PENGANTAR GEOGRAFI by ZanyavayaAya

VIEWS: 11,479 PAGES: 16

									         TUGAS PENGANTAR GEOGRAFI




BAB I : APAKAH GEOGRAFI ITU ?
         1.1   Seluk Beluk Geografi
         1.2   Bumi sebagai Tempat Tinggal Manusia
         1.3   Hubungan Timbal Balik Bumi – Manusia
         1.4   Faktor – faktor Geografis
         1.5   Hakekat Geografi


BAB II : DUNIA: BUMI YANG DI HUNI MANUSIA
         2.1 Kedudukan Manusia dalam Geografi dan Adaptasinya
         2.2 Konsep – konsep Dasar Tata Geografi – geografi Politik dan Geopolitik
         2.3 Makna Lokasi dalam Geografi
         2.4 Dunia Dalam Tata Geografi – Geografi Politik Dan Geopolitik
         2.5 Makna Lokasi Dalam Geografi
                                     BAB I
                              APAKAH GEOGRAFI ITU?




1.1 SELUK BELUK GEOGRAFI ITU

     Dari ilmu Bumi Ke Geografi

             Geografi yang semula disebut ilmu bumi sebagai pengetahuan di ajarkan di
      perguruan tinggi disebut geografi akademis dan di SD sampai lanjutan atas dengan
      sebutan geografi sekolah atau geografi pengajaran. Sebutan ilmu bumi sekarang dirasa
      kurang tepat, ilmu bui cocok untuk ilmu geologi (dari kata Yunani geos dan logos).
      Yajini suatu pengetahuan alam yang mempelajari bumi seutuhnya, dari kulit kuar sampai
      inti bumi, tetapi tanpa memperhatikan hubungan bumi secara khusus dengan manusia
      yang menghuninya.

             Adapun geografi menelaah bumi dan menghubungkannya dengan manusia. Arti
      geografi yang sebenarnya adalah uraian (grafien artinya menguraikan atau melkuiskan)
      tentang bumi (geos) dengan segenap isinya. Yakni manusia yang kemudian ditambah lagi
      dengan dunia hewan dan dunia tumbuhan. Tentu saja geografi membutuhkan berbagai
      hasil dari telaah geologi, misalnya untuk membicarakan vulkanisme, gempa bumi,
      pertambangan dan jenis-jenis batuan.

     Pengajaran Geografi lama dan Geografi Baru

             Geografi lama disebut pula dengan causal geography, karena yang dibicarakan
      adalah aneka kasus (case), sedangkan geografi baru disebut casual geography, karena
      mengutamakan pembicaraan sebab-akibat (cause). Dengan membicarakan dua peryataan
      mengenai Madura dan Krawang dapat dipahami makna geografi kausal itu.

             Ada kesan bahwa seakan-akan geografi yang diajarakan di sekolah tidak lain dari
      pengetahuan tentang negri danbangsa atau penduduknya. Dipaparkan berbagai hal yang
      layak untuk diketahui tentang suatu wilayah. Ini meliputi struktur geologi, iklim, mata
      pencaharian penduduk, agama, ras, bahasa, sejarah dan bentuk pemerintah.
     Geografi Terapan

             Di Indonesia, dengan datangnya kurikulum 1975 sebutan geofrafi menggantikan
      ilmu bumi sehingga untuk sekolah lanjutan geografi tentu di tafsir sebagai geografi
      social, karena tempatnya ada di dalam ilmu social.

             Geografi Inggris STAMP, guru besar geografi social di London menjelaskan
      bahwa baginya social geography itu sebenarnya penerapannya belaka bagi geography,
      yang negrinya di masa lalu cenderung di tafsir sebagai suatu cabang dari science, yakni
      ilmu pengetahuan alam. Dengan pemikiran itu lalu muncul sebutan applied geography.
      Yakni ilmu geografi social di sana dengan ilmu-ilmu social menjadi erat.

     Geografi Social

             Geogarfi social sebagai lawan dari geografi fisis adalah geografi social dalam arti
      luas yang maknanya geogarfi masyarakat manusia. Adapun geografi fisisi adalah
      geografi lingkungan alam. Geografi social dalam arti sempit adalah cabang dari geografi
      masyarakat manusia yang setingkat dengan geografi ekonomi dan geografi politik.




