PERAN SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN

Document Sample
PERAN SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN Powered By Docstoc
					            PERAN SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN
                 TERHADAP PEREKONOMIAN
             DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA:
                ANALISIS INPUT-OUTPUT

                                   Sahara dan Budy P. Resosudarmo
             Direktorat Pengkajian Sistem Sosial, Ekonomi dan Pengembangan Wilayah, BPP
                                                Teknologi


            ABSTRACT
            In the last 15 years, manufacturing sector has grown relatively fast in
            the city of Jakarta. Its contribution to Jakarta’s Gross Regional
            Domestic Product increased from 18.36% in 1980 to 20.99% in 1994.
            Also, the number of employment in manufacturing sector increased
            from 8.82% of total Jakarta’s workers in 1984 to 13.68% in 1994.

            Believing that the development of manufacturing sector will push the development
            of other economic sectors, the government of Jakarta plans to develop policies
            accelerating the development of manufacturing sector. This paper, using an Input-
            Output method, aims to analyze the roles of manufacturing sector in the economy
            of Jakarta. Particulary, this paper will observe whether or not the manufacturing
            industry is the “key” industry in Jakarta. This paper will also determine the impact
            of the development of manufacturing sector on household incomes in Jakarta.



            Kata Kunci : Analisis Input –Output


1. PENDAHULUAN

    Struktur perekonomian suatu wilayah yang relatif maju ditandai oleh semakin
besarnya peran sektor industri pengolahan dan jasa dalam menopang perekonomian
wilayah tersebut. Sektor ini telah menggantikan peran sektor tradisional (pertanian) dalam
penyerapan tenaga kerja dan sumber pendapatan wilayah.
     Di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dalam 15 tahun terakhir ini sektor industri pengolahan telah
mengalami perkembangan yang relatif baik. Hal ini terlihat dari semakin meningkatnya sumbangan sektor
industri pengolahan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta dari 18.36% ditahun
1980 menjadi 20.99% ditahun 1994 (lihat Gambar 1). Meningkatnya peran sektor industri pengolahan pada
PDRB DKI Jakarta juga diikuti oleh semakin meningkatnya peran sektor industri pengolahan terhadap
penyerapan tenaga kerja di DKI Jakarta dari hanya sebesar 168 970 orang (8.82%) ditahun 1980,
meningkat menjadi 431 668 orang (13.68%) ditahun 1994. Sedangkan dalam hal pembentukan devisa,
sektor industri pengolahan memberikan kontribusi sebesar Rp 11.7 juta pada tahun 1994 dan meningkat
menjadi Rp12.9juta pada tahun 1995.
     Saat ini pemerintah DKI Jakarta bermaksud untuk memberikan prioritas berkembangnya sektor industri
pengolahan di wilayah DKI Jakarta (PEMDA DKI Jakarta, 1993). Untuk ini pemerintah DKI Jakarta
membutuhkan informasi yang lebih detail mengenai seberapa besar peran sektor industri pengolahan
terhadap perekonomian DKI Jakarta. Tepatnya, bagaimana keterkaitan sektor industri pengolahan terhadap
sektor industri pengolahan itu sendiri maupun terhadap sektor-sektor perekonomian lainnya di DKI Jakarta.
Keterkaitan yang kuat, menunjukan peran yang besar dari sektor industri pengolahan. Berkembangnya
sektor industri pengolahan akan mendorong berkembangnya sektor-sektor perekonomian lainnya termasuk
sektor industri



                          G am b ar 1. P ersentase K ontribusi Industri P engolahan pada P D R B dan
                                          P enyerapan T enaga K erja di D K I Jakarta
              30.00

              25.00

              20.00

        %     15.00

              10.00

               5.00

               0.00
                           1980


                                  1981


                                         1982


                                                1983


                                                       1984


                                                              1985


                                                                     1986


                                                                             1987


                                                                                    1988


                                                                                           1989


                                                                                                  1990


                                                                                                         1991


                                                                                                                1992


                                                                                                                       1993


                                                                                                                              1994
            TK (% )
                                                                            Tahun
            PD R B (% )




pengolahan itu sendiri. Juga perlu diamati seberapa besar peran sektor industri pengolahan dalam
meningkatkan pendapatan masyarakat di DKI Jakarta. Peningkatan pendapatan masyarakat yang besar,
menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan di DKI Jakarta mampu merangsang peningkatan
pendapatan rumah tangga yang bekerja pada sektor industri pengolahan itu sendiri maupun terhadap rumah
tangga yang bekerja pada sektor-sektor perekonomian lainnya di DKI Jakarta.
     Aspek lain yang perlu diamati adalah seberapa besar peran sektor industri pengolahan dalam
penyerapan tenaga kerja di DKI Jakarta. Tepatnya, bagaimana penyerapan tenaga kerja pada sektor
industri pengolahan mampu mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja pada sektor-sektor
perekonomian lainnya termasuk dengan sektor industri pengolahan itu sendiri di DKI Jakarta.
     Tulisan ini, dengan menggunakan Tabel Input-Output (I-O) untuk DKI Jakarta akan menjabarkan peran
sektor industri pengolahan terhadap perekonomian wilayah DKI Jakarta, terutama keterkaitan sektor ini
dengan sektor-sektor perekonomian lainnya termasuk dengan sektor industri pengolahan itu sendiri maupun
peranan sektor industri pengolahan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga
kerja di DKI Jakarta.

