Manajer Investasi Bank Kustodian

Document Sample
Manajer Investasi Bank Kustodian Powered By Docstoc
					                            BAPEPAM & LK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK
                            MENYETUJUI EFEK INI. TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU
                            KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN
                            DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
Tanggal Efektif         :
5 Desember 2007

Tanggal Mulai Penawaran :
12 Desember 2007            Reksa Dana JAKARTA BLUE CHIP selanjutnya disebut “JAKARTA BLUE CHIP”
                            merupakan Reksa Dana Terbuka      berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
                            berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal dan
                            peraturan pelaksanaannya.

                            JAKARTA BLUE CHIP bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari pertumbuhan
                            ekonomi Indonesia dengan investasi modal dalam jangka panjang pada saham
                            yang masuk kategori blue chip dan pasar uang. Target komposisi dari JAKARTA
                            BLUE CHIP adalah 80% - 98% pada kategori Blue Chip Efek Ekuitas badan hukum
                            Indonesia yang tercatat pada Bursa Efek di Indonesia dan 2%-20% pada instrumen
                            Pasar Uang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di
                            Indonesia.




                            PT Jakarta Investment sebagai Manajer Investasi melakukan Penawaran Umum
                            atas Unit Penyertaan JAKARTA BLUE CHIP secara terus-menerus sampai dengan
                            200,000,000 (dua ratus juta) Unit Penyertaan.

                            Unit Penyertaan JAKARTA BLUE CHIP ditawarkan pada harga yang sama dengan
                            Nilai Aktiva Bersih awal sebesar Rp. 1,000 (seribu rupiah) per Unit Penyertaan
                            pada hari pertama penawaran. Untuk selanjutnya, harga         Unit Penyertaan
                            JAKARTA BLUE CHIP ditetapkan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih per Unit
                            Penyertaan pada hari bursa yang bersangkutan.

                            Pemegang Unit Penyertaan dapat menjual kembali seluruh atau sebagian Unit
                            Penyertaannya kepada Manajer Investasi bila diinginkan. Pemegang Unit
                            Penyertaan dikenakan biaya pembelian maksimum sebesar 2% (dua persen) dan
                            penjualan kembali sebelum 6 (enam) bulan dikenakan biaya sebesar 1% (satu
                            persen) dari jumlah nilai penjualan yang dilakukan dan setelah 6 (enam) bulan
                            tidak dikenakan biaya.

                            Minimum pembelian pertama Unit Penyertaan JAKARTA BLUE CHIP adalah
                            Rp. 10,000,000 (sepuluh juta rupiah). Minimum pembelian selanjutnya adalah
                            Rp.1,000,000 (satu juta rupiah). Minimum penjualan kembali Unit Penyertaan
                            JAKARTA BLUE CHIP adalah Rp.1,000,000 (satu juta rupiah).

                              PENTING : SEBELUM ANDA MEMUTUSKAN UNTUK MEMBELI UNIT PENYERTAAN
                              JAKARTA BLUE CHIP INI ANDA HARUS TERLEBIH DAHULU MEMPELAJARI ISI
                              PROSPEKTUS INI KHUSUSNYA MENGENAI MANAJER INVESTASI BAB 3,
                              KEBIJAKAN INVESTASI BAB 5 DAN FAKTOR RISIKO BAB 9.


                            Manajer Investasi                                    Bank Kustodian




                            PT. Jakarta Investment                              PT. Bank Bukopin, Tbk
                            Wisma Nusantara 5th Floor                           Oil Center Building Ground Floor
                            Jl. MH. Thamrin Kav. 59                                               User 
                                                                                Jl. MH. Thamrin Kav.55
                            Jakarta 10350                                 [Type the company name] 
                                                                                Jakarta 10350
                            Tlp. (62-21) 3902755                                Telp. (62-21) 31900612
                                                                                       [Pick the date] 
                            Fax. (62-21) 3902756                                Fax. (62-21) 31900624

                                     Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 17 Desember 2007
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
JAKARTA BLUE CHIP bukan merupakan produk perbankan atau produk yang dijamin oleh
Bank dan bukan pula produk investasi dengan penjaminan. Sebelum memutuskan untuk
membeli Unit Penyertaan JAKARTA BLUE CHIP, calon investor diwajibkan untuk mempelajari
dan memahami keseluruhan isi dari Prospektus ini. Isi dari Prospektus ini bukanlah
merupakan saran dari segi hukum, pajak atau bisnis, melainkan hanya merupakan suatu
paparan mengenai produk yang akan diluncurkan. Oleh karena itu calon investor harus
menyadari bahwa ada resiko yang harus ditanggung oleh pemengang Unit Penyertaan
sehubungan dengan pemilikan JAKARTA BLUE CHIP ini. Apabila diperlukan, calon investor
sebaiknya minta saran dan pertimbangan dari pihak-pihak yang lebih berkompeten mengenai
segala aspek yang berhubungan dengan JAKARTA BLUE CHIP sebelum memutuskan untuk
melakukan pembelian.




       PT. Jakarta Investment                                                             2
DAFTAR ISI

BAB I           Istilah dan Definisi

BAB II          Informasi mengenai JAKARTA BLUE CHIP

BAB III         Manajer Investasi

BAB IV          Bank Kustodian

BAB V           Tujuan dan Kebijakan Investasi

BAB VI          Metode Perhitungan Nilai Pasar Wajar

BAB VII         Imbalan Jasa dan Alokasi Biaya

BAB VIII        Perpajakan

BAB IX          Faktor-faktor Risiko yang Utama

BAB X           Hak-hak Pemegang Unit Penyertaan

BAB XI          Pembubaran dan Likuidasi

BAB XII         Pendapat Dari Segi Hukum

BAB XIII        Pendapat Akuntan Atas Laporan Keuangan

BAB XIV         Persyaratan dan Tata Cara Pembelian Unit Penyertaan

BAB XV          Persyaratan dan Tata Cara Penjualan Kembali Unit Penyertaan

BAB XVI         Skema Pembelian dan Penjualan Kembali Unit Penyertaan

BAB XVII        Penyebarluasan Prospektus dan Formulir Pemesanan

                Pembelian Unit Penyertaan




          PT. Jakarta Investment                                              3
                                             BAB I
                                     ISTILAH DAN DEFINISI

1.1   REKSA DANA

      Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat
      pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
      Sesuai Undang-undang tentang Pasar Modal, Reksa Dana dapat berbentuk Perseroan
      Tertutup atau Terbuka dan Kontrak Investasi Kolektif. Bentuk hukum Reksa Dana yang
      ditawarkan dalam Prospektus ini adalah Kontrak Investasi Kolektif.

1.2   KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

      Kontrak Investasi Kolektif adalah kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang
      mengikat pemegang Unit Penyertaan, dimana Manajer Investasi diberi wewenang untuk
      mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk
      melaksanakan penitipan kolektif.

1.3   MANAJER INVESTASI

      Manajer Investasi adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk
      para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali
      perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya
      berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

1.4   BANK KUSTODIAN

      Bank Kustodian adalah Bank Umum yang telah mendapat persetujuan BAPEPAM-LK untuk
      menyelenggarakan kegiatan usaha sebagai Kustodian, yaitu memberikan jasa penitipan Efek
      (termasuk Penitipan Kolektif atas Efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu Pihak yang
      kepentingannya diwakili oleh Kustodian) dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa
      lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan
      mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

1.5   EFEK

      Efek adalah surat berharga.
      Sesuai dengan Peraturan BAPEPAM No. IV.B1, Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No.
      Kep-03/PM/2004 tanggal 9 Februari 2004, Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
      hanya dapat melakukan pembelian dan penjualan atas:
            Efek yang telah dijual dalam Penawaran Umum dan/atau dicatatkan di Bursa Efek baik di
            dalam maupun di luar negeri.
            Instrumen pasar uang dalam negeri yang mempunyai jatuh tempo kurang dari 1 (satu)
            tahun, meliputi Sertifikat Bank Indonesia, Surat Berharga Pasar Uang, Surat Pengakuan
            Hutang, Sertifikat Deposito, baik dalam rupiah maupun dalam mata uang asing, dan
            Obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.
            Surat berharga komersial dalam negeri yang jatuh temponya di bawah 3 (tiga) tahun dan
            telah diperingkat oleh pemeringkat Efek.


1.6   BUKTI KEPEMILIKAN

      Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif menghimpun dana dengan menerbitkan
      Unit Penyertaan kepada pemodal.

      Unit Penyertaan adalah satuan ukuran yang menunjukkan bagian kepentingan setiap pihak
      dalam portofolio investasi kolektif.

      Dengan demikian Unit Penyertaan merupakan bukti kepesertaan pemegang Unit Penyertaan
      dalam Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. Manajer Investasi bekerja sama
      dengan Bank Kustodian akan menerbitkan surat konfirmasi kepemilikan Unit Penyertaan
      PT. Jakarta Investment                                                                         4
       yang berisi jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki oleh pemegang Unit Penyertaan dan
       berlaku sebagai bukti kepemilikan Unit Penyertaan Reksa Dana.

1.7    NILAI AKTIVA BERSIH (NAB)

       NAB adalah nilai pasar yang wajar dari suatu Efek dan kekayaan lain dari Reksa Dana
       dikurangi seluruh kewajibannya.

       Metode Penghitungan NAB Reksa Dana harus dilakukan sesuai dengan Peraturan
       BAPEPAM No. IV.C.2, Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-24/PM/2004 tanggal
       19 Agustus 2004 tentang Nilai Pasar Wajar Dari Efek Dalam Portofolio Reksa Dana, dimana
       perhitungan NAB menggunakan nilai pasar wajar yang ditentukan oleh Manajer Investasi.

       NAB Reksa Dana dihitung dan diumumkan setiap Hari Bursa.

1.8    AFILIASI

       Afiliasi adalah:
       a. hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara
            horisontal maupun vertikal;
       b. hubungan antara satu pihak dengan pegawai, Direktur, atau Komisaris dari pihak
            tersebut;
       c. hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota Direksi
            atau Komisaris yang sama;
       d. hubungan antara perusahaan dengan suatu pihak, baik langsung maupun tidak
            langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;
       e. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan baik langsung maupun tidak
            langsung oleh pihak yang sama; atau
       f. hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.

1.9    BAPEPAM-LK

       BAPEPAM-LK adalah Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan

1.10   EFEKTIF

       Efektif adalah terpenuhinya seluruh tata cara dan persyaratan Pernyataan Pendaftaran
       Dalam Rangka Penawaran Umum Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang
       ditetapkan dalam Undang-undang Pasar Modal dan Peraturan Nomor : IX.C.5 Lampiran
       Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor: Kep-10/PM/1997 tanggal 30 April 1997 (Peraturan
       IX.C.5*). Surat Pernyataan efektif Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum
       Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif akan dikeluarkan oleh BAPEPAM.

