Proposal Event Budaya JARINGAN KERJA KEBUDAYAAN RAKYAT

Document Sample
Proposal Event Budaya JARINGAN KERJA KEBUDAYAAN RAKYAT Powered By Docstoc
					Proposal Event Budaya




   Membangun Karakter Ilmiah, Demokratik dan Pro Rakyat Dalam Kebudayaan




                 JARINGAN KERJA KEBUDAYAAN RAKYAT
                 Jl.Tebet Timur Dalam 2D No.10 TEBET, Jakarta Selatan 12820,
                            Phone 021- 8292842,Fax :021- 8291745
                    Hp : 0817 687 9598 (Tedjo ), 0812 943 0214 ( Suroso )
                                 e-mail : pp.jaker@gmail.com
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A   1




                        “Membangun Karakter Ilmiah, Demokratik
                           dan Pro Rakyat Dalam Kebudayaan”




                      J a k a r t a, 21 & 23 M a r e t 2 0 0 6
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A                                                                                                                                   2




 Konferensi Nasional
 Pekerja Seni Budaya + Panggung Seni :
 Ilmiah, Demokratik & Pro Rakyat
 J a k ar t a, 21 & 23 M a r e t 2 0 0 6



 Daftar Isi

 Proposal Konfrensi Nasional Pekerja Seni Budaya:
 “Membangun Karakter Ilmiah, Demokratik dan Pro Rakyat Dalam Kebudayaan”

 ·Pameran Seni Rupa+Panggung Seni.........................................................................................................................................6
 ·Anggaran Dana...................................................................................................................................................................................7
 ·Daftar Acara Konferensi & Pameran Seni Rupa+Panggung Seni....................................................................................9
 ·Profil Organisasi.................................................................................................................................................................................10


  Nama Program                                               : Konsolidasi Nasional Pekerja Seni Budaya

  Organisasi Pelaksana                                       : Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER)

  Alamat                                                     : Jln Tebet Timur Dalam II D No. 10 Jakarta Selatan

  Phone                                                      : 021-829 2842

  Kontak Personal                                            : Suroso - Ketua Komite Pengarah

                                                                (0812 9430 214)

                                                                Kuncoro Adi Broto – Ketua Komite Pelaksana

                                                                (0817 604 5301)

  Total Budget                                               : Rp 60.850.000,-

  No Rekening                                                : Bank BCA account No. 3270247481 a.n. Kuncoro Adi Broto

  Waktu Program                                              : 21 & 23 Maret 2006

  E-mail                                                     : pp.jaker@gmail.com
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A                                      3

 DASAR            PEMIKIRAN

 Situasi Obyektif Masyarakat
 Indonesia adalah sebuah negeri kapitalis yang perekonomiannya tergantung dan didominasi oleh
 kepentingan negeri-negeri imperialis. Dalam kondisi semacam ini rakyat Indonesia selama puluhan
 tahun hingga saat ini menjadi korban penghisapan dan perampasan kesejahteraan dan sumber daya
 alamnya oleh kaum imperialis dan kakitangannya di dalam negeri. Lembaga lembaga keuangan dan
 perdagangan internasional (IMF, Bank Dunia, WTO, Paris Club) adalah konsorsium global yang mewakili
 kepentingan imperialis dari seluruh dunia untuk menindas hak hak sejejahteraan rakyat Indonesia.
 Liberalisasi perdagangan, liberalisasi investasi, liberalisasi sistem keuangan, penekanan belanja negara
 (termasuk pemotongan subsidi), obral murah aset-aset/privatisasi yang berlangsung secara besar-
 besaran adalah manifestasi dari berjalannya satu proses formasi modal baru, formasi modal dari
 kekuasaan yang lebih loyal kepada kepentingan kaum imperialis neoliberal.


 Kebijakan pemerintahan SBY-JK secara ketat berjalan dalam kerangka kapitalisme neoliberal ini. Setahun
 berkuasa, pelaksanaan kebijakan neoliberal selalu didahulukan sehingga menguatkan karakternya yang
 khas sebagai kaki tangan kapitalis asing, khususnya yang bermodal besar. Sudah cukup bukti bahwa
 pemerintahan ini menjalankan bentuk-bentuk ekonomi neoliberal, melanjutkan apa yang dilakukan
 oleh pemerintahan sebelumnya.


 Mulai dari mencabut subsidi BBM-nya, mencabut subsidi TDL-nya, mencabut subsidi pupuk-nya, mencabut
 subsidi biaya pendidikan-nya hingga tanpa rasa malu lagi menjual aset aset perusahaan BUMN-nya
 hanya untuk menutup lubang hutang luar negeri-nya.


 kebijakan ini oleh SBY-JK direstui dengan tanpa rasa berdosa oleh anggota DPR yang telah dipilih r
 jutaan rakyat pada waktu PEMILU tahun lalu. terlihat jelas dari politik anggaran yang tercantum dalam
 APBN dimana porsi untuk membayar hutang luar negeri jauh lebih besar daripada anggaran pendidikan
 dan kesehatan masyarakat, serta keseluruhan anggaran pembangunan.


