Docstoc

REGULASI MINYAK-LEMAK DI INDONESIA

Document Sample
REGULASI MINYAK-LEMAK DI INDONESIA Powered By Docstoc
					REGULASI MINYAK-LEMAK
DI INDONESIA




               Direktorat Standardisasi Produk Pangan
                                           Badan POM



Disampaikan pada
Seminar Trans Fat Free Ingredients for Healthy Living
Hotel Menara Peninsula, Kamis 15 Maret 2007
     Penelusuran

1.   Kep. Dirjen POM tentang Pedoman
     Persyaratan Mutu serta Label dan Periklanan
     Makanan (02240/B/SK/VII/91)
2.   Kep. Ka. Badan POM tentang Kategori
     Pangan
3.   SNI tentang Minyak dan Lemak
4.   WHO
5.   Peraturan Ka.Badan POM tentang Pedoman
     Pencantuman Informasi Nilai Gizi
     (HK.00.06.51.0475)

                 BPOM, 15 Maret 2007           2
                 Kep. Dirjen POM
     Pedoman Persyaratan Mutu serta Label dan
               Periklanan Makanan




Minyak makan dan lemak makan (Edible oil/fat) :

adalah produk mengandung trigliserida asam
lemak nabati dan hewani yang dimurnikan
dengan atau tanpa penambahan BTP dan harus
memenuhi persyaratan khusus untuk masing-
masing jenis produk.




                  BPOM, 15 Maret 2007           3
      Persyaratan umum :


1.    bebas dari ketengikan, bau dan rasa yang kurang sedap
2.     kandungan peroksida (tidak lebih dari 10 meq/kg
     produk)
3.     tidak boleh mengandung minyak mineral, lemak atau
     minyak bukan untuk makan
4.   Minyak yang dimurnikan (cooking oil)
         - Kadar air : tidak lebih dari 0,3%
         - Asam lemak bebas : tidak lebih dari 3%
5.   Minyak yang tidak dimurnikan :
         - Kadar air : tidak lebih dari 3%
         - Asam lemak bebas : tidak lebih dari 3,5%




                       BPOM, 15 Maret 2007                4
                Produk yang diatur



Minyak Jagung                  Minyak Kacang

Minyak Kedelai                 Refined Coconut oil

Unrefined Coconut oil          Refined Palm Oil

Refined Palm Kernel Oil        Edible Sunflower Oil

Edible Sesame Seed Oil         Olive Oil

Rice Bran Oil                  Margarine



                  BPOM, 15 Maret 2007                 5
                    Persyaratan khusus :


    Berat jenis                         Indeks bias

    Bilangan penyabunan                 Bilangan yodium (Wijs)
    Bahan yang tidak tersabunkan



Margarine :
  * Kadar lemak : tidak kurang dari 80%
  * Kadar air : tidak lebih dari 16%
  * Vitamin A yang ditambahkan : min. 2500 dan maks. 3500
     IU/100 g
  * Vitamin D yang ditambahkan : min. 250 dan maks. 350
     IU/100 g


                          BPOM, 15 Maret 2007                    6
                 Kep.Kepala Badan POM
                    Kategori Pangan



02.0 Lemak, Minyak dan Emulsi Minyak
     Merupakan produk pangan berbasis lemak yang
     diperoleh dari tanaman (nabati), hewan atau hasil
     laut dan produk campurannya.


   02.1   Lemak dan minyak yang tidak mengandung air.
   02.2   Emulsi lemak terutama tipe emulsi air dalam minyak.
   02.3   Emulsi lemak tipe emulsi minyak dalam air, termasuk
          produk campuran emulsi lemak dengan atau berperisa.
   02.4   Makanan pencuci mulut berbasis lemak tidak termasuk
          makanan pencuci mulut berbasis susu.




