PENINGKATAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA POKOK MATERI

Document Sample
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA POKOK MATERI Powered By Docstoc
					PENINGKATAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA POKOK
MATERI SISTEM KOLOID DENGAN MODEL BAKULIKAN DI KELAS
XI SEMESTER 2 SMA NEGERI 1 PECANGAAN KABUPATEN JEPARA
                  TAHUN AJARAN 2006/2007




                            SKRIPSI


        Diajukan Dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata 1
            Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan




                             Oleh :
                          Noor Rifaan
                        NIM 4031403017




                       JURUSAN KIMIA
  FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
             UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                              2007



                                i
                       PERSETUJUAN PEMBIMBING



Skripsi ini dinyatakan telah siap diajukan di sidang panitia ujian skripsi Jurusan

Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri

Semarang



                                                    Semarang,

Pembimbing I                                        Pembimbing II




Dr. Siti Sundari Miswadi, M.Si.                     Ir. Winarni, M.Si.

NIP. 130812915                                      NIP. 130529508




                                        ii
                        HALAMAN PENGESAHAN



Telah dipertahankan di siding panitia ujian skripsi Jurusan Kimia Fakultas

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, pada :

             Hari           :

             Tanggal        :

                                 Panitia Ujian

Ketua                                            Sekretaris




Drs. Kasmadi Imam S.,M.S                         Drs. Sigit Priatmoko, M.Si.

NIP. 130781011                                   NIP. 131965839

Penguji I,                                       Penguji II,




Drs. Kusoro Siadi, M.Si.                         Ir. Winarni, M.Si.

NIP. 130515772                                   NIP. 130529508

                                  Penguji III,




                       Dr. Siti Sundari Miswadi, M.Si.

                                NIP. 130812915




                                      iii
                                PERNYATAAN



Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini adalah benar-benar hasil

karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau

seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini

dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.




                                                     Semarang,

                                                     Yang menyatakan




                                                     Noor Rifaan




                                        iv
                         MOTTO DAN PERSEMBAHAN


Motto :

   1. Lakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya dan lakukan hanya untuk

          mengharap ridho Allah SWT

   2. Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu

   3. Sesungguhnya dalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan



Special for :

   1. Bapak dan Ibu tercinta, atas segala pengorbanan, kasih sayang dan

          dukungan yang tidak ternilai

   2. Pak Setyawan, Pak Usep, Pak Idris, Pak Hasan yang telah membina dan

          memberikan pencerahan dalam menjalani hidup

   3. Untuk adikku Nur, Indah dan Rin yang tersayang yang selalu memberikan

          motivasi dan dukungan

   4. Bajuri, Lukman, Shin’an, Sukron, Anggit, Dahlan, Rio, Tri, Asep, Mas

          Arief dan temen-temen se perjuangan yang lain

   5. Temen-temen ku pendidikan kimia 2003 A

   6. Adik-adiku di kimia




                                         v
                            KATA PENGANTAR



       Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang dengan ridho-Nya penulis dapat

menyusun dan menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peningkatan Kreativitas

dan Hasil Belajar Kimia Pokok Materi Sistem Koloid dengan Model Bakulikan

di Kelas XI Semester 2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara Tahun

Ajaran 2006/2007”

       Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menyadari bahwa banyak pihak

yang mendukung sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Hanya ucapan terima

kasih dan doa yang dapat penulis sampaikan kepada pihak-pihak yang telah

membantu pembuatan skripsi ini, yaitu kepada :

   1. Rektor Universitas Negeri Semarang

   2. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas

       Negeri Semarang yang telah memberikan ijin penelitian

   3. Ketua Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

   4. Dr. Siti Sundari Miswadi, M.Si. sebagai pembimbing utama, yang telah

       menuntun, membimbing dan memberi pengarahan yang sangat berguna

       dalam penyusunan skripsi ini

   5. Ir. Winarni, M.Si. selaku pembimbing pendamping, yang telah

       memberikan arahan, bimbingan dalam penyelesaian skripsi ini

   6. Kepala SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara yang telah

       memberikan ijin penelitian




                                      vi
7. Nur Kholis, S.Pd. sebagai guru mitra yang telah memberikan waktu dan

   kerjasamanya selama penelitian

Akhirnya penulis berharap semoga karya ini bermanfaat bagi kemajuan

pendidikan khususnya dalam pengembangan pendidikan kimia.




                                                            Penulis




                                    vii
                                      SARI


Rifaan, Noor. 2007. “Peningkatan Kreativitas dan Hasil Belajar Kimia Pokok
       Materi Sistem Koloid dengan Model Bakulikan di Kelas XI Semester 2
       SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara Tahun Ajaran 2006/2007”.
       Skripsi Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
       Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dr. Siti Sundari Miswadi,
       M.Si., Pembimbing II Ir. Winarni, M.Si.


        Siswa SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara khususnya kelas XI
IA2, pada ulangan blok I hanya mencapai ketuntasan belajar kimia sebesar
46,51% siswa. Sehingga tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui
peningkatan hasil belajar dan kreativitas siswa SMA Negeri 1 Pecangaan
Kabupaten Jepara setelah menggunakan model Bakulikan (Baca, Diskusi, Lihat
dan Lakukan). Model Bakulikan adalah model pembelajaran yang
menggabungkan 4 pola kegiatan yaitu membaca, diskusi, melihat dan melakukan.
        Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri 3 siklus.
Masing-masing siklus meliputi kegiatan perencanaan, tindakan, pengamatan dan
refleksi. Adapun fokus dalam penelitian adalah hasil belajar dan kreativitas siswa
kelas XI IA2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara tahun ajaran
2006/2007. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes
akhir siklus dan angket. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, rata-rata hasil
belajar siswa pada siklus I adalah 73,56, pada siklus II adalah 74,89 dan pada
siklus III adalah 81,55. Sehingga dalam persentase ketuntasan hasil belajar pada
siklus I adalah 79,07 %, pada siklus II naik menjadi 86,05 % dan pada siklus III
meningkat lagi menjadi 95,35 %. Sedangkan kreativitas siswa juga mengalami
peningkatan yaitu 51,72 % pada siklus I naik menjadi 60,56 % pada siklus II dan
meningkat lagi pada siklus III menjadi 70,14%.
        Berdasarkan pembahasan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa
model Bakulikan dapat meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa. Saran
yang diajukan adalah model Bakulikan dapat digunakan oleh guru dalam
pembelajaran.


Kata kunci : kreativitas, hasil belajar, model Bakulikan




                                        viii
                                   ABSTRACT

Rifaan, Noor. 2007. ”Improvement of creativity and study result of chemistry
       mainly the material about colloid system through Bakulikan model’s in XI
       IA grade the second semester of First State Senior High School of
       Pecangaan Jepara in the academic year 2006 / 2007.” The mini thesis of
       Chemistry Department, Mathematic And Scientific Faculty, Semarang
       State University. First advisor Dr. Siti Sundari Miswadi, M.Si., the second
       advisor Ir. Winarni, M.Si.


        The students of First State Senior High School of Pecangaan, especially XI
IA2 grade who only finished of study is 46,51 %. The purpose of writting this
final project is to study the improvement of creativity and study result of students
of First State Senior High School of Pecangaan Jepara by implementing
Bakulikan model’s. Bakulikan model’s is one of learning model’s, it is
combinate of four activities, reading, discussion, watching and doing.
        This study is include action class study that contain three cycles. Each
cycles covers planning activities, action, observation and reflection. Late on the
concern of the study is the creativity and study result of students of XI IA2 grade
First State Senior High School of Pecangaan Jepara academic year 2006 / 2007.
The methods of collecting data in this study is observation, test of final cycles and
questionnaire. Result know that, the average of students learning result on the first
cycle is 73,56, on the second cycle is 74,89 and on the third cycle is 81,55. the
completing of study result which is reached on the first cycle is 79,07 %, then on
the second cycle increased become 86,05 % and get increased again on the third
cycle become 95,35%. While the students creativity result is also increased from
51,72 % on the first cycle, become 60,56 % on the second cycle, and 70,14 % on
the third cycle.
        Describe the discussion of the study, concluded that Bakulikan model’s
can improve creativity and study result of students. Then the object, which is
purposed is chemistry learning and Bakulikan model’s, must be done by the
teacher as one of various learning.


Key words : study result, creativity, Bakulikan model’s




                                         ix
                                              DAFTAR ISI


                                                                                                     Halaman

HALAMAN JUDUL ……………………………………………………….                                                                       i

PERSETUJUAN PEMBIMBING…………………………………………... ii

HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………                                                                       iii

PERNYATAAN…………………………………………………………….                                                                         iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN………………………………………….                                                                     v

KATA PENGANTAR………………………………………………………                                                                        vi

SARI………………………………………………………………………… vii

ABSTRACT………………………………………………………………...                                                                        ix

DAFTAR ISI………………………………………………………………... x

DAFTAR TABEL…………………………………………………………... xiii

DAFTAR GAMBAR………………………………………………………..                                                                       xiv

DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………... xv

BAB I PENDAHULUAN
    A. Latar Belakang Masalah....................................................................          1
    B. Identifikasi Masalah..........................................................................      5
    C. Permasalahan.....................................................................................   6
    D. Tujuan Penelitian..............................................................................     6
    E. Manfaat Penelitian.............................................................................     6
    F. Penegasan Istilah................................................................................   7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
    A. Tinjauan Tentang Belajar..................................................................          8
    B. Tinjauan Tentang Kreativitas............................................................            13
    C. Kerucut Pengalaman Belajar.............................................................             22
    D. Tinjauan Tentang Bakulikan............................................................              23
    E. Tinjauan Tentang Materi Koloid.......................................................               24



                                                       x
       B. Hipotesis............................................................................................   34

BAB III METODE PENELITIAN
    A. Lokasi dan Subyek Penelitian...........................................................                    35
    B. Fokus Penelitian................................................................................           35
    C. Rancangan Penelitian........................................................................               36
    D. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas.................................................                        38
    E. Tolok Ukur Keberhasilan..................................................................                  41
    F. Teknik Pengumpulan Data.................................................................                   42
    G. Perangkat Penelitian..........................................................................             43
    H. Analisis Data Penelitian....................................................................               49

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
    A. Hasil Penelitian…………………………………………………….                                                                      51
        1. Kondisi awal…………………………………………………...                                                                     51
        2. Hasil penelitian…………………………………………………                                                                    52
    B. Pembahasan………………………………………………………...                                                                         62

BAB V SIMPULAN DAN SARAN
    A. Simpulan…………………………………………………………...                                                                          73
    B. Saran………………………………………………………………..                                                                            73

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….                                                                              75

LAMPIRAN………………………………………………………………… 77




                                                          xi
                                             DAFTAR TABEL

Tabel                                                                                                      Halaman

1     Perbedaan antara larutan sejati, koloid dan suspensi kasar.................... 25

2     Pembagian sistem koloid.......................................................................             26

3     Perbedaan sol hidrofil dan sol hidrofob.................................................                   31

4     Nilai hasil belajar siswa siklus I, II, dan III pada pokok materi sistem
      koloid dengan model Bakulikan pada siswa kelas XI.IA2 SMA
      Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara.................................................. 54

5     Nilai psikomotorik siswa ke-1 dan ke-2 pada pokok materi sistem
      koloid dengan model Bakulikan pada siswa kelas XI.IA2 SMA
      Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara.................................................. 55

6     Hasil observasi pelaksanaan tindakan guru siklus I, II dan III pada
      pokok materi sistem koloid dengan model Bakulikan pada siswa
      kelas XI.IA2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara................... 57

7     Hasil observasi kreativitas siswa siklus I, II, dan III pada pokok
      materi sistem koloid dengan model Bakulikan pada siswa kelas
      XI.IA2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara............................ 58

8     Hasil perhitungan peningkatan kreativitas siswa dari siklus I ke siklus
      II pada pokok materi sitem koloid dengan model Bakulikan pada
      siswa kelas XI.IA 2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten
      Jepara...................................................................................................... 59

9     Hasil perhitungan peningkatan kreativitas siswa dari siklus II ke
      siklus III pada pokok materi sitem koloid dengan model Bakulikan
      pada siswa kelas XI.IA 2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten
      Jepara...................................................................................................... 60

10 Hasil kuesioner tentang tanggapan siswa siklus I, II dan III pada
   pokok materi sistem koloid dengan model Bakulikan pada siswa
   kelas XI IA2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten
   Jepara...................................................................................................... 61




                                                          xii
                                    DAFTAR GAMBAR

Gambar                                                                                     Halaman

1   Kerucut pengalaman belajar……………………………………………... 22

2   Prosedur kerja penelitian tindakan kelas....................................................   37

3   Diagram peningkatan rata-rata hasil belajar siswa………………………. 71

4   Diagram peningkatan persentase siswa yang tuntas belajar……………... 71

5   Diagram peningkatan persentase kreativitas siswa………………………                                      72




                                                xiii
                                            DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran                                                                                                          Halaman

1      Jadwal pelaksanaan penelitian tindakan kelas..........................................                             77

2      Hasil ulangan blok I semester II...............................................................                    78

3      Rencana pembelajaran..............................................................................                 79

4      Kisi-kisi uji soal uji coba pokok materi sistem koloid.............................. 101

5      Soal-soal uji coba ..................................................................................... 104

6      Analisis validitas, daya pembeda, tingkat kesukaran dan reabilitas

       soal............................................................................................................   116

7      Kisi-kisi soal siklus I................................................................................. 127

8      Kisi-kisi soal siklus II...............................................................................            129

9      Kisi-kisi soal siklus III.............................................................................. 130

10 Soal siklus I............................................................................................... 131

11 Soal siklus II.............................................................................................            135

12 Soal siklus III............................................................................................            139

13 Hasil belajar siswa siklus I........................................................................ 143

14 Hasil belajar siswa siklus II......................................................................                    144

15 Hasil belajar siswa siklus III..................................................................... 145

16 Rekapitulasi nilai evaluasi siklus I, II dan III...........................................                            146

17 Daftar nilai psikomotorik ke-1.................................................................. 147

18 Daftar nilai psikomotorik ke-2.................................................................. 149

19 Analisis psikomotorik ke-1....................................................................... 151

20 Analisis psikomotorik ke-2....................................................................... 152




                                                             xiv
21 Lembar observasi siswa...........................................................................   153

22 Lembar observasi kreativitas siswa siklus I.............................................. 154

23 Lembar observasi kreativitas siswa siklus II............................................            155

24 Lembar observasi kreativitas siswa siklus III...........................................            156

25 Uji Wilcoxon peningkatan kreativitas siklus I ke siklus II....................... 157

26 Uji Wilcoxon peningkatan kreativitas siklus II ke siklus III....................                    159

27 Lembar kuesioner tanggapan siswa..........................................................          161

28 Lembar hasil kuesioner tanggapan siswa.................................................. 162

29 Lembar observasi kinerja guru siklus I..................................................... 163

30 Lembar observasi kinerja guru siklus II...................................................          165

31 Lembar observasi kinerja guru siklus III..................................................          166




                                                    xv
                                                                             1




                                    BAB I

                              PENDAHULUAN



A. Latar Belakang Masalah

       Pendidikan adalah salah satu faktor penting dalam pembangunan suatu

   bangsa. Untuk mencapai pembangunan peradaban sesuai dengan yang

   diinginkan, maka perlu diperhatikan pula mutu pendidikan, sehingga akan

   dihasilkan generasi muda yang berkualitas dan mampu mengemban tugas

   untuk pembangunan bangsa. Seiring dengan waktu, sudah pasti akan terjadi

   perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang sangat pesat.

   Hal ini tentu menuntut suatu bangsa dapat bersaing dalam IPTEK agar tidak

   tertinggal dengan bangsa lain.

       Perkembangan IPTEK ini mendorong para pelaku pendidikan terutama

   guru untuk bekerja keras sehingga dapat mengembangkan suatu metode

   pembelajaran, yang akan mempermudah siswa memahami pelajaran. Dalam

   proses pembelajaran harus terjadi interaksi dua arah antara guru dan siswa,

   sehingga proses pembelajaran yang terjadi lebih interaktif. Di dalam proses

   pembelajaran, guru juga harus bisa meningkatkan kreativitas siswa.

   Kreativitas dapat terjadi selama proses pembelajaran ataupun setelah terjadi

   proses pembelajaran. Kreativitas yang terjadi selama proses pembelajaran

   yang disebut dengan ketrampilan proses menurut Renzulli dalam Munandar

   (1999), dapat dilihat dari beberapa indikator, diantaranya rasa ingin tahu

   sehingga membuat siswa mengajukan pertanyaan, kemampuan menyampaikan

                                    1
                                                                                2




pendapat atau gagasan terhadap suatu masalah, sedangkan kreativitas yang

terjadi setelah proses pembelajaran yang disebut dengan kreativitas produk

menurut Renzulli dapat dilihat dari kemampuan siswa untuk membuat produk

dari apa yang telah dipelajari (Nugroho dkk, 2005 : 2).

     Banyak upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan

belajar pada masa sekarang dan banyak pula metode yang telah

dikembangkan, seperti student achieve learning, quantum learning, quantum

teaching dan accelerated learning. Semua metode tersebut digunakan dalam

rangka revolusi belajar yang melibatkan guru dan siswa sebagai satu kesatuan

yang mempunyai hubungan timbal balik, yaitu keduanya saling berinteraksi,

baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa. Peran guru adalah

sebagai fasilitator / pengajar, sedangkan siswa adalah individu yang belajar.

     Belajar dengan kesan yang membahagiakan, kesenangan akan lebih

mudah untuk diingat atau dimengerti (Bobbi dan Miecke, 2003 : 21). Salah

satu yang membuat rasa senang adalah ketika siswa mampu memahami

pelajarannya   sehingga    dapat   menyelesaikan    soal-soal   dengan    tepat,

mempunyai kesempatan lebih untuk berekspresi menggunakan seluruh

potensi, pelajaran memuaskan, menantang dan mendapat kesempatan untuk

membuat keputusan (Bobbi dan Miecke, 2003 : 21).

     Kurikulum yang diberlakukan sekarang menyatakan bahwa keberhasilan

proses belajar mengajar tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir saja, akan

tetapi proses pembelajarannya juga diperhatikan. Dalam penerapan kurikulum

berbasis kompetensi ini, guru dituntut untuk dapat menyampaikan materi tidak
                                                                            3




hanya dalam bentuk hafalan–hafalan, melainkan harus menanamkan

pemahaman yang mendalam kepada siswanya, yang pada akhirnya siswa

dapat memahami dan mengembangkan apa yang telah diperolehnya. Salah

satu model pembelajaran     yang dapat digunakan adalah model Bakulikan

(baca, diskusi, lihat dan lakukan), yang diharapkan mampu meningkatkan

kualitas pendidikan baik dalam prestasi belajar maupun peningkatan

kreativitas dalam diri siswa (Nugroho dkk, 2005 : 2).

       Dalam model Bakulikan, siswa diarahkan untuk menyiapkan diri, yaitu

dengan membaca terlebih dahulu sebelum terjadinya proses pembelajaran,

yang     kemudian    diharapkan   memunculkan      kreativitas   siswa   yaitu

memunculkan rasa ingin tahu siswa sehingga pada proses pembelajaran akan

terjadi diskusi dan siswa bisa menyampaikan pendapat atau gagasan terhadap

suatu masalah. Dalam model Bakulikan siswa diarahkan agar dapat

menghubungkan materi yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari, yaitu

dengan melihat contoh atau kejadian yang terjadi di lingkungan sekitar,

kemudian siswa juga diarahkan bisa mempraktekkan apa yang telah dipelajari

dengan melakukan atau membuat produk.

       Berdasarkan observasi awal yang telah penulis lakukan, proses

pembelajaran kimia yang diterapkan di kelas XI SMA Negeri 1 Pecangaan

Kabupaten Jepara masih belum kondusif. Terlihat dari siswa yang kurang

memperhatikan guru pada saat menjelaskan pelajaran, misalnya dengan

berbicara dengan teman sebangku, mengerjakan tugas mata pelajaran lain.

Interaksi guru dengan siswa tidak berjalan dengan baik. Ketika guru
                                                                           4




memberikan pertanyaan kepada siswa, siswa hanya terdiam dan tidak

menjawab. Siswa tidak terbiasa bertanya atau memberikan pendapat. Ketika

siswa diberi tugas untuk mengerjakan soal yang ada di buku, siswa banyak

yang tidak mengerjakan dan bicara dengan teman. Dari observasi awal ini

menunjukkan bahwa kreativitas siswa dalam proses pembelajaran masih

kurang.

    Dari data yang diperoleh ternyata siswa yang telah mencapai ketuntasan

nilai atau mendapatkan nilai lebih atau sama dengan 65 masih kurang dari

85% dari jumlah siswa secara keseluruhan, jadi bisa dikatakan bahwa belum

semua siswa tuntas pada pelajaran kimia (Mulyasa, 2003).

    Mengingat pentingnya proses pembelajaran kimia sebagai langkah untuk

meningkatkan prestasi belajar siswa, maka kelemahan-kelemahan proses

pembelajaran harus diperbaiki. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian

tindakan kelas.

    Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka peneliti ingin meneliti

pengaruh pendekatan model Bakulikan terhadap peningkatan kreativitas dan

hasil belajar siswa dengan mengambil judul “ Peningkatan Kreativitas dan

Hasil Belajar Kimia Pokok Materi Sistem Koloid Dengan Model

Bakulikan di Kelas XI Semester 2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten

Jepara Tahun Ajaran 2006/2007”.
                                                                              5




B. Identifikasi Masalah

        Sebelum dipilih model atau pendekatan proses pembelajaran, terlebih

   dahulu dilakukan identifikasi masalah menyangkut proses pembelajaran

   kimia. Adapun masalah-masalah yang ada antara lain:

   1. Semangat belajar siswa kurang dalam mengikuti pelajaran kimia, karena

      guru lebih sering menggunakan metode ceramah selama proses

      pembelajaran berlangsung

   2. Komunikasi masih searah, interaksi kurang

   3. Siswa bersikap kurang aktif selama proses pembelajaran berlangsung

   4. Tidak terjadinya diskusi, baik antara guru dengan siswa ataupun siswa

      dengan siswa, siswa jarang bertanya ataupun menyampaikan pendapat atau

      gagasan terhadap suatu masalah

   5. Hasil belajar kimia kurang menggembirakan, yaitu hanya 46,51% siswa

      yang tuntas belajar

   6. Metode pembelajaran kimia yang diberikan kurang bervariasi, sehingga

      siswa kurang termotivasi untuk belajar

   7. Kegiatan praktikum yang selama ini dilaksanakan belum menuntun siswa

      untuk lebih berkreasi menggunakan keterampilan yang diperoleh untuk

      dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-harinya.

        Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, akar permasalahan yang utama

   adalah metode pembelajaran yang diterapkan guru kurang optimal selama

   proses   pembelajaran.    Guru    tidak     mengembangkan   metode      untuk

   meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa.
                                                                            6




C. Permasalahan

       Permasalahan yang timbul dalam penelitian tindakan kelas ini adalah

   kurangnya kreativitas dan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1

   Pecangaan Kabupaten Jepara. Apakah pembelajaran melalui model Bakulikan

   dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar kimia pokok materi sistem

   sistem koloid pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten

   Jepara tahun ajaran 2006/2007?



D. Tujuan Penelitian

       Tujuan yang ingin dicapai adalah :

   1. Untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa kelas XI SMA Negeri 1

      Pecangaan Kabupaten Jepara setelah menggunakan model Bakulikan

   2. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1

      Pecangaan Kabupaten Jepara pada pokok materi sistem sistem koloid

      setelah menggunakan model Bakulikan.



E. Manfaat Penelitian

       Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini, antara lain :

   1. Bagi siswa, dapat meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa

   2. Bagi guru, sebagai bahan pertimbangan dan informasi dalam memilih

      pendekatan belajar yang efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan

      kreativitas dan hasil belajar kimia siswa
                                                                              7




   3. Bagi sekolah, memberikan perbaikan kondisi pembelajaran, sehingga

      dapat membantu menciptakan panduan pembelajaran bagi mata pelajaran

      lain dan bahan pertimbangan dalam membuat keputusan metode

      pembelajaran yang akan diterapkan untuk perbaikan.



F. Penegasan Istilah

   1. Model Bakulikan

      Model Bakulikan adalah model pembelajaran yang menggunakan

      kombinasi dari beberapa kegiatan yaitu membaca, diskusi, melihat dan

      melakukan (Nugroho dkk, 2005 : 2).

   2. Kreativitas

      Kreativitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mencari cara

      pemecahan baru terhadap suatu masalah (Suriasumantri, 2003:268),

      sedangkan kreativitas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002)

      adalah kemampuan untuk mencipta; daya cipta; perihal berkreasi;

      kekreatifan.

   3. Hasil belajar

      Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku yang diperoleh

      pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar (Catharina, 2004: 4). Jadi

      yang dimaksud hasil belajar menurut peneliti adalah hasil belajar kognitif

      dan psikomotor yang diperoleh siswa setelah belajar.
                                                                           8




                               BAB II

                       TINJAUAN PUSTAKA



A. Tinjauan Tentang Belajar

   1. Pengertian belajar

           Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku

      manusia dan ia mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan

      dikerjakan (Catharina, 2004: 2). Belajar memegang peranan penting

      dalam perkembangan, kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian

      dan bahkan persepsi manusia, oleh karena itu dengan menguasai

      prinsip-prinsip dasar tentang belajar, seseorang mampu memahami

      bahwa aktivitas belajar itu memegang peranan penting dalam proses

      psikologis.

           Keberhasilan proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dengan

      hasil belajar. Banyak ahli di bidang pendidikan yang mencoba

      memberikan definisi ataupun pengertian belajar ditinjau dari berbagai

      aspek sehingga muncul berbagai pengertian belajarnya, diantaranya:

      a. Gagne dan Berliner, menyatakan bahwa belajar merupakan proses

          dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil dari

          pengalaman

      b. Winkel, menerangkan bahwa belajar pada manusia dirumuskan

          sebagai suatu aktivitas mental / psikis yang berlangsung dalam

          interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-

                                8
                                                                        9




   perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, dan nilai

   sikap. Perubahan itu bersifat secara relatif konstan dan berbekas

c. Slavin, menyatakan belajar merupakan perubahan individu yang

   disebabkan oleh pengalaman (Catharina, 2004:12).

Berdasarkan ketiga pengertian tersebut tampak bahwa tentang belajar

mengandung tiga unsur utama, yaitu :

a. Belajar berkaitan dengan perubahan perilaku untuk mengukur

   bahwa seseorang telah belajar, maka diperlukan perbandingan

   antara perilaku sebelum dan setelah mengalami kegiatan belajar.

   Apabila terjadi perubahan perilaku, maka dapat disimpulkan bahwa

   seseorang telah belajar. Perilaku tersebut dapat diwujudkan dalam

   bentuk perilaku tertentu, seperti menulis, membaca, baik yang

   dilakukan secara sendiri-sendiri atau kombinasi dari berbagai

   tindakan

b. Perubahan perilaku itu terjadi karena didahului oleh proses

   pengalaman.     Perubahan    perilaku       karena   pertumbuhan    dan

   kematangan fisik, seperti tinggi dan berat badan, dan kekuatan

   fisik tidak disebut sebagai hasil belajar

c. Perubahan perilaku karena belajar bersifat relatif tetap. Lamanya

   perubahan perilaku yang terjadi pada diri seseorang adalah sukar

   untuk diukur. Biasanya perubahan perilaku dapat berlangsung

   selama satu hari, satu minggu, satu bulan, atau bahkan bertahun-

   tahun.
                                                                            10




          Berdasarkan berbagai penjelasan mengenai belajar, dapat

   disimpulkan, bahwa belajar dalam arti umum adalah segala aktivitas

   individu yang dapat menimbulkan perubahan tingkah laku pada diri

   individu tersebut. Aktivitas ini dapat berupa latihan maupun

   pengalaman dalam situasi tertentu dimana tingkah laku yang

   mengalami perubahan itu menyangkut banyak aspek (Catharina, 2004 :

   13).



2. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar

          Banyak    faktor   yang   mempengaruhi      hasil    belajar   siswa,

   diantaranya adalah faktor yang berasal dari dalam siswa itu sendiri

   atau internal, dan yang berasal dari luar atau eksternal.

          Faktor internal misalnya berupa nilai-nilai atau keyakinan, yaitu :

   a. Interaksi yang mencakup pengetahuan, misalnya               pengalaman

      terhadap sesuatu yang diperoleh dari membaca

   b. Kemampuan menangkap permainan, simulasi dan simbol

   c. Belajar untuk berketerampilan, misalnya kemampuan menghafal,

      membaca, menulis, mencatat, kreativitas, cara belajar, komunikasi

      dan hubungan.
                                                                      11




   Faktor yang berasal dari luar individu, misalnya:

   a. Lingkungan yang positif, santai, aman, menggembirakan akan

       sangat mendukung kelancaran proses belajar mengajar

   b. Kondisi siswa, setiap individu sebenarnya sudah terdapat

       kemampuan masing-masing yang antara satu dan yang lainnya

       berbeda, oleh karenanya diperlukan gerakan terobosan, perubahan

       keadaan, permainan-permainan dan partisipasi untuk membangun

       individu

   c. Saat berlangsungnya proses pembelajaran, akan lebih baik apabila

       diciptakan suasana yang nyaman, seperti cukup penerangan dan

       menarik perhatian.



3. Hasil belajar

        Menurut Sudjana (1989 : 162), perubahan sebagai hasil proses

   belajar ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti perubahan

   pengetahuan, penalaran, sikap dan tingkah laku, keterampilan dan

   kecakapan, kebiasaan serta perubahan aspek-aspek lain dalam diri

   individu yang belajar.

   Perubahan tingkah laku dikatakan sebagai hasil belajar, apabila:

   a. Hasil belajar sebagai pencapaian tujuan menekankan pentingnya

       tujuan mengajar.

             Ketegasan dalam menetapkan tujuan akan memberikan arah

       yang jelas pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Tujuan
                                                                      12




   pembelajaran      merupakan         rumusan   pertanyaan     mengenai

   kemampuan atau tingkah laku yang diharapkan dikuasai oleh siswa

   setelah     mengikuti    pelajaran.     Tingkat   pencapaian    tujuan

   menunjukkan kualitas pembelajaran

b. Hasil belajar merupakan proses kegiatan belajar yang disadari.

          Siswa yang terkreativitas akan menunjukkan belajar dengan

   penuh kesadaran, kesungguhan, tidak ada paksaan untuk

   memperoleh tingkat penguasaan pengetahuan. Disamping itu

   motivasi sangat berpengaruh terhadap pengetahuan dan konsentrasi

   siswa pada pelajaran

c. Hasil belajar sebagai proses latihan.

          Latihan-latihan adalah suatu pengulangan atau tindakan

   sebagai respon terhadap rangsangan dari luar, dalam rangka

   memperoleh kemampuan baru untuk bertindak. Latihan merupakan

   proses belajar yang disadari oleh pelakunya

d. Hasil belajar merupakan tindak-tanduk yang berfungsi dalam kurun

   waktu tertentu atau hasil belajar yang bersifat permanen.

          Memberikan       informasi     mengenai    tingkat   penguasaan

   pelajaran yang diberikan selama proses pembelajaran yang

   dilangsungkan, digunakan alat ukur berupa tes dalam suatu proses

   evaluasi.
                                                                            13




B. Tinjauan Tentang Kreativitas

        Setiap orang     memang dilahirkan dengan berbagai bakat yang

   berbeda-beda. Bakat adalah kemampuan yang merupakan sesuatu yang

   “inherent” dalam diri seseorang, dibawa sejak lahir dan terkait dengan

   struktur otak. Secara genetik struktur otak memang telah terbentuk sejak

   lahir, tetapi berfungsinya otak sangat ditentukan oleh caranya lingkungan

   berinteraksi dengan sesama (Semiawan, 1997: 11). Perhatian terhadap

   kreativitas sebagai salah satu dimensi keberbakatan tidak bisa terlepas dari

   dinamika proses pengembangan.

   1. Hakikat kreativitas

            Menurut Hamalik (2001 : 179), salah satu tafsiran tentang

      hakikat kreativitas dikemukakan oleh Ausubel sebagai berikut :

            Seseorang yang kreatif adalah yang memiliki kemampuan

      kapasitas pemahaman, sensitivitas dan apresiasi, yang dapat dikatakan

      melebihi dari seseorang yang intelegen.

            Aspek khusus berpikir kreatif adalah berpikir devergen, yang

      memiliki ciri-ciri : fleksibilitas, originalitas dan fluency (keluwesan,

      keaslian   dan    kuantitas   output).    Fleksibilitas   menggambarkan

      keragaman ungkapan atau sambutan terhadap suatu stimulasi, misalnya

      siswa ditugaskan mengkonstruksi ungkapan-ungkapan dari kata

      rumah. Bila sambutannya hanya menunjuk pada jenis-jenis rumah,

      maka ditafsirkan kurang kreatif, sedangkan yang menunjukkan pada

      jenis rumah, lokasi, pemilik, bangunan dan harga rumah, keragaman
                                                                      14




   sangat luas, yang berarti berpikirnya lebih kreatif. Originalitas

   menunjukkan pada tingkat keaslian sejumlah gagasan, jawaban atau

   pendapat terhadap suatu masalah, kejadian dan gejala. Sedangkan

   fluency menunjukkan pada kuantitas output, lebih banyak jawaban

   berarti lebih kreatif.

         Berdasarkan eksperimen Maltzman, ternyata latihan (belajar)

   dapat menambah kreativitas, baik aspek keluwesannya, maupun aspek

   keaslian dan jumlah, dari jenjang yang rendah sampai pada jenjang

   yang tinggi. (Hamalik, 2001: 180).



