Peranan DPRD dalam Penetapan APBD berdasarkan Anggaran Berbasis Kinerja

Description

Up-Grading Nasional Fungsi dan Peran DPRD Kota Lubuk Linggau; Hotel Aston-Jakarta, 15 Desember 2008

Reviews
Shared by: Dadang Solihin
Categories
Stats
views:
1707
rating:
1.6(3)
reviews:
0
posted:
12/15/2008
language:
Indonesian
pages:
0
BAPPENAS Peranan DPRD dalam Penetapan APBD  Peranan DPRD dalam Penetapan APBD berdasarkan Anggaran Berbasis Kinerja Drs. H. Dadang Solihin, MA Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah‐Bappenas Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Bappenas Up‐Grading Nasional Fungsi dan Peran DPRD Kota Lubuk Linggau Hotel Aston‐Jakarta, 15 Desember 2008 www.dadangsolihin.com 2 Materi Workshop Materi  Materi Workshop Apa Tujuan Pembangunan? p j g Wadah Perwakilan Rakyat Peran dan Fungsi DPRD Tantangan bagi DPRD yang Efektif Best Practices Best Practices Orientasi Dasar Politik DPRD Siklus Representasi Wakil Rakyat Siklus Representasi Wakil Rakyat Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik Tingkat Aspirasi Politik Masyarakat Tingkat Aspirasi Politik Masyarakat Paradigma Governance Anggaran Berbasis Kinerja A B b i Ki j www.dadangsolihin.com 3 Apa Tujuan Pembangunan? Apa Tujuan Pembangunan? (Todaro: the three objectives of development) 1. Peningkatan standar hidup (levels of living) setiap orang,  baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang,  p p y g p g g papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll. 2. Penciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya  rasa percaya diri (self‐esteem) setiap orang. 3. Peningkatan kebebasan (freedom/democracy) setiap orang. www.dadangsolihin.com 4 How? 1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan 1 Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan antar daerah  antar sub daerah  antar s b daerah antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan). 2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. 2 M b d k k td t k k i ki 3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. 4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat  i k k d d k j h k daerah. 5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya  5 M t h k t j k l t i b d alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi  masa datang (berkelanjutan). masa datang (berkelanjutan). www.dadangsolihin.com 5 Wadah Perwakilan Rakyat Wadah Perwakilan Rakyat Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh Kepala Daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat DPRD sebagai organisasi politik Negara yang berpihak dan berjuang untuk kepentingan rakyat Berbagai partai politik yang seharusnya menjadi organisasi politik sipil tertinggi dari rakyat LSM dan berbagai bentuk asosiasi yang menjadi wadah fungsional atas p j perjuangan kepentingan tertentu g p g Berbagai organisasi kemasyarakatan yang dibentuk mulai dari tingkat dusun sampai tingkat nasional www.dadangsolihin.com Mana yang paling dekat dengan  M li d k d rakyat dan secara nyata sering  memperjuangkan kepentingan  y rakyat?  Organisasi mana yang terkait  langsung memperjuangkan  kepentingan rakyat?  Lembaga dan organisasi mana  yang mempunyai sumberdaya  pembangunan yang dapat  didayagunakan untuk secara  nyata dan cepat memenuhi  kebutuhan hidup rakyat?  Organisasi mana yang mempunyai  Organisasi mana yang mempunyai dasar pijakan kuat dan konkrit di  lingkungan rakyat? 6 Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan Pemda Kebijakan dan  Program  Pembangunan g Bentuk Kebijakan dan Program Pembangunan DPRD Parpol LSM Produk‐produk  Fungsi DPRD Program partai  dan janji  kampanye p y Kebijakan dan  program khusus  LSM Kelompok M Kelompok Median Ormas Agenda lobi dan  tekanan politik Sosial Kesejahteraan sosial  bagi seluruh warga Arena Pembangunan Ekonomi Lingkungan Pertumbuhan dan  pemerataan Lingkungan yang sehat  dan lestari Mereka adalah para pemain politik di tingkat  'meso' atau tengah yang cerdas dalam melihat  peluang untuk melakukan perubahan.  