1 REDESAIN BUKU AJAR BAHASA ARAB BERBASIS PERMAINAN UPAYA by lcy20702

VIEWS: 3,968 PAGES: 12

									  REDESAIN BUKU AJAR BAHASA ARAB BERBASIS PERMAINAN:
  UPAYA MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB YANG
     MENYENANGKAN DI SEKOLAH DASAR MUHAMAMDIYAH
                               KOTA MALANG
                               Oleh: Abdul Haris


                                    Abstract
This research was proposed to redesign the Arabic textbook of Muhammadiyah
Elementary School based on the language games.
The researcher used qualitative approach in this research and defined six
teachers of Arabic Language in Muhammadiyah Elementary School in Malang
City as the informen. The data were collected by using interview and focus group
discussion and analized by using interactive model of Miles and Huberman.
The reserch shows that to make enjoynable process of Arabic teaching and
learning in Muhammadiyah Elementary School in Malang, the textbook should be
oriented on simple communication that is needed by the students in their daily
activities and the material could be tough by using suitable language games.

I. PENDAHULUAN
       Buku ajar memiliki peran penting dalam proses belajar mengajar. Abdul
Hamid Abdullah dan Nashir Abdullah al-Ghali (1991: 7-8) mengatakan bahwa
buku ajar merupakan salah satu unsur asasi kurikulum yang dapat membantu
pencapaian tujuan pembelajaran. Buku ajar merupakan penjabaran yang lebih luas
dan sistematis dari kurikulum yang dapat membantu siswa untuk mengulang
kembali dan mengukur tingkat pemahamannya terhadap apa yang telah
dipelajarinya di ruang kelas. Menurut Tarigan (1983), semakin berkualitas buku
ajar yang digunakan, maka semakin memudahkan siswa dalam belajar.
       Saat ini proses dan hasil pembelajaran bahasa Arab di Sekolah Dasar
Muhammadiyah kota Malang yang belum memenuhi harapan saat ini tidak bisa
dilepaskan dari peran buku ajar yang digunakan selain tentu saja ada faktor-faktor
lain yang juga turut berperan. Baik dan tidaknya kualitas buku ajar yang
digunakan memberikan dampak terhadap baik dan buruknya proses dan hasil
pembelajaran yang dilakukan.




                                        1
       Berdasarkan hasil penelitian yang pernah dilakukan peneliti pada tahun
2003 terhadap kualitas buku ajar bahasa Arab yang digunakan di Sekolah Dasar
Muhammadiyah diketahui bahwa dari aspek isi maupun aspek kualitas teknis
buku ajar tersebut masuk kategori kurang baik (Lihat Abdul Haris, 2003: 59)
sehingga perlu direvisi atau bahkan perlu didesain ulang agar sesuai dengan
kebutuhan dan tingkat berfikir anak-anak sekolah dasar yang lebih tertarik belajar
melalui perbuatan dan permainan.
       Berdasarkan hasil penelitian di atas peneliti melanjutkan penelitiannya
untuk pengembangan buku ajar tersebut melalui penelitian pada tahun 2005. Dari
penelitian tersebut peneliti berhasil merumuskan tujuan dan topik materi bahasa
Arab untuk sekolah Dasar Muhammadiyah (Abdul Haris, 2005). Dari draf
tersebut dalam penelitian ini peneliti ingin mewujudkannya dalam bentuk buku
ajar berbasis permainan. Hal ini karena dari beberapa penelitian ditemukan bahwa
proses pembelajaran melalui permainan telah terbukti mampu meningkatkan
ketrampilan   siswa   dalam    bercakap       dengan   bahasa   Arab   (Jurnal   El-
Jadid,Vol.2/No.4/ Januari 2005: hal. 107) sebagaimana juga dapat meningkatkan
penguasaan siswa terhadap kosa kata bahasa Arab (Jurnal Progresiva,
Vol.1/No.2/Desember 2006: hal. 206).
       Dari penelitian ini diharapkan akan diperoleh produk berupa buku ajar
bahasa Arab Sekolah Dasar Muhammadiyah kelas IV yang berbasis permainan.


