NUKLIR by tsaniaifah

VIEWS: 1,024 PAGES: 13

									BAHAN BAKAR ALTERNATIF


     NUKLIR
 Sejarah

          Masyarakat pertama kali mengenal tenaga
nuklir dalam bentuk bom atom yang dijatuhkan di
Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia II tahun
1945. Sedemikian dahsyatnya akibat yang ditimbulkan
oleh bom tersebut sehingga pengaruhnya masih dapat
dirasakan sampai sekarang.
          Reaktor nuklir yang pertama kali
pembangkitkan listrik adalah stasiun pembangkit
percobaan EBR-I pada 20 Desember 1951 di dekat Arco,
Idaho, Amerika Serikat. Pada 27 Juni 1954, PLTN
pertama dunia yang menghasilkan listrik untuk jaringan
listrik (power grid) mulai beroperasi di Obninsk, Uni
Soviet. PLTN skala komersil pertama adalah Calder Hall
di Inggris yang dibuka pada 17 Oktober 1956
   Pengertian Nuklir

     Nuklir merupakan bagian terkecil dari atom dimana
massa atom terkumpul. Nuklir tidak mempunyai struktur
yang khas dan hanya merupakan inti yang terkandung
dalam atom sebagaimana nukleus yang terdapat dalam inti
sel dalam ilmu biologi. Sehingga bila berbicara tentang
nuklir, sebenarnya kita sedang berbicara tentang inti atom
yang “telanjang” tanpa kulit yang mengelilinginya.
     Bahan bakar yang digunakan untuk melakukan reaksi
nuklir adalah Uranium dan tidak dapat menggunakan
sembarang unsur. Umumnya Uranium yang digunakan
adalah Uranium-235 (92U235) yang merupakan isotop dari
Uranium-238 (92U238). Ada dua macam reaksi pada nuklir
yaitu reaksi fisi (pembelahan inti) dan reaksi fusi
(penggabungan inti).
Reaksi fisi
  Secara garis besar reaksi fisi yang terjadi antara
  neutron dengan isotop uranium (235U) dalam
  reaktor nuklir dapat digambarkan sebagai berikut.
  Neutron dengan energi berkisar 0,025 eV akan
  bereaksi dengan atom 235U menjadi 236U yang
  sangat tidak stabil, kemudian dalam waktu sangat
  singkat 236U pecah (fision) menjadi dua buah
  produk fisi X1 dan X2 serta 2 atau 3 buah neutron
  dan energi. Reaksi ini dapat dirumuskan sebagai
  berikut;
  N + 235U→236U→X1 + X2 + (2 atau 3) n + E
  Energi dari reaksi fisi (E) sebagian besar akan
  dibawa oleh produk fisi dalam bentuk energi kinetik
  yang terdeposisikan di dalam medium bahan bakar
  nuklir dalam bentuk panas akibat pergerakan
  produk fisi. Energi panas ini kemudian diambil untuk
  pembangkitan energi listrik pada sebuah
  Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Reaksi Fusi

  Reaksi lain yang terjadi pada nuklir
  adalah reaksi fusi. Pada reaksi jenis ini
  inti-inti atom bergabung membentuk inti
  atom yang lebih besar. Reaksi ini
  biasanya terjadi pada matahari atau
  bintang-bintang dan ledakan bom
  hidrogen. Reaksi fusi ini digolongkan
  dalam reaksi endotermik (bereaksi
  dengan memerlukan energi),
Reaktor thermal
menggunakan moderator neutron untuk melambatkan atau me-moderate
neutron sehingga mereka dapat menghasilkan reaksi fissi selanjutnya. Neutron
yang dihasilkan dari reaksi fissi mempunyai energi yang tinggi atau dalam
keadaan cepat, dan harus diturunkan energinya atau dilambatkan (dibuat
thermal) oleh moderator sehingga dapat menjamin kelangsungan reaksi
berantai

