Docstoc

ARTI nama ISA

Document Sample
ARTI nama ISA Powered By Docstoc
					          Arti nama “Isa”
          Nama “Isa” yang bersinonim dengan nama “Yesus” dalam bahasa Indonesia (lihat seri 2.4 dan
                                                ַ ֻׁ ‫י‬
          seri 2.5) berpangkal dari nama Ibrani ‫“ ְהֹושע‬Yəhôšua”.




                                                            ַ ֻׁ ‫י‬
          Dengan demikian, kita perlu menyelidiki arti nama ‫“ ְהֹושע‬Yəhôšua” untuk mengetahui arti nama
          “Isa”.

               ַ ֻׁ ‫י‬                                ַ ִׁ
          Nama ‫“ ְהֹושע‬Yəhôšua” berasal dari kalimat ‫“ יהוה הֹושיע‬YHWH hôšîa”

                         ִׁ ‫ע‬
                        ‫י ַֹושה‬    ‫יהוה‬ →         ַ ֻׁ ‫י‬
                                                  ‫ְהֹושע‬            (i)
Transliterasi           hôšî„     YHWH            Yhôš„
Transkripsi             Hôšîa     YHWH          Yəhôšua
Fungsi dalam           Predikat Subyek
kalimat



          Dalam seri 1.6 telah dibahas bahwa ‫“ הוהי‬YHWH” adalah ‫“ ﷲﺍ‬Allāh” dan ‫“ ﷲﺍ‬Allāh” adalah ‫הוהי‬
          “YHWH”. Dengan demikian,

                    subyek dalam kalimat tersebut di atas adalah ‫“ ﷲﺍ‬Allāh”.           (ii)

               ַ ִׁ
          Kata ‫“ הֹושיע‬Hôšîa” (bahasa Ibrani ) adalah kata kerja turunan Hiphil dari kata kerja Qal  ַ‫י‬
                                                                                                    ‫ָשע‬
          “YāŠa„” dan berbentuk perfek – aktif – persona III – maskulin – tunggal. Makna leksikal kata
       ַ‫י‬
kerja ‫“ ָשע‬YāŠa„” adalah menyelamatkan (to save – bahasa Inggris). Kata kerja Hiphil punya arti
                                                                   ‫ִׁ ע‬
menyebabkan (kausatif). Dengan demikian, makna gramatikal kata ‫“ שי ַהֹו‬Hôšîa” adalah:

                    menyebabkan … menyelamatkan …                               (iii)

Bila tanda titik-titik yang pertama dalam kalimat (iii) itu diwakili dengan variabel X dan titik-
titik yang kedua dalam kalimat yang sama diwakili dengan variabel Y, maka kalimat (iii)
tersebut dapat dituliskan demikian:

                     menyebabkan X menyelamatkan Y                              (iv)

                               ַ ִׁ
Jadi, makna gramatikal kalimat ‫“ יהוה הֹושיע‬YHWH hôšîa” adalah

               Y naktamaleynem X nakbabeynem “hāllA” ‫ﺍﷲ‬                         (v)

Perhatikan, kalimat sederhana yang hanya terdiri dari subyek dan predikat dalam bahasa Ibrani
(lihat kalimat (i)) punya makna yang perlu dijabarkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kalimat
majemuk setara yang terdiri dari 2 subyek, 2 predikat, dan 1 obyek (lihat kalimat (vi)).

“hāllA” ‫ ﺍﷲ‬telah menyebabkan        X      Menyelamatkan  Y    (vi)
 Subyek          Predikat        Subyek      Predikat    Obyek
          Kalimat I                         Kalimat II
                    Kalimat Majemuk Setara

Siapakah X yang menyelamatkan? Siapa pula Y yang diselamatkan?

Untuk mengetahui hal itu, kita perlu memperhatikan penjelasan dari Sang Empunya nama, yaitu
Isa Al Masih itu sendiri.

και εαν ηιρ μος ακοςρη ηων πημαηων και μη θςλαξη εγω ος κπινω αςηον˙ ος γαπ ηλθον ινα
κπινω ηον κοζμον, αλλ ινα ζωζω ηον κοζμον
a
 Dan jikalau orang mendengar perkataanKu (Ku= Isa) bdan tidak melakukannya, cAku (Isa)
tidak menghakiminya sekarang, dkarena sekarang ini Aku (Isa) datang ebukan supaya
menghakimi dunia, fmelainkan supaya Aku (Isa) menyelamatkan dunia.