II. METODE PENELITIAN
       Penelitian ini merupakan tahap I daru dua tahap yang direncanakan. Hasil
yang ingin dicapai dari tahap ini adalah merumuskan draft desain buku ajar
bahasa Arab berbasis permainan untuk siswa kelas IV SD Muhammadiyah kota
Malang. Informan penelitan dalam penelitin ini terdiri dari para guru bahasa Arab
di SD Muhammadiyah kota Malang sebanyak enam orang.
Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara dan FGD.
Data yang telah terkumpul dianalisa dengan menggunakan model analisa
interaktif Miles dan Hubermen dengan tahapan reduksi data, display data, dan
penyimpulan data.



                                          2
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
Sebelum peneliti menyampaikan hasil penelitiannya, peneliti ingin menyajikan
hasil evaluasi terhadap buku ajar bahasa Arab Sekolah dasar Muhammadiyah
yang pernah peneliti lakukan pada tahun 2003. Hasil penelitian tersebut
menemukan beberapa kelemahan yang terdapat dalam buku ajar bahasa Arab
yang digunakan di Sekolah dasar Muhamamdiyah kota Malang. Beberapa
kelemahan utama buku ajar bahasa Arab ini secara garis besar dapat
dideskripsikan sebagai berikut:
1. Penyusunan materi tidak sistematis pada sisi topic, kosa kata, dan pola kalimat.
   Pada sisi topic, penyusunan topic tidak didasarkan pada prinsip pendidikan
   yang berangkat dari yang dekat ke yang jauh. Topik-topik yang dekat dengan
   dunia siswa tidak diletakkan pada pelajaran yang awal-awal, misalnya topik ‫ﻓﻲ‬
   ‫ اﻟﻔﺼﻞ‬yang menjadi dunia siswa sehari-hari baru dimunculkan di buku III
   (kelas VI) pada pelajaran kelima, keenam, dan ketujuh. Begitu juga dengan
   topic ‫ ﻓﻲ اﻟﻤﺪرﺳﺔ‬baru dimunculkan pada pelajaran kelima, keenam, dan ketujuh
   dalam buku I (kelas IV), dan topic ‫ ﻓﻲ اﻟﻤﻜﺘﺒﺔ‬yang dimunculkan pada pelajaran
   kelima, keenam, dan ketujuh pada buku II (kelas V). Pelajaran awal-awal
   justru dimulai dengan topic-topik yang meskipun dekat dengan kehidupan
   siswa akan tetapi nilai fungsionalnya kurang. Misalnya pelajaran pertama,
   kedua, dan ketiga dalam buku I diisi dengan topic ‫ ﻓﻲ اﻟﺒﻴﺖ‬yang mengenalkan
   anggota keluarga, pada buku II diisi dengan topic ‫ أﺳﺮﺗﻲ‬yang sebenarnya
   mengulang kembali apa yang telah dikenalkan pada buku I, dan pada buku III
   diisi dengan topic ‫ أﺳﺮة ﺻﺪﻳﻘﻲ‬yang juga membicarakan anggota keluarga.
   Pengurutan topic yang tidak sistematis seperti ini berimplikasi pada pemilihan
   kosa kata-kosa kata yang tidak sistematis pula. Kosa kata yang kurang
   fungsional lebih didahulukan dari pada yang lebih fungsional, misalnya kosa
   kata ‫ ﺟﺪ، ﺟﺪة، أب، أم، اﺑﻦ، ﺑﻨﺖ‬yang frekwensi penggunaannya kurang dalam
   kehidupan siswa sehari-hari lebih didahulukan dari pada kosa kata ،‫ﺗﻠﻤﻴﺬ، أﺳﺘﺎذ‬
     ‫ﺻﺎﺣﺐ، أﻧﺎ، أﻧﺖ‬yang sangat sering diperlukan oleh siswa dalam kehidupan
   sehari-harinya di kelas tempat ia belajar bahasa Arab.




