Docstoc

Teori Konflik

Document Sample
Teori Konflik Powered By Docstoc
					                         Teori Konflik
Apa itu Konflik?
Johan Galtung
Konflik mempunyai 2 pengertian.
 Konflik sebagai benturan fisik dan verbal dimana akan muncul
     penghancuran.
 Konflik sebagai sekumpulan permasalahan yang menghasilkan
     penyelesaian yang merupakan penciptaan baru.

Apa itu Kekerasan?
 Kekerasan adalah situasi ketidaknyamanan yang dialami aktor dimana
    ketidaknyamanan adalah apa yang “seharusnya” tidak sama dengan apa
    yang “ada”.
 suatu sikap yang ditujukan untuk menekan pihak lawan, baik secara fisik,
    verbal, ataupun psikologi

Asal mula konflik
 keterlibatan kerjasama (cooperative engagements) seringkali melahirkan
    unsur konflik (Schelling)
 konflik dapat terjadi bila tidak ada sebuah konsensus (kesepakatan)
    antara dua pihak atau lebih dalam suatu perbedaan pendapat. (Prof. Dr.
    Maswadi Rauf)
 kekerasan pada segi akibat atau pengaruhnya pada manusia (Johan
    Galtung)
 diakibatkan oleh ketidakadilan dan ketidakmerataan (Mahatma Gandhi)
 Dalam perkembangannya, kekerasan-kekerasan yang terjadi,
    menimbulkan suatu konflik

Jadi, asal konflik dari
Hubungan antar aktor, yang membawa pada perbedaan pendapat.Perbedaan
tersebut mencetuskan kekerasan yang terakumulasi menjadi konflik.

Sumber konflik

Johan Galtung
Perbedaan kepentingan antar aktor
Nilai yang berbeda dari berbagai aktor


                                                                             1
C.R. Mitchell
Sumberdaya yang terbatas dan ketidakmerataan sumber daya
Perbedaan tujuan dan kepentingan
Nilai yang berbeda dalam tiap sistem sosial


Sumber Konflik
 Perbedaan kepentingan
 Perbedaan nilai
 Keterbatasan sumber daya

C. R. Mitchell menggambarkan konflik
 Situasi Konflik (Conflict Situations)
    Situasi ketika terdapat dua pihak atau lebih merasa menguasai suatu
    tujuan, saling bertentangan.
 Sikap Konflik (Conflict Attitudes)
    orientasi emosional, proses kesadaran (cognitive processes), yakni suatu
    penolakan informasi untuk memelihara struktur yang konsisten tentang
    kepercayaan mengenai dunia luar.
 Tingkah Laku Konflik (Conflict Behaviour)
    Tindakan yang dilakukan oleh satu pihak dalam segala situasi dari konflik
    yang diarahkan di pihak lawan dengan niat membuat lawan itu
    melepaskan atau memodifikasi tujuannya.

Bentuk Konflik
Menurut jumlah aktor dan jumlah tujuan.
 Dispute/sengketa
    terdapat 2 aktor yang memperebutkan 1 tujuan yang sama.
 Dillema
    terdapat 1 aktor yang memilih satu diantara 2 tujuan yang berbeda.

Segitiga Konflik
Tingkat Manifes                  Perilaku




Tingkat Laten       Sikap                        Kontradiksi




                                                                                2
Teori-teori konflik
 Abad ke-9, pasca Napoleon
    Teori pencegahan berdasar balance of terror karena nuklir negara-negara
    adikuasa akan mencegah konflik.
 Abad ke-20, aktor rasional
    Masyarakat keputusan secara rasional berdasarkan informasi dan
    pertimbangan kesempatan (Downs 1957). Teori permainan mengandalkan
    asumsi proses pengambilan keputusan rasional yang mendasar bagi
    keikutsertaan dalam konflik manusia.
 Teori Sistem Musuh, Vamik Volkan:
    Bagaimana pikiran manusia dalam proses pengambilan keputusan oleh
    kelompok. Kebutuhan psikologis untuk memiliki musuh dan sekutu. rasa
    identitas kelompok dengan konsep-konsep kesukuan (ethnicity) dan
    kebangsaan (nationality)
 Teori Resolusi Konflik, Burton:
    Resolusi konflik artinya menghentikan konflik dengan cara-cara yang
    analitis dan masuk ke akar permasalahan. mengacu pada hasil yang,
    dalam pandangan pihak-pihak yang terlibat, merupakan solusi permanen
    terhadap suatu masalah (1991:72).

Penyelesaiannya?
Johan Galtung,
 mengidentifikasikan konflik tersebut untuk mengetahui bagaimana conflict
    formation--nya (siapa yang terlibat dalam konflik tersebut, apa tujuan
    mereka, dan bagaimana bentuk kontradiksinya).
 mencari new formation (solusi). Untuk memudahkan aktor yang terlibat
    harus setuju dengan poin-poin penyelesaian yang telah disepakati dan hal
    tersebut dilakukan secara kontinyu (terus menerus).
 Note: hindari Scylla (kompleksasi) atau Charybdis (reduksi) terhadap fakta
    yang ada.
 Jika kesalahan identifikasi konflik terjadi, maka bentuk penyelesaian
    tersebut hanya sementara, akhirnya akan terjadi perubahan bentuk konflik
    atau conflict deformation.

