hot news - DOC by rhesabeta

VIEWS: 561 PAGES: 95

									                                   BAB I

                            PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
       Terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini adalah salah satu

penyebab meningkatnya jumlah pengangguran. Jumlah ini diprediksi akan

semakin meningkat apabila tidak segera disediakan lapangan kerja baru. Para

pengangguran tersebut mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda.

Tercatat lulusan sekolah dasar menyumbang angka paling tinggi sekitar 39,2

persen sedangkan lulusan perguruan tinggi menyumbang sekitar 1,72 persen dan

sisanya adalah pengangguran lulusan SLTP dan SLTA.

       Jumlah pengangguran dari tahun ke tahun       terus meningkat, hal ini

disebabkan sedikitnya lapangan kerja sementara lulusan sekolah menengah dan

perguruan tinggi terus bertambah. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan antara

jumlah lapangan pekerjaan dengan jumlah angkatan kerja yang dibutuhkan.

Apalagi diperparah dengan timbulnya aksi PHK dari beberapa perusahaan yang

mengalami kebangkrutan.

       Adapun menurut data BPS menyatakan bahwa jumlah sarjana yang

menganggur melonjak drastis dari 183.629 orang pada tahun 2006 menjadi

409.890 pada tahun 2007. Ditambah dengan pemegang gelar diploma I, II, III

berjumlah 130.519 orang. Total jumlah penganggur keluaran institusi perguruan

tinggi berjumlah 408.593 orang.
       Menurut H.A.R. Tilaar, terdapat 740 ribu lulusan perguruan tinggi yang

tidak memperoleh pekerjaan di tahun 2007. Data yang dimiliki Departemen

Pendidikan Nasional (Depdiknas) membuktikan bahwa lulus perguruan tinggi

tidak menjamin seseorang akan dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Paling

tidak, hampir sejuta lulusan dari sekitar 2.900 perguruan tinggi di Indonesia dan

berasal dari berbagai disiplin ilmu, pada 2009 ini, masih belum memiliki

pekerjaan alias menganggur. Menurut Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti)

Depdiknas, Fasli Jalal, ada sekitar 1,1 juta penganggur terdidik pada periode

Februari-Agustus 2008 lalu.

       Rektor Universitas Unika Atmajaya, FG Winarno, menyatakan bahwa

setiap tahun rata-rata 20 persen lulusan perguruan tinggi menjadi pengangguran.

Masalah pengangguran sebenarnya bisa diatasi jikalau negara mampu

menyediakan lapangan pekerjaan sebanyak mungkin. Namun sepertinya tidak

mungkin bisa secepatnya terealisasi, karena banyaknya kendala baik dari segi

ekonomi maupun sumber daya manusia (SDM) itu sendiri.


       Salah satu wadah yang dapat diharapkan oleh pemerintah dan masyarakat

untuk menghasilkan generasi-generasi yang bukan hanya mengharapkan lapangan

kerja dari pemerintah tapi lebih kepada penciptaan lapangan kerja itu sendiri

adalah universitas yang       mampu dan berspesialisasi untuk         melahirkan

wisudawan-wisudawati yang kelak tidak tergantung kepada pemerintah.

Contohnya seperti universitas yang menitikberatkan pada penciptaan lulusan
dengan keahlian khusus Melalui pendidikan seperti ini diharapkan mahasiswa

dapat berpikir lebih mandiri, kreatif dan inovatif untuk menciptakan lapangan

kerja sendiri.


        Salah satu universitas yang diharapkan menjadi pionir perbaikan kondisi

ekonomi bangsa ini adalah universitas yang mempunyai fakultas dimana basic

kewirausahaan didapatkan oleh mahasiswanya. Contohnya adalah Fakultas

Ekonomi. Fakultas dimana teori-teori ekonomi menjadi perbincangan yang biasa.

Dari yang klasik hingga modern. Fakultas inilah salah satu yang diharapkan dapat

melahirkan generasi-generasi yang kelak dapat menciptakan lapangan kerja.

Setidaknya untuk diri mereka sendiri.


        Jika di telaah lebih lanjut, pada dasarnya dari kampus sendiri, mahasiswa

pada umumnya dan mahasiswa Fakultas Ekonomi pada khususnya sudah

mendapat bekal berupa teori-teori yang diharapkan mampu mendukung kehidupan

mereka pasca kampus. Artinya, mahasiswa sudah dibekali dengan ilmu agar

kelak mereka dapat hidup mandiri, tidak tergantung dengan lapangan kerja yang

disediakan oleh pemerintah. Dengan kata lain, mahasiswa sudah dipersiapkan dan

diharapkan untuk menjadi orang-orang yang kelak akan memperbaiki kondisi

ekonomi bangsa ini. Contohnya dengan melakukan kegiatan usaha.


        Hal ini bisa dilihat dari mata kuliah- mata kuliah yang diajarkan, sangat

spesifik mengarah kepada terciptanya mind set mandiri pada diri mahasiswa.
Mata kuliah seperti Kewirausahaan, Studi Kelayakan Bisnis, Manajemen

Pemasaran adalah sebagian dari mata kuliah wajib yang harus di ambil oleh

mahasiswa Ekonomi khususnya prodi Tataniaga.

       Pengetahuan kewirausahaan harus dimiliki mahasiswa karena mahasiswa

sebagai penerus bangsa diharapkan mampu menjadi tulang punggung negara.

Sehingga dengan hasil pendidikan yang dikuasainya mampu menciptakan

lapangan kerja, bukan menambah jumlah pengangguran. Setelah ia lulus dari

sebuah perguruan tinggi diharapkan mampu bekerja dengan baik dari segi ilmu

maupun teknis lapangan. Jadi, sebisa mungkin seorang mahasiswa dituntut untuk

berpikir secara kreatif terhadap peluang bisnis yang ada di masyaraat dan berani

mencoba untuk memulai usaha. Merekalah yang diharapkan akan menjadi para

wirausaha terdidik yang akan memberi kontribusi bagi perbaikan ekonomi bangsa.

       Wirausaha terdidik diharapkan menjadi motor dari perubahan, kemajuan

dan kebangkitan perekonomian nasional. Mereka tidak hanya mampu menjawab

persoalan bangsa., melainkan juga mampu meningkatkan kesejahteraan

masyarakat. Wirausaha terdidik mempunyai visi yang kuat dalam membangun

bisnis dan lingkungannya. Mereka adalah pebisnis yang selalu berusaha mencari

celah untuk tumbuh dan berkembang. Dengan pengetahuan dan keterampilan

yang dimiliki, mereka mampu melihat dan menganalisis peluang dan

mewujudkannya dalam keputusan-keputusan bisnis.

       Sejarah membuktikan bahwa masyarakat yang maju mempunyai

karakteristik kewirausahaan yang kuat. Mereka merepresentasikan           mesin
pertumbuhan utama yang mampu mengubah masyarakat yang belum berkembang

menjadi masyarakat modern, dinamis dan sejahtera. Korea Selatan adalah salah

satu contoh bagaimana wirausaha mampu mengubah dari negara yang tidak

diperhitungkan menjadi negara maju. Korea-Sel di tahun 1960-an hanya memiliki

Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita sekitar US$ 80, setara dengan Ghana

dan Sudan. Dalam waktu 30 tahun, PDB per kapitanya sudah mencapai US$ 10

ribu, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 8, 6%. Kemajuan yang dicapai Kor-Sel

tidak    lepas     dari      adanya     prolifetasi     mind     set   wirausaha.

Melihat data dan fakta yang ada di lapangan           tentang jumlah pengangguran

terdidik di negara ini dibutuhkan reorientasi terhadap lulusan perguruan tinggi

dari nuansa pencari kerja (job seeker) ke nuansa pencipta kerja (job creator).

Melihat data itu, perguruan tinggi perlu mulai berbenah diri untuk menjawab

tantangan. Pasalnya, perguruan tinggi mempunyai peran yang signifikan dalam

mengahasilkan wirausaha terdidik, yakni wirausaha yang mempunyai potensi

menciptakan paling sedikit 20 pekerjaan dalam lima tahun ke depan.

        Berwirausaha      merupakan salah satu pilihan yang rasional mengingat

sifatnya yang mandiri, sehingga tidak tergantung pada ketersediaan lapangan kerja

yang ada. Seorang wirausaha bukan sekedar orang yang memiliki keterampilan

berbisnis, namun juga memiliki kepemimpinan pribadi yang tinggi, baik tercermin

dari daya juang yang tinggi, kesabaran dalam menghadapi berbagai tantangan,

dan toleransi terhadap ketidakmenentuan.
       Pengetahuan yang dimiliki tentang kewirausahaan belumlah cukup untuk

menggerakkan lahirnya jiwa-jiwa pengusaha di kalangan generasi muda. Saat

lulus dan menjadi sarjana, sebagian besar dari mereka         ingin bekerja di

perusahaan atau instansi tertentu. Karena dalam benak sebagian besar masyarakat

kita berwirausaha merupakan pekerjaan yang penuh resiko dan ketidakpastian.

Sehingga mereka lebih memilih untuk menjadi karyawan. Akhirnya, jumlah

lapangan kerja tidak mampu menyerap jumlah angkatan kerja yang ada. Bila

paradigmanya tetap seperti itu, akan tetap banyak sarjana yang menganggur.

       Seharusnya, mahasiswa memang dilatih untuk berpikir kreatif supaya

mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Namun, tidak sedikit yang kita

lihat bahwa banyak wirausaha yang tidak bertahan lama. Artinya mereka memilih

untuk mundur setelah mengalami kegagalan atau stagnannya usaha mereka. Dan

akhirnya, mereka pun menjadi bagian dari pengangguran itu sendiri. Selain itu,

mengingat sifat dari kewirausahaan yang penuh tantangan dan ketidakpastian

dibutuhkan kemampuan lain yang akan membuat mereka mampu untuk bertahan

di tengah berbagai tantangan yang ada baik dari dalam diri maupun dari luar diri

wirausaha itu sendiri. Kemampuan yang dapat menggabungkan ketekunan dan

eksperimen dalam mencapai tujuan. Kemampuan yang dapat mengubah

tantangan menjadi peluang. Yang lebih diikenal dengan adversity intelligence.

Karena untuk menjadi pengusaha yang berhasil bukan hanya membutuhkan

kecakapan dalam hal teori semata.
       Untuk melihat apakah ada hubungan pengetahuan kewirausahaan dan

adversity intelligence dengan intensi berwirausaha maka peneliti melakukan

penelitian pada mahasiswa Jurusan Ekonomi Program Studi Tata Niaga Stambuk

2008. Mengingat mereka telah mendapatkan beberapa mata kuliah yang cukup

untuk mengetahui tentang kewirausahaan. Dengan sendirinya mereka telah

memiliki   pengetahuan    kewirausahaan    yang   mumpuni.    Apakah     dengan

pengetahuan kewirausahaan yang mereka dapatkan di bangku            perkuliahan

mampu membangkitkan keinginan mereka untuk berwirausaha. Semakin banyak

pengetahuan kewirausahaan yang mereka milliki apakah mereka semakin

berminat untuk berwirausaha

       Adapun adversity intelligence adalah kemampuan untuk mengubah

tantangan menjadi peluang. Adversity intelligence yang akan           menjawab

ketidakpastian dari wirausaha itu sendiri. Mengingat berwirausaha itu bukanlah

hal yang mudah, adversity intelligence sangat dibutuhkan. Adversity intelligence

bukanlah sesuatu yang didapat dengan sendirinya, tetapi membutuhkan proses

pembelajaran.

       Untuk melihat hubungan antara ketiga variable diatas maka peneliti

mencoba mengangkat judul penelitian “ Hubungan Pengetahuan Kewirausahaan

dan Adversity Intelligence dengan Intensi Berwirausaha Mahasiswa Program

Studi Tata Niaga Stambuk 2008 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan”
1.2.Identifikasi   Masalah
       Berdasarkan judul penelitian seperti yang dituliskan diatas, maka penulis

mengidentifikasikan masalah sbb:

1. Aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi intensi berwirausaha mahasiswa?

2. Bagaimana hubungan pengetahuan kewirausahaan mahasiswa dengan intensi

    berwirausaha mereka?

3   Bagaimana hubungan adversity intelligence dengan intense berwirausaha?

4. Bagaimana meningkatkan intensi berwirausaha mahasiswa?




1.3 Pembatasan Masalah
       Berdasarkan identifikasi masalah diatas dan dari pemokusan serta

keterbatasan waktu, maka penulis membatasi penelitian ini sbb:

1. Bagaimana hubungan pengetahuan kewirausahaan dengan intensi

    berwirausaha mahasiswa Program Studi Tata Niaga Stambuk 2008 Fakultas

    Ekonomi Universitas Negeri Medan?

2. Bagaimana hubungan adversity intelligence dengan intensi berwirausaha

    mahasiswa Program Studi Tata Niaga Stambuk 2008 Fakultas Ekonomi

    Universitas Negeri Medan?

3. Bagaimana hubungan pengetahuan kewirausahaan dan adversity

    Intelligence dengan intensi berwirausaha mahasiswa Program Studi Tata

    Niaga Stambuk 2008 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan?
1.4 Rumusan Masalah
       Berdasarkan    dari   batasan   masalah   diatas,   maka   peneliti    dapat

merumuskan:

1 Apakah ada hubungan pengetahuan kewirausahaan dengan intensi berwirausaha

   mahasiswa Program Studi Tata Niaga stambuk 2008 Fakultas Ekonomi

  Universitas Negeri Medan?

2. Apakah ada hubungan adversity intelligence dengan intensi

  berwirausaha mahasiswa Program Studi Tata Niaga Stambuk 2008 Fakultas

  Ekonomi Universitas Negeri Medan?

3. Apakah ada hubungan pegetahuan kewirausahaan dan adversity intelligence

   dengan intensi berwirausaha mahasiswa Program Studi Tata Niaga Stambuk

   2008 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan?



