sistem kardiovaskuler

Document Sample
sistem kardiovaskuler Powered By Docstoc
					TUGAS KELOMPOK
FISIOLOGI HEWAN




              SIFAT-SIFAT FUNGSIONIL JANTUNG
     SISTEM PENGHANTARAN IMPULS JANTUNG, PENYEBARAN
         IMPULS DAN SUPLAI DARAH KE OTOT JANTUNG
                   SUPLAI SARAF JANTUNG




                       DISUSUN OLEH :

                  KELOMPOK VII

         FINCE MARTHEN BIU              H411 08 276
         ANDI MUSHIDAYAH                H411 08 277
         OLVIN PATAWARAN                H411 08 279
         NUR JANNA                      H411 08 280
         NURUL HIDAYAH                  H411 08 281
         NUR LAELA N                    H411 08 282
         SARTIKA SP                     H411 08 283




.
                                       BAB I
                                   PENDAHULUAN

        Jantung merupakan organ berongga, berotot dan berbentuk kerucut yang

berada di antara paru-paru kiri dan kanan.

        Sistem kardiovaskuler bertugas mengedarkan darah ke seluruh tubuh

dimana darah mengandung oksigen dan nutrisi yang diperlukan sel/jaringan untuk

metabolisme. Sistem kardiovaskuler juga membawa sisa metabolisme untuk

dibuang melalui organ-organ eksresi.

        Sistem   kardiovaskular,   yang    mencakup    jantung   dan    sistem     sirkulasi,

menghantarkan darah ke seluruh tubuh, sehingga tiap sel menerima banyak suplai

oksigen dan bahan makanan. Sistem vaskuler memiliki peranan penting dalam fisiologi

kardiovaskuler karena fungsi utamanya yang berhubungan dengan mekanisme

pemeliharaan lingkungan internal. Sirkulasi darah berfungsi sebagai system transport

oksigen, karbondioksida, makanan, dan hormone serta obat-obatan ke seluruh jaringan

sesui dengan kebutuhan metabolisme tiap-tiap sel di dalam tubuh. Sistem kardiovaskuler

dapat dipengaruhim oleh factor perubahan volume cairan tubuh dan hormone tertentu

yang langsung atau tidak langsung dapat berpengaruh pada system kardiovaskuler.

        Sistem vaskuler darah terdiri atas struktur-struktur yaitu jantung yang fungsinya

adalah memompa darah; serangkaian         pembuluh-pembuluh eferen, arteri-arteri yang

menjadi lebih kecil waktu mereka bercabang dan fungsinya adalah membawa darah dan

bersama darah, nutrient-nutrien dan oksigen ke jaringan.

        Hal yang berhubungan dengan system kardiovaskuler yakni mengenai sifat-sifat

fungsionil jantung, sistem penghantaran impuls jantung, penyebaran impuls dan suplai

darah ke otot jantung serta suplai saraf jantung akan dibahas dalam makalah ini.




.
                                         BAB II

                                            ISI



         Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga, organ berotot

yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang

berulangJantung adalah organ muscular berongga yang bentuknya menyerupai pyramid

atau jantung pisng yang merupakan pusat sirkulasi darah ke seluruh tubuh dalam rongga

thoraks pada mediastinum (Wikipedia, 2009).

         Fungsi jantung adalah memompa darah kaya oksigen ke dalam system arteri

(yang membawanya ke sel-sel) dan menampung darah deoksigen dari system vena dan

meneruskannya ke paru untuk reoksigenasi. Fungsi arteri, kapailer, vena dan pembuluh

limfe adalah membawa darah ke dan dari jaringan dan sl di seluruh tubuh (Wikipedia,

2009).

          Jantung terdiri atas serambi dan bilik. Serambi adalah bagian yang

menerima darah, sedangkan bilik adalah bagian yang memompa darah ke luar dari

jantung. (Wikipedia, 2009).

         Jantung adalah sebuah pompa yang berfungsi mendorong darah ke dalam dan

melalui arteri, tetapi jantung kiri dan kanan berfungsi secara terpisah (Watson, 2002).

