Docstoc

BlogDateHeaderDate_ Remaja awal_

Document Sample
BlogDateHeaderDate_ Remaja awal_ Powered By Docstoc
					<$BlogDateHeaderDate$>

GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG MENSTRUASI

PROPOSAL PENELITIAN
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG MENSTRUASI DI DESA GAMEL
KECAMATAN PLERED
KABUPATEN CIREBON




DISUSUN OLEH :
NAMA : elham
NPM : 000000
3B

AKADEMI KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH CIREBON
2008/2009

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. karena atas segala rahmat, hidayah serta
inayah-Nya penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian dengan judul “Gambaran Pengetahuan
Remaja Putri Tentang Menstruasi Di Desa Gamel Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon”.
Dengan segala keterbatasan yang dimiliki oleh penulis, maka penulis berusaha semaksimal mungkin untuk
menyusun proposal ini dengan sebaik-baiknya. Penulis proposal ini hendak berterima kasih dari bantuan
dan bimbingan dari semua pihak, terutama bimbingan dari pembimbing yang telah membantu penulis dari
awal sampai akhir hingga tersusunnya proposal penelitian ini.
Tidak lupa pula penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
Bapak Ahmad Farid Rivai, MPH. selaku Direktur Akademi Keperawatan Muhammadiyah Cirebon.
Ibu NS. Ruswati, S. Kep. selaku koordinator MA Riset Keperawatan.
Ibu NS. Yani Trihandayani, S. Kep. selaku pembimbing yang meluangkan waktu untuk membimbing dan
memberikan pengarahan yang sangat berharga dalam menyusun proposal penelitian.
Rekan-rekan seperjuangan mahasiswa-mahasiswi D III Keperawatan Muhammadiyah Cirebon terima kasih
atas partisipasinya dan dukungan yang telah diberikan.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan proposal penelitian ini banyak kekurangannya oleh sebab itu,
dengan segala hormat dan kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun guna menyempurnakan Ilmu Keperawatan.
Akhirnya penulis berharap kiranya proposal penelitian ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi
penulis sendiri dan umumnya bagi para pembaca.


Cirebon, Februari 2009


Penulis



SURAT PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN
(INFORMED CONCENT)

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Umur :
Secara sukarela dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun untuk menjadi responden dalam penelitian yang
akan dilakukan di Desa Gamel Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon dan bersedia untuk menjawab
pertanyaan yang akan diberikan.
Demikian sutar persetujuan ini saya buat tanpa ada paksaan dari pihak manapun.




Cirebon, Februari 2009


(Nama lengkap responden)


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Haid atau menstruasi keluarnya darah dari dalam rahim melalui vagina. Keadaan seperti ini biasanya terjadi
sebulan sekali dan mulai pada usia 12-15 tahun. Biasanya masa haid antara 3-7 hari. Perasaan kurang enak
biasanya dialami pada maa haid. Jika terasa nyeri yang hebat, hal ini disebabkan karena keadaan tidak
normal.
Siiklus menstruasi bervariasi pada tiap wanita dan hamper 90 % wanita memiiki siklus 25-35 hari dan
hanya 10-15 % yang memiliki siklus 28 hari, namun beberapa wanita memiliki siklus yang tidak teratur dan
hal ini bias menjadi indikasi adanya masalah kesuburan. Panjang siklus menstruasi dihitung dari hari
pertama periode menstruasi, hari dimana pendarahan dimulai disebut sebgai hari pertama yang kemudian
dihitung sampai dengan hari terakhir, yaitu 1 hari sebelum pendarahan menstruasi bulan berikutnya
dimulai.
Pre menstruasi sindrom atau dikenal sebagai gejala dating bulan banyak wanita mengalami
ketidaknyamanan fisik selama beberapa hari sebelum periode menstruasi datang. Kira-kira setengah dari
seluruh wanita menderita akibat dismenore (nyeri menstruasi). Gejala-gejala dari gangguan menstruasi
dapat berupa payudara melunak, putting susu yang nyeri; bengkak dan mudah tersinggung. Beberapa
wanita mengalami gangguan yang cukup berat seperti keram yang disebabkan oleh kontraksi otot-otot alus
rahim, sakit kepala, sakit bagian tengah perut, gelisah, letih, hidung tersumbat dan ingin menangis. Dalam
bentuk yang paling berat melibatkan depresi dan kemaraan.
Gangguan menstruasi / haid, ketegangan prahaid merupakan keluhan-keluahan yang biasanya mulai satu
minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid dan menghilang sesudah haid datang walaupun
kadang-kadang berlangsung etrus sampai haid berhenti. Dismenore adalah nyeri haid menjelang atau
selama haid nyeri sering bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsan, lekas marah.
Amenore merupakan tidak adanya menstruasi selama 3 bulan atau lebih. Hipermenore (menorrhagia)
adalah pendarahan haid yang jumlahnya banyak. Hipomenore adalah pendarahan dengan jumlah darah
sedikit. Metroragia adalah pendarahan dari vagina pada seorang wanita yang tidak teratur tanpa ada
hubungan dengan siklus haid.
Berdasarkan studi pendahuluan yang penulis lakukan di Desa Gamel Kecamatan Plered Kabupaten
Cirebon, dari 8 remaja putrid yang ditemui peneliti hanya 4 orang yang pengetahuannya cukup baik tentang
menstruasi.
Melihat fenomena di atas penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Gambaran
Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menstruasi di Desa Gamel Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon”.