2.METODOLOGI
   Tabel I-O pertama kali diperkenalkan oleh W. Leontief                                                 pada          tahun         1930-an.
Tabel I-O
adalah suatu tabel yang menyajikan informasi tentang transaksi barang dan jasa yang terjadi antar sektor
produksi di dalam suatu ekonomi dengan bentuk penyajian berupa matriks.
     Angka-angka di dalam Tabel I-O menunjukkan hubungan dagang antar sektor yang
berada dalam perekonomian suatu wilayah. Setiap baris menunjukkan secara rinci jumlah
penjualan dari sebuah sektor, yang tertera pada kolom penjual, ke berbagai sektor, yang
tertulis di bawah label pembeli. Karena sebuah sektor tidak menjual barangnya kepada
semua sektor yang ada, maka umum dijumpai angka nol dalam sebuah baris di dalam
Tabel I-O. Adapun kolom dalam Tabel I-O mencatat berbagai pembelian yang dilakukan
sebuah sektor terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai sektor yang ada di
dalam wilayah tersebut. Jika angka-angka yang berada pada kolom suatu sektor juga
banyak dijumpai angka nol, hal ini karena sebuah sektor tidak selalu membeli barang dan
jasa dari seluruh sektor yang ada di perekonomian negara tersebut.
     Selain transaksi antar sektor, ada lagi beberapa transaksi yang dicatat dalam sebuah Tabel I-O.
Perusahaan-perusahaan di dalam suatu sektor menjual hasil produknya ke konsumen (rumah-tangga),
pemerintah, dan perusahaan di luar negeri; ditambah lagi sebagian hasil produksi juga dijadikan bagian dari
investasi oleh sektor lainnya. Penjualan-penjualan yang baru saja disebutkan ini dapat dikelompokkan ke
dalam satu neraca yang disebut “konsumsi akhir.” Dalam hal pembelian, selain barang dan jasadari
berbagai sektor, perusahaan juga membutuhkan


                                       Gambar 2. Simplifikasi Tabel I-O
    Sektor                               Sektor Pembeli                              Konsumsi       Total
    Penjual                   1            2        ...                      n         Akhir      Produksi
       1                     x11          x12       ...                     x1n         f1           X1
       2                     x21          x22       ...                     x2n         f2           X2
       .                      .             .        .                       .           .            .
       .                      .             .        .                       .           .            .
       .                      .             .        .                       .           .            .
       n                     xn1          xn2       ...                     xnn         fn           Xn
 Nilai                       v1            v2       ...                     vn
 Tambah
 Impor                       m1             m2                  ...         mn
 Total                       X1             X2                  ...         Xn
 Masukan


jasa tenaga kerja dan memberikan kompensasi pada pemilik modal/kapital. Pembayaran
jasa kepada tenaga kerja dan pemilik modal disebut pembayaran untuk “nilai tambah.”
Selain itu perusahaan juga membeli barang dan jasa dari luar negeri; dengan kata lain,
perusahaan mengimpor barang dan jasa. Transaksi impor barang dan jasa ini dicatat
pada baris “impor.” Dengan demikian, lengkaplah transaksi-transaksi perdagangan dari
berbagai sektor yang ada di dalam suatu negara. Secara sederhana simplifikasi dari
Tabel I-O dapat dilihat pada Gambar 2.
     Dari Tabel I-O pada Gambar 2 dapat dibuat dua persamaan neraca yang berimbang:
                                                     n
    Baris:                                          ∑x
                                                    j =1
                                                           ij   + fi = Xi   ∀i = 1,..., n   (1)

    Kolom:
         n

        ∑x     ij   + v j + m j = X j ∀j = 1,..., n (2)
        i =1

dimana xij adalah nilai aliran barang atau jasa dari sektor i ke sektor j; fi adalah total
konsumsi akhir; vj adalah nilai tambah dan mj adalah impor. Definisi neraca yang
berimbang adalah jumlah produksi (keluaran) sama dengan jumlah masukan.
     Aliran antar industri dapat ditransformasi menjadi koefisien-koefisien dengan
mengasumsikan bahwa jumlah berbagai pembelian adalah tetap untuk sebuah tingkat
total keluaran (dengan kata lain, tidak ada economies of scale) dan tidak ada
kemungkinan substitusi antara sebuah bahan baku masukan dan bahan baku masukan
lainnya (dengan kata lain, bahan baku masukan dibeli dalam proporsi yang tetap).
Koefisien-koefisien ini adalah:
       aij = xij / X j                                (3)
atau
       xij = aij X j                                  (4)
Dengan memasukan persamaan (4) ke dalam persamaan (1) didapat:
        n

       ∑a
       j =1
              ij   X j + fi = Xi      ∀i = 1,..., n   (5)

Dalam notasi matriks persamaan (5) dapat ditulis sebagai berikut:
       AX + f = X                                     (6)
dimana a ij ∈ Anxn ; f i ∈ f nx1 ; dan X i ∈ X nx1
Dengan memanipulasi persamaan (6) didapat hubungan dasar dari Tabel I-O:
       (I-A)-1 f= X                                   (7)
dimana ( I - A )-1 dinamakan sebagai matriks kebalikan Leontief (matriks multiplier
masukan). Matriks ini mengandung informasi penting tentang bagaimana kenaikan
produksi dari suatu sektor (industri) akan menyebabkan berkembangnya sektor-sektor
lainnya. Karena setiap sektor memiliki pola (pembelian dan penjualan dengan sektor lain)
yang berbeda-beda, maka dampak dari perubahan produksi suatu sektor terhadap total
produksi sektor-sektor lainnya berbeda-beda. Matriks kebalikan Leontief merangkum
seluruh dampak dari perubahan produksi suatu sektor terhadap total produksi sektor-
sektor lainnya ke dalam koefisien-koefisien yang disebut sebagai multiplier (αij). Multiplier
ini adalah angka-angka yang terlihat di dalam matriks ( I - A )-1.

2.1 Indeks Total Keterkaitan
     Indeks total keterkaitan digunakan sebagai dasar perumusan strategi pembangunan ekonomi dengan
melihat keterkaitan antar sektor dalam suatu sistem perekonomian. Menurut Rasmussen indeks total
keterkaitan meliputi indeks total keterkaitan ke belakang dan indeks total keterkaitan ke depan. Indeks total
keterkaitan ke belakang suatu industri/sektor menunjukkan hubungan keterkaitan tentang pengaruh yang
ditimbulkan oleh satu unit permintaan akhir pada sektor tersebut terhadap total pembelian input semua
sektor di dalam suatu perekonomian.             Indeks total keterkaitan ke depan menunjukkan hubungan
keterkaitan tentang pengaruh yang ditimbulkan oleh satu unit permintaan akhir suatu sektor terhadap total
penjualan output semua sektor di dalam suatu perekonomian.

