Docstoc

SKRIPSI PTK MODEL TUTOR SEBAYA

Document Sample
SKRIPSI PTK MODEL TUTOR SEBAYA Powered By Docstoc
					MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA DENGAN MEMANFAATKAN
   LKS DAN ALAT PERAGA PAPAN BERPAKU SEBAGAI UPAYA
   MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR
   MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN SIMETRI LIPAT DAN
  PENCERMINAN BAGI PESERTA DIDIK KELAS V SD REJOSARI 03
                          SEMARANG


                             SKRIPSI

         Diajukan dalam rangka penyelesaian Studi Strata I
            Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan




                       DISUSUN OLEH

            Nama            : Antonius Novan S.N.
            NIM             : 4102905018
            Program Studi : Pendidikan Matematika
            Jurusan         : Matematika




   FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
              UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                               2007
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR
 PESERTA DIDIK KELAS V TAHUN AJARAN 2006/2007 PADA POKOK
    BAHASAN SIMETRI LIPAT DAN PENCERMINAN MELALUI
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA DENGAN
MEMANFAATKAN LKS DAN ALAT PERAGA PAPAN BERPAKU DI SD
                   REJOSARI 03 SEMARANG


                             SKRIPSI

         Diajukan dalam rangka penyelesaian Studi Strata I
            Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan




                       DISUSUN OLEH

            Nama            : Antonius Novan S.N.
            NIM             : 4102905018
            Program Studi : Pendidikan Matematika
            Jurusan         : Matematika




   FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
              UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                               2007




                                 i
                                    PERNYATAAN


       Dengan ini saya menyatakan bahwa isi skripsi ini tidak terdapat karya yang

pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan

sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis

atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis dirujuk dalam skripsi ini

dan disebutkan dalam Daftar Pustaka.



                                                      Semarang, 30 Juli 2007




                                                      Antonius Novan Setyo Nugroho
                                                      NIM. 4102905018




                                             ii
                                  ABSTRAK

    Latar belakang penelitian ini adalah bahwa matematika merupakan ilmu
 pengetahuan yang digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, yaitu sebagai salah
 satu ilmu yang mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain
 itu keadaan ekonomi orang tua siswa tergolong kurang mampu ada yang buruh,
 tukang becak, ibu rumah tangga, pedagang bahkan yang tidak bekerja karena PHK.
 Dengan keadaan seperti ini penulis ingin meneliti siswa kelas V SDN Rejosari 03
 dengan menerapkan model pembelajaran Tutor sebaya dengan memanfaatkan LKS
 dan alat peraga papan berpaku pada pokok bahasan simetri lipat dan pencerminan
 aktivitas belajar dan hasil belajar dapat meningkat. Di samping rata-rata hasil
 belajar matematika di SDN Rejosari 03 kurang memuaskan dan lebih rendah
 dibanding hasil belajar mata pelajaran yang lain. Permasalahan yang muncul
 adalah: apakah melalui implementasi model pembelajaran Tutor Sebaya dengan
 memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku dapat meningkatkan hasil
 belajar dan aktivitas belajar peserta didik kelas V tahun ajaran 2006/2007 pada
 pokok bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan di SD Rejosari 03 Semarang?
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan
 aktivitas belajar peserta didik kelas V tahun ajaran 2006/2007 pada pokok bahasan
 Simetri Lipat dan Pencerminan melalui implementasi model pembelajaran tutor
 sebaya dengan memanfaatkan LKS dan alat peraga papan berpaku di SD Rejosari
 03 Semarang.
     Subjek penelitian yang diambil adalah siswa kelas V SDN Rejosari 03 dengan
jumlah 25 anak. Penelitian ini dilakukan melalui 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tindakan penelitian dalam siklus
I materi yang diberikan pada pertemuan I dan II adalah sub pokok bahasan
Membahas tentang melakukan lipatan untuk membentuk simetri (bangun seimbang,
sama bentuk/ukuran), banyaknya simetri lipat suatu bangun datar dan membuat
hasil pencerminan suatu bangun datar dengan menggunakan alat peraga papan
berpaku serta siklus II juga dilakukan pertemuan I dan II dimana sub pokok bahasan
yang diberikan adalah membahas tentang materi simetri lipat dan pencerminan
dengan melakukan pencerminan untuk membentuk bayangan terhadap sumbu tegak
dengan latihan soal yang bervariasi dengan menggunakan alat peraga papan
berpaku.
     Hasil yang diperoleh setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas adalah:
     1. Hasil belajar dan aktivitas belajar siswa meningkat.
     2. Kegiatan pembelajaran lebih hidup dengan keaktifan siswa dalam belajar
         baik secara kelompok maupun individu.
    Adapun simpulan dari penelitian ini adalah dengan implementasi model
pembelajaran tutor sebaya dengan memanfaatkan LKS dan alat peraga papan
berpaku hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik kelas V SD Negeri Rejosari
03 meningkat.




                                       iii
                                   PENGESAHAN




                                      SKRIPSI
 Upaya Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Belajar Peserta Didik Kelas V
  Tahun Ajaran 2006/2007 Pada Pokok Bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan
Melalui Implementasi Model Pembelajaran Tutor Sebaya dengan Memanfaatkan
        LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku Di SD Rejosari 03 Semarang


             Telah dipertahankan di hadapan Sidang Panitia Ujian Skripsi
 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam Universitas Negeri Semarang pada:
                            Hari    : Kamis
                            Tanggal : 9 Agustus 2007
                                    Panitia Ujian


Ketua                                               Sekretaris


Drs. Kasmadi Imam S., M S.                          Drs. Supriyono, M Si.
NIP.130781011                                       NIP 130815345

Pembimbing Utama                                    Ketua Penguji


Dra. Kusni, M.Si.                                   Drs. Moch. Chotim.M.S.
NIP. 130 515 748                                    NIP. 130 781 008

Pembimbing Pendamping                               Anggota Penguji


Dra. Nurkaromah D., M.Si.                           Dra. Kusni, M.Si.
NIP. 131 876 228                                    NIP. 130 515 748



                                                    Dra. Nurkaromah D., M.Si.
                                                    NIP. 131 876 228




                                         iv
                       MOTTO DAN PERSEMBAHAN




MOTTO:

  1. Berbahagialah Orang yang Lapar dan Haus akan kebenaran, karena Mereka akan

     Dipuaskan.

  2. Sedikit tidak berkekurangan dan banyak tidak berkelebihan dan, bersyukurlah

     senantiasa dalam segala hal.




                                          Persembahan :

                                          1. Isteriku dan anakku Agatha Meisya

                                             Denova Sari yang tercinta

                                          2. Ayah dan Ibu tercinta

                                          3. Teman-teman di kampus UNNES

                                          4. Pembaca yang berbahagia




                                      v
                               KATA PENGANTAR



       Penulis panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala

rahmat dan karunia Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi

dengan judul Upaya Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Belajar Peserta Didik

Kelas V Tahun Ajaran 2006/2007 Pada Pokok Bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan

Melalui Implementasi Model Pembelajaran Tutor Sebaya dengan Memanfaatkan LKS

dan Alat Peraga Papan Berpaku Di SD Rejosari 03 Semarang.

       Dalam penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari

berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si, Rektor Universitas Negeri

   Semarang yang telah banyak memberikan fasilitas.

2. Bapak Drs. Kasmadi Imam S, M.S. Selaku Dekan Fakultas MIPA Universitas

   Negeri Semarang yang telah memberikan fasilitas dan ijin penelitian bagi penulis.

3. Bapak Drs. Supriyono, M.Si. Selaku Ketua Jurusan Matematika yang telah

   membantu dalam memberikan berbagai fasilitas dan ijin bagi kelancaran

   penyelesaian skripsi ini.

4. Bapak M. Fajar S., S.Si, M.Si. Selaku Dosen Wali yang telah memberikan semangat

   dan dorongan sehingga terselesaikannya skripsi ini.

5. Ibu Dra. Kusni, M.Si. Selaku Dosen Pembimbing Utama yang telah memberikan

   masukan dan dengan sabar membimbing penulis sejak awal hingga terselesaikannya

   skripsi ini.

6. Ibu Dra. Nurkaromah D, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Pendamping yang telah

   memberikan petunjuk, arahan, dan bimbingan dalam penyusunan skripsi ini.


                                          vi
7. Bapak-Ibu Dosen Jurusan Matematika yang telah memberikan bekal, ilmu dan

   pengetahuan kepada penulis dalam menempuh pendidikan di UNNES.

8. Bapak Slamet Rijanto, Ama.Pd. selaku Kepala Sekolah SDN Rejosari 03 yang telah

   memberikan fasilitas kepada penulis dalam mengadakan penelitian dan penulisan

   skripsi.

9. Ibu M. Lilik S., S.Pd. Selaku guru SDN Rejosari 03 yang telah membantu dan

   melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam rangka penelitian.

10. Istri dan anakku tercinta yang telah memberi dukungan, dorongan dan semangat.

11. Kedua orangtuaku tercinta yang telah memberi dorongan, semangat selama kuliah

   dan pembuatan skripsi.

12. Teman-teman seperjuangan yang sudah mau bekerjasama dalam menyelesaikan

   skripsi ini.

13. Semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan skripsi ini yang tidak

   dapat penulis sebutkan satu persatu.

       Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih banyak terdapat

kekurangan dan ketidaksempurnaan. Oleh karena itu penulis memohon kritik atau saran

yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

       Penulis berharap agar skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca

dan pihak-pihak yang berkaitan dengan skripsi ini.



                                                                              Penulis




                                          vii
                                                       DAFTAR ISI

JUDUL ........................................................................................................   ii

PERNYATAAN ......................................................................................... iii

ABSTRAK .................................................................................................. iv

PENGESAHAN ..........................................................................................            v

MOTTO DAN PERSEMBAHAN .............................................................. vi

KATA PENGANTAR................................................................................. vii

DAFTAR ISI ............................................................................................... ix

DAFTAR LAMPIRAN ...............................................................................                  x

DAFTAR TABEL ....................................................................................... xi

DAFTAR GAMBAR................................................................................... xii

BAB I PENDAHULUAN

           A. Alasan Pemilihan Judul..............................................................               1

           B. Permasalahan .............................................................................         2

           C. Cara Pemecahan Masalah ..........................................................                  3

           D. Tujuan Penelitian .......................................................................          3

           E. Manfaat Penelitian .....................................................................           3

           F. Sistematika Penulisan ................................................................             4

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

           A. Landasan Teori...........................................................................          6

           B. Media Lembar Kerja Siswa (LKS) ............................................ 17

           C. Tutor Sebaya .............................................................................. 18

           D. Penggunaan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika...... 21

           E. Alat Peraga Papan Berpaku ....................................................... 24

           F. Materi Simetri Lipat dan Pencerminan ...................................... 26


                                                               viii
         G. Kerangka Berpikir...................................................................... 29

         H. Hipotesis Tindakan .................................................................... 30

BAB III METODE PENELITIAN

         A. Subyek Penelitian ...................................................................... 31

         C. Rencana Penelitian..................................................................... 31

         D. Teknik Pengumpulan Data......................................................... 39

         E. Indikator Keberhasilan............................................................... 39

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

         A. Hasil Penelitian.......................................................................... 40

         B. Pembahasan ............................................................................... 49

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

         A. Simpulan.................................................................................... 52

         B. Saran ......................................................................................... 52

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 54




                                                            ix
                                          DAFTAR LAMPIRAN



Lampiran 1 RPP Siklus I ............................................................................. 55

Lampiran 2 Pembagian Kelompok Siklus I................................................. 57

Lampiran 3 LKS Tugas Kelompok Siklus I Pertemuan 2 ........................... 58

Lampiran 4 LKS Tugas Kelompok Siklus I Pertemuan 1 ........................... 60

Lampiran 5 LKS Tugas Individu Siklus I Pertemuan 1 .............................. 61

Lampiran 6 LKS Tugas Individu Siklus I Pertemuan 2 .............................. 62

Lampiran 7 LKS Tugas Rumah Siklus I Pertemuan 1 ................................ 63

Lampiran 8 LKS Tugas Rumah Siklus I Pertemuan 2 ................................ 64

Lampiran 9 LKS Ulangan Harian Siklus I ................................................. 65

Lampiran 10 Hasil Analisis Ulangan Harian Siklus I ................................. 67

Lampiran 11 RPP Siklus II.......................................................................... 68

Lampiran 12 LKS Tugas Kelompok Siklus II............................................. 70

Lampiran 13 LKS Tugas Individu Siklus II ................................................ 72

Lampiran 14 LKS Tugas Rumah Siklus II .................................................. 73

Lampiran 15 LKS Ulangan Harian Siklus II ............................................... 74

Lampiran 16 Hasil Analisis Ulangan Harian Siklus II ................................ 76




                                                         x
                                             DAFTAR TABEL



Tabel 1     Jadwal Pertemuan ........................................................................................ 77

Tabel 2     Lembar Observasi Pengamatan Kegiatan Pembelajaran Siklus I ............... 78

Tabel 3     Lembar Observasi Pengamatan Siswa Siklus I............................................ 79

Tabel 4     Lembar Pengamatan Guru Siklus I .............................................................. 80

Tabel 5     Daftar Nama Peserta Tes.............................................................................. 81

Tabel 6     Daftar Nilai Tugas Kelompok Siklus I ........................................................ 82

Tabel 7     Daftar Nilai Tugas Individu Siklus I............................................................ 83

Tabel 8     Daftar Nilai Tugas Rumah Siklus I.............................................................. 84

Tabel 9     Daftar Nilai Ulangan Harian Siklus I........................................................... 85

Tabel 10 Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran dan Nilai Tugas Siklus I................... 86

Tabel 11 Analisis Ulangan Harian Siklus I................................................................. 87

Tabel 12 Lembar Observasi Pengamatan Kegiatan Pembelajaran Siklus II............... 88

Tabel 13 Lembar Observasi Pengamatan Siswa Siklus II .......................................... 89

Tabel 14 Daftar Nilai Tugas Kelompok Siklus II ....................................................... 90

Tabel 15 Daftar Nilai Tugas Individu Siklus II .......................................................... 91

Tabel 16 Daftar Nilai Tugas Rumah Siklus II ............................................................ 92

Tabel 17 Daftar Nilai Ulangan Harian Siklus II ......................................................... 93

Tabel 18 Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran dan Nilai Tugas Siklus II ................. 94

Tabel 19 Analisis Ulangan Harian Siklus I................................................................. 95

Tabel 20 Lembar Pengamatan Guru Siklus II............................................................. 96




                                                         xi
                                               DAFTAR GAMBAR



Gambar 1 ................................................................................................................ 97

Gambar 2 ................................................................................................................ 97

Gambar 3 ................................................................................................................ 98

Gambar 4 ................................................................................................................ 98

Gambar 5 ................................................................................................................ 99

Gambar 6 ................................................................................................................ 99

Gambar 7 ................................................................................................................ 100

Gambar 8 ................................................................................................................ 100




                                                             xii
                                         BAB I

                                      PENDAHULUAN



A. Alasan Pemilihan Judul

      Matematika adalah ilmu pengetahuan yang digunakan dalam berbagai bidang

   kehidupan, yaitu sebagai salah satu ilmu yang mendukung perkembangan ilmu

   pengetahuan dan teknologi.

      Oleh karena itu matematika selalu dituntut untuk mengimbangi dan melayani

   perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang secara

   pesat. Matematika sebagai dasar ilmu-ilmu dasar dituntut peranannya semakin

   besar.

      Pelajaran matematika terdiri atas bagian-bagian matematika yang dipilih guna

   menumbuh kembangkan kemampuan-kemampuan dan membentuk pribadi peserta

   didik serta berpadu pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Upaya

   peningkatan prestasi Peserta Didik Sekolah Dasar merupakan tugas guru dan

   berjangka panjang karena menyangkut masalah pendidikan peserta didik.

   Meningkatkan prestasi peserta didik harus melalui proses pendidikan yang baik dan

   terarah.

      Peneliti sebagai guru kelas dan sekaligus sebagai guru mata pelajaran

   matematika perlu meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar matematika

   peserta didik Sekolah Dasar. Oleh karena itu maka guru merasa tertantang untuk

   berusaha mencari ide guna mencari bagaimana meningkatkan hasil belajar dan

   aktivitas belajar peserta didik.




                                           1
      Dari pengamatan peneliti sehari-hari masih menemukan sebagian besar peserta

   didik kelas V SD Rejosari 03, nilai matematika pada pokok bahasan Simetri Lipat

   dan Pencerminan kurang memuaskan. Hal ini dimungkinkan karena pemahaman

   dan konsep tentang simetri lipat dan pencerminan yang belum begitu dikuasai

   dengan baik oleh peserta didik.

      Upaya peningkatan hasil belajar dan aktivitas belajar matematika peserta didik

   Sekolah Dasar pada pokok bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan kelas V SD

   Rejosari 03 dapat tercapai bila proses belajar mengajar di kelas berlangsung dengan

   baik, berdaya guna dan berhasil guna. Hal tersebut dapat terlaksana bila guru

   berperan langsung dalam mengajar dan mendidik peserta didik sehingga dapat

   ditingkatkan kemampuannya, dibina secara teratur dan berkesinambungan.

      Berdasarkan uraian diatas perlu dilakukan penelitian dengan judul ” Upaya

   Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Belajar Peserta Didik Kelas V Tahun

   Ajaran 2006/2007 Pada Pokok Bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan Melalui

   Implementasi Model Pembelajaran Tutor Sebaya dengan Memanfaatkan LKS dan

   Alat Peraga Papan Berpaku Di SD Rejosari 03 Semarang”.



B. Permasalahan

      Berdasarkan apa yang telah diuraikan dalam alasan pemilihan judul dapat

   dirumuskan permasalahan sebagai berikut : apakah melalui implementasi model

   pembelajaran Tutor Sebaya dengan memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan

   Berpaku dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik kelas

   V tahun ajaran 2006/2007 pada pokok bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan di

   SD Rejosari 03 Semarang?




                                         2
C. Cara Pemecahan Masalah

      Untuk memecahkan masalah akan digunakan metode Tutor Sebaya dengan

   memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku dimana guru memilih materi

   yang dapat dipelajari peserta didik secara mandiri lalu membagi para peserta didik

   menjadi beberapa kelompok kecil yang heterogen sebanyak sub-sub materi yang

   akan disampaikan guru. Peserta Didik yang pandai-pandai disebar dalam setiap

   kelompok dan bertindak sebagai tutor. Masing-masing kelompok diberi tugas

   mempelajari satu sub materi dan berdiskusi dengan peserta didik yang pandai

   sebagai tutor sebaya. Setelah diskusi peserta didik kembali ke tempat duduk

   masing-masing, guru memberi kesempatan kepada setiap kelompok untuk

   menyampaikan hasil diskusi di depan kelas dan Guru bertindak sebagai

   narasumber, setelah wakil kelompok maju guru langsung memberi kesimpulan dan

   klarifikasi seandainya ada pemahaman peserta didik yang perlu diluruskan lalu guru

   memberikan penilaian dari hasil diskusi kelompok, hal ini berguna untuk memacu

   semangat belajar peserta didik.



D. Tujuan Penelitian

      Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan

   aktivitas belajar peserta didik kelas V tahun ajaran 2006/2007 pada pokok bahasan

   Simetri Lipat dan Pencerminan melalui implementasi model pembelajaran tutor

   sebaya dengan memanfaatkan LKS dan alat peraga papan berpaku di SD Rejosari

   03 Semarang.



E. Manfaat Penelitian

   1. Manfaat bagi peserta didik :


                                         3
      - Peserta didik lebih termotivasi untuk belajar matematika

      - Peserta didik lebih terbuka kepada teman sebayanya, sehingga mau berperan

       dalam kelompoknya

      - Meningkatkan prestasi peserta didik

   2. Manfaat bagi peneliti :

      - Guru mengetahui kesulitan peserta didik dalam mempelajari matematika

      - Guru bisa mengembangkan pembelajaran di sekolah

      - Guru bersemangat dalam mengajar

   3. Manfaat bagi sekolah :

      Dengan adanya penelitian ini, proses pembelajaran di sekolah dapat meningkat,

      sehingga kemampuan dan prestasi belajar peserta didik semakin baik serta

      kualitas sekolah meningkat.



F. Sistematika Penulisan

      Skripsi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :

   1. Bagian Awal Skripsi

      Pada bagian ini berisi : halaman judul, abstrak, halaman pengesahan, halaman

      motto, persembahan, kata pengantar, daftar isi dan daftar tabel serta daftar

      lampiran.

   2. Bagian Isi

      Bab I   : Pendahuluan


                   Mengemukakan latar belakang, permasalahan, cara pemecahan

                   masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika

                   penulisan.



                                          4
  Bab II   : Landasan Teori dan Hipotesis

            Berisi teori yang mendasari permasalahan yang meliputi belajar dan

            pembelajaran matematika, Teori Belajar Matematika, Faktor Yang

            Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar, media lembar kerja siswa,

            tutor sebaya, penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika,

            alat peraga papan berpaku, materi simetri lipat dan pencerminan dan

            dikemukakan juga kerangka berpikir serta hipotesis tindakan.

  Bab III : Metode Penelitian

            Bab ini berisi tentang subyek penelitian, obyek penelitian, rencana

            penelitian dan indikator keberhasilan.

  Bab IV : Hasil Penelitian dan Pembahasan

            Bab ini mengemukakan hasil penelitian yang dilakukan dan

            pembahasan terhadap hasil penelitian.

  Bab V : Penutup

            Bab ini mengemukakan kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran

            berdasarkan kesimpulan.

3. Bagian Akhir

  Pada bagian akhir skripsi ini berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran yang

  mendukung tersusunnya skripsi.




                                      5
                                     BAB II

              LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN



A. Landasan Teori

   1. Belajar dan Pembelajaran Matematika

      Matematika memiliki nilai-nilai yang sangat penting dalam pembentukan

  sumber daya manusia yang berkualitas. Dari beberapa ahli mendefinisikan belajar

  menurut visi masing-masing . Diantaranya menurut Herman Hudoyo ( 1979 : 14 )

  bahwa belajar merupakan suatu proses aktif dalam memperoleh pengalaman atau

  pengetahuan baru sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku, misalnya setelah

  belajar   matematika,   peserta   didik       mendemonstrasikan   pengetahuan   dan

  keterampilan matematikanya dimana sebelumnya ia tidak dapat melakukan

  meskipun pada dasarnya belajar itu merupakan suatu proses.