Rumusan Masalah
Bagaimana gambaran pengetahuan remaja putri tentang menstruasi di desa Gamel Kecamatan Plered
Kabupaten Cirebon?
Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang menstruasi di desa Gamel Kecamatan
Plered Kabupaten Cirebon.
Tujuan Khusus
Mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang pengertian menstruasi di desa Gamel Kecamatan
Plered Kabupaten Cirebon.
Mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang siklus menstruasi di desa Gamel Kecamatan
Plered Kabupaten Cirebon.
Mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang gangguan menstruasi di desa Gamel Kecamatan
Plered Kabupaten Cirebon.

Manfaat
Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan data dasar untuk penelitian selanjutnya.




BAB II
STUDI KEPUSTAKAAN

2.1 Definisi
2.1.1 Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan (knowledge) diartikan sebagai hasil “tahu” yang terjadi setelah sekarrang melakukan
penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia. Sebagian
besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
Pengetahuan dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi manusia terhadap suatu objek tertentu.
Karakteristik untuk menentukan intensistas tersebut dibagi menjadi 6 tingkatan pengetahuan, yaitu:
2.1.1.1 Tahu (Know)
Artinya suatu kemampuanuntuk mengingat kembali terhadap suatu memori yang telah dipelajari
sebelumnya. Maksudnya mengingat kembali terhadap sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang
dipelajari atau tangan yang telah diterima.
2.1.1.2 Memanami (Comprehention)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan
dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau
materi harus dapat menjelaskan dan menyebutkannya.


2.1.1.3 Aplikasi (Application)
Aplikasi diartiakn sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari. Pada situasi atau
kondisi rill (sebenarnya) aplikasi ini dapat diartikan aplikasi atau penggunaan hokum-hukum, rumus
metode, prinsip dan bagaimana dalam konteks atau situasi yang lain.
2.1.1.4 Analisis (Analysis)
Analisis adalah kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen-komponen,
tetapi masih dalam satu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitan satu sama lain. Kemampuan
analisis ini dapat dilihat dari penanganan kata-kata kerja dapat menggambarkan (membuat bagan,
membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya).
2.1.1.5 Sintesis
Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk melakukan junstifikasi atau penilaian terhadap suatu
materi atau objek. Penilaian-penilaian ini berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau
menggunakan kriteria yang ada.
2.1.1.6 Evaluasi
Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan junstifikasi atau penilaian terhadap suatu materi
atau objek. Penilaian-penilaian ini berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan
kriteria yang ada.
2.1.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan
2.1.2.1 Tingkat pengetahuan
Pengetahuan adalah upaya untuk memberikan pengetahuan sehingga terjadi perubahan yang meningkat.
2.1.2.2 Informasi
Memberikan kabar atau berita tentang suatu informasi dapat diperoleh melalui penyuluhan, media
elektronik, majalah, surat kabar dan sebagainya. Sesorang yang mendapat sumber informasi yang lebih
banyak akan mempunyai pengetahuan lebih baik.
2.1.2.3 Budaya
Tingkah laku suatu kelompok manusia dalam memenuhi kebutuhan yang meliputi sikap.
2.1.2.4 Pengalaman
Pengalaman adalah sesuatu yang pernah dialami seseorang akan menambah pengetahuan atau wawasan
yang bersifat non formal.
2.1.3 Cara pengukuran pengatahuan
Pengetahuan dapat diukur dengan melakukan wawancara yang menyatakan tentang isi materi yang ingin
diukur dari objek penelitian.

