operasi plastik

Document Sample
operasi plastik Powered By Docstoc
					Anda ingin lebih cantik dengan melakukan operasi plastik tetapi sebelum anda memutuskannya
sebaiknya kenali beberapa macam fakta tentang operasi tersebut. Kini operasi plastik banyak
diminati oleh kaum perempuan untuk mempercantik diri dari mulai wajah hingga tubuh. Kenali
faktanya yang benar terlebih dahulu seperti yang dituliskan oleh seorang dokter spesialis bedah
plastik kenamaan dari AS yaitu Dr.Z.Paul Lorenc,Md dalam bukunya ‘A Little Work : Behind
The Doors Of A Park Avenue Plastic Surgeon’.

Semua operasi plastik selalu meninggalkan bekas jahitan tetapi berkat perkembangan tehnologi
kedokteran, bekas tersebut dapat dihilangkan sehingga terlihat samar. Tetapi tetap saja bila
pembedahan yang disusul dengan penjahitan selalu akan menimbulkan bekas.

Liposuction (sedot lemak) atau biasa disebut operasi sedot lemak memang membuat tubuh
terlihat lebih ramping pada bagian yang memang sulit dikecilkan oleh diet atau olahraga. Tetapi
sebenarnya hal ini sia-sia karena justru bisa memperburuk tampilan selulit. Hal ini akan terjadi
bila jumlah lemak yang disedot terlalu banyak sehingga kulit justru makin berkerut. Asosiasi
Dokter Bedah Plastik di Amerika Serikat (American Society of Plastic Surgeons) membatasi
maksimal jumlah lemak yang dapat disedot yaitu 6 pon tiap kali operasi karena bila lebih dari
jumlah tersebut maka akan berakibat fatal.

Melakukan operasi pasti selalu memiliki resiko dan bila dokter anda terlalu banyak menyedot
lemak dalam tubuh anda maka dapat menyebabkan kematian. Hal tersebut dikarenakan cairan
tubuh serta darah yang tersedot akan sangat banyak dan sepertiga dari bahan yang keluar dari
tubuh ketika operasi sedot lemak adalah darah. Terlalu banyak keluar lemak, darah serta cairan
menyebabkan pasien shock, yang mngakibatkan gagalnya kerja jantung. Bila memang anda ingin
melakukan operasi ini maka tanyakan pada dokter seberapa banyak lemak yang akan
dikeluarkan.

Ada beberapa jenis bedah plastik yang dapat menimbulkan rasa sakit seperti Abdominoplasty
atau Tummy tuck untuk mengencangkan perut; Breast Augmentation untukmembesarkan
payudara. Hal ini dikarenakan bahan penambah ukuran baik yang terbuat dari silikon maupun
saline harus diletakkan dibawah otot-otot dada yang berarti otot-otot tersebut harus dipotong
terlebih dahulu.

Full Face Laser adalah sinar laser yang kuat digunakan untuk menghapuskan kerutan serta bekas
luka. Karena kekuatannya, efeknya sama dengan luka bakar serius atau second degree burn pada
kulit. Thigh Lift adalah operasi untuk mengencangkan paha sedangkan Body Lift berfungsi
untuk mengencangkan seluruh tubuh dan dokter harus mengiris kulit tubuh dalam jumlah yang
besar.

Sebaiknya anda hindari beberapa jenis operasi seperti Butt Implant yaitu operasi penambah
ukuran bokong. Bila memang anda ingin bokong yang seksi dan indah sebaiknya lakukan
olahraga. Karena jika anda operasi maka bokong anda akan disusupkan bahan pembesar seperti
silikon atau saline pada otot bokong dan hasilnya tetap tidak terlihat alami serta beresiko sangat
tinggi. Alasannya karena bokong setiap saat selalu diduduki, sehingga resiko silikon atau saline
untuk pecah sangatlah tinggi. Selain itu kemungkinan silikon atau saline tersebut akan bergeser
ke tempat lain karena sering diduduki.
Lip Impant merupakan operasi menebalkan bibir yang dilakukan dengan bahan silikon maupun
Gore-Tex. Hasil dari operasi tersebut adalah bentuk bibir tebal yang sangat tidak alami. Bila
anda tidak puas dengan hasilnya maka anda tidak dapat mengeluarkan kedua bahan tersebut
karena sifatnya yang permanen. Resiko dari operasi ini juga bisa membuat bibir anda luka dan
rusak.

Buccal fat pads removal adalah operasi pengangkatan kantung lemak pada pipi untuk kesan
tulang pipi yang tajam atau tinggi. Saat usia bertambah maka secara alami wajah akan mengecil.
Jika anda melakukan operasi ini maka lama kelamaan wajah akan terlihat lebih kempot dan
hingga kini belum ada cara untuk mengembalikan lemak tersebut ke pipi.