         Jantung terdiri atas otot jantung (miokardium) yang berperan penting

dalam sirkulasi darah. Miokardium memiliki ketebalan yang bervariasi, paling

tebal pada ventrikel kiri, lebih tipis pada ventrikel kanan, dan paling tipis pada




.
atrium. Atrium dan ventrikel dilapisi oleh suatu lapisan tipis, licin, dan mengkilat

yang disebut endokardium. Perikardium melapisi jantung dan akar pembuluh

darah besar dan mempunyai dua lapisan. Lapisan luar atau perikardium fibrosa

dan lapisan dalam atau perikardium serosa (Watson, 2002).

       Otot jantung atau miokardium terbentuk dari otot-otot bergaris seperti otot

rangka. Setiap serabut terdiri banyak sel yang saling berhubungan, sehingga apabila satu

sel distimuli atau depolarisasi, potensi aksi dengan cepat menyebar ke seluruh sel,

menyebabkan jantung bekerja sebagai kesatuan. Jantung terdiri atas otot jantung

(miokardium) yang berperan penting dalam sirkulasi darah. Otot jantung merupakan

otot bergaris melintang dan bercabang. Sifat otot ini tidak sadar (involuntary),

karena kontraksinya tidak bisa diatur oleh kemauan kita. Nukleus terletak

ditengah sel. Pada bagian ujung sel, terdapat sambungan rapat, yang membentuk

struktur pembawa sinyal untuk kontraksi dari satu sel ke sel lainnya selama

denyut jantung (Angga, 2009).

SIFAT-SIFAT FUNGSIONIL JANTUNG

       Kontraktilitas yaitu kemampuan jantung untuk mengadakan kontraksi

(sistol) & relaksasi (diastol), masa diastol lebih panjang dari sistol. Selalu ada

platau (dataran yang menyebabkan fase diastol lebih panjang dari sistol =

memberi kesempatan darah tertampung lebih banyak di jantung).

       Miokardium mempunyai daya tahan kontraksi lebih lama dari otot rangka.

Apabila dalam satu menit jantung berkontraksi rata-rata 70 kali/menit maka pada

seseorang yang berusia 70 tahun jantung berkontraksi sebanyak 2.540.160.000

kali (Abhique, 2010).

       Konduktivitas yaitu kemampuan jantung utk merambatkan impuls dari

bagian jantung.



.
        Otomatis & ritmis yaitu jantung           secara otomotis dan ritmis selalu

berdenyut kecuali ada gangguan. Otot jantung berbeda dengan otot skeletal

dimana otot jantung memiliki sifat mampu berkontraksi secara ritmik tanpa

bergantung pada suplai saraf (Watson, 2002).

        Otot jantung secara potensial dapat membentuk rangsangan atau impuls

sendiri. Dalam keadaan fisiologis sel-sel miokardium memiliki daya kontraktilitas

yang tinggi (Syaifuddin, 2002).

        Jaringan otot jantung memiliki sifat authorhythmicity yang artinya jantung

berkontraksi tidak memerlukan adanya impuls dan syaraf, kontraksi jantung

disebabkan gelombang depolarisasi yang berasal dari bagian kecil pada jaringan

khusus di atrium yan dinamakan Sino Atrial (S-A) node, atau pacemaker.

Depolarisasi S-A node secara spontan dengan interval yang teratur (Angga, 2009).

        Irritabilitas = eksitabilitas yaitu kemampuan jantung untuk mengadakan

respons bila dirangsang (terdapat platau atau dataran agar penampungan darah

lebih banyak ke jantung)

        Periode refrakter yang lama Absolut  pada saat sistol  tidak akan

terjadi perubahan apa- apa (grafik tetap berjalan tanpa gangguan). Relatif  pada

saat diastol  akan terjadi perubahan tergantung rangsangan terjadi pada awal

diastol, pertengahan diastol, atau hampir akhir diastol  sehingga akan

menghasilkan ekstra sistol dan kompensasi menjadi istirahat cukup panjang.

Refrakter , otot kehilangan sifat irritabilitas untuk sementara, sedangkan fatique,

otot kehilangan sifat kontraktilitas dan irritabilitas.

(http://repository.ui.ac.id/dokumen/lihat/2802.ppt).