      Menurut Sodjadi dan Masriyah ( Suyitno 1997 : 2 ) dikemukakan bahwa

  matematika memiliki obyek kajian yang abstrak. Matematika mendasarkan diri pada

  kesepakatan-kesepakatan, dan sepenuhnya menggunakan pola pikir deduktif

  aksiomatis dan matematika berlandaskan kebenaran konsistensi. Nilai-nilai ini

  diperlukan dalam pengajaran matematika, yang bertujuan untuk dapat menumbuh

  kembangkan dan membentuk pribadi peserta didik sehingga sesuai dengan

  perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

      Menurut W.S. Winkel belajar adalah suatu aktivitas mental / psikis yang

  berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan

  perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman ketrampilan dan nilai-nilai

  sikap.



                                            6
   Selanjutnya pengertian pembelajaran menurut Fountana adalah proses

perubahan tingkah laku individu yang relatif tetap sebagai hasil dari pengalaman.

Menurut Moogan (Mustaqim 2001 : 33 ) dikemukakan bahwa belajar adalah

perubahan tingkah laku yang relatif tetap merupakan hasil pengalaman yang lalu.

    Sedangkan    Nasution    menyatakan     belajar   merupakan    aktifitas   yang

menghasilkan perubahan pada diri individu yang belajar baik aktual maupun

potensial; perubahan itu pada dasarnya berupa didapatkannya kemampuan baru

yang berlaku dalam waktu yang relatif lama dan perubahan itu terjadi karena usaha.

   Dari berbagai pengertian belajar yang oleh beberapa ahli tersebut di atas, dapat

disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses atau usaha seseorang dengan adanya

perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman dan latihan, baik berupa

pengetahuan, sikap maupun ketrampilan baru.

   Peristiwa belajar yang disertai dengan proses pembelajaran akan lebih terarah

dan sistematik daripada belajar yang hanya semata-mata dari pengalaman dalam

kehidupan sosial di masyarakat. Belajar dengan proses pembelajaran ada peran guru,

bahan belajar dan lingkungan kondusif yang sengaja diciptakan.

   Menurut sosiologi, belajar adalah jantungnya dari proses sosiologi, pembelajaran

adalah rekayasa sosio-psikologis untuk memelihara kegiatan belajar tersebut

sehingga tiap individu yang belajar akan belajar seoptimal dalam mencapai tingkat

kedewasaan dan dapat hidup sebagai anggota masyarakat yang baik.

   Sama halnya dengan belajar, mengajarpun sebenarnya suatu proses, yakni usaha

yang dilakukan oleh guru untuk membimbing, mengatur, mengorganisasikan

lingkungan yang ada di sekitar peserta didik. Sehingga dapat menumbuh




                                       7
kembangkan peserta didik untuk melakukan proses belajar guru sebagai pemimpin

dan fasilitator dalam kegiatan tersebut.

     Di samping itu banyak teori dan prinsip-prinsip belajar namun terdapat beberapa

prinsip-prinsip yang berlaku umum yang dapat dipakai sebagai dasar dalam upaya

pembelajaran yaitu sebagai berikut :

a. Perhatian dan motivasi.

     Hal ini mempunyai peranan sangat penting dalam kegiatan belajar. Tanpa

     adanya perhatian tidak mungkin belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik.

b.   Keaktifan

     Proses belajar mengajar akan berhasil dengan baik apabila antara guru dan

     murid sama-sama aktif.

c.   Keterlibatan Langsung.

     Belajar melalui pengalaman langsung tidak sekedar mengamati tetapi terlibat

     langsung dan bertanggung jawab atas hasilnya.

d. Pengulangan.

     Belajar adalah melatih daya-daya yang ada pada manusia.

e. Tantangan.

     Dalam belajar terdapat hambatan, jika hambatan telah dapat diatasi maka

     tujuan belajar akan dapat dicapai.



2. Komponen-komponen dalam Pembelajaran

     Dikatakan dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (1997 : 15) bahwa arti kata

pembelajaran adalah cara, proses menjadikan orang belajar.           Irvan Junaedi

mengemukakan bahwa pembelajaran berarti proses membuat orang belajar .



                                           8
Sedangkan menurut Udin Sarifudin Winata Putra menyatakan bahwa pembelajaran

yakni proses membuat orang melakukan proses belajar sesuai dengan rancangan.

   Dalam arti sempit proses pembelajaran adalah proses pendidikan dalam lingkup

persekolahan, sehingga arti dari proses pembelajaran adalah proses sosialisasi

individu peserta didik dengan lingkungan sekolah, seperti guru, fasilitan dan teman

sesama peserta didik.

   Menurut konsep komunikasi pembelajaran adalah proses komunikasi fungsional

antara peserta didik dengan guru, dan peserta didik dengan peserta didik , dalam

rangka perubahan sikap dan pola pikir yang akan menjadi kebiasaan bagi peserta

didik yang bersangkutan.

   Guru berperan sebagai komunikator, peserta didik sebagai komunikan, dan

materi yang akan dikomunikasikan berisi pesan-pesan berupa ilmu pengetahuan.

Dalam komunikasi banyak arah dalam pembelajaran, pesan-pesan tersebut bisa

berubah, yaitu antara guru dengan peserta didik dan sebaliknya, serta antara peserta

didik dengan peserta didik.

   Sedangkan Bahtia Rifai ( Suhito 2000 : 4 ) prestasi berarti hasil kerja secara

maksimal. Sedangkan A. Gozali ( Suhito 2000 : 4 ) prestasi adalah hasil kerja dalam

suatu lapangan yang telah dicapai dengan sangat mengagumkan. Oemar Hamalik

(Suhito 2000 : 4 ) mengemukakan berprestasi adalah hasil interaksi antara beberapa

faktor yang mempengaruhi, baik dalam individu maupun dari luar individu yang

bersangkutan .

   Dalam kegiatan belajar mengajar tidaklah bisa lepas dari komponen-komponen

yang harus ada didalam kegiatan ( proses ) belajar mengajar.




                                       9
Komponen-komponen tersebut antara lain :

a. Tujuan yang hendak dicapai.

b. Materi bahan pelajaran .

c. Metode dan alat.

d. Alat penilaian.

   Adapun keempat komponen yang telah disebutkan di atas tidaklah dapat berdiri

sendiri melainkan saling interelasi, saling berhubungan dan saling berpengaruh.

Tujuan dalam dalam proses belajar mengajar merupakan komponen pertama yang

harus ditetapkan dalam kegiatan proses belajar mengajar yang berfungsi sebagai

indikator keberhasilan pengajaran.

   Tujuan ini merupakan rumusan tingkah laku dan kemampuan yang harus dicapai

dan dimiliki oleh peserta didik, setelah ia menyelesaikan pengalaman dan kegiatan

belajar mengajar. Materi / bahan pelajaran isi tujuan pengajaran yang hendak

dicapai. Materi yang tersedia dan dirumuskan menjadi satu kemasan sedemikian

rupa dalam proses kegiatan belajar mengajar sangatlah mendukung tercapainya

tujuan. Metode dan alat merupakan jembatan atau media untuk tercapainya tujuan

yang hendak dicapai.

   Metode pengajaran diusahakan sesuai dengan tujuan dan materi yang akan

diajarkan. Tidak kalah pentingnya untuk mengetahui apakah tujuan dapat dicapai

atau tidak, maka kita harus mengadakan penilaian terhadap peserta didik, karena

suatu proses kegiatan belajar mengajar tanpa diakhiri dengan penilaian tidak akan

bisa mengukur berhasil atau tidaknya suatu proses kegiatan.




                                      10
Dari uraian di atas maka ke empat komponen tersebut saling berpengaruh dan

saling mendukung agar kegiatan belajar mengajar dapat mencapai tujuan yang

seoptimal mungkin dan sesuai yang diharapkan



3. Teori Belajar Matematika

   Ada beberapa teori belajar yang populer dan cocok untuk diterapkan pada

pembelajaran matematika di Pendidikan Dasar, yaitu teori belajar yang diajukan

oleh William Brownell, Zoltan P. Dienes, Jean Piaget, Richard Skemp, David

Ausubel, Jerome S. Brunner dan Robert M. Gagne.

a. Teori Belajar dari William Brownell

   Teori ini dikenal pula dengan nama Meaning Theory. Menurut William

Brownell, dalam mengajarkan matematika di Pendidikan Dasar sebaiknya:

   1. Menggunakan alat peraga benda konkret

   2. Materi disajikan secara permanen dan terus menerus dalam waktu yang lama

b. Teori Belajar dari Zoltan P. Dienes

   Zoltan bersekolah di Hongaria, Perancis dan Inggris. Dia ahli matematika dan

psikologi. Menurut Zoltan P. Dienes, dalam mengajarkan matematika di Pendidikan

Dasar, materi bahan ajar harus disajikan dengan cara sebagai berikut:

   1. Suatu konsep matematika disajikan dengan berbagai cara / sajian

   2. Masing-masing cara penyajian dibandingkan, sampai peserta didik mengerti

        dan menangkap konsep yang diajarkan

   Misalnya, guru ingin mengenalkan konsep tiga kepada peserta didik, guru

disarankan menggunakan tiga mangga, tiga kelereng dan tiga benda konkret yang

lain.



                                         11
c. Teori Belajar dari Jean Piaget

   Piaget adalah ahli psikologi dari Swiss. Menurut Jean Piaget, perkembangan

intelektual manusia ada 4 tahap,yaitu:

  • Tahap Gerak Sensoris (0 – 2 tahun)

  • Tahap Pra-Operasional (2 – 7 tahun)

  • Tahap Operasional Konkret (7-12 tahun), dan

  • Tahap Operasional Formal (13 tahun atau lebih)

   Akan tetapi, peserta didik usia 12 – 15 tahun (usia SMP) adalah masa transisi

dari tahap Operasional Konkret ke tahap Operasional Formal. Oleh karena itu, Jean

Piaget menganjurkan agar dalam mengajarkan matematika di Pendidikan Dasar

perlu memanfaatkan alat peraga benda konkret. Alasan yang dikemukakan Piaget,

anak-anak SD dan SMP perkembangan intelektualnya cenderung masih berada

dalam tahap Operasional Konkret.

d. Teori Belajar dari Richard Skemp

   Dia seorang ahli matematika dan psikologi dari Inggris. Dialah yang

mendefinisikan perkalian sebagai 2 x 3 = 2 + 2 + 2. Padahal, kita memakai definisi

yang menyatakan bahwa 2 x 3 = 3 + 3.

Menurut Richard Skemp, belajar matematika perlu dua tahap, yaitu sebagai berikut:

  1. Perlu menggunakan benda-benda konkret untuk memberikan basisi bagi

     peserta didik dalam menghayati ide-ide matematika yang abstrak

  2. Tingkat abstrak, yaitu mulai meninggalkan benda konkret untuk menuju ke

     pemahaman matematika yang memang memuat objek-objek abstrak




                                         12
e. Teori Belajar dari David Ausubel

   Teorinya disebut sebagai Theory of Meaning Verbal Meaning atau Teori Belajar

Bermakna. David Ausubel berpendapat bahwa pembelajaran matematika dengan

metode ekspositori efektif adalah metode yang paling efisien dan efektif. Dalam

ekspositori efektif, guru menjelaskan materi bahan ajar dengan ceramah dan tanya –

jawab, memberi contoh soal, memberi latihan, kemudian guru berkeliling

memeriksa pekerjaan peserta didik dan memberikan bantuan individual jika

diperlukan, lalu dengan tanya jawab, guru – peserta didik memecahkan soal latihan,

guru memberikan tugas rumah dan selanjutnya guru membahas tugas rumah pada

pertemuan berikutnya.

f. Teori Belajar dari Jerome S. Brunner

   Dalam pembelajaran matematika, Brunner sangat mendukung penggunaan

metode pertemuan. Ada tiga tahapan pembelajaran yang disarankan Brunner untuk

digunakan secara berurutan. Ketiga tahap tersebut adalah sebagai berikut:

  • Tahap enactive, yaitu penggunaan benda konkret dalam belajar,

  • Tahap econic, yaitu penggunaan gambar atau grafik,

  • Tahap symbolic, berarti guru sudah bisa menggunakan kata-kata dan simbol.

g. Teori Belajar dari Robert M. Gagne

   Prof. Robert M. Gagne memakai matematika sebagai medium untuk

menerapkan teori-teorinya tentang belajar dengan bekerja sama dengan University

of Maryland Mathematics Project. Gagne lebih menekankan kepada hasil belajar

daripada proses.

  Menurut Gagne, ada delapan jenis tingkatan belajar, yaitu sebagai berikut:

1. Belajar signal, yaitu proses belajar yang muncul karena ketidaksengajaan



                                      13
2. Belajar stimulus respons, yaitu proses belajar yang terjadi karena kesengajaan

  dan terkait pula dengan keaktifan fisik. Stimulus diberikan kepada seseorang dan

  orang yang diberi dapat memberikan respons atau reaksi yang berbeda – beda

3. Belajar merangkai (chaining), adalah proses belajar yang menggabungkan dua

  atau lebih tingkah laku dalam belajar stimulus respons

4. Asosiasi verbal, yaitu proses belajar yang sudah menggabungkan antara konsep

  dengan nama konsepnya. Peserta didik sudah mulai mengungkapkan ide dan

  argumentasi yang rasional

5. Belajar diskriminasi, yaitu proses belajar yang mulai membedakan berbagai

  objek, konsep atau prinsip dalam matematika. Misalnya pada konsep bilangan,

  selanjutnya mulai dikembangkan beberapa jenis bilangan dengan segala sifat-

  sifatnya. Ada bilangan bulat, bilangan rasional, pecahan dan sebagainya.

6. Belajar konsep, yaitu belajar mengenal sifat-sifat yang sama pada suatu konsep.

  Arahnya menuju ke prinsip atau teorema yang melekat pada konsepnya.

7. Belajar teorema / urutan, adalah jenis belajar yang sudah mengaitkan antara

  prinsip yang satu dengan prinsip yang lain dalam suatu konsep. Misalnya belajar

  konsep segitiga, yang diteruskan dengan pendalaman terhadap teorema

  pendukung yang berkaitan dengan segitiga tersebut.

8. Problem solving, adalah proses belajar yang paling tinggi karena harus mampu

  memanfaatkan pengetahuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah.

  Soal matematika hanya bisa disebut masalah jika peserta didik memiliki

  pengetahuan prasyarat untuk memecahkan masalahnya, peserta didik belum tahu

  algoritmanya dan peserta didik mau mengerjakannya.




                                      14
4.   Faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar

a. Menurut Herman Hudojo (1988:6) proses belajar yang kita kehendaki bisa

     tercapai bila faktor-faktor berikut dapat kita kelola sebaik-baiknya.

     1. Peserta didik

        Kegagalan atau keberhasilan belajar sangat tergantung pada peserta didik.

     2. Pengajar

        Kemampuan pengajar dalam menyampaikan dalam penguasaan materi yang

        diajarkan sangat mempengaruhi terjadinya proses belajar mengajar

     3. Prasarana dan Sarana

        Ruangan yang nyaman, buku teks, alat bantu belajar, laboratorium

        matematika dan lain-lain akan meningkatkan kualitas belajar peserta didik.

     4. Penilaian

        Penilaian dapat meningkatkan kegiatan belajar, sehingga diharapkan dapat

        memperbaiki hasil belajar.



     Dari uraian di atas dapat disimpulkan menjadi 2 faktor, yaitu :

     1. Faktor Internal (faktor dalam dalam)

            Yaitu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar yang

        berasal dari peserta didik yang sedang belajar. Faktor dari dalam ini meliputi

        kondisi fisiologis dan kondisi psikologi. Kondisi fisiologis adalah keadaan

        jasmani dari seseorang yang sedang belajar, keadaan jasmani dapat

        dikatakan sebagai latar belakang aktivitas belajar. Sedangkan kondisi

        psikologis yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar adalah

        kecerdasan, bakat, minat, motivasi, emosi dan kemampuan kognitif.



                                         15
   2. Faktor Eksternal (faktor luar)

           Yaitu faktor-faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang dapat

        mempengaruhi proses dan hasil belajar. Faktor luar ini diantaranya faktor

        lingkungan dan faktor instrumental. Faktor lingkungan meliputi kurikulum,

        sarana dan fasilitas, guru/ tenaga pengajar.

b. Hasil Belajar

       Hasil belajar menurut Purwodarminto (1982:768) dijelaskan “suatu

   pembelajaran yang telah dicapai atau dikerjakan”. Jadi hasil belajar merupakan

   hasil yang telah dicapai secara maksimum oleh seseorang setelah melakukan

   kegiatan belajar. Hasil belajar pada penelitian ini adalah hasil belajar

   matematika yaitu yang telah dicapai oleh peserta didik pada mata pelajaran

   matematika setelah mengalami proses belajar.

       Hasil belajar diperoleh masing-masing peserta didik berbeda-beda. Hal ini

   disebabkan oleh beberapa faktor seperti dikemukakan oleh Nana Sudjana

   (1987:42) bahwa “Hasil belajar yang dicapai peserta didik dipengaruhi oleh dua

   faktor utama yaitu faktor dari dalam diri peserta didik dan faktor dari luar

   peserta didik terutama yang dimilikinya”. Seseorang dapat dikatakan telah

   belajar sesuatu apabila dirinya telah terjadi suatu perubahan, namun tidak semua

   perubahan yang terjadi pada diri seseorang karena proses belajar, misalnya

   perubahan yang terjadi karena kematangan.

   Setelah mencapai hasil belajar maka orang itu mempunyai tingkah laku yang

   baru. Menurut TIM pengembangan Universitas Negeri Semarang (Sulistyani,

   2003:14), ada lima syarat agar perubahan tingkah laku dapat disebut hasil

   belajar, yaitu :



                                       16
      1) Hasil belajar sebagai pencapai tujuan belajar

      2) Hasil belajar harus sebagai buah dari proses kegiatan yang disadari

      3) Hasil belajar sebagai produk latihan

      4) Hasil belajar merupakan tingkah laku yang berfungsi efektif dalam kurun

          waktu tertentu

      5) Hasil belajar harus berfungsi operasional dan potensial yang merupakan

          tingkah laku itu sendiri yang berfungsi positif bagi pengembangan tingkah

          laku lainnya.



B. Media Lembar Kerja Siswa ( LKS )

      Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu jenis alat bantu pembelajaran,

   bahkan ada yang menggolongkan dalam jenis alat peraga pembelajaran matematika,

   secara umum LKS merupakan seperangkat pembelajaran sebagai pelengkap / sarana

   pendukung pelaksanaan Rencana Pembelajaran (Hidayah dan Sugiarto 2006: 8).

   Lembar Kerja Peserta didik berupa lembaran kertas yang berupa informasi maupun

   soal-soal (pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik), LKS ini

   sangat baik digunakan untuk menggalakkan keterlibatan peserta didik dalam belajar

   baik dipergunakan dalam penerapan metode tertimbang maupun untuk memberikan

   latihan pengembangan. Dalam proses pembelajaran matematika, LKS dapat

   difungsikan dengan tujuan untuk menemukan konsep / prinsip, juga dapat ditujukan

   untuk aplikasi konsep / prinsip.

      Pelaksanaan     pembelajaran    matematika   Sekolah    Dasar    (SD)    dengan

   menggunakan alat bantu berupa alat peraga dilengkapi dengan LKS yang berupa

   pertanyaan-pertanyaan kognitif–produktif yang dilaksanakan dengan tepat akan



                                         17
  mendorong creative thingking (berfikir kreatif) peserta didik secara optimal, mampu

  menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (joyful learning) dan efektif.



C. Tutor Sebaya

      Sekolah memiliki banyak potensi yang dapat ditingkatkan efektifitasnya untuk

   menunjang keberhasilan suatu program pengajaran. Potensi yang ada di sekolah,

   yaitu semua sumber-sumber daya yang dapat mempengaruhi hasil dari proses

   belajar mengajar. Keberhasilan suatu program program pengajaran tidak

   disebabkan oleh satu macam sumber daya, tetapi disebabkan oleh perpaduan antara

   berbagai sumber-sumber daya saling mendukung menjadi satu sistem yang integral.

   (Wijaya, dkk. 1988).

      Dalam arti luas sumber belajar tidak harus selalu guru. Sumber belajar dapat

   orang lain yang bukan guru, melainkan teman dari kelas yang lebih tinggi, teman

   sekelas, atau keluarganya di rumah. Sumber belajar bukan guru dan berasal dari

   orang yang lebih pandai disebut tutor. Ada dua macam tutor, yaitu tutor sebaya dan

   tutor kakak. Tutor sebaya adalah teman sebaya yang lebih pandai, dan tutor kakak

   adalah tutor dari kelas yang lebih tinggi (Harsunarko, 1989, h.13).

      Sehubungan dengan itu ada beberapa pendapat mengenai tutor sebaya,

   diantaranya adalah:

      Dedi Supriyadi (1985, h.36) mengemukakan bahwa Tutor sebaya adalah seorang

   atau beberapa orang peserta didik yang ditunjuk dan ditugaskan untuk membantu

   peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. Tutor tersebut diambil dari

   kelompok yang prestasinya lebih tinggi.




                                          18
   Ischak dan Warji (1987, h.44) mengemukakan bahwa Tutor sebaya adalah

sekelompok peserta didik yang telah tuntas terhadap bahan pelajaran, memberikan

bantuan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam memahami bahan

pelajaran yang dipelajarinya.

   Conny Semiawan, dkk (1987, h.70) mengemukakan bahwa Peserta didik yang

pandai dapat memberikan bantuan belajar kepada peserta didik yang kurang pandai.

Bantuan tersebut dapat dilakukan kepada teman-teman sekelasnya di luar sekolah.

   Mengingat bahwa peserta didik adalah unsur pokok dalam pengajaran maka

peserta didiklah yang harus menerima dan mencapai berbagai informasi pengajaran

yang pada akhirnya dapat mengubah tingkah lakunya sesuai dengan yang

diharapkan. Untuk itu, maka peserta didik harus dijadikan sebagai sumber

pertimbangan didalam pemilihan sumber pengajaran (Sudirman, dkk. 1987, h.210).

   Tutor sebaya aadalah sumber belajar selain guru, yaitu teman sebaya yang lebih

pandai memberikan bantuan belajar kepada teman-teman sekelasnya di sekolah.

Bantuan belajar oleh teman sebaya dapat menghilangkan kecanggungan. Bahasa

teman sebaya lebih mudah dipahami. Dengan teman sebaya tidak ada rasa enggan,

rendah diri, malu dan sebagainya untuk bertanya ataupun minta bantuan.