                                         3
   Pada sisi pola kalimat, pemilihan pola-polanya tidak didasarkan pada
   sistematika yang logis, misalnya terjadi pelompatan-pelompatan yang tidak
   gradual seperti yang ada dalam buku I pada pelajaran ketujuh yang
   memperkenalkan pola ‫ . اﻟﻄﺎﻟﺐ واﻟﻤﺪرس ﻳﺘﺼﺎﻓﺤﺎن‬Dalam pola ini telah
   diperkenalkan penggunaan kata kerja (fi'il mudhari`) untuk mutsanna (dual)
   padahal     pada     pelajaran-pelajaran   sebelumnya   belum   diperkenalkan
   penggunaan kata kerja (fi'il mudhari`) untuk mufrad (tunggal). Selain itu pola-
   pola kalimat yang sederhana diletakkan pada pelajaran-pelajaran yang akhir
   seperti pola ‫ هﺬا ﻓﺼﻞ، اﻟﻔﺼﻞ ﻧﻈﻴﻒ‬baru diajarkan pada pelajaran kelima pada
   buku III. Sebelum pelajaran ini siswa telah diperkenalkan pola-pola seperti
                                     ‫ﺗ‬
   ،‫ُﻨﻜﺢ ﻓﺎﻃﻤﺔ ﺑﻤﻬﺮ آﻴﻠﻮ ﺟﺮام ﻣﻦ اﻟﺬهﺐ‬
                        ‫و‬
   ‫. ُﻟﺪ ﻋﺒﺪ اﷲ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺘﺸﻔﻰ‬
   Kondisi seperti ini menjadikan antara topic satu dengan yang lain saling
   terpisah dan tidak saling terkait. Padahal salah satu prinsip dalam mengajarkan
   bahasa asing sebagaimana disebutkan oleh Lado (1988) dan Palmer (1987)
   harus selalu menjaga prinsip gradual sehingga apa yang disampaikan saat ini
   memiliki keterkaitan yang erat dengan yang sebelumnya dan apa yang
   disampaikan sebelumnya merupakan           pengantar atau pintu masuk untuk
   memahami apa yang akan dipelajari pada pelajaran berikutnya. Penyusunan
   materi yang tidak sitematis seperti ini akan menjadikan problem bagi siswa
   dalam memahaminya.
2. Pemilihan materi yang tidak relevan dengan tingkat kemampuan dan
   kebutuhan siswa.
   Kelemahan seperti ini terutama tampak pada materi qiraah dan kitabah yang
   masih sangat dasar dan tidak menantang. Pada materi qiraah misalnya siswa
   diminta membaca kumpulan kata yang sudah ada transliterasinya dalam
   bahasa Indonesia. Untuk siswa kelas empat SD materi seperti ini sebenarnya
   telah diperoleh di kelas sebelumnya ketika mereka belajar dasar-dasar
   membaca, dan adanya transliterasi seperti itu dalam pengajaran bahasa Arab
   justru menghambat percepatan pemerolehan bahasa. Pada materi ini siswa
   sama sekali tidak diberi bacaan berupa teks sederhana yang mengacu pada



