PROSPEKTUS REKSA DANA DANAREKSA ANGGREK

Document Sample
scope of work template
							                 PROSPEKTUS REKSA DANA DANAREKSA ANGGREK
                                     (PEMBAHARUAN)


Tanggal Efektif: 5 Juli 1996               Tanggal Mulai Penawaran: 17 Juli 1996

Reksa Dana Danareksa DANAREKSA ANGGREK (“DANAREKSA ANGGREK”) adalah Reksa
Dana terbuka berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (“KIK”) berdasarkan Undang-undang
Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Kontrak Investasi Kolektif DANAREKSA ANGGREK
dituangkan dalam Akta Nomor 10 tanggal 3 Juli 1996 dan Perubahan Kontrak Investasi
Kolektif DANAREKSA ANGGREK No. 30 Tanggal 23 Juli 2002 yang dibuat dihadapan Notaris
Benny Kristianto, S.H. di Jakarta, antara PT Danareksa Investment Management sebagai
Manajer Investasi dan ABN AMRO BANK sebagai Bank Kustodian yang kemudian digantikan
oleh CITIBANK, N.A., Cabang Indonesia sebagai Bank Kustodian.

DANAREKSA ANGGREK bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan nilai investasi yang
optimal dalam jangka panjang namun tetap memberikan pendapatan yang memadai.
Kekayaan DANAREKSA ANGGREK akan diinvestasikan maksimum 70% ke dalam Efek Ekuitas,
maksimum 70% dalam Efek Hutang serta maksimum 30% dalam Instrumen Pasar Uang.
                                  PENAWARAN UMUM

PT. Danareksa Investment Management sebagai Manajer Investasi melakukan Penawaran
Umum atas Unit Penyertaan DANAREKSA ANGGREK secara terus menerus sampai dengan
500,000,000 (lima ratus juta) Unit Penyertaan.

Setiap Unit Penyertaan DANAREKSA ANGGREK ditawarkan pada harga yang sama dengan
Nilai Aktiva Bersih awal sebesar Rp 1.000,- (seribu Rupiah) per Unit Penyertaan. Untuk
selanjutnya, harga Unit Penyertaan DANAREKSA ANGGREK ditetapkan berdasarkan Nilai
Aktiva Bersih per Unit Penyertaan pada akhir Hari Bursa yang bersangkutan.




             MANAJER INVESTASI                              BANK KUSTODIAN
   PT. Danareksa Investment Management                           Citibank, N.A
               Gedung Danareksa                         Citibank Tower, Lantai 11
        Jl. Medan Merdeka Selatan 14                    Jl. Jend. Sudirman Kav. 54
                  Jakarta 10110                                 Jakarta 12190
            Telp. (62-21) 350-9777                        Tel. (62-21) 5290 8607
             Fax. (62-21) 350-1713                        Fax. (62-21) 5290 8600

PENTING: SEBELUM ANDA MEMUTUSKAN UNTUK MEMBELI UNIT PENYERTAAN DANAREKSA
ANGGREK, ANDA HARUS TERLEBIH DULU MEMPELAJARI ISI PROSPEKTUS INI KHUSUNYA BAB
III MENGENAI MANAJER INVESTASI (HALAMAN 4), BAB V MENGENAI TUJUAN DAN KEBIJAKAN
INVESTASI (HALAMAN 8) DAN BAB VIII MENGENAI RISIKO (HALAMAN 14)
BAPEPAM TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK
INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI, SETIAP
PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN
MELANGGAR HUKUM

                  Prospektus ini dibuat di Jakarta pada tanggal 30 April 2007
UNTUK DIPERHATIKAN : DANAREKSA ANGGREK TIDAK TERMASUK
INSTRUMEN INVESTASI YANG DIJAMIN OLEH PEMERINTAH DAN BANK
INDONESIA. SEBELUM MEMBELI UNIT PENYERTAAN, CALON INVESTOR HARUS
TERLEBIH DAHULU MEMPELAJARI DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS DAN
DOKUMEN PENAWARAN LAINNYA. ISI DARI PROSPEKTUS DAN DOKUMEN
PENAWARAN LAINNYA BUKANLAH SUATU SARAN BAIK DARI SISI BISNIS,
HUKUM MAUPUN PAJAK. OLEH KARENA ITU, CALON PEMEGANG UNIT
PENYERTAAN DISARANKAN UNTUK MEMINTA PERTIMBANGAN ATAU
NASEHAT DARI PIHAK-PIHAK YANG BERKOMPETEN SEHUBUNGAN DENGAN
INVESTASI DALAM DANAREKSA ANGGREK. CALON PEMEGANG UNIT
PENYERTAAN HARUS MENYADARI BAHWA TERDAPAT KEMUNGKINAN
PEMEGANG UNIT PENYERTAAN AKAN MENANGGUNG RISIKO SEHUBUNGAN
DENGAN UNIT PENYERTAAN YANG DIPEGANGNYA. SEHUBUNGAN DENGAN
KEMUNGKINAN ADANYA RISIKO TERSEBUT, APABILA DIANGGAP PERLU
CALON PEMEGANG UNIT PENYERTAAN DAPAT MEMINTA PENDAPAT DARI
PIHAK-PIHAK YANG BERKOMPETEN ATAS ASPEK BISNIS, HUKUM, KEUANGAN,
PAJAK, MAUPUN ASPEK LAIN YANG RELEVAN.
                                     DAFTAR ISI


                                                                        Halaman


I.      Istilah dan Definisi                                              1

II.     Informasi Mengenai DANAREKSA ANGGREK                              3

IIII.   Informasi Mengenai Manajer Investasi                              4

IV.     Informasi Mengenai Bank Kustodian                                 7

V.      Tujuan dan Kebijakan Investasi                                    8

VI.     Metode Penghitungan Nilai Pasar Wajar                            10

VII.    Perpajakan                                                       13

VIII.   Faktor-faktor Risiko Utama                                       14

IX.     Manfaat Investasi                                                15

X.      Hak-Hak Pemegang Unit Penyertaan                                 17

XI.     Alokasi Biaya                                                    19

XII.    Pembubaran dan Likuidasi                                         21

XIII.   Skema Penjualan dan Pembelian Kembali (Pelunasan)
        DANAREKSA ANGGREK                                                23

XIV. Persyaratan dan Tata Cara Pembelian Unit Penyertaan                 26

XV.     Persyaratan dan Tata Cara Penjualan Kembali (Pelunasan) Unit     28
        Penyertaan

XVI. Ketentuan Mengenai Rekening Pasif dan Penutupan Rekening            29
     Untuk Semua Reksa Dana (Dormant Account)

XVII. Informasi Mengenai Penyebarluasan Prospektus dan Formulir Pemesanan 30
      Pembelian Unit Penyertaan

XVIII. Laporan Keuangan                                                   31
                                             I

                                  ISTILAH DAN DEFINISI


Istilah dan definisi yang digunakan dalam Propektus ini mengacu dan mempunyai arti yang
sama dengan definisi yang terdapat dalam Undang Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang
Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaannya, kecuali bila secara tegas dinyatakan lain.

“Reksa Dana”
Adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk
selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

“Kontrak Investasi Kolektif (KIK)”
Adalah kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Unit
Penyertaan dimana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi
kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan Penitipan Kolektif.

“Manajer Investasi”
Adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabah atau
mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan
asuransi, dana pensiun dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Bank Kustodian”
Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta
jasa lain, termasuk menerima deviden, bunga dan hak-hak lain menyelesaikan transaksi Efek
dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

“Efek”
Adalah surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham,
obligasi, tanda bukti hutang,Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, kontrak berjangka
atas Efek dan setiap derivatif dari Efek.

“Prospektus”
Adalah setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran Umum dengan tujuan agar
Pihak lain membeli Efek.

“Portofolio Efek”
Adalah kumpulan Efek yang dimiliki oleh Pihak.

“Bursa Efek”
Adalah Pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk
mempertemukan penawaran jual dan beli Efek Pihak-Pihak lain dengan tujuan
memperdagangkan Efek di antara mereka.

“Hari Bursa”
Adalah Hari Kerja dimana perdagangan Efek di Bursa Efek Jakarta berlangsung.




                                             1
“Hari Kerja”
Adalah Hari selain hari Sabtu, Minggu dan Hari Libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

“Unit Penyertaan”
Adalah satuan ukuran yang menunjukkan bagian kepentingan setiap Pihak dalam portofolio
investasi kolektif.

“Nilai Aktiva Bersih (NAB) Portofolio”
Adalah besaran yang menggambarkan nilai asset suatu Reksa Dana pada suatu saat, setelah
dikurangi dengan seluruh kewajibannya.

“NAB Per Unit”
Adalah Total NAB dibagi dengan jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki oleh seluruh pemegang
Unit Penyertaan. NAB per Unit dihitung setiap Hari Bursa oleh bank Kustodian berdasarkan
ketentuan Bepepam yang berlaku, kemudian dipublikasikan melalui surat kabar yang memiliki
skala peredaran nasional.




                                             2
                                            II

                    INFORMASI MENGENAI DANAREKSA ANGGREK


1. PENDIRIAN REKSA DANA
   DANAREKSA ANGGREK adalah Reksa Dana yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
   yang dituangkan dalam Akta Nomor 10 tanggal 3 Juli 1996 dan Perubahan terhadap
   Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana DANAREKSA ANGGREK Nomor 30 tanggal 23 Juli
   2002 yang dibuat dihadapan Notaris Benny Kristianto, S.H. dan telah beberapa kali
   mengalami perubahan antara PT Danareksa Investment Management sebagai Manajer
   Investasi dan ABN AMRO BANK sebagai Bank Kustodian. Berdasarkan Akta Perubahan
   Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana DANAREKSA ANGGREK, nomor 19 tanggal 12 Mei
   2005 dibuat dihadapan Benny Kristianto, SH, Notaris di Jakarta, dilakukan penggantian
   bank kustodian dari ABN AMRO Bank kepada Citibank, N.A. Cabang Indonesia.

