Docstoc

METPEN 2 - permasalahan

Document Sample
METPEN 2 - permasalahan Powered By Docstoc
					PERMASALAHAN
  PENELITIAN
  PERMASALAHAN PENELITIAN

Adalah kesenjangan antara :
- apa yg seharusnya dg apa yang sebenarnya
- apa yg diperlukan dg apa yang tersedia
- apa yg diharapkan dg apa yg dicapai
- das sollen dg das sein
 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN
         PENELITIAN
- Peneliti harus peka thd permasalahan
- Hrs bersikap kritis dan berfikir logis
- Hrs selalu alergi thd alasan yg ditulis kolega
  atau literatur
- Hrs meragukan thd kesimpulan yang tidak
  cukup bukti atau tidak berdasar fakta yg
  lengkap
- Hrs menajamkan persepsinya
         CARA MELOKALISIR
     PERMASALAHAN PENELITIAN
-   Lakukan eksplorasi literatur pd satu aspek tertentu
    dlm bidang keilmuan
-   Menghadiri seminar, pertemuan ilmiah profesi, kuliah
    tamu, kunjungan ke puslit
-   Pengalaman sahari-hari dlm praktek profesi

-   analisis, cari kesenjangan, cari konflik pendpt, cari
    saran konkrit, cari informasi dr prosedur rutin
    baca, dengar & refleksikan dlm pertanyaan :
    ……………………………. mengapa, bagaimana dst
Bekal peneliti dlm mencari permasalahan
  penelitian :
 Scientific mind = hrs berpandangan obyektif,
  independent, berwawasan
 Prepared mind = selalu siap untuk dpt
  menangkap permasalahan yg timbul selama
  melakukan observasi
          CIRI MASALAH YANG BAIK

(1) Masalah harus ada nilai penelitian
   asli, menyatakan hubungan, merupakan hal penting, hrs
    dpt diuji, dinyaakan dlm bentuk pertanyaan
(2) Masalah harus fisibel
   data &metode hrs tersedia, alat dan kondisi hrs
    mengijinkan, biaya seimbang, ada sponsor yg kuat,
    tidak bertentangan dg hukum adat
(3) Masalah hrs sesuai dg kualifikasi peneliti
   menarik, sesuai dg kualifikasi peneliti,
KRITERIA PERMASALAHAN YANG
            ‘RESEARCHABLE’
(1) Mempunyai kontribusi profesional
- mempunyai andil yg jelas dlm bidang profesi
    atau bidang ilmunya
(2) Mempunyai derajat keunikan dan keaslian
- asli, atau pengulangan permasalahan dg
    perluasan atau memperdalam permasalahan
(3) Layak untuk dilaksanakan
- waktu, biaya, sarana dan alat, data
          JUDUL PENELITIAN

 Menunjukkan lingkup dari penelitian dan
  menyatakan subyek utama penelitian
 Ditulis dlm bentuk menyeluruh, luas, banyak
  terminologi. Selanjutnya di edit, agar tepat
  dan pendek, tdk ada kata yg mubazir
 Dibuat sub judul, agar tdk terlalu panjang
 Jika sulit merumuskannya, rumuskan tujuan
  penelitiannya dulu, baru judulnya
         TUJUAN PENELITIAN

- Hrs dirumuskan dgn jelas dan ringkas
- Diperinci dg tujuan umum dan tujuan khusus
- Dirumuskan sebagai kalimat pernyataan, yg
  konkrit dan jelas tentang apa yang akan : diuji,
  dikonfirmasi, dibandingkan, dikorelasikan dlm
  penelitian
- Dapat diambil dari sub permasalahan yg layak
  secara obyektif, dan layak secara subyektif
                   TUJUAN PENELITIAN
   Tujuan Umum :
         - Suatu pernyataan yang menggambarkan apa yang akan
    dicapai dari suatu penelitian
         - Menggunakan „kata keadaan‟ bukan kata kerja.
         - Misal : Diketahuinya tingkat pengetahuan ……….
                    Ditemukannya faktor-faktor yang mempengaruhi …..
                   Meningkatnya pengetahuan, sikap …………

