PROSPEKTUS REKSA DANA DANAREKSA ANGGREK
Document Sample


PROSPEKTUS REKSA DANA DANAREKSA ANGGREK
(PEMBAHARUAN)
Tanggal Efektif: 5 Juli 1996 Tanggal Mulai Penawaran: 17 Juli 1996
Reksa Dana Danareksa DANAREKSA ANGGREK (“DANAREKSA ANGGREK”) adalah Reksa
Dana terbuka berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (“KIK”) berdasarkan Undang-undang
Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Kontrak Investasi Kolektif DANAREKSA ANGGREK
dituangkan dalam Akta Nomor 10 tanggal 3 Juli 1996 dan Perubahan Kontrak Investasi
Kolektif DANAREKSA ANGGREK No. 30 Tanggal 23 Juli 2002 yang dibuat dihadapan Notaris
Benny Kristianto, S.H. di Jakarta, antara PT Danareksa Investment Management sebagai
Manajer Investasi dan ABN AMRO BANK sebagai Bank Kustodian yang kemudian digantikan
oleh CITIBANK, N.A., Cabang Indonesia sebagai Bank Kustodian.
DANAREKSA ANGGREK bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan nilai investasi yang
optimal dalam jangka panjang namun tetap memberikan pendapatan yang memadai.
Kekayaan DANAREKSA ANGGREK akan diinvestasikan maksimum 70% ke dalam Efek Ekuitas,
maksimum 70% dalam Efek Hutang serta maksimum 30% dalam Instrumen Pasar Uang.
PENAWARAN UMUM
PT. Danareksa Investment Management sebagai Manajer Investasi melakukan Penawaran
Umum atas Unit Penyertaan DANAREKSA ANGGREK secara terus menerus sampai dengan
500,000,000 (lima ratus juta) Unit Penyertaan.
Setiap Unit Penyertaan DANAREKSA ANGGREK ditawarkan pada harga yang sama dengan
Nilai Aktiva Bersih awal sebesar Rp 1.000,- (seribu Rupiah) per Unit Penyertaan. Untuk
selanjutnya, harga Unit Penyertaan DANAREKSA ANGGREK ditetapkan berdasarkan Nilai
Aktiva Bersih per Unit Penyertaan pada akhir Hari Bursa yang bersangkutan.
MANAJER INVESTASI BANK KUSTODIAN
PT. Danareksa Investment Management Citibank, N.A
Gedung Danareksa Citibank Tower, Lantai 11
Jl. Medan Merdeka Selatan 14 Jl. Jend. Sudirman Kav. 54
Jakarta 10110 Jakarta 12190
Telp. (62-21) 350-9777 Tel. (62-21) 5290 8607
Fax. (62-21) 350-1713 Fax. (62-21) 5290 8600
PENTING: SEBELUM ANDA MEMUTUSKAN UNTUK MEMBELI UNIT PENYERTAAN DANAREKSA
ANGGREK, ANDA HARUS TERLEBIH DULU MEMPELAJARI ISI PROSPEKTUS INI KHUSUNYA BAB
III MENGENAI MANAJER INVESTASI (HALAMAN 4), BAB V MENGENAI TUJUAN DAN KEBIJAKAN
INVESTASI (HALAMAN 8) DAN BAB VIII MENGENAI RISIKO (HALAMAN 14)
BAPEPAM TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK
INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI, SETIAP
PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN
MELANGGAR HUKUM
Prospektus ini dibuat di Jakarta pada tanggal 30 April 2007
UNTUK DIPERHATIKAN : DANAREKSA ANGGREK TIDAK TERMASUK
INSTRUMEN INVESTASI YANG DIJAMIN OLEH PEMERINTAH DAN BANK
INDONESIA. SEBELUM MEMBELI UNIT PENYERTAAN, CALON INVESTOR HARUS
TERLEBIH DAHULU MEMPELAJARI DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS DAN
DOKUMEN PENAWARAN LAINNYA. ISI DARI PROSPEKTUS DAN DOKUMEN
PENAWARAN LAINNYA BUKANLAH SUATU SARAN BAIK DARI SISI BISNIS,
HUKUM MAUPUN PAJAK. OLEH KARENA ITU, CALON PEMEGANG UNIT
PENYERTAAN DISARANKAN UNTUK MEMINTA PERTIMBANGAN ATAU
NASEHAT DARI PIHAK-PIHAK YANG BERKOMPETEN SEHUBUNGAN DENGAN
INVESTASI DALAM DANAREKSA ANGGREK. CALON PEMEGANG UNIT
PENYERTAAN HARUS MENYADARI BAHWA TERDAPAT KEMUNGKINAN
PEMEGANG UNIT PENYERTAAN AKAN MENANGGUNG RISIKO SEHUBUNGAN
DENGAN UNIT PENYERTAAN YANG DIPEGANGNYA. SEHUBUNGAN DENGAN
KEMUNGKINAN ADANYA RISIKO TERSEBUT, APABILA DIANGGAP PERLU
CALON PEMEGANG UNIT PENYERTAAN DAPAT MEMINTA PENDAPAT DARI
PIHAK-PIHAK YANG BERKOMPETEN ATAS ASPEK BISNIS, HUKUM, KEUANGAN,
PAJAK, MAUPUN ASPEK LAIN YANG RELEVAN.
DAFTAR ISI
Halaman
I. Istilah dan Definisi 1
II. Informasi Mengenai DANAREKSA ANGGREK 3
IIII. Informasi Mengenai Manajer Investasi 4
IV. Informasi Mengenai Bank Kustodian 7
V. Tujuan dan Kebijakan Investasi 8
VI. Metode Penghitungan Nilai Pasar Wajar 10
VII. Perpajakan 13
VIII. Faktor-faktor Risiko Utama 14
IX. Manfaat Investasi 15
X. Hak-Hak Pemegang Unit Penyertaan 17
XI. Alokasi Biaya 19
XII. Pembubaran dan Likuidasi 21
XIII. Skema Penjualan dan Pembelian Kembali (Pelunasan)
DANAREKSA ANGGREK 23
XIV. Persyaratan dan Tata Cara Pembelian Unit Penyertaan 26
XV. Persyaratan dan Tata Cara Penjualan Kembali (Pelunasan) Unit 28
Penyertaan
XVI. Ketentuan Mengenai Rekening Pasif dan Penutupan Rekening 29
Untuk Semua Reksa Dana (Dormant Account)
XVII. Informasi Mengenai Penyebarluasan Prospektus dan Formulir Pemesanan 30
Pembelian Unit Penyertaan
XVIII. Laporan Keuangan 31
I
ISTILAH DAN DEFINISI
Istilah dan definisi yang digunakan dalam Propektus ini mengacu dan mempunyai arti yang
sama dengan definisi yang terdapat dalam Undang Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang
Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaannya, kecuali bila secara tegas dinyatakan lain.
“Reksa Dana”
Adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk
selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.
“Kontrak Investasi Kolektif (KIK)”
Adalah kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Unit
Penyertaan dimana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi
kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan Penitipan Kolektif.
“Manajer Investasi”
Adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabah atau
mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan
asuransi, dana pensiun dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Bank Kustodian”
Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta
jasa lain, termasuk menerima deviden, bunga dan hak-hak lain menyelesaikan transaksi Efek
dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.
“Efek”
Adalah surat berharga yaitu surat pengakuan hutang, surat berharga komersial, saham,
obligasi, tanda bukti hutang,Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif, kontrak berjangka
atas Efek dan setiap derivatif dari Efek.
“Prospektus”
Adalah setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran Umum dengan tujuan agar
Pihak lain membeli Efek.
“Portofolio Efek”
Adalah kumpulan Efek yang dimiliki oleh Pihak.
“Bursa Efek”
Adalah Pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk
mempertemukan penawaran jual dan beli Efek Pihak-Pihak lain dengan tujuan
memperdagangkan Efek di antara mereka.
“Hari Bursa”
Adalah Hari Kerja dimana perdagangan Efek di Bursa Efek Jakarta berlangsung.
1
“Hari Kerja”
Adalah Hari selain hari Sabtu, Minggu dan Hari Libur resmi yang ditetapkan oleh Pemerintah.
“Unit Penyertaan”
Adalah satuan ukuran yang menunjukkan bagian kepentingan setiap Pihak dalam portofolio
investasi kolektif.
“Nilai Aktiva Bersih (NAB) Portofolio”
Adalah besaran yang menggambarkan nilai asset suatu Reksa Dana pada suatu saat, setelah
dikurangi dengan seluruh kewajibannya.
“NAB Per Unit”
Adalah Total NAB dibagi dengan jumlah Unit Penyertaan yang dimiliki oleh seluruh pemegang
Unit Penyertaan. NAB per Unit dihitung setiap Hari Bursa oleh bank Kustodian berdasarkan
ketentuan Bepepam yang berlaku, kemudian dipublikasikan melalui surat kabar yang memiliki
skala peredaran nasional.