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Longstreth (Muntasir, dkk. 1985, h.82-83)

tentang hubungan anak dengan anak, sebagai berikut:

   ”Interaksi kawan membukakan mata anak terhadap pola tingkah laku yang

berlaku dalam kebudayaan itu, dan yang sering dilakukan; dan dengan demikian ia

condong untuk mempelajari bentuk-bentuk tingkah laku yang dipakai untuk

pergaulan yang berlaku...”.




                                     19
   Tugas sebagai tutor merupakan kegiatan yang kaya akan pengalaman yang justru

sebenarnya merupakan kebutuhan anak itu sendiri. Dalam persiapan ini antara lain

mereka berusaha mendapatkan hubungan dan pergaulan baru yang mantap dengan

teman sebaya, mencari perannya sendiri, mengembangkan kecakapan intelektual

dan konsep-konsep yang penting, mendapatkan tingkah laku yang bertanggung

jawab secara sosial (Dinkmeyer, 1985, h.164-165). Dengan demikian beban yang

diberikan kepada mereka akan memberi kesempatan untuk mendapatkan perannya,

bergaul dengan orang-orang lain dan bahkan mendapatkan pengetahuan dan

pengalaman.

Prosedur Penyelenggaraan Tutor Sebaya

   Menurut Branley (1974, h.53) ada tiga model dasar dalam menyelenggarakan

proses pembelajaran dengan tutor, yaitu:

  1. Student to student

  2. Group to tutor

  3. Student to student

Adapun penyebaran dari tiga model ini adalah sebagai berikut:



            Murid
                             Murid                              Tutor


    Murid           Tutor


                                                    Group
         Murid              Murid




              Gambar 1                                Gambar 2




                                      20
                                       Murid




                          Murid

                                                     Tutor


                         Murid



                                             Murid




                                    Gambar 3


      Dalam pembelajaran dengan pendekatan Tutor sebaya, Si Tutor hendaknya

   adalah peserta didik yang mempunyai kemampuan lebih dibandingkan dengan

   teman-teman pada umumnya, sehingga pada saat ia memberikan pengayaan atau

   membimbing teman-temannya ia sudah menguasai bahan yang akan disampaikan

   kepada teman-teman lainnya.



D. Penggunaan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Matematika

      Adalah suatu hal yang logis bila dalam proses pembelajaran seorang guru

   menggunakan media pembelajaran, agar tidak terjadi kesesatan dalam proses

   pembelajaran perlu digunakan sarana untuk membantu komunikasi dalam

   pembelajaran di kelas yang disebut media.

      Dalam proses pembelajaran, media yang digunakan untuk memperlancar

   komunikasi disebut Media Instruksional Edukatif ( Rohman, 1997 : 4 )

   Ciri-ciri umum Media Instruksional Edukatif :



                                        21
1. Media Instruksional Edukatif dengan alat peraga langsung dan tidak langsung

2. Media Instruksional Edukatif digunakan dalam proses komunikasi instruksional

3. Media Instruksional Edukatif merupakan alat yang efektif dalam instruksional

4. Media Instruksional Edukatif memiliki muatan normatif bagi keperluan

  pendidikan

5. Media Instruksional Edukatif erat kaitannya dengan metode mengajar khususnya

  maupun komponen-komponen instruksional lainnya

Sejalan dengan istilah Media Instruksional Edukatif ada istilah alat peraga. Kedua

hal ini sulit dipisahkan namun dapat dibedakan, tetapi pada dasarnya alat peraga

adalah salah satu unsur dalam media edukatif karena alat peraga merupakan alat

bantu visual dalam pembelajaran biasanya berupa gambar, model, benda atau alat-

alat lain yang memberikan pengalaman visual yang nyata kepada peserta didik.

Alat bantu visual bertujuan untuk :

1. Memperkenalkan, membentuk, serta memperjelas pengertian dan konsep yang

   abstrak kepada peserta didik.

2. Mengembangkan sikap-sikap yang dikehendaki

3. Mendorong kegiatan peserta didik lebih lanjut

   Alat peraga / alat bantu visual sering digunakan oleh guru apabila proses

pembelajaran matematika di kelas, peserta didik sulit memahami konsep secara

abstrak, sehingga alat peraga tersebut dapat membantu guru dalam berkomunikasi

dengan peserta didik dan alat peraga sebagai perantara yang membuat peserta didik

dapat lebih mudah memahami suatu konsep matematika.

Alat peraga sebagai komponen penting dalam KBM ditingkat dasar, karena alat

peraga mempunyai beberapa fungsi dan manfaat sebagai berikut:



                                      22
a. Dengan alat peraga anak akan belajar matematika dengan gembira, terangsang,

  tertarik dan bersikap positif terhadap matematika.

b. Dengan disajikan konsep abstrak matematika dalam bentuk kongkrit, maka

  peserta didik pada tingkat-tingkat yang lebih rendah akan lebih mudah

  memahami dan mengerti.

c. Alat peraga dapat membantu daya tilik ruang, karena tidak membayangkan

  bentuk-bentuk geometri ruang.

d. Anak menyadari bahwa ada hubungan antara ilmu dengan alam sekitar dan

  masyarakat.

Pemakaian alat peraga dalam pengajaran matematika dikaitkan dengan hal-hal

sebagai berikut:

a. Pembentukan Konsep.

b. Pemahaman Konsep.

c. Latihan dan Penguatan.

d. Melayani Perbedaan Individu.

e. Pengukuran.

f. Pengamatan dan Penemuan Sendiri.

g. Pemecahan Masalah.

h. Mengundang Berfikir dan Berdiskusi.

i. Mengundang untuk Berpartisipasi Aktif.

  Alat peraga dapat berupa benda nyata dan dapat pula berupa gambar atau

diagramnya. Keuntungan alat-alat peraga real (nyata) adalah dapat dipindah-pindah

atau dimanipulasi, sedangkan kelemahannya adalah tidak dapat disajikan dalam

bentuk tulisan atau buku.



                                     23
      Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat alat peraga sederhana

   adalah sebagai berikut:

   a. Bahan harus kuat dan tahan lama.

   b. Bentuk warnanya menarik.

   c. Sederhana dan mudah dikelola (fisibel).

   d. Seimbang dengan ukuran fisik anak.

   e. Dapat menyajikan dan memperjelas konsep.

   f. Tidak membahayakan peserta didik.

   g. Bila diharapkan peserta didik aktif, alat peraga itu supaya dapat dimanipulasi,

      seperti diraba, dipegang, dipindah atau dipasang dan dicopot.



E. Alat Peraga Papan Berpaku

      Bahwa belajar peserta didik akan meningkat bila ada motivasi. Oleh karena itu

   dalam proses pembelajaran diperlukan faktor-faktor yang dapat memotivasi peserta

   didik untuk belajar bahkan untuk pengajarnya. Misalnya: upaya untuk membuat

   sebuah pengajaran menjadi ”kaya dan menarik”, dapat menimbulkan dan

   meningkatkan minat belajar peserta didik, sikap guru dan penilaiannya menjadi

   lebih baik, suasana sekolah bagi guru dan peserta didik menjadi menyenangkan.

      Bahwa pada dasarnya, peserta didik belajar melalui sesuatu yang konkrit,

   mengingat pola perkembangan berpikir peserta didik Sekolah Dasar pada umumnya

   sudah memerlukan contoh-contoh benda konkrit. Untuk memahami sebuah konsep

   abstrak,   peserta    didik     memerlukan      benda-benda        konkrit   sebagai

   perantara/visualisasinya. Konsep abstrak pada peserta didik dapat dicapai melalui

   tingkatan belajar yang berbeda-beda. Bahkan, orang dewasapun yang pada

   umumnya sudah memahami konsep abstrak, pada keadaan tertentu seringkali masih


                                         24
memerlukan visualisasi. Selanjutnya, konsep abstrak yang baru dipahami anak akan

mengendap, melekat dan tahan lama bila peserta didik belajar melalui ”berbuat”

dan pengertian bukan hanya melalui mengingat sebuah fakta yang ada, karena

beberapa hal tersebut maka untuk menunjang keberhasilan belajar peserta didik,

mutlak diperlukan peraga, dalam hal ini: papan berpaku.

  Papan berpaku dimaksud, banyak sekali manfaatnya dalam pengajaran

matematika di Sekolah Dasar. Harga murah dan juga dapat dibuat sendiri. Bnetuk

papan berpaku bisa persegi atau persegi panjang, sesuai dengan kebutuhan. Cara

pembuatannya: papan yang disediakan permukaannya dihaluskan menggunakan

amplas kemudian dicat sesuai dengan warna lingkungan sekitar dan permukaannya

digambar kotak-kotak persegi berukuran 2 cm x 2 cm dan pada setiap titik sudutnya

ditancapi paku yang agak besar / sekitar 2,5 cm sehingga mudah dalam

pengoperasiannya. Peralatan pendukungnya adalah karet gelang.




                                     25
   Beberapa manfaat / kegunaan papan berpaku antara lain:

      a. Guru dapat dengan mudah dan cepat menunjukkan bermacam – macam

        bentuk bangun datar seperti: persegi, persegi panjang, segitiga, trapesium,

        jajar genjang, belah ketupat dan layang-layang.

      b. Peserta didik akan dengan cepat belajar bila mengikuti dalam memahami

        materi yang terkait dengan yang diajarkan.

      c. Bentuk geometri yang diajarkan bentuknya sesuai dengan kenyataan,

        dibandingkan jika pengajaran dengan contoh-contoh dari benang, sehingga

        tidak mewujudkan persepsi siwa.



F. Materi Simetri Lipat dan Pencerminan

   a. Simetri Lipat

      - Mengulang Pengertian Simetri Lipat

        Jika sebuah benda dilipat melalui sumbu simetrinya yang kedua bagiannya

        dapat secara tepat saling menutupinya, benda tersebut dikatakan memiliki

        simetri lipat. Perhatikan gambar berikut.




        Bangun-bangun tersebut mempunyai simetri lipat. Garis tempat melipat

        ditunjukkan dengan garis putus-putus. Garis tersebut disebut garis simetri

        atau sumbu simetri.

        Dalam kisah sehari-hari, sering dijumpai bangun-bangun yang memiliki

        simetri lipat, misal : kupu-kupu, pesawat terbang, bejana dan lainnya.



                                         26
- Mengenal Simetri Lipat dan Menentukan Sumbu Simetri Bangun-Bangun

  Datar

  • Simetri lipat disebut juga simetri sumbu karena tempat melipatnya berupa

       sumbu ( garis ).




                          Sumbu Simetri




  • Simetri lipat disebut juga simetri cermin karena sumbu simetrinya seolah-

       olah sebagai cermin sehingga setengah bagian bangun yang satu

       merupakan bayangan dari setengah bagian yang lainnya.

   A           E           D




  B            F           C
       EF sebagai simetri cermin sehingga EDCF merupakan bayangan dari

       AEFB.

       Selanjutnya perhatikan gambar berikut !

       Bangun persegi merupakan contoh bangun yang memiliki simetri lipat.

       Sumbu-sumbu simetrinya ditunjukkan dengan garis putus-putus.




       Dengan demikian bangun persegi memiliki empat simetri lipat.


                                    27
b. Pencerminan

  - Membuat Bangun dan Mengamati Hasil Pencerminan

    Perhatikan contoh pencerminan dengan menggunakan papan berpaku.

    Cara kerja sbb :

    1. Buatlah papan berpaku yang panjangnya 60 cm, lebar 40 cm dan jarak

       antar paku dengan papan 2 cm

    2. Buat bangun segitiga menggunakan karet gelang pada papan berpaku

    3. Perhatikan bayangan karet gelang pada cermin



           . . . .A. . . . . . .           .
                                   . . . .A¹ . . . . . .
           ...........             ...........
           ...........             ...........
           .B. . . . . . . . .C.     .                 .
                                   .B¹ . . . . . . . .C¹

  - Membuat Hasil Pencerminan Suatu Bangun Pada Kertas Bertitik

    Contoh :

    4. Cermin Tegak

                        .
          . . . . . . . A. . .         .
                                   . .A¹ . . . . . . . .
          ...........              ...........
          ...........              ...........
          . . . .B. . . . . . .                  .
                                   . . . . . . .B¹ . . .

    5. Cermin datar


          ......................
                                                B
              .
          . . A. . . . . . . . . . . . . . . . . . .
          ......................
             A¹
                                                .
          . . . . . . . . . . . . . . . . . . . B¹. .


                                       28
         Dari gambar-gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa penentuan hasil

         pencerminan dapat dilakukan dengan cara menghitung titiknya yaitu :

         Contoh untuk cermin tegak :

         - Menghitung jarak titik A ke cermin ( ada 3 titik )

         - Menghitung jarak cermin ke titik A¹ yang merupakan bayangan titik A (

           ada 3 titik ke sebelah kanan )

         - Menghitung jarak titik B ke cermin ( ada 8 titik )

         - Menghitung jarak cermin ke titik B¹ yang merupakan bayangan titik B (

           ada 8 titik ke sebelah kanan )

         - Menghubungkan titik A¹ dengan titik B¹ sehingga membentuk ruas garis

           A¹B¹

         Model alat peraga yang nantinya digunakan dalam penelitian adalah :

         - Kertas yang berbentuk bangun / suatu simbol yang mudah dilipat

         - Menggunakan papan berpaku yang terbuat dari triplek dengan ukuran 60

           cm x 40 cm dengan jarak antar paku 2 cm

         - Kertas / buku petak



G. Kerangka Berpikir

      Dengan memperhatikan landasan teori yang telah dipaparkan sebelumnya dapat

   dikatakan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar pada pokok bahasan Simetri Lipat

   dan Pencerminan tepat jika dilakukan dengan menggunakan bantuan alat peraga

   Papan Berpaku dan Lembar Kerja Peserta didik (LKS) dengan bantuan metode

   pembelajaran Tutor Sebaya.

      Alat peraga model Papan Berpaku dan Lembar Kerja Peserta didik (LKS)

   mempunyai fungsi dapat membantu, dan membimbing langkah berfikir peserta


                                            29
   didik, sehingga dalam belajar geometri khususnya menentukan Simetri Lipat dan

   Pencerminan suatu bangun datar.

      Selain meningkatkan hasil belajar matematika, penggunaan alat peraga dalam

   kegiatan belajar mengajar akan membantu dan memotivasi peserta didik untuk

   belajar aktif dan bersikap positif terhadap matematika.

      Sehingga dalam penyelesaian pokok bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan

   perlu menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya dengan memanfaatkan LKS

   dan Alat Peraga Papan Berpaku karena dengan cara ini hasil yang didapatkan akan

   meningkat.



H. Hipotesis Tindakan

      Berdasarkan kerangka berpikir diatas dapat dirumuskan hipotesis tindakan

   sebagai berikut : Melalui Implementasi Model Pembelajaran Tutor Sebaya dengan

   Memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku pada pokok bahasan Simetri

   Lipat dan Pencerminan maka hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik kelas

   V tahun ajaran 2006/2007 di SD Rejosari 03 Semarang dapat ditingkatkan.




                                          30
                                      BAB III

                             METODE PENELITIAN



A. Subyek Penelitian

      Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Rejosari 03 Semarang dengan subyek

   penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri Rejosari 03 sebanyak 25 peserta

   didik terdiri dari 10 putri dan 15 putra serta Guru Kelas V SD Rejosari 03.



B. Rencana Penelitian

      Penelitian ini direncanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri

   dari empat tahap yaitu : perencanaan (planning), implementasi (tindakan), observasi

   (pengamatan) dan refleksi.



   1. Siklus 1

      a. Perencanaan

        - Membuat rencana pembelajaran mengenai Simetri Lipat dan Pencerminan.

        - Mengelompokkan peserta didik yang akan bertindak sebagai tutor

           kemudian menentukan kelompok-kelompok secara acak dengan anggota

           minimal 5 orang dan masing-masing kelompok terdapat satu orang tutor.

        - Membuat rangkuman materi yang akan diberikan dan membuat soal-soal

           dalam bentuk lembar kerja siswa untuk disampaikan ke setiap kelompok

           terutama tutor agar tutor dapat mempelajarinya.

        - Menyiapkan alat peraga papan berpaku.



                                          31
  - Membuat soal-soal tugas rumah.

  - Menyiapkan lembar pengamatan/observasi peserta didik.

  - Menyiapkan lembar pengamatan/observasi guru.

  - Menyiapkan buku nilai.



b. Implementasi

  Tindakan / Implementasi dilakukan 2 (dua) kali pertemuan

  Pertemuan I

  1.   Guru memberi pertanyaan mengenai macam-macam bangun datar

       sebagai apersepsi.

  2.   Ada beberapa peserta didik menjawab pertanyaan dan maju ke depan

       menggambar di papan tulis.

  3.   Guru mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan pokok

       bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan dan Sub Bahasan Membuat Hasil

       Pencerminan Suatu Bangun Datar Terhadap Sumbu Tegak dan memberi

       contoh cara mengerjakan.

  4.   Peserta didik memperhatikan penjelasan Guru.

  5.   Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya

       mengenai perihal yang kurang / belum jelas untuk materi yang telah

       diterangkan.

  6.   Peserta didik menggunakan kesempatan bertanya mengenai materi yang

       kurang / belum jelas.

  7.   Peserta didik tidak ada yang bertanya karena sudah jelas.




                                    32
  8.   Guru memberi soal di papan tulis untuk dikerjakan peserta didik.

  9.   Peserta didik mengerjakan soal latihan di papan tulis yang telah diberikan

       oleh Guru.

  10. Guru memberikan soal tertulis untuk dikerjakan peserta didik secara

       kelompok dengan alat bantu penggaris.

  11. Guru, peneliti dan pengamat mengamati jalannya diskusi kelompok.

  12. Guru menyuruh setiap kelompok untuk mewakili kelompoknya maju ke

       depan melaporkan hasil kerja kelompoknya.

  13. Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan

       tanggapan mengenai hasil laporan kelompok temannya.

  14. Guru memberikan soal tertulis untuk dikerjakan secara individu di

       Lembar Kerja Siswa yang telah tersedia.

  15. Peserta didik mengerjakan soal tertulis di Lembar Kerja Siswa.

  16. Guru, peneliti dan pengamat mengoreksi hasil kerja peserta didik.

  17. Guru memberikan tugas di rumah.



c. Observasi dan Evaluasi

       Observasi terhadap kegiatan belajar dilakukan pada saat implementasi

  untuk mengetahui jalannya proses pembelajaran. Pada akhir siklus pertama

  diakhiri dengan tes. Berdasarkan hasil observasi, hasil wawancara dan hasil

  tes, maka tahap berikutnya dapat dilaksanakan.



  Pertemuan II

  1.   Guru memberikan pertanyaan mengenai membuat hasil pencerminan

       suatu bangun datar terhadap sumbu tegak sebagai apersepsi.


                                   33
2.   Ada beberapa peserta didik menjawab pertanyaan dan maju ke depan

     menggambar di papan tulis.

3.   Guru mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan pokok

     bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan dan Sub Bahasan Membuat Hasil

     Pencerminan Suatu Bangun Datar Terhadap Sumbu Tegak dengan

     Bantuan Papan Berpaku dan memberi contoh cara mengerjakan.

4.   Peserta didik memperhatikan penjelasan Guru.

5.   Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya

     mengenai perihal yang kurang / belum jelas untuk materi yang telah

     diterangkan.

6.   Peserta didik menggunakan kesempatan bertanya mengenai materi yang

     kurang / belum jelas.

7.   Peserta didik tidak ada yang bertanya karena sudah jelas.

8.   Guru memberi soal di papan tulis untuk dikerjakan peserta didik.

9.   Peserta didik mengerjakan soal latihan di papan tulis yang telah diberikan

     oleh Guru.

10. Guru memberikan soal tertulis untuk dikerjakan peserta didik secara

     kelompok dengan alat bantu penggaris.

11. Guru, peneliti dan pengamat mengamati jalannya diskusi kelompok.

12. Guru menyuruh setiap kelompok untuk mewakili kelompoknya maju ke

     depan melaporkan hasil kerja kelompoknya.

13. Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan

     tanggapan mengenai hasil laporan kelompok temannya.




                                  34
     14. Guru memberikan soal tertulis untuk dikerjakan secara individu di

          Lembar Kerja Siswa yang telah tersedia.

     15. Peserta didik mengerjakan soal tertulis di Lembar Kerja Siswa.

     16. Guru, peneliti dan pengamat mengoreksi hasil kerja peserta didik.

     17. Guru memberikan tugas di rumah.



  c. Observasi dan Evaluasi

          Observasi terhadap kegiatan belajar dilakukan pada saat implementasi

     untuk mengetahui jalannya proses pembelajaran. Pada akhir siklus pertama

     diakhiri dengan tes. Berdasarkan hasil observasi, hasil wawancara dan hasil

     tes, maka tahap berikutnya dapat dilaksanakan.



  d. Refleksi

          Selama    penelitian   dilaksanakan,    hasilnya   dianalisis   dan   dikaji

     keberhasilan dan kegagalannya. Dari data yang diperoleh pada saat proses

     belajar mengajar apabila hasil analisis pada siklus 1 ada revisi dan

     kekurangan maka analisis direfleksikan untuk menentukan tindakan pada

     siklus 2 dalam rangka mencapai tujuan.



2. Siklus 2

  a. Perencanaan

     - Menyempurnakan rencana pembelajaran yang sudah ada di siklus 1.

     - Memperbaiki bentuk kelompok-kelompok yang sudah terbentuk agar

        didapat hasil yang lebih baik dari siklus 1.



                                       35
  - Menyiapkan soal-soal yang bervariasi dan sedikit lebih sulit sesuai dengan

       materi yang diberikan.

  - Menyiapkan tugas rumah.

  - Menyiapkan lembar pengamatan / observasi peserta didik.

  - Menyiapkan lembar pengamatan / observasi guru.

  - Menyiapkan buku nilai.



b. Implementasi

  Tindakan / Implementasi dilakukan 2 (dua) kali pertemuan

  Pertemuan I

  1.    Guru memberi pertanyaan cara membuat hasil pencerminan bangun datar

        terhadap sumbu tegak dengan menggunakan alat peraga papan berpaku .

  2.    Ada beberapa peserta didik menjawab pertanyaan dan maju ke depan

        menggambar di papan tulis.

  3.    Guru mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan pokok

        bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan dan Sub Bahasan Membuat Hasil

        Pencerminan Suatu Bangun Datar Terhadap Sumbu Tegak dengan

        menggunakan alat peraga papan berpaku dan memberi contoh cara

        mengerjakan.

  4.    Peserta didik memperhatikan penjelasan Guru.

  5.    Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya

        mengenai perihal yang kurang / belum jelas untuk materi yang telah

        diterangkan.