1.5 Tujuan Penelitian

       Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hal-hal seperti

pengetahuan kewirausahaan dan adversity mempengaruhi intensi berwirausaha

mahasiswa Prodi Studi Tata Niaga stambuk 2008 Fakultas Ekonomi Universitas

Negeri Medan. Tujuan penelitian diantaranya:

1. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan kewirausahaan dengan                intensi

  berwirausaha mahasiswa Program Studi Tata Niaga stambuk 2008 Fakultas

  Ekonomi Universitas Negeri Medan.

2. Untuk mengetahui hubungan adversity intelligence dengan intensi
   berwirausaha mahasiswa Program Studi Tata Niaga Stambuk 2008 Fakultas

   Ekonomi Universitas Negeri Medan.

3. Untuk mengetahui      hubungan   pengetahuan kewirausahaan dan adversity

  intelligence dengan intensi berwirausaha mahasiswa Program Studi Tata Niaga

  Stambuk 2008 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan.




1.6 Manfaat penelitian
    Adapun manfaat penelitian yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:


1. Sebagai bahan masukan kepada peneliti untuk memperkaya wawasan tentang

  kewirausahaan dan adversity intelligence sehingga dapat meningkatkan

  kesiapan dan semangat peneliti untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses


2. Memperkaya khasanah penelitian di bidang pendidikan kewirausahaan.


3.Sebagai bahan perbandingan untuk penelitian yang relevan berikutnya.


4. Sebagai bahan masukan kepada mahasiswa pada umumnya dan mahasiswa
   Fakultas Ekonomi pada khususnya tentang alternatif lain yang dapat diambil
   pasca kampus selain menjadi karyawan atau pekerja
                                    BAB II
                                KAJIAN PUSTAKA




2. 1 Kerangka Teoritis
     2. 1. 1 Pengetahuan Kewirausahaan

     Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, terbitan Balai

Pustaka, Jakarta, 2001, ilmu adalah pengetahuan atau kepandaian.


     Pengetahuan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi ilmu apabila

memenuhi tiga kriteria, yaitu obyek kajian, metoda pendekatan dan bersifat

universal. Tidak selamanya fenomena yang ada di alam ini dapat dijawab dengan

ilmu, atau setidaknya banyak pada awalnya ilmu tidak dapat menjawabnya. Hal

tersebut disebabkan ilmu yang dimaksud dalam terminologi di sini mensyaratkan

adanya fakta-fakta.


       Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau

disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada

deskripsi, hipotesis, konsep.


       Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman

inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori.

Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan pengamatan dan observasi

yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga
dapat berkembang menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat

melukiskan dan menggambarkan segala ciri, sifat, dan gejala yang ada pada objek

empiris tersebut. Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman

pribadi manusia yang terjadi berulangkali. Misalnya, seseorang yang sering

dipilih untuk memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan

pengetahuan tentang manajemen organisasi.


       Kewirausahaan     merupakan padanan kata dari entrepreneurship dalam

bahasa Inggris. Kata entrepreneurship sendiri berawal dari bahasa Perancis yaitu

entreprende yang berarti petualang, pencipta dan pengelola usaha. Istilah tersebut

diperkenalkan pertama kali oleh Richard Cantilon (1755). Istilah ini makin

populer setelah digunakan oleh pakar ekonomi J.B Say (1803) untuk

menggambarkan para pengusaha yang mampu memindahkan sumber-sumber

daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat produktivitas yang

lebih tinggi dan menghasilkan lebih banyak lagi.


       Menurut Soeharto Prawirakusumo (1997:1) “kewirausahaan juga dapat

diartikan sebagai „the backbone of economy‟, yaitu syaraf pusat perekonomian

atau „tailbone of economic‟, yaitu pengendali ekonomi suatu bangsa”


       Secara epistimologi, kewirausahaan merupakan suatu             nilai yang

diperlukan untuk memulai suatu usaha atau suatu proses dalam mengerjakan

suatu yang baru dan sesuatu yang berbeda.
       Hisrich-Peter (2005:535) menyatakan: “Intrapreneurship is one method

for stimulating and then capitalizing on individual in an organization who think

that something can be done differently and better”. Menurutnya kewirausahaan

adalah “suatu metoda menstimulasi individu di dalam organisasi yang mempunyai

pemikiran bahwa dia dapat melakukan sesuatu yang tampil beda dan hasil yang

lebih baik”.


       Zimmerer (dalam Suryana,2003:4) “Entrepreneurship is applying

creativity and innovation to solve the problem and to exploit opportunities the

people face everyday”. Menurutnya kewirausahaan adalah “penerapan kreativitas

dan   keinovasian   untuk   memecahkan     permasalahan    dan    upaya   untuk

memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari”. Kewirausahaan merupakan

gabungan dari kreativitas, keinovasian, dan keberanian menghadapi risiko yang

dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru.

Menurutnya kretivitas diartikan sebagi kemampuan untuk mengembangkan ide-

ide baru dan untuk menemukan cara-cara baru dalam memecahkan persoalan dan

menghadapi peluang.


       Sedangkan keinovasian diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan

kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk

mempertinggi dan meningkatkan taraf hidup .
       Kretivitas adalah “thingking new thing” (berpikir sesuatu yang baru),

sedangkan keinovasian adalah “doing new thing” (melakukan sesuatu yang baru).

Keberhasilan wirausaha akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu

yang baru atau sesuatu yang lama yang dilakukan dengan cara yang baru.


       Drucker (1996:20) menyatakan bahwa kewirausahaan adalah “suatu

kemampuan untuk menciptakan suatu yang baru dan berbeda”


       Kao (dalam Rambat Lupiyoadi,2004:3) , menyebut kewirausahaan sebagai

suatu proses. Yakni proses penciptaan sesuatu yang baru dan membuat sesuatu

yang berbeda dari yang sudah ada, tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan

individu dan nilai tambah bagi masyarakat. Sedangkan wirausaha mengacu pada

orang yang melaksanakan proses penciptaan kesejahteraan atau kekayaan dan

nilai tambah, melalui peneloran dan penetasan gagasan, memadukan sumber daya

dan merealisasikan gagasan tersebut menjadi kenyataan.


     Zimmer (2004:4), mengidentifikasi ciri-ciri wirausaha yang dibutuhkan

untuk mencapai keberhasilan adalah: (1) menyukai tanggung jawab, (2) lebih

menyukai risiko menengah, (3) keyakinan atas kemampuan mereka untuk

berhasil, (4) hasrat untuk mendapatkan umpan balik langsung, (5) tingkat energi

yang tinggi, (6) orientasi kedepan, (7) keterampilan mengorganisasi, (8) menilai

prestasi lebih tinggi dari pada uang.
     Gordon Pinchot (1985:85) menyatakan:


       Para individu tidak perlu melaksanakan hal-hal besar (big thing) agar
       pencapaian hasil kumulatif mereka akhirnya menyebabkan munculnya
       kinerja hebat bagi perusahaan dimana mereka bekerja, mereka jarang
       sekali merupakan para penemu (inventors) dari produk atau sistem yang
       menjadi “pendobrak perubahan” mereka juga jarang sekali melakukan
       sesuatu tindakan yang bersifat unik secara total, yang belum pernah
       dipikirkan oleh pihak lain di dalam organisasi yang bersangkutan.




       Pinchot (1985: 25). Pinchot, pendiri mazhab intrapreneur merumuskan

para pengusaha sebagai “setiap orang di antara pemimpi (dreamers) yang

melaksanakan”. Mereka yang menerima tanggung jawab langsung guna

menciptakan sesuatu inovasi di dalam sebuah organisasi,pengusaha merupakan

pencipta atau inovator, tetapi ia senantiasa merupakan seorang pemimpi yang

mengalihkan sebuah ide menjadi sebuah realitas yang menguntungkan.


     Pinchot (1985:27) menyatakan agar supaya pengusaha dapat berkembang di
dalam sebuah organisasi besar, perlu terdapat lima macam “faktor kebebasan”
sebagai berikut:

   1. Seleksi diri


   Perusahaan-perusahaan harus memberikan peluang kepada para inovator

   untuk mengemukakan ide-ide mereka, dan bukan menjadikan tanggung jawab

   untuk menghasilkan ide-ide baru, tanggung jawab yang ditugaskan kepada

   para individu atau kelompok.
   2. Jangan ide yang diciptakan di tengah jalan, diserahkan kepada pihak lain


   Setelah ide-ide muncul, para manajer harus membiarkan orang-orang yang

   menciptakan ide tersebut, melanjutkannya (menerapkannya) dan jangan

   menginstruksikannya untuk menyerahkan ide tersebut kepada pihak lain.


   3. Pihak yang melakukanlah yang mengambil keputusan.


   Kepada pihak yang memunculkan ide, perlu diberikan kebebasan tertentu

   untuk mengambil keputusan tentang pengembangan dan implementasi ide

   tersebut.


   4. Perlu diciptakan apa yang dinamakan waktu untuk membantu penciptaan

   inovasi atau perusahaan-perusahaan yang menyediakan dana dan waktu

   memfasilitasi inovasi.


   5. Akhirnya falsafah penemuan besar


   Pada beberapa perusahaan, terlihat gejala bahwa pimpinan puncaknya hanya

   berminat terhadap ide-ide inovatif, yang dapat menciptakan hasil-hasil luar

   biasa . Dalam kultur demikian pengusaha dikekang.


Salim Siagian, (1999:6), menyatakan kewirausahaan adalah:

       Semangat, perilaku dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang
       positif terhadap peluang. Memperoleh keuntungan untuk diri sendiri atau
       pelayanan yang baik pada pelanggan /masyarakat, dengan selalu berusaha
       mencari dan melayani langganan lebih banyak dan lebih baik serta
       menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan
       menerapkan cara kerja yang lebih efisien melalui keberanian mengambil
       risiko, kreatifitas dan inovasi serta kemampuan manajemen.

       Ahmad Rouzni Noor (1994:26), mengatakan kewirausahaan adalah

“seseorang yang memiliki keahlian inovasi dan kreasi serta kekuatan imajinasi

yang berorientasi kepada sasaran dan masa depan dengan kemampuan

kepemimpinannya berkeyakinan berhasil dan siap menanggung risiko”


       Ropke (1995:49), menyatakan bahwa kewirausahaan merupakan “fungsi

insentif sebagai implementasi dari penghargaan sosial atau hak bertindak,dan

lingkungan eksternal, kemampuan berkaitan langsung dengan faktor diri antara

lain kreativitas, inisiatif dan kepercayaan diri


   Sementara menurut Rully Indrawan (2004:105) “pengetahuan kewirausahaan

meliputi   pengetahuan     akan    teori-teori     kewirausahaan   dan   karakteristik

kewirausahaan itu sendiri”.


   Adapun menurut M. Scarborboug ada delapan karakteristik kewirausahaan
sebagai berikut:

   1. Desire for responsibility, yaitu memiliki rasa tanggung jawab akan selalu
       mawas diri
   2. Preference for moderate risk, yaitu lebih memilih resiko yang moderat.
       Artinya selalu menghindari resiko yang terlalu rendah maupun yang
       terlalu tinggi.
   3. Confidence in their ability to success, yaitu memiliki kepercayaan untuk
       sukses.
   4. Desire for immediate feedback, yaitu selalu menghendaki umpan balik
       dengan segera.
   5. High level of energy, yaitu memiliki semangat dan kerja keras yang tinggi
       untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih cerah.
   6. Future orientation, yaitu berorientasi serta memiliki perspektif wawasan
       jauh ke depan.
   7. Skill of organizing, yaitu memiliki keterampilan tambah.
   8. Value of achievement over money, yaitu lebih memilih prestasi daripada
       uang.
   9. Wirausaha selalu berkomitmen dalam melakukan tugasnya hingga
       memperoleh       hasil yang diharapkan. Ia tidak setengah-setengah dalam
       melakukan pekerjaannya. Karena itu ia selalu tekun, ulet dan pantang
       menyerah.        Tindakannya    tidak    didasari   dengan       spekulasi,
       melainkanperhitungan yang matang. Oleh sebab itu, wirausaha selalu
       berani mengambil resiko moderat, artinya resiko yang diambil tidak terlalu
       rendah. Keberanian wirausaha selalu didukung oleh komitmen yang kuat
       mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang hingga
       memperoleh hasil. Dengan semangat optimisme yang tinggi karena
       mendapatkan       hasil yang diharapkannya, maka selalu dikelola secara
       proaktif dan dipandang sebagai sumber daya bukan tujuan akhir.

2.1.2.Adversity intelligence

       Menurut Stoltz (2000:15) teori adversity intelligence adalah ”suatu
kemampuan untuk mengubah hambatan menjadi sebuah peluang keberhasilan
mencapai tujuan”.
Surkha (2001:33) menyatakan bahwa adversity adalah:

       Kemampuan berpikir, mengelola dan mengarahkan tindakan yang
       membentuk suatu pola-pola tanggapan kognitif dan perilaku atas stimulus
       peristiwa-peristiwa dalam kehidupan yang merupakan tantangan atau
       kesulitan.
Ditambahkan pula bahwa kesulitan yang dihadapi itu mempunyai beragam variasi

bentuk dan kekuatan dari sebuah tragedi yang besar sampai kelalaian yang kecil.


       Dalam kamus Inggris- Indonesia disebutkan bahwa adversity mempunyai

arti kesengsaraan atau     kemalangan dijelaskan dalam kamus besar bahasa

Indonesia sebagai penderitan atau kesusahan.


Menurut Stoltz (2000:81) adversity adalah:

        Merupakan hasil riset penting dari tiga cabang ilmu pengetahuan yaitu:
       psikologi kognitif, psikoneuroimunoilogi dan neurofisiologi. Kecerdasan
       dalam menghadapi rintangan meliputi dua komponen penting dari setiap
       konsep praktis, yaitu teori ilmiah dan penerapannya dalam kehidupan
       sehari-hari. Konsep tersebut telah diuji cobakan pada ribuan orang dari
       perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Kecerdasan dalam menghadapi
       rintangan dapat menentukan siapa akan berhasil melamppaui harapan-
       harapan atas kinerja dan potensi-potensi yang ada.