2
II
INFORMASI MENGENAI DANAREKSA ANGGREK
1. PENDIRIAN REKSA DANA
DANAREKSA ANGGREK adalah Reksa Dana yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif
yang dituangkan dalam Akta Nomor 10 tanggal 3 Juli 1996 dan Perubahan terhadap
Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana DANAREKSA ANGGREK Nomor 30 tanggal 23 Juli
2002 yang dibuat dihadapan Notaris Benny Kristianto, S.H. dan telah beberapa kali
mengalami perubahan antara PT Danareksa Investment Management sebagai Manajer
Investasi dan ABN AMRO BANK sebagai Bank Kustodian. Berdasarkan Akta Perubahan
Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana DANAREKSA ANGGREK, nomor 19 tanggal 12 Mei
2005 dibuat dihadapan Benny Kristianto, SH, Notaris di Jakarta, dilakukan penggantian
bank kustodian dari ABN AMRO Bank kepada Citibank, N.A. Cabang Indonesia.
2. PENAWARAN UMUM DAN PENEMPATAN DANA AWAL
DANAREKSA ANGGREK mulai ditawarkan kepada masyarakat pada tanggal 17 Juli 1996
dengan harga Rp 1.000,- (seribu Rupiah) per unit dan penawaran dilaksanakan secara
terus-menerus hingga mencapai 500.000.000 (lima ratus juta) unit. Harga Unit Penyertaan
setelah tanggal 17 Juli 1996 ditentukan sesuai dengan Nilai Aktiva Bersih portofolio
DANAREKSA ANGGREK. Manajer Investasi dapat sewaktu-waktu menambah jumlah Unit
Penyertaan DANAREKSA ANGGREK yang ditawarkan setelah memberitahukan dan
mendapat persetujuan BAPEPAM.
Jumlah Unit Penyertaan minimum yang dapat dibeli oleh setiap pihak pada pembelian
pertama adalah setara dengan Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah), dan pada setiap
pembelian berikutnya adalah setara dengan nilai Rp 500.000,- (lima ratus ribu Rupiah).
Sedangkan jumlah Unit Penyertaan maksimal yang dapat dimiliki oleh setiap pihak adalah
10.000.000 (sepuluh juta) unit atau 2% dari jumlah Unit Penyertaan yang ditetapkan.
3. JANGKA WAKTU PEMBAYARAN ATAS UNIT PENYERTAAN YANG DIJUAL KEMBALI
OLEH PEMODAL
Semua Pemegang Unit Penyertaan DANAREKSA ANGGREK wajib memiliki rekening Bank,
baik berupa rekening tabungan atau rekening giro. Pembayaran hasil penjualan kembali
Unit Penyertaan akan dilakukan oleh Bank Kustodian ke dalam rekening Bank pemegang
Unit Penyertaan selambatnya 7 (tujuh) Hari Bursa sejak adanya permintaan penjualan
kembali oleh Pemegang Unit Penyertaan (‘Hari Transaksi’).
4. TOLOK UKUR
Tolok ukur kinerja DANAREKSA ANGGREK adalah pendapatan rata-rata dari hasil investasi
pada deposito pada bank-bank umum milik negara untuk jangka waktu 3 bulan setelah
dipotong pajak penghasilan serta pertumbuhan Index Harga Saham Gabungan (IHSG)
dalam periode pengukuran yang sama.
3
III
MANAJER INVESTASI
1. RIWAYAT SINGKAT PERUSAHAAN
PT Danareksa Investment Management (dahulu bernama PT. Danareksa Fund
Management), didirikan dengan Akta nomor 26 tanggal 1 Juli 1992 dibuat dihadapan
Imas Fatimah, SH, Notaris di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan nomor C2-7283.HT.01.01.TH.92 tanggal 3 September
1992 dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia nomor 86
tanggal 27 Oktober 1992, Tambahan nomor 5391, akta mana telah mengalami beberapa
perubahan dan terakhir berdasarkan Akta nomor 37 tanggal 9 November 2004 dibuat
dihadapan Eddy Muljanto, S.H, notaris di Jakarta, laporan atas perubahan akta tersebut
telah diterima oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI dengan nomor C-29309
HT.01.04 TH 2004 tanggal 3 Desember 2004 dan dimuat dalam Berita Negara Nomor 1
tanggal 4 Januari 2005. Untuk menjalankan kegiatan usahanya, PT Danareksa Investment
Management telah memperoleh ijin sebagai Manajer Investasi berdasarkan Surat
Keputusan Ketua BAPEPAM nomor KEP-27/PM-MI/1992 tanggal 9 Oktober 1992.
2. PENGALAMAN MANAJER INVESTASI
Sejak didirikannya PT Danareksa Investment Management pada tahun 1992, kegiatan
usaha sebagai Manajer Investasi, dan Penasehat Investasi termasuk namun tidak terbatas
pada usaha pengelolaan portofolio Sertifikat PT Danareksa yang dialihkan kepada PT
Danareksa Investment Management. Sejak 17 Juli 1996 PT Danareksa Investment
Management telah mengelola 20 (dua puluh) Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi
Kolektif yaitu Dana Tetap Optima, Danareksa Anggrek, Danareksa Mawar, Danareksa
Melati Dolar Amerika Serikat, Danareksa Syariah Berimbang, Seruni Pasar Uang, Bunga
Bangsa, Jiwasraya Fixed Income, Danareksa Gebyar Indonesia, PermataInves, Pundi Reksa
Dollar Amerika Serikat, AA Investa Reksa Dollar Amerika Serikat, AA Investa Reksa, Dana
Fleksi, Dana Likuid Kombinasi, Dana Investasi Bersama, Danareksa Indeks Syariah,
Danareksa Proteksi Dinamis, Danareksa Proteksi Dinamis Plus dan Danareksa Proteksi
Dinamis Optima dan Danareksa Melati Premium Dollar.
3. KOMITE INVESTASI
Komite Investasi terdiri dari Komisaris dan Direksi yang mengawasi kegiatan perusahaan
serta mengawasi kegiatan Tim Pengelola Investasi dalam menjalankan kebijakan dan
strategi investasi sehari-hari sesuai dengan tujuan investasi. Anggota Komite Investasi
terdiri dari:
Priyo Santoso, memperoleh gelar Master of Applied Finance dari The University of
Melbourne dan Sarjana Fisika dari Universitas Indonesia. Yang bersangkutan memulai
karirnya di Bank Niaga pada tahun 1991 sebagai Analis Pasar Keuangan dan Risk
Management untuk Treasury Management Division dan selanjutnya, ia bergabung dengan
PT. Sigma Batara Securities sebagai Fixed Income Research Analyst pada tahun 1995.
Berkat kemampuannya dalam bidang Efek Pendapatan Tetap (Fixed Income Sucirites), ia
diterima bergabung di PT. Danareksa Investment Management pada tahun 1996 sebagai
Portfolio Manager dan yang bersangkutan telah mendapat ijin Wakil Manajer Investasi dari
BAPEPAM. Saat ini, yang bersangkutan menjabat sebagai Direktur Utama PT. Danareksa
Investment Management.
4
4. TIM PENGELOLA INVESTASI
Tim Pengelola Investasi PT Danareksa Investment Management dipimpin John D. Item,
yang dibantu oleh Ernawan R. Salimsyah dan Henry V. Surya. Tim Pengelola Investasi
bertugas melaksanakan kebijakan investasi DANAREKSA ANGGREK dalam strategi
investasi agar sesuai dengan tujuan investasi.
John D. Item, CFA, MBA dari California State University dan Sarjana Ekonomi Universitas
Indonesia, yang mengawali karirnya dibidang keuangan dengan bergabung dengan
Citibank N.A, Jakarta sejak tahun 1990 untuk kemudian bergabung dengan PT Danareksa
Investment Management sejak tahun 2000, bertanggung jawab sebagai Head of Asset
Management. Yang bersangkutan telah memiliki ijin sebagai Wakil Manajer Investasi dari
Bapepam.
Ernawan R. Salimsyah, Master of Applied Finance dari University of Newcastle, Australia
dan Sarjana Matematika dari ITB, mengawali karirnya di industri Pasar Modal dengan
bekerja pada PJ Etheridge Pty Ltd (Certified Financial Planner and Agen for AMP Ltd),
Newcastle, Australia dari tahun 1998-2002 dengan posisi terakhir sebagai Para Planner.
Pada bulan Juli 2003 bergabung dengan PT. Danareksa Investment Mangement dengan
posisi terakhir sebagai Portfolio Manager. Yang bersangkutan telah memiliki ijin Wakil
Manajer Investasi (Kep-117/PM/WMI/2003) dan WPPE (Kep-54/PM/WPPE/2003) dari
BAPEPAM.
Henry V. Surya, Sarjana Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan dari Universitas
Indonesia, mengawali karir sebagai asisten pengajar pada Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia, juga sebagai Staf Riset pada Lembaga Demografi FEUI, kemudian pada Center
for Policy Implementation Studies. Pada bulan Juli 2003 bergabung dengan PT Danareksa
Investment Management. Yang bersangkutan telah memiliki ijin Wakil Manajer Investasi
(KEP-105/PM/WMI/2004), juga WPEE (KEP-51/PM/WPEE/2005) dan WPPE (KEP-
06/PM/WPPE/2005) dari BAPEPAM.
5. PIHAK YANG TERAFILIASI DENGAN MANAJER INVESTASI
Pemegang saham PT. Danareksa Investment Management adalah PT. Danareksa (Persero)
dengan besar kepemilikan sebesar 99.996% dan PT. Danareksa Finance dengan besar
kepemilikan sebesar 0.004%. PT. Danareksa (Persero) juga menjadi pemegang saham
utama pada PT. Danareksa Sekuritas, PT. Danareksa Finance dan PT. Danareksa Future.