Tetapi bila anda tetap ingin melakukan operasi plastik maka sebaiknya pilihlah dokter yang
terbaik dan jangan mudah terbujuk dengan adanya diskon. Jangan melakukan operasi plastik di
salon kecantikan atau yang bukan ahlinya karena taruhannya bukan hanya kecantikan wajah dan
tubuh anda akan tetapi nyawa anda pun bisa melayang.

Siapkah anda akan semua resiko yang akan terjadi setelah melakukan operasi plastik ? Bila tidak
siap maka sebaiknya urungkan niat anda untuk melakukan hal tersebut. Rawatlah kecantikan
anda secara alami agar memancarkan keindahan yang natural. p2t




Jangan Sepelekan Risiko Operasi Plastik
oleh : tedifa
Pengarang : Teguh Vedder

      Summary rating: 2 stars (15 Tinjauan)
      Kunjungan : 1914
      kata:300
   

More About : operasi plastik
Operasi atau bedah plastik kini marak dilakukan
untuk memperindah dan memperbaiki beberapa bagian tubuh
tertentu terutama bagian wajah. Masyarakat semakin
mengenal bedah plastik untuk memperbaiki kelopak mata atas dan bawah serta
alis, membentuk pipi, dagu, dan hidung, face lift, neck lift,
membuang tato, tummy tuck, liposuction atau sedot lemak,
hingga memperbesar maupun mengecilkan payudara.
Peringatan akan besarnya risiko dari bedah plastik ditegaskan
para ahli kesehatan belum lama ini. Mereka pun menekankan
bahwa bedah plastik seharusnya hanya diperuntukkan bagi orang-orang
yang berbadan sehat. Direktur Bedah
Plastik pada University
of Texas Southwestern
Medical Center,
Dr. Rod Rohrich, seperti dikutip kantor berita Xinhua, Sabtu (12/1), mengatakan
bedah plastik memiliki risiko yang sama besar dengan bedah-bedah lainnya. Seiring
dengan makin tingginya jumlah orang yang ingin melakukan bedah plastik,
khususnya di Amerika Serikat, para pakar kesehatan berupaya memberikan edukasi
yang tepat tentang bedah plastik kepada masyarakat. "Bedah plastik
hanya dapat dilakukan bagi para pasien yang sehat. Jika mereka tidak sehat,
maka jangan sekali-kali memaksakan diri menjalani bedah plastik," tegasnya
lagi.
Menurut data American Society of Plastic Surgeons, sebanyak 11 juta orang
menjalani bedah plastik pada 2006, atau meningkat 48 persen dibanding tahun
2000.
Sebuah studi yang dipublikasikan baru-baru ini oleh jurnal Plastic and
Reconstructive Surgery mengungkapkan bahwa komplikasi serius terjadi dalam
satu di antara 298 kasus, dan kematian terjadi dari satu di antara 51.459
kasus. Dr Rohrich mengatakan, gencarnya pemberitaan media yang memfokuskan
kepada kehidupan para selebritis dan tayangan reality shows di televisi menjadi
penyebab utama meningkatnya popularitas bedah plastik. Riset yang
dipublikasikan oleh jurnal Plastic and Reconstructive Surgery
pada Juli 2007 lalu itu juga mengungkapkan, penayangan reality
shows di televisi dapat mempengaruhi orang secara
langsung dalam mengambil keputusan menjalani Operasi plastik.




Pria dan Operasi Plastik: Perlukah?




BERI KOMENTAR

CETAK ARTIKEL INI

DAFTAR MAILING LIST

KIRIM KE TEMAN

KOMENTAR FANS BRAD PITT
Senin, 10 Mei 2004 08:44
Dulu, operasi plastik kosmetik hanya monopoli kaum berduit. Dan tampaknya pula, hanya
wanita yang tertarik ‘mempermak’ tubuhnya. Tapi kini, makin banyak pria yang mulai ‘melirik’
operasi plastik sebagai salah satu alternatif memperbaiki bentuk tubuhnya. Gejala apa ini?

Dengan semakin majunya teknik bedah plastik yang kini telah mampu membuat hasil operasi
se'alami’ mungkin, berubahnya pandangan masyarakat—pria khususnya—terhadap operasi
plastik dan meningkatnya kesadaran pria akan penampilannya, kini telah banyak pria
mengunjungi dokter bedah plastik untuk minta sedot lemak, mengecilkan payudara,
memancungkan hidung, memperbesar kelopak mata atau ‘mempermak’ bagian lain dari
wajahnya.
Bahkan, ada pula yang ingin memperbesar penisnya dengan bedah plastik. Sebagai tambahan,
biaya operasi yang kian terjangkau juga dapat diperhitungkan sebagai salah satu faktor
pendukung. Yang jelas, tampaknya operasi plastik kosmetik telah mulai mendapat tempat di hati
pria, terutama mereka yang peduli pada penampilannya.