Menurut Stoltz, Adversity Intelligence melalui tiga bentuk:

       Pertama, kemampuan dalam menghadapi rintangan adalah suatu kerangka
       baru dalam memahami dan meningkatkan semua segi kesuksesan. Melalui
       riset-riset yang telah dilakukan kemampuan dalam menghadapi rintangan
       menawarkan apa saja yang diperlukan dalam meraih keberhasilan.
       Kedua, kemampuan dalam menghadapi rintangan mempunyai pengukur
       untuk meng rintangan pola-pola tersebut untuk pertama kalinya diukur,
       dipahami dan diubah.
       Ketiga, kemampuan dalam menghadapi rintangan merupakan serangkaian
       peralatan yang memiliki dasar ilmiah untuk memperbaiki respon individu
       terhadap kesulitan yang akan mengakibatkan perbaikan efektivitas
       pribadi dan profesional individu secara keseluruhan.




       Selain hal diatas kemampuan dalam menghadapi rintangan berkaitan

dengan memperbesar kendali dan pengakuan sambil mengurangi sikap

mempersalahkan diri sendiri, sikap membuat bencana dan sifat permanen yang

merusak.


       Cara suatu tim kerja dalam merespon kesulitan baik sendiri-sendiri

maupun bersama-sama akan mempunyai efek jangka panjang terhadap segi

keberhasilan dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Adanya pelatihan

kecerdasan dalam menghadapi rintangan bisa menciptkan semua organisasi

yang terus bertahan tatkala yang lainnya gagal atau menyerah.


       Kemampuan dalam menghadapi rintangan berlaku untuk individu, tim

dan perusahaan. Kemampuan dalam           menghadapai rintangan       menentukan

kemampuan untuk bertahan dan mendaki kesulitan serta meraih kesuksesan.

Kemampuan dalam menghadapi rintangan juga mempengaruhi pengetahuan,

kreativitas, produktivitas, usia, kinerja, motivasi, pengambilan resiko, perbaikan,

energi, vitalitas, stamina, kesehatan dan kesuksesan dalam pekerjaan yang

dihadapi.
       Bila mengukur kemampuan dalam menghadapi rintangan individu, yang

dilihat tidak hanya sekedar pengkategorian dalam menghadapi rintangan tinggi

dan kemampuan dalam menghadapi rintangan rendah karena kemampuan

dalam menghadapi rintangan merupakan suatu tantangan. Kemampuan dalam

menghadapi rintangan bukan masalah hitam dan putih, tinggi atau rendah namun

merupakan suatu derajat. Individu yang memiliki kemampuan dalam menghadapi

rintangan tinggi akan memiliki kemungkinn yang lebih besar dalam menikmati

manfaat-manfaat kemampuan dalam menghadapi rintangan yang tinggi.


       Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kemampuan dalam

menghadapi rintangan adalah suatu kemampuan untuk mengubah hambatan

menjadi sebuah peluang keberhasilan mencapai tujuan melalui kemampuan

berpikir, mengelola dan mengarahkan tindakan yang membentuk suatu pola-pola

tanggapan kognitif dan perilaku atas stimulus peristiwa- peristiwa dalam

kehidupan yang merupakan tantangan atau kesulitan.


Dimensi-dimensi Dalam Adversity Intelligence

       Menurut Stoltz (2000:54), adversity intelligence individu memiliki empat

dimensi, yaitu CO2RE (Control, Origin Ownership, Reach, Endurance)


a.Control (C)

       Dimensi ini ditujukan untuk mengetahui seberapa banyak kendali yang

dapat kita rasakan terhadap suatu peristiwa yang menimbulkan kesulitan. Hal
yang terpenting dari dimensi ini adalah sejauh mana individu dapat merasakan

bahwa kendali tersebut berperan dalam peristiwa yang menimbulkan kesulitan

seperti mampu mengendalikan situasi tertentu dan sebagainya.

b.Origin dan Ownership (02)

       Dimensi ini mempertanyakan siapa atau apa yang menimbulkan kesulitan

dan sejauh mana seseorang menganggap dirinya mempengaruhi dirinya sebagai

penyebab dan asal-usul kesulitan seperti penyesalan, pengalaman dan sebagainya



c.Reach (R)

       Dimensi ini merupakan bagian dari adversity intelligence yang

mengajukan pertanyaan sejauh mana kesulitan yang dihadapi akan menjangkau

bagian-bagian lain dari kehidupan individu seperti hambatan akibat panik,

hambatan akibat malas dan sebagainya.

d.Endurance (E)

       Dimensi keempat ini dapat diartikan ketahanan yaitu dimensi yang

mempertanyakan dua hal yang berkaitan dengan berapa lama penyebab kesulitan

itu akan berlangsung dan tanggapan individu             terhadap waktu   dalam

menyelesaiakan    masalah     seperti   waktu   bukan    masalah,   kemampuan

menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan sebagainya.

       Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mengetahui

kecerdasan    dalam menghadapi rintangan tidak cukup hanya mengetahui apa

yang diperlukakan untuk meningkatkannya, tetapi perlu diperhatikan dimensi-
dimensinya agar dapat memahami kecerdasan dalam menghadapi rintangan

sepenuhnya.

Individu dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam diri mereka didukung oleh

beberapa respon yang mengarahkan individu tersebut dalam pengambilan

keputusan. Ada beberapa respon yang mendorong individu dalam menghadapi

bebagai kesulitan dalam diri mereka



Menurut Stoltz (2000:78) ada tiga respon terhadap kesulitan yaitu:


a.Mereka yang berhenti (Quitters)

Yaitu individu yang memilih keluar menghindari          kewajiban, mundur dan

berhenti. Mereka meninggalkan dorongan untuk mendaki, dan kehilangan banyak

hal yang ditawarkan oleh kehidupan. Quitters dalam bekerja memperlihatkan

sedikit ambisi, motivasi yang rendah dan mutu dibawah            standar. Mereka

mengambil resiko sedikit mungkin dan biasanya tidak kreatif, kecuali pada saat

harus menghadapi tantangan yang besar.

b.Mereka yang berkemah (Campers)

Karena bosan beberapa individu menghindari pendakiannya sebelum sampai

dipuncak dan mencari tempat yang datar dan rata serta nyaman sebagai tempat

sembunyi dari situasi yang tidak bersahabat. Mereka puas dengan apa yang telah

mereka raih, dan telah merasa dirinya sebagai individu yang berhasil. Mereka

tidak lagi mengembangkan diri melainkan hanya mempertahankan agar apa yang
mereka     raih tetap mereka miliki. Campers masih menunjukkan sejumlah

inisiatif, sedikit motivasi dan beberapa usaha. Campers bisa melakukan pekerjaan

yang menuntut kreativitas dan mengambil resiko dengan penuh perhitungan

tetapi meereka biasanya mengambil resiko dengan jalan yang aman. Kreativitas

dan kesediaan mengambil resiko hanya dilakukan dalam bidang-bidang yang

ancamannya kecil. Lama-kelaman campers akan kehilangan keunggulannya,

menjadi lamban dan lemah serta kinerjanya terus merosot.

c.Para pendaki (Climbers)

Yaitu pemikir yang selalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan dan tidak

pernah membiarkan usia, jenis kelamin, ras, cacat fisik atau mental atau hambatan

lainnya menghambat pendakiannya. Tanpa menghiraukan latar belakang,

keuntungan maupun kerugian, nasib baik atau nasib buruk mereka yang tergolong

Climbers akan terus mendaki. Climbers menyambut baik tantangan-tantangan

dan mereka bisa memotivasi sendiri, serta selalu mencari cara-cara baru untuk

berkembang dan berkontribusi pada organisasi, sehingga tidak berhenti pada

gelar atau jabatan saja. Climbers bekerja dengan visi, penuh inspirasi dan selalu

menemukan cara untuk membuat sesuatu menjadi yang terbaik dalam

pekerjaannya.

         Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dari ketiga

karakteristik tersebut   Climbers merupakan bagian potensi diri individu yang

memperbesar kontribusi individu dalam belajar.
2.1.3 Intensi Berwirausaha


Menurut Santoso (1995:21) intensi adalah:


       Hal-hal diasumsikan dapat menjelaskan faktor-faktor motivasi serta
       berdampak kuat pada tingkah laku. Hal ini mengindikasikan seberapa
       keras seseorang berusaha dan seberapa banyak usaha yang dilakukan
       agar perilaku yang diinginkan dapat dilakukan.



Menurut Fishben dan Ajzen (1975:21) intensi adalah :


       Prediktor sukses dari perilaku karena ia menjembatani antara sikap dan
       perilaku. Intensi dipandang sebagai ubahan yang paling dekat dari individu
       untuk melakukan perilaku, maka dengan demikian intensi dapat dipandang
       sebagai hal khusus dari keyakinan yang objeknya selalu individu.

Menurut Ancok (1992:33) intensi dapat didefenisikan sebagai:

        Niat seseorang untuk melakukan suatu perilaku. Intensi merupakan
       sebuah istilah yang terkait dengan tindakan dan merupakan unsur yang
       penting dalam sejumlah tindakan, yang menunjukkan pada keadaan
       pikiran seseorang yang diarahkan untuk melakukan sesuatu tindakan ,
       yang senyatanya dapat atau tidak dapat dilakukan dan diarahkan entah
       pada tindakan sekarang atau pada tindakan yang akan datang. Intensi
       memainkan peranan yang sangat khas dalam mengarahkan tindakan ,
       yakni menghubungkan antara pertimbangan yang mendalam yang
       diyakini dan diinginkan oleh seseorang dengan tindakan tertentu.

       Berdasarkan         uraian diatas dapat disimpulkan bahwa intensi adalah
kesungguhan niat seseorang untuk melakukan perbuatan atau memunculkan
suatu perilaku tertentu.
       Adapun berwirausaha adalah proses melakukan usaha dengan semangat,

sikap, perilaku, yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan
cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam

rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan dan memperoleh keuntungan

yang lebih besar. Berwirausaha adalah proses yang mempunyai resiko tinggi

untuk menghasilkan nilai tambah produk yang bermanfaat bagi masyarakat dan

mendatangkan kemakmuran bagi wirausahawan

      Berwirausaha adalah usaha untuk menciptakan nilai dengan peluang

bisnis, berani mengambil resiko dan melakukan komunikasi serta keterampilan

melakukan mobilisasi agar rencana dapat terlaksana dengan baik

      Menurut Pekerti (1999:87) bahwa wirausaha adalah ”Individu       yang

mendirikan, mengelola ,mengembangkan dan melembagakan            perusahaan

miliknya sendiri dan individu yang dapat   menciptkan kerja bagi orang lain

dengan berswadaya”.



Menurut Hadipranata (1999:53) menyatakan seorang wirausaha adalah:


      Sosok pengambil resiko yang diperlukan untuk mengatur dan mengelola
      bisnis serta menerima keuntungan finansial maupun imbalan non materi ,
      wirausaha adalah orang yang mengambil resiko dalam bisnis untuk
      memperoleh keuntungan.

