Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Taksonomi Bloom Dkk

VIEWS: 7,428 PAGES: 14

									   TAKSONOMI SECARA HIRARKIS DOMAIN MENURUT
                     B.S. BLOOM




1. Domain Kognitif




2. Domain Afektif
3. Domain Psikomotorik




            PENGERTIAN MASING-MASING ASPEK
                           DOMAIN BLOOM



1. Domain Kognitif


   a. Pengetahuan (Knowledge)
      Meliputi akan hal-hal yang pernah dipelajari dan disimpan dalam ingatan,
      yang bisa digali pada saat dibutuhkan melalui bentuk mengingat kembali.
      Hal itu dapat meliputi metode, kaidah, prinsip, dan fakta. Contoh untuk
      tujuan instruksional khusus dapat dirumuskan sebagai berikut. Siswa akan
      mampu memberikan rumus luas lingkaran; siswa akan mampu
      menunjukkan bagaimana benua Afrika dibagi ke dalam koloni-koloni.
   b. Pemahaman (Comprehension)
      Meliputi kemampuan untuk menangkap arti dari mata pelajaran yang
      dipelajari. Kemampuan ini dinyatakan dalam menguraikan isi pokok dari
      suatu bacaan. Misalnya, siswa akan mampu untuk menguaraikan dengan
      kata-katanya sendiri materi cerpen mata pelajaran Bahasa Indonesia.
c. Penerapan (Aplication)
     Meliputi kemampuan untuk mencrapkan suatu kaidah atau teori dan
     teknik menyelesaikan masalah kehidupan yang nyata pada suatu
     kasus atau problem yang konkret dan baru. Ini meliputi penerapan
     dalam hal-hal seperti aturan, metode, konsep, prinsip, dan teori.
     Misalnya, menerapkan konsep dan prinsip dalani situasi baru;
     nienerapkan htikiini daii teori pada situasi yang praktis: menyelesaikan
     masalah matematika: mendemonstrasikan penggunaan metode atau
     prosedur yang benar. Contoh: dengan menggunakan pengetahuan
     tentang hubungan antara temperatur dan tekanan, siswa disuruh
     menerangkan mengapa sebuah balon menjadi lebih besar pada hari yang
     panas daripada hari yang dingin; siswa akan mampu menghitung jumlah
     liter cat yang dibutuhkan untuk suatu ruang dan berapa besar biaya yang
     akan dikeluarkan. Data mengenai luas ruang, harga cat per kaleng yang
     berisi 2 liter disajikan. Hasil belajar dalam bidang ini memerlukan
     pengertian yang lebih tinggi daripada pemahaman.
d. Analisis (Analysis)
     Meliputi kemampuan untuk memilah bahan ke dalam bagian-bagian atau
     menyelesaikan sesuatu yang kompleks ke bagian yang lebih sederhana
     sehingga struk dalam bagian-bagian atau menyelesaikan sesuatu yang
     kompleks ke bagian yang lebih sederhana sehingga struktur organisasi
     dapat    dimengerti.    Misalnya,     mengidentifikasi     bagian-bagian;
     menganalisis hubungan antara bagian; mengenal ptinsip-prinsip organisasi
     yang terlibat; membedakan antara fakta dan kesimpulan; menilai
     relevansi data. Contoh: siswa mampu mengidentifikasi bagian dari suatu
     kalimat. Hasil belajar di sini mewakili tingkat intelektual yang lebih
     tinggi daripada pemahaman dan penerapan, karena klasifikasi analisis ini
     mernerlukan isi dan bentuk struktur bahan.
e.   Sintesis (Shyntetis)
     Meliputi kemampuan untuk meletakkan bagian bersama-sama ke dalam
     bentuk keseluruhan yang baru. Bagian-bagian ini dihubungkan satu sama
     lain sehingga tercipta suatu bentuk baru. Misalnya, suatu perencanaan
       dari suatu proyek (proposal penelitian). Hasil belajar dalam klasifikasi
       sintesis ini adalah penekanan pada kreativitas, dengan penekanan utama
       pada rumusan pola-pola baru atau struktur.
f.     Evaluasi (Evaluation)
       Meliputi kemampuan untuk mempertimbangkan nilai bersama dengan
       pertanggungjawaban berdasarkan kriteria tertentu. Ini meliputi kriteria
       internal dan eksternal. Kemampuan ini dinyatakan dalarn memberikan
       penilaian terhadap sesuatu, seperti pengguguran kandungan berdasarkan
       nilai moralitas. Hasil belajar dari klasifikasi evaluasi ini adalah
       yang paling tinggi dalarn hierarki kognitif, karena berisi unsur-unsur
       dari sernua kategodri-kategori yang lain, ditambah kesadaran akan
       nilai pertimbangan yang berdasarkan kriteria yang betul-betul jelas.
Sumber: Sri Esti Wuryani djiwandono. 2002. Psikologi Pendidikan. Edisi
revisi. Jakarta: PT. Grasindo (Halaman 211-216)


