Docstoc

METPEN 4 - pengump data

Document Sample
METPEN 4 - pengump data Powered By Docstoc
					PENGUMPULAN &
 ANALISIS DATA
    PENGUMPULAN, PENGATURAN
      DAN ANALISIS DATA (1)
 DATA adalah segala informasi mengenai variabel yang
  diteliti
 DATA adalah fakta yang diamati peneliti yang
  diberikan oleh suatu situasi tertentu
 DATA adalah fakta tentang suatu situasi
 FAKTA adalah sesuatu yang dibuat atau dihasilkan
  oleh suatu situasi
 Jadi DATA adalah suatu manifestasi dari situasi
  bukan situasi itu sendiri
 Jadi DATA merupakan representasi dari situasi yang
  ‘sebenarnya’
   PENGUMPULAN, PENGATURAN
     DAN ANALISIS DATA (2)
KLASIFIKASI DATA :
1. Berdasarkan sumbernya data dibedakan antara data
   primer dan data sekunder
 Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh
   peneliti sendiri selama penelitian berjalan. Artinya
   bahwa pada waktu penelitian dimulai, data belum ada,
   baru ada data setelah penelitian berlangsung
 Data sekunder adalah data yang diperoleh dari
   penelitian orang lain. Artinya bahwa waktu penelitian
   dimulai, data sudah ada
 Data sekunder dipakai sbg pelengkap dan referensi
   PENGUMPULAN, PENGATURAN
     DAN ANALISIS DATA (3)
2. Berdasarkan skala pengukurannya, data dibedakan
   atas skala nominal, ordinal, interval dan rasio
DATA DG SKALA NOMINAL
 Angka-angka yang diletakkan dalam skala nominal
   hanya untuk pembeda antara yang satu dengan yang
   lain
 Ciri dari data nominal adalah cara mendapatkan
   datanya dengan cara menghitung (counting)
 Kategori diskrit, bersifat ‘mutually exclusive’, dan
   angka yang diperoleh tidak bersifat aditif
    PENGUMPULAN, PENGATURAN
      DAN ANALISIS DATA (4)
DATA DG SKALA ORDINAL
 Data tersusun atas jenjang, artinya adanya
  keteraturan (order) bahwa suatu nilai (skor) lebih
  tinggi atau lebih rendah dari yang lain
 Mempunyai jenjang yang berbeda, tetapi selisihnya
  tidak sama antara kategori satu dengan lainnya
 Belum ada sifat aditif maupun sifat multiplikatif
  (perkalian)
 Tidak menyatakan nilai absolut, dan skala ordinal
  bukanlah skala yang mempunyai interval yang sama