Motif gerakan dan sasaran mereka seringkali  sangat ditentukan pada pemenuhan insentif yang  sangat ditentukan pada pemenuhan insentif yang mereka harapkan; bisa insentif politik atau  ekonomi.  Mereka dapat bergerak seperti 'bola liar' karena  mampu masuk dalam berbagai kalangan dengan  mudah.  Mereka juga bisa menjadi 'penunggang bebas'  atau free rider terhadap berbagai organisasi dan  program yang sesuai dengan minat dan  program yang sesuai dengan minat dan kepentingan mereka.  Pada umumnya, mereka muncul dari 'kelas  menengah' di lingkungan ekonomi atau pun  lingkungan intelektual. www.dadangsolihin.com Kelembagaan Pembuatan keputusan  partisipatif Pemda KDH, Sekda, SKPD  DPRD Lembaga Intermediary Parpol Pimpinan Partai,  Biro‐biro dalam  Bi bi d l Partai LSM Ormas Berbagai bentuk  dan jenis Ormas d j i O Pimpinan, Komisi,  Fraksi, Kaukus F ki K k Berbagai bentuk  dan jenis LSM d j i LSM Kelompok median pendukung pemilu dan political entrepreneur Warga Negara dan Kepentingan‐kepentingannya Gender Laki Perempuan Ekonomi Kaya Miskin Domisili Tetap www.dadangsolihin.com Tidak Tetap Keamanan Mapan Rentan Organisasi Kelompok Individual  7 8 Sumber: ADEKSI, KAS, GTZ, ProLH (2005) Pendukung Pemilu endukung P endukung  Pada umumnya mereka  y mendapatkan akses pemanfaatan  fasilitas publik dan sumberdaya  pembangunan secara lebih baik  dibandingkan dengan masyarakat  kebanyakan.  kebanyakan Karena posisi yang berada di  lapisan tengah, mereka dapat  lapisan tengah mereka dapat diakses baik oleh para penguasa  formal maupun masyarakat luas,  sebab keduanya punya  ketergantungan terhadap  kelompok median ini. k l k di i i www.dadangsolihin.com 9 Fungsi DPRD menurut UU Fungsi DPRD menurut UU 1. Legislasi: kewenangan pembuatan Peraturan Daerah (Perda), yaitu  menginisiasi lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan juga  e ba as da e ye uju / e o a ape da ya g d usu a o e e se u membahas dan menyetujui/menolak Raperda yang diusulkan oleh eksekutif. Anggaran: kewenangan menyetujui atau menolak dan menetapkan RAPBD  menjadi APBD, melalui proses pembahasan Arah Kebijakan Umum,  pembahasan rancangan APBD yang diajukan oleh kepala daerah, dan  b h APBD di j k l hk l d h d menerapkan Perda tentang APBD. g g p g p Pengawasan: kewenangan dewan untuk melakukan pengawasan terhadap  pelaksanaan perda dan peraturan lainnya, pengawasan pelaksanaan APBD,  mengawasi kebijakan dan kinerja pemerintah daerah dalam  pelaksanaan  pembangunan daerah, dan kerjasama internasional di daerah. pembangunan daerah, dan kerjasama internasional di daerah. Sumber: UU 32/2004 2. 3. www.dadangsolihin.com 10 Peran dan Fungsi DPRD (1966‐1998) Peran dan Fungsi DPRD (1966 1998) • DPRD hanya menyetujui konsep eksekutif karena  kapasitas dan  h k k k fk k d kewenangannya terbatas untuk menganalisis kebijakan yang diprakarsai  eksekutif.  Anggota dewan saat itu tidak memiliki kekuatan dan keahlian untuk  melakukan analisa secara independen atau untuk meminta masukan dari  masyarakat.  masyarakat Hal ini semakin memperlemah fungsi perwakilan DPRD dan kemampuan  mereka dalam memastikan bahwa program, pelayanan, dan anggaran  pemerintah daerah telah mencerminkan prioritas konstituen.  i hd h l h i k i i k i Pemilihan umum direkayasa secara seksama untuk memilih anggota DPRD  y g y p yang loyal pada rezim.  • • Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini) Peran dan Fungsi DPRD (Saat Ini) DPRD saat ini lebih cerdas dan kompeten dibandingkan di masa lalu.  l bh d d k db d k d l l Anggota DPRD secara aktif terlibat dalam penyusunan peraturan daerah ,  tidak hanya menyetujui draf yang dipersiapkan oleh pemerintah, dan  y y j y g p p p , memainkan peran penting dalam proses penganggaran daerah.  Pemerintah daerah berkonsultasi dengan DPRD mengenai keputusan‐ keputusan kebijakan yang penting dan DPRD secara aktif mengambil  keputusan kebijakan yang penting dan DPRD secara aktif mengambil bagian dalam perencanaan untuk pengembangan ekonomi dan  masyarakat di daerahnya.  