1.11   FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN

       Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan adalah formulir asli yang dipakai oleh calon
       pembeli untuk membeli Unit Penyertaan yang diisi, ditandatangani dan diajukan oleh calon
       pembeli kepada Manajer Investasi.

1.12   FORMULIR PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN

       Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan adalah formulir asli yang dipakai oleh pemegang
       Unit Penyertaan untuk menjual kembali Unit Penyertaan yang dimilikinya yang diisi,
       ditandatangani dan diajukan oleh pemegang Unit Penyertaan kepada Manajer Investasi.

1.13   FORMULIR PROFIL PEMODAL

       Formulir Profil Pemodal adalah formulir yang disyaratkan untuk diisi oleh pemodal
       sebagaimana diharuskan oleh Peraturan Nomor: IV.D.2 Lampiran Keputusan Ketua
       BAPEPAM Nomor: Kep-20/PM/2004 tanggal 29 April 2004 tentang Profil Pemodal Reksa
       Dana, yang berisikan data dan informasi mengenai profil risiko pemodal JAKARTA BLUE
       CHIP sebelum melakukan pembelian Unit Penyertaan JAKARTA BLUE CHIP yang pertama
       kali di Manajer Investasi atau Agen Penjual dari JAKARTA BLUE CHIP.
       PT. Jakarta Investment                                                                       5
1.14   HARI BURSA

       Hari Bursa adalah hari diselenggarakannya perdagangan efek di Bursa Efek, yaitu Senin
       sampai dengan Jum’at, kecuali hari tersebut merupakan hari libur nasional atau dinyatakan
       sebagai hari libur oleh Bursa Efek.

1.15   PENAWARAN UMUM

       Penawaran Umum adalah kegiatan penawaran Unit Penyertaan JAKARTA BLUE CHIP yang
       dilakukan oleh Manajer Investasi untuk menjual Unit Penyertaan kepada Masyarakat
       berdasarkan tata cara yang diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal beserta peraturan
       pelaksanaannya dan Kontrak Investasi Kolektif. Investor hanya dapat membeli Unit
       Penyertaan JAKARTA BLUE CHIP pada masa penawaran umum.

1.16   PERNYATAAN PENDAFTARAN

       Pernyataan Pendaftaran adalah dokumen yang wajib disampaikan oleh Manajer Investasi
       kepada BAPEPAM-LK dalam rangka Penawaran Umum Reksa Dana Berbentuk Kontrak
       Investasi Kolektif yang ditetapkan dalam Undang-Undang Pasar Modal dan Peraturan Nomor:
       IX.C.5 Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM Nomor: Kep-10/PM/1997 tanggal 30 April
       1997.

1.17   PROSPEKTUS

       Prospektus adalah setiap pernyataan yang dicetak atau informasi tertulis yang digunakan
       untuk Penawaran Umum Reksa Dana dengan tujuan pemodal membeli Unit Penyertaan
       Reksa Dana, kecuali pernyataan atau informasi yang berdasarkan peraturan BAPEPAM-LK
       yang dinyatakan bukan sebagai Prospektus.

1.18   SURAT KONFIRMASI KEPEMILIKAN UNIT PENYERTAAN

       Surat Konfirmasi Kepemilikan Unit Penyertaan adalah Surat Konfirmasi yang menunjukkan
       jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan dan berlaku sebagai
       bukti kepemilikan dalam JAKARTA BLUE CHIP. Surat Konfirmasi kepemilikan akan
       dikirimkan oleh Bank Kustodian paling lambat 7 (tujuh) Hari Bursa setelah masa pengesahan
       dan distribusi atau penjualan kembali sebagian/seluruh Unit Penyertaan JAKARTA BLUE
       CHIP.

1.19   UNDANG-UNDANG PASAR MODAL

       Undang-Undang Pasar Modal adalah Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar
       Modal.




       PT. Jakarta Investment                                                                      6
                                              BAB II
                               INFORMASI MENGENAI JAKARTA BLUE CHIP

2.1   DASAR HUKUM

      JAKARTA BLUE CHIP adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif berdasarkan
      Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal serta peraturan pelaksanaannya di
      bidang Reksa Dana.

      Kontrak Investasi Kolektif JAKARTA BLUE CHIP dibuat dihadapan Bapak Benediktus Andy
      Widyanto, SH, Notaris Kabupaten Tangerang di Pamulang sebagaimana termaktub dalam
      Akta No. 1 tanggal 1 Oktober 2007 antara PT. Jakarta Investment sebagai Manajer Investasi
      dan PT. Bank Bukopin, Tbk sebagai Bank Kustodian.

2.2   PENAWARAN UMUM

      PT. Jakarta Investment sebagai Manajer Investasi akan melakukan penawaran umum atas
      Unit Penyertaan JAKARTA BLUE CHIP secara terus-menerus sampai dengan 200,000,000
      (dua ratus juta) Unit Penyertaan.

      Unit Penyertaan Nilai Aktiva Bersih awal sebesar Rp. 1,000 (seribu rupiah) pada hari pertama
      penawaran, dan selanjutnya nilai Unit Penyertaan ditetapkan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih
      JAKARTA BLUE CHIP pada hari bursa yang bersangkutan.

      Apabila jumlah Unit Penyertaan tersebut di atas telah habis terjual, Manajer Investasi dapat
      menambah jumlah Unit Penyertaan setelah mendapat persetujuan dari BAPEPAM-LK.

2.3   PENEMPATAN DANA AWAL

      Total penempatan dana awal JAKARTA BLUE CHIP adalah sebesar Rp. 2,000,000,000,-(dua
      miliar Rupiah) atau sebanyak 2,000,000 (dua juta) Unit Penyertaan. Pihak yang melakukan
      Penempatan Dana Awal adalah sebagai berikut:

        No.                  Nama Sponsor             Jumlah Unit Penyertaan          Jumlah (Rupiah)
        1.        Dana Pensiun Universitas Trisakti         1,000,000                  1,000,000,000
        2.        Dana Pensiun Pemberi Kerja                 500,000                    500,000,000
                         Jiwasraya
         3.       PT. Jakarta Investment                      500,000                   500,000,000
                  Jumlah                                     2,000,000                 2,000,000,000

2.4   KOMITE INVESTASI

      PT. Jakarta Investment sebagai Manajer Investasi didukung oleh tenaga profesional yang
      terdiri dari Komite Investasi dan Tim Pengelola Investasi.

      Komite investasI JAKARTA BLUE CHIP bertanggung jawab untuk memberikan arahan dan
      strategi manajemen aset secara umum yang dilakukan oleh Tim Pengelola Investasi. Komite
      Investasi JAKARTA BLUE CHIP saat ini terdiri dari :

      Muchtar Mandala, Ketua Komite Investasi
      Warga Negara Indonesia, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1984.
      Selama karirnya beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bank Bukopin tahun 1989-
      1995, Direktur Utama Bank Duta tahun 1995-1998, Presiden Komisaris Bank Muamalat
      Indonesia tahun 1996-1998, dan Komisaris Utama Majalah “INFOBANK” tahun 1990 hingga
      sekarang. Saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Jakarta Investment.

      Markus Suryawan, Anggota Komite Investasi
      Warga Negara Indonesia, lulusan Fakultas Teknik Elektro Universitas Trisakti Jakarta, dan
      pada tahun 2000 telah menyelesaikan Program Chartered Financial Analyst (CFA) Level 2.
      Memulai karir dalam bidang pasar modal sebagai Research Analyst di PT. Ciptadana
      Sekuritas dan menjadi pengajar paruh waktu di bidang Pasar Modal pada beberapa pelatihan


      PT. Jakarta Investment                                                                         7
      Pasar Modal, kemudian pada tahun 2002 sebagai Portfolio Manager di PT. Tiga Pilar
      Sekuritas, dan sebagai Managing Director di PT. Goldmany Asset Management pada tahun
      2004. Memperoleh ijin sebagai Wakil Manajer Investasi dari Badan Pengawas Pasar Modal
      berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-
      03/PM/IP/WMI/2002 tanggal 21 Januari 2002. Saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT.
      Jakarta Investment.

2.5   TIM PENGELOLA INVESTASI

      Tim Pengelola Investasi JAKARTA BLUE CHIP bertugas sebagai pelaksana harian atas
      kebijaksanaan, strategi, dan eksekusi investasi yang telah diformulasikan bersama dengan
      Komite Investasi Independen dan Komite Investasi.

      Anggota Tim Pengelola Investasi PT. Jakarta Investment terdiri dari:

      Niko Cahyoadi, Ketua Tim Pengelola Investasi
      Warga Negara Indonesia, lulusan Sekolah Tinggi Manajemen PPM program Pasca Sarjana
      Magister Management tahun 1997. Memulai karir dalam bidang pasar modal sebagai
      Research Analyst dan Equity Sales/Dealer di PT. Sanyo Primarindo Securities pada tahun
      1997, sebagai Head of Equity Dealer PT. Rifan Financindo Sekuritas tahun 1999, sebagai
      AVP Fixed Income di PT. Tiga Pilar Sekuritas tahun 2004. Memperoleh ijin Wakil Perantara
      Pedagang Efek dari Badan Pengawas Pasar Modal berdasarkan Surat Keputusan Ketua
      Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-291/PM/IP/PPE/1998 tanggal 2 Oktober 1998,
      dan sebagai Wakil Manajer Investasi dari Badan Pengawas Pasar Modal berdasarkan Surat
      Keputusan Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan Nomor Kep-48/BL/WMI/2006. Saat ini
      menjabat sebagai Direktur PT. Jakarta Investment.

      Deddy Laksana, Anggota Tim Pengelola Investasi
      Warga Negara Indonesia, memperoleh gelar Master of Science dari Golden Gate University,
      San Francisco pada tahun 1996. Mulai karir sebagai Credit Analyst pada PT. Bank Baja
      Internasional pada tahun 1997, dan pada tahun 1998 sebagai Assistant Portfolio Manager
      pada PT. Pacific 2000 Investindo. Bekerja sebagai Manager Fixed Income Division PT.
      MeesPierson Finas Investment Management (sekarang PT. Fortis Investment) pada tahun
      1999. Dan pada tahun 2003 sebagai Portfolio Manager di PT. Mandiri Sekuritas. Memperoleh
      ijin sebagai Wakil Manajer Investasi dari Badan Pengawas Pasar Modal berdasarkan Surat
      Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-118/PM/IP/WMI/2001 tanggal
      23 Juli 2001, ijin sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek dari Badan Pengawas Pasar Modal
      berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-
      44/PM/IP/PPE/2000 tanggal 23 Pebruari 2000, dan ijin sebagai Wakil Perantara Emisi Efek
      dari Badan Pengawas Pasar Modal berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas
      Pasar Modal Nomor Kep-19/PM/WPEE/2004 tanggal 14 Juni 2004. Saat ini menjabat sebagai
      Vice President PT. Jakarta Investment.

