FUNGSI DAN CARA KERJA JARINGAN TELEKOMUNIKASI

Document Sample
FUNGSI DAN CARA KERJA JARINGAN TELEKOMUNIKASI Powered By Docstoc
					FUNGSI DAN CARA KERJA JARINGAN TELEKOMUNIKASI

1. PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI
Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk
melakukan berbagai aktifitas yang dibutukan dengan mengoptimalkan
sumber daya yang dimilikinya. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang
perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan
manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya.
Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi
antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan,
dan kesehatan.

A. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan
para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan
setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi
dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan
Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja. Misalnya
penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah
satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen
dalam perusahaan, cara lama kebanyakan

B. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan
untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai
E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan
jaringan komunikasi internet.

C. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah
diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan
Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui
Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo,
pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.

D. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seirng
perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari
Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi
sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data,
audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang
murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang
atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan
terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi
lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
E. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan
Sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis
untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit
karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat
penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi
pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi
untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.

2. JARINGAN WIRELINE
Dewasa ini, minat dan pemahaman terhadap sistem keamanan jaringan (network security)
semakin meningkat seiring dengan tingginya kebutuhan untuk itu. Hal ini, tidak diragukan lagi,
terjadi akibat meluasnya penggunaan internet dan banyaknya perusahaan yang telah
mengimplementasikan teknologi informasi berbasis jaringan pada bisnis mereka. Internet
firewall, dengan segala kelebihan maupun kekurangannya, adalah salah satu mekanisme
pengamanan yang paling banyak dipakai saat ini. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari secara
sepintas tentang apa itu internet firewall, sejarahnya, serta melihat bagaimana ia digunakan pada
saat ini maupun di masa mendatang. Istilah “firewall” sendiri sebenarnya juga dikenal dalam
disiplin lain, dan dalam kenyataannya, istilah ini tidak hanya bersangkutan dengan terminologi
jaringan. Kita juga menggunakan firewall, misalnya untuk memisahkan garasi dari rumah, atau
memisahkan satu apartemen dengan apartemen lainnya. Dalam hal ini, firewall adalah penahan
(barrier) terhadap api yang dimaksudkan untuk memperlambat penyebaran api seandainya
terjadi kebakaran sebelum petugas pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api. Contoh
lain dari firewall juga bisa ditemui pada kendaran bermotor, dimana firewall memisahkan antara
ruang penumpang dan kompartemen mesin. Dalam terminologi internet, istilah “firewall”
didefinisikan sebagai sebuah titik diantara dua/lebih jaringan dimana semua lalu lintas (trafik)
harus melaluinya (chooke point); trafik dapat dikendalikan oleh dan diautentifikasi melalui sautu
perangkat, dan seluruh trafik selalu dalam kondisi tercatat (logged). Dengan kata lain, “firewall
adalah penghalang (barrier) antara „kita‟ dan „mereka‟ dengan nilai yang diatur (arbitrary) pada
„mereka‟” (Chesswick, W & Bellovin, S., 1994). Network firewall yang pertama muncul pada
akhir era 1980-an, berupa perangkat router yang dipakai untuk memisahkan suatu network
menjadi jaringan lokal (LAN) yang lebih kecil. Dalam kondisi ini, penggunaan firewall hanya
dimaksudkan untuk mengurangi masalah peluberan (spill over) data dari LAN ke seluruh
jaringan. Hal ini mencegah masalah-masalah semacam error pada manajemen jaringan, atau
aplikasi yang terlalu banyak menggunakan sumber daya meluber ke seluruh jaringan. Firewall
untuk keperluan sekuriti (security firewall) pertama kali digunakan pada awal dekade 1990-an,
berupa router IP dengan aturan filter tertentu. Aturan sekuriti saat itu berupa sesuatu seperti:
ijinkan setiap orang “di sini” untuk mengakses “ke luar sana”, juga cegahlah setiap orang (atau
apa saja yang tidak disukai) “di luar sana” untuk masuk “ke sini”. Firewall semacam ini cukup
efektif, tetapi memiliki kemampuan yang terbatas. Seringkali sangat sulit untuk menggunakan
aturan filter secara benar. Sebagai contoh, dalam beberapa kasus terjadi kesulitan dalam
mengenali seluruh bagian dari suatu aplikasi yang dikenakan restriksi. Dalam kasus lainnya,
aturan filter harus dirubah apabila ada perubahan “di luar sana”. Firewall generasi selanjutnya
lebih fleksibel, yaitu berupa sebuah firewall yang dibangun pada apa yang disebut “bastion
hosts”. Firewall komersial yang pertama dari tipe ini, yang menggunakan filter dan gateway
aplikasi (proxies), kemungkinan adalah produk dari Digital Equipment Corp. (DEC) yang
dibangun berdasarkan firewall korporat DEC. Brian Reid dan tim engineering di laboratorium
sistem jaringan DEC di Pallo Alto adalah pencipta firewall DEC. Firewall komersial pertama
dikonfigurasi untuk, dan dikirimkan kepada pelanggan pertamanya, sebuah perusahaan kimia
besar yang berbasis di pantai timur AS pada 13 Juni 1991. Dalam beberapa bulan kemudian,
Marcus Ranum dari Digital Corp. menciptakan security proxies dan menulis ulang sebagian
besar kode program firewall. Produk firewall tersebut kemudian diproduksi massal dengan nama
dagang DEC SEAL (singkatan dari Security External Access Link)