 Inilah dampak semua kebijakan SBY-JK sebagai cerminan kebijakan Neoliberalisme yang hanya
 menguntungkan segelintir pengusaha dan pemilik modal hasil dari menggerus hak hak kesejahteraan
  rakyat Indonesia yang mayoritas adalah petani dan buruh. Menjadi jelas sekarang, bahwa seluruh
 kekuatan yang berkuasa / atau para pemegang otoritas pemerintahan berada di pihak kaum imperialis
 neoliberal. Lalu dimanakah posisi seniman / para pekerja seni budaya ditengah situasi ini?
 Situasi Gerakan Kebudayaan
 Ditengah perkembangan ekonomi dan politik yang terjadi dan berkembang saat ini ditengah masyarakat,
 Gerakan kebudayaan memandang bahwa persoalan adopsi kebijakan Neoliberalisme telah semakin
 menurunkan tingkat kesejahteraan rakyat secara umum didunia ketiga, yakni di Asia, Afrika dan Amerika
 Selatan, dan juga secara khusus di Indonesia.
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A                                     4

 Fenomena munculnya majalah Playboy Indonesia yang berusaha dilawan oleh kekuatan-kekuatan Islam
 sebagai mata rantai pornografi ternyata tak menyurutkan pemilik modal besar untuk tetap membangun
 pasar potensialnya di negeri ini. Peristiwa penjajahan budaya yang kemudian akan memaksakan bentuk
 kebudayaan yang lebih mengabdi pada kekuatan pemilik modal dengan meninggalkan pertimbangan
 moral dan agama sekalipun demikian kredo pemilik modal pada umumnya.Bila dipandang bahwa hal
 yang dilakukan dapat menguntungkan dari segi bisnis maka 2 pertimbangan akan diabaikan.


 Maka JAKER merasa perlu mengajak seluruh komponen pekerja seni untuk duduk bersama merumuskan
 strategi taktik dalam menghadapi gempuran Neoliberalisme Kebudayaan. untuk kembali menegaskan
 bahwa kekuatan demokratik (segenap kekuatan rakyat tertindas; buruh, tani, mahasiswa, kaum miskin
 kota) harus melihat kebijakan ekonomi politik Neoliberalisme sebagai musuh pokok rakyat, karena
 telah merampas hak hak kesejahteraan rakyat Indonesia sejak pemerintahan Orde Baru Soeharto
 sampai sekarang pemerintahan SBY – JK sebagai agen Neoliberalisme Internasional.


 TUJUAN             KEGIATAN
 •      Mengkonsolidasikan segenap struktur, jaringan sanggar, komunitas seni, individu maupun
 simpatisan JAKER seluruh nasional.
 •      Merumuskan programatik perjuangan politik kebudayaan dan organisasi JAKER ditingkat
 nasional sampai pada struktur sanggar/komunitas komunitas seni di kampung/dusun.
 •      Menganalisa dan menyikapi perkembangan masyarakat dalam konteks kebijakan Neoliberalisme
 yang semakin berdampak terhadap penurunan tingkat kesejahteraan rakyat, sekaligus mendorong
 kaum seniman/pekerja seni budaya bersama kekuatan rakyat yang lain; mahasiswa, buruh, petani,
 KMK ikut merumuskan solusi persoalan-persoalan yang terjadi dalam masyarakat.


 NAMA           KEGIATAN
 Konsolidasi Nasional Pekerja Seni Budaya


 KEPESERTAAN                       KEGIATAN

 Kegiatan ini diikuti oleh jajaran struktur, anggota sanggar/komunitas seni/individu yang berada dibawah
 jaringan JAKER, baik yang ada di Jakarta maupun dari kota kota di seluruh Indonesia.


 PELAKSANA                   KEGIATAN
 Seluruh jajaran/struktur Pengurus Pusat Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat – JAKER.


 LOKASI             &    WAKTU              KEGIATAN
 Jakarta, 21 & 22 Maret 2006
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A                               5

  ANGGARAN                  KEGIATAN
  Terlampir


  JADWAL ACARA & KEGIATAN
  Terlampir



  PENUTUP

  Demikian proposal ini kami buat, tentunya kami mengharapkan kerjasama bapak/ibu/saudara Pimpinan
  Lembaga/individu agar dapat membantu merealisasikan program kegiatan ini secara maksimal. Atas
  perhatiannya kami mengucapkan terimakasih.




                                     Jakarta, 20 Februari 2006.
                                           Hormat kami,
                    Pimpinan Pusat Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat – PP JAKER,




  Ketua Komite Pengarah                                             Ketua Panitia Pelaksana




  Suroso                                                            Kuncoro Adi Broto




                                            Mengetahui,
                                             Pjs Ketua




                                           Tedjo Priyono
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A                                   6

 PAMERAN SENI RUPA
 PANGGUNG SENI: ILMIAH,DEMOKRATIK & PRO RAKYAT
 Konsepsi Acara

 Pameran Seni Rupa + Panggung Seni: Ilmiah, Demokratik dan Pro Rakyat diadakan sebagai media
 /panggung tempat mengekspresikan karya karya milik sanggar/ komunitas seni/individu pekerja seni
 yang dibangun oleh Jaker, juga memfasilitasi karya karya para pekerja seni budaya jaringan Jaker yang
 kerap bekerja sama dalam mengadakan event kebudayaan.