2. PENAWARAN UMUM DAN PENEMPATAN DANA AWAL
   DANAREKSA ANGGREK mulai ditawarkan kepada masyarakat pada tanggal 17 Juli 1996
   dengan harga Rp 1.000,- (seribu Rupiah) per unit dan penawaran dilaksanakan secara
   terus-menerus hingga mencapai 500.000.000 (lima ratus juta) unit. Harga Unit Penyertaan
   setelah tanggal 17 Juli 1996 ditentukan sesuai dengan Nilai Aktiva Bersih portofolio
   DANAREKSA ANGGREK. Manajer Investasi dapat sewaktu-waktu menambah jumlah Unit
   Penyertaan DANAREKSA ANGGREK yang ditawarkan setelah memberitahukan dan
   mendapat persetujuan BAPEPAM.

   Jumlah Unit Penyertaan minimum yang dapat dibeli oleh setiap pihak pada pembelian
   pertama adalah setara dengan Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah), dan pada setiap
   pembelian berikutnya adalah setara dengan nilai Rp 500.000,- (lima ratus ribu Rupiah).
   Sedangkan jumlah Unit Penyertaan maksimal yang dapat dimiliki oleh setiap pihak adalah
   10.000.000 (sepuluh juta) unit atau 2% dari jumlah Unit Penyertaan yang ditetapkan.

3. JANGKA WAKTU PEMBAYARAN ATAS UNIT PENYERTAAN YANG DIJUAL KEMBALI
   OLEH PEMODAL
   Semua Pemegang Unit Penyertaan DANAREKSA ANGGREK wajib memiliki rekening Bank,
   baik berupa rekening tabungan atau rekening giro. Pembayaran hasil penjualan kembali
   Unit Penyertaan akan dilakukan oleh Bank Kustodian ke dalam rekening Bank pemegang
   Unit Penyertaan selambatnya 7 (tujuh) Hari Bursa sejak adanya permintaan penjualan
   kembali oleh Pemegang Unit Penyertaan (‘Hari Transaksi’).

4. TOLOK UKUR
   Tolok ukur kinerja DANAREKSA ANGGREK adalah pendapatan rata-rata dari hasil investasi
   pada deposito pada bank-bank umum milik negara untuk jangka waktu 3 bulan setelah
   dipotong pajak penghasilan serta pertumbuhan Index Harga Saham Gabungan (IHSG)
   dalam periode pengukuran yang sama.




                                            3
                                            III

                                  MANAJER INVESTASI


1. RIWAYAT SINGKAT PERUSAHAAN
   PT Danareksa Investment Management (dahulu bernama PT. Danareksa Fund
   Management), didirikan dengan Akta nomor 26 tanggal 1 Juli 1992 dibuat dihadapan
   Imas Fatimah, SH, Notaris di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
   Indonesia dengan Surat Keputusan nomor C2-7283.HT.01.01.TH.92 tanggal 3 September
   1992 dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia nomor 86
   tanggal 27 Oktober 1992, Tambahan nomor 5391, akta mana telah mengalami beberapa
   perubahan dan terakhir berdasarkan Akta nomor 37 tanggal 9 November 2004 dibuat
   dihadapan Eddy Muljanto, S.H, notaris di Jakarta, laporan atas perubahan akta tersebut
   telah diterima oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI dengan nomor C-29309
   HT.01.04 TH 2004 tanggal 3 Desember 2004 dan dimuat dalam Berita Negara Nomor 1
   tanggal 4 Januari 2005. Untuk menjalankan kegiatan usahanya, PT Danareksa Investment
   Management telah memperoleh ijin sebagai Manajer Investasi berdasarkan Surat
   Keputusan Ketua BAPEPAM nomor KEP-27/PM-MI/1992 tanggal 9 Oktober 1992.

2. PENGALAMAN MANAJER INVESTASI
   Sejak didirikannya PT Danareksa Investment Management pada tahun 1992, kegiatan
   usaha sebagai Manajer Investasi, dan Penasehat Investasi termasuk namun tidak terbatas
   pada usaha pengelolaan portofolio Sertifikat PT Danareksa yang dialihkan kepada PT
   Danareksa Investment Management. Sejak 17 Juli 1996 PT Danareksa Investment
   Management telah mengelola 20 (dua puluh) Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi
   Kolektif yaitu Dana Tetap Optima, Danareksa Anggrek, Danareksa Mawar, Danareksa
   Melati Dolar Amerika Serikat, Danareksa Syariah Berimbang, Seruni Pasar Uang, Bunga
   Bangsa, Jiwasraya Fixed Income, Danareksa Gebyar Indonesia, PermataInves, Pundi Reksa
   Dollar Amerika Serikat, AA Investa Reksa Dollar Amerika Serikat, AA Investa Reksa, Dana
   Fleksi, Dana Likuid Kombinasi, Dana Investasi Bersama, Danareksa Indeks Syariah,
   Danareksa Proteksi Dinamis, Danareksa Proteksi Dinamis Plus dan Danareksa Proteksi
   Dinamis Optima dan Danareksa Melati Premium Dollar.

3. KOMITE INVESTASI
   Komite Investasi terdiri dari Komisaris dan Direksi yang mengawasi kegiatan perusahaan
   serta mengawasi kegiatan Tim Pengelola Investasi dalam menjalankan kebijakan dan
   strategi investasi sehari-hari sesuai dengan tujuan investasi. Anggota Komite Investasi
   terdiri dari:

   Priyo Santoso, memperoleh gelar Master of Applied Finance dari The University of
   Melbourne dan Sarjana Fisika dari Universitas Indonesia. Yang bersangkutan memulai
   karirnya di Bank Niaga pada tahun 1991 sebagai Analis Pasar Keuangan dan Risk
   Management untuk Treasury Management Division dan selanjutnya, ia bergabung dengan
   PT. Sigma Batara Securities sebagai Fixed Income Research Analyst pada tahun 1995.
   Berkat kemampuannya dalam bidang Efek Pendapatan Tetap (Fixed Income Sucirites), ia
   diterima bergabung di PT. Danareksa Investment Management pada tahun 1996 sebagai
   Portfolio Manager dan yang bersangkutan telah mendapat ijin Wakil Manajer Investasi dari
   BAPEPAM. Saat ini, yang bersangkutan menjabat sebagai Direktur Utama PT. Danareksa
   Investment Management.

                                            4
4. TIM PENGELOLA INVESTASI
   Tim Pengelola Investasi PT Danareksa Investment Management dipimpin John D. Item,
   yang dibantu oleh Ernawan R. Salimsyah dan Henry V. Surya. Tim Pengelola Investasi
   bertugas melaksanakan kebijakan investasi DANAREKSA ANGGREK dalam strategi
   investasi agar sesuai dengan tujuan investasi.

   John D. Item, CFA, MBA dari California State University dan Sarjana Ekonomi Universitas
   Indonesia, yang mengawali karirnya dibidang keuangan dengan bergabung dengan
   Citibank N.A, Jakarta sejak tahun 1990 untuk kemudian bergabung dengan PT Danareksa
   Investment Management sejak tahun 2000, bertanggung jawab sebagai Head of Asset
   Management. Yang bersangkutan telah memiliki ijin sebagai Wakil Manajer Investasi dari
   Bapepam.

   Ernawan R. Salimsyah, Master of Applied Finance dari University of Newcastle, Australia
   dan Sarjana Matematika dari ITB, mengawali karirnya di industri Pasar Modal dengan
   bekerja pada PJ Etheridge Pty Ltd (Certified Financial Planner and Agen for AMP Ltd),
   Newcastle, Australia dari tahun 1998-2002 dengan posisi terakhir sebagai Para Planner.
   Pada bulan Juli 2003 bergabung dengan PT. Danareksa Investment Mangement dengan
   posisi terakhir sebagai Portfolio Manager. Yang bersangkutan telah memiliki ijin Wakil
   Manajer Investasi (Kep-117/PM/WMI/2003) dan WPPE (Kep-54/PM/WPPE/2003) dari
   BAPEPAM.

   Henry V. Surya, Sarjana Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dari Universitas
   Indonesia, mengawali karir sebagai asisten pengajar pada Fakultas Ekonomi Universitas
   Indonesia, juga sebagai Staf Riset pada Lembaga Demografi FEUI, kemudian pada Center
   for Policy Implementation Studies. Pada bulan Juli 2003 bergabung dengan PT Danareksa
   Investment Management. Yang bersangkutan telah memiliki ijin Wakil Manajer Investasi
   (KEP-105/PM/WMI/2004), juga WPEE (KEP-51/PM/WPEE/2005) dan WPPE (KEP-
   06/PM/WPPE/2005) dari BAPEPAM.

5. PIHAK YANG TERAFILIASI DENGAN MANAJER INVESTASI
   Pemegang saham PT. Danareksa Investment Management adalah PT. Danareksa (Persero)
   dengan besar kepemilikan sebesar 99.996% dan PT. Danareksa Finance dengan besar
   kepemilikan sebesar 0.004%. PT. Danareksa (Persero) juga menjadi pemegang saham
   utama pada PT. Danareksa Sekuritas, PT. Danareksa Finance dan PT. Danareksa Future.