5
IV
BANK KUSTODIAN
1. KETERANGAN SINGKAT BANK KUSTODIAN
Citibank, N.A. adalah sebuah asosiasi yang didirikan pada tahun 1812 berdasarkan hukum
Amerika Serikat dengan nama “the National City Bank of New York” dan berkedudukan
di kota New York, negara bagian New York, Amerika Serikat. Pada tahun 1955, the
National City Bank of New York berganti nama menjadi “the First National City Bank of
New York”, kemudian pada tahun 1962 menjadi “First National City Bank” dan pada
tahun 1976 menjadi Citibank, N.A.
Citibank, N.A. telah beroperasi di Indonesia dan melakukan kegiatan sebagai bank umum
sejak tahun 1968, berdasarkan ijin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No.D.15.6.3.22 tanggal 14 Juni 1968.
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor KEP-
91/PM/1991 tanggal 19 Oktober1991, Citibank, N.A. telah memperoleh persetujuan
sebagai Tempat Penitipan Harta/Bank Kustodian di bidang pasar modal.
Citibank, N.A. merupakan bagian dari Citigroup Inc., perusahaan layanan keuangan global
yang terkemuka.
2. PENGALAMAN BANK KUSTODIAN
Securities & Funds Services (SFS) adalah kliring dan kustodi grup yang merupakan bagian
dari Citigroup Global Transaction Services (GTS). Di Indonesia, bisnis utama dari SFS adalah
bisnis kustodi. SFS didukung sepenuhnya oleh staf-staf khusus dan berpengalaman di
bidangnya masing-masing seperti Product, Marketing, Information Technology, Operations
dan Client Services. Spesialisasi ini menjamin tercapainya tingkat pelayanan tertinggi bagi
seluruh konsumen Citigroup.
Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun di bidang kustodi, jumlah asset yang dikelola
Citigroup Global saat ini telah mencapai lebih dari USD 5 trilliun, dimana USD 11 milyar
asset dikelola oleh Citibank, N.A. Indonesia. Citigroup juga telah lama mengukuhkan diri
sebagai pengelola surat berharga di negara-negara berkembang di Asia, Amerika Latin,
dan Eropa Timur. Saat ini, Citigroup memberikan pelayanan kustodi di lebih dari 70
negara dengan jaringan global kustodi-nya secara pro-aktif untuk seluruh investor di
dunia.
Walaupun fokus Citigroup adalah pengembangan keahlian dalam jaringan globalnya,
tetapi Citigroup juga telah berhasil menciptakan jati diri yang kuat di lokal market yang
sebagian besar terdiri dari staf lokal. Tujuannya adalah supaya staf lokal ini mampu
memberikan keunggulan dalam memberikan pelayanan di setiap negara yang tentunya
mempunyai ketentuan finansial dan hukum berbeda. Dengan strategi “Think Globally, Act
Locally” ini, Citigroup tetap mampu menjamin pemberian pelayanan terhadap lokal
investor di setiap negara dengan standar karakteristik “Citigroup Global” tertinggi.
Citigroup juga selalu berusaha mengembangkan sistem teknologi-nya untuk mendukung
pelayanan terhadap konsumen. Setiap tahunnya, Citigroup mengalokasikan dana sekitar
USD 50 juta untuk pengembangan sistem dan teknologi bisnis sekuritas di seluruh dunia.
Jumlah ini sendiri adalah dua kali lebih banyak dari budget rata-rata perusahaan lain.
6
Citibank, N.A. memulai usaha dalam bidang Tempat Penitipan Harta untuk Pasar Modal di
Indonesia sejak mendapatkan izin dari BAPEPAM pada bulan Oktober 1991 dan telah
memberikan pelayanan kustodian reksa dana pada tahun 1996. Sejak mulai beroperasi di
Indonesia, Citibank, N.A. selalu berada di peringkat atas ranking “Top Rated Custodian
Banks in the Market” berdasarkan Global Custodian Survey.
Pada tanggal 5 January 2005, Citigroup secara global mengakuisisi ABN Amro kustodi
bisnis, termasuk di Indonesia. Termasuk dalam akuisisi ini, Citibank, N.A. Indonesia juga
mengambil alih bisnis pengadministrasian reksadana ABN, yang pada saat ini mengelola
37 reksa dana dengan total NAB per Juni 2004 sebesar lebih dari 25 trilliun rupiah dengan
jumlah pemegang unit penyertaan mencapai 71,000 pemegang unit pernyertaan. Dengan
adanya pengambil-alihan bisnis ABN Amro, Citibank, N.A. Indonesia sekarang mempunyai
struktur jenis produk yang sangat lengkap, didukung sistem database dan teknologi
mutakhir, serta jumlah karyawan yang bertambah. Ini membuktikan fokus Citibank, N.A.
Indonesia untuk tetap bersaing, berkembang dan menjadi yang terbaik di bisnis kustodi
dan pengadministrasian reksadana di Indonesia dan di luar negeri.
Demi kepentingan dan kepuasan customer, Citibank, N.A. Indonesia bertekad untuk
memberikan pelayanan terbaik sesuai kebutuhan dan tujuan dari seluruh investor. Dalam
hal ini, Citibank, N.A. Indonesia berusaha menjadi mitra-kerja dan partner terbaik dalam
memenuhi seluruh kebutuhan dan kepentingan di dalam bidang jasa kustodian dan
administrasi reksa dana ini.
3. PIHAK YANG TERAFILIASI DENGAN BANK KUSTODIAN
Pihak/perusahaan yang terafiliasi dengan Bank Kustodian yang kegiatan usahanya di
bidang pasar modal adalah PT. Citigroup Securities Indonesia.
7
V
TUJUAN DAN KEBIJAKAN INVESTASI
1. TUJUAN INVESTASI
DANAREKSA ANGGREK bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan nilai investasi yang
optimal dalam jangka panjang namun tetap memberikan pendapatan yang memadai.
2. KEBIJAKAN INVESTASI
Portofolio DANAREKSA ANGGREK akan dikelola secara aktif guna mendapatkan
peragaman (diversifikasi) yang menunjang tujuan investasi. Kekayaan DANAREKSA
ANGGREK akan diinvestasikan dengan jangkauan alokasi aset sebagai berikut:
Komposisi
Jenis Instrumen Jangkauan
berimbang
Efek Ekuitas 0 – 70% 60%
Efek Hutang 0 – 70% 30%
Instrumen Pasar Uang 0 – 30% 10%
3. PEMBATASAN INVESTASI
Sesuai dengan peraturan Bapepam yang tertuang dalam Kep-03/PM/2004 tanggal 09
Februari 2004, Manajer Investasi Reksa Dana DANAREKSA ANGGREK dilarang melakukan
tindakan yang dapat menyebabkan Reksa Dana berbentuk KIK yang telah dinyatakan
efektif:
a. membeli Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri yang informasinya
tidak dapat diakses melalui media massa atau fasilitas internet yang tersedia;
b. membeli Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek luar negeri yang informasinya
dapat diakses melalui media massa atau fasilitas internet yang tersedia lebih dari
15% (lima belas per seratus) dari Nilai Aktiva Bersih;
c. melakukan transaksi lindung nilai atas pembelian Efek yang diperdagangkan di
Bursa Efek luar negeri lebih besar dari nilai Efek yang dibeli;
d. membeli Efek Bersifat Ekuitas yang diterbitkan oleh perusahaan yang telah
mencatatkan Efeknya pada Bursa Efek di Indonesia lebih dari 5% (lima per seratus)
dari modal disetor perusahaan dimaksud;
e. membeli Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan lebih dari 10% (sepuluh per
seratus) dari Nilai Aktiva Bersih reksa Dana pada setiap saat. Pembatasan ini
termasuk pemilikan surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank-Bank tetapi tidak
termasuk Sertifikat Bank Indonesia dan obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah
Republik Indonesia
f. menjual Unit Penyertaan kepada setiap pemodal lebih dari 2% (dua per seratus)
dari jumlah Unit Penyertaan yang ditetapkan dalam kontrak, kecuali
1. bagi Manajer Investasi , semata-mata untuk kepentingan sendiri dan bukan
untuk kepentingan Pihak lain. Pembelian tersebut guna menjamin
pembayaran atas penjualan kembali (pelunasan) Unit Penyertaan oleh
pemegang Unit Penyertaan; dan
2. kelebihan pemilikan Unit penyertaan tersebut yang dimiliki oleh pemegang
Unit Penyertaan yang berasal dari penanaman kembali pembagian
keuntungan.