      Boris Sihar Sirait, Anggota Tim Pengelola Investasi
      Warga Negara Indonesia, lulus dari Program Ekstensi Fakultas Ekonomi (Manajemen)
      Universitas Indonesia tahun 1997. Mengikuti pendidikan S2 Program Pasca Sarjana
      Universitas Indonesia jurusan Manajemen Keuangan dan lulus tahun 2006. Bekerja sebagai
      Vice President Institutional Equity Sales di PT. Finan Corpindo Nusa pada tahun 2006 dan
      mengelola beberapa private discretionary account. Memiliki ijin sebagai Wakil Manajer
      Investasi dari Badan Pengawas Pasar Modal                   berdasarkan dengan Nomor
      187/PM/IP/WMI/2001 tanggal 22 November 2001. Saat ini menjabat sebagai Vice President
      of Portfolio Management pada PT. Jakarta Investment.

2.6   MANFAAT INVESTASI

      • Diversifikasi Investasi, dengan dukungan dana yang cukup besar, Reksa Dana
      menjanjikan diversifikasi portofolio investasi yang akan memperkecil risiko yang timbul

      • Pengelolaan yang professional, Reksa Dana dikelola dan dimonitor setiap hari oleh
      para manajer professional yang berpengalaman di bidang manajemen investasi di Indonesia,

      PT. Jakarta Investment                                                                     8
      sehingga pemodal tidak lagi perlu melakukan riset, analisis pasar, dan berbagai pekerjaan
      administratif yang berhubungan dengan pengambilan keputusan investasi.

      • Likuiditas, Unit Penyertaan mudah dijual kembali dimana setiap penjualan oleh
      Pemegang Unit Penyertaan wajib dibeli kembali oleh Manajer Investasi. Pembayaran atas
      hasil penjualan kembali Unit Penyertaan akan dilakukan sesegera mungkin tidak lebih dari 7
      (tujuh) hari bursa setelah formulir Penjualan kembali disetujui oleh Manajer Investasi, kecuali
      pada kasus-kasus tertentu yang diuraikan lebih lanjut dalam Bab XV tentang Persyaratan dan
      Tata Cara Penjualan Kembali Unit Penyertaan.

      •     Pembayaran atas penjualan kembali Unit Penyertaan tidak dikenakan pajak

      • Investasi awal yang relatif kecil, hanya dengan Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah)
      sebagai investasi awal, pemodal dapat menikmati berbagai keuntungan di atas

      • Pembebasan pekerjaan analisis investasi dan administratif, investasi dalam bidang
      pasar modal membutuhkan tenaga, pengetahuan investasi, dan waktu yang cukup banyak
      serta berbagai pekerjaan administrasi. Dengan pembelian Unit Penyertaan JAKARTA BLUE
      CHIP maka Pemegang Unit Penyertaan tersebut bebas dari pekerjaan tersebut

      • Komitmen yang tinggi, PT. Jakarta Investment mempunyai komitmen yang tinggi untuk
      memberikan pelayanan kepada para pemodal Reksa Dana dengan memberikan pelayanan
      yang profesional.

2.7   NILAI AKTIVA BERSIH

      Harga pembelian dan penjualan kembali Unit Penyertaan Reksa Dana didasarkan atas Nilai
      Aktiva Bersih per Unit Penyertaan Reksa Dana yang ditentukan setiap hari bursa yang
      bersangkutan pada saat penutupan di Bursa Efek.

      Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan dihitung dengan cara membagi total nilai aktiva Reksa
      Dana, setelah dikurangi dengan semua kewajiban, dibagi dengan jumlah Unit Penyertaan
      yang beredar, kemudian dibulatkan sampai 2 (dua) angka desimal.

      Semua kewajiban tertangguh akan dipotong dari total nilai aktiva guna menghitung Nilai
      Aktiva Bersih, meliputi (i) imbalan jasa Manajer Investasi dan imbalan jasa Bank Kustodian
      yang ditangguhkan atau terhutang; (ii) semua biaya operasional lain yang tertangguh atau
      terhutang. Nilai Efek Portofolio ditentukan berdasarkan peraturan Bapepam Nomor IV.C.2.
      tentang Nilai Pasar Wajar dari Efek Dalam Portofolio Reksa Dana.

2.8   PELAPORAN KEPADA PEMEGANG UNIT PENYERTAAN

      Bank Kustodian akan menghitung dan mengumumkan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana setiap
      hari sesuai dengan peraturan yang berlaku. Informasi tentang Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana
      dapat dilihat pada surat seperti kabar Bisnis Indonesia dan Investor Daily.

      Setiap terjadi transaksi pembelian dan penjualan, Bank Kustodian akan menerbitkan surat
      konfirmasi atas transaksi tersebut kepada Pemegang Unit Penyertaan selambat-lambatnya 7
      (tujuh) hari bursa.

      Apabila instruksi Pemegang Unit Penyertaan tidak dilaksanakan sebagaimana instruksi
      tersebut, Pemegang Unit Penyertaan harus memberitahukan kepada Manajer Investasi
      secara tertulis. Apabila tidak ada pemberitahuan kepada Manajer Investasi dalam waktu 30
      (tiga puluh) hari setelah tanggal konfirmasi, maka transaksi itu dianggap telah dilaksanakan
      sebagaimana mestinya.

2.9   PERUBAHAN ALAMAT PEMEGANG UNIT PENYERTAAN

      Pemegang Unit Penyertaan harus memberitahukan kepada Manajer Investasi atas
      perubahan yang terjadi terhadap alamat mereka baik secara tertulis atau menghubungi 021-
      3902755


      PT. Jakarta Investment                                                                            9
                                             BAB III
                                        MANAJER INVESTASI


3.1   RIWAYAT SINGKAT MANAJER INVESTASI

      PT Jakarta Investment adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum
      negara Republik Indonesia yang didirikan dengan Akta Pendirian No. 5, tanggal 16 Februari
      2005, yang dibuat di hadapan Benediktus Andy Widyanto, SH, Notaris di Tangerang dan
      telah mendapat pengesahan dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
      Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-06769 HT.01.01.TH.2005 tanggal 15 Maret
      2005, dan telah diubah dengan akta No. 75, tertanggal 12 Mei 2006, dibuat dihadapan
      Buntario Tigris, Darmawa NG, SH, Notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari
      Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
      Keputusan No. C.14741 HT.01.04 TH 2006 tanggal 18 Mei 2006 dan telah didaftarkan dalam
      Daftar Perusahaan dengan No. TDP 09.05.1.74.50817 di Kantor Pendaftaran Perusahaan
      Kodya Jakarta Pusat No. 127/RUB.09.05/I/2007, tanggal 18 Januari 2007.

      Anggaran Dasar PT Jakarta Investment telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Akta
      No.70 tanggal 14 Nopember 2006, yang dibuat di hadapan Buntario Tigris Darmawa NG,
      SH, Notaris di Jakarta.

      PT Jakarta Investment telah memperoleh ijin untuk kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi
      berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) tanggal 30
      Nopember 2006 No. Kep-03/BL/MI/2006.


3.2   PENGALAMAN MANAJER INVESTASI

      PT Jakarta Investment adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manajer
      investasi, yang didirikan dan dijalankan oleh sumber daya manusia (SDM) yang
      berpengalaman baik di pasar modal maupun keuangan, yang mempunyai semangat yang
      tinggi untuk menjalankan visi dan misi perusahaan dengan jujur, tulus, professional dan fair.
      Dilatar belakangi oleh suksesnya SDM dalam mengelola dana milik nasabahnya baik dalam
      bentuk Discretionary Fund maupun Reksa Dana, maka SDM perusahaan melalui kreatifitas
      dan inovasinya akan kembali meluncurkan produk-produk Reksa Dana berbasis konvensional
      dan non-konvensional ke pasar. Perusahaan telah mendapat ijin usaha sebagai Manajer
      Investasi dari BAPEPAM & LK berdasarkan keputusannya Nomor: Kep-03/BL/MI/2006
      tanggal 30 Nopember 2006.

3.3   SUSUNAN ANGGOTA KOMISARIS DAN DIREKSI

      Susunan anggota Komisaris dan Direksi PT Jakarta Investment yang sedang menjabat
      adalah sebagai berikut :

      Komisaris Utama          : Muchtar Mandala
      Komisaris                : Triono Saputro

      Direktur Utama           : Markus Suryawan
      Direktur                 : Niko Cahyoadi

3.4   PIHAK TERAFILIASI

      Pihak/perusahaan yang terafiliasi dengan Manajer Investasi di pasar modal atau yang
      bergerak di bidang usaha jasa keuangan di Indonesia adalah PT. Finan Corpindo Nusa
      Securities.




      PT. Jakarta Investment                                                                          10
                                         BAB IV
                                     BANK KUSTODIAN



4.1   RIWAYAT SINGKAT BANK KUSTODIAN

      PT. Bank Bukopin, Tbk. didirikan tanggal 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi
      Indonesia (BUKOPIN) dengan badan hukum koperasi. Dalam perkembangan usaha
      selanjutnya maka melalui keputusan Rapat Anggota Khusus telah dilakukan perubahan
      status badan hukum dari koperasi menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang disahkan oleh
      Menteri Kehakiman pada tanggal 29 Juni 1993. Dalam pengelolaan bisnis, Bank Bukopin
      fokus kepada tiga segmen bisnis,yaitu segmen Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi,
      segmen Komersil dan segmen Consumer. Semenjak tahun 2001 PT. Bank Bukopin, Tbk
      juga memberikan jasa perbankan syariah.

      PT. Bank Bukopin, Tbk telah memiliki persetujuan sebagai Kustodian di
      bidang pasar modal berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas
      Pasar Modal No: KEP–01/BL/Kstd/2006 tanggal 03 Juli 2006.
4.2   PENGALAMAN SEBAGAI BANK KUSTODIAN

      Setelah memperoleh persetujuan sebagai Bank Kustodian pada tanggal 3 Juli 2006, Bank
      Bukopin aktif memberikan berbagai pelayanan kepada depositor, baik individu, dana pensiun,
      perbankan maupun perusahaan sekuritas. Harta yang dititipkan berupa saham, obligasi
      pemerintah, obligasi korporasi, Medium Term Notes, SUN-Retail (ORI001, ORI002 dan
      ORI003)

      Melihat perkembangan pasar modal yang positif Bank Bukopin. juga telah memasuki pasar
      reksa dana sebagai bank kustodian.