      Berdasarkan beberapa pendapat diatas berwirausaha adalah usaha untuk
menciptakan bisnis harus berani mengambil resiko untuk memperoleh
keuntungan.
      Telah diterangkan diatas bahwa pengertian intensi adalah kesungguhan
niat seseorang untuk melakukan perbuatan atau memunculkan suatu perilaku
tertentu dan pengertian wirausaha adalah kemampuan individu dalam menangani
usaha yang mengarah pada upaya menciptakan pekerjaan dan menerapkan cara
kerja.
         Dari pendapat tentang intensi dan wirausaha yang telah dikemukakan ,
intensi berwirausaha adalah keinginan/ niat yang ada pada diri seseorang untuk
melakukan suatu tindakan wirausaha.
         Keinginan    berwirausaha       muncul     apabila   seseorang   berani
mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses berwirausaha meliputi
semua fungsi, aktivitas dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang
dan menciptakan organisasi untuk mengejar peluang tersebut.
         Merdith (dalam Suryana 2006:17) menyatakan : ”berwirausaha berarti
memadukan watak pribadi, keuangan dan sumber daya”.
Oleh karena itu berwirausaha merupakan suatu pekerjaan atau karir yang harus
bersifat fleksibel dan imajinatif, mampu merencanakan, mengambil resiko,
keputusan dan tindakan untuk mencapai tujuan.
         Dalam berwirausaha selalu berkomitmen dalam melakukan tugasnya
hingga memperoleh hasil yang diharapkannya. Ia tidak setengah-setengah dalam
pekerjaannya.Karena itu, ia selalu tekun, ulet dan pantang menyerah.
Tindakannya tidak didasari oleh spekulasi melainkan perhitungan yang matang.
         Selanjutnya Suparman (dalam Humalik 1990:55) mengatakan bahwa ciri-
ciri dari seorang wirausahawan adalah:
    1. Mempunyai keberanian untuk mengambil resiko dalam menjalankan
         usahanya unutk mengejar profit yang merupakan imbalan dari kerjanya
    2. Mempunyai daya kreasi, imajinasi dan kemampuan yang sangat tinggi
         untuk menyesuaikan diri dengan keadaan, mempunyai semangat dan
         kemampuan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi.
    3. Selalu    mengutamakan     efisiensi   dan   penghematan   biaya   operasi
         perusahaan. Mempunyai kemampuan untuk menarik bawahan atau partner
         usaha yang mempunyai kemampuan-kemampuan tinggi.
    4. Mempunyai cara yang tepat, sistematis dan metodologis
5. Tidak konsumtif, selalu menanamkan kembali keuntungan yang diperoleh
   baik untuk memperluas usaha yang sudah ada dan menanamkannya pada
   usaha-usaha yang baru.
Menurut Suryana (2006:30) adapun yang             menjadi ciri-ciri umum
wirausahawan adalah:
1. Memiliki motif berprestasi yang tinggi
   Seorang wirausaha selalu berprinsip bahwa apa yang dilakukan merupakan
   usaha optimal unutk menghsilkan nilai yang maksimal. Artinya wirausaha
   melakukan sesuatu hal secara tidak asal-asalan, sekalipun hal tersebut
   dapat dilakukan oleh orang lain. Nilai prestasi merupakan hal yang justru
   membedakan antara hasil karyanya sebagai seorang wirausaha dengan
   orang lain yang tidak memiliki jiwa kewirausahaan.
2. Memiliki perspektif ke depan
3. Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan. Setiap saat mencapai
   target, sasaran atau impian maka segeralah membuat impian baru yang
   dapat memacu serta memberi antuasiasme kepada kita untuk mencapainya.
   Biasakanlah memiliki target harian, bulanan, tahunan baik berupa
   peningkatan prestasi omset usaha, tingkat keuntungan maupun banyak hal
   yang lainnya.
4. Memiliki kreativitas yang tinggi
   Seorang wirausaha umumnya memiliki daya kreasi dan inovasi yang lebih,
   hal-hal yang belum terpikirkan oleh orang lain sudah terpikir olehnya dan
   wirausaha mampu membuat hasil inovasinya tersebut menjadi permintaan.
5. Memiliki sifat inovasi yang tinggi
   Seorang wirausaha harus menerjemahkan mimpi-mimpinya menjadi
   inovasi unutk mengembangkan bisnisnya. Jika impian dan tujuan
   merupakan fondasi bangunan hidup dan bisnis, maka inovasi dapat
   diibaratkan sebagai pilar-pilar yang menunjang kukuhnya hidup dan
   bisnis.
6. Memiliki komitmen terhadap pekerjaan
   Menurut Sony Sugema (2003:11), terdapat 3 hal yang harus dimiliki oleh
   seorang wirausaha yang sukses yaitu, mimpi, kerja keras dan ilmu. Ilmu
   yang disertai kerja keras namun tanpa impian bagaikan perahu yang
   berlayar tanpa tujuan. Impian yang disertai dengan ilmu tanpa kerja keras
   seperti orang petapa. Impian yang disertai kerja keras tanpa ilmu ibarat
   berlayar tanpa nahkoda, tidak jelas kemana arah tujuan. Sering kali orang
   berhenti diantara sukses dan kegagalan. Namun seorang wirausaha yang
   menancapkan komitmen yang kuat dalam pekerjaannya tidak akan
   menyerah begitu saja.
7. Memiliki tanggung jawab
   Ide dan perilaku seorang wirausaha tidak terlepas dari tuntutan tanggung
   jawab. Oleh karena itu komitmen sangat diperlukan dalam pekerjaan
   sehingga mampu melahirkan tanggung jawab. Indikator orang yang
   bertanggung jawab adalah berdisiplin tinggi dan selau konsisten.
8. Memiliki keberanian menghadapi resiko
   Seorang wirausaha harus berani menghadapi resiko. Semakin besar resiko
   yang dihadapinya semakin besar pula kesempatan untuk meraih
   keuntungan. Berani mengambil resio telah diperhitungkan sebelumnya
   merupakan kunci awal dalam dunia usaha.
9. Memiliki kemandirian
   Orang yang mandiri adalah orang yang tidak suka mengandalkan orang
   lain tetapi mengoptimalkan seluruh daya dan upaya yang dimilikinya
   sendiri.
10. Selalu mencari peluang
   Seorang wirausaha sejati mampu melihat sesuatu dalam perspektif atau
   dimensi yang berlainan pada satu waktu. Bahkan, ia juga mampu
   melakukan beberapa hal sekaligus dalam satu waktu. Kemampuan inilah
   yang membuat ia piawai dalam menangani berbagai persoalan yang
       dihadapi oleh perusahaan. Semakin tinggi kemampuan seorang wirausaha
       dalam mengerjakn berbagai tugas sekaligus, semakin besar pula
       kemungkinan untuk mengubah peluang menjadi sumber daya produktif.
   11. Memiliki jiwa kepemimpinan
       Untuk dapat      menggunakan waktu         dan   tenaga orang lain dalam
       mengelola dan menjalankan bisnisnya, seorang wirausaha harus memiliki
       kemampuan dan semangat untuk mengembangkan orang-orang yang
       disekelilingnya. Jiwa kepemimpinan sebagai faktor penting untuk dapat
       mempengaruhi kinerja orang lain, memberikan sinergi yang kuat demi
       tercapainya suatu tujuan. Sikap orang yang memiliki kepemimpinan dapat
       tercermin dari pada praktek sehari-hari.




2.2 Penelitian Yang Relevan

       Studi empiris pada siswa SMKN 7 Yogyakarta terkait hubungan adversity

intelligence dengan intensi berwirausaha.

       Penelitian ini bertujuan untuk menguji korelasi (hubungan) antara

adversity intelligence dan intensi berwirausaha. Data diperoleh (dikumpulkan )

melalui penyebaran kuesioner. Responden dalam penelitian ini mewakili

siswa/siswi SMKN 7 Yogyakarta. Korelasi antara adversity intelligence dan

intensi berwirausaha dianalisis dengan menggunakan korelasi Pearson Product

Moment. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang positif

dan signifikan antara adversity intelligence dan intensi berwirausaha. Hasil analisa
menunjukkan bahwa kontribusi variabel adversity intelligence dengan intensi

berwirausaha adalah 11 % sedangkan 89 % lainnya dijelaskan dengan faktor lain.

          Studi empiris terhadap siswa kelas XI jurusan Tata Busana SMK

Pembangunan Daerah Lubuk Pakam               terkait dengan pengaruh minat

berwiraswasta terhadap prestasi belajar kewirausahaan.

       Berdasarkan perhitungan statistik variabel terhadap X yaitu minat

berwiraswasta dan variabel Y yaitu prestasi belajar kewirausahaan, melalui

penggunaan      regresi     linear sederhana didapat sebuah persamaan yang

menyatakan semakin tinggi minat berwirausaha siswa maka semakin baik prestasi

belajar kewirausahaan siswa yang bisa dilihat dari pengetahuan kewirausahaan

mereka.

       Minat merupakan hal yang penting dalam berprestasi, karena dengan

adanya minat seseorang akan terdorong untuk melakukan pekerjaannya dengan

baik termasuk dalam berbuat prestasi. Minat berkaitan dengan adanya keinginan

dan keterkaitan diri yang muncul dari dalam diri seseorang melalui adanya

keberanian,    ketekunan,   ketangguhan   dalam    memenuhi   kebutuhan    dan

memecahkan permasalahan hidupnya dengan segala kekuatan dan kemampuan

yang ada pada diri individu tersebut dengan indikatornya yaitu, keberanian,

mengambil resiko , memiliki tanggung jawab dan komitmen, berorientasi ke

masa depan dan dinamis, terdapat motivasi yang tinggi yang memiliki

kemampuan dan keahlian.
       Pengetahuan kewirausahaan          yang bisa dilihat dari kemampuan yang

dimiliki tentang kewirausahaan bisa didapatkan dari membaca buku maupun

literatur yang mendukung, dari ceramah maupun mata kuliah. Pengetahuan ini

akan sangat mendukung intensi berwirausahaa mahasiswa.

       Adversity intelligence merupakan kecerdasan untuk melihat kesempatan

pada setiap tantangan yang ada. Kecerdasan inilah yang akan memungkinkan

seseorang akan bertahan ketika dalam melakukan usaha terjadi hal-hal yang tidak

diinginkan. Seseorang yang memiliki kecerdasan ini akan mampu melakukan

inisiatif dan inovasi terus-menerus.



2.3 Kerangka Berpikir
       Setelah menguraikan dari berbagai penjelasan maka dapat diambil suatu
kerangka berpikir sebagai berikut:
       Pengetahuan     kewirausahaan      sangatlah   penting   diberikan   kepada
mahasiswa. Sebagai bekal untuk hidup di tengah-tengah masyarakat. Pengetahuan
kewirausahaan akan mendukung           intensi berwirausaha mahasiswa, disamping
aspek- aspek yang lain. Namun demikian, pengetahuan kewirausahaan tidaklah
cukup unutk menjadikan mahasiswa menggeluti dan tegar dalam berwirausaha.
Karena wirausaha identik dengan ketidakpastian, tantangan-tantangan dan
rintangan yang sedikit banyaknya akan menyurutkan langkah atau setidaknya
menggoyahkan keinginan dan semangat mahasiswa untuk berwirausaha. Karena
itu, diperlukan satu kecerdasan lagi yaitu adversity intelligence. Kecerdasan
untuk menjadikan tantangan sebagai peluang atau kesempatan
       Jika pengetahuan kewirausahaan serta adversity intelligence mahasiswa
tinggi maka besar kemungkinan akan lahir pengusaha-pengusaha yang akan
mampu menciptakan lapangan kerja. Untuk diri sendiri maupu lingkungan
sekitarnya. Yang pada akhirnya akan membantu pemerintah dalam mengurangi
jumlah pengangguran serta upaya peningkatan pendapatan masyarakat.
       Pengetahuan kewirausahaan dan adversity intelligence bukanlah sesuatu
yang muncul dengan dengan tiba-tiba, tetapi ia butuh proses pembelajaran dan
pengasahan terus-menerus. Jika pihak-pihak seperti keluarga, lingkungan kampus
dan lingkungan masyarakat memberikan dukungan penuh tehadap tumbuh dan
berkembangnya pengetahuan kewirausahaan, maka dapat dipastikan mahasiswa
pada khususnya dan masyarakat pada umumnya akan melahirkan pengusaha-
pengusaha yang      akan memberikan sumbangsih terhadap perbaikan ekonomi
bangsa.




2.4 Pengajuan Hipotesis
       Berdasarkan rumusan masalah, kerangka teoritis, kerangka berpikir maka,
hipotesis dalam penelitian ini dapat diajukan adalah: “Terdapat hubungan yang
positif dan signifikan antara pengetahuan kewirausahaan dan adversity
intelligence    dengan   intensi   berwirausaha   baik   sendiri-sendiri   maupun
keseluruhan.”
                                 BAB III

                     METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

   Adapun lokasi penelitian yang penulis tetapkan dalam        penelitian ini
adalah   mahasiswa    Jurusan   Pendidikan    Ekonomi    Fakultas   Ekonomi
Universitas Negeri Medan Angkatan 2008 yang berlokasi di Jln. Williem
Iskandar Pasar V Medan. Penelitian ini akan dilaksanakan setelah proposal ini
diseminarkan.




3.2 Populasi dan Sampel Penelitian

3.2.1 Populasi Penelitian

   Populasi menurut adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta
ciri-ciri yang telah ditetapkan. Jadi, yang dimaksud dengan populasi adalah
keseluruhan subyek atau unit penelitian yang akan dianalisis. Maka, yang
menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan
Pendidikan Ekonomi Program Tata Niaga Stambuk 2008 Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Medan. Terdiri dari 3 kelas, masing-masing kelas terdiri
dari 36 orang mahsiswa. Sehingga jumlah populasi mahasiswa yang tersebar
adalah 108 orang.

3.2.2 Sampel Penelitian

   Sampel penelitian adalah sebagian atau keseluruhan dari jumlah populasi.
Dalam hal ini karena jumlah populasi hanya terdiri dari 108 orang, maka
peneliti mengangkat semua populasi penelitian menjadi sampel penelitian
(total sampling), yaitu sebanyak 108 orang.
3.3 Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional

3.3.1 Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini digunakan 2 (dua) variable, yaitu:

   1. Variabel Bebas (X1)         : Pengetahuan Kewirausahaan

       Variabel Bebas (X2)        : Adversity Intelligence

   2. Variabel Terikat (Y)        : Intensi Berwirausaha

3.3.2 Defenisi Operasional

     Pengetahuan kewirausahaan adalah pengetahuan yang mencakup
kegiatan yang dibutuhkan dalam menciptakan atau melaksanakan kegiatan
usaha meski dalam kondisi dimana komponen fungsi produksinya belum
diketahui sepenuhnya

     Adversity intelegence adalah suatu kemampuan untuk mengubah
tantangan menjadi peluang untuk mencapai tujuan.

     Intensi berwirausaha adalah keinginan atau niat yang mendalam yang
ada pada diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan usaha.




3.4 Teknik Pengumpulan Data

     Untuk memperoleh data-data dari lapangan sebagai bahan penyusunan
penulisan ini, maka yang menjadi teknik pengumpulan data yang dilakukan
penulis adalah sebagai berikut:
a. Angket

       Angket yaitu sejumlah pertanyaan yang dimuat dalam daftar untuk
memperoleh data yang dibagikan kepada responden uji coba untuk dijawab
tentang berwirausaha dan adversity intelegence. Jumlah pertanyaan ada 75 item
dengan perincian.


                                    Tabel 1
                    Lay out Angket Pengetahuan Kewirausahaan
No          Variabel Penelitian                     Indikator              No Item
1    Pengetahuan Kewirausahaan           Pemahaman          tentang   teori 1-12
                                         kewirausahaan
                                         Karakteristik kewirausahaan       13-25




                                    Tabel 2
                       Lay out Angket Adversity Intelligence
No          Variabel Penelitian                     Indikator              No Item
1    Adversity Intelligence              Control                           1-6
                                         Penghargaan pada diri sendiri     7-12
                                         Keterkaitan     satu    peristiwa 13-18
                                         dengan yang lain
                                         Kemampuan          menyelesaikan 19-25
                                         masalah dengan cepat
                                       Tabel 3
                        Lay out Angket Intensi Berwirausaha

No              Variabel Penelitian                   Indikator           No Item
1        Intensi Berwirausaha              Keberanian mengambil resiko    1-4
                                           Berorientasi ke masa depan     5-6
                                           Mengambil resiko moderat       7-8
                                           Keinginan berprestasi          9-10
                                           Menyelesaikan pekerjaan        11-12
                                           Dinamis                        13-16
                                           Kemampuan bekerjasama          17-20
                                           Hasrat mendapatkan pengakuan   21-23
                                           Motivasi yang tinggi           24-25




Setiap pertanyaan dalam angket terdapat 4 option dengan bobot nilai sebagai

berikut

    a.    Option (1) bobot nilai = 4

    b.    Option (2) bobot nilai = 3

    c.    Option (3) bobot nilai = 2

    d.    Option (4) bobot nilai = 1
  3.5 Uji Coba Instrumen

           Sebelum angket ini digunakan dalam penelitian , angket terlebih dahulu

  diujicobakan pada mahasiswa lain yang sejenis untuk melihat keterandalan dari

  angket. Suatu instrument yang baik harus memiliki dua persyaratan yaitu uji

  validitas dan reliabilitas.