8
g. membeli Efek Beragun Aset lebih dari 10% (sepuluh per seratus) dari Nilai Aktiva
Bersih Reksa Dana dengan ketentuan bahwa setiap jenis Efek Beragun Aset tidak
lebih dari 5% (lima per seratus persen) dari Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana;
h. membeli Efek yang tidak melalui Penawaran Umum dan atau tidak dicatatkan di
Bursa Efek di Indonesia, kecuali Efek pasar uang, Efek sebagaimana dimaksud
dalam angka 14 huruf b di atas dan Obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah
Republik Indonesia;
i. membeli Efek yang diterbitkan oleh pihak yang terafiliasi baik dengan Manajer
Investasi maupun pemegang Unit Penyertaan lebih dari 20% (dua puluh per
seratus) dari Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana, kecuali hubungan afiliasi yang terjadi
karena penyertaan modal pemerintah;
j. menempatkan dana investasi dalam Kas atau setara kas kurang dari 2% (dua per
seratus) dari Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana;
k. terlibat dalam kegiatan selain dari investasi, investasi kembali, atau perdagangan
Efek;
l. terlibat dalam penjualan Efek yang belum dimiliki (short sale);
m. terlibat dalam pembelian Efek secara margin;
n. melakukan emisi obligasi atau sekuritas kredit;
o. terlibat dalam berbagai bentuk pinjaman, kecuali pinjaman jangka pendek yang
berkaitan dengan penyelesaian transaksi dan pinjaman tersebut tidak lebih dari
10% (sepuluh per seratus) dari nilai portofolio Reksa Dana pada saat pembelian;
p. membeli efek yang sedang ditawarkan dalam Penawaran Umum dimana Manajer
Investasi atau afiliasinya bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek dari Efek yang
dimaksud;
q. terlibat dalam transaksi bersama atau kontrak bagi hasil dengan Manajer Investasi
atau Afiliasinya;
r. membeli Efek Beragun Aset yang sedang ditawarkan dalam penawaran Umum
dimana Manajer Investasinya sama dengan Manajer Investasi Reksa Dana dan atau
terafiliasi dengan Kreditur Awal Efek Beragun Aset tersebut; atau
s. membeli Efek Beragun Aset yang tidak tercatat di Bursa Efek
4. KEBIJAKAN PEMBAGIAN HASIL INVESTASI
Hasil investasi DANAREKSA ANGGREK akan diinvestasikan kembali ke dalam portofolio
DANAREKSA ANGGREK sehingga akan meningkatkan Nilai Aktiva Bersih per Unit
Penyertaan. Pemegang Unit Penyertaan yang ingin menikmati keuntungan dari
investasinya, atau membutuhkan likuiditas, dapat menjual sebagian atau seluruh Unit
Penyertaan yang dimiliki sesuai ketentuan dalam Prospektus.
9
VI
METODE PENGHITUNGAN NILAI PASAR WAJAR
Metode Penghitungan Nilai Pasar Wajar portofolio DANAREKSA ANGGREK mengacu kepada
peraturan nomor IV.C.2 yang tertuang dalam Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal
nomor Kep-24/PM/2004 tanggal 19 Agustus 2004 tentang Nilai Pasar Wajar dari Efek Dalam
Portofolio Reksa Dana, sebagai berikut :
1. Dalam peraturan ini yang dimaksud:
a. Efek Bersifat Utang adalah Efek yang menunjukkan hubungan utang piutang
antara kreditor (pemegang Efek) dengan Pihak yang menerbitkan Efek
b. Nilai Pasar Wajar (fair market value) dari Efek adalah nilai yang dapat diperoleh dari
transaksi Efek yang dilakukan antar para Pihak yang bebas bukan karena paksaan
atau likuidasi.
2. Nilai Pasar Wajar dari Efek dalam Portofolio Reksa Dana wajib ditentukan dan
disampaikan oleh Manajer Investasi kepada Bank Kustodian selambat-lambatnya pada
pukul 17.00 setiap Hari Kerja, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek
menggunakan informasi harga perdagangan terakhir Efek di Bursa Efek.
b. Dalam hal harga perdagangan terakhir Efek di Bursa Efek tidak mencerminkan
Nilai Pasar Wajar pada saat itu, Manajer Investasi wajib menentukan Nilai Pasar
Wajar dari Efek dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab berdasarkan
metode yang ditetapkan dalam Kontrak Investasi Kolektif dan Prospektus dengan
mempertimbangkan:
1) harga perdagangan sebelumnya; atau
2) harga perbandingan Efek sejenis;
c. Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang diperdagangkan di luar Bursa Efek
(over the counter) menggunakan harga referensi, sebagai berikut:
1) Surat Utang Negara menggunakan informasi harga yang dikeluarkan oleh
Penyelenggara Perdagangan Surat Utang Negara di luar Bursa Efek;
Obligasi perusahaan menggunakan informasi harga yang tersedia dalam sistem yang
ditetapkan oleh Bapepam sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam Nomor X.D.1
tentang Laporan Reksa Dana;
d. Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang diperdagangkan di Bursa Efek luar
negeri menggunakan informasi harga dari sumber yang dapat dipercaya dan dapat
diakses melalui media massa atau fasilitas internet yang tersedia;
e. Penentuan Nilai Pasar Wajar dari Efek dari perusahaan yang dinyatakan pailit atau
kemungkinan besar akan pailit, atau gagal membayar pokok utang atau bunga
dari Efek tersebut, wajib berdasarkan itikad baik dan penuh tanggung jawab oleh
Manajer Investasi dengan menggunakan asas konservatif dan diterapkan secara
10
konsisten. Nilai yang diperkirakan tersebut wajib didasarkan perkiraan harga yang
paling mungkin terjadi antara penjual dan pembeli yang memiliki Fakta Material
mengenai Efek tersebut serta tidak melakukan transaksi secara terpaksa. Fakta
yang wajib dipertimbangkan oleh Manajer Investasi dalam membuat evaluasi
antara lain adalah:
1) harga terakhir Efek yang diperdagangkan, kecenderungan harga saham dan
tingkat suku bunga umum sejak perdagangan terakhir;
2) informasi material yang diumumkan mengenai Efek tersebut sejak
perdagangan terakhir;
3) dalam hal saham, perkiraan rasio pendapatan harga (price earning ratio)
dibandingkan dengan rasio pendapatan harga untuk Efek sejenis;
4) dalam hal Efek Bersifat Utang, tingkat suku bunga pasar dari Efek sejenis
pada saat tahun berjalan dengan peringkat kredit sejenis; dan
5) dalam hal waran, right, atau obligasi konversi, harga pasar terakhir dari Efek
yang mendasari; dan
f. Efek yang diperdagangkan dalam denominasi mata uang yang berbeda dengan
denominasi mata uang Reksa Dana wajib diperhitungkan dengan menggunakan
kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku.
3. Sehubungan dengan penentuan Nilai Pasar Wajar tersebut dalam angka 2 huruf c,
maka kepada:
a. Penyelenggara Perdagangan Surat Utang Negara di luar Bursa Efek wajib
menyampaikan data harga Surat Utang Negara kepada Bapepam secara elektronik
dengan menggunakan sistem yang ditetapkan oleh Bapepam sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan Bapepam Nomor X.D.1 tetang Laporan Reksa Dana
pada setiap hari kerja selambat-lambatnya pada pukul 16.00 WIB; dan
b. Manajer Investasi wajib menyampaikan kuotasi harga penawaran jual dan
penawaran beli atas obligasi perusahaan yang terdapat dalam portofolio Reksa
Dana yang dikelolanya kepada Bapepam secara elektronik dengan menggunakan
sistem yang ditetapkan oleh Bapepam sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Bapepam Nomor X.D.1 tentang Laporan Reksa Dana pada setiap hari kerja
selambat-lambatnya pada pukul 16.00 WIB
4. Untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam angka 2 dan angka 3
diatas, Manajer Investasi wajib sekurang-kurangnya:
a. memiliki standar operasi dan prosedur;
b. menggunakan dasar perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan dan
diterapkan secara konsisten;
c. membuat catatan dan atau kertas kerja tentang tata cara penghitungan Nilai Pasar
Wajar dari Efek yang mencakup antara lain faktor atau fakta yang menjadi
pertimbangan dan perhitungan; dan
d. menyimpan catatan tersebut di atas sekurang-kurangnya dalam kurun waktu 5
(lima) tahun.
11
5. Perhitungan nilai aktiva bersih Reksa Dana wajib menggunakan Nilai Pasar Wajar dari Efek
yang ditentukan oleh Manajer Investasi
6. Penentuan nilai aktiva bersih Reksa Dana Pasar Uang wajib menggunakan metode harga
perolehan yang diamortisasi. Yang dimaksud dengan metode harga perolehan yang
diamortisasi adalah penilaian harga Efek dalam portofolio Reksa Dana Pasar Uang
berdasarkan harga perolehan yang disesuaikan dengan cara melakukan amortisasi atas
premium atau accretion atas diskonto
7. Nilai aktiva bersih per saham atau Unit Penyertaan dihitung berdasarkan nilai aktiva bersih
pada akhir hari yang bersangkutan, setelah penyelesaian pembukuan Reksa Dana
dilaksanakan, tetapi tidak termasuk permohonan pembelian dan atau pelunasan yang
diterima oleh Bank Kustodian pada hari yang sama.
8. Dengan tidak mengurangi berlakunya ketentuan pidana di Bidang Pasar Modal, Bapepam
berwenang mengenakan sanksi terhadap setiap pelanggaran ketentuan peraturan ini,
termasuk Pihak yang menyebabkan terjadinya pelanggaran tersebut.