Andi Widjajanto, staf pengajar HI, FISIP-UI
 Mencari De-eskalasi konflik
 Intervensi kemanusiaan dan Negosiasi politik

                                                                           3
    Problem Solving Approach
    Peace - building

Cara penyelesaiannya:
 Kenali konflik (aktor, tujuan, bentuk konfrontasi)
 Cari alternatif solusi yang disepakati para aktor.
 Putuskan solusi pada saat tepat (de-eskalasi)
 Jika gagal, gunakan pihak ke-tiga.(yang mendukung penyelesaian konflik)

 RESOLUSI KONFLIK NEGARA DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF
            (David Farnham dan John Pimlott)
 Kerangka           Unitart Theory        Pluralist Theory   Marxist Theory
 Analisis
Situasi           Negara terintegrasi     Negara terdiri     Negara diwarnai
Negara            terpusat dan            dari beberapa      konflik antar
                  harmonis dalam          kelompok           kelas pekerja
                  mencapai tujuan         kepentingan yang   (proletar)
                  bersama                 diperjuangkan      melawan kelas
                                          dalam arena        kapitalis (borjuis)
                                          yang kompetitif
Pandangan         Konflik adalah          Konflik itu        Konflik adalah
tentang           fatologi yang muncul    normal terjadi     keniscayaan
hakikat konflik   akibat                  dalam pluralisme   sebagai refleksi
                  miskomunikasi           kelompok dan       kontradiksi kelas
                  interpersonal.          kepentingan        sosial
                  Perbedaan hanyalah
                  perbedaan cara
                  bukan perbedaan
                  tujuan
Resolusi          Kepemimpinan yang       Regulasi aturan    Perebutan
konflik           kuat demi               main yang          faktor-faktor
                  memelihara harmoni      akomodatif         produksi dari
                  dan pencapaian          terhadap           para kapitalis
                  tujuan bersama.         kompetisi antar    melalui
                  Otoritarianisme bisa    kepentingan,       perjuangan
                  jadi resolusi efektif   kelompok dan       revolusioner
                                          kekuatan sosial


                                                                              4
Tahapan Konflik
 Adanya sumber konflik
   Sesuatu yang menyebabkan konflik bisa terjadi, tetapi bukanlah penyulut
   konflik
 Isu/Permasalahan konflik
   Materi yang menjadikan konflik dapat terjadi (pemicu konflik)
 Ekskalasi konflik
   Peningkatan konflik menuju puncak konflik. Terjadi ketika ada peningkatan
   jumlah aktor dan sarana konflik
 Puncak konflik
   Kondisi ketika konflik mencapai pada tingkatan tertinggi dengan adanya
   aktor yang maksimal dan sarana konflik telah maksimal
 Terminasi Konflik
   Penurunan konflik dimana ketika konflik menuju pada penyelesaian. Hal ini
   terjadi jika aktor menarik diri dari konflik atau terdapat pengurangan sarana
   konflik
 Penyelesaian Konflik
   Terselesaiaknnya konflik melalui negosiasi (tukar menukar informasi dan
   kepentingan), mediasi (Penengahan konflik melalui pihak ketiga), arbitrasi
   (pengambilan keputusan dalam penyelesaian konflik oleh pihak ketiga
   yang ditunjuk pelaku konflik)




                                                                              5
Balance of Power


   Merupakan konsep dari Realist (tak hanya unuk akademisi/teoritisi, tapi
    juga untuk praktisi dan policy marker)
   Realist adalah mereka yang punya peranan penting dalam LA sistematik
    untuk menjelaskan pola perilaku negara dalan sistem international.

   3 Question:
    a. Apa definisi BoP?
    b. Apa BoP terjadi secara otomatis atau disetting oleh pihak yang kuat?
    c. BoP yang mana (Bipolar/Multipolar) yang bisa memelihara stabiltas
        int’l?


   Hans J. Morgenthau berusaha memberi jawaban untuk pertanyaan (a).
    Ada 4 arti penting fungsi berbeda dari BoP:
      -   Sebuah kebijakan yang dimaksudkan pada urusan suatu negara.
      -   Masalah negara yang obyektif/aktual.
      -   Distribusi power yang seimbang antar negara.
      -   Distribusi power antar negara, tapi ada satu kekuasaan yang lebih
          besar daripada lainnya.


   Ernest Haas mengemukakan setidaknya ada 8 hal tersendiri yang harus
    dipenuhi dalam Balance of Power itu sendiri:
    a. Adanya distribusi power
    b. Adanya keseimbangan proses
    c. Hegemoni
    d. Kestabilan dan perdamaian sebagai wujud kekonkritan power
    e. Ketidakstabilan dan perang
    f. Kekuatan politik secara umum
    g. Hukum universal dari sejarah tertentu
    h.   Sistem dan panduan yang digunakan oleh pembuat kebijakan.

   Menurut Ernest Haas, BoP:
    1. Kadang-kadang dipakai/leaders untuk memberikan
       alasan/pembenaran pada sebuah kebijakan.
    2. Digunakan untuk mendeskripsikan kecenderungan pada sistem int’l
       terhadap equilibrium sistemik.

                                                                              6
   Kebijakan BoP dikritik karena mengarah pada perang dan alat
    propaganda.

   Henry Kissinger (Mantan Sekneg AS) menekankan pendekatan voluntarist
    untuk pertanyaan (b)
    Katanya: BoP merupakan ciptaan/konstruksi dari political leaders yang
    membuat foreign policy, jadi tidak terjadi secara otomatis.

   Kenneth Waltz : - Melihat BoP atribut sistem negara yang terjadi apabila ia
                      diinginkan/tidak diinginkan.
                  - Asumsi Realist bahwa negara adalah aktor yang unitary
                     dan rasional yang akan menggunakan kemampuannya
                     untuk mencapai tujuan.
    Negara berinteraksi dan berkonflik dalam lingkungan politik int’l yang
    kompetitif. Outcome dari tindakan negara adalah BoP.
    Dari point ini, pandangan tentang BoP adalah kecenderungan sistemik
    yang terjadi, entah suatu negara membuatnya atau tidak.