                                            5
                                                  IV

                                       BANK KUSTODIAN



1. KETERANGAN SINGKAT BANK KUSTODIAN
   Citibank, N.A. adalah sebuah asosiasi yang didirikan pada tahun 1812 berdasarkan hukum
   Amerika Serikat dengan nama “the National City Bank of New York” dan berkedudukan
   di kota New York, negara bagian New York, Amerika Serikat. Pada tahun 1955, the
   National City Bank of New York berganti nama menjadi “the First National City Bank of
   New York”, kemudian pada tahun 1962 menjadi “First National City Bank” dan pada
   tahun 1976 menjadi Citibank, N.A.

   Citibank, N.A. telah beroperasi di Indonesia dan melakukan kegiatan sebagai bank umum
   sejak tahun 1968, berdasarkan ijin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan
   Surat Keputusan No.D.15.6.3.22 tanggal 14 Juni 1968.

   Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-
   91/PM/1991 tanggal 19 Oktober1991, Citibank, N.A. telah memperoleh persetujuan
   sebagai Tempat Penitipan Harta/Bank Kustodian di bidang pasar modal.

   Citibank, N.A. merupakan bagian dari Citigroup Inc., perusahaan layanan keuangan global
   yang terkemuka.

2. PENGALAMAN BANK KUSTODIAN
   Securities & Funds Services (SFS) adalah kliring dan kustodi grup yang merupakan bagian
   dari Citigroup Global Transaction Services (GTS). Di Indonesia, bisnis utama dari SFS adalah
   bisnis kustodi. SFS didukung sepenuhnya oleh staf-staf khusus dan berpengalaman di
   bidangnya masing-masing seperti Product, Marketing, Information Technology, Operations
   dan Client Services. Spesialisasi ini menjamin tercapainya tingkat pelayanan tertinggi bagi
   seluruh konsumen Citigroup.

   Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun di bidang kustodi, jumlah asset yang dikelola
   Citigroup Global saat ini telah mencapai lebih dari USD 5 trilliun, dimana USD 11 milyar
   asset dikelola oleh Citibank, N.A. Indonesia. Citigroup juga telah lama mengukuhkan diri
   sebagai pengelola surat berharga di negara-negara berkembang di Asia, Amerika Latin,
   dan Eropa Timur. Saat ini, Citigroup memberikan pelayanan kustodi di lebih dari 70
   negara dengan jaringan global kustodi-nya secara pro-aktif untuk seluruh investor di
   dunia.

   Walaupun fokus Citigroup adalah pengembangan keahlian dalam jaringan globalnya,
   tetapi Citigroup juga telah berhasil menciptakan jati diri yang kuat di lokal market yang
   sebagian besar terdiri dari staf lokal. Tujuannya adalah supaya staf lokal ini mampu
   memberikan keunggulan dalam memberikan pelayanan di setiap negara yang tentunya
   mempunyai ketentuan finansial dan hukum berbeda. Dengan strategi “Think Globally, Act
   Locally” ini, Citigroup tetap mampu menjamin pemberian pelayanan terhadap lokal
   investor di setiap negara dengan standar karakteristik “Citigroup Global” tertinggi.
   Citigroup juga selalu berusaha mengembangkan sistem teknologi-nya untuk mendukung
   pelayanan terhadap konsumen. Setiap tahunnya, Citigroup mengalokasikan dana sekitar
   USD 50 juta untuk pengembangan sistem dan teknologi bisnis sekuritas di seluruh dunia.
   Jumlah ini sendiri adalah dua kali lebih banyak dari budget rata-rata perusahaan lain.


                                              6
   Citibank, N.A. memulai usaha dalam bidang Tempat Penitipan Harta untuk Pasar Modal di
   Indonesia sejak mendapatkan izin dari BAPEPAM pada bulan Oktober 1991 dan telah
   memberikan pelayanan kustodian reksa dana pada tahun 1996. Sejak mulai beroperasi di
   Indonesia, Citibank, N.A. selalu berada di peringkat atas ranking “Top Rated Custodian
   Banks in the Market” berdasarkan Global Custodian Survey.

   Pada tanggal 5 January 2005, Citigroup secara global mengakuisisi ABN Amro kustodi
   bisnis, termasuk di Indonesia. Termasuk dalam akuisisi ini, Citibank, N.A. Indonesia juga
   mengambil alih bisnis pengadministrasian reksadana ABN, yang pada saat ini mengelola
   37 reksa dana dengan total NAB per Juni 2004 sebesar lebih dari 25 trilliun rupiah dengan
   jumlah pemegang unit penyertaan mencapai 71,000 pemegang unit pernyertaan. Dengan
   adanya pengambil-alihan bisnis ABN Amro, Citibank, N.A. Indonesia sekarang mempunyai
   struktur jenis produk yang sangat lengkap, didukung sistem database dan teknologi
   mutakhir, serta jumlah karyawan yang bertambah. Ini membuktikan fokus Citibank, N.A.
   Indonesia untuk tetap bersaing, berkembang dan menjadi yang terbaik di bisnis kustodi
   dan pengadministrasian reksadana di Indonesia dan di luar negeri.

   Demi kepentingan dan kepuasan customer, Citibank, N.A. Indonesia bertekad untuk
   memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan tujuan dari seluruh investor. Dalam
   hal ini, Citibank, N.A. Indonesia berusaha menjadi mitra-kerja dan partner terbaik dalam
   memenuhi seluruh kebutuhan dan kepentingan di dalam bidang jasa kustodian dan
   administrasi reksa dana ini.


3. PIHAK YANG TERAFILIASI DENGAN BANK KUSTODIAN
   Pihak/perusahaan yang terafiliasi dengan Bank Kustodian yang kegiatan usahanya di
   bidang pasar modal adalah PT. Citigroup Securities Indonesia.




                                            7
                                                  V

                            TUJUAN DAN KEBIJAKAN INVESTASI


1. TUJUAN INVESTASI
   DANAREKSA ANGGREK bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan nilai investasi yang
   optimal dalam jangka panjang namun tetap memberikan pendapatan yang memadai.

2. KEBIJAKAN INVESTASI
   Portofolio DANAREKSA ANGGREK akan dikelola secara aktif guna mendapatkan
   peragaman (diversifikasi) yang menunjang tujuan investasi. Kekayaan DANAREKSA
   ANGGREK akan diinvestasikan dengan jangkauan alokasi aset sebagai berikut:

                                                                 Komposisi
                 Jenis Instrumen           Jangkauan
                                                                 berimbang
             Efek Ekuitas                    0 – 70%                 60%
             Efek Hutang                     0 – 70%                 30%
             Instrumen Pasar Uang            0 – 30%                 10%


3. PEMBATASAN INVESTASI
   Sesuai dengan peraturan Bapepam yang tertuang dalam Kep-03/PM/2004 tanggal 09
   Februari 2004, Manajer Investasi Reksa Dana DANAREKSA ANGGREK dilarang melakukan
   tindakan yang dapat menyebabkan Reksa Dana berbentuk KIK yang telah dinyatakan
   efektif:
       a. membeli Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri yang informasinya
            tidak dapat diakses melalui media massa atau fasilitas internet yang tersedia;
       b. membeli Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri yang informasinya
            dapat diakses melalui media massa atau fasilitas internet yang tersedia lebih dari
            15% (lima belas per seratus) dari Nilai Aktiva Bersih;
       c. melakukan transaksi lindung nilai atas pembelian Efek yang diperdagangkan di
            Bursa Efek luar negeri lebih besar dari nilai Efek yang dibeli;
       d. membeli Efek Bersifat Ekuitas yang diterbitkan oleh perusahaan yang telah
            mencatatkan Efeknya pada Bursa Efek di Indonesia lebih dari 5% (lima per seratus)
            dari modal disetor perusahaan dimaksud;
       e. membeli Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan lebih dari 10% (sepuluh per
            seratus) dari Nilai Aktiva Bersih reksa Dana pada setiap saat. Pembatasan ini
            termasuk pemilikan surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank-Bank tetapi tidak
            termasuk Sertifikat Bank Indonesia dan obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah
            Republik Indonesia
       f. menjual Unit Penyertaan kepada setiap pemodal lebih dari 2% (dua per seratus)
            dari jumlah Unit Penyertaan yang ditetapkan dalam kontrak, kecuali
                1. bagi Manajer Investasi , semata-mata untuk kepentingan sendiri dan bukan
                    untuk kepentingan Pihak lain. Pembelian tersebut guna menjamin
                    pembayaran atas penjualan kembali (pelunasan) Unit Penyertaan oleh
                    pemegang Unit Penyertaan; dan
                2. kelebihan pemilikan Unit penyertaan tersebut yang dimiliki oleh pemegang
                    Unit Penyertaan yang berasal dari penanaman kembali pembagian
                    keuntungan.

