diperoleh dengan cara pengambilan langsung terhadap obyek yang akan
   diukur, yaitu: mahasiswa aktif, mahasiswa yang baru lulus, alumni, dan stakeholders.
   Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner dan tracer study. Kuesioner
   dilakukan untuk mengumpulkan data yang sumbernya sudah jelas dan output data
   dapat diperoleh secara langsung; obyek sasaran untuk metode ini adalah mahasiswa
   yang masih aktif dengan periode pengambilan data sekali dalam satu semester.
   Sedangkan tracer study dilakukan untuk mengumpulkan data yang bersumber dari
   alumni, stakeholders dan instansi lain yang terkait, dengan periode pengambilan data
   sekali dalam satu tahun.
2) Data sekunder, yang merupakan data tercatat dari semua unit kerja internal yang
   terkait, yakni: Tata Usaha JTI, Tata Usaha Fakultas, Perpustakaan, Biro Administrasi
   Umum (BAU), Biro Administrasi Akademik (BAA), Lembaga Penelitian dan
   Pengabdian Masyarakat (LPPM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan Pusat



                                                                                            12
   Komputer UNMER Malang, Laboratorium di JTI, dan unit kerja lain yang terkait.
   Pengumpulan data sekunder dilakukan secara manual dengan cara merekap sesuai
   keperluan dan secara elektronik melalui akses jaringan intranet yang telah ada.
   Periode pengambilan data dilakukan sekali dalam satu semester, atau sekali dalam
   satu tahun sesuai keperluan.


      Indikator kinerja utama yang tercapai sesuai target atau mengalami peningkatan
pada akhir tahun ke-3 adalah adalah sebanyak 9 (sembilan) indikator yaitu: (1) jumlah
proposal penelitian per tahun, (2) jumlah penelitian di luar PHK per tahun, (3) jumlah
publikasi staf akademik, (4) rerata lama studi, (5) rerata waktu pengerjaan Tugas Akhir
Mahasiswa (6) Persentase lulusan IPK < 2,75, (7) persentase mahasiswa tidak lulus
kuliah, (8) Persentase mahasiswa mengulang matakuliah dan (9) rerata gaji pertama
lulusan. Sedangkan indikator kinerja utama yang tidak tercapai atau mengalami
penurunan pada akhir tahun ke-3 adalah : (1) Persentase masa studi > 4,5 tahun. Dari 10
indikator kinerja utama, 9 indikator menunjukkan ketercapaian target pada akhir tahun
ke-3 atau sebesar 90% dari keseluruhan indikator kinerja utama. Sebanyak 1 indikator
kinerja utama tidak tercapai sesuai target pada akhir tahun ke-3 atau sebesar 10%.
      Pelaksanaan kegiatan-kegiatan PHK A-2 JTI juga memberikan dampak kepada unit
lain yaitu Badan Perencanaan dan Penjaminan Mutu (BP2M) UNMER Malang, dimana
peningkatan kualitas proses pembelajaran yang terjadi di JTI juga memberikan pengaruh
yang signifikan kepada peningkatan kinerja sistem penjaminan mutu terutama dalam hal
implementasi manual mutu sistem perkuliahan di JTI dan evaluasi kinerja staf akademik
dari hasil kuisioner mahasiswa. Pada tahun 2009 ini, dua tahun berturut-turut sejak tahun
2008 JTI memperoleh penghargaan lagi sebagai salah satu dari 3 jurusan/prodi di
lingkungan Unmer Malang yang telah melaksanakan penjaminan mutu akademik dengan
baik. Proses penilaian dilakukan secara independen oleh BP2M Di samping itu, dampak
lain dari kegiatan pada bidang atmosfir akademik dan relevansi yakni peroleh beberapa
Hibah khususnya Hibah Asosiasi Profesi Mahasiswa dimana HMTI FT UNMER Malang
menjadi Koordinator bagi HMTI Perguruan Tinggi lain di Malang Raya. Selain itu,
keikutsertaan anak-anak sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah (SD, SMP
dan SMA/SMK) dalam event JTI Fair 2009 merupakan dampak positif dalam jangka
panjang guna menjalin jejaring dengan pihak stakeholder.

3.3 Analisis dan Rekapitulasi Anggaran Biaya
       Analisis tentang anggaran biaya selama tahun 2007-2009 dapat dibedakan ke
dalam dua, yakni Rekapitulasi anggaran biaya untuk tiap aktivitas dan Rekapitulasi
anggaran tiap komponen biaya. Penjelasan didasarkan pada Formulir Keuangan 1 dan 2
yang terdapat pada lampiran.
       Tabel 3.2 Rekapitulasi Anggaran Biaya untuk Tiap Aktivitas PHK A2
                        JTI 2007-2009 (dalam ribuan rupiah)




                                                                                      13
                       2007                     2008                     2009
  Aktivitas
                 Dikti   Realisasi PT     Dikti   Realisasi PT     Dikti   Realisasi PT
Akademik          55.000      55.000       30.000       30.000      30.000       10.000
Efisiensi        255.500     235.200      329.900      309.900     179.700      149.500
Relevansi         42.000      42.000       42.000       42.000      89.000       89.900
Total           352.500   332.200        401.900   381.900         298.700    249.400
Keterserapan          94%                      95%                        83%

        Berdasarkan Tabel 3.2 dapat diketahui bahwa Aktivitas Peningkatan Atmosfir
Akademik secara nominal mengalami penurunan dana PHK, hal ini karena ada kegiatan
pada tahun ke-1 yang tidak dilaksanakan lagi pada tahun berikutnya, juga karena
perubahan spesifikasi dari Tenaga Ahli ke Narasumber untuk Lokakarya. Aktivitas
Efisiensi dan Produktivitas untuk tahun 2007 dan 2008 mengalami kelebihan dana yakni
sisa belanja software yang telah dikembalikan ke kas negara sebesar masing-masing 20
juta. Sedangkan pada tahun 2009 juga terdapat sisa dana yakni dari pengembangan staf
bergelar yang telah menyelesaikan studinya, juga lokakarya yang mengalami perubahan
spesifikasi dari Tenaga Ahli ke Narasumber. Pada tahun 2009 ini total dana yang harus
dikembalikan sebesar 50,2 juta. Untuk Relevansi, meskipun pada tahun ke-3 magang
akademik telah dihapuskan, namun terdapat peningkatan nominal dana karena aktivitas
yang berkenaan dengan standarisasi laboratorium berbasis industri dalam rangka
peningkatan kompetensi lulusan. Secara keseluruhan sampai dengan program berakhir
tahun ini, keterserapan dana per tahun berfluktuasi, dari 94%, 95% dan 83%. Terjadi
penurunan penyerapan dana pada tahun ke-3 dikarenakan sejumlah dana yang harus
dikembalikan akibat perubahan-perubahan yang ada.
       Sedangkan untuk anggaran tiap komponen biaya, terdapat tiga komponen yang
tidak setiap tahun teralokasikan dananya, yakni komponen tenaga ahli yang teralokasi
hanya pada tahun pertama. Selanjutnya komponen biaya untuk hibah penelitian dan
pengajaran yang pada tahun terakhir tidak teralokasikan. Khusus untuk anggaran
Manajemen Program yang sumbernya merupakan dana pendamping dari institusi, secara
konsisten tiap tahun teralokasikan sejumlah 50 juta yang dialokasikan untuk insentif
pengelola, biaya aktivitas yang dananya bukan diambilkan dari PHK seperti JTI Fair,
Outbound Training dan Pelatihan Ketekniknindustrian, serta alokasi untuk monevin.




                                                                                  14
Bab 4. Uraian Pelaksanaan Kegiatan
4.1. Peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah
a.   Tujuan

          Tahun 2007 : mendorong staf akademik untuk dapat menghasilkan proposal
penelitian dengan topik-topik yang bervariasi dalam keteknikindustrian. Dalam
menghasilkan proposal staf akademik dituntut untuk memiliki agenda penelitian
sebelumnya, sehingga diperlukan pemahaman terhadap materi-materi mutakhir penelitian
terutama yang berbasis eksperimen laboratorium.

         Tahun 2008 : Untuk meningkatkan kualitas hasil penelitian staf akademik,
terutama mengarah kepada penelitian yang berbasis industri.

    Tahun 2009 : memacu staf akademik dalam menghasilkan artikel-artikel ilmiah
yang ditulis untuk keperluan publikasi di forum ilmiah dan media jurnal terakreditasi,
baik internal maupun eksternal

b. Pelaksanaan Kegiatan
   Atmosfir akademik dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah di Jurusan Teknik
Industri dibangun berdasarkan roadmap penelitian yang sesuai dengan perkembangan
keilmuan Teknik Industri baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional. Oleh
karena itu, pada awal kegiatan program hibah ( Tahun 2007 ) upaya peningkatan
admosfir akademik dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah diawali dengan kegiatan
“ Lokakarya Nasional Riset Industri “ yang mengundang tenaga ahli Prof. Ir. Nyoman
Pujawan, M.Eng, PhD. seorang pakar yang berkompeten dibidang Teknik Industri dan
yang dipercaya mengetahui perkembangan keilmuan Teknik Industri terkini, sehingga
kegiatan ini mampu membekali dan memberi arah bagi para dosen di Jurusan Teknik
Industri untuk mengambil peran pada bidang-bidang yang sesuai dengan apa yang
diajarkan dan ditekuni selama ini. Masing-masing dosen pada kegiatan ini diharapkan
mampu membuat dan merencanakan penelitian-penelitian yang akan dilakukan dimasa
mendatang sesuai dengan roadmap penelitian yang berkembang saat ini dan bidang
kemampuan yang dimiliki sehingga riset-riset yang dilakukan di jurusan teknik industri
Unmer Malang termasuk dalam riset unggulan dan nantinya hasil-hasil riset di jurusan
layak untuk dipublikasikan dalam proseding seminar nasional dan jurnal terakreditasi.
Selanjutnya untuk merealisasikan riset-riset unggulan dibentuk panitia kompetisi hibah
penelitian ( KHP 2007 ) yang beranggotakan Dekan Fakultas Teknik, Ketua Jurusan
Teknik Industri dan Sekretaris Jurusan Teknik Industri. Para dosen dalam kegiatan ini
diwajibkan untuk mengirimkan proposal penelitian mengikuti panduan yang telah dibuat
oleh panitia KHP 2007. Salah satu persyaratan penting adalah bahwa penelitian harus
melibatkan mahasiswa dan berbasis laboratorium yang ada di jurusan. Proposal-proposal
yang masuk akan diseleksi oleh panitia dan ditentukan satu pemenang yang akan
mendapatkan dana hibah dari PHK A2, sedangkan proposal yang tidak menang dalam
kompetisi ini diharapkan dapat diikutkan dalam kompetisi pendanaan yang ada diluar
PHK A2, baik dari DIKTI maupun Lembaga Riset lainnya.




