sentralisasi dan disentralisasi by mardiantino

VIEWS: 12,169 PAGES: 7

									                                       SENTRALISASI

         Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau
yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi. Sentralisasi banyak digunakan pada
pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah.


        Sentralisasi Secara etimologi
Sentralisasi berasal dari bahasa inggris yang berakar dari kata Centre yang artinya adalah Pusat,
tengah
        Secara terminology sentralisasi adalah
   1. Menurut B.N. Marbun dalam bukunya Kamus Politik mengatakan bahwa sentralisasi
         yang paham nya kita kenal dengan sentralisme adalah pola kenegaraan yang memusatkan
         seluruh pengambilan keputusan politik ekonomi, social di satu pusat
   2. Sentralisasi adalah seeluruh wewenang terpusat pada pemerintah pusat


         Berdasarkan defenisi diatas bisa kita interpretasikan bahwa sistem sentralisasi itu adalah
bahwa seluruh decition (keputusan/Kebijakan) dikeluarkan oleh pusat, daerah tinggal menunggu
instruksi dari pusat untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah digariskan menurut uu.
menurut ekonomi manajemen sentralisasi adalah memusatkan semua wewenang kepada
sejumlah kecil manager atau yang berada di suatu puncak pada sebuah struktur organisasi.
sentralisasi banyak digunakan pemerintah sebelum otonomi daerah. kelemahan sistem
sentralisasi adalah dimana sebuah kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dihasilkan oleh
orang-orang yang berada di pemerintah pusat sehingga waktu untuk memutuskan suatu hal
menjadi lebih lama.

Secara teoritis, sentralisasi memiliki keunggulan. Keunggulannya adalah:

   1. Organisasi menjadi lebih ramping dan efisien. Seluruh aktivitas organisasi terpusat
         sehingga pengambilan keputusan lebih mudah.
   2. Perencanaan dan pengembangan organisasi lebih terintegrasi. Tidak perlu jenjang
         koordinasi yang terlalu jauh antara unit pengambilan keputusan dan yang akan
         melaksanakan atau terpengaruh oleh pengambilan keputusan tersebut.
   3. Peningkatan resource sharing dan sinergi. Sumberdaya dapat dikelola secara lebih efisien
      karena dilakukan secara terpusat.
   4. Pengurangan redundancies aset dan fasilitas lain. Satu aset dapat dipergunakan secara
      bersama-sama tanpa harus menyediakan aset yang sama untuk pekerjaan yang berbeda-
      beda.
   5. Perbaikan koordinasi. Koordinasi menjadi lebih mudah karena adanya unity of command.
   6. Pemusatan expertise. Keahlian dari anggota organisasi dapat dimanfaatkan secara
      maksimal karena pimpinan dapat memberi wewenang

Namun sentralisasi juga memiliki kelemahan. Kelemahan sentralisasi adalah:

   1. Kemungkinan penurunan kecepatan pengambilan keputusan dan kualitas keputusan.
      Pengambilan       keputusan   dengan    pendekatan     sentralisasi   seringkali   tidak
      mempertimbangkan faktor-faktor yang sekiranya berpengaruh terhadap pengambilan
      keputusan tersebut.
   2. Demotivasi dan disinsentif bagi pengembangan unit organisasi. Anggota organisasi sulit
      mengembangkan potensi dirinya karena tidak ada wahana dan dominasi pimpinan yang
      terlalu tinggi.
   3. Penurunan kecepatan untuk merespon perubahan lingkungan. Organisasi sangat
      bergantung pada daya respon sekelompok orang saja.
   4. Peningkatan kompleksitas pengelolaan. Pengelolaan organisasi akan semakin rumit
      karena banyaknya masalah pada level uniit organisasi yang di bawah.
   5. Perspektif luas, tetapi kurang mendalam.       Pimpinan organisasi akan mengambil
      keputusan berdasarkan perspektif organisasi secara keseluruhan tapi tidak atau jarang
      mempertimbangkan implementasinya akan seperti apa.
Dampak Positif dan Negatif Sentralisasi



• Segi Ekonomi

       Dari segi ekonomi, efek positif yang di berikan oleh sistem sentralisasi ini adalah
perekonomian lebih terarah dan teratur karena pada sistem ini hanya pusat saja yang mengatur
perekonomian. Sedangkan dampak negatifnya adalah daerah seolah-olah hanya di jadikan sapi
perahan saja dan tidak dibiarkan mengatur kebijakan perekonomiannya masing- masing sehingga
terjadi pemusatan keuangan pada Pemerintah Pusat.

• Segi Sosial Budaya

       Dengan di laksanakannya sistem sentralisasi ini, perbedaan-perbadaan kebudayaan yang
dimiliki bangsa Indonesia dapat di persatukan.Sehingga, setiap daerah tidak saling menonjolkan
kebudayaan masing-masing dan lebih menguatkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang di
miliki bangsa Indonesia .

       Sedangkan dampak negatif yang di timbulkan sistem ini adalah pemerintah pusat begitu
dominan dalam menggerakkan seluruh aktivitas negara. Dominasi pemerintah pusat terhadap
pemerintah daerah telah menghilangkan eksistensi daerah sebagai tatanan pemerintahan lokal
yang memiliki keunikan dinamika sosial budaya tersendiri, keadaan ini dalam jangka waktu yang
panjang mengakibatkan ketergantungan kepada pemerintah pusat yang pada akhirnya mematikan
kreasi dan inisiatif lokal untuk membangun lokalitasnya.