 Tema

 Pameran Seni Rupa dan Panggung Seni: Ilmiah, Demokratik dan Pro Rakyat.

 Tempat & Waktu
 Taman Ismail Marzuki Jakarta, 23 Maret 2006


 Pameran Seni Rupa Akan Menggelar Karya – karya dari:
 •      Kuncoro Adi Broto (Kabid Seni Rupa JAKER - Jakarta)
 •      Ki Suhardi (Komunitas Seni GERBONG – Jakarta)
 •      Bogel (Perupa & Mahasiswa Universitas Uhamka – Jakarta)
 •      CoxBoon (Perupa & Mahasiswa Univ.Adma Jaya – Yogyakarta)
 •      Fay (Perupa – Tangerang)


 Panggung Seni: Ilmiah, Demokratik dan Pro Rakyat Menampilkan:
 Sanggar Satu Bumi – Jakarta
 Sanggar Belajar Rakyat Miskin Kota - Jakarta
 Sanggar KAPUAS – Jakarta
 Sanggar POCIS – Jakarta
 Red Flag Band – Lampung
 GERIGI Band – Jakarta
 Sihar Ramses – Jakarta
 Fikar W Eda – Jakarta
 Komunitas KIPAS – Jakarta.
 Hery Latief (Lembaga Sastra Pembebasan) – Amsterdam, Belanda
 Sanggar Belajar Rakyat Miskin -Kampung Guji Jakarta Barat
 Grup Red Flag -Lampung
 Komunitas seni Jogjakarta
 Komunitas seni Jambi
 Komunitas seni Sumatera
 Universitas Uhamka
 Komunitas Kipas (Mbak Dira)
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A                      7

   Komunitas Rahayu Movement
   Komunitas Buruh Tangerang bersama Wowok Hesti Prabowo
   Serikat Pengamen Indonesia- Jogjakarta
   .


   ANGGARAN DANA KONFRENSI NASIONAL PEKERJA SENI BUDAYA
   +PANGGUNG SENI: ILMIAH, DEMOKRATIK & PRO RAKYAT.

   Kesekretariatan
   •ATK                                                                  Rp    100.000,-
   •Penggandaan proposal 20 kali @ Rp.10.000,-                           Rp    200.000,-
   •Penggandaan materi 100 kali @ Rp 10.000,-                            Rp 1.000.000,-
   •Name Tag Peserta & Panitia                                           Rp    100.000,-
   •Komunikasi (Fax – Voucher)                                           Rp    500.000,-
   •Spanduk 5 buah @ Rp. 100.000,-                                       Rp    500.000,-
                                                           TOTAL         Rp 2.400.000,-


   Dokumentasi
   DigCamera,DigHandyCame+Cassete+Cetak                                  Rp   1.000.000,-
                                                           TOTAL         Rp   1.000.000,-



   Akomodasi & Konsumsi
   Paket Akomodasi & Komsumsi untuk 100 orang
   @Rp. 50.000,-/org/hr x 2 hari                                         Rp 10.000.000,-

                                                           TOTAL         Rp 10.000.000,-


   Transportasi
   Transportasi Peserta dari Wilayah Sumatra
   (Sumatra Utara/Medan, Jambi, Lampung)
   3 org x 3 wilayah x Rp. 1.000.000,-/pp                                Rp 9.000.000,-


   Transportasi Peserta dari Wilayah Jawa
   (Jabar, Jateng, Jatim)
   50 org x 3 wilayah x Rp. 400.000,-/pp                                 Rp 7.200.000,-

   Transportasi peserta dari Wilayah Kalimantan
   (Kalimantan Timur)
   1 org x 1 wilayah x Rp. 1.000.000/pp                                  Rp 1.000.000,-
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A                       8


 Transportasi peserta dari wilayah Sulawesi
 (Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan
 & Sulawesi Tenggara)
 5 org x 4 wilayah x Rp. 1.000.000,-/pp                                  Rp 20.000.000,-


 Transportasi peserta dari Wilayah Bali
 2 org x 1 wilayah (Bali) x Rp. 500.000,-                                Rp    1.000.000,-


 Transportasi peserta dari Wilayah Maluku Utara
 2 org x 1 wilayah (Maluku Utara) x Rp. 500.000,-                        Rp    1.000.000,-


 Transportasi Panitia                                                    Rp    1.000.000,-
                                                               TOTAL     Rp 40.200.000,-




 Panggung Seni
 Persiapan Acara                                                         Rp. 5.250.000,-
 •       Sosialisasi Acara:
         1.000 exp. Poster@Rp. 500,-                                     Rp.   500.000,-
         5.000 exp. Leaflet A4@Rp. 100,-                                 Rp.   500.000,-
 •       Sewa Tempat                                                     Rp. 2.000.000,-
 •       Sound System                                                    Rp. 2.500.000,-
 •       Alat Musik (Full Band)                                          Rp. 1.000.000,-
 •       Dekorasi                                                        Rp.   500.000,-
                                                               TOTAL     Rp 7.250.000,-


