Silsilah_Hadits_Shahih_512-514

Document Sample
Silsilah_Hadits_Shahih_512-514
Stats
views:
222
posted:
12/8/2008
language:
Indonesian
pages:
5
TIGAKECELAKAAN



j5a :ai)U., 3 ;y ,JA rJbii-olf-Jt,ati&S oritYt ils -.',-.:

' '. 'r .



tl -



gt$ oL*e f,q, ?'i s8, L?b LF-o r r n

.2*- , ut t^ l, ,^- ,4 tt



/o



ul#u,



t?,



,'.'.L. . r. ,?r q\!,1..:....bt-,y,S*;,r*: )tb t



5L2. *Di hari kiamat hetak ad.a lid.ah api yang menjulur. *, U, "rO", punya dua mata yang melihat, dua telinga yang mendengar, dan mulut yang dapat berbicara. Lidah api itu berhata, 'Aku diperintahkan untuh mengatasi tiga macam orang: semua orang yang sewenang-wenangdan suka bertindak menyimpang, setiap orang yang menyembah tuhan lain selain Allah, dan orang-orang yang membuat berhala'." Hadis ini di-takhrtj oleh Tirmidzi (95/2), dan Ahmad (386/2) dari jalur Abdul Aziz ibn Muslim, dari al-A'masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah: Rasulullah s.a.w. bersabda .... Tirmidzi menyatakan bahwa "Hadis ini hasan gharib sahih." Menurut penulis, hadis ini sahih dari segi sanad-nya sesuai kriteria asy-Syaikhani. Kemudian Tirmidzi menambahkan, "Sebagian ulama hadis meriwayatkan dari al-A'masy, dari Athiyyah, dari Abu Sa'id, dari Nabi s.a.w. seperti redaksi hadis di atas. Sedangkan Asy-ats ibn Siwar

SilsilahHadis Sahih I ll



meriwayatkan dari Athiyyah, dari Abu said al-Khudri, dari Nabi s.a.w. seperti redaksi yang di atas." Menurut penulis, hadis tersebut diriwayatkan pula oleh Farras yangjuga dari Athiyyah, dari Abu Said dengan redaksi yang senada, hanya saja dia meriwayatkan: n... dan orang yang membunuh seseorangbukan karena seseorang tersebut telah membunuh." tanpa menyebutkan, n... dan dengan orang-orang yang nxentbuat berhala." Dan memberi tambahan kalimat: *... mereha digiring lalu dilemparkan he tunghu Jaho.nnam.,' Hadts ini di-tehhrij oleh Ahmad (g/40) dan al-Bazzar dengan redaksi yang sama. Hanya saja penambahan al-Bazzar agak berbeda, ( ) "Mereka pergi lebih dulu ke neraka sebelum umat manusia lain yang berjarak berjarak lima ratus tahun perjalanan." Demikian keterangan, dalam at-Targhtb (204/g). Dan dikatakan pula bahwa "dalam kedua sanad itu terdapat nama Athiyah al-'Aufr. Thabrani juga meriwayatkannya dengan dua sanad, yang para perawi dalam salah satu sanadnya adalah orang-orang yang dipakai dalam ash-Shahth. Hadis ini juga diriwayatkan dari Abu Said secara mauqfi.f. Menurut penulis, hadis tersebut memllilJr;3'li



?,,F, #i,,e,6 6-or f

- .a 6 .o



tiJt! alJt (J ,JF ;,,

j4

I



.



| sitsitahHadis sahih



5L3.'Wahai Aisyah, jauhi perbuatan-perbuatan (redahsi yang lain berbunyi: dosa-dosa) yang sepele, karena nanti akan ada seorang penuntut dari Allah." Hadis lni di-takhrtj ole}..Darimi (g0g/2),Ibnu Majah (hadis no: 4243),Ibnu Hibban (hadis no:2497), Ahmad (1S1 dan Z016),dan Ibnu Asakir (dalam Tdrikh Dimasyqa tUL76/71) dari jalur Said ibn Muslim ibn Banak Aku mendengar Amir ibn Abdullah ibn Zubair, Auf ibn alHarits ibn ath-Thufail menyampaikan hadis kepadaku dari Aisyah. Rasulullah s.a.w. berkata kepadaku, (Lalu mengutip hadis di atas). Menurut penulis, hadis ini ber-sazad sahih. perawi-perawinya tsiqah, yang dipakai Bukhari, kecuali Ibnu Banak(, yang menurut o/Taqrtb, tsiqah). Oleh al-Mundziri (3/2L2) hadis ini dinisbatkan kepada Nasa,i. Maksudnya, as-Sunan al-Kubra. Selain dalam kitab tersebut, saya belum pernah melihatnya dalam al-Mujtabdnya, yakni nama lain dari as-Sunan ash-Shughra.



t:rs# ,tt eEit ortk tsi i.j-o 6 sl

5L4. "Jiha aoroiotion po'r"ro'*nnyutuUuhi



tt



binattang iiu d,iampuni, rnaha ahan banyak sehali dosa yang akan diampuni."