4.3   PIHAK TERAFILIASI

      Pihak/perusahaan yang terafiliasi dengan Bank Bukopin di pasar modal atau yang bergerak
      di bidang jasa keuangan di Indonesia adalah PT. Indo Trans Buana Multi Finance dan PT.
      Bank Persyarikatan Indonesia.




      PT. Jakarta Investment                                                                       11
                                           BAB V
                               TUJUAN DAN KEBIJAKAN INVESTASI


5.1   TUJUAN INVESTASI

      JAKARTA BLUE CHIP bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari pertumbuhan ekonomi
      Indonesia dengan investasi modal dalam jangka panjang pada saham yang masuk kategori
      blue chip dan pasar uang. Pihak Manajer Investasi bersama Komite Investasi dan Tim
      Pengelola Investasi akan mengevaluasi saham-saham yang masuk dalam kategori blue chip
      secara periodik minimum setiap 3 (tiga) bulan.


5.2   KEBIJAKAN INVESTASI

      JAKARTA BLUE CHIP mengutamakan investasi sebagai berikut:

                           Efek                                Minimum              Maksimum
       Efek Ekuitas Badan Hukum Indonesia                        80%                  98%
       Instrumen Pasar Uang                                      2%                   20%


      Investasi pada Efek Ekuitas dilakukan pada perusahaan berbadan hukum Indonesia yang
      tercatat pada Bursa Efek di Indonesia yang masuk kategori blue chip yaitu perusahaan
      penerbitnya diketahui sebagai perusahaan yang memiliki reputasi bagus, sebagai leader di
      industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil, dan biasanya juga memiliki ciri kapitalisasi
      pasar yang cukup tinggi dan likuid.

      Portofolio Instrumen Pasar Uang dalam negeri terdiri atas: Deposito Berjangka, Sertifikat
      Deposito yang dapat diperdagangkan (Negotiable Certificates of Deposit), Sertifikat Bank
      Indonesia, Surat Berharga Komersial (Commercial Paper) yang telah diperingkat oleh
      perusahaan Pemeringkat Efek yang telah disetujui oleh BAPEPAM-LK termasuk obligasi
      yang jatuh temponya kurang dari 1 (satu) tahun.

      Pergeseran investasi ke arah maksimum atau minimum tidak merupakan jaminan bahwa
      investasi akan lebih baik atau lebih buruk dari komposisi yang ditargetkan.

5.3   PEMBATASAN INVESTASI

      Sesuai dengan Peraturan BAPEPAM Nomor IV.B.1. mengenai Pedoman Pengelolaan Reksa
      Dana Berbentuk KIK, dalam melaksanakan JAKARTA BLUE CHIP, Manajer Investasi tidak
      diperkenankan melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut :

      a. membeli Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek Luar Negeri yang informasinya tidak
         dapat diakses melalui media massa atau fasilitas internet yang tersedia;
      b. membeli Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek Luar Negeri yang informasinya dapat
         diakses melalui media massa atau fasilitas internet yang tersedia lebih dari 15% (lima
         belas persen) dari Nilai Aktiva Bersih;
      c. Melakukan transaksi lindung nilai atas pembelian Efek yang diperdagangkan di Bursa
         Efek luar negeri lebih besar dari nilai Efek yang dibeli;
      d. Membeli Efek Bersifat Ekuitas yang diterbitkan oleh perusahaan yang telah mencatatkan
         Efeknya pada Bursa Efek di Indonesia lebih dari 5% (lima persen) dari modal disetor
         perusahaan dimaksud;
      e. Membeli Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan melebihi 10% (sepuluh persen)
         dari Nilai Aktiva Bersih JAKARTA BLUE CHIP pada setiap saat. Pembatasan ini
         termasuk pemilikan surat berharga yang dikeluarkan oleh bank-bank tetapi tidak
         termasuk Sertifikat Bank Indonesia dan obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah
         Republik Indonesia;
      f. Menjual Unit Penyertaan kepada setiap pemegang Unit Penyertaan melebihi 2% (dua
         persen) dari jumlah Unit Penyertaan yang ditetapkan dalam kontrak, kecuali:

      PT. Jakarta Investment                                                                            12
            • bagi Manajer Investasi, semata-mata untuk kepentingan sendiri dan bukan untuk
              kepentingan Pihak lain. Pembelian tersebut guna menjamin pembayaran atas
              Penjualan Kembali Unit Penyertaan oleh pemegang Unit Penyertaan; dan
            • kelebihan pemilikan Unit Penyertaan tersebut yang dimiliki oleh pemegang Unit
              Penyertaan yang berasal dari penanaman kembali pembagian keuntungan

      g. membeli Efek Beragun Aset lebih dari 10% (sepuluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih
         Reksa Dana dengan ketentuan bahwa setiap jenis Efek Beragun Aset tidak lebih dari 5%
         (lima persen) dari Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana;
      h. membeli Efek yang tidak melalui Penawaran Umum dan atau tidak dicatatkan pada Bursa
         Efek di Indonesia, kecuali Efek pasar uang dan obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah
         Republik Indonesia;
      i. membeli Efek yang diterbitkan oleh pihak yang terafiliasi baik dengan Manajer Investasi
         maupun pemegang Unit Penyertaan lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva
         Bersih, kecuali hubungan afiliasi yang terjadi karena penyertaan modal pemerintah;
      j. penempatan dana investasi dalam kas atau setara kas kurang dari 2% (dua persen) dari
         Nilai Aktiva Bersih;
      k. terlibat dalam kegiatan selain dari investasi, investasi kembali atau perdagangan Efek;
      l. terlibat dalam penjualan Efek yang belum dimiliki (short-sale)
      m. terlibat dalam pembelian Efek secara margin;
      n. melakukan penerbitan obligasi atau sekuritas kredit;
      o. terlibat dalam berbagai bentuk pinjaman, kecuali pinjaman jangka pendek yang berkaitan
         dengan penyelesaian transaksi dan pinjaman tersebut tidak lebih dari 10% (sepuluh
         persen) dari nilai portofolio Reksa Dana pada saat pembelian;
      p. membeli Efek yang sedang ditawarkan dalam Penawaran Umum dimana Manajer
         Investasi bertindak sebagai Penjamin Emisi dari Efek dimaksud;
      q. terlibat dalam transaksi bersama atau kontrak bagi hasil dengan Manajer Investasi atau
         pihak afiliasinya;
      r. membeli Efek Beragun Aset yang sedang ditawarkan dalam Penawaran Umum dimana
         manajer investasinya sama dengan Manajer Investasi Reksa Dana dan atau terafiliasi
         dengan Kreditur Awal Efek Beragun Aset tersebut; atau
      s. membeli Efek Beragun Aset yang tidak tercatat di Bursa Efek.


5.4   KEBIJAKAN PEMBAGIAN KEUNTUNGAN

      Keuntungan yang diperoleh JAKARTA BLUE CHIP dari dana yang diinvestasikan, akan
      dibukukan ke dalam JAKARTA BLUE CHIP yang bersangkutan sehingga selanjutnya akan
      meningkatkan Nilai Aktiva Bersihnya.




      PT. Jakarta Investment                                                                        13
                                                BAB VI
                                 METODE PERHITUNGAN NILAI PASAR WAJAR

Dalam menghitung nilai pasar wajar Efek dalam portofolio Reksa Dana, Manajer Investasi akan
mengacu pada Peraturan BAPEPAM No.IV. C.2 tentang Nilai Pasar Wajar Dari Efek Dalam Portofolio
Reksa Dana, Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. KEP-24/PM/2004 tanggal 19 Agustus 2004,
Surat Edaran Ketua Bapepam No. SE-02/PM/2005 tertanggal 9 Juni 2005 tentang Batas Toleransi
(Standar Deviasi) Penentuan Nilai Pasar Wajar Obligasi Perusahaan dan Surat Edaran Bapepam No.
SE-03/PM/2005 tertanggal 29 Juli 2005 tentang Batas Toleransi (Standar Deviasi) Penentuan Nilai
Pasar Wajar Surat Utang Negara.

Peraturan BAPEPAM No.IV.C.2 tentang Nilai Pasar Wajar Dari Efek Dalam Portofolio Reksa Dana,
Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM No. KEP-24/PM/2004 tanggal 19 Agustus 2004 berisi
ketentuan sebagai berikut:

1. Nilai pasar wajar dari Efek dalam portofolio Reksa Dana wajib ditentukan dan disampaikan oleh
Manajer Investasi kepada Bank Kustodian selambat-lambatnya pada pukul 17.30 WIB setiap Hari
Kerja dengan ketentuan sebagai berikut:
Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek dengan
menggunakan informasi harga perdagangan terakhir Efek di Bursa Efek.

Dalam hal harga perdagangan terakhir Efek di bursa Efek tidak mencerminkan nilai pasar wajar pada
saat itu, Manajer Investasi wajib menentukan nilai pasar wajar dari Efek dengan itikad baik dan penuh
tanggung jawab berdasarkan metode yang ditetapkan dalam Kontrak Investasi Kolektif dan Propektus
dengan mempertimbangkan:
1). harga perdagangan sebelumnya; atau
2). harga perbandingan Efek sejenis.

c. Penentuan nilai Pasar Wajar dari Efek yang diperdagangkan di luar Bursa Efek (over the counter)
menggunakan harga referensi, sebagai berikut:
Surat Utang Negara menggunakan informasi harga yang dikeluarkan oleh penyelenggara
perdagangan surat utang negara di luar Bursa Efek.
Obligasi perusahaan menggunakan informasi harga yang tersedia dalam sistem yang ditetapkan oleh
BAPEPAM sebagaimana dimaksud dalam peraturan BAPEPAM Nomor X.D.1 tentang laporan reksa
dana.

d. Penentuan nilai pasar wajar dari Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri
menggunakan informasi harga dari sumber yang dapat dipercaya dan dapat diakses melalui media
massa atau fasilitas internet yang tersedia.

e. Penentuan Nilai pasar wajar dari Efek dari perusahaan yang dinyatakan pailit, atau gagal
membayar pokok utang atau bunga dari Efek tersebut, wajib berdasarkan itikad baik dan penuh
tanggung jawab oleh Manajer Investasi dengan menggunakan azas konservatif dan diterapkan
secara konsisten. Nilai yang diperkirakan tersebut wajib didasarkan perkiraan harga yang paling
mungkin terjadi antar penjual dan pembeli yang memiliki fakta material mengenai Efek tersebut serta
tidak melakukan transaksi secara terpaksa. Fakta yang wajib dipertimbangkan oleh Manajer Investasi
dalam membuat evaluasi antara lain adalah:
Harga terakhir Efek yang diperdagangkan, kecenderungan harga saham dan tingkat bunga umum
sejak perdagangan terakhir.
Informasi material yang diumumkan mengenai Efek tersebut sejak perdagangan terakhir.
Dalam hal saham perkiraan rasio pendapatan harga (price earning ratio), dibandingkan dengan rasio
pendapatan harga untuk Efek sejenis.
Dalam hal Efek bersifat utang, tingkat bunga pasar dari Efek sejenis pada saat tahun berjalan dengan
peringkat kredit sejenis, dan
Dalam hal waran, right, atau obligasi konversi, harga pasar terakhir dari Efek yang mendasari; dan
Efek yang diperdagangkan dalam denominasi mata uang yang berbeda dengan denominasi mata
uang Reksa Dana wajib diperhitungkan dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia yang
berlaku.