2.1.4 Pengukuran pengetahuan
Berdasarkan pengertian pengetahuan yang dikemukakan oleh Bloom dan Skinner, maka pengukuran dapat
diketahui dengan cara yang bersangkutan mengungkapkan apa yang diketahui dalam bentuk bukti atau
bentuk jawaban baik tulisan maupun lisan.
Pertanyaan (test) dapat digunakan untuk pengukuran pengetahuan. Secara umum dapat dikelompokkan
menjadi 2 jenis:
2.1.4.1 Pertanyaan Subjektif, contohnya pertanyaan essay.
2.1.4.2 Pertanyaan Objektif, contoh pertanyaan pilihan ganda, bentuk salah benar dan pertanyan
menjodohkan.
Dari kedua jenis pertanyaan tersebut, pertanyaan objektif khususnya dengan pilihan ganda lebih disukai
atau dijadikan akar pengukuran karena lebih mudah disesuaikan dengan pengetahuan yang akan diukur dan
lebih cepat dinilai.

2.2 Remaja
Istilah adolescence atau remaja berasal dari kata latin adolescere (kata bedanya, adolecentia yang bearti
remaja) yang berarti “tubuh” atau tumbuh menjadi dewasa. Dalam bahasa ingris murahaqoh adalah
adoecence yang berarti at-tadaruj (berangsur-angsur). Jadi artinya adalah berangsur-angsur menuju
kematangan secara fisik, akal, kejiwaan dansosial serta emosional. Dalam islam secara etimologi, kalimat
remaja berasal dari murahaqoh, kata kerjanya adalah raahaqo yang berarti al-latirab (dekat. Secara
terminology. Berarti mendekati kematangan secara fisik, akal dan jiwa serta social. Istilah adolescence juga
mempunyai arti yang lebih luas, mencakup kematangan mental, emosional, social dan fisik pandangan ini
diungkapkan oleh plaget.
Secara psikologis, masa remaja adalah usia saat individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa. Usia saat
anak tidak lagi merasa diawah tingkat orang-orang yang lebih tua. Melainkan berada dalam tingkatan yang
sama. Sekurang-kurangnnya dalam masalah hak.

2.2.1 Batas Usia Remaja
Secara teoritis dan empiris dari segi sikologis, rentang usia remaja berada dalam usia 12 tahun bagi wanita
dan 13-22 tahun bagi laki-laki remaja awal berada dalam usia 12/13 tahun sampai 17/18 tahun dan remaja
akhir dalam rentang usia 17/18 tahun sampai 21/22 tahun. Adapun periode sebelum masa remaja ini disebut
sebagai ambang pintu masa remaja / sering disebut sebagai periode pubertas. Meskipun bertumpang tindih
dengan masa remaja awal pubertas berbeda dengan masa remaja.

2.2.2 Ciri-Ciri Umum Masa Remaja
2.2.2.1 Masa Yang Penting
Pada masa ini adanya akibat yang langsung terhadap sikap dan tingkah laku serta akibat-akibat jangka
panjangnya menjadikan periode remaja lebih penting dari pada periode lainnya. Baik akibat langsung
maupun akibat jangka panjang serta pentingnya bagi remaja karena adanya akibat fisik dan akibat
psikologis.

2.2.2.2 Masa Transisi
Merupakan tahap peralihan dari satu tahap perkembangan ketahap berikutnya, maksudnya, apa yang telah
terjadi sebelumnya akan membekas pada apa yang terjadi sekarang dan yang akan dating.
2.2.2.3 Masa Perubahan
Selama masa remaja, tingkat perubahan sikap dan perilaku sejajar dengan tingkat perubahan fisik.
Perubahan yang terjadi pada masa remaja memang beragam, tetapi ada perubahan yang terjadi pada semua
remaja.
Emosi yang tinggi
Perubahan tubuh, minat dan peran yang diharapkan oleh kelompok social menimbulkan masalah baru.
Perubahan nilai-nilai sebagai konsekuensi perubahan minat dan pola tingkah laku
Bersikap ambivalen terhadap setiap perubahan. Remaja menghendaki dan menuntut kebebasan, tetapi
sering takut bertanggung jawab akan resikonya dan meragukan kemampuannya untuk mengatasinya.
2.2.2.4 Masa Bermasalah
Setiap periode memliki masalah sendiri, masalah masa remaja termasuk masalah yang sulit diatasi, baik
oleh anak laki-laki maupun anak perempuan karena pada masa remaja dia ingin mengatasi masalahnya
sendiri, dia sudah mandiri.
2.2.2.5 Masa Pencarian Identitas
Menyesuaikan diri dengan standar kelopok dianggap jauh lebih penting bagi remaja dari pada individual.
Bagi remaja penyesuaian diri dengan kelompok pada tahun-tahun awal masa remaja adalah penting. Secara
bertahap, mereka mulai mengharapkan identitas diri dan tidak lagi merasa puas dengan adanya kesamaan
dalam segala haldengan teman-teman sebayanya.
2.2.2.6 Masa Munculnya Ketakutan
Persepsi negative terhadap remaja seperti tidak dapat dipercaya, cenderung merusak dan perilaku merusak,
mengidikasikan pentingnya bimbingan dan pengawasan orang dewasa. Demikian pula terhadap kehidupan
remaja muda yang cenderung tidak simpatik dan takut bertanggung jawab.
2.2.2.7 Masa Yang Tidak Realistik
Mereka memandang diri sendiri dan orang lain berdasarkan keinginannya, dan bukan berdasarkan
kenyataan yang sebenarnya. Apabila dalam hal cita-cita yang tidak realistic ini erakibat pada tingginya
emosi yang merupakan ciri awal masa remaja.
2.2.2.8 Masa Menuju Masa Dewasa
Saat usia kematangan kian dekat, para remaja merasa gelisah untukeninggalkan stereotip usia belasan tahun
yang indahdisatu sisi, dan harus bersiap-siap menuju usia dewasa disisi lainnya.