     a. Pengetahuan (Knowledge)
       Meliputi kemampuan mengetahui dan            Mengingat,     menyebutkan,
       menuliskan,      menyatakan,      mengurutkan,       mengidentifikasikan,
       mendefinisikan, mencocokkan, menamai, dan menggambarkan.
     b. Pemahaman (Comprehension)
       Meliputi kemampuan menerjemahkan, mengubah, menggeneralisasikan,
       menguraikan (dengan kata-kata seridih), menulis ulang (dengan kalimat
       sendiri), meringkas, membedakan (di antara dua), mempertahankan,
       menyimpulkan, berpendapat,dan menjelaskan.
     c. Penerapan ide(Application)
       Meliputi kemampuan mengoperasikan,         menghasilkan        mengubah,
       mengatasi,    menggunakan,      menunjukkan,      mempersiapkan,       dan
       menghitung.
     d. Kemampuan Menguraikan(Analysis)
       Meliputi kemampuan menguraikan satuan menjadi unit-unit terpisah,
       membagi satuan menjadi bagian-bagian, membedakan antara dua yang
       sama, dan memilih.
 e. Unifikasi (Synthesis)
    Meliputi kemampuan merancang, merumuskan, mengorganisasikan,
    mengkompilasikan,       mengkomposisikan,       membuat      hipotesis,   dan
    merencanakan.
 f. Menilai (Evaluation)
    Meliputi kemapuan mengkritisi, menginterpretasi, dan membedakan
    penilaian.
Sumber: Noor Fuad dan Gofur Ahmad. 2009.              Integrated HRD (human
Resources development). Jakarta: PT. Grasindo (Halaman 27-28)