                     BPOM, 15 Maret 2007                   7
       …. Sub-sub kategori


02.1    Lemak dan Minyak yang Tidak Mengandung Air


   02.1.1 Lemak susu anhidrat, minyak mentega anhidrat,
         minyak mentega, ghee
  02.1.2 Lemak dan minyak nabati
  02.1.3 Lemak babi, lemak sapi, lemak domba, minyak
         ikan dan lemak hewani lain




                    BPOM, 15 Maret 2007              8
…. Sub-sub kategori
      02.1.2 Lemak dan minyak nabati

*   Virgin oil                          *   Minyak Salad
*   Cold pressed oils                   *   Vanaspati atau minyak samin
*   Minyak goreng                       *   Lemak reroti
*   Minyak masak atau minyak sayur      *   Pengganti minyak mentega
*   Minyak inti kelapa sawit mentah     *   Minyak inti kelapa sawit
*   Minyak kelapa sawit mentah          *   Minyak kelapa sawit
*   Minyak olein kelapa sawit mentah    *   Minyak stearin kelapa sawit mentah
*   Minyak olein kelapa sawit           *   Minyak stearin kelapa sawit
*   Minyak kelapa mentah                *   Minyak kelapa
*   Minyak kacang tanah                 *   Minyak jagung
*   Minyak kemiri                       *   Minyak kedelai
*   Minyak kedelai                      *   Minyak wijen
*   Minyak zaitun                       *   Minyak safflower
*   Minyak biji bunga matahari          *   Minyak dedak atau minyak bekatul
*   Minyak biji kapas                   *   Minyak kanola
*   Mustardseed oil




                         BPOM, 15 Maret 2007                                 9
     …. Sub-sub kategori

02.2 Emulsi Lemak terutama Tipe Emulsi Air dalam
     Minyak
 02.2.1 Semua produk emulsi lemak yang kadar lemaknya
        tidak kurang dari 80%
 02.2.2 Emulsi yang mengandung lemak kurang dari 80 %



  Dalam ketentuan ini diatur karakteristik
  dasar masing-masing produk



                       BPOM, 15 Maret 2007              10
    02.1.1 Lemak susu anhidrat, minyak mentega
           anhidrat, minyak mentega, ghee


              Lemak       minyak   minyak            ghee
Karakteristik susu        mentega menteg
dasar         anhidrat    anhidrat a

Kadar lemak tidak         tidak             tidak    tidak lebih dari
susu        kurang        kurang            kurang   0,4%
              dari        dari              dari
              99,8%       99,8%             99,3%
Kadar air                                            tidak lebih dari
                                                     0,1%

Kadar asam                                           tidak lebih dari
lemak bebas                                          0,4%



                      BPOM, 15 Maret 2007                          11
                              SNI



Persyaratan Mutu :

Kadar air
Bilangan asam
Asam lemak bebas dihitung sebagai asam oleat
Bilangan peroksida
Bilangan iod
Komposisi asam lemak
Bilangan penyabunan
Cemaran logam




                     BPOM, 15 Maret 2007       12
Beberapa SNI
Minyak Katul                      Minyak Inti Kelapa Sawit

Minyak Hati Inti Cucut Botol      Minyak Biji Kapuk

Minyak Biji Bunga Matahari        Lemak Kakao

Minyak Kacang Tanah sebagai       Minyak Jagung sebagai
Minyak Makan                      Minyak Makan
Minyak Kemiri                     Minyak Kedelai sebagai
                                  Minyak Makan
Minyak Wijen sebagai Minyak       Minyak Jaitu sebagai Minyak
makan                             Makan
Minyak Saflower sebagai           Minyak Goreng
Minyak makan

                   BPOM, 15 Maret 2007                          13
             Masalah kesehatan ?


The world health report 2002 ;

  mortality, morbidity and disability attributed to
  the major noncommunicable diseases currently
  account for about 60% of all deaths and 47% of
  the global burden of disease, which figures are
  expected to rise to 73% and 60%, respectively,
  by 2020.




                   BPOM, 15 Maret 2007            14
      For noncommunicable diseases, the most important risks
      included high blood pressure, high concentrations of
      cholesterol in the blood, inadequate intake of fruit and
      vegetables, overweight or obesity, physical inactivity and
      tobacco use. Five of these risk factors are closely related to
      diet and physical activity.




