transportasi provinsi banten by tanjungsari

VIEWS: 1,127 PAGES: 4

									                         Transportasi Provinsi Banten

       Transportasi memang telah menjadi hal yang menentukan dalam kelancaran pergerakan
baik barang maupun manusia yang akam berimlpikasi pada kemajuan suatu daerah. Dalam hal
ini provinsi banten dapat dikatakan sebagai provinsi yang memiliki matra transportasi yang
lengkap, seperti transporasi matra darat, laut dan udara. Adanya matra darat di tandai dengan
adanya jalur jaringan kereta api yang menghubungkan Jakarta - Serpong - Rangkasbitung -
Merak. Selain itu, jalan bebas hambatan terbentang antara Jakarta - Merak sepanjang 100 km
serta berbagai sarana angkutan darat lainnya.
       Sedangkan matra laut ditandai dengan adanya pelabuhan Merak yang berperan ganda.
Selain sebagai penunjang kegiatan sektor industri, juga sebagai sarana penyebrangan darat dari
Pulau Jawa menuju Sumatera. Terdapat juga Pelabuhan Ciwandan yang dikelola oleh PT Pelindo
II dan 19 buah pelabuhan lain yang terdiri dari pelabuhan khusus, pelabuhan penyebrangan dan
pelabuhan perikanan. Termasuk dermaga khusus (Dersus) di daerah Anyer sebanyak lima buah.
Satu diantaranya dikelola langsung oleh pemerintah dan empat dikelola pihak swasta. Dua buah
Dersus lain di daerah Karangantu dikelola Pemerintah Kabupaten Serang. Sedangkan Pelabuhan
khusus tersebar di wilayah administratif Kota Cilegon dan merupakan pelabuhan Samudera
Nusantara yang melayani kapal-kapal niaga dan non niaga.
       Selain itu banten juga memiliki matra udara sebaga penunjang system transportasinya
yaitu ditandai dengan adanya Bandara Soekarno - Hatta di Cengkareng Tangerang yang
merupakan Bandara Internasional terbesar dan tersibuk di Indonesia telah menjadikan Banten
sebagai pintu gerbang dunia untuk setiap kegiatan usaha. Selain itu terdapat taksi udara yang siap
memberikan layanan penerbangan dari Karawaci - Tangerang ke Jakarta, Anyer, Tanjung
Lesung dan ke beberapa kota lainnya.
       Namun dalam perkembangannya matra yang paling banayk digunakan dalam menunjang
transportasi dari dan ke provinsi Banten dan yang menjadi penghubung antar daerah di provinsi
tersebut hanyalah transportasi dari matra darat, karena merupakan matra yang paling mudah dan
dapat digunakan oleh semua kalangan dengan berbagai keperluan dan kebutuhan. Transportasi
matra darat sendiri yang sering digunakan adalah angkutan umum dan kereta api.
1. Angkutan Umum
         Untuk melayani pergerakan penumpang dan barang dalam wilayah Provinsi
  Banten, terdapat angkutan umum Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi pada saat ini
  masih dilayani dengan kendaraan ukuran kecil dan dalam penyelenggaraannya masih
  dirasakan belum terpadu secara maksimal. Terdapat 63 trayek dengan jumlah kendaraan
  sebanyak 3.788 yang melayani Antar Kota Dalam Provinsi lintas Kab/Kota Tangerang.
  Sedangkan untuk AKDP lintas Serang, Cilegon, Pandeglang dan Lebak dilayani dengan
  66 trayek dengan jumlah kendaraan sebanyak 1436.
         Untuk menjangkau kawasan-kawasan yang masih belum tersedia angkutan
  umum, terdapat beberapa angkutan perintis yang melayani jalur Cikeusik-Muara
  Binuangeun-Sp.Bayah-Sikotok-Pasir Kurai-Cibareno dengan jarak sepanjang 106 km.
  Angkutan perintis ini dilayani oleh 2 buah bis DAMRI ukuran sedang. Di provinsi banten
  matra darat yang paling sering digunakan adalah angkutan umum. Sebagian besar warga
  provinsi tersebut lebih menggunakan angkutan umum sebagai penujnang aktivitasnya
  baik untuk mobilitas antar daerah maupun ke luar daerah hal ini lebih disebabkan karena
  akses jalan yang menyokong tumbuhnya jenis transporasi ini sudah dibuat dan diatur oleh
  pemerintah setempat. Seperti yang telah kita ketahui bahwa prasarana jalan merupakan
  moda transportasi utama yang berperan penting dalam mendukung pembangunan serta
  memiliki kontribusi terbesar dalam kegiatan koleksi dan distribusi barang maupun jasa
  dibandingkan moda lain.
         Oleh karena itu tingkat pelayanan prasarana jalan menjadi sangat vital
  kedudukannya karena menjadi salah satu barometer yang menentukan keberhasilan
  pertumbuhan dan pemerataan pembangunan di Provinsi Banten. Sebagai prasarana
  transportasi, jalan merupakan unsur penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi
  dan pemerataan pembangunan. Untuk melayani pergerakan barang dan penumpang,
  secara umum sistem jaringan jalan Provinsi Banten menggunakan pola cincin yang
  melingkar dari wilayah Utara sampai ke wilayah Selatan yang dihubungkan secara radial
  dengan jaringan jalan vertikal Utara-Selatan dan secara horizontal Timur-Barat.
         Konsep ini jaringan jalan ‘ring-radial’ dimaksudkan agar pergerakan penumpang
  dan barang dari peisisir menuju ke pusat-pusat kegiatan Nasional, Wilayah maupun lokal
  yang ada pada bagian tengah wilayah dapat dilayani dengan baik.
          Pada saat ini jaringan jalan cincin bagian barat dan selatan sudah ditingkatkan
   statusnya menjadi jalan Nasional. Sementara pada bagian utara masih berstatus jalan
   Provinsi. Jalan horizontal Timur-Barat dilayanai dengan Jalan Nasional serta jalan Tol
   dengan panjang lebih dari 90 km. Sedangkan jalan Vertikal Utara-Selatan dilayani
   dengan jalan Provinsi. Jalan kabupaten melayani akses ke ketiga jalan tersebut.