  3.5.1 Uji Validitas.

                 Yaitu tingkat ketepatan suatu tes dalam mengukur apa yang hendak

      diukur secara tepat, maka digunakan rumus produk moment:

      rxy =
                         n  xy   x  y 
                                                                     (Arikunto   : 2006 : 176)
                n  x   2
                               x 
                                    2
                                        n  y   2
                                                        y 
                                                             2
                                                                 
Dimana :

rxy        :   koefisien korelasi antara variable x dan y

 xy       : jumlah perkalian skor x dan y


x     2
           : jumlah kuadrat skor distribusi x


y     2
           : jumlah kuadrat skor distribusi y

N = jumlah sampel

 x = jumlah skor distribusi x
 y = jumlah skor distribusi y
           Angket instrument dinyatakan valid apabila rhiitung > rtabel pada taraf

signifikan dengan alpha = 5%. Demkian sebaliknya.
a.Validitas Angket Pengetahuan Kewirausahaan

             Setelah dilakukan uji coba instrumen maka diperoleh hasil validitas angket

pengetahuan kewirausahaan item nomor 1 adalah sebagai berikut:

  x = 69
  y =1546
 xy = 4940
x      2
            = 247


y      2
            = 123.100


N = 20

Sehingga rhitung adalah:

                     n  xy   x  y 
rxy =
            n  x   2
                           x 
                                2
                                    n  y   2
                                                    y 
                                                         2
                                                             

rxy =                     20.4940  (69)(1546)
            20.247  (69) 20.123.100  (1546) 
                                    2                            2




                 = 0,478

Validitas angket item nomor 1 diperoleh 0,495 kemudian dibandingkan dengan
rtabel pada alpha = 0,05 maka diperoleh rtabel sebesar 0,444. Jadi dapat disimpulkan
bahwa rhitung > rtabel ( 0,495 > 0,444 ). Dengan demikian angket pengetahuan
kewirausahaan nomor 1 adalah valid. Untuk kevalidan soal berikutnya dapat
dilihat pada tabel berikut:
                               Tabel 4

Ringkasan Hasil Perhitungan Validitas Angket Pengetahuan Kewirausahaan

         No       Rhitung        Rtabel         Keterangan
        Butir

         1        0,478          0,444             Valid

         2        0,330          0,444          Tidak Valid

         3        0,688          0,444             Valid

         4        0,614          0,444             Valid

         5        0,659          0,444             Valid

         6        0,689          0,444             Valid

         7        0,763          0,444             Valid

         8        0,716          0,444             Valid

         9        0,615          0,444             Valid

         10       0,611          0,444             Valid

         11       0,564          0,444             Valid

         12       0,531          0,444             Valid

         13       0,583          0,444             Valid

         14       0,562          0,444             Valid

         15       0,574          0,444             Valid

         16       0,652          0,444             Valid
                17                  0,642                    0,444     Valid

                18                  0,589                    0,444     Valid

                19                  0,594                    0,444     Valid

                20                  0,591                    0,444     Valid

                21                  0,534                    0,444     Valid

                22                  0,516                    0,444     Valid

                23                  0,619                    0,444     Valid

                24                  0,437                    0,444   Tidak Valid

                25                  0,500                    0,444     Valid




b. Validitas Angket Adversity Intelligence


 x = 65
  y =1551
 xy = 5177
x      2
            = 227


y      2
            = 122.275


N = 20

Sehingga rhitung adalah:


                     n  xy   x  y 
rxy =
            n  x   2
                           x 
                                2
                                    n  y   2
                                                    y 
                                                         2
                                                             
rxy =            20.5177  (65)(1551)
        20.227  (65) 20.122.575  (1551) 
                       2                    2




= 0,543

          Validitas angket item nomor 1 diperoleh 0,543 kemudian dibandingkan
dengan rtabel pada alpha = 0,05 maka diperoleh rtabel sebesar 0,444. Jadi dapat
disimpulkan bahwa rhitung > rtabel ( 0,543 > 0,444 ). Dengan demikian angket
pengetahuan kewirausahaan nomor 1 adalah valid. Untuk kevalidan soal
berikutnya dapat dilihat pada tabel berikut:

                                        Tabel 5

           Hasil Perhitungan Validitas Angket Adversity Intelligence

            No             r hitung            r tabel   Keterangan

             1              1,033               0,444       Valid

             2              0,581               0,444       Valid

             3              0,387               0,444    Tidak Valid

             4              0,475               0,444       Valid

             5              0,427               0,444       Valid

             6              0,658               0,444       Valid

             7              0,499               0,444       Valid

             8              0,499               0,444       Valid

             9              0,401               0,444    Tidak Valid

            10              0,527               0,444       Valid

            11              1,158               0,444       Valid

            12              1,146               0,444       Valid
            13             0,530       0,444     Valid

            14             0,701       0,444     Valid

            15             0,516       0,444     Valid

            16             0,585       0,444     Valid

            17             1,140       0,444     Valid

            18             0,356       0,444   Tidak Valid

            19             0,573       0,444     Valid

            20             0,662       0,444     Valid

            21             0,516       0,444     Valid

            22             0,527       0,444     Valid

            23             0,554       0,444     Valid

            24             1,140       0,444     Valid

            25             0,981       0,444     Valid



c. Validitas Angket Intensi Berwirausaha


 x = 49
 y =1348
 xy = 4022
x   2
         = 2407


y   2
         = 319.178


N = 20

Sehingga rhitung adalah:
rxy =
                 n  xy   x  y 
        n  x   2
                       x 
                              2
                                  n  y   2
                                                  y 
                                                       2
                                                           
                         20.4022  (49)(1348)
        20.2407  (49) 20.319.178  (1348)                      
rxy =
                                  2                            2




    = 0,564

         Validitas angket item nomor 1 diperoleh 0,564 kemudian dibandingkan
dengan rtabel pada alpha = 0,05 maka diperoleh rtabel sebesar 0,444. Jadi dapat
disimpulkan bahwa rhitung > rtabel ( 0,543 > 0,444 ). Dengan demikian angket intensi
berwirausaha nomor 1 adalah valid. Untuk kevalidan soal berikutnya dapat dilihat
pada tabel berikut:




                                                       Tabel 6

            Hasil Perhitungan Validitas Angket Intensi Berwirausaha

                 No                   r hitung                 r tabel   Keterangan

                     1                 0,564                   0,444       Valid

                     2                 0,535                   0,444       Valid

                     3                 0,579                   0,444       Valid

                     4                 0,692                   0,444       Valid

                     5                 0,609                   0,444       Valid

                     6                 0,467                   0,444       Valid

                     7                 0,629                   0,444       Valid

                     8                 0,638                   0,444       Valid

                     9                 0,463                   0,444       Valid
             10          0,665                 0,444        Valid

             11          0,808                 0,444        Valid

             12          0,540                 0,444        Valid

             13          0,477                 0,444        Valid

             14          0,584                 0,444        Valid

             15          0,467                 0,444        Valid

             16          0,479                 0,444        Valid

             17          0,529                 0,444        Valid

             18          0,550                 0,444        Valid

             19          0,455                 0,444        Valid

             20          0,527                 0,444        Valid

             21          0,448                 0,444        Valid

             22          0,793                 0,444        Valid

             23          0,467                 0,444        Valid

             24          0,618                 0,444        Valid

             25          0,563                 0,444        Valid




3.5.2   Uji Reabilitas

a.Uji Reabilitas Angket Pengetahuan Kewirausahaan

Langkah pertama yang harus dilakukan terlebih dahulu mencari varians butirnya


                                      x2 
                                               x 2
dengan menggunakan rumus:  1 
                                 2              N
                                          N
           247 
                   69     2



   12                20
               20
    =1,660
   Varians total dihitung dengan rumus:

           Y 2 
                     Y 2
   12                 N
                   N

           123.100 
                            15492
                                20             3594,2
   12                               = 1 
                                         2
                                                      =179,71
                       20                        20
   Maka Reliabilitas angket pengetahuan kewirausahaan adalah:


          k    Gb 
                         2
   r11 =        1   2 
          k  1 
                      G  


          20   25,885 
   r11 =         1       = 0,877
          20  1  179,71 
Berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas angket diketahui jumlah varians 1,660

dan varians total 179,71 sehingga diperoleh r11= 0,877. Nilai tersebut di

interpretasikan dengan indeks korelasi yang diberikan oleh Sugiyono (2006:193).

Dimana:

0,800-0,900 = Sangat kuat

0,600-0,799 = Kuat

0,400-0,599 = Sedang

0,200-0,399 = Sangat rendah
Jadi, tingkat realibilitas angket pengetahuan kewirausahaan untuk soal nomor 1

adalah tergolong sangat kuat dan dapat digunakan untuk mengumpulkan data

penelitian. Untuk soal angket berikutnya dapat dilihat pada lampiran.

b. Reliabilitas Angket Adversity Intelligence

Langkah pertama yang harus dilakukan terlebih dahulu mencari varians butir
dengan menggunakan rumus:



         x2 
             2      x2 2
                                      227 
                                              65 
                                                 2


12                  N       12             20
                 N                       20
    =10,905
Varians total dihitung dengan rumus:

        Y   2
                 
                    Y 2             122.275 
                                                 15512
12                 N        = 1 
                                 2                    20
                 N                              20
     =17,49
Maka Reliabilitas angket adversity intelligence adalah:


       k    Gb 
                       2
r11 =        1  G 2 
       k  1 
                        
                         

       25   10,905 
r11 =          1      = 0,543
       25  1  17,49 
              
Nilai tersebut di interpretasikan dengan indeks korelasi yang diberikan oleh

Sugiyono (2006:193). Dimana:

0,800-0,900 = Sangat kuat

0,600-0,799 = Kuat
0,400-0,599 = Sedang

0,200-0,399 = Sangat rendah

Jadi, tingkat realibilitas angket adversity intelligence untuk soal nomor 1 adalah

tergolong sedang dan dapat digunakan untuk memperoleh data penelitian. Untuk

soal angket berikutnya dapat dilihat pada lampiran.

c. Reliabilitas Angket Intensi Berwirausaha
Langkah pertama yang harus dilakukan terlebih dahulu mencari varians butir
dengan menggunakan rumus:



        x   2
                 
                    x 2                976 
                                                  61 
                                                     2


12                  N        = 1 
                                  2                20
                 N                           20
    =8,330


Varians total dihitung dengan rumus:

        Y 2 
                      Y 2                319.178 
                                                              13482
12                   N        = 1 
                                      2                         20
                  N                                      20
     =11,474
Maka Reliabilitas angket intensi berwirausaha adalah:

       k    Gb 
                       2
r11 =         1       
       k  1 
             
                     2
                    G   

       20          8,330 
r11 =         1  11,474  = 0,898
       20  1            
Nilai tersebut di interpretasikan dengan indeks korelasi yang diberikan oleh

Sugiyono (2006:193). Dimana:
0,800-0,900 = Sangat kuat

0,600-0,799 = Kuat

0,400-0,599 = Sedang

0,200-0,399 = Sangat rendah

Jadi, tingkat realibilitas angket intensi berwirausaha untuk soal nomor 1 adalah

tergolong sangat kuat dan dapat digunakan untuk memperoleh data penelitian.

Untuk soal angket berikutnya dapat dilihat pada lampiran.



3.6 Teknik Analisis Data

       Untuk mengetahui tingkat pemerataan hubungan antara ketiga variabel

digunakan rumus korelasi ganda (Arikunto, 2006:232)



            r 2Yx1  r 2Yx2  2rYx1.rYx2 .rx1 x2
RYx1 x2 
                        1  r 2 x1 x2

Dimana:

RYx1 x2  koefisien korelasi x2 dan x2 dengan Y

rYx1   = koefisien korelasi x1 dengan Y

rYx2   = koefisien korelasi x2 dengan Y

rx1x2 = koefisien korelasi x1 dengan x2

Dan untuk menghitung :

   1. Koefisien korelasi x1 dengan Y yaitu
                     n x1Y    x1  Y 
      rx1 y 
                 n x  x  n Y  Y  
                          1
                              2
                                      1
                                              2            2       2




      2. Koefisien korelasi x2 dengan Y yaitu


    rx 2 y 
                                          
                    n x 2Y    x 2  Y       
                n x  x  n Y  Y  
                      2
                          2
                                  2
                                          2            2       2




Dimana:

rxy       : koefisien     korelasi

n         : jumlah sampel

x         : variabel bebas (x1 dan x2)

Y         : variabel terikat

Untuk mengetahui linieritas data dalam penelitian ini dihitung dengan rumus

regresi linear ganda

      Y = a + b1x1 + b2x2                         Sudjana,2002:348)


Keterangan:


Y= Intensi Berwirausaha


X1= Pengetahuan Kewirausahaan


X2= Adversity Intelligence


a= Konstanta
b1b2 = Angka arah keterhubungan


Dimana:


a= Y – b1x1.b2x2                     (Sudjana,2002:349)

        x  x Y   x x  x Y 
                2


           x  x   x x 
            2            1           1 2             2
b1   =               2           2               2
                    1        2             1 2



        x  x Y   x x  x Y 
             2


           x  x   x x 
            1            2           1 2             1
b2   =               2           2               2
                    1        2             1 2



          Karena variansi yang terikat dalam model ini lebih dari dua maka

pengujian model terhadap persamaan                        korelasi tersebut dilakukan melalui

distribusi sampling F dengan rumus:

         JK (Re g ) / k
F=
       JK ( s ) /(n  k  1)

Dimana:


JK(reg) = a1  x1Y    x2Y 


JS (s)     = a1  Y2  JK (Re g )


k         = banyaknya variabel independent


n         = banyaknya pasangan data


Apabila F hitung > F tabel pada alpa tertentu yaitu F (0,05) (k) (n-k-1) maka hal

ini berarti regresi linear.
Untuk mengetaui hipotesis dari ketiga variabel digunakan rumus distribusi F

(Sudjana, 2002:388)


            R2 / k
F=
           
     1  R 2 / n  k  1


Dengan dk pembilang = k

Dengan dk penyebut = n-k-1

Ftabel dengan alpa = 0,05

Dimana k = banyaknya variabel bebas

          n = banyaknya sampel

Apabila hasil hitung lebih besar dari Ftabel maka alpa tertentu (0,05) (k)(n-k-1)

maka hipotesis diterima.
                                     BAB IV

                        HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN




4.1. Hasil Penelitian

4.1.1. Deskripsi Hasil Penelitian

       Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah skor angket pengetahuan
kewirausahaan dengan intensi berwirausaha, skor angket adversity intelligence
dengan intensi berwirausaha mahasiswa program studi Tata Niaga Stambuk 2008
UNIMED. Untuk mendapatkan data pengetahuan kewirausahaan, adversity
intelligence dan intensi berwirausaha digunakan angket. Sebelum instrument
penelitian diujikan kepada sample, terlebih dahulu diujicobakan kepada sample
lain yaitu untuk mengetahui validitas dan ke reliabilitas instrument. Uji coba
dilakukan kepada mahasiswa program studi Tata Niaga Stambuk 2007 Universitas
Negeri Medan yang sebanyak 20 orang yang bukan sample. Setelah dilakukan uji
coba maka diperoleh hasil sebagai berikut:

1.Angket Pengetahuan Kewirausahaan yang valid dan dapat dijadikan sumber
data penelitian adalah sebanyak 23 soal, karena 2 soal tidak valid yaitu soal nomor
2 dan soal nomor 24. Dan tingkat reliabilitas tergolong sangat kuat.