   Untuk pertanyaan (c), banyak penulis berargumen bahwa dalam sistem
    multiactor, perang akan less happened karena banyaknya aktor yang
    mengalami peningkatan, para pembuat keputusan harus berjanji dengan
    jumlah atau kuantitas info yang lebih besar, sehingga sangat tidak pasti.
    Mereka percaya bahwa uncertainty akan memberi peringatan dalam
    membuat kebijakan, oleh karena itu multipolar lebih kondusif untuk
    memelihara stabilitas dunia.
   Penulis lain percaya bahwa uncertainty yang lebih besar membuat
    decision maker salah menilai maksud dan aksi lawan. Oleh karena itu,
    sistem multipolar bekerja sma dengan level uncetainty yang lebih tinggi,
    yang kurang diperlukan daipada sistem bipolar, karena uncertainty berada
    pada level yang rendah, karena sebuah negara hanya fokus pada 1
    lawan.

Question : Apakah munculnya dunia yang multipolar akan penuh dengan
           konflik yang lebih banyak daripada dunia yang bipolar (ex: Cold
           War)? Akankah konflik etnis nasional dibayangi ideological
           disputes?



                                                                             7
Questions by Mrs. Tatiek:
1. Jelaskan pengertian Power dalam HI? Siapa yang mengemukakan konsep
   Soft & Hard Power? Jelaskan!
2. Jelaskan sarana untuk mengejar/memperjuangkan kekuatan sebagai
     kepentingan dalam politik int’l! Jelaskan fungsi BoP!
3.   Jelaskan pengertian power sebagai atribut dan relasional aktor! Ada
     berapa blok di masa Cold War?


Answers:
                                                     Tangible = Life style
1.   Soft Power: persuasif  Resources               Intangible = Cara berpikir
     Hard Power: koersif  Militer, senjata          Tangible = Senjata
                                                     Intangible = Anggaran militer
Morgenthau mengemukakan National Power:
    -   Geografi                                 -      Karakter nasional
    -   SDA                                      -      Skill
     -   Kapasitas industri                      -      Semangat nasional
     -   Siap siaga militer                      -      Kualitas diplomasi
     -   Penduduk

Catatan THI 12 April 2006
1.   Apa maksud Hard Power dan Soft Power, terkait dengan
     atribut/relasional?
2.   Propaganda termasuk hard power atau softpower?
3.   BoP apa harus equal antara kekuatan yang ada?
4.   Bagaimana pola-pola BoP dan relativitas BoP saat ini?
5.   Apakah BoP dapat beralih menjadi BoT?
6.   Bagaimana BoP dapat mencapai perdamaian?
7.   Apakah perdamaian yang diciptakan harus ada dibalik perobaan senjata?

By Mas Wahyu:
Power adalah instrumen analisis yang punya nilai sangat penting.
1. Sebagai jembatan untuk memahami menapa negara bangsa melakukan
     hubungan int’l dan mengapa aktor negara bangsa berinteraksi dengan
     negara lain.
2.   Analisis power, bermanfaat untuk mencapai tujuan elit politik nasional
     sebagai perumus dan pelaksana kebijakan luar negari.

                                                                                8
             -   unilateral: aksi sepihak oleh satu negara
             -   bilateral: aksi 2 negara
             -   multilateral: banyak negara


Power dipelajari dalam situasi int’l seperti apa?
Orang realis menganggap organisasi sistem int’l itu anarki dan hierarki.
Anarki adalah suatu sistem dimana interaksi antar negara diwarnai dengan
konflik. Anarki muncul karena tidak ada entitas/unit politik yang mempunyai
kekuasaan melebihi negara.
Hierarki : berjenjang/bertingkat  muncul secara alamiah. Terbentuk dari aktor
yang kuat-menengah-lemah.
Pengertian anarki :
-   Sistem int’l itu konfliktif.
-  Situasi konfliktif tercipta karena tidak ada kekuasaan yang mengatur
   negara.
-  Tahun 1920-an ketika LBB sebagai aktor supranasional/organisasi int’l
   tidak dapat mencegah invasi dan gagal mencegah perang.
Dimana perang itu penting?
-  Dalam sistem yang anarki (konfliktif, saling bersaing untuk mengejar
   kepentingan)
-  Jika tidak ada kekuatan yang melebihi power suatu negara.


Power dimaknai sebagai kekuatan dan kekuasaan yang terbentuk oleh SD,
atribut, kepemilikan (ex: Jumlah penduduk, kekuatan militer, efektivitas
ekonomi, moralitas bangsa, kuat lemahnya nasionalisme dan diplomasi)
Power adalah kekuatan yang saya miliki berdasarkan apa yang saya punya.
Power adalah kemampuan suatu aktor untuk mempengaruhi pikiran dan
perilaku aktor lain.
Hard Power  power yang dijalankan oleh metode koersif.
Joseph S. Nye  Soft Power, The Means of Success in World Politics.
Mengapa AS bertahan, sedangkan Soviet gagal dalam perang dingin?
Karena menurut Nye, Soviet hanya bertumpuan pada hard power, sedangkan
AS punya soft power yang didukung hard power.
Soft power  power yang dijalankan dengan cara yang halus, tidak memaksa
dan tidak agresif, dan dengan cara yang simpatik.
Propaganda adalah CARA untuk memainkan kekuatan, sedangkan power
adalah INSTRUMENTnya.