                                              8
      g. membeli Efek Beragun Aset lebih dari 10% (sepuluh per seratus) dari Nilai Aktiva
         Bersih Reksa Dana dengan ketentuan bahwa setiap jenis Efek Beragun Aset tidak
         lebih dari 5% (lima per seratus persen) dari Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana;
      h. membeli Efek yang tidak melalui Penawaran Umum dan atau tidak dicatatkan di
         Bursa Efek di Indonesia, kecuali Efek pasar uang, Efek sebagaimana dimaksud
         dalam angka 14 huruf b di atas dan Obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah
         Republik Indonesia;
      i. membeli Efek yang diterbitkan oleh pihak yang terafiliasi baik dengan Manajer
         Investasi maupun pemegang Unit Penyertaan lebih dari 20% (dua puluh per
         seratus) dari Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana, kecuali hubungan afiliasi yang terjadi
         karena penyertaan modal pemerintah;
      j. menempatkan dana investasi dalam Kas atau setara kas kurang dari 2% (dua per
         seratus) dari Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana;
      k. terlibat dalam kegiatan selain dari investasi, investasi kembali, atau perdagangan
         Efek;
      l. terlibat dalam penjualan Efek yang belum dimiliki (short sale);
      m. terlibat dalam pembelian Efek secara margin;
      n. melakukan emisi obligasi atau sekuritas kredit;
      o. terlibat dalam berbagai bentuk pinjaman, kecuali pinjaman jangka pendek yang
         berkaitan dengan penyelesaian transaksi dan pinjaman tersebut tidak lebih dari
         10% (sepuluh per seratus) dari nilai portofolio Reksa Dana pada saat pembelian;
      p. membeli efek yang sedang ditawarkan dalam Penawaran Umum dimana Manajer
         Investasi atau afiliasinya bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek dari Efek yang
         dimaksud;
      q. terlibat dalam transaksi bersama atau kontrak bagi hasil dengan Manajer Investasi
         atau Afiliasinya;
      r. membeli Efek Beragun Aset yang sedang ditawarkan dalam penawaran Umum
         dimana Manajer Investasinya sama dengan Manajer Investasi Reksa Dana dan atau
         terafiliasi dengan Kreditur Awal Efek Beragun Aset tersebut; atau
      s. membeli Efek Beragun Aset yang tidak tercatat di Bursa Efek


4. KEBIJAKAN PEMBAGIAN HASIL INVESTASI
   Hasil investasi DANAREKSA ANGGREK akan diinvestasikan kembali ke dalam portofolio
   DANAREKSA ANGGREK sehingga akan meningkatkan Nilai Aktiva Bersih per Unit
   Penyertaan. Pemegang Unit Penyertaan yang ingin menikmati keuntungan dari
   investasinya, atau membutuhkan likuiditas, dapat menjual sebagian atau seluruh Unit
   Penyertaan yang dimiliki sesuai ketentuan dalam Prospektus.




                                             9
                                             VI

                    METODE PENGHITUNGAN NILAI PASAR WAJAR

Metode Penghitungan Nilai Pasar Wajar portofolio DANAREKSA ANGGREK mengacu kepada
peraturan nomor IV.C.2 yang tertuang dalam Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
nomor Kep-24/PM/2004 tanggal 19 Agustus 2004 tentang Nilai Pasar Wajar dari Efek Dalam
Portofolio Reksa Dana, sebagai berikut :

1.    Dalam peraturan ini yang dimaksud:

      a. Efek Bersifat Utang adalah Efek yang menunjukkan hubungan utang piutang
         antara kreditor (pemegang Efek) dengan Pihak yang menerbitkan Efek

      b. Nilai Pasar Wajar (fair market value) dari Efek adalah nilai yang dapat diperoleh dari
         transaksi Efek yang dilakukan antar para Pihak yang bebas bukan karena paksaan
         atau likuidasi.

2.    Nilai Pasar Wajar dari Efek dalam Portofolio Reksa Dana wajib ditentukan dan
      disampaikan oleh Manajer Investasi kepada Bank Kustodian selambat-lambatnya pada
      pukul 17.00 setiap Hari Kerja, dengan ketentuan sebagai berikut:

      a. Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek
         menggunakan informasi harga perdagangan terakhir Efek di Bursa Efek.

      b. Dalam hal harga perdagangan terakhir Efek di Bursa Efek tidak mencerminkan
         Nilai Pasar Wajar pada saat itu, Manajer Investasi wajib menentukan Nilai Pasar
         Wajar dari Efek dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab berdasarkan
         metode yang ditetapkan dalam Kontrak Investasi Kolektif dan Prospektus dengan
         mempertimbangkan:

          1)   harga perdagangan sebelumnya; atau

          2)   harga perbandingan Efek sejenis;

      c. Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang diperdagangkan di luar Bursa Efek
         (over the counter) menggunakan harga referensi, sebagai berikut:

          1)   Surat Utang Negara menggunakan informasi harga yang dikeluarkan oleh
               Penyelenggara Perdagangan Surat Utang Negara di luar Bursa Efek;

Obligasi perusahaan menggunakan informasi harga yang tersedia dalam sistem yang
ditetapkan oleh Bapepam sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam Nomor X.D.1
tentang Laporan Reksa Dana;

      d. Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek luar
         negeri menggunakan informasi harga dari sumber yang dapat dipercaya dan dapat
         diakses melalui media massa atau fasilitas internet yang tersedia;

      e. Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek dari perusahaan yang dinyatakan pailit atau
         kemungkinan besar akan pailit, atau gagal membayar pokok utang atau bunga
         dari Efek tersebut, wajib berdasarkan itikad baik dan penuh tanggung jawab oleh
         Manajer Investasi dengan menggunakan asas konservatif dan diterapkan secara


                                             10
          konsisten. Nilai yang diperkirakan tersebut wajib didasarkan perkiraan harga yang
          paling mungkin terjadi antara penjual dan pembeli yang memiliki Fakta Material
          mengenai Efek tersebut serta tidak melakukan transaksi secara terpaksa. Fakta
          yang wajib dipertimbangkan oleh Manajer Investasi dalam membuat evaluasi
          antara lain adalah:


          1)   harga terakhir Efek yang diperdagangkan, kecenderungan harga saham dan
               tingkat suku bunga umum sejak perdagangan terakhir;

          2)   informasi material yang diumumkan mengenai Efek tersebut sejak
               perdagangan terakhir;

          3)   dalam hal saham, perkiraan rasio pendapatan harga (price earning ratio)
               dibandingkan dengan rasio pendapatan harga untuk Efek sejenis;

          4)   dalam hal Efek Bersifat Utang, tingkat suku bunga pasar dari Efek sejenis
               pada saat tahun berjalan dengan peringkat kredit sejenis; dan

          5)   dalam hal waran, right, atau obligasi konversi, harga pasar terakhir dari Efek
               yang mendasari; dan

     f.   Efek yang diperdagangkan dalam denominasi mata uang yang berbeda dengan
          denominasi mata uang Reksa Dana wajib diperhitungkan dengan menggunakan
          kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku.

3.   Sehubungan dengan penentuan Nilai Pasar Wajar tersebut dalam angka 2 huruf c,
     maka kepada:

     a. Penyelenggara Perdagangan Surat Utang Negara di luar Bursa Efek wajib
        menyampaikan data harga Surat Utang Negara kepada Bapepam secara elektronik
        dengan menggunakan sistem yang ditetapkan oleh Bapepam sebagaimana
        dimaksud dalam Peraturan Bapepam Nomor X.D.1 tetang Laporan Reksa Dana
        pada setiap hari kerja selambat-lambatnya pada pukul 16.00 WIB; dan

     b. Manajer Investasi wajib menyampaikan kuotasi harga penawaran jual dan
        penawaran beli atas obligasi perusahaan yang terdapat dalam portofolio Reksa
        Dana yang dikelolanya kepada Bapepam secara elektronik dengan menggunakan
        sistem yang ditetapkan oleh Bapepam sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
        Bapepam Nomor X.D.1 tentang Laporan Reksa Dana pada setiap hari kerja
        selambat-lambatnya pada pukul 16.00 WIB

4.   Untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam angka 2 dan angka 3
     diatas, Manajer Investasi wajib sekurang-kurangnya:

     a. memiliki standar operasi dan prosedur;
     b. menggunakan dasar perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan dan
        diterapkan secara konsisten;
     c. membuat catatan dan atau kertas kerja tentang tata cara penghitungan Nilai Pasar
        Wajar dari Efek yang mencakup antara lain faktor atau fakta yang menjadi
        pertimbangan dan perhitungan; dan
     d. menyimpan catatan tersebut di atas sekurang-kurangnya dalam kurun waktu 5
        (lima) tahun.


                                            11
5. Perhitungan nilai aktiva bersih Reksa Dana wajib menggunakan Nilai Pasar Wajar dari Efek
   yang ditentukan oleh Manajer Investasi

6. Penentuan nilai aktiva bersih Reksa Dana Pasar Uang wajib menggunakan metode harga
   perolehan yang diamortisasi. Yang dimaksud dengan metode harga perolehan yang
   diamortisasi adalah penilaian harga Efek dalam portofolio Reksa Dana Pasar Uang
   berdasarkan harga perolehan yang disesuaikan dengan cara melakukan amortisasi atas
   premium atau accretion atas diskonto

7. Nilai aktiva bersih per saham atau Unit Penyertaan dihitung berdasarkan nilai aktiva bersih
   pada akhir hari yang bersangkutan, setelah penyelesaian pembukuan Reksa Dana
   dilaksanakan, tetapi tidak termasuk permohonan pembelian dan atau pelunasan yang
   diterima oleh Bank Kustodian pada hari yang sama.

8. Dengan tidak mengurangi berlakunya ketentuan pidana di Bidang Pasar Modal, Bapepam
   berwenang mengenakan sanksi terhadap setiap pelanggaran ketentuan peraturan ini,
   termasuk Pihak yang menyebabkan terjadinya pelanggaran tersebut.