                                                                                    15
    Pada tahun 2008, kegiatan untuk merealisasikan riset-riset unggulan dilakukan lagi
melalui pembentukan panitia kompetisi hibah penelitian ( KHP 2008 ). Panduan untuk
pembuatan proposal ditahun 2008 berbeda dengan panduan di tahun 2007. Perbedaannya
antara lain adalah proposal-proposal riset yang diikutkan di tahun 2008 penekanannya
adalah riset yang berbasis industri walaupun masih membolehkan yang berbasis
laboratorium. Perbedaan berikutnya adalah tentang keanggotaan Panitia/Tim KHP 2008
yang terdiri dari Ketua LPM Unmer Malang dan Dekan Fakultas Teknik. Ketua dan
sekretaris jurusan tidak diikutkan dalam panitia dan diganti oleh Ketua LPM adalah
upaya untuk meningkatkan kualitas proses seleksi proposal.
    Pada tahun 2009, pengajuan dana hibah untuk penelitian tidak disetujui oleh reviewer
karena dianggap admosfir akademik dalam bidang penelitian sudah terbangun dengan
baik walaupun tanpa pendanaan dari PHK A2 dan dinilai dapat mengusahakan dana dari
luar PHK A2, sehingga pada tahun ini kegiatan lebih difokuskan untuk memacu publikasi
hasil penelitian kedalam proseding seminar nasional maupun jurnal terakreditasi. Untuk
memotivasi sekaligus mendorong para staf akademik dalam menghasilkan artikel ilmiah
yang layak cetak di jurnal terakreditasi dilakukan melalui kegiatan workshop penulisan
artikel ilmiah dan didukung peningkatan ketersediaan literatur penelitian. Acara
workshop berhasil dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2009 mulai pukul 8.00 WIB hingga
pukul 16.00 WIB bertempat di ruang rapat Fakultas Teknik Universitas Merdeka Malang.
Sebagai narasumber pada kegiatan workshop ini adalah Bapak Ir. Hari Supriyanto,
MSIE dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS ) Surabaya sesuai dengan yang
direncanakan dalam RIP 2009. Acara dihadiri oleh seluruh dosen Teknik Industri yang
berjumlah sembilan orang kecuali satu dosen tidak dapat hadir karena ada acara di luar
kota. Hadir juga dalam kegiatan ini adalah 2 dosen dari Teknik Sipil, 2 Dosen dari
Teknik Mesin, dan 1 Dosen dari Teknik Elektro, serta 15 mahasiswa yang terlibat aktif
dalam kegiatan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Topik yang dibahas dalam
kegiatan workshop ini meliputi : pembentukan kelompok studi di jurusan untuk
membangun roadmap penelitian kelompok, kiat-kiat menulis artikel yang baik, dan
praktek membuat judul dan latar belakang yang baik. Acara berjalan sangat efektif dan
menarik karena nara sumber berhasil menyampaikan pengalamannya dalam menulis
artikel ilmiah dengan semangat dan tidak menjemukan sehingga membuat 90% peserta
tetap bertahan dalam kegiatan tersebut. Dalam kegiatan ini juga disampaikan pada
seluruh peserta workshop bahwa bagi peserta workshop (dosen) yang berhasil
mempublikasikan artikelnya di jurnal terakreditasi akan mendapatkan dana stimulus dari
lembaga.
     Upaya peningkatan riset teknik industri dan penulisan artikel ilmiah juga ditunjang
oleh peningkatan ketersediaan literatur penelitian yang dilakukan dengan melengkapi
literatur yang ada di perpustakaan jurusan. Pengadaan buku-buku yang sesuai dengan
roadmap penelitian dosen mulai tahun 2007 hingga tahun 2009 dapat terealisasi dengan
baik. Jaringan komputer untuk pelayanan pengguna perpustakaan di jurusan teknik
industri meliputi administrasi keanggotaan, sirkulasi ( peminjaman dan pengembalian )
buku, on line katalog, dan akses internet pada tahun 2009 ini juga telah dilaksanakan
dengan baik. Dengan adanya fasilitas-fasilitas tersebut di jurusan diharapkan dapat
memacu para dosen dan mahasiswa dalam pelakukan riset-riset unggulan dalam rangka
pengembangan keilmuan di bidang teknik industri di masa yang akan datang.




                                                                                     16
    Atmosfir akademik dalam bidang penelitian juga ditingkatkan melalui pendirian 4
Kelompok Diskusi yang beranggotakan staf akademik dan mahasiswa, yaitu kelompok
diskusi Bahasa Inggris, kelompok diskusi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM),
kelompok diskusi kewirausahaan dan kelompok diskusi Penalaran Daya Pikir Mahasiswa
HMTI. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam kelompok studi ini tidak menggunakan
anggaran PHK A2.

c.   Hasil Pelaksanaan (Output dan Outcome)
   Pelaksanaan program peningkatan admosfir akademik dalam bidang penelitian yang
dilakukan melalui beberapa kegiatan dari tahun 2007 hingga tahun 2009 seperti yang
telah dijelaskan sebelumnya secara umum dapat dikatakan sukses. Jumlah proposal
penelitian mengalami peningkatan yang siknifikan dari tahun 2007 hingga tahun 2009
dan semuanya melebihi target yang ditetapkan. Kualitas proposal penelitian juga dapat
dikatakan meningkat karena dari tahun 2007 hingga tahun 2009 jumlah proposal
penelitian yang berhasil mendapatkan dana penelitian dari luar PHK A2 mengalami
peningkatan. Pada tahun 2007 tidak ada satupun ( nol ) proposal yang diikutkan dalam
kompetisi DP2M DIKTI berhasil mendapatkan pendanaan karena pengajuan proposal
pada tahun 2006 untuk pendanaan tahun 2007 mengalami kesalahan administrasi di
Universitas Negeri Malang yang menjadi perwakilan PTN/PTS di wilayah Malang dalam
pengiriman ke DP2M sehingga seluruh proposal yang masuk tidak dapat mengikuti
kompetisi hibah penelitian.
   Tetapi capaian jumlah penelitian yang berhasil mendapatkan pendanaan diluar PHK
A2 mengalami peningkatan yang siknifikan pada tahun 2008 sebesar 4 buah penelitian
dan ditahun 2009 sebesar 9 buah penelitian. Jumlah Publikasi hasil penelitian juga dapat
dikatakan sukup stabil dari tahun 2007 hingga tahun 2009 yaitu berkisar 4 buah publikasi
tiap tahun. Jumlah publikasi yang cukup besar ditahun 2007 sebesar 7 buah dikarenakan
pada waktu itu banyak dosen yang sedang mengurus kenaikan pangkat sehingga ada
percepatan dalam menghasilkan artikel, dan setelah pangkatnya naik menjadi santai lagi
dalam menulis artikel di jurnal sehingga di tahun 2008 hanya berhasil melakukan 2 buah
publikasi. Dalam keadaan normal sebenarnya 3 diantara 7 publikasi di tahun 2007
semestinya terpublikasi di tahun 2008. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
penetapan target jumlah publikasi di tahun 2008 sebesar 8 buah yang didasarkan pada
capaian di tahun 2007 adalah penetapan target yang salah, yang semestinya dipasang
konstan sebesar 4 buah publikasi setiap tahun. Disamping itu pada tahun 2008 banyak
jurnal terakreditasi mengalami penurunan grade menjadi tidak terakreditasi sehingga
kompetisi untuk dapat mempublikasikan hasil penelitian di jurnal terakreditasi menjadi
meningkat.
    Dengan kegiatan yang dilakukan di tahun 2009, jumlah artikel yang berhasil
terpublikasi menjadi meningkat lagi sebesar 4 buah artikel sesuai dengan target yang
telah ditetapkan. Jumlah penelitian berbasis laboratorium dan berbasis industri dari tahun
2007 hingga tahun 2008 juga mengalami peningkatan sesuai dengan target yang telah
ditetapkan dan mengalami stabil di tahun 2009 sebanyak 5 buah penelitian berbasis
laboratorium dan 4 buah penelitian berbasis industri masing-masing kurang satu dari
target yang telah ditetapkan. Hasil ini bisa dimaklumi mengingat pada tahun 2009 tidak
ada kegiatan kompetisi hibah penelitian dalam PHK A2 sehingga tidak ada penelitian
yang mendapatkan dana hibah dari PHK A2. Jumlah mahasiswa yang terlibat dalam



                                                                                       17
kegiatan penelitian juga cukup banyak dan meningkat dari tahun 2007 sebanyak 10
mahasiswa menjadi 22 mahasiswa di tahun 2008 dan 20 mahasiswa di tahun 2009.
Capaian jumlah mahasiswa terlibat penelitian di tahun 2009 juga sedikit kurang dari
target terkait dengan capaian jumlah penelitian berbasis laboratorium dan berbasis
industri yang masing-masing kurang sedikit dari target. Tetapi jika dibandingkan dengan
jumlah mahasiswa yang ada di jurusan saat ini ( student body ) sebanyak ± 70 mahasiswa
maka prosentase mahasiswa yang terlibat penelitian adalah sebesar 29% adalah
prosentase yang cukup besar.
    Kelompok-kelompok diskusi yang telah dibentuk sejak tahun 2007 telah
menghasilkan 9 proposal penelitian Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang
diikutkan dalam kompetisi hibah penelitian PKM Dikti ditahun 2008, dan berdasarkan
pengumuman Dikti pada tahun 2009, telah berhasil memenangkan 6 dana hibah PKM
yang terdiri dari 3 PKM Teknologi, 1 PKM Penelitian, dan 2 PKM Kewirausahaan.
Mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan proposal PKM ini lebih dari 20 orang dan
yang terlibat dalam pelaksanaan hibah PKM sebesar 18 orang. Pada tahun 2009 ini
mahasiswa juga berhasil mengirimkan 6 buah artikel ilmiah yang diikutkan dalam hibah
PKM AI Dikti dan salah satu dari artikel tersebut berhasil menang dalam hibah PKM AI
dari Dikti. Mahasiswa juga berhasil memenangkan 1 hibah penelitian PHK APM
bersama dengan empat perguruan tinggi lainnya yaitu ITN, UMM dan Universitas
Yudharta. Pada bulan Oktober 2009 telah berhasil mengikutkan 3 proposal PKM dalam
seleksi hibah Dikti. Proposal penelitian yang ikut dalam kompetisi DP2M DIKTI pada
tahun 2009 sebesar 8 buah yang terdiri dari 2 proposal penelitan Dosen Muda, 1 proposal
PHB, 1 proposal Vucer, 2 proposal IPTEK, 1 proposal Ristek ( Fundamental ), dan 1
proposal Hi Link. Dari proposal-proposal tersebut ada 2 proposal yang mendapatkan dana
dari Dikti yaitu 1 Penelitian Dosen Muda atas nama Dani Yuniawan ST., M.MT. dan 1
program VUCER atas nama Samsudin Hariyanto, S.Si., MT.
   Peningkatan atmosfir akademik dalam bidang penelitian yang diindikasikan oleh
meningkatnya produktivitas penelitian staf akademik dibandingkan tahun sebelumnya
telah pula berdampak pada penurunan rerata waktu pengerjaan TA dari 1,73 semester di
tahun 2007, kemudian 1,18 semester di tahun 2008 dan menjadi 1,08 semester di tahun
2009. Penurunan lama pengerjaan TA ini menyebabkan penurunan lama studi lulusan
dari 4,73 di tahun 2007 menjadi 4,69 tahun di tahun 2008 dan turun lagi menjadi 4,595
tahun di tahun 2009. Sedangkan persentase mahasiswa yang lulus lebih dari 4,5 tahun (9
semester) turun dari 43,24% di tahun 2007 menjadi 37% di tahun 2008 dan naik sedikit
menjadi 38,10% di tahun 2009. Kenaikan ini secara statistik tidak signifikan dan hal ini
disebabkan distribusi data lama studi pada tahun 2009 lebih homogen dibandingkan tahun
2008. Semua capaian indikator kinerja ini dapat dikatakan memenuhi target yang telah
ditetapkan.