2.1.1 Indeks Total Keterkaitan ke Belakang
    Konsep ini diartikan sebagai kemampuan suatu sektor untuk meningkatkan
pertumbuhan industri hulunya. Sektor j dikatakan mempunyai kaitan ke belakang yang
tinggi apabila BLj mempunyai nilai lebih besar dari satu. Rumus yang digunakan untuk
mencari nilai indeks total keterkaitan ke belakang adalah :
                           n
                      n∑ α ij
                          i =1
       BLj =          n      n

                     ∑∑α
                     i =1 j =1
                                 ij
BLj =indeks total keterkaitan ke belakang sektor j
αij =unsur matriks kebalikan Leontief

2.1.2 Indeks Total Keterkaitan ke Depan
      Konsep ini diartikan sebagai kemampuan suatu sektor untuk mendorong pertumbuhan produksi sektor-
sektor lain yang memakai input dari sektor ini. Sektor i dikatakan mempunyai indeks total keterkaitan ke
depan yang tinggi apabila nilai FLi lebih besar dari satu. Rumus yang digunakan untuk mencari nilai indeks
total keterkaitan ke depan adalah:
                    n
               n∑ α ij
                    j =1
      FLi =    n        n

              ∑∑α
              i =1 j =1
                              ij



FLi =indeks total keterkaitan ke depan sektor i
αij = unsur matriks kebalikan Leontief

2.2 Indeks Pendapatan Masyarakat
     Indeks pendapatan masyarakat digunakan untuk untuk melihat besarnya kenaikan total pendapatan
mayarakat untuk setiap kenaikan satu-satuan output yang dihasilkan suatu sektor. Sebuah sektor dikatakan
mempunyai peran yang tinggi dalam menarik pendapatan masyarakat jika indeks pendapatan masyarakat
lebih besar dari satu. Rumus yang digunakan untuk mencari nilai indeks pendapatan masyarakat adalah:
                        n
                          vi
               n    ∑i =1 X i
                              α ij
      Hj =     n        n
                           v
              ∑
              i=1
                      ∑ 1 X i α ij
                       j=     i

Hj   = indeks pendapatan masyarakat sektor j
vi =upah/gaji sektor i
Xi =output sektor i
αij =unsur matriks kebalikan Leontief

2.3 Indeks Tenaga Kerja
     Untuk mencari nilai indeks tenaga kerja perlu ditambahkan baris baru pada Tabel I-O
yang memuat informasi tenaga kerja yang digunakan oleh masing-masing sektor dalam
melakukan proses produksinya. Umumnya, satuan jumlah tenaga kerja sektoral yang
digunakan adalah orang. Jumlah tenaga kerja per satuan output untuk sektor i ditulis wi.
     Analsis indeks tenaga kerja ini digunakan untuk melihat peran suatu sektor dalam hal
meningkatkan besarnya jumlah tenaga kerja yang terserap oleh perekonomian. Jika
indeks tenaga kerja disuatu sektor lebih besar dari satu menunjukkan daya serap tenaga
kerja di sektor yang bersangkutan sangat tinggi. Rumus yang digunakan untuk mencari
nilai indeks tenaga kerja adalah:
                        n
               n    ∑         w iα    ij
      Lj =     n
                     i=1
                       n

              ∑ ∑
              i=1           j=1
                                   w iα    ij
Lj =indeks tenaga kerja sektor j
αij =unsur matriks kebalikan Leontief