2. Perhitungan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Wajib menggunakan Nilai Pasar Wajar dari Efek
yang ditentukan oleh Manajer Investasi.


        PT. Jakarta Investment                                                                          14
3. Penentuan nilai aktiva bersih Reksa Dana Pasar Uang wajib menggunakan metode harga
perolehan yang diamortisasi. Yang dimaksud dengan metode harga perolehan yang diamortisasi
adalah penilaian harga Efek dalam portofolio Reksa Dana Pasar Uang berdasarkan harga perolehan
yang disesuaikan dengan cara melakukan amortisasi atas premium atau accretion atas diskonto.

4. Nilai aktiva bersih per saham atau unit penyertaan dihitung berdasarkan nilai aktiva bersih pada
akhir hari yang bersangkutan, setelah penyelesaian pembukuan Reksa Dana dilaksanakan, tetapi
tidak termasuk permohonan pembelian dan atau pelunasan yang diterima oleh Bank Kustodian pada
hari yang sama.




       PT. Jakarta Investment                                                                         15
                                           BAB VII
                                ALOKASI BIAYA DAN IMBALAN JASA

Dalam pengelolaan portofolio terdapat biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh JAKARTA BLUE
CHIP, Manajer Investasi maupun Pemegang Unit Penyertaan. Perincian biaya-biaya dan alokasinya
adalah sebagai berikut:

7.1    BIAYA YANG MENJADI BEBAN JAKARTA BLUE CHIP

       •     Imbalan Jasa Pengelolaan Manajer Investasi.
             Imbalan Jasa Manajer Investasi adalah sebesar 2% (dua persen) per tahun dari Nilai
             Aktiva Bersih JAKARTA BLUE CHIP yang diperhitungkan secara harian, ditambah
             dengan pajak yang berlaku dan dibayarkan setiap bulan

       •     Imbalan Jasa Bank Kustodian
             Imbalan Jasa Bank Kustodian adalah sebesar 0,2% (nol koma dua persen) per tahun dari
             Nilai Aktiva Bersih JAKARTA BLUE CHIP dan diperhitungkan secara harian, ditambah
             dengan pajak yang berlaku dan dibayarkan setiap bulan.

       •     Biaya Asuransi (jika ada)

       •     Biaya transaksi efek termasuk pajak yang berkenaan dengan transaksi yang
             bersangkutan dan registrasi efek

       •     Imbalan jasa Akuntan Publik, Konsultan Hukum dan Notaris setelah pernyataan
             pendaftaran JAKARTA BLUE CHIP dinyatakan efektif oleh Bapepam.

       •     Biaya pencetakan dan distribusi pembaharuan Prospektus termasuk laporan
             keuangan tahunan kepada pemegang Unit Penyertaan

       •     Biaya pemasangan berita/pemberitahuan di surat kabar mengenai perubahan
             Kontrak Investasi Kolektif dan atau Prospektus (jika ada)

       •     Biaya distribusi laporan bulanan dan Surat Konfirmasi Kepemilikan Unit
             Penyertaan ke pemodal; setelah JAKARTA BLUE CHIP dinyatakan efektif oleh
             BAPEPAM - LK.

       •     Biaya Pajak
             JAKARTA BLUE CHIP menanggung seluruh pengeluaran pajak yang berkenaan dengan
             pembayaran imbalan jasa dan biaya-biaya di atas sesuai dengan peraturan perpajakan
             yang berlaku.



7.2    BIAYA YANG MENJADI BEBAN MANAJER INVESTASI

       •     Biaya Persiapan

             Manajer Investasi menanggung semua biaya persiapan pembentukan JAKARTA BLUE
             CHIP, yaitu biaya pembuatan Kontrak Investasi Kolektif dan penerbitan dokumen-
             dokumen yang diperlukan termasuk imbalan jasa Konsultan Hukum, dan Notaris.

       •     Biaya Administrasi Pengelolaan

             Manajer Investasi menanggung semua biaya administrasi pengelolaan portofolio
             JAKARTA BLUE CHIP yaitu biaya telepon, faksimili, fotokopi dan transportasi.

       •     Biaya Pemasaran

             Manajer Investasi menanggung biaya pemasaran termasuk biaya pencetakan brosur,
             promosi dan iklan JAKARTA BLUE CHIP.
       PT. Jakarta Investment                                                                       16
      •     Biaya Penerbitan dan Distribusi Prospektus Awal, Formulir Registrasi dan Laporan
            Bulanan Kepemilikan Unit Penyertaan JAKARTA BLUE CHIP

            Manajer Investasi menanggung biaya penerbitan dan distribusi prospektus awal, formulir
            registrasi   JAKARTA BLUE CHIP, formulir pemesanan Unit Penyertaan, formulir
            penjualan kembali Unit Penyertaan, formulir pengalihan Unit Penyertaan, dan laporan
            bulanan kepemilikan Unit Penyertaan.

      •     Biaya Penerbitan Surat Konfirmasi Kepemilikan Unit Penyertaan

            Manajer Investasi menanggung biaya penerbitan surat konfirmasi kepemilikan Unit
            Penyertaan setelah Pernyataan Pendaftaran JAKARTA BLUE CHIP dinyatakan efektif
            oleh BAPEPAM-LK.

      •     Biaya Pembubaran dan/atau Likuidasi

            Manajer Investasi menanggung biaya jasa Konsultan Hukum, Akuntan, dan Notaris serta
            pihak lain dalam hal JAKARTA BLUE CHIP dibubarkan dan/atau dilikuidasi.


7.3   BIAYA YANG MENJADI BEBAN PEMEGANG UNIT PENYERTAAN

      •     Biaya pembelian Unit Penyertaan (subscription fee) sebesar maksimum 2% (dua
            persen), yang dikenakan pada saat calon Pemegang Unit Penyertaan melakukan
            pembelian

      •     Biaya penjualan kembali Unit Penyertaan (redemption fee) biaya penjualan kembali
            sebelum 6 (enam) bulan sebesar 1% (satu persen) dari jumlah nilai penjualan yang
            dilakukan dan setelah 6 (enam) bulan tidak dikenakan biaya.


7.4   ALOKASI BIAYA

                      Jenis Biaya                              JAKARTA BLUE CHIP
          Dibebankan ke JAKARTA BLUE CHIP
              • Jasa Manajer Investasi            2% per tahun dari nilai aktiva bersih
              • Jasa Bank Kustodian               0,2% per tahun dari nilai aktiva bersih
          Dibebankan kepada pemodal
              • Biaya Pembelian                   Maksimum 2 % dari nilai transaksi
              • Biaya Penjualan Kembali           1% dari nilai penjualan kembali jika < 6 bulan
                                                  0% dari nilai penjualan kembali jika ≥ 6 bulan




      PT. Jakarta Investment                                                                         17
                                         BAB VIII
                                       PERPAJAKAN


Berdasarkan Peraturan Perpajakan yang berlaku, penerapan Pajak Penghasilan (PPh) atas
pendapatan JAKARTA BLUE CHIP yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, adalah sebagai
berikut :

                  Uraian                         Perlakuan Pph            Dasar Hukum
  Penghasilan JAKARTA BLUE CHIP yang
  berasal dari:

  a. Dividen                                   PPh Tarif Umum      Pasal 4 (1) UU PPh

  b. Bunga Obligasi                            Bukan objek PPh*    Pasal 4 (3) huruf I UU PPh
                                                                   jo. Pasal 5 PP No. 6 2002,
                                                                   jo. Pasal 4 Keputusan
                                                                   Menteri Keuangan
                                                                   R.Ino.121/KMK.03/2002

  c. Capital gain/diskonto Obligasi            Bukan objek PPh*    Pasal 5 PP no. 6 tahun
                                                                   2002 Jo. Pasal 4
                                                                   Keputusan Menteri
                                                                   Keuangan
                                                                   R.Ino.121/KMK.04/2001

  d. Bunga deposito dan diskonto Sertifikat    PPh Final 20%       Pasal 2 PP 131 2000 jo.
     Bank Indonesia                                                Pasal 3 Keputusan Menteri
                                                                   Keuangan R.I no.
                                                                   51/KMK.04/2001

  e. Capital Gain Saham di Bursa               PPh Final (0,1%)    PP 41, tahun 1994 jo. PP
                                                                   No. 14 Tahun 1997

  f. Commercial Paper dan Surat Hutang         PPh Tarif Umum      Pasal 4 (1) UU PPh
     lainnya

  Bagian laba termasuk Penjualan Kembali       Bukan objek PPh     Pasal 4 (3) huruf h UU PPh
  (redemption) Unit Penyertaan yang diterima
  oleh Pemegang Unit Penyertaan


*) Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 6 tahun 2002 dan peraturan pelaksanaannya, bunga
   dan diskonto obligasi yang diperdagangkan dan atau dilaporkan perdagangannya di Bursa Efek
   yang diterima JAKARTA BLUE CHIP yang terdaftar pada BAPEPAM tidak dikenakan
   pemotongan pajak selama 5 (lima) tahun pertama sejak pernyataan efektif dari BAPEPAM
   diperoleh.

Informasi perpajakan di atas dibuat oleh Manajer Investasi berdasarkan pengetahuan dan
pengertian Manajer Investasi atas peraturan perpajakan yang ada sampai dengan Prospektus ini
dibuat. Apabila dikemudian hari terdapat perubahan atau perbedaan interpretasi atas peraturan
perpajakan yang berlaku, maka Manajer Investasi akan menyesuaikan informasi perpajakan di
atas.

Bagi pemodal asing disarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat perpajakan mengenai
perlakuan pajak investasi sebelum membeli Unit Penyertaan.




