PEMBUATAN PAKAN TERNAK AYAM BURAS by ogh82023

VIEWS: 0 PAGES: 4

									PEMBUATAN
PAKAN TERNAK
AYAM BURAS
Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) LPTP Koya Barat, Irian Jaya No. 07/2000
Diterbitkan oleh: Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Koya Barat
Jl. Yahim – Sentani – Jayapura


NO. 07/2000             Seri: BUN/PAATP/SR                Agdex :450/63       Oktober 2000


PENDAHULUAN

Ayam buras atau ayam kampung, merupakan salah satu sumber daya pertanian
yang telah lama kita miliki. Hampir disetiap desa di seluruh Indonesia, penduduknya
telah mengenal ayam buras. Mulai dari Petani yang kaya hingga petani kecil dengan
cara pemeliharaan yang berbeda-beda.

Faktor yang terpenting pada usaha pemeliharaan ayam buras adalah pakan. Hampir
60-80% dari komponen Maya produksi perlu dipatok untuk pengadaan pakan ini.

Biaya pakan ini bisa kita tekan dengan cara menggunakan bahan pakan yang
berharga lebih mewah namun mempunyai nilai gizi sama/lebih dengan pakan ternak
yang telah ada sebelumnya.

Salah satu upaya kearah ini adalah dengan menyusun sendiri ransum pakan ternak
dengan menggunakan bahan yang ada disekitar kita. .

Dalam rangka dapat mempertahankan produksi serta mendatangkan keuntungan
bagi ternak di daerah Papua, LPTP Koya Barat Irian Jaya telah merekomendasikan
ransum pakan ternak seperti tertera dibawah ini.

BAHAN MAKAN UNTUK PAKAN


Agar diperoleh pakan ternak yang bermutu dan tersedia setiap saat, perlu dicarikan
bahan makanan yang balk dari sumber nabati, hewani dan limbah pertanian seperti:

   a. Jagung; dedak halus; ampas kelapa; ubi kayu; beras mentah/gabah; dll.
      (sumber nabati).
   b. Kacang hijau; kedelai; bungkil kalapa; bungkil kedelai; ampas tahu; dll.
      (sumber protein).
   c. Tepung ikan; bekicot; cacing tanah; ulat; kumbang, dll (makanan asal
      hewan).
   d. Tepung tulang; tepung karang (bahan mineral);
   e. Daun lamtoro; daun turi; daun kangkung; rumput alam; daun ubi kayu, daun
      bayam, dll ( bahan asal hijauan ).
BEBERAPA FORMULA PAKAN AYAM BURAS

Formula pakan yang diberikan peternak beraneka ragam, dan pemberiannyapun
disesuaikan dengan ketersediaan bahan makanan pada daerah tempat tinggalnya.
Berikut disajikan 2 buah Rakitan Paket Teknologi Pembuatan Pakan Ternak Ayam
Buras, yang direkomendasikan oleh LPTP Koya Barat dalam rangka peningkatan
produksi ayam buras, melalui perbaikan pakan yang tersedia dilokasi.

a.    Formula pakan ayam buras LPTP Koya Barat (Tepung Gamal)
      1.    Jagung             :    35 % ;
      2.    Kedelai            :    20 % ;
      3.    Bekatul            :    30 % ;
      4.    Tepung ikan        :    10 % ;
      5.    Tepung gamal       :    3%;
      6.    Kapur              :    1%;
      7.    Minyak kelapa      :    1%;

      -   Daun gamal dikeringkan, dihancurkan, digiling, dicampur dengan bahan
          ransum sesuai komposisi.
      -   Biaya pakan : Rp. 2.400 / kg
      -   Konsumsi ransum optimal 58,47 gr/ekor/hari
      -   Konservasi ransum : 3,54 gr/ekr/hari
      -   Umur anakan ayam 10 -60 hari
      -   Sistem pemeliharaan intensif
      -   Skala minimal 100 - 150 ekor
      -   Penambahan bobot badan 16.52 gr/ekor/hari
      -   R/C : 2,35

b.    Komponen Paket Teknologi Ampas Sagu, oleh LPT Koya Barat
      1.   Jagung             : 65 % ;
      2.   Bungkil Kedelai    : 24 % ;
      3.   Tepung ikan        :5%;
      4.   Ampas sagu         :5%;
      5.   Kapur              : 0.5 % ;
      6.   Minyak kelapa      : 0.5 % ;

      -   Limbah sagu dikeringkan, digiling, dicampur merata dengan pakan sesuai
          komposisi.
      -   Biaya pakan Rp. 2.400/kg
      -   Konsumsi ransum optimal 56.01 gr/ekor/hari
      -   Konversi ransum : 3,9 gr/ekor/hari
      -   Umur anakan ayam : 10 - 60 hari
      -   Sistem pemeliharaan, serta skala minimalnya seperti pada butir a diatas
      -   Pertambahan bobot badan : 14,34 gr/ekor/hari, dengan R/C = 1 : 6
CARA PEMBERIAN PAKAN

Pemberian pakan ayam buras yang perlu diperhatikan adalah menghindari pakan
berhamburan dari wadahnya, dengan cara mengisinya hanya separoh hingga 2/3
bagian kedalam tempat makanan yang diberikan. Dapat juga pakan dicampur sedikit
air hingga membentuk bubur. Pakan diberikan minimal 2 kali sehari yaitu pada pagi
hari dan petang hari, air minum perlu disediakan secara tidak terbatas.
(AF/………./………./2000)


Sumber :

1.    Surat keputusan kantor Wilayah Departemen Pertanian No : 43/SKIV1/6/2000
      tentang rekomendasi Paket Teknologi Pambuatan Pakan Ternak Ayam Buras

2.    Dinas Peternakan Propinsi Irian Jaya

								
To top