# 256 ANALISIS EKONOMI PEMBANGUNAN PELABUHAN TANJUNG AWAR AWAR Simposium XII FSTPT Universitas Kristen

Document Sample

```					               Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

ANALISIS EKONOMI PEMBANGUNAN PELABUHAN TANJUNG AWAR-AWAR
KABUPATEN TUBAN JAWA TIMUR

Ir. M.Zainul Arifin, MT                                      Enik Muhemin, ST
Lecturer of Civil Department, Engineering Faculty of         Alumnus Civil Department, Engineering Faculty of
Brawijaya University                                       Brawijaya University
mzaub@yahoo.co.id

Abstract
Tuban is one of the importance gate of East Java Province, since its location is in the border of Central Java
Province. The economic development of Tuban Regency, which is mostly depend on industry, tourism, and
mining, is increased from 3,87% in year 2001 to 4,59 in year 2004. Therefore in the long term plan, Tanjung
Awar-awar port has been set as one of the future terminal point for export and import goods. The objective of the
study is get some economic parameter to determine the economic feasibility study of Tanjung Awar-awar port
development, at Tuban, East Java. Data used is the study has been taken from Transportation Office,
BAPPEDA, and related agencies at Tuban. The data analysis conducted here mostly is Linear Regression on ship
arrival and the flow of goods. Other analysis has been done in the estimation for income and expense from the
beginning of the operation from year 2010 to a certain utility period (25 years) to year 2035. Finally, the analysis
has been done to get some criteria as Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate Of
Return (IRR) and Pay Back Period. The result of economic analysis, sensitivity analysis and pay back period
shown as : (1) The value of NPV and BCR is varies depend on discount rate value assumption ( 5%, 10%, 15%,
20% and 25%). When the discount rate is 5% to 15%, we got NPV > 0 dan BCR >1, while the discount rate is
20% to 25%, we got NPV<0 and BCR<1. (2) The IRR value is 13,76%, which is acceptable as the discount rate
of World Bank loan is 12%. (3) The sensitivity analysis result shows that when the investment rate is assumed
increased as 5%,10%,15%,20% and 25% the IRR is more than 12%, so that it show that the project is feasible.
While the critical IRR will be reached under the discount rate of 28,5% when there is a market fluctuation that
affect the investment. (4) The payback period analysis shows that the investment will get the point of return on
investment after 9 years and 8 months from the starting year of investment (about year 2016). It can be
concluded that based on economic parameter such as Net Present Value, Benefit Cost Ratio, Internal Rate of
Return and Pay Back Period the investment on Tanjung Awar-awar port development is economically feasible.

Keywords : Economic Feasibility Analysis, Port, Tuban (East Java Province)

PENDAHULUAN

Pengembangan pelabuhan umum Kabupaten Tuban diarahkan pada kawasan Tanjung Awar-
Awar. Salah satu alasan yang mendasari adalah JLU (Jalur Lintas Utara) melintasi kawasan
ini. Melihat perkembangan laju ekonomi di berbagai sektor perindustrian, perdagangan,
pertanian, pariwisata, dan pertambangan yang selalu meningkat dari tahun 2001-2004
mengalami kenaikan dari 3,87% pada tahun 2001 menjadi 4,59% pada tahun 2004 maka
perencanaan jangka panjang peran Pelabuhan Tanjung Awar-awar di upayakan menjadi salah
satu terminal arus barang ekspor dan impor.

Identifikasi Masalah

Analisa ekonomi dengan menggunakan parameter-parameter yang umum dilakukan yaitu Net
Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) dan Pay Back
Period.

Perumusan Masalah

Permasalahan yang ada dapat dirumuskan adalah Apakah pembangunan Pelabuhan Tanjung
Awar-awar di Kabupaten Tuban Jawa Timur layak, bila ditinjau dari aspek ekonomi?

256
Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

Tujuan Studi

Studi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan secara ekonomi proyek pembangunan
pelabuhan Tanjung Awar-Awar Kabupaten Tuban Jawa Timur

Batasan Studi

a. Objek Studi kelayakan adalah proyek pembanguan Pelabuhan Tanjung Awar-Awar
Kabupaten Tuban Jawa Timur
b. Studi ini meliputi analisa ekonomi pembangunan Tanjung Awar-awar Tuban, Jawa Timur
c.     Analisa biaya-manfaat yang digunakan adalah yang bersifat dapat diukur dengan uang
d. Data yang digunakan dalam studi kelayakan ini merupakan data sekunder yang diperoleh
data dinas perhubungan Tuban, BAPPEDA, dan instansi terkait di Kabupaten Tuban
e. Di asumsikan Pelabuhan Tanjung Awar-awar Tuban mulai di operasikan tahun 2010
f. Umur ekonomis proyek ditentukan selama 25 tahun
g. Tidak membahas aspek teknis,lingkungan, dan sosial politik
h. Pembatasan pada analisa barang dan jasa
i. Analisis kenaikan biaya dan penurunan keuntungan diasumsikan dengan variasi kondisi
dasar,biaya naik 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%
j. Analisa sensitivitas dengan asumsi fluktuasi pasar sebesar 5%,10%,15%,20%, 25% dan
30%

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Pelabuhan Tanjung Awar-awar Kabupaten Tuban

Kawasan Tanjung Awar-Awar berjarak sekitar +40 km dari Kabupaten Tuban ke arah selatan.
