Dampak Musik pada kesehatan by langitka9s

VIEWS: 684 PAGES: 4

									Dampak Musik Terhadap Kesehatan:
                                    Musik Memang Asyik
                        ( Oleh: Helen Hosanna & Christina Yuriani Isanto)
Musikus David Tham dalam bukunya yang berjudul Rahasia dari Kuasa Musik" mengatakan "di
dalam dunia seni, boleh dikatakan tak ada seni yang kuasanya bisa melebihi musik, dalam hal
merubah dan mengguncangkan jiwa dan rasio manusia."
Sebuah majalah bulanan terkemuka di Amerika, dalam salah satu edisinya mencantumkan musik
terdiri dari berbagai unsur dan jika diatur menurut proporsinya maka musik ini dapat membuat
seseorang menjadi tenang atau bersemangat, anggun atau kasar, rasional atau emosional yang tak
terkontrol. Musik memiliki nilai moral baik dan jahat.
Dr. Andrew W lulusan fakultas kedokteran Harvard University dalam buku yang ditulis tahun 1997
"Delapan Minggu Menuju Kesehatan yang Sempurna" bahwa latar belakang musik yang dipakai
film-film horor lebih memberi perasaan menakutkan dari pada gambar film itu sendiri.
Banyak orang mengakui pengaruh musik dapat merubah metabolisme manusia, supaya orang bisa
rilek. Menurut penelitian ilmu pengetahuan tubuh manusia itu selalu cenderung meresponi
kecepatan irama, nada suara dari luar. Tatkala seseorang mendengar suara yang kecepatan ritmenya
mencapai 60-90 kali per menit, manusia dibawa dalam keadaan rilek karena kecepatan ini
merupakan kecepatan detak jantung yang sempurna. Di samping itu jalan pikiran menjadi lebih
gesit, daya ingat dan daya belajar juga meningkat. Psikolog dari Bulgaria, Dr. Geargie Lozanov di
dalam penelitiannya tentang efisiensi waktu untuk belajar, telah ditemukan bahwa cara untuk
mempersingkat waktu belajar adalah dengan mendengarkan gubahan musik dari Bach, Hendel,
Tchaikovsky, yang biasanya dikategorikan dengan musik Baroq atau Romantik. Musik-musik
tersebut memiliki ciri khas yaitu beat yang lambat dan rythm yang dinamis dan enerjik serta
memiliki kalimat musik yang mengalir, lembut, tapi powerful. Musik yang lambat dapat
menyebabkan gelombang otak pada keadaan prima (alpha). Dalam keadaan tenang seperti ini otak
berada dalam keadaan jernih. Daya belajar dan daya serapnya paling tinggi.
Marianne Locke adalah seorang direktur manajer dari lembaga yang menyediakan buku pelajaran
"Imajinasi Anda" untuk 30 sekolah musik di California. Tatkala mereka memperdengarkan musik
tradisional Cina dan Jepang maupun alunan musik yang lembut lainnya di hadapan murid-murid,
ternyata murid-murid mereka menjadi tenang, berkonsentrasi penuh dan hasil belajar menjadi
maksimal. Sebaliknya musik dengan tempo yang cepat, melodi yang keras, gelombang suara yang
besar dapat menimbulkan pola pikir yang terganggu, tegang, dan tidak konsentrasi. Akibatnya daya
belajar menurun. Dengan teori yang sama para pakar setuju bahwa pendidikan bayi harus dimulai
sejak dalam kandungan ibu. Mereka menyarankan banyak mendengar musik dari Mozart untuk
mendidik bayi dalam kandungan. Dengan mendengarkan musik klasik, mereka berada dalam
keadaan yang rilek. Hal ini akan menyebabkan tekanan darah manusia menurun, pernafasan dan
metabolisme tubuh relatif teratur. Dengan kata lain daya tahan tubuh terhadap stres akan lebih kuat.