1.2 BUMI SEBAGAI TEMPAT TINGGAL MANUSIA

     Habitat Manusia

             Habitat manusia itu terbentuk oleh koeksistensi (yakni beradanya secara
      berdampingan) berbagai unsur alam seperti iklim, tanah, air, batu, dan tanaman. Hewan
      serta interalasi unsur-unsur tersebut. Sebuah desa sebagai habitat manusia da carilah
      unsur-unsur alam yang mendukung kehidupan manusianya. Jumlahnya lebih banyak
      daripada yang terdapat di Wilayah perkotaan. Manusia kota tidak langsung tergantung
      dari koeksistensi dan interelasi unsur-unsur alam itu. Disitu tekhnologi modern telah
      membuat bagi manusia lingkungan buatan atau lingkungan tekhnologis.
   Bertempat Tinggal Adaptasi

           Di dalam geografi, bertempat tinggal berarti pula melakukan adaptasi dengan
    lingkungan alam. Makin aktif adaptasi manusia makin lestari ia tinggal disitu.
    Sebaliknya, makin pasif adaptasinya, maka cendrung ia meninggalkan wilayah tersebut.
    Adaptasi manusia untuk mampu sedenter yakni menetap berupa mats pencahariannya,
    pakaiannya. Perumahannya, peralatannya dan sebagainya. Bahkan harta budaya manusia
    baik yang matrial maupun yang rohani.



   Geografi Budaya

    Didalam bentang alam budaya ditemukannya empat aspek sebagai berikut:
    1.   Bentuk-bentuk structural seperti tanah garapan, permukiman, pertambangan pabrik.
    2.   Sarana-sarana perpindahan manusia dan barang.
    3.   Proses-proses khusus misalnya dalam kegiatan pertanian. Industri dan transportasi.
    4.   Hasil-hasil kegiatan manusia yang misalnya berupa persediaan pangan komoditi,
         kesehatan penduduk dan pemerintahan yang baik.
         Menurut TAYLOR aneka karya manusia sebagaiman diperincikan diatas seluas spa
    yang disebut factor manusia. Meliputi pula ideology dan tekhnologi yang di pakai
    manusia sebagai senjata mengubah nature menjadi kultur, sehingga trciptalah wujud
    kenampakan fisik dari wilayah yang dihuninya.



   Inklusionisme dan Ekslusionisme

           Para geografi dalam memanfaatkan pengertian geography as human ecology.
    Menggambarkan manusia sebagai unsur yang ada di luar habitat (lingkungan finis dan
    fisik) dan biome (lingkungan biotin). Demi kelestariannya maka manusia
    harus menjaga keseimbangan antara tiga itu (manusia, habitat dan biome) dalam arti,
    kegiatan manusia jangan sampai menipiskan habitat dan biome sebagai sumberdaya bagi
    kebutuhan hidupnya. Dengan tekhnologi yang modem terjadilah eksploitasi yang
    berkelebihan sehingga kelestarian manusia menjadi terancam.
1.3 HUBUNGAN TIMBAL BALIK BUMI-MANUSIA

     Manusia dan Lingkungan

              Definisi geografi jumlahnya banyak. Salah satu yang sederhana : geografi adalah
      ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara bumi dan manusia. Bumi dan
      manusia disitu dapat ditafsirkan sebagai alam dan manusia, atau lingkungan alam dan
      penduduk. Manusia disitu bukanlah manusia sebagai individu melainkan sebagai
      kelompok, karena adaptasinya terhadap lingkungan alamnya dilaksanakan secara kreatif.
      Misalnya sebagai penghuni desa, penduduk wilayah, sebagai bangsa.



     Determinasi Alam

              Di dalam geografi. Khususnya pada abad yang lalu.         Cukup kuat alirannya
      determinasme alam yang fahamnya berbunyi: alam itu menentukan segalanya pada
      manusia. Manusia merupakan obyek yang plastis saja dari kemutlakan alam. Aliran
      tersebut dipelopori FREDRICH RATZEL dengan antropogeografinya yang meremehkan
      budaya manusia atau kemauan bebas manusia. Karena yang di gunakan hanya kekuasaan
      alam.
              Juga ARISTOTELES menganut faham determinisme alam menurut zamanya.
      Bangsa-bangsa di benua. Eropa yang mendiami wilayah-wilayah berhawa dingin. Cukup
      bersemangat akan tetapi intelegensinya kurang demikian pula mereka kurang terampil.
      Akan tetapi semangat mereka teman sehingga mereka mudah dijajah oleh bangsa lain.