                                          Total Dana Yang Dibutuhkan     Rp 60.850.000,-
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A                             9


  JADWAL ACARA KONFRENSI NASIONAL PEKERJA SENI BUDAYA
  Selasa, 21 Maret 2006

         08.00 – 09.00 Wib    : Makan pagi

         09.00 – 11.00 Wib    : Presentasi Situasi Ekonomi - Politik Internasional & Nasional

         11.00 – 12.00 Wib    : Pandangan, tanggapan umum peserta dan penyimpulan.

         12.00 – 13.00 Wib    : Sholat, makan siang dan istirahat

         13.00 – 14.00 Wib    : Presentasi Situasi Nasional Kebudayaan

         14.00 – 15.00 Wib    : Pandangan, tanggapan umum peserta dan penyimpulan.

         15.00 – 15.30 Wib    : Presentasi Problem 2 Kebudayaan

         15.30 – 17.30 Wib    : Pandangan, tanggapan umum peserta dan penyimpulan.

         17.30 – 19.00 Wib    : Istirahat, sholat dan makan

         19.00 – 21.00 Wib    : Presentasi Program Kebudayaan

         21.00 – 22.00 Wib    : Pandangan, tanggapan umum peserta dan penyimpulan.

  JADWAL ACARA PAMERAN SENI RUPA+PANGGUNG SENI
  Rabu, 23 Maret 2006

         08.00 – 09.00 Wib    : Makan pagi

         09.00 – 10.00 Wib    : Pagelaran Seni Rupa

         10.00 – 11.00 Wib    : Pameran

         11.00 – 12.00 Wib    : Pertunjukan Seni (baca puisi,teater, musik,spontanitas penonton)

         12.00 – 13.00 Wib    : Sholat, makan siang dan istirahat

         13.00 – 14.00 Wib    : Pertunjukan Seni

         14.00 – 15.00 Wib    : Pertunjukan Seni

         15.00 – 15.30 Wib    : Pertunjukan Seni

         15.30 – 16.30 Wib    : Pertunjukan Seni

         16.30 – 17.30 Wib    : Pertunjukan Seni

         17.30 – 19.00 Wib    : Istirahat, sholat dan makan

         19.00 – 20.00 Wib    : Pertunjukan Seni

         20.00 – 21.00 Wib    : Pertunjukan Seni
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A                                            10