a. Pengetahuan
    Tingkah laku dalam tingkat pengtahuan ini mencakup ingatan akan hal-hal
    yang pernah dipelajari dan disimpan dalarn ingatan berupa fakta, kaidah
    dan prinsip sena metode yang diketahui. Pengetahuan yang disimpan
    dalam ingatan dapat dipanggil disaat dibutuhkan melalui bentuk ingatan
    mengingat (recall) atau mengenal kembali (recognition). Kata kerja
    operasional    yang     merupakan   tingkah    laku   pengetahuan      adalah
    menyebutkan,      mengidentifikasikan,        menjodohkan,      menyatakan,
    menunjukkan,     memilih,     menggarisbawahi,        mendefinisikan      dan
    sebagainya.
b. Pemahaman
    Tingkah laku pada tingkat pemahaman ini mencakup kemampuan untuk
    menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari. Kemampuan ini
    dinyatakan dalam menguraikan isi pokok dari suatu bacaan, mengubah
    data yang disajikan dalam bentuk tertentu ke bentuk yang lain, membuat
    perkiraan tentang kecenderungan yang tampak dalam data tertentu.
    Kemampuan ini setingkat lebih tinggi dari kemampuan pengetahuan. Kata
    kerja operasional yang merupakan tingkah laku pemahaman adalah
    menerangkan, menjelaskan, menguraikan. merumuskan, meramalkan,
    memperkirakan. mengubah. merangkum, meringkas, mengembangkan.
    menggantikan dan sebagainya.
c. Penerapan
   Tingkah laku pada tingkat penerapan mencakup kemampuan untuk
   menerapkan suatu kaidah atau metode bekerja pada suatu kasus atau
   problem yang konkret dan baru. Kemampuan ini dinyatakan dalam
   aplikasi suatu rumus pada persoalan yang belum dihadapi atau aplikasi
   suatu metode kerja pada pemecahan problem baru. Kernampuan ini
   setingkat lebih tinggi dari kemampuan pemahaman, karena dituntut
   kemampuan menerapkan. Kata keria operasional karena dituntut
   kemampuan menerapkan. Kata kerja operasional yang merupakan tingkah
   laku pada tingkat penerapan adalah menghitung, menghubungkan,
   menemukan, menyediakan, menghasilkan, menyikapi, menyesuaikan dan
   sebagainya.
d. Analisis
   Tingkah laku pada tingkat analisis ini mencakup kemampuan untuk
   menerima suatu kesatuan ke dalam bagian-bagian, sehingga struktur
   keseluruhan atau organisasinya dapat dipahami dengan baik. Kemampuan
   ini setingkat lebih tinggi dari kemampuan penerapan, karena tingkah laku
   pada tingkat analisis ini mencakup kemampuan untuk menerima suatu
   kesatuan ke dalam bagian-bagian, sehingga struktur keseluruhan atau
   organisasinya dapat dipahami dengan baik. Kemampuan ini setingkat lebih
   tinggi dari kemampuan penerapan, karena sekaligus harus ditangkap
   adanya kesesuaian dan perbedaan antara sejumlah hal. Kata kerja
   operasional yang merupakan tingkah laku pada tingkat analisis adalah
   memisahkan, membagi, menunjukkan hubungan antara, menerima dan
   sebagainya.
e. Sintesis
   Tingkah laku pada tingkat sintesis ini mencakup kemampuan untuk
   membentuk suatu kesatuan atau pola baru. Bagian-bagian dihubungkan
   satu sama lain, sehingga tercipta suatu bentuk baru. Kemampuan ini
   setingkat lebih tinggi dari kemampuan analisis, karena dituntut
   menemukan pola dan struktur organisasi. Kata kerja operasional yang
   merupakan     tingkah   laku   pada    tingkat   sintesis   ini   adalah
        mengkombinasikan, mengatur, menciptakan, merangkaikan, membuatkan,
        mengarang, menyusun kembali, menggolongkan dan sebagainya.
     f. Evaluasi
        Tingkah laku pada tingkat evaluasi ini mencakup kemampuan laku pada
        tingkat evaluasi ini mencakup kemampuan untuk membentuk suatu
        pendapat mengenai sesuatu atau beberapa hal, bersama dengan
        pertanggungjawaban pendapat itu, yang berdasarkan suatu kriteria tertentu.
        Kemampuan ini merupakan tingkatan tertinggi, karena mencakup semua
        kemampuan dari tingkat pengetahuan sampai dengan tingkat sintesis. Kata
        kerja operasional yang merupakan tingkah laku evaluasi adalah
        membahas. menilai, membedakan, menolak,, mendukung, menafsir,
        memperbandingkan, memberikan alasan, menyimpulkan, membuktikan,
        memilih antara dan sebagainya.


     Sumber: Drs. Ign. Masidjo. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di
     Sekolah. Yogyakarta: Kanisius (Halaman 92-97)