     Enviromentalisme (Abad 16-19)

              Mengatakan bahwa ada pengaruh dari lingkungan atas kehidupan manusia jugs
      diikuti oleh filsuf-politikus JEAN BOD di Prancis (1530-1596). Menurut adanya tiga zone
      iklim di Eropa, dari utara ke selatan zone dingin, zone sejuk, zone hangat, masing-masing
      menciptakan ciri-ciri penduduk sbb:
              Di utara badan manusia kuat tetapi mentalnya kurang kuat dalam dunia politik ada
      kecendrungan menyukai demokrasi. Di selatan, penduduknya malas bekerja meskipun
    mereka cukup intelegan tetapi dalam suasana despotisme. Di Eropa bagian tengah
    terdapat campuran antara ciri-ciri intelegan dan sifat rajin bekerja, mereka menyukai
    pemerintahan kerajaan yang murni.
           Dalam abad ke-19 di Erapa berkuasa aliran Evolusionisme dari CHARLES
    DARWIN sung juga membicarakan perkembangan manusia secara individual, ini adalah
    akibat dari adaptasinya terhadap lingkungan alam.



   Possibilisme

           Lain halnya dengan RATZEL yang berlatar belakang studi biologi, VIDAL dan
    murid-muridnya berlatar belakang studi sejarah. Sebab itu dalam mempelajari pengaruh
    timbal balik antara bumi dan manusia, aliran geografi Prancis menekankan pada
    kebebasan pada manusia untuk memilih.
           Pemberian sebutan possibilisme itu sendiri sebenarnya tak oleh VIDAL,
    melainkan oleh pengikutnya kemudian FEBVRE yang menulis buku berjudul
    GEOGRAPHYCAL A7RODUCTION TO HISTORL Faham tersebut terns berkembang
    mengikuti tulisan-tulisan 17DAL dan BRUNHES di Prancis. Kemudian ISAILAH
    BOWMAN dan CARL SAUER di Amerika Serikat.



   Alam dan Akal Budi Manusia

           Perlu diketahui bahwa dikalangan para geograf sendiri ada perbedaan faham
    sekitar hakekat yang pasti dari relasi tadi. GEORGE F. CARTER pengikut cultural
    geography di Amerika Serikat menulis dalam bukunya yang berjudul MAN AN THE
    LAND. Lingkungan alam hanya sekedar suatu tahap saja dari permainan manusia
    dengan alam adanya dalam segala zaman lingkungan tersebut tak mampu mendorong
    semangat ataupun mengurangi semangat manusia. Lingkungan itu hanya sekedar ada.
           Sebaliknya Prof BROEK berpendapat sebaliknya setiap masyarakat manusia itu
    menangkap dan meninterprestasikan lingkungan lamnya melalui prisma dari corak
    kehidupannya, yakni budayanya. Hanya didalam kerangka perceptual ini lingkungan
    alam mampu mempengaruhi manusia.
     Aspek dalam Geografi

             Aspek manusiawi pada geografi secara khusus dibuktikan pada
      caranya mengkomunikasikan dirinya dengan kaum awam termasuk persekolahan,
      sebaliknya para geograf yang lebih merasa social scienentist, mereka itu terlalu banyak
      berteori dan hanya berkomunikasi dengan rekan-rekan mereka sendiri. Mungkin obyek
      studi mereka menarik dan penting tetapi tak dipahami manfaatnya oleh k aum
      awam. Kaum awam sebenarnya mendambakan suatu geografi yang tak sekedar
      dapat menyajikan rumus-rumus yang dapat secara matematis.


1.4 FAKTOR-FAKTOR GEORAFIS

     Ilmu Jembatan

             Geografi menarik perhatian karena posisinya sebagai jembatan diantara ilmu-
      ilmu alamiah dan ilmu-ilmu social. Menurut sejarahnya dulu geografi juga merupakan
      induk dari berbagai ilmu yang sekarang telah dewasa berdiri seperti geologi,
      meteorology, pedologi (ilmu tanah), osenologi, demografi, dan etnologi (ilmu bangsa-
      bangsa).