.
        Miokardium terdiri dari dua bagian besar yaitu sinsitium atrium dan

sinsitium ventrikel. Setiap sel miokardium dipisahkan oleh diskus interkalaris

yang memungkinkan perambatan terjadi dengan sangat cepat.

SISTEM       PENGHANTARAN              IMPULS        JANTUNG,         PENYEBARAN

IMPULS DAN SUPLAI DARAH KE OTOT JANTUNG

        Hambatan impuls-impuls memungkinkan pengaturan irama jantung. Sistem ini

merupakan modifikasi dari otot jantung yang disertai tenaga ritmik spontan dan seabut

saraf tertentu yaitu   sino atrial node (Sa node), atrioventrikular node (AV Node),

atrioventrikular bundle (AV bundle , dan serabut penghubung terminal (serabut purkinje)

(Syaifuddin, 2002).

        Impuls untuk kontraksi timbul melalui depolarisasi spontan pada jaringan khusus

yang terletak di dekat tempat masuk vena cava superior ke dalam atrium kiri (nodus sinu-

atrial) yang merupakan pemacu (pacemaker) jantung (Watson, 2002).

         Sino atrial node (SA node) atau Nodus sinoatrial (nodus S-A) adalah suatu

massa jaringan otot jantung khusus yang terletak di dinding posterior atrium

kanan tepat di bawah pembukaan vena kava superior. Nodus S-A melepaskan

impuls sebanyak 72 kali per menit, frekuensi irama yang lebih cepat dibandingkan

dalam atrium (40 sampai 60 per menit), dan ventrikel (20 kali per menit). Nodus

ini dipengaruhi saraf simpatis dan parasimpatis sistem saraf otonom, yang akan

mempercepat atau memperlambat iramanya. Nodus S-A mengatur frekuensi

kontraksi irama, sehingga disebut pemacu jantung (Sloane, 1994)

        Nodus ini merupakan pendahulu dari kontraksi jantung. Dari sini impuls

diteruskan ke atrioventrikular node (Syaifuddin, 2002). Impuls ini berjalan melalui kedua

atrium secara konsentris (dimungkinkan oleh serabut-serabut otot yang bercabang).




.
         Nodus atrioventrikular (nodus A-V) atau Atrioventrikular node susunannya

sama seperti sino atrial node berada di dalam septum atrium di dekat muara sinus

koronarius (Syifuddin, 2002).

         Impuls menjalar di sepanjang pita serabut Purkinje pada atrium menuju

nodus A-V. Nodus A-V menunda impuls seperatusan detik, sampai ejeksi darah

atrium selesai sebelum terjadi kontraksi ventricular (Sloane, 1994).

         Atrioventrikular bundle (AV bundle) atau Berkas atrioventrikular (berkas A-V

atau berkas His) adalah sekelompok besar serabut Purkinje yang berasal dari

nodus A-V dan membawa impuls di sepanjang septum interventrikular menuju

ventrikel. Berkas ini dibagi menjadi dua percabangan berkas kanan dan kiri.

Percabangan berkas kanan memanjang di sisi dalam ventrikel kanan. Serabut

bercabang menjadi serabut-serabut Purkinje kecil yang menyatu dalam serabut

otot jantung untuk memperpanjang impuls. Percabangan berkas kiri memanjang di

sisi dalam ventrikel dan bercabang ke dalam serabut otot jantung kiri (Sloane,

1994).

         Berkas His (berkas AV menyatu dengan nodus AV membentuk tempat

pacemaker lain. Dalam hal nodus SA tidak berfungsi, berkas His dapat mengawali dan

mempertahankan denyut jantung dengan kecepatan 40-60 denyut per menit ( Tambayong,

1999).

         Mulai dari berkas AV berjalan ke arah depan, pinggir posterior dan pinggir

bawah pars membranasea septum interventrikulare pada bagian cincin yang terdapat

anatara atrium dan ventrikel disebut analus vibrosus. Rangsangan terhenti 1/10 detik,

selanjutnya menuju apeks kordiks dan bercabang dua. Dua cabang itu adalah Pars septalis

dekstra berlanjut kea rah berkas AV di dalam pars muskularis septum interventrikulare

menuju ke dinding depan ventrikel kanan. Pars septalis sinistra berjalan di antara pars




.
membranasea dan pars muskularis sampai di sisi kiri septum interventrikularis menuju

basis m. papilaris inferior ventrikel kiri. Serabut-serabut pars septalis kemudian

bercabang-cabang menjadi serabut terminal (serabut purkinje) (Syaifuddin, 2002).