12
VII
PERPAJAKAN
Berdasarkan Peraturan Perpajakan yang berlaku, penerapan Pajak Penghasilan (PPh) atas
pendapatan Reksa Dana yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif adalah sebagai berikut :
No Uraian Perlakuan Pajak Dasar Hukum
A. Penghasilan Reksa Dana yang berasal dari :
a. Dividen PPh tarif umum Pasal 4 (1) UU PPh
b. Bunga Obligasi Bukan Objek Pajak*) Pasal 4 (3) huruf j UU
PPh jo. Pasal 5 No. 6
tahun 2002PPh
c. Bunga Deposito dan Tabungan PPh final (20%) PP 131 tahun 2000
serta Diskonto Sertifikat Bank
Indonesia
d. Capital Gain saham di Bursa PPh final (0,1%) PP 41 tahun 1994
jo. PP No. 14 tahun1997
e. Commercial Paper dan Surat PPh tarif umum Pasal 4 (1) UU PPh
Hutang lainnya
B. Bagian laba termasuk pelunasan Bukan Objek PPh Pasal 4 (3)
kembali (redemption) Unit huruf i UU PPh
Penyertaan yang diterima
pemegang Unit Penyertaan
*) Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2002 dan peraturan
pelaksanaannya, bunga dan diskonto obligasi yang diperdagangkan dan/atau
dilaporkan perdagangannya di Bursa Efek yang diterima Reksa Dana yang
terdaftar pada BAPEPAM, tidak dikenakan pemotongan pajak selama 5 (lima)
tahun pertama sejak pernyataan efektif dari BAPEPAM diperoleh.
Informasi perpajakan tersebut di atas dibuat oleh Manajer Investasi berdasarkan pengetahuan
dan pengertian dari Manajer Investasi atas peraturan perpajakan yang ada sampai dengan
Prospektus ini dibuat. Apabila dikemudian hari terdapat perubahan dan/atau perbedaan
interpretasi atas peraturan perpajakan yang berlaku maka Manajer Investasi akan
menyesuaikan informasi perpajakan di atas.
Bagi warga negara asing disarankan untuk berkonsultasi dengan Penasihat Perpajakan
mengenai perlakuan pajak investasi sebelum membeli Unit Penyertaan.
13
VIII
FAKTOR – FAKTOR RISIKO UTAMA
1. RISIKO BERKURANGNYA NILAI UNIT PENYERTAAN
Berkurangnya nilai saham atau Unit Penyertaan disebabkan oleh kondisi makro ekonomi
dan keamanan, wanprestasi dari pihak-pihak yang terkait dengan Reksa Dana seperti
bank, perusahaan lain penerbit instrumen pasar uang dan atau obligasi dan perubahan
nilai instrumen pasar uang sebagai akibat pergerakan suku bunga dan kurs mata uang
secara signifikan.
a. Efek Saham
Harga efek saham dapat berfluktuasi sesuai dengan mekanisme pasar yang terjadi di
Bursa Efek yang memperdagangkannya.
b. Efek Hutang
Secara umum harga Efek Hutang akan naik pada saat tingkat bunga cenderung turun,
dan sebaliknya harganya akan turun pada saat tingkat bunga cenderung naik.
c. Instrumen Pasar Uang
Instrumen Pasar Uang dengan tingkat kualitas kredit yang rendah mempunyai risiko
perubahan harga yang tinggi, dan dapat menurun tajam dalam kondisi ekonomi yang
kurang menunjang.
2. RISIKO KREDIT
Risiko kredit dapat timbul jika perusahaan yang menerbitkan Efek Hutang dan Instrumen
Pasar Uang tidak mampu membayar jumlah pokok hutang, dan bunga yang tertunggak.
Hal ini akan mempengaruhi hasil investasi DANAREKSA ANGGREK .
3. RISIKO LIKUIDITAS
Pembelian kembali (pelunasan) tergantung kepada likuiditas dari portofolio atau
kemampuan dari Manajer investasi untuk membeli kembali (melunasi) dengan
menyediakan uang tunai dengan segera
4. RISIKO POLITIK DAN EKONOMI
Semua kebijakan politik dan hukum seperti perubahan Undang – Undang, kebijakan dan
peraturan pemerintah yang berkaitan dengan dunia usaha dapat mempengaruhi harga
suatu Efek. Kinerja usaha industri dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, kondisi
peraturan dan iklim usaha bagi sektor usaha tersebut. Keadaan ini dapat pula
mempengaruhi harga Efek yang diterbitkan oleh emiten.
5. RISIKO NILAI TUKAR
Risiko nilai tukar mungkin timbul karena berubahnya nilai tukar mata uang asing terhadap
Rupiah.
14
IX
MANFAAT INVESTASI
1. PERAGAMAN (DIVERSIFIKASI)
Statistik menunjukkan bahwa diversifikasi dalam investasi di pasar modal akan
menurunkan risiko dan meningkatkan hasil investasi. Melalui Reksa Dana, Pemegang Unit
Penyertaan tidak perlu mempunyai dana investasi yang besar untuk dapat
mendiversifikasikan investasinya. Pemegang Unit Penyertaan kecil dapat melakukan
diversifikasi portofolio tanpa harus melakukan investasi langsung ke Pasar Modal, karena
setiap Unit Penyertaan yang mempunyai nilai aktiva bersih awal dalam Rupiah setara
dengan Rp 1.000,- (seribu Rupiah) per Unit Penyertaan, mempunyai karakteristik
diversifikasi yang identik dengan Portofolio Reksa Dana yang mungkin bernilai lebih dari
satu milyar Rupiah.
2. LIKUIDITAS
Likuiditas DANAREKSA ANGGREK terjamin karena setiap pemegang Unit Penyertaan
DANAREKSA ANGGREK dapat mencairkan kembali investasinya setiap saat. Hak pencairan
yang ditawarkan ini memberikan keleluasaan bagi Pemegang Unit Penyertaan untuk
mengatur kebutuhan keuangannya, atau untuk menghentikan investasinya di Reksa Dana.
3. KEMUDAHAN INVESTASI
Reksa Dana menawarkan banyak kemudahan, karena Pemegang Unit Penyertaan
diberikan pilihan investasi dengan strategi yang beragam, serta ditunjang oleh berbagai
layanan pengelolaan investasi yang profesional. Layanan-layanan tersebut antara lain
pemberian informasi tentang portofolio Pemegang Unit Penyertaan kemudahan transaksi
baik secara langsung maupun melalui sarana telekomunikasi, sistem administrasi yang
teratur, analisis portofolio Reksa Dana dan analisis emiten.
4. FLEKSIBILITAS INVESTASI
Pemegang Unit Penyertaan diberikan keleluasaan untuk menanamkan uangnya ke dalam
suatu portofolio, dan kemudian keluar dari portofolio tersebut untuk menginvestasikan
uangnya dalam portofolio yang lain, yang dipandang lebih sesuai dengan tujuan dan
sasaran investasinya. Keleluasaan ini tidak dapat diperoleh dalam investasi langsung di
Pasar Modal, karena Pemegang Unit Penyertaan harus menjual portofolionya terlebih
dahulu, untuk kemudian melakukan investasi dalam portofolio yang diinginkan. Proses
tersebut mungkin tidak bisa dijalankan dengan cepat, terutama dalam kondisi Pasar Modal
yang tidak likuid.
15
5. INFORMASI YANG TRANSPARAN
DANAREKSA ANGGREK memberikan informasi yang transparan sehingga Pemegang Unit
Penyertaan dapat mengetahui besarnya risiko yang dihadapi. Pemegang Unit Penyertaan
dapat mengetahui dengan jelas portofolio investasinya, dan juga besarnya biaya-biaya
yang dibebankan.
Reksa Dana diwajibkan memberikan informasi mengenai Nilai Aktiva Bersih, komposisi
portofolio dan biaya-biaya secara rinci, transparan dan teratur kepada Pemegang Unit
Penyertaan setiap 1 (satu) tahun sekali.
Untuk menjaga objektifitas laporan keuangan, tanggung jawab pembukuan dibebankan
pada Bank Kustodian sehingga bersifat lebih independen, dan wajib diperiksa oleh
Akuntan Publik yang terdaftar di BAPEPAM.
16
X
HAK – HAK PEMEGANG UNIT PENYERTAAN
1. HAK MEMPEROLEH LAPORAN KEUANGAN SESUAI PERATURAN BAPEPAM YANG
BERLAKU
Manajer Investasi akan memberikan salinan laporan keuangan DANAREKSA ANGGREK
sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) tahun yang akan dimuat di dalam perubahan
Prospektus setelah mendapat persetujuan BAPEPAM.
Setiap bulan Pemegang Unit Penyertaan akan menerima Laporan Akun (Rekening)
Kepemilikan Reksa Dana dari Bank Kustodian selambat-lambatnya pada hari ke 12 dari
bulan berikutnya. Laporan tersebut akan memuat Saldo Awal Kepemilikan, Daftar
Transaksi, dan Saldo Akhir. Atas nama Bank Kustodian, Manajer Investasi dapat
memberikan Laporan Akun (Rekening) pemegang Unit Penyertaan sebagai pengganti
Laporan Akun (Rekening) Kepemilikan Reksa Dana dari Bank Kustodian.