                                     36
  6.   Peserta didik menggunakan kesempatan bertanya mengenai materi yang

       kurang / belum jelas.

  7.   Peserta didik tidak ada yang bertanya karena sudah jelas.

  8.   Guru memberi soal di papan tulis untuk dikerjakan peserta didik.

  9.   Peserta didik mengerjakan soal latihan di papan tulis yang telah diberikan

       oleh Guru.

  10. Guru memberikan soal tertulis untuk dikerjakan peserta didik secara

       kelompok dengan alat bantu penggaris.

  11. Guru, peneliti dan pengamat mengamati jalannya diskusi kelompok.

  12. Guru menyuruh setiap kelompok untuk mewakili kelompoknya maju ke

       depan melaporkan hasil kerja kelompoknya.

  13. Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan

       tanggapan mengenai hasil laporan kelompok temannya.

  14. Guru memberikan soal tertulis untuk dikerjakan secara individu di

       Lembar Kerja Siswa yang telah tersedia.

  15. Peserta didik mengerjakan soal tertulis di Lembar Kerja Siswa.

  16. Guru, peneliti dan pengamat mengoreksi hasil kerja peserta didik.

  17. Guru memberikan tugas di rumah.



c. Observasi dan Evaluasi

       Observasi terhadap kegiatan belajar dilakukan pada saat implementasi

  untuk mengetahui jalannya proses pembelajaran. Pada akhir siklus pertama

  diakhiri dengan tes. Berdasarkan hasil observasi, hasil wawancara dan hasil

  tes, maka tahap berikutnya dapat dilaksanakan.



                                   37
  Pertemuan II

  1.   Guru menjelaskan membuat hasil pencerminan suatu bangun datar

       terhadap sumbu tegak dengan bantuan alat peraga untuk mengingatkan

       peserta didik sebelum melaksanakan ulangan harian.

  2.   Guru memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya kembali

       sebelum ulangan harian dimulai.

  3.   Peserta didik sudah jelas.

  4.   Guru memberi soal ulangan harian pada Lembar Tes Tertulis.

  5.   Peserta didik mengerjakan soal ulangan harian dengan tertib.

  6.   Guru, peneliti dan pengamat mengadakan pengamatan.

  7.   Setelah peserta didik mengerjakan soal ulangan, soal tes dikumpulkan.

  8.   Guru peneliti dan pengamat mengadakan kerjasama / kolaborasi

       mengoreksi hasil kerja peserta didik.



c. Observasi dan Evaluasi

       Observasi terhadap kegiatan belajar dilakukan pada saat implementasi

  untuk mengetahui jalannya proses pembelajaran. Pada akhir siklus pertama

  diakhiri dengan tes. Berdasarkan hasil observasi, hasil wawancara dan hasil

  tes, maka tahap berikutnya dapat dilaksanakan.



d. Refleksi

       Setelah hasil-hasil pekerjaan dari siklus 2 dijadikan satu dan dianalisa

  oleh semua anggota penelitian, langkah berikutnya yang dilakukan adalah

  melakukan refleksi apakah pembelajaran berhasil.



                                    38
C. Tehnik Pengumpulan Data

      Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode pengamatan (observasi)

   dan penelitian pada saat pembelajaran Pokok Bahasan Simetri Lipat dan

   Pencerminan dengan menggunakan papan berpaku berlangsung diamati secara

   kelompok maupun individu untuk mendapatkan hasil belajar yang diinginkan. Data

   yang diambil berupa tugas kelompok, tes individu, tugas rumah dan tes akhir.



D. Indikator Keberhasilan

      Berdasarkan ketetapan Depdikbud ketuntasan belajar tercapai jika ketuntasan

   individual mencapai minimal 65% dan secara klasikal 85%.

      Dan berdasarkan pengalaman guru yang mengajar di kelas V SDN Rejosari 03

   yang lebih mengetahui kemampuan peserta didik, maka peneliti menentukan bahwa

   penelitian ini dikatakan berhasil jika ketuntasan individu mencapai minimal 70%

   dan secara klasikal 75% kemudian untuk aktivitas belajar peserta didik dikatakan

   berhasil jika ≥ 70%.




                                        39
                                       BAB IV

                       HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



A. Hasil Penelitian

1. Hasil Penelitian Siklus I

    a. Berdasarkan pada Tabel 2 - 4 (Lembar Observasi / pengamatan) baik pada

       pertemuan I dan pertemuan II adanya peningkatan keaktifan belajar peserta didik

       antara lain :

       1. Peserta didik yang aktif bertanya dari 4 peserta didik menjadi 6 peserta didik,

          (16% menjadi 24%)

       2. Peserta didik yang mengerjakan soal di papan tulis dari 2 peserta didik

          menjadi 3 peserta didik (8% menjadi 12%)

       3. Peserta didik yang menanggapi kelompok lain pada saat diadakan diskusi dari

          1 kelompok menjadi 2 kelompok (20% menjadi 40%)



    b. Berdasarkan data pada tabel 6 (Daftar nilai tugas kelompok)

       Pertemuan I :

       Dari 25 peserta didik dalam tugas kelompok ini dibagi menjadi 5 kelompok.

       1. Ada 2 kelompok atau 40% yang memperoleh nilai 100 yaitu kelompok I dan

          IV.

       2. Ada 1 kelompok atau 20% yang memperoleh nilai 90.

       3. Ada 1 kelompok atau 20% yang memperoleh nilai 80.

       4. Ada 1 kelompok atau 20% yang memperoleh nilai 70.

       5. Nilai rata-rata 88.


                                           40
  Pertemuan II :

  1. Dalam tugas kelompok hanya ada 1 (satu) atau 20% yang memperoleh nilai

     100 yaitu kelompok I.

  2. 1 (satu) kelompok atau 20% yang memperoleh nilai 90 yaitu kelompok III.

  3. 1 (satu) kelompok atau 20% yang memperoleh nilai 80 yaitu kelompok IV.

  4. 1 (satu) kelompok atau 20% yang memperoleh nilai 70 yaitu kelompok II.

  5. 1 (satu) kelompok atau 20% yang memperoleh nilai 50 yaitu kelompok V.

  6. Nilai rata-rata yang diperoleh 78.



c. Berdasarkan data pada Tabel 7 (Daftar Nilai Tugas Individu)

  Pertemuan I :

  Dari 25 peserta didik yang diamati dan diteliti :

  1. Ada 6 (enam) peserta didik atau 24% yang mendapat nilai 100.

  2. Yang mendapat nilai ≥ 70 ada 10 (sepuluh) peserta didik atau 40%.

  3. Serta yang mendapat nilai ≤ 60 ada 9 (sembilan) peserta didik atau 36%.

  4. Nilai tertinggi 100, terendah 30 dan nilai rata-rata 70,4.

  Pertemuan II :

  1. Hanya ada 4 (empat) peserta didik atau 16% yang mendapat nilai 100.

  2. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 70 ada 10 (sepuluh) peserta didik atau

     40%.

  3. Peserta didik yang mendapat nilai ≤ 60 ada 11 (sebelas) peserta didik atau

     44%.

  4. Nilai tertinggi 100, terendah 20 dan nilai rata-rata 62,8.




                                       41
          Apabila dilihat pada tabel 6 dari nilai rata-rata tugas kelompok dari 88

  menjadi 78 dan pada tabel 7 pada tugas individu nilai rata-rata dari 70,4 menjadi

  62,8, hal ini disebabkan karena adanya perbedaan sub pokok bahasan pada

  pertemuan I yaitu : Melakukan lipatan untuk membentuk simetri lipat (bangun

  seimbang, sama bentuk / ukuran) dan pada pertemuan II : Melakukan lipatan

  untuk membentuk simetri (bangun seimbang, sama bentuk / ukuran) banyaknya

  simetri lipat suatu bangun datar dan membuat hasil pencerminan suatu bangun

  datar dengan menggunakan bantuan alat peraga papan berpaku.



d. Berdasarkan data pada tabel 8 (Daftar Nilai Tugas Rumah)

  Pertemuan I :

  Dari 25 peserta didik yang dimati dan diteliti :

  1. Ada 6 (enam) peserta didik atau 24% yang mendapat nilai 100.

  2. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 70-90 ada 9 (sembilan) peserta didik atau

     36%.

  3. Peserta didik yang mendapat nilai ≤ 60 ada 10 (sepuluh) atau 40%.

  4. Nilai rata-rata 72,8.

  Pertemuan II :

  Dari 25 peserta didik yang diamati dan diteliti :

  1. Ada 7 (tujuh) peserta didik atau 28% yang mendapat nilai 100.

  2. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 70-90 ada 10 (sepuluh) peserta didik atau

     40%.

  3. Peserta didik yang mendapat nilai ≤ 60 ada 8 (tujuh) atau 32%.

  4. Nilai tertinggi 100, terendah 40 dan nilai rata-rata 77,6.



                                       42
          Dari perteuan I dan II bahwa tugas di rumah adanya peningkatan

  keaktifan belajar semua peserta didik mengerjakan tugas di rumah bahkan tidak

  ada peserta didik yang tidak mengerjakan tugas rumah. Nilai rata-rata dari 72,8

  menjadi 77,6.



e. Berdasarkan data pada Tabel 9 (Daftar Nilai Ulangan Harian)

  Dari 25 peserta didik yang mengikuti Ulangan harian dan diamati :

  1. Ada 14 (empat belas) peserta didik atau 56% yang mendapat nilai ≤ 60.

  2. Ada 9 (sembilan) peserta didik atau 36% yang mendapat nilai ≥70-90.

  3. Hanya ada 2 (dua) peserta didik atau 8% yang memperoleh nilai 100.

  4. Nilai tertinggi 100, terendah 30 dan nilai rata-rata 62.



f. Berdasarkan data pada Tabel 10 (Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran dan Nilai

  Tugas di Rumah)

  Dari 25 peserta didik yang diamati dan diteliti :

  1. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 90 ada 4 (empat) atau 16%.

  2. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 70-89 ada 10 (sepuluh) atau 40%.

  3. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 60-69 ada 8 (delapan) atau 32%.

  4. Peserta didik yang mendapat nilai < 60 ada 3 (tiga) atau 12%.

  5. Nilai tertinggi 97,1 , nilai terendah 41,4 dan nilai rata-rata 73.



g. Berdasarkan data pada tabel 11 (Analisis Ulangan Harian Siklus I)

  Dari 25 peserta didik yang diteliti dan diamati pada saat ulangan harian

  diberikan sepuluh (sepuluh) soal menghasilkan sebagai berikut :



                                        43
  1. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 90 ada 2 (dua) atau 8% dan yang

     mendapat nilai 100 ada 2 (dua) peserta didik atau 8%.

  2. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 70-89 ada 7 (tujuh) atau 28%

  3. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 60-69 ada 4 (empat) atau 16%

  4. Peserta didik yang mendapat nilai < 60 ada 10 (sepuluh) atau 40%

  5. Ada 11 (sebelas) peserta didik atau 44% yang tuntas belajar dan 14 (empat

     belas) atau 56% yang belum tuntas belajar



h. Berdasarkan pada lampiran 11 (Hasil Analisis Ulangan Harian)

  Dari 10 (sepuluh) soal yang diujikan dapat dianalisis sebagai berikut:

  1. Ada 3 (tiga) soal yang dapat diselesaikan peserta didik dengan presentase ≥

     70 adalah soal nomor 1,2,3 dan soal nomor 1 dan 2 semua peserta didik dapat

     menyelesaikan dengan tuntas.

  2. Ada 5 (lima) soal yang diselesaikan peserta didik atau 50% dengan persentase

     ≥ 40 adalah soal no. 4,5,6,7 dan 10.

  3. Ada 2 (dua) soal yang diselesaikan oleh peserta didik dengan persentase < 35

     adalah soal nomor 8 dan 9.

  4. Persentase tertinggi 100%, terendah 28% dan rata-rata 62%.

  5. Ada 14 (empat belas) peserta didik atau 56% yang mendapat nilai ≤ 60 perlu

     adanya perbaikan secara klasikal.

  6. Nilai tertinggi 100, terendah 30 dan rata-rata 62.

          Dari hasil analisa tersebut diatas berarti kegiatan belajar mengajar /

  pembelajaran pada siklus I yang telah dilaksanakan kurang optimal dan

  pengamatan yang dilakukan masih banyak peserta didik yang mengalami



                                      44
       kesulitan dalam menentukan banyak simetri lipat suatu bangun datar dan

       membuat hasil pencerminan suatu bangun datar dengan menggunakan alat

       peraga papan berpaku, maka perlu adanya perbaikan dengan melaksanakan

       siklus II.



2.   Hasil Penelitian Siklus II

     a. Berdasarkan data pada Tabel 12 dan 13 (Lembar Observasi Pengamatan Peserta

       didik)

       Pertemuan I :

       Dari 25 peserta didik yang diamati dan diteliti :

       1. Ada 5 (lima) peserta didik atau 20% yang mengerjakan di papan tulis.

       2. Ada 7 (tujuh) peserta didik atau 28% yang aktif bertanya.

       3. Pada saat dilaksanakan tugas kelompok ada 3 (tiga) kelompok atau 60% yang

          menanggapi kelompok lain.

       4. Serta pada akhir pembelajaran ada 20 (dua puluh) peserta didik atau 80%

          yang mendapat nilai baik.

       Pertemuan II :

       1. Dari 25 (dua puluh lima) peserta didik atau 100% semuanya mengerjakan

          tugas di rumah dan ada 2 (dua) peserta didik atau 8% yang mengalami

          kesulitan dalam mengerjakan tugas di rumah.

       2. Ada 4 (empat) peserta didik atau 16% yang aktif bertanya.

       3. Pada akhir pembelajaran diadakan ulangan harian ada 20 (dua puluh) peserta

          didik atau 80% yang mendapat nilai baik.




                                           45
b. Berdasarkan data pada Tabel 14 (Daftar Nilai Tugas Kelompok)

  Dalam pembagian kelompok ada 5 (lima) kelompok. Dalam tugas kelompok

  diamati dan diteliti :

  1. Tidak ada yang mendapat nilai kurang dari 70.

  2. Ada 3 (tiga) kelompok atau 60% yang mendapat nilai 100.

  3. Ada 2 (dua) kelompok atau 40% mendapat nilai 90.

  4. Nilai rata-rata yang diperoleh 96.



c. Berdasarkan data pada Tabel 15 (Daftar Nilai Tugas Individu)

  Dari 25 peserta didik yang diamati dan diteliti :

  1. Ada 6 (enam) peserta didik atau 24% yang mendapat nilai 100.

  2. Yang mendapat nilai ≥ 70 ada 12 (dua belas) peserta didik atau 48%.

  3. Serta yang mendapat nilai ≤ 60 ada 7 (tujuh) peserta didik atau 28%.

  4. Nilai tertinggi 100, terendah 50 dan nilai rata-rata 78,8.

          Apabila dilihat terdapat peningkatan dari nilai tugas individu pada siklus

  I ke siklus II yaitu dari 62,8 menjadi 78,8 dan nilai individu terendah 50.



e. Berdasarkan data pada Tabel 16 (Daftar Nilai Tugas Rumah)

  Dari 25 peserta didik yang dimati dan diteliti :

  1. Ada 7 (tujuh) peserta didik atau 28% yang mendapat nilai 100.

  2. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 70-90 ada 13 (tiga belas) peserta didik

     atau 52%.

  3. Peserta didik yang mendapat nilai 60 ada 3 (tiga) atau 12%.




                                       46
  4. Ada 2 (dua) peserta didik yang mendapatkan nilai 50 atau (8%). Nilai rata-

     rata 80,4.

          Dari pertemuan pada siklus II, terlihat bahwa tugas di rumah adanya

  peningkatan keaktifan belajar semua peserta didik mengerjakan tugas di rumah

  bahkan tidak ada peserta didik yang tidak mengerjakan tugas rumah serta peserta

  didik yang pada siklus I nilai rata-rata dari 77,6 menjadi 80,4.



f. Berdasarkan data pada Tabel 17 (Daftar Nilai Ulangan Harian Siklus II)

  Dari 25 peserta didik yang mengikuti Ulangan harian dan diamati :

  1. Ada 4 (empat) peserta didik atau 16% yang mendapat nilai ≤ 60.

  2. Ada 13 (tiga belas) peserta didik atau 52% yang mendapat nilai ≥70-90.

  3. Ada 8 (delapan) peserta didik atau 32% yang memperoleh nilai 100.

  4. Nilai tertinggi 100, terendah 50 dan nilai rata-rata 82.



g. Berdasarkan pada Tabel 18 (Daftar Nilai Tes Pembelajaran dan Nilai Tugas di

  Rumah)

  Dari 25 peserta didik yang diamati dan diteliti :

  1. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 90 ada 9 (sembilan) atau 36% dan

     mendapat nilai 100 ada 2 (dua) atau 8%.

  2. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 70-89 ada 12 (dua belas) atau 48%.

  3. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 60-69 ada 2 (dua) atau 8%.

  4. Nilai tertinggi 100, terendah 62,5 dan rata-rata 84,3.



h. Berdasarkan data pada tabel 19 (Analisis Ulangan Harian Siklus II)



                                       47
  Dari 25 peserta didik yang diteliti dan diamati pada saat ulangan harian

  diberikan 10 (sepuluh) soal yang diujikan dan menghasilkan sebagai berikut :

  1. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 90 ada 4 (empat) atau 16% dan mendapat

     nilai 100 ada 8 (delapan) atau 32%.

  2. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 70-89 ada 9 (sembilan) atau 36%.

  3. Peserta didik yang mendapat nilai ≥ 60-69 ada 2 (dua) atau 8%.

  4. Peserta didik yang mendapat < 60 ada 2 (dua) atau 8%.

  5. 21 (dua puluh satu) peserta didik atau 84% yang tuntas belajar dan ada 4

     (empat) atau 16% yang belum tuntas belajar.



i. Berdasarkan data pada Lampiran 18 (Hasil Analisis Ulangan Harian)

  Dari 10 (sepuluh) soal yang diujikan dapat dianalisis sebagai berikut :

  1. 7 (tujuh) soal yang dapat diselesaikan peserta didik dengan persentase ≥ 70

     adalah soal nomor 1,2,3,4,5,6 dan 7.

  2. 3 (tiga) soal yang diselesaikan oleh peserta didik dengan persentase < 70

     adalah soal nomor 8,9 dan 10.

  3. Persentase tertinggi 100% terendah 48% dan rata-rata 82%.

  4. Ada 4 (empat) peserta didik 16% yang mendapat nilai ≤ 60 perlu adanya

     perbaikan secara individu.

  5. Nilai tertinggi 100, terendah 50 dan rata-rata 82.

         Dari hasil analisa tersebut diatas diperoleh bahwa Kegiatan Belajar

  Mengajar (KBM) / Pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran tutor

  sebaya yang memanfaatkan LKS dan alat peraga papan berpaku dapat

  meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar matematika pada pokok bahasan



                                      48
     simetri lipat dan pencerminan di kelas V SD Rejosari 03 Semarang dengan

     ketuntasan belajar individu minimal 70 atau 70% dan ketercapaian secara

     klasikal 81,6% serta ketuntasan yang dicapai secara klasikal 84,2% dengan

     indikator keberhasilan yang diinginkan yaitu apabila ketuntasan individu

     mencapai minimal 70% dan secara klasikal 75%.



B. Pembahasan

   Siklus I

      Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilaksanakan oleh Guru Kelas V SD

   Rejosari 03 Semarang sesuai jadwal pertemuan, rancangan pembelajaran yang

   direncanakan dan dalam mengelola kegiatan belajar mengajar dengan skor 80 (lihat

   Tabel 2,3 dan 4 pada siklus I serta pada tabel 12 dan 13 pada siklus II) serta

   keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menunjukkan adanya

   peningkatan baik dalam tugas kelompok, individu sehingga pada pertemuan I ini

   peserta didik tidak mengalami kesulitan karena sub pokok bahasan yang

   disampaikan adalah dalam membuat hasil pencerminan suatu bangun datar terhadap

   sumbu tegak, dimana peserta didik sudah mendapat materi kelas IV pada semester

   2 dan peserta didik juga telah banyak latihan dengan materi soal yang bervariasi.

      Berdasarkan hasil ulangan harian siklus I materi dengan sub pokok bahasan

   melakukan lipatan untuk membentuk simetri (bangun seimbang sama bentuk /

   ukuran) diperoleh ada 14 (empat belas) peserta didik yang nilainya rendah < 60 ini

   berarti ketuntasan belajar baru mencapai 56%. Setelah dilakukan pengamatan

   terhadap Lembar Kerja Peserta didik atau LKS diperoleh bahwa 10 (sepuluh)




                                         49
peserta didik yang nilainya rendah ternyata disebabkan karena kesulitan dalam

mengukur jarak bayangan dengan menggunakan alat peraga papan berpaku.



Siklus II

   Tindakan perbaikan pada siklus II disampaikan materi dengan sub pokok

bahasan membuat hasil pencerminan untuk membentuk bayangan terhadap sumbu

tegak dengan latihan soal yang bervariasi dengan menggunakan alat peraga papan

berpaku. Karena telah diketahui kesulitan yang dialami peserta didik pada siklus I,

maka pelaksanaan pembelajaran pada siklus II dititikberatkan pada cara membuat

hasil pencerminan suatu bangun datar dengan bantuan alat peraga papan berpaku.

   Pada saat mengerjakan tugas kelompok, tugas individu dan tugas rumah dengan

menggunakan bantuan alat peraga papan berpaku sebagai latihan-latihan untuk

meminimal kesalahan.