                                                                             9
Satu negara dinilai kuat atau lemah dilihat/dibandingkan dari siapa dulu. Ex:
Indonesia kuat kalo dibandingkan dengan Timor Leste tapi lemah kalo
dibandingkan dengan Australia.
    - Power punya sifat perseptif tergantung bagaimana persepsi aktor lain.
     - Power punya sifat inflatable  bisa digelembungkan atau dimanipulasi.
     - Power bersifat deflatable  bisa dikecilkan.
Ex: Singapura adalah negara kecil yang diapit Indonesia dan Malaysia, tapi
Singapura punya potensi untuk menggelembungkan kekuatannya dengan cara
membangun kekuatan militer dan pendidikan, walaupun keadaan ilmiahnya
terbatas (inflatable)
Ex: Pada tahun 1980an, Jepang memposisikan dirinya sebagai negara lemah
(deflatable)
Power: Tangible dan Intangible (tidak berwujud tapi punya pengaruh yang kuat)

BALANCE OF POWER
Realis mengatakan bahwa tidak akan pernah ada perdamaian, tidak akan
tercipta bila tanpa keseimbangan power.
Bagaimana cara untuk mencegah perang? Menyeimbangkan power/equilibrium
 secara fisik merupakan hasil perilaku yang rasional.
Ex: aliansi A vs aliansi B
       50           50
Sama-sama kuat sehingga menahan diri untuk saling menyerang, karena
kemungkinannya bisa menang atau kalh, atau hancur kedua-duanya. Ini bisa
menghindarkan terjadinya perang.
BoP bersifat dinamis atau berubah-ubah
ex: suatu saat aliansi A/B menggelembungkan kekuatannya. Caranya: aliansi
itu polanya bersifat longgar  tidak boleh dibangun berdasarkan ideologi atau
nasionalisme yang kuat  utopis daripada realita
Ex BoP: Pakwa Warsawa dan NATO  fakta: nasionalisme dan ideologi kuat
sehingga tidak tercipta BoP


Konsep DETERRENCE  menggertak negara musuh agar tidak melakukan
serangan. Ini bisa gagal karena kelemahannya adalah pada perhitungan yang
sangat pelik (fact: negara-negara menyerang dengan sanjata konvensional)
Defense : Pertahanan
Mengapa aktor int’l berinteraksi : untuk meraih power (sebagai instrumen dan
tujuan. BoP adalah instrumen untuk mencegah perang sekaligus sebagai
tujuan.
                                                                            10
CATATAN THI 19 April 2006           - MARXISME –
Asumsi Marxisme dalam HI:
1. Hakikat dasar manusia = materi
       Paham materialisme sejarah  prinsip dasar : bukan kesadaran yang
          menentukan keadaan tapi keadaan yang menentukan kesadaran.
         Dialektrika materialisme : basis menentukan suprastruktur.
2.   Konflik antar kelas (borjuis dan proletar)
3.   Sistem negara dan sistem int’l
         Marxis skeptis terhadap negara karena :
          -   Terjadinya eksploitasi kelas borjuis kapitalis terhadap kelas
              proletar karena adanya ekistensi negara berkembang.
          -   Kelas proletar tidak menguasai faktor produksi.
         Neomarxis menjelaskan hubungan internasional melalui kontribusi
         teoretikal.:
         1. Teori Dependensia
             Negara dunia ketiga bergantung pada negara maju. Negara maju
             mengeksploitasi negara berkembang.
         2. World System Theory
             Wallerstein membagi 3 : Core, Semipheripery, Pheripery
             (mengandung hubungan eksploitatif dimana negara kuat
             mengambil keuntungan dari negara lemah)
4. Revolusi Buruh
   Agenda Marxis yakni agar bisa lepas dari struktur global yang eksploitatif,
   buruh harus melakukan revolusi global/total agar tercipta masyarakat
   tanpa kelas. Dalam revolusi itu, konflik antara borjuis dan proletar tidak
   terelakkan lagi.

Berkaitan dengan masalah imperialisme
   Hubungan antar negara yang merujuk adanya dominasi.
   Konsep dependensia.

Questions:
1.   Bagaimana Marxisme memandang hakikat dasar manusia?
2.   Bagaimana Marxise memandang hakikat kehidupan sosial?
3.   Peran negara dan dinamika sistem int’l?
4.   Agenda Marxisme dalam HI?



                                                                              11
Elemen-Elemen Dasar:
   Sejarah manusia mempunyai sejarah perjuangan kelas.
   Kapitalisme melahirkan kelas antar agama
   Kapitalisme menggunakan perang sebagai jalan terakhir untuk mencapai
     tujuannya.
    Sosialisme dipercaya mampu menghapus perbedaan kelas.

MARXISME PASCA MARX
1.   Lenin (Imperialism: The Highest Stage of Capitalism)
        Imperialisme merupakan konsekuensi logis dari kapitalisme
        Perang tentara lokal dalam imperialisme.
        Imperialisme sebagai sebuah sistem ekonomi politik
        Penguasaan terhadap negara penghasil bahan mentah.
2.   Hobson (Imperialism: A Study)
      Imperialisme terjadi karena dorongan mencari pasar dan investasi
        yang menguntung

Konsekuensi imperialism:
    Berubahnya fungsi negara : pencipta fungsi kemiskinan bukannya
       kesejahteraan.
    Kepentingan kelas terabaikan, kepentingan konglmerasi menjadi
         acuan.
        Adanya kepentingan imperium bisnis dibalik konflik politikyang terjadi
         di suatu negara.