Perjalanan darat menuju Tanjung Awar-Awar akan melewati perbukitan sepanjang kira-kira
20 km. Kawasan yang akan menjadi pusat pelabuhan mencakup luas daratan sebesar ± 5 Ha,
sedangkan kawasan pantainya mencakup kawasan seluas ± 30 Ha.

Jumlah Barang yang Melalui Pelabuhan Tuban

Selama tahun 2004 volume barang yang diangkut melalui Pelabuhan Tuban cukup besar yaitu
415.831.201 kilogram (415.831 ton). Hal ini menunjukkan bahwa di Kabupaten Tuban sudah
ada embrio pelabuhan yang dapat dikembangkan dalam skala lebih besar, baik regional
maupun nasional.

Program Pengembangan Pelabuhan Tanjung Awar-awar Kabupaten Tuban

Pengembangan Pelabuhan Tanjung Awar-Awar sebagai pelabuhan umum dilakukan dengan
cara merumuskan gambaran pengembangan pelabuhan berdasarkan atas data kondisi fisik
teknis dan kebijaksanaan pemerintah dalam konteks pengembangan pelabuhan ini serta
pengembangan wilayah yang diproyeksikan untuk jangka waktu 25 tahun.

Kawasan Tanjung Awar-Awar merupakan daerah yang potensial untuk dikembangkan
sebagai pelabuhan barang. Faktor-faktor pendukung bagi pengembangan pelabuhan di
kawasan tersebut antara lain adalah :

257
Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

1. Wilayah daratan mapun perairan kawasan Tanjung Awar-Awar relatif luas dan mudah
dijangkau oleh transportasi.
2. Selain potensial untuk bidang perikanan, pantai Tanjung Awar-Awar potensial pula untuk
daerah pariwisata bahari, namun sampai sekarang belum tergarap secara optimal sehingga
perlu dikembangkan.
3. Secara topografis kedalaman, wilayah Tanjung Awar-Awar memiliki kedalaman yang
sesuai untuk berlabuhnya armada domestik maupun dari luar daerah.

Analisa Pertumbuhan dan Taksiran

Metode peramalan adalah cara memperkirakan secara kuantitatif apa yang akan terjadi dimasa
depan, berdasarkan data pada masa lalu.

Secara garis besar metode peramalan dibedakan atas :
1. Metode Analisis Waktu atau “Time series”
Yaitu mendasarkan pada penggunaan analisis pola hubungan antara variabel yang diramal
dengan variabel waktu
2. Metode Sebab Akibat atau “Causal Method”
Yaitu mendasarkan pada penggunaan analisis pola hubungan antara variabel yang diramal
dengan variabel lain yang mempengaruhi

Analisis Ekonomi

a. Unsur Biaya
- Biaya operasi
- Biaya pembebasan lahan
- Biaya perencanaan dan perancangan
- Biaya konstruksi
- Biaya pemeliharaan
b. Unsur Pendapatan
Pendapatan adalah seluruh perolehan yang didapat dengan adanya proyek investasi,
bagi proyek investasi sebuah pelabuhan merupakan pendapatan dari seluruh jasa layanan yang
dilakukan.
c. Manfaat (Benefit) Proyek Investasi
- Manfaat langsung (Direct benefit)
- Manfaat tidak langsung (Indirect benefit)
- Manfaat yang sulit diukur dengan uang (Intangible benefit)

Tabel 1: Manfaat (Benefit) Proyek Investasi Pelabuhan
Manfaat Langsung            Manfaat Bagi Pengguna Jasa        Manfaat tak Langsung Bagi
Bagi Pelabuhan                                                           Pihak Yang Terkait
- Peningkatan pendapatan       -   Penghematan biaya transport darat - Peningkatan     penghasilan
dari ongkos pada kapal      -   Penghematan biaya bongkar-muat      buruh yang terkait dengan
untuk pendapatan bersih         barang                              pelabuhan
bongkar-muat barang         -   Penghematan biaya asuransi        - Peningkatan      pendapatan
- Kemungkinan peningkatan      -   Penghematan dalam pembayaran        bagi industri-industri yang
persewaan tanah sebagai         bunga dari modal                    terkait dengan pelabuhan
hasil proyek investasi      -   Penghematan dari biaya kapal di - Peningkatan           manfaat
pelabuhan                           melalui pengaruh ganda
-   Penghematan biaya operasi kapal
-   Peningkatan hasil dari industri
pengguna jasa pelabuhan
Sumber: Perencanaan Perancangan dan Pembangunan Pelabuhan

258
Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

Konsep Nilai Waktu Uang

Guna menilai kelayakan suatu proyek menggunakan beberapa parameter yakni konsep nilai
waktu uang (time value of money). Dalam konsep ini perlu dipahami adanya compounding
dan discounting factor yang merupakan faktor-faktor yang digunakan dalam mengevaluasi
kelayakan proyek.