                                             12
                                            VII

                                        PERPAJAKAN


Berdasarkan Peraturan Perpajakan yang berlaku, penerapan Pajak Penghasilan (PPh) atas
pendapatan Reksa Dana yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif adalah sebagai berikut :

 No    Uraian                              Perlakuan Pajak        Dasar Hukum
 A.    Penghasilan Reksa Dana yang berasal dari :

       a. Dividen                          PPh tarif umum         Pasal 4 (1) UU PPh

       b. Bunga Obligasi                   Bukan Objek Pajak*)    Pasal 4 (3) huruf j UU
                                                                  PPh jo. Pasal 5 No. 6
                                                                  tahun 2002PPh

       c. Bunga Deposito dan Tabungan PPh final (20%)             PP 131 tahun 2000
          serta Diskonto Sertifikat Bank
          Indonesia

       d. Capital Gain saham di Bursa      PPh final (0,1%)       PP 41 tahun 1994
                                                                  jo. PP No. 14 tahun1997

       e. Commercial Paper dan Surat PPh tarif umum               Pasal 4 (1) UU PPh
          Hutang lainnya

 B.    Bagian laba termasuk pelunasan Bukan Objek PPh             Pasal 4 (3)
       kembali    (redemption)     Unit                           huruf i UU PPh
       Penyertaan     yang     diterima
       pemegang Unit Penyertaan

      *)   Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2002 dan peraturan
           pelaksanaannya, bunga dan diskonto obligasi yang diperdagangkan dan/atau
           dilaporkan perdagangannya di Bursa Efek yang diterima Reksa Dana yang
           terdaftar pada BAPEPAM, tidak dikenakan pemotongan pajak selama 5 (lima)
           tahun pertama sejak pernyataan efektif dari BAPEPAM diperoleh.

Informasi perpajakan tersebut di atas dibuat oleh Manajer Investasi berdasarkan pengetahuan
dan pengertian dari Manajer Investasi atas peraturan perpajakan yang ada sampai dengan
Prospektus ini dibuat. Apabila dikemudian hari terdapat perubahan dan/atau perbedaan
interpretasi atas peraturan perpajakan yang berlaku maka Manajer Investasi akan
menyesuaikan informasi perpajakan di atas.

Bagi warga negara asing disarankan untuk berkonsultasi dengan Penasihat Perpajakan
mengenai perlakuan pajak investasi sebelum membeli Unit Penyertaan.




                                            13
                                           VIII

                           FAKTOR – FAKTOR RISIKO UTAMA


1. RISIKO BERKURANGNYA NILAI UNIT PENYERTAAN
   Berkurangnya nilai saham atau Unit Penyertaan disebabkan oleh kondisi makro ekonomi
   dan keamanan, wanprestasi dari pihak-pihak yang terkait dengan Reksa Dana seperti
   bank, perusahaan lain penerbit instrumen pasar uang dan atau obligasi dan perubahan
   nilai instrumen pasar uang sebagai akibat pergerakan suku bunga dan kurs mata uang
   secara signifikan.

   a. Efek Saham
      Harga efek saham dapat berfluktuasi sesuai dengan mekanisme pasar yang terjadi di
      Bursa Efek yang memperdagangkannya.
   b. Efek Hutang
      Secara umum harga Efek Hutang akan naik pada saat tingkat bunga cenderung turun,
      dan sebaliknya harganya akan turun pada saat tingkat bunga cenderung naik.
   c. Instrumen Pasar Uang
      Instrumen Pasar Uang dengan tingkat kualitas kredit yang rendah mempunyai risiko
      perubahan harga yang tinggi, dan dapat menurun tajam dalam kondisi ekonomi yang
      kurang menunjang.

2. RISIKO KREDIT
   Risiko kredit dapat timbul jika perusahaan yang menerbitkan Efek Hutang dan Instrumen
   Pasar Uang tidak mampu membayar jumlah pokok hutang, dan bunga yang tertunggak.
   Hal ini akan mempengaruhi hasil investasi DANAREKSA ANGGREK .

3. RISIKO LIKUIDITAS
   Pembelian kembali (pelunasan) tergantung kepada likuiditas dari portofolio atau
   kemampuan dari Manajer investasi untuk     membeli kembali (melunasi) dengan
   menyediakan uang tunai dengan segera

4. RISIKO POLITIK DAN EKONOMI
   Semua kebijakan politik dan hukum seperti perubahan Undang – Undang, kebijakan dan
   peraturan pemerintah yang berkaitan dengan dunia usaha dapat mempengaruhi harga
   suatu Efek. Kinerja usaha industri dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, kondisi
   peraturan dan iklim usaha bagi sektor usaha tersebut. Keadaan ini dapat pula
   mempengaruhi harga Efek yang diterbitkan oleh emiten.

5. RISIKO NILAI TUKAR
   Risiko nilai tukar mungkin timbul karena berubahnya nilai tukar mata uang asing terhadap
   Rupiah.




                                            14
                                            IX

                                  MANFAAT INVESTASI


1. PERAGAMAN (DIVERSIFIKASI)
   Statistik menunjukkan bahwa diversifikasi dalam investasi di pasar modal akan
   menurunkan risiko dan meningkatkan hasil investasi. Melalui Reksa Dana, Pemegang Unit
   Penyertaan tidak perlu mempunyai dana investasi yang besar untuk dapat
   mendiversifikasikan investasinya. Pemegang Unit Penyertaan kecil dapat melakukan
   diversifikasi portofolio tanpa harus melakukan investasi langsung ke Pasar Modal, karena
   setiap Unit Penyertaan yang mempunyai nilai aktiva bersih awal dalam Rupiah setara
   dengan Rp 1.000,- (seribu Rupiah) per Unit Penyertaan, mempunyai karakteristik
   diversifikasi yang identik dengan Portofolio Reksa Dana yang mungkin bernilai lebih dari
   satu milyar Rupiah.

2. LIKUIDITAS
   Likuiditas DANAREKSA ANGGREK terjamin karena setiap pemegang Unit Penyertaan
   DANAREKSA ANGGREK dapat mencairkan kembali investasinya setiap saat. Hak pencairan
   yang ditawarkan ini memberikan keleluasaan bagi Pemegang Unit Penyertaan untuk
   mengatur kebutuhan keuangannya, atau untuk menghentikan investasinya di Reksa Dana.

3. KEMUDAHAN INVESTASI
   Reksa Dana menawarkan banyak kemudahan, karena Pemegang Unit Penyertaan
   diberikan pilihan investasi dengan strategi yang beragam, serta ditunjang oleh berbagai
   layanan pengelolaan investasi yang profesional. Layanan-layanan tersebut antara lain
   pemberian informasi tentang portofolio Pemegang Unit Penyertaan kemudahan transaksi
   baik secara langsung maupun melalui sarana telekomunikasi, sistem administrasi yang
   teratur, analisis portofolio Reksa Dana dan analisis emiten.

4. FLEKSIBILITAS INVESTASI
   Pemegang Unit Penyertaan diberikan keleluasaan untuk menanamkan uangnya ke dalam
   suatu portofolio, dan kemudian keluar dari portofolio tersebut untuk menginvestasikan
   uangnya dalam portofolio yang lain, yang dipandang lebih sesuai dengan tujuan dan
   sasaran investasinya. Keleluasaan ini tidak dapat diperoleh dalam investasi langsung di
   Pasar Modal, karena Pemegang Unit Penyertaan harus menjual portofolionya terlebih
   dahulu, untuk kemudian melakukan investasi dalam portofolio yang diinginkan. Proses
   tersebut mungkin tidak bisa dijalankan dengan cepat, terutama dalam kondisi Pasar Modal
   yang tidak likuid.




                                            15
5. INFORMASI YANG TRANSPARAN
   DANAREKSA ANGGREK memberikan informasi yang transparan sehingga Pemegang Unit
   Penyertaan dapat mengetahui besarnya risiko yang dihadapi. Pemegang Unit Penyertaan
   dapat mengetahui dengan jelas portofolio investasinya, dan juga besarnya biaya-biaya
   yang dibebankan.

   Reksa Dana diwajibkan memberikan informasi mengenai Nilai Aktiva Bersih, komposisi
   portofolio dan biaya-biaya secara rinci, transparan dan teratur kepada Pemegang Unit
   Penyertaan setiap 1 (satu) tahun sekali.

   Untuk menjaga objektifitas laporan keuangan, tanggung jawab pembukuan dibebankan
   pada Bank Kustodian sehingga bersifat lebih independen, dan wajib diperiksa oleh
   Akuntan Publik yang terdaftar di BAPEPAM.




                                          16
                                            X

                      HAK – HAK PEMEGANG UNIT PENYERTAAN


1.   HAK MEMPEROLEH LAPORAN KEUANGAN SESUAI PERATURAN BAPEPAM YANG
     BERLAKU
     Manajer Investasi akan memberikan salinan laporan keuangan DANAREKSA ANGGREK
     sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun yang akan dimuat di dalam perubahan
     Prospektus setelah mendapat persetujuan BAPEPAM.
     Setiap bulan Pemegang Unit Penyertaan akan menerima Laporan Akun (Rekening)
     Kepemilikan Reksa Dana dari Bank Kustodian selambat-lambatnya pada hari ke 12 dari
     bulan berikutnya. Laporan tersebut akan memuat Saldo Awal Kepemilikan, Daftar
     Transaksi, dan Saldo Akhir. Atas nama Bank Kustodian, Manajer Investasi dapat
     memberikan Laporan Akun (Rekening) pemegang Unit Penyertaan sebagai pengganti
     Laporan Akun (Rekening) Kepemilikan Reksa Dana dari Bank Kustodian.

2. HAK MEMPEROLEH INFORMASI NILAI AKTIVA BERSIH HARIAN UNTUK REKSA
   DANA TERBUKA
   Pemegang Unit Penyertaan berhak mendapatkan informasi tentang Nilai Aktiva Bersih per
   Unit Penyertaan pada setiap Hari Bursa. Nilai Aktiva Bersih akan dihitung oleh Bank
   Kustodian pada saat akhir Hari Bursa dan akan diumumkan secara luas melalui surat
   kabar yang mempunyai peredaran nasional pada Hari Bursa berikutnya.