3. DATA : PEREKONOMIAN DKI JAKARTA TAHUN 1993

    Sumber data utama tulisan ini adalah Tabel I-O DKI Jakarta tahun 1993. Tabel I-O ini
merupakan Tabel I-O terbaru yang ada ketika tulisan ini dibuat. Tabel I-O DKI Jakarta
tahun 1993 disajikan dalam tiga sub matriks yang selanjutnya disebut sebagai kuadran I, II
dan III .(Gambar 3).
    Setiap sel pada kuadran I merupakan transaksi antara, yaitu transaksi barang dan
jasa yang digunakan dalam proses produksi. Kuadran ini memberikan informasi
mengenai saling ketergantungan antar sektor produksi dalam suatu perekonomian. Dalam
kuadran ini sektor-sektor perekonomian di DKI Jakarta dibagi menjadi 78 sektor. Adapun
sektor industri pengolahan teridiri dari 35 sub sektor yaitu:
1. pengolahan daging, sayur, buah dan susu
2. kopra, minyak hewani dan nabati
3. beras, biji-bijian giling dan tepung
4. roti, biskuit, mie, dan makanan sejenisnya
5. makanan hewan
6. makanan lainnya
7. minuman dan sirop
8. rokok dan tembakau
9. benang pintal dan sejenisnya
10. tekstil dan hasil rajutan
11. pakaian jadi
12. kulit samakan, alas kaki dan barang dari kulit
13. kayu gergajian, bahan bangunan kayu dan kayu lapis
14. perabot rumah tangga dari hasil kehutanan
15. kertas dan karton
16. barang cetakan dan penerbitan
17. kimia dasar dan bahan-bahan kimia
18. obat-obatan dan jamu
19. kosmetik
20. bahan kimia lainnya
21. bahan bakar minyak dan gas
22. barang dari karet dan plastik
23. barang dari tanah liat, keramik, dan semen
24. barang dari gelas dan kaca
25. logam dasar, besi dan baja
26. barang dari logam, kecuali mesin dan peralatan
27. mesin dan perlengkapannya kecuali mesin listrik
28. mesin listrik dan perlengkapannya
29. barang elektronik
30. perlengkapan listrik
31. kapal, kereta api dan pesawat terbang
32. kendaraan bermotor dan perlengkapannya
33. alat angkutan lainnya
34. peralatan profesional, fotografi, jam dan perhiasan
35. barang industri lainnya
    Kuadran II menunjukkan penjualan barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor-sektor
perekonomian untuk memenuhi permintaan akhir. Permintaan akhir adalah permintaan
atas barang dan jasa untuk keperluan konsumsi, bukan untuk proses produksi.
Permintaan akhir tersebut terdiri dari enam komponen yaitu konsumsi rumah tangga (88),
konsumsi pemerintah (89), pembentukan modal tetap (90), perubahan stok (91), ekspor
barang dan jasa ke luar negeri (92) dan ekspor barang dan jasa ke wilayah lain/dalam
negeri (93).
    Kudran III menunjukkan pembelian input yang dihasilkan diluar sistem produksi oleh
sektor-sektor dalam kuadran I. Kuadran ini terdiri dari sel-sel nilai tambah bruto(86) dan
impor (81). Nilai tambah bruto terdiri dari upah dan gaji (82), surplus usaha (83),
penyusutan (84) dan pajak tak langsung netto (85). Jumlah keseluruhan nilai tambah ini
akan menghasilkan produk domestik bruto yang dihasilkan oleh wilayah tersebut.
    Berdasarkan informasi dari Tabel I-O DKI Jakarta tahun 1993 diketahui bahwa total
permintaan sektor industri pengolahan di DKI Jakarta tertinggi dibandingkan dengan total
permintaan 8 sektor perekonomian lainnya yaitu sebesar Rp 22.794,28 milyar. Lihat juga
Gambar 4
    Sebagian besar permintaan merupakan permintaan akhir, yaitu sebesar Rp 16.211,02
milyar (71.12%) dan sisanya yaitu sebesar Rp 6.583,25 milyar (28.88%) merupakan
permintaan antara. Adapun di dalam sektor industri pengolahan, lima sub sektor industri
pengolahan yang mempunyai nilai permintaan antara tertinggi adalah: logam dasar, besi
dan baja (25), motor dll (32), kimia (17), barang cetakan dan penerbitan (16) dan barang
logam (26).
    Dari segi permintaan akhir terdapat empat komponen penyusun utamanya yaitu:
konsumsi rumah tangga sebesar Rp 2.554,17 milyar (15.76%), konsumsi pemerintah Rp
108,94 milyar (0.67%), investasi Rp 2.573,43 milyar (15.87%) dan ekspor Rp 10.974,49
milyar (67.70%). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 5.
    Di dalam sektor industri pengolahan, lima sub sektor industri pengolahan yang
memiliki permintaan terbesar terhadap pemenuhan konsumsi rumah tangga adalah:
beras, biji giling dan tepung (3), pakaian jadi (11), minuman (7), olah daging, sayur, buah
dan susu (1) dan olahan kulit (12). Lima sub sektor penyusun utama terhadap
pemenuhan konsumsi pemerintah adalah : barang cetakan dan penerbitan (16), alat listrik
(30), motor, (32), kimia lain (20) dan barang elektronik (29). Selanjutnya lima sub sektor
penyumbang utama dalam pembentukkan investasi adalah: motor (32), barang elektronik
(29), mesin (27), pakaian jadi (11) dan peralatan profesional (34). Sedangkan lima sub
sektor industri pengolahan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pembentukan
devisa (ekspor) adalah: pakaian jadi (11), alat listrik (30), motor (32), obat dan jamu (18)
dan olah daging, sayur, buah dan susu (1) Dari segi permintaan akhir terdapat empat
komponen penyusun utamanya yaitu: konsumsi rumah tangga sebesar Rp 2.554,17 milyar
(15.76%), konsumsi pemerintah Rp 108,94 milyar (0.67%), investasi Rp 2.573,43 milyar
(15.87%) dan ekspor Rp 10.974,49 milyar (67.70%). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
pada Gambar 5.
                                     Gambar 3. Tabel I-O DKI Jakarta Klasifikasi 9 Sektor Tahun 1993 (milyar rupiah)
                                    1            2              3            4             5              6           7             8             9             79          88          89          90           91          92         93          95           99
           Sektor
                                 Pertanian     Tmb&gln         Ind.        Lisgair      Bangunan      Perdg,htl,&r Angk.&Kom.    Keuangan      Jasa-jasa     Jl. Demand   Kons. RT   Kons. Gov.   Pb. Modal   Perubahan   Ekspor LN    Ekspor    Jl. Demand   Jl. Output
                                                            pengolahan                                    est                                                   Antara                              Tetap        Stok                 Domestik
                                                                                                                                                                           105.21         1.78         0.00        4.30        8.51       0.15      185.16      185.16
 1    Pertanian                         0.50         0.00       32.29            0.00          0.00       29.14           0.05          0.00          3.23       65.21
                                                                                                                                                                              0.00        0.00         0.00        0.00        0.00       0.00        0.00          0.00
 2    Tambang&gln                       0.00         0.00           0.00         0.00          0.00           0.00        0.00          0.00          0.00        0.00
                                                                                                                                                                          2554.17      108.94      2057.54      515.89     5493.53     5480.96 22794.28 22794.28
 3    Industri pengolahan               4.68         0.00    3172.95         52.08       1501.50         587.42        66.48       250.69        947.45       6583.25
                                                                                                                                                                           566.90        87.06         0.00        0.00        0.00       0.00    1649.76      1649.76
 4    Lisgair                           0.08         0.00      222.57       232.25         20.69         232.65        48.56       139.55          99.46        995.81
                                                                                                                                                                              0.00     114.86 15172.80             0.00        0.00       0.00 16267.59 16267.59
 5    Bangunan                          0.40         0.00       26.74        38.72             3.25      124.82       255.64       490.81          39.53        979.93
                                                                                                                                                                          4276.13      313.01      1549.32         0.00    1334.46     5933.11 18334.44 18334.44
 6    Perdagangan, hotel&rest           3.64         0.00    1786.38         93.20       1255.15         633.76       238.70       637.46        280.12       4928.42
                                                                                                                                                                          2877.04      147.15       107.64         0.00     124.21     2623.80    7847.58      7847.58
 7    Angkutan&Komunikasi               0.52         0.00      346.33            8.99     158.60         457.81       602.66       339.86         52.96       1967.74
                                                                                                                                                                          3504.10      147.43          0.00        0.00    2222.18     4827.79 18223.39 18223.39
 8    Keuangan,asrn, js firm &          1.08         0.00    1003.81         14.53       2643.29         790.86       353.13      2534.01        181.17       7521.88
      sewa
                                                                                                                                                                          1972.41     2567.15         96.90        0.00       77.30     448.88    6646.29      6646.29
 9    Jasa-Jasa                         0.07         0.00       47.86            3.87      35.15         173.88       480.81       581.90        160.11       1483.65
                                                                                                                                                1764.02 24525.88 15855.95             3487.39 18984.20          520.19     9260.19 19314.69 91948.50 91948.50
 80   Jl. Input Antara               10.98           0.00    6638.93        443.64       5617.63        3030.36      2046.03      4974.29
                                                                                                                                                                          5802.14      318.40      4826.86      835.86         0.00       0.00 28099.42             0.00
 81   Impor                          13.39           0.00    6724.75        522.85       4339.99        2181.87      1006.82       894.45        632.02 16316.15
 82   Upah & Gaji                    29.63           0.00    2663.74        163.55       2896.18        3314.73      1379.26      3974.43       3083.34 17504.86
 83   Surpus Usaha                 128.23            0.00    4787.41        374.67       2457.37        8531.01      2445.82      7376.68        721.15 26822.34
 84   Penyusutan                        2.08         0.00    1112.38         98.27        583.72         716.44       826.24       670.89        322.50       4332.52
 85   Indirect Tax                      0.85         0.00      867.06        46.78        372.70         560.03       143.41       332.65        123.24       2446.73
 86   Nilai Tambah Bruto           160.79            0.00    9430.59        683.27       6309.97 13122.21            4794.73 12354.65           4250.24 51106.46
 87   Jl. Input                    185.16            0.00 22794.28         1649.76 16267.59 18334.44                 7847.58 18223.39           6646.29 91948.50
Sumber : Tabel I-O Propinsi DKI Jakarta Tahun 1993, Kantor Statistik Propinsi DKI
Jakarta
      Gambar 4. Permintaan Antara dan Permintaan Akhir Sektor-Sektor Perekonomian di DKI Jakarta
                                            Tahun 1993