                         Tabel 4.1.a. Capaian Indikator Kinerja Utama
                                                   Target   Capaian   Target   Capaian   Target   Capaian
 No        Indikator Kinerja            Satuan     Tahun     Tahun    Tahun     Tahun    Tahun     Tahun
                                                    2007      2007     2008      2008     2009      2009
  1                 2                     3          4         5        6         7        8         9
                                       Unit/tahu
  1   Proposal Penelitian
                                           n
                                                     4        7         8        9         9        21
      Penelitian yang didanai diluar   Unit/tahu
  2
      PHK A2                               n
                                                     1        0         2        4         4        9



                                                                                                         18
                                          Unit/tahu
  3   Publikasi
                                              n        4        7          8          2         4         4
  4   Rerata lama studi                    tahun      4,75     4,73       4,70       4,69      4,65     4,595
      Persentase masa studi > 4,5
  5
      tahun
                                             %        40       43,24      39         37,0      38       38,10
  6   Rerata waktu pengerjaan TA          semester    1,25     1,73       1,2        1,18      1,15      1,08


                      Tabel 4.1.b. Capaian Indikator Kinerja Pendukung
                                                      Target    Capaian    Target    Capaian   Target   Capaian
 No    Indikator Kinerja Pendukung          Satuan    Tahun      Tahun     Tahun      Tahun    Tahun     Tahun
                                                       2007       2007      2008       2008     2009      2009
  1                     2                        3       4          5         6          7       8          8
       Penelitian staf akademik
  1
       berbasis laboratorium
                                              Unit         1          4         5         5         6     5
       Penelitian sataf akademik
  2
       berbasis industri
                                              Unit         0          0          2        4         5     4
                                             Maha
  3    Mahasiswa terlibat di penelitian
                                             siswa
                                                           7        10         13         22     27       20


Metode Pengukuran Indikator Kinerja Utama dan Pendukung dapat diuraikan sebagai
berikut:
     1. Indikator proposal penelitian diukur oleh jumlah proposal penelitian yang
         dihasilkan dalam satu tahun
     2. Indikator penelitian yang didanai diluar PHK A2 diukur oleh jumlah laporan
         penelitian yang dapat dihasilkan oleh seluruh staf akademik selama satu tahun
         diantaranya melalui sumber dana DP2M Ditjen Dikti
     3. Indikator publikasi diukur oleh jumlah publikasi yang dimuat dalam jurnal
         dalam satu tahun
     4. Indikator rerata lama studi diukur oleh rerata ( nilai rata-rata ) masa studi dari
         semua lulusan dalam satu tahun
     5. Indikator prosentase masa studi > 4,5 tahun diukur oleh persentase lulusan yang
         menempuh masa studi lebih dari 4,5 tahun menggunakan metode moving
         average 4 tahunan
     6. Indikator rerata waktu pengerjaan TA diukur oleh rerata waktu pengerjaan TA
         yang diperlukan semua lulusan dalam satu tahun
     7. Indikator penelitian staf akademik berbasis laboratorium diukur oleh jumlah
         akumulasi penelitian dosen berbasis laboratorium
     8. Indikator penelitian sta akademik berbasis industri diukur oleh jumlah
         akumulasi penelitian dosen yang diangkat dari permasalahan di industri
     9. Indikator mahasiswa terlibat dalam penelitian diukur oleh jumlah akumulasi
         mahasiswa yang dilibatkan dalam penelitian dosen

d. Hambatan pelaksanaan dan upaya mengatasinya
       Penelitian yang berbasis laboratorium menghadapi hambatan dalam pelaksanaannya
disebabkan oleh terbatasnya peralatan laboratorium yang ada di Jurusan Teknik Industri
Universitas Merdeka Malang. Dalam beberapa kasus, beberapa pengujian benda uji
terpaksa dilakukan di luar laboratorium Teknik Industri yang sering membutuhkan biaya
relatif besar, karena alat ukur yang digunakan tidak tersedia di laboratorium Teknik
Industri. Upaya yang telah dilakukan adalah dengan melengkapi fasilitas yang ada di
laboratorium menggunakan dana hibah.


                                                                                                              19
       Sedangkan kendala yang dihadapi dalam penelitian yang berbasis Industri adalah
kurang terbukanya pihak industri terhadap peneliti sehingga banyak data yang dibutuhkan
dalam penelitian tidak dapat diakses secara bebas oleh peneliti. Untuk menanggulangi
kendala ini perlu dilakukan penandatanganan nota kesepahaman ( MOU ) antara jurusan
teknik industri dengan semua perusahaan tempat penelitian dilaksanakan. Atau pada
perusahaan yang sudah MOU dengan jurusan perlu dilakukan perbaikan MOU yang lebih
dapat menimbulkan saling percaya dan menimbulkan komitmen kedua belah pihak untuk
mensukseskan tujuan kerjasama.
       Kendala lainnya yang ditemui dalam pelaksanaan penelitian adalah kurangnya
literatur pendukung penelitian terutama jurnal-jurnal ilmiah baik dalam negeri maupun
luar negeri yang tersedia di perpustakaan dan kurangnya fasilitas internet yang disediakan
institusi (UNMER). Selama tiga tahun pelaksanaan hibah A2, kendala ini juga dapat
diatasi dengan baik karena literatur yang saat ini tersedia di jurusan cukup mutakhir dan
telah tersedia jaringan internet yang cukup.
       Publikasi hasil-hasil penelitian di jurnal terakreditasi juga mengalami kendala yang
cukup serius mengingat banyak jurnal-jurnal terakreditasi turun tingkat menjadi tak
terakreditasi sehingga tingkat persaingan untuk meloloskan artikel yang siap cetak
menjadi lebih ketat dan waktu tunggunya lebih lama. Workshop penulisan artikel ilmiah
telah dapat mengatasi kendala ini, terlihat dari jumlah artikel yang akan dipublikasikan
telah mencapai target yang ditetapkan sebanyak 4 buah.

e. Kesinambungan Program
      Berdasarkan capaian indikator-indikator kinerja mulai tahun 2007 hingga pada
akhir tahun 2009 yang menunjukkan hasil yang memuaskan, hampir semuanya mencapai
target yang telah ditetapkan, membuat Jurusan Teknik Industri Unmer Malang optimis
bahwa atmosfir akademik dalam bidang penelitian dan publikasi hasil penelitian ini akan
dapat dilanjutkan dan ditingkatkan pada tahun-tahun yang akan datang. Hasil penelitian
yang banyak baik yang dilakukan oleh dosen maupun mahasiswa akan menjadikan
roadmap penelitian para dosen menjadi lebih fokus dan stabil yang akan menjadi kunci
keberhasilan pendanaan penelitian-penelitian selanjutnya yang lebih komprehenshif dan
mempunyai kontribusi yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    Publikasi hasil penelitian baik melalui jurnal terakreditasi maupun proseding seminar
nasional akan terus ditingkatkan dimasa yang akan datang. Pengalaman yang banyak
dalam bidang penelitian dan publikasi hasil penelitian akan dapat meningkatkan
performasi dosen dalam memberikan perkuliahan. Materi perkuliahan akan lebih
kontekstual berdasarkan pengalaman-pengalaman nyata yang dialami selama meneliti
dan tidak hanya tekstual. Penelitian yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan
masyarakat juga akan ditingkatkan di masa datang, baik masyarakat industri maupun
masyarakat pada umumnya.

4.2 Program Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas melalui Aktivitas Peningkatan
    Kualitas Proses Pembelajaran
a.     Tujuan
       Tujuan Program Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas program PHK A2 JTI
       Unmer Malang, dapat dijabarkan melalui 3 tahun program, antara lain melalui


                                                                                        20
     peningkatan kualitas proses pembelajaran, yang dapat dilihat dari adanya
     peningkatan indikator kinerja antara lain rata-rata kelulusan dan mengulang
     matakuliah, waktu pengerjaan TA, serta masa studi dan rata-rata IPK lulusan.
     Tujuan tahun pertama (2007)
     1. Mewujudkan lulusan yang memiliki kompetensi pada keterampilan proses dan
         operasional,    akademik,     keterampilan    software, manajemen   dan
         kepemimpinan, dalam masa studi yang pendek dengan IPK yang memenuhi
         persyaratan kerja, melalui aktivitas restrukturisasi kurikulum berbasis
         kompetensi
     2. Meningkatkan kinerja pembelajaran pada mata kuliah dengan mengadakan
         hibah pengajaran bagi para staf akademik
     3. Meningkatkan efektivitas proses pembelajaran melalui pengembangan staf
         bergelar (S2) dan peningkatan koleksi pustaka
     Kemudian untuk melanjutkan program yang sudah dilaksanakan ditahun pertama,
     maka tahun kedua (2008) melanjutkan aktivitas yang telah dilakukan di tahun
     pertama.
     Tujuan tahun kedua (2008)
     1. Mewujudkan lulusan yang memiliki kompetensi pada keterampilan proses dan
        operasional, akademik, keterampilan software, manajemen dan kepemimpinan
        melalui implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK JTI) didukung
        sumberdaya pengadaan peralatan laboratorium dan peningkatan koleksi
        pustaka
     2. Meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan membentuk kompetensi
        psikomotorik dari mahasiswa, melalui aktivitas peningkatan modul praktikum
     3. Meningkatkan efektivitas proses pembelajaran melalui pengembangan staf
        bergelar (S2) dan hibah pengajaran
     Tahun ketiga dapat dikatakan merupakan tahun pengembangan dari 2 tahun
     sebelumnya, antara lain tidak adanya program hibah pengajaran, dimana
     dilanjutkan dengan program program yang sifatnya sustainable,
     Tujuan tahun ketiga (2009),
     1. Untuk meningkatkan kualitas layanan Laboratorium terhadap aktivitas
         akademik mahasiswa JTI Unmer Malang yang menunjang efektivitas proses
         pembelajaran.
     2. Untuk mengukur kinerja pembelajaran yang dilaksanakan di Jurusan Teknik
         Industri (JTI Unmer Malang) sehingga proses pembelajaran dapat
         dilaksanakan dengan lebih efektif.
     3. Untuk meningkatkan kualitas sarana pembelajaran dilakukan melalui
         peningkatan kualitas fasilitas pustaka (digitally library) serta manajemen
         perpustakaan bagi staf akademik dan mahasiswa

b.   Pelaksanaan Kegiatan
     Untuk melihat rangkaian keseluruhan kegiatan Program Hibah Kompetisi A2,
     maka diuraikan secara umum kegiatan dari tahun 2007 hingga 2009, dari uraian
     tersebut akan terlihat keterkaitan antara kegiatan mulai tahun 2007 hingga 2009.



                                                                                  21
Tahun 2007
Pada tahun pertama (2007) ini, program peningkatan efisiensi dan produktivitas
melalui aktivitas peningkatan kualitas proses pembelajaran meliputi a)
Restrukturisasi Kurikulum Berbasis Kompetensi; b) peningkatan kinerja
pembelajaran melalui hibah pengajaran; c) Peningkatan Kompetensi Akademik
Dosen; d) Peningkatan Koleksi Pustaka Pendukung Proses Pembelajaran;
   1. Restrukturisasi kurikulum JTI Unmer Malang
       Untuk aktivitas restrukturisasi kurikulum berbasis kompetensi bertujuan
       untuk mewujudkan lulusan yang memiliki kompetensi pada keterampilan
       proses dan operasional, akademik, keterampilan software, manajemen dan
       kepemimpinan, dalam masa studi yang pendek dengan IPK yang
       memenuhi persyaratan kerja. Peaksanaannya melibatkan narasumber dari
       ITS Surabaya, Dr. Ir. UDISUBAKTI CIPTOMULYONO. M.Eng. Sc.
       Serta dilakukan benchmarking antara Teknik Industri ITS Surabaya dan
       ITB Bandung, dilaksanakan pada Bulan Mei 2007, bertempat di JTI
       Unmer Malang, kemudian dilanjutkan secara simultan selama satu bulan
       di JTI Unmer Malang. Dari kegiatan restrukturisasi kurikulum berbasis
       kompetensi tersebut memiliki dampak langsung yaitu Kurikulum Berbasis
       Kompetensi yang memadukan scientific vision dan market signal mampu
       membentuk dan meningkatkan kompetensi lulusan sehingga lebih mudah
       terserap di dunia kerja. Sedangkan tidak langsung dari implementasi
       Kurikulum yang terstrukturisasi baru dapat diketahui setelah empat tahun.
       Kegiatan restrukturisasi kurikulum secara tidak langsung berdampak pada
       mempersingkat lama studi, memperpendek waktu pengerjaan TA dan
       meningkatkan IPK lulusan. Keberhasilan kegiatan ini terindikasi dari
       semakin singkatnya waktu tunggu kerja lulusan.
   2. Perbaikan metode pembelajaran
       Untuk aktivitas Perbaikan Metode Pembelajaran bertujuan a) Memberikan
       motivasi terhadap mahasiswa terhadap penguasaaan tools dan metode
       keteknikindustrian serta implementasinya dilapangan; b) Meningkatkan
       kemampuan analitical dan logical mahasiswa terhadap kasus kasus yang
       terjadi di dunia industri; c) memberikan motivasi terhadap dosen akan
       penguasaan implementasi tools dan metode keteknikindustrian di lapangan
       untuk meminimalkan gap antara teori dan praktek dilapangan; d)
       Meningkatkan hasil pembelajaran pada mata kuliah dengan mengadakan
       hibah pengajaran. Hibah pengajaran dapat memotivasi staf akademik
       untuk memperbaiki materi atau modul ajar dan metode pembelajaran.
       Keberhasilan kegiatan ini terindikasi dari banyaknya modul ajar dan
       tingkat kelulusan perkuliahan.
   3. Peningkatan koleksi pustaka & Pengembangan staf bergelar
      Perbaikan metode pembelajaran juga didukung oleh peningkatan
      kompetensi staf akademik dan peningkatan koleksi pustaka, serta
      pengadaan peralatan laboratorium yang kesemuanya akan menunjang
      proses peningkatan pembelajaran.