Bagian
          Profil Organisasi
 1
 Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat
 Sejarah Pembentukan Organisasi
                 Jaker adalah jaringan pekerja seni budaya yang bergerak di bidang daya cipta dan kreativitas.
            Minat utama jaringan ini adalah sastra, seni, filsafat, agama dan budaya populer, baik dalam bentuk
            pemikiran-cipta atau karya-cipta. Agenda utama Jaker adalah membentuk jaringan /lingkar lingkar
            kebudayaan terkecil di sanggar sanggar seni di basis basis buruh dan petani di kampung kampung
            yang tak terjamah oleh dewan-dewan kebudayaan yang menjadi elitis di kota besar sehingga tak
            menjamah kebutuhan kekaryaan pekerja seni lapisan bawah.
                           Pertama kali terbentuk pada tahun 1993 oleh nama-nama Widji Thukul, Moelyono,
            Semsar Siahaan, Raharjo Waluyo Djati, Hilmar Farid,Linda Christanty dan masih banyak lagi.
            Jaringan Kerja Kesenian ini “ada” untuk menjawab tuntutan dialektika sejarah sebagai counter dari
            kesenian yang dikendarai oleh neokolonialis dalam penetrasi budaya melalui dewan-dewan kesenian
            milik rezim ORBA serta seniman-seniman “besar” kubu humanisme universal untuk kepentingan
            penanaman modal kapitalis-imperialis Amerika dan negara imperialis lainnya.
                 Pada peristiwa “Sabtu Kelabu” 27 Juli 1996, JAKER turut menjadi kambing hitam. Karena
            kondisi tersebut membuat JAKER terus bergerak dari bawah tanah dengan menyuarakan tuntutan
            kesenian yang anti militerisme dan anti humanisme universal dengan bendera Graphic Guerilla
            menggunakan media poster,paper puppet dan selebaran( flyer)
                 Setelah peristiwa Mei 1998, Soeharto lengser, JAKER kembali menunjukkan keberadaannya
            secara legal dengan mengadakan berbagai kegiatan kesenian yang berpihak kepada perjuangan
            rakyat untuk meluruskan budaya demokrasi dibumi tercinta ini. Disamping terlibat diberbagai aksi
            dengan tuntutan-tuntutan reformasi maupun isu-isu nasional lainnya, beberapa even kebudayaan
            digelar
                 Jaker dibentuk ditengah situasi terpuruknya perekonomian Indonesia akibat krisis ekonomi
            dan politik yang semakin memperparah kondisi perekonomian rakyat,
            Krisis tersebut merupakan sisi kelam bagi rakyat keseluruhan dan seniman/pekerja seni tradisional
             khususnya,namun disisi lain telah menghasilkan satu hal yang positif yakni bangkitnya perlawanan
            rakyat yang di pelopori mahasiswa untuk menutut perubahan dari hari ke hari perlawanan terus
            mengalami peningkatan. Tuntutan rakyat untuk perubahan ini memaksa suharto untuk turun dari
            jabatannya. Sesuatu kekuasaan yang telah dibangun selama 32 tahun diatas darah dan air mata
            rakyat ternyata tidak mampu di pertahankan.
                 Tetapi seniman/pekerja seni yang merasakan dampak dari krisis ternyata belum terlibat dalam
            perjuangan ini. Disaat sektor rakyat lain seperti mahasiswa dan kaum miskin kota turun dalam
            perjuangan politik. Seniman/pekerja seni masih terkekang dengan rutinitas berkarya individualnya.
            Semua ini akibat dari pembodohan dan depolitisasi yang dilakukan oleh pemerintahan orde baru,yang
            selalu berupaya meredam perlawanan dan bangkitnya kekuatan seniman/pekerja seni dalam proses
            kebudayaan Nasional.
                 Sungguh sangat memprihatinkan,seniman/pekerja seni yang sebenarnya pernah berhasil
            memberi sumbangan bentuk-bentuk kebudayaan yang memiliki karakter nasional yang kuat dalam
            roda kebudayaan Nasional belum terbangun kekuatanya. Inlah keberhasilan utama 32 tahun rejim
            suharto “ mengeberi “ bangkitnya kaum buruh.
                 Kondisi inilah mendorong kita untuk memulai membangun kembali kekuatan seniman/pekerja
            seni. Menyadarkan seniman/pekerja seni untuk menghadapi setiap penindasan dengan melakukan
            perlawanan.melawan dan terus melawan!! Melawan sambil terus menyadarkan untuk bersatu,
            bersatu dan bersatu!! Karena tanpa persatuan seniman/pekerja seni tidak akan pernah memiliki
            kekuatan. Tak akan mampu menghadapi kekuatan besar dari kaum kapitalis dan antek-anteknya,yang
            teraktualisasi dalam lembaga-lembaga pemerintah,aparat keamanan ,UU,peraturan,pengadilan,penjara
            dll.
                 Langkah pertamanya adalah mengorganisir aksi–aksi kebudayaan,bangun sanggar ,bangun
            komunitas,mulai menyatukan komunitas lokal ke dalam wadah nasional. Menyadarkan dengan
            bacaan,selebaran,aksi kebudayaan,rapat akbar,diskusi dan pendidikan. Belajar organisasi,belajar
            menjadi pemimpin,belajar dan belajar. Semua pengalaman ini adalah modal yang tak ternilai bagi
            kita untuk melangkah ke depan dengan lebih matang. Dalam kerjasama setahun pelajaran yang
            sudah kita dapatkan untuk mendekati tujuan kita untuk membangun kekuatan seniman progessif.
                 Berdasarkan kondisi tersebut diatas kami, Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat(JAKER) yang
            sadar bahwa harus ada perombakan terhadap sistem yang menindas hak-hak rakyat, guna
            mewujudkan masyarakat Indonesia yang demokratis, berkeadilan sosial dan berkedaulatan rakyat.
            JAKER merasa perlu untuk bekerja sama dengan semua kelompok/organisasi yang anti penindasan
            dan kami merasa sangat perlu untuk menjalin solidaritas dan kerjasama. Karena suatu kesadaran
            yang sangat rasional dan obyektif bahwa kami tidak akan pernah mampu untuk berjuang sendirian
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A                                              11

            dalam memenangkan tujuan perjuangan terhadap sistim yang menindas ini. Perjuangan sendiri
            hanya mencapai suatu kemenangan yang minimal, artinya ketika suatu kelompok berjuang sendiri
            (sektarian), maka hasil yang dicapai hanya untuk kepentingan subyektif kelompoknya. Akan tetapi
            bila perjuangan itu didukung oleh banyak pihak, maka kemungkinan memenangkan perjuangan
            sangat besar. Karena perjuangan ini menyangkut kepentingan banyak pihak dan elemen dalam
            masyarakat.
                 JAKER sebagai organisasi yang bersifat terbuka, mengajak seluruh sanggar-sanggar
            kesenian/kelompok komunitas untuk bergabung bersama dalam menuntaskan perjuangan melawan
            penindasan kebudayaan dalam bentuk apapun. Berikut ini sekelumit tentang organisasi JAKER

 Even kebudayaan yang telah digelar :