2. HAK MEMPEROLEH INFORMASI NILAI AKTIVA BERSIH HARIAN UNTUK REKSA
DANA TERBUKA
Pemegang Unit Penyertaan berhak mendapatkan informasi tentang Nilai Aktiva Bersih per
Unit Penyertaan pada setiap Hari Bursa. Nilai Aktiva Bersih akan dihitung oleh Bank
Kustodian pada saat akhir Hari Bursa dan akan diumumkan secara luas melalui surat
kabar yang mempunyai peredaran nasional pada Hari Bursa berikutnya.
3. HAK UNTUK MENJUAL KEMBALI (PELUNASAN) UNIT PENYERTAAN PADA REKSA
DANA TERBUKA
Pemegang Unit Penyertaan berhak menjual Unit Penyertaannya kepada Manajer Investasi
dan Manajer Investasi wajib membeli kembali Unit Penyertaan tersebut sesuai dengan
Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan pada Hari Bursa yang bersangkutan. Manajer
Investasi berhak menunda Penjualan Kembali Unit Penyertaan apabila :
a. Jumlah nilai Penjualan Kembali dalam 1 (satu) hari telah mencapai 10% (sepuluh per
seratus) dari Nilai Aktiva Bersih DANAREKSA ANGGREK, maka permohonan akan
diproses pada Hari Bursa berikutnya;
b. Keadaan kahar (force majeur) sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 huruf k. Undang-
Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal beserta peraturan pelaksanaannya.
4. HAK MEMPEROLEH PEMBAGIAN HASIL INVESTASI
DANAREKSA ANGGREK akan membagikan hasil bersih investasi kepada pemegang Unit
Penyertaan, secara proporsional, sesuai dengan Kebijakan Pembagian Hasil Investasi yang
ditetapkan.
5. HAK ATAS SISA HASIL LIKUIDASI
Jika karena satu dan lain hal DANAREKSA ANGGREK harus dilikuidasi, maka pemegang
Unit Penyertaan berhak atas hal –hal sebagai berikut :
a. Mendapat pemberitahuan secara tertulis dari Manajer Investasi mengenai rencana
likuidasi selambat-lambatnya 60 hari sebelum likuidasi.
b. Meminta Manajer Investasi untuk membeli kembali Unit Penyertaan miliknya pada
harga yang sesuai dengan Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan pada Hari Bursa
terakhir saat DANAREKSA ANGGREK dilikuidasi;
17
c. Meminta Bank Kustodian untuk melakukan pembayaran hasil Penjualan Kembali Unit
Penyertaan ke dalam rekening bank atas nama pemegang Unit Penyertaan;
d. Pembagian hasil likuidasi (bila ada) dari seluruh kekayaan DANAREKSA ANGGREK
sesuai dengan peraturan yang berlaku menurut perbandingan kepemilikan Unit
Penyertaan.
6. HAK MENDAPATKAN BUKTI PENYERTAAN
Atas setiap transaksi yang dilakukan (Pembelian dan Penjualan Kembali), Pemegang Unit
Penyertaan akan menerima konfirmasi selambat-lambatnya 7 (tujuh) Hari Bursa setelah
transaksi.
18
XI
ALOKASI BIAYA
1. BIAYA YANG MENJADI BEBAN MANAJER INVESTASI
a. Biaya Persiapan DANAREKSA ANGGREK
Manajer Investasi bertanggung jawab atas semua biaya persiapan termasuk biaya
Konsultan Hukum dan Notaris yang diperlukan untuk Kontrak Investasi Kolektif, biaya
Akuntan Publik yang diperlukan sampai mendapat pernyataan efektif dari BAPEPAM,
serta biaya cetak dan distribusi prospektus awal.
b. Biaya Pemasaran DANAREKSA ANGGREK
Manajer Investasi bertanggung jawab atas promosi DANAREKSA ANGGREK, biaya
penjualan Unit Penyertaan, serta biaya penerbitan dan distribusi Prospektus awal
termasuk biaya penunjukkan Agen Penjualan dan Bank Perantara Pembayaran serta
biaya administrasi yang berkaitan.
2. BIAYA YANG MENJADI BEBAN REKSA DANA
DANAREKSA ANGGREK harus membayar biaya – biaya yang meliputi :
a. Biaya Transaksi
DANAREKSA ANGGREK membayar seluruh biaya, termasuk biaya jasa pialang, biaya
bursa, pajak dan biaya lain yang berkaitan dengan transaksi yang dilakukan untuk
kepentingan portofolio kekayaan DANAREKSA ANGGREK.
b. Biaya Pencetakan dan Distribusi Pembaharuan Prospektus
Setiap 1 (satu) tahun sekali Pemegang Unit Penyertaan akan mendapatkan pembagian
pembaharuan Prospektus yang berisi Laporan keuangan Reksa Dana setelah disetujui
BAPEPAM.
c. Imbalan Jasa Manajer Investasi
DANAREKSA ANGGREK memberikan imbalan atas jasa pengelolaan investasi kepada
Manajer Investasi. Imbalan jasa dihitung dari Nilai Aktiva Bersih rata-rata per hari
dalam bulan yang bersangkutan. Pajak Pertambahan Nilai atas imbalan jasa
ditanggung Reksa Dana. Imbalan jasa pengelolaan ditetapkan maksimum sebesar
1,50%dari Nilai Aktiva Bersih per tahun (dihitung secara harian berdasarkan 365 hari).
d. Imbalan Jasa Bank Kustodian
Imbalan jasa untuk Bank Kustodian ditetapkan sebesar 0,15% dari Nilai Aktiva Bersih
per tahun (dihitung secara harian berdasarkan 365 hari) dan dibayar setiap bulan yang
didalamnya sudah termasuk komponen pajak yang berlaku.
e. Imbalan Jasa Akuntan Publik
DANAREKSA ANGGREK membayar seluruh biaya atas jasa Akuntan Publik dalam hal
pemeriksaan Laporan Keuangan Reksa Dana setelah reksa dana efektif yang harus
dilakukan setidak-tidaknya sekali setiap 1 (satu) tahun.
19
f. Imbalan Jasa Notaris
DANAREKSA ANGGREK membayar seluruh biaya atas jasa Notaris yang diperlukan
setelah tanggal efektif.
g. Imbalan Jasa Konsultan Hukum
DANAREKSA ANGGREK membayar seluruh biaya atas jasa Konsultan Hukum yang
diperlukan setelah efektif beroperasi.
3. BIAYA YANG MENJADI BEBAN PEMEGANG UNIT PENYERTAAN
Biaya yang akan dibebankan kepada pemegang Unit Penyertaan menurut Prospektus ini
adalah :
a. Biaya pembelian Unit Penyertaan sebesar maksimum 1% yang dikenakan pada saat
calon Pemegang Unit Penyertaan melakukan pembelian Unit Penyertaan DANAREKSA
ANGGREK. (Ketentuan pelaksanaan penetapan besarnya biaya penjualan kembali
tersebut akan dilakukan dalam suatu ketentuan/ketetapan terpisah yang dibuat oleh
Manajer Investasi.).
b. Biaya penjualan kembali Unit Penyertaan yang dikenakan pada saat Pemegang Unit
Penyertaan menjual partisipasinya dalam DANAREKSA ANGGREK yaitu:
(i) Tidak ada biaya penjualan kembali untuk penjualan kembali setelah 2 (dua)
tahun terhitung sejak pembelian Unit Penyertaan oleh pemegang Unit
Penyertaan;
(ii) Maksimum sebesar 0.50% (nol koma lima puluh persen) dari nilai penjualan
kembali, apabila penjualan kembali dilakukan dalam masa sebelum dan sampai
dengan 2 (dua) tahun terhitung sejak pembelian Unit Penyertaan oleh
Pemegang Unit Penyertaan
(Ketentuan pelaksanaan penetapan besarnya biaya penjualan kembali tersebut akan
dilakukan dalam suatu ketentuan/ketetapan terpisah yang dibuat oleh Manajer
Investasi).
c. Biaya transfer bank atau pemindahbukuan sehubungan dengan pembelian Unit
Penyertaan oleh Pemegang Unit Penyertaan, pengembalian sisa uang pembelian Unit
Penyertaan yang ditolak, hasil pencairan seluruh Unit Penyertaan dalam hal
kepemilikan Unit Penyertaan di bawah saldo minimum dan pembayaran hasil
penjualan kembali Unit Penyertaan serta pembagian hasil investasi ke rekening
Pemegang Unit Penyertaan (jika ada).
d. Pajak-pajak yang berkenaan dengan Pemegang Unit Penyertaan (jika ada).