Dari Marxisme menuju Neo-marxisme
     Faktor ekonomi tidak menjadi basis dalam analisis basis suprastruktur.
     Imperialisme tidak hanya dalam konteks fisik saja.
     Peraturan antara ilmu pengetahuan dengan kepentingan.


Neo-marxisme dalah HI
    Mengkaji fenomena globalisasi.
    Critical theory
    Hegemony
    Kemiskinan struktural
    Gerakan-gerakan populis
    Komunitarian

                                                                              12
Bagaimana Neo-marxisme bekerja?
    Basis suprastruktur tidak dalam posis hierarkis tapi dapat dipertukaran
    Analisis tidak terbatas pada deterninasi ekonomi, melainkan meluas
       dalam segala aspek.


Neo-marxisme dan Teori HI:
    Teori selalu untuk seseorang dan untuk bberapa tujuan
    Peran negara
    Peran hegemoni
    Struktur masyarakat

TEORI DEPENDENSIA
Questions:
1.   Apa Teori Ketergantungan itu?
2.   Bagaimana mekanisme kerja ketergantungan?
3.   Faktor apa saja yang dapat dijadikan sumber penciptaan ketergantungan?

Asumsi dasar:
 Adanya negara core dan pheripery
 Kondisi dependensi dari negara periphery terhadap core
 Dependensia disebabkan oleh ketimpangan dalam interaksi HI
    Tokoh: Andre Gunder Frank, Paul Baran, Packenhan, Dos Santos.

Klasifikasi Teori Dependensia:
 Perspektif Liberal (Paul Presbich)  Teori pembagian kerja secara int’l,
     membuat negara-negara menspesialisasi produksinya. Negara pusat yang
     memproduksi barang sekunder dan tersier, sedangkan negara-negara
     pinggiran yang memproduksi barang primer.
 Perspektif Marxis (Paul Baran)  sentuhan yang mematikan dan
     kretinisme. Teori ini bertentangan dengan teori Marx tentang peran negara
     maju.Di negara pinggiran, sistem kapitalisme terkena penyakit kretinisme.
     Surplus yang terjadi disana diambil oleh para pendatang sehingga terjadi
     penyusutan modal.




                                                                            13
WORLD SYSTEM THEORY
   Sistem dunia yang terjadi sekarang adalah kapitalisme global.
   Klasifikasi diatas didasari oleh kekuatan ekpol masing-masing kelompok.
    Negara-negara bisa naik kelas atau turun kelas tergantung dinamika
    sistem dunia (Core-Semi pheripery-Pheripery)

MAS WAHYU
Marxisme dalam THI  memakai perspektif radikal
Marxisme digolongkan kedalam EPI, sebab bidang garapannya yang terfokus
pada hubungan yang erat antara dunia ekonomi (faktor ekonomi) yang
mempengaruhi poliik dan masyarakat int’l Disebut juga
radikalisme/strukturalisme menjelaskan fenomena HI dengan asumsi teoritis
sebagai berikut:
   Marxisme memiliki pemikiran yang hampir sama dengan realisme.
   Marxisme mengetengahkan perubahan material yang mmpengaruhi dunia
    politi, dalam dunia yang domestik atau int’l

Hakikat dasar manusia:
    1. Materi (materialisme), manusia hidup karena dan untuk materi.
    2. Karakteristik dasar manusia ialah makhluk materi.
    3. Dinamika dan perkembangan sejarah manusia dipengaruhi oleh
        perubahan pola-pola produksi masyarakat yang didukung pergantian
        tingkat materi secara konkret yang dikuasainya.

Kehidupan sosial:
Diwarnai oleh konflik antar kelas.
Marx menerangkan terjadinya konflik dengan teori nilai lebih yang meliputi 3
komponen. Ia mengkritik Adam Smith dan David Ricardo.
Komponen itu adalah:
    a. Model tetap : Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membuat
        produk yang dihitung dimasa lalu, dan di masa lalu, dan di masa
        sekarang dapat ditemukan dalam wujud pabrik dan peralatan produksi
        lainnya. Atau kemampuan yang dimiliki buruh (badan dan tenaga)
        yang nilainya tidak akan berubah dari dulu sampai sekarang.
        Marx  manusia hidup karena dan untuk materi (jasmani dan energi)
        Dalam masyarakat primitif  adanya kepemilikan bersama.
        Kehidupan sosial adalah siklus (primitif-preindustrial-industrial-post
        industrial-komunis-primitif)
                                                                               14
    b.   Modal variable/modal berubah adalah besarnya upah yang harus
         dibayarkan kepada tenaga kerja dalam membuat suatu produk yang
         dihitung di masa sekarang.
    c.   Nilai lebih adalah keuntungan/rente yang bisa dinikmati ari suatu
         produk. Diperoeh dengan menekan modal variable yang harus dibayar
         pada modal tetap, caranya menekan upah buruh (eksploitasi!) 
         supaya tidak mempengaruhi proses produksi  bukan dengan cara
         pertukaran yang diusulkan Ricardo dan Smith.

NEGARA DAN SISTEM INTERNASIONAL
   Marxis mengkritik liberalis dan realis.
   Aktor utama HI adalah kelas kapitalis  memaksimalkan perolehan
    keuntungan atau kekayaan secara material.
   Dikembangkan oleh Vladimir Lenin  Teori kapitalisme int’l dan
    imperialisme
   Teori Lenin  Diperluas oleh para pemikir Neo-marxis  Konflik antara 2
    struktur, yaitu kapitalisme global melawan buruh.