Pada waktu mendengarkan musik tersebut tubuh kita dapat memproduksi endoprin yang fungsinya
mengurangi rasa sakit dalam tubuh. Oleh sebab itu para dokter gigi memperdengarkan musik tenang
dalam ruang prakteknya. Di samping pengaruh musik klasik juga dapat menambah produksi sel
darah putih "SIGA" dalam air liur yang mengurangi infeksi. Seorang ahli jantung Dr. Raymond
Bahr, percaya betul bahwa dengan mendengarkan musik klasik selama setengah jam sama dengan
memberikan obat penenang Diazepam sebanyak 10 mg. Perlu diketahui Dr Raymond bekerja di
Rehabilitasi Penyakit Jantung.
Muzak adalah perusahaan raksasa yang khusus membuat mood songs. Latar belakang musik yang
diputar di hotel dan tempat praktek dokter bertujuan membuat suasana dan lingkungan menjadi
tenang dan rilek, sehingga mereka dengan sabar dapat menunggu giliran nama mereka dipanggil.
Hasilnya ternyata sangat sukses.
Sebaliknya ada jenis musik lain yang bertolak belakang dengan hal di atas, seperti yang dilaporkan
oleh seorang penulis yang bernama Joseph Lanza di dalam bukunya yang berjudul "Elevator
Music". Beliau memberi laporan, beberapa tamu hotel Hilton di Las Vegas yang mengidap
penyakit "Petit mal epilepsi" ternyata kambuh setelah pihak hotel memperdengarkan lagu
rock'n'roll sebagai musik latar mereka. Selain itu literatur kedokteran melaporkan ada 76 kasus
penyakit "Musicogenic Epilepsi" yang kambuh akibat pengaruh musik semacam itu. Musik yang
menyebabkan tubuh bergoyang itu menyebabkan ketidakseimbangan otak dalam memproduksi
cairan yang mengontrol komunikasi. Bahkan menghasilkan manusia yang tidak stabil emosinya
yang dapat menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.
Ketika Chopin berusia 10 tahun, ia memainkan piano untuk gubernur Polandia "Konstantin" yang
berpenyakit epilepsi. Saat mendengar musik tersebut, gubernur Polandia itu ternyata mampu
menahan kambuhnya penyakit yang dideritanya.
Seorang psikolog ahli syaraf otak Dr. William Kelvin, di dalam bukunya "Cara Otak Berpikir"
menunjukkan bahwa para komposer menganggap suara over-tone yang murni seperti suara alat
musik flute dapat menghibur dan menenangkan hati manusia. Tetapi over-tone acak seperti yang
diproduksi dari metal dapat menimbulkan suara, seperti suara ancaman dan peringatan. Tahun 1978
seorang ahli musik terapi dari California mengadakan ujian kepada 240 anak yang umurnya
berkisar 10-18 tahun. Mereka disuruh mendengar musik rock. Ternyata emosi mereka tak menentu,
yang menjurus keinginan untuk bunuh diri. Dan hasil tesnya diberikan kepada seorang pakar
psikolog untuk diteliti, pakar itu mengatakan 240 anak-anak itu telah mengidap penyakit jiwa.
Menurut Dr. Andrew W, musik tradisional Bali seperti gamelan meskipun memiliki cara main yang
berbeda dengan alat musik perkusi lain, waktu dimainkan sebagai sarana pendorong bagi prajurit
yang akan berperang, itupun sudah dapat menyebabkan hormon anak ginjal dari para prajurit
mengalir begitu derasnya sehingga mereka dengan emosionalnya ingin menghancurkan barang-
barang yang ada di sekitarnya. Apalagi dengan bunyi yang keras yang dihasilkan dari alat perkusi,
akan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Cara memainkan alat perkusi berteknik tinggi telah dikembangkan di Afrika. Hal ini cukup dapat
menyebabkan alam bawah sadar manusia berubah, termasuk merangsang gairah seks, tertidur, tak
sadarkan diri sampai dirasuk setan..