20
4. ALOKASI BIAYA
JENIS (%) KETERANGAN
Dibebankan kepada DANAREKSA MELATI
PREMIUM DOLLAR:
dihitung secara harian dari Nilai Aktiva
a. Imbalan Jasa Manajer Investasi Maks. 1,50% p.a. Bersih Harian DANAREKSA ANGGREK
berdasarkan 365 (tiga ratus enam
b. Imbalan Jasa Bank Kustodian Maks. 0.15% p.a. puluh lima) hari per tahun dan
dibayarkan setiap bulan
Dibebankan kepada Pemegang Unit Penyertaan:
a. Biaya Pembelian Maks. 1%
b. Biaya Penjualan Kembali Maks. 0.50% Untuk penjualan kembali < 2 tahun
0% Untuk penjualan kembali > 2 tahun
c. Biaya bank jika ada
d. Pajak-pajak yang berkenaan dengan Pemegang jika ada
Unit Penyertaan
21
XII
PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI
1. HAL-HAL YANG MENYEBABKAN DANAREKSA ANGGREK DAPAT DIBUBARKAN
Pembubaran DANAREKSA ANGGREK dapat terjadi apabila satu atau lebih hal berikut
terjadi:
a. Manajer Investasi tidak dapat melaksanakan tugas dan kewajiban serta ketentuan
sebagaimana tercantum dalam Peraturan BAPEPAM No. IV.B.1 tentang Pedoman
Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif; atau
b. Apabila 1 (satu) tahun setelah ditawarkan kepada masyarakat, Nilai Aktiva Bersih
DANAREKSA ANGGREK menjadi kurang atau setara dengan Rp 25.000.000.000,-
(dua puluh lima milyar Rupiah) dan selama 60 (enam puluh) hari bursa berturut-
turut, dengan terlebih dahulu memberitahu dan mendapat persetujuan dari
BAPEPAM; atau
c. Manajer Investasi dan atau Bank Kustodian mengundurkan diri dan selama 60
(enam puluh) hari tidak diperoleh penggantinya, dan setelah mendapat
persetujuan dari BAPEPAM.
2. PROSES PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI DANAREKSA ANGGREK
Dalam hal terjadi pembubaran, maka likuidasinya dilakukan oleh Manajer Investasi
dibawah Pengawasan Akuntan yang disetujui oleh BAPEPAM.
Manajer Investasi wajib mengumumkan rencana pembubaran, likudasi, dan
pembagian hasil likudasi DANAREKSA ANGGREK dalam 2 (dua) surat kabar harian
berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional selambat-lambatnya 2 (dua) Hari
Bursa setelah pemberitahuan pada BAPEPAM. Pada hari yang sama dengan
pengumuman tentang rencana pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likudasi
tersebut, Manajer Investasi wajib memberitahukan secara tertulis kepada Bank
Kustodian untuk menghentikan perhitungan Nilai Aktiva Bersih DANAREKSA
ANGGREK. Imbalan jasa Konsultan Hukum, Akuntan, Notaris dan biaya lain kepada
pihak ketiga menjadi tanggung jawab dan wajib dibayar oleh Manajer Investasi
kepada pihak-pihak yang bersangkutan dan tidak boleh dibebankan pada kekayaan
Reksa Dana yang dibubarkan;
3. PEMBAGIAN HASIL LIKUIDASI
Hasil dari likuidasi harus dibagi secara proporsional menurut komposisi jumlah Unit
Penyertaan yang dimiliki masing-masing pemegang Unit Penyertaan. Manajer Investasi
wajib menyampaikan laporan hasil pembubaran, likuidasi dan pembagian hasil
likuidasi DANAREKSA ANGGREK kepada Bapepam selambat-lambatnya 2 (dua) bulan
setelah tanggal pemberitahuan rencana pembubaran. Likuidasi dan pembagian hasil
likuidasi tersebut yang diajukan dengan dilengkapi pendapat dari Konsultan Hukum
dan Akuntan, serta Akta Pembubaran dan Likuidasi DANAREKSA ANGGREK dari
Notaris.
22
Manajer Investasi wajib mengumumkan rencana pembagian hasil likuidasi tersebut
dalam 2 (dua) surat kabar harian berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional.
Pembagian hasil likuidasi akan dilakukan oleh Bank Kustodian dengan cara
pemindahbukuan kepada pemegang Unit Penyertaan atau ahli waris/pengganti
haknya yang sah yang telah memberitahukan kepada Bank Kustodian dengan
menunjukkan bukti haknya atas hasil likuidasi tersebut beserta nomor akun
banknya;
4. HAL-HAL LAIN MENGENAI PEMBUBARAN DAN LIKUIDASI
Bubarnya DANAREKSA ANGGREK tidak akan mengakibatkan bubarnya Reksa Dana
lain yang dikelola oleh Manajer Investasi.
23
XIII
SKEMA PEMBELIAN DAN PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN
DANAREKSA ANGGREK
Unit Penyertaan DANAREKSA ANGGREK dipasarkan secara langsung oleh Manajer Investasi
maupun melalui Agen Penjual. Agen Penjual adalah lembaga/institusi yang ditunjuk dan
mengikatkan diri dalam perjanjian kerjasama keagenan dengan Manajer Investasi.
Informasi penting yang wajib diketahui oleh Pemegang Unit Penyertaan mengenai keberadaan
Agen Penjual Reksa Dana adalah sebagai berikut :
a. Agen Penjual merupakan perpanjangan tangan dari Manajer Investasi dalam rangka
menyebarluaskan informasi dan pelayanan transaksi Reksa Dana.
b. Segala bentuk informasi yang disampaikan oleh Agen Penjual kepada Pemegang Unit
Penyertaan harus merupakan informasi resmi yang diterbitkan oleh Manajer Investasi.
Manajer Investasi tidak bertanggung jawab terhadap segala informasi yang berbeda
dengan informasi resmi yang diterbitkan Agen Penjual.
c. Agen Penjual tidak terlibat dalam kegiatan pengelolaan portofolio Reksa Dana, sehingga
Pemegang Unit Penyertaan tidak dapat menuntut dalam bentuk apapun kepada Agen
Penjual akibat investasi Reksa Dana mengalami kerugian.
d. Apabila Pemegang Unit Penyertaan telah memutuskan untuk melakukan transaksi
pertama Reksa Dana melalui salah satu Agen Penjual, maka untuk transaksi selanjutnya
baik untuk pembelian maupun penjualan kembali Pemegang Unit Penyertaan tersebut
harus melalui Agen Penjual yang sama.
Adapun mekanisme Pembelian dan Penjualan Kembali Unit Penyertaan Reksa Dana dapat
digambarkan sebagai berikut :
1. INSTRUKSI TRANSAKSI
Skema instruksi transaksi (Calon) Pemegang Unit Penyertaan untuk Pembelian dan
Penjualan Kembali Unit Penyertaan Reksa Dana adalah sebagai berikut :
3
Manajer Bank
Investasi Kustodian
1a 2
Agen Penjual Agen Penjual Agen Penjual
1b
(Calon) Pemegang Unit Penyertaan
24
Keterangan gambar :
1. (Calon) Pemegang Unit Penyertaan dapat mengirimkan instruksi transaksi melalui salah
satu dari 2 (dua) cara, yaitu langsung pada Manajer Investasi (1a) atau melalui Agen
Penjual yang ditunjuk oleh Manajer Investasi (1b). Apabila pada transaksi pembelian
Unit Penyertaan yang pertama kali (Calon) Pemegang Unit Penyertaan telah memilih
untuk melalui salah satu Agen Penjual, maka untuk transaksi selanjutnya seluruh
instruksi transaksi harus melalui Agen Penjual yang sama.
2. Dalam hal Nasabah menyampaikan instruksi transaksi melalui Agen Penjual, maka
Agen Penjual akan meneruskan instruksi tersebut kepada Manajer Investasi pada hari
yang sama.
3. Pada akhir hari yang sama Manajer Investasi akan menyampaikan seluruh instruksi
transaksi yang diterima, baik secara langsung maupun melalui Agen Penjual kepada
Bank Kustodian. Atas dasar instruksi yang diterima, maka pada Hari Bursa selanjutnya
(T+1) Bank Kustodian melakukan proses alokasi penambahan/pengurangan Unit
Penyertaan berdasarkan NAB per Unit pada hari transaksi (T+0).
2. ALUR DANA PEMBELIAN/PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN
Mekanisme alur dana investasi untuk pembelian Unit Penyertaan dan pembayaran hasil
penjualan kembali (pelunasan) ditetapkan sebagai berikut :
2.1. Dana investasi (pembelian) Unit Penyertaan
Dana investasi (pembelian Unit Penyertaan disetorkan ke rekening Reksa Dana yang ada
di bank Kustodian, atau rekening di bank lain yang ditunjuk oleh Bank Kustodian.
Instruksi pembelian Unit Penyertaan hanya akan diproses apabila dana investasi telah
efektif di rekening yang ditunjuk (good fund) dan instruksi telah diterima dengan baik
(good document) oleh Manajer Investasi.
2.2. Dana hasil penjualan kembali Unit Penyertaan
a. Apabila Pemegang Unit Penyertaan melakukan transaksi secara langsung dengan
Manajer Investasi, maka dana hasil penjualan kembali Unit Penyertaan akan dikirim
secara langsung oleh Bank Kustodian ke masing-masing rekening bank milik
Pemegang Unit Penyertaan.
b. Apabila Pemegang Unit Penyertaan melakukan transaksi melalui Agen Penjual, maka
dana hasil penjualan kembali Unit Penyertaan akan dikirim oleh Bank Kustodian ke
rekening perantara bank milik Agen Penjual, dan selanjutnya dibayarkan oleh Agen
Penjual ke rekening masing-masing Pemegang Unit Penyertaan.
25
3. PENERBITAN BUKTI TRANSAKSI DAN KEPEMILIKAN UNIT PENYERTAAN
Unit Penyertaan DANAREKSA ANGGREK diperdagangkan tanpa warkat (scriptless),
sehingga Pemegang Unit Penyertaan hanya akan memperoleh bukti transaksi dan
kepemilikan Unit Penyertaan yang terdiri dari :
a. Surat Konfirmasi atas dilaksanakan suatu transaksi (Pembelian dan/atau Penjualan
Kembali Unit Penyertaan) ; dan
b. Laporan Rekening Bulanan yang diterbitkan setiap akhir bulan, yang memuat catatan
transaksi yang dilakukan Pemegang Unit Penyertaan selama bulan tersebut.