2. Angket Adversity Intelligence yang valid dan dapat digunakan sebagai sumber
data penelitian adalah sebanyak 22 soal, karena 3 soal tidak valid yaitu soal nomor
3, soal nomor 9 dan soal nomor 18. Dan tingkat reliabilitas tergolong sedang.
3. Angket Intensi Berwirausaha yang valid dan dapat digunakan sebagai sumber
data penelitian adalah sebanyak 25 soal Dan tingkat realibilitas tergolong sangat
kuat

4.1.1.1.Hubungan                   Pengetahuan                     Kewirausahaan    dengan   Intensi
Berwirausaha

         Perhitungan hubungan pengetahuan kewirausahaan (X1) dengan intensi
berwirausaha mahasiswa program studi Tata Niaga Stambuk 2008 UNIMED (Y)

                 n x1Y    x1  Y 
rYx1 
          n x  x  n Y  Y  
                   1
                       2
                               1
                                   2                   2       2




                            108.219.422  29912702
rYx1 
          108.242.591  2991 108.201.627  2702 
                                                                                =
                                                   2                        2




                 36 .932
rYx1 
          29 .789 .159 .395

       = 0,535

4.1.1.2. Hubungan Adversity Intelligence dengan Intensi Berwirausaha
         Perhitungan hubungan antara adversity intelligence (X2) dengan intensi
berwirausaha mahasiswa program studi Tata Niaga Stambuk 2008 UNIMED (Y)
                                           
                   n x 2Y    x 2  Y        
           n x    x  n Y  Y  
rYx2=
                        2                      2           2       2
                    2                  2



                            108x607.545  82838106
rYx2 
           108.619.647  8283 108.604.881  8106 
                                                   2                        2




               32 .833
rYx2 
          19 .192 .159 .395
       = 0,410




4.1.1.3. Hubungan Pengetahuan Kewirausahaan dan Adversity Intelligence
dengan Intensi Berwirausaha

         Persiapan mencari hubungan antara pengetahuan kewirausahaan (X1) dan
adversity intelligence (X2) dengan intensi berwirausaha mahasiswa program studi
Tata                 Niaga                    Stambuk      2008   UNIMED      (Y)

                    r 2Yx1  r 2Yx2  2rYx1.rYx2 .rx1 x2
RYx1 x2 
                                1  r 2 x1 x2


                    0,5352  0,5932  2.0,535.0,593.0,347
RYx1x2 
                                 1  0,3472

                    0,419
RYx x2 
   1                      = 0,690
                    0,88

         Untuk menganalisis data penelitian ini terlebih dahulu di uji kelinieran.
Dari besaran-besaran tersebut maka:

        x  x Y   x x  x Y 
                2


           x  x   x x 
            2             1           1 2             2
b1 =                  2           2               2
                     1        2             1 2




b1 =
       1556 ,12994 ,48   674 ,16 2662 ,11
           2415 ,06 1556 ,1  674 ,16 2

       1.553 .236 ,77  598 .229 ,34
b1 =
       1.252 .691,61  151 .497 ,21

   =0,867
        x  x Y   x x  x Y 
             2


           x  x   x x 
            1         2           1 2             1
b2   =            2           2               2
                 1        2             1 2



b2 =
       2.415 ,06 2.662 ,11  674 ,16 2.994 ,48 
            2.415 ,06 1.556 ,1  674 ,16 2

       1.470 .132 ,24
b2 =                          =1,335
       1.101 .194 ,52

a = Y- b1x1- b1x2

a= 219,06 - 0,867.242,49 - 1,335.223,86 = -96,66

Jadi perolehan persamaan regresi ganda sebagai berikut:

Y = a + b1 X1 + b2 X2

Y = - 96,66 + 0,867. X2 + 1,335. X2

JK(reg) = a1  x1Y    x2Y 

JK (reg) = 0,867 (2994,48) + 1,335 (2662,11)

JK (reg) = 6150

JK(s) = a1  Y2  JK (Re g )

JK (s) = 12.923,91 - 6150
JK (s) = 6773,91
Pengujian terhadap persamaan regresi tersebut dilakukan melalui distribusi
sampling –F dengan rumus:
         JK (Re g ) / k
F=
       JK ( s ) /(n  k  1)

             6150 / 2
F=
       6773 ,91 / 108  2  1
          = 15,43
Ternyata hasil F hitung > F tabel atau 15,43 > 2,42. Dengan persamaan regresi Y
= - 96,66 + 0,867. X1 + 1,35. X2


4.2.Pembahasan Hasil Penelitian
        Dari perhitungan kelinieran data dipeoleh persamaan regresi ganda yaitu
Y= - 96,66 + 0,867 . X1 + 1,335. X2. Dengan menggunakan perhitungan uji F
maka diperoleh Fhitung sebesar 15,43. Sedangkan nilai Ftabel sebesar 2,42. Dengan
demikian hasil Fhitung > Ftabel (15,43 > 2,42). Pada alpa tertentu yaitu F (0,05) (K)
(n- k -1) maka ini berarti regresi linear.
        Dari perhitungan korelasi sederhana dengan rumus product moment
diperoleh koefisien korelasi pengetahuan kewirausahaan           (X1) dengan intensi
berwirausaha (Y) dengan rhitung sebesar 0,535 sedangkan rtabel dengan n= 108 pada
taraf signifika 95% dengan alpa = 5% sebesar 0,325. Dari hasil perhitungan
tersebut hubungan antara pengetahuan kewirausahaan (X1) dengan intensi
berwirausaha (Y) adalah positif artinya r hitung > r tabel sebesar (0,535 > 0,325)
        Dari perhitungan korelasi sederhana dengan rumus product moment
diperoleh koefisien korelasi antara adversity intelligence (X2) dengan intensi
berwirausaha (Y) dengan rhitung sebesar 0,593, sedangkan rtabel dengan n = 108
pada taraf signifikan 95% dengan alpa = 5% sebesar 0,325. Dari hasil tersebut
hubungan antara adversity intelligence (X2) dengan intensi berwirausaha (Y)
adalah positif artinya r hitung > r tabel sebesar (0,593 > 0,325).
        Untuk mencari hubungan pengetahuan kewirausahaan dan adversity
intelligence dengan intensi berwirausaha menggunakan rumus korelasi ganda.
Dari hasil perhitungan diperoleh Fhitung sebesar 15,97 harga selanjutnya
dikonsultasikan dengan harga Ftabel dengan didasarkan pada penyebut (n-k-1) pada
taraf signifikan 95% dengan alpa = 5 % dengan dk pembilang 108 maka diperoleh
Fhitung sebesar 2,42 jadi hasilnya Fhitung > Ftabel (15,97 > 2,42) dengan demikian
hipotesis diterima.
                                    BAB V

                        KESIMPULAN DAN SARAN




5.1.Kesimpulan

       Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan diatas
dapat disimpulkan: Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara
Pengetahuan Kewirausahaan dengan Intensi Berwirausaha mahasiswa program
studi Tata Niaga stambuk 2008 Universitas Negeri Medan.

       Hal ini dapat dibuktikan dari perhitungan korelasi sederhana dengan
rumus product moment diperoleh hubungan antara pemgetahuan kewirausahaan
(X1) dengan intensi berwirausaha (Y) dengan rhitung > rtabel dengan n= 36 dengan
taraf signifikan 95% dengan alpha 5% sebesar ( 0,535 > 0,325 )

       Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara adversity
intelligence dengan intensi berwirausaha mahasiswa program studi Tata Niaga
stambuk 2008 Universitas Negeri Medan.Hal ini dapat dibuktikan dari
perhitungan korelasi sederhana dengan rumus product moment diperoleh
hubungan antara pengetahuan kewirausahaan (X2) dengan intensi berwirausaha
(Y) dengan rhitung > rtabel dengan n= 36 dengan taraf signifikan 95% dengan alpha
5% sebesar ( 0,593 > 0,325 )

       Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan
kewirausahaan dan adversity intelligence dengan intensi berwirausaha mahasiswa
program studi Tata Niaga stambuk 2008 Universitas Negeri Medan. Hal ini dapat
dibuktikan dari perhitungan korelasi ganda diperoleh hubungan antara
pengetahuan kewirausahaan (X1) dan adversity intelligence (X2) dengan intensi
berwirausaha (Y) dengan rhitung > rtabel dengan n= 36 dengan taraf signifikan 95%
dengan alpha 5% sebesar ( 0,690 > 0,325 )




5.2 Saran

1. Kegiatan memberikan mata kuliah yang menyangkut kewirausahaan hendaknya
diikuti dengan pembentukan pola pikir mandiri di kalangan mahasiswa .
Membangun citra positif terhadap profesi wirausaha.

2. Jika memungkinkan mahasiswa diharapkan telah melakukan kegiatan usaha
sejak di bangku perkuliahan.Yang akan menjadi pelajaran bagi mahasiswa untuk
menghadapi tantangan global pasca kampus.

3. Terjalinnya sinergi antara mahasiswa, dosen dan pihak universitas untuk lebih
menggalakkan kegiatan yang membangun jiwa kewirausahaan di akalnga
mahasiswa. Baik berupa seminar, pembekalan hingga pemberian dukungan moral
dan materiil bagi mahasiswa yang memang mempunyai keinginan kuat untuk
membangun sebuah usaha.
Lampiran

  Ringkasan Hasil Perhitungan Validitas Angket Pengetahuan Kewirausahaan

           No      Rhitung         Rtabel          Keterangan
       Butir

           1       0,495           0,444              Valid

           2       0,561           0,444              Valid

           3       0,546           0,444              Valid

           4       0,739           0,444              Valid

           5       0,547           0,444              Valid

           6       0,470           0,444              Valid

           7       0,488           0,444              Valid

           8       0,524           0,444              Valid

           9       0,589           0,444              Valid

           10      0,527           0,444              Valid

           11      0,720           0,444              Valid

           12      0,453           0,444              Valid

           13      0,525           0,444              Valid

           14      0,660           0,444              Valid

           15      0,466           0,444              Valid
16   0,627   0,444   Valid

17   0,780   0,444   Valid

18   0,465   0,444   Valid

19   0,599   0,444   Valid

20   0,620   0,444   Valid
Lampiran

Ringkasan Hasil Perhitungan Validitas Angket Adversity Intelligence




 No        R hitung       R tabel        Keterangan
Butir

  1         1,033          0,444            Valid

  2         0,581          0,444            Valid

  3         0,487          0,444            Valid

  4         0,475          0,444            Valid

  5         0,467          0,444            Valid

  6         0,658          0,444            Valid

  7         0,696          0,444            Valid

  8         0,499          0,444            Valid

  9         0,501          0,444            Valid

 10         0,527          0,444            Valid

 11         1,158          0,444            Valid
12   1,416   0,444   Valid

13   0,463   0,444   Valid

14   0,701   0,444   Valid

15   0,516   0,444   Valid

16   0,585   0,444   Valid

17   1,140   0,444   Valid

18   0,456   0,444   Valid

19   0,573   0,444   Valid

20   0,622   0,444   Valid
Lampiran

Ringkasan Perhitungan Varians Butir Angket Pengetahuan Kewirausahaan

 No Butir      X          X2       Varians Butir

    1          69        247          1,660

    2          71        259          0,287

    3          69        247          0,387

    4          76        292          0,587

    5          60        192          1,047

    6          66        232          0,447

    7          66        230          0,960

    8          63        211          0,410

    9          67        241          1,600

   10          65        221          1,290

   11          60        190          1,,247

   12          64        216          0,827

   13          72        264          1,127

   14          75        287          2,097

   15          69        245          0,827

   16          76        292          1,140

   17          74        280          0,927
18   69    247     0,590

19   62    237     0,990

20   71    204     0,827

21   65    259     0,899

22   54    219     0,716

23   67    235     0,654

          Jumlah   25,885
Lampiran

Ringkasan Hasil Perhitungan Varians Butir Angket Adversity Intelligence

  No Butir         X            X2         Varians Butir

     1            65           227             0,787

     2            64           212             0,360

     3            61           203             0,847

     4            65           223             0,587

     5            61           199             0,647

     6            61           203             0,847

     7            61           203             0,847

     8            59           185             0,547

     9            62           212             0,990

     10           51           139             0,477

     11           63           215             0,827

     12           67           185             0,547

     13           60           245             1,027

     14           59           198             0,900

     15           67           187             0,647

     16           71           263             0,547

     17           63           205             0,327
18   67    245     0,347

19   59    185     0,817

20   64    212     0,703

21   59    187     0,645

22   59    185     0,314

          Jumlah   16,78
Lampiran

Ringkasan Hasil Perhitungan Varians Butir Angket Intensi Berwirausaha

  No Butir        X            X2         Varians Butir

     1            49           157            0,787

     2            55           185            0,360

     3            65           217            0,847

     4            59           219            0,587

     5            65           193            0,647

     6            61           195            0,847

     7            66           229            0,847

     8            63           209            0,547

     9            62           226            0,990

    10            61           227            0,477

    11            63           218            0,827

    12            57           211            0,547

    13            49           215            1,027

    14            66           185            0,900

    15            66           153            0,647

    16            63           230            0,547

    17            62           217            0,327
18   62      204   0,347

19   60      212   0,817

20   64      208   0,703

21   59      234   0,645

22   63      207   0,314

23   66      209   0,345

24   64      230   0,545

25   61      227   0,651

          Jumlah   16,78
Lampiran

Nilai Koefisien Variabel Pengetahuan Kewirausahaan Dan Adversity Intelligence Dengan
Intensi Berwirausaha Mahasiswa Prodi Tataniaga Kelas A Stambuk 2008 UNIMED