2. Kreativitas dan pemecahan masalah

         Banyak pakar yang mendiskusikan kreativitas sebagai berpikir

   kreatif atau pemecahan masalah. Misalnya Torrance, mendefinisikan

   berpikir kreatif    sebagai proses penyadaran (sensing) adanya gap,

   gangguan atau unsur-unsur yang keliru, pembentukan gagasan atau

   hipotesis, pengujian hipotesis tersebut, pengkomunikasian hasil-hasil,

   mungkin juga pengujian kembali atau perbaikan hipotesis. Pakar lain

   (Cagne) mengemukakan bahwa kreativitas merupakan suatu bentuk

   pemecahan masalah yang melibatkan intuitive leaps, atau suatu

   kombinasi gagasan yang bersumber dari berbagai bidang pengetahuan

   yang terpisah secara luas. Kedua pandangan tersebut pada dasarnya

   sependapat, bahwa kreativitas merupakan suatu bentuk dan proses

   pemecahan masalah. (Hamalik, 2001 : 180)
                                                                      15




3. Prosedur pengembangan kreativitas

        Lebih lanjut Hamalik (2001: 180-182) mengembangkan prosedur

   kreativitas sebagai berikut :

   a. Mengklasifikasikan jenis masalah yang akan disajikan kepada

      siswa

              Membedakan antara masalah yang disajikan dan masalah

      yang ditemukan. Masalah yang disajikan berarti diberikan kepada

      siswa. Masalah yang ditemukan berarti masalah itu sudah ada,

      tetapi harus ditemukan sendiri oleh siswa. Membedakan antara

      metode pemecahan masalah yang diketahui dan yang tidak

      diketahui. Jika menggunakan skema klasifikasi, berpikir kreatif

      mulai dari masalah disajikan, tetapi metode penyelesaiannya tidak

      diketahui oleh siswa. Siswa harus menciptakan situasi suatu

      masalah dan penyelesaiannya tidak diketahui oleh siswa. Siswa

      harus menciptakan situasi suatu masalah dan menyelesaikannya

      sendiri secara aktif.

   b. Mengembangkan           dan   menggunakan   ketrampilan-ketrampilan

      pemecahan masalah

              Mengembangkan dan menggunakan teknik-teknik dan

      ketrampilan tertentu untuk memecahkan masalah secara kreatif.

      Teknik yang paling populer yaitu brainstorming. Setelah masalah

      disajikan, guru menugaskan siswa mengajukan sebanyak mungkin

      usul penyelesaian yang mereka pikirkan. Setelah gagasan-gagasan
                                                                      16




   penyelesaian didaftar, baru diadakan penilaian. Teknik itu

   merupakan bentuk asosiasi bebas yang sering digunakan dalam

   kelompok.

           Keterampilan    pemecahan        masalah   lain   yang   dapat

   digunakan adalah membaca kreatif (creative reading). Para siswa

   dapat diajar membaca kreatif dengan arahan dan dorongan untuk

   melaksanakan petunjuk-petunjuk yang telah diberikan.

c. Ganjaran bagi prestasi belajar kreatif

             Ada lima cara yang dilakukan oleh guru untuk

      mendorong dan memberikan ganjaran kepada siswa yang telah

      mencapai prestasi kreatif, yaitu sebagai berikut :

      1) Memperbaiki dengan bijaksana pertanyaan-pertanyaan siswa

          yang tidak lumrah

      2) Memperbaiki      dengan    bijaksana    gagasan-gagasan     dan

          penyelesaiannya yang tidak tepat

      3) Menunjukkan pada siswa bahwa gagasannya punya nilai

      4) Menunjukkan pada siswa dan memberikan penghargaan

          terhadap kegiatan belajar sendiri

      5) Menyediakan kesempatan pada siswa untuk belajar berpikir

          dan menemukan tanpa mengabaikan penilaian secara

          langsung.
                                                                          17




4. Kreativitas dengan pendekatan empat P

          Definisi tentang kreativitas begitu banyak, salah satu definisi

   adalah yang disajikan berikut ini adalah kreativitas empat P (person,

   proses, produk, press), sebagaimana yang tertulis dalam Munandar

   (1999 : 19-22).

   a. Definisi person (pribadi)

              Menurut Hulbeck (Munandar, 1999 : 20) creative action is

      an imposing of one’s own whole personality an enviroment in a

      unique and characteristic way, yang artinya tindakan kreatif

      muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi

      dengan lingkungannya.

              Definisi yang lebih baru tentang kreativitas diberikan dalam

      three-facet model of creativity oleh Sternberg (1988) dalam

      Munandar (1999 : 20), yaitu           “kreativitas” merupakan titik

      pertemuan yang khas antara tiga atribut psikologis : intelegensi,

      gaya kognitif dan kepribadian / motivasi. Bersama-sama ketiga seri

      dari   alam    pikiran     ini   membantu      memahami   apa     yang

      melatarbelakangi individu yang kreatif.

              Intelegensi      meliputi   terutama    kemampuan       verbal,

      pemikiran lancar, pengetahuan, perencanaan, perumusan masalah,

      penyusunan strategi, representasi mental, ketrampilan pengambilan

      keputusan dan keseimbangan serta intregasi intelektual secara

      umum.
                                                                  18




        Gaya kognitif atau intelektual dari pribadi yang kreatif

menunjukkan      kelonggaran     dari   keterikatan   pada   konvensi

menciptakan aturan sendiri, melakukan hal-hal dengan caranya

sendiri, menyukai masalah yang tidak terlalu terstruktur, senang

menulis, merancang, tertarik pada jabatan yang kreatif seperti

pengarang, scientist, artis atau arsitek.

        Dimensi kepribadian / kreativitas meliputi ciri-ciri seperti

fleksibilitas, toleransi terhadap ke”dwiartian”, dorongan untuk

berprestasi dan mendapat pengakuan, keuletan dalam menghadapi

rintangan dan pengambilan resiko yang moderat. Sepuluh ciri

pribadi yang kreatif antara lain : imajinatif, mempunyai prakarsa,

mempunyai minat luas, mandiri dalam berfikir, ingin tahu, senang

bertualang, penuh energi, percaya diri, bersedia mengambil resiko

serta berani dalam pendirian dan keyakinan.
                                                                19




b. Definisi proses

          Definisi proses yang terkenal adalah definisi Torrance

   dalam (Munandar, 1999 : 21) tentang kreativitas yang pada

   dasarnya menyerupai langkah-langkah dalam metode ilmiah yaitu :

   proses dari 1) menemukan kesulitan, masalah, gap di dalam

   informasi, unsur-unsur yang hilang, sesuatu yang diminta, 2)

   membuat ramalan dan merumuskan hipotesis, 3) mengevaluasi dan

   menguji ramalan dan hipotesis 4) kemungkinan merivisi dan

   melakukan tes ulang terhadap ramalan dan hipotesis tersebut, dan

   akhirnya 5) mengkomunikasikan hasil tersebut. Definisi Torrance

   ini meliputi seluruh proses kreatif dan ilmiah mulai dari

   menemukan masalah sampai dengan menyampaikan hasil.

          Adapun langkah-langkah kreatif menurut Wallas dalam

   (Munandar, 1999 : 21) yang sampai sekarang masih banyak

   diterapkan dalam pengembangan kreativitas, meliputi tahap

   persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi.

          Pada tahap pertama, seseorang mempersiapkan diri untuk

   memecahkan masalah dengan belajar berfikir, mencari jawaban,

   bertanya kepada orang lain dan sebagainya.

          Pada tahap kedua, kegiatan mencari dan menghimpun data /

   informasi tidak dilanjutkan. Tahap inkubasi adalah tahap dimana

   individu seakan-akan melepaskan diri untuk sementara dari

   masalah tersebut, dalam arti bahwa ia tidak memikirkan
                                                                    20




   masalahnya secara sadar tetapi “mengeramnya” dalam alam pra

   sadar. Sebagaimana nyata dari analisis biografi maupun dari

   laporan-laporan tokoh-tokoh seniman dan ilmuan, tahap ini penting

   artinya dalam proses timbulnya inspirasi yang merupakan titik

   mula dari suatu penemuan atau kreasi baru berasal dari daerah pra

   sadar atau timbul dalam keadaan ketidaksadaran penuh.

          Tahap iluminasi adalah tahap timbulnya insight atau Aha-

   erlebnis, saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru, serta proses-

   proses pikologis yang mengawali dan mengikuti munculnya

   inspirasi atau gagasan baru.

          Tahap verifikasi atau tahap evaluasi adalah tahap dimana

   ide atau kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas. Di sini

   diperlukan pemikiran kritis dan konvergen. Dengan perkataan lain

   proses Divergensi (pemikiran kreatif) harus diikuti oleh proses

   Konvergensi (pemikiran kritis).

c. Definisi produk

          Definisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan

   orisinalitas, seperti definisi dari Barron dalam (Munandar, 1999 :

   22) yang menyatakan bahwa “kreativitas adalah kemampuan untuk

   menghasilkan / menciptakan sesuatu yang baru”. Begitu pula

   menurut Haefele dalam (Munandar, 1999 : 22) “kreativitas adalah

   kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang

   mempunyai makna sosial”. Definisi Haefele ini menunjukkan
                                                                         21




   bahwa    tidak     keseluruhan   produk     itu   harus   baru,    tetapi

   kombinasinya. Unsur-unsurnya bisa saja sudah ada lama

   sebelumnya. Sebagai contoh, kursi dan roda sudah ada sejak lama

   berabad-abad, tetapi gagasan pertama untuk menggabung kursi dan

   roda untuk menjadi kursi roda merupakan gagasan yang kreatif.

   Definisi Haefele menekankan pula bahwa suatu produk kreatif

   tidak hanya harus baru tetapi diakui juga sebagai hal yang

   bermakna.

d. Definisi “press”

           Kategori keempat dari definisi dan pendekatan terhadap

   kreativitas menekankan faktor “press” atau dorongan, baik

   dorongan internal (dari diri sendiri berupa keinginan dan hasrat

   untuk mencipta dan bersibuk diri untuk kreatif) maupun dorongan

   eksternal dari lingkungan sosial psikologis.

           Definisi Simpson dalam (Munandar, 1999 : 22) merujuk

   pada    aspek    dorongan    internal,    yaitu   kemampuan       kreatif

   dirumuskan sebagai “ the initiative that one manifests by his power

   to break away from the usual sequence of thought”, yang artinya

   inisiatif dari seseorang untuk mematahkan atau menghilangkan

   urutan pemikiran orang umum. Mengenai “press” dari lingkungan,

   ada lingkungan yang tidak menghargai imaginasi dan fantasi dan

   menekankan kreativitas dan inovasi.
                                                                        22




C. Kerucut Pengalaman Belajar

       Kerucut pengalaman belajar mengatakan, bahwa siswa hanya akan

   menerima 10 % materi pelajaran yang dipelajari jika mereka hanya

   membaca, menerima 20 % materi pelajaran jika mereka membaca dan

   mendengar apa yang mereka pelajari, menerima 30 % materi pelajaran jika

   mereka langsung melihat objek yang dipelajari, menerima 50 % materi

   pelajaran jika mereka mendengar materi pelajaran yang disampaikan dan

   melihat langsung objek yang sedang dipelajari, menerima 70 % materi

   pelajaran jika mereka melakukan praktik tentang materi yang dipelajari

   dan 90 % dari apa yang mereka praktikkan dan mereka jelaskan sendiri

   (Supartono, 2006:7)




                                                     Membaca
                         10 %

                                                     Membaca dan
                         20 %                        mendengar

                                                     melihat
                         30 %

                                                     Mendengar dan
                         50 %                        melihat


                                                      Melakukan
                         70 %


                                                     Melakukan
                         90 %                        (praktikkan) dan
                                                     menjelaskan

    Gambar 1. Kerucut pengalaman belajar
                                                                        23




D. Tinjauan Tentang Bakulikan

       Dalam kegiatan mengajar sehari-hari dapat digunakan sejumlah

   strategi khusus yang dapat meningkatkan kreativitas. Salah satu strategi

   yang dapat digunakan adalah model Bakulikan.

       Dalam model Bakulikan, proses pembelajaran Kimia dipolakan

   menjadi empat langkah yaitu membaca (Ba), diskusi (Ku), melihat (Li),

   lakukan (Kan) (Nugroho dkk, 2005 : 2).

       Pada proses pembelajaran siswa selalu melakukan langkah seperti

   dibawah ini :

      1. Membaca

          Sebelum mulai pembelajaran, siswa diberi tugas untuk membaca

          materi yang akan disampaikan, sehingga dengan itu siswa akan

          lebih siap melakukan proses pembelajaran. Dengan membaca

          siswa akan memunculkan rasa ingin tahu sehingga pada proses

          pembelajaran akan lebih interaktif dengan proses terjadinya tanya

          jawab atau diskusi, sehingga proses pembelajaran yang terjadi

          adalah dua arah tidak hanya satu arah dari guru saja.

      2. Diskusi

          Setelah siswa membaca, maka siswa diajak untuk berdiskusi

          tentang materi yang telah dibacanya. Dengan diskusi ini proses

          pembelajaran akan lebih interaktif. Dalam diskusi, siswa dapat

          menyampaikan pendapat ataupun memberikan gagasan dan ide
                                                                         24




         terhadap suatu masalah. Sehingga dengan proses diskusi ini akan

         meningkatkan proses kreativitas siswa.

      3. Melihat

         Dalam pembelajaran siswa tidak hanya diberikan materi saja akan

         tetapi siswa juga harus diajak untuk melihat contoh-contoh ataupun

         penerapan tentang materi yang sedang dipelajari. Sehingga dengan

         mengajak      siswa   melihat   langsung   contoh-contoh   ataupun

         penerapan tentang materi yang sedang dipelajari maka siswa akan

         lebih lebih mudah mengingat tentang materi yang sedang mereka

         pelajari.

      4. Melakukan

         Suatu proses pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa

         melakukan langsung apa yang sedang mereka pelajari. Dengan

         melakukan praktik terhadap apa yang mereka pelajari selain lebih

         bermakna dan materi pelajaran mudah diingat juga dapat

         meningkatkan kemampuan psikomotorik siswa.



E. Tinjauan Tentang Materi Koloid

   1. Komponen dan pengelompokkan sistem sistem koloid

      a. Suspensi kasar, sistem sistem koloid dan larutan sejati

                     Sistem sistem koloid adalah pencampuran secara nyata

         antara dua zat atau lebih dimana zat yang jumlahnya sedikit disebut

         fasa terdispersi dan zat yang jumlahnya banyak disebut medium
                                                                               25




              pendispersi. Berdasarkan ukuran fasa terdispersinya sistem sistem

              koloid dapat dibagi menjadi 3 yaitu larutan sejati, sistem koloid

              dan suspensi kasar. Contoh larutan sejati antara lain campuran gula

              dengan air, larutan cuka, air laut dan larutan alkohol dalam air.

              Contoh sistem koloid antara lain campuran susu dengan air, kabut,

              asap, tinta dan mentega. Contoh suspensi kasar antara lain adalah

              campuran pasir dengan air, campuran kopi dengan air dan

              campuran tepung beras dalam air.

                       Perbedaan antara larutan sejati, sistem koloid dan

              suspensi kasar dapat dilihat pada tabel 1.

              Tabel 1. Perbedaan antara larutan sejati, sistem koloid dan suspensi

              kasar

Larutan sejati                Sistem koloid                 Suspensi kasar

- homogen                      - antara homogen dan         - heterogen

                                 heterogen

- jernih                       - tidak jernih               - tidak jernih

- satu fasa                    - dua fasa                   - dua fasa

- tidak dapat disaring         - dapat disaring dengan      - dapat disaring

                                 kertas saring ultra          dengan kertas

                                                              saring biasa

- stabil                       - pada umumnya stabil        - tidak stabil

- diameter partikel < 10-7     - diameter partikel 10-7-    - diameter partikel

cm                               10-5 cm                      >10-5 cm
                                                                                     26




        2. Jenis dan penggolongan sistem sistem koloid

                        Berdasarkan medium pendispersi ataupun fasa terdispersi

             dalam suatu sistem koloid, dibagi menjadi beberapa jenis. Fasa

             terdispersi maupun medium pendispersi dalam sistem koloid dapat

             berupa gas, cair atau padat. Namun campuran gas dengan tidak

             membentuk suatu sistem koloid.         Pembagian sistem sistem koloid

             dapat dilihat pada tabel 2.

                   Tabel 2. Pembagian sistem sistem koloid

No   Fase               Medium             Jenis        sistem Contoh

     terdispersi        pendispersi        koloid

1.   Padat              Gas                Aerosol Padat       Asap, debu di udara

2.   Padat              Cair               Sol                 Sol belerang, tinta, cat

3.   Padat              Padat              Sol Padat           Paduan logam

4.   Cair               Gas                Aerosol Cair        Kabut, awan, hair spray

5.   Cair               Cair               Emulsi              Susu, santan

6.   Cair               Padat              Emulsi Padat        Mutiara dan keju

7.   Gas                Cair               Buih                Buih sabun, putih telor

8.   Gas                Padat              Buih Padat          Karet busa, batu apung



        3. Sifat-sifat sistem koloid

                      Sistem sistem koloid mempunyai sifat-sifat yang khas tidak

             seperti pada larutan sejati atau suspensi kasar. Sifat-sifat sistem koloid

             itu antara lain:
                                                                    27




a. Efek Tyndall dan gerak Brown

              Sifat khas pada sistem sistem koloid adalah efek Tyndall

   dan     gerak     Brown.    Efek    Tyndal   merupakan     peristiwa

   penghamburan cahaya oleh sistem koloid. Contoh pengaruh adanya

   efek Tyndall adalah : sorot lampu proyektor di gedung bioskop

   akan tampak jelas ketika ada asap rokok, sorot lampu mobil

   dimalam hari yang berdebu. Gerak Brown merupakan gerak acak

   sistem koloid dalam medium pendispersinya karena adanya

   tumbukan antar sistem koloid. Hal ini yang menyebabkan sistem

   sistem koloid tidak mudah mengendap.

b. Muatan listrik pada sistem koloid

              Adanya muatan listrik pada sistem sistem koloid

   menyebabkan sifat-sifat berikut:

   1) Elektroforesis

                   Elektroforesis adalah gerakan sistem koloid dibawah

         pengaruh medan listrik. Partikel-sistem koloid dapat bermuatan

         listrik karena terjadi penyerapan ion pada permukaan sistem

         koloid. Kegunaan sifat ini untuk menentukan muatan sistem

         koloid, memproduksi barang industri yang terbuat dari bahan

         karet dan untuk mengurangi zat pencemar udara. Elektroforesis

         dapat digunakan untuk mendeteksi muatan sistem koloid. Jika

         sistem koloid berkumpul di elektroda positif berarti sistem

         koloid bermuatan negatif dan jika sistem koloid berkumpul di
                                                                        28




   elektroda negatif berarti sistem koloid bermuatan positif.

   Prinsip elektroforesis digunakan untuk membersihkan asap

   dalam suatu industri dengan alat Cottrell.

2) Adsorpsi

              Adsorpsi merupakan proses penyerapan sustu zat

   dipermukaan sistem koloid. Zat yang diserap disebut fase

   terserap dan zat yang menyerap disebut adsorben. Pemanfaatan

   sifat adsorpsi sistem koloid antara lain untuk penyembuhan

   sakit perut, penjernihan air keruh dengan tawas, penjernihan

   gas oleh zat padat.

   Contoh :

   (i)    Sistem   koloid    Fe(OH)3       bermuatan      positif   karena

   permukaannya menyerap ion H+.

   (ii)   Sistem    koloid     As2S3      bermuatan       negatif   karena

   permukaannya menyerap ion S2-.

3) Koagulasi

              Koagulasi atau penggumpalan adalah peristiwa

   pengendapan sistem koloid sehinga fase terdispersi terpisah

   dari medium pendispersinya. Dengan terjadinya koagulasi,

   berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk sistem koloid.

              Koagulasi      dapat     terjadi   secara     fisik   seperti

   pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia
                                                                        29




           seperti penambahan elektrolit, pencampuran sistem koloid yang

           berbeda muatan.

       4) Sistem koloid pelindung

                     Sistem koloid Pelindung adalah sistem koloid yang

           bersifat melindungi sistem koloid lain supaya tidak mengalami

           koagulasi. Beberapa contoh sistem koloid pelindung antara lain

           kasein dalam susu, lesitin merupakan pelindung butiran air

           dalam margarin.

       5) Dialisis

                     Dialisis adalah cara mengurangi ion-ion pengganggu

           yang terdapat dalam sistem sistem koloid dengan menggunakan

           selaput semipermiabel.

4. Sistem koloid liofil dan sistem koloid liofob

           Sistem koloid yang meiliki medium pendispersi cair dibedakan

   atas sistem koloid liofil dan sistem koloid liofob. Suatu sistem koloid

   disebut sistem koloid liofil apabila terdapat gaya tarik-menarik yang

   cukup besar antara zat terdispersi dengan medium pendipersinya.

   Liofil berarti suka cairan (Yunani : Lio = cairan, philia = suka). Gaya

   tarik menarik itu dapat berupa gaya-gaya Van der Waals atau ikatan

   hidrogen. Sebaliknya, suatu sistem koloid disebut sistem koloid liofob

   jika gaya tarik-menarik tersebut tidak ada atau sangat lemah. Liofob

   berarti takut cairan (Yunani = phobia = takut / benci). Jika medium

   dispersi yang dipakai adalah air, maka kedua jenis sistem koloid di atas
                                                                          30




masing-masing disebut sistem koloid hidrofil dan sistem koloid

hidrofob.

Contoh :

Sistem koloid hidrofil : sabun, detergen, agar-agar, kanji dan gelatin.

Sistem koloid hidrofob : sol belerang, sol Fe(OH)3, sol sulfida.

       Sistem koloid liofil / hidrofil lebih mantap / stabil dan lebih

kental daripada sistem koloid liofob / hidrofob. Butir-butir sistem

koloid liofil / hidrofil membungkus diri dengan cairan / air

mediumnya. Hal ini disebut solvatasi / hidratasi. Dengan cara itu butir-

butir sistem koloid tersebut terhindar dari agregasi / pengelompokan.

Hal demikian tidak terjadi pada sistem koloid liofob / hidrofob. Sistem

koloid liofob / hidrofob mendapat mendapat kestabilan karena

mengadsorbsi ion / muatan listrik. Sebagaimana telah dijelaskan

muatan sistem koloid menstabilkan sistem koloid.

       Sol hidrofil tidak akan menggumpal pada sedikit penambahan

elektrolit. Zat terdispersi dari sol hidrofil dapat dipisahkan dengan

pengendapan atau penguapan. Apabila zat padat tersebut dicampurkan

kembali dengan air maka dapat membentuk kembali sol hidrofil.

Dengan perkataan lain sol hidrofil berifat reversibel. Sebaliknya sol

hidrofob dapat mengalami koagulasi pada penambahan sedikit

elektrolit. Sekali zat tedispersi telah dipisahkan, tidak akan membentuk

sol lagi jika dicampur kembali dengan air (irreversibel). Perbedaan sol

hidrofil dan sol hidrofob disimpulkan pada tabel 3.
                                                                          31




   Tabel 3. Perbedaan sol hidrofil dan sol hidrofob

    Sol hidrofil                          Sol hidrofob

    • Mengadsorbsi mediumnya              • Tidak                mengadsorbsi

                                            mediumnya

    • Dapat          dibuat     dengan • Hanya stabil pada konsentrasi

      konsentrasi yang relatif besar        yang relatif kecil

    • Tidak    mudah       digumpalkan • Mudah digumpalkan dengan

      dengan penambahan elektrolit          penambahan elektrolit

    • Viskositas        lebih     besar • Viskositas hampir sama dengan

      daripada mediumnya                    mediumnya

    • Bersifat reversibel                 • Tidak reversibel

    • Efek Tyndall lemah                  • Efek Tyndall lebih jelas



5. Pembuatan sistem koloid

   a. Cara kondensasi

                   Dengan cara kondensasi partikel larutan sejati (molekul /

      ion) digabung menjadi sistem koloid. Cara ini dapat dilakukan

      dengan reaksi-reaksi kimia, seperti reaksi redoks, hidrolisis dan

      dekomposisi rangkap, atau dengan penggantian pelarut.

      1) Reaksi redoks

          Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan

          oksidasi
                                                                            32




   Contoh :

   Pembuatan sol emas dari reaksi antara larutan HAuCl4 dengan

   larutan K2CO3 dan HCHO (formaldehid)

   2 HAuCl4 (aq) + 6 K2CO3 (aq) + 3 HCHO (aq)

                      2 Au   (sistem koloid)   + 5 CO2   (g)   + 8 KCl   (aq)   +

                      3HCOOK (aq) + KHCO3 (aq) + 2 H2O (aq)

2) Hidrolisis

   Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air

   Contoh :

   Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3 apabila ke dalam

   air mendidih ditambahkan larutan FeCl3 akan terbentuk sol

   Fe(OH)3

   FeCl3(aq) + 3 H2O(l)          Fe(OH)3(s) + 3 HCl(aq)

3) Dekomposisi rangkap

   Contoh :

   Sol AgCl dapat dibuat dengan mencampurkan larutan perak

   nitrat encer ke dalam larutan HCl encer

   AgNO3(aq) + HCl(aq)            AgCl(s) + HNO3

4) Penggantian pelarut

   Contoh :

   Apabila larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan alkohol

   akan terbentuk suatu sistem koloid berbentuk gel.
                                                                    33




b. Cara dispersi

   Dengan cara dispersi, partikel kasar dipecah menjadi sistem koloid.

   Cara dipersi dapat dilakukan secara mekanik, peptisasi, atau

   dengan busur Bredig.

   1) Cara mekanik

       Cara ini dilakukan dari gumpalan partikel yang besar kemudian

       dihaluskan dengan cara penggerusan atau penggilingan.

       Kemudian mencampur serbuk halus tersebut dengan air.

       Contoh :

       Sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang

       bersama-sama dengan suatu zat inert (seperti gula pasir),

       kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air.

   2) Cara peptisasi

       Cara peptisasi adalah pembuatan sistem koloid dari butir-butir

       kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat

       pemeptisasi atau zat pemecah. Zat pemeptisasi memecahkan

       butir-butir kasar menjadi butir-butir sistem koloid.

       Contoh :

       Agar-agar dipeptisasi oleh air, nitroselulosa oleh aseton, karet

       oleh bensin dan endapan NiS dipeptisasi oleh H2S
                                                                     34




          3) Cara busur Bredig

               Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam.

               Logam yang akan dijadikan sistem koloid digunakan sebagai

               elektroda yang dicelupkan dalam medium dispersi, kemudian

               diberi loncatan listrik diantara kedua ujungnya.



F. Hipotesis

           Berdasarkan permasalahan tersebut di atas maka hipotesis yang

   digunakan adalah pembelajaran dengan model Bakulikan akan dapat

   meningkatkan kreativitas dan hasil belajar kimia pokok materi sistem

   sistem koloid pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten

   Jepara tahun ajaran 2006/2007?
                                                                               35




                                   BAB III

                         METODE PENELITIAN



      Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menggunakan

data pengamatan langsung terhadap jalannya proses pembelajaran di kelas.

Data tersebut kemudian dianalisis melalui beberapa tahapan dalam siklus-

siklus tindakan, yang terdiri dari 3 siklus.



A. Lokasi dan Subyek Penelitian

           Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten

    Jepara. Penelitian ini akan menggunakan seluruh siswa yang ada di kelas

    XI-IA2 sebagai subjek penelitian. Sedangkan sebagai observer, adalah

    salah satu guru mata pelajaran kimia.



B. Fokus Penelitian

           Fokus penelitian merupakan apa yang menjadi titik perhatian

    dalam suatu penelitian. Fokus penelitian juga bisa disebut dengan obyek

    penelitian. Fokus penelitian tindakan kelas ini adalah hasil belajar kognitif,

    psikomotorik dan kreativitas siswa kelas XI semester 2 dalam proses

    pembelajaran kimia dengan menggunakan model Bakulikan.




                                 35
                                                                           36




C. Rancangan Penelitian

          Prosedur kerja dalam penelitian ini merupakan siklus kegiatan

   yang minimal terdiri dari tiga siklus. Masing–masing siklus meliputi

   perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi (Binadja, 2002 :3). Prosedur

   kerja tersebut secara garis besar dapat dijelaskan dengan deskripsi umum

   penelitian tindakan kelas.

          Rancangan penelitian ini dapat dilihat pada halaman 37.
                                                                               37




       Observasi awal di SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara




                  Permasalahan        Rencana tindakan      Pelaksanaan
Siklus 1                                                    tindakan I



 Terselesai
 kan              Refleksi I                                    Observasi I




                     Belum           Rencana tindakan       Pelaksanaan
                                                            tindakan II
Siklus 2




 Terselesai        Refleksi II                                  Observasi II
 kan



                     Belum           Rencana tindakan           Pelaksanaan
                                                                tindakan III

 Siklus 3



 Terselesai        Refleksi III                             Observasi III
 kan


           Gambar 2. Prosedur kerja penelitian tindakan kelas
                                                                        38




D. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas

          Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan secara bertahap, yaitu

   melalui siklus 1, 2 dan 3. Bila setelah diberi perlakuan belum ada

   peningkatan hasil, maka akan diadakan perbaikan pada siklus berikutnya

   penjabaran pelaksanaan kegiatan yang dilakukan setiap siklus adalah

   sebagai berikut:

   1. Menentukan permasalahan

          Sebelum dilakukan perlakuan terhadap siswa, penulis melakukan

   observasi situasi dan kondisi siswa, guru dan proses pembelajaran agar

   mengetahui akar permasalahan dan bentuk perlakuan yang cocok untuk

   dilaksanakan.

   2. Perencanaan tindakan

      a) dokumentasi kondisi awal meliputi nilai mata pelajaran kimia

          sebelum siklus serta wawancara guru dan siswa guna memberi

          gambaran permasalahan yang mendasar dalam penguasaan materi,

          yang akan digunakan dalam merumuskan tindakan yang akan

          dilaksanakan

      b) merumuskan tindakan sebagai alternatif solusi yaitu melalui model

          Bakulikan

      c) membuat media panduan sebagai alat bantu siswa dengan pokok

          materi sistem koloid

      d) membuat      rencana    pembelajaran    yang    berisi   ketentuan

          pembelajaran dengan model Bakulikan
                                                                     39




   e) menyusun rancangan percobaan untuk mengetahui ciri-ciri larutan

      sistem koloid dan membuat larutan sistem koloid

   f) menyusun evaluasi dan kisi-kisi soal

   g) menyusun daftar nilai kognitif dan psikomotorik

   h) menyusun lembar observasi kreativitas dan kinerja guru yang akan

      digunakan pada saat pembelajaran

   i) menyusun kuisioner tanggapan siswa terhadap pembelajaran kimia

      melalui model Bakulikan.

3. Pelaksanaan tindakan

   a) sebelum mengajar, penulis dan siswa mengadakan kontrak

      pembelajaran yang dilakukan pada pertemuan pertama yang

      penulis menjelaskan metode pembelajaran yang akan dilaksanakan

   b) pembelajaran    dilakukan    sesuai    dengan     ketentuan   yang

      direncanakan dalam rencana pembelajaran untuk setiap pertemuan

   c) materi yang diajarkan pada siklus I adalah komponen dan

      pengelompokan sistem koloid

   d) pelaksanaan proses pembelajaran melalui model Bakulikan

   e) evaluasi sub pokok materi yang dilaksanakan di akhir pertemuan

      siklus.

4. Observasi

   a) observasi di lakukan oleh guru kelas dan peneliti, yaitu mengamati

      proses pembelajaran
                                                                         40




   b) observasi pelaksanaan pembelajaran dengan model Bakulikan,

       memperhatikan bagaimana tanggapan siswa terhadap tindakan

       tersebut serta mengenali kesulitan-kesulitan yang dialami siswa

   c) observasi kreativitas siswa selama pembelajaran berlangsung

   d) observasi psikomotorik siswa saat melakukan percobaan

   e) observasi hasil tes pada akhir siklus untuk menilai segi kognitif

       dengan memperhatikan reaksi dan tindakan siswa selama

       pelaksanaan tes.

5. Refleksi

         Mendiskusikan      hasil   pengamatan   untuk   perbaikan   pada

   pelaksanaan siklus berikutnya, demikian seterusnya penelitian tindakan

   kelas ini dilaksanakan berulang-ulang sampai diperoleh hasil yang

   memuaskan. Refleksi ini dilakukan oleh peneliti dan guru.

6. Analisis data

         Hasil yang diperoleh pada tahap pemantauan dikumpulkan,

   dianalisis dan dievaluasi oleh peneliti sehingga dapat diketahui apakah

   ada peningkatan hasil belajar dan kreativitas saat siklus pertama. Jika

   tidak ada peningkatan, maka diadakan siklus 2, dan siklus 3 dengan

   mengadakan perbaikan-perbaikan kualitas pembelajarannya. Sehingga

   dapat tercapai tujuan pembelajaran yaitu ditandai dengan peningkatan

   kreativitas dan hasil belajar siswa
                                                                            41




E. Tolok Ukur Keberhasilan

          Menurut Arikunto (2002: 190), manfaat tolok ukur adalah:

          Menyamakan ukuran bagi pengumpul data agar tidak banyak

   terpengaruh faktor subyektif.

   1. Menjaga kestabilan data yang dikumpulkan dalam waktu yang

      berbeda.

   2. Mempermudah peneliti dalam mengolah data agar siapapun dapat

      melakukannya.

          Tolok ukur keberhasilan ini dapat dilihat dari hasil tes yang

   dilakukan siswa setelah diberi tindakan. Berdasarkan teori belajar tuntas,

   maka   seorang    siswa   dipandang    tuntas   belajar   jika   ia   mampu

   menyelesaikan, menguasai, atau mencapai tujuan pembelajaran minimal

   65% dari seluruh tujuan pembelajaran. Sedangkan keberhasilan kelas

   dilihat dari sekurang-kurangnya 85% dari seluruh siswa tuntas belajar,

   yaitu memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 65, sedangkan

   kreativitas siswa dalam proses pembelajaran sekurang-kurangnya 75%

   siswa memiliki kriteria kreativitas sedang, yaitu dengan persentase skor 65

   selama proses pembelajaran.
                                                                            42




F. Teknik Pengumpulan Data

  1. Metode dokumentasi

              Metode ini dilakukan dengan mengambil dokumen atau data

     yang mendukung penelitian meliputi nama-nama siswa yang menjadi

     subyek penelitian dan data nilai ulangan awal bidang studi kimia

     diambil dari daftar nilai SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara.