         Serabut Purkinje adalah serabut otot jantung khusus yang mampu

menghantar impuls dengan kecepatan lima kali lipat kecepatan hantaran serabut

otot jantung. Hantaran yang cepat di sepanjang sistem Purkinje memungkinkan

atrium berkontraksi bersamaan, kemudian diikuti dengan kontraksi ventrikular

yang serempak, sehingga terbentuk kerja pemompaan darah yang terkoordinasi

(Sloane, 1994).

         Heart block atau blok jantung berarti pemutusan jalannya alur impuls

tersebut. Pemutusan yang paling sering adalah pada berkas AV yang memutuskan

hubungan antara atria dan ventrikel. Kemudian atria akan terus berdenyut pada

kecepatan normal, tetapi denyut ventricular adalah jauh lebih lambat dan sama

sekali tidak berkaitan dengan denyut atrial (Frandson, 1992).




.
       Blok jantung ini merupakan gangguan pada hantaran sehingga sebagian

atau semua impuls tidak mencapai ventrikel. Jantung kemudian berdenyut sendiri

atau membentuk iramanya sendiri. Pada blok jantung parsial (sebagian), atrium

berdenyut dengan normal tetapi frekuensi hantaran yang melalui nodus AV

melambat. Ventrikel hanya berkontraksi satu kali setelah kontraksi atrium yang

kedua, ketiga, atau keempat. Pada blok jantung komplet, hantaran dari nodus atau

berkas AV sangat terhambat. Atrium brdenyut dengan normal, tetapi ventrikel

berdenyut secara independen sekitar 20 sampai 40 kali per menit (Sloane, 1994).

         Darah dari semua bagian badan dikembalikan ke atrium kanan melalui

dua vena besar, yaitu vena kava superior dan inferior. Setelah penuh, atrium kanan

berkontraksi dan memompa darah melalui katup atrio-ventrikular kanan ke dalam

ventrikel kanan yang kemudian berkontraksi dan mengirim darah melalui katup

pulmoner ke dalam trunkus pulmoner. Trunkus pulmoner bercabang dua menjadi

arteri pulmoner kanan dan kiri yang akan membawa darah ke paru-paru, di mana

terjadi pertukaran gas. Akhirnya darah terkumpul ke dalam empat vena pulmoner

yang membawa kembali darah ke dalam atrium kiri. Setelah penuh, atrium kiri

berkontraksi, serentak dengan atrium kanan dan darah dipompa melalui katup

atrio-ventrikular kiri ke dalam ventrikel kiri. Ventrikel kiri berkontraksi, serentak

dengan ventrikel kanan dan memompa darah ke dalam aorta, yang merupakan

arteri utama di dalam badan (Watson, 2002).

SUPLAI SARAF JANTUNG

         Jantung dipersarafi oleh sistem saraf otonom. Nervus vagus (saraf kranial

ke-10) memperlambat frekuensi jantung dan menyebabkan penurunan kekuatan

kontraksi melalui hantaran impuls ke nodus sinuatrial. Saraf simpatis




.
mempercepat frekuensi jantung dan memperkuat kontraksi. Persarafan ganda

terhadap jantung ini dikoordinasi oleh pusat jantung di medula oblongata otak.

Frekuensi denyut jantung juga dikendalikan secara refleks oleh dua kelompok

reseptor. Reseptor tekanan (atau baroreseptor) adalah reseptor yang sensitif

terhadap perubahan tekanan darah. Reseptor ini ditemukan pada arteri karotis dan

pada lengkung aorta. Apabila tekanan darah meningkat, maka akan terjadi

penurunan rangsang simpatis dan peningkatan rangsang para simpatis, sehingga

frekuensi jantung melambat dan tekanan darah menurun. Ini adalah salah satu

contoh mekanisme homeostatik yang bekerja melalui umpan balik negatif.