Nilai Yang Akan Datang (Compounding Factor, Cf)

Compounding factor merupakan faktor bilangan yang menyatakan hubungan antara nilai yang
akan datang (future value / F) terhadap nilai sekarang (present value / PV). Untuk bunga
sederhana dirumuskan sebagai berikut:

Fn = PV(1+i)n .......... (1)

Keterangan :
Fn     = nilai uang yang akan datang pada tahun n
PV     = nilai uang saat ini

i      = bunga (interest) dinyatakan dalam persen (%)
n      = tahun ke n, n = 0,1,2,3,4,...
(1+i)n = Compounding factor (Cf).

Nilai Sekarang

Pemakaian nilai sekarang adalah kebalikan Compounding factor (Cf). Jika dalam Cf, yang
ditanyakan adalah berapa nilai saat ini di kemudian hari, maka dalam nilai sekarang hal yang
ditanyakan adalah berapa nilai uang di kemudian hari (F) berdasarkan nilainya saat ini (PV).
Hal ini berarti mendiskontokan nilai uang di kemudian hari dengan tingkat suku bunga (i)
yang berlaku saat ini yang dirumuskan sebagai berikut :
F
PV =            .......... (2)
(1 + i )n
Evaluasi dan Keputusan

Dalam menilai kelayakan proyek adalah dengan menganalisa aliran kas dengan memakai
metode dan kriteria yang telah dipakai secara luas untuk memilah-milah mana yang dapat
diterima dan mana yang ditolak. Kriteria kelayakan tersebut banyak berhubungan dengan ilmu
ekonomi teknik. Diantaranya adalah konsep ekuivalen, yaitu pengaruh waktu terhadap nilai
uang.

Kriteria atas kelayakan proyek secara luas dipergunakan adalah:
a. Perhitungan nilai netto (Net Present Value / NPV)
b. Internal Rate of Return / IRR
c. Benefit Cost ratio / B/C Ratio
d. Pay Back Period (Periode Pengembalian)

259
Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

Nilai Sekarang Netto (Net Present Value / NPV)

Evaluasi nilai sekarang netto (net present value / NPV) didasarkan pada konsep mendiskonto
seluruh aliran kas ke nilai sekaran
Ditulis dengan rumus :
NPV = ∑
n
(B)t − n (C)t .... (3)
t =1 ( + i )
1
t ∑ (1 + i )t
t =1

NPV    = nilai sekarang netto
(B)t   = benefit pada tahun ke t
(C)t   = biaya pada tahun ke t
n      = umur ekonomis proyek
i      = arus pengembalian
t      = waktu

Mengkaji usulan proyek dengan NPV memberikan petunjuk (indikasi) sebagai berikut:
NPV = Positif,usulan proyek dapat diterima, makin tinggi angka NPV makin baik.
NPV =Negatif, usulan proyek ditolak.
NPV = 0, netral.

Arus Pengembalian Internal (Internal Rate of Return, IRR)

Arus Pengembalian Internal (Internal Rate Of Return) adalah arus pengembalian yang
menhasilkan NPV aliran kas masuk = NPV aliran kas keluar.
Rumusnya sebagai berikut:
n
(B)t - (C)t
∑ (1 + IRR )t = 0 .......... (4)
t =1

Dalam menganalisa usulan proyek dengan IRR memberi kita petunjuk sebagai berikut:
• IRR > arus pengembalian (i) yang diinginkan (required rate of return / RRR), proyek
diterima.
• IRR < arus pengembalian (i) yang diinginkan (required rate of return / RRR), proyek
ditolak

Benefit – Cost Ratio (B/C Ratio)

Untuk mengkaji kelayakan proyek sering digunakan pula evaluasi yang disebut benefit – cost
ratio, B/C Ratio
Rumus yang digunakan sebagai berikut:
Nilaisekarangbenefit (PV)B ...(5)
BCR =                      =
Nilaisekarangbiaya   (PV)C
Adapun kriteria B/C Ratio akan memberikan petunjuk sebagai berikut:
BCR > 1, usulan proyek diterima.
BCR < 1, usulan proyek ditolak.