3. JARINGAN WIRELESS

Beberapa Asumsi Dasar
Diketahui bahwa Perlengkapan WiFi mempunyai batasan jarak komunikasi sekitar 5-8km, jika
lebih dari itu maka kekuatan atau daya nya akan melemah, beberapa asumsi tersebut adalah :
1. Jarak jangkauan komunikasi WiFi sekitar 5-8 km
2. Kemungkinan Akses point berada di ISP

Pada ISP, hubungan internet mereka mungkin menggunakan media telekomunikasi yang berbeda
khususnya untuk hubungan dengan jarak cukup jauh, Contoh :
1. Fiber Optic
2. Microwave links
3. VSAT links
Perlengkapan WLAN untuk digunakan diluar ruangan.
Dalam beberapa kasus, instalasi dan konfigurasi bervariasi, Pada dasarnya kita membutuhkan 4
benda untuk memasang WLAN :
1. PC router, dapat menggunakan Pentium I dan Pentium II dengan RAM 64 MB dan system
operasi Linux
2. WLAN card, Beberapa orang menggunakan PCI card dengan konektor antenna diluar. Tidak
semua WLAN card baik untuk dipakai diluar ruangan, beberapa type dari 3COM cards &
COMPEX tanpa konektor antenna luar maka akan sulit di aplikasikan di luar ruangan.
3. Kabel Pigtail dengan coaxial kabel untuk menghubungkan PCI card dengan antenna
4. Sebuah antenna yang dibutuhkn untuk komunikasi.
Untuk beberapa USB WLAN card yang dibuat dengan antenna berfrekuensi 2,4 GHz, kamu
membutuhkan beberapa benda untuk membuat jarak lebih jauh :
a. buat USB WLAN card menjadi tahan terhadap segala cuaca
b. buat kabel USB WLAN menjadi tahan terhadap segala cuaca
c. Letakkan USB WLAN card di depan reflector parabolic
ACCESS POINT di ISP umumnya diletakkan di tempat yang tinggi di atas tower
Persiapan perlengkapan nirkabel jaringan tetangga ;
Pada bagian Ini kita akan mendiskusikan persiapan untuk membangun jaringan tetangga dengan
nirkabel. Pada dasarnya kita harus mempersiapkan beberapa perangkat keras seperti :