Reaktor cepat
menjaga kesinambungan reaksi berantai tanpa memerlukan moderator
neutron. Karena reaktor cepat menggunkan jenis bahan bakar yang berbeda
dengan reaktor thermal, neutron yang dihasilkan di reaktor cepat tidak perlu
dilambatkan guna menjamin reaksi fissi tetap berlangsung.
   Sifat – sifat Nuklir

        Memancarkan Radiasi, Karena reaksi nuklir
merupakan reaksi yang sangat berbahaya, maka reaksi
nuklir harus dilakukan didalam suatu reaktor nuklir. Hal ini
dilakukan untuk memproteksi masyarakat, peneliti nuklir,
dan lingkungan dari radiasi nuklir yang berbahaya.
Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

-   Densitas energi nuklir sangat tinggi, lebih tinggi
    di bandingkan dengan batu bara ataupun minyak
    bumi.Sebagai ilustrasi, dalam 1 kg uranium dapat
    menghasilkan energi listrik sebesar 50.000 kWh
    bahkan dengan proses lebih lanjut dapat mencapai
    3.500.000 kWh.

- Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca
    (selama operasi normal) - gas rumah kaca hanya
    dikeluarkan ketika Generator Diesel Darurat
    dinyalakan dan hanya sedikit menghasilkan gas)
 - Tidak mencemari udara - tidak menghasilkan gas-
   gas berbahaya sepert karbon monoksida, sulfur
   dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida,
   partikulate atau asap fotokimia
- Sedikit menghasilkan limbah padat (selama
   operasi normal)
- Biaya bahan bakar rendah - hanya sedikit bahan
   bakar yang diperlukan
- Ketersedian bahan bakar yang melimpah –
   sekali lagi, karena sangat sedikit bahan bakar yang
   diperlukan
Kekurangan dari sumber daya nuklir :


- Apabila terjadi kebocoran dalam reaktor dapat
  menyebabkan radiasi yang sangat hebat, hingga
  mengancam ekosistem lingkungan sekitar.
- Limbah Radioaktif, limbah radioaktif tingkat tinggi
  yang dihasilkan dapat bertahan hingga ribuan tahun.
Aplikasi Sumber Energi Nuklir

        Indonesia sendiri telah lama mengembangkan
teknologi nuklir dan memiliki tiga reaktor nuklir yaitu
Reaktor G. A Siwabessy di Serpong, Reaktor
Triga 2000 di Bandung dan Reaktor Kartini di
Yogyakarta. Ketiga reaktor ini termasuk dalam jenis
reaktor riset yang tujuannya pun untuk berbagai
penelitian dibidang nuklir dan menghasilkan berbagai
macam teknologi yang penggunaanya non energi,
misalnya untuk bidang pertanian, biologi, peternakan,
industri, kedokteran, dan bidang-bidang non energi
lainnya.
        Salah satu pemanfaatan teknik nuklir dalam bidang
energi saat ini sudah berkembang dan dimanfaatkan secara
besar-besaran dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga nuklir
(PLTN), dimana tenaga nuklir digunakan untuk membangkitkan
tenaga listrik yang relatif murah, aman dan tidak mencemari
lingkungan. PLTN berperasi dengan prinsip yang sama seperti,
hanya panas yang digunakan untuk menghasilkan uap tidak
dihasilkan dari pembakaran bahan fosil, tetapi dihasilkan dari
reaksi pembelahan inti bahan fisil (uranium) dalam suatu
reaktor nuklir. tenaga panas tersebut digunakan untuk
membangkitkan uap didalam sistem pembangkit uap ( Steam
Generator) dan selanjutnya sama seperti pembankit lainnya,
uap digunakan untuk menggerakkan turbingenerator sebagai
pembangkit tenaga listrik. Sebagai pemindah panas biasa
digunakan air yang disirkulasikan secara terus menerus selama
PLTN beroperasi.
Daftar Pustaka


http://fampiicilegon.wordpress.com
http://nuklirindo.blogspot.com
http://wapedia.mobi/id
www.cme-is-try.org

								
To top