No   X1     X2      Y      X 12      X22      Y2        X1   Y    X2   Y    X1 x2

1    84     77      75     7056      5929     5625      6300      5775      6468

2    86     76      85     7396      5776     7225      7310      6460      6536

3    80     78      71     6400      6084     5041      5680      5538      6240

4    81     78      68     6561      6084     4624      5508      5304      6318

5    88     80      80     7744      6400     6400      7040      6400      7040

6    88     80      80     7744      6400     6400      7040      6400      7040

7    84     74      75     7056      5476     5625      6300      5550      6216

8    84     78      76     7056      6084     5776      6384      5928      6552

9    86     78      85     7396      6084     7225      7310      6630      6708

10   81     74      66     6561      5476     4356      5346      4884      5994

11   88     74      79     7744      5476     6241      6952      5846      6512

12   80     76      70     6400      5776     4900      5600      5320      6080

13   88     74      80     7744      5476     6400      7040      5920      6512

14   76     80      65     5776      6400     4225      4940      5200      6080

15   80     78      72     6400      6084     5184      5760      5616      6240

16   80     74      70     6400      5476     4900      5600      5180      5920
17   80   74   70   6400   5476   4900   5600   5180   5920

18   80   73   85   6400   5329   7225   6800   6205   5840

19   73   72   70   5041   5184   4900   5110   5040   5256

20   80   68   75   6400   4624   5625   6000   5100   5440

21   71   68   68   5041   4624   4624   4828   4624   4828

22   80   80   70   6400   6400   4900   5600   5600   6400

23   73   78   68   5041   6084   5625   4964   5304   5696

24   73   68   68   5041   4624   5625   4964   4624   4964

25   83   80   70   6889   6400   4900   5810   5600   6640

26   76   76   65   5776   5776   4225   4940   4940   5776

27   86   74   80   7396   5476   6400   6880   5920   6364

28   83   73   73   6889   5329   5329   6059   5329   6059

29   83   72   70   6889   5184   4900   5810   5040   5976

30   81   74   68   6561   5476   4624   5508   5032   5994

31   80   68   75   6400   4624   5625   6000   5850   5440

32   84   68   70   7056   4624   4900   5880   4746   5712

33   80   74   70   6400   5676   4900   5880   5180   5920

34   76   68   69   5776   4624   4761   5244   4692   5168

35   71   73   65   5041   5329   4225   4615   4745   5183

36   84   77   85   7056   5929   7225   5680   6545   6468
37   80   78   85   6400   6084   7225   6800   6630   6240

38   68   85   75   4624   7225   5625   5100   6375   5780

39   70   83   71   4900   6889   5041   4970   5893   5810

40   89   81   91   7921   6561   8221   8099   7371   7209

41   91   82   75   8281   6724   5625   6825   6150   7462

42   77   80   76   5929   6400   5776   5852   6080   6160

43   83   77   72   6889   5929   5184   5976   5544   6391

44   69   80   79   4761   4761   6241   5451   6320   5520

45   73   90   65   5329   8100   4225   4745   5850   6570

46   68   91   80   4624   8221   6400   5440   7280   6188

47   80   92   73   6400   8464   5329   5840   6716   7360

48   81   93   80   6561   8649   6400   6480   7440   7533

49   82   90   74   6724   8100   5476   6068   6660   7380

50   85   93   75   7225   8649   5625   6375   6975   7905

51   87   92   81   7569   8464   6561   7047   7452   8004

52   88   89   88   7744   7921   7744   7744   7832   7832

53   82   87   87   6724   7569   7569   7134   7569   7134

54   83   88   89   6889   7744   7921   7387   7832   7304

55   91   78   70   8221   6084   4900   6370   5460   7098

56   79   86   73   6241   7396   5329   5767   6278   6794
57   84   79   74   7056   6241   5476   6216   5846   6636

58   83   83   75   6889   6889   5625   6225   6225   6889

59   82   84   76   6724   7056   5776   6232   6384   6888

60   81   83   74   6561   6561   5476   6723   6142   6723

61   93   86   83   8649   7396   6889   7719   7138   7998

62   86   83   81   7396   6889   6561   6966   6723   7138

63   81   86   80   6561   6561   6400   6480   6880   6966

64   82   87   77   6724   6724   5929   6314   6699   7134

65   87   88   79   7569   7744   6241   6873   6952   7656

66   77   90   78   5929   8100   6084   6006   7020   6930

67   74   91   70   5476   8221   4900   5180   6370   6734

68   72   92   73   5184   8464   5329   5256   6716   6624

69   71   83   76   5041   6889   5776   5396   6308   5893

70   79   84   75   6241   7056   5625   5925   6300   6636

71   78   85   73   6084   7225   5329   5694   6205   6630

72   90   82   84   8100   6764   7056   7560   6888   7380

73   89   83   87   7921   6889   7569   7743   7221   7387

74   87   85   86   7569   7225   7396   7482   7310   7395

75   88   86   65   7744   7396   4225   5728   5590   7568

76   83   87   72   6889   7569   5184   5976   6264   7221
77   87   88   70   7569   7744   4900   6090   6160   7656

78   91   89   70   8221   7921   4900   6370   6230   8099

79   90   87   76   8100   7564   5776   6840   6612   7830

80   93   83   88   8649   6889   7744   8184   7304   7719

81   92   85   80   8464   7225   6400   7360   6800   7820

82   91   86   73   8221   7396   5329   6643   6278   7826

83   93   87   74   8649   7569   5476   6882   6438   8091

84   94   82   86   8836   6764   7396   8084   7052   7708

85   95   83   90   9025   6889   8100   8550   7470   7885

86   95   84   79   9025   7056   6241   7505   6636   7980

87   90   81   81   8100   6561   6561   7290   6561   7290

88   89   82   82   7921   6764   6724   7298   6724   7298

89   87   80   83   7569   6400   6889   7221   6640   6960

90   88   79   83   7744   6241   6889   7304   6557   6952

91   87   85   85   7569   7225   7225   7395   7225   7395

92   88   83   80   7744   6889   6400   7040   6640   7304

93   91   87   87   8221   7569   7569   7917   7569   7917

94   92   82   85   8464   6764   7225   6120   6970   7544

95   90   86   80   8100   7396   6400   7200   6880   7740

96   93   82   81   8649   6764   6561   7533   6642   7626
97   92     81      78    8464           6561   6084   7176   6318   7452

98   91     90      79    8221           8100   6241   7189   7110   8190

99   92     87      81    8464           7569   6561   7452   7047   8004

100 90      80      82    8100           6400   6724   7380   6560   7200

101 91      70      86    8221           4900   7396   7826   6020   6370

102 93      89      88    8649           7921   7744   8184   7832   8277

103 91      93      85    8221           8649   7225   7735   7905   8463

104 83      86      90    6889           7396   8100   7470   7740   7138

105 82      81      89    6724           6561   7921   7298   7209   6642

106 81      88      87    6561           7744   7569   7047   7656   7128

107 80      84      88    6400           7056   7744   7040   7392   6720

108 87      86      86    7569           7396   7396   7482   7396   7482




Lampiran


                        Y     2

      Y    2
                  Y 
                     2

                          n




                              2702 2
          Y 2  201 .627 
                                36
          Y   2
                    4307,97




                          2991 2
   X 1  242 .591 
      2

                            36


   X 1  805,02
      2




                             X Y 
   X 1Y   X 1Y 
                                         1

                                             n

                            2991 2702 
   X 1Y  219 .422 
                                     36


                           X      2

   X2   X2           
       2            2            1

                             n


   X 2  998,16
       2




                              X Y 
   X 2Y   X 2Y 
                                         2

                                             n




   X 2Y  887,37


                              X  X 
   X1 X 2   X1 X 2 
                                             1

                                                 n

                            2991 2761 
   X 1 X 2  223 .418 
                                         36
   X 1 X 2  224,72
                             DAFTAR PUSTAKA


Atosokhi, Antonius. 2003. Relasi Dengan Diri Sendiri. Jakarta: PT Gramedia
Djamarah,S, 2002. Rahasia Sukses Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.
Delyup,2008. Pengembangan Minat Berwirausaha. Bandung : Bina Cipta Aksara
Mistika, Dewi. 2005. Bimbingan Kearah Yang Sukses. Jakarta: Gramedia
Milazzo, Vickie. 2008. Inside Every Woman. Jakarta: Daras Book
Poerwardarmita. 1998. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Purwanto, Suharyadi. 2003. Statistika. Jakarta: Salemba Empat.
Sudjana. 1992. Metode Statistika. Bandung: Balai Pustaka
Soemanto, Wasty. 2002. Pendiddikan Wiraswasta. Malang: Bina Aksara
Soerata, Priyono. 2004. Wiraswasta. Jakarta: Bina Aksara
Stoltz, Paaul. 2000. Adversity Intelligence. Yogyakarta: Liberty
Sugiyono.2002. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta
Surekha. 2001. Adversity Intelligence. Jakarta: Pustaka Umum
Suryana. 2006. Kewiraussahaan. Jakarta: Salemba Empat


     HUBUNGAN PENGETAHUAN KEWIRUSAHAAN DAN ADVERSITY
            INTELLIGENCE DENGAN INTENSI BERWIRAUSAHA
                MAHASISWA PROGRAM STUDI TATA NIAGA
                    STAMBUK 2008 FAKULTAS EKONOMI
                        UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
                 Diajukan Untuk Memenuhi
              Sebagian Persyaratan Memperoleh
                  Gelar Sarjana Pendidikan



                           Oleh :

                    Supriani Sidabalok
                      NIM. 05311254




                FAKULTAS EKONOMI
             UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
                           2010




DAFTAR ISI                                      HAL
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. i

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN .................................. ii

KATA PENGANTAR ................................................................................ iii

ABSTRAK .................................................................................................. iv

DAFTAR ISI ............................................................................................... v

DAFTAR TABEL ....................................................................................... vi

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... vii




BAB I. PENDAHULUAN ....................................................................... 1

             1.1 Latar Belakang Masalah.......................................................... 1
             1.2 Identifikasi Masalah ................................................................ 7
             1.3 Batasan Masalah ..................................................................... 7
             1.4 Rumusan Masalah ................................................................... 8
            1.5 Tujuan Penelitian ..................................................................... 8
            1.6 Manfaat Penelitian ................................................................... 9


BAB II KAJIAN PUSTAKA .................................................................... 10

           2.1 Kerangka Teori ......................................................................... 10

                 2.1.1 Pengetahuan Kewirausahaan........................................... 10

                 2.1.2 Adversity Intelligence ..................................................... 16

                 2.1.3 Intensi Berwirausaha ....................................................... 22

           2. 2 Penelitian Yang Relevan .......................................................... 29
           2.3 Kerangka Berpikir ..................................................................... 31

           2.4 Hipotesis ................................................................................... 32

 BAB III. METODOLOGI PENEITIAN. .............................................. 33

           3.1 Lokasi Penelitian ...................................................................... 33

           3.2 Populasi dan Sampel ................................................................. 33

          3.3 Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional ........................... 34

          3.4 Teknik Pengumpulan Data ......................................................... 35

          3.5 Teknik Analisis Data .................................................................. 39

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN ......................... 44

           4.1 Hasil Penelitian ......................................................................... 44

           4.2 Pembahasan Hasil Penelitian .................................................... 52

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................... 53

           5.1 Kesimpulan ............................................................................... 53

           5.2 Saran ......................................................................................... 54

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................

LAMPIRAN ................................................................................................
Instruksi
Ada 30 peristiwa yang di daftar. Selesaikanlah pertanyaan-
pertanyaan untuk setiap peristiwa denagn cara sebagai berikut:
1.    Bayangkanlah     peristiwanya    hidup-hidup     seolah-olah
      peristiwanya sedang terjadi, meskipun tampaknya tidak
      realistis.
2.    Untuk kedua pertanyaan yang mengikuti setiap peristiwa
      lingkarilah angka 1 hingga 5 yang merupakan jawaban Anda.