   Adapun 6 (enam) peserta didik yang masih kurang memahami diberi bimbingan

secara khusus sehingga diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran

selanjutnya, walaupun dalam pelaksanaan siklus II masih ada 4 (empat) peserta

didik yang memperoleh nilai kurang dari 70, sedangkan 21 (dua puluh satu) peserta

didik mendapat nilai ≥ 70 bahkan ada 8 (delapan) peserta didik yang mendapat nilai

100. Rata-rata nilai yang diperoleh dalam ulangan harian siklus II adalah 82,

sedangkan nilai ketuntasan dalam belajar mencapai 84% dengan indikator

keberhasilan dikatakan berhasil apabila ketuntasan individu mencapai 70% dan

secara klasikal 75% dan untuk keaktivan peserta didik pada siklus II sudah

mencapai 72% maka PTK dihentikan pada siklus II. Sesuai dengan teori yang

dikemukakan oleh Jean Piaget, beliau mendukung jika peserta didik dalam



                                      50
mendalami suatu materi pembelajaran matematika peserta didik usia 12 – 15 tahun

(usia SMP) adalah masa transisi dari tahap Operasional Konkret ke tahap

Operasional Formal. Oleh karena itu, Jean Piaget menganjurkan agar dalam

mengajarkan matematika di Pendidikan Dasar perlu memanfaatkan alat peraga

benda konkret. Alasan yang dikemukakan Piaget, anak-anak SD dan SMP

perkembangan intelektualnya cenderung masih berada dalam tahap Operasional

Konkret. Selain itu menurut Brunner juga menyarankan dalam pembelajaran

matematika dibagi menjadi tiga tahap dimana untuk anak SD dan SMP

menggunakan tahap enactive yaitu penggunaan benda konkret dalam belajar

kemudian ke tahap kedua yaitu tahap econic dimana belajar menggunakan gambar

dan grafik, lalu untuk tahap ketiga yaitu tahap symbolic dimana guru sudah bisa

menggunakan kata-kata dan simbol. Maka dengan menerapkan pembelajaran

matematika yang didukung dengan penggunaan alat peraga benda konkret terjadi

peningkatan pada waktu penelitian siklus I ke siklus II, Oleh karena itu penelitian

tindakan ini cukup dilaksanakan 2 siklus saja.




                                      51
                                     BAB V

                                   PENUTUP



A. Simpulan

     Melalui Implementasi Model Pembelajaran Tutor Sebaya dengan Memanfaatkan

   LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku pada pokok bahasan Simetri Lipat dan

   Pencerminan maka hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik kelas V tahun

   ajaran 2006/2007 di SD Rejosari 03 Semarang dapat ditingkatkan. Pelaksanaan

   Kegiatan Pembelajaran lebih hidup dengan keaktifan belajar peserta didik dalam

   belajar baik secara kelompok maupun individu apabila menggunakan model

   pembelajaran Tutor Sebaya dengan memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan

   Berpaku, sehingga peserta didik mampu mengurangi kesalahan dalam membuat

   hasil pencerminan suatu bangun datar terhadap sumbu tegak dengan bantuan alat

   peraga papan berpaku.



B. Saran

   Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti di SD Negeri

   Rejosari 03 Semarang dapat disampaikan saran – saran sebagai berikut :

   1. Hendaknya guru dalam mengadakan penilaian, dilakukan secara menerus baik

     secara individu maupun kelompok yang dilakukan dalam pemberian tugas

     rumah, tugas individu maupun ulangan harian / hasil tes.

   2. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran hendaknya guru mencoba dengan

     menerapkan model pembelajaran Tutor Sebaya sehingga peserta didik yang

     memiliki kepintaran lebih dari teman sebayanya dapat ditugaskan untuk



                                        52
  membantu teman-teman sekelasnya yang masih belum memahami materi

  tersebut, diharapkan dengan teman sebaya yang memberikan penjelasan dapat

  dengan mudah dimengerti oleh teman yang masih belum memahami (tutor

  sebaya).

3. Diusahakan juga dalam pembelajaran yang menyangkut materi simetri lipat dan

  pencerminan digunakan alat peraga papan berpaku karena alat peraga ini

  memudahkan peserta didik untuk memahami materi tersebut karena dengan

  bantuan alat peraga peserta didik merasa berinteraksi langsung dan tidak mudah

  lupa.

4. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran hendaknya guru harus selalu

  mengamati keaktifan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran baik

  secara individu maupun kelompok.

5. Dalam kegiatan pembelajaran hendaknya guru senantiasa membahas pekerjaan

  rumah, tugas individu dan juga ulangan harian yang telah diberikan oleh guru.




                                     53
                                DAFTAR PUSTAKA


Suyitno, Amin. 2005. Dasar-Dasar Dan Proses Pembelajaran Matematika 1.
       Semarang : Jurusan Pendidikan Matematika UNNES Semarang.

Depdikbud. 1994. Kurikulum Pendidikan Dasar.
      Jakarta : Dirjendikdasmen.

Djati Kerami dan Cormentyna Sitanggang. 2002. Kamus Matematika.
       Jakarta : Balai Pustaka.

Emi Pujiastuti dan Suhito. 2002. Dasar-Dasar Proses Pembelajaran Matematika 2.
      Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Isti Hidayah & Sugiharto. 2006. ”Workshop Pendidikan Matematika 2”
        Semarang : UNNES

Kusni. 2000. Geometri Dasar.
       Semarang : Universitas Negeri Semarang.

Herman Hudoyo. 1988. Mengajar Belajar Matematika.
      Bandung : Yrama Widya.

Nana Sujana. 2002. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar.
      Bandung : Sinar Baru Algensindo.

Suhito. 1987. ” Strategi Belajar Mengajar”.
        Semarang : FMIPA IKIP

Tim Bina Karya Guru. 2003. Terampil Berhitung Matematika Untuk Sekolah Dasar
Kelas 5 SD.
       Jakarta : Erlangga.

Tim Matematika SD. 2002. Matematika Untuk Sekolah Dasar Kelas 5 Semester Kedua.
     Jakarta : Yudhistira.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1997. Kamus
Besar Bahasa Indonesia.
       Jakarta : Balai Pustaka.

W.J.S Purwo Darminto. 1985. Kamus Umum Bahasa Indonesia.
       Jakarta : Balai Pustaka.




                                          54
Lampiran 1
                                      SIKLUS I
                    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


       Nama Sekolah              : SDN Rejosari 03 Semarang
       Mata Pelajaran            : Matematika
       Kelas/Semester            :V/2
       Alokasi Waktu             : 2 x 45’
       Standar Kompetensi        : Bangun Ruang / datar
       Kompetensi Dasar          : Simetri Lipat / Pencerminan
       Indikator                 : Melakukan lipatan untuk membentuk simetri
                                  (bangun seimbang sama bentuk / ukuran)


I. Tujuan Pembelajaran
   1. Siswa mampu melakukan / melipat kertas dan menyebutkan bagian-bagian yang
       berhimpit lalu memberi nama.
   2. Siswa mampu menyebutkan nama lain garis tengah yang membagi kertas sama
       besar / seimbang.
   3. Siswa mampu menggambar lipatan dengan bantuan garis tengah.
II. Materi Pokok
   Simetri Lipat / Pencerminan
III. Metode Pembelajaran
   1. Metode motivasi
   2. Metode informasi
   3. Metode penugasan
   4. Metode tanya jawab
   5. Metode demonstrasi
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
   -   Kegiatan Awal
       1. Guru memberi motivasi pada peserta didik agar peserta didik memperhatikan
          guru




                                             55
       2. Guru memberi apersepsi yang mengarah ke materi simetri lipat /
            pencerminan, misalnya :
            • Siapa yang pernah bercermin ?
            • Bagaimana wajahmu ketika tampak di cermin ?
   -   Kegiatan Inti
       o Peserta didik mendemonstrasikan melipat kertas yang dibawa.
       o Peserta didik melipat kertas masing-masing sesuai keinginan peserta didik
       o Peserta didik memberi tanda pada lipatan
       o Peserta didik memberi nama hasil lipatan
       o Peserta didik menggambar sesuai hasil lipatan yang sudah diberi nama
       o Peserta didik menyebutkan nama sesuai hasil lipatannya
   -   Kegiatan Akhir
       1. Guru memberi penguatan agar siswa lebih teliti karena untuk pencerminan
            perlu ketelitian
       2. Guru memberi latihan
       3. Guru memberi penilaian
V. Alat dan Sumber Belajar
   Alat :
   1. Kertas manila yang sudah dibentuk persegi panjang, persegi, segitiga, trapesium.
   Bahan :
   2. Buku Matematika Diknas Mari Berhitung kelas 5 hal 167 – 170.
VI. Penilaian
   Tes Tertulis
                                                  Semarang,    Pebruari 2007


                                                  Guru Kelas V
                                                  Yang melaksanakan




                                                  Ant. Novan S.N




                                         56
Lampiran 2

PEMBAGIAN KELOMPOK – KELOMPOK SIKLUS I
DAFTAR NAMA KELOMPOK I
1.   CITA KUSUMA DEWI
2.   FREDY DWI SAPUTRA
3.   YUSUF ANDRI VIYANTO
4.   RISMA SUKMAWATI
5.   RIZA ISLAMI

DAFTAR NAMA KELOMPOK II

1.   PUTRI SEPTININGRUM
2.   RETNO AYU SETYORINI
3.   ARIYANTI EKA SAFITRI
4.   REZA TRI HANDOKO
5.   ERLIANA STYANING MULYO

DAFTAR NAMA KELOMPOK III

1.   FARISYAH ALDI
2.   QOMARUDIN
3.   KURNIA CHOIRUN MISA
4.   M. RIKKY FIROSI
5.   TEGUH IMAM YULIANTO

DAFTAR NAMA KELOMPOK IV

1.   NOVIA WULAN DARI
2.   NUR SA’DIAH
3.   MULYO HEDI CAHYONO
4.   DIAN NURGAYANTI
5.   RIKI RIVANDI

DAFTAR NAMA KELOMPOK V

1.   PUTRI MARIANI
2.   GIGIH DANU SENTONO
3.   RIZKI TRI WIDAYANTO
4.   RONI DWI PRANOTO
5.   RUDI DARMAWAN




                              57
Lampiran 3


                                                             Nama Kelompok :



                Mata Pelajaran          : Matematika
                Pokok Bahasan           : Simetri Lipat dan Pencerminan Bangun Datar
                Waktu                   : 10 menit (Pertemuan I)

 1. Kerjakan soal-soal latihan di bawah ini bersama kelompokmu!
 2. Dalam menyelesaikan soal-soal latihan ini gunakan penggaris!
 3. Setelah selesai mengerjakan kumpulkan hasil pekerjaanmu ke depan!

SOAL
1.   Jiplaklah persegi panjang di bawah ini !

          A                               B



          C                               D

2.   Lipat persegi panjang ABCD sehingga titik sudut A berhimpit dengan titik sudut B
     dan titik sudut D berhimpit dengan titik sudut C!
3.   Bukalah lipatan tersebut dan tandai bekas lipatan!
4.   Beri nama KL pada bekas lipatan, garis KL disebut ......................
5.   Gambarlah setelah diberi nama!
6.   Lipat persegi panjang ABCD, hingga titik sudut A berhimpit dengan titik sudut D
     dan titik sudut B berhimpit dengan titik sudut C!
7.   Bukalah lipatannya dan tandai bekas lipatan!
8.   Beri nama MN pada bekas lipatan, garis MN disebut .................
9.   Lipat persegi panjang ABCD menurut garis AC, ternyata titik sudut B tidak
     berhimpit dengan titik sudut D. Garis AC bukan sumbu simetri persegi panjang
     ABCD.        Jadi     persegi   panjang    ABCD       mempunyai.........sumbu   simetri,
     yaitu.........dan......
10. Gambarlah setelah diberi nama!




                                               58
KUNCI JAWABAN
Untuk no 1 – 3, siswa yang melakukan sesuai dengan susunan kelompok
4. sumbu simetri
5.                 K
          A                      B



          C            L         D


Untuk no 6 – 7, siswa yang melakukan
8. sumbu simetri
9. 2 sumbu simetri yaitu KL dan MN
10.       A                      B

      M                           N
          C                      D




                                       59
Lampiran 4


                                                      Nama Kelompok :



             Mata Pelajaran        : Matematika
             Pokok Bahasan         : Simetri Lipat dan Pencerminan Bangun Datar
             Waktu                 : 10 menit (Pertemuan 2)

 1. Kerjakan soal-soal latihan di bawah ini bersama kelompokmu!
 2. Dalam menyelesaikan soal-soal latihan ini gunakan penggaris!
 3. Setelah selesai mengerjakan kumpulkan hasil pekerjaanmu ke depan!

SOAL
1. Tentukan hasil pencerminan bangun datar berikut!
  a. A                    B




       D                  C


  b. A               B




       D             C

  c.         A




       C              B


       A             B
  d.



                     C




                                         60
Lampiran 5




                                    Pertemuan 1
                   Mata Pelajaran   : Matematika
                   Nama             :
                   No. Urut         :
                   Pokok Bahasan    : Simetri Lipat dan Pencerminan Bangun Datar

SOAL
1. Tentukan hasil pencerminan bangun di bawah ini!
           A
  a.



           B                  C
           A              B
  b.

       F                      C



               E       D
                              B
  c. A


       D                      C

                   A
  d.

   D                          B



                   C




                                         61
Lampiran 6




                                       Pertemuan 2
               Mata Pelajaran          : Matematika
               Nama                    :
               No. Urut                :
               Pokok Bahasan           : Simetri Lipat dan Pencerminan Bangun Datar

SOAL
1. Tentukan hasil pencerminan bangun di bawah ini!
                   B
  a.

       A                           C


                   D

  b. A                         B



           D               C

                       D

  c. A                     B



       D                       C


  d. A
                               B

               C

       D                       E




                                            62
Lampiran 7
                              LEMBAR KERJA SISWA
                                        TUGAS RUMAH
                                             SIKLUS I
                                         Pertemuan 1
             Mata Pelajaran              : Matematika
             Nama                        :
             No. Urut                    :
             Pokok Bahasan               : Simetri Lipat dan Pencerminan Bangun Datar

SOAL
1. Tentukan banyak simetri lipat dari bangun di bawah ini!
  a.                          .......            b.                  .....




  c.                          ......
              d.




2. Tentukan hasil pencerminan bidang datar berikut!
  a.
        ...........           ...........
        ...........           ...........
        ...........           ...........
        ...........           ...........

  b.
        ...........           ...........
        ...........           ...........
        ...........           ...........
        ...........           ...........



                                                63
Lampiran 8
                               LEMBAR KERJA SISWA
                                         TUGAS RUMAH
                                              SIKLUS I
                                          Pertemuan 2
             Mata Pelajaran               : Matematika
             Nama                         :
             No. Urut                     :
             Pokok Bahasan                : Simetri Lipat dan Pencerminan Bangun Datar

SOAL
1. Tentukan banyak simetri lipat dari bangun di bawah ini!
  a.                           .......            b.                  .....




  c.                          ......




2. Tentukan hasil pencerminan bidang datar berikut!
  a.
        ...........             ...........
        ...........             ...........
        ...........             ...........
        ...........             ...........

  b.
        ...........             ...........
        ...........             ...........
        ...........             ...........
        ...........             ...........



                                                 64
Lampiran 9




              Mata Pelajaran               : Matematika
              Nama                         :
              No. Urut                     :
              Pokok Bahasan                : Simetri Lipat dan Pencerminan Bangun Datar
              Waktu                        : 60 menit



          1. Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan teliti dan benar
          2. Dalam menyelesaikan soal-soal ini gunakan penggaris
          3. Setelah selesai mengerjakan kumpulkan hasil pekerjaanmu ke depan !
          4. Selamat mengerjakan semoga berhasil




SOAL
1.        Tentukan banyak simetri lipat dari bangun di bawah ini!
     a.                              .......            b.                .....




     c.                  ......                         d.                .....




     e.                           ......                f.                        .....




                                                    65
2. Tentukan hasil pencerminan dari bangun datar berikut dengan papan berpaku!
  a.
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........

  b.
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........

  c.
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........

  d.
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........




                                        66
Lampiran 10
                  HASIL ANALISIS ULANGAN HARIAN SIKLUS I
II. Ketuntasan Belajar
    1. Individu / Perorangan
       - Banyak siswa seluruhnya                 : 25 siswa
       - Banyak siswa yang tuntas belajar        : 11 siswa
       - Persentase ketuntasan belajar           : 44%
    2. Kelompok                                  : Ya / Tidak *
    3. Klasikal                                  : Ya / Tidak *
III. Simpulan
    1. Perlu perbaikan secara klasikal untuk soal nomor :
       4,5,6,7,8,9 dan 10 (7 soal) = 70%
    2. Perlu perbaikan secara individu siswa :
       S01, S02, S04, S07, S09, S10, S13, S16, S17, S18, S19, S21, S24 dan S25 (14
       siswa) = 56%
    3. Perlu perbaikan secara kelompok :
       2 (dua) kelompok yaitu kelompok I & V = 40%
IV. Keterangan
    1. Daya serap individu / Perorangan
       Seorang siswa disebut telah tuntas belajar bila mencapai 70% atau nilai 70.
    2. Daya serap kelompok
       Suatu kelas disebut telah tuntas belajar bila kelas tersebut telah terdapat 75%
       siswa yang telah mencapai daya serap ≥ 75%.
    3. Daya serap klasikal
       Suatu kelas disebut telah tuntas belajar bila kelas tersebut telah terdapat 75%
       siswa yang telah mencapai daya serap ≥ 75%.




* Coret yang tidak perlu.




                                            67
Lampiran 11
                                     SIKLUS II
                    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


       Nama Sekolah              : SDN Rejosari 03 Semarang
       Mata Pelajaran            : Matematika
       Kelas/Semester            :V/2
       Alokasi Waktu             : 2 x 55’
       Standar Kompetensi        : Bangun Ruang / datar
       Kompetensi Dasar          : Simetri Lipat / Pencerminan
       Indikator                 : Membahas tentang materi simetri lipat dan
                                  pencerminan dengan melakukan pencerminan untuk
                                  membentuk bayangan terhadap sumbu tegak dengan
                                  latihan soal yang bervariasi dengan menggunakan
                                  alat peraga papan berpaku


I. Tujuan Pembelajaran
   1. Siswa mampu menggambar sumbu simetri.
   2. Siswa mampu menggambar bayangan yang dicerminkan pada kertas berpetak.
   3. Siswa mampu bermain dan membuat bayangan bangun datar pada papan
       berpaku.
II. Materi Pokok
   Simetri Lipat / Pencerminan
III. Metode Pembelajaran
   1. Metode motivasi
   2. Metode informasi
   3. Metode penugasan
   4. Metode tanya jawab
   5. Metode demonstrasi
IV. Langkah-Langkah Pembelajaran
   -   Kegiatan Awal




                                             68
       1. Guru memberi motivasi pada peserta didik agar peserta didik memperhatikan
            guru
       2. Guru memberi apersepsi yang berhubungan dengan pencerminan, misalnya :
            • Ketika bercermin pada cermin datar, apakah wajahmu berubah ?
            • Apakah wajahmu bisa dilukiskan / digambar ?
   -   Kegiatan Inti
       o Peserta didik mendemonstrasikan bercermin dengan cermin
       o Peserta didik bermain pada papan berpaku dengan menggunakan karet
            gelang untuk mendemonstrasikan pencerminan
       o Peserta didik menggambar hasil pencerminan
       o Peserta didik memberi nama hasil pencerminan
   -   Kegiatan Akhir
       1.    Guru memberi penguatan agar siswa lebih cermat dalam menggambar
       2.    Guru memberi latihan
       3.    Peserta didik mengerjakan soal latihan
       4.    Guru memberi penilaian
V. Alat dan Sumber Belajar
   Alat :
   1. Kertas manila yang sudah dibentuk persegi panjang, persegi, segitiga,
       trapesium.
   Bahan :
   2. Buku Matematika Diknas Mari Berhitung kelas 5 hal 167 – 170.
VI. Penilaian
   Tes Tertulis
                                                      Semarang,   Pebruari 2007


                                                      Guru Kelas V
                                                      Yang melaksanakan




                                                      Ant. Novan S.N




                                           69
Lampiran 12



                                                     Nama Kelompok :



              Mata Pelajaran       : Matematika
              Pokok Bahasan        : Simetri Lipat dan Pencerminan Bangun Datar
              Waktu                : 20 menit

 1. Kerjakan soal-soal latihan di bawah ini bersama kelompokmu!
 2. Dalam menyelesaikan soal-soal latihan ini gunakan penggaris!
 3. Setelah selesai mengerjakan kumpulkan hasil pekerjaanmu ke depan!



SOAL
1. Tentukan hasil pencerminan dari bangun datar berikut dengan papan berpaku!
  a.
          ...........          ...........
          ...........          ...........
          ...........          ...........
          ...........          ...........

  b.
          ...........          ...........
          ...........          ...........
          ...........          ...........
          ...........          ...........

  c.
          ...........          ...........
          ...........          ...........
          ...........          ...........
          ...........          ...........


                                         70
d.
     ...........   ...........
     ...........   ...........
     ...........   ...........
     ...........   ...........

e.
     ...........   ...........
     ...........   ...........
     ...........   ...........
     ...........   ...........




                         71
Lampiran 13




              Mata Pelajaran       : Matematika
              Nama                 :
              No. Urut             :
              Pokok Bahasan        : Simetri Lipat dan Pencerminan Bangun Datar

SOAL
1. Tentukan hasil pencerminan bangun di bawah ini dengan menggunakan alat peraga
  papan berpaku!
  a.
       ...........             ...........
       ...........             ...........
       ...........             ...........
       ...........             ...........



  b.
       ...........             ...........
       ...........             ...........
       ...........             ...........
       ...........             ...........




                                        72
Lampiran 14

                               LEMBAR KERJA SISWA
                                  TUGAS RUMAH
                                       SIKLUS II
              Mata Pelajaran       : Matematika
              Nama                 :
              No. Urut             :
              Pokok Bahasan        : Simetri Lipat dan Pencerminan Bangun Datar
SOAL
1. Tentukan hasil pencerminan bidang datar berikut dengan menggunakan papan
  berpaku!
  a.
       ...........             ...........
       ...........             ...........
       ...........             ...........
       ...........             ...........

  b.
       . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . .
       ........... ...........
       ........... ...........
       ........... ...........

  c.   ...........             ...........
       ...........             ...........
       ...........             ...........
       ...........             ...........

  d.   ...........             ...........
       ...........             ...........
       ...........             ...........
       ...........             ...........

                                          73
Lampiran 15




            Mata Pelajaran            : Matematika
            Nama                      :
            No. Urut                  :
            Pokok Bahasan             : Simetri Lipat dan Pencerminan Bangun Datar
            Waktu                     : 60 menit



       1. Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan teliti dan benar
       2. Dalam menyelesaikan soal-soal ini gunakan penggaris
       3. Setelah selesai mengerjakan kumpulkan hasil pekerjaanmu ke depan !
       4. Selamat mengerjakan semoga berhasil




SOAL
1. Tentukan banyak simetri lipat dari bangun di bawah ini!
  a.                            .......            b.                .....




  c.                            ......             d.                .....




  e.                         ......                f.                        .....




                                               74
2. Tentukan hasil pencerminan dari bangun datar berikut dengan papan berpaku!
  a.
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........
  b.
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........

  c.
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........

  d.
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........
          ...........         ...........