BCR = 1, netral

260
Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

Periode Pengembalian (Pay Back Period)

Periode pengembalian atau pay back period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk
mengembalikan modal suatu investasi, yang dihitung dari aliran kas bersih (net)

Untuk mendapatkan periode pengembalian (rate of return) tertentu di gunakan model formula
berikut :
n'
0 = − P + ∑ At ( P / F , i %, t ) ......(6)
t =1

Analisis Kepekaan (Analisa Sensitivitas)

Analisis kepekaan adalah untuk melihat apa yang akan terjadi dengan hasil analisa proyek jika
ada suatu kemungkinan perubahan dasar-dasar asumsi dalam perhitungan biaya dan manfaat

Analisa ini akan memberikan sejauh mana sutu keputusan akan cukup kuat berhadapan
dengan perubahan-perubahan faktor atau parameter yang mempengaruhi.
1. Sensitivitas Terhadap Utilitas Kapasitas
2. Sensitivitas Terhadap Harga Jual
3. Sensitivitas Terhadap Masa Manfaat (useful life)

METODE PENELITIAN

Langkah-langkah yang dilakukan dalam studi ini adalah sebagai berikut :
1. Penentuan lokasi
2. Pengumpulan data
3. Pengolahan Data
4. Melakukan estimasi biaya keuangan
5. Dalam perhitungan sumber penerimaan berpedoman pada proyeksi jumlah kapal yang
bersandar, jenis kapal menurut bobot (Gross Tonage/GT), jasa standar (hetmal).
Perhitungan ini dilakukan selama 25 tahun (2010-2035) karena termasuk proyek besar
Analisa ekonomi
6. Analisa Sensivitas
7. Kesimpulan

261
Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

Mulai

Studi Literatur

Pengumpulan Data

Proyeksi Data Menggunakan Regresi Linear,
Logaritmik dan Eksponensial:
•    Data Arus Kunjungan Kapal
•    Data Arus Barang

Analisa Ekonomi Menggunakan Parameter Umum:
•     Net Present Value (NPV
•     Benefit Cost Ratio (BCR)
•     Interest Rate of Return (IRR)
•     Pay Back Period

Hasil dan Pembahasan

Kesimpulan

Selesai

Pengumpulan Data

Jenis data yang diperlukan meliputi:
• Lay Out Pelabuhan
• Biaya investasi Pelabuhan
• Data Operasional

Pengolahan Data

Guna menunjang analisa kelayakan proyek data-data yang telah terkumpul diolah secara
manual dengan menggunakan program dari komputer.

Analisis Ekonomi Proyek

Parameter-parameter yang digunakan dalam analisis ekonomi yaitu Net Present Value
(NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) dan Pay Back Period. Untuk
melakukan analisa ekonomi dengan parameter-parameter tersebut maka harus dilakukan
estimasi biaya yang harus dikeluarkan untuk pembangunan dan pemeliharaan.

262
Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas bertujuan untuk melihat hasil kelayakan proyek yang telah dilakukan,
terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di waktu yang akan datang. Variasi
kemungkinan yang terjadi di asumsikan sebagai berikut :
a. Kondisi dasar
b. Kondisi biaya investasi naik 5%
c. Kondisi biaya investasi naik 10%
d. Kondisi biaya investasi naik 15%
e. Kondisi biaya investasi naik 20%
f. Kondisi biaya investasi naik 25%
g. Kondisi biaya investasi naik 30%

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Analisa Proyeksi

Data Penduduk Wilayah Pelayanan Pelabuhan

Perkembangan penduduk di daerah pelayanan selama sepuluh tahun terakhir yaitu pada tahun
1997 sampai dengan tahun 2006. Dimana rata-rata pertumbuhan di wilayah cakupan
pelabuhan sebesar 0,81.

Proyeksi Jumlah Penduduk Wilayah Pelayanan Pelabuhan

Dari data jumlah penduduk tahun 1997 sampai tahun 2006 di proyeksikan untuk mengetahui
jumlah penduduk pada tahun 2007 sampai tahun 2035 dengan menggunakan analisa regresi
linier. Dengan persamaan yang didapatkan dari regresi linier y = 47555 x + 3.106 dengan R2 =
0.9618 maka di peroleh proyeksi jumlah penduduk wilayah pelayanan pelabuhan selama 25
tahun adalah 115.090.995 jumlah penduduk.

Data PDRB Perkapita Wilayah Pelayanan Pelabuhan

Bangkitan yang terjadi diperkirakan dari rata-rata pertumbuhan Pendapatan Domestik
Regional Bruto kabupaten Tuban, lamongan dan bojonegoro dimana total dari tahun 1996
sampai dengan tahun 2006 di peroleh total Rp. 90.168.550.000,00.