Melalui pemilihan umum yang jujur dan adil, anggota DPRD kini lebih  representatif dibandingkan di masa lalu, di mana masyarakat memiliki  p y g gg p g harapan yang tinggi terhadap lembaga ini.  • • • • • www.dadangsolihin.com 11 www.dadangsolihin.com 12 Tantangan bagi DPRD yang Efektif (1)  Tantangan bagi DPRD yang Efektif (1) • Seperti di banyak tempat lain di dunia, para politisi seringkali  terlihat sebagai orang‐orang yang mengutamakan  kepentingan diri sendiri dan mereka tidak terjangkau, terpisah  kepentingan diri sendiri dan mereka tidak terjangkau terpisah dari realita kemiskinan dan kesengsaraan lain yang masih  p mewarnai kehidupan sehari‐hari di Indonesia.  • Banyak anggota DPRD merasa mempunyai hak istimewa dan  merasa bahwa sebagai wakil terpilih yang berbicara dan  bertindak atas nama masyarakat, mereka berhak menuntut  perlakuan khusus dan kemudian menjauhkan diri dari  masyarakat biasa.  k t bi Tantangan bagi DPRD yang Efektif (2)  Tantangan bagi DPRD yang Efektif (2) • Tuduhan korupsi dan penyalahgunaan sumber daya publik  yang terus menghiasi catatan DPRD di daerah juga akan dapat  mengikis kepercayaan publik.  mengikis kepercayaan publik • Menurut data  Indonesian Corruption Watch pada Juni 2006,  lebih dari 1.000 anggota DPRD di seluruh Indonesia sedang  lebih dari 1 000 anggota DPRD di seluruh Indonesia sedang dalam penyelidikan karena tuduhan yang berkaitan dengan  korupsi. • DPRD banyak yang kurang efektif. Kebanyakan DPRD hanya  menyetujui satu atau dua PERDA dalam setahun walaupun  merencanakan untuk membuat lebih banyak lagi. Anggaran  daerah sering pula tertunda karena keterlambatan DPRD  untuk menyetujuinya.  untuk menyetujuinya www.dadangsolihin.com 14 www.dadangsolihin.com 13 Mengapa Hal Ini Terjadi? Mengapa Hal Ini Terjadi? • sistem partai yang terpusat membuat anggota DPR/D menjadi lebih  b / d l bh berpihak kepada partai sebagai sumber legitimasi daripada berpihak pada  pemilih dan masyarakat.  Partai politik melihat anggotanya sebagai sumber pengumpulan dana  untuk pemilihan umum berikut, sehingga kebanyakan anggota DPRD  memang secara teratur harus memberikan sebagian gaji mereka kepada  memang secara teratur harus memberikan sebagian gaji mereka kepada partai.  Bagi banyak anggota DPRD, para pemilih hanya perlu dimintai pendapat  lima tahun sekali, sebagai bagian dari kampanye pemilihan kembali. li h k li b i b i d i k ilih k b li “Hubungan Konstituensi” berarti memelihara kelompok kepentingan  tertentu yang mendukung para anggota DPRD untuk dipilih, dan seringkali  y g gp gg p , g melibatkan uang. Kemauan untuk Mereformasi Kemauan untuk Mereformasi • Anggota DPRD yang progresif dan berpikiran reformis semakin  sadar bahwa kebutuhan untuk mendengarkan masyarakat  tidak hanya terjadi selama kampanye saja tetapi dalam  tidak hanya terjadi selama kampanye saja tetapi dalam praktek sehari‐hari.  • Anggota DPRD semakin tanggap dan inovatif serta memahami Anggota DPRD semakin tanggap dan inovatif serta memahami  permasalahan yang muncul akibat  ketidakpercayaan  rakyat  pada para politisi.   • DPRD telah melakukan reformasi di beberapa bidang yang  memungkinkan partisipasi masyarakat serta meningkatkan  transparansi.  • • • www.dadangsolihin.com 15 www.dadangsolihin.com 16 Best Practices (1) Best Practices (1) Peraturan Daerah tentang Transparansi dan Partisipasi • Beberapa Pemda telah mengesahkan Perda yang transparan  dan memberikan kesempatan masyarakat untuk dimintai  d b ik k t k t t k di i t i pendapatnya dalam proses pembuatan keputusan. Penggunaan Masa Reses yang Bermakna Penggunaan Masa Reses yang Bermakna • Setiap tahun, DPRD memiliki dua kali masa reses, untuk  melakukan konsultasi dengan para konsituennya.  melakukan konsultasi dengan para konsituennya • Beberapa DPRD telah menggunakan reses ini dengan sangat  baik, misalnya dengan mengikuti Musrenbang di daerah  baik, misalnya dengan mengikuti Musrenbang di daerah masing‐masing. Best Practices (2) Best Practices (2) Keterlibatan Publik dalam Penyusunan Peraturan Daerah • DPRD dan pemerintah daerah membuka pintunya untuk  masukan dari kelompok‐kelompok masyarakat sipil.  