                                        75
Lampiran 16
                   HASIL ANALISIS ULANGAN HARIAN SIKLUS II
I.   Ketuntasan Belajar
     1. Individu / Perorangan
       - Banyak siswa seluruhnya                 : 25 siswa
       - Banyak siswa yang tuntas belajar        : 21 siswa
       - Persentase ketuntasan belajar           : 84%
     2. Kelompok                                 : Ya / Tidak *
     3. Klasikal                                 : Ya / Tidak *
II. Simpulan
     1. Perlu perbaikan secara klasikal untuk soal nomor :
        8,9 dan 10 (3 soal) = 30%
     2. Perlu perbaikan secara individu siswa :
        S04, S17, S24 dan S25 (4 siswa) = 16%
III. Keterangan
     1. Daya serap individu / Perorangan
       Seorang siswa disebut telah tuntas belajar bila mencapai 70% atau nilai 70.
     2. Daya serap kelompok
       Suatu kelas disebut telah tuntas belajar bila kelas tersebut telah terdapat 75%
       siswa yang telah mencapai daya serap ≥ 75%.
     3. Daya serap klasikal
       Suatu kelas disebut telah tuntas belajar bila kelas tersebut telah terdapat 75%
       siswa yang telah mencapai daya serap ≥ 75%.




* Coret yang tidak perlu.




                                            76
Tabel 1

                             JADWAL PERTEMUAN


 No       Tanggal                      Kegiatan                             Keterangan
                    Siklus I
 1.   03-02-07      Membahas tentang melakukan lipatan untuk             SDN Rejosari 03
                    membentuk simetri (bangun seimbang, sama             Pertemuan I
                    bentuk / ukuran)
 2.   05-02-07      Membahas tentang melakukan lipatan untuk             SDN Rejosari 03
                    membentuk simetri (bangun seimbang, sama             Pertemuan II
                    bentuk / ukuran), banyaknya simetri lipat suatu
                    bangun datar dan membuat hasil pencerminan
                    suatu bangun datar dengan menggunakan alat
                    peraga papan berpaku dan dilanjutkan ulangan
                    harian I
                    Siklus II
 1.   10-02-07      Membahas tentang materi simetri lipat dan            SDN Rejosari 03
                    pencerminan dengan melakukan pencerminan             Pertemuan I
                    untuk membentuk bayangan terhadap sumbu
                    tegak dengan latihan soal yang bervariasi
                    dengan menggunakan alat peraga papan
                    berpaku
 2.   12-02-07      Melanjutkan pembahasan pertemuan I dan               SDN Rejosari 03
                    dilanjutkan dengan ulangan harian II                 Pertemuan II




                                                             Semarang,      Januari 2007

                                                             Peneliti,



                                                             Ant. Novan S.N




                                            77
Tabel 2

                                      SIKLUS I
                 LEMBAR OBSERVASI / PENGAMATAN SISWA
                 PENGAMATAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan I
Petunjuk : Isikan pada setiap butir indikator dengan jumlah siswa!

 NO     AKTIVITAS DAN KEGIATAN SISWA                    JUMLAH          KETERANGAN
  1. Banyaknya siswa yang diamati                         25               100%
  2. Kehadiran      siswa    yang      mengikuti          25               100%
     pembelajaran
  3. Banyaknya siswa yang menjawab pertanyaan               3                12%
     di awal pembelajaran
  4. Banyaknya siswa yang aktif bertanya dan                4                16%
     menjawab pertanyaan
  5. Banyaknya siswa yang aktif bertanya setelah            0                0%
     diterangkan kembali
  6. Banyaknya siswa yang aktif mengerjakan soal            2                8%
     di papan tulis
  7. Jumlah kelompok belajar                                5               100%
  8. Kelompok yang mau melaporkan hasil kerja               5               100%
     kelompok
  9. Kelompok yang menanggapi kelompok lain                 1                20%
 10. Kelompok yang tidak menanggapi kelompok                4                80%
     lain
 11. Siswa yang mendapat nilai baik pada tes akhir          18               72%
     pembelajaran

Untuk aktivitas peserta didik pada siklus I item 3,4,5 dan 6 adalah 36 %

                                                            Semarang,      Januari 2007

                                                            Peneliti,



                                                            Ant. Novan S.N




                                           78
Tabel 3

                                      SIKLUS I
                 LEMBAR OBSERVASI / PENGAMATAN SISWA


Pertemuan II
Petunjuk : Isikan pada setiap butir indikator dengan jumlah siswa!

 NO     AKTIVITAS DAN KEGIATAN SISWA                    JUMLAH          KETERANGAN
  1. Banyaknya siswa yang diamati                         25               100%
  2. Kehadiran      siswa    yang      mengikuti          25               100%
     pembelajaran
  3. Banyaknya siswa yang mengerjakan tugas di              25              100%
     rumah
  4. Banyaknya siswa yang aktif mengerjakan di              5                20%
     papan tulis
  5. Banyaknya siswa yang aktif bertanya dan                6                24%
     menjawab pertanyaan
  6. Banyaknya siswa yang aktif bertanya setelah            0                0%
     diterangkan kembali
  7. Banyaknya siswa yang aktif mengerjakan soal            3                12%
     di papan tulis
  8. Jumlah kelompok belajar                                5               100%
  9. Kelompok yang mau melaporkan hasil kerja               5               100%
     kelompok
 10. Kelompok yang menanggapi kelompok lain                 2                40%
 11. Kelompok yang tidak menanggapi kelompok                3                60%
     lain
 12. Siswa yang mendapat nilai baik pada tes akhir          16               64%
     pembelajaran

Untuk aktivitas peserta didik pada siklus I item 4,5,6 dan 7 adalah 56 %

                                                            Semarang,      Januari 2007

                                                            Peneliti,



                                                            Ant. Novan S.N




                                           79
Tabel 4

                     LEMBAR PENGAMATAN GURU
            PENGELOLAAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
              DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS SIKLUS I
               Nama Guru         : Antonius Novan S.N
               Mata Pelajaran    : Matematika
               Kelas / Semester  : V / II
               Pokok Bahasan     : Simetri Lipat dan Pencerminan Bangun Datar
               Sub Pokok Bahasan : Melakukan lipatan untuk membentuk simetri
                                   (bangun seimbang, sama bentuk / ukuran),
                                   banyaknya simetri lipat suatu bangun datar
                                   dan membuat hasil pencerminan suatu
                                   bangun datar dengan menggunakan alat
                                   peraga papan berpaku

Pertemuan
 NO                 Aspek yang dinilai                       Maks.       Skor
  1 Keterampilan membuka pelajaran                            10           8
  2 Keterampilan dalam mengadakan variasi                     10           8
  3 Penguasaan materi pelajaran                               20          16
  4 Keterampilan menjelaskan                                  10           8
  5 Keterampilan memberikan penguatan                         10           8
  6 Ketepatan waktu ( RPP dan pelaksanaannya )                10           8
  7 Keterampilan bertanya                                     10           8
  8 Keterampilan mengelola kelas                              10           8
  9 Keterampilan menutup pelajaran                            10           8

     Jumlah skor penampilan mengajar            : 80
     Jumlah skor tampilan mengajar maksimum     : 100
     Sesuai penilaian APKG (Alat Penilaian Kemampuan Guru)




                                                     Semarang,       Februari 2007

                                                     Observer,



                                                     M. Lilik S., S.Pd




                                      80
Tabel 5

                      DAFTAR NAMA PESERTA TES


            NO.                                 KODE
 NO.                          NAMA SISWA
          INDUK                                 SISWA
  1.       3676   CITA KUSUMA DEWI               S 01
  2.       3690   PUTRI MARIANI                  S 02
  3.       3691   QOMARUDIN                      S 03
  4.       3697   TEGUH IMAM YULIANTO            S 04
  5.       3722   GIGIH DANU SENTONO             S 05
  6.       3730   PUTRI SEPTININGRUM             S 06
  7.       3739   YUSUF ANDRI VIYANTO            S 07
  8.       3750   ARIYANTI EKA SAFITRI           S 08
  9.       3752   DIAN NURGAYANTI                S 09
 10.       3753   ERLIANA STYANING MULYO         S 10
 11.       3754   FARISYAH ALDI                  S 11
 12.       3755   FREDY DWI SAPUTRA              S 12
 13.       3756   KURNIA CHOIRUN MISA            S 13
 14.       3759   M. RIKKY FIROSI                S 14
 15.       3760   MULYO HEDI CAHYONO             S 15
 16.       3761   NOVIA WULAN DARI               S 16
 17.       3762   NUR SA’DIAH                    S 17
 18.       3765   RETNO AYU SETYORINI            S 18
 19.       3766   REZA TRI HANDOKO               S 19
 20.       3767   RIKI RIVANDI                   S 20
 21.       3768   RISMA SUKMAWATI                S 21
 22.       3769   RIZA ISLAMI                    S 22
 23.       3770   RIZKI TRI WIDAYANTO            S 23
 24.       3771   RONI DWI PRANOTO               S 24
 25.       3772   RUDI DARMAWAN                  S 25




                                 81
Tabel 6

               DAFTAR NILAI TUGAS KELOMPOK SIKLUS I

                                             NILAI PERTEMUAN
 KELOMPOK                  NAMA
                                                I        II
          I    CITA KUSUMA DEWI                100      100
               FREDY DWI SAPUTRA               100      100
               YUSUF ANDRI VIYANTO             100      100
               RISMA SUKMAWATI                 100      100
               RIZA ISLAMI                     100      100

          II   PUTRI SEPTININGRUM               80     70
               RETNO AYU SETYORINI              80     70
               ARIYANTI EKA SAFITRI             80     70
               REZA TRI HANDOKO                 80     70
               ERLIANA STYANING MULYO           80     70

      III      FARISYAH ALDI                    90     90
               QOMARUDIN                        90     90
               KURNIA CHOIRUN MISA              90     90
               M. RIKKY FIROSI                  90     90
               TEGUH IMAM YULIANTO              90     90

       IV      NOVIA WULAN DARI                100     80
               NUR SA’DIAH                     100     80
               MULYO HEDI CAHYONO              100     80
               DIAN NURGAYANTI                 100     80
               RIKI RIVANDI                    100     80

          V    PUTRI MARIANI                    70     50
               GIGIH DANU SENTONO               70     50
               RIZKI TRI WIDAYANTO              70     50
               RONI DWI PRANOTO                 70     50
               RUDI DARMAWAN                    70     50
 Rata-rata                                      88     78




                                82
Tabel 7

                  DAFTAR NILAI TUGAS INDIVIDU SIKLUS I

            NO.                                      NILAI   NILAI
 NO.                         NAMA SISWA
          INDUK                                       P1      P2
  1.       3676    CITA KUSUMA DEWI                    60      50
  2.       3690    PUTRI MARIANI                       70      60
  3.       3691    QOMARUDIN                           70      80
  4.       3697    TEGUH IMAM YULIANTO                 60      50
  5.       3722    GIGIH DANU SENTONO                  80     100
  6.       3730    PUTRI SEPTININGRUM                 100      80
  7.       3739    YUSUF ANDRI VIYANTO                 50      40
  8.       3750    ARIYANTI EKA SAFITRI                80      70
  9.       3752    DIAN NURGAYANTI                     70      70
 10.       3753    ERLIANA STYANING MULYO              50      30
 11.       3754    FARISYAH ALDI                       80     100
 12.       3755    FREDY DWI SAPUTRA                  100      80
 13.       3756    KURNIA CHOIRUN MISA                 70      50
 14.       3759    M. RIKKY FIROSI                     80      70
 15.       3760    MULYO HEDI CAHYONO                 100      80
 16.       3761    NOVIA WULAN DARI                    80      70
 17.       3762    NUR SA’DIAH                         40      30
 18.       3765    RETNO AYU SETYORINI                 80      70
 19.       3766    REZA TRI HANDOKO                    30      20
 20.       3767    RIKI RIVANDI                       100     100
 21.       3768    RISMA SUKMAWATI                     40      40
 22.       3769    RIZA ISLAMI                        100     100
 23.       3770    RIZKI TRI WIDAYANTO                100      80
 24.       3771    RONI DWI PRANOTO                    30      20
 25.       3772    RUDI DARMAWAN                       40      30
                        RATA - RATA                   70,4    62,8




                                   83
Tabel 8

                  DAFTAR NILAI TUGAS RUMAH SIKLUS I

            NO.                                       NILAI   NILAI
 NO.                        NAMA SISWA
          INDUK                                        PR 1    PR 2
  1.       3676   CITA KUSUMA DEWI                      60      80
  2.       3690   PUTRI MARIANI                         90     100
  3.       3691   QOMARUDIN                             80      90
  4.       3697   TEGUH IMAM YULIANTO                   90     100
  5.       3722   GIGIH DANU SENTONO                    80      90
  6.       3730   PUTRI SEPTININGRUM                   100      80
  7.       3739   YUSUF ANDRI VIYANTO                   60      70
  8.       3750   ARIYANTI EKA SAFITRI                  90     100
  9.       3752   DIAN NURGAYANTI                       50      50
 10.       3753   ERLIANA STYANING MULYO                70      80
 11.       3754   FARISYAH ALDI                         60      60
 12.       3755   FREDY DWI SAPUTRA                    100     100
 13.       3756   KURNIA CHOIRUN MISA                   50      70
 14.       3759   M. RIKKY FIROSI                       80      60
 15.       3760   MULYO HEDI CAHYONO                   100     100
 16.       3761   NOVIA WULAN DARI                      40      40
 17.       3762   NUR SA’DIAH                           70      80
 18.       3765   RETNO AYU SETYORINI                   50      60
 19.       3766   REZA TRI HANDOKO                      70      90
 20.       3767   RIKI RIVANDI                         100     100
 21.       3768   RISMA SUKMAWATI                       50      60
 22.       3769   RIZA ISLAMI                          100     100
 23.       3770   RIZKI TRI WIDAYANTO                  100      90
 24.       3771   RONI DWI PRANOTO                      40      50
 25.       3772   RUDI DARMAWAN                         40      40
                       RATA - RATA                     72,8    77,6




                                 84
Tabel 9

              DAFTAR NILAI ULANGAN HARIAN SIKLUS I

            NO.
 NO.                          NAMA SISWA             NILAI
          INDUK
  1.       3676   CITA KUSUMA DEWI                     50
  2.       3690   PUTRI MARIANI                        60
  3.       3691   QOMARUDIN                            70
  4.       3697   TEGUH IMAM YULIANTO                  40
  5.       3722   GIGIH DANU SENTONO                  90
  6.       3730   PUTRI SEPTININGRUM                   80
  7.       3739   YUSUF ANDRI VIYANTO                  50
  8.       3750   ARIYANTI EKA SAFITRI                 70
  9.       3752   DIAN NURGAYANTI                      30
 10.       3753   ERLIANA STYANING MULYO               50
 11.       3754   FARISYAH ALDI                        90
 12.       3755   FREDY DWI SAPUTRA                   100
 13.       3756   KURNIA CHOIRUN MISA                  60
 14.       3759   M. RIKKY FIROSI                      70
 15.       3760   MULYO HEDI CAHYONO                  100
 16.       3761   NOVIA WULAN DARI                     60
 17.       3762   NUR SA’DIAH                          40
 18.       3765   RETNO AYU SETYORINI                  60
 19.       3766   REZA TRI HANDOKO                     50
 20.       3767   RIKI RIVANDI                         80
 21.       3768   RISMA SUKMAWATI                      40
 22.       3769   RIZA ISLAMI                          80
 23.       3770   RIZKI TRI WIDAYANTO                  70
 24.       3771   RONI DWI PRANOTO                     30
 25.       3772   RUDI DARMAWAN                        30
                          RATA - RATA                  62




                                85
Tabel 10

       Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran dan Nilai Tugas Rumah Siklus I

                Nilai Tugas    Nilai Tugas     Nilai Tugas
                                                               Nilai        Nilai
       Kode      Kelompok        Individu          Rumah
 No.                                                          Ulangan       Rata-
       Siswa    Pertemuan       Pertemuan       Pertemuan
                                                              Harian        Rata
                  I      II      I       II      I      II
  1.    S 01    100     100     60       50     60      80       50         71,4
  2.    S 02     70      50     70       60     90     100        60        71,4
  3.    S 03     90      90     70       80     80      90       70         81,4
  4.    S 04     90      90     60       50     90     100        40        72,8
  5.    S 05     70      50     80      100     80      90        90         80
  6.    S 06     80      70    100       80    100      80       80         84,3
  7.    S 07    100     100     50       40     60      70       50         67,1
  8.    S 08     80      70     80       70     90     100        70         80
  9.    S 09    100      80     70       70     50      50       30         64,2
 10.    S 10     80      70     50       30     70      80       50         61,4
 11.    S 11     90      90     80      100     60      60        90        81,4
 12.    S 12    100     100    100       80    100     100       100        97,1
 13.    S 13     90      90     70       50     50      70       60         68,5
 14.    S 14     90      90     80       70     80      60       70         77,1
 15.    S 15    100      80    100       80    100     100       100        94,3
 16.    S 16    100      80     80       70     40      40       60         67,1
 17.    S 17    100      80     40       30     70      80       40         62,8
 18.    S 18     80      70     80       70     50      60       60         67,1
 19.    S 19     80      70     30       20     70      90       50         58,5
 20.    S 20    100      80    100      100    100     100       80         94,3
 21.    S 21    100     100     40       40     50      60       40         61,4
 22.    S 22    100     100    100      100    100     100       80         97,1
 23.    S 23     70      50    100       80    100      90       70          80
 24.    S 24     70      50     30       20     40      50       30         41,4
 25.    S 25     70      50     40       30     40      40       30         42,9
 RATA-RATA       88      78    70,4    62,8    72,8    77,6      62          73




                                      86
       Tabel 11

                            ANALISIS ULANGAN HARIAN SIKLUS I

                                  Skor Yang Diperoleh                          Keter   Ketuntasan
       Kode                                                             Jml
No.                                                                            capai
       Siswa      1    2    3    4     5      6     7    8    9    10   Skor           Ya   Tidak
                                                                               an %
 1.     S 01   1       1     1   0     1     1      0    0    0     0    5      50            √
 2.     S 02   1       1     1   1     0     0      1    0    1     0    6      60            √
 3.     S 03   1       1     1   1     0     1      1    0    0     1    7      70     √
 4.     S 04   1       1     0   1     0     1      0    0    0     0    4      40            √
 5.     S 05   1       1     1   1     1     1      1    1    0     1    9      90     √
 6.     S 06   1       1     1   1     1     1      0    1    0     1    8      80     √
 7.     S 07   1       1     1   0     1     0      0    0    1     0    5      50            √
 8.     S 08   1       1     1   1     1     0      1    0    0     1    7      70     √
 9.     S 09   1       1     0   0     0     1      0    0    0     0    3      30            √
10.     S 10   1       1     0   1     0     0      1    1    0     0    5      50            √
11.     S 11   1       1     1   1     1     1      1    0    1     1    9      90     √
12.     S 12   1       1     1   1     1     1      1    1    1     1   10      100    √
13.     S 13   1       1     1   1     1     1      0    0    0     0    6      60            √
14.     S 14   1       1     1   1     1     1      1    0    0     0    7      70     √
15.     S 15   1       1     1   1     1     1      1    1    1     1   10      100    √
16.     S 16   1       1     1   1     1     0      1    0    0     0    6      60            √
17.     S 17   1       1     0   1     1     0      0    0    0     0    4      40            √
18.     S 18   1       1     1   0     1     0      1    0    0     1    6      60            √
19.     S 19   1       1     1   0     0     1      0    0    1     0    5      50            √
20.     S 20   1       1     1   1     1     1      1    0    1     0    8      80     √
21.     S 21   1       1     0   1     1     0      0    0    0     0    4      40            √
22.     S 22   1       1     1   0     1     0      1    1    1     1    8      80     √
23.     S 23   1       1     1   1     0     0      0    1    1     1    7      70     √
24.     S 24   1       1     0   0     0     1      0    0    0     0    3      30            √
25.     S 25   1       1     1   0     0     0      0    0    0     0    3      30            √
Skor           25     25    19   17    16    14     13    7    9   10   155    1550    11     14
Skor           25     25    25   25    25    25     25   25   25   25   250    2500    25     25
Maksimum
Ketercapaian   100    100   76   68    64    56     52   28   36   40   62      62     44     56
%




                                                   87
Tabel 12

                                     SIKLUS II
                 LEMBAR OBSERVASI / PENGAMATAN SISWA
                 PENGAMATAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan I
Petunjuk : Isikan pada setiap butir indikator dengan jumlah siswa!

 NO     AKTIVITAS DAN KEGIATAN SISWA                    JUMLAH          KETERANGAN
  1. Banyaknya siswa yang diamati                         25               100%
  2. Kehadiran      siswa    yang      mengikuti          25               100%
     pembelajaran
  3. Banyaknya siswa yang menjawab pertanyaan               6                24%
     di awal pembelajaran
  4. Banyaknya siswa yang aktif bertanya dan                7                28%
     menjawab pertanyaan
  5. Banyaknya siswa yang aktif bertanya setelah            0                0%
     diterangkan kembali
  6. Banyaknya siswa yang aktif mengerjakan soal            5                20%
     di papan tulis
  7. Jumlah kelompok belajar                                5               100%
  8. Kelompok yang mau melaporkan hasil kerja               5               100%
     kelompok
  9. Kelompok yang menanggapi kelompok lain                 3                60%
 10. Kelompok yang tidak menanggapi kelompok                2                40%
     lain
 11. Siswa yang mendapat nilai baik pada tes akhir          20               80%
     pembelajaran


Untuk aktivitas peserta didik pada siklus I item 3,4,5 dan 6 adalah 72 %

                                                            Semarang,      Januari 2007

                                                            Peneliti,



                                                            Ant. Novan S.N




                                           88
Tabel 13

                                     SIKLUS II
                 LEMBAR OBSERVASI / PENGAMATAN SISWA


Pertemuan II
Petunjuk : Isikan pada setiap butir indikator dengan jumlah siswa!