2.    Domain Afektif


      a. Penerimaan (Receiving)
        Kesediaan siswa untuk memperhatikan rangsangan atau stimuli
         (kegiatan kelas, musik, buku ajar). Misalnya, mendengarkan dengan
         sungguh-sungguh; menunjukkan kesadaran akan pentingnya belajar:
         menunjukkan sensitivitas terhadap kebutuhan manusia dan masalah sosial;
         menerima perbedaan ras dan kebudayaan; aktif terhadap kegiatan kelas.
         Hasil belajar dalam klasifikasi ini masih dalam bentuk pasif. Contoh: saya
         bersedia untuk membantu para pengungsi di Sampit. Penerimaan
         mewakili tingkat yang paling rendah dari hasil belajar dalam domain
         afektif.
      b. partisipasi (Responding)
        Aktif berpartipasi dalam suatu kegiatan. Pada tingkat ini, siswa tidak
         hanya menghadiri suatu kegiatan, tetapi juga bereaksi terhadap sesuatu
   dengan beberapa cara. Hasil belajar dalam domain partisipasi ini
   menekankan persetujuan tanpa protes dalam rneresrmns. Misalnya,
   membaca dengan suara nyaring bacaan yang ditunjuk; menunjukkan minat
   terhadap buku yang ditawarkan; berpartisipasi dalam diskusi kelas;
   sebagai sukarelawan dalam tugas khusus; menunjukkan minat dalam
   mata    pelajaran;   mengikuti      aturan-aturan   sekolah.   Dalam   TIK
   dirumuskan: siswa berpartisipasi dalam kegiatan ulang tahun sekolah
   dengan mengambil bagian dalam bermain drama.
c. Penilaian atau penentuan sikap (Valuing)
   Meliputi   kemampuan        untuk     memberikan      penilaian   terhadap
   sesuatu dan membawa diri sesuai dengan penilaian itu. Kemampuan
   itu dinyatakan dalam suatu tindakan atau perkataan, seperti
   menghargai peranan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,
   menunjukan perhatian terhadap kesejahterahan orang lain, menunjukkan
   komitmen terhadap perbaikan sosial. Basil belajar dari domain penilaian
   ini adalah tingkah laku yang konsisten dan cukup stabil dengan sikap
   batin, seperti mengungkapkan pendapat positif tentang pameran lukisan
   anak-anak, atau ceramah tentang pendidikan seks atau narkoba. Pendapat
   ini akan diulang jika ada kesempatan lain. Contoh: “Saya percaya
   pentingnya tanggung jawab sebagai warganegara dalam masyarakat kita".
   Ucapan ini dinyatakan dalam tindakan seperti ikut ambil bagian
   sebagai panitia pemilihan umum dan membayar pajak.
d. Organisasi (Organization)
e. Pembentukan pola hidup (Characterization by a value or a value complex)


Sumber: Sri Esti Wuryani djiwandono. 2002. Psikologi Pendidikan. Edisi
revisi. Jakarta: PT. Grasindo (Halaman 211-216)


a. Penerimaan (Receiving)
   Meliputi kemampuan mempercayai (sesuatu atau seseorang untuk
   dikub), memilih (seseorang atau sesuatu untuk diikuti), mengikuti,
   bertanya (untuk diikuti), dan mengalokasikan.
b. Tanggapan (Responding)
   Meliputi kemampuan mengkonfirmasi, memberi jawaban, membaca
   (pesan-pesan),    membantu,       melaksanakan,      melaporkan,      dan
   menampilkan.
c. Penanaman Nilai (Valuing)
   Meliputi kemampuan menginisiasi, mengundang (orang untuk teribat),
   teribat, mengusulkan, dan melakukan.
d. Pengorganisasian (Organization)
   Meliputi kemampuan memverifikasi nilai-nilai, menetapkan beberapa
   pilihan nilai, mensintesiskan (antarnilai), mengintegrasikan (antarnilai),
   menghubungkan (antarnilai), mempengaruhi (kehidupan dengan nilai-
   nilai).
e. Karakteristik Kehidupan (Characterization)
   Meliputi kemampuan menggunakan nilai-nilai sebagai pandangan hidup
   (worldview), serta mempertahankan nilai-nilai yang sudah diyakini.