k d ik l kk l k k t i il • Dalam beberapa kasus, hal ini telah dilembagakan melalui  kebijakan lokal untuk melibatkan organisasi masyarakat sipil  kebijakan lokal untuk melibatkan organisasi masyarakat sipil dalam proses penyusunan peraturan daerah.  • Dengan memperbolehkan masyarakat terlibat aktif dalam Dengan memperbolehkan masyarakat terlibat aktif dalam  proses pembuatan peraturan daerah, perangkat hukum  menjadi lebih mantap dan mudah dilaksanakan. www.dadangsolihin.com 17 www.dadangsolihin.com 18 Best Practices (3) Best Practices (3) Dengar Pendapat Publik • Sudah semakin lazim bagi DPRD untuk berkonsultasi dengan  masyarakat melalui dengar pendapat publik.  k t l l id d t blik • Beberapa DPRD telah memanfaatkan fasilitator dan  mekanisme konsultatif yang lebih interaktif dibandingkan  mekanisme konsultatif yang lebih interaktif dibandingkan dengan komunikasi satu arah tradisional dan sosialisasi dari  atas ke bawah.  • Ruang sidang paripurna DPRD dipersiapkan sedemikian rupa  guna meningkatkan komunikasi diantara para peserta, dan  pertemuan ini pun difasilitasi oleh fasilitator yang terlatih. Best Practices (4) Best Practices (4) Transparansi Anggaran • Banyak DPRD kini telah membuka pintu bagi masyarakat  untuk mengakses dokumen anggaran, bahkan telah  t k k d k b hk t l h menyebarkannya kepada publik dalam bentuk poster.  • Beberapa DPRD telah melakukan dialog interaktif melalui Beberapa DPRD telah melakukan dialog interaktif melalui  program radio untuk membicarakan anggaran daerah.  Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Penganggaran Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Penganggaran • Di beberapa daerah delegasi yang mewakili masyarakat dari  forum Musrenbang dapat mengikuti pertemuan persiapan  forum Musrenbang dapat mengikuti pertemuan persiapan DPRD untuk Kebijakan Umum Anggaran dalam rangka  penyusunan APBD.  19 www.dadangsolihin.com 20 www.dadangsolihin.com Orientasi Dasar Politik DPRD Orientasi Dasar Politik DPRD 1. Agenda politik yang sangat nyata dan  langsung memenuhi kebutuhan  warga. Penanggulangan kemiskinan; Peningkatan aksesibilitas dan  k k bl d kualitas pendidikan dan  kesehatan; Pemberantasan korupsi dan  reformasi birokrasi. reformasi birokrasi. Orientasi Dasar Politik DPRD . . . 2. Argumentasi politik yang dibangun adalah  sangat mendasar dan tidak klise. sangat mendasar dan tidak klise Dengan membawa dukungan politik nyata  dari warga, anggota DPRD akan dapat  dari warga anggota DPRD akan dapat memperkuat pijakan mereka dalam proses  p politik yang berlangsung dalam berbagai  y g g g g sidang DPRD.  Dengan informasi dan pengetahuan yang  langsung diperoleh dari warga masyarakat,  para anggota DPRD akan mampu  membawakan semua kepentingan warga ke  membawakan semua kepentingan warga ke dalam proses pembuatan Peraturan Daerah,  penentuan APBD dan pengawasan politik. penentuan APBD dan pengawasan politik. www.dadangsolihin.com 22 www.dadangsolihin.com 21 Orientasi Dasar Politik DPRD . . . 3. Pemikiran yang selalu mencari upaya  perbaikan. b ik Anggota DPRD akan selalu  dituntut untuk berpikir positif dit t t t k b iki itif dan konstruktif dalam  melaksanakan tugas dan  melaksanakan tugas dan fungsinya.  Sering tanpa disadari kebiasaan  g p ini justru meningkatkan  kapasitas modal politik yang  memang dibutuhkan oleh  anggota DPRD dan struktur  politik pendukungnya. politik pendukungnya www.dadangsolihin.com 23 Orientasi Dasar Politik DPRD . . . 4. Membangun dan memperkokoh sistem  umpanbalik yang cepat dan efektif. b lik d f k if Para anggota DPRD dan partai  politiknya dapat selalu melakukan  litik d t l l l k k up‐date terhadap informasi dan  program kerjanya.  program kerjanya. Partai politik yang diwakili oleh  anggota DPRD tersebut juga secara  gg j g terus menerus mengevaluasi diri  apakah mereka mempunyai akar  yang kuat di tingkat akar rumput  atau justru berkembang menjadi  partai politik yang mengambang. partai politik yang mengambang www.dadangsolihin.com 24 Siklus Representasi Wakil Rakyat p y Mandat politik yang bersifat sementara mengandung arti bahwa  rakyat hanya memberikan sebagian hak‐haknya untuk diwakili oleh  k h b k b h kh k kd kl l h anggota DPRD yang terpilih dalam proses pengambilan keputusan.  