                                          4
   pola yang menjadi focus pelajaran. Sementara itu pada materi kitabah di satu
   sisi masih sangat sedrhana di mana siswa diminta merangkai huruf yang
   terpotong-potong menjadi kata. Materi seperti ini diberikan di kelas IV dan V
   yang sebenarnya juga telah dipelajari siswa di kelas sebelumnya ketika belajar
   dasar-dasar menulis. Dan di sisi lain siswa diberi materi khath yang berupa
   Nash, riq'ah, dan tsuluts. Materi seperti ini tidak relevan untuk pembelajaran
   yang bertujuan memperoleh ketrampilan berbahasa.
   Dengan model seperti ini pendekatan all in one system yang digunakan oleh
   buku ini tidak berlangsung dengan baik sebab antar materi ketrampilan bahasa
   tidak terjadi integrasi yang baik sehingga terlihat tidak saling menunjang antar
   materi ketrampilan bahasa.
   Selain itu beberapa materi yang disajikan tidak relevan dengan kebutuhan
   siswa SD seperti materi khath thuluts dan khath riq'ah dalam pelajaran kitabah
   yang disajikan masing-masing pada pelajaran kedua dan ketiga buku III, atau
   materi pelajaran berbicara pada pelajaran keempat buku III yang
   memperbincangkan persoalan pernikahan.
   Keadaan seperti ini mengurangi daya tarik buku ajar dan motivasi belajar
   siswa. Padahal diantara karakteristik buku ajar yang berkualitas sebagaimana
   dikatakan oleh Grene dan Petty (1971) adalah            menarik perhatian dan
   memotivasi belajar.
3. Pengorganisasian materi yang tidak seragam
   Dalam hal ini pengorganisasian materi dalam buku tidak mengikuti satu model
   misalnya, moment, atau topic, atau gramatika, atau periodisasi, atau yang lain.
   Dalam buku I sudah digunakan satu model yaitu momen, akan tetapi buku II
   dan III terdapat dua model yang digunakan yaitu momen dan topic. Dalam
   buku II Momen digunakan untuk pelajaran kelima, keenam, dan ketujuh yakni
   3-1 ‫ ﻓﻲ اﻟﻤﻜﺘﺒﺔ‬sedangkan lainnya mengambil model topic yakni 3-1 ‫ أﺳﺮﺗﻲ‬untuk
   pelajaran kesatu, kedua dan ketiga, dan 3-1 ‫ اﻟﺘﻌﺎرف‬untuk pelajaran
   kesembilan, kesepuluh, dan kesebelas. Hal seperti ini juga terjadi di buku III.
   Buku ajar yang baik hendaknya menggunakan satu model saja dalam
   pengorganisasian materi.



                                        5
4. Penyajian jumlah kosa kata yang tidak sesuai dengan tingkat kemampuan
   siswa
   Dari sisi ini jumlah kosa kata yang disajikan pada tiap-tiap pelajaran terlalu
   banyak untuk anak tingkat SD. Untuk anak seusia mereka jumlah kosa kata
   yang diberikan menurut Ali al-Qasimi (1978) berkisar antara 5 – 10 terutama
   pada awal-awal pelajaran. Dalam buku ajar bahasa Arab SD Muhammadiyah
   untuk buku I berkisar anatara 10 – 25 kosa kata, buku II berkisar antara 16 –
   32, dan pada buku III berkisar anatar 12 sampai 20.
   Kondisi seperti ini memberatkan siswa untuk mengausainya.Dalam prinsip
   pembelajaran bahsa asing seperti yang diungkapkan Lado (1988) handaknya
   kosa kata yang diberikan kepada siswa cukup untuk memenuhi kebutuhan
   pengajaran dan tidak perlu terlalu banyak dan rumit.
5. Tidak memiliki latihan yang variatif
   Buku ajar yang baik harus kaya dengan latihan-latihan. Hal ini sangat penting
   guna membangun sense of language dalam diri siswa dan mempercepat proses
   pemerolehan bahasa asing yang dipelajarinya.
   Dalam buku ajar bahasa Arab SD Muhamamdiyah bentuk-bentuk latihan tidak
   memiliki variasi seperti permainan bahasa, kuiz, lagu-lagu yang sangat cocok
   untuk siswa SD. Selain itu jumlah latihannyapun tidak banyak.
   Dalam rekomendasi Kuawit tahun 1981 disebutkan bahwa materi ajar buku
   bahasa Arab hendaknya kaya dengan variasi latihan.
6. Latihan-latihan yang disajikan untuk setiap pelajaran tidak mencakup semua
   ketrampilan bahasa.
   Hal ini menyalahi salah satu prinsip pengajaran bahasa asing sebagaimana
   yang disampaikan oleh Palmer (1987) yang harus selalu memperhatikan
   kesesuaian dan keseimbangan dalam empat ketrampilan bahasa terutamayang
   menggunakan pendekatan all in one system.
   Dalam buku ajar bahasa Arab SD latihan-latihan yang diberikan tidak
   mencakup empat ketrampilan bahasa yang disajakan dalam materi ajarnya.
   Dalam buku I misalnya untuk pelajaran kesatu sampai keempat hanya ada
   latihan ketrampilan membaca dan menulis, pelajaran kelima sampai latihan