2. Kereta Api
          Perkeretaapian di Provinsi Banten sampai saat ini peranannya masih sangat
   rendah jika dibandingkan dengan moda transportasi darat lainnya. Untuk masyarakat
   yang ada di wilayah Utara Banten seperti Serang dan Cilegon,yang menuju Jakarta atau
   sebaliknya lebih memilih menggunakan kendaraan dibandingkan dengan Kereta Api.
   Hal ini disebabkan karena jalur kereta api melingkar sehingga lebih panjang dari jalan
   arteri primer yang berpengaruh terhadap waktu tempuh menjadi lebih lama dibandingkan
   dengan menggunakan kendaraan. Tetapi masyarakat yang ada di wilayah Selatan Banten
   terutama di Kabupaten Lebak serta di Kabupaten Tangerang banyak menggunakan kereta
   api menuju Jakarta.
          Sampai dengan tahun 2005, dari total jalur rel kereta api sepanjang 305,9
   kilometer, hanya 48% merupakan jalur rel yang masih beroperasi dengan rata–rata
   jumlah pergerakan kereta penumpang sekitar 22 kereta/hari dan kereta barang sebanyak
   16 kereta/hari. Semakin menurunnya pelayanan sarana tersebut berimplikasi terhadap
   kecenderungan semakin menurunnya pula pada jumlah angkutan penumpang dan barang.
   Jaringan kereta api di wilayah Provinsi Banten sepanjang 305.90 km merupakan ‘single
   track’ yang terdiri dari lintas operasi Merak-Tanah Abang, Tangerang-Duri, Cilegon-
   Cigading sepanjang 141.6 km dan lintas tidak operasi Rangkasbitung-Labuan,Saketi-
   Bayah dan Cigading-Anyer Kidul sepanjang 164.3 km.
          Terdapat sebanyak 176 perlintasan sebidang yang terdiri 38 perlintasan berpintu
   dan dijaga, 104 perlintasan tidak dijaga dan 34 perlintasan liar yang berdampak pada
   kecepatan dan waktu perjalanan kereta api serta rawan kecelakaan.
          Pengoperasian angkutan kereta api didukung oleh 23 stasiun yang terdiri dari 1         3
   stasiun kelas I di Rangkasbitung, 6 stasiun kelas II dan 16 stasiun kelas III yang tersebar
   di wilayah Provinsi Banten dengan kapasitas dan pelayanan yang masih kurang memadai

                                                    u_N_y | Dadang Novanda Z ( 07405241049)
             Transportasi Provinsi Banten
Tulisan ini disusun untuk memenuhi mata kuliah Geografi transportasi dan komunikasi

                        Dosen pengampu: Gunardo.RB, M.si




                                  Disusun oleh :

                         Nama         : Dadang Novanda Zatnika

                         NIM          : 07405241049




                JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
            FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN EKONOMI
              UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
                                      2010

								
To top