     PT. Jakarta Investment                                                                     18
                                            BAB IX
                                FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG UTAMA

Semua investasi, termasuk investasi pada JAKARTA BLUE CHIP, mengandung risiko. Meskipun
JAKARTA BLUE CHIP berusaha mengurangi risiko dengan berinvestasi pada portofolio yang
terdiversifikasi, hal ini tidak menghilangkan seluruh risiko. Risiko investasi pada JAKARTA BLUE
CHIP dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain:

9.1.    RISIKO POLITIK DAN EKONOMI

       Perubahan atau memburuknya kondisi politik dan perekonomian baik didalam maupun di luar
       negeri, termasuk terjadinya perubahan peraturan yang mempengaruhi perspektif pendapatan,
       dapat berdampak pada kinerja bank-bank dan penerbit surat berharga atau pihak dimana
       JAKARTA BLUE CHIP melakukan investasi. Demikian juga untuk efek di pasar modal
       Indonesia yang dikeluarkan oleh Pemerintah maupun perusahaan-perusahaan Indonesia,
       maka investasi pada efek tersebut dapat terpengaruh oleh situasi dan kondisi ekonomi dan
       politik Indonesia.

9.2.   RISIKO BERKURANGNYA NILAI UNIT PENYERTAAN

       Sehubungan dengan risiko pada butir 1 diatas, JAKARTA BLUE CHIP memiliki risiko
       fluktuasi Nilai Aktiva Bersih. Tidak ada jaminan bahwa Nilai Aktiva Bersih akan selalu
       meningkat selama jangka waktu JAKARTA BLUE CHIP. Hal-hal lain yang dapat
       mempengaruhi Nilai Aktiva Bersih antara lain bank dan /atau penerbit surat berharga dimana
       JAKARTA BLUE CHIP berinvestasi atau pihak lainnya (termasuk Emiten dan Pemerintah
       Indonesia sebagai penerbit efek di pasar modal) yang berhubungan dengan JAKARTA BLUE
       CHIP melakukan wanprestasi (default) dalam memenuhi kewajibannya.

9.3.   RISIKO LIKUIDITAS

       Kemampuan Manajer Investasi untuk membeli kembali Unit Penyertaan dari pemodal
       tergantung pada likuiditas dari portofolio JAKARTA BLUE CHIP. Jika pada saat yang
       bersamaan, sebagian besar atau seluruh Pemegang Unit Penyertaan melakukan penjualan
       kembali (redemption), maka hal ini dapat mengakibatkan turunnya Nilai Aktiva Bersih
       JAKARTA BLUE CHIP karena portofolio JAKARTA BLUE CHIP tersebut harus segera dijual
       ke pasar dalam jumlah yang besar secara bersamaan guna memenuhi kebutuhan dana tunai
       dalam waktu cepat sehingga dapat mengakibatkan penurunan nilai efek dalam portofolio.

       Dalam kondisi force majeure atau kejadian-kejadian (baik yang dapat maupun yang tidak
       dapat diperkirakan sebelumnya) di luar kekuasaan Manajer Investasi, penjualan kembali
       dapat pula diberhentikan untuk sementara sesuai ketentuan dalam Kontrak Investasi Kolektif
       JAKARTA BLUE CHIP dan Peraturan BAPEPAM-LK.

9.4.   RISIKO PERUBAHAN PERATURAN PERPAJAKAN TERHADAP OBLIGASI

       Sesuai peraturan Perpajakan yang berlaku saat ini, baik kupon (bunga) obligasi dan capital
       gain dari hasil transaksi obligasi bukan merupakan objek pajak selama lima tahun pertama
       sejak JAKARTA BLUE CHIP berbentuk KIK menjadi efektif. Dalam hal peraturan Perpajakan
       tersebut dikemudian hari direvisi, seperti bila kupon obligasi kemudian diperlakukan sebagai
       objek pajak, maka tujuan Investasi dari JAKARTA BLUE CHIP yang telah ditetapkan di depan
       sebelum JAKARTA BLUE CHIP diluncurkan dapat menjadi tidak terpenuhi karena kondisi,
       perkiraan dan informasi yang digunakan Manajer investasi saat menyusun Tujuan Investasi
       JAKARTA BLUE CHIP dan membuat Prospektus ini tidak berlaku (tidak relevan) lagi. Apabila
       risiko ini terjadi, maka pada kondisi ini JAKARTA BLUE CHIP dapat dibubarkan atau
       dilikuidasi.

9.5.   RISIKO NILAI MATA UANG

       Kondisi nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing lainnya juga dapat mempengaruhi
       kinerja JAKARTA BLUE CHIP. Pergerakan nilai tukar ini dipengaruhi oleh kondisi makro
       ekonomi dan politik dalam dan luar negeri.

       PT. Jakarta Investment                                                                         19
9.6.   RISIKO INDUSTRI

       Kondisi industri Reksa Dana secara keseluruhan juga dapat mempengaruhi naik atau
       turunnya kinerja JAKARTA BLUE CHIP mengingat JAKARTA BLUE CHIP merupakan salah
       satu alternatif pilihan investasi.

9.7.   RISIKO WANPRESTASI

       Risiko ini dapat terjadi apabila rekan usaha Manajer Investasi gagal memenuhi kewajibannya.
       Rekan usaha dapat termasuk, tetapi tidak terbatas pada, Emiten, Pialang, Bank Kustodian,
       dan Agen Penjual.




       PT. Jakarta Investment                                                                        20
                                              BAB X
                                 HAK-HAK PEMEGANG UNIT PENYERTAAN


JAKARTA BLUE CHIP berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, sehingga setiap Pemegang Unit
Penyertaan mempunyai hak sesuai dengan sifat dari Kontrak Investasi Kolektif. Adapun hak
Pemegang Unit Penyertaan adalah sebagai berikut:

10.1.   HAK UNTUK MEMPEROLEH PEMBAGIAN KEUNTUNGAN

        Pemegang Unit Penyertaan mempunyai hak untuk memperoleh pembagian keuntungan (jika
        ada) berupa peningkatan Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan

10.2.   MENJUAL KEMBALI SEBAGIAN ATAU SELURUH UNIT PENYERTAAN

        Pemegang Unit Penyertaan mempunyai hak untuk menjual kembali Unit Penyertaan kepada
        Manajer Investasi. Pemegang Unit Penyertaan akan mengajukan aplikasi penjualan kembali
        kepada Manajer Investasi dan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari bursa setelah aplikasi
        diterima oleh Manajer Investasi maka Pemegang Unit Penyertaan akan mendapatkan
        pelunasan atas penjualan kembali Unit Penyertaan tersebut apabila aplikasi dan dokumen
        yang diterima adalah lengkap dan benar.

10.3.   MENDAPATKAN BUKTI PENYERTAAN YAITU SURAT KONFIRMASI KEPEMILIKAN
        UNIT PENYERTAAN

        Pemegang Unit Penyertaan akan mendapatkan bukti penyertaan yaitu Surat Konfirmasi
        Kepemilikan Unit Penyertaan yang menyatakan jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki dan
        Nilai Aktiva Bersih ketika Unit Penyertaan dibeli.

10.4.   MENDAPATKAN INFORMASI YANG BERKENAAN DENGAN JAKARTA BLUE CHIP

        Setiap Pemegang Unit Penyertaan mempunyai hak untuk mendapatkan informasi yang
        berkenaan dengan Jakarta Blue. Adapun informasi yang diperoleh yaitu:
            • Memperoleh posisi Nilai Aktiva Bersih dari Unit Penyertaan, bilamana diperlukan.
            • Setahun sekali, memperoleh pembaharuan Prospektus yang berisikan laporan
               keuangan yang telah diperiksa oleh Akuntan Publik yang telah terdaftar di
               BAPEPAM-LK.

10.5.   MENDAPATKAN LAPORAN BULANAN KEPEMILIKAN UNIT PENYERTAAN

        Pemegang Unit Penyertaan berhak untuk memperoleh Laporan Bulanan Kepemilikan Unit
        Penyertaan yang menunjukkan jumlah Unit Penyertaan dan mutasi Unit Penyertaan jika ada.

10.6.   MEMPEROLEH HAK PEMBAGIAN HARTA DALAM HAL JAKARTA BLUE CHIP
        DIBUBARKAN ATAU DILIKUIDASI

        Dalam hal JAKARTA BLUE CHIP dibubarkan dan dilikuidasi maka hasil likuidasi harus
        dibagi secara proporsional menurut komposisi jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki oleh
        Pemegang Unit Penyertaan.

10.7    HAK MEMPEROLEH               LAPORAN-LAPORAN   SESUAI    PERATURAN       BAPEPAM-LK
        No.X.D.I




        PT. Jakarta Investment                                                                    21
                                         BAB XI
                                 PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI

11.1     JAKARTA BLUE CHIP berlaku sejak ditetapkan pernyataan efektif oleh BAPEPAM-LK dan
         wajib/dapat dibubarkan apabila terjadi hal-hal sebagai berikut:
               • Wajib apabila diperintahkan oleh BAPEPAM-LK sesuai dengan peraturan
                  BAPEPAM Nomor IV B.1
               • Dapat apabila Nilai Aktiva Bersih JAKARTA BLUE CHIP dibawah Rp.
                   2.000.000.000 (dua miliar rupiah) selama 90 (sembilan puluh) hari berturut-turut,
                   Manajer Investasi dapat membubarkan JAKARTA BLUE CHIP dengan
                   persetujuan BAPEPAM-LK.
               • Wajib apabila Manajer Investasi dan Bank Kustodian mengundurkan diri dan
                   dalam waktu 60 (enam puluh) hari tidak diperoleh penggantinya, setelah
                   mendapat persetujuan dari BAPEPAM-LK.

11.2     Kewajiban Manajer Investasi untuk memberitahukan terlebih dahulu kepada BAPEPAM-LK
         mengenai rencana pembubaran, likuidasi dan pembagian hasil likuidasi JAKARTA BLUE
         CHIP dengan melampirkan :
               • Kesepakatan pembubaran dan likuidasi JAKARTA BLUE CHIP antara Manajer
                   Investasi dengan Bank Kustodian
               • Alasan pembubaran; dan
               • Kondisi keuangan terakhir

11.3     Dalam hal JAKARTA BLUE CHIP dibubarkan, maka likuidasinya dilakukan oleh Manajer
         Investasi di bawah pengawasan akuntan publik yang disetujui BAPEPAM-LK. Manajer
         Investasi wajib menyampaikan laporan tertulis tentang hasil pembubaran, likuidasi dan
         pembagian hasil likuidasi JAKARTA BLUE CHIP kepada BAPEPAM-LK selambat-
         lambatnya 2 (dua) bulan setelah tanggal pemberitahuan rencana pembubaran, likuidasi dan
         pembagian hasil likuidasi tersebut yang diajukan dengan dilengkapi pendapat dari
         Konsultan Hukum dan Akuntan, serta Akta Pembubaran dan Likuidasi JAKARTA BLUE
         CHIP.