                                          6
   akhir latihan untuk tiga ketrampilan yaitu berbicara, membaca, dan menulis
   sudah diberikan kecuali ketrampilan menyimak yang tidak ada sama sekali
   pada semua buku (Buku I – III).
   Selain itu kelemahan lain yang ada dalam buku ajar SD Muhammadiyah
   adalah:
1. Topiknya kurang variatif
   Dalam hal ini dari 27 pelajaran, topiknya hanya berkisar pada sembilan
   persoalan saja dimana setiap buku hanya mengambil tiga topic yang diulang-
   ulang. Buku I mengambil topic ‫ .ﻓﻲ اﻟﺒﻴﺖ، ﻓﻲ اﻟﻤﺪرﺳﺔ،ﻓﻲ اﻟﻤﺠﺘﻤﻊ‬Buku II
   mengambil topic ‫ .أﺳﺮﺗﻲ، ﻓﻲ اﻟﻤﻜﺘﺒﺔ، اﻟﺘﻌﺎرف‬Buku III mengambil topic      ‫أﺳﺮة‬
   ‫. ﺻﺪﻳﻘﻲ،ﻓﻲ اﻟﻔﺼﻞ، اﻟﻤﻬﻨﺔ‬
2. Pemantapan kosa kata kurang
   Hal ini terjadi karena penyusunan materi yang tidak sistematis sehingga antara
   pelajaran satu dengan yang lain tidak saling berhubungan secara erat.
   Meskipun topiknya banyak mengulang akan tetapi focus kosa kata yang ingin
   disampaikan kurang tercover dengan baik. Hanya beberapa kosa kata saja
   yang sering muncul misalnya kata ‫.أب، أم، ﺗﻠﻤﻴﺬ، أﺳﺘﺎذ‬
3. Bahasa yang digunakan kurang komunikatif
   Hal ini terjadi karena ada beberapa topic persoalan yang jauh dari kehidupan
   anak SD seperti persoalan pernikahan, persoalan bangunan rumah, selain itu
   dialog yang dibuat banyak yang kurang fungsional untuk keperluan praktis
   sehari-hari.
Itulah beberapa kelemahan yang berhasil peneliti temukan dalam buku ajar bahasa
Arab yang digunakan di Sekolah Dasar Muhammadiyah kota Malang.
Untuk merespon kelemahan-kelemahan tersebut pada tahun 2005 peneliti
melanjutkan penelitiannya untuk pengembangan buku ajar tersebut dengan
mencari pendapat guru dan pakar bahasa Arab tentang tujuan dan topik yang
relevan untuk dituangkan dalam buku ajar bahasa Arab di Sekolah Dasar
Muhammadiyah kota Malang.