   1.   PC yang dijadikan router
   2.   Kartu Wireless LAN (WiFi)
   3.   Kabel coaxial
   4.   Antenna
   5.   Switch / hub untuk LAN
Kita harus memutuskan system operasi apa yang akan digunakan untuk pendkung PC router.
Biasanya menggunakan system operasi Linux , khususnya Linux mandrake yang mudah
digunakan dan di install (pasang). Saat di jalankan pada text mode minimal kita gunakan
Pentium I atau Pentium II yang dapat selalu digunakan sebaga router.
Perlengkapan Perangkat Keras
1. PC atau Personal Computer yang dapat dijadikan router atau gateway di antara jaringan
nirkabel dan jaringan local tetangga, membutuhkan sesuatu yang sederhana seperti :
- Pentium II 166MHz
- Memory 64Mbyte
- Hard drive 3Gbyte
2.Kartu Wireless LAN
Tidak semuar kartu wireless dapat digunakan untuk jarak yang jauh atau aplikasi diluar ruangan.
Tapi ada juga beberapa kartu jaringan yang dapat digunakan untuk jaringan dengan jarak yang
jauh dan menggunakan konektor antenna
3.Pigtail
Pada frekuensi 2,4 GHz kita biasanya menggunakan konektor tipe N untuk antenna dan kabel
koaksial kita.
Antenna
Sebuah antenna luar biasanya digunakan untuk memperpanjang jangkauan. Antenna yang kita
gunakan bervariasi tergantung dengan aplikasi atau kebutuhan yang akan kita gunakan.
Umumnya kita membutuhkan. :
1. sisi antenna client / pengguna, dapat menggunakan antenna jenis yagi, antenna parabolic dan
antenna dengan menggunakan kaleng.
2. sisi access point , dapat menggunakan antenna jenis omni atau sectoral antenna
Akses point
Di ISP umumnya akses point digunakan untuk melayani client / pengguna jaringan nirkabel.
Beberapa akses point mempunyai fungsi yang kompleks, seperti : DHCP server, Firewall, NAT
dan Proxy server
Beberapa proteksi biasanya akses point dapat digunakan untuk membatasi akses MAC Address
atau IP Address.

4. MODEM

Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang
mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan,
sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau
pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima
dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat
komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan
bagian yang disebut "modem", seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun
umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk
komunikasi pada komputer.

Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem untuk diubah menjadi
sinyal analog. Sinyal analog tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi
seperti telepon dan radio.
Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi sinyal digital kembali dan
dikirimkan kepada komputer. Terdapat dua jenis modem secara fisiknya, yaitu modem eksternal
dan modem internal.

5. SEJARAH SINGKAT TELEPON

Alexander Graham Bell, Penemu Telepon


Saat ini komunikasi antar manusia makin mudah karena udah ada fasilitas telepon yang
sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Lalu siapa tokoh yang paling berjasa
dibalik penemuan telepon? Dia adalah Alexander Graham Bell yang pertama kali
menemukan alat komunikasi ini.

Bell lahir pada tanggal 3 Maret 1847 di Edinburg, Scotland. Bell berasal dari keluarga
yang sangat mementingkan pendidikan. Ayahnya adalah seorang psikolog dan
elocution bernama Alexander Melville Bell, sedangkan kakeknya Alexander Bell
merupakan seorang elucution professor.

Setelah menyelesaikan kuliahnya di University of Edinburg dan University College di
London, Bell memutuskan buat menjadi asisten ayahnya. Dia membantu orang-orang
yang cacat pendengaran untuk belajar berbicara dengan metode yang telah diterapkan
oleh ayahnya, yaitu dengan memperhatikan posisi bibir dan lidah lawan bicara.

Pada saat dia bermukim di London, Bell sempat belajar tentang percobaan yang
dilakukan oleh Herman Ludwig von Helmholtz berupa tuning fork dan magnet yang bisa
menghasilkan bunyi yang terdengar nyaring. Kemudian baru pada tahun 1865 Bell
mempelajari lebih mendalam tentang suara yang keluar dari mulut saat berbicara.