Bagaimana cara melawan eksploitasi  buruh harus berevolusi, merebut faktor
produksi, mengenyahkan kaum borjuis  kembali ke kehidupan primitif 
kembali ke gagasan komunisme.


Menurut Vladimir Lenin : Buruh tidak bisa berevolusi kalau tidak terorganisir.
Musuh kaum buruh adalah negara, militer dan kaum borjuis. Jadi menurutnya
buruh harus mendirikan Partai Komunis Uni Soviet. Caranya: Merebut negara,
kemudian melakuakan redistribusi modal.

Terciptanya masyarakat kelas tidak hanya di negara industri, tapi juga ke
seluruh dunia karena adanya distribusi kapitalisme yang disebabkan oleh
imperialisme. Perkembangan dunia pasca kolonialisme menunjukkan tumbuh
dan meluasnya Transnasional Companies (TNCs) yang mampu bergerak
mandiri, bahkan tidak lagi terikat negara asalnya, sehingga kini mereka
langsung berhadapan dengan buruh di tingkat gloal.
Agenda utama: bersifat radikal, yakni agar bisa lepas dari struktur global yang
eksploitatif  buruh harus melakukan revolusi global.




                                                                             15
DISKUSI THI 21 April 2006
1.   Rasionalisme?
2.   Marxisme?
3.   Apa beda Realisme dan Rasionalisme?
4.   Deterrence, Defense, Compeience?
5.   Asumsi dasar Liberalisme?
6.   Apa kritikan Liberalisme terhadap Realisme?

Rasionalisme (Andrew Linklater)  Merupakan via media antara Realisme dan
Revolusionisme (Liberalisme atau Pluralisme). Ia adalah persinggungan antara
Realisme dan Liberalisme.
Awal munculnya : Ketika realisme pertama muncul pasca PD II di Inggris 
Morgenthau (Bahwa pengejaran kepentingan harus mengedepankan nilai,
norma, dan etika)
Kenneth Waltz  Neorealisme/Realisme Struktur  Perjuangan untuk
mendapatkan kekuasaan tidak perlu ada norma dan etika.
Inggris takut kalau Realisme Klasik akan hilang, jadi mereka memunculkan
Rasionalisme (lebih dekat dengan Realisme).
Rasionalisme mengambil beberapa pemikiran Realisme dan Liberalisme 
sehingga dinamakan konstruktivis. Rasionalisme berpijak pada Realisme.
Menurut Realisme, sistem int’l pada dasarnya anarki, tapi untuk mengatasi
anarki bukan dengan jalan perang atau militer, tapi dengan mengedepankan
kerjasama int’l. (Organisasi Int’l). Hanya saja, Liberalisme mengedepankan
otoritas yang lebih tinggi, tapi kalau rasionalisme mengedepankan common
goals dan kesepakatan bersama.
Ex Rasionalisme : ASEAN, UE, Lembaga Regional  Kedudukan setara.
Liberalisme : PBB  Tidak universal, hanya untuk aktor yang berkumpul saja.




                                                                            16
TEORI KEBIJAKAN LUAR NEGERI
Foreign Policy adalah seperangkat aksi yang diambil negara dalam
berhubungan dengan negara lain.


Faktor yang membentuk FP:
 Level internasional/ekternal
 Level negara
 Level individual

Faktor external
 Hukum int’l
 Geopolitik
 Karakteristik dan posisi negara lain
       Hubungan yang terjalin dengan negara lain (ekonomi, militer)

Faktor internal
 Kekuatan militer
 Tipe pemerintahan
 Pertumbuhan ekonomi  negara maju biasanya punya peran yang lebih
    aktif karena dia mampu membeli persenjataan


Realisme  Foreign policy negara hanya dipengaruhi oleh interaksi antar
negara, faktor internal ga’ pengaruh.

FP adalah refleksi dari perilaku/karakter pemimpin negara tersebut.
Why is FP important?
 Negara punya stategi global dalam mencapai tujuan/kepentingannya
 Sejarah dunia

Faktor-faktor yang mempengaruhi FP:
    -    Individu                               -    Nasional
    -    Elit                                   -    Internasional
    -    Politik birokrasi

Jenis-jenis substansi FP:
 Progamatik
 Krisis
 Rutin operatif
                                                                          17
Endogen  Faktor diri dari pengambil keputusan
Eksogen  Faktor penekan dari luar. Ex: PLN negara lain

    Determinan
      Factor                       Input         Conversion         Output




Tahapan perumusan FP:
    1. Menetapkan situasi int’l
    2. Pilih tujuan FP
    3. Telaah instrumen alternatif policy yang dibutuhkan
    4. Pilih satu dari berbagai alternatif


          FP     Diplomasi     Politik Internasional   Diplomasi    FP



Decision Making  Proses yang menyangkut pemilihan dari sejumlah masalah
yang terbentuk secara rasional dan pemilihan alternatif yang ingin diterapkan.
Decision Maker selalu mempertimbangkan rasionalitas dan interaksi antar
negara. Mengapa nasional diperlukan perhitungan untung rugi dan koherensi
cara serta tujuan?
Determinan factors of FP (Coplin):
 Int’l Context (hub. antar negara)
 Decision maker’s behavior
 Domestic politics (sispolnya)
 Economy & military condition

Tipe FP (Kenneth Boalding)
 Programatik  hasil sebuah pekerjaan menyeluruh/kompreshensif yang
      dipengaruhi oleh banyak aktor dan faktor, sifatnya jangka panjang.
     Tactical  dijalankan secara rutin, bersifat operasional
     Crises  diputuskan dalam keadaa darurat.