11.4     Manajer Investasi wajib mengumumkan rencana pembubaran, likuidasi dan pembagian
         hasil   likuidasi JAKARTA BLUE CHIP dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa
         Indonesia yang berperedaran nasional selambat-lambatnya 2 (dua) hari bursa setelah
         pemberitahuan kepada BAPEPAM-LK. Pada hari yang sama dengan pengumuman tentang
         rencana pembubaran, likuidasi dan pembagian hasil likuidasi tersebut, Manajer Investasi
         wajib memberitahukan secara tertulis kepada Bank Kustodian untuk menghentikan
         perhitungan Nilai Aktiva Bersih JAKARTA BLUE CHIP.

11.5     Setelah dikurangi kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi, hasil likuidasi akan dibagi
         secara proporsional menurut komposisi jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki oleh
         pemegang Unit Penyertaan.

         Pembagian hasil likuidasi akan dilakukan oleh Bank Kustodian dengan mentransfernya
         kepada pemegang Unit Penyertaan atau ahli waris/pengganti haknya yang sah yang telah
         memberitahukan kepada Bank Kustodian nomor rekening banknya.

         Informasi yang lebih jelas mengenai pembubaran dapat dilihat atau dibaca dalam Kontrak
         Investasi Kolektif (KIK) yang tersedia di PT. Jakarta Investment dan PT. Bank Bukopin,Tbk
         sebagai Bank Kustodian.

11.6     Dalam hal JAKARTA BLUE CHIP dibubarkan dan dilikuidasi, maka beban biaya
         pembubaran dan likuidasi JAKARTA BLUE CHIP termasuk biaya Konsultan Hukum,
         Akuntan, dan beban lain kepada pihak ketiga menjadi tanggung jawab dan wajib dibayar
         Manajer Investasi kepada pihak-pihak yang bersangkutan.




       PT. Jakarta Investment                                                                          22
                                 BAB XII
                         PENDAPAT DARI SEGI HUKUM




PT. Jakarta Investment                              23
PT. Jakarta Investment   24
PT. Jakarta Investment   25
PT. Jakarta Investment   26
                                        BAB XIII
                         PENDAPAT AKUNTAN ATAS LAPORAN KEUANGAN




                          Laporan Aktiva dan Kewajiban dan
                            Laporan Auditor Independen
                         REKSA DANA JAKARTA BLUE CHIP
                                  1 November 2007




PT. Jakarta Investment                                            27
                                            Daftar Isi




Halaman

Laporan Auditor Independen

Laporan Keuangan

Laporan Aktiva dan Kewajiban                             1

Catatan atas Laporan Aktiva dan Kewajiban                2




       PT. Jakarta Investment                                28
PT. Jakarta Investment   29
REKSA DANA JAKARTA BLUE CHIP LAPORAN AKTIVA DAN KEWAJIBAN 1 November 2007


                           AKTIVA                         Catatan    Rp


 Kas pada bank kustodian                           2                2.000.000.000


 JUMLAH AKTIVA                                                      2.000.000.000


 KEWAJIBAN


 Kewajiban                                                                        -


 AKTIVA BERSIH                                                      2.000.000.000



 Aktiva bersih terdiri dari unit penyertaan yang   3                  2.000.000.000
        Diterbitkan 200.000.000 unit

 NILAI AKTIVA BERSIH PER UNIT                                                1.000



Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ini




         PT. Jakarta Investment                                                       30
REKSA DANA JAKARTA BLUE CHIP
CATATAN ATAS LAPORAN AKTIVA DAN KEWAJIBAN
1 November 2007



1. UMUM

    Reksa dana Jakarta Blue Chip adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif bersifat
    terbuka berdasarkan Undang-undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995 dan Surat Keputusan
    Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. KEP-15/PM/2002 tanggal 14 Agustus
    2002,dan perubahan terakhir dengan No. KEP-03/PM/2004 tanggal 9 Februari 2004 tentang
    Pedoman Pengelolaan Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

    Kontrak Investasi Kolektif antara PT Jakarta Investment sebagai Manajer Investasi dan PT Bank
    Bukopin Tbk. sebagai Bank Kustodian dituangkan dalam Akta No.1 tanggal 1 Oktober 2007 di
    hadapan Benediktus Andy Widyanto, SH., notaris di Jakarta.

    Sesuai dengan pasal 4 dari Akta tersebut, tujuan Reksa Dana adalah untuk memperoleh
    pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan investasi modal dalam jangka panjang pada saham
    yang masuk kategori blue chip dan pasar uang.


2. KAS PADA BANK KUSTODIAN

    Akun ini merupakan dana ditempatkan dalam bentuk rekening escrow account subscription pada
    PT Bank Bukopin Tbk., Jakarta dengan saldo per 1 November 2007 sebesar Rp 2.000.000.000.


3. UNIT PENYERTAAN

    Unit penyertaan pada tanggal 1 November 2007 merupakan setoran yang dilakukan oleh :


                            Nama                        Jumlah                    Jumlah
                                                   Unit Penyertaan                  Rp

Dana Pensiun Universitas Trisakti                         1.000.000                 1.000.000.000
Dana Pensiun Pemberi Kerja Jiwasraya                        500.000                   500.000.000
PT Jakarta Investment                                       500.000                   500.000.000

Jumlah                                                    2.000.000                 2.000.000.000




         PT. Jakarta Investment                                                                     31
                                        BAB XIV
                  PERSYARATAN DAN TATA CARA PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN


14 .1   TATA CARA PEMESANAN

        Pengisian Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan

        Sebelum melakukan permohonan pembelian Unit Penyertaan, pemodal harus mempelajari
        dan mengerti isi Prospektus ini serta ketentuan-ketentuan dalam Formulir Pemesanan
        Pembelian Unit Penyertaan. Untuk pemodal baru diwajibkan untuk mengisi formulir profil
        pemodal dan formulir pemesanan pembelian Unit Penyertaan. Untuk pembelian selanjutnya
        para pemodal cukup mengisi Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan Reksa Dana
        JAKARTA BLUE CHIP dengan lengkap, jelas dan benar, serta melampirkan fotokopi bukti jati
        diri (KTP/SIM bagi orang perorangan, Paspor bagi orang perorangan yang berwarga Negara
        asing dan anggaran dasar, NPWP serta bukti jati diri dari pejabat yang berwenang untuk
        badan hukum) dan dokumen-dokumen pendukung lainnya sesuai dengan Prinsip Mengenal
        Nasabah sebagaimana diatur dalam peraturan BAPEPAM No. V.D.10.

        Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan dapat diperoleh dari Manajer Investasi atau
        Agen Penjual yang ditunjuk oleh Manajer Investasi. Formulir Pemesanan Pembelian Unit
        Penyertaan yang telah diisi lengkap dan dilampiri dengan fotocopi bukti jati diri serta bukti
        pembayaran harus diserahkan kepada Manajer Investasi atau Agen Penjual yang ditunjuk
        oleh Manajer Investasi.

        Manajer Investasi atau Agen Penjual yang ditunjuk oleh Manajer Investasi berhak menolak
        pemesanan pembelian Unit Penyertaan apabila Formulir Pemesanan Pembelian Unit
        Penyertaan tidak diisi dengan lengkap atau bila persyaratan pemesanan pembelian Unit
        Penyertaan tidak terpenuhi.

14.2    BATAS MINIMUM DAN MAKSIMUM PEMESANAN PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN

        Minimum pemesanan pembelian Unit Penyertaan awal untuk JAKARTA BLUE CHIP adalah
        Rp. 10,000,000 (sepuluh juta rupiah) dan minimum sebesar Rp. 1,000,000 (satu juta rupiah)
        untuk investasi selanjutnya.

        Sesuai dengan Peraturan BAPEPAM-LK yang berlaku saat ini, batas maksimum kepemilikan
        Unit Penyertaan untuk setiap pemodal dalam JAKARTA BLUE CHIP adalah sebesar 2% (dua
        persen) dari jumlah unit Penyertaan yang ditawarkan.

14.3.   HARGA PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN

        Harga pembelian Unit Penyertaan adalah sama dengan Nilai Aktiva Bersih awal sebesar Rp.
        1,000 (seribu rupiah) per Unit Penyertaan pada hari pertama penawaran yang harus dibayar
        penuh pada saat mengajukan Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan, selanjutnya
        harga pembelian Unit Penyertaan ditetapkan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih JAKARTA
        BLUE CHIP yang bersangkutan yang ditetapkan pada akhir hari bursa yang bersangkutan.

        Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan beserta bukti pembayaran yang disetujui
        oleh Manajer Investasi sampai dengan pukul 13:00 (tiga belas) WIB dan uang pembelian
        yang telah diterima (in good funds) oelh Bank Kustodian pada hari pembelian akan diproses
        oleh Bank Kustodian berdasarkan Nilai Aktiva Bersih JAKARTA BLUE CHIP yang
        bersangkutan pada akhir hari bursa tersebut.

        Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan beserta bukti pembayaran yang disetujui
        oleh Manajer Investasi setelah pukul 13:00 (tiga belas) WIB dan uang pembelian yang telah
        diterima dengan baik (in good funds) oleh Bank Kustodian pada hari yang bersangkutan akan
        diproses oleh Bank Kustodian berdasarkan Nilai Aktiva Bersih JAKARTA BLUE CHIP yang
        bersangkutan pada akhir hari bursa berikutnya.



        PT. Jakarta Investment                                                                          32
14.4   BIAYA PEMBELIAN

       Pemodal menanggung biaya pembelian Unit Penyertaan sebagaimana diuraikan dalam Bab
       VII.7.3 mengenai biaya yang menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.

14.5   SYARAT PEMBAYARAN

       Pembayaran dengan mata uang Rupiah dapat dilakukan melalui pemindahbukuan atau
       transfer yang ditujukan ke rekening JAKARTA BLUE CHIP di bawah ini:

                                Reksa Dana JAKARTA BLUE CHIP
                                Bank Bukopin Oil Center, Jakarta
                                No. Rekening: 1020135014


14.6   PENERBITAN UNIT PENYERTAAN

       Unit Penyertaan akan dikeluarkan dan dibukukan berdasarkan Nilai Aktiva Bersih JAKARTA
       BLUE CHIP sampai dengan empat desimal pada setiap akhir hari transaksi pembelian
       dengan memperhatikan tata cara sebagaimana diuraikan pada poin 14.3 diatas.