Proyeksi PDRB Wilayah Pelayanan Pelabuhan

Dari data Pendapatan Domestik Regional Bruto pada tahun 1996 sampai dengan tahun 2006
maka di proyeksikan untuk mengetahui jumlah Pendapatan Domestik Regional Bruto pada
tahun 2007 sampai dengan 2035 dengan menggunakan analisa regresi linier. Dengan
persamaan yang didapatkan dari regresi linier y = 238860x + 7.106 dengan R = 0.9942 maka
di peroleh proyeksi jumlah PDRB wilayah pelayanan pelabuhan selama 25 tahun sebesar Rp.
375.500.207.000,00.

Data Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Tuban

Data jumlah bongkar muat pada tahun 2002 sampai dengan tahun 2006 menunjukkan
peningkatan tiap tahunnya. Dimana pada tahun 2002 jumlah ekspor sebesar 377.171.117 kg

263
Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

dan Impor 345.524.844 kg dan pada tahun 2006 mengalami peningkatan 458,453,916 kg
untuk ekspor dan 420,004,131 kg untuk impor.

Proyeksi Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Tuban

Dengan menganalisa bangkitan yang terjadi di wilayah pelayanan maka di peroleh proyeksi
pertumbuhan barang. Dimana tujuan proyeksi ini untuk memperkirakan biaya dan manfaat
akibat arus barang yang terjadi dalam 25 tahun yang akan datang. Dengan persamaan yang
didapatkan dari regresi linier y = 2.107 x+ 4.108 dengan R = 0.9992 seperti dapat dilihat pada
gambar 3 lampiran A.4 untuk barang ekspor dan y = 2.107 x+ 4.108 dengan R = 0.9992
seperti dapat dilihat pada gambar 3 lampiran B.15 untuk barang impor maka di peroleh
proyeksi bongkar muat barang di pelabuhan Tuban selama 25 tahun untuk ekspor sebesar
85,449,527,106 kg dan Impor sebesar 78,297,725,047 kg

Proyeksi Jumlah kapal Ekspor di Pelabuhan Tuban

proyeksi ini untuk memperkirakan biaya dan manfaat akibat arus kunjungan kapal yang
terjadi dalam 25 tahun yang akan datang. Dari proyeksi peramalan jumlah kapal ekspor pada
tahun 2010 adalah sebanyak 1080 unit kapal. Total proyeksi selama 25 tahun mendatang
ekspor di peroleh 47.160 unit kapal.

Proyeksi Jumlah kapal Impor di Pelabuhan Tuban

Dimana tujuan proyeksi ini untuk memperkirakan biaya dan manfaat akibat arus kunjungan
kapal Impor yang terjadi dalam 25 tahun yang akan datang. Dari proyeksi peramalan jumlah
kapal ekspor pada tahun 2010 adalah sebanyak 1080 unit kapal. Total proyeksi selama 25
tahun mendatang impor di peroleh 43.920 unit kapal.

Tingkat Kinerja Pelayanan Kapal

Tarif pelayanan peti kemas adalah seragam di seluruh pelabuhan Indonesia, Tarif pelabuhan
yang berlaku sekarang merupakan penyesuaian pada tahun 2005. untuk tarif pelayanan jasa
labuh,jasa pandu, jasa tunda dan jasa tunda

Proyeksi Manfaat dan Biaya

Manfaat

Manfaat yang diperoleh dibagi menjadi manfaat langsung (Direct Benefits), yang mana
manfaat ini diukur dari perolehan pendapatan yang langsung dirasakan oleh pengelola
pelabuhan, manfaat tidak langsung (Indirect Benefits), yang dirasakan oleh pengguna
pelabuhan, dalam hal ini kapal-kapal yang berkunjung ke pelabuhan, dan manfaat yang sulit
diukur dengan uang (Intangible Benefits).

1. Manfaat Langsung (Direct Benefits)

Manfaat langsung yang dirasakan oleh pengelola pelabuhan dengan pelabuhan seiring dengan
adanya peningkatan penggunaan fasilitas pelabuhan. Dari hasil perhitungan diperoleh
besarnya pendapatan rata-rata sebagai berikut:
- Pendapatan jasa pelayanan kapal

264
Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

Besarnya pendapatan jasa pelayanan kapal ialah Rp. 1400,-/GT untuk kapal dalam negeri
dan Rp. 94.542,-/GT untuk kapal luar negeri.
-   Pendapatan jasa pelayanan barang
Besarnya pendapatan jasa pelayanan barang ialah Rp. 261,-/ton.
-   Pendapatan pengusahaan alat-alat
Besarnya pendapatan pengusa-haan alat-alat ialah Rp. 10,-/GT.
-   Pendapatan pelayanan usaha bongkar muat
Besarnya pendapatan pelayanan bongkar muat ialah Rp. 57,-/ton.
-   Pendapatan rupa-rupa usaha
Besarnya pendapatan rupa-rupa usaha ialah Rp. 241,-/GT.