Mengukur dan Memahami AQ Anda
1. Rekan-rekan kerja Anda tidak menerima ide-ide Anda
     Yang menyebabkan rekan kerja saya tidak menerima ide saya
     merupakan sesuatu yang:
                      Tidak bisa saya kendalikan Bisa saya kendalikan sepenuhnya
                      1   2      3        4     5
                      Penyebab rekan kerja saya tidk menerima ide saya sepenuhnya
                      berkaitan dengan:
                      Saya       Orang lain atau faktor lain
                      1   2      3        4     5
                 2. Orang tidak tanggap terhadap presentasi saya di suatu rapat
                     Yang menyebabkan orang tidak tanggap terhadap persentasi saya
                     adalah sesuatu yang:
                     Berkaitan dengan semua aspek kehidupan saya
       1         2        3      4        5
       Berkaitan dengan situasi ini saja
       Penyebab orang tidak tanggap terhadap presentasi saya:
       Akan selalu ada           Tidak akan pernah ada lagi
       1         2        3      4        5
       3. Anda mendapatkan banyak uang dari sebuah investasi penting
       Yang menyebabkan saya mengumpulkan banyak uang adalah sesuatu yg:
       Berkaitan dengan semua aspek kehidupan saya
       1         2        3      4        5
       Berkaitan denagn situasi ini saja
       Penyebab saya mengumpulkan banyak uang:
       Akan selalu ada
       1         2        3      4        5
       Tidak akan pernah ada lagi
     4. Hubungan Anda dengan orang-orang yang Anda cintai tampaknya
semakin jauh
      Yang menyebabkan hubungan kami tampaknya semakin jauh adalah
sesuatu yang :
Berkaitan dengan semua aspek kehidupan saya
1      2        3     4       5
Beerkaitan dengan situasi ini saja
Penyebab hubungan kami yang tampaknya semakin jauh
Akan selalu ada
1      2        3     4       5
Tidak akan pernah ada lagi
5.Seseorang yang Anda hormati menelepon Anda untuk minta nasihat
Yang menyebabkan orang tersebut menelepon sya untuk meminta nasihat adalah
sesuatu yang:
Berkaitan dengan semua aspek kehidupan saya
1      2        3     4       5
Berkaitan dengan situasi ini saja
Penyebab orang tersebut menelepon saya untuk minta nasihat:
Akan selalu ada
1      2        3     4       5
Tidak akn pernah adalagi
6. Anda bertengkar hebat dengan pasangan hidup Anda (orang lain yang penting)
Yang menyebabkan kami bertengkar hebat adalah sesuatu yang
Tidak bisa saya kendalikan
1      2        3     4       5
Bisa sya kendalikan sepenuhnya
Hasil dari peristiwa ini adalah sesuatu yang saya rasa:
Bukan tanggung jawab saya sama sekali
1      2        3     4       5
Tanggung jawab saya sepenuhnya
7. Anda diminta untuk pindah tempat kalau Anda ingin tetap bekerja
Yang menyebabkan saya diminta untuk pindah tempat adalah sesuatu yang:
Berkaitan dengan semua aspek kehidupan saya
1      2        3     4       5
Berkaitan dengan situasi ini saja
Penyebab saya diminta untuk pindah tempat:
Akan selalu ada
1      2       3       4      5
Tidak akan pernah ada lagi
8. Seorang teman karib tidak menelepon pada hari ulang tahun Anda
Yang menyebabkan teman saya tidak menelepon adalah sesuatu yang:
Tidak bisa saya kendalikan
1      2       3       4      5
Bisa sya kendalikan sepenuhnya
Penyebab teman saya tidak menelepn sepenuhnya berkaitan dengan:
Saya
1      2       3       4      5
Orang lain atau faktor lain
9.Seorang sahabat karib Anda sakit parah
Yang menyebabkan sahabat karibsaya sakit parah adalah sesuatu ayng:
Tidak bisa saya kendalikan
1      2       3       4      5
Bisa saya kendalikan sepenuhnya
Hasil dari peristiwa ini adalah sesuatu ayng saya rasa:
Bukan tanggung jawab saya sama sekali
1      2       3       4      5
Tanggung jawag saya sepenuhnya
10.Anda di undang ke sebuah acara penting
Alasan saya diundang adalah sesuatu yang:
Tidak bisa sya kendalikan
1      2       3       4      5
Bisa saya kendalikan sepenuhnya
Alasan saya diundang sepenuhnya berkaitan dengan:
Saya
1       2      3       4      5
Orang lain atau faktor lain
11. Anda tidak mendapat penugasan penting
Yang menyebabkan saya untuk penugan tersebut adalah sesuatu ayng:
Berkaitan dengan semua aspek kehidupan saya
1       2      3       4      5
Berkaitan dengan situasi ini saja
Penyebab saya ditolak unutk penugasan tersebut:
Akan selalu ada
1       2      3       4      5
Tidak akn pernah ada lagi
12. Anda mendapat umpan balik yang negatif dari seorang teman kerja yang dekat
dengan Anda
Yang menyebabkan saya mendapat umpan balik yang negatif adalah sesuatu
yang:
Berkaitan dengan semua aspek kehidupan saya
1       2      3       4      5
Berkaitan dengan situasi ini saja
Penyebab saya mendapat umpan balik negatif itu:
Akan selalu ada
1       2      3       4      5
Tidak akan pernah ada lagi
13. Anda menerima kenaikan gaji
Penyebab saya menerima kenaikan gaji adalah sesuatu yang:
Tidak biosa kendalikan
1       2      3       4      5
Bisa saya kendalikan sepenuhnya
Penyebab saya menerima kenaikan gaji sepenuhnya berkaitan dengan:
Saya
1      2       3       4        5
Orang lain atau faktor lain
14. Seseorang yang dekat dengan Anda didiagnosis menderita kanker
Yang menyebabkan dia mengidap kanker adalah sesuatu yang:
Berkaitan dengan semua aspek kehidupan saya
1      2       3       4        5
Berkaitan dengan situasi ini saja
Penyebab dia mengidap kanker:
Aakn selalu ada
1      2       3       4        5
Tidak akan pernah ada lagi
15. Strategi investasi Anda yang mutakhir mendatamgkan kerugian
Yang menyebabkan strategi saya gagal adalah sesuatu yang:
Berkaitan dengan semua aspek kehidupan saya
1      2       3       4        5
Berkaitan dengan situasi ini saja
Penyebab strategi saya gagal:
Akan selalu ada
1      2       3       4        5
Tidak akan pernah ada lagi
16. Anda ketinggalan pesawat
Yang menyebabkan saya ketinggalan pesawat adalah sesuatu yang:
Tidak bisa say kendalikan
1      2       3       4        5
Bisa saya kendaliakn sepenuhnya
Penyebab saya ketinggalan pesawatsepenuhnya berkaitan dengan:
Saya
1      2       3       4        5
Orang lain atau faktor lain


   D. Teknik A. Data
       Teknik A. Data adalah cara untuk memudahkan pengelolaan data dalam
       bentuk yang lebih mudah dibaca dan dimengerti.
       1. Uji Regresi Linear
           Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara kedua variabel bebas
           x1x2 (- dan -) dengan variabel terikat Y(-) digunakan teknik data
           dengan menggunakan rumus analisis statistik regresi berganda sebagai
           berikut: (Riduwan, 200: 142):
           Y= a+ b1x1 + b2x2
           Ket:
           Y : Intensi
           x1    :

           x2    :

           a     : Konstanta
           b1    : Koefisien   Regresi Pengetahuan
           b2    :



           Untuk menghitung nilai a, b1, dan b2 digunakan persamaan :
            Y= a+b1x1 +b2x2+e
           Dimana harga a dihitung dengan rumus:


           a=




           b1=
   b2=




2. Uji t
   Untuk menguji secara parsial apakah variabell bebas (x1x2)
   mempunyai hubungan signiifikan dengan nilai variabel terikat (Y)
   dengan rumus hipotesa sebagai berikut:
   H0:b1=b2:0 artinya varriabel bebas (x1,x2) tidak mempunyai hubungan
   yang signifikan dengan variabel terikat (Y).
   Kriteri pengambilan keputusan:
   H0 diterima jika thitung<ttabel, pada α= 5%
   Ha diterima jika thitung>ttabel, pada α= 5%


   Adapun rumus yang digunakan untuk menguji masing- masing
   hipotesis ini adalah dengan rumus uji t parsial (Riduwan, 2007:125),
   yaitu:


   Thitung=


   Untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan rumusan hipotesa
   sebagai berikut:
   H0:b1=b2:0, artinya variabel bebas (x1,x2) secara serentak tidak ada
   hubungan yang signifikan terhadap variabel terikat (Y).


   Ha:b1≠b2≠0 artinya, variabel bebas (x1,x2) secara serentak terdapat
   hubungan yang signifikan terhadap variabel terikat (Y).


   Kriteria Pengambilan Keputusan
   H0 diterima jika Fhitung < Ftabel, pada α: 5%
   H0 diterima jika Fhitung > Ftabel, pada α: 5%


   Adapun rumus yang digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi
   variabel x1 dan x2 secara bersama-sama terhadap Y digunakan rumus
   uji F regresi (Sugiyono, 2005:190).


   Fh=


   Dimana:
   R : koefisien korelasi ganda
   k     : jumlah variabel independen
   n     : jumllah anggota sampel




3. Koefisien Determinan (R2)
   Dari perhitungan r (korelasi) dapat dilihat hubungan variabel bebas (x1,
   x2) dan variabel terikat (Y) positif atau negatif hubungan tersebut.
   Determinan digunakan untuk melihat kontribusi variabel bebas (x1, x2)
   terhadap variabel terikat (Y).


   Untuk      mengetahui    kontribusi    atau     sumbangan   pengetahuan
   kewirausahaan (x1) dan adversity intellegence (x2) dengan intensi B
   (Y) digunakan rumus determinnasi sebagai berikut:


   R2 =
   Pertanyaannya, bagaimana merancang proses pembelajaran yang membuat
mahasiswa memiliki karakter kewirausahaan? Ada tiga karakter utama yang
harus dimiliki oleh seorang wirausaha, yaitu keinovatifan (innovativeness);
pengambilan risiko (risk taking); dan keproaktifan (pro-activeness). Ketiga
karakter utama ini dapat diasah melalui beberapa intervensi dalam proses
pembelajaran. Sebagai contoh, mahasiswa dilatih untuk menggunakan beberapa
gagasan yang nampaknya tidak berhubungan untuk menyolusi persoalan yang
dihadapi. Mahasiswa dipaksa untuk berani keluar dari aturan yang seharusnya,
menggunakan informasi yang sangat terbatas, dan memanfaatkan apa yang
dipelajari     untuk       mendapatkan        solusi      yang       inovatif.


Di samping memiliki karakter yang kuat, seorang wirausaha yang terdidik harus
pula memiliki keterampilan bisnis. Action learning menekankan proses
pembelajaran melalui aktivitas. Pendekatan ini merupakan kombinasi dari
pembelajaran P dan Q. Pendekatan P menekankan pada pengetahuan yang ada,
seperti data, teori dan solusi permasalahan yang pernah ada, sebagai sumber
modal pembelajaran. Adapun pendekatan Q menekankan pada asumsi dari
setiap alternatif yang diajukan, karena tidak ada solusi sebelumnya terhadap
suatu permasalahan

Tingginya angka pengangguran di kalangan sarjana tak lepas dari rendahnya
keterampilan    di     luar    kompetensi   utama    mereka     sebagai   sarjana.




Ada beragam penyebab yang membuat mereka tak kunjung mendapatkan
pekerjaan. Yaitu, kompetensi ilmu yang tidak sesuai, lulusan yang tak terserap,
dan    para    lulusan         dari   program   studi    yang     sudah    jenuh.
Rektor Universitas Unika Atmajaya, FG Winarno, menyatakan bahwa setiap
tahun rata-rata 20 persen lulusan perguruan tinggi menjadi pengangguran.
‘’Tingginya angka pengangguran di kalangan sarjana ini tak lepas dari rendahnya
keterampilan di luar kompetensi utama mereka sebagai sarjana,’‘ ungkapnya.


Padahal, untuk menjadi seorang lulusan yang siap kerja, mereka perlu tambahan
keterampilan di luar bidang akademik yang mereka kuasai. Teru tama, jelas
Winarno, keterampilan yang berkaitan dengan kewirausahaan. Di In donesia,
jelas dia, jumlah wirausahawan sangat minim. Pada 2007, misalnya, baru tercatat
0,18 persen atau 400 ri bu dari jumlah total penduduk Indonesia.
Para mahasiswa tidak sekadar mendapatkan teori kewirausahaan, tetapi juga
mendapatkan bimbingan untuk menjalankan bisnis dan mendapatkan
pinjaman modal usaha. Mulai 2009, jelas Hendarman, dukungan kegiatan
kemahasiswaan        juga     menyediakan   pendidikan   kewirausahaan    kepada
mahasiswa yang punya minat untuk berwirausaha. endro yuwanto
Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Dep -dik nas, Fasli Jalal, menyatakan, teori dan
kenyataan akan terakumulasi dalam wacana keingintahuan mahasiswa yang
menggelora. Untuk mengakomadasi hal ini, jelas dia, pihaknya meluncurkan
berbagai program pengembangan pena -laran dan keilmuan untuk merangsang
pertumbuhan mahasiswa dalam persiapan menjadi sarjana yang mandiri.


Salah satunya, jelas dia, melalui Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).
‘’Program ini, bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kepekaan
mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi,
kemampuan      komunikasi    dan    tata   krama    ilmiah   mahasiswa,    serta
membudayakan iklim kompetitif yang objektif di lingkungan perguruan tinggi,’‘
katanya.


Pimnas, jelas Fasli, juga dapat digunakan sebagai media komunikasi untuk
menjalin kemitraan masyarakat ilmiah dengan dunia usaha. Menurut dia, Pim -
nas memang dirancang untuk mengurangi angka pengangguran di kalangan
sarjana di Indonesia. Selain tidak tersedianya lapangan kerja, pengangguran
disebabkan lemahnya keterampilan dan jiwa wirausaha di kalangan
mahasiswa.


Saat lulus dan menjadi sarjana, ungkap Fasli, mereka ingin bekerja di
perusahaan atau instansi tertentu. Bila paradigmanya tetap seperti itu, akan
tetap banyak sarjana yang menganggur. ‘’Seharusnya, mahasiswa memang
dilatih untuk berpikir kreatif supaya mampu menciptakan lapangan pekerjaan
sendiri,’‘                                                              jelasnya.


Menurut Fasli, kondisi memprihatin -kan seperti itu tak hanya disebabkan oleh
mahasiswa sendiri, tetapi pemerintah dan perguruan tinggi. Melalui program
Pimnas, dibangun etos kerja, kemampuan menyelesaikan masalah, dan
mengoptimalkan potensi diri. ‘’Ini menjadi ruh semangat kewirau sahaan yang
menandai bangkitnya era industri kreatif di kalangan mahasiswa kita,”
tandasnya. eye




Dengan demikian, action learning tidak hanya menekankan pada pengalaman
yang diperoleh ketika menjalankan suatu kegiatan. Melainkan, memiliki pula
dasar pengetahuan yang kuat sebelum menjalankan kegiatan itu. Mahasiswa
tidak hanya terampil dalam memilih konsep mana yang hendak digunakan dalam
menyolusi permasalahan, tetapi juga dapat memperkaya pengetahuan yang
dimiliki                                                       sebelumnya.




    .

								
To top