Tipe FP (Coplin)
 General  keputusan diekspresikan melalui pernyataan-pernyataan
    kebijakan dan tidakan-tindakan.
 Administratif
                                                                             18
   Crises  perpaduan antara keduanya yang dijalankan secara darurat.

Pola FP (Michael Merdlebaum):
 Inside out  kepanjangan tangan dari politik domestik (ciri khususnya
    negara-negara maju/besar)
   Outside in  respon dinamika external (negara-negara berkembang)

Politik luar negeri secara substansi beda dengan FP

Seluruh proses untuk menghasilkan keputusan/respon negara terhadap
perubahan lingkungan external

Input, konversi, output, feedback  bagian dari PLN.
PLN  anarkis, ga’ terkontrol
Politik domestik  bisa dikontrol oleh suatu kekuatan absolut

PLN  Prosesnya
                                  PLN  FP
FP  Outputnya PLN

Manfaat dan tujuan PLN bisa dilihat dari polanya (outside in dan inside out)
 Outside in  tujuan dan manfaat proses PLN adalah merespon dinamika
    eksternal untuk menjaga kepentingan nasional.
   Inside out  PLN oleh upaya memenuhi kebutuhan dalam negeri melalui
    tindakan ke luar. Ex: mencari dukungan LN untuk menyelesaikan
    permasalahan (RI-GAM)

Sintesis
 Programatik                       Int’l millieu
                                    National millieu
                                    Bureaucratic
   Crises                 Eite

                          Ideosincratic
   Tactical  Bureaucratic
   Administrative            Int’l millieu
                              National millieu
                              Interdepartement

                                                                           19
KONFLIK
Konflik di era post Cold War:
 Aktor            : Non nation-state  intra state conflict
 Sumber           : Faktor-faktor etnisitas, psikologis
    Resolusi      : Intervensi, diplomasi

Proses Konflik
1. Ekspansi
2. Eskalasi
3. De-eskalasi
4. Terminasi  Stalmasi (jenuh), rekapitulasi (kekalahan salah satu),
    sirna/hilang, intervensi pihak ketiga.
5. Kesepakatan
6.   Evaluasi

Tipe violence
 Langsung  Kerusakan fisik
 Struktural  Lewat kebijakan; negara/institusi
 Kultural  violence dibenarkan oleh nilai dan norma yang membatasi
    potensi manusia. Terinstitusionalisasi, ada sistem/struktur yang sengaja
    menghalangi orang lain.


Perang, yaitu benturan, bentrokan antara 2 organisasi militer yang merupakan
perwakilan dari negara. Terkait dengan evolusi konflik.

Konflik, yaitu kondisi ketidaksesuaian/kontradiksi antara beberapa pihak yang
berbeda kepentinan (tujuan)

Penyelesaian konflik:
   -    negosiasi                                  -    adjustifikasi
     -   konsensus                                 -    arbitrasi
     -   mediasi                                   -    rekonsiliasi

Teori konflik tidak hanya berfungsi analitis tapi juga praktis. Tidak hanya
mengidentifikasi saja tapi juga bagaimana menyelesaikan konflik.




                                                                          20
Dua pandangan mengenai konflik:
1. Inherensi = the nature of conflict is merely the nature of human. Pada
                  dasarnya manusia itu berbeda-beda. Perbedaan itu
                  bersifat naluriah/wajar, karena itulah konflik adalah
                     sesuatu yang normal dan tidak terhindarkan. Ex:
                     Morgenthau, dll.
                     Konflik bukan dimusnahkan (ga’ mungkin) tapi dikelola
                     agar tidak menjadi destruktif.
2.   Kontingensi = Konflik memang wajar tapi kemudian bisa destruktif atau
                     konstruktif tergantung lingkungan sosialnya, bagaimana
                     individu dibentuk olehnya.

Unsur-unsur Konflik:
1.   Incomptability = Ketidaksesuaian antar individu yang disebabkan
     perbedaan nilai, kepentingan
2.   Sikap = Masih dalam tatanan internal, berkaitan erat dengan
     persepsi/tanggapan terhadap dunia luar.
3.   Perilaku = Ditimbulkan oleh perspesi yang dimiliki.

Kekerasan = perilaku konflik yang sifatnya destruktif, disertai dengan agresi
fisik (Galtung)
Perang adalah bagian dari konflik hanya konteksnya yang beda.




                                                                           21
TEORI SOSIAL KRITIS
     Membedakan past & present
     Mengkritik future manusia


Kontribusinya
 Memprediksi masa depan. Ex: Marxisme
 Untuk menganalisa arah kebijakan negara

Positivisme (Saintifikisme)
 Standarisasi metode/               - Hegemony              Post Positivisme
     epistemologi                      keilmuan              - banyak metode
 Empirisme/observabilitas           - Oposisi lomer:        - teori  praktik
 Obyektivitisme                       Teori-dunia           - subyektivisme
                                       eksternal
      (bebas nilai)
                                     - Oposisisi lomer:
                                       subyek-obyek           Critical Theory
                                                               mazab Frankfrut
     Behavioralisme                                          Post Modernisme
     Strukturalisme                                          Feminisme
     Evolusionerisme                                         Cultural Studies

Positivisme = harus bebas nilai, tidak terpengaruh ideologi dan nilai-nilai si
                peneliti itu harus melakukan proyek-proyek yang empiris
                yang sifatnya logis dan obyektif.
Semua keilmuan selalu ke arah yang positif.