Hadis tersebut di-takhrtj oleh Ahmad (6/44I): Haitsam ibn Kharijah mengatakan kepada kami, Abu ar-Rabi'ibn Sulaiman ibn Utbah assulami (meriwayatkan) dari Yunus ibn Maisarah ibn Halbas, dari Abu Idris, dari Abu Darda', dari Nabi s.a.w. (lalu mengutip hadis di atas)." Menurut penulis, hadis ini ber-sazad hasan. perawi-perawinya tsiqah dan banyak dikenal, kecuali sulaiman ibn utbah ad-Dimasyqi ad-Darani, seorang perawi yang masih diperselisihkan. Kata Ahmad, "Saya tidak mengenalnya." Kata Ibnu Ma'in, "Dia seorang perawi yang ld syaj' (hadisnya tidak boleh dijadikan berargumen kecuali jika dikuatkan oleh hadis lain yang senada, penj.). Sedangkan kata Dahim, "Dia seorang perawi yang tsiqah.,, Abu Mashar, al-Haitsam ibn Kharijah, Hisyam ibn Ammar, dan Ibnu

Silsilah Hadis Sahih

I



I



f



Hibban mentsiqahkannya. Di samping banyak yang men/siqahkannya, ketiga pakar di atas adalah orang Damaskus. Mereka lebih mengenalnya daripada orang luar Damaskus. Wollahu a'Iam. Dalam at-Taqrtb, disebutkan bahwa "dia seorang yang shadfi.q,namun sering mengungkapkan hadis ghartb." Dalam Zawd.'id Abdullah'ald al-Musnad (442/6), Abdullah ibn Ahmad menyatakan, "Al-Haitsam ibn Kharijah bertutur kepadaku dari Abu Rabi'dengan semua hadis di atas. Hanya saja ia memauqfi.fkan hadis, "Jika dosa kalian karena menyetubuhi binatang itu ..." Katanya, 'Ayahku telah menuturkan hadis itu kepadaku secara marffi.'. Menurut penulis, kedudukan si ayah, di sini, (Ahmad) lebih berwibawa dan lebih hafal daripada si anak (Abdullah). Walaupun demikian, keduanya tetap bisa dijadikan argumen. Kecuali, setelah perawi merunutnya kemudian rn,.emarffi'kannya, atau setelah merunutnya kemudian memauqttfkannya. Yang pasti, Haitsam menuturkan hadis itu kepada Ahmad secara marfL'dan menuturkan kepada anaknya, Abdullah, secara mauqfi.f, karena ia hafal semua yang ia dengar. Hadis ini memang berstatus ganda, marffi.' dan mauqLf. Yang diriwayatkan secara marftt'lebih bisa dipegang. Dan ini, menurut pendapat penulis, lebih baik daripada pendapat al-Mundziri (dalam at-Targhtb t3/2L21)bahwa "Ahmad dan al-Baihaqi meriwayatkan yang dengan redaksi seperti ini secara marftt'. Sedangkan Abdullah meriwayatkannya (dalam az-Ziyd.d0.tnya) secara mauqfi.f atas Abu Darda, dengan sanad yang lebih sahih. Dan inilah yang lebih dekat dengan aslinya." Demikian penjelasan tentang hadis ini; dan itu artinya termasuk hadis ghartb, sebab sanad yarrg nxauqLf ifu sama dengan yang sanad yang marftt'. Titik yang diperdebatkan adalah antara Ahmad dan anaknya, Abdullah, ini. Kalaupun harus ditarjth antara keduanya, maka yang pasti bahwa periwayatkan Ahmad lebih kuat, sebab dia lebih kuat hafalannya. Akan tetapi, menurut pendapat penulis, tak ada yang lebih sempurna jika masih mungkin dipadukan, seperti yang telah penulis jelaskan. Menariknya, al-Manawi mengutip dari al-Haitsami persis seperti tarjth yang dikemukakan oleh al-Mundziri. Karena pada kenyataanya,

I



36



I



SilsilahHadis Sahih



al-Manawi lebih dulu mengemukakan itu daripada al-Haitsami, karena al-Haitsami sendiri (218 dan 191/10) kurang lebih sama-sama menyatakan baiknya sanad. Kemudian penulis menemukan hadis Baihaqi yang menguatkan periwayatan Ahmad. Baihaqi men-takhrtj-nya (dalam asy-Syu'ab 12/ 95/2)) dari jalur Abbas ibn Muhammad ad-Dauri: Al-Haitsam ibn I{harijah menuturkan hadis itu kepada kami secara marffi.'.



**x**



Silsilah Hadis Sahih



I



t/




About
kunjungi Markaz Abu Fathan di : www.desasalaf.blogspot.com, www.kampungsalaf.wordpress.com, www.markazsunnah.blogspot.com

Share This Document


Other docs by Abu Fathan As ...
Air Telaga Rasul
Views: 64  |  Downloads: 0
Ringkasan Ilmu Hadits
Views: 65  |  Downloads: 0
Ebook Asma Wa Shifat
Views: 82  |  Downloads: 10
80-ABASA
Views: 20  |  Downloads: 0
81-AT TAKWIR
Views: 22  |  Downloads: 0
Makna Amanah
Views: 38  |  Downloads: 0
82-AL INFITAR
Views: 32  |  Downloads: 2
83-MUTAFFIFIN
Views: 25  |  Downloads: 1
84-AL INSYIQAQ
Views: 29  |  Downloads: 3
85-AL BURUJ
Views: 38  |  Downloads: 1
by registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!