Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Perjuangan RI dalam melawan penjajahan belanda dan inggris

VIEWS: 5,317 PAGES: 3

artikel ini berisi perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan dan setelah kemerdekaan

More Info
									Perjuangan RI dalam melawan penjajahan Belanda
                  dan Inggris



Perjuangan bangsa Indonesia ini dalam mempertahankan kemerdekaan ada dua
macam, yaitu perjuangan fisik dan non fisik. Dibawah ini dipaparkan rangkaian
perjuangan fisik dari awal hingga diakuinya Republik Indonesia sebagai negara yang
merdeka oleh dunia Internasional.

   1.   Semarang, 15-20 Oktober 1945

        Pertempuran lima hari di Semarang berlangsung antara pemuda dan laskar
        perjuangan dengan pasukan Jepang. Pertempuran dimulai setelah tersebarnya
        isu bahwa Jepang telah meracuni air minum di kota Semarang. Untuk
        memperingati hari itu didirikanlah Monumen Tugu Pahlawan.

   2. Yogyakarta, 7 Oktober 1945

        Pertempuran ini terjadi di Yogyakarta dikenal dengan Pertempuran Kotabaru.
        Pertempuran berlangsung antara BKR, Polisi Istimewa, Pemuda dan laskar
        dengan tentara Jepang. Pertempuran terjadi karena pejuang bermaksud untuk
        merebut senjata tentara Jepang.

   3. Surabaya, 10 November 1945

        Pada bulan September terjadi penyerangan terhadap markas Jepang oleh
        pejuang pribumi. Pabrik senjata Jepang dan Angkatan Laut memberikan
        senjata kepada pejuang. Sementara itu, pasukan sekutu telah ada di Surabaya.
        Suasana kota semakin panas sejak terjadinya Insiden Bendera atau Insiden
        Tunjungan. Pertempuran itu menewaskan Brigjen A.W.S Mallaby. Inggris
        marah dan mendatangkan bantuan di bawah Mayor E.C. Mansergh dan terus
        memberikan ultimatum kepada arek-arek Surabaya untuk menyerahkan
        senjata pada tanggal 9 November sebelum pukul 18.00. Jika ultimatum tidak
        dipenuhi, Surabaya akan diserang pada tangggal 10 November dari Darat,
        Laut dan Udara. Bung Tomo, pimpinan BPRI membangkitkan semangat arek-
        arek Surabaya untuk melawan pasukan Inggris dan NICA. Pertempuran itu
        ditetapkan sebagai Hari Pahlawan dan untuk memperingatinya didirikan Tugu
        Pahlawan dan Surabaya disebut Kota Pahlawan.

   4. Ambarawa, 12-15 Desember 1945

        Pertempuran ini dikenal sebagai Palagan Ambarawa antara pasukan Inggris
        dengan pasukan TRI di bawah Sarbini. Pasukan Inggris yang diperkuat oleh
        pasukan Gurkha melakukan tindakan permusuhan ketika pasukan itu dalam
        perjalanan dari Semarang ke Magelang. Pasukan Inggris kemudian ditarik ke
   Semarang pada tanggal 15 Desember 1945. Di kota itu didirikan monumen
   Palagan Ambarawa.

5. Pertempuran Medan Area, 10 Oktober 1946

   Mr. Tengku Mohammad Hassan membentuk TKR di Medan dan Akhmad
   Taher, mantan perwira giyugun, diangkat sebagai panglimanya. Pasukan
   Inggris yang diboncengi oleh NICA dibawah Brigadir Jenderal T.E.D Kelly
   mendarat di Medan pada tanggal 9 November 1945. Pada tanggal 1 Desember
   Inggris memasang batas di empat penjuru kota Medan yang dikenal dengan
   Medan Area. Sejak itu pertempuran berlangsung antara pejuang dengan
   pasukan Inggris. Penangkapan, pembersihan,dan penggeledahan terus
   dilakukan. Setelah pasukan Inggris ditarik, perlawanan diteruskan untuk
   mengusir NICA dan puncak penyerangan terjadi bulan Desember 1946.

6. Perjuangan Pemuda Sulawesi Selatan, 25 Desember 1946

   Di Sulawesi Selatan dibentuk Pusat Pemuda Nasional Indonesia yang
   dipimpin oleh Manai Sophiaan. NICA datang di Makasar dan mendirikan
   pemerintahan sipil. Sejak itu permusuhan dengan pemuda makin memuncak
   dan tempat-tempat strategis yang diduduki NICA direbut pemuda. Robert
   Wolter Monginsidi, pimpinan Angkatan Muda Pelajar (AMP), pejuang
   pemuda dan pemberani yang disertai kawan-kawannya menyerang tempat-
   tempat kedudukan Belanda. Belanda sangat khawatir terhadap kekuatan
   gabungan itu dan melakukan pembersihan pada tanggal 25 Desember 1946.
   Robert Wolter Monginsidi dan Emmy Saelan gugur dalam operasi itu.

7. Bandung Lautan Api, 24 Maret 1946

   Pasukan Inggris sudah masuk kota Bandung pada tanggal 21 November 1945.
   Tindakan pasukan itu mengundang permusuhan masyarakat di kota. Situasi
   semakin panas dan permusuhan semakin menjadi-jadi. Inggris mengultimatum
   agar penduduk Bandung meninggalkan kota. Akan tetapi, tanggal 23 malam
   TRI menyerang kota dan Bandung dibumihanguskan. Untuk membakar
   semangatpemuda dan pejuang dinyanyikan lagu Halo-halo Bandung ciptaan
   Ismail Marzuki.

8. Puputan Margarana, 20 November 1946

   Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Mr. Ketut Puja diangkat sebagai Gubernur
   dan I Gusti Ngurah Rai sebagai komandan TKR. Pada tanggal 2-3 Maret 1946
   pasukan Belanda mendarat di Bali. Belanda berpendapat bahwa menurut
   Perjanjian Linggarjati, Bali tidak termasuk wilayah Republik Indonesia. Itulah
   sebabnya Belanda menunjukan kekuasaannya di Pulau Dewata. Untuk
   menghadapi pasukan Belanda, Letkol I Gusti Ngurah Rai menghimpun
   kekuatan untuk menyerang kedudukan Belanda pada tanggal 20 November
   1946. Pertempuran sengit terjadi di desa Marga. Pasukan I Gusti Ngurah Rai
   terdesak dan sebagian dari mereka gugur sebagai kusuma bangsa

   By : Berlianto Zati Anggara    http://www.historyofindonesia.blogspot.com

								
To top