   PENGUMPULAN, PENGATURAN
     DAN ANALISIS DATA (5)
DATA DENGAN SKALA INTERVAL
 Pemberian angka pd set obyek yang mempunyai sifat
  ordinal ditambah satu sifat lain yaitu jarak yang sama
  dari ciri atau sifat obyek yang diukur
 Jadi pada skala interval, disamping sudah ada
  keteraturan atau jenjang, juga sudah mempunyai sifat
  aditif (dapat dikurangkan atau ditambahkan)
 Ukuran interval tidak memberikan jumlah absolut dari
  obyek yang diukur
 contoh : penghasilan, sikap dsb
    PENGUMPULAN, PENGATURAN
      DAN ANALISIS DATA (6)
   DATA DENGAN SKALA RASIO
   Ukuran rasio adalah ukuran yang mencakup semua
    ukuran sebelumnya, ditambah dg satu sifat lain yaitu
    ukuran ini memberikan nilai absolut dari obyek yang
    diukur
   Ukuran rasio mempunyai titik nol mutlak, maka ukuran
    rasio dapat dikalikan dan dibagi
   Angka pd skala rasio menunjukkan nilai sebenarnya
    dari obyek yang diukur
   contoh : dependency ratio, tingkat pengangguran
    PENGUMPULAN, PENGATURAN
      DAN ANALISIS DATA (7)
   Penyajian dan analisis data penelitian tergantung pada
    jenis datanya
   Jika data kuantitatif, maka data dapat disajikan dan
    dianalisis dg metode statistik
   Jika data kualitatif yang tidak dapat dinyatakan
    dengan angka, maka metode statistik tdk dapat
    digunakan
   Untuk mengatur dan menyajikan data kuantitatif
    digunakan metode statistik deskriptif, sedangkan
    untuk menarik kesimpulan dari data sampel thd
    populasinya digunakan stat induktif/inferensial
PENGUMPULAN
    DATA
              PENGERTIAN
 Pengumpulan data adalah suatu proses
  pengadaan data primer untuk keperluan
  penelitian
 Pengumpulan data adalah prosedur yang
  sistematis dan standar untuk memperoleh data
  yang diperlukan
 Terbagi menjadi 3 : metode pengamatan
  langsung, metode dengan menggunakan
  pertanyaan dan metode khusus
       OBSERVASI LANGSUNG
 adalah cara pengambilan data dengan menggunakan
  mata tanpa ada pertolongan standar lain untuk
  keperluan tersebut
KRITERIA OBSERVASI :
 observasi digunakan untuk penelitian dan telah
  direncanakan secara sistematik
 pengamatan harus berkaitan dg tujuan penelitian yg
  telah direncakanan
 pengamatan dicatat secara sistematis dan dihubungkan
  dg proposisi umum
 pengamatan dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan
  reliabilitasnya
       PENGAMATAN LANGSUNG
   Dapat dibagi 2 yaitu :
   1. Pengamatan tidak berstruktur
   2. Pengamatan berstruktur

Untuk membedakannya ada 4 pertanyaan
1. Apa yang akan diamati ?
2. Bagaimana pengamatan tsb dicatat ?
3. Prosedur apa yang digunakan untuk memperoleh
   pengamatan yang akurat ?
4. Bagaimana hubungan antara pengamat dengan yang
   diamati, dan bagaimana hubungan tsb dibina ?
       PENGAMATAN TIDAK
         BERSTRUKTUR

 Bagaimana isi dari pengamatan?
 Bagaimana mencatat pengamatan?
 Bagaimana ketepatan pengamatan ?
 Bagaimana hubungan antara pengamat
  dan yang diamati ?
         ISI PENGAMATAN
 Beberapa cek yang dapat digunakan :
 1. Ciri partisipan yang diamati
 2. Setting kegiatan/keadaan
 3. Tujuan dari fenomena
 4. Perilaku sosial
 5. Frekuensi dan lamanya kejadian
     MENCATAT PENGAMATAN
 Ada 2 hal yang perlu diperhatikan :
 1. Waktu pengerjaan pencatatan
 2. Bagaimana fenomena atau kejadian dicatat


