KOTAK KADO CANTIK by mysense

VIEWS: 14,252 PAGES: 7

									Selasa 9 Desember 2008 11:03
Pita Cantik untuk Kado


                                  Percayalah, dengan bungkus kado yang cantik,
                                  hadiah sesederhana apapun akan terlihat mewah
                                  dan tetap diingat penerimanya sepanjang masa!

                                  Bahan:
                                  1. Kotak kado
                                  2. Kertas kado
                                  3. Styrofoam
4. Pita
5. Double tape
6. Kawat
7. Hiasan

Cara Membuat:
1. Simpan kotak kado di atas bungkus kado. Buat patokan dengan melipat kertas sampai
bagian atasnya tertutup sempurna tepat di ujungnya.
2. Lakukan hal yang sama pada sisi lainnya dan dapatkan bagian kertas kado yang harus
dipotong.
3. Agar lebih rapi, gunakan double tape untuk merekatkan kertas kado dengan kotaknya.
4. Membuat pita:
a. Buatlah lubang berbentuk "V" pada styrofoam sekitar 5 cm. Pastikan lubang tidak
terlalu lebar atau terlalu kecil, agar bisa menahan pita dengan baik.
b. Masukkan pita pada lubang "V" tadi hingga terbentuk simpul. Bila pita yang
digunakan mengilat di bagian depannya, pada dimasukkan ke styrofoam, bagian yang
mengilat harus menghadap ke bawah.
c. Lanjutkan membuat simpul sesuai kebutuhan lalu potong pitanya.
d. Jika ingin menambahkan pita lain, ikuti langkah a sampai c.
e. Setelah selesai, angkat simpul pita dari styrofoam lalu ikat bagian tengahnya dengan
kawat. Putar putar kawat ke belakang sampai ikatannya kuat.
f. Tata dengan menarik dan mengembangkan simpul sesuai selera, sampai terbentuk
sekumpulan pita yang tertata cantik.
g. Tambahkan aksesori di bagian tengah pita agar kado tampil lebih menawan.

Astrid Isnawati
Foto: Daniel Supriyono
Keranjang Kado


                      Seringkali Ibu bingung ketika teman si Kecil berulangtahun.
                      Perlu kreativitas agar hadiah yang diberikan bisa tampil
                      istimewa. Cobalah membungkusnya dalam keranjang cantik
                      buatan sendiri.

                      Bahan:
                      - Kertas kado agak tebal
                      - Pita warna
                      - Double tape
                      - Gunting

Cara Membuat:
1. Siapkan kertas kado, potong dengan panjang dan lebar sesuai dengan besarnya kado
yang akan dimasukkan. Kemudian buat lipatan persegi, lalu pertemukan bagian ujungnya
dengan double tape.
2. Setelah terbentuk kotak, pada sisi samping kanan kirinya buat tekukan memanjang,
rapikan.

Dok. NOVA
Foto: Widi Nugroho/NOVA




Bisnis Kotak Kado yang Laris Manis




                                                                     NOVA/Adrianus Adrianto
Kamis, 29 Mei 2008 | 15:50 WIB

Melihat kotak kado yang beredar di pasaran membuat Belleza Indrawan "gemas".
Menurutnya, kertas yang digunakan sebagai bahan dasarnya tidak kokoh dan desainnya
kurang menarik. Wanita kelahiran tahun 1973 ini lalu mencoba membuatnya sendiri,
dengan kertas yang diproduksi kakak iparnya. Sejak itulah ia yakin dan berniat berbisnis
di bidang ini.

Berbekal ketrampilannya berkreasi dan kertas berwarna menarik serta kokoh, ia lalu
berusaha menawarkan kotak kado buatannya ke sebuah galeri di Kemang. Hasilnya, ia
mendapat pesanan 200 kotak sekaligus. "Waktu itu, semuanya masih saya kerjakan
sendiri, sampai saya terbungkuk-bungkuk mengerjakannya," tutur Belleza sambil
tersenyum, mengenang momen akhir 1997 itu.

