Topologi Jaringan.doc - Topologi Jaringan

Document Sample
Topologi Jaringan.doc - Topologi Jaringan Powered By Docstoc
					Topologi Jaringan
Situs-situs dalam sistem terdistribusi dapat terhubung melalui berbagai macam cara
yang ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria sebagai berikut:

      Biaya instalasi. Biaya menghubungkan situs-situs dalam sistem.
      Biaya komunikasi. Besar waktu dan uang untuk mengirimkan pesan dari satu
       situs ke situs lainnya.
      Ketersediaan/availabilitas. Sampai sejauh mana data dapat diakses
       walaupun terdapat kegagalan pada beberapa link atau situs.

Macam-macam topologi jaringan antara lain:

Fully Connected Network

Tiap situs dalam Fully Connected Network terkoneksi secara langsung dengan situs
lainnya. Link yang ada menjadi banyak dan menyebabkan biaya instalasi besar.
Topologi jenis ini tidak praktis untuk diterapkan dalam sistem yang besar.

Partially Connected Network

Link yang ada hanya antara beberapa situs sehingga biaya instalasi menjadi lebih
rendah. Namun, biaya komunikasi bisa menjadi lebih mahal. Misalkan, situs A ingin
mengakses data di situs E, maka jalan yang ditempuh menuju situs E harus melalui
situs B terlebih dahulu karena tidak ada link langsung dari situs A ke situs E. Semakin
jauh jalan yang ditempuh, biaya komunikasi semakin mahal. Selain itu, availibilitas
atau ketersediaan data kurang baik dibandingkan dengan Fully Connected Network.
Misalkan, jika terjadi failure site atau kegagalan situs di C maka akses ke situs F
menjadi tidak ada.

Gambar 23.3. Model Network
Partially Connected Network terdiri dari:

      Tree-structured network. Biaya instalasi dan komunikasi pada topologi
       jenis ini biasanya rendah. Namun, jika terjadi failure link atau failure site
       maka pengaksesan data menjadi terhambat dan mengakibatkan
       availibilitas/ketersediaan menjadi rendah.
      Star network. Biaya komunikasi rendah karena setiap situs paling banyak
       mengakses dua link ke situs lain. Namun, bila terjadi failure site di situs pusat
       maka setiap situs tidak akan dapat mengakses situs lainnya sehingga
       availibilitas/ketersediaan pada topologi jenis star network rendah.
      Ring network. Biaya komunikasi tinggi karena jika ingin mengakses sebuah
       situs bisa jadi harus menempuh banyak link. Misalnya, dari situs A menuju
       situs D, link yang dilewati sebanyak tiga buah. Availibilitas/ketersediaan pada
       topologi ring network lebih terjamin dibandingkan pada star network maupun
       pada tree-structured network.

Selain topologi jaringan, ada beberapa hal lain yang harus dipertimbangkan dalam
mendesain jaringan:

   1. Naming and name resolution. Bagaimana dua buah proses
      menempatkan/memposisikan satu sama lain dalam jaringan komunikasi.
   2. Routing strategies. Bagaimana pesan dikirimkan melalui jaringan.
   3. Packet strategies. Apakah paket dikirimkan secara individual atau
      sekuensial.
   4. Connection strategies. Bagaimana dua proses mengirimkan pesan secara
      sekuensial.
   5. Contention. Bagaimana memecahkan masalah permintaan yang mengalami
      konflik.

Perlu diketahui, bahwa dalam sistem terdistribusi terdapat berbagai macam kegagalan
perangkat keras (hardware failure) seperti kegagalan link atau failure link, kegagalan
situs atau failure site, dan kehilangan pesan atau loss of message.Oleh karena itu,
untuk menjamin kekuatan sistem atau disebut juga robustness maka sistem
terdistribusi harus mampu melakukan pendeteksian kegagalan, mereparasi sistem, dan
mengkonfigurasinya kembali.