 Waktu yang terbaik adalah on the spot saat
  kejadian terjadi
 Fenomena harus dicatat langsung, jangan
  ditunda, catat dengan diberi indeks (isinya tgl &
  tempat pengamatan, nama-nama yg terlibat,
  hubungan yang terjadi)
    MENINGKATKAN KETEPATAN
         PENGAMATAN
 Beberapa cara yang ditempuh :
1. menggunakan tape recorder untuk merekam
  pembicaraan. Kelamahannya dapat merekam
  pembicaraan tetapi tidak dapat merekam
  perbuatan
2. menggunakan kamera, tetapi dapat membantu
  kegiatan normal dari obyek yang diteliti
3. pengamat tidak terdiri satu orang, tetapi lebih
  satu orang
    HUBUNGAN ANTARA PENGAMAT
       DENGAN YANG DIAMATI
 Hal yang penting dalam pengamatan, adalah
  bahwa si peneliti tidak dapat mengganti subyek
  penelitiannya
 Si pengamat harus dapat meyakinkan obyek
  atau harus dapat memberikan alasan-alasan
  yang tepat, mengapa ia harus mengadakan
  pengamatan terhadap perilaku atau fenomena
  yang ingin diamati
 Dalam pengamatan partisipatif, penting bagi si
  peneliti untuk membuat dirinya dpt diterima dlm
  anggota kelompok di mana pengamatan akan
  dilakukan
    PENGAMATAN BERSTRUKTUR
 Si peneliti telah mengetahui aspek apa dari
  aktivitas yg diamatinya yang relevan dg masalah
  serta tujuan peneliti, dengan pengungkapan
  yang sistematis untuk menguji hipotesisnya
 Pada desain non-eksperimental, peneliti tidak
  mempunyai kontrol thd variabel
 Pada desain eksperimental, peneliti dpt
  mengadakan pengaturan thd beberapa
  perlakuan dan mengadakan kontrol yg sesuai
  dengan keperluan menguji hipotesis dan
  memecahkan masalah penelitian
    ISI PENGAMATAN BERSTRUKTUR
   Dapat menggunakan dua alat, yaitu :
   1. Sistem kategori
   2. Menggunakan rating scale (skala nilai)
   Kategorisasi adalah sebuah pernyataan yang
    menggambarkan suatu kelas fenomena, di mana
    perilaku yang diamati dapat dibuat sandi
   Contoh kategori interaksi kelompok dari „R.F.Bales‟
    merupakan kategori multidimensi, misal : kategori 1 :
    “menunjukkan solidaritas”, kategori 2 : “menunjukkan
    pelepasan tensi”, kategori 3 : “menunjukkan
    persetujuan”, kategori 4 : “memberikan saran‟, kategori
    5 : “memberikan pendapat”, kategori 6 : memberikan
    orientasi” yang merupakan dimensi tentang aktivitas
    memecahkan masalah secara intelektual
    ISI PENGAMATAN BERSTRUKTUR
   Rating scale adalah sebuah instrumen atau alat
  yang mewajibkan pengamat untuk menetapkan
  subyek kepada kategori atau kontinum dg
  memberikan nomor atau angka pada kategori-
  kategori tsb
 Penggunaan rating scale ini mudah tetapi
  validitasnya rendah dibanding kategori
 Kelemahannya, (1) karena mudah maka sering
  digunakan seenaknya, (2) dapat menjurus
  kepada pengaruh halo (halo effect), yaitu
  mengadakan rating thd obyek karena impresi
  peneliti saja
    MENINGKATKAN RELIABILITAS
          PENGAMATAN
 Perumusan definisi yang tepat tentang
  kategori
 Derajat kepercayaan dalam memutuskan
  suatu kategori harus lebih dahulu
  ditetapkan, shg saat menilai pengamatan,
  peneliti telah mempunyai pegangan dlm
  menilai pengamatan tsb
 Hindarkan persepsi kepentingan pribadi
  atau nilai sendiri dalam pengamatan
CIRI UMUM DARI PENGAMATAN
1. Harus secara jelas diketahui, apa yang ingin
  diamati
2. Perilaku dibuat dalam kategori-kategori
3. Unit yang digunakan dalam mengukur perilaku
  harus ada
4. Derajat inferensi yang diinginkan harus jelas
  diketahui
5. Harus punya derajat terapan atau generalisasi
6. Jenis serta besar sampel harus ditentukan
7. Pengamatan harus reliabel dan valid
PENGUMPULAN DATA
     DENGAN
   WAWANCARA
              WAWANCARA
   Wawancara (interview) adalah proses
    memperoleh keterangan untuk tujuan
    penelitian dengan cara tanya jawab,
    sambil bertatap muka antara si penanya
    atau pewawancara dengan si penjawab
    atau responden dengan menggunakan
    alat yg dinamakan „interview guide‟
    (panduan wawancara)
  FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
 INTERAKSI DALAM WAWANCARA
1. SITUASI WAWANCARA
 Waktu
 Tempat
 Kehadiran orang lain
 Sikap masyarakat