Sekarang kita akan mengemukakan suatu fakta. Patty Hearst, pada tahun 1974 bulan Februari
disandera oleh tentara pembebasan SLA. Pada saat disandera Patty tiba-tiba berubah tingkah
lakunya. Ia justru melakukan perampokan sebuah Bank untuk SLA. Mengapa Patty mengalami
perubahan sedrastis itu? Tahun 1976 Majalah Newsweek memuat sebuah artikel William Surgeon,
seorang ahli cuci otak terkemuka dari Inggris. William Surgeon mengadakan pemeriksaan terhadap
Patty dan menarik kesimpulan yang mengejutkan. Ia mengatakan apabila sistem syaraf manusia
selalu berada dalam keadaan stres dan terlalu dikontrol maka menghasilkan reaksi yang berlawanan
dari aktivitas otak itu. Hal itu terjadi karena Patty dipaksa untuk mendengarkan lagu-lagu metal,
rock yang keras secara terus-menerus yang berisikan kemarahan, kesenangan, kesedihan secara
emosional dan ekstrim. Musik yang memiliki getaran frekuensi tinggi apabila bergabung dengan
molekul kaca yang memiliki kecepatan yang tinggi dapat menggetarkan bahkan menghancurkan
kaca itu.
Bob Larson di dalam bukunya yang berjudul The Day Music Dead, mengatakan hal yang sama.
Apabila manusia mengikuti gerak dari musik rock'n'roll secara teratur, maka akan menimbulkan
perubahan fisik dari manusia itu. Di pihak lain, Dr. Arll W.Flosdorf dan Dr. Leslie A.Cahmbers
dengan serentetan percobaan membuktikan, suara yang melengking apabila dimasukkan dalam
media cairan yang mengandung putih telur maka cairan putih telur itu akan membeku dan
mengeras. Para remaja penggemar musik rock yang membawa telur 1/2 matang pada acara
pertunjukan, ternyata telur 1/2 matang tersebut menjadi matang pada pertengahan acara. Hal ini
disebabkan oleh karena gelombang suara dari musik rock'n'roll.
Dengan menggunakan alat yang canggih untuk mendeteksi keadaan otak dan ahli syaraf otak dari
Canada, dr. Robert J. Zatorre, mengatakan bahwa pada waktu mengdengarkan musik dengan
memejamkan mata maka syaraf otak kanan pendengaran menjadi aktif. Di samping itu otak kanan
bagian belakang yang mengontrol indera penglihatan pusat ikut menjadi aktif, sehingga dapat
menimbulkan suatu imajinasi yang berhubungan dengan isi musik itu.
Peneliti dari Universitas Harvard yang bernama Jeromy Kagan memberikan laporan menarik dari
suatu hasil percobaan. Apabila kita memperlihatkan sebuah barang yang menarik kepada bayi maka
hal ini akan merangsang indera penglihatan untuk menggerakkan organ kaki dan tangan bayi. Tetapi
apabila dirangsang indera pendengarannya dengan musik yang lembut maka bayi akan menjadi
tenang dan diam. Setelah Dr. Jeromy melakukan kedua percobaan tersebut secara bersamaan, maka
konsentrasi bayi menjadi buyar karena imajinasinya terhambat.
Rangsangan yang berulang-ulang seperti contohnya bentuk musik yang liriknya sama atau lagu
yang diperdengarkan berulang-ulang akan menimbulkan citra yang sama yaitu si pendengar akan
menjadi kurang tertarik. Bahkan merasa sumpek, lelah dan akhirnya memperlambat daya pikir. Hal
ini berakibat mempersulit penyerapan dari arti kata-kata itu sendiri.
Penilaian terhadap musik itu memang berbeda, tergantung pada sikap subjektif dan faktor psikologi
dari masing-masing orang. Tetapi melalui penelitian reaksi tumbuh-tumbuhan terhadap musik, kita
percaya warna suara itu akan secara obyektif langsung mempengaruhi sel-sel dan pertumbuhan dari
tumbuhan itu sendiri.