     Data ini akan digunakan untuk analisis tahap awal.

  2. Metode pemberian tugas rumah

              Tugas terstruktur diberikan kepada siswa untuk mempelajari

     dan membaca materi pelajaran sebelum guru menjelaskan tentang

     materi pelajaran.

  3. Metode tes

              Metode tes ini digunkan untuk mengukur hasil belajar siswa

     dikaitkan dengan penggunaan model Bakulikan. Metode tes ini

     diberikan setelah siswa diberi perlakuan. Sebelum tes digunakan untuk

     memperoleh data siswa sebagai subjek penelitian, terlebih dahulu

     diadakan uji coba tes pada kelas diluar kelas penelitian.

  4. Metode lembar pengamatan

              Lembar pengamatan digunakan untuk mengetahui mengenai

     kreativitas dan kemampuan segi psikomotorik siswa selama proses

     pembelajaran. Indikator-indikator yang dapat dijadikan acuan untuk

     mengamati kreativitas dan kemampuan siswa dari segi psikomotorik

     selama    pembelajaran    berlangsung    dicantumkan        dalam   lembar
                                                                         43




      pengamatan, sehingga dapat diketahui apakah dari segi kreativitas dan

      psikomotorik siswa juga terangsang dalam aktivitas pembelajaran.

   5. Metode observasi

               Observasi berfungsi untuk mengetahui pengaruh penggunaan

      model Bakulikan terhadap kreativitas siswa. Lembar observasi

      digunakan sebagai upaya untuk mengamati pengaruh perlakuan.

   6. Metode kuisioner

               Kuisioner berfungsi untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh

      penggunaan model Bakulikan ini diserap oleh siswa dan sebagai

      umpan balik dari proses pembelajaran yang yang telah dilaksanakan.

      Penyebaran kuisioner dilakukan pada akhir pertemuan dan selanjutnya

      data dianalisis.

G. Perangkat Penelitian

          Pada tahap ini dilakukan penyusunan instrumen penelitian yang

   meliputi:

   1. Instrumen penelitian

               Perangkat penelitian terdiri atas rencana pembelajaran, tugas

      rumah, lembar observasi kreativitas siswa, lembar kuisioner observasi

      siswa, serta alat ukur hasil belajar yaitu tes kognitif.

               Instrumen yang telah disusun kemudian diujicobakan diluar

      sampel. Hasil uji coba kemudian dianalisis untuk menentukan soal-

      soal yang layak dipakai untuk instrumen penelitian.

   2. Analisis instrumen
                                                                   44




       Data mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam sebuah

penelitian, karena data merupakan gambaran variabel yang diteliti, dan

berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis. Instrumen yang baik

harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel.

(Arikunto, 2002: 144).

a. Analisis validitas

           Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-

   tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Sebuah

   instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang

   diinginkan (Arikunto, 2002 : 145).

       Rumus yang digunakan adalah:

                 Mp − Mt   p
      rp bis =           x
                   St      q

      Keterangan:

      Rpbis = koefisien korelasi

      Mp    = rata-rata skor siswa yang menjawab benar

      Mt     = rata-rata skor seluruh siswa

      p     = proporsi skor siswa yang menjawab benar

      q     = 1-p

      St    = standar deviasi total

           Koefisien korelasi yang diperoleh dengan rumus tersebut

   dibandingkan dengan n siswa pada taraf signifikasi 5%. Item-item

   yang mempunyai koefisien korelasi lebih besar dari r tabel
                                                                     45




   termasuk item yang valid. Item yang kurang dari r tabel termasuk

   item yang tidak valid. Item yang tidak valid perlu direvisi atau

   tidak digunakan. (Arikunto, 2002 : 154 dan Sudijono, 2006 : 185 ).

           Berdasarkan hasil perhitungan (lampiran 6), validitas

   dengan n = 27 dan taraf siginifikansi 5 % diperoleh r tabel 0,381.

   Hasil perhitungan untuk soal uji coba diperoleh data sebagai

   berikut :

   Soal yang valid sebanyak 47, dari 60 soal yang diujicobakan

   Butir soal yang valid         : 2, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15,

                                 16, 17, 18, 19, 20, 23, 24, 25, 26, 27,

                                 28, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 39,

                                 40, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 50, 51, 52,

                                 53, 54, 55, 57, 58, 59

   Butir soal yang tidak valid   : 1, 3, 4, 13, 21, 22, 29, 38, 41, 48,

                                 49, 56, 60



b. Analisis reliabilitas

           Sebuah tes dikatakan reliabel apabila tes tersebut dapat

   menunjukkan hasil yang relatif atau ajeg, jika tes tersebut

   digunakan pada kesempatan yang lain. Rumus yang digunakan

   pada penelitian ini adalah KR-21, dengan rumus sebagai berikut:
                                                                   46




            ⎛ k ⎞⎛ M (k − M ) ⎞
      r11 = ⎜       ⎟⎜1 −     ⎟
            ⎝ k − 1 ⎠⎝    kVt ⎠

     Keterangan:

     r11 = reliabilitas secara keseluruhan

     Vt = St2 = variasi skor total


     M =     ∑Y    = rata-rata skor total
              N

     k    = jumlah butir soal

     (Arikunto, 2002 : 164)

          Hasil perhitungan reabilitas dengan n = 27 dan taraf

   signifikansi 5 % diperoleh r tabel sebesar 0,381. Soal uji coba

   mempunyai r sebesar 0,931 (lampiran 6). Harga r tersebut lebih

   besar daripada r tabel sehingga instrumen tersebut reliabel.

c. Analisis daya pembeda

          Rumus untuk menentukan daya pembeda adalah:

             JBA − JBB
      DP =
                JS A

     Keterangan:

     DP = daya beda soal (indeks diskriminasi)

     JBA = jumlah yang benar pada butir soal kelompok atas

     JBB = jumlah yang benar pada butir soal pada kelompok bawah

     JSA = banyaknya siswa pada kelompok atas

          Kriteria soal-soal yang dapat dipakai sebagai instrumen

   berdasarkan daya pembedanya diklasifikasikan sebagai berikut:
                                                                           47




   0,00 < DP < 0,20 maka daya pembedanya jelek

   0,20 < DP < 0,40 maka daya pembedanya cukup

   0,40 < DP < 0,70 maka daya pembedanya baik

   0,70 < DP < 1,00 maka daya pembedanya baik sekali

   Bila DP negatif, semua tidak baik, jadi butir soal yang mempunyai

   DP negatif, sebaiknya dibuang (Arikunto, 2001 : 218 dan Sudijono,

   2006 : 389)

           Berdasarkan hasil analisis data uji coba soal yang telah

   dilakukan (lampiran 6), analisis daya beda soalnya adalah sebagai

   berikut :

   Kriteria jelek         : 1, 3, 13, 21, 22, 29, 38, 41, 48, 49, 56, 60

   Kriteria cukup         : 2, 4, 5, 6, 8, 11, 14, 16, 17, 19, 23, 27, 28,

                          30, 31, 34, 35, 36, 37, 40, 42, 44, 46, 52, 53,

                          55, 59

   Kriteria baik          : 7, 9, 10, 12, 15, 18, 20, 24, 25, 26, 33, 39,

                          43, 45, 47, 50, 51, 54, 57, 58

   Kriteria baik sekali   : 32



d. Analisis tingkat kesukaran

   Rumus yang digunakan adalah :

          JB A + JBB
   IK =
          JS A + JS B
                                                                      48




Keterangan :

IK = indeks kesukaran

JBA = jumlah yang benar pada butir soal kelompok atas

JBB = jumlah yang benar pada butir soal kelompok bawah

JSA = banyaknya siswa pada kelompok atas

JSB = banyaknya siswa pada kelompok bawah

Kriteria yang menunjukkan tingkat kesukaran soal adalah :

0,00 < IK < 0,30 maka soal dikategorikan sukar

0,30 < IK < 0,70 maka soal dikategorikan sedang

0,70 < IK < 1,00 maka soal dikategorikan mudah

(Arikunto, 2001 : 210 dan Sudijono, 2006 : 372)

Berdasarkan hasil perhitungan (lampiran 6) diperoleh taraf

kesukaran sebagai berikut :

Soal mudah     : 1, 2, 3, 4, 6, 16, 19, 21, 22, 25, 27, 30, 31, 35, 44,

               49, 54, 55, 59

Soal sedang    : 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 17, 18, 20, 26, 29,

               32, 36, 37, 39, 40, 41, 42, 43, 45, 47, 50, 52, 53, 57,

               58

Soal sukar     : 23, 24, 28, 33, 34, 38, 46, 48, 51, 56, 60
                                                                             49




H. Analisis Data Penelitian

    1. Analisis diskriptif

                   Daftar nilai kognitif digunakan untuk mengetahui hasil

       belajar siswa. Selanjutnya dari hasil data yang diperoleh pada setiap

       siklus kemudian dianalisis secara diskriptif kualitatif dengan

       menghitung persentase ketuntasan belajarnya.


       Rumus :     P=    ∑ n x100%
                              1

                         ∑n
       Keterangan : P = nilai ketuntasan belajar

                         ∑n  1    = jumlah siswa tuntas belajar individual

                                   (persentase > 65%)

                         ∑ n = jumlah total siswa
    2. Uji Wilcoxon

                   Data dari hasil pengukuran kreativitas siswa dianalisis

       dengan uji Wilcoxon dengan rumus sebagai berikut:

                   T − μ1
              z=
                    σ1

                                   n(n + 1)               n(n + 1)(2n + 1)
             Dimana : μ1 =                  dan σ 1 =
                                      4                          24
                                                                       50




        Keterangan:

        T = jumlah yang harga mutlaknya paling kecil

        z = nilai hitung

        n = jumlah sampel

             Secara umum dapat dikatakan semakin tinggi skor

  seseorang siswa berarti kreativitas siswa tersebut semakin tinggi.

  Sebagai upaya untuk memudahkan interpretasi kreativitas siswa, maka

  dibuat kriteria kreativitas sebagai berikut:

        Sangat rendah, bila skor kurang dari 18

        Rendah, bila 18 ≤ skor ≤ 26

        Sedang, bila 27 ≤ skor ≤ 34

        tinggi, bila 35 ≤ skor ≤ 42

        sangat tinggi apabila skor lebih dari 42

        (Supartono, 2006 : 14)

3. Data kuisioner

             Data hasil kuisioner kreativitas dianalisis secara deskriptif

  kualitatif dengan persentase.


        Rumus : N =        ∑ skor yang diperoleh x100%
                               ∑ skor total
                                                                             51




                                      BAB IV

                HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



A. Hasil Penelitian

   1. Kondisi awal

              Berdasarkan data yang diperoleh, hasil belajar kimia siswa kelas

       XI IA 2 masih rendah. Hasil belajar yang masih rendah ini dapat dilihat

       dari hasil ulangan blok pertama semester 2 bahwa hanya 20 dari 43 siswa

       yang mencapai ketuntasan dalam ulangan blok pertama tersebut (lampiran

       2). Kreativitas di kelas masih rendah dapat diketahui dari tidak aktifnya

       siswa selama proses pembelajaran misalnya bertanya atau menjawab

       pertanyaan, mengungkapkan gagasan, sehingga proses pembelajaran

       hanya searah dari guru saja.

              Rendahnya hasil belajar siswa dapat disebabkan beberapa faktor,

       baik dari diri siswa atau dari pengaruh lingkungan. Metode yang

       diterapkan guru selama ini menggunakan metode ceramah, sehingga siswa

       kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu guru jarang

       menggunakan media pembelajaran untuk menarik dan memudahkan siswa

       dalam memahami pelajaran, sehingga kadang-kadang siswa merasa bosan.

       Oleh karena itu dalam proses pembelajaran siswa sulit menyerap pelajaran

       yang disampaikan.

              Berdasarkan kondisi awal tersebut, perlu dilakukan tindakan untuk

       membantu siswa dalam memahami materi kimia dan membuat




                                       51
                                                                               52




   pembelajaran       menjadi     interaktif   dan    menarik   sehingga     tidak

   membosankan. Langkah yang diambil penulis adalah dengan menerapkan

   model Bakulikan dalam proses pembelajaran. Melalui model Bakulikan

   siswa diarahkan lebih aktif dalam proses pembelajaran, yaitu dengan

   membaca materi yang akan dipelajari dan diskusi. Dengan diskusi siswa

   akan   lebih   aktif         dalam   bertanya,    menjawab   pertanyaan    dan

   menyampaikan pendapat, sehingga dengan diskusi siswa akan lebih

   mudah mengingat materi yang telah di diskusikan. Selain itu dalam model

   Bakulikan siswa diarahkan untuk melihat penerapan materi yang

   dipelajari dalam kehidupan sehari-hari baik secara langsung ataupun

   melalui CD pembelajaran, sehingga proses pembelajaran akan lebih

   menarik dan tidak membosankan serta lebih mudah dipahami oleh siswa.

   Dalam model Bakulikan siswa juga diajak untuk praktek langsung tentang

   materi pelajaran dan membuat bahan yang ada dalam kehidupan sehari-

   hari yang berhubungan dengan materi pelajaran, sehingga dapat

   mengembangkan kemampuan psikomotorik dan kreativitas siswa.



2. Hasil penelitian

          Penelitian tindakan kelas ini meliputi tiga siklus. Setiap siklus

   terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan

   refleksi. Data hasil penelitian ini diperoleh dari hasil observasi yang

   dilakukan penulis dan guru mitra (observer) selama proses pembelajaran

   berlangsung baik pada siklus I, II maupun III.
                                                                       53




a. Data hasil belajar siswa

           Nilai tes hasil belajar diperoleh setelah siswa menjawab soal-

   soal yang diberikan. Siswa dikatakan menguasai materi atau tuntas jika

   siswa mampu menjawab dengan benar 65% dari jumlah soal yang

   diberikan. Ketuntasan belajar klasikal dinilai sudah berhasil apabila

   85% dari jumlah siswa telah tuntas atau menguasai materi.

           Pada siklus I, soal yang diberikan sebanyak 15 soal pilihan

   ganda dengan materi membedakan antara larutan sejati, sistem koloid

   dan suspensi kasar serta penggolongan sistem sistem koloid.

   Sedangkan pada siklus II soal yang diberikan sebanyak 15 soal pilihan

   ganda dengan materi sifat-sifat sistem koloid. Dan pada siklus III soal

   yang diberikan sebanyak 15 soal pilihan ganda dengan materi

   pembuatan sistem koloid. Data hasil belajar siswa setelah diberikan

   model Bakulikan untuk setiap siklus dapat dilihat pada tabel 4.
                                                                              54




Tabel 4. Nilai hasil belajar siswa siklus I, II, dan III pada pokok materi
         sistem sistem koloid dengan model Bakulikan pada siswa
         kelas XI.IA2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara

  No            Pencapaian                              Siklus

                                             I            II            III

   1.    Nilai terendah                     53            53            60

   2.    Nilai tertinggi                    87            87            93

   3.    Rata-rata nilai                   73,56        74,89          81,55

   4.    Ketuntasan belajar (%)           79,07%        86,05%     95,35%

Keterangan : Data hasil belajar siswa dapat dilihat pada lampiran 16



            Berdasarkan      tabel   4,     indikator   keberhasilan     untuk

ketuntasan belajar yaitu sekurang-kurangnya 85% siswa memperoleh

nilai lebih besar atau sama dengan 65 (tuntas belajar). Pada siklus I

rata-rata nilai yang diperoleh adalah 73,56 sehingga secara rata-rata

individu telah berhasil tetapi secara klasikal daya serapnya masih

rendah. Ketuntasan pada siklus I belum mencapai 85 % sehingga

penelitian tindakan kelas pada siklus I belum berhasil.

            Hasil belajar pada siklus II mengalami peningkatan yaitu

dengan naiknya rata-rata kelas menjadi 74,89 sedangkan ketuntasan

belajar mencapai 86,05 %. Daya serap secara individu maupun klasikal

telah memenuhi kriteria yang ditentukan. Sehingga penelitian tindakan

kelas pada siklus II ini telah berhasil.
                                                                           55




           Hasil belajar pada siklus III juga ada peningkatan rata-rata

kelas yaitu menjadi 81,55. Ketuntasan belajar secara klasikal mencapai

95,35 %. Sehingga daya serap baik secara individu maupun klasikal

telah mencapai kriteria yaitu ketuntasan belajar > 85%. Sehingga

penelitian tindakan kelas pada siklus III ini telah berhasil.

       Rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar klasikal siswa

meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 1,33 dan 6,98 %.

Sedangkan dari siklus II ke siklus III rata-rata nilai dan ketuntasan

belajar klasikal meningkat sebesar 6,86 dan 9,3 %. Sehingga secara

keseluruhan penelitian tindakan kelas ini telah berhasil.

       Ditinjau dari aspek psikomotorik yang telah dilakukan

diperoleh nilai yang dapat dilihat pada tabel 5.

Tabel 5. Nilai psikomotorik siswa ke-1 dan ke-2 pada pokok materi
         sistem sistem koloid dengan model Bakulikan pada siswa
         kelas XI.IA2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara.

                                 Praktikum I            Praktikum II
  No       Pencapaian
                              Nilai    Kriteria    Nilai        Kriteria

 1.      Nilai terendah     40        Cukup        56,67    Cukup

 2.      Nilai tertinggi    66,67     Baik         83,33    Sangat Baik

 3.      Rata-rata nilai    54,57     Cukup        68,76    Baik



       Berdasarkan pengamatan penulis ketika praktikum, didapatkan

hasil nilai psikomotorik seperti pada tabel 5 di atas. Penilaian tersebut

didasarkan pada beberapa indikator (lampiran 17 dan 18). Berdasarkan
                                                                      56




   pengamatan dan hasil penilaian diperoleh bahwa dengan menggunakan

   model Bakulikan siswa semakin aktif dan semangat dalam praktikum

   karena siswa membuat produk yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

          Berdasarkan pada tabel 5, rata-rata nilai dari praktikum 1 ke 2

   meningkat sebesar 14,19 yaitu dari 54,47 dengan kriteria cukup

   menjadi 68,76 dengan kriteria baik, sehingga dari segi psikomotorik

   penelitian ini dikatakan telah berhasil.



b. Data observasi tindakan guru

          Selama penulis melakukan penelitian atau dalam tindakan

   kelas, penulis diobservasi oleh guru mata pelajaran. Observasi yang

   dilakukan meliputi 13 item yang diamati yang berkaitan dengan

   pelaksanaan tindakan kelas dalam proses pembelajaran dengan model

   Bakulikan. Penilaian yang dilakukan berdasarkan kesesuaian antara

   rencana pembelajaran dengan pembelajaran yang dilakukan, yang

   dikelompokkan dengan lima kriteria yaitu sangat baik, baik, cukup,

   kurang dan sangat kurang. Data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel

   6.
                                                                        57




   Tabel 6. Hasil observasi pelaksanaan tindakan guru siklus I, II dan III
            pada pokok materi sistem sistem koloid dengan model
            Bakulikan pada siswa kelas XI.IA2 SMA Negeri 1
            Pecangaan Kabupaten Jepara

    No        Kegiatan                   Persentase       Kriteria

    1.        Siklus I                   44 %             Cukup

    2.        Siklus II                  72 %             Baik

    3.        Siklus III                 86 %             Sangat Baik



              Hasil observasi kinerja guru dari siklus I ke siklus II

   mengalami peningkatan sebesar 28 %, sedangkan dari siklus II ke

   siklus III mengalami peningkatan sebesar 14 %. Kriteria kinerja guru

   cukup dari siklus I dan kenaikan persentase disebabkan karena guru

   telah mulai terbiasa dengan proses pembelajaran dan lebih memahami

   siswa.



c. Data observasi kreativitas siswa

              Dalam pembelajaran dengan model Bakulikan ini juga

   dilakukan observasi tentang kreativitas yang terdiri dari 10 indikator.

   Secara garis besar nilai observasi kreativitas siswa dapat dilihat pada

   tabel 7.
                                                                     58




Tabel 7. Hasil observasi kreativitas siswa siklus I, II, dan III pada
         pokok materi sistem sistem koloid dengan model Bakulikan
         pada siswa kelas XI.IA2 SMA Negeri 1 Pecangaan
         Kabupaten Jepara

 No Keterangan                            Siklus   Siklus   Siklus

                                          I        II       III

 1.   Kreativitas siswa sangat rendah     -        -        -

 2.   Kreativitas siswa rendah            67,4 % 11,6 % -

 3.   Kreativitas siswa sedang            25,6 % 72,1 % 44, 2 %

 4.   Kreativitas siswa tinggi            7%       16,3 % 55,8

 5.   Kreativitas siswa sangat tinggi     -        -        -

 6.   Rata-rata skor kreativitas siswa    25,86    30,28    35,07

 7.   Rata-rata persentase kreativitas    51,7%    60,6%    70,1%

Keterangan : data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 22, 23 dan

24

       Pada siklus I, kreativitas siswa dengan kriteria rendah mencapai

67,4 %, sedang 25,6 % dan tinggi 7 %. Dengan demikian kreativitas

siswa secara individu dan keseluruhan belum mencapai target. Pada

siklus II, kreativitas siswa dengan kriteria rendah sebesar 11,6 %,

sedang 72,1 %, dan tinggi sebesar 16,3 %, sedangkan persentase

kreativitas siswa adalah 60,6 % dengan demikian kreativitas siswa

secara individu telah berhasil namun secara keseluruhan belum,

sehingga perlu diadakan siklus III. Pada siklus III, kreativitas siswa

dengan kriteria rendah sudah tidak ada, kriteria sedang sebesar 44,2 %,

tingggi sebesar 55,8%, sedangkan rata-rata persentase kreativitas siswa
                                                                   59




adalah 70,1 %, sehingga secara individual maupun keseluruhan

kreativitas siswa telah mencapai target penulis.

       Berdasarkan analisis kreativitas siswa menggunakan uji

wilcoxon, diperoleh data seperti tabel 8.

Tabel 8. Hasil perhitungan peningkatan kreativitas siswa dari siklus I
         ke siklus II pada pokok materi sitem sistem koloid dengan
         model Bakulikan pada siswa kelas XI.IA 2 SMA Negeri 1
         Pecangaan Kabupaten Jepara

    Keterangan                        N                Jumlah

    Peringkat negatif                 1                4

    Peringkat positif                 41               942

    Peringkat sama                    1                1

Keterangan : data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 25

       Berdasarkan hasil perhitungan, harga Z uji Wilcoxon

peningkatan kreativitas dari siklus I ke siklus II adalah -5,66 dan

diperoleh jumlah yang harga mutlaknya paling kecil (T) yaitu 4.

Pengujian hipotesis ada tidaknya pengaruh perlakuan terhadap

krativitas siswa, maka harga T tersebut dibandingkan dengan taraf

nyata α = 0.05, dengan demikian Ho ditolak, artinya terdapat pengaruh

pemberian model Bakulikan.
                                                                        60




           Sedangkan harga Z uji Wilcoxon peningkatan kreativitas dari

   siklus II ke siklusIII adalah -5,56 dan diperoleh jumlah yang harga

   mutlaknya paling kecil (T) yaitu 6. Pengujian hipotesis ada tidaknya

   pengaruh perlakuan terhadap kreativitas siswa, maka harga T tersebut

   dibandingkan dengan taraf nyata α = 0.05, dengan demikian Ho

   ditolak, artinya terdapat pengaruh pemberian model Bakulikan. Hal ini

   dapat dilihat pada tabel 9.

   Tabel 9. Hasil perhitungan peningkatan kreativitas siswa dari siklus II
            ke siklus III pada pokok materi sitem sistem koloid dengan
            model Bakulikan pada siswa kelas XI.IA 2 SMA Negeri 1
            Pecangaan Kabupaten Jepara

        Keterangan                       N                  Jumlah

        Peringkat negatif                2                  12

        Peringkat positif                38                 934

        Peringkat sama                   3                  6

   Keterangan : data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 26



d. Data hasil kuesioner siswa

           Untuk mengetahui tanggapan dan ketertarikan siswa terhadap

   model Bakulikan, maka penulis membuat kuesioner tanggapan siswa

   yang terdiri dari 10 indikator. Hasil analisis kuesioner tanggapan siswa

   dapat dirangkum pada tabel 10.
                                                                   61




Tabel 10. Hasil kuesioner tentang tanggapan siswa siklus I, II dan III
         pada pokok materi sistem sistem koloid dengan model
         Bakulikan pada siswa kelas XI IA2 SMA Negeri 1
         Pecangaan Kabupaten Jepara

 No                     Indikator            SS      S     TS    STS

   1   Tujuan pembalajaran diungkap         15      24      2      2

       dengan jelas

   2   Pembelajaran diangkat dari           12      31      -      -

       benda/fenomena disekitar kita

   3   Konsep-konsep yang dikaji             6      36      -      1

       bertalian dengan benda/fenomena

       disekitar kita

   4   Proses kimia yang dipelajari         13      29      1      -

       berkaitan dengan

       benda/fenomena di sekitar kita

   5   Pembelajaran melibatkan semua        13      28      1      1

       faktor yang mempengaruhi

       proses pembuatan sabun sabun

   6   Kesimpulan yang diperoleh            23      20      -      -

       berguna bagi masyarakat

   7   Pembelajaran memotivasi anda         11      30      1      1

       untuk meningkatkan kemampuan

       ilmu kimia

   8   Pembelajaran mengundang rasa         18      24      -      1
                                                                          62




                ingin tahu anda

            9   Pembelajaran melatih anda untuk      14     21      7     1

                berinovasi

            10 Pembelajaran melatih anda untuk       19     16      8     -

                berkreasi

                Jumlah

         Keterangan : data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 28



B. Pembahasan

          Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa dengan model

  Bakulikan dapat meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa dalam

  proses pembelajaran. Hal ini dapat terjadi karena dalam model Bakulikan

  siswa memanfaatkan semua potensi yang ada mulai dari membaca, melihat,

  mendengar dan melakukan atau mempraktekkan sendiri. Sehingga sesuai

  dengan teori kerucut pengalaman belajar dengan model Bakulikan siswa akan

  lebih mudah dan lebih banyak menyerap pelajaran. Dalam model Bakulikan

  siswa dikondisikan sudah siap mengikuti pembelajaran karena siswa siswa

  membaca terlebih dahulu sebelum pelajaran dimulai. Dalam model Bakulikan

  proses pembelajaran tidak satu arah dari guru saja, yaitu dengan adanya

  diskusi siswa akan lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran, sehingga

  akan memunculkan keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat dan

  menjawab pertanyaan. Sehingga dengan diskusi siswa akan lebih mudah

  mengingat materi yang didiskusikan. Dalam model Bakulikan siswa juga lebih
                                                                           63




tertarik dalam mengikuti pembelajaran karena siswa diajak melihat penerapan

materi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari, menggunakan media CD

pembelajaran dalam menerangkan konsep sehingga siswa lebih mudah dalam

menerima konsep yang diberikan. Selain itu siswa diajak praktikum tentang

materi pelajaran sehingga siswa mudah mengingat konsep yang diajarkan.

Siswa juga diajak praktikum tentang pembuatan produk yang digunakan

dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa lebih semangat dalam proses

pembelajaran. Sehingga dengan kombinasi dari membaca, diskusi, melihat dan

melakukan sendiri akan meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa.

              Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus. Pembahasan tiap

siklusnya adalah sebagai berikut :

1. Siklus I

        Pada siklus I sebagaimana terlihat pada lampiran 16, siswa yang

mencapai ketuntasan belajar secara klasikal adalah 79,07 % dengan rata-rata

nilai hasil belajar sebesar 75,36. Hasil ini belum sesuai dengan target

penelitian yaitu 85% siswa mempeoleh nilai tuntas yaitu minimal 65. Hal ini

menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilakukan belum bisa diserap dengan

baik oleh siswa.

        Pada siklus I, model Bakulikan dilakukan dengan empat tahapan.

Tahap pertama, siswa membaca materi yang akan dipelajari di rumah, karena

banyak siswa yang belum membaca, siswa diberi waktu 10 menit untuk

membaca di dalam kelas. Tahap kedua, setelah siswa membaca maka siswa

berkelompok sesuai dengan kelompoknya masing-masing untuk berdiskusi
                                                                           64




tentang materi yang baru dibaca. Tahap ketiga, setelah siswa berdiskusi, maka

guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang baru didiskusikan.

Siswa melihat simpulan dan CD pembelajaran tentang sistem koloid dengan

menggunakan LCD. Tahap keempat, karena laboratorium masih dipakai ujian

praktik kelas XII, maka untuk melakukan, siswa hanya mengerjakan soal-soal

yang ada dalam buku. Untuk mengganti praktikum siswa ditayangkan CD

pembelajaran tentang praktikum membedakan antara larutan sejati, sistem

koloid dan suspensi kasar.

       Pada siklus pertama ini, siswa terkesan belum siap mengikuti

pelajaran. Hal ini dapat diketahui ternyata hanya sebagian siswa yang sudah

membaca materi yang akan dipelajari sebelumnya. Sehingga pada proses

pembelajaran siswa kurang begitu aktif. Pada siklus pertama ini juga siswa

masih canggung dengan model pembelajaran yang diterapkan karena biasanya

model pembelajaran yang diiterapkan adalah ceramah. Pada siklus pertama ini

siswa sudah mulai tertarik mengikuti pelajaran ketika diputarkan CD

pembelajaran tentang sistem sistem koloid. Akan tetapi pada saat diskusi,

siswa tidak begitu aktif. Hal ini terlihat dari sedikitnya siswa yang bertanya

atau menyampaikan pendapat. Hal ini disebabkan siswa belum terbiasa

dengan diskusi sehingga masih ada rasa takut dan canggung dalam bertanya

ataupun mengemukakan pendapat. Sehingga pada siklus I ini rata-rata

kreativitas siswa termasuk dalam kriteria rendah, sedangkan siswa yang

kreatif hanya 7 %. Pada siklus I ini tidak dilakukan praktikum akan tetapi

hanya demonstrasi menggunakan CD pembelajaran karena pada saat itu
                                                                           65




laboratoriumnya masih dipakai kelas XII ujian praktek. Pada siklus I ini siswa

diberi tugas membawa benda-benda yang ada dalam kehidupan sehari-hari

kemudian didiskusikan untuk menggolongkan ke dalam jenis sistem koloid

sol, aerosol, emulsi atau buih. Sehingga dengan mengelompokkan benda-

benda yang ada dalam kehidupan sehari-hari, siswa akan dapat memahami

kimia dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya dalam teori saja.

       Selama proses pembelajaran, yang berperan sebagai guru adalah

penulis sendiri. Sedangkan guru mata pelajaran sebagai observer selama

proses pembelajaran. Hasil observasi kinerja guru selama proses pembelajaran

siklus I sebesar 44 % termasuk dalam kriteria cukup. Guru belum begitu

menguasai kondisi kelas, karena masih ada beberapa siswa yang ramai pada

saat proses pembelajaran.

       Berdasarkan hasil observasi seperti yang diuraikan di atas, maka di

akhir siklus diadakan refleksi oleh penulis dan guru mitra terhadap

pelaksanaan pembelajaran selama siklus I berlangsung. Hasil refleksi yang

dilangsungkan adalah sebagai berikut :

a. perlu meningkatkan motivasi siswa agar lebih semangat dalam mengikuti

   pelajaran dengan memberi poin kepada siswa yang bertanya atau

   memberikan pendapat

b. perlu diberi tugas awal yaitu meresum materi yang akan dipelajari

   sehingga siswa lebih siap dalam mengikuti pelajaran

c. dalam pengelolaan kelas perlu ketegasan, yaitu dengan menegur siswa

   yang ramai sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran
                                                                            66




Hasil   refleksi   tersebut   menjadi   masukan   untuk    perbaikan   kondisi

pembelajaran yang akan dilaksanakan pada siklus II.



2. Siklus II

        Pada siklus II, model Bakulikan juga dilakukan dengan empat tahapan.

Tahap pertama, siswa membaca materi yang akan dipelajari di rumah, untuk

mengetahui siswa sudah membaca atau belum, maka siswa membuat resuman.

Tahap kedua, setelah siswa membaca maka siswa berkelompok sesuai dengan

kelompoknya masing-masing untuk berdiskusi tentang materi yang baru

dibaca. Tahap ketiga, setelah siswa berdiskusi, maka guru dan siswa bersama-

sama menyimpulkan materi yang baru didiskusikan. Siswa melihat simpulan

dan CD pembelajaran tentang sistem koloid dengan menggunakan LCD.

Tahap keempat, siswa melakukan praktikum tentang sifat-sifat koloid.

        Hasil refleksi yang diperoleh dari siklus I ternyata setelah diperbaiki

pada siklus II ternyata terjadi peningkatan. Peningkatan dapat diketahui dari

proses pembelajaran yang berjalan dengan lancar. Siswa juga lebih siap

mengikuti pelajaran karena siswa meresum materi yang akan dipelajari

sehingga siswa membaca terlebih dahulu sebelum proses pembelajaran. Siswa

juga lebih aktif dalam proses pembelajaran dibandingkan pada siklus I.

Peningkatan keaktifan dapat terlihat dari siswa sudah mulai biasa dalam

bertanya maupun mengemukakan pendapat, sehingga siswa sudah terbiasa

dengan model pembelajaran yang dilaksanakan. Pada siklus II ini terjadi

peningkatan kreativitas dari 51,72 % pada siklus I menjadi 60,56 % pada
                                                                             67




siklus II. Berdasarkan analisis data menggunakan uji Wilcoxon, terjadi

peningkatan kreativitas dari siklus I ke siklus II dengan harga z sebesar -5,66,

sehingga secara individu dikatakan telah berhasil. Namun secara keseluruhan

rata-rata persentase kreativitas siswa belum sesuai dengan target penulis atau

belum berhasil.