Tahun 2008



                                                                             22
    Untuk mencapai target yang tertera pada indikator kinerja tahun 2008 dan
menjaga sustainability program yang telah dilaksanakan tahun 2007, maka
aktivitas yang dilakukan adalah Implementasi Hasil Restrukturisasi Kurikulum
berbasis Kompetensi JTI Unmer Malang pada tahun akademik 2008/2009,
melanjutkan program pengembangan staf akademik melalui pendidikan bergelar
yang sudah berjalan sejak tahun akademik 2007/2008, melanjutkan program hibah
pengajaran, yang implementasinya dimulai tahun 2008, serta meningkatkan
kegiatan praktikum JTI Unmer Malang.
    1. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK JTI)
            Implementasi kurikulum telah mulai diimplementasikan pada tahun
        akademik 2008/2009, dimana pelaksanaannya membutuhkan koordinasi
        sistem informasi akademik pada tingkat Fakultas Teknik (dalam hal ini
        Wakil Dekan I Bidang Akademik), dengan membuat konversi mata kuliah
        beserta kode matakuliah untuk sistem informasinya, serta adanya
        sosialisasi Kurikulum Berbasis Kompetensi ditingkat mahasiswa.
        Implementasi Restrukturisasi kurikulum JTI berdampak besar pada
        kegiatan belajar mengajar, konsekuensi dari kurikulum Berbasis
        Kompetensi tersebut secara garis besar antara lain memiliki jumlah
        matakuliah pilihan bidang keahlian yang lebih banyak dibanding
        kurikulum 2003, selain itu terdapat beberapa praktikum baru baik untuk
        praktikum wajib dan praktikum wajib bidang keahlian, serta ada beberapa
        tugas besar yang sifatnya komprehensif yang merupakan aplikasi dari
        beberapa matakuliah prasyarat. Sehingga implementasi kurikulum berbasis
        kompetensi membutuhkan sumber daya peralatan-peralatan laboratorium
        dan peningkatan jumlah pustaka. Diharapkan lulusan JTI dengan
        kurikulum baru ini lebih mendekati dengan kebutuhan dunia kerja dan
        mampu meningkatkan daya saing alumni JTI Unmer Malang dengan
        institusi lain.
   2. Perbaikan Metode Pembelajaran
          Kurikulum baru tersebut juga berdampak pada proses pembelajaran
      dimana untuk tahun pertama yang dilaksanakan adalah seleksi proposal
      hibah pengajaran yang meliputi pembuatan modul / buku ajar, factory
      visit, serta pembelajaran berbasis multimedia yang membutuhkan
      sumberdaya untuk implementasi kegiatan ini berupa LCD, Notebook, dan
      AC. Implementasi Hibah Pengajaran dilaksanakan mulai tahun kedua
      (tahun 2008 – semester ganjil) hal ini dikarenakan, adanya restrukturisasi
      kurikulum KBK JTI, yang pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan
      sistem informasi akademik di fakultas teknik dan sosialisasi bagi seluruh
      staf akademik & mahasiswa. Selain itu perlu ditingkatkan kemampuan staf
      akademik melalui peningkatan jenjang pendidikan dari S1 ke jenjang
      pendidikan S2. Diharapkan dari perbaikan metode & proses pembelajaran
      berbasis multi media dan factory visit, dapat meningkatkan penerimaan
      dan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan staf
      akademik, dan dapat meminimalkan gap antara teori dan praktek di
      lapangan kerja.



                                                                             23
   3. Peningkatan Kegiatan Praktikum Melalui Lokakarya Pembuatan
      Modul Praktikum
          Restrukturisasi kurikulum baru berdampak pada banyaknya jumlah
      praktikum baru, dimana JTI telah merancang modul praktikum baru
      menurut standar minimal laboratorium yang telah ditetapkan oleh Dikti
      (untuk Lab. Ergonomi, Lab Pengukuran Metode Kerja, serta Lab Rekayasa
      Kualitas, dimana sebelum KBK dilaksanakan, praktikum dilakukan hanya
      1 (satu) kali untuk setiap tahun ajaran, dengan kurikulum yang baru maka
      tiap semester, praktikum di Laboratorium laboratorium tersebut
      dilaksanakan tiap semester, dimana modul praktikum baru tersebut
      membutuhkan sumberdaya berupa sebuah unit komputer untuk proses
      perancangan modul baru untuk masing masing laboratorium yang ada di
      JTI (lab. Ergonomi, lab. PMK, lab. Rekayasa kualitas) serta peralatan
      praktikum yang baru sesuai dengan modul praktikum yang dikembangkan.
      Lokakarya diselenggarakan selama 1 bulan, yang diikuti oleh seluruh
      Kepala Laboratorium yang ada di JTI Unmer Malang (internal JTI Unmer
      Malang), dimana hasil dari lokakarya adalah adanya modul untuk
      praktikum baru sesuai dengan perubahan kurikulum JTI. Diharapkan
      dengan modul baru tersebut mahasiswa dapat mempraktekkan teori, serta
      meningkatkan pemahaman ilmu yang diberikan staf akademik.

Tahun 2009
Hasil yang dicapai pada pelaksanaan kegiatan peningkatan efisiensi dan
produktivitas pada tahun ketiga (2009) antara lain a) pembuatan rancangan
standard operasional laboratorium melalui Lokakarya Manajemen & standard
operasional Laboratorium, b) terciptanya sistem pengukuran kinerja pembelajaran
bagi staf akademik JTI Unmer Malang, melalui lokakarya Lokakarya
Perancangan sistem pengukuran kinerja Pembelajaran, c) Peningkatan kualitas
sarana pembelajaran dilakukan melalui peningkatan kualitas fasilitas pustaka
(digitally library) dan manajemen perpustakaan bagi staf akademik dan
mahasiswa (dalam proses pelaksanaan), serta peningkatan koleksi pustaka (baik
hardcopy maupun softcopy) perpustakaan JTI Unmer Malang, d) pengembangan
kompetensi staf akademik melalui pendidikan bergelar, telah selesai dilaksanakan
(staf akademik JTI Unmer Malang, Ken Erliana ST., MT. telah menyelesaikan
studi S2 di Universitas Brawijaya Malang).
Berikut detail dari masing masing aktivitas.
   1. Peningkatkan kualitas layanan Laboratorium
       Peningkatan kualitas layanan laboratorium diharapkan dapat dicapai
       melalui lokakarya standard operasional Laboratorium, hingga September
       2009 ini belum dilaksanakan. Mekanismenya dengan mengundang
       narasumber yang memiliki kompetensi dalam Standard operasional dan
       manajemen Laboratorium, yakni Sritomo Wignjosoebroto, Ir., M.Sc. (dari
       ITS Surabaya). Lokakarya dilaksanakan bagi internal Staf Akademik JTI
       Unmer Malang, terutama bagi Kepala Laboratorium yang ada di JTI
       Unmer Malang. Pelaksanaan lokakarya diagendakan pada tanggal 12
       Nopember 2009 dengan kepanitian yang terdiri dari mahasiswa dan


                                                                             24
   karyawan JTI Unmer Malang, adapun Staf akademik berfungsi sebagai
   steering commitee.
2. Perancangan sistem pengukuran kinerja pembelajaran
       Aktivitas ini merupakan kelanjutan dari pengembangan kurikulum
   berbasis kompetensi JTI serta program hibah pengajaran pada tahun
   pertama dan kedua (2007 & 2008), dapat dikatakan aktivitas ini adalah
   implementasi sustainability program hibah pengajaran.
      Aktivitas ini dilaksanakan secara internal (seluruh staf akademik JTI
   Unmer Malang & karyawan) pada bulan Februari 2009 dengan membuat
   draft / rancangan kuisioner yang dapat diterapkan di berbagai bentuk
   metode pembelajaran, hingga evaluasi akhir yang dilaksanakan pada tiap
   akhir semester (UAS). Untuk meningkatkan efektivitasnya, selain di UAS,
   pengukuran juga dilakukan di tengah semester (UTS). Pendampingan
   pengukuran kinerja pembelajaran diberlakukan untuk seluruh matakuliah
   yang terdapat pada Kurikulum 2007 (kurikulum baru hasil Lokakarya
   Kurikulum tahun 2007 yang didanai oleh PHK A2).
3. Peningkatkan Kualitas Sarana Pembelajaran
   Peningkatan kualitas sarana pembelajaran membutuhkan sumberdaya
   peningkatan fasilitas laboratorium dan koleksi pustaka yang
   pelaksanaannya secara penunjukan langsung terhadap vendor yang
   kompeten, rencana dilaksanakan mulai bulan Mei 2009, realisasi
   pelaksanaan aktivitas ini mengalami perubahan jadwal, disebabkan tim
   pengadaan universitas terbentuk baru pada bulan juni 2009, di samping
   pencairan dana PHK A2 termin 1 sebesar 70% juga baru turun pada bulan
   Mei. Selain itu dalam tahapan proses pengadaan terdapat beberapa vendor
   yang kurang memenuhi persyaratan administratif, sehingga terdapat
   perubahan jadwal pengadaan peralatan laboratorium, digital library, &
   koleksi pustaka, yang berdampak pada perubahan jadwal kegiatan
   peningkatan kualitas sarana pembelajaran.
   Peningkatan kualitas sarana pembelajaran pada tahun ketiga ini adalah
   kelanjutan program PHK A2 pada tahun pertama dan kedua, dimana pada
   tahun pertama yang dikembangkan adalah pengadaan sumberdaya
   peralatan laboratorium & koleksi pustaka, pada tahun kedua adalah
   pengembangan modul modul praktikum dan pengadaan sumberdaya
   peralatan laboratorium serta koleksi pustaka, sedangkan pada tahun ketiga
   ini melanjutkan program dari tahun kedua, yaitu pengadaan sumberdaya
   peralatan laboratorium yang disesuaikan dengan pengembangan modul
   modul praktikum, serta koleksi pustaka, yang didukung manajemen digital
   library.
   Guna menampung koleksi pustaka yang sudah ada, dibutuhkan
   sumberdaya peningkatan fasilitas perpustakaan berupa online catalog, rak
   buku, ebook dan digital library, serta perbaikan manajemen perpustakaan,
   yang dilaksanakan secara internal oleh Staf akademik yang memiliki
   librarian certificated.