   Tujuan Khusus :
         - Pernyataan yang menunjukkan apa yang akan dilakukan
    untuk mencapai tujuan umum yang telah tersusun.
         - merupakan penjabaran dari tujuan umum.
         - menggunakan kata kerja, seperti :
                  Mengidentifikasi karakteristik …………………..
                  Mengukur tingkat pengetahuan ………………
                  Menganalisis hubungan antara ………dan ……..
         - Hindari kata kerja : mempelajari , mengkaji , menghargai dll.
     Kunci Pokok Menyatakan Tujuan Penelitian :
   Selalu mengarah pada Pertanyaan Penelitian
    (Research Questions).
 Selalu mengarah pada mengapa penelitian
  dilakukan ? Apa yang diharapkan ??
 Pergunakan kalimat aktif agar mudah dievaluasi.
 Hindari penggunaan kata-kata “ menghargai,
  mengkaji, mempelajari”.
       Manfaat Penyusunan Tujuan Penelitian :

   Mengarahkan penelitian
    yang akan dilakukan
   Menghindari
    pengumpulan data yang
    tidak perlu
   Membantu penentuan
    metode analisis data yang
    diperlukan.
                 CONTOH PENULISAN :
Tujuan Umum :
        - Diketahuinya hubungan antara keikutsertaan siswa pada
   program bimbingan belajar dengan prestasi belajar siswa di Kota
   Denpasar
Tujuan Khusus :
 Mengidentifikasi keikutsertaan siswa pada program bimbingan
   belajar siswa baik di sekolah maupun di bimbingan belajar di Kota
   Denpasar
 Mengidentifikasi prestasi belajar siswa di kota Denpasara
 Menganalisis hubungan antara keikutsertaan siswa pada program
   bimbingan belajar dengan prestasi belajar siswa di Kota Denpasar
                   HIPOTESIS
   Merupakan dugaan atas jawaban dari permasalahan
    penelitiannya (hipo = lemah, tesis = pernyataan)
   Jika penelitian ada hipotesisnya, maka harus diuji,
    apakah diterima/ditolak
   Harus ada kesimpulan pada setiap hasil pengujian
    hipotesis
   Bagi penelitian yg tidak menggunakan hipotesis,
    hipotesis tdk berguna sama skali
   Hipotesis merupakan ramalan, ketepatannya
    tergantung pd landasan teoritis yg digunakan
                        HIPOTESIS

 Pernyataan tentang suatu dalil atau kaidah
  tetapi yang kebenarannya belum teruji secara
  empirik.
 Jawaban sementara terhadap masalah yang
  diajukan yang kebenarannya akan dibuktikan dg
  penelitian yang akan dilakukan
 4 Ciri Pokok Hipotesis :
     a. Merupakan kalimat deklaratif
     b. Mengekspresikan korelasi 2 variabel atau lebih.
     c. Mrpk jawaban tentatif terhadap permasalahan
     d. Memungkinkan untuk dibuktikan secara empirik.
         CIRI-CIRI HIPOTESIS

   Harus menyatakan hubungan
   Harus sesuai dgn fakta
   Harus berhubungan dgn ilmu, serta sesuai dan
    tumbuh dgn ilmu pengetahuan
   Harus dapat diuji
   Harus sederhana
   Harus enerangkan tentang fakta
                     Macam Hipotesis
   Hipotesis Kerja / Alternatif / H1 :
              - Hipotesis yang akan dibuktikan
    kebenarannya dengan penelitian yg akan
    dilakukan.
        - Misal : Terdapat Hubungan antara …… dg …….
                  Terdapat pengaruh …… terhadap …….
                  Terdapat perbedaan antara ………..
                   Ada hubungan antara ………… dg ……….
 Hipotesis Null / Nihil :
     - Kebalikan dari hipotesis alternatif.
     - Misal : Tidak ada hubungan antara ………….. Dg ……….
 Hipotesis Tandingan :
     - Hipotesis dr variabel luar yang mrpk
  tandingan var. pengaruh pada hipotesis kerja.
           MENGUJI HIPOTESIS
   Pada hakekatnya adalah menguji validitas hipotesis
   Pengujian dpt dilakukan dg pendekatan :
    (a) menguji konsistensi thd logika
        - prosedur logika induktif-analitis
        - prosedur logika deduktif-verifikatif
        - met pembuktian logika Canon-Mill
    (b) mencocokkan dg data yang ada
        - melalui ekspeimentasi dan atau observasi
        - dianalisis dg statistik dan disimpulkan
    METODE LOGIKA CANON-MILL
             oleh John Stuart Mill

Aksioma yg dipakai :
 Apa yang terjadi selalu ada penyebabnya
 Jika ada perbedaan efek, selalu ada
  perbedaan sebab
 Tiap efek merupakan penyebab efek
  berikutnya
     5 MACAM  PROSEDUR PEMBUKTIAN
     HIPOTESIS MENURUT CANON-MILL