Positivisme bisa diterapkan dalam IPA tapi dalam ilmu sosial ilmu tidak bisa
bebas nilai. Ilmu sosial tidak pernah linier, dia bisa mengalami penyimpangan
dan bahkan pemunduran.




                                                                                  22
                            Where does the truth exist?

The truth is out there                                    The truth is inside there

Hard fact, behavior, etc                          Nurani, common sense,
                                                  image persepsi

                                      In
Outside is possible                               Outside isn’t possible
                                   between



The truth is ultimate                             The truth is relative
                                    Critical
                                    Theory
Ultimate falsification &                          Ultimate falsification &
verification is possible                          verification isn’t possible



The nature of non science                         The nature of social science



Besifat bebas nilai                                       Tidak bebas nilai
 IPA  Positivisme                                 IPS  Post Positivisme



Thomas Kuhn : ada 3 syarat agar knowledge bisa jadi science:
1.) Ontologis = terkait dengan ruang lingkup yang jelas, ada batasan-
    batasan. Ex Debat I
2.) Epistemologis = diperlukan metodologi penelitian untuk menyusun
    knowledge, menguji kebenarannya dan disepakati secara universal. Ex:
    Debat II
    Kebenaran : - punya sistematika logika (ada hubungan yang logis antara
                    variable)
                  - harus memenuhi syarat empiris  ada fakta
3.) Aksiologis = harus bermanfaat, punya kegunaan, bisa dipakai secara
    praktis. Ex: Debat III dan IV




                                                                                 23
Positivisme (August Comte)  ilmu pengetahuan harus bersifat membangun
masyarakat, ga’boleh ngomongin tentang hal-hal yang meresahkan.



David Hume  supaya konstruktif maka yang dipelajari adalah sesuatu yang
empiris (wujudnya nyata dan bisa dialami dengan panca indera)



Untuk mempelajari sesuatu yang nyata maka kita harus bebas nilai (lepas dari
faktor internal si peneliti) Menetralisir semua aspek-aspek psikologis, kultur,
primordial, dsb.

                        Kostruktif
                        Mempelajari sesuatu yang real               ditiru
Positivisme                                                        mentah2
                                                                   oleh HI
                         Bebas nilai
                         Mengedepankan statistik

Menciptakan 3 kelompok THI (John Gaddis):
1.) Behavioral = tingkah laku negara; elit politik, diplomat, etc, yang sifatnya
    real.
    Ex. Teori tentang diplomasi.
2.) Strukturalis = ilmu HI mempelajari proses, pola, lembaga, kekuatan yang
    membentuk int’l system. Ada struktur yang dikaji. Ex: hub. Int’l bersifat
    hierarkis dan terstruktur karena power yang dimiliki berbeda-beda
3.) Evolusionisme = bagaimana int’l system berubah, perjalanannya dari
    masa ke masa. Pergerakannya linier dan siklistik. Bisa nailk atau turun.
    Evolusionerisme juga dapat diartikan sebagai perkembangan masy. Int’l
    Ex: teori modernisasi
4.)
Ketiga kelompok THI tsb membawa ilmu HI malah jauh di atas awan, tidak
membumi, jauh dari masyarkat dan sulit diterapkan secara praktis 
diperdebatkan dalam debat III & IV. THI tsb ternyata ga’ bisa nyelesain
masalah-masalah yang ada



Muncullah refleksionisme yang menggali lagi mengapa THI sulit diterapkan
dalam realitas. Ex: Critical Theory, feminisme, dll
                                                                                24
CRITICAL THEORY VS POST MODERNISM

Critical Theory
    Merupakan kritik epistemologi terhadap metodologi positivisme:
     a. Kritik tentang standarisasi metodologi  competing methods
     b. Kritik tentang empirisme  intersubyektivitas
     c. Kritik tentang obyektivisme  subyektivitas sains
    Mengkritik moderintas
    Agenda Critical Theory
     a. Sains  hegemoni, value, kepentingan kapitalisme.
     b. Emansipasi            Transformasi dari sistem internasional yang
                              hegemonik manjadi counterhegemonik


                              Kesadaran yang bebas
    Tokoh: Robert Cox, A. Linklater

Post Modernisme
    Agendanya : Deskontruksi
                  Power  knowledge
                   genealogi
                  Membongkar kelas-kelas power di balik perkembangan
                   ilmu HI.
    Tokoh : James Der Derian, richard Ashley, R.B.J Walker.

3 pilar positivisme yang diadopsi ilmu HI:
1)   Ilmu pengetahuan  pengetahuan ada standarisasi metodologi
2)   Empirisme  science harus konstrukif karena itu harus mempelajari
     something real dan observable.
3)   Ada keterpisahan antara si peneliti dan objek (bebas nilai)

Dark Ages = segalanya diatur oleh dogma, adanya kebenaran mutlak  Eropa
jadi ga’ maju dan semua ilmu pun tenggelam  muncul gagasan untuk
mendobrak dogma: manusia punya potensi dan kecerdasan jadi nggak harus
patuh pada dogma karena punya rasionalitas sendiri-sendiri  lahirlah
enlightment.




                                                                            25
Kant = Rasionalitas akan menyelamatkan manusia dari kehancuran dan
menggerakkan ke arah kemajuan. Rasionalitas inilah yang jadi sendi utama
abad pencerahan.


Muncul Modernisasi
1. Willingness utntuk mengedepankan science sebagai instrument
   memajukan manusia.
2. Mengubah nilai-nilai tradisional  nilai modern, partikularisme nilai 
   universal nilai.
3. Mengubah manusia sederhana  komplex.




                                                                             26

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:27649
posted:3/25/2010
language:Indonesian
pages:26