-   Pendapatan diluar usaha

Proyeksi pendapatan hingga tahun 2035 dimana di dapatkan pendapatan sebesar
168.330.405.105,00 pada tahun 2010 dan setiap tahunnya mengalami kenaikan secara linier
naik ke atas dan total pendapatan pelabuhan selama 25 tahun kedepan diperkirakan sebesar
Rp. 8,605,204,301,775,00.

2. Manfaat Tidak Langsung (InDirect Benefits)

Manfaat tidak langsung adalah manfaat yang dirasakan oleh kapal yang berkunjung ke
pelabuhan. Manfaat yang diperoleh adalah adanya pengurangan waktu total berada di
pelabuhan, karena adanya tingkat pelayanan yang baik dari pelabuhan hal ini akan
menyebabkan biaya operasi kapal di pelabuhan yang di keluarkan kapal menjadi berkurang.
Pada tahun 2010 terdapat penghematan tiga hari dimana diperoleh keuntungan operasi kapal
tersebut sebesar Rp. 324.000.000,00

Biaya
1. Biaya Usaha Pelabuhan
Terdiri dari :
- Biaya jasa pelayanan kapal
- Biaya jasa pelayanan barang
- Biaya pengusahaan alat-alat
- Biaya pelayanan usaha
- Biaya rupa-rupa usaha
- Biaya Penunjang Operasi
- Biaya diluar usaha
Proyeksi biaya hingga tahun 2035 dimana di dapatkan biaya sebesar
RP.118.561.631.142,00 pada tahun 2010 dan setiap tahunnya mengalami kenaikan secara
linier naik ke atas dan total biaya pelabuhan selama 25 tahun kedepan diperkirakan sebesar
Rp. 6.060.974.744.618,00.

2. Biaya Investasi

Rencana anggaran biaya pembangunan untuk kontruksi pelabuhan di perkirakan investasi
sebesar Rp. 430.773.593.750,00. Direncanakan pembangunan di bagi dalam tiga tahap. Untuk
pertama adalah pembangunan jalan akses, kemudian pembangunan jembatan akses dan pier
dermaga (jetty) kemudian diteruskan dengan pembangunan breakwater, bangunan gedung,
dan fasilitas lain-lainnya. Untuk tahap 1 investasi yang dikeluarkan adalah sebesar Rp.
69.360.000.000,00. Untuk tahap 2 sebesar Rp. 145.792.593.750,00 sedangkan untuk tahap 3
sebesar Rp. 215.591.000.000,00

265
Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

3. Biaya Operasional

Biaya operasional dan pemeliharaan untuk fasilitas baru diambil besaran 1,5% untuk jalan
akses pelabuhan, 1,5% untuk jembatan akses pelabuhan, 0,75% untuk pier dermaga (jetty),
0,75% untuk break water, 0,75% untuk bangunan gedung pelabuhan dan 5% untuk fasilitas
lain-lain per tahunnya dari besarnya biaya investasi.

Arus dana tahunan pada analisa finansial proyek pembangunan Pelabuhan Tanjung Awar-
awar Kapupaten Tuban di sajikan dalam diagram arus dana di bawah ini. Tahun 2007
merupakan awal rencana proyek dan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2009 sehingga tahun
2010 adalah awal beroperasinya Pelabuhan Tanjung Awar-awar Kabupaten Tuban.

Analisa Ekonomi
Keterangan :                                          Nilai IRR yaitu nilai NPV = 0
P1= Investasi tahap I sebesar                 dan BCR = 1. Nilai IRR yang terjadi
Rp.69.360.000.000,00                     selama      25      tahun      dengan
P2 = Investasi tahap II sebesar Rp.           menyamakan jumlah total manfaat
145,792,593,750                          sampai pada tahun ke-25 yang sudah
P3 = Investasi tahap III sebesar Rp.          didiskontokan pada tahun 2005. Dari
215,591,000,000                          perhitungan NPV dan BCR dapat
C1= Merupakan biaya untuk usaha               dilihat bahwa nilai IRR terletak pada
pelabuhan ( jasa pelayanan               antara tingkat suku bunga 10% dan
kapal, jasa pelayanan barang,            15%. Selanjutnya untuk mengetahui
pengusahaan alat-alat, usaha             nilai IRR digunakan interpolasi:
bongkar muat,rupa-rupa usaha,            Pada tingkat suku bunga 10%, nilai
dan di luar usaha)                       NPV = 127,482,398,296
C2 = Merupakan biaya untuk                    Pada tingkat suku bunga 15%, nilai
operasianal dan pemeliharaan             NPV = -42,039,270,762
pelabuhan
B1 = Pendapatan yang berasal dari
Pengusahaan Pelabuhan ( jasa                                             Grafik hubungan i dan NPV
pelayanan       kapal,      jasa                      150,000,000,000
pelayanan               barang,
100,000,000,000
pengusahaan alat-alat, usaha
N PV (R p)

bongkar muat,rupa-rupa usaha,                          50,000,000,000

dan di luar usaha)                                                  0
10%                  15%
B2 = Pendapatan yang berasal dari                           -50,000,000,000

penghematan kapal                                     -100,000,000,000
Bunga (%)

266
Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

Grafik hubungan suku bunga i% dengan
nilai NPV                                          IRR = i '+
NPV '
(i"−i')
NPV '− NPV "
IRR = 13,76%

Analisa Sensitivitas

Tujuan lainnya adalah untuk mengurangi resiko kerugian sehingga menunjukkan beberapa
tindakan pencegahan yang harus diambil, karena banyak ketidakpastian akan apa yang akan
terjadi di masa yang akan datang.