1.   METODE KESAMAAN - agreement
2.   METODE PERBEDAAN – difference
3.   METODE KESAMAAN & PERBEDAAN
4.   METODE PERTINGGAL RESIDUAL
5.   METODE VARIASI BERIRING –
     concomitant variables
    5 MACAM PROSEDUR PEMBUKTIAN
   HIPOTESIS MENURUT CANON-MILL
  1. METODE KESAMAAN - agreement
Dalam situasi-1, ada unsur P, Q, dan R
Situasi 1 dapat menyebabkan efek E
Dalam situasi-2 ada unsur A, B dan R
Kesimpulan :
Ada hubungan antara R dengan E, atau E
  disebabkan oleh R
Kelemahan : E dpt juga disebabkan oleh bukan
  krn R saja, dan ini hanya berlaku bila dlm
  situasi-1 ada unsur P & Q, sit-2 ada A & B
    5 MACAM  PROSEDUR PEMBUKTIAN
    HIPOTESIS MENURUT CANON-MILL

2. METODE PERBEDAAN – difference
 Dalam situasi-1 ada unsur P, Q dan R
 Situasi-1 dapat menyebabkan efek E
 Dalam situasi-2 ada unsur P, Q tetapi tdk ada
  R
 Situasi-2 tidak dapat menghasilkan efek E
Kesimpulan
 ada hubungan antara R dengan E, atau R dapat
  menyebabkan E
     5 MACAM PROSEDUR PEMBUKTIAN
    HIPOTESIS MENURUT CANON-MILL
3. METODE PERSAMAAN DAN PERBEDAAN

 Dalam situasi-1 ada unsur A, B dan C
 Situasi-1 dapat menghasilkan efek E
 Situasi-2 ada unsur C, P dan Q
 Situasi-2 dapat menghasilkan efek E
 Dalam situasi-3 ada unsur A, B tapi tdk ada C
 Situasi-3 tidak dapat menghasilkan efek E
 Dalam situasi-4 ada unsur P, Q tapi tdk ada C
 Situsai-4 tidak dapat menghasilkan efek E
 Kesimpulan : ada hubungan C dan E, atau E disebabkan
  oleh C
     5 MACAM PROSEDUR PEMBUKTIAN
    HIPOTESIS MENURUT CANON-MILL
4. METODE PERTINGGAL RESIDUAL
 Situasi-1 dapat menghasilkan situasi-2
 Dalam situasi-1 tdpt unsur A yg dpt menyebabkan
   adanya unsur P dalam situasi-2
 Dalam situasi-1 tdpt unsur B yg dpt menyebabkan
   adanya unsur Q dalam situasi-2
 Dalam situasi-1 ada unsur X dan situasi-2 ada Y
Kesimpulan :
 Ada hubungan antara X dan Y, atau Y disebabkan X
     5 MACAM PROSEDUR PEMBUKTIAN
    HIPOTESIS MENURUT CANON-MILL
5. METODE VARIASI BERIRING

 Ada unsur A dlm situasi-1, ada X dlm situasi-2
 Ada unsur B dlm situasi-1, ada Y dlm situasi-2
 Ada unsur C dlm situasi-1, ada Z dlm situasi-2
 Jika tdk ada unsur D dlm situasi-1, dan idak ada Z dlm
  situasi-2
Kesimpulan :
 Ada hubungan antara situasi-1 dan situasi-2
           METODE PENELITIAN
1.   Design Penelitian
2.   Waktu dan Lokasi penelitian
3.   Populasi dan sampel ( sampling)
4.   Variabel dan Definisi Operasional
5.   Instrumentasi
6.   Validitas dan Reliabilitas
7.   Pengumpulan Data
8.   Pengelolaan data : Pengolahan data, analisis data dan
     penyajian data.
           DESAIN PENELITIAN
Beberapa Tipe Penelitian :
1.  Menurut Bidangnya : pen pendidikan, pen. sejarah dll
2.  Menurut Tempatnya : penelitian laboratorium, pen
    perpustakaan
3.  Menurut Pemakaian : pen dasar, penelitian terapan
4.  Menurut Tujuan Umum : pen eksploratif, pen
    developmental, pen verifikatif
5.  Menuru Tarafnya : penelitian deskriptif, pen
    eksperimental
6.  Menurut Prosesnya : pen observasional, pen
    eksperimental
             Berdasarkan Proses Penelitian