Untuk melebarkan sayap, ibu dua anak ini juga menawarkan kotak kadonya ke
departement store, dan sejak itu kotak buatannya dijual pula di beberapa pertokoan itu,
antara lain Metro. Banyaknya peminat kotak kado ini membuat Belleza banyak menerima
pesanan dari luar kota, termasuk Semarang, Surabaya, dan sebagainya.

Tak hanya itu. Permintaan mengajar untuk pembuatan kotak kado berdatangan dari
berbagai kota di Indonesia, antara lain Medan, Surabaya, dan Semarang. Namun,
kesibukannya memenuhi pesanan pelanggan ditambah tenaga kerja yang masih sedikit
membuatnya belum bisa memenuhi permintaan itu. "Saya sampai berkali-kali dibilang
pelit, enggak mau membagi ilmu. Saya seperti artis, dapat surat dari penggemar hampir
tiap hari, banyak banget, di antaranya ya, 'surat cinta' itu," ujarnya sambil tertawa.

Setelah akhirnya bisa mendelegasikan sebagian pekerjaannya, sarjana ekonomi ini punya
waktu luang dan melayani permintaan mengajar. Awalnya, ia mengajari anak-anak di
sebuah SD swasta di Jakarta. Dari situ Belleza melihat, ternyata anak-anak SD sudah
jenuh mempelajari ketrampilan yang selama ini diajarkan di sekolah. Lalu, ia juga
mengajari perkumpulan ibu-ibu AURI di Halim Perdana Kusuma. "Saya juga mengajari
polwan-polwan di beberapa Polres. Lucu juga, tangan mereka yang biasanya pegang
senjata jadi pegang pita, kelihatan kaku."

Istri dari Yusca Indrawan ini juga pernah mengajari ibu-ibu rumahtangga di Pati, Jawa
Tengah. "Sebenarnya, tidak sedikit ibu rumahtangga yang ikut suaminya bertugas di
daerah, ingin punya kegiatan tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Nah, belajar
menghias wadah untuk hantaran ternyata sangat bermanfaat bagi mereka. Saya senang
bisa membantu, apalagi ternyata hal ini bisa menghasilkan uang bagi mereka," ujar
Belleza yang sudah menerbitkan buku pertamanya tahun 2006, Kreasi Wadah Hadiah.

Materi kursus yang diberikan Belleza memang berkembang, tak hanya cara membuat
kotak kado, melainkan juga berkreasi menghias wadah. "Wadah yang dihias bisa apa saja
yang ada di rumah, tidak harus kotak kado. Keranjang atau loyang juga bisa jadi wadah
cantik untuk hantaran, dan tidak memakan biaya mahal. Inilah yang membuat ibu-ibu
peserta kursus menyukainya," ujar Belleza yang untuk Lebaran mendatang, mendapat
pesanan kotak kado dari Kuala Lumpur beberapa ribu buah.
Seindah Kotak Tanda Cinta

Kita biasanya tidak mempedulikan kertas pembungkus atau kotak kado. Apalah artinya
pembungkus atau kotak kado? Yang penting kan isi hadiahnya. Tapi di mata Belezza
Indrawan soal begini justru merupakan peluang bisnis. Berbekal bakat alam dan
keterampilan mahirnya membuat kotak kado dari kertas daur ulang, kini Lezza meraih
keuntungan di bisnis ini.

Ia begitu tekun menggeluti bisnis kotak kado dari kertas daur ulang khusus. Di dunia
bisnis begini, namanya cukup terkenal sebagai pengusaha kecil pertama yang berani
melakukan terobosan pemasaran produknya ke beberapa gerai galeri kotak kado di pusat
perbelanjaan ternama, seperti Pasaraya Grande Blok M, Pasaraya Manggarai, Sogo Plaza
Indonesia, Sogo Plaza Senayan, Sogo Kelapa Gading, Keris Gallery Menteng, Jade &
Vira Cilandak Town Square, Studio Kado Stage Kemang, dan Dbest Fatmawati.