 NO    AKTIVITAS DAN KEGIATAN SISWA                     JUMLAH         KETERANGAN
 1. Banyaknya siswa yang diamati                          25              100%
 2. Kehadiran      siswa     yang      mengikuti          25              100%
    pembelajaran
 3. Banyaknya siswa yang mengerjakan tugas di              25             100%
    rumah
 4. Banyaknya siswa yang menjawab pertanyaan                2              8%
    dalam kesulitan mengerjakan tugas rumah
 5. Banyaknya siswa yang aktif bertanya                     4              16%
 6. Siswa yang mendapat nilai baik pada ulangan            22              88%
    harian


                                                           Semarang,     Januari 2007

                                                           Peneliti,



                                                           Ant. Novan S.N




                                           89
Tabel 14

            DAFTAR NILAI TUGAS KELOMPOK SIKLUS II


                                                 NILAI
 KELOMPOK                NAMA
                                              PERTEMUAN

       I     CITA KUSUMA DEWI                       90
             FREDY DWI SAPUTRA                      90
             YUSUF ANDRI VIYANTO                    90
             RISMA SUKMAWATI                        90
             RIZA ISLAMI                            90

      II     PUTRI SEPTININGRUM                     100
             RETNO AYU SETYORINI                    100
             ARIYANTI EKA SAFITRI                   100
             REZA TRI HANDOKO                       100
             ERLIANA STYANING MULYO                 100

      III    FARISYAH ALDI                          100
             QOMARUDIN                              100
             KURNIA CHOIRUN MISA                    100
             M. RIKKY FIROSI                        100
             TEGUH IMAM YULIANTO                    100

      IV     NOVIA WULAN DARI                       100
             NUR SA’DIAH                            100
             MULYO HEDI CAHYONO                     100
             DIAN NURGAYANTI                        100
             RIKI RIVANDI                           100

       V     PUTRI MARIANI                          90
             GIGIH DANU SENTONO                     90
             RIZKI TRI WIDAYANTO                    90
             RONI DWI PRANOTO                       90
             RUDI DARMAWAN                          90
                 RATA - RATA                        96




                              90
Tabel 15


                   DAFTAR NILAI TUGAS INDIVIDU SIKLUS II

             NO.
 NO.                            NAMA SISWA                 NILAI
           INDUK
  1.        3676    CITA KUSUMA DEWI                        70
  2.        3690    PUTRI MARIANI                           80
  3.        3691    QOMARUDIN                               90
  4.        3697    TEGUH IMAM YULIANTO                     70
  5.        3722    GIGIH DANU SENTONO                     100
  6.        3730    PUTRI SEPTININGRUM                     100
  7.        3739    YUSUF ANDRI VIYANTO                     60
  8.        3750    ARIYANTI EKA SAFITRI                    80
  9.        3752    DIAN NURGAYANTI                         90
 10.        3753    ERLIANA STYANING MULYO                  50
 11.        3754    FARISYAH ALDI                          100
 12.        3755    FREDY DWI SAPUTRA                       90
 13.        3756    KURNIA CHOIRUN MISA                     70
 14.        3759    M. RIKKY FIROSI                         80
 15.        3760    MULYO HEDI CAHYONO                     100
 16.        3761    NOVIA WULAN DARI                        80
 17.        3762    NUR SA’DIAH                             60
 18.        3765    RETNO AYU SETYORINI                     90
 19.        3766    REZA TRI HANDOKO                        50
 20.        3767    RIKI RIVANDI                           100
 21.        3768    RISMA SUKMAWATI                         60
 22.        3769    RIZA ISLAMI                            100
 23.        3770    RIZKI TRI WIDAYANTO                     90
 24.        3771    RONI DWI PRANOTO                        50
 25.        3772    RUDI DARMAWAN                           60
                          RATA - RATA                      78,8




                                    91
Tabel 16


                   DAFTAR NILAI TUGAS RUMAH SIKLUS II

             NO.
 NO.                           NAMA SISWA               NILAI
           INDUK
  1.        3676   CITA KUSUMA DEWI                      70
  2.        3690   PUTRI MARIANI                        100
  3.        3691   QOMARUDIN                             90
  4.        3697   TEGUH IMAM YULIANTO                  100
  5.        3722   GIGIH DANU SENTONO                    90
  6.        3730   PUTRI SEPTININGRUM                    70
  7.        3739   YUSUF ANDRI VIYANTO                   80
  8.        3750   ARIYANTI EKA SAFITRI                 100
  9.        3752   DIAN NURGAYANTI                       60
 10.        3753   ERLIANA STYANING MULYO                80
 11.        3754   FARISYAH ALDI                         70
 12.        3755   FREDY DWI SAPUTRA                    100
 13.        3756   KURNIA CHOIRUN MISA                   80
 14.        3759   M. RIKKY FIROSI                       70
 15.        3760   MULYO HEDI CAHYONO                   100
 16.        3761   NOVIA WULAN DARI                      50
 17.        3762   NUR SA’DIAH                           80
 18.        3765   RETNO AYU SETYORINI                   60
 19.        3766   REZA TRI HANDOKO                      90
 20.        3767   RIKI RIVANDI                         100
 21.        3768   RISMA SUKMAWATI                       70
 22.        3769   RIZA ISLAMI                          100
 23.        3770   RIZKI TRI WIDAYANTO                   90
 24.        3771   RONI DWI PRANOTO                      60
 25.        3772   RUDI DARMAWAN                         50
                         RATA - RATA                    80,4




                                   92
Tabel 17


               DAFTAR NILAI ULANGAN HARIAN SIKLUS II

             NO.
 NO.                           NAMA SISWA              NILAI
           INDUK
  1.        3676   CITA KUSUMA DEWI                      70
  2.        3690   PUTRI MARIANI                         90
  3.        3691   QOMARUDIN                             90
  4.        3697   TEGUH IMAM YULIANTO                   60
  5.        3722   GIGIH DANU SENTONO                   100
  6.        3730   PUTRI SEPTININGRUM                   100
  7.        3739   YUSUF ANDRI VIYANTO                   80
  8.        3750   ARIYANTI EKA SAFITRI                  90
  9.        3752   DIAN NURGAYANTI                       70
 10.        3753   ERLIANA STYANING MULYO                70
 11.        3754   FARISYAH ALDI                        100
 12.        3755   FREDY DWI SAPUTRA                    100
 13.        3756   KURNIA CHOIRUN MISA                   80
 14.        3759   M. RIKKY FIROSI                       90
 15.        3760   MULYO HEDI CAHYONO                   100
 16.        3761   NOVIA WULAN DARI                      80
 17.        3762   NUR SA’DIAH                           60
 18.        3765   RETNO AYU SETYORINI                   80
 19.        3766   REZA TRI HANDOKO                      70
 20.        3767   RIKI RIVANDI                         100
 21.        3768   RISMA SUKMAWATI                       70
 22.        3769   RIZA ISLAMI                          100
 23.        3770   RIZKI TRI WIDAYANTO                  100
 24.        3771   RONI DWI PRANOTO                      50
 25.        3772   RUDI DARMAWAN                         50
                           RATA - RATA                   82




                                 93
Tabel 18

       Daftar Nilai Tes Akhir Pembelajaran dan Nilai Tugas Rumah Siklus II



                                                                             Nilai
       Kode     Nilai Tugas   Nilai Tugas    Nilai Tugas   Nilai Ulangan
 No.                                                                         Rata-
       Siswa    Kelompok       Individu        Rumah          Harian
                                                                             Rata


  1.    S 01        90            70             70             70            75
  2.    S 02        90            80            100             90            90
  3.    S 03       100            90             90             90           92,5
  4.    S 04       100            70            100             60           82,5
  5.    S 05        90           100             90            100            95
  6.    S 06       100           100             70            100           92,5
  7.    S 07        90            60             80             80           77,5
  8.    S 08       100            80            100             90           92,5
  9.    S 09       100            90             60             70            80
 10.    S 10       100            50             80             70            75
 11.    S 11       100           100             70            100           92,5
 12.    S 12        90            90            100            100            95
 13.    S 13       100            70             80             80           82,5
 14.    S 14       100            80             70             90            85
 15.    S 15       100           100            100            100           100
 16.    S 16       100            80             50             80           77,5
 17.    S 17       100            60             80             60            75
 18.    S 18       100            90             60             80           82,5
 19.    S 19       100            50             90             70           77,5
 20.    S 20       100           100            100            100           100
 21.    S 21        90            60             70             70           72,5
 22.    S 22        90           100            100            100           97,5
 23.    S 23        90            90             90            100           92,5
 24.    S 24        90            50             60             50           62,5
 25.    S 25        90            60             50             50           62,5
 RATA-RATA         96            78,8           80,4            82           84,3




                                        94
       Tabel 19


                            ANALISIS ULANGAN HARIAN SIKLUS II

                                   Skor Yang Diperoleh                          Keter   Ketuntasan
       Kode                                                              Jml
No.                                                                             capai
       Siswa      1    2     3    4     5      6     7    8    9    10   Skor           Ya   Tidak
                                                                                an %
 1.     S 01    1      1     1    1     1     1      0    0    1    0     7      70     √
 2.     S 02   1       1     1    1     1     1      1    1    0    1     9      90     √
 3.     S 03   1       1     1    1     1     1      1    1    1    0     9      90     √
 4.     S 04   1       1     1    1     1     1      0    0    0    0     6      60            √
 5.     S 05   1       1     1    1     1     1      1    1    1    1    10     100     √
 6.     S 06   1       1     1    1     1     1      1    1    1    1    10     100     √
 7.     S 07   1       1     1    1     1     1      1    0    1    0     8      80     √
 8.     S 08   1       1     1    1     1     1      1    1    0    1     9      90     √
 9.     S 09   1       1     1    1     1     0      0    1    0    1     7      70     √
10.     S 10   1       1     1    1     0     1      1    0    1    0     7      70     √
11.     S 11   1       1     1    1     1     1      1    1    1    1    10     100     √
12.     S 12   1       1     1    1     1     1      1    1    1    1    10     100     √
13.     S 13   1       1     1    1     1     1      1    1    0    0     8      80     √
14.     S 14   1       1     1    1     1     1      1    1    1    0     9      90     √
15.     S 15   1       1     1    1     1     1      1    1    1    1    10     100     √
16.     S 16   1       1     1    1     1     1      1    0    1    0     8      80     √
17.     S 17   1       1     1    1     0     1      0    0    1    0     6      60            √
18.     S 18   1       1     1    1     1     1      0    1    0    1     8      80     √
19.     S 19   1       1     1    1     1     1      0    0    1    0     7      70     √
20.     S 20   1       1     1    1     1     1      1    1    1    1    10     100     √
21.     S 21   1       1     1    1     1     1      1    0    0    0     7      70     √
22.     S 22   1       1     1    1     1     1      1    1    1    1    10     100     √
23.     S 23   1       1     1    1     1     1      1    1    1    1    10     100     √
24.     S 24   1       1     1    1     0     0      1    0    0    0     5      50            √
25.     S 25   1       1     1    0     1     0      0    1    0    0     5      50            √
Skor           25     25    25    24    22    22     18   16   16   12   205    2050    21     4
Skor           25     25    25    25    25    25     25   25   25   25   250    2500    25     25
Maksimum
Ketercapaian   100    100   100   96    88    88     72   64   64   48   82      82     84     16
%




                                                    95
Tabel 20

                      LEMBAR PENGAMATAN GURU
            PENGELOLAAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
              DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS SIKLUS II
                Nama Guru         : Antonius Novan S.N
                Mata Pelajaran    : Matematika
                Kelas / Semester  : V / II
                Pokok Bahasan     : Simetri Lipat dan Pencerminan Bangun Datar
                Sub Pokok Bahasan : Membahas tentang materi simetri lipat dan
                                    pencerminan dengan melakukan
                                    pencerminan untuk membentuk bayangan
                                    terhadap sumbu tegak dengan latihan soal
                                    yang bervariasi dengan menggunakan alat
                                    peraga papan berpaku


Pertemuan I & II
 NO                 Aspek yang dinilai                       Maks.       Skor
  1 Keterampilan membuka pelajaran                            10           8
  2 Keterampilan dalam mengadakan variasi                     10           8
  3 Penguasaan materi pelajaran                               20          16
  4 Keterampilan menjelaskan                                  10           8
  5 Keterampilan memberikan penguatan                         10           8
  6 Ketepatan waktu ( RPP dan pelaksanaannya )                10           8
  7 Keterampilan bertanya                                     10           8
  8 Keterampilan mengelola kelas                              10           8
  9 Keterampilan menutup pelajaran                            10           8

     Jumlah skor penampilan mengajar            : 80
     Jumlah skor tampilan mengajar maksimum     : 100
     Sesuai penilaian APKG (Alat Penilaian Kemampuan Guru)




                                                     Semarang,       Februari 2007

                                                     Observer,



                                                     M. Lilik S., S.Pd




                                      96
                                  ABSTRAK

    Latar belakang penelitian ini adalah bahwa matematika merupakan ilmu
pengetahuan yang digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, yaitu sebagai
salah satu ilmu yang mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu keadaan ekonomi orang tua siswa tergolong kurang mampu ada yang
buruh, tukang becak, ibu rumah tangga, pedagang bahkan yang tidak bekerja
karena PHK. Sehubungan dengan ini lingkungan belajar anakpun ikut tidak
mendukung karena di rumah tidak ada yang membimbing atau memberi
pengarahan, melainkan anak belajar sendiri dengan mempelajari apa yang
diberikan oleh guru di sekolah. Dengan keadaan seperti ini penulis ingin meneliti
siswa kelas V SDN Rejosari 03 dengan menerapkan model pembelajaran Tutor
sebaya dengan memanfaatkan LKS dan alat peraga papan berpaku pada pokok
bahasan simetri lipat dan pencerminan aktivitas belajar dan hasil belajar dapat
meningkat. Di samping rata-rata hasil belajar matematika di SDN Rejosari 03
kurang memuaskan dan lebih rendah dibanding hasil belajar mata pelajaran yang
lain. Permasalahan yang muncul adalah: apakah dengan menerapkan model
pembelajaran Tutor Sebaya yang memanfaatkan LKS dan alat peraga papan
berpaku dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar matematika
peserta didik pada pokok bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan di kelas V SD
Negeri Rejosari 03 Kota Semarang.
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan metode pembelajaran tutor
sebaya dengan memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku pada pokok
bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan peserta didik kelas V SD Rejosari 03
Semarang, sehingga dapat diketahui : apakah metode pembelajaran tutor sebaya
dengan memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku dapat meningkatkan
hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik pada pokok bahasan Simetri Lipat
dan Pencerminan.
    Subjek penelitian yang diambil adalah siswa kelas V SDN Rejosari 03 dengan
jumlah 25 anak. Penelitian ini dilakukan melalui 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tindakan penelitian dalam
siklus I materi yang diberikan pada pertemuan I dan II adalah sub pokok bahasan
Membahas tentang melakukan lipatan untuk membentuk simetri (bangun
seimbang, sama bentuk/ukuran), banyaknya simetri lipat suatu bangun datar dan
membuat hasil pencerminan suatu bangun datar dengan menggunakan alat peraga
papan berpaku serta siklus II juga dilakukan pertemuan I dan II dimana sub
pokok bahasan yang diberikan adalah membahas tentang materi simetri lipat dan
pencerminan dengan melakukan pencerminan untuk membentuk bayangan
terhadap sumbu tegak dengan latihan soal yang bervariasi dengan menggunakan
alat peraga papan berpaku.
    Hasil yang diperoleh setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas adalah:
    1. Hasil belajar dan aktivitas belajar siswa meningkat
    2. Kegiatan pembelajaran lebih hidup dengan keaktifan siswa dalam belajar
       baik secara kelompok maupun individu
    Adapun simpulan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan model
pembelajaran tutor sebaya dengan memanfaatkan LKS dan alat peraga papan
berpaku hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik kelas V SD Negeri
Rejosari 03 meningkat.
                                           BAB I
                                       PENDAHULUAN


A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
      Pelajaran matematika terdiri atas bagian-bagian matematika yang dipilih guna menumbuh
   kembangkan kemampuan-kemampuan dan membentuk pribadi peserta didik serta berpadu
   pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
   Upaya peningkatan prestasi Peserta Didik Sekolah Dasar merupakan tugas guru dan berjangka
   panjang karena menyangkut masalah pendidikan peserta didik. Meningkatkan prestasi peserta
   didik harus melalui proses pendidikan yang baik dan terarah.
      Peneliti sebagai guru kelas dan sekaligus sebagai guru mata pelajaran matematika perlu
   meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar matematika peserta didik Sekolah Dasar. Oleh
   karena itu maka guru merasa tertantang untuk berusaha mencari ide guna mencari bagaimana
   meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik.
      Dari pengamatan peneliti sehari-hari masih menemukan sebagian besar peserta didik kelas
   V SD Rejosari 03, nilai matematika pada pokok bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan
   kurang memuaskan. Hal ini dimungkinkan karena pemahaman dan konsep tentang simetri lipat
   dan pencerminan yang belum begitu dikuasai dengan baik oleh peserta didik.
      Upaya peningkatan hasil belajar dan aktivitas belajar matematika peserta didik Sekolah
   Dasar pada pokok bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan kelas V SD Rejosari 03 dapat
   tercapai bila proses belajar mengajar di kelas berlangsung dengan baik, berdaya guna dan
   berhasil guna. Hal tersebut dapat terlaksana bila guru berperan langsung dalam mengajar dan
   mendidik peserta didik sehingga dapat ditingkatkan kemampuannya, dibina secara teratur dan
   berkesinambungan.
      Berdasarkan uraian diatas perlu dilakukan penelitian dengan judul ” Model Pembelajaran
   Tutor Sebaya dengan Memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku Sebagai Upaya
   Meningkatkan Hasil Belajar dan Aktivitas Belajar Matematika Pada Pokok Bahasan Simetri
   Lipat dan Pencerminan Bagi Peserta Didik Kelas V SD Rejosari 03 Semarang”.

B. PERMASALAHAN
      Berdasarkan apa yang telah diuraikan dalam alasan pemilihan judul dapat dirumuskan
   permasalahan sebagai berikut : apakah dengan menerapkan model pembelajaran Tutor Sebaya
   yang memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku dapat meningkatkan hasil belajar
   dan aktivitas belajar matematika peserta didik pada pokok bahasan Simetri Lipat dan
   Pencerminan di kelas V SD Rejosari 03 Semarang ?

C. CARA PEMECAHAN MASALAH

D. TUJUAN PENELITIAN
      Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan metode pembelajaran tutor sebaya
   dengan memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku pada pokok bahasan Simetri Lipat
   dan Pencerminan peserta didik kelas V SD Rejosari 03 Semarang, sehingga dapat diketahui :
   apakah metode pembelajaran tutor sebaya dengan memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan
   Berpaku dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik pada pokok
   bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan.

E. MANFAAT PENELITIAN
   1. Manfaat bagi peserta didik
   2. Manfaat bagi peneliti
   3. Manfaat bagi sekolah

F. SISTEMATIKA PENULISAN
      Skripsi ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :
   1. Bagian Awal Skripsi
   2. Bagian Isi
   3. Bagian Akhir
                                      BAB II
                           LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. LANDASAN TEORI
   - Belajar dan Pembelajaran Matematika
   - Komponen-komponen dalam Pembelajaran
   - Teori Belajar Matematika
   - Faktor yang mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar

B. MEDIA LEMBAR KERJA SISWA ( LKS )

C. TUTOR SEBAYA

D. PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

E. ALAT PERAGA PAPAN BERPAKU

F. MATERI SIMETRI LIPAT DAN PENCERMINAN

D. KERANGKA BERPIKIR
       Dengan memperhatikan landasan teori yang telah dipaparkan sebelumnya dapat dikatakan
   bahwa dalam kegiatan belajar mengajar pada pokok bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan
   tepat jika dilakukan dengan menggunakan bantuan alat peraga Papan Berpaku dan Lembar
   Kerja Peserta didik (LKS) dengan bantuan metode pembelajaran Tutor Sebaya.
       Alat peraga model Papan Berpaku dan Lembar Kerja Peserta didik (LKS) mempunyai
   fungsi dapat membantu, dan membimbing langkah berfikir peserta didik, sehingga dalam
   belajar geometri khususnya menentukan Simetri Lipat dan Pencerminan suatu bangun datar.
       Selain meningkatkan hasil belajar matematika, penggunaan alat peraga dalam kegiatan
   belajar mengajar akan membantu dan memotivasi peserta didik untuk belajar aktif dan bersikap
   positif terhadap matematika.
       Sehingga dalam penyelesaian pokok bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan perlu
    menggunakan metode pembelajaran tutor sebaya dengan memanfaatkan LKS dan Alat Peraga
    Papan Berpaku karena dengan cara ini hasil yang didapatkan akan meningkat.

H. HIPOTESIS TINDAKAN
      Hipotesis penelitian ini adalah jika menggunakan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku
   dengan model pembelajaran tutor sebaya maka hasil belajar dan aktivitas belajar matematika
   pada pokok bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan peserta didik kelas V SD Rejosari 03
   Semarang Tahun Ajaran 2006/2007 meningkat.


                                       BAB III
                                  METODE PENELITIAN

A. SUBYEK PENELITIAN
      Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Rejosari 03 Semarang dengan subyek penelitian
   adalah peserta didik kelas V SD Negeri Rejosari 03 sebanyak 25 peserta didik terdiri dari 10
   putri dan 15 putra serta Guru Kelas V SD Rejosari 03.

B. RENCANA PENELITIAN
      Penelitian ini direncanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat
   tahap yaitu : perencanaan (planning), implementasi (tindakan), observasi (pengamatan) dan
   refleksi.

C. TEHNIK PENGUMPULAN DATA
      Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode pengamatan (observasi) dan
   penelitian pada saat pembelajaran Pokok Bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan dengan
   menggunakan papan berpaku berlangsung diamati secara kelompok maupun individu untuk
   mendapatkan hasil belajar yang diinginkan.
D. INDIKATOR KEBERHASILAN
      Berdasarkan ketetapan Depdikbud ketuntasan belajar tercapai jika ketuntasan individual
   mencapai minimal 65% dan secara klasikal 85%.
      Dan berdasarkan pengalaman guru yang mengajar di kelas V SDN Rejosari 03 yang lebih
   mengetahui kemampuan peserta didik, maka peneliti menentukan bahwa penelitian ini
   dikatakan berhasil jika ketuntasan individu mencapai minimal 70% dan secara klasikal 75%.

                                      BAB IV
                        HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
B. Pembahasan
   Siklus I
      Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilaksanakan oleh Guru Kelas V SD Rejosari 03
   Semarang sesuai jadwal pertemuan, rancangan pembelajaran yang direncanakan dan dalam
   mengelola kegiatan belajar mengajar dengan skor 80 (lihat Tabel 2,3 dan 4 pada siklus I serta
   pada tabel 12 dan 13 pada siklus II) serta keaktifan peserta didik dalam mengikuti
   pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan baik dalam tugas kelompok, individu
   sehingga pada pertemuan I ini peserta didik tidak mengalami kesulitan karena sub pokok
   bahasan yang disampaikan adalah dalam membuat hasil pencerminan suatu bangun datar
   terhadap sumbu tegak, dimana peserta didik sudah mendapat materi kelas IV pada semester 2
   dan peserta didik juga telah banyak latihan dengan materi soal yang bervariasi.
      Berdasarkan hasil ulangan harian siklus I materi dengan sub pokok bahasan melakukan
   lipatan untuk membentuk simetri (bangun seimbang sama bentuk / ukuran) diperoleh ada 14
   (empat belas) peserta didik yang nilainya rendah < 60 ini berarti ketuntasan belajar baru
   mencapai 56%. Setelah dilakukan pengamatan terhadap Lembar Kerja Peserta didik atau LKS
   diperoleh bahwa 10 (sepuluh) peserta didik yang nilainya rendah ternyata disebabkan karena
   kesulitan dalam mengukur jarak bayangan dengan menggunakan alat peraga papan berpaku.