   Penelitian Experimental :                                       -
         - Penelitian yang observasinya dilakukan terhadap efek dari
    manipulasi / perlakuan peneliti terhadap satu atau sejumlah
    variabel subyek penelitian

         -   Ada 3 macam :
                  a. Experimental Murni
                  b. Experimental Kuasi
                  c. Pra Experimental
   Penelitian Observasional :
        - Penelitian yang observasinya dilakukan terhdp variabel
    subyek menurut keadaan APA ADANYA , tanpa ada manipulasi.
        - Dalam dunia epidemiologi disebut Survey.
        - Terdiri dari 2 macam :
                a. Deskriptif
                 b. Analitik ( cross sectional ; Case Control ; Kohort)
                Penelitian Observasional
 Observasi dilakukan pada fenomena kesehatan ( faktor
  resiko dan efek ).
 Belum dapat dikatakan mekanisme SEBAB – AKIBAT.
 Terdiri dari 2 survei : Deskriptif dan Analitik.


   Survei Deskriptif :
        - bertujuan melakukan exploratif terhadap fenomena
    kesehatan masyarakat baik faktor resiko ataupun efek.
        - hanya menggambarkan sejelas mungkin, tanpa
    mencoba menganalisis bagaimana dan mengapa
    fenomena tersebut terjadi.
        - Misal : survei BBLR , Angka kematian ibu dll.
                      Lanjutan ………………..

   Survei Analitik :
        - Mencoba menggali bagaimana dan mengapa
    fenomena tersebut terjadi.
        - Ada 3 macam :
               - Cross Sectional
               - Case Control
               - Kohort.


   CROSS SECTIONAL :                                  -
    Faktor Resiko dan Efek diukur pada saat yang sama,
    sehingga tiap subyek penelitian hanya diobservasi 1 kali
    saja.
               Rancangan Cross Sectional
                                 Populasi
                                ( Sampel )



         Faktor Resiko +                        Faktor Resiko –




Efek +                 Efek -                Efek +
Efek -
                                  KOHORT
   FAKTOR RESIKO terlebih dahulu ditentukan dan kemudian diikuti
    secara PROSPEKTIF tentang EFEK nya.


                                                             Efek +

               Faktor Resiko +        Prospektif

Populasi                                                    Efek -
(Sampel)
                                                             Efek +

                Faktor Resiko -       Prospektif

                                                             Efek -
                         Case Control
   EFEK diukur/ ditentukan terlebih dahulu, yang selanjutnya
    ditelusuri secara RETROSPEKTIF untuk melihat / mengukur FAKTOR
    RESIKO.

     Faktor Resiko +
                           Retrospektif     Efef +

     Faktor Resiko –                                      Populasi

    (Sampel)

     Faktor Resiko +
                           Retrospektif     Efek -

     Faktor Resiko -
 VARIABEL
PENELITIAN
     IDENTIFIKASI, KLASIFIKASI DAN
     DEFINISI VARIABEL PENELITIAN

PENGERTIAN
 Variabel adalah semua ciri atau faktor yg dapat
  menunjukkan variasi

KLASIFIKASI VARIABEL
Menurut fungsinya : variabel sebab, var penghubung dan
  variabel akibat
Variabel sebab dibedakan atas variabel bebas, var
  moderator, var kendali dan var random (rambang)
     IDENTIFIKASI, KLASIFIKASI DAN
     DEFINISI VARIABEL PENELITIAN

VARIABEL BEBAS (independent variables) :
 Faktor yang menjadi pokok pemasalahan yg ingin
  diteliti
VARIABEL PENGHUBUNG (intervening variables)
 Sesuatu yg terjadi, tetapi tidak dpt diamati secara
  langsung peristiwanya, tetapi dpt diamati hasilnya
VARIABEL TEGANTUNG (dependent variables)
 Atau var kriteria, adalah var yg besarnya tergantung
  dari var bebas yang diberikan dan diukur untu
  menentukan ada/tdknya pengaruh
     IDENTIFIKASI, KLASIFIKASI DAN
     DEFINISI VARIABEL PENELITIAN