Di matanya, kotak kado sangat bermakna sebagai tanda cinta dari pemberinya. Katanya,
memberikan hadiah apa pun bila dikemas dengan kotak kado akan menjadi cantik,
menarik, dan memiliki kesan khusus bagi yang menerima. Ia sering kesal ketika
mendapat hadiah dari teman atau kawan yang dibungkus asal saja. Ia juga kecewa
manakala menemukan kado bagus, tapi membungkusnya asal saja. Baginya ini soal
penting. "Bagi saya pribadi, bila kita ingin menghargai orang dengan memberikan
hadiah, soal pembungkus jangan dipandang sepele. Justru pembungkus atau kotak kado
bisa jadi nilai tambah," tutur ibu berusia 30 tahun ini.

Wanita yang mengaku tidak bisa membuat garis lurus dengan penggarisan ini memulai
bisnis begini ketika mulai menikah dengan Yusca Indrawan pada 1997. Sebelum
bersuami, tepatnya setelah menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Trisakti, ia
sempat mencicipi beberapa pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
Namun, bakat alami serta kemahiran melakukan keterampilan tangan lebih memacu
dirinya berbisnis sendiri. Apalagi ia lahir dari keluarga yang punya jiwa berdagang. Sejak
remaja ia mengaku sudah terbiasa mendapatkan uang untuk membeli buku-buku sekolah
serta memenuhi kebutuhan lainnya. Lezza remaja yang kala itu sangat pintar membuat
kue, masakan, dan aneka keterampilan tanpa malu-malu menjajakan kebolehannya
kepada teman, keluarga, guru, dan lingkungan pergaulannya.

"Ya, tahu sendiri masa sekolah dan kuliah sulit. Makanya, bakat keterampilan saya
manfaatkan berbisnis apa saja supaya punya uang tambahan," ujar Lezza yang sejak
remaja sering membuat aneka kue seperti nastar atau kastangel. Selain kue, ia juga sering
membawa dagangan tantenya yang punya bisnis baju. Ketika itu ia tidak berpikir apakah
baju itu bakal laku atau tidak. Yang penting ia bisa bawa baju dan menawarkan kepada
teman-teman. Waktu itu ia coba membawa 20 baju, ternyata hanya tersisa delapan.
Keberhasilan ini memotivasi dan menantang dirinya untuk punya usaha sendiri. "Kata
teman-teman, saya adalah provokator ulung, tapi dalam arti positif. Kalau teman A punya
barang tertentu minta tolong supaya saya membantu mempromosikan, pasti laku."

Sewaktu masih bekerja di beberapa perusahaan ia pun masih sempat menekuni bisnis tas.
Bekerja sama dengan dua perajin asal Tasikmalaya, ia menawarkan tas-tas cantik buatan
tangan kepada kawan kantor dan teman-teman lainnya. Sayang krisis moneter membuat
bisnis tas terhenti.

Selain masalah menambah uang saku, ada hal lain yang membuat si bungsu ini giat
berbisnis sejak remaja. "Sejak kecil sampai sekarang saya selalu dianggap si ragil
(bungsu). Makanya, keterampilan dan jiwa bisnis saya tunjukkan supaya saya tidak
dianggap si bungsu yang manja. Walau nyatanya sampai sekarang saya tetap dipanggil si
Ragil, toh saya bisa mandiri. Ya, saya bahagia karena saya punya penghasilan tambahan
yang bisa dibanggakan," dalih anak ketiga pasangan Wahyu Hadiarto dan Mumu S.
Pamujiarti ini.

Ibunya yang mengajar rias pengantin dan kepribadian di Lembaga Pendidikan dan
Pelatihan Moeryati Soedibyo, sangat teliti serta tekun mengajari Lezza keterampilan.

Ia menganggap ibunya guru yang tak ternilai. Ia belajar soal artistik, kerapian,
Ketelatenan, dan kesabaran dalam hal mendesain dari ibunya. "Rasanya hidup menjadi
lengkap karena saya punya dasar banyak belajar dari Ibu untuk handicraft. Eh, ketika
menikah saya diberi Tuhan suami yang selalu mendukung serta memotivasi saya. Suami
saya lebih sabar, banyak membantu saya dalam menggeluti bisnis yang punya banyak
kendala. Suami selalu menenangkan saya di kala panik."