Rakyat masih dapat menggunakan haknya secara langsung untuk  R k t ih d t k h k l t k mempengaruhi proses pengambilan keputusan.  Jika wakil rakyat dianggap tidak dapat mewakili kepentingan mereka  Jika wakil rakyat dianggap tidak dapat mewakili kepentingan mereka yang memilihnya, maka kekuasaan perwakilan itu dapat dicabut  p p y g oleh para pemilih melalui mekanisme Pemilu lima tahun yang akan  datang.  Dalam jeda waktu di antara dua pemilihan umum, apabila seorang  wakil rakyat tidak dapat mewakili kepentingan para pemilihnya,  maka secara politik yang bersangkutan akan mengalami  delegitimasi di mata publik. d l iti i di t blik www.dadangsolihin.com 25 Siklus Representasi Wakil Rakyat RAKYAT PEMILU Representasi Rakyat (keterwakilan) Hubungan dengan Pemilih Hubungan dengan media dan kelompok kepentingan Sumber daya (anggaran, staf, riset dan informasi) DPRD Fungsi Legislasi MEMBUAT KEPUTUSAN POLITIK Fungsi Anggaran Fungsi Pengawasan Perlindungan hak‐ hak Individu dan  masyarakat Sumber: NDI, LGSP Peningkatan Kesejahteraan  Individu dan Masyarakat www.dadangsolihin.com 26 Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik Dalam pelaksanaan mandat rakyat, dewan selayaknya dapat  Dalam pelaksanaan mandat rakyat dewan selayaknya dapat menghasilkan keputusan politik/ kebijakan publik yang  berdampak positif melalui instrumen fungsi‐fungsi DPRD, yaitu  fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.  Semua pelaksanaan fungsi tersebut merupakan inti dari politik  perwakilan.  DPRD sebagai representasi rakyat menjalankan amanah  keterwakilan, yang mengharuskan seorang wakil rakyat bersikap  k kl h k kl k b k dan bertindak sesuai dengan kehendak rakyat, yang  diartikulasikan melalui peran kelompok‐kelompok dalam  diartikulasikan melalui peran kelompok‐kelompok dalam masyarakat maupun individu‐invidu warga negara. Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik Secara substansial perlindungan hak  peningkatan kesejahteraan dalam berbagai aspek Secara prosedural mengikuti prosedur hukum yang benar mengikuti prosedur hukum yang benar melibatkan masyarakat di dalam prosesnya Komunikasi dan hubungan dengan konstituen, media serikat, Komunikasi dan hubungan dengan konstituen media serikat Ormas, LSM, perguruan tinggi, dan lain‐lain. Sistem pendukung (supporting system) memadai antara lain  Sistem pendukung (supporting system) memadai antara lain mencakup anggaran, staf, riset dan informasi. www.dadangsolihin.com 27 www.dadangsolihin.com 28 Tingkat Aspirasi Politik Masyarakat Tingkat Aspirasi Politik Masyarakat Tertinggi Kebutuhan sebagai aspirasi bersama (atau  banyak pihak) untuk menyelesaikan masalah  atau memperbaiki kondisi.  atau memperbaiki kondisi Tertinggi Pergeseran Paradigma:  From Government to Governance G tt G Menengah p g ,y Kepentingan, yakni hak‐hak sosial‐ ekonomi‐politik individu maupun  kelompok masyarakat. Terendah Keinginan individu atau kelompok  orang untuk keperluan jangka  pendek, yakni kebutuhan isi perut  dan kedudukan (ekonomi‐politik) Menengah Government Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal p publik, Aktor di luarnya hanya dapat disertakan sejauh negara gj y mengijinkannya. Governance Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama p pemerintah, civil society dan y dunia usaha sebagai tiga aktor utama. Terendah Sumber: LGSP www.dadangsolihin.com 29 www.dadangsolihin.com 30 Pelaku Pembangunan:  Paradigma Governance Paradigma  Paradigma Governance Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat  yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb. yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb. Tenaga Kerja Kontrol Kontrol Pelaku Pembangunan: Stakeholders Pelaku Pembangunan: Stakeholders STATE CITIZENS