     Delapan Faktor Geografis

         1. Lokasi suatu tempat dalam suatu wilayah penting.
         2. Jenis iklim menentukan hasil pertanian.
         3. Bentuk relief mempengaruhi pelaksanaan pengangkutan.
         4. Tipe tanah menentukan kesuburan wilayah.
         5. Jenis fauna dan flora mempengaruhi kegiatan ekonomi.
         6. Kondisi air menentukan dapat tidaknya wilayah sesuatu.
         7. Sumber-sumber mineral mendorong perdagangan.
         8. Kontak dengan lautan penting.
     Lingkungan Geografis

      Didalam geografi dikenal empat jenis unsure lingkungan demikian :
      1. Unsur-unsur fisis seperti cuaca, iklim, relief, tanah, mineral, air tanah, jalur pantai,
         samudra dan sebagainya.
      2. Unsur-unsur biotis, misalnya: tumbuhan, hewan dan mikroorganisme (jasad renik).
      3. Unsur-unsur tehnis, seperti pegedungan, jaringan jalan, alat transportasi dan
         komunikasi.
      4. Unsur-unsur abstrak, seperti: bentuk dan wilayah, lokasi tempat, jarak antar tempat.



     Bumi sebagai Ruang Huni

             Berdasarkan definisi baru itu digumuli interelasi manusia dengan lingkungannya.
      Sehingga akan ditemukan bagaimana dan sejauh mana keempat jenis lingkungan itu
      mempengaruhi seluk-beluk kegiatan manusia. Juga bagaimana memanfaatkan sebesar-
      besarnya tawaran atau tantangan lingkungan sehingga menjadi berkurang hambatan-
      hambatan yang terasa oleh manusia dalam usahanya meningkatkan taraf kehidupannya.




1.5 HAKEKAT GEOGRAFI

      Dalam dunia yang modern buta geografis amat merugikan bagi orang yang bersangkutan.
  Ia tak dapat menangkap dengan baik isi berita koran, pengumuman di radio, uraian dalam
  televisi. Masalah-masalah nasional dan internasional memerlukan bekal pengetahuan
  geografi, misalnya transmigrasi ke Sitiung, pengunsian dari Vietnam, revolusi Islam di
  Iran, penerbangan ke planet lain, pemberontakan di Polandia perang di Libanon.

      Dalam lingkungan pendidikan di sekolah dasar sampai lanjutan atas geografi tergolong
  ilmu pengetahuan alam. Perlu ditambahkan bahwa guru dalam memaparkan dan mengupas
  masalah-masalah geografis yakni hubungan timbal balik manusia dengan lingkungan
  alamnya berdasarkan ilmu kemanusiaan atau humantisme, karena menyangkut nilai-nilai.
   Keterikatan Tempat

           Meskipun geografi dalam pembahasan masalah-masalahnya. Nampaknya
    memasuki bidang ilmu lain. Misalnya Urbanisasi (sosiologi), pertanian gandum
    dan Industri karet (ekonomi), Nomadisme (antropologi budaya) tetapi sebenarnya
    tak demikian itu. Geografi dalam bahasanya selalu PLACE BOUND, terikat oleh
    tempat tertentu, atau lebih luas lagi terikat oleh wilayah atau Negara tertentu.



   Hakekat Geografi

    Enam jenis hakekat dari geografi
    1. Geografi sebagai ilmu pengetahuan Bio-fisis.
    2. Geografi sebagai relasi timbal balik manusia alam.
    3. Geografi sebagai ekologi manusia.
    4. Geografi sebagai telaah bentang alam (land-scape study).
    5. Geografi sebagai telaah tentang sebaran gejala atau gejala social tertentu.
    6.   Geografi sebagai teori tentang ruang bumi (earth space theory).