  1.    Pameran multi media Anti Militerisme, 1998 Gedung KNPI

            Acara ini ditujukan untuk mempropagandakan pencabutan Dwi Fungsi ABRI. Ini merupakan kegiatan
            pertama yang dilakukan oleh JAKER setelah sekian lama bergerak dibawah tanah.
 2.     Republik Indies, Poster Café, April 1999
            Sebuah festival musik underground dengan tema-tema kebangsaan dengan menolak praktek-
            praktek kekerasan yang dilakukan oleh TNI. Acara ini kemudian diikuti secara sporadis JAKER-
            JAKER daerah diberbagai kota di Jawa: Yogya, Surabaya, Kudus, Semarang dll.
 3.     “ Indonesia Berseru ! “, Mei 1999, Gedung Juang 45
            Acara ini mencoba untuk mewadahi dialog-dialog untuk merumuskan kembali kebangsaan Indonesia
            dengan menyoroti permasalahan-permasalahan di Aceh, Papua Barat, Timor Leste serta permasalahan
            rasialis Tionghoa. Acara ini melibatkan berbagai kelompok kesenian etnik.
 4.     “Panggung Kesenian Rakyat untuk Perdamaian “, T I M, Agustus 1999
            Kepanitiaan bersama dengan JARGEB, KIPD, SENSASI dll. Panggung ini adalah untuk merespons
            perkembangan sosial politik di Aceh, Timor Leste dan daerah lainnya pasca PEMILU 1999 yang
            bersimbah darah dan masa depan yang tidak menentu.
                  Dalam proses perjalannya sejak muncul dipermukaan dari bawah tanah, JAKER merasa
            membutuhkan sebuah organisasi yang solid yang akan mampu memberikan kepemimpinan dalam
            berkebudayaan. Selanjutnya beberapa seniman yang mewakili daerah-daerah seperti: Yogya,
            Lampung, Bandung, Jakarta, dan Solo berusaha menggagas persiapan sebuah Kongres yang akan
            merumuskan Problem Pokok Kebudayaan Nasional, Garis Berkebudayaan, Program Perjuangan,
            Strategi Taktik, Organisasi, AD/ART, sampai pada Kepengurusan.
                  Pada tanggal 23-25 Juni 2000, JAKER ( yang awalnya adalah Jaringan Kerja Kesenian Rakyat
            ) mengadakan kongresnya yang pertama di Tawangmangu, Solo. Kongres JAKER (Jaringan Kerja
            Kesenian Rakyat) ini dihadiri oleh 96 peserta dari berbagai kota, antara lain: Medan, Lampung,
            Jakarta, Bandung, Yogya, Kudus, Semarang, Pekalongan, Solo, Temanggung, Blora, Jepara,
            Magelang, Wonogiri, Bali, Samarinda, pontianak, dan palu. Kongres kali ini baru menghasilkan
            sebuah formatur JAKER yang akan menyiapkan Kongres lanjutan dan merespons perkembangan
            kebudayaan nasional.
                  Namun demikian Formatur JAKER ini tetap mendapatkan mandat dari kongres untuk terlibat
            aktif dalam menyikapi situasi kebudayaan nasional serta situasi politik. Dalam perjalanannya Formatur
            JAKER dapat menjalankan beberapa kegiatan, diantaranya:
 5.     Peringatan Peristiwa “Sabtu Kelabu” 27 Juli 2000.
                  Dalam peringatan kali ini JAKER menampilkan satu happening Art serta membuat patung kepala
            Suharto dengan diameter 3 Meter. Patung tersebut diusung sepanjang perjalanan dari kantor DPP-
            PDI di JL.Diponegoro – Cendana dan berakhir di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta. Kemudian dilakukan
            prosesi pembakaran terhadap patung tersebut.
                  Lalu pada tanggal 8-9 September 2000 di Bandung, formatur JAKER baru dapat melaksanakankan
            Kongres I JAKER dimana ini adalah lanjutan dari Kongres sebelumnya di Solo. Dalam Kongres ini
            akhirnya dapat dituntaskan seluruh hal yang direkomendasikan Kongres di Solo, terbentuknya
            kepengurusan definitive yang akan menjalankan semua agenda Kongres I. Kongres I juga menyepakati
            perubahan nama dari JAKER ( Jaringan kerja Kesenian Rakyat ) menjadi JAKER (Jaringan
            Kerja Kebudayaan Rakyat).
                  Setelah terbentuknya kepengurusan devinitif, JAKER kemudian segera menyusun agenda
            kegiatan yang akan menjadi program kerja selama 2 (dua) tahun kepengurusan. Agenda pertama
            yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi hasil kongres I JAKER kepada daerah-daerah basis
            JAKER, serta daerah-daerah yang menjadi target pengembangan organisasi JAKER. Kemudian
            JAKER juga menyusun program kegiatan sesuai dengan garis berkebudayaan serta strategi taktik
            yang telah ditetapkan dalam kongres I JAKER.
            Beberapa kegiatan yang dilaksanakan JAKER selama 2 (dua) tahun kepengurusan adalah:
 6.     Diskusi Reboan
            Diskusi reboan merupakan agenda mingguan yang dilaksanakan oleh Dept. Pendidikan PP-JAKER.
            Dalam diskusi reboan ini dibahas perkembangan seni baik nasional maupun internasional. Diskusi
            ini diikuti oleh seluruh anggota JAKER dan juga simpatisan.
 7.     Pelatihan Batik dan Pembuatan Jamu
            Pelatihan Batik dan Pembuatan Jamu merupakan agenda bulanan yang dilaksanakan oleh Sekretariat
            Bidang Seni Beladiri dan Metafisika (SBDM). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 tiap bulannya.
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A                                            12