Senyum ibu dua anak ini selalu terkulum setiap menjawab soal modal yang dikeluarkan
untuk bisnisnya. "Saya hanya bermodalkan semangat, kekokohan hati, serta ketekunan
menyulap aneka kertas daur ulang Patista menjadi kotak kado cantik menarik," katanya.
Pada 1998, atas saran suaminya, ia membesarkan bisnisnya. Suaminya tak lupa
mengucurkan Rp 5 juta untuk realisasi saran itu. Ia memiliki galeri sederhana di rumah
orangtuanya, di Cipete Selatan, yang juga dipakai sebagai tempat memproduksi kotak
kado.

Keunikan dan kekhasan kotak kado milik Lezza terletak pada kertasnya yang terbuat dari
kertas khusus yang diramu sendiri. Namanya kertas Patista. Ini merupakan kertas buatan
tangan dari serat khusus yang proses pembuatannya seperti membikin adonan resep kue.
Bahan bakunya sangat langka, hanya ada dan bisa dikerjakan di Jerman. Kebetulan yang
membuat kertas daur ulang dengan tekstur khusus beraneka warna adalah kakak iparnya
yang sering bolak-balik ke Jerman.

Tadinya, karena kepolosan Lezza, ia sering menjual kertas daur ulang Patista kepada
banyak orang. Tetapi, itu justru mereka manfaatkan untuk membuat kotak kado saingan
yang mutunya lebih jelek.

Selain kertas Patista, hal lain yang membuat kotak kado milik Lezza banyak diincar
adalah karena tampilan fisik atau rangka kotaknya yang lebih kokoh. Pelanggannya
mengatakan, kualitas dan kekhasan kotak kado Lezza berbeda dengan tempat lain.

Obsesinya kini adalah punya toko sendiri. Namun, ia akan menggapainya perlahan, bila
bersikap cepat tanpa berhati-hati ia takut, bahkan ngeri. Tawaran yang datang kepadanya
untuk melakukan ekspor juga banyak. Kebetulan ada beberapa kawan yang tinggal di luar
negeri suka pesan kotak, lalu dibawa ke Amerika Serikat, Australia, Jerman, Prancis, dan
sebagainya. "Saya bilang, ya lihat saja nanti, saya belum 'pede'," katanya.

Ia meneguk keuntungan lain dari bisnisnya, yakni mulai memiliki kenalan kalangan
selebritas seperti Anjasmara, Dian Nitami, dan Reza yang selalu memesan dan percaya
pada keunggulan kotak miliknya. "Sekarang saya menjadi presenter acara masak-
memasak Cobain Deh di ANTV. Mungkin ini peruntungan lain berkat bisnis kotak
kado," ujar penyuka warna hitam ini.

Selain itu, beberapa politikus, pejabat, dan instansi juga mempercayainya. Seperti tim
sukses kampanye presiden Amien Rais yang memesan kotak kadonya sebagai hadiah
tanda mata dan kenang-kenangan. Lalu, sebagai produsen tunggal yang rutin melayani
pelanggan PT Amindoway Jaya untuk aneka boks dan tempat parsel produk-produk
Amway Indonesia. Lezza pun dipercaya sebagai produsen tunggal rutin melayani
pelanggan untuk kotak bingkisan Clairmot Cake dan Bakery, Van Welly Cakes, dan
beberapa toko bakery di Jakarta. hadriani p



Biodata

Belezza Indrawan
Lahir: Jakarta, 20 Januari 1973
Suami: Yusca Indrawan
Anak:
Quinara Indrawan (3,5 tahun)
Reyvanca Indrawan (8 bulan)
Hobi: Traveling
Pendidikan: Sarjana Ekonomi Universitas Trisakti, Jakarta
http://www.bardiju.com/product.htm

								
To top