   Struktur, Fungsi dan Proses

            Geografi jika diuraikan menurut berbagai hakekatnya seperti dipaparkan diatas,
    maka defenisinya pendapat disusun menjadi bermacam-macam panglimatan. Di bawah
    ini akan dipaparkan pula berbagai definisi sebagaiman dikumpulkan oleh geograf
    Belanda LAMBODY (1969) berdasarkan tiga unsur yang dikandung oleh hakekat
    geografi secara luas. Tiga unsur itu berupa struktur artinya pengelompokan dan
    persebaran fungsi (produk dari mekanisme interelasi gejala-gejala) dan proses
    (perkembangan dari masa ke masa).
         1. Geografi itu adalah suatu telaah tentang perbedaan wilayah dan integrasi wilayah.
         2. Geografi manusia bertugas menelaah gejala-gejala didalam pertalian keruangan.
         3. Tujuan geografi adalah menemukan pola-pola dan ikatan-ikatan yang azazi dari
           berbagai tempat.
         4. Tugas geografi adalah menyelidiki obyek-obyek
        5. Geografi adalah ilmu tentang lokasi.
        6. Geografi menelaah ruang serta relasi keruangan.



   Pencerminan Struktur, Fungsi, Proses dalam Geografi Regional


           Mengajarkan suatu negri melalui geografi regional buku-buku pelajaran
    cendrung mengikuti urutan bahasan tentang struktur, kemudian fungsi dan akhirnya
    proses. Ini dapat dibaca pula dalam purneli's concise encyclopedia of geography, pads
    pokok bahasan Jepang.
           Sama caranya dengan bahasan negri lain yang cukup besar topic-topiknya terdiri
    atas bumf dan iklim. Kemudian pertanian dan industri serta kota dan komunikasi
    lalu akhirnya bangsa.
           Fungsi negri nampak pads topic tentang pertanian industri perkotaan dan
    komunikasi. Tiap mata pencaharian seperti pertanian, perikanan, industri dipaparkan
    dengan latar belakang alam Jepang. Seperti dataran pantai yang sempit. Hutan yang
    terpelihara, sumber daya, air tedun, teluk-teluk yang dalam, pelabuhan alami yang
    berfungsi baik.
                                           BAB II

                        DUNIA: BUMI YANG DIHUNI MANUSIA




2.1 KEDUDUKAN MANUSIA DALAM GEOGRAFI DAN ADPTASINYA

     Determinasi Alam dan Kehendak Bebas manusia

             Sama-sama mempelajari geografi, perhatian orang masih tergantung dari obyek
      yang di candra. Mecandra adalah menguraikan segala ciri-cirinya yang khas dari sesuatu.
      Kata kerja yunani Grafien artinya menguraikan atau melukiskan. Sehubungan itu yang
      dicandra dapat bagian fisis dari permukaan bumi, penduduk suatu negri atau wilayah,
      aspek matematis dari bola bumi, aspek astronomic dari bumi, atau aspek lokasi bumi
      sebagai planet didalam antariksa.
              Sebab itu, maka planet di dalam antariksa, maka di sekolah lanjutan sekolah atas
      tergantung dari jurusan. Geografi seakan-akan di pecah-pecah menjadi berbagai
      bagiannya seperti geografi alam, geografi matematis (ilmu falak), geografi social,
      geogrfi ekonomi, geografi budaya.



     Adaptasi manusia lain dengan Adaptasi Hewan

             Berbeda dengan ilmu social lain, pokok pembicaraan dalam geografi social selalu
      mengandung tiga hal data-data sosial yang diambilkan dan peristiwa manusia. Benda fisis
      yang terdapat didalam alam dan korelasi abstrak atau integrasi serta relasi yang
      terdapat diantara dua hal itu. Struktur dan fungsi sebagaiman diuraikan, karena itu maka
      suatu analisa geografis terdiri atas penerapan metodologi umum dari pengetahuan alam
      atas data-data dari pengetahuan social.
     Lingkunga Sumber Daya Alam

             WIBUR ZELINSKY seorang demograf Amerika menjelaskan hakekat
      sumberdaya alam sebagai setiap bahan atau kebutuhan manusia. Sumber daya daya
      tersebut mencakup kemungkinan fisiologis dan biotic yang tersembunyi didalam
      tanah. Vegetasi atau fauna, perairan serta langit suatu wilayah asal penduduk yang
      bersangkutan mampu menggalinya.