VARIABEL RANDOM adalah variabel sebab yang
  diabaikan pengaruhnya
VARIABEL MODERATOR adalah variabel yang penting
  tetapi tidak diutamakan
VARIABEL KENDALI atau VARIABEL KONTROL adalah
  variabel yg dikendalikan atau dikontrol, dibuat sama
  antara kelompok yg diteliti
Jika hanya terdapat satu variabel tergantung, maka data
  yg diperoleh disebut data univariat, bila lebih dari
  satu disebut data multivariat
          Tingkat Pengukuran Variabel
1. Variabel Nominal ( Skala Nominal ) :
      - variabel yang variasinya tidak menunjukkan
    perurutan atau kesinambungan ( Berdiri sendiri )
      - Misal : gol. Darah , jenis kelamin , suku bangsa dll.
2. Variabel Ordinal ( Skala Ordinal ) :
             - Variabel yang batas variasi nilai satu ke
    yang lain tidak jelas, sehingga yg dapat dibandingkan
    hanya penjenjangan ( lebih tinggi, sama, lebih rendah
    ).       - Misal : tingkat pendidikan, tingkat
    kesembuhan dll.
3. Variabel Interval ( Skala Interval ) :
             - Variabel yg batas variasi nilai satu dg yang
    lain JELAS, jarak SAMA dan bisa dibandingkan.
       - memiliki sifat-2 nominal, ordinal tp tidak punya
    nilai NOL absolut.
             - Misal : Suhu , IQ dll.
                     Lanjutan ………
4. Variabel Rasio (Skala Rasional) :
     - Disamping intervalnya jelas, dan mempunyai nilai
  NOL Absolut.
     - Misal : Usia, panjang, Berat badan dll.


     Tk.    Beda       Jen-      Jarak     Nol
     Ukuran            jang                Abslt.
     Nomin-      √       -         -          -
     al
     Ordinal      √      √          -         -
     Interval     √       √         √         -
     Rasio       √           √         √      √
        DEFINISI OPERASIONAL
              VARIABEL
   Definisi operasional variabel digunakan untuk
    menentukan alat atau instrumen untuk pengambilan
    data yang akan digunakan
VALIDITAS &
RELIABILITAS
       UJI VALIDITAS & RELIABILITAS
               PENGUKURAN
   Validitas dlm Metodologi Penelitian :
          1. Validitas Penelitian
          2. Validitas Pengukuran
   Bagaimana kaitan antara keduanya ?
   Apa pengertian dari masing-2 tsb ?

   Validitas pengukuran berkaitan dengan 3 unsur, yaitu : Alat ukur
    (instrumen) , metode ukur dan pengukur.

   Validitas penelitian terdiri dari 2 jenis, yaitu Validitas Dalam
    (Internal Validity) dan Validitas Luar ( External Validity ).
   Kaitan antara ke 2 validitas tersebut ( Slide berikut !!)
     VALIDITAS & RELIABILITAS
                       Adekuatitas
                       Ranc. Penelitian


                                           Alat Ukur


Validitas Penelitian           Validitas   Metode Ukur
                              Pengukuran
- Internal
- External

                                            Pengukur



                           Analisis Data
             VALIDITAS PENGUKURAN


                                    Validitas
             Validitas               Muka
               Isi
                                    Validitas
                                     Logik

Validitas     Validitas
Pengukuran   Konstruk

                                    Validitas
              Validitas             Prediktif
              Kriteria
                                    Validitas
                                    Konkiren
                 VALIDITAS PENELITIAN

   Validitas INTERNAL :
         - Sejauh mana perubahan yang diamati dalam suatu
    penelitian ( T.U Experimental ) benar-benar hanya
    terjadi karena intervensi bukan faktor lain ?
    ( Berkaitan dengan Design Penelitian )

   Validitas EXTERNAL :
         - Sejauh mana hasil suatu penelitian dapat
    digeneralisasikan pada populasi induk ?
    ( Berkaitan dengan Sampling )
                  VALIDITAS PENGUKURAN

   Validitas pengukuran ???
         - Apakah pengukuran yg dilakukan (dg metode dan
    alat yg dipilih ) benar-2 mengukur variabel yg
    dikehendaki ? Jika “ YA” ( ketepat ukuran )

        - Apakah pengukuran tersebut berlangsung dg
    cermat dan teliti ? Jika “ YA” (ketelitian )