2. ISI WAWANCARA
 Peka untuk ditanyakan
 Sukar untuk ditanyakan
 Tingkat minat
 Sumber kekhawatiran
     FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
    INTERAKSI DALAM WAWANCARA
   3. PEWAWANCARA
   Karakteristik sosial
   Ketrampilan melaksanakan wawancara
   Motivasi
   Rasa aman

   4. RESPONDEN
   Karakteristik sosial
   Kemampuan menangkap pertanyaan
   Kemampuan menjawab pertanyaan
    KETERANGAN YANG DIPEROLEH
         DARI WAWANCARA
 Untuk memperoleh atau memastikan fakta
 Memperkuat kepercayaan
 Memperkuat perasaan
 Menggali standr kegiatan (etika & keg yg fisibel)
 Mengetahui alasan seseorang
 Mengetahui perilaku sekarang atau perilaku terdahulu


SIKAP PEWAWANCARA DALAM BERTANYA :
 Netral, adil dan ramah
PENGUMPULAN DATA
  MELALUI DAFTAR
   PERTANYAAN
                   PENGERTAN
   Perbedaan antara kuesioner atau schedule :
   Jika yang menuliskan isian ke dalam kuesioner, adalah
    responden, maka daftar pertanyaan tsb disebut
    kuesioner
   Jika yg menuliskan adalh pencatat (enumerator) yang
    membawakan daftar isian dlm suatu tatap muka maka
    daftar pertanyaan tsb disebut schedule
   Kuesioner atau schedule adalah sebuah set pertanyaan
    yg secara logis berhubungan dg masalah penelitian, dan
    tiap pertanyaan merupakan jawaban-jawaban yg punya
    makna dalam menguji hipotesis
               ISI KUESIONER
  Tiap pertanyaan dlm kuesioner harus merupakan bagian
   dari hipotesis yang akan diuji
 Isi kuesioner atau schedule adalah :
1. Pertanyaan tentang fakta :
 - Qs ttg status perkawinan, juml anak, sawah
2. Pertanyaan ttg pendapat (opinion), melalui:
- pendktn 1 : berapa % resp yg setuju, tanpa ingin
   mengukur „kekuatan‟ dr pendpt tsb
- pendktn 2 : tidak hanya unt melihat tetapi juga mengukur
   „kekuatan‟ pendapatnya, melalui penskoran
3. Pertanyaan tentang persepsi diri
         CARA MENGUNGKAPKAN
             PERTANYAAN
   Perkataan dan kalimat harus sederhana
   Pertanyaan sebaiknya khas
   Petanyaan jangan berarti dua
   Jangan gunakan kata yang samar-samar artinya
   Pertanyaan yang mengandung sugesti
   Pertanyaan presumasi
   Pertanyaan yang membuat orang malu
   Pertanyaan yang mengundang ingatan kuat
          JENIS PERTANYAAN
1. PERTANYAAN BERSTRUKTUR
 Adalah pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa,
   sehingga responden dibatasi dalam memberi jawaban
   kepada beberapa alternatif saja ataupun kepada satu
   jawaban saja. Jawaban yang paling mudah thd
   petanyaan berstruktur adalah “ya” atau “tidak”
2. PERTANYAAN TERBUKA
 Adalah pertanyaan yg dibuat sedemikian rupa dan
   jawabannya serta cara pengungkaannya dapat
   bermacam-macam. Bentuk pertanyaan ini banyak
   digunakan dalam “interview guide”
      DAFTAR PERTANYAAN YANG
            DIKIRIMKAN
   Pengiriman kuesioner biasanya dilakukan
    dengan pos

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:335
posted:3/13/2010
language:Indonesian
pages:34