2.2 KONSEP – KONSEP DASAR DALAM GEOGRAFI

     Tujuh Konsep dasar
      1. Penghargaan budavawi terhadap bumf
             Sebenarnya lingkungan alam itu bukanlah suatu kombinasi unsur alam yang
         menuntut adaptasi dari masyarakat manusia secara ketat dari masa yang berbeda-beda
         dalam sejarah menangkap dan menafsir lingkungan alamnya berbeda-beda.
      2. Konsep Regional
             Suatu wilayah (region) dipandang memiliki Homogenitas dalam hal bentuk
         bentang alamnya (landscape) dan corak kehidupannya (mata, pencarian, mentalis
         penduduk). Nfisalnya daerah kabupaten Gunung kidul (yokyakarta) sebagai daerah
         Karst.
      3. Pertalian wilayah (areal coherence)
             Relasi antar unsur alam dalam suatu wilayah menghasilkan suatu proses yang
         memberi ciri khusus kepada wilayah yang bersangkutan. Misalnya didaerah sekitar
         Salatiga dan Boyolali, kombinasi yang menguntungkan antara curah hujan, suhu,
         vegetasinya, jenis tanah serta topografi menjadikan wilayah penghasil susu dan
         daging temak.
      4. Interaksi keruangan (spatial interaction)
             Kekhususan suatu wilayah dalam hal hasilnya misalnya, mendorong berbagai
         bentuk kerja sama atau saling tukar jasa dengan wilayah lain. Jadi perbedaan wilayah
         mendorong interaksi yang berupa pertukaran manusianya (migrasi) barangnya
         (perniagaan) dan budayanya.
    5. Lokalisasi
            Adalah pemutusan suatu kegiatan pada wilayah yang terbatas. Pemutusan ini
         justru dapat menambah fungsi wilayah. Misalnya Kota pelabuhan sekaligus menjadi
         industri perkapalan.
    6. Skala
            Studi geografi dapat bersifat mikroskopis (wilayah sempit) dapat pula
         mikroskopis (wilayah luas). Yang berlaku bagi wilayah sempit, kesimpulan-
         kesimpulan kadang-kadang dapat digenalisasikan dan kadang tidak dapat. Ini
         tergantung dari sifat kombinasi unsure-unsur alam lingkungan disitu.
    7. Konsep perubahan
            Apa yang dipelajari oleh geografi tentang suatu wilayah, itu apa yang berlaku
         pada waktu tertetu, yakni yang terbaru atau kini. Tetapi kondisi kini itu wilayah
         hasil dari proses yang ber alan lama dari dulu, melalui aneka perubahan.



   Perilaku Keruangan Manusia
    1.   Persebaran gejala-gejala di permukaan bumf.

    2.   Hubungannya dengan gejala ditempat atau wilayah yang bersangkutan.

    3.   Hubungannya dengan gejala ditempat atau, wilayah lain.
    4.   Efek satu atau lebih gejala atas yang lain.

    5.   Bervariasinya gejala dari tempat ke tempat.
    6.   Mengapa gejala ada di tempat-tempat tertentu, tetapi di tempat lain tidak ada.

    7.   Pembauran gejala spatial.

    8.   Gerakan-gerakan gejala yang bertimbal balik.
    9.   Mengapa gejala munculnya tak teratur.

    10. Bentuk j aringan aneka gejala.
    11. Kepadatan dan pengelompokan gejala.

    12. Lokasi dan lokalisasi gejala.
    13. Pembatasan adanya penduduk dan kegiatannya disuatu tempat.

    14. Efek dari kegiatan disuatu tempat terhadap tempat lain.
2.3 ASPEK – ASPEK GEOGRAFI DARI KEPENDUDUKAN

     Oikumene dan Permukiman

             Geografi dalam membahas permukiman manusia membagi obyeknya atas wilayah
      perkotaan dan pedesaan. Desa diartikan sebagai wilayah tempat tinggal penduduk yang
      hidup dari proses produksi agraris. Kota merupakan kosentrasi penduduk non-agraris
      yang memiliki daya pakai ruang yang lebih intensif dibandingkan dengan di desa.