                                                               25000.00
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    antara
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    akhir
                                                               20000.00

                                       Nilai (milyar rupiah)
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    total

                                                               15000.00

                                                               10000.00

                                                                5000.00

                                                                   0.00




                                                                                                                                                                                                                              hotel&restoran
                                                                                                                                                  Industri Pengolahan




                                                                                                                                                                                                                                                                                                 Keuangan,asuransi, js




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Jasa-jasa
                                                                                                                                                                                                                              Perdagangan,




                                                                                                                                                                                                                                                           Angkutan&Komunikasi
                                                                                 Pertanian




                                                                                                           Tambang&galian




                                                                                                                                                                                  Listrik, gas dan air




                                                                                                                                                                                                                  Bangunan




                                                                                                                                                                                                                                                                                                     firm & sewa
                                                                                                                                                                                                           Sektor




            Gambar 5. Komponen Permintaan Akhir Sektor Industri Pengolahan di DKI
                                  Jakarta Tahun 1993


                                                                                                                                                                                         RT
                                                                                                                                                                                       15.76%                                                            Pemerintah
                                                                                                                                                                                                                                                           0.67%



                                                                                                                                                                                                                                                                                              Investasi
                                                                                                                                                                                                                                                                                               15.87%


            Ekspor
            67.70%




           G a m b a r 6 . K o n tr ib u s i N ila i T a m b a h B r u to S e k to r- S e k to r P e r e k o n o m ia n d i D K I
                                                      J a k a r ta T a h u n 1 9 9 3


                                               14000


                                               12000
               Nilai (milyar rupiah)




                                               10000


                                                        8000


                                                        6000


                                                        4000


                                                        2000


                                                               0
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Jasa-jasa
                                                                                                                                                                        Lisgair
                                                                     Pertanian




                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Keuangan,asnr,js
                                                                                                                                                                                                                             Perdagangan,
                                                                                             Tambang&gln




                                                                                                                            Industri Pengolahan




                                                                                                                                                                                                            Bangunan




                                                                                                                                                                                                                                                                        Angkutan&Komunikasi




U p a h / G a ji
                                                                                                                                                                                                                                            hotel&rest




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                firm&sewa




S u r p lu s U s a h a
P e n y u s u ta n
In d ire c t T a x
N ila i T a m b a h B r u to


                                                                                                                                                                                                         S e k to r
     Dari Tabel I-O DKI Jakarta Tahun 1993 juga terlihat bahwa pada tahun 1993 sektor
industri pengolahan memberikan kontribusi terhadap nilai tambah sebesar Rp 9.430,59
milyar atau 18.45% dari total nilai tambah propinsi DKI Jakarta (Gambar 6). Dari nilai
tambah sejumlah tersebut, Rp 2.663,74 milyar atau 28.25% dialokasikan untuk upah dan
gaji, kemudian untuk surplus usaha sebesar Rp 4.787,41 milyar (50.76%), penyusutan Rp
1.112,38 milyar (11.80%) dan indirect tax sebesar Rp 867,06 milyar (9.19%).
     Jika dilakukan analisis perbandingan antara nilai upah dan gaji terhadap surplus
usaha ke-35 sub sektor industri pengolahan diperoleh nilai rasio upah dan gaji <1 untuk
30 sub sektor dan hanya lima sub sektor yang mempunyai nilai rasio upah/gaji >1 yaitu
olahan kulit (12), barang cetak (16), obat dan jamu (18), barang karet dan plastik (22),
dan alat transpor (31). Kondisi demikian menunjukkan bahwa distribusi pendapatan ke-
30 sub sektor tersebut antara pemilik modal dan pekerja masih belum merata karena
share yang lebih besar berada pada pemilik modal.

4. HASIL ANALISIS

    Secara umum matriks kebalikan Leontief dari Tabel I-O DKI Jakarta tahun 1993 dapat dilihat pada
Gambar 7.
    Selanjutnya akan dijelaskan hasil analisis peran industri pengolahan terhadap perekonomian DKI
Jakarta terutama mengenai keterkaitannya dengan sektor perekonomian lainnya, peningkatan pendapatan
masyarakat dan penyerapan tenaga kerja.

4.1 Analisis Indeks Total Keterkaitan ke Belakang
      Gambar 8 menyajikan nilai indeks total keterkaitan ke belakang sektor-sektor perekonomian di DKI
Jakarta. Dibandingkan 8 sektor perekonomian lainnya, indeks total keterkaitan ke belakang sektor industri
pengolahan menduduki peringkat ke-2 dengan nilai sebesar 1.279. Nilai tersebut menunjukkan bahwa
sektor industri pengolahan mempunyai kemampuan yang kuat untuk menarik pertumbuhan industri hulunya
karena untuk setiap satu-satuan peningkatan permintaan akhir pada sektor industri pengolahan akan
mendorong peningkatan output pada sektor-sektor yang digunakan sebagai input oleh sektor industri
pengolahan sebesar 1.279 satuan.
      Di dalam sektor industri pengolahan, terdapat 18 sub sektor industri pengolahan yang memiliki nilai
indeks total keterkaitan ke belakang lebih besar dari satu yaitu: olahan kulit (12), kertas (15), barang cetak
(16), kimia (17), obat dan jamu (18), kosmetika (19), kimia lain (20), barang kimia dan plastik (22), barang
gelas dan kaca (24), logam besi dan baja (25), barang logam (26), mesin listrik (28), barang elektronik (29),
alat listrik (30), motor (32), angkutan lain (33), alat profesional (34) dan barang industri lain (35). Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada Apendik 2. Tingginya nilai indeks total keterkaitan ke belakang ke-18 sub sektor
tersebut menunjukkan bahwa ke-18 sub sektor tersebut mempunyai kemampuan yang kuat untuk menarik
pertumbuhan output sektor hulunya.