       Pada pelaksanaan siklus II, dalam penjelasan sifat-sifat sistem koloid

digunakan animasi program flash sehingga siswa lebih tertarik dan

memudahkan dalam memahami konsep yang dijelaskan. Pada siklus II ini

siswa juga berdiskusi tentang artikel penggunaan sifat-sifat sistem koloid

dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga proses pembelajaran yang dilakukan

benar-benar berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan bermanfaat bagi

siswa. Kemudian siswa juga berdiskusi untuk mengerjakan soal-soal yang ada

dalam LKS. Pada siklus II ini siswa melaksanakan praktikum tentang sifat-

sifat sistem koloid. Pada pelaksanaan praktikum ini nilai psikomotorik siswa

rata-rata masih dalam kategori cukup. Siswa masih merasa canggung dalam

menggunakan alat-alat laboratorium. Hal ini karena selama ini jarang

melaksanakan praktikum.

       Pada siklus II ini kondisi pembelajaran sudah baik. Kondisi

pembelajaran lebih menyenangkan dengan diputarkannya CD pembelajaran

serta siswa lebih aktif dalam diskusi. Pada siklus II ini siswa yang lebih aktif

dalam proses pembelajaran, sedangkan guru lebih bersifat fasilitator dan

motivator. Pada siklus II ini kinerja guru termasuk dalam kriteria baik. Akan
                                                                             68




tetapi masih ada siswa yang ramai dan mengganggu temannya seperti

bergurau dalam diskusi dengan celoteh.

        Setelah akhir pembelajaran siklus II dilakukan tes untuk mengetahui

pemahaman siswa tentang materi yang telah dipelajari. Setelah dianalisis

diperoleh rata-rata nilai siswa 74,89 dan siswa yang telah tuntas atau

memperoleh nilai minimal 65 sebanyak 86,05 %. Hasil belajar pada siklus II

ini terjadi peningkatan dibandingkan dengan siklus II. Pada siklus II ini siswa

dapat memahami pelajaran dengan baik hal ini karena lebih dari 85% siswa

telah tuntas belajar.

        Setelah melakukan pengamatan dan analisis data pada siklus II,

diadakan refleksi atas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hasil

refleksinya adalah sebagai berikut :

a. perlu dipertahankan kondisi pembelajaran yang telah baik dan kalau bisa

    ditingkatkan lagi

b. lebih memotivasi siswa yang belum aktif agar lebih aktif dengan

    memberikan tambahan nilai kepada siswa yang bertanya atau memberikan

    jawaban

c. lebih tegas terhadap siswa yang ramai

d. meningkatkan kemampuan praktikum siswa

        Walaupun pada siklus II ini hasil belajar kognitif siswa sudah berhasil,

akan tetapi kreativitas dan psikomotorik siswa belum sesuai dengan target

penulis, sehingga perlu diadakan siklus yang ketiga.
                                                                           69




3. Siklus III

        Pada siklus II, model Bakulikan juga dilakukan dengan empat tahapan.

Tahap pertama, siswa membaca materi yang akan dipelajari di rumah, untuk

mengetahui siswa sudah membaca atau belum, maka siswa membuat resuman.

Tahap kedua, setelah siswa membaca maka siswa berkelompok sesuai dengan

kelompoknya masing-masing untuk berdiskusi tentang materi yang baru

dibaca. Akan tetapi untuk tahap kedua diskusi yang dilakukan dalam bentuk

presentasi. Tahap ketiga, setelah siswa berdiskusi, maka guru dan siswa

bersama-sama menyimpulkan materi yang baru didiskusikan. Siswa melihat

simpulan dan CD pembelajaran tentang sistem koloid dengan menggunakan

LCD. Tahap keempat, siswa melakukan praktikum tentang pembuatan koloid

dan pembuatan sabun.

        Pada siklus III materi yang dipelajari adalah pembuatan sistem koloid.

Pada siklus III ini siswa yang mempresentasikan materi dalam bentuk diskusi,

sehingga siswa terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran. Akan tetapi

sebelum diskusi masing-masing kelompok harus menyerahkan resuman

materi, sehingga siswa lebih siap pada saat mengikuti diskusi. Kelompok yang

akan maju ditentukan dengan undian sehingga semua kelompok harus siap.

Pada presentasi kelompok ini terdiri dari dua kelompok yang presentasi yaitu

kelompok pertama presentasi tentang pembuatan sistem koloid dengan cara

dispersi dan kelompok kedua pembuatan sistem koloid dengan cara

kondensasi. Siswa juga diskusi menyelesaikan soal-soal yang ada di LKS.

Selama diskusi guru berperan sebagai motivator dan fasilitator serta
                                                                              70




meluruskan jika ada pernyataan atau jawaban yang kurang tepat. Setelah akhir

diskusi guru dan siswa menyimpulkan materi yang didiskusikan dengan

menggunakan LCD serta diputarkan CD pembelajaran.

       Pada siklus III ini terjadi peningkatan kreativitas dibandingkan siklus

II. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon terjadi

peningkatan kreativitas dengan harga z -5,56, sedangkan rata-rata persentase

kreativitas siswa mengalami peningkatan menjadi 70,14 % dan termasuk

kriteria tinggi, sehingga penelitian ini dikatakan telah berhasil karena

kreativitas siswa secara individu maupun keseluruhan telah mencapai target.

       Pada siklus III ini dilakukan praktikum pembuatan sistem koloid. Pada

praktikum ini siswa membuat sabun cuci tangan cair dan sabun colek. Pada

praktikum kali ini siswa lebih bersemangat karena membuat sesuatu yang

berguna. Pada praktikum kali ini siswa sudah mulai terbiasa dan terjadi

peningkatan nilai psikomotorik dibandingkan pada praktikum siklus II.

Berdasarkan analisis data terjadi peningkatan nilai psikomotorik dari siklus II

dari 54,57 % menjadi 68,76 %. Sedangkan rata-rata nilai piskomotorik siswa

adalah 20,63 dengan kriteria baik.

       Setelah akhir siklus III dilakukan tes evaluasi untuk mengetahui

pemahaman siswa tentang materi pelajaran. Berdasarkan hasil tes diketahui

pemahaman siswa sudah baik yaitu terjadi peningkatan dibandingkan dengan

siklus II. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 95,35 % dengan

rata-rata nilai 81,55. Hal ini tentu hasil belajar sudah sesuai dengan target dan

dikatakan telah berhasil.
                                                                           71




       Kinerja guru selama pembelajaran sudah sangat baik. Siswa yang

sebelumnya ramai lebih terkondisikan, sehingga proses pembelajaran berjalan

dengan lancar dan kondusif.

       Untuk mengetahui tanggapan siswa tentang model pembelajaran yang

dilakukan diadakan kuesioner tanggapan siswa. Ternyata tanggapan siswa

baik. Hal ini dapat ditunjukkan dengan hasil kuesioner yang dapat dilihat pada

tabel 7. Siswa lebih tertarik mengikuti pelajaran karena tidak monoton satu

arah dari guru saja. Dengan menggunakan CD pembelajaran siswa juga lebih

semangat dalam mengikuti pelajaran dan lebih mudah memahami konsep yang

diajarkan. Dengan adanya diskusi siswa lebih berani dalam menyampaikan

pendapat. Siswa juga lebih terkesan dengan praktikum membuat bahan yang

sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

       Hasil refleksi siklus III adalah sebagai berikut :

a. sebagian besar siswa mempunyai kreativitas yang tinggi selama

   pembelajaran yaitu, dengan rata-rata kreativitas sebesar 70,14 %

b. tanggapan siswa terhadap pembelajaran sudah baik

c. penggunaan model Bakulikan dapat membantu siswa memahami materi

   pelajaran

d. siswa yang tuntas belajar mencapai 95,35 % sehingga telah mencapai

   target penulis.

       Peningkatan hasil belajar ini dapat ditunjukkan dalam diagram berikut:
                                                                                              72




                                 peningkatan rata-rata hasil belajar siswa
                84

                82
                                                                                 81,55
                80
                78
 nilai

                76
                                                             74,89
                74                    73,56
                72

                70
                68
                                  1                         2                3
                                                       siklus ke-


Gambar 3. Diagram peningkatan rata-rata hasil belajar siswa

                            peningkatan persentase siswa yang tuntas belajar

                      100,00%
                                                                                     95,35%
                       90,00%
                                                                    86,05%
                       80,00%                 79,07%
                       70,00%
   persentase




                       60,00%
                       50,00%
                       40,00%
                       30,00%
                       20,00%
                       10,00%
                        0,00%
                                         1                     2                 3
                                                           siklus ke-


Gambar 4. Diagram peningkatan presentase siswa yang tuntas belajar

                                 peningkatan persentase kreativitas siswa

                       100,00%
                        90,00%
                        80,00%
                        70,00%                                                       70,14%
         persentase




                        60,00%                                      60,56%
                        50,00%                51,72%
                        40,00%
                        30,00%
                        20,00%
                        10,00%
                         0,00%
                                          1                    2                 3
                                                           siklus ke



 Gambar 5. Diagram peningkatan presentase kreativitas siswa
                                                                                  73




                                     BAB V

                          SIMPULAN DAN SARAN



A. Simpulan

           Berdasarkan analisis hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat

   disimpulan sebagai berikut :

   1. Pembelajaran dengan model Bakulikan yang telah dilaksanakan di kelas

      XI IA 2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara, dapat meningkatkan

      kreativitas siswa. Hal ini terlihat dari kreativitas siswa mengalami

      peningkatan dari       51,72 5% pada siklus I menjadi 60,56 % pada siklus

      II dan meningkat lagi pada siklus III menjadi 70,14 %.

   2. Pembelajaran dengan model Bakulikan yang telah dilaksanakan di kelas

      XI IA 2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara, dapat meningkatkan

      hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari rata-rata siswa pada siklus I adalah

      73,56, pada siklus II menjadi 74,89 dan pada siklus III meningkat menjadi

      81,55. Secara klasikal, ketuntasan hasil belajar yang dicapai pada siklus I

      adalah 79,07 %, pada siklus II menjadi 86,05% dan meningkat lagi pada

      siklus III menjadi 95,35%.



B. Saran

           Berdasarkan pengalaman penulis selama melakukan penelitian

   tindakan kelas pada kelas XI IA2 SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten

   Jepara, penulis dapat memberi saran sebagai berikut :



                                   73
                                                                       74




Pembelajaran kimia dengan model Bakulikan, perlu dilaksanakan oleh guru

sebagai salah satu variasi dalam pembelajaran. Dengan model Bakulikan,

siswa akan lebih aktif dalam proses pembelajaran, meningkatkan kreativitas

siswa dan membuat pelajaran lebih menarik dan mudah dipahami siswa.
                                                                          75




                            DAFTAR PUSTAKA



Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi
        Aksara.


         , 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktek. Jakarta :
        Rineka Cipta.


Binadja, Ahmad. 2002. Penelitian Bervisi SETS, makalah disampaikan dalam
        seminar Nasional Berorientasi ketrampilan Hidup dengan Kurikulum
        Berbasis Kompetensi. Semarang: UNNES.


Bobbi de Potter dan Miecke Hernacki. 2003. Quantum Learning. Bandung :
        Mizan Pustaka


Catharina, Tri Anni. 2004. Psikologi Belajar. Semarang : UPT MKK UNNES


Hamalik, Oemar. 2001. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan
        Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.


Nugroho, LP Ario, Nathan Hindarto, Supartono. 2005. Pembelajaran Fisika Untuk
      Meningkatkan Kreativitas Siswa SMP Dengan Model Bakulikan. Jurnal
      Pendidikan Fisika Indonesia Vol. 3 No. 1 Maret 2005


Purba, Michael. 2004. Kimia untuk SMA XI B. Jakarta : Erlangga


Munandar, Utami. 1999. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta :
      Rineka Cipta
                                                                         76




Munandar, Utami. 1999. Kreativitas dan Keberbakatan (Strategi Mewujudkan
       Potensi Kreatif dan Bakat). Jakarta : PT Gramedia Putaka Utama


Pusat Bahasa Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi III.
       Jakarta : Balai Pustaka


Semiawan, Conny. 1997. Prespektif Pandangan Pendidikan Anak Berbakat.
       Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia


Sudijono, Anas. 2006. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT Raja
       Grafindo Persada.


Sudjana. 1989. Metode Statistika. Bandung : Tarsito.


Supartono. 2006. Peningkatan Kualitas Peserta Didik Melalui Pembelajaran
       Kimia Dengan pendekatan chemoentrepreneurship (CEP). Semarang:
       Jurusan Kimia FMIPA UNNES.


Suriasumantri. J, S. 2003. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta :
       Pustaka Sinar Harapan
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA POKOK
 MATERI SISTEM KOLOID DENGAN MODEL BAKULIKAN DI KELAS
XI SEMESTER 2 SMA NEGERI 1 PECANGAAN KABUPATEN JEPARA
                         TAHUN AJARAN 2006/2007




          Noor Rifaan, Dr. Siti Sundari Miswadi, M.Si., Ir. Winarni, M.Si.
                         Jurusan Kimia FMIPA Unnes
               Kampus Sekaran Gunung Pati Semarang 50229


Abstark. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar
dan kreativitas siswa SMA Negeri 1 Pecangaan Kabupaten Jepara setelah
menggunakan model Bakulikan (Baca, Diskusi, Lihat dan Lakukan). Model
Bakulikan adalah model pembelajaran yang menggabungkan 4 pola kegiatan
yaitu membaca, diskusi, melihat dan melakukan. Penelitian ini merupakan
penelitian tindakan kelas yang terdiri 3 siklus. Masing-masing siklus meliputi
kegiatan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Adapun fokus dalam
penelitian adalah hasil belajar dan kreativitas siswa kelas XI IA2 SMA Negeri 1
Pecangaan Kabupaten Jepara tahun ajaran 2006/2007. Teknik pengumpulan data
dalam penelitian ini adalah observasi, tes akhir siklus dan angket. Berdasarkan
analisis data hasil penelitian, disimpulkan bahwa model Bakulikan dapat
meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa.


Kata kunci : kreativitas, hasil belajar, model Bakulikan


PENDAHULUAN.
       Perkembangan IPTEK ini mendorong para pelaku pendidikan terutama
guru untuk bekerja keras sehingga dapat mengembangkan suatu metode
pembelajaran, yang akan mempermudah siswa memahami pelajaran. Dalam
proses pembelajaran harus terjadi interaksi dua arah antara guru dan siswa,
sehingga proses pembelajaran yang terjadi lebih interaktif. Di dalam proses
pembelajaran, guru juga harus bisa meningkatkan kreativitas siswa. Kreativitas
dapat terjadi selama proses pembelajaran ataupun setelah terjadi proses
pembelajaran. Kreativitas yang terjadi selama proses pembelajaran yang disebut
dengan ketrampilan proses menurut Renzulli dalam Munandar (1999), dapat
dilihat dari beberapa indikator, diantaranya rasa ingin tahu sehingga membuat
siswa mengajukan pertanyaan, kemampuan menyampaikan pendapat atau gagasan
terhadap suatu masalah, sedangkan kreativitas yang terjadi setelah proses
pembelajaran yang disebut dengan kreativitas produk menurut Renzulli dapat
dilihat dari kemampuan siswa untuk membuat produk dari apa yang telah
dipelajari (Nugroho dkk, 2005 : 2).
       Kurikulum yang diberlakukan sekarang menyatakan bahwa keberhasilan
proses belajar mengajar tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir saja, akan tetapi
proses pembelajarannya juga diperhatikan. Dalam penerapan kurikulum berbasis
kompetensi ini, guru dituntut untuk dapat menyampaikan materi tidak hanya
dalam bentuk hafalan–hafalan, melainkan harus menanamkan pemahaman yang
mendalam kepada siswanya, yang pada akhirnya siswa dapat memahami dan
mengembangkan apa yang telah diperolehnya.
       Berdasarkan observasi awal yang telah penulis lakukan, proses
pembelajaran kimia yang diterapkan di kelas XI SMA Negeri 1 Pecangaan
Kabupaten Jepara masih belum kondusif. Terlihat dari siswa yang kurang
memperhatikan guru pada saat menjelaskan pelajaran, misalnya dengan berbicara
dengan teman sebangku, mengerjakan tugas mata pelajaran lain. Interaksi guru
dengan siswa tidak berjalan dengan baik. Ketika guru memberikan pertanyaan
kepada siswa, siswa hanya terdiam dan tidak menjawab. Siswa tidak terbiasa
bertanya atau memberikan pendapat. Ketika siswa diberi tugas untuk mengerjakan
soal yang ada di buku, siswa banyak yang tidak mengerjakan dan bicara dengan
teman. Dari observasi awal ini menunjukkan bahwa kreativitas siswa dalam
proses pembelajaran masih kurang.
       Salah satu model pembelajaran      yang dapat digunakan adalah model
Bakulikan (baca, diskusi, lihat dan lakukan), yang diharapkan mampu
meningkatkan kualitas pendidikan baik dalam prestasi belajar maupun
peningkatan kreativitas dalam diri siswa (Nugroho dkk, 2005 : 2). Dalam model
Bakulikan, siswa diarahkan untuk menyiapkan diri, yaitu dengan membaca
terlebih dahulu sebelum terjadinya proses pembelajaran, yang kemudian
diharapkan memunculkan kreativitas siswa yaitu memunculkan rasa ingin tahu
siswa sehingga pada proses pembelajaran akan terjadi diskusi dan siswa bisa
menyampaikan pendapat atau gagasan terhadap suatu masalah. Dalam model
Bakulikan siswa diarahkan agar dapat menghubungkan materi yang dipelajari
dengan kehidupan sehari-hari, yaitu dengan melihat contoh atau kejadian yang
terjadi di lingkungan sekitar, kemudian siswa juga diarahkan bisa mempraktekkan
apa yang telah dipelajari dengan melakukan atau membuat produk.
       Dari data yang diperoleh ternyata siswa yang telah mencapai ketuntasan
nilai atau mendapatkan nilai lebih atau sama dengan 65 masih kurang dari 85%
dari jumlah siswa secara keseluruhan, jadi bisa dikatakan bahwa belum semua
siswa tuntas pada pelajaran kimia (Mulyasa, 2003).
       Mengingat pentingnya proses pembelajaran kimia sebagai langkah untuk
meningkatkan prestasi belajar siswa, maka kelemahan-kelemahan proses
pembelajaran harus diperbaiki. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian
tindakan kelas.
Kreativitas
       Setiap orang memang dilahirkan dengan berbagai bakat yang berbeda-
beda. Bakat adalah kemampuan yang merupakan sesuatu yang “inherent” dalam
diri seseorang, dibawa sejak lahir dan terkait dengan struktur otak. Secara genetik
struktur otak memang telah terbentuk sejak lahir, tetapi berfungsinya otak sangat
ditentukan oleh caranya lingkungan berinteraksi dengan sesama (Semiawan, 1997:
11). Perhatian terhadap kreativitas sebagai salah satu dimensi keberbakatan tidak
bisa terlepas dari dinamika proses pengembangan.
       Hakikat kreativitas menurut Hamalik (2001 : 179), salah satu tafsiran
tentang hakikat kreativitas     dikemukakan oleh Ausubel sebagai berikut :
Seseorang yang kreatif adalah yang memiliki kemampuan kapasitas pemahaman,
sensitivitas dan apresiasi, yang dapat dikatakan melebihi dari seseorang yang
intelegen.
        Aspek khusus berpikir kreatif adalah berpikir devergen, yang memiliki
ciri-ciri : fleksibilitas, originalitas dan fluency (keluwesan, keaslian dan kuantitas
output). Fleksibilitas menggambarkan keragaman ungkapan atau sambutan
terhadap suatu stimulasi, misalnya siswa ditugaskan mengkonstruksi ungkapan-
ungkapan dari kata rumah. Bila sambutannya hanya menunjuk pada jenis-jenis
rumah, maka ditafsirkan kurang kreatif, sedangkan yang menunjukkan pada jenis
rumah, lokasi, pemilik, bangunan dan harga rumah, keragaman sangat luas, yang
berarti berpikirnya lebih kreatif. Originalitas menunjukkan pada tingkat keaslian
sejumlah gagasan, jawaban atau pendapat terhadap suatu masalah, kejadian dan
gejala. Sedangkan fluency menunjukkan pada kuantitas output, lebih banyak
jawaban berarti lebih kreatif.
        Berdasarkan eksperimen Maltzman, ternyata latihan (belajar) dapat
menambah kreativitas, baik aspek keluwesannya, maupun aspek keaslian dan
jumlah, dari jenjang yang rendah sampai pada jenjang yang tinggi. (Hamalik,
2001: 180).
        Banyak pakar yang mendiskusikan kreativitas sebagai berpikir kreatif atau
pemecahan masalah. Misalnya Torrance, mendefinisikan berpikir kreatif sebagai
proses penyadaran (sensing) adanya gap, gangguan atau unsur-unsur yang keliru,
pembentukan     gagasan          atau   hipotesis,   pengujian   hipotesis   tersebut,
pengkomunikasian hasil-hasil, mungkin juga pengujian kembali atau perbaikan
hipotesis. Pakar lain (Cagne) mengemukakan bahwa kreativitas merupakan suatu
bentuk pemecahan masalah yang melibatkan intuitive leaps, atau suatu kombinasi
gagasan yang bersumber dari berbagai bidang pengetahuan yang terpisah secara
luas. Kedua pandangan tersebut pada dasarnya sependapat, bahwa kreativitas
merupakan suatu bentuk dan proses pemecahan masalah. (Hamalik, 2001 : 180)
        Hamalik (2001: 180-182) mengembangkan prosedur kreativitas sebagai
berikut :
a. Mengklasifikasikan jenis masalah yang akan disajikan kepada siswa
    Membedakan antara masalah yang disajikan dan masalah yang ditemukan.
    Masalah yang disajikan berarti diberikan kepada siswa. Masalah yang
    ditemukan berarti masalah itu sudah ada, tetapi harus ditemukan sendiri oleh
   siswa. Membedakan antara metode pemecahan masalah yang diketahui dan
   yang tidak diketahui. Jika menggunakan skema klasifikasi, berpikir kreatif
   mulai dari masalah disajikan, tetapi metode penyelesaiannya tidak diketahui
   oleh siswa. Siswa harus menciptakan situasi suatu masalah                  dan
   penyelesaiannya tidak diketahui oleh siswa. Siswa harus menciptakan situasi
   suatu masalah dan menyelesaikannya sendiri secara aktif.
b. Mengembangkan dan menggunakan ketrampilan-ketrampilan pemecahan
   masalah
   Mengembangkan dan menggunakan teknik-teknik dan ketrampilan tertentu
   untuk memecahkan masalah secara kreatif. Teknik yang paling populer yaitu
   brainstorming.    Setelah   masalah      disajikan,   guru   menugaskan   siswa
   mengajukan sebanyak mungkin usul penyelesaian yang mereka pikirkan.
   Setelah gagasan-gagasan penyelesaian didaftar, baru diadakan penilaian.
   Teknik itu merupakan bentuk asosiasi bebas yang sering digunakan dalam
   kelompok. Keterampilan pemecahan masalah lain yang dapat digunakan
   adalah membaca kreatif (creative reading). Para siswa dapat diajar membaca
   kreatif dengan arahan dan dorongan untuk melaksanakan petunjuk-petunjuk
   yang telah diberikan.
c. Ganjaran bagi prestasi belajar kreatif
   Ada lima cara yang dilakukan oleh guru untuk mendorong dan memberikan
   ganjaran kepada siswa yang telah mencapai prestasi kreatif, yaitu sebagai
   berikut :
   1. Memperbaiki dengan bijaksana pertanyaan-pertanyaan siswa yang tidak
       lumrah
   2. Memperbaiki dengan bijaksana gagasan-gagasan dan penyelesaiannya
       yang tidak tepat
   3. Menunjukkan pada siswa bahwa gagasannya punya nilai
   4. Menunjukkan pada siswa dan memberikan penghargaan terhadap kegiatan
       belajar sendiri
   5. Menyediakan kesempatan pada siswa untuk belajar berpikir dan
       menemukan tanpa mengabaikan penilaian secara langsung.
Indikator kreativitas sebagaimana dijelaskan Renzulli dalam Munandar (1999),
ada 10 dimensi yaitu :
   1. Memiliki rasa ingin tahu
   2. Bertanya
   3. Memberikan banyak gagasan atau usul terhadap suatu maslah
   4. Merasa bebas dalam menyatakan pendapat
   5. Memiliki langkah penyelesaian masalah buatan sendiri
   6. Mencari dan menganalisis data yang diketahui dalam menyelesaikan
       masalah
   7. Mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang
   8. Memiliki rasa humor
   9. Mempunya daya imaginasi
   10. Orisinil dalam mengungkapkan gagasan dalam menyelesaikan masalah
Belajar.
       Belajar merupakan proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan ia
mencakup segala sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan (Catharina, 2004: 2).
Belajar memegang peranan penting dalam perkembangan, kebiasaan, sikap,
keyakinan, tujuan, kepribadian dan bahkan persepsi manusia, oleh karena itu
dengan menguasai prinsip-prinsip dasar tentang belajar, seseorang mampu
memahami bahwa aktivitas belajar itu memegang peranan penting dalam proses
psikologis.
       Berdasarkan berbagai penjelasan mengenai belajar, dapat disimpulkan,
bahwa belajar dalam arti umum adalah segala aktivitas individu yang dapat
menimbulkan perubahan tingkah laku pada diri individu tersebut. Aktivitas ini
dapat berupa latihan maupun pengalaman dalam situasi tertentu dimana tingkah
laku yang mengalami perubahan itu menyangkut banyak aspek (Catharina, 2004 :
13).


       Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, diantaranya adalah
faktor yang berasal dari dalam siswa itu sendiri atau internal, dan yang berasal
dari luar atau       eksternal. Faktor internal misalnya berupa nilai-nilai atau
keyakinan, yaitu :
   1. Interaksi yang mencakup pengetahuan, misalnya pengalaman terhadap
       sesuatu yang diperoleh dari membaca
   2. Kemampuan menangkap permainan, simulasi dan simbol
   3. Belajar    untuk     berketerampilan,   misalnya     kemampuan   menghafal,
       membaca, menulis, mencatat, kreativitas, cara belajar, komunikasi dan
       hubungan.
Faktor yang berasal dari luar individu, misalnya:
   1. Lingkungan yang positif, santai, aman, menggembirakan akan sangat
       mendukung kelancaran proses belajar mengajar
   2. Kondisi siswa, setiap individu sebenarnya sudah terdapat kemampuan
       masing-masing yang antara satu dan yang lainnya berbeda, oleh karenanya
       diperlukan gerakan terobosan, perubahan keadaan, permainan-permainan
       dan partisipasi untuk membangun individu
   3. Saat berlangsungnya proses pembelajaran, akan lebih baik apabila
       diciptakan suasana yang nyaman, seperti cukup penerangan dan menarik
       perhatian.
Bakulikan
       Dalam model Bakulikan, proses pembelajaran Kimia dipolakan menjadi
empat langkah yaitu membaca (Ba), diskusi (Ku), melihat (Li), lakukan (Kan)
(Nugroho dkk, 2005 : 2).
Pada proses pembelajaran siswa selalu melakukan langkah seperti dibawah ini :
1. Membaca
   Sebelum mulai pembelajaran, siswa diberi tugas untuk membaca materi yang
   akan disampaikan, sehingga dengan itu siswa akan lebih siap melakukan
   proses pembelajaran. Dengan membaca siswa akan memunculkan rasa ingin
   tahu sehingga pada proses pembelajaran akan lebih interaktif dengan proses
   terjadinya tanya jawab atau diskusi, sehingga proses pembelajaran yang terjadi
   adalah dua arah tidak hanya satu arah dari guru saja.
2. Diskusi
   Setelah siswa membaca, maka siswa diajak untuk berdiskusi tentang materi
   yang telah dibacanya. Dengan diskusi ini proses pembelajaran akan lebih
   interaktif. Dalam diskusi, siswa dapat menyampaikan pendapat ataupun
   memberikan gagasan dan ide terhadap suatu masalah. Sehingga dengan proses
   diskusi ini akan meningkatkan proses kreativitas siswa.
3. Melihat
   Dalam pembelajaran siswa tidak hanya diberikan materi saja akan tetapi siswa
   juga harus diajak untuk melihat contoh-contoh ataupun penerapan tentang
   materi yang sedang dipelajari. Sehingga dengan mengajak siswa melihat
   langsung contoh-contoh ataupun penerapan tentang materi yang sedang
   dipelajari maka siswa akan lebih lebih mudah mengingat tentang materi yang
   sedang mereka pelajari.


4. Melakukan
   Suatu proses pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa melakukan
   langsung apa yang sedang mereka pelajari. Dengan melakukan praktik
   terhadap apa yang mereka pelajari selain lebih bermakna dan materi pelajaran
   mudah diingat juga dapat meningkatkan kemampuan psikomotorik siswa.
METODE PENELITIAN
       Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang menggunakan
data pengamatan langsung terhadap jalannya proses pembelajaran di kelas. Data
tersebut kemudian dianalisis melalui beberapa tahapan dalam siklus-siklus
tindakan, yang terdiri dari 3 siklus. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1
Pecangaan Kabupaten Jepara. Penelitian ini akan menggunakan seluruh siswa
yang ada di kelas XI-IA2 sebagai subjek penelitian. Sedangkan sebagai observer,
adalah salah satu guru mata pelajaran kimia. Fokus penelitian tindakan kelas ini
adalah hasil belajar kognitif, psikomotorik dan kreativitas siswa kelas XI semester
2 dalam proses pembelajaran kimia dengan menggunakan model Bakulikan.
       Prosedur kerja dalam penelitian ini merupakan siklus kegiatan yang
minimal terdiri dari tiga siklus. Masing–masing siklus meliputi perencanaan,
tindakan, observasi, dan refleksi (Binadja, 2002 :3). Prosedur kerja tersebut secara
garis besar dapat dijelaskan dengan deskripsi umum penelitian tindakan kelas.

              Observasi awal di SMA Kesatrian 2 Semarang



                 Permasalahan           Rencana tindakan         Pelaksanaan
                                                                 tindakan I
 Terselesai
 kan


                 Reflekski I                                       Observasi I




                     Belum             Rencana tindakan          Pelaksanaan
                                                                 tindakan II
 Terselesai
 kan


                     Refleksi II                                  Observasi II



                Belum Terselesaikan                   SIKLUS BERIKUTNYA
Adapun teknik pengumpilan data pada penelitian ini adalah metode dokumentasi,
tugas rumah, tes, lembar pengamatan, lembar observasi dan lembar kuisioner.
       Untuk menganalisis data penelitian digunakan rumus sebagai berikut :
1. Analisis diskriptif
     Daftar nilai kogntif digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa.
Selanjutnya dari hasil data yang diperoleh pada setiap siklus kemudian dianalisis
secara diskriptif kualitatif dengan menghitung prosentase ketuntasan belajarnya.