            Pelatihan ini dibimbing oleh seorang pengajar, yaitu: Mbak. Retno Widati seorang paranormal
            wanita kelahiran Solo yang juga Membuka Klinik Paranormal HONOCORO di Yogyakarta dan
            pernah menempuh pendidikan disain busana di Jakarta (1982-1987), meramu jamu tradisional
            bermerk HONOCORO dan diproduksi oleh PT Jamu Jago Semarang. Menjadi tenaga pengajar
            batik tulis di beberapa kedutaan besar diJakarta.
            Pelatihan ini diikuti oleh ibu-ibu serta remaja putri yang tinggal dilingkungan sekitar sekretariat
            JAKER.
 8.      Pendidikan Calon Anggota JAKER
            Pendidikan calon anggota JAKER merupakan program yang menjadi tanggung jawab dari Dept.
            Pendidikan PP-JAKER. Pendidikan ini dilaksnakn untuk memberikan bekal pengetahuan tentang
            seni dan budaya bagi para anggota JAKER. Sehingga para anggota JAKER dapat memahami garis
            berkesenian, program Perjuangan, strategi dan taktik perjuangan serta AD/ART JAKER.
 9.      Pembuatan Terbitan Berkala “KERJA”
            Pembuatan Majalah “KERJA” merupakan tangung jawab dari dept. bacaan dan terbitan, dan
            merupakan program untuk menyebarkan gagasan dan ide-ide dari JAKER. Serta sebagai alat untuk
            mensosialisasikan garis berkebudayaan JAKER.

 Even kebudayaan untuk respon situasi kebudayaan nasional :

 10.       Launching Album Kaset Revolution Of Indies, April 2001
              Kegitan ini dilaksanakan oleh Sekretariat Bidang Seni Pertunjukan, kegiatan ini dalam rangka
              menjaring bakat baru dalam dunia musik. Sekaligus juga untuk mensosialisasikan program
              berkesenian seluas-luasnya.
 11.       Peringatan Tragedi Trisakti, 13 Mei 2001
              JAKER terlibat dalam kegiatan ini dengan mengisi Performance Art yang dilaksanakan di TPU
              Pondok ranggon.
 12.       Asia-Pasific Conference, 6 Juni 2001
              JAKER ikut sebagai peserta dalam Konferensi Asia Pasifik di Sawangan Bogor. Selain itu JAKER
              juga mengisi acara seni dalam konferensi tersebut dengan menampilkan Performance Art dan Tari.
 13.       Mag Say Say Award, 20 Agustus 2001
              JAKER ikut serta dalam persiapan acara menyambut penyerahan Mag Say Say Award untuk Dita
              Indah Sari sebagai tokoh pejuang Buruh. Dalam acara ini JAKER kembali menampilkan Kendang
              Kere sebagai salah satu kelompok musik menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
 14.       Panggung Front Demokratik Lampung, 26 Agustus 2001
              Mengisi acara panggung musik lagu-lagu perjuangan dengan menampilkan Kendang Kere dan
              Musikalisasi puisi di Bandar Lampung dalam panggung Front Demokratik Lampung dengan tema
              penghancuran sisa-sisa OrdeBaru.
 15.       Globalitation Resistance, 19 September 2001
              Mengisi acara di Universitas Nasional dengan tema : Globalitation Resistance dalam bentuk
              panggung musik lagu kerakyatan. Acara ini dilaksanakan dalam rangka sosialisasi perlawanan
              terhadap globalisasi.
 16.       Refleksi Untuk Republik, 31 Desember 2001
              JAKER yang tergabung dalam Mata Pusaran menggagas satu acara tutup tahun yang dilaksanakan
              di rumah Pramudya Ananta Toer. Acara ini diikuti oleh beberapa orang seniman dan budayawan,
              dan ditutup dengan pidato kebudayaan oleh Pramudya Ananta Toer.
 17.       Temu Raya Ex-TANAPOL dan DPO, 16 Februari 2002
              Mengisi acara temu raya ex-tanapol di hotel Cempaka Jakarta dengan menampilkan lagu-lagu
              perjuangan.
 18.       Pertemuan Serikat Pekerja Mandiri (SPM Shangrila), 5 Maret 2002
              Mengisi Performance Art dan lagu-lagu perjuangan dalam acara pertemuan Serikat pekerja Mandiri
              (SPM Shangrila).
 19.       International People’s Forum (IPF), 27 Mei – 7 Juni 2002
              JAKER terlibat aktif dalam persiapan acara Interntional People’s Forum di Bali. Dalam acara ini
              JAKER mengirimkan 14 orang anggotanya sebagai peserta. Selama acara berlangsung JAKER
              menampilkan beberapa kegiatan, antara lain: Cukil Kayu, Melukis bersama dengan tema Tolak
              Globalisasi, Menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
 20.        Launching Tabloid Pembebasan, 11 Juli 2002
              Dalam acara yang dihadiri oleh para pembicara seperti; Abdurrahman Wahid, Jeffry Winters, Dita
              Indah Sari (FNPBI), Adian (FORKOT), Natalia Scholastika (PRD), JAKER ikut memeriahkan dengan
              membawakan beberapa lagu perjuangan.
 21.     Workshop cukil kayu di sanggar teratai Cakung 21 Juni 2003 jam:14.000-selesa oleh:Kuncoro
 Adi Broto(Sanggar Satu Bumi)
 22.     diskusi Reboan JAKER 25 Juni 2003 jam 15.30 -18.00 tema Politik dan Sastra Kebangkitan
 Kebudayaan Pembicara: Max Lane( Pengamat Budaya dari Australia) tempat:Sanggar Satu Bumi
 23.
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A                                          13