Community-based organizations C it b d i ti Non-governmental organizations Professional Associations Religious groups Women’s groups Media Dunia Usaha  Swasta Pemerintah Masyarakat Executive Judiciary d Legislature Public service Military Police organized into: Nilai Pertumbuhan Pasar Redistibusi Melalui Pelayanan BUSINESS Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange Apabila sendi‐sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan  Good. www.dadangsolihin.com 31 www.dadangsolihin.com 32 Troika Troika:  Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan  Masyarakat Masyarakat, Masyarakat Bangsa, dan Negara Masyarakat y Pemerintah VISI Good Governance Dunia Usaha www.dadangsolihin.com 33 www.dadangsolihin.com 34 Ternyata  Pemerintah Masih Diperlukan P i t h M ih Di l k Anggaran Berbasis Kinerja A B b i Ki j www.dadangsolihin.com 35 www.dadangsolihin.com 36 Apa itu ABK? A it ABK? Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting)  adalah penyusunan anggaran yang didasarkan atas  perencanaan kinerja.  ki j ABK terdiri dari program dan kegiatan yang akan  dilaksanakan serta indikator kinerja yang ingin dicapai oleh  dilaksanakan serta indikator kinerja yang ingin dicapai oleh suatu entitas anggaran (budget entity).  Landasan Hukum TAP MPR XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas KKN; UU 28/1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN; Inpres 7/1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Good Governance: discipline, sustainable, transparent, efficient, accountable t t ffi i t t bl UU 17/2003 tentang Keuangan Negara; g g g UU 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara; UU 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pemb Nasional; UU 1 /2004 tentang P 15/2004 Pemeriksaan P ik Pengelolaan d T l l dan Tanggung J Jawab b Keuangan Negara; PP 20/2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah; PP 21/2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran K/L www.dadangsolihin.com 37 www.dadangsolihin.com 38 Pengertian ABK Pengertian ABK ABK adalah penyusunan anggaran dengan memperhatikan  ABK d l h d h ik keterkaitan antara pendanaan dengan keluaran dan hasil yang  p p p diharapkan termasuk efisiensi dalam pencapaian hasil dan  keluaran tersebut. ( (Pasal 7 ayat (1) PP 21/2004) y ( ) / ) Dalam ABK diperlukan indikator kinerja, standar biaya, dan  Dalam ABK diperlukan indikator kinerja standar biaya dan evaluasi kinerja dari setiap program dan jenis kegiatan. (Pasal 7 ayat (2) PP 21/2004) (Pasal 7 ayat (2) PP 21/2004) Tujuan ABK Tujuan ABK Dengan penyusunan ABK diharapkan rencana dan program program  Dengan penyusunan ABK diharapkan rencana dan program‐program pembangunan yang disusun dapat mengarah kepada: – terwujudnya sasaran yang telah ditetapkan,  – dicapainya hasil yang optimal dari setiap investasi yang dilakukan  guna meningkatkan kualitas pelayanan publik,  – tercapainya efisiensi serta peningkatan produktivitas di dalam tercapainya efisiensi serta peningkatan produktivitas di dalam  pengelolaan sumberdaya dan peningkatan kualitas produk serta  jasa untuk mewujudkan kesinambungan pembangunan dan  kemandirian nasional.  k di i i l – mendukung alokasi anggaran terhadap prioritas program dan  g y g kegiatan yang akan dilaksanakan.  www.dadangsolihin.com 39 www.dadangsolihin.com 40 Reformasi Sistem Penganggaran Reformasi Sistem Penganggaran PARADIGMA LAMA PARADIGMA BARU Reformasi Sistem Penganggaran Reformasi Sistem Penganggaran Paradigma Lama Paradigma Lama Paradigma Baru Paradigma Baru Visi: Melaksanakan rencana pembangunan lima tahunan berdasarkan GBHN Misi: Penyelenggaraan pemerintahan umum dan pembangunan Penganggaran berdasarkan pendekatan menurut pengeluaran rutin d pengeluaran ti dan l pembangunan Visi: Melaksanakan program kerja Presiden/Kepala Daerah terpilih Misi: Pelaksanaan kerangka regulasi serta kerangka investasi dan pelayanan publik yang di tuangkan dalam RKP/D Anggaran disusun b d A di berdasarkan k RKP/D dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan negara 41 www.dadangsolihin.com 42 Penganggaran g gg Berbasis: 1. Pengeluaran Rutin 2. Pengeluaran 2 P l Pembangunan Penganggaran g gg dengan Pendekatan: 1. Anggaran Terpadu 2. 