3. HAK UNTUK MENJUAL KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN PADA REKSA
   DANA TERBUKA
    Pemegang Unit Penyertaan berhak menjual Unit Penyertaannya kepada Manajer Investasi
    dan Manajer Investasi wajib membeli kembali Unit Penyertaan tersebut sesuai dengan
    Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan pada Hari Bursa yang bersangkutan. Manajer
    Investasi berhak menunda Penjualan Kembali Unit Penyertaan apabila :
   a. Jumlah nilai Penjualan Kembali dalam 1 (satu) hari telah mencapai 10% (sepuluh per
       seratus) dari Nilai Aktiva Bersih DANAREKSA ANGGREK, maka permohonan akan
       diproses pada Hari Bursa berikutnya;
   b. Keadaan kahar (force majeur) sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 huruf k. Undang-
       Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaannya.

4. HAK MEMPEROLEH PEMBAGIAN HASIL INVESTASI
   DANAREKSA ANGGREK akan membagikan hasil bersih investasi kepada pemegang Unit
   Penyertaan, secara proporsional, sesuai dengan Kebijakan Pembagian Hasil Investasi yang
   ditetapkan.

5. HAK ATAS SISA HASIL LIKUIDASI
   Jika karena satu dan lain hal DANAREKSA ANGGREK harus dilikuidasi, maka pemegang
   Unit Penyertaan berhak atas hal –hal sebagai berikut :
   a. Mendapat pemberitahuan secara tertulis dari Manajer Investasi mengenai rencana
       likuidasi selambat-lambatnya 60 hari sebelum likuidasi.
   b. Meminta Manajer Investasi untuk membeli kembali Unit Penyertaan miliknya pada
       harga yang sesuai dengan Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan pada Hari Bursa
       terakhir saat DANAREKSA ANGGREK dilikuidasi;




                                           17
     c. Meminta Bank Kustodian untuk melakukan pembayaran hasil Penjualan Kembali Unit
        Penyertaan ke dalam rekening bank atas nama pemegang Unit Penyertaan;
     d. Pembagian hasil likuidasi (bila ada) dari seluruh kekayaan DANAREKSA ANGGREK
        sesuai dengan peraturan yang berlaku menurut perbandingan kepemilikan Unit
        Penyertaan.

6.   HAK MENDAPATKAN BUKTI PENYERTAAN
     Atas setiap transaksi yang dilakukan (Pembelian dan Penjualan Kembali), Pemegang Unit
     Penyertaan akan menerima konfirmasi selambat-lambatnya 7 (tujuh) Hari Bursa setelah
     transaksi.




                                            18
                                            XI

                                     ALOKASI BIAYA


1. BIAYA YANG MENJADI BEBAN MANAJER INVESTASI

   a. Biaya Persiapan DANAREKSA ANGGREK
      Manajer Investasi bertanggung jawab atas semua biaya persiapan termasuk biaya
      Konsultan Hukum dan Notaris yang diperlukan untuk Kontrak Investasi Kolektif, biaya
      Akuntan Publik yang diperlukan sampai mendapat pernyataan efektif dari BAPEPAM,
      serta biaya cetak dan distribusi prospektus awal.

   b. Biaya Pemasaran DANAREKSA ANGGREK
      Manajer Investasi bertanggung jawab atas promosi DANAREKSA ANGGREK, biaya
      penjualan Unit Penyertaan, serta biaya penerbitan dan distribusi Prospektus awal
      termasuk biaya penunjukkan Agen Penjualan dan Bank Perantara Pembayaran serta
      biaya administrasi yang berkaitan.

2. BIAYA YANG MENJADI BEBAN REKSA DANA
   DANAREKSA ANGGREK harus membayar biaya – biaya yang meliputi :

   a. Biaya Transaksi
      DANAREKSA ANGGREK membayar seluruh biaya, termasuk biaya jasa pialang, biaya
      bursa, pajak dan biaya lain yang berkaitan dengan transaksi yang dilakukan untuk
      kepentingan portofolio kekayaan DANAREKSA ANGGREK.

   b. Biaya Pencetakan dan Distribusi Pembaharuan Prospektus
      Setiap 1 (satu) tahun sekali Pemegang Unit Penyertaan akan mendapatkan pembagian
      pembaharuan Prospektus yang berisi Laporan keuangan Reksa Dana setelah disetujui
      BAPEPAM.

   c. Imbalan Jasa Manajer Investasi
      DANAREKSA ANGGREK memberikan imbalan atas jasa pengelolaan investasi kepada
      Manajer Investasi. Imbalan jasa dihitung dari Nilai Aktiva Bersih rata-rata per hari
      dalam bulan yang bersangkutan. Pajak Pertambahan Nilai atas imbalan jasa
      ditanggung Reksa Dana. Imbalan jasa pengelolaan ditetapkan maksimum sebesar
      1,50%dari Nilai Aktiva Bersih per tahun (dihitung secara harian berdasarkan 365 hari).

   d. Imbalan Jasa Bank Kustodian
      Imbalan jasa untuk Bank Kustodian ditetapkan sebesar 0,15% dari Nilai Aktiva Bersih
      per tahun (dihitung secara harian berdasarkan 365 hari) dan dibayar setiap bulan yang
      didalamnya sudah termasuk komponen pajak yang berlaku.

   e. Imbalan Jasa Akuntan Publik
      DANAREKSA ANGGREK membayar seluruh biaya atas jasa Akuntan Publik dalam hal
      pemeriksaan Laporan Keuangan Reksa Dana setelah reksa dana efektif yang harus
      dilakukan setidak-tidaknya sekali setiap 1 (satu) tahun.


                                            19
   f. Imbalan Jasa Notaris
      DANAREKSA ANGGREK membayar seluruh biaya atas jasa Notaris yang diperlukan
      setelah tanggal efektif.

   g. Imbalan Jasa Konsultan Hukum
      DANAREKSA ANGGREK membayar seluruh biaya atas jasa Konsultan Hukum yang
      diperlukan setelah efektif beroperasi.

3. BIAYA YANG MENJADI BEBAN PEMEGANG UNIT PENYERTAAN
   Biaya yang akan dibebankan kepada pemegang Unit Penyertaan menurut Prospektus ini
   adalah :
   a. Biaya pembelian Unit Penyertaan sebesar maksimum 1% yang dikenakan pada saat
       calon Pemegang Unit Penyertaan melakukan pembelian Unit Penyertaan DANAREKSA
       ANGGREK. (Ketentuan pelaksanaan penetapan besarnya biaya penjualan kembali
      tersebut akan dilakukan dalam suatu ketentuan/ketetapan terpisah yang dibuat oleh
      Manajer Investasi.).
   b. Biaya penjualan kembali Unit Penyertaan yang dikenakan pada saat Pemegang Unit
      Penyertaan menjual partisipasinya dalam DANAREKSA ANGGREK yaitu:
        (i)  Tidak ada biaya penjualan kembali untuk penjualan kembali setelah 2 (dua)
             tahun terhitung sejak pembelian Unit Penyertaan oleh pemegang Unit
             Penyertaan;
       (ii)  Maksimum sebesar 0.50% (nol koma lima puluh persen) dari nilai penjualan
             kembali, apabila penjualan kembali dilakukan dalam masa sebelum dan sampai
             dengan 2 (dua) tahun terhitung sejak pembelian Unit Penyertaan oleh
             Pemegang Unit Penyertaan
       (Ketentuan pelaksanaan penetapan besarnya biaya penjualan kembali tersebut akan
        dilakukan dalam suatu ketentuan/ketetapan terpisah yang dibuat oleh Manajer
        Investasi).
    c. Biaya transfer bank atau pemindahbukuan sehubungan dengan pembelian Unit
       Penyertaan oleh Pemegang Unit Penyertaan, pengembalian sisa uang pembelian Unit
       Penyertaan yang ditolak, hasil pencairan seluruh Unit Penyertaan dalam hal
       kepemilikan Unit Penyertaan di bawah saldo minimum dan pembayaran hasil
       penjualan kembali Unit Penyertaan serta pembagian hasil investasi ke rekening
       Pemegang Unit Penyertaan (jika ada).
    d. Pajak-pajak yang berkenaan dengan Pemegang Unit Penyertaan (jika ada).