2.3 Ciri-ciri Remaja Awal
Masa remaja awal dimulai ketika usia seorang anak telah genap 12/13 tahun dan berakhir pada usia 17/18
tahun. Anak usia belasan tahun sering ditujukan bagi remaja awal. Gejala-gejala yang disebut gejala fase
negartif biasa terjadi pada perubahan akhir periode pubertas/perubahan awal masa remaja awal oleh karena
itu, periode pubertas sering disebut sebagai fase negative, selain itu masa remaja awal juga memiliki ciri
khas yang tidak dimiliki masa-masa yang lain. Diantaranya adalah berikut ini :

Tidak Stabil Emosi
Menurut Granvellie Stanley hall, perasaan masa ini sangatlah peka, yaitu perasaan dan emosinya laksana
hembusan badai dan topan dalam kehidupan.
Lebih Menonjolnya Sikap Dan Moral
Matangnya organ-organ seks mendorong remaja untuk mendekati lawan seksnya, sehingga terkadang
berperilaku berlebihan yang dinilai tidak sopan oleh sebagian masyarakat.
Mulai Sempurnanya Kemampuan Mental Dan Kecerdasan
Pada remaja awal, kemampuan mental atau kemampuan berfikirnya mulai sempurna. Gejala ini terjadi pada
usia antara 12-16 tahun

Membingungkannya Status
Hal yang tidak hanya sulit ditentukan, tetapi membingungkan adalah status remaja awal, sehingga orang
dewasa sering memperlakukannya secara berganti-ganti, karena masih rasa member tanggung jawab
dengan alasan mereka masih kanak-kanak
Masa Yang Kritis
Kebimbangan remaja dalam menghadapi dan memecahkan atau menghindari suatu masalah menjadi
indikasi kritisnya masa ini. Seheinfield berpebdapat tentang berbagai perubahan interaksi antara remaja
laki-laki dan perempuan sepanjang periode pubertas dan masa remaja awal.
Pada usia 9-11 tahun : anak laki-laki merasa bermusuhan atau tidak peduli terhadap teman perempuan,
sedangkan anak perempuan mulai menunjukkan perhatiannya kepada teman sejenisnya.
Pada usia 11-14 tahun : menjalin kerja sama dalam berbagai kelompok, dan ada pula yang mulai menjalin
cerita.
Pada usia 15-16/17 tahun: tidak sedikit diantara remaja laki-laki dan perempuan yang mulai berpacaran.

2.4 Ciri-ciri Remaja Akhir
Di indonesia, batasan usia remaja akhir adalah antara 17-21 tahun bagi wanita, 18-22 tahun bagi laki-laki.
Diantara batasan usia ini, terjadi proses penyempurnaan pertumbuhan fisik dan perkembangan aspek-aspek
psikis yang telah dimulai sejak masa-masa sebelumnya, yang mengarah pada kematangan yang sempurna.
Cirri-ciri khas yang membedakannya dengan remaja awal, yaitu sebagai berikut:
Mulai Stabil
Dalam aspek-aspek fisik dan psikis, laki-laki muda dan wanita muda menunjukkan peningkatan kestabilan
emosi
Lebih Realistik
Pada masa ini dia mulai menilai dirinya apa adanya, menghargai apa yang dimiliki keluarganya, orang-
orang lain seperti keadaan yang sebenarnya
Lebih Matang Menghadapi Masalah
Masalah yang dihadapi remaja akhir relative sama dengan remaja awal. Cara menghadapi masalah itulah
yang membedakannya. Kemampuan berfikir remaja akhir yang telah lebih sempurna dan pandangan yang
lebih realistis itulah yang menjadikan remaja akhir mampu memecahkan berbagai masalah secara lebih
matang dan realistis
Lebih Tenang Perasaannya
Secara umum, pada paruh akhir masa remaja akhir, remaja lebih tenang dalam menghadapi masalah-
masalahnya dibanding pada paruh awal masa remaja akhir.



