TEORI PERSONOLOGI HENRY A MURRAY
Document Sample


TEORI PERSONOLOGI
HENRY A MURRAY
Pertemuan ke-13
Background
Lahir 1893; meninggal 1988
Berasal dari keluarga kaya raya
Dikenal brilliant tapi sangat narcissistic
Background di bidang biochemistry dan
medicine
MD Columbia; Ph.D. Cambridge
University
Tidak suka Psikologi sebelum kenal Jung
Mengajar psikologi di Harvard
Pendiri the Boston Psychoanalytic Society
Background
Bekerjasama dengan
Christiana Morgan
mengembangkan Thematic
Apperception Test (TAT)
Teorinya bersifat eklektif
Pengertian Kepribadian
1. Abstraksi teoritis, tidak hanya
deskripsi tentang perilaku manusia
2. Mengacu pada serangkaian kejadian
sepanjang hidup manusia
3. Mencerminkan elemen perilaku yang
menetap, berulang, baru maupun unik
4. Agen yang mengatur & memerintah
individu
5. “No brain no personality”
Mengurangi kompleksitas perilaku ke unit
struktural yang dapat di-manage
Proceeding/ Cara Bekerja
Serial
Schedule/ Jadwal
Need/ Kebutuhan
Press/ Tekanan
Thema
Unity-Thema
Proceedings/ Cara bekerja
Merupakan data dasar yang tersedia untuk
psikologi
Penting, tetapi merupakan pola perilaku yang
pendek/singkat
Polanya mempunyai suatu permulaan & akhir
Proceeding dapat berupa:
Internal (misal: mengkhayal/ bermimpi)
Eksternal (misal: membeli suatu barang di toko)
Proceeding yang overlap dikenal sebagai suatu
ketahanan
Serial
Proceeding yang muncul secara berkala dalam
suatu periode waktu yang lama
Rangkaian proceeding yang direncanakan yang
mendorong ke arah suatu tujuan akhir
Masing-masing berlanjut di dalam serangkaian
layanan sebagai sub-tujuan
Contoh: untuk mengejar tujuan karier di
bidang psikologi dilakukan langkah-langkah
apa?
Schedule
Sering muncul ketika individu
memiliki proceeding yang
bertentangan
Membuat jadwal agar proceeding
yang bertentangan dapat
diselesaikan
Contoh: mengatur anggaran yang
dapat digunakan untuk berbagai
proceeding (belanja) sesuai rencana
Needs
Dorongan yang mengatur persepsi,
intelektual dan tindakan
Mungkin:
Muncul dari kondisi internal
Ditimbulkan oleh stimulus eksternal
Mungkin berasal dari
Hasil akhir perilaku
Gaya atau Pola perilaku
Perhatian selektif
Ungkapan perasaan
Prinsip-Prinsip Teori Murray
I. Motivation Principle
a. Hakekat eksistensi manusia
adalah mendapat kesenangan
& menghindari kesakitan.
b. Needs/ kebutuhan: motivasi
dari perilaku
c. Tiap kebutuhan menimbulkan
ketegangan, ketegangan
mereda kembali setelah
kebutuhan terpenuhi
KATEGORI NEEDS
Viscerogenic (primer) & Psychogenic Needs
(sekunder)
Viscerogenic (fisiologis) yaitu kebutuhan
primer individu untuk kelangsungan hidup →
basic physiological drives.