           Rumus :       P=   ∑ n x100%
                                   1

                              ∑n
           Keterangan : P = nilai ketuntasan belajar

                              ∑n 1     = jumlah siswa tuntas belajar individual

                                        (persentase > 65%)

                              ∑ n = jumlah total siswa
2. Uji Wilcoxon
     Data dari hasil pengukuran kreativitas siswa dianalisis dengan uji Wilcoxon
dengan rumus sebagai berikut:
                       T − μ1
                  z=
                         σ1

                                        n(n + 1)               n(n + 1)(2n + 1)
                  Dimana : μ1 =                  dan σ 1 =
                                           4                          24
     Berdasarkan teori belajar tuntas, maka seorang siswa dipandang tuntas
belajar jika ia mampu menyelesaikan , menguasai, atau mencapai tujuan
pembelajaran minimal 65% dari seluruh tujuan pembelajaran. Sedangkan
keberhasilan kelas dilihat dari sekurang-kurangnya 85% siswa tuntas belajar, yaitu
memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 65 (Mulyasa, 2003). Sedangkan
kreativitas siswa dalam proses pembelajaran sekurang-kurangnya 75% siswa
memiliki kriteria kreativitas sedang, yaitu dengan presentase skor 65 selama
proses pembelajaran.
HASIL DAN PEMBAHSAN
      Penelitian tindakan kelas ini meliputi tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas
tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data hasil
penelitian ini diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan oleh penulis dan guru
mitra selam proses pembelajaran berlangsung, baik pada siklus I, II, maupun III.
Peningkatan hasil belajar kognitif siswa dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Nilai hasil belajar siswa siklus I, II, dan III


 No             Pencapaian                           Siklus
                                          I            II              III
 1.     Nilai terendah                   53            53              60
 2.     Nilai tertinggi                  87            87              93
 3.     Rata-rata nilai                 73,56        74,89           81,55
 4.     Ketuntasan belajar (%)         79,07%       86,05%           95,35%


      Dari tabal 1 dapat dilihat bahwa rata-rata nilai dan persentase ketuntasan
belajar klasikal siswa meningkat dari siklus I ke siklus II sebesar 1,33 dan 6,98%.
Sedangkan dari siklus II ke siklus III nilai rata-rata dan persentase ketuntasan
belajar meningkat sebesar 6,66 dan 9,3%. Sehingga secara keseluruhan penelitian
tindakan kelas ini dikatakan telah berhasil.
      Untuk hasil belajar psikomotorik dengan model                   Bakulikan dengan
menggunakan lembar pengamatan pada selama dua kali praktikum, dapat dilihat
pada tabel 2.
Tabel 2. Nilai psikomotorik siswa siklus I, II, dan III
                                  Praktikum I              Praktikum II
 No       Pencapaian
                             Nilai      Kriteria    Nilai        Kriteria
1.      Nilai terendah       40        Cukup       56,67      Cukup
2.      Nilai tertinggi      66,67     Baik        83,33      Sangat Baik
3.      Rata-rata nilai      54,57     Cukup       68,76      Baik
      Berdasarkan pada tabel 2 rata-rata nilai dari praktikum 1 ke 2 meningkat
sebesar 14,19, yaitu dari 54,57 menjadi 68,76. Berdasarkan hasil nilai
psikomotorik tersebut, dapat dikatakan bahwa penelitian ini telah berhasil.
      Observasi tentang kreativitas yang terdiri dari 10 indikator yang dilakukan
melalui lembar pengamatan. Secara garis besar nilai observasi kreativitas siswa
dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. nilai kreativitas siswa siklus I,II,III
No Keterangan                                Siklus   Siklus   Siklus
                                             I        II       III
1.   Kreativitas siswa sangat rendah         -        -        -
2.   Kreativitas siswa rendah                67,4 % 11,6 % -
3.   Kreativitas siswa sedang                25,6 % 72,1 % 44, 2 %
4.   Kreativitas siswa tinggi                7%       16,3 % 55,8
5.   Kreativitas siswa sangat tinggi         -        -        -
6.   Rata-rata skor kreativitas siswa        25,86    30,28    35,07
7.   Rata-rata persentase kreativitas        51,7%    60,6%    70,1%
        Berdasarkan hasil perhitungan, harga Z uji Wilcoxon peningkatan
kreativitas dari siklus I ke siklus II adalah -5,66 dan diperoleh jumlah yang harga
mutlaknya paling kecil (T) yaitu 4. Pengujian hipotesis ada tidaknya pengaruh
perlakuan terhadap krativitas siswa, maka harga T tersebut dibandingkan dengan
taraf nyata α = 0.05, dengan demikian Ho ditolak, artinya terdapat pengaruh
pemberian model Bakulikan.
        Pada siklus I, model Bakulikan dilakukan dengan empat tahapan. Tahap
pertama, siswa membaca materi yang akan dipelajari di rumah, karena banyak
siswa yang belum membaca, siswa diberi waktu 10 menit untuk membaca di
dalam kelas. Tahap kedua, setelah siswa membaca maka siswa berkelompok
sesuai dengan kelompoknya masing-masing untuk berdiskusi tentang materi yang
baru dibaca. Tahap ketiga, setelah siswa berdiskusi, maka guru dan siswa
bersama-sama menyimpulkan materi yang baru didiskusikan. Siswa melihat
simpulan dan CD pembelajaran tentang sistem koloid dengan menggunakan LCD.
Tahap keempat, karena laboratorium masih dipakai ujian praktik kelas XII, maka
untuk melakukan, siswa hanya mengerjakan soal-soal yang ada dalam buku.
Untuk mengganti praktikum siswa ditayangkan CD pembelajaran tentang
praktikum membedakan antara larutan sejati, sistem koloid dan suspensi kasar.
       Pada siklus pertama ini, siswa terkesan belum siap mengikuti pelajaran.
Hal ini dapat diketahui ternyata hanya sebagian siswa yang sudah membaca
materi yang akan dipelajari sebelumnya. Sehingga pada proses pembelajaran
siswa kurang begitu aktif. Pada siklus pertama ini juga siswa masih canggung
dengan model pembelajaran yang diterapkan karena biasanya model pembelajaran
yang diiterapkan adalah ceramah. Pada siklus pertama ini siswa sudah mulai
tertarik mengikuti pelajaran ketika diputarkan CD pembelajaran tentang sistem
sistem koloid. Akan tetapi pada saat diskusi, siswa tidak begitu aktif. Hal ini
terlihat dari sedikitnya siswa yang bertanya atau menyampaikan pendapat. Hal ini
disebabkan siswa belum terbiasa dengan diskusi sehingga masih ada rasa takut
dan canggung dalam bertanya ataupun mengemukakan pendapat. Sehingga pada
siklus I ini rata-rata kreativitas siswa termasuk dalam kriteria rendah, sedangkan
siswa yang kreatif hanya 7 %. Pada siklus I ini tidak dilakukan praktikum akan
tetapi hanya demonstrasi menggunakan CD pembelajaran karena pada saat itu
laboratoriumnya masih dipakai kelas XII ujian praktek. Pada siklus I ini siswa
diberi tugas membawa benda-benda yang ada dalam kehidupan sehari-hari
kemudian didiskusikan untuk menggolongkan ke dalam jenis sistem koloid sol,
aerosol, emulsi atau buih. Sehingga dengan mengelompokkan benda-benda yang
ada dalam kehidupan sehari-hari, siswa akan dapat memahami kimia dalam
kehidupan sehari-hari tidak hanya dalam teori saja.
       Pada pelaksanaan siklus II, dalam penjelasan sifat-sifat sistem koloid
digunakan animasi program flash sehingga siswa lebih tertarik dan memudahkan
dalam memahami konsep yang dijelaskan. Pada siklus II ini siswa juga berdiskusi
tentang artikel penggunaan sifat-sifat sistem koloid dalam kehidupan sehari-hari.
Sehingga proses pembelajaran yang dilakukan benar-benar berhubungan dengan
kehidupan sehari-hari dan bermanfaat bagi siswa. Kemudian siswa juga berdiskusi
untuk mengerjakan soal-soal yang ada dalam LKS. Pada siklus II ini siswa
melaksanakan praktikum tentang sifat-sifat sistem koloid. Pada pelaksanaan
praktikum ini nilai psikomotorik siswa rata-rata masih dalam kategori cukup.
Siswa masih merasa canggung dalam menggunakan alat-alat laboratorium. Hal ini
karena selama ini jarang melaksanakan praktikum.
       Pada siklus II ini kondisi pembelajaran sudah baik. Kondisi pembelajaran
lebih menyenangkan dengan diputarkannya CD pembelajaran serta siswa lebih
aktif dalam diskusi. Pada siklus II ini siswa yang lebih aktif dalam proses
pembelajaran, sedangkan guru lebih bersifat fasilitator dan motivator. Pada siklus
II ini kinerja guru termasuk dalam kriteria baik. Akan tetapi masih ada siswa yang
ramai dan mengganggu temannya seperti bergurau dalam diskusi dengan celoteh.
       Pada siklus III materi yang dipelajari adalah pembuatan sistem koloid.
Pada siklus III ini siswa yang mempresentasikan materi dalam bentuk diskusi,
sehingga siswa terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran. Akan tetapi
sebelum diskusi masing-masing kelompok harus menyerahkan resuman materi,
sehingga siswa lebih siap pada saat mengikuti diskusi. Kelompok yang akan maju
ditentukan dengan undian sehingga semua kelompok harus siap. Pada presentasi
kelompok ini terdiri dari dua kelompok yang presentasi yaitu kelompok pertama
presentasi tentang pembuatan sistem koloid dengan cara dispersi dan kelompok
kedua pembuatan sistem koloid dengan cara kondensasi. Siswa juga diskusi
menyelesaikan soal-soal yang ada di LKS. Selama diskusi guru berperan sebagai
motivator dan fasilitator serta meluruskan jika ada pernyataan atau jawaban yang
kurang tepat. Setelah akhir diskusi guru dan siswa menyimpulkan materi yang
didiskusikan dengan menggunakan LCD serta diputarkan CD pembelajaran.
       Pada siklus III ini dilakukan praktikum pembuatan sistem koloid. Pada
praktikum ini siswa membuat sabun cuci tangan cair dan sabun colek. Pada
praktikum kali ini siswa lebih bersemangat karena membuat sesuatu yang
berguna. Pada praktikum kali ini siswa sudah mulai terbiasa dan terjadi
peningkatan nilai psikomotorik dibandingkan pada praktikum siklus II.
Berdasarkan analisis data terjadi peningkatan nilai psikomotorik dari siklus II dari
54,57 % menjadi 68,76 %. Sedangkan rata-rata nilai piskomotorik siswa adalah
20,63 dengan kriteria baik.
     Berdasarkan data hasil penelitian pelaksanaan pembelajaran siklus III telah
berhasil dan telah memenuhi target penulis seperti yang tercantum dalam
indikator keberhasilan, dengan demikian penelitian cukup sampai siklus III saja.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan analisis hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulan
bahwa pembelajaran dengan model Bakulikan dapat meningkatkan kreativitas
siswa dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat terjadi karena siswa tidak hanya
diberikan teori saja, tapi juga menghubungkan antara materi dengan kehidupan
sehari-hari. Selain itu juga dilatih untuk membuat produk yang sering digunakan
dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa tertarik mengikuit pelajaran karena
mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan.
       Berdasarkan simpulan hasil penelitian pada kelas XI IA2 SMA Negeri 1
Pecangaan Kabupaten Jepara, penulis dapat memberi saran bahwa pembelajaran
kimia dengan model Bakulikan, perlu dilaksanakan oleh guru sebagai salah satu
variasi dalam pembelajaran. Dengan model Bakulikan, siswa akan lebih aktif
dalam proses pembelajaran, meningkatkan kreativitas siswa dan membuat
pelajaran lebih menarik dan mudah dipahami siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi
        Aksara.
         , 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktek. Jakarta :
        Rineka Cipta.
Binadja, Ahmad. 2002. Penelitian Bervisi SETS, makalah disampaikan dalam
        seminar Nasional Berorientasi ketrampilan Hidup dengan Kurikulum
        Berbasis Kompetensi. Semarang: UNNES.
Bobbi de Potter dan Miecke Hernacki. 2003. Quantum Learning. Bandung :
        Mizan Pustaka
Catharina, Tri Anni. 2004. Psikologi Belajar. Semarang : UPT MKK UNNES
Hamalik, Oemar. 2001. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan
        Sistem. Jakarta: Bumi Aksara.
Nugroho, LP Ario, Nathan Hindarto, Supartono. 2005. Pembelajaran Fisika Untuk
       Meningkatkan Kreativitas Siswa SMP Dengan Model Bakulikan. Jurnal
       Pendidikan Fisika Indonesia Vol. 3 No. 1 Maret 2005
Munandar, Utami. 1999. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta :
       Rineka Cipta
                                                                             77
    Lampiran 1



                          JADWAL PELAKSANAAN
                       PENELITIAN TINDAKAN KELAS


Nama guru praktikan    : Noor Rifaan
Kelas                  : XI IA2 SMA Negeri 1 Pecangaan
Semester               :2
Materi                 : Sistem koloid


No     Tanggal           Kegiatan
1      9 April 2007      Observasi awal
2      30 April 2007     Pelaksanaan siklus I
3      1 Mei 2007        Pelaksanaan tes siklus I
4      14 Mei 2007       Pelaksanaan siklus II dan praktikum sifat-sifat koloid
5      15 Mei 2007       Pelaksanaan tes siklus II
6      21 Mei 2007       Pelaksanaan siklus III
7      22 Mei 2007       Pelaksanaan praktikum pembuatan sabun cair dan sabun
                         colek
8      28 Mei 2007       Pelaksanaan tes siklus III
                                                           78

     Lampiran 2


                        Hasil Ulangan Blok I Semester II

                                   Nilai
No    Nama                         Awal    Ketuntasan
 1    Ahmad Arif Febriyanto         50       Belum
 2    Ahmad Fakhrur Rozi            70       Tuntas
 3    Ahmad Mundhofar               62       Belum
 4    Akhmad Khambali               61       Belum
 5    Anggraini Mustika Dewi        66       Tuntas
 6    Anik Sunarti M                69       Tuntas
 7    Ayu Fadlilah                  78       Tuntas
 8    Banar Arianto                 48       Belum
 9    Danny Yanuar                  50       Belum
10    Delfi Alfa Reza               69       Tuntas
11    Denny Yuniastanti             76       Tuntas
12    Dewi Safitri                  65       Tuntas
13    Dwi Era Rusmawati             65       Tuntas
14    Erna Purwanti                 64       Belum
15    Fitriyani Nailil Muna         58       Belum
16    Imam Nazaar                   62       Belum
17    Imron Rosyadi                 66       Tuntas
18    Irkham Mahmud                 72       Tuntas
19    Isnaeni Agung Prasetyo        48       Belum
20    Kaharani Apriyanti            55       Belum
21    Kurnia Ningsih                59       Belum
22    Leny Damayanti                74       Tuntas
23    Ludviatun Nikmah              86       Tuntas
24    Maelani Zulfah                62       Belum
25    Mellindayana Risti            57       Belum
26    Misriyah                      59       Belum
27    Nailis Saadah                 60       Belum
28    Nikmatul Hidayah              64       Belum
29    Nor Khalimah                  70       Tuntas
30    Nur Faizah                    66       Tuntas
31    Nur Kholis                    74       Tuntas
32    Nurul Qasidah                 66       Tuntas
33    Prima Dina Atika              50       Belum
34    Raka Siwi Yulia I             74       Tuntas
35    Rina Anik Astuti              55       Belum
36    Roiisul Falaah Aththoyyib     58       Belum
37    Santi Saputri                 64       Belum
38    Shoimatul Hidayah             83       Tuntas
39    Sri Handayani                 79       Tuntas
40    Sri Surti                     68       Tuntas
41    Vicky Vahriza                 60       Belum
42    Yumar Secha                   61       Belum
43    Yusuf Adi Nugroho             57       Belum
      Rata-rata                    64.19    46,51 %
                                                                             79


      Lampiran 3

                      RENCANA PEMBELAJARAN
                      Satuan Pendidikan : SMA
                      Mata Pelajaran        : Kimia
                      Pokok Materi          : Sistem Koloid
                      Kelas/Progra          : XI/IA
                      Semester              : II (dua)
                      Waktu                 : 2 x 45 menit


I.      Standar Kompetensi
        Mendeskripsikan sifat-sifat suatu larutan, metode pengukuran dan
        terapannya dalam kehidupan sehari-hari.


II.     Kompetensi Dasar
        Mengelompokkan sistem koloid berdasarkan hasil pengamatan dan
        penggunaannya di industri.


III. Indikator
        1. Mengelompokkan campuran yang ada di lingkungan ke dalam
           larutan, sistem koloid dan suspensi kasar.
        2. Menjelaskan perbandingan sifat larutan, koloid dan suspensi
        3. Menjelaskan adanya 8 macam sistem koloid berdasarkan fase
           terdispersi dan medium pendispersinya.
        4. Memberikan contoh-contoh koloid berdasarkan jenisnya
        5. menjelaskan penggunaan sistem koloid dalam kehidupan sehari-hari


IV. Materi Pembelajaran
        Sub Pokok Materi             : Sistem Koloid
        Sub-sub Pokok Materi         : 1. Pengertian sistem koloid
                                      2. Jenis Koloid
                                      3. Penggunaan koloid dalam kehidupan
                                        sehari-hari
                                                                           80




V.   Strategi Pembelajaran
     Pendekatan Konsep             : model Bakulikan
     Langkah-langkah KBM           :
     Tahap          Kegiatan Pengajar           Kegiatan Siswa   Media dan
                                                                    Alat
Pendahuluan    1. Memberi salam                 Memperhatikan          -
               2. Memperkenalkan diri
               3. Cek presensi
               4. Menjelaskan tujuan
                 pembelajaran                                       Buku
               5. Siswa diberi kesempatan                          kimia
                 membaca materi terlebih                         pegangan
                 dahulu selama 10 menit                            siswa
Penyajian      1. Menjelaskan                   Memperhatikan, Buku
                 pengelompokan          larutan, menjawab dan
                 sistem        koloid      dan bertanya
                 suspensi kasar.
                  a. Menanyakan            dan Memperhatikan, Buku
                      memberi           contoh- menjawab dan
                      contoh senyawa yang bertanya
                      ada    di   lingkungan
                      sekitar siswa
                  b. Mengklasifikasikan         Menyaksikan,     Buku,
                      contoh-contoh             memperhatikan    laptop,
                      tersebut    ke     dalam bertanya dan      LCD
                      larutan, sistem koloid menjawab
                      dan suspensi kasar.
                  c. Menayangkan           CD Memperhatikan, LCD/buku
                      pembelajaran tentang bertanya dan
                      sistem            koloid, menjawab
                                                                      81




                   perbedaan        larutan,
                   koloid dan suspensi
          2. Menjelaskan 8 macam Memperhatikan, LCD/Buku
            sistem koloid berdasarkan menjawab dan
            fase      terdispersi       dan bertanya
            medium pendispersi.
             a. Menjelaskan tentang
                   fase terdispersi dan
                   medium pendispersi.
             b. Mengklasifikasikan
                   jenis koloid
          3. Menjelaskan penggunaan Memperhatikan, LCD/Buku
            dan contoh-contoh sistem menjawab dan
            koloid         di        dalam bertanya
            kehidupan sehari-hari
             a. Menayangkan             CD
                   pembelajaran tentang
                   jenis-jenis koloid dan
                   contoh-contoh koloid
                   dalam         kehidupan
                   sehari-hari
             b. Memberi penjelasan
                   dari tayangan CD.
Penutup   1. membimbing siswa                  Memperhatikan   Buku
            menyimpulkan materi
            yang telah dipelajari
          2. Membagi kelompok
            diskusi
          3. Memberi tugas kepada
            masing-masing kelompok
            untuk mencari bahan-
                                                                     82




                       bahan yang ada dalam
                       kehidupan sehari-hari dan
                       mengelompkkan ke
                       dalam jenis koloid untuk
                       didiskusikan pada
                       pertemuan berikutnya
                     4. Memberi salam


   VI. Sumber Pembelajaran
         1. Buku kimia untuk kelas XI SMA
         2. Lembar Kerja Siswa
         3. CD pembelajaran kimia materi koloid




Mengetahui,
Guru Mata pelajaan                                 Guru Praktikan,




Nur Kholis, S.Pd.                                  Noor Rifaan
NIP 131974527                                      NIM 4301403017
                                                                           83




                    RENCANA PEMBELAJARAN
                    Satuan Pendidikan : SMA
                    Mata Pelajaran        : Kimia
                    Pokok Materi          : Sistem Koloid
                    Kelas/Program         : XI/IA
                    Semester              : II (dua)
                    Waktu                 : 2 x 45 menit


I.    Standar Kompetensi
      Mendeskripsikan sifat-sifat suatu larutan, metode pengukuran dan
      terapannya dalam kehidupan sehari-hari.


II.   Kompetensi Dasar
      Mengelompokkan sistem koloid berdasarkan hasil pengamatan dan
      penggunaannya di industri.


III. Indikator
       1. Mengelompokkan campuran yang ada di lingkungan ke dalam
           larutan, sistem koloid dan suspensi kasar.
       2. Menjelaskan perbandingan sifat larutan, koloid dan suspensi
       3. Menjelaskan adanya 8 macam sistem koloid berdasarkan fase
           terdispersi dan medium pendispersinya.
       4. Memberikan contoh-contoh koloid berdasarkan jenisnya
       5. menjelaskan penggunaan sistem koloid dalam kehidupan sehari-
           hari
IV. Materi Pembelajaran
      Sub Pokok Materi             : Sistem Koloid
      Sub-sub Pokok Materi         : 1. Pengertian sistem koloid
                                    2. Jenis Koloid
                                    3. Penggunaan koloid dalam kehidupan
                                      sehari-hari
                                                                         84




V.   Strategi Pembelajaran
     Pendekatan Konsep             : model Bakulikan
     Langkah-langkah KBM           :
     Tahap          Kegiatan Pengajar            Kegiatan Siswa    Media
                                                                  dan Alat
Pendahuluan        1. Memberi salam              Memperhatikan       -
                   2. Cek presensi
                   3. Mengecek tugas yang
                         diberikan pada
                         pertemuan berikutnya
Penyajian          1. Presentasi dan diskusi Presentasi,          Buku
                         dari tugas kelompok memperhatikan,
                         tentang bahan-bahan bertanya dan
                         yang      ada    dalam menjawab
                         kehidupan sehari-hari
                         dan    menggolongkan
                         ke dalam jenis-jenis
                         koloid
                   2. Menyimpulkan hasil
                         diskusi
                   3. Latihan soal yang ada
                         dalam LKS
Penutup            1. Tes siklus I               Memperhatikan    Buku
                   2. Memberi tugas
                         kepada siswa untuk
                         membaca materi
                         tentang sifat-sifat
                         koloid
                   3. Memberi salam
                                                               85




   VI. Sumber Pembelajaran
          1. Buku kimia untuk kelas XI SMA
          2. Lembar Kerja Siswa


Mengetahui,
Guru Mata pelajaan                           Guru Praktikan,




Nur Kholis, S.Pd.                            Noor Rifaan
NIP 131974527                                NIM 4301403017
                                                                          86




                      RENCANA PEMBELAJARAN
                      Satuan Pendidikan : SMA
                      Mata Pelajaran         : Kimia
                      Pokok Materi           : Sistem Koloid
                      Kelas/Program          : XI/IA
                      Semester               : II (dua)
                      Waktu                  : 2 x 45 menit


I.     Standar Kompetensi
       Mendeskripsikan sifat-sifat suatu larutan, metode pengukuran dan
       terapannya dalam kehidupan sehari-hari.


II.    Kompetensi Dasar
       Mengelompokkan sistem koloid berdasarkan hasil pengamatan dan
       penggunaannya di industri.


III. Indikator
         1. Mengamati dan menjelaskan hasil pengamatan tentang efek
             Tyndall, dan gerak Brown.
         2. Menjelaskan mengenai elektroforesis, adsorbsi, muatan koloid dan
             koagulasi


IV. Materi Pembelajaran
      Sub Pokok Materi      : Sifat koloid
      Sub-sub pokok materi : 1. Efek Tyndall
                              2. Gerak Brown
                              3. Muatan koloid
                              3. Elektroforesis
                              4. Adsorpsi
                              5. koagulasi
                                                                            87




V.     Strategi Pembelajaran
       Pendekatan Konsep             : model Bakulikan
       Langkah-langkah KBM           :
       Tahap                Kegiatan            Kegiatan Siswa   Media dan
                                                                    alat
     pendahuluan      1. Memberi salam         Memperhatikan            -
                      2. Cek presensi
                      3. Menjelaskan tujuan
                      4. Mengecek tugas
                           membaca
     Penyajian     1. Menjelaskan efek         Menyaksikan,      LCD dan
                     Tyndall                   memperhatikan     buku
                      a. Menayangkan CD        bertanya dan
                           pembelajaran        menjawab
                      b. Memberi
                           penjelasan dari
                           penayangan CD
                           pembelajaran
                   2. Menjelaskan gerak        Menyaksikan,      LCD dan
                     Brown                     memperhatikan     buku
                     a. Menayangkan CD         bertanya dan
                        pembelajaran dan       menjawab
                        animasi materi
                        dengan program
                        flash
                     b. Memberi penjelasan
                        dari penayangan CD
                        pembelajaran
                                                 88




3. Menjelaskan muatan     Menyaksikan,    LCD dan
  koloid                  memperhatikan   buku
  a. Menayangkan CD       bertanya dan
     pembelajaran dan     menjawab
     animasi materi
     dengan program
     flash
  b. Memberi penjelasan
     dari penayangan CD
     pembelajaran


4. Menjelaskan
  Elektroforesis          Menyaksikan,    LCD dan
  a. Menayangkan CD       memperhatikan   buku
     pembelajaran dan     bertanya dan
     animasi materi       menjawab
     dengan program
     flash
  b. Memberi penjelasan
     dari penayangan CD
     pembelajaran
5. Menjelaskan Adsorpsi
  a. Menayangkan CD       Menyaksikan,    LCD dan
     pembelajaran dan     memperhatikan   buku
     animasi materi       bertanya dan
     dengan program       menjawab
     flash
  b. Memberi penjelasan
     dari penayangan CD
     pembelajaran
                                                                            89




                     6. Menjelaskan Koagulasi      Menyaksikan,      LCD dan
                       a. Menayangkan CD           memperhatikan     buku
                           pembelajaran dan        bertanya dan
                           animasi materi          menjawab
                           dengan program
                           flash
                       b. Memberi penjelasan
                           dari penayangan CD
                           pembelajaran


      Penutup        1. membimbing siswa           Memperhatikan     Buku
                       menyimpulkan materi
                       yang telah di pelajari
                     2. memberi tugas kepada
                       siswa untuk menyiapkan
                       materi presentasi tentang
                       koloid pelindung,
                       dialisis, dan sol liofil
                       dan sol liofob
                     3. memberi salam
   VI. Sumber Pembelajaran
          1. Buku kimia untuk kelas XI SMA
          2. Lembar Kerja Siswa


Mengetahui,
Guru Mata pelajaan                                     Guru Praktikan,




Nur Kholis, S.Pd.                                      Noor Rifaan
NIP 131974527                                          NIM 4301403017
                                                                       90




                     RENCANA PEMBELAJARAN
                     Satuan Pendidikan : SMA
                     Mata Pelajaran        : Kimia
                     Pokok Materi          : Sistem Koloid
                     Kelas/Program         : XI/IA
                     Semester              : II (dua)
                     Waktu                 : 2 x 45 menit


I.    Standar Kompetensi
      Mendeskripsikan sifat-sifat suatu larutan, metode pengukuran dan
      terapannya dalam kehidupan sehari-hari.


II.   Kompetensi Dasar
      Mengidentifikasi sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan
      sehari-hari.


III. Indikator
       1. Menjelaskan tentang koloid pelindung dan penggunannya dalam
           kehidupan sehari-hari
       2. Menjelaskan tentang dialisis dan penggunannya dalam kehidupan
           sehari-hari
       3. Menjelaskan tentang sol liofil dan sol liofob, contoh dan
           penggunannya dalam kehidupan sehari-hari


IV. Materi Pembelajaran
      Sub Pokok Materi             : Sifat Koloid
      Sub-sub Pokok Materi         : 1. koloid pelindung
                                    2. dialisis
                                    3. sol liofil dan sol liofob
V.    Strategi Pembelajaran
      Pendekatan Konsep              : model Bakulikan
                                                                        91




    Langkah-langkah KBM        :
   Tahap          Kegiatan Pengajar             Kegiatan Siswa    Media
                                                                 dan Alat
Pendahuluan      1. Memberi salam               Memperhatikan       -
                 2. Cek presensi
                 3. Mengecek tugas yang
                    diberikan pada
                    pertemuan berikutnya
Penyajian        1. Presentasi dan diskusi Presentasi,           buku
                    dari tugas kelompok memperhatikan,
                    tentang           koloid bertanya dan
                    pelindung,       dialisis, menjawab
                    sol   liofil    dan   sol
                    liofob
                 2. Menyimpulkan hasil
                    diskusi
                 3. Latihan soal yang ada
                    dalam LKS
Penutup          1. Tes siklus II               Memperhatikan    Buku
                 2. Memberi tugas
                    kepada siswa untuk
                    membaca materi
                    tentang pembuatan
                    koloid dan
                    mempersiapkan
                    materi presentasi
                 3. Memberi salam
                                                               92




   VI. Sumber Pembelajaran
          1. Buku kimia untuk kelas XI SMA
          2. Lembar Kerja Siswa



Mengetahui,
Guru Mata pelajaan                           Guru Praktikan,




Nur Kholis, S.Pd.                            Noor Rifaan
NIP 131974527                                NIM 4301403017
                                                                       93




                        RENCANA PEMBELAJARAN
                        Satuan Pendidikan : SMA
                        Mata Pelajaran        : Kimia
                        Pokok Materi          : Sistem Koloid
                        Kelas/Program         : XI/IA
                        Semester              : II (dua)
                        Waktu                 : 2 x 45 menit


I.     Standar Kompetensi
       Mendeskripsikan sifat-sifat suatu larutan, metode pengukuran dan
       terapannya dalam kehidupan sehari-hari.


II.    Kompetensi Dasar
       Membuat berbagai sistem koloid dengan bahan-bahan yang ada di
       sekitarnya.


III. Indikator
         1. memperagakan pembuatan koloid dengan cara kondensasi dan
             dispersi
         2. mengidentifikasi jenis koloid yang mencemari lingkungan.


IV. Materi Pembelajaran
      Sub Pokok Materi       : Sifat koloid
      Sub-sub pokok materi : 1. Cara Kondensasi
                                2. Cara Dispersi
                                3. Koloid penyebab polusi


V.     Strategi Pembelajaran
       Pendekatan Konsep                : Model Bakulikan
                                                                                  94




        Langkah-langkah KBM             :
   Tahap             Kegiatan Pengajar                 Kegiatan Siswa     Media
                                                                        dan Alat
Pendahuluan       1. Memberi salam                    Memperhatikan          -
                  2. Cek presensi
                  3. Menjelaskan tujuan
                  4. Mempersilakan
                      kelompok                untuk
                      presentasi
Penyajian     1. Menjelaskan cara kondensasi          Memperhatikan,    Buku
                 a. Diskusi materi pembuatan bertanya dan
                     koloid       dengan       cara menjawab
                     kondensasi
                 b. meluruskan              jawaban
                     siswa
              2. Menjelaskan cara dispersi            Memperhatikan,    Buku dan
                 a. Diskusi materi pembuatan bertanya dan               artikel
                     koloid       dengan       cara menjawab.
                     dispersi
                 b. meluruskan              jawaban
                     siswa
              3. Menayangkan                    CD Memperhatikan,       Buku,
               pembelajaran                 tentang bertanya dan        LCD,
               pembuatan koloid                       menjawab.
              4. Menjelaskan       koloid     yang Memperhatikan,       Buku,
               dapat menyebabkan polusi               bertanya dan      LCD
                 a. Membahas artikel-artikel menjawab.
                     dari internet
                 b. Menanyakan pencemaran
                     yang       disebabkan     oleh
                                                                                95




                      sistem koloid
                    c. Menjawab                 dan
                      meluruskan        jawaban
                      siswa


Penutup             1. membimbing siswa               Memperhatikan      Buku
                       menyimpulkan meteri
                       yang telah di pelajari
                    2. Tes Siklus 3                   Mengerjakan soal   soal
                    3. memberi salam

   VI. Sumber Pembelajaran
          1. Buku kimia untuk kelas XI SMA
          2. Lembar Kerja Siswa




Mengetahui,
Guru Mata pelajaan                                         Guru Praktikan,




Nur Kholis, S.Pd.                                          Noor Rifaan
NIP 131974527                                              NIM 4301403017
                                                                       96




     PRAKTIKUM PEMBUATAN SABUN TANGAN CAIR


I. TUJUAN
  Setelah melakukan praktikum ini diharapkan siswa dapat mengetahui cara-
  cara pembuatan koloid.


II. LANDASAN TEORI
       Ditergen adalah zat kimia yang mempunyai daya pembersih kotoran,
  terutama kotoran yang bercampur dengan minyak yang melekat pada
  pakaian, tangan rambut, hewan peliharaan, lantai sampai mobil. jika
  tangan yang kotor dicuci dengan air saja kotoran yang melekat pada
  tangan tidak akan hilang (luntur). Tetapi bila air itu ditambah dengan
  ditergen dapat membersihkan kotoran yang melekat bersama minyak pada
  tangan. Hal ini disebabkan karena ditergen mempunyai kekuatan untuk
  menurunkan tegangan muka      (surface tension) antara air dan minyak,
  sehingga kotoran yang berminyak bisa menjadi basah.
       Seperti sabun mandi, sabun cuci, sabun colek, sabun bubuk dan
  shampo termasuk ditergen yang mempunyai daya pembersih. Senyawa
  yang mempunyai daya pembersih selanjutnya disebut surfaktan. Sufaktan-
  surfaktan yang sering dipakai dalam pembuatan sabun tangan cair adalah
  Emal-70 C dan Arkopal N 100. Secara kimia Emal-70 C termasuk
  golongan surfaktan alkil sulfat. Senyawa ini merupakan bahan inti pada
  produk tangan cair. Bahan ini berbentuk pasta tidak berwarna dan bening.
  Surfaktan ini memiliki kemampuan mengeluarkan busa dalam jumlah
  yang cukup banyak dan mempunyai daya pembersih. Arkopal N100
  berfungsi sebagai surfaktan tambahan. Bahan ini berbentuk cairan sedikit
  kental, kering dan berwarna kekuning-kuningan. Tidak seperti Emal-70 C,
  Arkopal N 100 mudah dilarutkan dalam air.
                                                                        97




III. ALAT DAN BAHAN
  Alat :
           - timbangan
           - wadah atau tempat untuk reaksi
           - pengaduk
           - tempat penampung hasil
  Bahan :
           - Emal-70 C                 90 g
           - Larutan garam 20%         100 g
           - EDTA2Na 0,4%              2g
           - Parfum                    2g
           - Pewarna                   sangat sedikit
           - Air                       11 g


IV. CARA KERJA
  1. Timbang bahan-bahan sesuai kebutuhan, lalu tempatkan dalam wadah
     yang telah disediakan.
  2. Masukkan air sekitar 2/3 bagian          ke dalam wadah (sisanya untuk
     membilas bahan lain).
  3. Masukkkan pewarna ke dalam wadah yang (sebelumnya larutkan
     pewarna dengan sedikit sisa air), aduk hingga larut semua.
  4. Masukkan EDTA2Na ke dalam wadah (sebelumnya larutkan terlebih
     dahulu dengan sedikit sisa air), aduk hingga larut semua.
  5. Masukkan Emal-70 C. bilas sisa Emal-70 C dengan sisa air, kemudian
     masukkan ke dalam wadah. Aduk hingga larut semua.
  6. Masukkkan larutan garam secara perlahan. Aduk hingga terbentuk
     larutan kental.
  7. Masukkan parfum ke dalam wadah, aduk hingga larut semua.
  8. Diamkan produk hingga produk yang terbentuk berkurang
                                                                      98




           PEMBUATAN SABUN CREAM DETERGEN

I. TUJUAN
  Setelah mengikuti praktikum ini , diharapkan siswa mengetahui cara-cara
  pembuatan koloid.


II. LANDASAN TEORI
       Ditergen adalah zat kimia yang mempunyai daya pembersih kotoran,
  terutama kotoran yang bercampur dengan minyak yang melekat pada
  pakaian, tangan rambut, hewan peliharaan, lantai sampai mobil. jika
  pakaian yang kotor dicuci dengan air saja kotoran yang melekat pada
  pakaian tidak akan hilang (luntur). Tetapi bila air itu ditambah dengan
  ditergen dapat membersihkan kotoran yang melekat bersama minyak pada
  pakaian. Hal ini disebabkan karena ditergen mempunyai kekuatan untuk
  menurunkan tegangan muka      (surface tension) antara air dan minyak,
  sehingga kotoran yang berminyak bisa menjadi basah.
       Seperti sabun mandi, sabun cuci, sabun colek, sabun bubuk dan
  shampo termasuk ditergen yang mempunyai daya pembersih. Senyawa
  yang mempunyai daya pembersih selanjutnya disebut surfaktan. Sufaktan-
  surfaktan yang sering dipakai dalam pembuatan sabun cream adalah ABS,
  soda api, soda abu, CMC, dan STPP. ABS singkatan dari Alkil Benzen
  Sulforic Acid, wujudnya menyerupai oli, berwarna coklat kehitam-
  hitaman. Bahan ini berbau , jadi sebelum akan digunakan jangan dibuka
  penutupnya. Soda api yang digunakan sebagai bahan pembuat ditergen
  sebaiknya yang berwujud batu dan berwarna putih. CMC singkatan dari
  Carboxcyl Methyl Cellulose, berwujud bubuk dan berwarna putih. Bahan
  ini yang merupakan bahan pengental dalam proses pembuatan sabun
  cream ini. STPP singkatan dari Sodium Tri Poly Phosfat berwujud bubuk
  dan berwarna putih. STPP adalah bahan pelarut kotoran.
       Semua surfaktan di atas termasuk sabun mandi, shampo, dan rinso
  adalah suatu senyawa kimia yang mengandung gugus polar dan gugus non
                                                                        99




  polar. Sebagai contoh rumus struktur dari sabun cuci (sodium stearat) dan
  SLS (sodium lauril sulfat) sebagai berikut:


          CH3-(CH2)15CH2-COO- Na+         sodium stearat (sabun cuci)
          CH3-(CH2)10CH2-OSOO- Na+        sodium lauril sulfat (surfaktan
  shampo)
          Gugus polar dari senyawa sodium stearat adalah gugus -COO- Na+
  sedangkan gugus polar dari senyawa sodium lauril sulfat adalah gugus -
  OSOO- Na+ . kedua gugus polar ini besifat hidrofilik yang artinya suka
  terhadap air, atau mudah larut di dalam air. Gugus non polar dari senyawa
  sodium stearat adalah gugus CH3-(CH2)15CH2-, sedangkan gugus non
  polar dari sodium lauril sulfat adalah gugus CH3-(CH2)10CH2-. Kedua
  gugus non polar ini mempunyai sifat lipofilik yang artinya suka terhadap
  lipoid atau mudah larut dalam minyak.
          Bila pakaian terkena kotoran dan bercampur minyak, dicuci dengan
  air saja maka pakaian tidak dapat bersih, tetapi bila dicampur dengan
  sabun maka gugus polsr ysng terdapat dalam sabun akan mengikat air
  yang juga bersifat polar, sedangkan gugus non polarnya akan dapat
  mengikat senyawa minyak yang juga bersifat non polar. Setelah air dan
  minyak bercampur dengan sabun terjadilah gabungan antara air, minyak,
  sabun. Bila gabungan antara air, minyak, sabun yang ada pada pakaian
  digosok-gosokkan dengan tangan terjadilah pemecahan molekul-molekul
  minyak dan terjadilah campuran yang sangat homogen antara minyak dan
  air.