                                                                         25
c.   Hasil Pelaksanaan (Output)
        Pelaksanaan untuk program peningkatan efisiensi dan produktivitas secara
     umum dapat dilihat dalam gambaran umum hasil tiap tahunnya selama 3 tahun
     program hibah kompetisi A2 dilaksanakan
     Tahun 2007
     Output dari beberapa kegiatan aktivitas E1 ini antara lain:
        1. Restrukturisasi kurikulum JTI Unmer Malang
            Output dari kegiatan tersebut adalah Kurikulum baru JTI Unmer Malang
            yang mengikuti struktur Kurikulum berbasis kompetensi, dimana dalam
            jangka panjangnya akan berdampak pada peningkatan kompetensi
            mahasiswa dengan masa studi semakin pendek dan IPK semakin baik, dan
            peningkatan kompetensi lulusan dengan masa tunggu kerja semakin
            pendek serta gaji pertama semakin tinggi, dalam hal ini dampak tersebut
            dapat mulai dirasakan pada tahun ketiga
        2. Perbaikan metode pembelajaran
            Output dari kegiatan ini adalah Modul ajar berbasis multimedia dengan
            studi kasus yang relevan dengan dunia kerja yang didapat melalui factory
            visit yang dilakukan di akhir materi perkuliahan sebagai bagian bahan
            pembelajaran. Metode pembelajaran juga berubah dari teacher center
            learning menjadi student center learning (SCL), diharapkan dengan model
            SCL & factory visit tersebut mahasiswa dapat menyerap lebih banyak
            materi perkuliahan. Dampak tidak langsung kegiatan ini dapat dilihat pada
            indikasi berkurangnya jumlah mahasiswa mengulang matakuliah &
            meningkatkan presensi mahasiswa, waktu pengerjaan TA yang lebih
            singkat dan meningkatkan IPK lulusan.
        3. Peningkatan koleksi pustaka & Pengembangan staf bergelar
            Output dari kegiatan ini adalah Staf akademik mempunyai tingkat
            pendidikan minimal S2 & Koleksi pustaka yang mendukung proses
            pembelajaran     dan    penelitian sesuai   perkembangan   ilmu
            keteknikindustrian. Dampak tidak langsung kegiatan ini adalah
            mempersingkat lama studi, memperpendek waktu pengerjaan TA dan
            meningkatkan IPK lulusan.

     Tahun 2008
         Hasil pelaksanaan untuk program peningkatan efisiensi dan produktivitas
     secara umum mengalami kemajuan, walaupun ada beberapa target di tahun
     pertama yang tidak terpenuhi, berikut output dari ketiga aktivitas program
     peningkatan efisiensi dn produktivitas. Hal ini juga dapat dilihat pada capaian
     kinerja dari indikator pendukung dan indikator utama.
     1. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK JTI)
         Output implementasi kurikulum berbasis kompetensi antara lain adanya
         rencana pembelajaran satu semester (RPSS) berbasis SCL (student centered
         learning) dan silabus untuk masing masing matakuliah KBK yang baru. Selain
         itu terselenggaranya sistem pembelajaran dengan KBK 2007 dengan standar
         BKSTI (Badan Kerjasama Teknik Industri) beserta sistem konversinya


                                                                                  26
   merupakan salah satu bentuk output yang nyata. Dengan kurikulum baru
   berstandar BKSTI, maka diharapkan dapat mengurangi lama waktu tempuh
   studi, lama pengerjaan tugas akhir, dan meningkatkan pemahaman akan ilmu
   ilmu keteknikindustrian, serta meningkatkan daya serap Alumni JTI Unmer
   Malang di bursa kerja.
   Dari capaian indikator kinerja terlihat bahwa rerata lama studi telah
   melampaui capaian tahun 2007 dan target tahun 2008, telah terpenuhi.
   Demikian pula untuk indikator rerata IPK lulusan telah melampaui capaian
   tahun 2007 dan target tahun 2008. Walaupun indikator rerata lama studi dan
   rerata IPK lulusan tidak secara langsung terkait dengan implementasi KBK
   JTI, hal ini menunjukkan sistem konversi perubahan kurikulum lama ke
   kurikulum baru dapat berjalan dengan cukup baik. Dampak implementasi
   kurikulum baru tersebut sebenarnya baru dapat dievaluasi beberapa semester /
   beberapa tahun akademik berikutnya, tidak dapat langsung setelah satu
   semester berjalan. Indikator lain yang menunjukkan perbaikan adalah
   penurunan persentase masa studi > 4,5 tahun dan persentase lulusan IPK
   lulusan < 2,75; hal ini merupakan kondisi yang dapat mendukung pencapaian
   target tahun berikutnya.
2. Perbaikan Metode Pembelajaran
   Output perbaikan metode pembelajaran adalah adanya modul / buku ajar dan
   modul multimedia untuk tiap tiap matakuliah, selain itu adanya kunjungan ke
   industri terkait dengan matakuliah yang bersangkutan (factory visit), dimana
   hasil akhirnya diharapkan dapat meminimalkan gap antara teori di kelas dan
   praktek di lapangan. Untuk tahun kedua ini implementasi dilaksanakan pada
   semester ganjil (tahun ajaran 2008). Mata kuliah Pemenang Hibah Pengajaran
   pada tahun 2007, baru diimplementasikan pada tahun kedua PHK A2 ini, hal
   ini dikarenakan pada tahun pertama, fokus utamanya adalah restrukturisasi
   kurikulum KBK JTI. Dengan perbaikan metode pembelajaran diharapkan
   dapat meningkatkan tingkat kelulusan mahasiswa dalam setiap mata kuliah,
   serta, dan meningkatkan tingkat kehadiran mahasiswa, serta IP dosen.
   Dari capaian indikator kinerja, outcome program perbaikan metode
   pembelajaran dapat dilihat di beberapa komponen indikator kinerja, dimana
   IP dosen, rerata IPK lulusan, rerata lama studi, % kehadiran mahasiswa di
   kelas meningkat melebihi target tahun 2008. Capaian beberapa indikator
   kinerja tersebut juga mendukung indikator kinerja yang lainnya, seperti halnya
   adanya pencapaian target terhadap indikator persentase lulusan IPK < 2,75,
   dan rerata waktu pengerjaan TA, serta persentase masa studi > 4,5 tahun.
   Perbaikan indikator ini disebabkan adanya pembenahan di proses
   pembelajaran, baik yang di dalam kelas, maupun proses pembelajaran di luar
   kelas seperti bimbingan akademik untuk Tugas Akhir, PKN, dan praktikum di
   laboratorium. Selain itu mulai tahun 2007 seluruh staf akademik mulai
   mengimplementasikan konsep SCL di proses pembelajaran JTI Unmer
   Malang, yang mana peningkatan keaktifan mahasiswa dalam mengikuti
   perkuliahan otomatis akan ikut meningkat, hal hal tersebut akan berdampak
   baik pada menurunnya persentase mahasiswa tidak lulus matakuliah,dan


                                                                              27
   jumlah persentase mahasiswa yang mengulang. Khusus untuk kedua indikator
   kinerja tersebut (maksimum persentase tidak lulus dan maksimum persentase
   mengulang) terdapat perubahan saat costing dengan reviewer di Surabaya,
   menjadi ”maksimum persentase tidak lulus” dan ”maksimum persentase
   mengulang” untuk matakuliah pemenang hibah pengajaran. Dasar perubahan
   itu adalah karena dirasakan adanya kesulitan untuk membandingkan
   matakuliah pemenang hibah dengan matakuliah biasa, karena ada beberapa
   perlakuan tersendiri, dari matakuliah pemenang hibah.
3. Peningkatan Kegiatan Praktikum Melalui Lokakarya Pembuatan Modul
   Praktikum
   Output dari peningkatan kegiatan praktikum melalui lokakarya pembuatan
   modul praktikum adalah adanya modul praktikum yang baru sesuai dengan
   KBK 2007 JTI Unmer Malang. Konsekuensinya setiap laboratorium di JTI
   beroperasi setiap semester, dimana sebelumnya hanya satu kali beroperasi
   dalam satu tahun ajaran (laboratorium Ergonomi, laboratorium Pengukuran
   dan Metode Kerja, laboratorium Rekayasa Kualitas). Khusus laboratorium
   Komputasi Industri telah beroperasi tiap semester sejak awal berdirinya.
   Sehubungan dengan adanya kesulitan untuk menghubungkan capaian tahun
   2008 dan target tahun 2009 berkenaan dengan kegiatan praktikum dan
   pengukuran kinerjanya, maka saat costing PHK A2 tahun 2008 di Surabaya,
   ditambahkan indikator untuk mengukur kinerja praktikum di JTI, yaitu adanya
   SOP (standard operating procedure) untuk tiap tiap laboratorium, dimana
   adanya SOP adalah pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan kinerja
   laboratorium dalam bentuk peningkatan layanan terhadap mahasiswa
   disamping peningkatan kualitas praktikum yang telah dilaksanakan di tahun
   2008 (pembuatan modul praktikum baru untuk lab. Ergonomi, lab. Rekayasa
   kualitas, dan lab. Pengukuran Metode Kerja).

Tahun 2009
    Pelaksanaan untuk program peningkatan efisiensi dan produktivitas secara
umum mengalami sedikit kemajuan (fisik). Program ini terkait dengan program
relevansi sehingga memerlukan sinkronisasi kegiatan dan penjadwalan dalam
pelaksanaannya.
    1. Peningkatan kualitas layanan Laboratorium
       Output kegiatan ini adalah berupa Standar Operasional Prosedur (SOP)
       untuk Laboratorium yang sesuai dengan standar industri. Penyusunan SOP
       didahului oleh kegiatan factory visit (aktivitas Relevansi) ke perusahaan
       yang memiliki MoU dengan JTI Unmer Malang selesai dilaksanakan.
       Kegiatan ini merupakan runtutan dari kegiatan relevansi, karena inti dari
       kegiatan relevansi tersebut (factory visit) adalah supaya staf akademik
       mendapatkan gambaran bagaimana standard operasional laboratorium di
       dunia industri, dan diharapkan dapat diterapkan di laboratorium JTI
       Unmer Malang. Selanjutnya melalui kegiatan lokakarya standard
       operasional laboratorium, staf akademik dapat membuat rancangan
       standard operasional laboratorium sendiri yang tidak jauh beda dengan


                                                                             28
   standard operasional laboratorium di dunia industri. Dampak kegiatan ini
   sangat besar bagi sustainability program, karena dengan memiliki
   laboratorium yang memiliki standard industri, diharapkan JTI Unmer
   Malang mendapatkan tambahan pemasukan dana operasional selain dari
   institusi.
   Sementara administrasi penawaran pengadaan barang peralatan
   laboratorium JTI Unmer Malang sudah berjalan, dimana alokasi dana
   pengadaan peralatan laboratorium JTI sebesar Rp. 70.000.000,- untuk dua
   laboratorium yang ada di JTI Unmer Malang (lab. Pengukuran metode
   kerja dan lab. Ergonomi).
   Output Kegiatan Lokakarya ini rencanannya adalah adanya dokumentasi /
   manual standard operasional Laboratorium di JTI Unmer Malang &
   peningkatan layanan laboratorium bagi mahasiswa yang dapat diukur dari
   tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan Laboratorium JTI Unmer
   Malang.
   Dari pengukuran kemajuan fisik, kegiatan ini mencapai 100% dari seluruh
   proses kegiatan yang harus dijalani.

2. Perancangan sistem pengukuran kinerja pembelajaran
       Output kegiatan ini adalah dihasilkannya Sistem Pengukuran Kinerja
   Pembelajaran melalui alat bantu kuesioner, dimana respondennya adalah
   mahasiswa dan staf administrasi. Selama ini sebenarnya kuesioner
   evaluasi perkuliahan sudah ada dan berjalan tiap semester. Namun
   kuesioner yang ada dinilai masih memerlukan perbaikan-perbaikan.
   Perancangan sistem pengukuran kinerja pembelajaran bagi staf akademik
   direncanakan pelaksanaannya selama tiap semester (direncanakan dimulai
   di bulan Juni 2009, namun karena terkendala teknis dan administratif,
   pengukuran belum dapat dilaksanakan 100% untuk keseluruhan
   matakuliah. Selanjutnya akan diagendakan pada semester genap TA.
   2009/2010).
      Kuesioner evaluasi hasil lokakarya merupakan instrumen untuk
   menilai kinerja pembelajaran staf akademik. Hal ini berkaitan dengan
   program hibah pengajaran yang telah dilaksanakan pada dua tahun PHK
   A2 (tahun 2007 dan 2008) sebelumnya. Keluaran yang dihasilkan akan
   sangat berdampak pada kinerja staf akademik dalam proses pembelajaran.