                                          20
4.   ALOKASI BIAYA


                            JENIS                             (%)                    KETERANGAN

      Dibebankan kepada         DANAREKSA   MELATI
      PREMIUM DOLLAR:
                                                                         dihitung secara harian dari Nilai Aktiva
      a. Imbalan Jasa Manajer Investasi               Maks. 1,50% p.a.   Bersih Harian DANAREKSA ANGGREK
                                                                         berdasarkan 365 (tiga ratus enam
      b. Imbalan Jasa Bank Kustodian                  Maks. 0.15% p.a.   puluh lima) hari per tahun dan
                                                                         dibayarkan setiap bulan


      Dibebankan kepada Pemegang Unit Penyertaan:

      a. Biaya Pembelian                                    Maks. 1%
      b. Biaya Penjualan Kembali                           Maks. 0.50%   Untuk penjualan kembali < 2 tahun
                                                                0%       Untuk penjualan kembali > 2 tahun
      c. Biaya bank                                          jika ada
      d. Pajak-pajak yang berkenaan dengan Pemegang          jika ada
         Unit Penyertaan




                                                      21
                                      XII

                       PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI


1. HAL-HAL YANG MENYEBABKAN DANAREKSA ANGGREK DAPAT DIBUBARKAN

  Pembubaran DANAREKSA ANGGREK dapat terjadi apabila satu atau lebih hal berikut
  terjadi:

  a. Manajer Investasi tidak dapat melaksanakan tugas dan kewajiban serta ketentuan
     sebagaimana tercantum dalam Peraturan BAPEPAM No. IV.B.1 tentang Pedoman
     Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif; atau

  b. Apabila 1 (satu) tahun setelah ditawarkan kepada masyarakat, Nilai Aktiva Bersih
     DANAREKSA ANGGREK menjadi kurang atau setara dengan Rp 25.000.000.000,-
     (dua puluh lima milyar Rupiah) dan selama 60 (enam puluh) hari bursa berturut-
     turut, dengan terlebih dahulu memberitahu dan mendapat persetujuan dari
     BAPEPAM; atau

  c. Manajer Investasi dan atau Bank Kustodian mengundurkan diri dan selama 60
     (enam puluh) hari tidak diperoleh penggantinya, dan setelah mendapat
     persetujuan dari BAPEPAM.

2. PROSES PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI DANAREKSA ANGGREK

  Dalam hal terjadi pembubaran, maka likuidasinya dilakukan oleh Manajer Investasi
  dibawah Pengawasan Akuntan yang disetujui oleh BAPEPAM.

  Manajer Investasi wajib mengumumkan rencana pembubaran, likudasi, dan
  pembagian hasil likudasi DANAREKSA ANGGREK dalam 2 (dua) surat kabar harian
  berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional selambat-lambatnya 2 (dua) Hari
  Bursa setelah pemberitahuan pada BAPEPAM. Pada hari yang sama dengan
  pengumuman tentang rencana pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likudasi
  tersebut, Manajer Investasi wajib memberitahukan secara tertulis kepada Bank
  Kustodian untuk menghentikan perhitungan Nilai Aktiva Bersih DANAREKSA
  ANGGREK. Imbalan jasa Konsultan Hukum, Akuntan, Notaris dan biaya lain kepada
  pihak ketiga menjadi tanggung jawab dan wajib dibayar oleh Manajer Investasi
  kepada pihak-pihak yang bersangkutan dan tidak boleh dibebankan pada kekayaan
  Reksa Dana yang dibubarkan;

3. PEMBAGIAN HASIL LIKUIDASI

  Hasil dari likuidasi harus dibagi secara proporsional menurut komposisi jumlah Unit
  Penyertaan yang dimiliki masing-masing pemegang Unit Penyertaan. Manajer Investasi
  wajib menyampaikan laporan hasil pembubaran, likuidasi dan pembagian hasil
  likuidasi DANAREKSA ANGGREK kepada Bapepam selambat-lambatnya 2 (dua) bulan
  setelah tanggal pemberitahuan rencana pembubaran. Likuidasi dan pembagian hasil
  likuidasi tersebut yang diajukan dengan dilengkapi pendapat dari Konsultan Hukum
  dan Akuntan, serta Akta Pembubaran dan Likuidasi DANAREKSA ANGGREK dari
  Notaris.


                                      22
  Manajer Investasi wajib mengumumkan rencana pembagian hasil likuidasi tersebut
  dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional.
  Pembagian hasil likuidasi akan dilakukan oleh Bank Kustodian dengan cara
  pemindahbukuan kepada pemegang Unit Penyertaan atau ahli waris/pengganti
  haknya yang sah yang telah memberitahukan kepada Bank Kustodian dengan
  menunjukkan bukti haknya atas hasil likuidasi tersebut beserta nomor akun
  banknya;


4. HAL-HAL LAIN MENGENAI PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI

  Bubarnya DANAREKSA ANGGREK tidak akan mengakibatkan bubarnya Reksa Dana
  lain yang dikelola oleh Manajer Investasi.




                                     23
                                           XIII

          SKEMA PEMBELIAN DAN PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN
                           DANAREKSA ANGGREK


Unit Penyertaan DANAREKSA ANGGREK dipasarkan secara langsung oleh Manajer Investasi
maupun melalui Agen Penjual. Agen Penjual adalah lembaga/institusi yang ditunjuk dan
mengikatkan diri dalam perjanjian kerjasama keagenan dengan Manajer Investasi.

Informasi penting yang wajib diketahui oleh Pemegang Unit Penyertaan mengenai keberadaan
Agen Penjual Reksa Dana adalah sebagai berikut :

a.   Agen Penjual merupakan perpanjangan tangan dari Manajer Investasi dalam rangka
     menyebarluaskan informasi dan pelayanan transaksi Reksa Dana.

b.   Segala bentuk informasi yang disampaikan oleh Agen Penjual kepada Pemegang Unit
     Penyertaan harus merupakan informasi resmi yang diterbitkan oleh Manajer Investasi.
     Manajer Investasi tidak bertanggung jawab terhadap segala informasi yang berbeda
     dengan informasi resmi yang diterbitkan Agen Penjual.

c.   Agen Penjual tidak terlibat dalam kegiatan pengelolaan portofolio Reksa Dana, sehingga
     Pemegang Unit Penyertaan tidak dapat menuntut dalam bentuk apapun kepada Agen
     Penjual akibat investasi Reksa Dana mengalami kerugian.

d.   Apabila Pemegang Unit Penyertaan telah memutuskan untuk melakukan transaksi
     pertama Reksa Dana melalui salah satu Agen Penjual, maka untuk transaksi selanjutnya
     baik untuk pembelian maupun penjualan kembali Pemegang Unit Penyertaan tersebut
     harus melalui Agen Penjual yang sama.

Adapun mekanisme Pembelian dan Penjualan Kembali Unit Penyertaan Reksa Dana dapat
digambarkan sebagai berikut :

1.   INSTRUKSI TRANSAKSI

     Skema instruksi transaksi (Calon) Pemegang Unit Penyertaan untuk Pembelian dan
     Penjualan Kembali Unit Penyertaan Reksa Dana adalah sebagai berikut :
                                                               3
                                             Manajer                      Bank
                                             Investasi                  Kustodian
             1a                             2


                  Agen Penjual             Agen Penjual            Agen Penjual
                           1b

                                 (Calon) Pemegang Unit Penyertaan



                                           24
     Keterangan gambar :

     1. (Calon) Pemegang Unit Penyertaan dapat mengirimkan instruksi transaksi melalui salah
        satu dari 2 (dua) cara, yaitu langsung pada Manajer Investasi (1a) atau melalui Agen
        Penjual yang ditunjuk oleh Manajer Investasi (1b). Apabila pada transaksi pembelian
        Unit Penyertaan yang pertama kali (Calon) Pemegang Unit Penyertaan telah memilih
        untuk melalui salah satu Agen Penjual, maka untuk transaksi selanjutnya seluruh
        instruksi transaksi harus melalui Agen Penjual yang sama.

     2. Dalam hal Nasabah menyampaikan instruksi transaksi melalui Agen Penjual, maka
        Agen Penjual akan meneruskan instruksi tersebut kepada Manajer Investasi pada hari
        yang sama.

     3. Pada akhir hari yang sama Manajer Investasi akan menyampaikan seluruh instruksi
        transaksi yang diterima, baik secara langsung maupun melalui Agen Penjual kepada
        Bank Kustodian. Atas dasar instruksi yang diterima, maka pada Hari Bursa selanjutnya
        (T+1) Bank Kustodian melakukan proses alokasi penambahan/pengurangan Unit
        Penyertaan berdasarkan NAB per Unit pada hari transaksi (T+0).


2.   ALUR DANA PEMBELIAN/PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN

Mekanisme alur dana investasi untuk pembelian Unit Penyertaan dan pembayaran hasil
penjualan kembali (pelunasan) ditetapkan sebagai berikut :

2.1. Dana investasi (pembelian) Unit Penyertaan

     Dana investasi (pembelian Unit Penyertaan disetorkan ke rekening Reksa Dana yang ada
     di bank Kustodian, atau rekening di bank lain yang ditunjuk oleh Bank Kustodian.
     Instruksi pembelian Unit Penyertaan hanya akan diproses apabila dana investasi telah
     efektif di rekening yang ditunjuk (good fund) dan instruksi telah diterima dengan baik
     (good document) oleh Manajer Investasi.

2.2. Dana hasil penjualan kembali Unit Penyertaan

     a. Apabila Pemegang Unit Penyertaan melakukan transaksi secara langsung dengan
        Manajer Investasi, maka dana hasil penjualan kembali Unit Penyertaan akan dikirim
        secara langsung oleh Bank Kustodian ke masing-masing rekening bank milik
        Pemegang Unit Penyertaan.

     b. Apabila Pemegang Unit Penyertaan melakukan transaksi melalui Agen Penjual, maka
        dana hasil penjualan kembali Unit Penyertaan akan dikirim oleh Bank Kustodian ke
        rekening perantara bank milik Agen Penjual, dan selanjutnya dibayarkan oleh Agen
        Penjual ke rekening masing-masing Pemegang Unit Penyertaan.




                                             25
3. PENERBITAN BUKTI TRANSAKSI DAN KEPEMILIKAN UNIT PENYERTAAN
   Unit Penyertaan DANAREKSA ANGGREK diperdagangkan tanpa warkat (scriptless),
   sehingga Pemegang Unit Penyertaan hanya akan memperoleh bukti transaksi dan
   kepemilikan Unit Penyertaan yang terdiri dari :

   a. Surat Konfirmasi atas dilaksanakan suatu transaksi (Pembelian dan/atau Penjualan
      Kembali Unit Penyertaan) ; dan
   b. Laporan Rekening Bulanan yang diterbitkan setiap akhir bulan, yang memuat catatan
      transaksi yang dilakukan Pemegang Unit Penyertaan selama bulan tersebut.