       Selanjutnya, Bank Kustodian akan menerbitkan Surat Konfirmasi atas kepemilikan Unit
       Penyertaan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari bursa setelah tanggal diterimanya dan
       disetujuinya Formulir Pembelian Unit Penyertaan.

14.7   PERSETUJUAN MANAJER INVESTASI DAN BANK KUSTODIAN

       Manajer Investasi dan Bank Kustodian dapat menerima atau menolak pembelian Unit
       Penyertaan secara keseluruhanan atau sebagian.

       Bagi pemesanan pembelian Unit Penyertaan yang ditolak seluruhnya atau sebagian
       pemindahbukuan atau transfer atau sisanya akan dikembalikan tanpa bunga atas nama
       pemesan Unit Penyertaan dengan mentransfernya ke rekening yang ditunjuk oleh pemesan
       Unit Penyertaan.




       PT. Jakarta Investment                                                                   33
                                  BAB XV
        PERSYARATAN DAN TATA CARA PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN

15.1   PERMOHONAN PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN

       Para Pemegang Unit Penyertaan dapat menjual kembali sebagian atau seluruh Unit
       Penyertaan yang dimilikinya maupun menghentikan investasinya dengan mengisi Formulir
       Penjualan Kembali Unit Penyertaan secara lengkap, jelas, dan benar serta
       menandatanganinya dengan melampirkan bukti jati diri (KTP/SIM bagi orang perorangan,
       Paspor bagi orang perorangan yang berwarga Negara Asing dan Anggaran Dasar, NPWP
       serta bukti jati diri dari pejabat yang berwenang untuk badan hukum). Formulir Penjualan
       Kembali Unit Penyertaan yang telah diisi lengkap, ditandatangani dan dilampiri dengan bukti
       jati diri harus diserahkan kepada Manajer Investasi atau Agen Penjual yang ditunjuk oleh
       Manajer Investasi. Permohonan ini harus dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan serta
       persyaratan-persyaratan yang tercantum dalam Prospektus dan dalam Formulir Penjualan
       Kembali Unit Penyertaan.

15.2   BATAS MINIMUM PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN DAN KETENTUAN
       SALDO MINIMUM

       Batas nilai minimum penjualan kembali Unit Penyertaan adalah sebesar Rp. 1,000,000 (satu
       juta rupiah). Apabila penjualan kembali Unit Penyertaan mengakibatkan jumlah kepemilikan
       Unit Penyertaannya menjadi kurang dari 100 (seratus) Unit Penyertaan pada hari pembelian
       kembali, maka Manajer Investasi dapat mencairkan seluruh Unit Penyertaan dan menutup
       rekening Pemegang Unit Penyertaan tanpa memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari
       Pemegang Unit Penyertaan serta mengembalikan sisa investasinya. Semua biaya bank
       termasuk biaya pemindahbukuan/transfer yang timbul akibat pembayaran atas pelunasan
       Unit Penyertaan tersebut (jika ada) menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.

15.3   BATAS MAKSIMUM PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN

       Manajer Investasi berhak membatasi jumlah Penjualan Kembali Unit Penyertaan JAKARTA
       BLUE CHIP dalam 1 (satu) hari bursa sampai dengan 20% (dua puluh persen) dari Nilai
       Aktiva Bersih JAKARTA BLUE CHIP yang diterbitkan pada hari bursa yang bersangkutan.
       Apabila Bank Kustodian menerima atau menyimpan permintaan penjualan kembali Unit
       Penyertaan lebih dari 20% (dua puluh persen) dari Nilai Aktiva Bersih pada hari penjualan
       kembali, maka kelebihan tersebut akan diproses dan dibukukan serta dianggap sebagai
       permohonan penjualan kembali pada hari bursa berikutnya yang ditentukan berdasarkan
       metode FIFO (first in first out).

       Manajer Investasi berhak untuk sementara waktu menunda pembelian kembali Unit
       Penyertaan (pelunasan) dengan terlebih dahulu memberitahukan secara tertulis kepada
       BAPEPAM - LK dalam hal sebagai berikut:
       • Bursa Efek dimana sebagian besar portofolio Efek JAKARTA BLUE CHIP yang
          diperdagangkan ditutup
       • Perdagangan Efek atas sebagian besar portofolio Efek JAKARTA BLUE CHIP di Bursa
          Efek dihentikan
       • Keadaan darurat sebagaimana telah dimaksudkan dalam pasal 5 huruf k Undang-undang
          Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.

       Pengembalian dana hasil realisasi pencairan untuk penjualan kembali Unit Penyertaan,
       setelah dipotong dengan biaya penjualan kembali dan biaya transfer (jika ada) akan
       dibayarkan melalui pemindahbukuan/transfer ke rekening yang sudah ditentukan oleh
       Pemegang Unit Penyertaan pada saat pembukaan rekening JAKARTA BLUE CHIP yakni
       pada formulir registrasi JAKARTA BLUE CHIP. Pembayaran ini akan dilakukan sesegera
       mungkin tidak lebih dari 7 (tujuh) hari bursa setelah Formulir Penjualan Kembali Unit
       Penyertaan yang memenuhi ketentuan-ketentuan serta persyaratan sebagaimana diuraikan
       dalam angka 15.1 diatas diterima oleh Manajer Investasi atau Agen Penjual yang ditunjuk
       oleh Manajer Investasi.



       PT. Jakarta Investment                                                                        34
15.4   BIAYA PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN

       Pemegang Unit Penyertaan menganggung biaya penjualan kembali Unit Penyertaan
       sebagaimana diuraikan dalam Bab VII.7.3 mengenai biaya yang menjadi beban Pemegang
       Unit Penyertaan.

15.5   HARGA PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN

       Harga penjualan kembali Unit Penyertaan adalah sama dengan Nilai Aktiva Bersih per Unit
       Penyertaan pada Hari Bursa yang bersangkutan. Bagi Formulir Penjualan Kembali Unit
       Penyertaan yang diterima dan disetujui oleh Manajer Investasi sampai dengan pukul 13:00
       (tiga belas) WIB, akan diproses oleh Bank Kustodian berdasarkan Nilai Aktiva Bersih
       JAKARTA BLUE CHIP pada akhir Hari Bursa tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut
       Manajer Investasi wajib menyampaikan permohonan penjualan kembali Unit Penyertaan
       tersebut kepada Bank Kustodian paling lambat pukul 16.00 (enam belas) WIB pada Hari
       Bursa yang sama .Jika Formulir Penjualan Kembali Unit Penyertaan diterima oleh Manajer
       Investasi setelah pukul 13:00 (tiga belas) WIB, akan diproses oleh Bank Kustodian
       berdasarkan Nilai Aktiva Bersih JAKARTA BLUE CHIP yang bersangkutan pada akhir Hari
       Bursa berikutnya. Berkaitan dengan hal tersebut Manajer Investasi wajib menyampaikan
       permohonan pemesanan penjualan kembali Unit Penyertaan tersebut kepada Bank
       Kustodian paling lambat pukul 16.00 (enam belas) WIB pada Hari Bursa yang sama.




       PT. Jakarta Investment                                                                    35
                                       BAB XVI
                SKEMA PEMBELIAN DAN PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN


1.      SKEMA PEMBELIAN



                                                                                       MANAJER INVESTASI / BANK KUSTODIAN
                                                                                       1.    Pengenalan nasabah dan profil nasabah
                                                                                       2.    Menjelaskan secara rinci tentang Reksa Dana
                                                                                       3.    Menerima dan memeriksa kelengkapan dokumen
                                      Formulir Pemesanan Pembelian                     4.    Notifikasi ke PT. Jakarta Investment
                                      + Dokumen Pendukung




                   INVESTOR                                       PT. Jakarta Investment
                                               1.       Pemeriksaan Formulir dan Dokumen Pendukung
                                               2.       System Update
                                               3.       Otorisasi Formulir Pemesanan Pembelian
                                               4.       Pembuatan dan Pengiriman Surat Konfirmasi



       SURAT                                        Batch Pemesanan
     KONFIRMASI                                     Pembelian
                                                    - Formulir                             Laporan Hasil
                                                    - Dokumen Pendukung                     Pembelian



                                                               PT. Bank Bukopin, Tbk.
                                              1.   Pemeriksaan Formulir & Dokumen Pendukung
                                 Rp           1.   Penerimaan Dana di rekening Reksa Dana
                                              2.   Proses Pendaftaran Pembukaan Rekening
                                              3.   Alokasi Jumlah Unit Penyertaan
                                              4.   Informasi ke PT. Jakarta Investment




1.      SKEMA PENJUALAN KEMBALI



                                                                                           MANAJER INVESTASI / BANK KUSTODIAN
                                                                                           1. Pemeriksaan Formulir dan kelengkapan Dokumen
                                                                                              Pendukung
                                      Formulir Penjualan Kembali                           2. Notifikasi ke PT. Jakarta Investment
                                      + Dokumen Pendukung




                  INVESTOR                                        PT. Jakarta Investment
                                               1.       Pemeriksaan Formulir dan Dokumen Pendukung
                                               2.       System Update
                                               3.       Otorisasi Formulir Penjualan Kembali
                                               4.       Pembuatan dan Pengiriman Surat Konfirmasi


       SURAT
     KONFIRMASI                                                                  Batch Penjualan Kembali
                                                                                 - Formulir
                                                      Laporan Hasil
                                                                                 - Dokumen Pendukung
                                                    Penjualan Kembali


                                                                  PT. Bank Bukopin, Tbk.
                                 Rp                1.   Pemeriksaan Formulir & Dokumen Pendukung
                                                   2.   Verifikasi Kepemilikan
                                                   3.   Perhitungan Hasil Penjualan Kembali
                                                   4.   Pembayaran Hasil Penjualan Kembali
                                                   5.   Informasi ke PT.Jakarta Investment




        PT. Jakarta Investment                                                                                                        36
                                               BAB XVII
                                PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR
                                  PEMESANAN PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN


Prospektus dan Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan JAKARTA BLUE CHIP dapat
diperoleh di kantor Manajer Investasi, Bank Kustodian serta para Agen Penjual yang ditunjuk oleh
Manajer Investasi. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:


                                                Manajer Investasi
                                             PT. Jakarta Investment
                                            Wisma Nusantara Lantai 5
                                     Jl. M.H. Thamrin Kav. 59 Jakarta 10350
                                           Telepon : (62-21) 3902755
                                           Faksimili : (62-21) 3902756



                                                Bank Kustodian
                                             PT. Bank Bukopin, Tbk
                                         Oil Center Building Ground Floor
                                     Jl. M.H. Thamrin Kav. 55 Jakarta 10350
                                           Telepon : (62-21) 31900612
                                           Faksimili : (62-21) 31900624




       PT. Jakarta Investment                                                                      37