2.5 Menstruasi
2.5.1 Pengertian
Perempuan dewasa yang sehat dan tidak hamil, setiap bulan secara teratur mengeluarkan darah dari alat
kandungannya
2.5.2 Cyclus Menstruasi (haid)
Selaput rahim (endometrium), mengalami perubahan-perubahan selama ± 1 bulan, dibedakan masa:
Stadium Menstruasi (Desquamasi)
Pada masa ini endometrium dicampakkan dari dinding rahim disertai perdarahan, hanya lapisan tipis yang
tinggal (stratum basale) berlangsung 4 hari
Haid adalah darah, potongan-potongan endometrium dan lendir dari serviks
Darah tidak membeku karena ada fermen yang mencegah pembekuan darah dan mencairkan potongan-
potongan mukosa
Banyaknya perdarahan selama haid normal ± 50 cc
Stadium Post Menstruasi atau Regenerasi
Luka yang terjadi karena endometrium di lepaskan berangsur-angsur ditutup kembali oleh selaput lender
baru yang terjadi dari cestel kelenjar-kelenjar endometrium
Saat ini tebalnya endometrium ± 0,5 mm
Berlangsung ± 4 hari

Stadium Intermenstruasi atau stadium Proliferasi
Tebal endometrium ± 3,5 mm
Kelenjar tumbuhnya 7 cepat dari jaringan yang lain berkelok
Berlangsung dari hari ke 5 hari ke 14 dari pertama haid
Stadium Premenstruasi atau Stadium Sekresi
Bentuk kelenjar berubah menjadi panjang dan berliku dan mengeluarkan getah
Endometrium sudah tertimbun Glycogeen dan kapur yang kelak diperlukan sebagai makanan untuk telur
(mempersiapkan endoetrium untuk menerima telur)
Endometrium disini dapat dibedakan:
Stratum Compactum
Lapisan atas yang pada 1 yang hanya ditembus saluran-saluran keluar dari kelenjar-kelenjar
Stratum Spongiosom
Lapisan mampung, yang banyak lubang-lubangnya dari rongga dari kelenjar-kelenjar
Stratum basale (lapisan bawah)
Berlangsung dari hari ke 14-28
Kalau tidak terjadi kehamilan maka endometrium dilepaskan dengan perdarahan dan berulang lagi siklus
menstruasi


2.5.3 Pre Menstruasi Sindrom (PMS)
Sindrom pramenstruasi (PMS) adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan
siklus menstruasi wanita. Pms memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan
dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid, sindrom itu akan menghilang pada
saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid.
Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas, beberapa teori menyebutkan antara lain karena
factor hormoral yakni ketidak keseimbangan antara hormone estrogen dan progesterone teoril lain bilang,
karena hormone estrogen yang berlebihan. Kemungkinan lain, itu berhubungan dengan gangguan perasaan,
factor kejiwaan, masalah social, atau fungsi serotonin yang dialami penderita. Sindrom ini biasanya lebih
mudah terjadi pada wanita ysng lebih peka terhadap perubahan hormoral dalam siklus haid. Akan tetapi ada
beberapa factor yang meningkatkan fisiko terjadinya PMS antara lain:
Wanita yang pernah melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila
pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti foksimia)
Status perkawinan ( wanita yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum)
Usia (PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia (30-35)
Stress (factor stress memperberat gangguan PMS)
Diet (factor kebiasaan makan seperti tinggi gula, garam, teh, kopi, coklat, minuman bersoda, produk susu,
makanan olahan, mempererat gejala PMS)
Kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magresium, zat besi,
seng, mangan, asam lemak unoleat. Kebiasaan merokok dan minum alcohol juga dapat mempererat gejala
PMS.
Kegiatan fisik (kurang berolah raga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya PMS).
Tipe PMS bermacam-macam. Dr guy E. Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari fakultas kedokteran
UCLA, AS. Membagi PMS menurut gejalanya yakni PMS tipe A, H, C, dan D. 80% gangguan PMS
ermasuk tipe A. penderita tipe H sekitar 60%, PMS C 40% dan PMS D 20%. Kadang-kadang seorang
wanita mengalami gejala gabungan, misalnya tipe A dan D secara bersamaan.