Psychogenic (non fisiologis) yaitu kebutuhan
sekunder yang berasal dari kebutuhan primer
namun dalam bentuk yang sudah kabur dan
dengan cara yang tidak langsung. Atau
kebutuhan Psikologis
Macam-macam Psychogenic Needs:
1. Abasement 11. Harmavoidance
2. Achievement 12. Infavoidance
3. Affiliation 13. Nurturance
4. Aggression 14. Order
5. Autonomy 15. Play
6. Counteraction 16. Rejection
7. Defendance 17. Sentience
8. Deference 18. Sex
9. Dominance 19. Succorance
10. Exhibition 20. Understanding
Pengertian Needs
ABASEMENT
Kebutuhan untuk merendah atau merendahkan
diri; menerima celaan atau cercaan orang lain;
menerima hukuman bila melakukan kesalahan
ACHIEVEMENT
Kebutuhan mendapatkan prestasi; memecahkan
masalah; mengerjakan tugas secepat dan sebaik
mungkin
AFFILIATION
Kebutuhan untuk berteman; menjalin hubungan
Pengertian Needs
AGRESSION
Melukai orang lain; berkelahi; menyerang
AUTONOMY
Kebutuhan untuk bebas; tidak bergantung;
mencari kemandirian
COUNTERACTION
Usaha untuk mengatasi kelemahan;
mengatasi kegagalan; melakukan counter
DEFENDANCE
Kebutuhan untuk mempertahankan diri
Pengertian Needs
DEFERENCE
Kebutuhan untuk berbuat seperti apa yang
diharapkan oleh orang lain
DOMINANCE
Kebutuhan untuk menguasai orang lain;
menjadi pemimpin; membantah orang lain
EXHIBITION
Pamer, menonjolkan diri supaya dilihat oleh
orang lain; menjadi pusat perhatian orang
lain
Pengertian Needs
HARMAVOIDANCE
Menghindari rasa sakit,cedera fisik, penyakit
dan kematian. menghindari bahaya,
memperhatikan tanda-tanda bahaya
INFAVOIDANCE
Usaha menghindari kegagalan/ hal-hal yang
memalukan, menghindari caci maki, olok-
olok, atau sikap acuh tak acuh orang lain,
atau untuk menutupi kelemahan
NURTURANCE
Kebutuhan untuk memberi perhatian;
bantuan; pertolongan; kasih sayang kepada
orang lain
Pengertian Needs
ORDER
Teratur; kerapian; kebersihan, ketepatan,
pengorganisasian dalam segala hal
PLAY
Kebutuhan untuk bermain; rileks;
kesenangan; melawak; menghindari hal-hal
yang menegangkan
REJECTION
Kebutuhan untuk menolak; menolak orang
lain/ pihak lain; menganggap sepi orang lain
(orang lain tidak ada)
Pengertian Needs
SENTIENCE
Kebutuhan mencari kesenangan terhadap impresi
melalui alat indera
SEX
Kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas seksual
SUCCORANCE
Keinginan untuk memperoleh bantuan; dicintai,
dilindungi, dimanjakan, diarahkan, dimaafkan, ditolong
dan mendapat simpati
UNDERSTANDING
Kebutuhan untuk mengerti; motif untuk menganalisis
pengalaman; memilah konsep; menemukan hubungan
satu dengan yang lain
Kategori Lain Tentang Need (Other
Properties of Needs)
Reaktif – proaktif
Fokal – difus
Manifes – laten
Proses – modal - efek
Proactive & Reactive Needs
Proactive: kebutuhan yang berasal dari
dalam diri individu
Reactive: kebutuhan yang muncul
karena dirangsang oleh faktor di luar
diri individu
Overt & Covert Needs
Overt (manifest): kebutuhan yang
diekspresikan ke luar karena masyarakat
akan menanggapi bahkan memuji
kemunculannya
Covert (latent): Kebutuhan yang hanya
dipuaskan dengan membayangkan atau
diimpikan (disembunyikan karena
kemunculannya akan direaksi secara
negatif oleh lingkungan)
Focal & Diffuse Types of Needs
Focal: kebutuhan yg ditujukan pd
satu objek
Diffuse: kebutuhan yang tidak hanya
ditujukan pada satu objek
Process, Modal or Effect Types of
Needs
Process needs adalah aktivitas untuk
kepentingan aktivitas dirinya sendiri
Modal needs: kebutuhan yang
dipuaskan sewaktu memenuhi kebutuhan
effect (meliputi aktivitas yang di-reward
terkait dengan derajat keunggulannya/
excellence).