       Kemoreseptor adalah reseptor yang sensitif terhadap jumlah oksigen dan

karbondioksida di dalam darah. Kemoreseptor ditemukan di leher dekat arteri

karotis dan dekat aorta. Kemoreseptor ini sensitif terhadap kekurangan oksigen.

Impuls dihantarkan ke pusat jantung dan frekuensi jantung dipercepat untuk

meningkatkan suplai darah (dan tentunya suplai oksigen) ke jaringan.

       Jantung mendapat persarafan dari cabang simpatis dan parasimpatis dari susunan

saraf otonom. System simpatis menggiatkan kerja jantung sedangkan system parasimpatis

bersifat menghambat kerja jantung. Perangsangan simpatis jantung mempunyai efek yaitu

:

    a. Mempercepat denyut jantung sehingga menyebabkan takikardia.

    b. Daya kontraksi jantung menjadi lebih kuat terutama kontraksi miokardium

       ventrikal

       Setiap kerja jantung diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan melalui

pengendalian persarafan pada keadaan istirahat, pengaruh nervus vagus lebih besar

daripada nerfus simpatikus. Waktu kerja, otot atau strestonus simpatis meningkat dan

tonus vagus menurun. Pengaturan oleh persarafan terjadi secara reflex. Untuk terjadinya




.
reflex diperlukan stimulus dan lengkung reflex sehingga memungkinkan terjadinya

jawaban dalam bentuk menggiatan atau menghambat kerja jantung.

       Pada reflex sinus karotikus rangsangannya mengubah tekanan darah. bIla tekanan

darah meningkat maka kerja jantun g akan dihanbat oleh peningkatan tonus prasimpatikus

dan penurunan tonus simpatikus. Sebaliknya, bila tekanan darah rendah maka akan terjadi

penggiatan kerja jantung melalui peningkatan tonus simpatikus dan penurunan tonus

fagus. Pengaruh oksigen dan karbon dioksida terhadap jantung sukar dinilai dari hasil

percobaan. Karena zat ini secara langsung atau mealui reflex juga mempengaruhi

pembuluh darah dan kerja jantung.




.
                            DAFTAR PUSTAKA

Abhique, 2010. Sistem Kardiovaskuler. http://abhique.blogspot.com. Diakses
      pada tanggal 16 Februari 2010 pukul 20.43 WITA.

Angga, 2010. Fisiologi Kardiovaskular. www.blogsot.com. Diakses pada
      tanggal 16 Februari 2010 pukul 20.43 WITA.

Frandson, 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Universitas Gajah Mada Press.
       Yogyakarta.

Sloane , E., 1994, Anatomi dan Fisiologi. Buku Kedokteran EGC.Jakarta.

Syaifuddin, 2002. Fungsi Sistem Tubuh Manusia. Widya Medika, Jakarta.

Tambayong, J., 2001. Anatomi dan Fisiologi untuk Keperwatan. Buku
      Kedokteran EGC. Jakarta.

Watson, R., 2002. Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat. Buku Kedokteran EGC.
       Jakarta.




.
                                       BAB III

                                     PENUTUP



        Sistem kardiovaskuler juga membawa sisa metabolisme untuk dibuang

melalui organ-organ eksresi. Sistem kardiovaskular, yang mencakup jantung dan

sistem sirkulasi, menghantarkan darah ke seluruh tubuh, sehingga tiap sel menerima

banyak suplai oksigen dan bhan makanan.

        Hambatan impuls-impuls memungkinkan pengaturan irama jantung. Sistem ini

merupakan modifikasi dari otot jantung yang disertai tenaga ritmik spontan dan serabut

saraf tertentu yaitu   sino atrial node (Sa node), atrioventrikular node (AV Node),

atrioventrikular bundle (AV bundle , dan serabut penghubung terminal (serabut purkinje).

        Jantung mendapat persarafan dari cabang simpatis dan parasimpatis dari susunan

saraf otonom. System simpatis menggiatkan kerja jantung sedangkan system parasimpatis

bersifat menghambat kerja jantung.




.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: biologi
Stats:
views:23447
posted:3/10/2010
language:Indonesian
pages:13