III. ALAT DAN BAHAN
  Alat:
           -   Timbangan
           -   Gelas takaran
           -   Ember plastic
           -   Waskom plastic
           -   Pengaduk
                                                                       100




  Bahan :
         -   ABS
         -   Causatic soda/ soda api
         -   Soda abu
         -   CMC
         -   STPP
         -   Parfum
         -   Pewarna


IV. CARA KERJA
  1. Membuat campuran :
       (1)   Causatic soda, soda abu dan STPP dicampur dalam wadah,
             ditambah dengan 1 gelas air. Aduk hingga merata.
       (2) ABS dan CMC dicampur tanpa air. Aduk hingga merata
  2. Campuran (1) dimasukkan dalam campuran (2) sambil diaduk-diaduk.
  3. Sesudah dingin, masukkan parfum dan pewarna, aduk hingga merata
          Lampiran 4
                                                                                                                                                 101

                                         KISI-KISI SOAL UJI COBA POKOK MATERI SISTEM KOLOID
                                                             Jenjang Pendidikan : SMA
                                                             Mata Pelajaran       : Kimia
                                                             Pokok Materi         : Sistem Koloid
                                                             Kelas/ Semester      : XI/II
  Kompetensi          Materi                                                                   Pengujian                    Aspek Kognitif
                                      Indikator              Pengalaman Belajar
     Dasar            Pokok                                                                 Nomor    Jawaban       C1         C2            C3   C4
Mengelompokkan 1. Sistem a. Mengelompokkan                 Mengamati       beberapa 1, 2,7,11,13, D,D,C,D,D 2,13           1,7,        11
sistem       koloid    Koloid      campuran         yang larutan                 dan
berdasarkan hasil                  ada      di     dalam mengelompokkannya ke
pengamatan     dan                 lingkungannya ke dalam suspensi, larutan
penggunaannya                      dalam         suspensi sejati, dan koloid
                                   kasar, larutan dan
                                   sistem koloid
                                b. menjelaskan             Mendeskripsikan             3,4,5,6,8,   C,A,C,D,A    3,14,16   4,5,6,8,9
                                   adanya 8 macam macam-macam                  koloid 9,10,14,15,16 ,E,E,A,B,C             ,10,
                                   sistem          koloid berdasarkan             zat ,17           ,C                     15,,17
                                   berdasarkan       fase terdispersi dan medium
                                   terdispersi       dan pendispersi.
                                   medium
                                   pendispersi.
                                                                                                                                                  102

                                  c. Menjelaskan           Melalui kajian pustaka,        12,18,19,20   D,B,A,E                        12,18,19
                                     penggunaan            brosur      atau      media                                                   ,20
                                     sistem        koloid elektronik              dapat
                                     dalam kehidupan mendiskripsikan
                                     sehari-hari           penggunaan            sistem
                                                           koloid dalam kehidupan
                                                           sehari-hari
Mengidentifikasi       2. Sifat   a. Mengamati        dan Merancang                 dan 21,22,26,27,28 A,A,C,A,D 21,22,31   26,27,29   28,30,33
sifat-sifat   koloid     Koloid      menjelaskan hasil melakukan              percobaan ,29,30,31,32,   ,A,B,B,C,   ,35      ,32,36
dan penerapannya                     pengamatan            untuk mengamati sifat-          33,35,36      C,C,D
dalam kehidupan                      tentang         efek sifat koloid seperti efek
sehari-hari                          Tyndall dan gerak Tyndall, gerak Brown,
                                     Brown                 elektroforesis, kestabilan
                                                           koloid, dan koagulasi
                                  b. Menjelaskan           Mengamati                dan 23,24,25,34,37 D,C,A,E,C    24       25,38     23,37,40   34,39
                                     koloid liofil dan mengidentifikasi koloid             ,38,39,40     ,D,B,D
                                     liofob          serta yang termasuk liofil dan
                                     perbedaan       sifat liofob
                                     keduanya dengan
                                     contoh yang ada
                                     di lingkungan
                                                                                                                                           103

Membuat berbagai 3. Pembu- a. Memperagakan           Merancang             dan 41,42,43,44,45 C,B,C,B,B, 41,42,43   44,45,47   48,53,56
sistem       koloid   atan        pembuatan koloid melakukan         percobaan ,46,47,48,49,   E,D,B,D,   ,46,49,   50,51,52     ,58
dengan       bahan-   Koloid      dengan       cara untuk proses pembuatan 50,51,52,53,54 D,D,A,C,A         55       ,54,57
bahan yang ada di                 kondensasi    dan koloid       dengan   cara ,55,56,57,58    ,D,C,A,A
sekitarnya                        dispersi           kondensasi, dispersi, dan
                                                     peptisasi
                               b. Mengidentifikasi   Melalui studi literatur       59,60         A,D                                      59,60
                                  jenis koloid yang (perpustakaan, majalah,
                                  mencemari          Koran, media elektronik)
                                  lingkungan         mengidentifikasi     jenis
                                                     koloid yang mencemari
                                                     lingkungan
Jumlah Soal                                                                         60                      16        25         15         4
Prosentase                                                                         100%                   26,67%    41,67%      25%       6,67%
                                                                                104
Lampiran 5



                               SOAL- SOAL UJI COBA


                 Bidang studi       : Kimia
                 Pokok bahasan      : Sistem Koloid
                 Kelas              : XI
                 Waktu              : 60 menit
 Petunjuk Umum
 1. Tulis identitas anda (Nama, No.absen) pada tempat yang tersedia.
 2. Bacalah baik-baik sebelum menjawab.
 3. Jumlah soal sebanyak 60 butir.
 4. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling benar


 1. Berikut merupakan perbedaan antara koloid dengan suspensi kasar,
     kecuali…
     a. koloid bersifat antara homogen dan heterogen, sedangkan suspensi
          bersifat heterogen
     b.    Koloid      menghamburkan       cahaya,      sedangkan   suspensi   tidak
          menghamburkan cahaya
     c. koloid relatif stabil, sedangkan suspensi tidak stabil
     d. koloid satu fase, sedangkan suspensi dua fase
     e. koloid mempunyai ukuran partikel 1 nm – 100 nm, sedangkan suspensi
     mempunyai ukuran partikel lebih besar dari 100 nm
 2. Zat-zat di bawah ini yang tidak termasuk sistem koloid adalah….
     a. susu                                 d. sirup
     b. santan                               e. mentega
     c. tinta
 3. Sistem koloid yang fase terdispersinya zat padat dan medium
     pendispersinya gas, adalah….
     a. emulsi                               d. sol
     b. aerosol cair                         e. buih
     c. aerosol padat
                                                                           105




4. Cat adalah sistem koloid….
   a. padat dalam cair                     d. gas dalam cair
   b. cair dalam cair                      e. gas dalam padat
   c. cair dalam padat
5. Minyak kelapa dicampur dengan air, maka terbentuklah dua lapisan yang
   tidak saling bercampur. Suatu emulsi terjadi bila campuran ini dikocok
   dengan….
   a. air panas                            d. minyak tanah
   b. air es                               e. larutan garam
   c. air sabun
6. Contoh sistem koloid yang fase terdispersinya padat dan fase
   pendispersinya gas adalah….
   a. intan hitam                          d. asap
   b. mutiara                              e. cat
   c. sol emas
7. Ukuran partikel-partikel penyusun satu kaleng cat yang mungkin adalah….
   a. 0,07 nm                              d. 900 nm
   b. 0,7 nm                               e. 9000 nm
   c. 7 nm
8. Perbedaan antara sol dengan emulsi terletak pada….
   a. fase terdispersinya        d. fasenya
   b. fase pendispersinya        e. fase terdispersi dan fase pendispersinya
   c. kekeruhannya
9. yang termasuk koloid gas dalam padat adalah....
   a. kabut                      d. buih
   b. embun                      e. batu apung
   c. asap
10. Sistem berikut tergolong emulsi kecuali….
   a. santan                     d. mayonase
   b. minyak ikan                e. alkohol
   c. air susu
                                                                               106




11. Perhatikan tabel berikut ini
                               Keadaan Campuran
     No Warna Campuran Sebelum            Sesudah        Efek terhadap sinar
                               disaring   disaring
     1      Coklat muda        keruh      Keruh        Dihamburkan
     2      Bening             Bening     Bening       Tidak dihamburkan
     3      hitam              Bening     Bening       Tidak dihamburkan
     4      Coklat tua         Keruh      Bening       Dihamburkan
     5      Kuning             Keruh      Bening       Tidak dihamburkan
   Campuran yang tergolong koloid adalah….
   a. 1 dan 5                             d. 1 dan 4
   b. 2 dan 3                             e. 3 dan 5
   c. 3 dan 4
12. Kotoran lemak / minyak yang melekat pada pakaian dapat dibersihkan
   dengan bantuan sabun. Hal ini disebabkan karena sabun bertindak sebagai
   ….
   a. zat pengikat                        d. zat pengemulsi
   b. zat pelarut                         e. zat pereduksi
   c. zat pengoksidasi
13. Yang bukan merupakan sistem koloid adalah ….
   a. kanji                               d. sabun
   b. belerang                            e. agar-agar
   c. gelatin
14. Sistem koloid yang fase terdispersinya padat dan fase pendispersinya cair
   dinamakan….
   a. sol                                 d. emulsi padat
   b. aerosol                             e. buih
   c. emulsi
15. Air susu merupakan sistem koloid ….
   a. padat dalam medium pendispersi cair
   b. cair dalam medium pendispersi cair
                                                                      107




   c. cair dalam medium pendispersi gas
   d. padat dalam medium pendispersi padat
   e. gas dalam medium pendispersi cair
16. Medium pendispersi yang terdapat dalam aerosol adalah….
   a. cair                             d. asap
   b. padat                            e. air
   c. gas
17. Zat di bawah ini yang termasuk ke dalam koloid sol adalah….
   a. karet busa                       d. gelas berwara
   b. batu apung                       e. santan
   c. tinta
18. Penambahan protein pada pembuatan obat-obatan (kapsul) dari gelatin
   berfungsi sebagai….
   a. pelarut                          d. oksidator
   b. emulgator                        e. perekat
   c. reduktor
19. Berikut ini adalah bahan-bahan yang sering kita jumpai dalam kehidupan
   sehari-hari :
   1) susu               3) alkohol 70%               5) sirup
   2) selai              4) kopi
   Yang merupakan koloid adalah….
   a. 1 dan 2                          d. 4 dam 5
   b. 2 dan 3                          e. 1 dan 5
   c. 3 dan 4
20. Makanan dan minuman di bawah ini termasuk sistem koloid, kecuali….
   a. susu                             d. jeli
   b. mayones                          e. es batu
   c. margarin
                                                                              108




21. Penghamburan cahaya oleh partikel koloid disebut….
    a. efek Tyndall                        d. dialisis
    b. gerak Brown                         e. elektroforesis
    c. refleksi koloid
22. Pemurnian koloid dari ion pengganggu dilakukan dengan cara…..
    a. dialisis                            d. elektroforesis
    b. koagulasi                           e. elektrolisis
    c. penambahan koloid pelindung
23. Dari sifat-sifat berikut ini
    1. Terjadi koagulasi pada penambahan elektrolit yang cukup banyak
    2. Tidak dapat balik jika ditambah medium pendispersi semula
    3. Pada koagulasi hasilnya suatu gel
    4. Tekanan permukaan medium pendispersi berkurang
    Yang merupakan sifat-sifat koloid liofil adalah ….
    a. 1, 2 dan 3                          d. 1, 3 dan 4
    b. 2, 3 dan 4                          e. semua benar
    c. 1, 2 dan 4
24. Yang bukan merupakan koloid hidrofil adalah….
    a. agar-agar                           d. santan
    b. putih telur                         e. cat
    c. sol perak
25. Peristiwa koagulasi yang terjadi di alam antara lain ….
    a. terjadinya delta                    d. terjadinya gelombang air laut
    b. terjadinya gletser                  e. terjadinya banjir
    c. terjadinya pasang surut
26. Pada es krim, gelatin digunakan untuk menghalangi pembentukan es batu.
    Fungsi dari gelatin adalah….
    a. elektrolit                          d. medium pendispersi
    b. fase terdispersi                    e. pengadsorpsi
    c. koloid pelindung
                                                                          109




27. Peristiwa dialisis merupakan dasar untuk ….
   a. menghilangkan ion-ion pengganggu
   b. membentuk koloid supaya mengendap
   c. mengamati gerak dari partikel koloid
   d. menetralkan muatan listrik
   e. membuat koloid lebih stabil
28. Koloid As2S3 bermuatan negatif karena ….
   a. terionisasi menghasilkan anion    d. mengadsorpsi anion
   b. dapat bereaksi dengan anion       e. terhidrolisis menghasilkan anion
   c. dapat terkoagulasi menhasilkan anion
29. Jenis     koloid   yang   dapat    menggumpalkan        kotoran   sehingga
   menyembuhkan diare adalah….
   a. norit                             d. kaporit
   b. sirup                             e. klorit
   c. tawas
30. Berdasarkan kepada sifat-sifat koloid maka perbedaan antara larutan sejati
   dengan koloid ditentukan dengan ….
   a. gerak Brown                       d. adsorpsi
   b. efek Tyndall                      e. koagulasi
   c. elektroforesis
31. Senyawa di bawah ini yang digunakan dalam penjernihan air adalah….
   a. Ca(OH)2                           d. Cl2
   b. KAl(SO4)2..12H2O                  e. O2
   c. Ca(OCl)2
32. Aplikasi proses dialisis dalam bidang kedokteran dilakukan pada pasien
   ….
   a. demam berdarah                              d. hipertensi
   b. anemia                                      e. leukemia
   c. gagal ginjal
                                                                           110




33. Dalam pipa U diisi sistem koloid Fe(OH)3 bercampur dengan As2S3 yang
   berwarna coklat. Setelah masing-masing mulut dimasuki elektroda positif
   dan elektroda negatif kemudian dihubungkan dengan sumber arus, ternyata
   warna coklat mengumpul pada salah satu mulut pipa. Kesimpulannya
   koloid ….
   a. menunjukkan efek Tyndall
   b. dapat bergerak zig-zag
   c. dapat bergerak dalam medan listrik
   d. dapat mengendap jika dialiri arus listrik
   e. dapat menyerap kotoran
34. As2S3   adalah koloid hidrofob yang bermuatan negatif. Larutan yang
   paling baik untuk mengkoagulasi larutan ini adalah ….
   a. kalium fosfat                       d. besi (III) klorida
   b. magnesium sulfat                   e. besi (II) sulfat
   c. barium nitrat
35. Peristiwa gerakan butir-butir koloid ke arah elektroda yang memiliki
   muatan berlawanan disebut ….
   a. elektrolisis                       d. gerak Brown
   b. dialisis                            e. efek Tyndall
   c. elektroforesis
36. Dibawah ini yang bukan termasuk contoh koagulasi adalah ….
   a. pembuatan tahu                     d. penjernihan air dengan tawas
   b. pembuatan yogurt                   e. perebusan telur
   c. proses cuci darah
37. Karet dalam lateks menggumpal karena ditambah asam formiat. Asam
   formiat dalam lateks berfungsi sebagai….
   a. zat terdispersi                     d. koloid pelindung
   b. pendispersi                         e. penyebab dialisis
   c. koagulan
                                                                        111




38. Natrium stearat, C17H35COONa sebagai bahan pembuat sabun. Dari
   senyawa tersebut yang bersifat hidrofilik adalah ….
   a. –ONa                                d. -COONa
   b. C17H35 –                            e. –CO-
   c. C17H35CO-
39. Alumunium Hidroksida dalam air membentuk sol bermuatan positif.
   Diantara larutan berikut, yang paling efektif menggumpalkan koloid itu
   adalah….
   a. NaCl                                d. Na3PO4
   b. Fe2(SO4)3                           e. Na2SO4
   c. BaCl2
40. Pabrik melengkapi cerobong asapnya dengan elektroda-elektroda untuk
   mengendapkan partikel aerosol, sehingga dapat menetralkan partikel-
   partikel asap yang bermuatan. Prinsip pembersihan asap pabrik ini
   menggunakan sifat koloid….
   a. koloid pelindung                    d. koagulasi
   b. adsorbsi                            e. dialysis
   c. elektroforesis
41. Pembuatan koloid dengan cara mengubah partikel suspensi menjadi
   partikel berukuran koloid disebut cara….
   a. ionisasi                            d. koagulasi
   b. kondensasi                          e. peptisasi
   c. dispersi
42. Prinsip pembuatan koloid dengan cara mekanik adalah….
   a. ditambah zat kimia                  d. ditambah air
   b. digerus                             e. diganti pelarut
   c. logam digunakan sebagai elektroda kemudian dialiri arus listrik
43. Jenis-jenis pembuatan koloid secara dispersi adalah....
   a. kondensasi, hidrolisis, dekomposisi rangkap
   b. hidrolisis, dekomposisi rangkap, penggantian pelarut
   c. mekanik, peptisasi, busur bredig
                                                                          112




   d. hidrolisis, mekanik, peptisasi
   e. hidrolisis, peptisasi, dekomposisi, rangkap
44. Pembuatan koloid di bawah ini yang bukan merupakan pembuatan cara
   kondensasi adalah….
   a. hidrolisis                         d. dekomposisi rangkap
   b. mekanik                            e. penggantian pelarut
   c. redoks
45. Pembuatan koloid perak bromida dari campuran perak nitrat dengan
   kalium bromida menggunakan cara….
   a. redoks                             d. peptisasi
   b. dekomposisi rangkap                e. dispersi elektronik
   e. hidrolisis
46. Suatu koloid sulfida akan terbentuk jika gas hidrogen dialirkan pada
   endapan nikel sulfida. Pembuatan dengan cara di atas disebut….
   a. reaksi hidrolisis                  d. busur Bredig
   b. reaksi redoks                      e. peptisasi
   c. cara mekanik
47. Pembuatan sol besi (III) hidroksida dari larutan jenuh besi (III) klorida,
   berdasarkan reaksi ….
   a. reduksi                            d. hidrolisis
   b. oksidasi                           e. ionisasi
   c. elektrolisis
48. Sol belerang dapat dibuat dengan cara berikut….
   1. Mengalirkan udara ke dalam larutan asam sulfida
   2. Menggiling belerang dan hasilnya dicampur dengan air
   3. Menambahkan HCl ke dalam larutan Na2S2O3
   4. Mereaksikan tembaga sulfat dengan natrium sulfida dalam air
   Berdasarkan data di atas, cara yang termasuk dispersi adalah….
   a. 1 dan 2                            d. 2 dan 3
   b. 1 dan 3                            e. 3 dan 4
   c. 2 dan 4
                                                                         113




49. 2 AuCl3 + 3 SnCl2       2 Au + 3 SnCl4
   Proses pembuatan koloid di atas menggunakan cara….
   a. peptisasi                         d. kondensasi
   b. dekomposisi rangkap               e. busur bredig
   c. mekanik
50. Pembuatan koloid dilakukan dengan cara :
   1. reaksi redoks                     4. peptisasi
   2. busur Bredig                      5. pancingan
   3. reaksi hidrolisis                 6. perendaman
   Proses pembuatan koloid secara dispersi adalah….
   a. 1, 2 dan 3                        d. 2, 4 dan 6
   b. 1, 3 dan 5                        e. 4, 5 dan 6
   c. 2, 3 dan 4
51. Sel perak klorida dibuat dengan cara menambahkan air murni pada serbuk
   perak klorida. Pembuatan sol tersebut termasuk cara….
   a. inverse                           d. peptisasi
   b. reduksi                           e. pengendapan
   c. oksidasi
52. Pembuatan koloid dapat dilakukan dengan cara
   1. reaksi substitusi                 4. penggerusan/penggilingan
   2. reaksi hidrolisis                 5. homogenesis
   3. reaksi oksidasi reduksi           6. peptisasi
   Proses pembuatan koloid dengan cara kondensasi adalah ….
   a. 1, 2 dan 3                        d. 2, 3 dan 4
   b. 1, 3 dan 5                        e. 4, 5 dan 6
   c. 2, 3 dan 4
53. Pembuatan koloid berkut ini yang tidak tergolong cara kondensasi adalah..
   a. pembuatan sol belerang dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan
       SO2
   b. pembuatan sol emas dengan mereduksi suatu larutan garam emas
   c. pembuatan sol kanji dengan memanaskan suspensi amilum
                                                                           114




   d. pembuatan sol Fe(OH)3 dengan hidrolisis larutan besi (III) klorida
   e. pembuatan sol As2S3 dengan mereaksikan larutan As2O3 dengan
       larutan H2S
54. Yang merupakan reaksi hidrolisis adalah….
   a. FeCl3(aq) + 3 H2O(l)           Fe(OH)3(s) + 3HCl(aq)
   b. 2H2(g) + SO2 (g)             S(s) + 2 H2O (aq)
   c. 2AuCl3(aq) +3SnCl2(aq)             3SnCl4(aq) + 2Au(s)
   d. As2O3(aq) +3H2S             As2S3(s) + 3H2O(l)
   e. AgNO3(aq) + HCl(aq)            AgCl(s) + HNO3(aq)
55. Cara dispersi Bredig digunakan untuk mendapatkan ….
   a. Ca(OH)2                            d. sol logam
   b. H2SiO3                             e. As2S3
   c. Fe2S3
56. Zat-zat di bawah ini merupakan contoh koloid, yaitu:
   1. asap                               4. keju
   2. agar-agar                          5. paduan logam
   3. cat
   Yang dapat dibuat dengan cara disperse adalah….
   a. 1                                  d. 4
   b. 2                                  e. 5
   c. 3
57. Jika kita mencampur paraffin cair dan air, akan didapatkan koloid berupa...
   a. emulsi                             d. sol padat
   b. buih                               e. aerosol
   c. sol
                                                                      115




58. Beberapa contoh pembuatan koloid:
   1. larutan kalsium asetat + alkohol   4. minyak + air
   2. belerang + air + gula              5. agar-agar yang dimasak
   3. susu + air
   yang menunjukkan proses pembuatan gel adalah ….
   a. 1 dan 5                            d. 3 dan 4
   b. 1 dan 3                            e. 2 dan 4
   c. 2 dan 5
59. Data menunjukkan sebanyak 400 orang meninggal dalam kasus asbut di
   London pada tahun 1952. Asbut adalah kombinasi dari asap dan kabut.
   Yang dapat menyebabkan pembentukan asbut adalah….
   a. dispersi partikel air dalam udara pada suhu panas dan uap air
      mengalami kondensasi
   b. dispersi partikel air dalam udara pada suhu dingin dan uap air tidak
      mengalami kondensasi
   c. dispersi partikel padat dalam udara pada suhu panas
   d. dispersi partikel air dalam udara pada suhu dingin
   e. dispersi partikel padat dalam udara pada suhu dingin
60. Pendangkalan yang sering terjadi di bendungan dapat merugikan dalam
   bidang pertanian, irigasi dan pengendalian banjir. Pendangkalan terjadi
   karena pembentukan koloid. Pembentukan koloid ini dapat terjadi karena
   lumpur bermuatan. Peristiwa yang terjadi adalah….
   a. koagulasi                          d. elektroforesis
   b. gerak brown                        e. adsorbsi
   c. efek tyndall
                      Perhitungan Daya Pembeda Soal

Rumus

             JB A − JB B
DP =
                 JS A
Keterangan:
 DP : Daya Pembeda
 JBA : Jumlah yang benar pada butir soal pada kelompok atas
 JBB :       Jumlah yang benar pada butir soal pada kelompok bawah
 JSA :       Banyaknya siswa pada kelompok atas

Kriteria

        Interval DP                   Kriteria
0,00   <    DP <        0,20           Jelek
0,20   <    DP <        0,40          Cukup
0,40   <    DP <        0,70           Baik
0,70   <    DP <        1,00        Sangat Baik

Perhitungan
Berikut ini contoh perhitungan pada butir soal no 1, selanjutnya untuk
butir soal yang lain dihitung dengan cara yang sama, dan diperoleh
seperti pada tabel analisis butir soal.

             Kelompok Atas                 Kelompok Bawah
 No           Kode         Skor      No      Kode       Skor
  1           R-26             1     1        R-27         1
  2           R-24             1     2        R-10         1
  3           R-14             1     3        R-15         1
  4           R-4              1     4        R-16         1
  5           R-18             1     5        R-20         1
  6           R-6              1     6        R-11         1
  7           R-12             1     7        R-21         1
  8           R-13             1     8        R-25         1
  9           R-22             1     9        R-23         1
  10          R-1              1     10       R-5          1
  11          R-17             1     11       R-2          1
  12          R-19             1     12       R-8          1
  13          R-7              1     13       R-3          1
  14          R-9              1     14        0           0
       Jumlah               14            Jumlah           13

                 14            13
 DP      =
                 14            13
         = 0,00

Berdasarkan kriteria, maka soal no 1 mempunyai daya pembeda jelek
                                                                                                                                               127
          Lampiran 7

                                                            KISI-KISI SOAL SIKLUS I
                                                          Jenjang Pendidikan : SMA
                                                          Mata Pelajaran        : Kimia
                                                          Pokok Materi         : Sistem Koloid
                                                          Kelas/ Semester      : XI/II
  Kompetensi        Materi                                                                   Pengujian                       Aspek Kognitif
                                     Indikator            Pengalaman Belajar
     Dasar          Pokok                                                                Nomor     Jawaban         C1         C2          C3   C4
Mengelompokan 1. Sistem a. Mengelompokkan               Mengamati       beberapa         2,7,11,     D,C,D     2         7           11
sistem    koloid    Koloid      campuran yang ada larutan                     dan
berdasarkan hasil               di               dalam mengelompokannya        ke
pengamatan dan                  lingkungannya      ke dalam suspensi, larutan
penggunaannya                   dalam         suspensi sejati, dan koloid
                                kasar, larutan dan
                                sistem koloid
                             b. menjelaskan             Mendiskripsikan              3,5,6,8,9,    C,C,D,A,E   3,14,16   5,6,8,9,
                                adanya 8 macam macam-macam                  koloid 10,14,16,17,    ,E,A,C,C,             10,17
                                sistem          koloid berdasarkan             zat
                                berdasarkan       fase terdispersi dan medium
                                terdispersi       dan pendispersi.
                                medium
                                pendispersi.
                                                                                  128



c. Menjelaskan           Melalui kajian pustaka,    12,19,20   D,A,E   12,19,20
   penggunaan sistem brosur         atau   media
   koloid        dalam elektronik          dapat
   kehidupan     sehari- mendiskripsikan
   hari                  penggunaan        sistem
                         koloid dalam kehidupan
                         sehari-hari
                                                                                                                                                129
         Lampiran 8

                                                               KISI-KISI SOAL SIKLUS II
                                                             Jenjang Pendidikan : SMA
                                                             Mata Pelajaran         : Kimia
                                                             Pokok Materi           : Sistem Koloid
                                                             Kelas/ Semester        : XI/II
  Kompetensi          Materi                                                                      Pengujian                Aspek Kognitif
                                      Indikator             Pengalaman Belajar
      Dasar           Pokok                                                                   Nomor     Jawaban    C1       C2         C3        C4
Mengidentifikasi 2. Sifat      a. Mengamati         dan Merancang                  dan 26,27,28,30,31 C,A,D,B,B   31,35   26,27,32    28,30
sifat-sifat koloid    Koloid      menjelaskan      hasil melakukan        percobaan       ,32,35,36      ,C,C,D             ,36
dan                               pengamatan tentang untuk mengamati sifat-
penerapannya                      efek Tyndall dan sifat koloid seperti efek
dalam kehidupan                   gerak Brown              Tyndall, gerak Brown,
sehari-hari                                                elektroforesis, kestabilan
                                                           koloid, dan koagulasi
                               b. Menjelaskan koloid Mengamati                     dan 23,24,25,34,37 D,C,A,E,C    24       25       23,37,40   34,39
                                  liofil   dan    liofob mengidentifikasi koloid              ,39,40      ,B,D
                                  serta     perbedaan yang termasuk liofil dan
                                  sifat      keduanya liofob
                                  dengan          contoh
                                  yang      ada       di
                                  lingkungan
                                                                                                                                          130
             Lampiran 9

                                                           KISI-KISI SOAL SIKLUS III
                                                          Jenjang Pendidikan : SMA
                                                          Mata Pelajaran       : Kimia
                                                          Pokok Materi         : Sistem Koloid
                                                          Kelas/ Semester      : XI/II
  Kompetensi           Materi                                                                   Pengujian               Aspek Kognitif
                                       Indikator          Pengalaman Belajar
       Dasar           Pokok                                                             Nomor        Jawaban   C1       C2        C3     C4
Membuat               3. Pembu- a. Memperagakan         Merancang             dan 42,43,44,45,46 B,C,B,B,E, 42,43,46   44,45,47   53,58
berbagai     sistem     atan        pembuatan    koloid melakukan       percobaan        ,47,50,        D,D,    , 55   50,51,52
koloid       dengan     Koloid      dengan         cara untuk proses pembuatan 51,52,53,54,55 D,A,C,A,D                 ,54,57
bahan-bahan                         kondensasi     dan koloid       dengan   cara        ,57,58         ,A,A
yang     ada     di                 dispersi            kondensasi, dispersi, dan
sekitarnya                                              peptisasi
                                 b. Mengidentifikasi    Melalui studi literatur            59               A                             59
                                    jenis koloid yang (perpustakaan, majalah,
                                    mencemari           Koran, media elektronik)
                                    lingkungan          mengidentifikasi     jenis
                                                        koloid yang mencemari
                                                        lingkungan
                                                                          131
Lampiran 10



                                  SOAL SIKLUS I


                          Bidang studi     : Kimia
                          Pokok bahasan    : Sistem Koloid
                          Kelas            : XI
                          Waktu            : 45 menit
    Petunjuk Umum
    1. Tulis identitas anda (Nama, No.absen) pada tempat yang tersedia.
    2. Bacalah baik-baik sebelum menjawab.
    3. Jumlah soal sebanyak 15 butir soal pilihan ganda
    4. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling benar


I. Soal Pilihan Ganda
    1. Zat-zat di bawah ini yang tidak termasuk sistem koloid adalah….
       a. susu                             d. sirup
       b. santan                           e. mentega
       c. tinta
    2. Sistem koloid yang fase terdispersinya zat padat dan medium
       pendispersinya gas, adalah….
       a. emulsi                           d. sol
       b. aerosol cair                     e. buih
       c. aerosol padat
    3. Minyak kelapa dicampur dengan air, maka terbentuklah dua lapisan yang
       tidak saling bercampur. Suatu emulsi terjadi bila campuran ini dikocok
       dengan….
       a. air panas                        d. minyak tanah
       b. air es                           e. larutan garam
       c. air sabun
                                                                                 132