Pada perhitungan ini dilakukan analisa pada empat kondisi yaitu:
a. Kondisi dasar
b. Kondisi biaya investasi naik 10%
c. Kondisi biaya investasi naik 15%
d. Kondisi biaya investasi naik 20%
e. Kondisi biaya investasi naik 25%
f. Kondisi biaya investasi naik 30%

Didapatkan bila fluktuasi pasar diasumsi dasar 5% didapatkan nilai IRR 13,29 %, bila
perubahan dengan asumsi dasar 10% didapatkan nilai IRR 12,85 %, bila perubahan dengan
asumsi dasar 15% didapatkan nilai IRR 12,32 %, bila perubahan dengan asumsi dasar 20%
didapatkan nilai IRR 12,28 %, bila asumsi dasar dinaikkan menjadi 25% didapatkan nilai IRR
12,26 % dan bila asumsi dasar dinaikkan menjadi 30% di dapatkan nilai IRR 11,94%. Dengan
asumsi dasar 30% di dapatkan investasi tidak layak karena nilai IRR di bawah discount rate
pinjaman Bank Dunia yang di asumsikan sebesar 12%.

Interpolasi nilai IRR 25% dan 30%

12.3
12.2
12.1
IRR

12
11.9
11.8
11.7
0.25                             0.3
i%

Grafik interpolasi nilai IRR 25% dan 30%

Dari interpolasi di atas di dapatkan batas kritis pada asumsi fluktuasi pasar sebesar 28,5% di
dipatkan nilai IRR 12% di mana kondisi ini berarti proyek tidak layak karena nilai IRR di
bawah atau sama dengan discount rate pinjaman dalam negeri yang di asumsikan sebesar
12%.

Analisa Periode Pengembalian (Pay Back Period)

Analisa periode pengem-balian bertujuan untuk menghitung waktu yang dibutuhkan agar
biaya yang di investakan dapat kembali. Dalam hal ini manfaat yang diperhitungkan ialah
manfaat bagi pihak pelabuhan saja, sebagai pihak yang telah melakukan investasi.
Tahun 2016 nilai komulatif

267
Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

= Rp. -53.465.765.672,00
Tahun 2017 nilai komulatif
= Rp. 12.575.446.348,00

Dengan tahun periode pengembalian seperti tersebut berarti bahwa modal investasi akan
kembali pada kisaran 2016 bulan ke delapan.

Hasil dan Pembahasan

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan tingkat suku bunga mulai dari 5%, 10%, 15%,
20% dan 25%, diperoleh nilai NPV dan BCR yang beragam. Pada tingkat suku bunga 5%
sampai 15% nilai NPV>0 dan nilai BCR>1, sedangkan pada tingkat suku bunga 20% sampai
25% nilai NPV<0 dan nilai BCR<1. Hal ini menunjukkan bahwa nilai IRR berada pada
kisaran tingkat suku bunga 10% dan 15%. Nilai IRR yang didapatkan 13,76%, hal cukup
dapat diterima karena tingkat suku bunga pinjaman Bank Dunia berada pada kisaran 12%.
Untuk analisa sensivitas dimana nilai fluktuasi kondisi pasar di asumsikan naik dari kondisi
5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% didapatkan bahwa untuk investasi antara 5%, 10%, 15%,
20% dan 25% IRR masih di atas nilai discount rate pinjaman Bank Dunia yang diasumsikan
sebesar 12%. Nilai kritis proyek tidak layak jika terjadi fluktuasi kondisi pasar sebesar 28,%
dimana didapatkan nilai IRR sebesar 12%. Dan dari hasil analisa periode pengembalian
diperoleh bahwa kembalinya modal investasi terjadi pada sekitar tahun 2016 atau kembali
dalam jangka waktu sekitar 9 tahun 8 bulan dari tahun awal investasi. Hal ini menunjukkan
bahwa investasi yang dilakukan cukup layak bila ditinjau dari parameter-parameter yang
digunakan dalam pembahasan, yaitu Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR),
Internal Rate of Return (IRR) dan Pay Back Period (Periode Pengembalian).