Effect needs akan membawa kepada
kondisi yang diinginkan/ hasil akhir
tertentu
Interaction of Needs
Beberapa kebutuhan mungkin
muncul secara serempak
(simultaneously) atau secara
berturutan (succession)
Fusion of needs
Beberapa kebutuhan dapat dipuaskan
oleh satu tindakan (single action)
Subsidiation of needs
Satukebutuhan atau lebih diaktifkan
untuk memenuhi kebutuhan yang lain
Press/ faktor eksternal (Situasi, orang,
objek)
Press: Faktor penentu perilaku yang
penting di lingkungan. Atribut dari objek
atau orang yang memudahkan atau
menghalangi tujuan
Aspek press:
1. Alpha press: kondisi objektif
2. Beta press: kondisi subjektif tingkah
laku manusia terkait erat dengan
persepsi terhadap lingkungan
Gangguan psikologis
Cathexis
suatu objek lingkungan
Karakteristik
untuk menarik atau
mengusir/menolak orang
Sentiment
Kecenderungan dalam diri seseorang
untuk tertarik atau merasa diusir/
ditolak oleh objek tertentu
Example of Presses
Family support Dominance
Danger Nuturance
Lack/loss Affiliation
Rejection Sex
Retention of Deception
object Inferiority
Competition Illness
Poverty Assistance
Encouragement
Thema
Interaksi need dan press yang
mengakibatkan perilaku tertentu
Dapat berubah dari interaksi sederhana
subjek-objek sampai ke kombinasi
sejumlah tema-tema sederhana (serial
themas)
Beberapa tema yang muncul kembali
dapat digunakan untuk mencirikan
individu
Unity-Thema
Pola need-press yang berasal dari
pengalaman masa kecil
Kebanyakan berfungsi dalam
ketidaksadaran
Merupakan kunci asal keunikan
individu
Contoh unity thema: A need for
accuracy, punctuality or order
Vector- Value
Vector: bagaimana kita melakukan
suatu aktivitas untuk mencapai arah
tertentu
Adience - positive, promoting
movement towards people or objects
Abience - negative, promoting
movement away from people or
objects
Value: mengapa kita melakukannya,
bagaimana kelayakannya
Example
Adience Vector (+) Abience Vector (-)
Achievement Autonomy
Affiliation Urination
Play Defecation
Order Counteraction
Dominance Harmavoidance
Exhibition Infavoidance
Aggression Defendence
Abasement
II. Regnancy Principle
No brain no personality
Otak yang mengkoordinasi &
memerintah perilaku manusia karena
semua proses organik & psikologis
berpusat di otak
III. Physiological Processes Principle
Kepribadian dapat didefinisikan sebagai
organ yang memerintah, karena itu
letaknya di otak
IV. Longitudinal Principle
Kepribadian bermula sejak
kelahiran sampai kematian
Lima kompleks yang dialami
1. Claustral complex
2. Oral complex
3. Anal complex
4. Urethral complex
5. Castration complex
Claustral complex
Hidup dalam kandungan sangat aman,
tenang, sangat tergantung.
Ada tiga bentuk :
keinginan untuk berada seperti di
kandungan
perasaan tidak berdaya, perasaan tidak
mendapat bantuan di dalam kandungan
kompleks anti kandungan yaitu ketakutan
kehabisan nafas dan terkurung
Oral complex
Ada tiga variasi :
The oral succorance complex (kombinasi dari
aktivitas mulut, kecenderungan pasif,
kebutuhan untuk dibantu dan dilindungi →
Need for oral gratification, drinking,
dependency
The oral aggression complex (kombinasi dari
kompleks oral dengan aktivitas agresi dalam
bentuk mengigit, meludah, membentak, atau
bentuk agresi verbal) → Aggressive needs,
problems with authority, stuttering
The oral rejection complex (mencakup
muntah, pilih-pilih makanan, dsb) → Low
need for food, need to reject, need for
seclusion & autonomy
Anal complex
Ada dua jenis :
1. anal rejection complex (senang
dengan defekasi, senang dengan
kotoran atau barang yang mirip
dengan kotoran) → Need for
aggression, disorder, autonomy
2. anal retention complex (tingkah
laku retentif, menimbun,
mengumpulkan sesuatu) → Need
for order, possessiveness,
cleanliness
Urethral complex
Ambisi yang berlebihan, kerusakan sistem
self, ngompolan, sangat mencintai diri sendiri
→ Cathexis for fire, craving for immortality,
narcissism. Disebut juga dengan Icarus
Complex
Castration complex
Kurang setuju dengan castration anxiety-nya
Freud. Murray menjelaskan dengan lebih
sederhana yaitu fantasi bahwa penis
mungkin akan dipotong. Ketakutan
berkembang dari masturbasi di usia anak
yang diikuti dengan hukuman dari orang tua.
V. Uniqueness Principle
Keunikan manusia membedakannya
dari orang lain, penekanan pada
individualitas
VI. Abstract Principle
Kepribadian merupakan konsep yang abstrak
Struktur kepribadian:
a. Id: faktor pendorong perilaku, tiap orang besarnya
berbeda-beda, gudang kecenderungan impulsif.
Bukan hanya impuls primitif tetapi juga impuls
yang dapat diterima masyarakat, seperti empati,
cinta, dan memahami lingkungan
b. Ego: aspek rasional kepribadian, merupakan
pengatur & pengontrol
c. Superego: berasal dari orang tua, tokoh otonom
dalam kehidupan, tokoh mitologi ataupun buku.
Terus menerus berkembang sepanjang hayat
Related docs
Get documents about "