Meski demikian, pertimbangan pria mengenai segi kosmetis dari bedah plastik ini agak berbeda
dengan wanita. Bila wanita cenderung memilih bedah plastik untuk meningkatkan nilai estetik
dari suatu bagian tubuhnya--yang terkadang normal-normal saja, pria memilih bedah plastik
untuk menutupi atau mengatasi kekurangan dari suatu bagian tubuhnya yang memang kurang
sempurna.

Ambil contoh pria yang melakukan sedot lemak di daerah perut karena memang pria terkenal
dengan ‘GP’ (gendut perut)-nya, mengecilkan payudaranya yang memang membesar karena ia
mengalami ginekomastia (pembesaran payudara pada pria) atau memperbesar penis karena
memang tubuhnya terlalu gemuk sehingga penisnya tersembunyi di balik lipatan lemak. Dilihat
dari realita yang wajar saja, wanita ‘tergugah’ untuk melakukan operasi plastik setelah
mengamat-amati dirinya di depan cermin, sementara pria agak berbeda, mereka ingin tampil
menarik saat sedang berolah raga di tempat umum atau mengenakan pakaian olahraga yang pas
di badan, juga tampil menarik di tempat kerja.

Salah satu alasan untuk melakukan operasi plastik, adalah karena pria juga ingin tampak awet
muda, sehingga ia melakukan facelift. Contohnya, Stanley Jacobs, seorang aktor gaek Amerika,
yang kembali mendapat ‘order’ segera setelah ia melakukan operasi facelift. Mengaku
penampilan merupakan hal yang penting baginya, ia mengatakan, tak ingin tampak seperti saat
berusia 20-an, hanya ingin tetap tampil menarik di usianya sekarang. Hal ini tampaknya
didorong oleh kemajuan di bidang bedah plastik yang memungkinkan hasilnya se’alami’
mungkin dan tak meninggalkan bekas.

Itu karena operasi plastik jaman dulu bisa diibaratkan seperti merapikan seprei dengan
‘menyembunyikan’ bagian kusutnya di bawah kasur, artinya mereka meremajakan lapisan lemak
di permukaan kulit wajah tanpa menyentuh lapisan otot dan jaringan ikat diantara kulit dan
tulang wajah.

Sementara dengan teknik bedah plastik yang dilakukan saat ini dapat meremajakan kedua lapisan
tersebut. Ditambah dengan kemampuan menyembunyikan bekas jahitan di garis rambut,
belakang lipatan hidung dan bawah dagu, hasilnya tentu akan tampak jauh lebih ‘alami’.

Cara lain untuk tampak awet muda, juga dengan bedah plastik, adalah dengan melakukan sedot
lemak, yang merupakan jenis operasi bedah plastik terbanyak yang dilakuan di Amerika. Dengan
cara ini, mereka dapat menghilangkan lemak tubuh di tempat yang tak diinginkan, seperti perut,
paha, dll. Di Amerika sendiri, semakin banyak pria melakukan bedah plastik seperti dikatakan

Ketua Asosiasi Dokter Bedah Plastik Amerika, Dr. Paul Schnur," mereka tidak hanya ingin
merasa dan tampak lebih muda, tapi juga karena membuat mereka merasa lebih kompetitif di
tempat kerja." Di samping sedot lemak, prosedur bedah plastik yang juga banyak diminati adalah
operasi kelopak mata, pembentukan hidung, pengecilan payudara dan injeksi kolagen.
Melihat alasan-alasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin banyak pria melakukan
operasi plastik karena mereka semakin peduli dengan penampilannya.

Mengenai pantas-tidaknya mereka melakukannya, semua berpulang pada individu masing-
masing. Pada hakikatnya, keinginan itu adalah hak asasi tiap orang, namun untuk amannya,
sebaiknya anda memilih pihak yang kompeten untuk melakukannya.

Dalam hal ini, tentu saja rumah sakit dan dokter bedah plastik harus berreputasi baik. Akan lebih
baik lagi bila Anda mengkonsultasikannya terlebih dulu dengan dokter tersebut sebelum
melakukannya. Ia akan menerangkan apakah operasi plastik benar-benar diperlukan dalam kasus
Anda, apa yang akan dilakukan selama operasi, bagaimana perkiraan hasilnya dan
komplikasinya, bila ada. Anda harus selalu ingat, bahwa dalam operasi plastik, seperti halnya
operasi-operasi lain, selalu ada kemungkinan timbul komplikasi dalam proses operasi, juga
hasilnya tak selalu sempurna. Jadi sebaiknya Anda juga menyiapkan mental untuk itu.
(klinikpria)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1653
posted:3/23/2010
language:Indonesian
pages:6
Description: operasi, operasi plastik, beautifullness