   VALIDITAS ISI :
         - validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap
    isi kuesioner / instrumen dengan analisis rasional atau
    profesional judgment.
                       Lanjutan ………………….
   VALIDITAS ISI :
                  - validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi
    kuesioner / instrumen dengan analisis rasional atau profesional
    judgment.
         - Pertanyaan : “ Sejauh mana isi kuesioner / instrumen
    mencerminkan ciri variabel yg hendak diukur”
         - Penilaian secara subyektif individual, tidak melibatkan
    perhitungan statistik.
   Validitas Muka :
                - tipe validitas yang paling rendah signifikansinya krn
    hanya didasarkan pada penilaian thd format penampilan kuesioner /
    instrumen.
   Validitas Logik :
                - validitas yg menunjukkan sejauh mana isi kuesioner /
    instrumen merupakan representasi dan ciri variabel yg hendak
    diukur.
                      Lanjutan ………………..
   VALIDITAS KONSTRUK :                                      - tipe
    validitas yang menunjukkan sejauh mana kuesioner / instrumen
    mengungkap suatu konstruk teoritik yang hendak     diukur.
                                                              -
    memerlukan tehnik statistik.
   VALIDITAS KRITERIA :
        - tipe validitas yang menghendaki tersedianya kriteria eksternal
          yg dpt dijadikan dasar pengujian skor instrumen / kuesioner.
        - dilakukan penghitungan korelasi antara skor instrumen dg
          skor kriteria.
   Validitas Prediktif
        - tipe validitas yg dipakai untuk instrumen/ kuesioner
          performansi di waktu yg akan datang ( mis : seleksi mhsw
          baru, penempatan karyawan dll ).
        - perlu waktu lama, biaya besar dan skor instrumen diperoleh
          saat ini tapi skor kriteria y.a.d.
   Validitas Konkuren :
        - bila skor instrumen dan skor kriteria dpt diperoleh dlm wkt
          yang sama.
              Lanjutan VALIDITAS & RELIABILITAS

   RELIABILITAS :
         - Apakah pengukuran yg dilakukan berkali-kali pada obyek
           yang sama menghasilkan skor yang sama ? Jika “ YA “
           (konsistensi/ stabilitas).
         - Apakah skor yg diperoleh dg pengukuran tersebut merupakan
           skor yg sebenarnya ? Jika “YA” ( Akurasi ).
         - Seberapa banyak penyimpangan skor hasil pengukuran dari
           skor sesungguhnya ? Jika “sedikit sekali” ( Precicion ).

   TEHNIK PENGUKURAN :
        1. Ukur Ulang ( test and re test ; pararel test ).
        2. Sekali Ukur (genap-ganjil ; belah-tengah ; kuder richardson;
                          alpha cronbach ; hoyt )
    INSTRUMEN PENELITIAN
            (1)
  Kualitas data sangat menentukan kualitas penelitian
 Kualitas data terhantung pada kualitas alat atau
   instrumen yang digunakan dalam penelitian
 Ada 2 (dua) kategori alat atau instrumen penelitian
1. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh
   informasi atau data tentang obyek atau proses yang
   diteliti
2. Instrumen yang digunakan untuk mengontrol obyek
   atau proses penelitian
    INSTRUMEN PENELITIAN
            (2)
   Dalam setiap penelitian, minimal harus ada 2 (dua) sub
    sistem instrumen, yaitu sub sist pengumpulan data dan
    sub sistem analisis data
   Tiap sub sistem biasanya terdiri dari 3 komponen,
    yaitu masukan (input), proses (modifier) dan keluaran
    (output)
   Keluaran dari sub sistem instr pengumpulan data akan
    merupakan masukan bagi sub sist instrumen analisis
    data
   Teknik statistik merupakan sub sistem instrumen
    analisis data
    PRINSIP PEMILIHAN
  INSTRUMEN PENELITIAN
Prinsip utama pemilihan instrumen adalah memahami
   sepenuhnya tujuan penelitiannya
 Terdapat 4 (empat) kriteria instrumen yang baik :
1. Akurasi (accuracy) - berkaitan dg validitas
2. Presisi (precision) - berkaitan dg reliability
3. Kepekaan (sensitivity) - berkaitan dg validitas
   kuantitatif
4. Pengukuran (measurement) - fungsi matematis yang
   korespondensi
       WAJIB DIKUMPULKAN PADA
        BULAN PUASA via e-mail
   Alamat e-mail : wasis_pskk@yahoo.com

TUGAS SEBELUM HARI RAYA (pra proposal)
 1. Topik penelitian thesis
 2. Latar Belakang Masalah :
 2.1. Masalah Teoritis
 2.2. Masalah di Lokasi penelitian
 3. Rumusan Masalah (permasalahan)
 4. Tujuan penelitian
 4.1. Tujuan Umum
 4.2. Tujuan Khusus
 5. Manfaat Penelitian
 5.1. Manfaat untuk Lokasi penelitian
 5.2. Manfaat bagi peneliti lain
 6. Hipotesis
 7. Kerangka Konsep
 8. Grand Theory yang dipakai

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:744
posted:3/13/2010
language:Indonesian
pages:55