                                          7
Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa menurut para guru bahasa Arab di
SD Muhammadiyah Malang, tujuan pembelajaran bahasa Arab untuk SD
Muhammadiyah yang tepat adalah sebagai berikut:
1. Untuk Ketrampilan Menyimak, hendaknya tujuan diarahkan untuk mencapai
   ketrampilan berikut:
   a. Mengenal bunyi huruf-huruf Arab
   b. Mengenal dan mampu membedakan bunyi harakat panjang dan harakat
       pendek
   c. Mengenal bunyi huruf bertasydid
   d. Mengenal bunyi tanwin
   e. Mengetahui hubungan antar bunyi dengan simbol tulisannya
   f. Mengenal dan mampu membedakan bunyi huruf-huruf yang berdekatan
       makhrajnya
   g. Memahami maksud kalimat sederhana yang didengarnya
   h. Memahami pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan kejadian
       sehari-hari
   i. Memahami secara global intisari teks sederhana yang didengarnya
   j. Memahami secara rinci isi teks sederhana yang didengarnya
2. Untuk Ketrampilan Berbicara, hendaknya tujuan diarahkan untuk mencapai
   ketrampilan berikut:
   a. Mengucapkan dengan benar bunyi huruf-huruf Arab
   b. Mengucapkan         dengan   benar   bunyi   huruf-huruf   yang   berdekatan
       makhrajnya
   c. Mengucapkan dengan benar bunyi huruf yang berharakat panjang dan
       yang berharakat pendek
   d. Mengucapkan dengan benar bunyi huruf yang bertasydid dan bertanwin
   e. Mengucapkan kalimat-kalimat yang bervariatif dengan intonasi yang benar
       (misalnya: kalimat tanya, kalimat perintah, kalimat berita, kalimat
       larangan, dsb.)
   f. Mengajukan pertanyaan sederhana yang berhubungan dengan kegiatan
       sehari-hari



                                           8
   g. Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan kegiatan
      sehari-hari dengan jawaban sederhana
   h. Mengungkapkan ide/gagasan/keinginan dalam satu sampai lima kalimat
      sederhana
   i. Menceritakan kejadian sehari-hari secara sederhana dengan menggunakan
      enam sampai sepuluh kalimat sederhana
   j. Mensifati sesuatu atau seseorang atau kejadian dengan kalimat yang
      sederhana
3. Untuk Ketrampilan Membaca, hendaknya tujuan diarahkan untuk mencapai
   ketrampilan berikut:
   a. Mengenal huruf-huruf Arab dan dapat membacanya
   b. Membaca dengan nyaring dan benar kata-kata bahasa Arab sesuai makhraj
      dan intonasinya
   c. Membaca dengan nyaring dan benar kalimat-kalimat bahasa Arab yang
      bervariatif
   d. Memahami makna kata dari konteks
   e. Memahami maksud kalimat yang dibaca
   f. Memahami pokok pikiran yang ada dalam setiap alenia
   g. Memahami fungsi tanda baca
   h. Memahami isi teks secara umum
   i. Memahami isi teks secara rinci
   j. Mengambil kesimpulan dari teks
4. Untuk Ketrampilan Menulis, hendaknya tujuan diarahkan untuk mencapai
   ketrampilan berikut:
   a. Menulis huruf-huruf Arab dengan benar
   b. Membentuk kata dari huruf
   c. Menulis kata-kata dan kalimat yang didktekan padanya
   d. Menyusun kalimat sederhana
   e. Mengubah bentuk kalimat positif menjadi kalimat negatif dan sebaliknya
   f. Mengubah bentuk lampau ke bentuk sekarang dan akan datang atau
      sebaliknya