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Proyek pembangunan pelabuhan Tuban dapat dikatakan layak dengan meninjau hasil analisa
ekonomi yang dilakukan pada bab sebelumnya dengan menggunakan parameter-parameter
Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR) dan Internal Rate of Return (IRR) dengan
asumsi discount rate pinjaman Bank Dunia besarnya adalah 12 %. Pada discount rate 5%
sampai 15% nilai NPV>0 dan nilai BCR>1, sedangkan pada discount rate 20% sampai 25%
nilai NPV<0 dan nilai BCR<1. Hal ini menunjukkan bahwa nilai IRR berada pada kisaran
discount rate 10% dan 15% Nilai IRR yang didapatkan 13,76%
Analisa ekonomi dilakukan dengan proyeksi 25 tahun kedepan dimulai dari tahun 2007,
dengan menggunakan tingkat suku bungan 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%, diperoleh nilai-
nilai NPV, BCR dan IRR sebagai berikut:
- tingkat suku bunga 5%, nilai NPV = 594,383,230,862, nilai BCR = 2,417
- tingkat suku bunga 10%, nilai NPV = 127,482,398,296, nilai BCR = 1,365
- tingkat suku bunga 15%, nilai NPV = -42,039,270,762, nilai BCR = 0,860
- tingkat suku bunga 20%, nilai NPV = -106,540,280,349, nilai BCR = 0,593
- tingkat suku bunga 25%,nilai NPV = -129,903,133,801, nilai BCR = 0,437

Dan nilai IRR yang didapatkan ialah sebesar 13,76%, yang mana nilai ini dapat diterima
(layak) bila meninjau tingkat suku bunga pinjaman Bank Dunia yang besarnya ada pada
kisaran 12%.

268
Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 November 2009

Analisa sensitivitas pada variasi meningkatnya modal investasi mulai dari 5% hingga 25%,
yang ditinjau dengan menggunakan tingkat suku bunga 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%
menunjukkan nilai-nilai NPV, BCR dan IRR yang masih dapat diterima (layak) bila ditinjau
terhadap tingkat suku bunga pinjaman Bank Dunia yang besarnya

sekitar 12%. Setelah dilalukan analisa sensivitas maka di dapatan kesimpulan bahwa jika ada
kemungkinan perubahan modal dasar-dasar investasi mulai dari 5%,10%,15%,20% dan 25 %
di dapatkan investasi masih layak karena asumsi standar pinjaman Bank Dunia sebesar 12 %
masih diatas nilai IRR sensitivitas

Saran

Dari pembahasan dan analisa yang telah di lakukan dapat diberikan saran sehubungan dengan
proses dan hasil analisa yang telah dilakukan yaitu peramalan data kunjungan kapal yang
hanya memperhitungkan potensi tiga wilayah cakupan kabupaten Tuban dan keterbatasan data
yang digunakan hal ini kiranya perlu mendapatkan perhatian dan perlu dilakukan studi lebih
lanjut dalam keterkaitannya dalam memprediksi tingkat pertumbuhan arus kunjungan kapal.
Keadaan ini perlu di perhatikan karena akan sangat mempengaruhi pendapatan pelabuhan.

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Kabupaten Tuban : Tuban dalam angka 1999-2005
Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Timur : Jawa Timur dalam angka 2000-2004
DeGarmo, E. Paul dkk. 1997. Ekonomi Teknik. Jakarta : PT. Prenhellindo
Dinas Perhubungan kabupaten Tuban. 2006. Studi Identifikasi Teknis Perencanaan
Pengembangan Pelabuhan Tuban Kabupaten Tahun 2006, status buku tidak diterbitkan
Hakim, Lukmanul, 2003 : Analisis Ekonomi Pegembangan Dermaga pada Pelabuhan Umum
Gresik, Universitas Brawijaya Fakultas Teknik Jurusan teknik sipil,status buku tidak
diterbitkan, Malang
Kramadibrata, Soedjono.1985. Perencanaan Pelabuhan. Bandung : Ganeca Exact Bandung
Nasution. 1999. Manajemen Transportasi. Jakarta : Ghalia Indonesia
Pelindo III : Rencana Induk Pengembangan Pelabuhan Gresik Tahun 2000, status tidak di
terbitkan
Pujawan,I Nyoman, 2004. Ekonomi Teknik. Jakarta : PT. Guna Widya
Soeharto, Imam. 1985. Manajemen Proyek dari Konseptual sampai Operasional. Jakarta :
Erlangga
Triatmodjo, Bambang. 1996. Pelabuhan. Jogjakarta : Erlangga.

269

```
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
 views: 497 posted: 4/3/2010 language: Indonesian pages: 14
How are you planning on using Docstoc?