4. Contoh sistem koloid yang fase terdispersinya padat dan fase
     pendispersinya gas adalah….
     a. intan hitam                          d. asap
     b. mutiara                              e. cat
     c. sol emas
5. Ukuran partikel-partikel penyusun satu kaleng cat yang mungkin adalah….
     a. 0,07 nm                              d. 900 nm
     b. 0,7 nm                               e. 9000 nm
     c. 7 nm
6. Perdedaan antara sol dengan emulsi terletak pada….
     a. fase terdispersinya        d. fasenya
     b. fase pendispersinya        e. fase terdispersi dan fase pendispersinya
     c. kekeruhannya
7. Yang termasuk koloid gas dalam padat adalah....
     a. kabut                      d. buih
     b. embun                      e. batu apung
     c. asap
8.   Sistem berikut tergolong emulsi kecuali….
     a. santan                     d. mayonase
     b. minyak ikan                e. alkohol
     c. air susu
9. Perhatikan tabel berikut ini
                              Keadaan Campuran
      No Warna Campuran Sebelum              Sesudah       Efek terhadap sinar
                              disaring       disaring
       1    Coklat muda       keruh          Keruh        Dihamburkan
       2    Bening            Bening         Bening       Tidak dihamburkan
       3    hitam             Bening         Bening       Tidak dihamburkan
       4    Coklat tua        Keruh          Bening       Dihamburkan
       5    Kuning            Keruh          Bening       Tidak dihamburkan
                                                                         133




   Campuran yang tergolong koloid adalah….
   a. 1 dan 5                           d. 1 dan 4
   b. 2 dan 3                           e. 3 dan 5
   c. 3 dan 4
10. Kotoran lemak / minyak yang melekat pada pakaian dapat dibersihkan
   dengan bantuan sabun. Hal ini disebabkan karena sabun bertindak sebagai
   ….
   a. zat pengikat                      d. zat pengemulsi
   b. zat pelarut                       e. zat pereduksi
   c. zat pengoksidasi
11. Sistem koloid yang fase terdispersinya padat dan fase pendispersinya cair
   dinamakan….
   a. sol                               d. emulsi padat
   b. aerosol                           e. buih
   c. emulsi
12. Medium pendispersi yang terdapat dalam aerosol adalah….
   a. cair                              d. asap
   b. padat                             e. air
   c. gas
13. Zat di bawah ini yang termasuk ke dalam koloid sol adalah….
   a. karet busa                        d. gelas berwara
   b. batu apung                        e. santan
   c. tinta
14. Berikut ini adalah bahan-bahan yang sering kita jumpai dalam kehidupan
   sehari-hari :
   1) susu               3) alkohol 70%                5) sirup
   2) selai              4) kopi
   Yang merupakan koloid adalah….
   a. 1 dan 2                           d. 4 dam 5
   b. 2 dan 3                           e. 1 dan 5
   c. 3 dan 4
                                                                       134




  15. Makanan dan minuman di bawah ini termasuk sistem koloid, kecuali….
     a. susu                           d. jeli
     b. mayones                        e. es batu
     c. margarin


KUNCI JAWABAN SIKLUS I


  1. D
  2. C
  3. C
  4. D
  5. C
  6. A
  7. E
  8. E
  9. D
  10. B
  11. A
  12. C
  13. C
  14. A
  15. E
                                                                               135

Lampiran 11


                              SOAL SIKLUS II


                             Bidang studi : Kimia
                             Pokok bahasan: Sistem Koloid
                             Kelas          : XI
                             Waktu          : 45 menit
 Petunjuk Umum
 1. Tulis identitas anda (Nama, No.absen) pada tempat yang tersedia.
 2. Bacalah baik-baik sebelum menjawab.
 3. Jumlah soal sebanyak 15 butir soal pilihan ganda
 4. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling benar


 1. Dari sifat-sifat berikut ini
     1. Terjadi koagulasi pada penambahan elektrolit yang cukup banyak
     2. Tidak dapat balik jika ditambah medium pendispersi semula
     3. Pada koagulasi hasilnya suatu gel
     4. Tekanan permukaan medium pendispersi berkurang
     Yang merupakan sifat-sifat koloid liofil adalah ….
     a. 1, 2 dan 3                          d. 1, 3 dan 4
     b. 2, 3 dan 4                          e. semua benar
     c. 1, 2 dan 4
 2. Yang bukan merupakan koloid hidrofil adalah….
     a. agar-agar                           d. santan
     b. putih telur                         e. cat
     c. sol perak
 3. Peristiwa koagulasi yang terjadi di alam antara lain ….
     a. terjadinya delta                    d. terjadinya gelombang air laut
     b. terjadinya gletser                  e. terjadinya banjir
     c. terjadinya pasang surut
                                                                         136




4. Pada es krim, gelatin digunakan untuk menghalangi pembentukan es batu.
   Fungsi dari gelatin adalah….
   a. elektrolit                        d. medium pendispersi
   b. fase terdispersi                  e. pengadsorpsi
   c. koloid pelindung
5. Peristiwa dialisis merupakan dasar untuk ….
   a. menghilangkan ion-ion pengganggu
   b. membentuk koloid supaya mengendap
   c. mengamati gerak dari partikel koloid
   d. menetralkan muatan listrik
   e. membuat koloid lebih stabil
6. Koloid As2S3 bermuatan negatif karena ….
   a. terionisasi menghasilkan anion    d. mengadsorpsi anion
   b. dapat bereaksi dengan anion       e. terhidrolisis menghasilkan anion
   c. dapat terkoagulasi menhasilkan anion
7. Berdasarkan kepada sifat-sifat koloid maka perbedaan antara larutan sejati
   dengan koloid ditentukan dengan ….
   a. gerak Brown                       d. adsorpsi
   b. efek Tyndall                      e. koagulasi
   c. elektroforesis
8. Senyawa di bawah ini yang digunakan dalam penjernihan air adalah….
   a. Ca(OH)2                           d. Cl2
   b. KAl(SO4)2..12H2O                  e. O2
   c. Ca(OCl)2
9. Aplikasi proses dialisis dalam bidang kedokteran dilakukan pada pasien
   ….
   a. demam berdarah                             d. hipertensi
   b. anemia                                     e. leukemia
   c. gagal ginjal
10. As2S3   adalah koloid hidrofob yang bermuatan negatif. Larutan yang
   paling baik untuk mengkoagulasi larutan ini adalah ….
                                                                        137




   a. kalium fosfat                   d. besi (III) klorida
   b. magnesium sulfat                e. besi (II) sulfat
   c. barium nitrat
11. Peristiwa gerakan butir-butir koloid ke arah elektroda yang memiliki
   muatan berlawanan disebut ….
   a. elektrolisis                    d. gerak Brown
   b. dialisis                        e. efek Tyndall
   c. elektroforesis
12. Dibawah ini yang bukan termasuk contoh koagulasi adalah ….
   a. pembuatan tahu                  d. penjernihan air dengan tawas
   b. pembuatan yogurt                e. perebusan telur
   c. proses cuci darah
13. Karet dalam lateks menggumpal karena ditambah asam formiat. Asam
   formiat dalam lateks berfungsi sebagai….
   a. zat terdispersi                 d. koloid pelindung
   b. pendispersi                     e. penyebab dialisis
   c. koagulan
14. Alumunium hidroksida dalam air membentuk sol bermuatan positif.
   Diantara larutan berikut, yang paling efektif menggumpalkan koloid itu
   adalah….
   a. NaCl                            d. Na3PO4
   b. Fe2(SO4)3                       e. Na2SO4
   c. BaCl2
15. Pabrik melengkapi cerobong asapnya dengan elektroda-elektroda untuk
   mengendapkan partikel aerosol, sehingga dapat menetralkan partikel-
   partikel asap yang bermuatan. Prinsip pembersihan asap pabrik ini
   menggunakan sifat koloid….
   a. koloid pelindung                d. koagulasi
   b. adsorbsi                        e. dialysis
   c. elektroforesis
                          138




KUNCI JAWABAN SIKLUS II




  1. D
  2. C
  3. A
  4. C
  5. A
  6. D
  7. B
  8. B
  9. C
  10. D
  11. C
  12. C
  13. C
  14. B
  15. D
                                                                        139


Lampiran 12

                             SOAL SIKLUS III


                           Bidang studi : Kimia
                           Pokok bahasan: Sistem Koloid
                           Kelas         : XI
                           Waktu         : 45 menit
Petunjuk Umum
1. Tulis identitas anda (Nama, No.absen) pada tempat yang tersedia.
2. Bacalah baik-baik sebelum menjawab.
3. Jumlah soal sebanyak 15 butir.
4. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling benar


1. Prinsip pembuatan koloid dengan cara mekanik adalah….
   a. ditambah zat kimia                 d. ditambah air
   b. digerus                            e. diganti pelarut
   c. logam digunakan sebagai elektroda kemudian dialiri arus listrik
2. Jenis-jenis pembuatan koloid secara dispersi adalah….
   a. kondensasi, hidrolisis, dekomposisi rangkap
   b. hidrolisis, dekomposisi rangkap, penggantian pelarut
   c. mekanik, peptisasi, busur bredig
   d. hidrolisis, mekanik, peptisasi
   e. hidrolisis, peptisasi, dekomposisi, rangkap
3. Pembuatan koloid di bawah ini yang bukan merupakan pembuatan cara
   kondensasi adalah….
   a. hidrolisis                         d. dekomposisi rangkap
   b. mekanik                            e. penggantian pelarut
   c. redoks
4. Pembuatan koloid perak bromida dari campuran perak nitrat dengan
   kalium bromida menggunakan cara….
                                                                         140




   a. redoks                            d. peptisasi
   b. dekomposisi rangkap               e. dispersi elektronik
   e. hidrolisis
5. Suatu koloid sulfida akan terbentuk jika gas hidrogen dialirkan pada
   endapan nikel sulfida. Pembuatan dengan cara di atas disebut….
   a. reaksi hidrolisis                 d. busur Bredig
   b. reaksi redoks                     e. peptisasi
   c. cara mekanik
6. Pembuatan sol besi (III) hidroksida dari larutan jenuh besi (III) klorida,
   berdasarkan reaksi ….
   a. reduksi                           d. hidrolisis
   b. oksidasi                          e. ionisasi
   c. elektrolisis
7. Pembuatan koloid dilakukan dengan cara :
   1. reaksi redoks                     4. peptisasi
   2. busur Bredig                      5. pancingan
   3. reaksi hidrolisis                 6. perendaman
   Proses pembuatan koloid secara dispersi adalah….
   a. 1, 2 dan 3                        d. 2, 4 dan 6
   b. 1, 3 dan 5                        e. 4, 5 dan 6
   c. 2, 3 dan 4
8. Sel perak klorida dibuat dengan cara menambahkan air murni pada serbuk
   perak klorida. Pembuatan sol tersebut termasuk cara….
   a. inverse                           d. peptisasi
   b. reduksi                           e. pengendapan
   c. oksidasi
9. Pembuatan koloid dapat dilakukan dengan cara
   1. reaksi substitusi                 4. penggerusan/penggilingan
   2. reaksi hidrolisis                 5. homogenesis
   3. reaksi oksidasi reduksi           6. peptisasi
   Proses pembuatan koloid dengan cara kondensasi adalah ….
                                                                           141




   a. 1, 2 dan 3                           d. 2, 3 dan 4
   b. 1, 3 dan 5                           e. 4, 5 dan 6
   c. 2, 3 dan 4
10. Pembuatan koloid berkut ini yang tidak tergolong cara kondensasi
   adalah….
   a. pembuatan sol belerang dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan
       SO2
   b. pembuatan sol emas dengan mereduksi suatu larutan garam emas
   c. pembuatan sol kanji dengan memanaskan suspensi amilum
   d. pembuatan sol Fe(OH)3 dengan hidrolisis larutan besi (III) klorida
   e. pembuatan sol As2S3 dengan mereaksikan larutan As2O3 dengan
       larutan H2S
11. Yang merupakan reaksi hidrolisis adalah….
   a. FeCl3(aq) + 3 H2O(l)               Fe(OH)3(s) + 3HCl(aq)
   b. 2H2(g) + SO2 (g)              S(s) + H2O (aq)
   c. 2AuCl3(aq) +3SnCl2(aq)                3SnCl4(aq) + 2Au(s)
   d. As2O3(aq) +3H2S              AsS3(s) + 3H2O(l)
   e. AgNO3(aq) + HCl(aq)                AgCl(s) + HNO3(aq)
12. Cara dispersi Bredig digunakan untuk mendapatkan ….
   a. Ca(OH)2                              d. sol logam
   b. H2SiO3                               e. As2S3
   c. Feri sulfida
13. Jika kita mencampur paraffin cair dan air, akan didapatkan koloid berupa...
   a. emulsi                               d. sol padat
   b. buih                                 e. aerosol
   c. sol
14. Beberapa contoh pembuatan koloid:
   1. larutan kalsium asetat + alkohol     4. minyak + air
   2. belerang + air + gula                5. agar-agar yang dimasak
   3. susu + air
   yang menunjukkan proses pembuatan gel adalah ….
                                                                        142




          a. 1 dan 5                      d. 3 dan 4
          b. 1 dan 3                      e. 2 dan 4
          c. 2 dan 5
  15. Data menunjukkan sebanyak 400 orang meninggal dlam kasus asbut di
     London pada tahun 1952. Asbut adalah kombinasi dari asap dan kabut.
     Yang dapat menyebabkan pembentukan asbut adalah….
     a. dispersi partikel air dalam udara pada suhu panas dan uap air
           mengalami kondensasi
     b. dispersi partikel air dalam udara pada suhu dingin dan uap air tidak
           mengalami kondensasi
     c. dispersi partikel padat dalam udara pada suhu panas
     d. dispersi partikel air dalam udara pada suhu dingin
     e. dispersi partikel padat dalam udara pada suhu dingin


KUNCI JAWABAN SIKLUS III
  1. B
  2. C
  3. B
  4. B
  5. E
  6. D
  7. D
  8. D
  9. A
  10. C
  11. A
  12. D
  13. A
  14. A
  15. A
                                                        143
Lampiran 13



                      HASIL BELAJAR SISWA SIKLUS I

  No   Nama                        Nilai   Ketuntasan
  1    Ahmad Arif Febriyanto        60       Belum
  2    Ahmad Fakhrur Rozi           60       Belum
  3    Ahmad Mundhofar              73       Tuntas
  4    Akhmad Khambali              53       Belum
  5    Anggraini Mustika Dewi       73       Tuntas
  6    Anik Sunarti M               73       Tuntas
  7    Ayu Fadlilah                 73       Tuntas
  8    Banar Arianto                60       Belum
  9    Danny Yanuar                 80       Tuntas
  10   Delfi Alfa Reza              80       Tuntas
  11   Denny Yuniastanti            80       Tuntas
  12   Dewi Safitri                 80       Tuntas
  13   Dwi Era Rusmawati            73       Tuntas
  14   Erna Purwanti                80       Tuntas
  15   Fitriyani Nailil Muna        73       Tuntas
  16   Imam Nazaar                  80       Tuntas
  17   Imron Rosyadi                73       Tuntas
  18   Irkham Mahmud                60       Belum
  19   Isnaeni Agung Prasetyo       60       Belum
  20   Kaharani Apriyanti           73       Tuntas
  21   Kurnia Ningsih               87       Tuntas
  22   Leny Damayanti               80       Tuntas
  23   Ludviatun Nikmah             80       Tuntas
  24   Maelani Zulfah               87       Tuntas
  25   Mellindayana Risti           80       Tuntas
  26   Misriyah                     80       Tuntas
  27   Nailis Saadah                73       Tuntas
  28   Nikmatul Hidayah             80       Tuntas
  29   Nor Khalimah                 73       Tuntas
  30   Nur Faizah                   87       Tuntas
  31   Nur Kholis                   80       Tuntas
  32   Nurul Qasidah                73       Tuntas
  33   Prima Dina Atika             80       Tuntas
  34   Raka Siwi Yulia I            80       Tuntas
  35   Rina Anik Astuti             60       Belum
  36   Roiisul Falaah Aththoyyib    60       Belum
  37   Santi Saputri                80       Tuntas
  38   Shoimatul Hidayah            73       Tuntas
  39   Sri Handayani                80       Tuntas
  40   Sri Surti                    80       Tuntas
  41   Vicky Vahriza                73       Tuntas
  42   Yumar Secha                  67       Tuntas
  43   Yusuf Adi Nugroho            53       Belum
       Rata-rata nilai             73.56    79.07%
                                                       144

Lampiran 14


                    HASIL BELAJAR SISWA SIKLUS II

 No   Nama                        Nilai   Ketuntasan
 1    Ahmad Arif Febriyanto        73       Tuntas
 2    Ahmad Fakhrur Rozi           80       Tuntas
 3    Ahmad Mundhofar              73       Tuntas
 4    Akhmad Khambali              53       Belum
 5    Anggraini Mustika Dewi       60       Belum
 6    Anik Sunarti M               87       Tuntas
 7    Ayu Fadlilah                 80       Tuntas
 8    Banar Arianto                60       Belum
 9    Danny Yanuar                 67       Tuntas
 10   Delfi Alfa Reza              67       Tuntas
 11   Denny Yuniastanti            73       Tuntas
 12   Dewi Safitri                 80       Tuntas
 13   Dwi Era Rusmawati            73       Tuntas
 14   Erna Purwanti                80       Tuntas
 15   Fitriyani Nailil Muna        60       Belum
 16   Imam Nazaar                  73       Tuntas
 17   Imron Rosyadi                80       Tuntas
 18   Irkham Mahmud                67       Tuntas
 19   Isnaeni Agung Prasetyo       73       Tuntas
 20   Kaharani Apriyanti           60       Belum
 21   Kurnia Ningsih               80       Tuntas
 22   Leny Damayanti               87       Tuntas
 23   Ludviatun Nikmah             87       Tuntas
 24   Maelani Zulfah               73       Tuntas
 25   Mellindayana Risti           73       Tuntas
 26   Misriyah                     87       Tuntas
 27   Nailis Saadah                73       Tuntas
 28   Nikmatul Hidayah             73       Tuntas
 29   Nor Khalimah                 80       Tuntas
 30   Nur Faizah                   67       Tuntas
 31   Nur Kholis                   67       Tuntas
 32   Nurul Qasidah                80       Tuntas
 33   Prima Dina Atika             73       Tuntas
 34   Raka Siwi Yulia I            87       Tuntas
 35   Rina Anik Astuti             73       Tuntas
 36   Roiisul Falaah Aththoyyib    87       Tuntas
 37   Santi Saputri                87       Tuntas
 38   Shoimatul Hidayah            87       Tuntas
 39   Sri Handayani                80       Tuntas
 40   Sri Surti                    73       Tuntas
 41   Vicky Vahriza                87       Tuntas
 42   Yumar Secha                  80       Tuntas
 43   Yusuf Adi Nugroho            60       Belum
      Rata-rata nilai             74.89    86.05%
                                                       145


Lampiran 15

                    HASIL BELAJAR SISWA SIKLUS III

 No   Nama                        Nilai   Ketuntasan
 1    Ahmad Arif Febriyanto        87       Tuntas
 2    Ahmad Fakhrur Rozi           87       Tuntas
 3    Ahmad Mundhofar              93       Tuntas
 4    Akhmad Khambali              60       Belum
 5    Anggraini Mustika Dewi       80       Tuntas
 6    Anik Sunarti M               80       Tuntas
 7    Ayu Fadlilah                 73       Tuntas
 8    Banar Arianto                80       Tuntas
 9    Danny Yanuar                 87       Tuntas
 10   Delfi Alfa Reza              93       Tuntas
 11   Denny Yuniastanti            80       Tuntas
 12   Dewi Safitri                 87       Tuntas
 13   Dwi Era Rusmawati            80       Tuntas
 14   Erna Purwanti                87       Tuntas
 15   Fitriyani Nailil Muna        87       Tuntas
 16   Imam Nazaar                  87       Tuntas
 17   Imron Rosyadi                87       Tuntas
 18   Irkham Mahmud                87       Tuntas
 19   Isnaeni Agung Prasetyo       87       Tuntas
 20   Kaharani Apriyanti           87       Tuntas
 21   Kurnia Ningsih               87       Tuntas
 22   Leny Damayanti               87       Tuntas
 23   Ludviatun Nikmah             80       Tuntas
 24   Maelani Zulfah               80       Tuntas
 25   Mellindayana Risti           80       Tuntas
 26   Misriyah                     80       Tuntas
 27   Nailis Saadah                80       Tuntas
 28   Nikmatul Hidayah             80       Tuntas
 29   Nor Khalimah                 80       Tuntas
 30   Nur Faizah                   87       Tuntas
 31   Nur Kholis                   87       Tuntas
 32   Nurul Qasidah                80       Tuntas
 33   Prima Dina Atika             80       Tuntas
 34   Raka Siwi Yulia I            73       Tuntas
 35   Rina Anik Astuti             80       Tuntas
 36   Roiisul Falaah Aththoyyib    67       Tuntas
 37   Santi Saputri                80       Tuntas
 38   Shoimatul Hidayah            80       Tuntas
 39   Sri Handayani                80       Tuntas
 40   Sri Surti                    87       Tuntas
 41   Vicky Vahriza                80       Tuntas
 42   Yumar Secha                  80       Tuntas
 43   Yusuf Adi Nugroho            60       Belum
      Rata-rata nilai             81.55    95.35%
                                                                                            146


Lampiran 16

                  Rekapitulasi Nilai Evaluasi Siklus I, II dan III

 No   Nama                    Siklus I   Ketuntasan   Siklus II   Ketuntasan   Siklus III   Ketuntasan
 1    Ahmad Arif F              60         Tidak         73           Ya          87            Ya
 2    Ahmad Fakhrur R           60         Tidak         80           Ya          87            Ya
 3    Ahmad Mundhofar           73           Ya          73           Ya          93            Ya
 4    Akhmad Khambali           53         Tidak         53         Tidak         60          Tidak
 5    Anggraini Mustika D       73           Ya          60         Tidak         80            Ya
 6    Anik Sunarti M            73           Ya          87           Ya          80            Ya
 7    Ayu Fadlilah              73           Ya          80           Ya          73            Ya
 8    Banar Arianto             60         Tidak         60         Tidak         80            Ya
 9    Danny Yanuar              80           Ya          67           Ya          87            Ya
 10   Delfi Alfa Reza           80           Ya          67           Ya          93            Ya
 11   Denny Yuniastanti         80           Ya          73           Ya          80            Ya
 12   Dewi Safitri              80           Ya          80           Ya          87            Ya
 13   Dwi Era Rusmawati         73           Ya          73           Ya          80            Ya
 14   Erna Purwanti             80           Ya          80           Ya          87            Ya
 15   Fitriyani Nailil Muna     73           Ya          60         Tidak         87            Ya
 16   Imam Nazaar               80           Ya          73           Ya          87            Ya
 17   Imron Rosyadi             73           Ya          80           Ya          87            Ya
 18   Irkham Mahmud             60         Tidak         67           Ya          87            Ya
 19   Isnaeni Agung P           60         Tidak         73           Ya          87            Ya
 20   Kaharani Apriyanti        73           Ya          60         Tidak         87            Ya
 21   Kurnia Ningsih            87           Ya          80           Ya          87            Ya
 22   Leny Damayanti            80           Ya          87           Ya          87            Ya
 23   Ludviatun Nikmah          80           Ya          87           Ya          80            Ya
 24   Maelani Zulfah            87           Ya          73           Ya          80            Ya
 25   Mellindayana Risti        80           Ya          73           Ya          80            Ya
 26   Misriyah                  80           Ya          87           Ya          80            Ya
 27   Nailis Saadah             73           Ya          73           Ya          80            Ya
 28   Nikmatul Hidayah          80           Ya          73           Ya          80            Ya
 29   Nor Khalimah              73           Ya          80           Ya          80            Ya
 30   Nur Faizah                87           Ya          67           Ya          87            Ya
 31   Nur Kholis                80           Ya          67           Ya          87            Ya
 32   Nurul Qasidah             73           Ya          80           Ya          80            Ya
 33   Prima Dina Atika          80           Ya          73           Ya          80            Ya
 34   Raka Siwi Yulia I         80           Ya          87           Ya          73            Ya
 35   Rina Anik Astuti          60         Tidak         73           Ya          80            Ya
 36   Roiisul Falaah A          60         Tidak         87           Ya          67            Ya
 37   Santi Saputri             80           Ya          87           Ya          80            Ya
 38   Shoimatul Hidayah         73           Ya          87           Ya          80            Ya
 39   Sri Handayani             80           Ya          80           Ya          80            Ya
 40   Sri Surti                 80           Ya          73           Ya          87            Ya
 41   Vicky Vahriza             73           Ya          87           Ya          80            Ya
 42   Yumar Secha               67           Ya          80           Ya          80            Ya
 43   Yusuf Adi Nugroho         53         Tidak         60         Tidak         60          Tidak
                               73.56      79.07%       74.89       86.05%       81.55        95.35%
                                                                                                                                    147

Lampiran 17



                                           DAFTAR NILAI PSIKOMOTORIK KE-1


                                                        Psikomotorik                   Skor              Aspek yang dinilai
  Kel   No              Nama
                                       A    B       C       D   E      F       G
         1    Ahmad Arif Febriyanto    2        3       3     3    2       2       2   17     A. Ketrampilan menggunakan alat
         2    Ahmad Fakhrur Rozi       3        3       2     2    3       3       3   19     B. Ketrampilan melakukan pengamatan
   I     3    Ahmad Mundhofar          3        2       2     2    2       2       2   15     C. Ketrampilan bekerja sama
         4    Akhmad Khambali          2        3       2     2    2       2       1   14     D. Ketepatan prosedur praktikum
         5    Anggraini Mustika Dewi   2        2       3     3    2       3       2   17     E. Kebersihan alat dan ruangan
         6    Anik Sunarti M           1        2       2     2    3       2       3   15     F. Hasil praktikum
         7    Ayu Fadlilah             3        2       2     3    2       2       2   16     G. Pembuatan laporan
  II     8    Banar Arianto            2        3       1     3    2       2       2   15
         9    Danny Yanuar             1        3       2     3    3       3       2   17
        10    Delfi Alfa Reza          2        3       2     3    2       2       1   15
        11    Denny Yuniastanti        3        3       1     2    3       3       2   17
        12    Dewi Safitri             3        2       2     3    2       3       3   18
  III   13    Dwi Era Rusmawati        2        2       3     2    3       3       2   17
        14    Erna Purwanti            2        3       2     3    2       2       3   17
        15    Fitriyani Nailil Muna    2        2       3     2    1       2       2   14
        16    Imam Nazaar              3        3       2     3    2       2       2   17
        17    Imron Rosyadi            2        2       3     2    2       1       2   14
  IV    18    Irkham Mahmud            3        2       2     3    3       2       1   16
        19    Isnaeni Agung Prasetyo   2        2       2     2    2       3       2   15
        20    Kaharani Apriyanti       2        3       3     2    2       2       3   17
  V     21    Kurnia Ningsih           2        2       3     3    3       3       2   18
        22    Leny Damayanti           2        3       3     3    3       3       2   19
        23    Ludviatun Nikmah         2        2       2     3    2       3       3   17
        24    Maelani Zulfah           3        3       2     3    3       2       2   18
                                                                             148




           25   Mellindayana Risti          2   3   1   2   3   3   2   16
           26   Misriyah                    2   2   2   3   3   2   2   16
           27   Nailis Saadah               3   1   2   3   2   1   3   15
           28   Nikmatul Hidayah            2   2   3   2   2   2   2   15
  VI
           29   Nor Khalimah                3   3   2   2   2   3   3   18
           30   Nur Faizah                  2   2   3   3   3   2   2   17
           31   Nur Kholis                  2   1   2   2   2   1   2   12
           32   Nurul Qasidah               3   2   3   3   2   3   2   18
           33   Prima Dina Atika            2   2   2   2   2   2   3   15
           34   Raka Siwi Yulia I           3   3   3   2   3   3   2   19
  VII
           35   Rina Anik Astuti            2   2   2   3   2   2   2   15
           36   Roiisul Falaah Aththoyyib   3   3   1   3   3   3   3   19
           37   Santi Saputri               2   2   2   1   2   2   2   13
           38   Shoimatul Hidayah           3   3   3   3   3   3   2   20
           39   Sri Handayani               2   3   3   2   2   2   2   16
           40   Sri Surti                   3   3   2   3   3   3   2   19
  VIII
           41   Vicky Vahriza               3   2   3   2   2   2   2   16
           42   Yumar Secha                 3   2   2   3   1   2   2   15
           43   Yusuf Adi Nugroho           3   2   3   2   2   2   2   16

Kriteria Penskoran :
1 : Kurang
2 : Cukup
3 : Baik
4 : Sangat Baik
                                                                                                                     149
Lampiran 18



                                           DAFTAR NILAI PSIKOMOTORIK KE-2


                                                 Psikomotorik           Skor                Aspek yang dinilai
  Kel   No              Nama
                                       A    B   C    D    E     F   G
         1    Ahmad Arif Febriyanto    4    3   3     3   2     4   3   22     A. Ketrampilan menggunakan alat
         2    Ahmad Fakhrur Rozi       3    3   2     3   3     3   3   20     B. Ketrampilan melakukan pengamatan
   I     3    Ahmad Mundhofar          3    3   3     2   3     3   3   20     C. Ketrampilan bekerja sama
         4    Akhmad Khambali          3    3   3     2   3     2   3   19     D. Ketepatan prosedur praktikum
         5    Anggraini Mustika Dewi   4    3   3     3   2     3   3   21     E. Kebersihan alat dan ruangan
         6    Anik Sunarti M           3    3   2     3   4     2   3   20     F. Hasil praktikum
         7    Ayu Fadlilah             3    3   2     3   3     2   3   19     G. Pembuatan laporan
  II     8    Banar Arianto            3    3   3     3   2     3   3   20
         9    Danny Yanuar             4    3   3     3   3     3   2   21
        10    Delfi Alfa Reza          4    3   3     3   2     3   3   21
        11    Denny Yuniastanti        4    3   3     2   3     3   3   21
        12    Dewi Safitri             4    2   2     3   2     3   3   19
  III   13    Dwi Era Rusmawati        3    4   3     2   3     3   3   21
        14    Erna Purwanti            4    3   2     3   3     3   3   21
        15    Fitriyani Nailil Muna    3    3   3     2   2     3   3   19
        16    Imam Nazaar              3    3   2     3   2     2   2   17
        17    Imron Rosyadi            4    2   3     3   2     3   3   20
  IV    18    Irkham Mahmud            4    2   2     3   3     2   1   17
        19    Isnaeni Agung Prasetyo   3    3   3     2   4     3   2   20
        20    Kaharani Apriyanti       3    3   3     3   3     3   3   21
  V     21    Kurnia Ningsih           4    2   3     3   3     3   3   21
        22    Leny Damayanti           3    4   3     3   3     3   2   21
        23    Ludviatun Nikmah         3    3   3     3   2     3   3   20
        24    Maelani Zulfah           4    3   3     3   4     2   3   22
                                                                             150




           25   Mellindayana Risti          2   3   3   2   3   4   3   20
           26   Misriyah                    3   3   3   3   3   2   3   20
           27   Nailis Saadah               3   3   2   4   2   3   3   20
           28   Nikmatul Hidayah            2   3   4   2   3   3   3   20
  VI
           29   Nor Khalimah                4   3   2   3   3   3   3   21
           30   Nur Faizah                  2   3   3   4   3   3   2   20
           31   Nur Kholis                  4   3   3   3   3   3   3   22
           32   Nurul Qasidah               3   4   4   3   4   3   4   25
           33   Prima Dina Atika            3   3   3   3   4   2   3   21
           34   Raka Siwi Yulia I           4   3   3   2   3   3   3   21
  VII
           35   Rina Anik Astuti            3   4   2   4   3   3   3   22
           36   Roiisul Falaah Aththoyyib   4   3   3   3   3   3   3   22
           37   Santi Saputri               3   2   3   4   3   3   3   21
           38   Shoimatul Hidayah           4   3   4   3   3   3   2   22
           39   Sri Handayani               2   3   4   2   3   2   3   19
           40   Sri Surti                   3   4   3   3   3   3   2   21
  VIII
           41   Vicky Vahriza               4   3   3   4   3   3   3   23
           42   Yumar Secha                 4   3   3   3   3   3   3   22
           43   Yusuf Adi Nugroho           4   3   3   3   3   3   3   22


Kriteria Penskoran :
1 : Kurang
2 : Cukup
3 : Baik
4 : Sangat Baik
Lampiran 19                                                                           151