• Segi Keamanan dan Politik

       Dampak positif yang dirasakan dalam penerapan sentralisasi ini adalah keamanan lebih
terjamin karena pada masa di terapkannya sistem ini, jarang terjadi konflik antar daerah yang
dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional Indonesia. Tetapi, sentralisasi juga membawa
dampak negatif dibidang ini. Seperti menonjolnya organisasi-organisasi kemiliteran. Sehingga,
organisasi-organisasi militer tersebut mempunyai hak yang lebih daripada organisasi lain.
       Dampak positif yang dirasakan di bidang politik sebagai hasil penerapan sistem
sentralisasi adalah pemerintah daerah tidak harus pusing-pusing pada permasalahan yang timbul
akibat perbedaan pengambilan keputusan, karena seluluh keputusan dan kebijakan dikoordinir
seluruhnya oleh pemerintah pusat. Sehingga keputusan yang dihasilkan dapat terlaksana secara
maksimal karena pemerintah daerah hanya menerima saja.

       Sedangkan dampak negatifnya adalah terjadinya kemandulan dalam diri daerah karena
hanya terus bergantung pada keputusan yang di berikan oleh pusat. Selain itu, waktu yang
dihabiskan untuk menghasilkan suatu keputusan atau kebijakan memakan waktu yang lama dan
menyebabkan realisasi dari keputusan tersebut terhambat.
                                     DESENTRALISASI

       Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan
kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi.
Pada saat sekarang ini banyak perusahaan atau organisasi yang memilih serta menerapkan sistem
desentralisasi karena dapat memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu
organisasi.

       Menurut UU Nomor 5 Tahun 1974, desentralisasi adalah penyerahan urusan pemerintah
dari pusat kepada daerah. Pelimpahan wewenang kepada Pemerintahan Daerah, semata- mata
untuk mencapai suatu pemerintahan yang efisien.

       Pada sistem pemerintahan yang terbaru tidak lagi banyak menerapkan sistem sentralisasi,
melainkan sistem otonomi daerah atau otda yang memberikan sebagian wewenang yang tadinya
harus diputuskan pada pemerintah pusat kini dapat di putuskan di tingkat pemerintah daerah atau
pemda. Kelebihan sistem ini adalah sebagian besar keputusan dan kebijakan yang berada
didaerah dapat diputuskan di daerah tanpa adanya campur tangan dari pemerintahan di pusat.
Namun kekurangan dari sistem desentralisasi pada otonomi khusus untuk daerah adalah euforia
yang berlebihan di mana wewenang tersebut hanya mementingkat kepentingan golongan dan
kelompok serta digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau oknum. Hal tersebut terjadi
karena sulit untuk dikontrol oleh pemerintah di tingkat pusat.

   Desentralisasi memiliki keunggulan. Keunggulannya adalah:

   1. Jenjang manajemen lebih sedikit (flat)
   2. Birokrasi berkurang. Pengambilan keputusan akan berada pada unit yang sekaligus
       melaksanakan.
   3. Lebih responsif terhadap perubahan. Unit organisasi akan lebih mudah menghadapi situasi terkini
       karena pengambilan keputusan ada pada unit desentralisasian.
   4. Lebih mendorong kreativitas dan pengembangan ide baru. Unit-unit organisasi yang ada akan
       berupaya mengembangkan potensi dirinya.
   5. Motivasi karyawan lebih tinggi. Anggota organisasi akan mempunyai rasa memiliki organisasi
       yang tinggi dan termotivasi untuk mengembangkan dan meningkatkan kinerja unit organisasinya.
   6. Keterlibatan karyawan lebih besar. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa partisipasi yang
       lebih tinggi akan meningkatkan kinerja organisasi.
   7. Kapabilitas organisasional meningkat. Kecakapan organisasi akan lebih meningkat karena
       tersedianya sumber daya manusia yang terlatih dan teruji dalam memimpin organisasi.


       Desentralisasi juga memiliki kelemahan yaitu :

       Kekurangan dari sistem ini adalah pada daerah khusus, euforia yang berlebihan dimana
wewenang itu hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan serta dipergunakan untuk
mengeruk keuntungan para oknum atau pribadi. Hal ini terjadi karena sulit dikontrol oleh
pemerinah pusat.

       Dampak Positif dan Negatif Desentralisasi

• Segi Ekonomi

       Dari segi ekonomi banyak sekali keuntungan dari penerapan sistem desentralisasi ini
dimana pemerintahan daerah akan mudah untuk mengelola sumber daya alam yang dimilikinya,
dengan demikian apabila sumber daya alam yang dimiliki telah dikelola secara maksimal maka
pendapatan daerah dan pendapatan masyarakat akan meningkat. Seperti yang diberitakan pada
majalah Tempo Januari 2003 “Desentralisasi: Menuju Pengelolaan Sumberdaya Kelautan
Berbasis Komunitas Lokal”.

       Tetapi, penerapan sistem ini membukan peluang yang sebesar-besarnya bagi pejabat
daerah (pejabat yang tidak benar) untuk melalukan praktek KKN.
      Segi Sosial Budaya

       Dengan diadakannya desentralisasi, akan memperkuat ikatan sosial budaya pada suatu
daerah. Karena dengan diterapkannya sistem desentralisasi ini pemerintahan daerah akan dengan
mudah untuk mengembangkan kebudayaan yang dimiliki oleh daerah tersebut. Bahkan
kebudayaan tersebut dapat dikembangkan dan di perkenalkan kepada daerah lain. Yang nantinya
merupakan salah satu potensi daerah tersebut.

       Sedangkan dampak negatif dari desentralisasi pada segi sosial budaya adalah masing-
masing daerah berlomba-lomba untuk menonjolkan kebudayaannya masing-masing. Sehingga,
secara tidak langsung ikut melunturkan kesatuan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia itu sendiri.

								
To top