Bagian
         Susunan Kepengurusan
 2
                Pimpinan harian dari JAKER secara nasional adalah Pengurus Pusat yang berkedudukan di
            Ibukota Negara Adapun susunan kepengurusan Pengurus Pusat Jaringan Kerja Kebudayaan
            Rakyat hasil Kongres I di Tawangmangu dan Bandung tahun 2000 adalah sebagai berikut :
            Berikut ini adalah susunan lengakap pengurus pusat JAKER periode 2000-2002 :

          1. Ketua Umum                          : Revitiyoso Husodo
          2. Seketris Jendral                    : Suroso
          3. Departemen Pendidikan               : Wibowo Arief
          4. Departemen Dana dan Manajerial      : Salahudin Hamzah
          5. Sekbid Seni Pertunjukan             : Andrian Romico
          6. Sekbid Seni Musik                   :

                Karena permasalahan percepatan perkembangan kebudayaan dengan penugasan kawan ketua
          umum untuk membangun jaringan kebudayaan di Yogyakarta maka , berdasarkan rapat pleno pengurus
          pusat JAKER pada tahun 2004 di Jakarta maka ditunjuk pjs ketua umum : Tedjo Priyono untuk
          menjalankan roda organisasi sehari-hari dan Suroso tetap menjabat sebagai sekjen periode 2004-
          2006

  Progam Perjuangan

 Bidang Ideologi :

            1) Mensosialisasikan Garis Berkebudayaan yaitu kebudayaan yang membebaskan rakyat dari
                penindasan dan penghisapan sisa-sisa feodalisme, kapitalisme dan militerisme, serta memiliki
                watak progresif dan revolusioner.

            2) Memberikan pendidikan yang membebaskan rakyat dari penindasan sisa-sisa feodalisme,
                kapitalisme dan militerisme, sehingga rakyat terlibat dalam perjuangan menuju masyarakat yang
                demokratis.

            3) Membuka ruang –ruang kebudayaan seluas-luasnya untuk berkarya dan berekspresi agar dapat
                menghasilkan karya-karya yang berkualitas secara massal. Massal disini bermakna bersama
                rakyat miskin!

 Bidang Politik :

            1) Mewujudkan Civil Society dengan membentuk Dewan-dewan Rakyat.

            2) Mencabut segala Undang-undang yang diskriminatif.

            3) Demiliterisasi sistem pemerintahan

 Bidang Organisasi :

            1) Eksternal Jaringan

                n        Mengembangkan sayap perlawanan dengan mengembangkan front.

            2) Internal Organisasi

                n        Membangun profesionalitas organisasi dengan kerja-kerja yang konsisten pada garis
                     perjuangan.

 Bidang Ekonomi

            1) Naikkan upah buruh.
KO N S O L I D A S I N A S I O N A L P E K E R J A S E N I B U D A Y A                                            14

            2) Sandang pangan murah untuk rakyat.

            3) Peniadaan pajak yang memberatkan rakyat kecil.

 Bidang Sosial Budaya

            1) Setiap orang berhak memiliki jaminan sekolah sampai tingkat tinggi,murah,
               demokratis dan memihak kepada rakyat.

            2) Menghapuskan perundang-undangan dan sistem yang membelenggu dalam
               berkesenian/berekspresi

            Slogan Organisasi




            “ S e m u a o r a n g a d a l a h s e n i m a n s e t i a p t e m p at a d a l a h Pa n g g u n g ”

   Mars Organisasi

            M A R S Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat - J A K E R

            Cipt: Dompak H.Tambunan

            Jaringan kerja Kebudayaan rakyat

            Berkarya untuk rakyat tertindas

            Teriak tentang budaya pembebasan

            Demi satu tujuan yang mulia

            Kobarkan revolusi kebudayaan

            Adalah suatu keharusan



            Lukiskan semangat juangmu

            Bersama gerak rakyat di jalan

            Nyalakan obor pengetahuan

            'tuk bakar masa kegelapan



            Kobarkan revolusi kebudayaan

            Adalah suatu keharusan

            Menangkan revolusi kebudayaan

            Maka terwujud masa pencerahan.