2.5.3.1 PMS tipe A (anxiety) ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitive, saraf tegang, perasaan
lebih. Bahkan beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapatkan haid.
Gejala ini timbul akibat ketidak seimbangan hormone estrogen dan progesterone, hormone estrogen terlalu
tinggi dibandingkan dengan hormone progesterone. Penderita PMS A sebaiknya banyak mengkonsumsi
makanan berserat dan mengurangi atau membatasi minum kopi.
2.5.3.2 PMS tipe H (chyperhedration) memiliki gejala edema (pembengkakan), perut kembung, nyeri pada
buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Pembengkakan itu
terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan diluar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam / gula
pada diet penderita. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam
dan gula pad diet makanan serta membatasi minum sehari-hari.
2.5.3.3 PMS tipe C (craving) ditandai dengan rasa lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis-manis
(biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah
menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipogukemia seperti kelelahan, jantung berdebar,
pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hiplogikemia timbul karena pengeluaran hormone insulin
dalam tubuh meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stress. Tingginya
garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial (omega 6) atau kurangnya magnesium.
2.5.3.4 PMS tipe D (depression) ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan
tidur, pelupa bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi) bahkan kadang-kadang muncul rasa
ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe
A. PMS tipe D murni disebabkan oleh ketidak seimbangan hormone progesterone dan estrogen, dimana
hormone progesterone dalam siklus haid terlalu tinggi di bandingkan dengan hormone estrogennya.
Kombinasi PMS D dan A dapat disebabkan oleh beberapa factor yaitu stress.kekurangan asam amino
tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbale ditubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B
(terutama B 6). Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B 6 dan magnesium dapat
membantu mengatasi gangguan PMS tipe D yang terjadi bersamaan dengan PMS tipe A.
2.5.3.5 Diet Tepat Mencegah PMS
Pencegahan PMS (sindrom pra-menstruasi) dapat dilakukan melalui diet yang tepat dengan memperhatikan
hal-hal sebagai berikut:
batasi konsumsi makanan tinggi gula, tinggi garam, daging merah, (sapi dan kambing), alcohol, kopi, teh,
coklat, serta minuman bersoda.
Kurangi rokok atau berhenti merokok
Batasi konsumsi protein (sebaiknya sebanyak 1,5 gr/kg berat badan per orang)
Meningkatkan konsumsi ikan, ayam, kacang-kacangan dan biji-bijian sebagai sumber protein.
Batasi konsumsi makanan produk susu dan olah raga (keju,ice crem dan lainnya) dan gunakan kedelai
sebagai pengantinya.
Batasi konsumsi lemak dari bahan hewan dan lemak dari makanan yang di goring.
Meningkatkan konsumsi sayuran hijau.
Disamping diet, perhatikan pula hal-hal berikut ini untuk mencegah munculnya PMS.
Melakukan olah raga dan aktifitas fisik secara teratur
Menghindari dan mengatasi stress
Menjaga berat badan, berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan resiko penderita PMS
Catat jadwal siklus haid anda serta kenali gejala PMSnya
Perhatikan pula apakah anda sudah dapat mengatasi PMS pada siklus-siklus dating bulan berikutnya.




2.5.4 Gangguan Menstruasi
Adalah proses alamiah pada perempuan. Normalnya, menstruasi terjadi setiap 22-35 hari, selama 2-7 hari.
Terdapat lima gangguan menstruasi yang paling sering muncul, yaitu:
Ougomenore adalah jangka waktu haid terlalu lama
Polimenore adalah terlalu sering haid
Hipermenorea adalah darah haid terlalu banyak
Hipomenorea adalah darah haid terlalu sedikit
Amenore adalah tidak haid sama sekali

Ada 2 penyebab utama gangguan menstruasi. Pertama, kelainan organ seperti miamo, kanker atau polip.
Kedua , kelainan hormonal. Dan kelima gangguan menstruasi diatas, ada yang berbahaya dan ada yang
tidakberbahaya. Ougomenore tidak berbahaya, namun perempuan dapat memiliki potensi sulit hamil,
karena tidak terjadi ovulasi. Polienore dan hipermenore adalah gangguan menstruasi yang berbahaya.
Terlalu sering haid (polimenore) misalnya 2 minggu sekali dapat menyebabkan anemia, begitu juga dengan
hipermenore dapat menyebabkan anemia. Polimenore dan hipermenore juga berhubungan dengan
gangguan bekuan darah dan miamo. Polimenore yang terkait dengan ganguan hormoral, dapat terjadi pada
perempuan yang mengalami peralihan dari masa subur kemasa menopause. Polimenore juga dapat terjadi
pada perempuan muda menjelang haid pertama kali. Factor penyebab hipermenore adalah miamo uteri.
Polip endeetrium, endometritis, dan la-n-lain. Suntuk KB pil atau suntik, oligomenore berhubungan dengan
penyakit polikistik ovarium. Yang menyebabkan perempuan tidak dapat menghasilkan sel telur, sehingga
terjadi ovulasi yang pada akhirnya dapat menimbulkan gangguan hormone, akibatnya jangka watu haid
sangat lama.
Perempuan dikatakan amenorea jika tidak menstruasi lebih dari 5 bulan sejak menstruasi terakhir. Amenore
dibagi menjadi dua yaitu primer dan skunder. Amenore primer terjadi pada perempuan yang tidak pernah
mendapatkan haid, tapi kemudian berhenti karena anovulasi. Amenore primer biasanya disebabkan oleh
gengguan dari lahir. Sedangkan amenore skunder dapat disebabkan karena kehamilan, penggunaan KB.
Dan lain-lain.



BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Kerangka Pemikiran
Kerangka penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati
atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan




Keterangan :
Untuk mengetahui pengetahuan remaja putri tentang pengertian menstruasi, siklus menstruasi, pre
menstruasi sindrom dan ganguan menstruasi. Pengertian tersebut kemudian dikategorikan baik, cukup,
kurang.

3.2 Definisi Konseptual dan Operasional
3.2.1 Definisi Konseptual
Pengetahuan adalah hasil dari tahu, setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu
penginderaan terjadi pada panca indra manusia yakni penginderaan penglihatan, pendengaran, penciuman,
rasa dan raba. (Notoatmodjo, S. 2002).
Remaja adalah individu baik wanita maupun laki-laki yang berada pada masa atau usia antara anak-anak
dan dewasa. Batasan remaja dalam hal ini adalah usia 10-19 tahun menurut klasifikasi WHO sementara
united nasional menyebutkan sebagai anak muda (youth) untuk usia 15-24 tahun ini kemudian disatukan
dalam batasan kaum muda atau remaja yang mencakup usia 15-20 tahun. (BKKBN, 2004).
Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan perdarahan dan terjadi
setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. (Sastrawinata, R. Sulaiman).
Siklus menstruasi bervareasi pada tiap wanita, terjadi setiap 22-35 hari berlangsung selama 2-7 hari.
(www.google.com Ida Rosida).
PMS adalah kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terkait dengan siklus menstruasi wanita
yang disebabkan krena akor hormoral yakn ketidak seimangan antara hormone estrogen dan pogesteron.
(www.google.com inslikopedia).
Gangguan menstruasi adalah proses alamiah pada perempuan, terdapat 5 gangguan menstruasi yang sering
muncul oligomenore, polimenore, Hipermenorea, hiromenorea dan Amenore. ( www.web blog com
Atriabirama’ S).

3.2.2 Definisi Operasional
Pengetahuan remaja putri mengenai menstruasi merupakan kemampuan yang dimiliki responden tentang
pengetahuan menstruasi meliputi pengertian menstruasi, silus menstruasi, pre- menstruasi sindrom, dan
gangguan menstruasi.
Tingkat pengetahuan remaja putri tentang menstruasi dengan batasan:
Baik, apabila pertanyaan dijawab dengan benar oleh responden (76-100%)
Cukup, apabila pertanyaan dijawab dengan benar oleh responden (56-75%)
Kurang, apabila pertanyaan dijawab ole responden ≤ 55%
Parameter tingkat pengetahuan remaja putri tentang menstruasi meliputi
Mengetahui pengertian menstruasi
Mengetahui siklus menstruasi
Mengetahui pre menstruasi sindrom
Mengetahui gangguan menstruasi
Alat ukur dengan menggunakan kuesioner
Hasil ukur data kategori skala ordinal

3.3 Metode Penelitian
3.3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan
untuk membuat gambaran, digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang
terjadi pada situasi sekarang.
3.3.2 Variabel dan Sub Variabel
3.3.2.1 Variable
Variable adalah ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota suatu kelompok lain. Variable pada
penelitian ini adalah gambaran pengetahuan remaja putri tentang menstruasi di Desa Gamel Kecamatan
Plered Kabupaten Cirebon
3.3.2.2 Sub Variable
Sub Variabel adalah suatu bagian yang mempengaruhi Variabel lainnya. Sub Variabel dalam penelitian ini
adalah pengertian menstruasi, siklus menstruasi, pre menstruasi sindrom, dan ganguan menstruasi.
Populasi dan Sampel
3.3.1 Populasi
Populasi adalah suatu objek atau subjek dengan karakteristik tertentu yang akan diteliti. Populasi pada
penelitian ini adalah remaja putri yang berada di Desa Gamel Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon yang
mau dan bersedia menjadi responden. Jumlah populasi adalah 40 orang.
3.3.2 Sampel
Sampel penelitian adalah sebagian / wakil dari populasi yang diteliti teknik yang diambil dari penelitian ini
dengan menggunakan accidental sampling yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan factor spotanitas
(siapa saja yang secara tidaksengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristik, maka orang
tersebut dapat digunakan sebagai sampel. Sampel pada penelitian ini adalah remaja putri yang berusia 12-
17 tahun yang berada si Desa Gamel kecamatan Plered Kabupaten Cirebon yang mau dan bersedia menjadi
responden
Dalam menentukan jumlah sampel dengan derajat kepercayaan 95% dan presisi relative 10% dimana
jumlah remaja putri 40 orang sampel yang diambil 20% dari remaja putri 40 orang sehingga mendapatkan
hasil 40x20 % = 8 orang.
3.3.4 Instrumen Penelitian
Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner (angket tertutup). Kuesioner terdiri dari
15 pertanyaan tertutup. Tolak ukur penilaian kuesioner dalam penelitian ini adalah:
Responden yang menjawab pertanyaan dengan jawaban benar, maka nilainya adalah I
Responden yang menjawab pertanyaan dengan jawaban yang salah, maka nilainya 0
Pertanyaan dari kuesioner tersebut antaranya yaitu:
Pertanyaan demografi terdiri dari nama, umur, pendidikan terakhir
Pertanyaan terdiri dari pengertian menstruasi, siklus menstruasi, PMS dan gangguan menstruasi