Bell semakin tertarik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan bunyi-bunyian,
makanya dia nggak keberatan ketika harus mengajar di Sarah Fuller, Boston yang
merupakan sekolah khusus orang-orang tuli pada tahun 1870, selain itu Bell juga
bekerja sebagai guru privat. Dan ketika dirinya diangkat menjadi guru besar psikologi di
Boston University pada tahun 1873, Bell mengadakan suatu pertemuan khusus buat
para guru yang menangani masalah murid-murid yang mengalami cacat pendengaran.

Hampir seluruh hidupnya Bell menghabiskan waktunya untuk mengurusi masalah
pendidikan orang-orang yang cacat pendengaran bahkan kemudian dirinya mendirikan
American Association to Promote the Theahing of Speech to the Deaf.

Bell mulai melakukan penelitian dengan menggunakan phonatograph, multiple
telegraph dan electric speaking telegraph dari tahun 1873 sampai 1976 yang dibiayai
oleh dua orang ayah dari muridnya. Salah satu penyandang dananya adalah Gardiner
Hubbard yang mempunyai seorang putri yang telinganya tuli bernama Mabel, wanita
inilah yang dikemudian hari menjadi istri Bell.
Di kemudian hari Bell mengungkapkan keinginannya untuk menciptakan suatu alat
komunikasi dengan transmisi gelombang listrik. Bell pun mengajak temannya Thomas
Watson buat membantu menyediakan perlengkapannya. Penelitiannya dilakukan
dengan menggunakan alat pengatur suara dan magnet untuk menghantarkan bunyi
yang akan dikirimkan, peristiwa ini terjadi pada tanggal 2 Juni 1875.

Akhirnya terciptalah karya Bell sebuah pesawat penerima telepon dan pemancar yang
bentuknya berupa sebuah piringan hitam tipis yang dipasang di depan electromagnet.
Baru pada tanggal 14 Februari 1876 Bell mematenkan hasil penemuannya, tapi oleh
US Patent Office penemuan Bell ini baru resmi dipatenkan pada tanggal 7 Maret untuk
“electric speaking telephone”.

Bell terus memperbarui penemuannya dan untuk pertama kalinya dia berhasil
mengirimkan suatu kalimat berbunyi “Watson, come here, I want you” pada tanggal 10
Maret 1876.