           Gambar 7. Matriks Kebalikan Leontief 9 Sektor Perekonomian di DKI Jakarta Tahun 1993

 Sektor                        1        2        3       4        5       6        7       8        9      Total
 1        Pertanian          1.003     0.000   0.002   0.000    0.000   0.002    0.000   0.000    0.000   1.008
 2        Tmb&Gln            0.000     1.000   0.000   0.000    0.000   0.000    0.000   0.000    0.000   1.000
 3        Ind. Pengolahan    0.031     0.000   1.169   0.050    0.117   0.044    0.030   0.032    0.175   1.649
 4        Lisgair            0.001     0.000   0.016   1.166    0.006   0.017    0.011   0.013    0.021   1.251
 5        Bangunan           0.003     0.000   0.005   0.029    1.007   0.010    0.038   0.033    0.009   1.135
 6        Perdg,htl&rest     0.024     0.000   0.100   0.076    0.099   1.045    0.046   0.051    0.063   1.504
 7        Angk&Kom           0.005     0.000   0.024   0.011    0.019   0.031    1.087   0.026    0.015   1.217
 8        Keu,asrn&sewa      0.010     0.000   0.067   0.025    0.203   0.059    0.070   1.175    0.047   1.656
 9       Jasa-jasa                        0.001        0.000                          0.007             0.005              0.011                          0.014                    0.071                              0.041       1.028   1.179
 Total                                    1.079        1.000                          1.389             1.362              1.463                          1.222                    1.354                              1.371       1.360   11.599




                             G a m b a r 8 . In d e k s T o ta l K e te r k a ita n K e B e l a k a n g S e k to r - S e k to r
                                            P e r e k o n o m ia n d i D K I J a k a r ta T a h u n 1 9 9 3

                               1 .4 0 0

                               1 .2 0 0

                               1 .0 0 0

                               0 .8 0 0
                     Nilai




                               0 .6 0 0

                               0 .4 0 0

                               0 .2 0 0

                               0 .0 0 0
                                                                     Industri pengolahan




                                                                                                                                                             Angkutan&Komunikasi




                                                                                                                                                                                    Keuangan,asnr, js firm
                                           Pertanian




                                                                                                                                                                                                                      Jasa-jasa
                                                                                                                              Perdagangan,
                                                                                                                Bangunan
                                                                                              Lisgair
                                                       Tambang&gln




                                                                                                                                             hotel&rest




                                                                                                                                                                                                             & sewa
                                                                                                          S e k to r




4.2 Analisis Indeks Total Keterkaitan ke Depan

    Gambar 9 menyajikan nilai indeks total keterkaitan ke depan sektor-sektor
perekonomian di DKI Jakarta. Dibandingkan 8 sektor perekonomian lainnya, indeks total
keterkaitan ke depan sektor industri pengolahan menduduki peringkat ke-2 dengan nilai
sebesar 1.078. Nilai indeks keterkaitan total ke depan sektor industri pengolahan yang
lebih besar dari satu tersebut menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan mempunyai
kemampuan yang kuat untuk mendorong pertumbuhan output industri hilirnya.
    Di dalam sektor industri pengolahan, empat sub sektor industri pengolahan yang
memiliki indeks total keterkaitan ke depan lebih besar dari satu yaitu: kimia (17), barang
karet dan plastik (22), logam besi dan baja (25) dan alat listrik (30). Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada Apendik 2. Indeks total keterkaitan ke depan yang lebih besar dari satu
tersebut menunjukkan bahwa output yang dihasilkan oleh keempat sub sektor ini
merupakan komoditi intermedier, dalam artian merupakan bahan baku bagi industri-
industri dan sektor-sektor perekonomian lainnya. Nilai tersebut juga menunjukkan
besarnya peranan keempat sub sektor tersebut dalam mendorong pertumbuhan
perekonomian di DKI Jakarta.

4.3 Analisis Indeks Pendapatan Masyarakat
    Hasil analisis indeks pendapatan masyarakat sektor-sektor perekonomian di DKI Jakarta disajikan pada
Gambar 10. Dibandingkan dengan sektor-sektor perekonomian lainnya indeks total pendapatan masyarakat
di sektor industri pengolahan mempunyai nilai lebih kecil dari satu dan menduduki peringkat ke-7 yaitu
sebesar 0.690. Nilai tersebut mengandung arti bahwa untuk setiap satu-satuan kenaikan output yang
dihasilkan sektor industri pengolahan, total pendapatan masyarakat di DKI akan meningkat sebesar Rp
0.690 milyar.
     Namun demikian dalam sektor industri pengolahan, 9 sub sektor industri pengolahan yang memiliki nilai
indeks total pendapatan masyarakat lebih besar dari satu yaitu: olahan kulit (12), barang cetak (16), obat
dan jamu (18), barang karet dan plastik (22), mesin (27), alat transpor (31), motor (32), alat profesional (34)
dan barang industri lain (35). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Apendik 2. Tingginya nilai indeks
pendapatan masyarakat 9 sub sektor tersebut menunjukkan pentingnya peran sektor-sektor tersebut dalam
mendorong peningkatan pendapatan masyarakat di DKI Jakarta.

4.4 Analisis Indeks Tenaga Kerja
    Hasil analisis indeks tenaga kerja sektor-sektor perekonomian di DKI Jakarta disajikan pada Gambar
11. Dibandingkan dengan sektor-sektor perekonomian lainnya indeks tenaga kerja sektor industri
pengolahan hanya menduduki peringkat ke-5 dengan nilai sebesar 0.392. Nilai tersebut menunjukkan
bahwa sektor industri pengolahan kurang sensitif dalam menciptakan lapangan kerja pada pembangunan
perekonomian di DKI Jakarta. Hal ini disebabkan karena sektor industri penngolahan di DKI Jakarta bersifat
padat modal (capita intensive).
    Indeks tenaga kerja per sub sektor industri pengolahan tidak disajikan karena data tenaga kerja pada
35 sub sektor industri pengolahan tidak tersedia.