3. Peningkatkan Kualitas Sarana Pembelajaran
   Output dari aktivitas ini adalah tersedianya Sistem informasi perpustakaan
   JTI Unmer Malang berbasis digital library dan tersedianya online catalog
   bagi mahasiswa, sehingga dapat meningkatkan layanan bagi mahasiswa,
   dan fasilitas perpustakaan yang lebih tertata.
   Realisasi yang telah dilaksanakan hingga bulan september 2009 meliputi
   pengadaan hardware perpustakaan meliputi 1 server & 4 komputer client
   (pengadaan sebesar Rp. 40.000.000,-), dimana dana yang dibayarkan
   masih sebesar 70%, untuk instalasinya masih menunggu pembuatan


                                                                          29
          mebeler rak perpustakaan (pengadaan Rp. 5.000.000,-), serta pemesanan
          software Digital Library (pengadaan Rp. 25.000.000,-) yang terintegrasi
          dengan kartu ATM BNI46 dan KTM mahasiswa.
          Dari pengukuran kemajuan fisik, untuk peningkatan koleksi pustaka
          mencapai 100%, untuk pengadaan software digital library dan pembuatan
          rak buku mencapai 100%, sedangkan pengadaan komputer untuk digital
          library mencapai 100% dari seluruh proses kegiatan yang harus dijalani.
          Sedang untuk pengadaan peralatan laboratorium terdapat perubahan
          pemesanan barang, akibat perubahan perencanaan modul praktikum serta
          penyesuaian kapasitas ruangan laboratorium, pengadaan bucking elevator
          diubah menjadi belt conveyor, sehingga pengadaan belt conveyor jumlah
          keseluruhan menjadi 2 unit, selain dari perubahan tersebut, tinggal
          menunggu selesainya pembuatan belt conveyor selesai dibuat. Sampai
          bulan Desember 2009, pengadaan sumber daya yang menunjang
          peningkatan kualitas sarana pembelajaran, untuk pengadaan koleksi &
          peralatan laboratorium belum dapat dilaksanakan 100%, untuk koleksi
          pustaka, masih menunggu beberapa buku yang belum terkirim.
d. Indikator kinerja
   Indikator kinerja utama dan tambahan selama 3 tahun dapat dilihat pada Tabel 4.2
   Tahun 2007
   Dari pelaksanaan program pada tahun pertama (2007) terlihat ada beberapa
   indikator kinerja tidak mencapai target indikator utama yang telah ditetapkan,
   indikator utama tersebut adalah persentase masa studi > 4,5 tahun target 2007
   40% sedangkan capaian 2007 adalah 43,24%, rerata waktu pengerjaan TA, target
   2007 1,25 semester, capaian 2007 1,74 semester, kemudian indikator persentase
   tidak lulus matakuliah dimana target 2007 adalah 35%, sedangkan capaian
   36,84%. Dan di indikator kinerja tambahan terlihat bahwa ada satu indikator yang
   tidak memenuhi target 2007 yaitu rerata IPK Lulusan.
   Keempat hal tersebut sebenarnya saling terkait, sebab pada tahun ajaran tersebut
   banyak mahasiswa angkatan “veteran” yang “turun gunung” menyelesaikan studi
   yang sudah tertinggal dalam waktu cukup lama. Mahasiswa “veteran” tersebut
   rerata memiliki waktu tempuh studi diatas 5 tahun, sehingga dirasakan cukup
   mengganggu deviasi data populasi mahasiswa yang digunakan untuk mengetahui
   capaian indikator.
   Aktivitas hibah pengajaran, restrukturisasi kurikulum, peningkatan koleksi
   pustaka & peralatan laboratorium dirasakan masih kurang berpengaruh signifikan
   pada tahun pertama ini.
   Tahun 2008
   Secara umum terdapat peningkatan dibandingkan dengan tahun pertama, Untuk
   tahun kedua program hibah kompetisi A2, terlihat dari tabel indikator kinerja
   utama terlihat terdapat 3 indikator yang tidak sesuai dengan target, yaitu
   presentase lulusan IPK < 2,75 dan persentase mahasiswa mengulang. Tetapi di
   indikator kinerja tambahan semuanya memenuhi target. Hal ini dikarenakan


                                                                                 30
        banyaknya mahasiswa veteran yang mengikuti yudisium, menyelesaikan studinya
        di JTI Unmer Malang. Aktivitas perbaikan metode pembelajaran melalui hibah
        pengajaran pengadaan koleksi pustaka dan peralatan laboratorium, serta
        pendidikan staf bergelar mulai dirasakan manfaatnya bagi JTI Unmer Malang, hal
        ini dapat di tunjukkan dicapaian indikator kinerja tambahan 2008.
        Tahun 2009
        Dari pelaksanaan program ditahun ketiga ini, Peningkatan Efisiensi dan
        Produktivitas melalui Aktivitas Peningkatan Kualitas Proses Pembelajaran
        diindikasikan oleh membaiknya rerata lama studi, persentase lulusan IPK< 2,75,
        dan persentase tidak lulus matakuliah, serta persentase mahasiswa mengulang
        matakuliah, yang sudah melampaui target tahun 2009, dibandingkan tahun
        sebelumnya telah pula berdampak pada penurunan rerata waktu pengerjaan TA
        dari 1,34 semester di tahun 2008 menjadi 1,08 semester di tahun 2009.
        Penurunan lama pengerjaan TA menyebabkan penurunan lama studi lulusan dari
        4,69 tahun di tahun 2008 menjadi 4,595 tahun di tahun 2009. Selanjutnya
        penurunan lama studi menyebabkan persentase mahasiswa yang lulus lebih dari
        4,5 tahun (9 semester) juga menjadi turun dari 37% di tahun 2008 menjadi
        38,10% di tahun 2009, secara statistik tidak menjadi masalah, hal ini disebabkan
        adanya beberapa mahasiswa veteran yang menyelesaikan studinya. Di tahun 2009
        ini manfaat dari hibah pengajaran, pendidikan staf bergelar, pengadaan koleksi
        pustaka peningkatan kegiatan praktikum dan peralatan laboratorium mulai terlihat
        signifikan manfaatnya.

          Tabel 4.2.a Status dan Capaian Indikator Kinerja Utama 2007-2009
                                           Base-        Target     Capaian             Target      Capaian          Target      Capaian
No.     Indikator Kinerja Utama                                                                     2008             2009        2009
                                            line         2007       2007                2008
 1    Rerata lama studi (tahun)            4,83          4,75           4,73            4,70           4,69           4,65          4,595
      Persentase masa studi > 4,5
 2                                         41,27          40            43,24            39            37,0            38           38,10
      tahun
      Rerata waktu pengerjaan TA
 3                                         1,267         1,25           1,73             1,2           1,18           1,15           1,08
      (semester)
 4    Persentase lulusan IPK < 2,75        31,75          30            18,60           27,5             30            25           13,64
      Persentase tidak lulus mata
 5                                         46,32          35            36,84           32,5             25            30           16,02
      kuliah
      Persentase mahasiswa
 6                                         24,32          25            20,12            20              25            15           14,07
      mengulang matakuliah

       Tabel 4.2.b Status dan Capaian Indikator Kinerja Tambahan 2007-2009
           Indikator Kinerja        Base      Target            Capaian         Target         Capaian        Target         Capaian
No.                                            2007              2007            2008           2008           2009           2009
              Tambahan              line
 1    Rerata IPK lulusan            3,00          3,05           3,06            3,1            3,22           3,15           3,13
 2    IP Dosen                      3,47          3,47           3,47            3,57           3,88           3,67           3,74
      Persentase kehadiran
 3                                    65           70             70             75              80            80             91,64
      mahasiswa
 4    Staf Akademik pendidikan S2     9            10             10             10              10            11              11
 5    Jumlah SOP Laboratorium         0            0              0              0                0            1                1




                                                                                                                              31
Metode Pengukuran Indikator Kinerja Utama dan Tambahan dapat diuraikan sebagai berikut:
   1. Rerata lama studi diukur dari lama waktu (tahun) mahasiswa yang bersangkutan masuk
        Universitas hingga mahasiswa tersebut dinyatakan lulus oleh Sidang Komrehensif, semakin kecil
        semakin baik
   2. Indikator persentase masa studi diukur dari presentase masa studi yang melebihi 4,5 tahun dalam
        satuan tahun, semakin kecil semakin baik
   3. Indikator rerata waktu pengerjaan TA diukur dari lama waktu (semester) mahasiswa yang
        mengerjakan TA sejak pertama kali menempuh TA hingga mahasiswa tersebut dinyatakan lulus
        oleh Sidang Komprehensif, semakin kecil semakin baik
   4. Indikator persentase lulusan IPK kurang dari 2,75 diukur dari presentase jumlah lulusan yang
        memiliki IPK kurang dari 2,75, semakin kecil semakin baik
   5. Indikator persentase tidak lulus mata kuliah diukur dari jumlah presentase mahasiswa yang
        terbesar dalam sebuah matakuliah, semakin kecil semakin baik
   6. Indikator persentase mahasiswa mengulang matakuliah diukur dari jumlah presentase yang
        terbesar dalam sebuah matakuliah, semakin kecil semakin baik
   7. Rerata IPK lulusan diukur dari nilai total IPK (indeks prestasi kumulatif) seluruh lulusan
        mahasiswa JTI dibagi jumlah mahasiswa yang dihitung, semakin besar semakin baik
   8. IP Dosen diperoleh dari kuisioner evaluasi dosen mengajar oleh mahasiswa yang diberikan tiap
        akhir semester dalam skala 5, dimana, nilai tertinggi adalah 5,00 dan nilai terendah adalah 1,00
   9. Presentase kehadiran mahasiswa, diukur dari rata rata mahasiswa yang tidakhadir dibagi dengan
        mahasiswa yang hadir dikali 100 dari tiap pertemuan selama satu semester, semakin besar semakin
        baik
   10. Jumlah staf akademik yang mempunyai pendidikan pascasarjana, semakin besar semakin baik
   11. jumlah SOP yang dihasilkan selama satu tahun, semakin besar semakin baik

e. Hambatan pelaksanaan dan upaya mengatasinya
       Ada beberapa hambatan dalam pelaksanaan PHK A2, antara lain di bagian
   pengadaan, dimana JTI Unmer Malang merasakan kesulitan dalam mencari vendor
   yang mampu menyediakan koleksi pustaka dalam format e-book, akibatnya
   pengadaan koleksi pustaka kembali ke bentuk hard copy lagi, dan hal ini telah
   mendapatkan persetujuan dari reviewer di tahun kedua PHK A2.
       Untuk pengadaan peningkatan kualitas sarana pembelajaran, sudah selesai
   dilaksanakan yaitu pengadaan komputer client 4 unit dan server 1 unit yang
   digunakan sebagai salah satu bagian dari digital library, pembuatan rak buku,
   instalasi jaringan intranet dan pengadaan koleksi pustaka 2009. untuk administrasi
   pengadaan software digital library, rak buku, dan koleksi pustaka sudah berjalan
   hingga tahap implementasi.
       Sedang untuk pengadaan peralatan laboratorium terdapat perubahan pemesanan
   barang, akibat perubahan perencanaan kebutuhan peralatan laboratorium, pengadaan
   bucking elevator diubah menjadi belt conveyor, sehingga pengadaan belt conveyor
   jumlah keseluruhan menjadi 2 unit, selain dari perubahan tersebut, tinggal menunggu
   selesainya pembuatan belt conveyor selesai dibuat. Sampai bulan Desember 2009,
   pengadaan sumber daya yang menunjang peningkatan kualitas sarana pembelajaran &
   peralatan laboratorium telah dilaksanakan 100%.
       Untuk perancangan sistem pengukuran kinerja pembelajaran implementasinya
   membutuhkan responden mahasiswa dan karyawan staf TU JTI Unmer Malang
   sebagai pengolah data. Rencana pelaksanaan tersebut akan dilaksanakan pada awal
   masuk kuliah semester genap 2009/2010 tahun ini. Sistem pengukuran kinerja
   pembelajaran tersebut merupakan salah satu bentuk sustainability pengembangan