                         ANALISIS PSIKOMOTORIK KE-1

                                  Psikomotorik
    No   Responden                                       Skor    % Skor    Kategori
                     A    B     C      D     E   F   G
     1     R-1       2    3      3     3     2   2   2    17     56.67 %   Cukup
     2     R-2       3    3      2     2     3   3   3    19     63.33 %    Baik
     3     R-3       3    2      2     2     2   2   2    15     50.00 %   Cukup
     4     R-4       2    3      2     2     2   2   1    14     46.67 %   Cukup
     5     R-5       2    2      3     3     2   3   2    17     56.67 %   Cukup
     6     R-6       1    2      2     2     3   2   3    15     50.00 %   Cukup
     7     R-7       3    2      2     3     2   2   2    16     53.33 %   Cukup
     8     R-8       2    3      1     3     2   2   2    15     50.00 %   Cukup
     9     R-9       1    3      2     3     3   3   2    17     56.67 %   Cukup
    10     R-10      2    3      2     3     2   2   1    15     50.00 %   Cukup
    11     R-11      3    3      1     2     3   3   2    17     56.67 %   Cukup
    12     R-12      3    2      2     3     2   3   3    18     60.00 %    Baik
    13     R-13      2    2      3     2     3   3   2    17     56.67 %   Cukup
    14     R-14      2    3      2     3     2   2   3    17     56.67 %   Cukup
    15     R-15      2    2      3     2     1   2   2    14     46.67 %   Cukup
    16     R-16      3    3      2     3     2   2   2    17     56.67 %   Cukup
    17     R-17      2    2      3     2     2   1   2    14     46.67 %   Cukup
    18     R-18      3    2      2     3     3   2   1    16     53.33 %   Cukup
    19     R-19      2    2      2     2     2   3   2    15     50.00 %   Cukup
    20     R-20      2    3      3     2     2   2   3    17     56.67 %   Cukup
    21     R-21      2    2      3     3     3   3   2    18     60.00 %    Baik
    22     R-22      2    3      3     3     3   3   2    19     63.33 %    Baik
    23     R-23      2    2      2     3     2   3   3    17     56.67 %   Cukup
    24     R-24      3    3      2     3     3   2   2    18     60.00 %    Baik
    25     R-25      2    3      1     2     3   3   2    16     53.33 %   Cukup
    26     R-26      2    2      2     3     3   2   2    16     53.33 %   Cukup
    27     R-27      3    1      2     3     2   1   3    15     50.00 %   Cukup
    28     R-28      2    2      3     2     2   2   2    15     50.00 %   Cukup
    29     R-29      3    3      2     2     2   3   3    18     60.00 %    Baik
    30     R-30      2    2      3     3     3   2   2    17     56.67 %   Cukup
    31     R-31      2    1      2     2     2   1   2    12     40.00 %   Cukup
    32     R-32      3    2      3     3     2   3   2    18     60.00 %    Baik
    33     R-33      2    2      2     2     2   2   3    15     50.00 %   Cukup
    34     R-34      3    3      3     2     3   3   2    19     63.33 %    Baik
    35     R-35      2    2      2     3     2   2   2    15     50.00 %   Cukup
    36     R-36      3    3      1     3     3   3   3    19     63.33 %    Baik
    37     R-37      2    2      2     1     2   2   2    13     43.33 %   Cukup
    38     R-38      3    3      3     3     3   3   2    20     66.67 %    Baik
    39     R-39      2    3      3     2     2   2   2    16     53.33 %   Cukup
    40     R-40      3    3      2     3     3   3   2    19     63.33 %    Baik
    41     R-41      3    2      3     2     2   2   2    16     53.33 %   Cukup
    42     R-42      3    2      2     3     1   2   2    15     50.00 %   Cukup
    43     R-43      3    2      3     2     2   2   2    16     53.33 %   Cukup
                         Rata-rata                       16.37   54.57 %   Cukup
Lampiran 20                                                                           152


                        ANALISIS PSIKOMOTORIK KE-2

                               Psikomotorik
  No   Responden                                      Skor    % Skor       Kategori
                   A    B     C     D     E   F   G
   1     R-1       4    3     3     3     2   4   3    22     73.33 %   Baik
   2     R-2       3    3     2     3     3   3   3    20     66.67 %   Baik
   3     R-3       3    3     3     2     3   3   3    20     66.67 %   Baik
   4     R-4       3    3     3     2     3   2   3    19     63.33 %   Baik
   5     R-5       4    3     3     3     2   3   3    21     70.00 %   Baik
   6     R-6       3    3     2     3     4   2   3    20     66.67 %   Baik
   7     R-7       3    3     2     3     3   2   3    19     63.33 %   Baik
   8     R-8       3    3     3     3     2   3   3    20     66.67 %   Baik
   9     R-9       4    3     3     3     3   3   2    21     70.00 %   Baik
  10     R-10      4    3     3     3     2   3   3    21     70.00 %   Baik
  11     R-11      4    3     3     2     3   3   3    21     70.00 %   Baik
  12     R-12      4    2     2     3     2   3   3    19     63.33 %   Baik
  13     R-13      3    4     3     2     3   3   3    21     70.00 %   Baik
  14     R-14      4    3     2     3     3   3   3    21     70.00 %   Baik
  15     R-15      3    3     3     2     2   3   3    19     63.33 %   Baik
  16     R-16      3    3     2     3     2   2   2    17     56.67 %   Cukup
  17     R-17      4    2     3     3     2   3   3    20     66.67 %   Baik
  18     R-18      4    2     2     3     3   2   1    17     56.67 %   Cukup
  19     R-19      3    3     3     2     4   3   2    20     66.67 %   Baik
  20     R-20      3    3     3     3     3   3   3    21     70.00 %   Baik
  21     R-21      4    2     3     3     3   3   3    21     70.00 %   Baik
  22     R-22      3    4     3     3     3   3   2    21     70.00 %   Baik
  23     R-23      3    3     3     3     2   3   3    20     66.67 %   Baik
  24     R-24      4    3     3     3     4   2   3    22     73.33 %   Baik
  25     R-25      2    3     3     2     3   4   3    20     66.67 %   Baik
  26     R-26      3    3     3     3     3   2   3    20     66.67 %   Baik
  27     R-27      3    3     2     4     2   3   3    20     66.67 %   Baik
  28     R-28      2    3     4     2     3   3   3    20     66.67 %   Baik
  29     R-29      4    3     2     3     3   3   3    21     70.00 %   Baik
  30     R-30      2    3     3     4     3   3   2    20     66.67 %   Baik
  31     R-31      4    3     3     3     3   3   3    22     73.33 %   Baik
  32     R-32      3    4     4     3     4   3   4    25     83.33 %   Sangat Baik
  33     R-33      3    3     3     3     4   2   3    21     70.00 %   Baik
  34     R-34      4    3     3     2     3   3   3    21     70.00 %   Baik
  35     R-35      3    4     2     4     3   3   3    22     73.33 %   Baik
  36     R-36      4    3     3     3     3   3   3    22     73.33 %   Baik
  37     R-37      3    2     3     4     3   3   3    21     70.00 %   Baik
  38     R-38      4    3     4     3     3   3   2    22     73.33 %   Baik
  39     R-39      2    3     4     2     3   2   3    19     63.33 %   Baik
  40     R-40      3    4     3     3     3   3   2    21     70.00 %   Baik
  41     R-41      4    3     3     4     3   3   3    23     76.67 %   Baik
  42     R-42      4    3     3     3     3   3   3    22     73.33 %   Baik
  43     R-43      4    3     3     3     3   3   3    22     73.33 %   Baik
                       Rata-rata                      20.63   68.76 %   Baik
Lampiran 21                                                                             153

                             LEMBAR OBSERVASI SISWA


                             Jenis Penilaian        : Kreativitas
                             Mata Pelajaran         : Kimia
                             Kelas / Semester       : XI / 2
Nama            :
No Absen        :
Kelas           :
No Indikator                                           1       2   3   4   5   Jumlah
1.   Memiliki rasa ingin tahu
2.   Bertanya
3.   Memberikan banyak gagasan atau usul
     terhadap suatu maslah
4.   Merasa bebas dalam menyatakan pendapat
5.   Memiliki langkah penyelesaian masalah buatan
     sendiri
6.   Mencari dan menganalisis data yang diketahui
     dalam menyelesaikan masalah
7.   Mampu melihat masalah dari berbagai sudut
     pandang
8.   Memiliki rasa humor
9.   Mempunya daya imaginasi
10. Orisinil dalam mengungkapkan gagasan dalam
     menyelesaikan masalah


Keterangan skor
5 : selalu
4 : sering sekali
3 : sering
2 : jarang
1 : tidak pernah
Lampiran 22                                                                        154


              LEMBAR OBSERVASI KREATIVITAS SISWA SIKLUS I
                             Indikator                Jumlah
 No   Kode                                                     % Skor   Kategori
              1   2   3 4 5 6 7          8   9   10    Skor
  1   R-01    3   2   2 3 2 2 2          2   2   2      22      44 %    Rendah
  2   R-02    3   4   3 3 3 4 2          2   2   2      28      56%     Sedang
  3   R-03    3   3   2 1 2 2 3          3   1   3      23      46%     Rendah
  4   R-04    4   3   3 3 2 2 3          3   4   4      31      62%     Sedang
  5   R-05    3   3   2 2 1 2 3          2   3   3      24      48%     Rendah
  6   R-06    2   4   4 2 3 3 2          3   2   2      27      54%     Sedang
  7   R-07    4   3   3 3 2 2 3          3   2   3      28      56%     Sedang
  8   R-08    3   2   3 3 3 2 2          2   3   3      26      52%     Rendah
  9   R-09    2   3   2 3 2 3 2          4   2   2      25      50%     Rendah
 10   R-10    3   2   3 2 2 3 2          2   2   2      23      46%     Rendah
 11   R-11    3   3   2 3 2 3 2          3   2   2      25      50%     Rendah
 12   R-12    3   4   2 3 3 2 2          3   3   3      28      56%     Sedang
 13   R-13    2   2   2 4 2 3 1          3   2   2      23      46%     Rendah
 14   R-14    2   2   3 2 2 3 3          2   2   3      24      48%     Rendah
 15   R-15    4   4   4 3 3 3 3          3   4   4      35      70%     Tinggi
 16   R-16    3   3   3 2 2 3 2          3   3   3      27      54%     Sedang
 17   R-17    3   2   3 3 2 1 2          3   3   2      24      48%     Rendah
 18   R-18    3   3   2 2 3 2 3          3   3   2      26      52%     Rendah
 19   R-19    2   1   2 3 4 3 2          4   3   3      27      54%     Sedang
 20   R-20    3   3   3 2 2 1 3          3   2   3      25      50%     Rendah
 21   R-21    2   2   2 3 3 3 3          2   3   4      27      54%     Sedang
 22   R-22    3   2   2 3 2 2 2          3   2   2      23      46%     Rendah
 23   R-23    4   4   3 4 3 3 3          4   3   4      35      70%     Tinggi
 24   R-24    3   1   4 2 2 2 3          3   2   2      24      48%     Rendah
 25   R-25    3   3   2 3 2 3 3          2   2   2      25      50%     Rendah
 26   R-26    3   3   2 2 3 3 3          2   3   3      27      54%     Sedang
 27   R-27    2   2   3 4 3 2 2          2   3   3      26      52%     Rendah
 28   R-28    3   3   3 1 3 3 2          3   2   2      25      50%     Rendah
 29   R-29    3   2   2 2 1 4 1          3   2   3      23      46%     Rendah
 30   R-30    3   2   3 3 2 2 2          3   2   3      25      50%     Rendah
 31   R-31    3   2   2 2 2 2 2          2   3   2      22      44%     Rendah
 32   R-32    2   3   3 3 1 3 3          3   2   3      26      52%     Rendah
 33   R-33    3   2   3 3 2 2 1          2   2   2      22      44%     Rendah
 34   R-34    3   3   2 3 1 3 3          3   2   2      25      50%     Rendah
 35   R-35    3   3   2 2 2 3 2          3   2   3      25      50%     Rendah
 36   R-36    4   3   4 3 3 3 4          3   4   4      35      70%     Tinggi
 37   R-37    3   2   3 3 2 2 3          2   2   3      25      50%     Rendah
 38   R-38    3   4   3 2 2 2 1          2   3   2      24      48%     Rendah
 39   R-39    3   2   3 3 2 1 3          3   2   2      24      48%     Rendah
 40   R-40    3   3   2 3 3 2 2          3   3   3      27      54%     Sedang
 41   R-41    3   2   2 2 3 2 2          3   2   2      23      46%     Rendah
 42   R-42    4   3   2 2 3 2 2          4   3   3      28      56%     Sedang
 43   R-43    3   3   3 2 3 1 3          3   2   2      25      50%     Rendah
                       Rata-rata                       25.86   51.72%   Rendah
Lampiran 23                                                                             155


           LEMBAR OBSERVASI KREATIVITAS SISWA SIKLUS II

                                  Indikator                Jumlah
    No   Kode                                                       % Skor   Kategori
                1   2   3     4 5 6 7         8   9   10    Skor
     1   R-01   4   4   2     3 3 3 3         3   3   3      31      62%     Sedang
     2   R-02   4   4   3     3 3 4 4         3   4   4      36      72%      Tinggi
     3   R-03   4   3   3     2 3 3 3         3   3   3      30      60%     Sedang
     4   R-04   4   4   3     3 3 3 3         3   4   4      34      68%     Sedang
     5   R-05   3   3   3     2 2 3 3         3   3   3      28      56%     Sedang
     6   R-06   3   4   3     3 3 3 2         2   3   3      29      58%     Sedang
     7   R-07   4   3   3     3 3 3 3         3   3   3      31      62%     Sedang
     8   R-08   3   4   3     3 3 2 4         3   3   3      31      62%     Sedang
     9   R-09   4   3   3     3 3 3 3         4   3   3      32      64%     Sedang
    10   R-10   3   3   3     2 4 3 3         2   3   3      29      58%     Sedang
    11   R-11   4   3   3     3 3 4 3         3   3   3      32      64%     Sedang
    12   R-12   4   4   3     3 4 3 3         3   4   4      35      70%      Tinggi
    13   R-13   4   3   3     4 2 3 3         3   3   4      32      64%     Sedang
    14   R-14   3   3   3     4 2 3 3         3   2   4      30      60%     Sedang
    15   R-15   4   4   4     3 3 3 3         3   3   4      34      68%     Sedang
    16   R-16   3   4   3     3 3 3 3         3   3   3      31      62%     Sedang
    17   R-17   3   2   3     3 2 3 2         3   3   3      27      54%     Sedang
    18   R-18   4   3   3     3 3 3 3         3   3   3      31      62%     Sedang
    19   R-19   3   3   2     3 4 3 2         4   3   3      30      60%     Sedang
    20   R-20   3   3   3     3 2 3 3         3   3   3      29      58%     Sedang
    21   R-21   3   2   2     3 3 3 3         3   3   4      29      58%     Sedang
    22   R-22   3   2   2     3 2 3 2         3   2   2      24      48%     Rendah
    23   R-23   4   4   3     4 3 3 3         4   3   4      35      70%      Tinggi
    24   R-24   3   3   4     2 3 2 3         3   3   3      29      58%     Sedang
    25   R-25   4   3   3     3 3 4 4         4   3   4      35      70%      Tinggi
    26   R-26   3   3   2     2 3 3 3         3   3   3      28      56%     Sedang
    27   R-27   3   2   3     4 3 3 2         2   3   3      28      56%     Sedang
    28   R-28   4   3   3     3 3 3 3         3   3   3      31      62%     Sedang
    29   R-29   3   2   2     2 2 4 2         3   3   3      26      52%     Rendah
    30   R-30   3   3   3     3 2 3 2         3   3   3      28      56%     Sedang
    31   R-31   3   2   2     2 2 3 2         2   3   2      23      46%     Rendah
    32   R-32   2   3   3     3 2 3 3         3   3   3      28      56%     Sedang
    33   R-33   3   3   3     3 2 2 3         3   2   2      26      52%     Rendah
    34   R-34   3   3   2     3 3 3 3         3   2   2      27      54%     Sedang
    35   R-35   4   3   3     2 3 3 3         3   4   3      31      62%     Sedang
    36   R-36   4   4   4     3 3 4 4         3   3   4      36      72%      Tinggi
    37   R-37   4   4   3     4 4 4 3         4   3   3      36      72%      Tinggi
    38   R-38   3   4   3     3 2 3 3         2   4   3      30      60%     Sedang
    39   R-39   3   2   3     3 2 3 3         3   2   2      26      52%     Rendah
    40   R-40   3   3   4     3 3 2 2         3   3   3      29      58%     Sedang
    41   R-41   3   3   2     2 3 4 3         3   3   3      29      58%     Sedang
    42   R-42   4   3   4     4 3 2 4         4   4   3      35      70%      Tinggi
    43   R-43   4   3   4     2 3 3 3         3   3   3      31      62%     Sedang
                            Rata-rata                       30.28   60.56%   Sedang
Lampiran 24                                                                           156


             LEMBAR OBSERVASI KREATIVITAS SISWA SIKLUS III

                                Indikator                Jumlah
 No   Kode                                                        % Skor   Kategori
              1   2   3     4 5 6 7         8   9   10    Skor
  1   R-01    5   4   5     3 3 4 4         4   4   4      40      80%      Tinggi
  2   R-02    5   4   4     3 4 4 4         4   4   4      40      80%      Tinggi
  3   R-03    4   5   3     4 4 3 4         4   4   4      39      78%      Tinggi
  4   R-04    5   4   3     4 3 4 4         3   4   4      38      76%      Tinggi
  5   R-05    4   5   3     3 3 3 3         4   3   4      35      70%      Tinggi
  6   R-06    4   4   3     3 3 4 4         3   3   4      35      70%      Tinggi
  7   R-07    4   4   3     3 3 4 3         4   3   4      35      70%      Tinggi
  8   R-08    5   4   3     4 3 3 4         3   4   4      37      74%      Tinggi
  9   R-09    4   3   3     3 3 3 3         3   3   3      31      62%     Sedang
 10   R-10    4   3   3     3 4 3 3         3   3   3      32      64%     Sedang
 11   R-11    4   3   3     3 3 3 3         3   3   3      31      62%     Sedang
 12   R-12    5   4   3     3 4 3 4         3   4   4      37      74%      Tinggi
 13   R-13    5   3   4     4 3 3 4         3   4   4      37      74%      Tinggi
 14   R-14    5   4   4     4 4 3 3         3   3   4      37      74%      Tinggi
 15   R-15    5   4   5     3 4 4 4         3   4   4      40      80%      Tinggi
 16   R-16    4   4   3     3 3 3 3         3   3   3      32      64%     Sedang
 17   R-17    4   3   3     3 3 3 4         3   4   3      33      66%     Sedang
 18   R-18    4   3   4     3 3 4 3         3   3   3      33      66%     Sedang
 19   R-19    5   4   3     3 4 4 3         4   3   4      37      74%      Tinggi
 20   R-20    4   5   3     3 3 5 4         4   3   4      38      76%      Tinggi
 21   R-21    4   3   3     3 3 3 3         3   3   4      32      64%     Sedang
 22   R-22    4   3   3     3 2 2 3         3   3   4      30      60%     Sedang
 23   R-23    4   4   3     4 3 3 3         4   3   4      35      70%      Tinggi
 24   R-24    4   3   4     3 3 3 3         3   3   3      32      64%     Sedang
 25   R-25    5   4   3     3 4 4 4         4   4   4      39      78%      Tinggi
 26   R-26    4   3   5     3 3 4 3         3   3   3      34      68%     Sedang
 27   R-27    5   5   4     4 3 4 4         3   4   4      40      80%      Tinggi
 28   R-28    4   3   3     3 3 3 3         3   3   3      31      62%     Sedang
 29   R-29    5   4   3     4 3 4 3         3   3   4      36      72%      Tinggi
 30   R-30    5   4   3     3 3 3 3         4   3   4      35      70%      Tinggi
 31   R-31    4   3   3     3 4 3 3         3   4   3      33      66%     Sedang
 32   R-32    4   3   3     3 2 3 3         3   3   3      30      60%     Sedang
 33   R-33    5   4   3     3 4 4 3         2   3   4      35      70%      Tinggi
 34   R-34    4   4   3     3 3 3 3         3   3   4      33      66%     Sedang
 35   R-35    4   3   3     2 3 3 3         3   4   3      31      62%     Sedang
 36   R-36    5   5   4     4 4 3 4         5   4   4      42      84%      Tinggi
 37   R-37    5   4   5     4 4 4 3         4   5   4      42      84%      Tinggi
 38   R-38    5   4   3     3 2 3 3         2   4   3      32      64%     Sedang
 39   R-39    5   2   3     3 2 3 3         3   2   2      28      56%     Sedang
 40   R-40    4   3   4     3 3 3 3         3   3   3      32      64%     Sedang
 41   R-41    4   3   3     3 3 4 3         3   3   3      32      64%     Sedang
 42   R-42    5   4   4     4 3 4 4         4   5   4      41      82%      Tinggi
 43   R-43    5   4   4     3 3 3 4         3   3   4      36      72%      Tinggi
                          Rata-rata                       35.07   70.14%    Tinggi
Lampiran 25                                                            157


       UJI WILCOXON PENINGKATAN KREATIVITAS SIKLUS I KE II

Rumus :
           n(n +1)
      T −
Z=             4
      n(n +1) (2n +1)
            24

Tabel persiapan :
 No    Kode     Siklus I   Siklus II   Beda   Jenjang    +     -
 1     R-01       22          31        9      40.5     40.5
 2     R-02       28          36         8      39       39
 3     R-03       23          30         7      36       36
 4     R-04       31          34        3      16.5     16.5
 5     R-05       24          28        4      21.5     21.5
 6     R-06       27          29         2      10       10
 7     R-07       28          31        3      16.5     16.5
 8     R-08       26          31         5      25       25
 9     R-09       25          32         7      36       36
 10    R-10       23          29         6      30       30
 11    R-11       25          32         7      36       36
 12    R-12       28          35         7      36       36
 13    R-13       23          32        9      40.5     40.5
 14    R-14       24          30         6      30       30
 15    R-15       35          34        -1       4                 4
 16    R-16       27          31        4      21.5     21.5
 17    R-17       24          27        3      16.5     16.5
 18    R-18       26          31         5      25       25
 19    R-19       27          30        3      16.5     16.5
 20    R-20       25          29        4      21.5     21.5
 21    R-21       27          29         2      10       10
 22    R-22       23          24         1       4       4
 23    R-23       35          35         0       1       1
 24    R-24       24          29         5      25       25
 25    R-25       25          35        10      42       42
 26    R-26       27          28         1       4       4
 27    R-27       26          28         2      10       10
 28    R-28       25          31         6      30       30
 29    R-29       23          26        3      16.5     16.5
 30    R-30       25          28        3      16.5     16.5
 31    R-31       22          23         1       4       4
 32    R-32       26          28         2      10       10
 33    R-33       22          26        4      21.5     21.5
 34    R-34       25          27         2      10       10
 35    R-35       25          31         6      30       30
 36    R-36       35          36         1       4       4
 37    R-37       25          36        11      43       43
                                                              158

 38      R-38    24          30     6        30      30
 39      R-39    24          26     2        10      10
 40      R-40    27          29     2        10      10
 41      R-41    23          29     6        30      30
 42      R-42    28          35     7        36      36
 43      R-43    25          31     6        30      30
      Jumlah    1112        1302   190      946     942   4




           43(43 +1)
          4−
Z=              4
     43(43 +1) (2(43) +1)
             24
    − 469
 =         = -5,66
   82,816

Pada α = 5% diperoleh harga Z tabel = 1,96
Karena Z hitung < Z tabel, maka Ho ditolak
Ho : Tidak ada perbedaan pengaruh kedua perlakuan
Ha : Terdapat perbedaan pengaruh kedua perlakuan
Lampiran 26                                                          159


      UJI WILCOXON PENINGKATAN KREATIVITAS SIKLUS II KE III

Rumus :
           n(n +1)
      T −
Z=             4
      n(n +1) (2n +1)
            24

Tabel Persiapan :
 No    Kode     Siklus II   Siklus III   Beda   Jenjang    +     -
  1    R-01        31          40          9     39.5     39.5
  2    R-02        36          38          2      11       11
  3    R-03        30          37          7     36.5     36.5
  4    R-04        34          38          4     23.5     23.5
  5    R-05        28          35          7     36.5     36.5
  6    R-06        29          33          4     23.5     23.5
  7    R-07        31          34          3     17.5     17.5
  8    R-08        31          36          5     27.5     27.5
  9    R-09        32          31         -1       6             6
 10    R-10        29          32          3     17.5     17.5
 11    R-11        32          31         -1       6             6
 12    R-12        35          37          2      11       11
 13    R-13        32          37          5     27.5     27.5
 14    R-14        30          37          7     36.5     36.5
 15    R-15        34          37          3     17.5     17.5
 16    R-16        31          32          1       6       6
 17    R-17        27          31          4     23.5     23.5
 18    R-18        31          33          2      11       11
 19    R-19        30          36          6      32       32
 20    R-20        29          34          5     27.5     27.5
 21    R-21        29          32          3     17.5     17.5
 22    R-22        24          30          6      32       32
 23    R-23        35          35          0       2       2
 24    R-24        29          32          3     17.5     17.5
 25    R-25        35          36          1       6       6
 26    R-26        28          31          3     17.5     17.5
 27    R-27        28          40         12      43       43
 28    R-28        31          31          0       2       2
 29    R-29        26          36         10     41.5     41.5
 30    R-30        28          35          7     36.5     36.5
 31    R-31        23          33         10     41.5     41.5
 32    R-32        28          30          2      11       11
 33    R-33        26          35          9     39.5     39.5
 34    R-34        27          33          6      32       32
 35    R-35        31          31          0       2       2
 36    R-36        36          41          5     27.5     27.5
 37    R-37        36          42          6      32       32
                                                                160

 38      R-38     30          31     1       6       6
 39      R-39     26          28     2       11      11
 40      R-40     29          32     3      17.5    17.5
 41      R-41     29          32     3      17.5    17.5
 42      R-42     35          41     6       32      32
 43      R-43     31          35     4      23.5    23.5
      Jumlah     1302        1481   179     946     934    12



            43(43 + 1)
         12 −
Z=               4
     43(43 + 1) (2(43) +1)
              24
    − 461
 =         = -5,56
   82,816

Pada α = 5% diperoleh harga Z tabel = 1,96
Karena Z hitung < Z tabel, maka Ho ditolak
Ho : Tidak ada perbedaan pengaruh kedua perlakuan
Ha : Terdapat perbedaan pengaruh kedua perlakuan
Lampiran 27                                                                 161


                     LEMBAR KUISIONER TANGGAPAN SISWA

                       Nama         :
                       No. Absen    :

Berilah tanda cek (v) pada point yang sesuai dengan keadaan anda
  No                          Indikator                 1       2   3   4
  1       Tujuan pembalajaran diungkap dengan
          jelas
  2       Pembelajaran diangkat dari
          benda/fenomena disekitar kita
  3       Konsep-konsep yang dikaji bertalian
          dengan benda/fenomena disekitar kita
  4       Proses kimia yang dipelajari berkaitan
          dengan benda/fenomena di sekitar kita
  5       Pembelajaran melibatkan semua faktor
          yang mempengaruhi proses pembuatan
          sabun sabun
  6       Kesimpulan yang diperoleh berguna bagi
          masyarakat
  7       Pembelajaran memotivasi anda untuk
          meningkatkan kemampuan ilmu kimia
  8       Pembelajaran mengundang rasa ingin tahu
          anda
  9       Pembelajaran melatih anda untuk
          berinovasi
  10      Pembelajaran melatih anda untuk berkreasi
          Jumlah
      Keterangan:
   1. sangat tidak setuju
   2. tidak setuju
   3. setuju
   4. sangat setuju
Lampiran 28                                                                                 162


              LEMBAR HASIL KUESIONER TANGGAPAN SISWA
                                       Indikator                           Jumlah
 No   Kode                                                                          % Skor
               1     2     3     4      5     6     7     8     9    10     Skor
 1    R-1      4     3     3     3      3     4     3     3     4     4      34       85
 2    R-2      3     3     3     3      3     4     3     3     3     3      31     77.5
 3    R-3      3     3     3     3      4     3     4     3     3     4      33     82.5
 4    R-4      4     4     4     4      4     4     4     4     4     4      40      100
 5    R-5      4     3     3     4      3     3     3     4     3     4      34       85
 6    R-6      4     4     3     3      4     4     4     4     4     4      38       95
 7    R-7      3     3     3     3      3     3     3     3     3     3      30       75
 8    R-8      1     4     1     4      1     4     1     4     1     4      25     62.5
 9    R-9      3     4     3     3      3     3     3     3     3     3      31     77.5
 10   R-10     3     3     3     4      3     3     4     3     3     4      33     82.5
 11   R-11     3     4     3     4      4     4     4     4     4     4      38       95
 12   R-12     4     3     3     3      3     4     3     3     4     4      34       85
 13   R-13     3     3     3     3      3     3     3     3     3     3      30       75
 14   R-14     4     3     3     3      3     4     3     3     3     3      32       80
 15   R-15     4     3     3     3      3     4     4     4     3     4      35     87.5
 16   R-16     2     3     3     3      3     3     3     4     4     4      32       80
 17   R-17     1     3     3     3      4     4     2     1     3     3      27     67.5
 18   R-18     3     3     3     3      4     4     3     4     4     4      35     87.5
 19   R-19     3     3     3     3      3     4     4     4     3     3      33     82.5
 20   R-20     4     3     3     4      3     4     4     3     4     3      35     87.5
 21   R-21     4     3     3     3      3     4     3     3     3     3      32       80
 22   R-22     3     3     4     4      3     3     3     3     3     3      32       80
 23   R-23     3     3     3     3      3     3     3     3     3     3      30       75
 24   R-24     4     3     3     3      4     4     4     4     4     4      37     92.5
 25   R-25     3     3     3     3      4     3     3     4     4     4      34       85
 26   R-26     3     3     3     3      3     3     3     3     3     3      30       75
 27   R-27     4     4     4     4      3     3     3     3     2     2      32       80
 28   R-28     3     4     3     4      3     3     3     4     2     2      31     77.5
 29   R-29     3     3     3     3      4     4     3     4     4     4      35     87.5
 30   R-30     3     3     3     4      3     3     3     3     3     3      31     77.5
 31   R-31     3     3     3     4      4     3     3     3     3     3      32       80
 32   R-32     3     3     3     3      3     4     4     4     3     3      33     82.5
 33   R-33     4     3     3     3      4     4     4     4     4     4      37     92.5
 34   R-34     4     4     4     3      3     3     3     4     2     2      32       80
 35   R-35     3     3     3     3      4     4     3     4     4     4      35     87.5
 36   R-36     3     3     4     3      4     3     3     3     3     4      33     82.5
 37   R-37     3     4     3     3      3     4     3     3     2     2      30       75
 38   R-38     4     4     4     4      3     3     3     3     2     2      32       80
 39   R-39     2     3     3     2      2     3     3     3     3     2      26       65
 40   R-40     3     4     3     3      3     4     3     3     2     2      30       75
 41   R-41     3     3     3     3      3     3     3     4     3     3      31     77.5
 42   R-42     3     4     3     3      3     4     3     3     2     2      30       75
 43   R-43     4     3     3     4      3     4     3     3     4     4      35     87.5
              138   141   133   141   139 152      137   145   134   140    32.56   81.40
Lampiran 29                                                                 163


              LEMBAR OBSERVASI KINERJA GURU SIKLUS I

Berilah tanda (v) pada keterangan yang sesuai dengan pengamatan anda
  Kegiatan                     Pertanyaan                        Skor
                                                          1 2 3 4       5
Pendahuluan Guru mengingatkan siswa pada materi               V
               yang lalu
               Guru menanyakan tugas rumah pada               V
               siswa
               Guru memotivasi siswa untuk                    V
               mempelajari materi
               Guru menyampaikan indikator hasil              V
               belajar
Inti           Guru membahas tugas rumah yang dibuat              V
               oleh siswa
               Guru menerapkan model Bakulikan                V
               selama pembelajaran berlangsung
               Guru memanfaatkan media panduan                    V
               Guru memberikan penguatan pada siswa           V
               Guru menerapkan pendekatan belajar             V
               aktif pada siswa
               Guru mengadakan variasi selama proses          V
               pembelajaran
Penutup        Guru mengajak siswa untuk membuat              V
               kesimpulan
               Guru memberi evaluasi pada siswa               V
               Guru memberi pekerjaan rumah pada                  V
               siswa
Jumlah                                                        20 9

                                            Mengetahui,
                                            Guru Mata Pelajaran Kimia




                                            Nur Kholis, S.Pd.
                                            NIP. 131974527
                                        164

Kriteria
Skor maksimal = 65
                       skor
Persentase skor =             x100%
                    skor maks
Kriteria skor
> 52       = kinerja guru sangat baik
52 – 39 = kinerja guru baik
39 – 26 = kinerja guru cukup
< 26       = kinerja guru kurang
Lampiran 30                                                                     165


              LEMBAR OBSERVASI KINERJA GURU SIKLUS II

Berilah tanda (v) pada keterangan yang sesuai dengan pengamatan anda
  Kegiatan                     Pertanyaan                        Skor
                                                          1 2 3         4   5
Pendahuluan Guru mengingatkan siswa pada materi                   V
               yang lalu
               Guru menanyakan tugas rumah pada                   V
               siswa
               Guru memotivasi siswa untuk                        V
               mempelajari materi
               Guru menyampaikan indikator hasil                  V
               belajar
Inti           Guru membahas tugas rumah yang dibuat                    V
               oleh siswa
               Guru menerapkan model Bakulikan                          V
               selama pembelajaran berlangsung
               Guru memanfaatkan media panduan                          V
               Guru memberikan penguatan pada siswa                     V
               Guru menerapkan pendekatan belajar                 V
               aktif pada siswa
               Guru mengadakan variasi selama proses                    V
               pembelajaran
Penutup        Guru mengajak siswa untuk membuat                  V
               kesimpulan
               Guru memberi evaluasi pada siswa                         V
               Guru memberi pekerjaan rumah pada                            V
               siswa
Jumlah                                                            18    24 5

                                             Mengetahui,
                                             Guru Mata Pelajaran Kimia




                                             Nur Kholis, S.Pd.
                                             NIP. 131974527
                                                                                166
Lampiran 31

              LEMBAR OBSERVASI KINERJA GURU SIKLUS III

Berilah tanda (v) pada keterangan yang sesuai dengan pengamatan anda
  Kegiatan                     Pertanyaan                        Skor
                                                          1 2 3         4   5
Pendahuluan Guru mengingatkan siswa pada materi                         V
               yang lalu
               Guru menanyakan tugas rumah pada                             V
               siswa
               Guru memotivasi siswa untuk                              V
               mempelajari materi
               Guru menyampaikan indikator hasil                        V
               belajar
Inti           Guru membahas tugas rumah yang dibuat                        V
               oleh siswa
               Guru menerapkan model Bakulikan                          V
               selama pembelajaran berlangsung
               Guru memanfaatkan media panduan                          V
               Guru memberikan penguatan pada siswa                         V
               Guru menerapkan pendekatan belajar                           V
               aktif pada siswa
               Guru mengadakan variasi selama proses                    V
               pembelajaran
Penutup        Guru mengajak siswa untuk membuat                            V
               kesimpulan
               Guru memberi evaluasi pada siswa                             V
               Guru memberi pekerjaan rumah pada                            V
               siswa
Jumlah                                                                  24 35

                                             Mengetahui,
                                             Guru Mata Pelajaran Kimia




                                             Nur Kholis, S.Pd.
                                             NIP. 131974527