                                                                           (Injil Yohanes 12:47)

Ayat 47f αλλ ινα ζωζω ηον κοζμον ” melainkan supaya Aku (Isa) menyelamatkan dunia”
menunjukkan bahwa Sang “Aku” menyelamatkan dunia. Kata “Aku” dalam ayat tersebut
menunjuk kepada Isa Al Masih sebagaimana ditunjukkan dalam Injil Yohanes 12:44a Ιηζοςρ δε
εκπαξν και ειπεν “Tetapi Isa berkata dan berseru”. Artinya, variabel X dalam kalimat (vi) itu
adalah Isa Al Masih. Jadi, kalimat (vi) dapat dituliskan jadi:

“hāllA” ‫ ﺍﷲ‬telah menyebabkan           Isa  Menyelamatkan  Y    (vii)
 Subyek          Predikat            Subyek   Predikat    Obyek
           Kalimat I                               Kalimat II
                       Kalimat Majemuk Setara

Ayat 47f αλλ ινα ζωζω ηον κοζμον ” melainkan supaya Aku (Isa) menyelamatkan dunia” juga
menunjukkan pihak yang diselamatkan, yaitu: ηον κοζμον “dunia”. Jadi, variabel Y dalam
kalimat (vii) itu adalah dunia, sehingga kalimat tersebut menjadi:

“hāllA” ‫ ﺍﷲ‬telah menyebabkan       Isa     menyelamatkan dunia (viii)
 Subyek          Predikat        Subyek       Predikat   Obyek
          Kalimat I                         Kalimat II
                    Kalimat Majemuk Setara

Kalimat (viii) dapat dituliskan tanpa analisis sintaksis sebagai berikut:

nakbabeynem halet “hāllA” ‫ ﺍﷲ‬Isa menyelamatkan dunia                           (ix)

                                                     ַ ֻׁ ‫י‬
Dari uraian tersebut dapat diketahui bahwa arti nama ‫“ ְהֹושע‬Yəhôšua” (Isa, Yesus) adalah ‫ﷲﺍ‬
“Allāh” telah menyebabkan Isa menyelamatkan dunia. Arti nama yang panjang itu seringkali
disingkat jadi:

Juru Selamat dunia (world savior) atau Juru Selamat (savior)                   (x)

Arti nama itu didukung dengan argumentasi bahwa nama tersebut bukan nama pemberian orang
tua, melainkan nama yang Allah berikan melalui firman yang disampaikan oleh malaikat Jibril
kepada Maryam (Injil Lukas 1:31) dan Yusuf (Injil Matius 1:21). Meskipun ada banyak orang
yang bernama “Isa”, hanya Isa Al Masih saja Allah karuniai nama “Isa”. Isa-Isa yang lain
namanya berasal dari orang tuanya, bukan nama yang diperoleh melalui firman Allah. Pemberian
nama ini saja sudah dapat menunjukkan bahwa orang yang diberi nama Isa oleh Allah diberi
tugas menyelamatkan dunia.

Pertanyaan:

1. Siapakah penyelamat dunia itu? Allah ataukah Isa?

Jawab:

Secara fisik, penyelamat dunia adalah Isa Al Masih. Namun, secara metafisis, yang
menyebabkan Isa Al Masih menyelamatkan dunia adalah ‫“ ﷲﺍ‬Allāh”, jadi penyelamat dunia
adalah ‫“ ﷲﺍ‬Allāh”.Dengan kata lain, juru selamat dunia adalah ‫“ ﷲﺍ‬Allāh” (tinjauan metafisis) dan
Isa Al Masih (tinjauan fisis), tergantung tinjauannya.

Peran Isa tersebut dapat dianalogikan dengan peran tim SAR yang menyelamatkan korban
bencana alam. Secara fisik dan kasat mata, tim SAR lah yang menyelamatkan korban bencana,
namun secara metafisis, Allah-lah yang menyelamatkan korban bencana alam itu. Jawaban
pertanyaan tersebut tergantung pada tinjauan yang kita pakai.
2. Apakah penjelasan ini tidak mengingkari kodrat Ilahiyah Isa Al Masih Al Kalimatullah?

Jawab:

Penjelasan tersebut sama sekali tidak mengingkari kodrat Ilahiyah dan kodrat insani Isa Al
Masih sebagai Kalimatullah yang nuzul ke dunia.

Analoginya demikian:

Bila Isa dianalogikan dengan peta, maka peta itulah yang menyelamatkan orang tersesat agar
tidak tersesat. Ilmu dalam peta itu adalah Ilmu Allah yang berkodrat Ilahiyah, namun lembaran
peta itu lengkap dengan gambar-gambarnya dan tulisan-tulisannya adalah berkodrat Insani. Allah
menyebabkan “peta itu” (yaitu Isa Al Masih) menyelamatkan dunia, baik peta dalam artian
makhluqiyah (kertas, tinta, tulisan, gambar) maupun peta dalam artian Ilahiyah (Ilmu Dzati yang
terkandung dalam peta itu dan yang merupakan hakikat peta tersebut). Tentang kodrat ganda Isa
Al Masih dan kodrat ganda Kitabullah telah dibahas pada seri-seri sebelumnya.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:704
posted:3/22/2010
language:Indonesian
pages:4