                                                                                                     32
   efisiensi dan produktivitas staf akademik dalam melaksanakan proses pembelajaran di
   JTI Unmer Malang.
       Untuk pengadaan kolaksi pustaka, sedang menunggu pengiriman pesanan, ada
   beberapa koleksi pustaka yang ISBN nya berubah, informasi ini sudah disampaikan
   oleh vendor pengadaan koleksi pustaka
       Untuk lokakarya standarisasi operasional laboratorium dilaksanakan setelah staf
   akademik melaksanakan kunjungan ke perusahaan yang memiliki MOU dengan JTI
   (factory visit tanggal 12 November 2009), dimana hasil dari factory visit tersebut akan
   digunakan sebagai gambaran konsep standarisasi operasional laboratorium di JTI
   Unmer Malang. Standarisasi operasional laboratorium tersebut merupakan salah satu
   bentuk sustainability pengembangan laboratorium di JTI Unmer Malang. Ada saran
   dari reviewer, terdapat perubahan alokasi anggaran dari tenaga ahli menjadi
   narasumber, sehingga anggaran lokakarya berubah dari 30 juta rupiah menjadi 10 juta
   rupiah, sehingga sisa dana akan dikembalikan ke negara.


4.3. Program Peningkatan Relevansi melalui Aktivitas Peningkatan Kompetensi dan
Relevansi Lulusan
        Program peningkatan relevansi ini dilaksanakan melalui aktivitas peningkatan
kompetensi profesi keteknikindustrian dan peningkatan kemampuan analisa, komunikasi
dan manajemen. Peningkatan kompetensi profesi keteknikindustrian dilaksanakan dengan
dua kegiatan yaitu peningkatan kompetensi profesi keteknikindustrian melalui
pengembangan laboratorium berbasis industri dan peningkatan keteknikindustrian.
Pengembangan laboratorium berbasis industri dijabarkan ke dalam beberapa kegiatan
yaitu pengembangan laboratorium berbasis industri. Benchmarking melalui factory visit
dan standarisasi peralatan berbasis industri. Untuk peningkatan keteknikindustrian
dilakukan melalui pelatihan keteknikindustrian. Peningkatan kemampuan analisa,
komunikasi dan manajemen (soft skill) dilaksanakan dengan tahapan sama dengan tahun
sebelumnya. Yang menjadi perbedaan dengan tahun sebelumnya adalah adanya indikator
tambahan yang dipergunakan untuk mengukur bagaimana penilaian peserta pelatihan,
serta dimasukkannya nilai rata-rata PKN dalam indikator tambahan.
4.3.1 Pelaksanaan Kegiatan
Ada 2 (dua) aktivitas yang berkaitan dengan studio manajemen, yaitu :
a. JTI Fair 2009
   JTI Fair dikelola oleh mahasiswa JTI Unmer dalam wadah Himpunan Mahasiswa
   Teknik Industri (HMTI) untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas berorganisasi,
   mengasah ketrampilan lunak (soft skill) mahasiswa dan membangun citra atau image
   positif terhadap institusi. JTI Fair tahun 2009 merupakan pelaksanaan JTI Fair yang
   keempat kalinya. JTI Fair 2009 diikuti peserta dari siswa-siswa SMA dan sederajat,
   dan mulai tahun ini juga diikuti oleh siswa SMP dan SD (khusus kompetisi catur
   berpasangan) di sekitar Malang Raya. Kegiatan ini telah selesai dilaksanakan. Prestasi
   fisiknya 100%.
b. Outbound Training



                                                                                       33
   Outbound Training dikelola oleh mahasiswa JTI Unmer dalam wadah Pusat
   Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Manajemen Industri (P3TMI). Kegiatan ini
   telah selesai dilaksanakan. Prestasi fisiknya 100%.
Kedua aktivitas ini, JTI Fair 2008 dan Outbound Training didanai dari dana pendamping
institusi. Secara keseluruhan prestasi fisik untuk Studi Manajemen adalah 100%.

2. Pelatihan Keteknikindustrian
        Ada 2 (dua) kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan, yaitu : Psychotest Try
Out, dan Training Balance Score Card yang diikuti oleh mahasiswa JTI. Kegiatan ini
tidak didanai PHK, namun dibiayai dari dana pendamping.
3. Pembentukan forum komunikasi industri melalui factory visit
        Forum ini dilakukan dengan benchmarking melalui kegiatan factory visit. Ada 3
(tiga) kegiatan Factory Visit yang dilaksanakan, yaitu (1) factory visit ke GS4 Malang,
suatu pabrik handycraft dengan bahan dasar kayu. Hal ini diperlukan untuk melihat mesin
dan peralatan yang diperlukan dalam memproses kayu, yang dapat diterapkan di
laboratorium Pengukuran Metode Kerja. (2) factory visit ke Republik Telo, Lawang,
suatu pabrik makanan dari bahan dasar sederhana menjadi produk yang meningkat
nilainya, dapat diterapkan di laboratorium Rekayasa Kualitas. (3) factory visit ke PT
YEMI (Yamaha Electronic Manufacturing Indonesia), Pasuruan, suatu pabrik sound
system untuk konsumsi luar negeri, diterapkan di laboratorium Ergonomi, Pengukuran
Metode Kerja, dan Rekayasa Kualitas. Kegiatan ini didanai oleh PHK. Secara
keseluruhan kegiatan ini prestasi fisiknya mencapai 100%.


4.3.2 Hasil Yang dicapai
          Pengembangan laboratorium berbasis industri sebenarnya merupakan target
antara dalam menciptakan kompetensi lulusan yang sesuai dengan standar industri.
Kegiatan tersebut didahului dengan pembentukan forum komunikasi industri yang
melibatkan pihak praktisi dunia industri dan akademisi. Melalui suatu sharing ide,
gagasan dan opini tentang pengalaman dan perspektif masing-masing pihak terhadap
kualifikasi lulusan PT, maka diperlukan pertukaran informasi dan pendekatan secara fisik
ke “habitat” masing-masing, baik di kampus maupun di perusahaan. Selanjutnya
diharapkan dunia akademik dapat menangkap “pesan” dari dunia industri tentang
kompetensi lulusan PT yang sesuai dengan standar industri. Secara informal telah terjalin
komunikasi dengan beberapa pihak industri terutama yang memiliki MoU dengan JTI
tentang maksud pengembangan laboratorium kampus yang berbasis industri. Pada
dasarnya, pihak industri bersikap terbuka dan welcome untuk dapat bertukar gagasan dan
pengalaman dengan pihak akademisi.
          JTI Fair 2009 yang telah memasuki penyelenggaraan yang ke-4 secara berturut-
turut tiap tahun menjadi wadah reguler bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuannya
dalam bidang manajerial suatu kegiatan atau sebagai event organizer. JTI Fair telah
embedded dalam program tahunan Jurusan dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)
yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) dimana Ketua
Pelaksananya merupakan ex-officio Ketua HMTI yang sedang menjabat. Pelibatan


                                                                                      34
sebanyak-banyaknya mahasiswa JTI sebagai panitia dan proses kaderisasi mahasiswa
senior kepada yuniornya dapat difasilitasi melalui proses perencanaan hingga
pelaksanaan JTI Fair dengan berbagai item acaranya yang sudah paten, yakni : Parade
Band, Kompetisi Catur Berpasangan, Kompetisi Dance dan Bazaar.
          Pelatihan-pelatihan yang menyangkut keteknikindustrian mulai tahun 2007
hingga akhir program terdiri dari berbagai macam, mulai dari pelatihan PPIC,
Manajemen Proyek, Komunikasi dan perancangan kuesioner. Pada tahun 2009 ini,
pelatihan yang diberikan membekali peserta pelatihan yang kesemuanya mahasiswa
dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja melalui pelatihan psikotes yang
didukung oleh matakuliah Psikologi Industri. Selain itu pelatihan Balance Score Card
(BSC) membekali mahasiswa dalam mengenali dan mempraktekkan alat-alat pengukuran
kinerja organisasi.
          Salah satu dampak positif yang dapat dirasakan adalah meningkatknya
keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan baik yang bersifat akademis maupun
non akademis. Sepanjang tahun 2009 (per September) ini, beberapa keterlibatan
mahasiswa JTI dalam pengajuan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Hibah
Asosiasi Profesi Mahasiswa (APM), pengiriman lomba artikel maupun kreativitas
lainnya. Proposal PKM JTI sebanyak 9 buah pada akhir 2008, yang mendapatkan dana
hibah DIKTI (didanai) sebanyak 6 buah pada awal 2009. Mahasiswa JTI juga berhasil
mengirimkan 6 buah proposal PKMAI, dan 1 buah diantaranya berhasil mendapatkan
dana hibah DIKTI. Proposal Kewirausahaan Pendirian JTI Cafe berhasil mendapatkan
pendanaan dari proyek hibah Kewirausahaan yang diperoleh oleh UNMER Malang.
HMTI JTI FT UNNMER Malang yang menjadi Koordinator Pelaksana bersama-sama
dengan 3 perguruan tinggi pendukung yaitu TI UMM (Malang), TI ITN dan (Malang),
dan TI Universitas Yudharta (Pasuruan), berhasil memenangkan PHK APM tahun 2009
dari DIKTI.
         Sedangkan event lainnya yang melibatkan mahasiswa JTI antara lain mengikuti
Lomba Penulisan Artikel Berbahasa Inggris dengan topik ASEAN dalam Multi
Perspektif yang diselenggarakan oleh Departemen Luar Negeri RI (belum diumumkan
pemenangnya hingga saat ini). Mereka yang terlibat adalah mahasiswi semester IV, yakni
: Lusida Tarbiyanti, Siska Deviana Roji dan Lailatul Faizatul Imma. Selain itu salah
seorang mahasiswa JTI, Lusida, berhasil menggondol juara 2 pada lomba Cipta Boga
Berbasis Susu dan Telor tingkat mahasiswa se-Malang Raya.
         Pembentukan forum komunikasi industri diperlukan untuk menjembatani
kekurangan-kekurangan yang ada pada penyampaian materi kuliah maupun praktikum.
Teori tidak dapat langsung diimplementasikan di industri. Adanya pengaruh lingkungan
pada implementasi di industri yang tidak terdapat di teori, akan cukup dominan menjadi
suatu masalah, sehingga lulusan tidak dapat menerapkan ilmunya langsung di industri.
Hal ini akan menjadi jurang pemisah antara perguruan tinggi dengan pihak industri.
Forum komunikasi industri yang dilakukan adalah komunikasi antara tenaga akademik
dengan pihak industri, melalui kunjungan ke perusahaan industri (factory visit) dalam
rangka perancangan standardisasi laboratorium di kampus, yang diharapkan dapat
mendekati kondisi riil yang ada di industri.