Laporan dari Harian Denver di Colorado melaporkan sebuah penilaian yang dilakukan Dorothy
dengan tumbuh-tumbuhan sejenis yang ditanam dalam 5 kotak yang tertutup rapat diberi pupuk,
SM, dan kelembaban suhu yang sama. Hal itu dilakukan dalam suatu pengawasan yang cukup teliti.
Tiap-tiap hari pada waktu tertentu 5 kotak tersebut diperdengarkan musik yang berbeda. Setelah 4
minggu kemudian, didapatkan hasil sebagai berikut :
    1. Tumbuhan yang diperdengarkan musik dari siaran radio KIMN (musik rock), dalam minggu
       ke-2 arah tumbuhnya menjauhi speaker dan tidak beraturan bahkan tidak berbunga. Setelah
       1 bulan, tumbuhan itu kering dan mati.
    2. Tumbuhan yang diperdengarkan musik klasik, menumbuhkan akar dan batang yang panjang.
    3. Tumbuhan yang diperdengarkan musik Avant Garde Artonal Music, tumbuhnya menjauhi
       speaker dan akarnya tumbuh lebih pendek dari tumbuhan ke-2.
    4. Tumbuhan yang diperdengarkan semi klasik dari siaran KLIR, bertumbuh mendekati
       speaker bahkan menghasilkan 6 kuntum bunga yang indah.
    5. Tumbuhan yang diperdengarkan musik ibadah bercorak klasik dan tenang, tumbuhnya lebih
       tinggi 2 inci dibanding dengan tumbuhan ke-2 dan paling mendekati speaker.
Melalui percobaan di atas disimpulkan bahwa tumbuh-tumbuhan lebih senang bergaul dengan
musik klasik dan tumbuhnya lebih kuat dan sehat. Tumbuh-tumbuhan yang mendengarkan musik
rock, pertumbuhannya cenderung menjauhi suara itu bahkan seluruhya mati dalam 4 minggu.
Dengan demikian David Tham menyimpulkan, "Permainan dari alat alat musik perkusi gelombang
demi gelombang telah melanda seluruh Amerika, Eropa Barat, Afrika sampai Asia.menyebabkan
jiwa dan roh tidak dapat masuk dalam kebenaran yang kekal dan mencapai suatu taraf ketenangan
mental yang sesungguhnya.
Musik pop yang mengandung gelombang suara yang tinggi dan memiliki ritme yang mendebarkan
jantung dapat menimbulkan kekacauan dalam aktivitas tubuh. Hal ini justru merupakan daya tarik
lahiriah yang menarik bagi anak-anak muda. Tetapi sebetulnya hal ini menyebabkan ketegangan,
buyarnya konsentrasi, jalan pikiran terhambat dan sulit merenungkan dan menerima suatu kabar.
Dan yang paling ekstrim ialah dapat menyebabkan matinya tumbuh-tumbuhan.
"Saya percaya tidak ada seorang ibupun yang memilih jenis musik seperti itu untuk diperdengarkan
kepada bayi yang sedang dikandungnya atau pada anak-anaknya. Di lain pihak, musik klasik dapat
membuat pikiran menjadi jernih, mudah berkonsentrasi, tenang menikmati makna ritme dalam
musik itu. Untuk mengerti hal ini dibutuhkan suatu penelitian dan perasaan hati yang mendalam.
Barulah hal ini dapat menyentuh lubuk hati dan pikiran kita yang terdalam." kata Dr. Jia Lu Chen,
Psikolog Kondang dari Hongkong.
(Bahan dari "Conference Handbook 15th World Chinese Church Music Camp" oleh Dr.Jia Lu Chen
MD. Ahli jiwa Hongkong)



download pdf by langitka9s.blogspot.com

								
To top