3.4 Teknik Pengumpulan Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu langsung diambil dari responden
dimana cara untuk memperoleh data tersebut adalah dengan menggunakan kuesioner yang berisi
pertanyaan tertutup
Editing
Dalam tahap ini dilakukan pemeriksaan antara lain kesesuaian jawaban, kelengkapan pengisian serta
konsistensi jawaban.
Coding
Adalah memberikan tanda untuk memudahkan dalam pengolahan data-data. Dalam hal ini dilakukan
dengan memberikan skor pada masing-masing pertanyaan.
Tabulating
Adalah memasukkan data yang diperoleh kedalam bentuk table untuk pembacaan data

3.5 Teknik Analisa Data
Adalah suatu proses untuk memperoleh gambaran-gambaran / informasi yang dapat menggambarkan suatu
situasi, perbedaan, atau situasi perkembangan hubungan antar Variabel yang kemudian dilakukan perbaikan
kesimpulan data yang diperoleh, dikumpulkan kedalam bentuk table dengan perhitungan sebagai berikut :
P = n/N x 100%


Keterangan :
P : Presentasi
n : Jumlah pertanyaan yang dijawab dengan benar
N : Jumlah seluruh pertanyaan
Setelah hasil diperoleh, kemudian dimasukkan kedalam kategori pengetahuan, yaitu :
Kategori baik, apabila pertanyaan dijawab dengan benar oleh responden sebanyak (76-100%)
Kategori cukup, apabila pertanyaan dijawab dengan benar oleh responden sebannyak (56-75%)
Kategori kurang, apabila dijawab dengan benar oleh responden sebanyak (≤55%
3.6 Etika Penelitian
Penelitian ini tidak mengandung resiko yang mengancam rasa aman responden sebelum melakukan
penelitian klien, yang bersedia menjadi responden, kepada klien akan dijelaskan tujuan penelitian dan
manfaat penelitian. Setelah klien mengerti dan paham penjelasan tersebut, apabila bersedia ikut serta dalam
penelitian maka harus menandatangani lembar persetujuan.
Penelitian akan menjamin hak-hak subjek penelitian serta tidak ada paksaan dan dapat mengundurkan diri
setiap saat.
Mengurus perizinan penelitian di daerah atau wilayah yang akan diteliti, penelitian mengadakan
pendekatan kepada remaja putrid yang akan dijadikan responden.




3.7 Jadwal Kegiatan
No Kegiatan Januari Februari
I II III IV I II III IV
1. PENGAJUAN Proposal
2. Administrasi Perizinan
3. Pengumpulan Data
4. Pengolahan Data
5. Analisa Data
6. Pelaporan Hasil Penelitian

3.8 Sarana Penelitian
1. Alat Tulis
2. Kuesioner
3. Lomputer Pengolahan Data
4. Bahan Kepustakaan




DAFTAR PUSTAKA

Arikunto S. 1998. Prosedur Penelitian suatu pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.


Muhammad Al-Mighwar, M. Ag, 2006. Psikologi Remaja, Bandung : Pustaka Setia
http//weblog/Gg Menstru Asiatriabirama’s/com


Notoatmodjo, S. 2002. Metodologi Penelitian dan Ilmu Kesehatan, Jakarta : Rineka Cipta


Notoatmodjo. S, 2003. Ilmu KesehatanMasyarakat. Jakarta : Rineka Cipta


Sastrawinata, R Sulaiman. Ginekologi, Bandung: Bagian Obstetic dan Ginekologi Fakultas Kedokteran
UNPAD


http//google.com/ensiklopedia.Pms

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:771
posted:3/17/2010
language:Indonesian
pages:12