    Siklus II
        Tindakan perbaikan pada siklus II disampaikan materi dengan sub pokok bahasan membuat
    hasil pencerminan untuk membentuk bayangan terhadap sumbu tegak dengan latihan soal yang
    bervariasi dengan menggunakan alat peraga papan berpaku. Karena telah diketahui kesulitan
    yang dialami peserta didik pada siklus I, maka pelaksanaan pembelajaran pada siklus II
    dititikberatkan pada cara membuat hasil pencerminan suatu bangun datar dengan bantuan alat
    peraga papan berpaku.
        Pada saat mengerjakan tugas kelompok, tugas individu dan tugas rumah dengan
    menggunakan bantuan alat peraga papan berpaku sebagai latihan-latihan untuk meminimal
    kesalahan.
        Adapun 6 (enam) peserta didik yang masih kurang memahami diberi bimbingan secara
    khusus sehingga diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran selanjutnya, walaupun
    dalam pelaksanaan siklus II masih ada 4 (empat) peserta didik yang memperoleh nilai kurang
    dari 70, sedangkan 21 (dua puluh satu) peserta didik mendapat nilai ≥ 70 bahkan ada 8
    (delapan) peserta didik yang mendapat nilai 100. Rata-rata nilai yang diperoleh dalam ulangan
    harian siklus II adalah 82, sedangkan nilai ketuntasan dalam belajar mencapai 84% dengan
    indikator keberhasilan dikatakan berhasil apabila ketuntasan individu mencapai 70% dan
    secara klasikal 75%. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Jean Piaget, beliau
    mendukung jika peserta didik dalam mendalami suatu materi pembelajaran matematika peserta
    didik usia 12 – 15 tahun (usia SMP) adalah masa transisi dari tahap Operasional Konkret ke
    tahap Operasional Formal. Oleh karena itu, Jean Piaget menganjurkan agar dalam mengajarkan
    matematika di Pendidikan Dasar perlu memanfaatkan alat peraga benda konkret. Alasan yang
    dikemukakan Piaget, anak-anak SD dan SMP perkembangan intelektualnya cenderung masih
    berada dalam tahap Operasional Konkret. Selain itu menurut Brunner juga menyarankan dalam
    pembelajaran matematika dibagi menjadi tiga tahap dimana untuk anak SD dan SMP
    menggunakan tahap enactive yaitu penggunaan benda konkret dalam belajar kemudian ke
    tahap kedua yaitu tahap econic dimana belajar menggunakan gambar dan grafik, lalu untuk
    tahap ketiga yaitu tahap symbolic dimana guru sudah bisa menggunakan kata-kata dan simbol.
    Maka dengan menerapkan pembelajaran matematika yang didukung dengan penggunaan alat
    peraga benda konkret terjadi peningkatan pada waktu penelitian siklus I ke siklus II, Oleh
    karena itu penelitian tindakan ini cukup dilaksanakan 2 siklus saja.


                                          BAB V
                                         PENUTUP

A. Simpulan
      Berdasarkan pelaksanaan penelitian tindakan kelas di Kelas V SD Negeri Rejosari 03
   Semarang tahun ajaran 2006/2007 dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model
   pembelajaran Tutor Sebaya dengan memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku
   ternyata dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik. Pelaksanaan
   Kegiatan Pembelajaran lebih hidup dengan keaktifan belajar peserta didik dalam belajar baik
   secara kelompok maupun individu apabila menggunakan model pembelajaran Tutor Sebaya
   Tutor Sebaya dengan memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku, sehingga peserta
   didik mampu mengurangi kesalahan dalam membuat hasil pencerminan suatu bangun datar
   terhadap sumbu tegak dengan bantuan alat peraga papan berpaku.

B. Saran
   Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti di SD Negeri Rejosari 03
   Semarang dapat disampaikan saran – saran sebagai berikut :
   1. Hendaknya guru dalam mengadakan penilaian, dilakukan secara menerus baik secara
      individu maupun kelompok yang dilakukan dalam pemberian tugas rumah, tugas individu
      maupun ulangan harian / hasil tes.
   2. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran hendaknya guru mencoba dengan menerapkan
      model pembelajaran Tutor Sebaya sehingga peserta didik yang memiliki kepintaran lebih
      dari teman sebayanya dapat ditugaskan untuk membantu teman-teman sekelasnya yang
      masih belum memahami materi tersebut, diharapkan dengan teman sebaya yang
      memberikan penjelasan dapat dengan mudah dimengerti oleh teman yang masih belum
      memahami (tutor sebaya).
   3. Diusahakan juga dalam pembelajaran yang menyangkut materi simetri lipat dan
      pencerminan digunakan alat peraga papan berpaku karena alat peraga ini memudahkan
      peserta didik untuk memahami materi tersebut karena dengan bantuan alat peraga peserta
      didik merasa berinteraksi langsung dan tidak mudah lupa.
   4. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran hendaknya guru harus selalu mengamati
      keaktifan peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran baik secara individu maupun
      kelompok.
   5. Dalam kegiatan pembelajaran hendaknya guru senantiasa membahas pekerjaan rumah,
      tugas individu dan juga ulangan harian yang telah diberikan oleh guru.
MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA DENGAN
MEMANFAATKAN LKS DAN ALAT PERAGA PAPAN
BERPAKU SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL
BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR METEMATIKA
PADA POKOK BAHASAN SIMETRI LIPAT DAN
PENCERMINAN BAGI PESERTA DIDIK KELAS V SD
REJOSARI 03 SEMARANG
                    OLEH :
        ANTONIUS NOVAN SETYO NUGROHO
                  4102905018
                      ABSTRAK
    Latar belakang penelitian ini adalah bahwa matematika merupakan
ilmu pengetahuan yang digunakan dalam berbagai bidang kehidupan,
yaitu sebagai salah satu ilmu yang mendukung perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Selain itu keadaan ekonomi orang tua siswa
tergolong kurang mampu ada yang buruh, tukang becak, ibu rumah
tangga, pedagang bahkan yang tidak bekerja karena PHK. Sehubungan
dengan ini lingkungan belajar anakpun ikut tidak mendukung karena di
rumah tidak ada yang membimbing atau memberi pengarahan,
melainkan anak belajar sendiri dengan mempelajari apa yang diberikan
oleh guru di sekolah. Dengan keadaan seperti ini penulis ingin meneliti
siswa kelas V SDN Rejosari 03 dengan menerapkan model
pembelajaran Tutor sebaya dengan memanfaatkan LKS dan alat peraga
papan berpaku pada pokok bahasan simetri lipat dan pencerminan
aktivitas belajar dan hasil belajar dapat meningkat. Di samping rata-
rata hasil belajar matematika di SDN Rejosari 03 kurang memuaskan
dan lebih rendah dibanding hasil belajar mata pelajaran yang lain.
Permasalahan yang muncul adalah: apakah dengan menerapkan model
pembelajaran Tutor Sebaya yang memanfaatkan LKS dan alat peraga
papan berpaku dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar
matematika peserta didik pada pokok bahasan Simetri Lipat dan
Pencerminan di kelas V SD Negeri Rejosari 03 Kota Semarang.
     Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan metode
pembelajaran tutor sebaya dengan memanfaatkan LKS dan Alat Peraga
Papan Berpaku pada pokok bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan
peserta didik kelas V SD Rejosari 03 Semarang, sehingga dapat diketahui
: apakah metode pembelajaran tutor sebaya dengan memanfaatkan LKS
dan Alat Peraga Papan Berpaku dapat meningkatkan hasil belajar dan
aktivitas belajar peserta didik pada pokok bahasan Simetri Lipat dan
Pencerminan.
     Subjek penelitian yang diambil adalah siswa kelas V SDN Rejosari
03 dengan jumlah 25 anak. Penelitian ini dilakukan melalui 2 siklus.
Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan
refleksi. Tindakan penelitian dalam siklus I materi yang diberikan pada
pertemuan I dan II adalah sub pokok bahasan Membahas tentang
melakukan lipatan untuk membentuk simetri (bangun seimbang, sama
bentuk/ukuran), banyaknya simetri lipat suatu bangun datar dan membuat
hasil pencerminan suatu bangun datar dengan menggunakan alat peraga
papan berpaku serta siklus II juga dilakukan pertemuan I dan II dimana
sub pokok bahasan yang diberikan adalah membahas tentang materi
simetri lipat dan pencerminan dengan melakukan pencerminan untuk
membentuk bayangan terhadap sumbu tegak dengan latihan soal yang
bervariasi dengan menggunakan alat peraga papan berpaku.
Hasil yang diperoleh setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas adalah:
     1. Hasil belajar dan aktivitas belajar siswa meningkat
     2. Kegiatan pembelajaran lebih hidup dengan keaktifan siswa dalam
        belajar baik secara kelompok maupun individu
Adapun simpulan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan model
pembelajaran tutor sebaya dengan memanfaatkan LKS dan alat peraga papan
berpaku hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik kelas V SD Negeri
Rejosari 03 meningkat.
                          PENDAHULUAN
A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
 Pelajaran matematika terdiri atas bagian-bagian matematika yang dipilih guna
 menumbuh kembangkan kemampuan-kemampuan dan membentuk pribadi peserta
 didik serta berpadu pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Upaya
 peningkatan prestasi Peserta Didik Sekolah Dasar merupakan tugas guru dan
 berjangka panjang karena menyangkut masalah pendidikan peserta didik.
 Meningkatkan prestasi peserta didik harus melalui proses pendidikan yang baik dan
 terarah. Dari pengamatan peneliti sehari-hari masih menemukan sebagian besar
 peserta didik kelas V SD Rejosari 03, nilai matematika pada pokok bahasan Simetri
 Lipat dan Pencerminan kurang memuaskan. Hal ini dimungkinkan karena
 pemahaman dan konsep tentang simetri lipat dan pencerminan yang belum begitu
 dikuasai dengan baik oleh peserta didik. Upaya peningkatan hasil belajar dan
 aktivitas belajar matematika peserta didik Sekolah Dasar pada pokok bahasan
 Simetri Lipat dan Pencerminan kelas V SD Rejosari 03 dapat tercapai bila proses
 belajar mengajar di kelas berlangsung dengan baik, berdaya guna dan berhasil guna.
 Hal tersebut dapat terlaksana bila guru berperan langsung dalam mengajar dan
 mendidik peserta didik sehingga dapat ditingkatkan kemampuannya, dibina secara
 teratur dan berkesinambungan.Berdasarkan uraian diatas perlu dilakukan penelitian
 dengan judul ” Model Pembelajaran Tutor Sebaya dengan Memanfaatkan LKS dan
 Alat Peraga Papan Berpaku Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar dan
 Aktivitas Belajar Matematika Pada Pokok Bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan
 Bagi Peserta Didik Kelas V SD Rejosari 03 Semarang”.
B. PERMASALAHAN
  Berdasarkan apa yang telah diuraikan dalam alasan pemilihan judul dapat
  dirumuskan permasalahan sebagai berikut : apakah dengan menerapkan model
  pembelajaran Tutor Sebaya yang memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan
  Berpaku dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar matematika peserta
  didik pada pokok bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan di kelas V SD Rejosari
  03 Semarang ?
C. CARA PEMECAHAN MASALAH
  Untuk memecahkan masalah akan digunakan metode Tutor Sebaya dengan
  memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku dimana guru memilih materi
  yang dapat dipelajari peserta didik secara mandiri lalu membagi para peserta didik
  menjadi beberapa kelompok kecil yang heterogen sebanyak sub-sub materi yang
  akan disampaikan guru. Peserta Didik yang pandai-pandai disebar dalam setiap
  kelompok dan bertindak sebagai tutor.
D. TUJUAN PENELITIAN
  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan metode pembelajaran tutor
  sebaya dengan memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku pada pokok
  bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan peserta didik kelas V SD Rejosari 03
  Semarang, sehingga dapat diketahui : apakah metode pembelajaran tutor sebaya
  dengan memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku dapat meningkatkan
  hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik pada pokok bahasan Simetri Lipat
  dan Pencerminan.
E. MANFAAT PENELITIAN
 1. Manfaat Bagi Peserta didik :
    - Peserta didik lebih termotivasi untuk belajar matematika
    - Peserta didik lebih terbuka kepada teman sebayanya, sehingga mau berperan
      dalam kelompoknya
    - Meningkatkan prestasi peserta didik
 2. Manfaat Bagi Peneliti :
    - Guru mengetahui kesulitan peserta didik dalam mempelajari matematika
    - Guru bisa mengembangkan pembelajaran di sekolah
    - Guru bersemangat dalam mengajar
 3. Manfaat bagi Sekolah :
    Dengan adanya penelitian ini, proses pembelajaran di sekolah dapat meningkat,
    sehingga kemampuan dan prestasi belajar peserta didik semakin baik serta kualitas
    sekolah meningkat
F. SISTEMATIKA PENULISAN
 1. Bagian Awal Skripsi
 2. Bagian Isi
 3. Bagian Akhir
LANDASAN TEORI

1. LANDASAN TEORI
2. MEDIA LEMBAR KERJA SISWA
3. TUTOR SEBAYA
4. PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM
   PEMBELAJARAN MATEMATIKA
5. ALAT PERAGA PAPAN BERPAKU
6. MATERI SIMETRI LIPAT DAN PENCERMINAN
7. KERANGKA BERPIKIR
               HIPOTESIS TINDAKAN

Hipotesis penelitian ini adalah jika menggunakan LKS dan Alat
Peraga Papan Berpaku dengan model pembelajaran tutor sebaya
maka hasil belajar dan aktivitas belajar matematika pada pokok
bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan peserta didik kelas V SD
Rejosari 03 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007 meningkat.
              METODE PENELITIAN
1. SUBYEK PENELITIAN
  Penelitian ini akan dilaksanakan di SD Rejosari 03 Semarang dengan subyek penelitian
  adalah peserta didik kelas V SD Negeri Rejosari 03 sebanyak 25 peserta didik terdiri
  dari 10 putri dan 15 putra serta Guru Kelas V SD Rejosari 03.
2. RENCANA PENELITIAN
  Penelitian ini direncanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari
  empat tahap yaitu : perencanaan (planning), implementasi (tindakan), observasi
  (pengamatan) dan refleksi.
3. TEHNIK PENGUMPULAN DATA
  Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode pengamatan (observasi) dan
  penelitian pada saat pembelajaran Pokok Bahasan Simetri Lipat dan Pencerminan
  dengan menggunakan papan berpaku berlangsung diamati secara kelompok maupun
  individu untuk mendapatkan hasil belajar yang diinginkan.
4. INDIKATOR KEBERHASILAN
   Berdasarkan ketetapan Depdikbud ketuntasan belajar tercapai jika
   ketuntasan individual mencapai minimal 65% dan secara klasikal 85%.
   Dan berdasarkan pengalaman guru yang mengajar di kelas V SDN
   Rejosari 03 yang lebih mengetahui kemampuan peserta didik, maka
   peneliti menentukan bahwa penelitian ini dikatakan berhasil jika
   ketuntasan individu mencapai minimal 70% dan secara klasikal 80%.
   PEMBAHASAN

Pembahasan
Siklus I
     Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilaksanakan oleh Guru Kelas V SD Rejosari
03 Semarang sesuai jadwal pertemuan, rancangan pembelajaran yang direncanakan dan
dalam mengelola kegiatan belajar mengajar dengan skor 80 (lihat Tabel 2,3 dan 4 pada
siklus I serta pada tabel 12 dan 13 pada siklus II) serta keaktifan peserta didik dalam
mengikuti pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan baik dalam tugas kelompok,
individu sehingga pada pertemuan I ini peserta didik tidak mengalami kesulitan karena
sub pokok bahasan yang disampaikan adalah dalam membuat hasil pencerminan suatu
bangun datar terhadap sumbu tegak, dimana peserta didik sudah mendapat materi kelas
IV pada semester 2 dan peserta didik juga telah banyak latihan dengan materi soal yang
bervariasi.
     Berdasarkan hasil ulangan harian siklus I materi dengan sub pokok bahasan
melakukan lipatan untuk membentuk simetri (bangun seimbang sama bentuk / ukuran)
diperoleh ada 14 (empat belas) peserta didik yang nilainya rendah < 60 ini berarti
ketuntasan belajar baru mencapai 56%. Setelah dilakukan pengamatan terhadap Lembar
Kerja Peserta didik atau LKS diperoleh bahwa 10 (sepuluh) peserta didik yang nilainya
rendah ternyata disebabkan karena kesulitan dalam mengukur jarak bayangan dengan
menggunakan alat peraga papan berpaku
Siklus II
    Tindakan perbaikan pada siklus II disampaikan materi dengan sub pokok bahasan
membuat hasil pencerminan untuk membentuk bayangan terhadap sumbu tegak dengan
latihan soal yang bervariasi dengan menggunakan alat peraga papan berpaku. Karena
telah diketahui kesulitan yang dialami peserta didik pada siklus I, maka pelaksanaan
pembelajaran pada siklus II dititikberatkan pada cara membuat hasil pencerminan suatu
bangun datar dengan bantuan alat peraga papan berpaku.
    Pada saat mengerjakan tugas kelompok, tugas individu dan tugas rumah dengan
menggunakan bantuan alat peraga papan berpaku sebagai latihan-latihan untuk
meminimal kesalahan.
    Adapun 6 (enam) peserta didik yang masih kurang memahami diberi bimbingan
secara khusus sehingga diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran selanjutnya,
walaupun dalam pelaksanaan siklus II masih ada 4 (empat) peserta didik yang
memperoleh nilai kurang dari 70, sedangkan 21 (dua puluh satu) peserta didik
mendapat nilai ≥ 70 bahkan ada 8 (delapan) peserta didik yang mendapat nilai 100.
Rata-rata nilai yang diperoleh dalam ulangan harian siklus II adalah 82, sedangkan nilai
ketuntasan dalam belajar mencapai 84% dengan indikator keberhasilan dikatakan
berhasil apabila ketuntasan individu mencapai 70% dan secara klasikal 75%. Sesuai
dengan teori yang dikemukakan oleh Jean Piaget, beliau mendukung jika peserta didik
dalam mendalami suatu materi pembelajaran matematika peserta didik usia 12 – 15
tahun (usia SMP) adalah masa transisi dari tahap Operasional Konkret ke tahap
Operasional Formal.
Oleh karena itu, Jean Piaget menganjurkan agar dalam
mengajarkan matematika di Pendidikan Dasar perlu
memanfaatkan alat peraga benda konkret. Alasan yang
dikemukakan Piaget, anak-anak SD dan SMP perkembangan
intelektualnya cenderung masih berada dalam tahap Operasional
Konkret. Selain itu menurut Brunner juga menyarankan dalam
pembelajaran matematika dibagi menjadi tiga tahap dimana untuk
anak SD dan SMP menggunakan tahap enactive yaitu
penggunaan benda konkret dalam belajar kemudian ke tahap
kedua yaitu tahap econic dimana belajar menggunakan gambar
dan grafik, lalu untuk tahap ketiga yaitu tahap symbolic dimana
guru sudah bisa menggunakan kata-kata dan simbol. Maka
dengan menerapkan pembelajaran matematika yang didukung
dengan penggunaan alat peraga benda konkret terjadi
peningkatan pada waktu penelitian siklus I ke siklus II, Oleh
karena itu penelitian tindakan ini cukup dilaksanakan 2 siklus
saja.
PENUTUP

A.   SIMPULAN
     Berdasarkan pelaksanaan penelitian tindakan kelas di Kelas V SD Negeri
     Rejosari 03 Semarang tahun ajaran 2006/2007 dapat disimpulkan bahwa
     dengan menggunakan model pembelajaran Tutor Sebaya dengan
     memanfaatkan LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku ternyata dapat
     meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar peserta didik. Pelaksanaan
     Kegiatan Pembelajaran lebih hidup dengan keaktifan belajar peserta didik
     dalam belajar baik secara kelompok maupun individu apabila menggunakan
     model pembelajaran Tutor Sebaya Tutor Sebaya dengan memanfaatkan
     LKS dan Alat Peraga Papan Berpaku, sehingga peserta didik mampu
     mengurangi kesalahan dalam membuat hasil pencerminan suatu bangun
     datar terhadap sumbu tegak dengan bantuan alat peraga papan berpaku.
B. SARAN
   Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti di SD
   Negeri Rejosari 03 Semarang dapat disampaikan saran – saran sebagai
   berikut :
  1. Hendaknya guru dalam mengadakan penilaian, dilakukan secara menerus baik
     secara individu maupun kelompok yang dilakukan dalam pemberian tugas
     rumah, tugas individu maupun ulangan harian / hasil tes.
  2. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran hendaknya guru mencoba dengan
     menerapkan model pembelajaran Tutor Sebaya sehingga peserta didik yang
     memiliki kepintaran lebih dari teman sebayanya dapat ditugaskan untuk
     membantu teman-teman sekelasnya yang masih belum memahami materi t
     ersebut, diharapkan dengan teman sebaya yang memberikan penjelasan dapat
     dengan mudah dimengerti oleh teman yang masih belum memahami (tutor
     sebaya).
  3. Diusahakan juga dalam pembelajaran yang menyangkut materi simetri       lipat
     dan pencerminan digunakan alat peraga papan berpaku karena alat peraga ini
     memudahkan peserta didik untuk memahami materi tersebut karena dengan
     bantuan alat peraga peserta didik merasa berinteraksi langsung dan tidak mudah
     lupa.
4. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran
   hendaknya guru harus selalu mengamati
   keaktifan peserta didik dalam    mengikuti
   proses pembelajaran baik secara individu
   maupun      kelompok.
5. Dalam kegiatan pembelajaran hendaknya guru
   senantiasa membahas pekerjaan rumah, tugas
   individu dan juga ulangan harian yang telah
   diberikan oleh guru.
Terima Kasih
Terima Kasih

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:18124
posted:3/7/2010
language:Indonesian
pages:132