Mekanisme penerbitan dan pengiriman Surat Konfirmasi dan Laporan Rekening Bulanan
adalah sebagai berikut :
a. Apabila Pemegang Unit Penyertaan melakukan transaksi secara langsung dengan
Manajer Investasi, maka Surat Konfirmasi dan Laporan Rekening Bulanan akan dikirim
secara langsung oleh Bank Kustodian ke masing-masing alamat Pemegang Unit
Penyertaan.
b. Apabila Pemegang Unit Penyertaan melakukan transaksi melalui Agen Penjual, maka
maka Surat Konfirmasi dan Laporan Rekening Bulanan akan dikirim ke masing-masing
alamat Pemegang Unit Penyertaan oleh Agen Penjual.
26
XIV
PERSYARATAN DAN TATA CARA
PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
1. TATA CARA PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
Untuk melakukan transaksi Pembelian Unit Penyertaan, Calon Pemegang Unit Penyertaan
(Investor) dapat mengunjungi atau menghubungi Manajer Investasi atau Agen Penjual
yang ditunjuk oleh Manajer Investasi.
Calon Pemegang Unit Penyertaan yang belum memiliki rekening Reksa Dana Danareksa,
harus melakukan pembukaan rekening dan mengisi Profil Resiko Pemodal terlebih dahulu
sesuai dengan tata cara dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Manajer Investasi.
Informasi mengenai tata cara dan persyaratan pembukaan rekening Reksa Dana tersebut
dapat diperoleh di: (i) kantor Manajer Investasi; (ii) Sentra Investasi Danareksa (SID)
terdekat; (iii) Agen Penjual yang ditunjuk; (iv) melalui fasilitas perbankan elektronik pada
bank yang ditunjuk; atau (v) fasilitas lainnya pada pihak tertentu yang ditunjuk oleh
Manajer Investasi (seluruhnya secara bersama-sama disebut “Media Informasi dan
Transaksi”).
Sedangkan bagi Pemegang Unit Penyertaan yang sebelumnya telah memiliki Rekening
Reksa Dana Danareksa, dapat langsung melakukan pembelian Unit Penyertaan melalui
Media Informasi dan Transaksi.
2. BATAS MAKSIMUM PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
Pemesanan Pembelian DANAREKSA ANGGREK dibatasi maksimum 2% (dua persen) dari
Total Unit Penyertaan yang ditawarkan pada penawaran umum.
3. BATAS MINIMUM PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
Batas minimum pemesanan Pembelian Awal Unit Penyertaan ditetapkan sebesar Rp
1.000.000,- (satu juta Rupiah) dan untuk investasi berikutnya minimum sebesar Rp
500.000,- (lima ratus ribu Rupiah). Dengan ketentuan bahwa saldo minimal adalah
sebesar 500 Unit Penyertaan.
4. HARGA PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
Harga Unit Penyertaan, disebut Nilai Aktiva Bersih (NAB), dihitung dan diumumkan setiap
hari. Pemegang Unit Penyertaan akan mendapatkan Unit Penyertaan berdasarkan NAB per
unit yang diumumkan pada hari dimana pembayaran efektif di rekening Reksa Dana yang
ditunjuk oleh Bank Kustodian.
5. SYARAT-SYARAT PEMBAYARAN DAN BIAYA YANG MENYERTAINYA
Pembayaran untuk pemesanan Pembelian Unit Penyertaan dapat dilakukan melalui bank-
bank terdekat untuk disetorkan ke rekening :
27
CITIBANK, N.A., Citibank Tower Lt 15, Jl. Jend. Sudirman Kav 54-55, Jakarta
Rekening Pemesanan, A/C No. 0-800728-029
Untuk : Pembelian DANAREKSA ANGGREK
Atau rekening lain yang ditetapkan oleh Bank Kustodian
Biaya administrasi yang timbul akibat Pembelian Unit Penyertaan termasuk namun tidak
terbatas pada biaya bank koresponden, komisi dan biaya transfer menjadi beban
pemegang Unit Penyertaan.
6. PERSYARATAN ATAU HAL LAIN
1. Persetujuan Manajer Investasi dan Bank Kustodian
Manajer Investasi dan Bank Kustodian hanya akan memproses pemesanan Pembelian
Unit Penyertaan jika semua persyaratan diatas telah dipenuhi dan pembayaran telah
efektif di rekening Reksa Dana yang ditentukan oleh Bank Kustodian. Manajer
Investasi dan Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin
timbul akibat informasi yang tidak lengkap atau kesalahan instruksi yang diberikan
Pemegang Unit Penyertaan.
2. Penghentian Penjualan
Berdasarkan pertimbangan bisnis yang wajar dan/atau untuk kepentingan Pemegang
Unit Penyertaan yang telah ada, Manajer Investasi dapat menghentikan penjualan Unit
Penyertaan apabila terjadi peristiwa yang tidak memungkinkan bagi Manajer Investasi
untuk melakukan investasi walaupun penjualan Unit Penyertaan belum mencapai
batas maksimum penjualan.
28
XV
PERSYARATAN DAN TATA CARA
PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN
1. TATA CARA PENJUALAN KEMBALI
Pemegang Unit Penyertaan dapat menjual kembali Unit Penyertaannya dengan cara
dan persyaratan sebagaimana ditentukan oleh Manajer Investasi, yang dapat diketahui
melalui Media Informasi dan Transaksi.
2. BATAS MINIMUM PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN
Manajer Investasi membatasi jumlah minimum penjualan kembali oleh Pemegang Unit
Penyertaan, yaitu setara dengan Rp. 1.000.000,- (satu juta Rupiah) setiap transaksi.
Apabila penjualan kembali ini mengakibatkan saldo unit Pemegang Unit Penyertaan
menjadi kurang dari 500 (lima ratus) unit selama 3 (tiga) bulan berturut-turut, maka
saldo tersebut akan dicairkan (lihat ketentuan Bab XVI mengenai rekening pasif).
3. BATAS MAKSIMUM PENJUALAN KEMBALI UNIT PENYERTAAN
Manajer Investasi berhak melakukan penjatahan atas penjualan kembali Unit
Penyertaan para Pemegang Unit Penyertaan. Apabila total penjualan kembali pada
satu Hari Bursa melebihi 10% (sepuluh per seratus) dari total Nilai Aktiva Bersih Reksa
Dana yang bersangkutan, maka kelebihan penjualan kembali akan dialokasikan pada
Hari Bursa berikutnya dengan perhitungan yang sama.
4. BIAYA DALAM RANGKA PENJUALAN KEMBALI
Biaya administrasi yang timbul akibat Penjualan Kembali Unit Penyertaan termasuk
namun tidak terbatas pada biaya bank koresponden, komisi dan biaya transfer
menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
5. PERSETUJUAN MANAJER INVESTASI DAN BANK KUSTODIAN
Manajer Investasi dan Bank Kustodian hanya akan memproses permohonan Penjualan
Kembali, jika semua persyaratan diatas dipenuhi. Hasil Penjualan Kembali hanya akan
dikirimkan ke rekening bank pemegang unit penyertaan yang tercatat pada Formulir
Pembukaan Rekening Reksa Dana. Manajer Investasi dan Bank Kustodian tidak
bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat informasi yang tidak lengkap
atau kesalahan instruksi yang diberikan pemegang Unit Penyertaan.
29
XVI
KETENTUAN MENGENAI REKENING PASIF DAN
PENUTUPAN REKENING UNTUK SEMUA REKSA DANA
(DORMANT ACCOUNT)
Minimal kepemilikan Unit Penyertaan Reksa Dana dalam satu rekening adalah sebanyak 500
(lima ratus) unit. Apabila karena satu dan lain hal, selama 3 (tiga) bulan berturut-turut jumlah
Unit Penyertaan kurang dari 500 (lima) unit maka Manajer Investasi berhak menutup rekening
tersebut dan investasi yang tersisa dikembalikan kepada Pemegang Unit Penyertaan Reksa
Dana.
30
XVII
PENYEBARLUASAN PEMBAHARUAN PROSPEKTUS
DAN FORMULIR PEMESANAN
PEMBELIAN UNIT PENYERTAAN
Pembaharuan Prospektus dan Formulir Pemesanan Unit Penyertaan Reksa Dana dapat
diperoleh di kantor Manajer Investasi, Bank Kustodian serta Para Agen Penjual yang
ditunjuk Manajer Investasi. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Manajer
Investasi.
PT DANAREKSA INVESTMENT MANAGEMENT
(Manajer Investasi)
Gedung Danareksa
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 14
Jakarta 10110
Tel. (62-21) 350-9777, 350-9888
Fax. (62-21) 350-1713
Citibank, N.A., Jakarta
(Bank Kustodian)
Citibank Tower Lantai 11
Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55
Jakarta 12190
Tel. (62-21) 5290 8607
Fax. (62-21) 5290 8600
31
XVIII
LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan dapat dilihat pada Lampiran.
32
33
Related docs
Get documents about "