                                                                                   35
4.3. 3 Status dan Capaian Indikator
          Beberapa indikator yang dicapai dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009
dapat dilihat pada tabel berikut ini:

          Tabel 4.3.a Status dan Capaian Indikator Kinerja Utama 2007-2009
                                       Target         Capaian         Target          Capaian       Target      Capaian
 No.      Indikator      Baseline
                                       Tahun           Tahun          Tahun            Tahun        Tahun        Tahun
           Kinerja                      2007            2007           2008             2008         2009         2009
            Utama
  1.    Persentase
        masa studi >      41,27 %        40            43,24            39              37            38         38,10
        4,5 tahun
  2.    Persentase
        lulusan IPK <     31,75 %        30            18,60           27,5             30            25         13,64
        2,75
  3.    Rerata gaji
                           825 rb       900rb          831rb          1.000 rb        1.080 rb      1.080 rb    2.466 rb
        pertama


Metode Pengukuran Indikator Kinerja Utama dapat dijelaskan berikut :
1) Indikator persentase Masa Studi > 4,5 tahun diukur berdasarkan rasio antara jumlah lulusan
   yang menyelesaikan studinya selama lebih dari 4,5 tahun dan jumlah lulusan yang
   dinyatakan lulus yudisium fakultas dan dinyatakan dalam persentase.
2) Indikator presentase lulusan IPK kurang dari 2,75 diukur dari presentase jumlah lulusan
   yang memiliki IPK kurang dari 2,75, semakin kecil semakin baik
3) Rerata gaji pertama diukur berdasarkan rerata gaji pertama seluruh lulusan hasil tracer study


       Tabel 4.3.b Status dan Capaian Indikator Kinerja Tambahan 2007-2009
                                                Target     Capaian           Target      Capaian       Target     Capaian
 No         Indikator Kinerja Tambahan          Tahun       Tahun            Tahun        Tahun        Tahun       Tahun
                                                 2007        2007             2008         2008         2009        2009
  1.    Persentase kerja posisi manajemen
                                                 2,0           3,0            3,5             5            5         5
        (%)
  2.    Jumlah kerjasama industri (MoU)           5             5                6            5            6         6
  3.    Jumlah staf akademik magang
                                                  4             4                7            7            8         8
        (dosen)
  4.    Penelitian staf akademik di industri
                                                  1             0                2            4            5         4
        (unit/tahun)
  5.    Rerata IPK lulusan                      3,05           3,06           3,1            3,22       3,15        3,13
  6.    Nilai PKN rata-rata per semester          *             *              *               *         80          90
  7.    Penilaian dari peserta pelatihan          *             *              *               *         4           4
  8.    Jumlah Modul Praktikum Berbasis
                                                  *             *                *            *            1         6
        Industri

Metode Pengukuran Indikator Kinerja Tambahan dapat diuraikan sebagai berikut:
1) Persentase kerja posisi manajemen merupakan persentase lulusan menjabat posisi
   manajemen (minimal supervisor) pada pekerjaan pertama dibandingkan seluruh lulusan
   hasil tracer study
2) Jumlah kerjasama industri diukur berdasarkan akumulasi kerjasama JTI dengan industri
3) Jumlah Staf Akademik Magang diukur berdasarkan akumulasi dosen magang di industri
4) Penelitian staf akademik di Industri diukur berdasarkan akumulasi penelitian dosen yang
   diangkat dari permasalahan di industri
5) Indikator Rerata waktu pengerjaan TA adalah masa dimana mahasiswa mulai mendaftarkan
   diri sebagai peserta TA hingga mahasiswa dinyatakan lulus ujian komprehensif (ujian akhir



                                                                                                                           36
   TA) dalam satuan semester yang sedang berjalan
6) Total nilai PKN satu semester dibagi dengan jumlah mahasiswa yang telah menyelesaikan PKN
7) Penilaian dari peserta pelatihan diukur melalui penyebaran angket pada setiap kegiatan yang
    dilakukan dan diukur dengan skala 5, penilaian diambil secara rata-rata
8) Jumlah akumulasi dari modul yang telah dihasilkan.


1.2. Hambatan Yang Ditemui
       Adanya kesulitan dalam mengkoordinasi pihak industri dengan pihak kampus
terutama berkaitan dengan arrange waktu untuk dapat bertemu secara bersama-sama.
Kendala yang terjadi adalah belum bisa sinkronnya jadwal kegiatan masing-masing, baik
di perusahaan industri maupun di kampus.
        Keberhasilan mahasiswa JTI dalam meraih dana hibah DIKTI seperti yang
diuraikan diatas, menyebabkan load aktivitas mahasiswa tinggi sehingga beberapa
agenda kegiatan lainnya menjadi tertunda, seperti kegiatan factory visit. Hambatan yang
dijumpai dalam pelaksanaan adalah waktu factory visit yang direncanakan ternyata lebih
lama daripada waktu perencanaan dan persoalan teknis lainnya, hingga sampai bulan
September ini belum terlaksana.      Hambatan lainnya yang dihadapi adalah adanya
ketidaksinkronan antara jadwal pelaksanaan kegiatan dengan jadwal kegiatan proses
belajar mengajar di JTI. Ketidaksinkron ini menyebabkan terpendingnya jadwal pelatihan
keteknikindustrian yang ke-2 dan outbound training.
        Tracer study yang dilakukan belum bisa berjalan secara optimal guna mengetahui
rerata gaji pertama lulusan yang cukup representatif. Data yang berhasil diperoleh adalah
berasal dari lulusan atau alumni yang memiliki contact person dengan pihak Jurusan,
baik secara langsung maupun melalui media komunikasi seperti HP dan internet.
Beberapa hal yang menyebabkan sulitnya memperoleh data atau informasi tentang gaji
pertama lulusan antara lain : (1) keengganan para lulusan untuk secara eksplisit
kuantitatif menyebutkan nominal gaji pertamanya, hampir semua lulusan yang ditanya
menjawab secara kualitatif dan normatif dalam kata-kata seperti “lumayan”, “sedikit”,
“cukup”, “masih magang”, dan sebagainya. Hal ini jelas amat menyulitkan lembaga
dalam mencari rerata nominal gaji pertama; (2) formulir tracer study yang diberikan
kepada para lulusan tidak diisi atau dikosongkan pada item pertanyaan “berapa gaji
pertama Anda?”.
1.3. Upaya Mengatasi Hambatan dan Rencana Perbaikan
        Untuk hambatan yang dihadapi pada proses pembentuk forum komunikasi,
pelaksanaan factory visit dan pengembangan laboratorium yang berbasis industri,
benchmarking serta melakukan standarisasi peralatan dalam laboratorium dapat
diupayakan dengan meningkatkan intensitas koordinasi dan komunikasi antara pihak
jurusan dengan perusahaan. Keterbatasan sumberdaya terutama SDM yang secara
kualitatif dan kuantitatif mampu melaksanakan kegiatan secara multitasking dapat
diupayakan dengan melibatkan seluas dan sebanyak mungkin sebagai proses
pembelajaran kepada yang lebih berpengalaman atau berkemampuan. Sedangkan
persoalan tracer study yang seringkali menjadi kendala dalam memperoleh informasi lulusan
dapat diupayakan dengan pendekatan personal dan interpersonal, baik oleh pihak Jurusan secara
formal, para staf akademik, maupun pemanfaatan para lulusan sendiri yang telah memiliki
kedekatan dan kesukarelaan memberikan bantuan informasi kepada JTI. Pemanfaatan teknologi


                                                                                           37
informasi dan internet dapat menjadi salah satu opsi yang memungkin para lulusan untuk dapat
berkomunikasi dengan almamaternya, seperti melalui situs-situs Facebook, Twitter, mailing list,
dan sebagainya.




                                                                                            38
Bab 5. Rencana Pengembangan Jurusan
       Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, dengan tetap mendasarkan pada 3
(tiga) isu strategis yang menjadi pilihan program yakni Atmosfir akademik, Efisiensi dan
produktivitas serta Relevansi, maka selanjutnya dapat disusun rencana pengembangan
Jurusan dalam beberapa pointer berikut :
1. Atmosfir akademik
   a. Peningkatan kuantitas dan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah
      Strategi :
      1. Berpartisipasi aktif mengikutsertakan staf akademik dalam kegiatan seminar
          nasional bidang teknik industri baik sebagai pemakalah maupun peserta.
      2. Mengidentifikasi dan mengambil peran penelitian bidang keteknikindustrian
          yang sedang menjadi trend dan dikembangkan oleh DIKTI.
      3. Mengembangkan riset yang mendukung program kewirausahaan dan
          pemberdayaan UKM.
      4. Merintis Jurnal terakreditasi di JTI untuk meberikan sarana dan kemudahan
          tenaga pengajar untuk publikasi
      5. Kerjasama pihak JTI dengan perusahaan dalam problem solving perusahaan
          untuk mengidentifikasi topik-topik riset berbasis industri
      6. Penelitian berbasis laboratorium sesuai dengan kemajuan dengan
          pengembangan laboratorium selama pelakasanaan Hibah
      7. Merintis sarana pengembangan E-Jurnal yang terakreditasi
   b. Pemberdayaan klub diskusi mahasiswa JTI
      Strategi keberlanjutan :
      1. Merintis diskusi berwawasan UKM dan Kewirausahaan
      2. Memberikan sarana dan modal berwirausaha bagi mahasiswa dalam payung
          PBJTI (Pusat Bisnis Jurusan Teknik Industri)

2. Efisiensi & Produktivitas secara internal untuk sustainability program
   a. Laboratorium sebagai profit center
      Strategi: Dengan peralatan lab & modul uji laboratorium yang memiliki kapasitas
      berstandar industri (untuk lab ergonomi & rekayasa kualitas), maka JTI dapat
      membuat rancangan lab yang berstandart SNI sesuai dengan ketentuan dan syarat
      yang ditetapkan, kemudian mengajukan ke deperindag agar uji yang dilakukan
      lab di JTI memiliki kapasitas SNI (standard nasional indonesia) / standard ISO
      untuk Laboratorium sehingga dapat digunakan sebagai dasar rujukan ke
      perusahaan perusahaan di Jatim atau di indonesia sebagai Jurusan yang memiliki
      fasilitas laboratorium yang dapat menunjang kegiatan industri, dimana dari hal
      tersebut dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan, pemerintahan daerah &
      JTI (simbiosis mutualisma).
   b. Quality Management system JTI Unmer Malang
      Strategi: JTI telah memiliki sistem pengukuran kinerja bagi staf akademik &
      standard operasional laboratorium untuk peralatan yang ada di JTI, hal ini dapat


                                                                                     39
      digunakan JTI untuk merancang quality management system tingkat jurusan yang
      bisa diajukan untuk mendapatkan ISO 9001 – 2000, hal ini akan sangat besar
      pengaruhnya bagi image JTI unmer Malang ke depan dalam menjaring
      mahasiswa baru

3. Relevansi
   a. Peningkatan kualitas & kuantitas mahasiswa baru
      Jurusan teknik industri berencana menjadikan kegiatan Outbound training untuk
      SMA, JTI Fair & training keteknikindustrian bagi mahasiswa sebagai icon
      Jurusan Teknik Industri dan sarana promosi jurusan teknik Industri.
   b. Forum komunikasi Industri
      Strategi: Mengadakan kerjasama dengan beberapa perusahaan (MOU) dimana
      dari forum tersebut dapat dijalin kerjasama antar industri berbagai bidang serta
      Pemerintahan Daerah & JTI unmer malang, dari forum tersebut pula, JTI unmer
      malang dapat mengambil manfaat, mahasiswa JTI Unmer malang akan lebih
      mudah mencari pekerjaan.
   c. Jurusan Teknik Industri sebagai Profit center
      Strattegi: Dengan adanya bidang kompetensi keilmuan di kurikulum KBK Jurusan
      teknik industri dapat mengadakan pelatihan ilmu ilmu keteknikindustrian bagi
      industri yang membutuhkannya, hal ini dapat dicapai melalui MOU ataupun
      melalui standarisasi laboratorium JTI




                                                                                   40
LAMPIRAN




           41

								
To top