2 KPJM 3. Anggaran Kinerja www.dadangsolihin.com Penerapan ABK Penerapan ABK Mengubah Fokus Pengukuran M b hF k P k bergeser Besarnya Jumlah Alokasi Sumber Daya FLEKSIBILITAS Latar Belakang: 3 Tuntutan Latar Belakang: 3 Tuntutan 1. azas keseimbangan (checks and balances) dalam penganggaran 2. penerapan tata kepemerintahan yang baik (good governance) 3 Komitmen dalam 3. menggunakan sumber daya yang terbatas. Hasil yang dicapai dari penggunaan sumber daya Melahirkan sejumlah produk hukum yang melandasi perubahan menuju era reformasi yang mengedepankan: disiplin, kesinambungan, transparan, effisien, dan akuntabel. www.dadangsolihin.com 43 www.dadangsolihin.com 44 Pendekatan Sistem Penganggaran Pendekatan Sistem Penganggaran Anggaran negara mempunyai fungsi otorisasi, perencanaan,      f pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi  u gs a o as d a sa a a aga su be daya ya g a g a dapa Fungsi alokasi dilaksanakan agar sumber daya yang langka dapat  dialokasikan secara efisien dan efektif sesuai skala prioritas guna  mencapai tujuan negara; Pendekatan tradisional (line item budget) menempatkan klasifikasi      P d k t t di i l (li it b d t) tk kl ifik i ekonomi (jenis‐belanja) sebagai instrument utama pengalokasian      anggaran; Penerapan prinsip “Good Governance” menuntut penggeseran      pendekatan tradisional ke ABK yang didukung dengan pendekatan  Penganggaran Terpadu dan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah.        Penganggaran Terpadu dan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah. Manfaat Penerapan ABK (1) Manfaat Penerapan ABK (1) 1. Transparansi Meningkatkan transparansi dengan menekankan kejelasan hubungan antara  penggunaan anggaran dengan kinerja pemerintah sehingga dapat digunakan untuk  meningkatkan efisiensi dalam pengalokasian anggaran dan pelaksanaannya. Melalui penuangan kebijakan pemerintah ke dalam program‐program, pemerintah  dapat menunjukkan komitmennya kepada rakyat secara jelas dan mudah  dipahami.  dipahami. Penganggaran dan pencatatan akuntansi dapat dilakukan menurut program  sehingga  pemisahan data biaya dan penerimaan per program memperjelas untuk  pengambilan keputusan, di samping memberikan gambaran yang jelas pula  pengambilan keputusan di samping memberikan gambaran yang jelas pula mengenai keluaran  dan hasil yang diharapkan; Dibandingkan dengan pendekatan tradisional yang lebih mendasarkan pada  pengelompokan menurut jenis belanja, penganggaran yang disusun berdasarkan  pengelompokan menurut jenis belanja penganggaran yang disusun berdasarkan program jelas lebih relevan dan mudah diakses oleh para politisi dan publik.  www.dadangsolihin.com 45 www.dadangsolihin.com 46 Manfaat Penerapan ABK (2) Manfaat Penerapan ABK (2) 2. Pola Penganggaran  Mengubah pola penganggaran dari semula terfokus pada bagaimana      mendapatkan anggaran & membelanjakannya menjadi bagaimana   membiayai kegiatan berdasarkan program dengan tujuan tertentu sesuai  membiayai kegiatan berdasarkan program dengan tujuan tertentu sesuai prioritas (money follow function). Prosesnya dimulai dengan menentukan keluaran dan hasil yang  diharapkan sesuai tujuan dan sasaran program, kemudian baru ditetapkan  inputnya yang digunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran dimaksud. Pengukuran kinerja juga bisa disusun guna mengukur efektifitas dari   Pengukuran kinerja juga bisa disusun guna mengukur efektifitas dari kegiatan pencapaian tujuan yang diinginkan.  Manfaat Penerapan ABK (3) Manfaat Penerapan ABK (3) 3. Penentuan Prioritas Pendekatan ABK memberikan peluang kepada Lembaga Penentu/pembuat  Kebijakan seperti Kabinet dan DPR untuk dapat menentukan prioritas  secara lebih rasional. secara lebih rasional Hal ini dimungkinkan karena anggaran program pemerintah tidak sekedar  menggambarkan pengelompok an menurut  organisasi dan jenis belanja,  menggambarkan pengelompok an menurut organisasi dan jenis belanja, akan tetapi lebih dari itu di dalam program secara jelas tercermin hasil  yang diinginkan untuk dicapai. Pendekatan ABK membawa kejelasan atas fokus kebijakan pemerintah,  bagaimana kegiatan administrasi pendukung menunjang tujuan dan  target, serta bagaimana anggaran dibagi diantara berbagai prioritas.   