                G a m b a r 9 . In d e k s T o ta l K e te rk a ita n K e D e p a n S e k to r-S e k to r P e re k o n o m ia n
                                                    d i D K I J a k a rta T a h u n 1 9 9 3

                             1 .2 0 0


                             1 .0 0 0


                             0 .8 0 0
                    Nilai




                             0 .6 0 0


                             0 .4 0 0


                             0 .2 0 0


                             0 .0 0 0
                                                                                                                                                                                                                                                                          Angkutan&Komunikasi
                                                                                                                      Industri pengolahan




                                                                                                                                                                                            Bangunan
                                                                                 Tambang&gln




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Keuangan,asnr, js firm
                                                                                                                                                                                                             Perdagangan,
                                             Pertanian




                                                                                                                                                                           Lisgair




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Jasa-jasa
                                                                                                                                                                                                                                           hotel&rest




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           & sewa




                                                                                                                                                                                          S e k to r




                            G am b ar 10. Indek s T otal P endapatan M asyarakat S ek tor-S ek tor
                                        P erek onom ian di D K I Jak arta T ahun 1993

                                     3.000

                                     2.500

                                     2.000
                             Nilai




                                     1.500

                                     1.000

                                     0.500
               G am bar 11. Indek s Total Tenaga K erja Sek tor-Sektor Perek onom ian di
                         0.000
                                      D KI J ak arta Tahun 1993
                                                                                                                                                    Industri pengolahan




                                                                                                                                                                                                          Perdagangan,




                                                                                                                                                                                                                                                        Angkutan&Komunikasi
                                                                                                        Tambang&gln




                                                                                                                                                                                                                                                                                                Keuangan,asnr, js
                                                                                                                                                                                               Bangunan
                                                                     Pertanian




                                                                                                                                                                                Lisgair




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Jasa-jasa
                                                                                                                                                                                                                                       hotel&rest




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     firm & sewa




                              4 .5 0 0
                              4 .0 0 0
                              3 .5 0 0                                                                                                                                                    S e ktor
                              3 .0 0 0
                              2 .5 0 0
                    Nilai




                              2 .0 0 0
                              1 .5 0 0
                              1 .0 0 0
                              0 .5 0 0
                              0 .0 0 0
                                                                                                                                                                                                                                                           Angkutan&Komunikasi
                                                                                          Tambang&gln




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         Jasa-jasa
                                                         Pertanian




                                                                                                                                                                                            Bangunan
                                                                                                                                                                            Lisgair




                                                                                                                                                                                                                                                                                                       Keuangan,asnr, js firm &
                                                                                                                              Industri pengolahan




                                                                                                                                                                                                                 Perdagangan, hotel&rest




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            sewa




                                                                                                                                                                          S ektor
5. KESIMPULAN

   Dengan menggunakan Tabel I-O 1993, analisis yang telah dilakukan dalam melihat
peran sektor industri pengolahan terhadap perekonomian DKI Jakarta meliputi 4 hal yaitu
analisis: (1) indeks total keterkaitan ke depan, (2) indeks total keterkaitan ke belakang, (3)
indeks pendapatan masyarakat, dan (4) indeks tenaga kerja.
   Dari analisis didapat temuan-temuan sebagai berikut:
1. Total permintaan sektor industri pengolahan tertinggi dibandingkan dengan 8 sektor
   perekonomian lainnya di DKI Jakarta.
2. Permintaan akhir terhadap industri pengolahan lebih tinggi dari nilai permintaan antara.
   Hal ini menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan masih berorientasi untuk
   konsumsi langsung dibandingkan untuk digunakan sebagai input sektor-sektor lain.
3. Ditinjau dari peranannya terhadap pembentukan nilai tambah bruto, sektor industri
   pengolahan hanya menduduki peringkat ke-3 dibawah sektor perdagangan, hotel dan
   restoran dan sektor keuangan. Analisis lebih mendalam terhadap ke-35 sub sektor
   industri pengolahan menunjukkan bahwa nilai tambah bruto sektor-sektor tersebut
   sebagian besar terdapat pada surplus usaha dibandingkan upah/gaji.
4. Karena indeks total keterkaitan ke depan dan ke belakang sektor industri pengolahan
   lebih besar dari satu, maka sektor industri pengolahan dapat dikatakan sebagai
   industri “kunci”; artinya jika sektor industri pengolahan dikembangkan akan dapat
   mendorong perkembangan sektor-sektor lainnya di DKI Jakarta.
5. Dalam sektor industri pengolahan, sub sektor industri kimia(17), barang karet dan
   plastik (22), logam besi dan baja (25), dan alat listri (30) merupakan sektor kunci.
6. Peran sektor industri pengolahan terhadap pengingkatan pendapatan masyarakat di
   DKI Jakarta relatif kecil dibandingkan dengan 8 sektor perekonomian lainnya. Namun
   demikian dalam sektor industri pengolahan terdapat 9 sub sektor yang mempunyai
   nilai indeks pendapatan lebih besar dari satu yaitu: olahan kulit (12), barang cetak (16),
   obat dan jamu (18), barang karet dan plastik (22), mesin (27), alat transport (31), motor
   (32), alat profesional (34) dan barang industri lain (35).
7. Secara keseluruhan peran sektor industri pengolahan dalam hal penyerapan tenaga
   kerja di DKI Jakarta relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya.

   Karena temuan-temuan ini maka adalah beralasan jika pemerintah DKI Jakarta
menciptakan kebijakan-kebijakan yang merangsang tumbuhnya sektor industri
pengolahan. Berkembangnya sektor industri pengolahan akan mendorong tumbuhnya
industri-industri lainnya di DKI Jakarta.
   Didalam sektor industri pengolahan, sebaiknya pemerintah DKI Jakarta
mengkonsentrasikan diri untuk mengembangkan industri kimia (17), barang karet dan
plastik (22), logam besi dan baja (25), dan alat listrik (30) karena ke-4 sektor tersebut
merupakan sektor kunci dan industri olahan kulit (12), barang cetak (16), obat dan jamu
(18), barang karet dan plastik (22), mesin (27), alat transport (31), motor (32), alat
profesional (34) dan barang industri lain (35) karena 9 sub sektor tersebut mempunyai
kemampuan yanng kuat untuk mendorong peningkatan pendapatan masyarakat di DKI
Jakarta.