                                       9
   g. Mengungkapkan ide/gagasan/pikiran secara tertulis dalam satu sampai
       lima kalimat
   h. Menceritakan kejadian sehari-hari secara tertulis dalam enam sampai
       sepuluh kalimat
   i. Mensifati sesuatu atau seseorang atau kejadian dalam kalimat yang
       sederhana secara tertulis
5. Untuk Penguasaan Kosa Kata, hendaknya tujuan diarahkan untuk mencapai
   ketrampilan berikut:
   a. Hafal 5 – 10 kosa kata baru pada setiap pelajaran
   b. Dapat menggunakan kosa kata yang dihafal untuk komunikasi sehari-hari
       secara lesan maupun tulisan
6. Untuk Penguasaan Pola Kalimat, hendaknya tujuan diarahkan untuk:
   a. Mengenal pola kalimat positif (Fi'liyah dan Ismiyah)
   b. Mengenal pola kalimat negatif (Fi'liyah dan Ismiyah)
   c. Mengenal pola kalimat tanya
   d. Mengenal pola kalimat perintah dan larangan
   e. Mengenal pola kalimat bentuk lampau
   f. Mengenal pola kalimat bentuk sekarang
   g. Mengenal pola kalimat bentuk yang akan datang
   h. Mengenal pola kalimat syarat-jawab
   i. Mengenal Pola Kalimat Pengandaian
Sedangkan topik materi yang dianggap tepat oleh para guru bahasa Arab SD
Muhammadiyah Malang adalah sebagai berikut:
a. Di Sekolah
b. Di Kelas
c. Di Masjid
d. Di Rumah
e. Di Toko Buah
f. Di Lapangan
g. Di Toko Buku
h. Di Kantor Post



                                      10
i. Di Terminal
j. Di Kantin
k. Di Perpustakaan
l. Di Kantor
m. Di Rumah Sakit
n. Di Apotik
o. Di Super market
p. Di Pasar
q. Di Koperasi Sekolah
r. Di Kota
s. Di Taman
   Berpijak dari hasil penelitian di atas, peneliti dapat merumuskan draft desain
buku ajar bahasa Arab kwlas IV Sekolah Dasar Muhammadiyah di kota Malang
sebagaimana terlampir.


IV. KESIMPULAN DAN SARAN
Penelitian ini berhasil merumuskan desain buku ajar bahasa Arab untuk Sekolah
Dasar Muhammadiyah di kota Malang yang dari aspek isi dan materi ditekankan
pada pengenalan kosa-kata yang terdekat dengan siswa sementara struktur
kalimatnya ditekankan pada hal-hal yang fungsional untuk kebutuhan komunikasi
siswa sehari-hari di lingkungan sekolah.
Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat jika dilanjutkan dengan penelitian
berikutnya yang melibatkan guru-guru bahasa Arab untuk mewujudkannya dalam
buku ajar yang siap pakai.


DAFTAR PUSTAKA
Abdul Hamid Abdullah & Nashir Abdullah al-Ghali, 1991. Usus I’dad al-Kutub
       al-Ta’limiyah li Ghairi al-Nathiqin bi al-Arabiyah, Riyadh: Dar al-Ghali

Abdul Haris, Studi Evaluatif terhadap Buku Ajar Bahasa Arab SD
      Muhamamdiyah, Laporan Hasil Penelitian, UMM, Malang, 2003




                                       11
____________, Pengembangan Buku Ajar Bahasa Arab SD Muhamamdiyah,
       Laporan Hasil Penelitian, UMM, Malang, 2004

__________.2004. Analisis terhadap Penggunaan Game dalam pembelajaran
       Bhs. Arab di Universitas Muhammadiyh Malang: Laporan Penelitian
       Lemlit UMM.

__________. Meningkatkan Ketrampilan Berbicara dengan menggunakan
       Permaianan, Jurnal El-Jadid,Vol.2/No.4/ Januari 2005.

__________. Menyoal Buku Ajar Bahasa Arab Sekolah dasar Muhammadiyah
       (Telaah Kritis-evaluatif), Jurnal Progresiva, Vol.1/No.1/Januari-Juni
       2006

__________ . Metode Games untuk memperkaya kosa kata Bahasa Arab. Jurnal
       Progresiva, Vol.1/No.2/Desember 2006


Henri G. Tarigan, 1988. Pengajaran Pemerolehan Bahasa. Bandung: Angkasa.


Lewis, R. & Paine, N. 1985. How to Commonicate With the Leaner. London:
        Council of Educational Technology.




                                    12

								
To top