   Mekanisme penerbitan dan pengiriman Surat Konfirmasi dan Laporan Rekening Bulanan
   adalah sebagai berikut :

   a. Apabila Pemegang Unit Penyertaan melakukan transaksi secara langsung dengan
      Manajer Investasi, maka Surat Konfirmasi dan Laporan Rekening Bulanan akan dikirim
      secara langsung oleh Bank Kustodian ke masing-masing alamat Pemegang Unit
      Penyertaan.

   b. Apabila Pemegang Unit Penyertaan melakukan transaksi melalui Agen Penjual, maka
      maka Surat Konfirmasi dan Laporan Rekening Bulanan akan dikirim ke masing-masing
      alamat Pemegang Unit Penyertaan oleh Agen Penjual.




                                          26
                                             XIV

                            PERSYARATAN DAN TATA CARA
                             PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN


1. TATA CARA PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
   Untuk melakukan transaksi Pembelian Unit Penyertaan, Calon Pemegang Unit Penyertaan
   (Investor) dapat mengunjungi atau menghubungi Manajer Investasi atau Agen Penjual
   yang ditunjuk oleh Manajer Investasi.

   Calon Pemegang Unit Penyertaan yang belum memiliki rekening Reksa Dana Danareksa,
   harus melakukan pembukaan rekening dan mengisi Profil Resiko Pemodal terlebih dahulu
   sesuai dengan tata cara dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Manajer Investasi.
   Informasi mengenai tata cara dan persyaratan pembukaan rekening Reksa Dana tersebut
   dapat diperoleh di: (i) kantor Manajer Investasi; (ii) Sentra Investasi Danareksa (SID)
   terdekat; (iii) Agen Penjual yang ditunjuk; (iv) melalui fasilitas perbankan elektronik pada
   bank yang ditunjuk; atau (v) fasilitas lainnya pada pihak tertentu yang ditunjuk oleh
   Manajer Investasi (seluruhnya secara bersama-sama disebut “Media Informasi dan
   Transaksi”).

   Sedangkan bagi Pemegang Unit Penyertaan yang sebelumnya telah memiliki Rekening
   Reksa Dana Danareksa, dapat langsung melakukan pembelian Unit Penyertaan melalui
   Media Informasi dan Transaksi.

2. BATAS MAKSIMUM PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
   Pemesanan Pembelian DANAREKSA ANGGREK dibatasi maksimum 2% (dua persen) dari
   Total Unit Penyertaan yang ditawarkan pada penawaran umum.

3. BATAS MINIMUM PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
   Batas minimum pemesanan Pembelian Awal Unit Penyertaan ditetapkan sebesar Rp
   1.000.000,- (satu juta Rupiah) dan untuk investasi berikutnya minimum sebesar Rp
   500.000,- (lima ratus ribu Rupiah). Dengan ketentuan bahwa saldo minimal adalah
   sebesar 500 Unit Penyertaan.

4. HARGA PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
   Harga Unit Penyertaan, disebut Nilai Aktiva Bersih (NAB), dihitung dan diumumkan setiap
   hari. Pemegang Unit Penyertaan akan mendapatkan Unit Penyertaan berdasarkan NAB per
   unit yang diumumkan pada hari dimana pembayaran efektif di rekening Reksa Dana yang
   ditunjuk oleh Bank Kustodian.

5. SYARAT-SYARAT PEMBAYARAN DAN BIAYA YANG MENYERTAINYA
   Pembayaran untuk pemesanan Pembelian Unit Penyertaan dapat dilakukan melalui bank-
   bank terdekat untuk disetorkan ke rekening :




                                             27
  CITIBANK, N.A., Citibank Tower Lt 15, Jl. Jend. Sudirman Kav 54-55, Jakarta
  Rekening Pemesanan, A/C No. 0-800728-029
  Untuk : Pembelian DANAREKSA ANGGREK

  Atau rekening lain yang ditetapkan oleh Bank Kustodian

  Biaya administrasi yang timbul akibat Pembelian Unit Penyertaan termasuk namun tidak
  terbatas pada biaya bank koresponden, komisi dan biaya transfer menjadi beban
  pemegang Unit Penyertaan.


6. PERSYARATAN ATAU HAL LAIN

  1. Persetujuan Manajer Investasi dan Bank Kustodian
     Manajer Investasi dan Bank Kustodian hanya akan memproses pemesanan Pembelian
     Unit Penyertaan jika semua persyaratan diatas telah dipenuhi dan pembayaran telah
     efektif di rekening Reksa Dana yang ditentukan oleh Bank Kustodian. Manajer
     Investasi dan Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin
     timbul akibat informasi yang tidak lengkap atau kesalahan instruksi yang diberikan
     Pemegang Unit Penyertaan.

  2. Penghentian Penjualan
     Berdasarkan pertimbangan bisnis yang wajar dan/atau untuk kepentingan Pemegang
     Unit Penyertaan yang telah ada, Manajer Investasi dapat menghentikan penjualan Unit
     Penyertaan apabila terjadi peristiwa yang tidak memungkinkan bagi Manajer Investasi
     untuk melakukan investasi walaupun penjualan Unit Penyertaan belum mencapai
     batas maksimum penjualan.




                                         28
                                         XV

                        PERSYARATAN DAN TATA CARA
                    PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN


1. TATA CARA PENJUALAN KEMBALI
   Pemegang Unit Penyertaan dapat menjual kembali Unit Penyertaannya dengan cara
   dan persyaratan sebagaimana ditentukan oleh Manajer Investasi, yang dapat diketahui
   melalui Media Informasi dan Transaksi.

2. BATAS MINIMUM PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN
   Manajer Investasi membatasi jumlah minimum penjualan kembali oleh Pemegang Unit
   Penyertaan, yaitu setara dengan Rp. 1.000.000,- (satu juta Rupiah) setiap transaksi.
   Apabila penjualan kembali ini mengakibatkan saldo unit Pemegang Unit Penyertaan
   menjadi kurang dari 500 (lima ratus) unit selama 3 (tiga) bulan berturut-turut, maka
   saldo tersebut akan dicairkan (lihat ketentuan Bab XVI mengenai rekening pasif).

3. BATAS MAKSIMUM PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN
   Manajer Investasi berhak melakukan penjatahan atas penjualan kembali Unit
   Penyertaan para Pemegang Unit Penyertaan. Apabila total penjualan kembali pada
   satu Hari Bursa melebihi 10% (sepuluh per seratus) dari total Nilai Aktiva Bersih Reksa
   Dana yang bersangkutan, maka kelebihan penjualan kembali akan dialokasikan pada
   Hari Bursa berikutnya dengan perhitungan yang sama.

4. BIAYA DALAM RANGKA PENJUALAN KEMBALI
   Biaya administrasi yang timbul akibat Penjualan Kembali Unit Penyertaan termasuk
   namun tidak terbatas pada biaya bank koresponden, komisi dan biaya transfer
   menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.

5. PERSETUJUAN MANAJER INVESTASI DAN BANK KUSTODIAN
   Manajer Investasi dan Bank Kustodian hanya akan memproses permohonan Penjualan
   Kembali, jika semua persyaratan diatas dipenuhi. Hasil Penjualan Kembali hanya akan
   dikirimkan ke rekening bank pemegang unit penyertaan yang tercatat pada Formulir
   Pembukaan Rekening Reksa Dana. Manajer Investasi dan Bank Kustodian tidak
   bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat informasi yang tidak lengkap
   atau kesalahan instruksi yang diberikan pemegang Unit Penyertaan.




                                         29
                                              XVI

                      KETENTUAN MENGENAI REKENING PASIF DAN
                   PENUTUPAN REKENING UNTUK SEMUA REKSA DANA
                                   (DORMANT ACCOUNT)


Minimal kepemilikan Unit Penyertaan Reksa Dana dalam satu rekening adalah sebanyak 500
(lima ratus) unit. Apabila karena satu dan lain hal, selama 3 (tiga) bulan berturut-turut jumlah
Unit Penyertaan kurang dari 500 (lima) unit maka Manajer Investasi berhak menutup rekening
tersebut dan investasi yang tersisa dikembalikan kepada Pemegang Unit Penyertaan Reksa
Dana.




                                               30
                                     XVII

              PENYEBARLUASAN PEMBAHARUAN PROSPEKTUS
                      DAN FORMULIR PEMESANAN
                     PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN


Pembaharuan Prospektus dan Formulir Pemesanan Unit Penyertaan Reksa Dana dapat
diperoleh di kantor Manajer Investasi, Bank Kustodian serta Para Agen Penjual yang
ditunjuk Manajer Investasi. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Manajer
Investasi.




                PT DANAREKSA INVESTMENT MANAGEMENT
                              (Manajer Investasi)
                              Gedung Danareksa
                     Jl. Medan Merdeka Selatan No. 14
                                 Jakarta 10110
                       Tel. (62-21) 350-9777, 350-9888
                             Fax. (62-21) 350-1713




                             Citibank, N.A., Jakarta
                                (Bank Kustodian)
                           Citibank Tower Lantai 11
                        Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55
                                  Jakarta 12190
                             Tel. (62-21) 5290 8607
                             Fax. (62-21) 5290 8600




                                      31
                                         XVIII

                                LAPORAN KEUANGAN


Laporan Keuangan dapat dilihat pada Lampiran.




                                          32
33

						
Related docs