Sumber: Noor Fuad dan Gofur Ahmad. 2009. Integrated HRD (human
Resources dvelopment). Jakarta: PT. Grasindo (Halaman 27-28)


a. Penerimaan
   Tingkah laku dalam tingkat penerimaan ini mencakup kepekaan akan
   adanya suatu perangsang dan kesediaan untuk memperhatikan rangsangan
   itu. Kesediaan ini dinyatakan dalam memperhatikan sesuatu, namun
   perhatian ini pasif. Kata kerja operasional yang merupakan tingkah laku
   pada tingkat penerimaan adalah menyatakan, menjawab, memberi,
   melanjutkan, mengikuti, menanyakan, dan sebagainya.
b. Partisipasi
   Tingkah laku pada tingkat partisipasi mencakup kerelaan untuk
   memperhatikan secara aktif dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan.
   Kesediaan ini dinyatakan dalam memberikan reaksi terhadap rangsangan
   yang disajikan. Kata kerja operasional yang merupakan tingkah laku pada
   tingkat partisipasi adalah menolong, membantu, menyambut, menawarkan
   diri,   melaporkan,    menyelesaikan,    membawakan.     menyumbangkan,
   menampilkan, mendatangi, dan sebagainya.
c. Penilaian atau penentuan sikap
   Tingkah laku pada tingkat penilaian atau penentuan sikap ini mencakup
   kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap sesuatu dan membawa
   diri sesuai dengan penilaian itu. Oleh karena itu, perlu mulai dibentuk
   sikap menerima, menolak atau mengabaikan yang sesuai dan konsisten
   dengan sikap batinnya. Kemampuan ini dinyatakan dalam perkataan,
   perbuatan dan perlu dibina satunya perkataan dan perbuatan. Kata kerja
   operasional yang merupakan tingkah laku pada tingkat penilaian atau
   penentuan    sikap    adalah   ikut   serta   melaksanakan,   mengusulkan,
   membenarkan, mengambil prakarsa, membela, mengajak. menyatakan
   pendapat, mengundang, menentukan, dan sebagainya.
d. Organisasi
   Tingkah laku pada tingkat organisasi ini mencakup kemampuan untuk
   membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman hidup. Nilai-nilai yang
   diakui dan diterima ditempatkan pada suatu skala nilai mana yang pokok
   dan mana yang tidak begitu penting. Kemampuan ini dinyatakan dalam
   mengembangkan suatu perangkat nilai, seperti menyusun rencana kerja
   masa depan atas dasar kemampuan belajar, minat dan cita-cita hidup. Kata
   kerja operasional yang merupakan tingkah laku pada tingkat organisasi
   adalah melengkapi, mengatur, menyusun, menyamakan, mengintegrasikan,
   menyempurnakan,        menyusun,        menyamakan,      menyempurnakan,
   menghubungkan, merumuskan, mengubah dan sebagainya.
e. Pembentukan pola hidup
   Tingkah laku pada tingkat pembentukan pola hidup ini mencakup
   kemampuan untuk menghayati nilai-nilai kehidupan sedemikian rupa,
   sehingga menjadi milik pribadi (internalisasi) dan menjadi pegangan nyata
   dan jelas dalam mengatur kehidupan sendiri. Kemampuan ini dinyatakan
   dalam pengaturan hidup di berbagai bidang. Kata kerja operasional yang
   merupakan tingkah laku pada tingkat pembentukan pola hidup adalah
   mempertimbangkan,         memperlihatkan,        melayani,     menyatakan,
      mempraktikkan, mempersoalkan, dan sebagainya.


   Sumber: Drs. Ign. Masidjo. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di
   Sekolah. Yogyakarta: Kanisius (Halaman 92-97)