6. PROSES KERJA TELEPON
Bagian pemanggil (Dialer) berfungsi untuk memanggil nomor tujuan. Ada dua
cara pemanggilan pada pesawat telepon, yaitu dengan rotary dial (pulse dial) dan
dengan penekanan tombol (tone dial). Pemanggilan dengan rotary dial berdasarkan
prinsip kerja pulsa, dimana setiap nomor yang diputar / ditekan akan dikonversi menjadi
pulsa. Jadi jika dilakukan penekanan nomor „1‟, akan dihasilkan satu pulsa, demikian
pula jika penekanan nomor „7‟ akan dihasilkan tujuh pulsa. Di antara grup pulsa yang
mewakili nomor-nomor yang ditekan tadi, ada jarak antar pulsa (dinamakan inter train
pause).
Panjang pulsa 1 bit dalam 1 digit adalah 100 ms. Jarak antar digit (inter train
pause) sepanjang 400 ms, sedangkan dalam kondisi release mempunyai panjang 600
ms. Pada sistim pemanggilan dengan penekanan tombol (tone dial), digunakan prinsip
DTMF (Dual Tone Multi Frequency), dimana masing-masing tombol mewakili angka
dari 0 sampai dengan 9 dan tanda * dan #. Tombol-tombol ini ditekan oleh pengguna
untuk memanggil nomor tujuan. Setiap penekanan nomor / tombol akan menghasilkan
sinyal yang merupakan kombinasi dari dua frekuensi, yaitu frekuensi atas dan frekuensi
bawah. Kombinasi dua frekuensi ini ditunjukkan pada gambar 1.2. Sebagai contoh, jika
pengguna menekan angka „1‟, maka akan dihasilkan sinyal dengan kombinasi frekuensi
697 Hz dan 1209 Hz. Sinyal ini nantinya akan dikirim ke sentral bersama-sama dengan
angka lain yang ditekan, sebagai nomor tujuan.
Bagian pengiriman suara dilakukan oleh microphone. Microphone mendapat catu
daya dari sentral. Bagian utama dari microphone adalah membrane, yang terbuat dari
carbon atau capacitor. Membran ini akan bergetar jika ada suara di dekatnya.
Selanjutnya getaran akan dirubah menjadi arus listrik dan dikirimkan ke sentral. Jalur
dari microphone ke sentral untuk proses bicara adalah satu jalur, karena itu pelanggan
dapat mendengar suaranya sendiri saat melakukan pembicaraan. Frekuensi suara
bicara adalah 300 sampai 3400 Hz. Bagian dengar dan dering dilakukan oleh speaker.
Bagian dengar di sisi pelanggan yang dipanggil 4
Speaker akan melewatkan sinyal bicara setelah sinyal tersebut melalui kopling
transformer dengan tahanan dari sentral sekitar 600 Ohm. Nada dering diberikan oleh
sentral, dengan frekuensi 440+480 Hz. Nada ini ditangkap sebagai arus di pesawat
telepon yang akan menggetarkan bagian palu bel (ringer). Selanjutnya akan dikirim ke
bagian speaker untuk dibunyikan.dikerjakan oleh speaker.
Cara kerja dari pesawat telepon di atas adalah sebagai berikut : saat pelanggan
mengangkat handset (dikatakan sebagai kondisi off hook), dimana telephone cradle
terangkat ke atas, pada saat itu switch hook menghubungkan jalur pesawat telepon
dengan jalur Tip dan Ring dari sentral. Hubungan ini menyebabkan terjadinya
pemberian catu daya oleh sentral kepada pesawat tersebut. Catu daya yang diberikan
sentral sebesar -48 Volt (catu daya yang diberikan PABX sebagai sentral mini adalah -
24 Volt). Catu daya ini berbentuk sinyal DC yang tidak dapat didengar oleh pelanggan.
Supaya pelanggan mengerti bahwa dia sudah terhubung ke sentral, maka sentral juga
memberikan dial tone (nada sambung). Setelah mendengar dial tone, pelanggan
kemudian menekan nomor-nomor pada tombol yang tersedia sebagai nomor tujuan.
Urutan nomor tujuan ini dikirim ke sentral untuk dilakukan verifikasi apakah nomor
tersebut berada di sentral yang sama dengan pelanggan atau di sentral lain atau
malahan sebagai nomor yang tidak dikenal. Jika nomor sudah dikenali sentral,
pelanggan pemanggil akan diberi nada dering balik (ring back tone) oleh sentral
sebagai tanda bahwa nomor tujuan sudah tercapai. Sedangkan pelanggan tujuan akan
mendengar nada dering / nada panggil (ring tone). Jika nomor tujuan sedang sibuk
maka pelanggan pemanggil mendengar nada sibuk (busy tone). Setelah mendengar
nada dering, pelanggan pemanggil mengangkat handset, selanjutnya terjadi
percakapan. Proses percakapan pada sisi pelanggan dilaksanakan oleh microphone
(sebagai pengirim suara) dan speaker (sebagai pendengar). Pelanggan dapat
mendengar suaranya sendiri karena jalur pengiriman suara ke dan dari sentral berada
pada jalur yang sama. Jika sudah selesai melakukan pembicaraan, salah satu
pelanggan menutup handset (disebut sebagai kondisi on hook), pada saat ini switch
hook dilepas dari sambungan antara jalur pesawat telepon dan jalur Tip dan Ring dari
sentral. Kondisi ini menyebabkan sentral me-release saluran yang digunakan
pelanggan tadi.