DAFTAR PUSTAKA
1. Kantor Statistik Propinsi DKI Jakarta.. Pendapatan Regional DKI Jakarta Tahun 1980-1994. Jakarta.
2. Kantor Statistik Propinsi DKI Jakarta. Tabel Input-Output DKI Jakarta Tahun 1993.
   Jakarta,1996. 81-91.
3. PEMDA DKI Jakarta.         Pola Dasar Pembangunan Daerah DKI Jakarta Tahun
   1994/1995-1998/1999. Jakarta, 1993. 38.
4. Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tabel Input Output dan Analisis.             UI-Press.
   Jakarta,1988.
5. Simatupang, P et all.     Agroindustri Faktor Penunjang Pembangunan Pertanian di
   Indonesia. Pusat Penelititan Agro Ekonomi. Bogor, 1990.




 Apendik 1.Indeks Total Keterkaitan ke Depan, ke Belakang, Pendapatan Masyarakat dan Tenaga Kerja 9
                           Sektor Perekonomian di DKI Jakarta Tahun 1993

                                          Indeks Total    Indeks Total        Indeks Total   Indeks Total
                 Sektor                     Ketekaitan     Keterkaitan        Pendapatan         Tenaga
                                            Ke Depan      Ke Belakang          Masyarakat           Kerja
 1   Pertanian                                  0.837           0.782               0.733          4.134
 2   Tambang&gln                                0.776           0.776               0.000          0.000
 3   Industri pengolahan                        1.078           1.279               0.690          0.392
 4   Lisgair                                    1.056           0.971               0.573          0.303
 5   Bangunan                                   1.135           0.881               1.106          0.191
 6   Perdagangan, hotel&rest                    0.948           1.167               0.938          0.809
 7   Angkutan&Komunikasi                        1.051           0.944               1.011          0.390
 8   Keuangan,asnr, js firm & sewa              1.064           1.285               1.270          0.130
 9   Jasa-jasa                                  1.055           0.915               2.680          2.651



Apendik 2. Indeks Total Keterkaitan ke Depan, ke Belakang dan Pendapatan Masyarakat
             35 Sub Sektor Industri Pengolahan di DKI Jakarta Tahun 1993

                                           Indeks Total              Indeks Total            Indeks Total
                 Sektor                      Ketekaitan               Keterkaitan            Pendapatan
                                             Ke Depan                Ke Belakang              Masyarakat
 1   Olah Dg,Syr,Bh&Ss                            0.804                    0.943                   0.645
 2   Kop,myk Hw&Nb                                0.806                    0.908                   0.739
 3   Brs,Biji gl&Tpg                              0.908                    0.843                   0.021
 4   Roti,Mie dll                                 0.757                    0.981                   0.456
 5   Pakan                                        0.770                    0.942                   0.714
 6   Makanan lain                                 0.776                    0.854                   0.629
 7   Minuman                                      0.789                    0.963                   0.528
 8   Rokok                                        0.751                    0.751                   0.000
 9   Benang                                       0.820                    0.838                   0.393
10   Textil dll                                   0.843                    0.972                   0.857
11   Baju                                         0.766                    0.952                   0.880
12   Olahan kulit                                 0.863                    1.091                   1.601
13   Olahan kayu                                  0.821                    0.976                   0.961
14   Perabot RT hsl htn                           0.778                    0.983                   0.506
15   Kertas dll                                   0.877                    1.023                   0.728
 16   Brg cetak dll                                      0.905                      1.031                     1.425
 17   Kimia                                              1.484                      1.067                     0.442
 18   Obat&jamu                                          0.838                      1.156                     2.108
 19   Kosmetika                                          0.756                      1.144                     0.895
 20   Kimia lain                                         0.980                      1.057                     0.383
 21   Migas                                              0.751                      0.751                     0.000
 22   Brg Karet & plastik                                1.025                      1.002                     1.343
 23   Bhn bangunan                                       0.763                      0.982                     0.669
 24   Brg gelas & kaca                                   0.818                      1.002                     0.647
 25   Logam besi & baja                                  1.368                      1.048                     0.919
 26   Brg logam                                          0.903                      1.155                     0.931
 27   Mesin dll                                          0.768                      0.915                     1.087
 28   Mesin listrik dll                                  0.770                      1.149                     0.872
 29   Brg elektronik                                     0.920                      1.385                     0.827
 30   Alat listrik dll                                   1.072                      1.179                     0.950
 31   Alat transpor dll                                  0.754                      0.872                     2.906
 32   Motor dll                                          0.991                      1.143                     1.456
 33   Angkutan lain                                      0.757                      1.104                     0.920
 34   Alat Profesional                                   0.759                      1.089                     1.020
 35   Brg industri lain                                  0.794                      1.068                     1.508


RIWAYAT PENULIS                                                                      Direktorat       PSSEPW,
                                                                                     BPPT.
                            SAHARA,       lahir     di           Tahun 1992 menyelesaikan pendidikan S-2 di
                            Tebing Tinggi, Lahat                 Universitas Delaware di Bidang Riset Operasi dan
                            pada tanggal 13 Mei                  pada tahun 1996 menamatkan pendidikan S-3 di
                                                                 Universitas Cornell bidang Ekonomi Pertanian.
                            1974.      Menamatkan                Saat ini penulis bekerja sebagai staf peneliti BPP
                            pendidikan S-1 di Institut           Teknologi di Direktorat PSSEPW.
                            Pertanian         Bogor,
                            Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial
                            Ekonomi        Pertanian,
                            Program Studi Ekonomi
                            Pertanian dan Sumber
                            Daya, 1998.
Saat ini bekerja sebagai asisten pada RUT V.1
BPP Teknologi mengenai Dampak Kebijakan di
Bidang Lingkungan Hidup: Dampaknya pada
Pertumbuhan Ekonomi dan Distribusi Pendapatan
di DKI Jakarta.




                            BUDY                   P.
                            RESOSUDARMO, lahir
                            di Jakarta pada tangga
                            16       Mei       1961.
                            Menamatkan pendidikan
                            S-1 di Institut Teknologi
                            Bandung Jurusan Teknik
                            Elekto, 1986.       Pada
                            tahun 1986 bekerja di