WHA Assembly (WHA57.17 – 22 May 2004)

Reaffirming that appropriate levels of intakes for energy, nutrients
and foods, including free sugars, salt , fats, fruits, vegetables,
legumes, whole grains, and nuts shall be determined in accordance
with national dietary and physical activity guidelines based on the
best available scientific evidence and as part of Member States’
policies and programmes taking into account cultural traditions and
national dietary habits and practices.


                         BPOM, 15 Maret 2007                           15
        Masalah kesehatan di
             Indonesia



   Gizi kurang,
   Gizi buruk,
   GAKY
   Anemia Gizi Besi,
   Kurang vitamin A,



             BPOM, 15 Maret 2007   16
Prevalensi status gizi anak BALITA
(BB/U) tahun 2000


      Status Gizi                    N     %


 Gizi buruk                       6393    8,11


 Gizi kurang                      14390   18,25


 Gizi baik                        54460   69,06


 Gizi lebih                       3611    4,58

 Sumber : Gizi dalam angka, Depkes 2005

                    BPOM, 15 Maret 2007           17
Masalah gizi usia dewasa
berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT)



Indeks Massa Tubuh
*   <18,5 (gizi kurang ) : 15,3


*   18,5-25 (normal)               : 63,8


*   >25 (gizi lebih)                  : 21,0

Sumber : Gizi dalam angka, Depkes 2005




                       BPOM, 15 Maret 2007     18
               Pola Pangan yang baik


     Perbandingan komposisi energi dari :

        Karbohidrat      : 50 – 65 %
        Protein          : 10 -20 %
        Lemak            : 20 -30 %


   Asal lemak : mentega, margarin, minyak, gajih, santan,
    dan minyak lain yang terkandung dalam makanan.
   Proporsi lemak jenuh : 8% dari energi total
   Proporsi asam lemak trans : 1% dari energi total


                       BPOM, 15 Maret 2007                   19
         Peraturan Kepala Badan POM tentang
           Pencantuman Informasi Nilai Gizi


Pencantuman Informasi Nilai Gizi diwajibkan pada
  label yang :

   disertai pernyataan bahwa pangan
    mengandung vitamin, mineral, dan atau zat
    gizi lainnya yang ditambahkan; atau

   dipersyaratkan berdasarkan ketentuan
    peraturan perundang-undangan yang berlaku
    dibidang mutu dan gizi pangan, wajib
    ditambahkan vitamin, mineral, dan atau zat
    gizi lainnya.


                  BPOM, 15 Maret 2007            20
         Peraturan Kepala Badan POM tentang
           Pencantuman Informasi Nilai Gizi



   ☻Format Umum

   ☻Format untuk Pangan yang ditujukan
      bagi bayi/anak usia sampai 24 bulan


   ☻Format untuk Pangan yang ditujukan bagi
      anak usia 2 sampai 5 tahun



                  BPOM, 15 Maret 2007          21
      Tidak perlu dicantumkan apabila terdapat dalam
      jumlah yang tidak berarti


                                                  Zat Gizi    Jumlah per sajian

                                                             Kurang dari 0,5 gram
   Dapat dicantumkan setelah          Energi dari Lemak
                                                                 lemak
    tulisan vitamin dan mineral        Lemak jenuh           Kurang dari 0,5 gram
    dan                                Lemak trans           Kurang dari 0,5 gram

                                                             Kurang     dari      2
   “tidak merupakan                   Kolesterol
                                                                 miligram

    sumber …… (isi nama                Serat pangan          Kurang dari 1 gram

    zat gizi) yang berarti”            Gula                  Kurang dari 1 gram

                                       Vitamin A

                                       Vitamin C
                                                             Kurang dari 2% AKG
                                       Zat besi

                                       Kalsium



                       BPOM, 15 Maret 2007                                     22
BPOM, 15 Maret 2007   23

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1590
posted:3/24/2010
language:Indonesian
pages:23