7. PROSES KERJA RADIO PANGGIL
Gelombang Radio-AM
Sinyal yang berbentuk analog, juga dapat ditransmisikan melalui udara, seperti misalnya:
gelombang radio. AM-Radio yang merupakan singkatan dari Amplitude Modulation, dapat
menangkap sinyal pada frekwensi yang sama, dan dengan kekuatan dan amplitude yang
dimilikinya, dapatlah menggerakkan informasi kearah yang dituju.
Pemancar Radio-FM /Station Televisi
Pemancar radio-FM dan station televisi juga dapat digunakan untuk menyalurkan gelombang
analog. Dalam hal ini, Station televisi ataupun pemancar Radio-FM (Frekwensi Modulation)
akan ng mendiami gelombang antara 54 hingga 806 megahertz (millions of cycles per second)
Radio Komunikasi Gelombang Pendek.
Dalam hal ini, radio komunikasi gelombang pendek banyak digunakan oleh kalangan tertentu,
misalnya ORARI ataupun kepolisian, juga dapat dimanfaatkan untuk membawa sinyal analog
ketempat yang dituju. Radio komunikasi gelombang pendek memiliki frekwensi yang lebih
tinggi jika dibanding dengan frekwensi yang dimiliki oleh pemacar radio-AM.
8. PROSES KERJA TELEPON SELULER

CARA KERJA TELEPON SELULER

Telepon Seluler atau yang sering disebut Hand Phone atau HP merupakan paduan perpaduan
antara Teknologi Telepon dengan Teknologi Radio. Tetapi dalam perkembangannya Teknologi
Komputer juga masuk dengan mulus pada telepon seluler ini.

Sebelum adanya teknologi seluler, setiap orang yang membutuhkan komunikasi bergerak harus
memasang Telepon radio di dalam mobilnya. Untuk melayani telepon radio ini, setiap kota
didirikan sebuah menara sentral, yang cukup besar agar mampu menjangkau jarak yang cukup
jauh, mungkin sekitar 70 km. Menara sentral ini masih mempunyai saluran yang sangat terbatas.
Tidak lebih dari 50 saluran, artinya menara sentral tidak akan mampu melayani lebih dari jumlah
saluran yang dimilikinya pada saat yang bersamaan, yang mana keadaan seperti ini akan
membuat kemampuan untuk melayani telepon radio juga sangat terbatas. Dengan telepon radio /
telepon mobil ini berarti kita juga harus mempunyai pesawat transmisi yang kuat yang cukup
mampu untuk mengirim sinyal pada jarak yang cukup jauh.

Teknologi seluler membagi sebuiah kota menjadi sel-sel kecil dengan luas wilayah tertentu.
Sistem ini memungkinkan frekuensi yang luas digunakan berkali-kali di seantero kota, sehingga
memungkinkan jutaan orang dapat menggunakan telepon sel-sel yang disebut sebagai “Seluler”
itu secara bersamaan.

Setiap sel memiliki sebuah Base Transmission Station ( BTS ), yang terdiri dari sebuah menara
dan sebuah bangunan berisi perlengkapan pemancaran dan penerimaan sinyal telepon. BTS
inilah yang akan melayani setiap panggilan telepon selular, menerima sinyal, mengolah, dan
kemudian menghubungkan ke nomor yang dituju. Karena dalam satu kota atau wilayah terdapat
banyak BTS, maka ponsel akan dilayani oleh BTS yang ada di sekitar Ponsel kita, terutama yang
paling dekat. Pelayanan ini akan berpindah secara otomatis, manakala telepon kita sedang
bergerak dari wilayah layanan BTS yang satu ke wilayah layanan BTS yang lain.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:26252
posted:3/9/2010
language:Indonesian
pages:8