3. Domain Psikomotorik (Psychomotoric Domain), yang terdiri atas:


   a. Persepsi
      Tingkah laku dalam tingkat persepsi ini mencakup kemampuan untuk
      mengadakan diskriminasi yang tepat antara dua perangsang atau lebih,
      berdasarkan pembedaan antara ciri-ciri fisik yang khas pada masing-
      masing rangsangan. Kemampuan ini dinyatakan dalam suatu reaksi yang
      menunjukkan kesadaran akan hadirnya rangsangan dan pembedaan antara
      rangsangan-rangsangan yang ada. Kata kerja operasional yang merupakan
      tingkah laku pada tingkat persepsi adalah menyisihkan, mempersiapkan,
      dan sebagainya.
   b. Kesiapan
      Tingkah laku pada tingkat kesiapan ini mencakup kemampuan
      menempatkan dirinya dalam keadaan dalam memulai sesuatu gerakan atau
      rangkaian gerakan. Kemampuan ini dinyatakan dalam bentuk kesiapan
      jasmani atau mental sebelum suatu kegiatan dilakukan. Kata kerja
      operasional yang merupakan tingkah laku pada tingkat kesiapan adalah
      mengawali, memprakarsai, menanggapi, memulai, mempertunjukkan.
      bereaksi, dan sebagainya.
   c. Gerakan terbimbing
      Tingkah laku pada tingkatakan terbimbing ini mencakup kemam¬puan
      untuk melakukan suatu rangkaian gerak-gerik sesuai dengan contoh yang
      diberikan. Kemampuan ini dinyatakan dalam meng¬gerakkan anggota
      tubuh menurut contoh yang diperlihatkan atau diperdengarkan. Kata kerja
      operasional yang merupakan tingkah laku pada tingkat gerakan terbimbing
      adalah     mengerjakan,   mencoba,   memasang,   mengikuti,   membuat,
      memainkan, dan sebagainya.
d. Gerakan terbiasa
   Tingkah laku pada tingkat gerakan terbiasa ini mencakup kemampuan
   untuk melakukan suatu rangkaian gerak-gerik dengan lancar, karena sudah
   dilatih sepenuhnya. tanpa memperlihatkan lagi contoh yang diberikan.
   Kemampuan ini dinyatakan dalam menggerakkan anggota-anggota tubuh,
   sesuai dengan prosedur yang tepat. Kata kerja operasional yang
   merupakan tingkah laku pada tingkat gerakan terbiasa adalah membangun,
   melaksanakan, menggunakan, menangani. menyusun, memperbaiki, dan
   sebagainya.
e. Gerakan kompleks
   Tingkah laku pada tingkat gerakan kompleks ini mencakup kemam¬puan
   untuk melaksanakan keterampilan. yang terdiri atas beberapa komponen
   dengan lancar, tepat dan etisien. Kemampuan ini dinyata¬kan dalam suatu
   rangkaian perbuatan yang beruntun dan menggabungkan beberapa sub
   atau bagian keterampilan menjadi satu kesatuan menghubungkan beberapa
   sub dari bagian keterampilan menjadi satu kesatuan gerak-gerik yang
   teratur. Kata kerja operasional yang merupakan tingkah laku pada tingkat
   gerakan kompleks adalah membangun, melaksanakan, menggunakan, dan
   sebagainya.
f. Penyesuaian pola gerakan
   Tingkah laku pada tingkat penyesuaian pola gerakan ini mencakup
   kemampuan untuk mengadakan perubahan dan menyesuaikan pola gerak-
   gerik dengan kondisi setempat atau dengan persyaratan khusus yang
   berlaku. Kemampuan ini dinyatakan dalam menunjukkan suatu taraf
   keterampilan yang telah mencapai kemahiran. Kata kerja operasional yang
   merupakan tingkah laku pada tingkat penyesuaian pola gerakan adalah
   mengatur kembali, mengubah, membuat variasi, mengadaptasikan, dan
   sebagainya.
g. Kreativitas
   Tingkah laku pada tingkat kreativitas ini mencakup kemampuan untuk
   melahirkan pola gerak-gerik yang baru, seluruhnya atas dasar prakarsa dan
   inisiatif sendiri. Kemampuan ini dinyatakan dengan menunjukkan
  ketrampilan tinggi dan berani berfikir kreatif, sehingga dicapai
  kesempurnaan keterampilan ini. Kata kerja operasional yang merupakan
  tingkah laku tingkat kreativitas adalah mendesain, merencanakan,
  merancang, dan sebagainya.


Sumber: Drs. Ign. Masidjo. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di
Sekolah. Yogyakarta: Kanisius (Halaman 92-97)
              TUGAS II
        PENGANTAR KURIKULUM

     Dosen Pembina: Drs. Lamijan H.S., M.Pd.




                  Disusun oleh:

                   Sabar
        NIM 091024024 Kelas TP A 2009




      PRODI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
JURUSAN KURIKULUM TEKNOLOGI PENDIDIKAN

     FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
    UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

								
To top