target serta bagaimana anggaran dibagi diantara berbagai prioritas www.dadangsolihin.com 47 www.dadangsolihin.com 48 Manfaat Penerapan ABK (4) Manfaat Penerapan ABK (4) 4. Efisiensi Birokrasi  Penerapan ABK berpotensi besar meningkatkan efisiensi birokrasi. ABK  mencerminkan harapan bahwa birokrasi terselenggara dalam performa  yang prima yang mendorong terfokuskannya pencapaian hasil.  yang prima yang mendorong terfokuskannya pencapaian hasil Hal ini terjadi karena dengan adanya lembaga yang bertanggung‐ jawab  atas penyediaan layanan barang dan jasa publik sementara K/L lebih  difokuskan pada tanggungjawab pengaturan regulasinya, maka kejelasan  pengaturan kewenangan ini akan meningkatkan kualitas pelayanan oleh  birokrasi. ABK Secara konsepsi penerapan ABK merupakan proses  transformasi yang mengedepankan pencapaian efisiensi dan  efektivitas dari penggunaan sumber daya.    f Penghargaan tertinggi Efisien secara ekonomi efektivitas ekonomis BIAYA SUMBER DAYA Efisien secara teknis KELUARAN PROSES Anggaran berbasis Keluaran HASIL Anggaran tradisional Anggaran berbasis hasil anggaran kinerja gg j mengubah arah/orientasi penganggaran melalui Pelaksanaan anggaran terpadu, anggaran berbasis (berorientasi) kinerja, dan kerangka pengeluaran jangka menengah. • Tuntutan g g Lingkungan • • www.dadangsolihin.com 49 azas keseimbangan (checks and balances) dalam penganggaran penerapan tata kepemerintahan yang baik (good governance) Komitmen dalam menggunakan sumber daya yang terbatas. www.dadangsolihin.com 50 Dadang Solihin’s Profile Dadang Solihin currently is Director for Regional Development  Dadang Solihin currently is Director for Regional Development Performance Evaluation at Indonesian National Development  Planning Agency (Bappenas). He holds MA degree in Economics from  y , p p y University of Colorado, USA. His previous post is Director for System  and Reporting of Development Performance Evaluation at Bappenas.  TERIMA KASIH www.dadangsolihin.com 51 Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia‐Pacific Studies,  g , Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University  of Darma Persada, Jakarta, Indonesia. He got various training around the globe, included Shanghai International Program  He got various training around the globe, included Shanghai International Program for Development Evaluation Training (2008), Public Officials Capacity Building  Training Program for Government Innovation, Seoul –Korea (2007), Advanced  g g gy g , International Training Programme of Information Technology Management, at  Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management,  Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur,  Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002);  Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and  Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He  published more than five books regarding local autonomous.  You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile  at +62812 932 2202 www.dadangsolihin.com 52

Related docs
Peranan DPRD dalam Penyusunan Perda
Views: 1259  |  Downloads: 158
Lap BPK Atas APBD KOta Salatiga 2004
Views: 77  |  Downloads: 3
Monitoring dan Evaluasi Kinerja Pembangunan
Views: 1403  |  Downloads: 417
PP No. 1 th 01 - DPRD
Views: 61  |  Downloads: 1
willie-manstra berbasis kompetensi
Views: 430  |  Downloads: 29
7empirik-prasojo dkk-efisiensi anggaran
Views: 462  |  Downloads: 38
Peranan musik dalam pembentukan budi pekerti
Views: 2639  |  Downloads: 78
Panduan Mengenai KDRT
Views: 126  |  Downloads: 4
DEMOKRASI DAN PERANAN NEGARA
Views: 496  |  Downloads: 10
premium docs
Other docs by Dadang Solihin