     Persebaran Pertumbuhan. Kepadatan dan Migrasi
      1. Persebaran penduduk
             Biasanya lembah-lembah sungai berpenduduk lebih padat dari pada disekitarnya
         sehingga air merupakan factor utama dari kepadatan. Bahwa kota lebih padat dari
         pedesaan. Latar belakangnya lain, demikian pula desa disepanjang jalan raya
         propinsi. Untuk lebih sempurna analisanya para geograf menggunakan peta udara
         sebagai alatnya.
      2. Perubahan penduduk
             Geografi       khususnya   geografi   kependudukan    (population    geography,
         demogeography) membantu banyak kepada penelaahan demografis suatu wilayah
         atau Negara. Geografi kependudukan sudah selayaknya membicarakan masalah
         penduduk yang bertalian dengan seluk-beluk perilaku keruangan penduduk.
      3. Kepadatan penduduk
             Sehubungan itu muncul permasalahan seperti gejala kelebihan penduduk,
         kekurangan penduduk optimum (optimum population) yang jumlah penduduk yang
         paling baik atau layak untuk wilayah yang bersangkutan.
      4. Migrasi atau gerakan penduduk
             Kelebihan penduduk (over population) mendorong suatu migrasi keluar. Tekanan
         panduduk (population pressure) memaksa manusia mencari jalan keluar untuk
         mempertahankan taraf hidupnya, jika tak dapat pindah tempat tinggal, maka terjadi
         usaha intensifikasi pertanian, tetapi inipun tak akan dapat bertahan lama jika
         kemampuan tanah terbatas.
     Geografi Kependudukan

                Cabang dari geografi yang namanya geografi kependudukan (population
      geography, demography) secara khusus menelaah aspek geografis dari kependudukan
      itu is concerned with demonsrating how spatial variation in the distribution,
      composition, migration and growth of populations are related to spatial variation in
      the nature of places.



2.4 DUNIA DALAM TATA GEOGRAFI – GEOGRAFI POLITIK DAN GEOPOLITIK

     Berbagai Zona Fisiografis

                Dalam mempelajari geografi kita diperkenalkan dengan aneka tata geografis
      dunia. Bahwa bumi kita menjadi dunia, itu tak lain karena bumi didiami oleh manusia.
      Manusia berdasarkan tradisi maupun kemajuan zaman, memiliki gambaran tentang
      pembagian dunia sebagai keseluruhan ini, dalam tata tertentu.



     Barat, Timur, Utara dan Selatan

                Orang Eropa suka menyebutkan adanya dunia Barat dan dunia Timur secara
      peradaban. Ternyata Timur bukan hanya Asia seluruh melainkan juga ditambah dengan
      seluruh pantai Afrika utara dari Mesir sampai Maroko, padahal ini letaknya disebelah
      selatan Eropa.

     Geopolitik

                Faham organisistis dalam geopolitik itu bersumber pada CHARLES DARWIN
      (18091869) yang memuat mekanisme perkembangan melalui seleksi alam dan
      perjuangan hidup. Didalam bangsa-bangsa terdapat perebutan LEBENSRAUM (ruang
      hidup).
2.5 MAKNA LOKASI DALAM GEOGRAFI

     Situs dan Situasi

                Para geograf yang mengikuti faham Naturdeterminisme terlalu memberikan
      tekanan pada situsnya Sesutu. Yakni pentingnya kehadiran sumberdaya yang dikandung
      oleh tempat yang bersangkutan. Contoh: penduduk pantai menjadi pelaut yang ulung,
      iklim sejuk dan basah melahirkan perusahaan pemerintah sepi, wilayah Eropa Barat
      laut berkat tipe iklimnya peradaban penduduknya maju, Lumpur subur dilembah Nil
      melahirkan peradaban Mesir.



     Lokasi dan Marginal

                Kini dalam geografi terhadap tekanan pembicaraan banyak diletakkan pada
      situasi suatu tempat. Meskipun situs tak menguntungkan bagi suatu tempat. Mungkin
      situasinya membantunya untuk dapat maju, yang penting ialah adanya berbagai relasi
      keruangan (spatial relatiaons) yang dapat diciptakan antara tempat-tempat, jadi bukan
      model yang abstrak dari contoh VON THUNEN yang berasal dari usaha pertanian itu.



     Teori Lokasi

                Didalam geografi kedudukan teori lokasi itu penting, khususnya dalam
      penerapannya di bidang telaah geografi ekonomi. Juga para ekonomi memafaatkan
      bahkan mengembangkan lanjut teori lokasi yang berasal dari geografi itu, Untuk
      diterapkan dalam bidang ekonomi keruangan (spatial economics). Inti dari teori
      normative tentang lokasi yang optimal dan proyek-proyek kegiatan manusia seperti
      pabrik.

								
To top